Anda di halaman 1dari 39

KATA PENGANTAR

‫حييمــ‬
‫ن الرر ح‬
‫م ح‬
‫ح م‬
‫مــ اللهح الرر ي‬
‫س ح‬
‫بح ي‬

Penulis panjatkan puji dan syukur kepada Allah ‫ ﷻ‬yang telah memberikan kekuatan
dan kemampuan kepada penulis, Rasulullah ‫ ﷺ‬yang menjadi suri tauladan dan inspirator
terbaik sepanjang masa sehingga dapat menyelesaikan rancangan kegiatan aktualisasi nilai-
nilai dasar profesi ASN dengan segala keterbatasan yang penulis miliki. Penulis menyadari
sepenuhnya bahwa rancangan ini masih jauh daripada kesempurnaan, karena itu segala
macam bentuk saran, perbaikan dan masukan agar rancangan ini dapat berhasil dengan baik
sangatlah penulis harapkan. Kepada Bapak Ir. Atang Susila, M.Eng selaku mentor penulis dan
Ibu Sumarni Tjokromidjoyo selaku coach dalam kegiatan ini, penulis juga mengucapkan
banyak terimakasih atas bimbingan dan arahan selama bimbingan dalam kegiatan ini.

Semoga rancangan yang telah penulis buat saat ini, selanjutnya dapat diaktulisasikan
di tempat penulis akan bekerja. Besar harapan dan do’a dari penulis, segala hal yang menjadi
tujuan dari kegiatan ini dapat berhasil dengan baik.

Ciawi, September 2015

Penulis

i
DAFTAR ISI
Halaman

KATA PENGANTAR.......................................................................................... i
DAFTAR ISI........................................................................................................ ii
DAFTAR TABEL................................................................................................ iii
DAFTAR GAMBAR........................................................................................... iv
BAB I. PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang.............................................................................................. 1


1.2. Tujuan .......................................................................................................... 3
1.3. Ruang Lingkup............................................................................................. 3

BAB II. RANCANGAN AKTUALISASI


2.1. Deskripsi Organisasi................................................................................... 6
2.1.1. Visi Misi BATAN................................................................................... 6
2.1.2. Tujuan BATAN...................................................................................... 7
2.1.3. Nilai-nilai Organisasi BATAN............................................................... 7
2.1.4. Struktur Organisasi BATAN.................................................................. 8
2.1.5. Deputi Bidang Pendayagunaan Teknologi Nuklir................................. 9
2.1.6. Pusat Rekayasa Fasilitas Nuklir............................................................. 10
2.1.7. Bidang Instrumentasi............................................................................. 11
2.2. Nilai Dasar Profesi Aparatur Sipil Negara (ASN)...................................... 11
2.3. Rancangan Aktualisasi................................................................................ 19

BAB III. PENUTUP ........................................................................................... 35

DAFTAR PUSTAKA......................................................................................... 36

DAFTAR TABEL

ii
Halaman

Tabel Rancangan Aktualisasi............................................................................... 18

Jadwal Kegiatan Aktualisasi Nilai Dasar ASN.................................................... 33

DAFTAR GAMBAR
Halaman

iii
Gambar 1. Struktur Organisasi Badan Tenaga Nuklir Nasional.......................... 8

Gambar 2. Struktur Organisasi Pusat Rekayasa Fasilitas Nuklir......................... 10

iv
BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Indonesia memiliki semua prakondisi untuk mewujudkan visi negara


sebagaimana tertuang dalam Pembukaan Undang – Undang Dasar Negara Republik
Indonesia Tahun 1945, yang ditandai dengan kekayaan alam yang melimpah, potensi
sumber daya manusia, peluang pasar yang besar dan demokrasi yang relatif stabil.
Namun prakondisi yang sudah terpenuhi itu belum mampu dikelola secara efektif dan
efisien oleh para aktor pembangunan, sehingga Indonesia masih tertinggal dari cepatnya
laju pembangunan global dewasa ini.
Pegawai Negeri Sipil (PNS) memiliki peranan yang menentukan dalam
mengelola prakondisi tersebut. Sejumlah keputusan – keputusan strategis mulai dari
memformulasi kebijakan sampai pada penetapannya dalam berbagai sektor
pembangungan ditetapkan oleh PNS. Untuk memainkan peranan tersebut, diperlukan
sosok PNS yang professional, yaitu PNS yang mampu memenuhi standar kompetensi
jabatannya sehingga mampu melaksanakan tugas jabatannya secara efektif dan efisien.
Pengaturan mengenai Pegawai Negeri Sipil pada saat ini di atur dalam peraturan
perundang-undangan mengenai Aparatur Sipil Negara yaitu Undang-undang Nomor 5
Tahun 2014. Dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara
telah diamanatkan bahwa Instansi Pemerintah diwajibkan untuk memberikan Pendidikan
dan Pelatihan (diklat) terintegrasi bagi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) selama
1(satu) tahun untuk masa percobaan. Tujuan dari diklat terintegrasi ini adalah untuk
membangun integritas moral, kejujuran, semangat dan motivasi nasionalisme dan
kebangsaan, karakter kepribadian yang unggul dan bertanggungjawab, memperkuat
profesionalisme dan kompetensi bidang1.
Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang merupakan bagian dari Aparatur Sipil Negara
(ASN) merupakan warga negara Indonesia yang memenuhi persyaratan tertentu yang
diangkat sebagai Pegawai ASN secara tetap untuk menduduki jabatan pemerintahan oleh
pejabat pembina kepegawaian. Dalam pasal 3 Undang-undang Nomor 5 Tahun 2015
juga disebutkan bahwa ASN merupakan profesi yang berlandaskan pada prinsip nilai-
nilai dasar yaitu nilai kode etik dan kode perilaku, komitmen, integritas moral, dan
tanggung jawab pelayanan publik, kualifikasi akademik, jaminan perlindungan hukum
1
Pengantar Modul Diklat Prajabatan Golongan III

1
dalam melaksanakan tugas dan profesionalitas jabatan. Untuk memudahkan dalam
memahami nilai-nilai dasar tersebut maka dikerucutkan menjadi 5 nilai dasar ASN yang
disingkat ANEKA yaitu nilai Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen
Mutu, dan Anti Korupsi. Nilai dasar ANEKA ini merupakan postur ideal pemahaman
yang wajib dimiliki dan diimplementasikan oleh semua ASN dalam menjalankan tugas
pokok dan fungsinya di instasinya masing-masing.
Pegawai Negeri Sipil sebagai aparatur negara mempunyai peran yang strategis
dan menentukan dalam menyelenggarakan pemerintahan dan pembangunan. Sebagai
Aparatur Negara, PNS berkewajiban menyelenggarakan tugas pemerintah dengan penuh
tanggung jawab terhadap Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Untuk itu PNS
harus bekerja keras dan dapat melayani dengan baik agar dapat dipercaya oleh
masyarakat umum. Selain itu PNS harus mampu menempatkan diri sesuai dengan
Fungsi, Tugas dan Peran. Sesuai dengan ketentuan dalam Pasal 10 Pegawai ASN
berfungsi sebagai Pelaksana Kebijakan Publik, Pelayan Publik, Perekat dan Pemersatu
Bangsa. Sementara tugas dari pada pegawai PNS adalah melaksanakan kebijakan publik
yang dibuat oleh Pejabat Pembina Kepegawaian sesuai dengan ketentuan peraturan
perundang-undangan, memberikan pelayanan publik yang profesional dan berkualitas
dan mempererat persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan ASN
berperan sebagai perencana, pelaksana, dan pengawas penyelenggaraan tugas umum
pemerintahan dan pembangunan nasional melalui pelaksanaan kebijakan dan pelayanan
publik yang profesional, bebas dari intervensi politik, serta bersih dari praktik korupsi,
kolusi, dan nepotisme
Untuk memperdalam ASN dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya,
dalam Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2000 tentang pendidikan dan pelatihan
jabatan pegawai negeri sipil (PNS) menetapkan bahwa salah satu jenis diklat yang
strategis untuk mewujudkan ASN profesional adalah diklat prajabatan. Diklat ini
dilaksanakan dalam rangka membentuk nilai-nilai dasar profesi ASN. Pengembangan
pola diklat prajabatan dengan pola baru saat ini lebih mengedepankan aktualisasi nilai
dasar ANEKA (Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen mutu, dan Anti
korupsi). Dengan pemberlakuan pola diklat yang baru ini, diharapkan terbentuk
kompetensi ASN yang nantinya dapat menjadi tonggak baru dalam memberikan
pelayanan yang terbaik kepada masyarakat secara profesional yang berorientasi pada
kepentingan publik dan berintegritas tinggi.
Aktualisasi nilai-nilai dasar profesi ASN dalam pola diklat prajabatan
dilaksanakan dalam enam tahap yaitu tahap merancang aktualisasi nilai dasar profesi
2
ASN, tahap mempresentasikan rancangan aktualisasi, mengaktualisasikan nilai dasar di
tempat tugas atau instansi tempat peserta diklat prajabatan, melaporkan pelaksanaan
aktualisasi nilai dasar, mempresentasikan laporan aktualisasi, dan menyusun rencana aksi
penyempurnaan aktualisasi nilai-nilai dasar profesi ASN. Melalui kegiatan aktualisasi
ini, diharapkan seluruh atau sebagian dari nilai dasar profesi ASN dapat diterapkan
dalam pelaksanaan kegiatan yang telah dirancang oleh setiap peserta prajabatan di
tempat tugas atau intansi tempat dimana peserta bekerja.

1.2. Tujuan

Tujuan dari kegiatan aktualisasi nilai-nilai dasar profesi Aparatur Sipil Negara (ASN)
ini adalah membentuk sosok ASN yang professional dan berdaya saing, yang mana
karakternya dibentuk oleh nilai – nilai dasar ASN yang meliputi nilai Akuntabilitas,
Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu dan Anti Korupsi (ANEKA) dengan
indikator teraktualisasinya nilai – nilai dasar tersebut dalam setiap kegiatan – kegiatan
yang dilakukannya.

1.3. Ruang Lingkup

Dalam rancangan kegiatan aktualisasi nilai-nilai dasar profesi Aparatur Sipil Negara
(ASN) pokok bahasan dibatasi sebagai berikut :
1. Kegiatan. Yang dimaksud dengan kegiatan adalah semua tugas yang dilakukan
dan dilaksanakan dalam proses aktualisasi nilai-nilai dasar ASN yang didasarkan
pada:
a. Sasaran Kerja Pegawai (SKP)
b. Perintah atau tugas dari pimpinan
c. Inisiatif sendiri yang disetujui oleh pimpinan
2. Tempat pelaksanaan aktualisasi
Tempat pelaksanaan aktualisasi dilakukan di Kawasan Nuklir Serpong, tepatnya di
Pusat Rekayasa Fasilitas Nuklir BATAN. Fasilitas – fasilitas tempat yang
digunakan antara lain laboratorium elektronika, ruang rapat dan gudang
komponen.
3. Waktu pelaksanaan aktualisasi
Waktu pelaksanaan aktualisasi nilai dasar profesi ASN dibatasi selama 15 hari
kerja terhitung mulai tangal 7 Oktober sampai dengan 27 Oktober 2015.

3
4. Batasan nilai dalam aktualisasi
Nilai-nilai menjadi batasan dalam kegiatan aktualisasi ini adalah 5 (lima) dasar
nilai profesi Aparatur Sipil Negara yang terangkum sebagai berikut:
a. Nilai Akuntabilitas yang diartikan sebagai sebuah kewajiban bagi para
Aparatur Sipil Negara untuk mempertanggungjawabkan kinerjanya.
b. Nilai Nasionalisme yang diartikan sebagai paham atau pandangan kecintaan
terhadap bansa dan tanah air Indonesia yang dilandasi oleh nilai-nilai
Pancasila.
c. Nilai Etika Publik diartikan sebagai standar/norma yang menentukan baik atau
buruk, benar atau salah mengenai tindakan, perilaku dan keputusan untuk
mengarahkan kebijakan publik dalam menjalankan tanggungjawab sebagai
pelayan publik.
d. Nilai Komitmen Mutu diartikan sebagai wujud, keandalan, kecepatan tanggap,
kompetensi, akses, keramahan, komunikasi, kepercayaan, keamanan, dan
pemahaman pelanggan.
e. Nilai Anti Korupsi adalah nilai-nilai yang ditanamkan untuk tidak berperilaku
korup.
5. Rancangan kegiatan aktualisasi
Kegiatan yang akan dilakukan untuk aktualisasi nilai – nilai dasar ASN ini antara
lain adalah :
 Uji Modul Arduino Pencacah Radiasi Nuklir
 Pembuatan Laporan Uji Modul Arduino
 Pembuatan Skema SCA
 Pembuatan Laporan Uji SCA
 Uji Modul HV Radiasi Nuklir
 Pembuatan Laporan Uji HV Rad Nuk
 Pendataan Komponen Baru
 Menyusun Struktur Jafung MonLink
 Mengikuti Rapat Kerekayasaan
 Evaluasi K3 Ruangan Bidang Inst

4
BAB II

RANCANGAN AKTUALISASI

2.1. Deskripsi Organisasi Badan Tenaga Nuklir Nasional

BATAN adalah Lembaga Pemerintah Non-Kementerian (LPNK) yang berada di


bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Presiden, yang dibentuk berdasarkan
Pasal 4 Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1997. Selanjutnya, kedudukan BATAN
sebagai Badan Pelaksana di bidang ketenaganukliran dipertegas di dalam Peraturan
Presiden Nomor 46 Tahun 2013 tentang Badan Tenaga Nuklir Nasional. Program dan
kegiatan BATAN pada tahun 2015-2019 menekankan pada keunggulan iptek nuklir
dalam rangka mempercepat kesejahteraan bangsa. Sehingga, prioritas kegiatan litbangrap
iptek nuklir yang akan dilaksanakan antara lain adalah penguatan kompetensi pemuliaan
tanaman dan pengawetan bahan makanan, pembangunan pilot plant iradiator untuk
meningkatkan kemampuan aplikasi radiasi nuklir, pengembangan alat kesehatan dan obat
yang tersertifikasi. Selain itu, dalam rangka menuju kemandirian bangsa, prioritas
kegiatan litbangrap iptek nuklir diarahkan untuk pembangunan Reaktor Daya
Eksperimental (RDE), penyediaan dukungan teknis penyiapan PLTN, litbang material
maju yang berorientasi pada SDA lokal, dan litbang pemantauan lingkungan.

2.1.1. Visi Misi BATAN

Visi BATAN adalah “BATAN Unggul di Tingkat Regional, Berperan dalam


Percepatan Kesejahteraan Menuju Kemandirian Bangsa”.

Sedangkan Misi BATAN dijabarkan sebagai berikut :

 Merumuskan kebijakan dan strategi nasional iptek nuklir

 Mengembangkan iptek nuklir yang handal, berkelanjutan dan bermanfaat bagi


masyarakat

 Memperkuat peran BATAN sebagai pemimpin di tingkat regional, dan berperan


aktif secara internasional

 Melaksanakan layanan prima pemanfaatan iptek nuklir demi kepuasan pemangku


kepentingan

5
 Melaksanakan diseminasi iptek nuklir dengan menekankan pada asas
kemanfaatan, keselamatan dan keamanan

2.1.2. Tujuan BATAN

Tujuan pembangunan iptek nuklir adalah memberikan dukungan nyata dalam


pembangunan nasional dengan peran

 Meningkatkan hasil litbang energi nuklir, isotop dan radiasi, dan


pemanfaatan/pendayagunaanya oleh masyarakat dalam mendukung program
pembangunan nasional
 Meningkatkan kinerja manajemen kelembagaan dan penguatan sistem inovasi
dalam rangka mendukung penelitian, pengembangan dan penerapan energi nuklir,
isotop dan radiasi

2.1.3. Nilai – Nilai Organisasi BATAN

Seluruh kegiatan penelitian, pengembangan dan pendayagunaan ilmu pengetahuan


dan teknologi nuklir yang dilaksanakan oleh BATAN berpedoman pada nilai berikut:

 Akuntabilitas Siap menerima tanggung jawab dan melakukan tanggung jawab itu
dengan baik seperti yang ditugaskan.

 Disiplin Bertindak sesuai peraturan, prosedur, tata tertib, tepat waktu dan tepat
sasaran dengan tetap mempertahankan efisiensi dan efektivitas waktu dan
anggaran.

 Keunggulan Memiliki sikap dan motivasi untuk senantiasa berusaha mencapai


hasil yang lebih baik dari pada yang lain.

 Integritas Menjunjung tinggi dan mendasarkan setiap sikap dan tindakan pada
prinsip dan nilai-nilai moral, etika, peraturan perundangan termasuk menjauhkan
dari kecenderungan tindakan KKN.

 Kolaborasi Mengutamakan kerja sama, mengembangkan jejaring kerja dengan


pihak eksternal dan mengedepankan kerja tim (team work) untuk mencapai
kinerja yang lebih baik.

6
 Kompetensi Menekankan pada kualitas penguasaan dan pemenuhan kualifikasi
kemampuan SDM seperti yang dibutuhkan.

 Inovatif Meningkatkan upaya kreatif untuk menemukan pembaharuan dalam


setiap hasil litbang.
2.1.4. Struktur Organisasi BATAN

Dalam menjalankan tugas dan fungsinya, BATAN terdiri atas:

 Kepala;

 Sekretariat Utama;

 Deputi Bidang Sains dan Aplikasi Teknologi Nuklir;

 Deputi Bidang Teknologi Energi Nuklir;

 Deputi Bidang Pendayagunaan Teknologi Nuklir;

 Inspektorat;

 Pusat Pendidikan dan Pelatihan; dan

 Pusat Standardisasi dan Mutu Nuklir.

7
Gambar 1. Struktur Organisasi BATAN

2.1.5. Deputi Bidang Pendayagunaan Teknologi Nuklir (PTN)

Deputi Bidang PTN adalah unsur pelaksana sebagian tugas dan fungsi BATAN di
bidang pendayagunaan teknologi nuklir,yang berada di bawah dan bertanggung jawab
kepada Kepala. Deputi Bidang Pendayagunaan Teknologi Nuklir dipimpin oleh Deputi.
Deputi Bidang Pendayagunaan Teknologi Nuklir mempunyai tugas melaksanakan
perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pendayagunaan teknologi nuklir. Dalam
melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 278, Deputi Bidang
Pendayagunaan Teknologi Nuklir menyelenggarakan fungsi:
 perumusan kebijakan teknis di bidang pendayagunaan teknologi
nuklir;
 pengendalian terhadap kebijakan teknis di bidang pendayagunaan
teknologi nuklir;
 pelaksanaan pendayagunaan teknologi nuklir sesuai dengan
kebijakan yang ditetapkan oleh Kepala;
 pembinaan dan pemberian bimbingan di bidang pendayagunaan
teknologi nuklir; dan

8
 pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Kepala.

Deputi Bidang Pendayagunaan Teknologi Nuklir terdiri atas:


 Pusat Rekayasa Fasilitas Nuklir;
 Pusat Teknologi Radiosiotop dan Radiofarmaka;
 Pusat Reaktor Serba Guna;
 Pusat Diseminasi dan Kemitraan;dan
 Pusat Pendayagunaan Informatika dan Kawasan Strategis Nuklir.

2.1.6. Pusat Rekayasa Fasilitas Nuklir

Pusat Rekayasa Fasilitas Nuklir (PRFN) adalah salah satu pusat di BATAN yang
mempunyai tugas melaksanakan perumusan dan pengendalian kebijakan teknis,
pelaksanaan, dan pembinaan dan bimbingan di bidang perekayasaan instrumentasi,
elektromekanik dan kendali, mekanik, struktur, dan proses fasilitas nuklir. Fungsi PRPN
dalam hal ini adalah:
a. pelaksanaan urusan perencanaan, persuratan dan kearsipan, kepegawaian, keuangan,
perlengkapan dan rumah tangga, dokumentasi ilmiah dan publikasi serta pelaporan;
b. pelaksanaan perekayasaan instrumentasi fasilitas nuklir;
c. pelaksanaan perekayasaan elektromekanik dan kendali fasilitas nuklir;
d. pelaksanaan perekayasaan mekanik, struktur, dan proses fasilitas nuklir;
e. pelaksanaan jaminan mutu, pemantauan keselamatan kerja dan proteksi radiasi; dan
f. pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Deputi Bidang Pendayagunaan Teknologi
Nuklir.

9
Gambar 2. Struktur Organisasi Pusat Rekayasa Fasilitas Nuklir

2.1.7. Bidang Instrumentasi

Bidang Instrumentasi mempunyai tugas melaksanakan perekayasaan instrumentasi


fasilitas nuklir, dengan rincian tugas sebagai berikut:

a. melaksanakan pengembangan teknologi dan perekayasaan instrumentasi nuklir pada


instalasi nuklir, industri dan medik;

b. melakukan pengembangan teknik perawatan dan perbaikan instrumentasi nuklir; dan

c. melakukan pengembangan standar dan teknik pengujian instrumentasi nuklir.

2.2. Nilai Dasar Profesi Aparatur Sipil Negara (ASN)

Nilai dasar profesi adalah seperangkat prinsip yang mendasari ASN dalam bekerja 2.
Prinsip dasar ini meliputi nilai Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen
Mutu, dan Anti Korupasi (ANEKA). Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam menjalankan
tugas dan kewenangannya dituntut memiliki nilai dasar ANEKA sebagai seperangkat
prinsip yang menjadi landasan dalam menjalankan profesi sebagai pelayan publik.

2
Aktualisasi Modul Pendidikan dan pelatihan Prajabatan Golongan III. Hal 18

10
1. Akuntabilitas
Akuntabilitas mengacu pada harapan implisit atau eksplisit bahwa keputusan atau
tindakan seseorang akan dievaluasi oleh pihak lain dimana hasil evaluasi tersebut
berupa reward dan punishman 3. Dalam Pasal 7 Undang-undang Nomor 28 Tahun
1999 dijelaskan bahwa yang dimaksud dengan akuntabilitas adalah asas yang
menentukan bahwa setiap kegiatan dan hasil akhir dari kegiatan penyelenggara
Negara harus dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat atau rakyat sebagai
pemegang kedaulatan tertinggi Negara sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-
undangan yang berlaku. Sehingga seorang ASN dapat dikatakan akuntabel apabila
ASN tersebut mampu mengambil pilihan yang tepat ketika terjadi konflik
kepentingan, tidak terlibat dalam politik praktis, melayani warga secara adil dan
konsisten dalam menjalankan tugas dan fungsinya.
Aspek-aspek dan nilai dalam akuntabilitas dijabarkan sebagai berikut :
a. akuntabilitas adalah sebuah hubungan (menjaga kerjasama dalam tim dan
komunikasi)
b. akuntabilitas berorientasi pada hasil (peserta mampu menjelaskan hasil dari
rancangan)
c. akuntabilitas membutuhkan adanya laporan
d. akuntabilitas memerlukan konsekuensi ( ada penghargaan dan sanksi),
e. Akuntabilitas memperbaiki kinerja (adanya perbandigan yang lebih baikdari
yang sebelumnya)
f. Transparansi (adanya kejelasan mengenai kinerja ASN kepada stake holder,
membuka informasi pada public untuk mendorong efisiensi dan kreatifitas)
g. Hukum (bahwa kegiatan yang dilaksanakan sudah sesuai dengan peraturan dan
perundangan yang berlaku)
h. Kejujuran (adanya dukungan terhadap keberlangsungan praktek organisasi
yang sehat)
i. Netralitas (kemampuan untuk membuktikan bahwa kinerjan ASNbebas dari
kepentingan partai atau golongan serta kepentingan pribadi/perorangan)
j. Non diskriminatif (kemampuan untuk membuktikan bahwa program yang
dilakukan tidak mengandung unsure diskriminasi)
k. Bertanggungjawab terhadap asset Negara (kemampuan untuk membuktikan
tidak memanfaatkan asset Negara untuk kepentingan golongan/partai/pribadi)
l. Bertanggungjawab terhadap data dan informasi (peserta mampu menjaga
kerahasiaan data dan informasi Negara).

2. Nasionalisme

3
Akuntabilitas Modul Pendidikan dan Pelatihan Prajabatan Golongan III. Hal 1

11
Nasionalisme secara politis dimaknai sebagai manifestasi dari kesadaran nasional
yang mengandung cita-cita dan pendorong bagi bangsa untuk merebut kemerdekaan
atau mengenyahkan penjajahan maupun pendorong untuk memangun dirinya aupun
lingkungan masyarakat, bangsa dan negara4. Dalam arti luas nasionalisme dapat
diartikan sebagai paham atau pandangan tentang rasa cinta terhadap diri bangsa dan
negara tanpa memandang rendah terhadap bangsa lain.
Nilai Nasionalisme bagi seorang ASN merupakan sebuah pondasi untuk
mengaktualisasikan dalam menjalankan fungsi dan tugasnya dengan orientasi pada
kepentingan publik, bangsa dan negara diatas kepentingan sendiri, kelompok maupun
golongan.
Beberapa nilai-nilai nasionalisme yang dapat dikembangkan dan dilakukan oleh
seorang ASN adalah sebagai berikut :
 ASN sebagai pelaksana kebijakan publik yang berorientasi pada kepentingan
publik
 ASN sebagai pelayan publik yang bekerja secara profesional,dan berintegritas
 ASN sebagai perekat dan pemersatu bangsa dapat diartikan sebagai sikap ASN
yang loyal, setia dan taat pada Pancasila dan UUD 1945.

3. Etika Publik
Etika publik dapat diartikan sebagai sebuah refleksi tentang standar/norma yang
menentukan baik/buruk, benar / salah perilaku, tindakan dan keputusan untuk
mengarahkan kebijakan publik dalam rangka menjalankan tanggung jawab pelayanan
publik5.
Dalam menjaga dan mengatur tingkah laku sebuah profesi maka dibentuklah
sebuah kode etik yang memuat aturan-aturan yang mengatur tingkah laku dalam
sebuah kelompok khusus dalam bentuk tertulis. Demikian juga dalam menjaga
profesionalitas ASN, maka dibuat Kode Etik Apartur Sipil Negara berdasarkan
Undang-undang Nomor 5 tahun 2014 tentang ASN, yaitu :
a. Melaksanakan tugas dengan jujur, bertanggung jawab dan mempunyai
integritas yang tinggi,
b. Melaksanakan tugas dengan cermat dan disiplin,
c. Melayani dnegan sikap hormat,sopan dan tanpa tekanan,

4
Nasionalisme Modul Pendidikan dan Pelatihan Prajabatan Golongan III. Hal 1
5
Etika Publik Modul Pendidikan dan Pelatihan Prajabatan Golongan III. Hal 11

12
d. Melaksanakan tugas sesuai dengan pearturan perundang-undangan yang
berlaku,
e. Melaksanaka tugas sesuai dengan perintah atasan atau Pejabat yang
berwenang sejauh tidak bertentangan dengan ketentuan peraturan perundang-
undangan dan etika pemerintahan,
f. Menjaga kerahasiaan yang menyangkut kebijakan negara,
g. Menggunakan kekayaan dan barang milik negara secara
bertanggungjawab,efektif dan efisien,
h. Menjaga agar tidak terjadi konflik kepentingan dalam menjalankan tugas,
i. Memberikan informasi secara benar dan tidak menyesatkan kepada pihak lain
yang memerlukan informasi sesuai dengan kepentingan kedinasan,
j. Tidak menyalah gunakan informasi intern negara, tugas, status, kekuasaan dan
jabatannya untuk mendapat atau mencari keuntungan atau manfaat bagi diri
sendiri atau untuk orang lain,
k. Memegang teguh niai dasar ASN dan selalu menjaga reputasi dan integritas
ASN
l. Melaksanakan ketentuan peraturan perundang-undangan mengenai disiplin
pegawai ASN.

4. Komitmen Mutu
Komitmen mutu merupakan pelaksanaan pelayanan publik yang berorientasi pada
kualitas hasil. Mutu dapat diartikan sebagai salah satu standar yang menjadi dasar
untuk mengukur capaian hasil kerja. Menurut Edward Deming6 mutu adalah apapun
yang menjadi kebutuhan dan keinginan konsumen. Hal ini dapat diartikan bahwa
mutu mencerminkan penilaian subyektif yang diberikan oleh pelanggan (costumer)
kepada penyedia jasa atas pemenuhan kebutuhan, keinginan dan harapannya.
Adapun nilai-nilai yang terkandung dalam komitmen mutu adalah efektivitas,
efisiensi, inovasi dan menjaga mutu. Hal tersebut dapat diajabarkan sebagai berikut:
1. Efektivitas diartikan sebagai pengukuran keberhasilan dalam pencapaian tujuan-
tujuan yang telah ditentukan
2. Efisien diartikan sebagai penggunaan sumber daya secara minimum guna
pencapaian hasil yang optimum.

6
Komitmen Mutu Modul Pendidikan dan Pelatihan Prajabatan Golongan III. Hal 15

13
3. Inovasi diartikan sebagai melakukan pembaharuan untuk menyelesaikan suatu
masalah dengan cara yang lebih baik dari sebelumnya.
4. Menjaga mutu merupakan usaha untuk mempertahankan atau memastikan bahwa
kualitas dari output konsisten dan berkualitas.

5. Anti Korupsi
Korupsi berasal dari bahasa Latin “Coruptio” dan “Corruptus” yang berarti
kerusakan atau kebobrokan. Dalam bahasa Yunani corruptio berarti peruatan yang
tidak baik,buruk, curang, dapat disuap, tidak bermoral,menyimpang dari
kesucian,melanggar norma-norma agama, materia,mentaldan umum.
Menurut Robert Klitgard7 Korupsi adalah diskresi atau monopoli tanpa adanya
akuntabilitas. Menurut Syad Husein Alatas terdapat 7 jenis korupsi yaitu Korupsi
transaksi, korupsi ekstroaktif, korupsi investif, korupsi nepotistik, korupsi autogenik,
korupsi suportif, korupsi defensif. Sedangkan dalam UU No. 31/1999 dan UU No.
20/2001, disebutkan bahwa terdapat 7 kelompok tindak pidana korupsi yang terdiri
dari: (1) kerugian keuangan Negara, (2) suap menyuap, (3) pemerasan, (4) perbuatan
curang, (5) penggelapan dalam jabatan, (6) benturan kepentingan dalam pengadaan,
(7) gratifikasi.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan pakar anti korupsi telah
mengidentifikasi 9 (sembilan) nilai-nilai dasar anti korupsi yaitu :

1. Kejujuran
Menurut Sugono kata jujur dapat didefinisikan sebagai lurus hati, tidak
berbohong, dan tidak curang8. Jujur adalah salah satu sifat yang sangat penting bagi
kehidupan ASN, tanpa sifat jujur ASN tidak akan dipercaya dalam kehidupan
sosialnya. Nilai kejujuran ibaratnya seperti mata uang yang berlaku dimana-mana
termasuk dalam kehidupan ASN. Jika ASN terbukti melakukan tindakan yang tidak
jujur, baik pada lingkup akademik maupun sosial, maka selamanya orang lain akan
selalu merasa ragu untuk mempercayai ASN tersebut. Sebagai akibatnya ASN akan
selalu mengalami kesulitan dalam menjalin hubungan dengan orang lain. Hal ini juga

7
Anti Korupsi Modul Pendidikan dan Pelatihan Prajabatan Golongan III. Hal 16
8
Master Buku Pendidikan Anti Korupsi Untuk Perguruan Tinggi 2012 Hal.75

14
akan menyebabkan ketidaknyamanan bagi orang lain karena selalu merasa curiga
terhadap ASN tersebut yang terlihat selalu berbuat curang atau tidak jujur. Selain itu
jika seorang ASN pernah melakukan kecurangan ataupun kebohongan, akan sulit
untuk dapat memperoleh kembali kepercayaan dari mahasiswa lainnya.

2. Kepedulian
Menurut Sugono definisi kata peduli adalah mengindahkan, memperhatikan dan
menghiraukan9. Nilai kepedulian sangat penting bagi seorang ASN dalam kehidupan
di masyarakat. Individu yang memiliki jiwa sosial tinggi akan memperhatikan
lingkungan sekelilingnya di mana masih terdapat banyak orang yang tidak mampu,
menderita, dan membutuhkan uluran tangan. Pribadi dengan jiwa sosial tidak akan
tergoda untuk memperkaya diri sendiri dengan cara yang tidak benar tetapi ia malah
berupaya untuk menyisihkan sebagian penghasilannya untuk membantu sesama.

3. Kemandirian
Kemandirian membentuk karakter yang kuat pada diri seseorang menjadi tidak
bergantung terlalu banyak pada orang lain. Mentalitas kemandirian yang dimiliki
seseorang memungkinkannya untuk mengoptimalkan daya pikirnya guna bekerja
secara efektif. Jejaring sosial yang dimiliki pribadi yang mandiri dimanfaatkan untuk
menunjang pekerjaannya tetapi tidak untuk mengalihkan tugasnya. Pribadi yang
mandiri tidak akan menjalin hubungan dengan pihak-pihak yang tidak
bertanggungjawab demi mencapai keuntungan sesaat.

4. Kedisiplinan
Menurut Sugono definisi kata disiplin adalah ketaatan (kepatuhan) kepada
peraturan10. Disiplin adalah kunci keberhasilan semua orang. Ketekunan dan
konsistensi untuk terus mengembangkan potensi diri membuat seseorang akan selalu
mampu memberdayakan dirinya dalam menjalani tugasnya. Kepatuhan pada prinsip
kebaikan dan kebenaran menjadi pegangan utama dalam bekerja. Seseorang yang
mempunyai pegangan kuat terhadap nilai kedisiplinan tidak akan terjerumus dalam
kemalasan yang mendambakan kekayaan dengan cara yang mudah.

9
Ibid Hal.76
10
Ibid Hal.77

15
5. Tanggung Jawab
Menurut Sugono definisi kata tanggung jawab adalah keadaan wajib menanggung
segala sesuatunya (kalau terjadi apa-apa boleh dituntut, dipersalahkan dan
diperkarakan)11. Pribadi yang utuh dan mengenal diri dengan baik akan menyadari
bahwa keberadaan dirinya di muka bumi adalah untuk melakukan perbuatan baik
demi kemaslahatan sesama manusia. Segala tindak tanduk dan kegiatan yang
dilakukannya akan dipertanggungjawabkan sepenuhnya kepada Tuhan Yang Maha
Esa, masyarakat, negara, dan bangsanya. Dengan kesadaran seperti ini maka
seseorang tidak akan tergelincir dalam perbuatan tercela dan nista.

6. Kerja keras
Bekerja keras didasari dengan adanya kemauan. Kata ”kemauan” menimbulkan
asosiasi dengan ketekadan, ketekunan, daya tahan, tujuan jelas, daya kerja, pendirian,
pengendalian diri, keberanian, ketabahan, keteguhan, tenaga, kekuatan, kelaki-lakian
dan pantang mundur12. Perbedaan nyata akan jelas terlihat antara seseorang yang
mempunyai etos kerja dengan yang tidak memilikinya. Individu beretos kerja akan
selalu berupaya meningkatkan kualitas hasil kerjanya demi terwujudnya kemanfaatan
publik yang sebesar-besarnya. Ia mencurahkan daya pikir dan kemampuannya untuk
melaksanakan tugas dan berkarya dengan sebaik-baiknya. Ia tidak akan mau
memperoleh sesuatu tanpa mengeluarkan keringat. Bekerja keras merupakan hal yang
penting guna tercapainya hasil yang sesuai dengan target. Akan tetapi bekerja keras
akan menjadi tidak berguna jika tanpa adanya pengetahuan.

7. Sederhana
Pribadi yang berintegritas tinggi adalah seseorang yang menyadari kebutuhannya
dan berupaya memenuhi kebutuhannya dengan semestinya tanpa berlebih-lebihan. Ia
tidak tergoda untuk hidup dalam gelimang kemewahan. Kekayaan utama yang
menjadi modal kehidupannya adalah ilmu pengetahuan. Ia sadar bahwa mengejar
harta tidak akan pernah ada habisnya karena hawa nafsu keserakahan akan selalu
memacu untuk mencari harta sebanyak-banyaknya.

8. Keberanian

11
Ibid Hal.78
12
Ibid Hal.79

16
Seseorang yang memiliki karakter kuat akan memiliki keberanian untuk
menyatakan kebenaran dan menolak kebathilan. Ia tidak akan mentolerir adanya
penyimpangan dan berani menyatakan penyangkalan secara tegas. Ia juga berani
berdiri sendirian dalam kebenaran walaupun semua kolega dan teman-teman
sejawatnya melakukan perbuatan yang menyimpang dari hal yang semestinya. Ia tidak
takut dimusuhi dan tidak memiliki teman kalau ternyata mereka mengajak kepada hal-
hal yang menyimpang.

9. Keadilan
Berdasarkan arti katanya, adil adalah sama berat, tidak berat sebelah, tidak
memihak13. Pribadi dengan karakter yang baik akan menyadari bahwa apa yang dia
terima sesuai dengan jerih payahnya. Ia tidak akan menuntut untuk mendapatkan lebih
dari apa yang ia sudah upayakan. Bila ia seorang pimpinan maka ia akan memberi
kompensasi yang adil kepada bawahannya sesuai dengan kinerjanya. Ia juga ingin
mewujudkan keadilan dan kemakmuran bagi masyarakat dan bangsanya.

13
Ibid Hal.80

17
2.3. Rancangan Aktualisasi

Nama : Gina Kusuma


Instansi : Badan Tenaga Nuklir (BATAN)
Angkatan : 18

Visi PRFN :
PRFN sebagai Penyedia Teknologi perekayasaan perangkat dan fasilitas nuklir yang handal untuk kesejahteraan masyarakat
Misi PRFN :

1. Melaksanakan pengembangan, perekayasaan dan inovasi perangkat dan fasilitas nuklir dalam mendukung pembangunan
nasional
2. Memperkuat sistem manajemen kelembagaan dan kompetensi untuk mendukung kegiatan perekayasaan dan inovasi fasilitas
nuklir

Nilai – nilai BATAN :

1. Akuntabilitas
2. Disiplin
3. Keunggulan
4. Integritas
5. Kolaborasi
6. Kompetensi
7. Inovatif

Tabel 1. Rancangan Aktualisasi

19
Output/Hasil Kontribusi Terhadap Penguatan Nilai-
No Kegiatan Tahapan Kegitan Nilai-Nilai Dasar
Kegiatan Visi/Misi Organisasi Nilai Organisasi

1 2 3 4 5 6 7

1 Pengujian dan Analisa - Menyiapan alat Data hasil A : Kepercayaan Dengan melaksanakan Akuntabilitas :
Hasil Modul Arduino dan bahan yang pengujian alat kegiatan sesuai
Pencacah Radiasi Nuklir diperlukan dan analisa hasil Saya akan melakukan pengujian prosedur dan kaidah Dengan melaksanakan
- Mengatur alat dan mengabil data yang sesuai pengambilan data uji, tugas ini saya telah
yang akan diuji dengan nilai-nilai hasil pengujian mempertanggung –
kami telah
- Melakukan yang ada akan menumbuhkan jawabkan tugas saya
melaksanakan misi
pengujian sesuai kepercayaan dalam setiap pada instansi BATAN
dengan prosedur dari PRFN yang kedua
pengolahan data yaitu memperkuat
- Mencatat data
- Menganalisa N : Disiplin manajemen mutu
hasil
Saya akan melakukan pengujian ini
pada waktu kerja dan akan tidak
akan meninggalkan pekerjaan
sebelum selesai

E : Jujur

Saya akan melakukan pengujian


dan pengambilan data secara nyata
hasil dari pengujian, tidak
merekayasa data dan bersikap jujur

K : Efektifitas

Saya akan mengerjakan pengujian


secara tepat waktu sehingga tidak

20
Output/Hasil Kontribusi Terhadap Penguatan Nilai-
No Kegiatan Tahapan Kegitan Nilai-Nilai Dasar
Kegiatan Visi/Misi Organisasi Nilai Organisasi

boros waktu

A : Berani

Saya akan berani mengungkapkan


data yang diperoleh kepada
stakeholder yang terkait

2 Pembuatan Laporan - Menyiapkan data Dokumen A : Tanggung Jawab Dengan melaksanakan Kompetensi :
Pengujian Modul Arduino - Menyusun laporan hasil kegiatan ini sesuai
Pencacah Radiasi Nuklir laporan pengujian Saya akan melaporkan hasil dengan kaidah Menjalankan kegiatan
kegiatan sesuai dengan kesepakatan pembuatan laporan pembuatan laporan
saat rapat yang berlaku, kami dengan baik untuk
telah melaksanakan menunjukan kualitas
N : Transparan penguasaan bidang
misi dari PRFN yang
Saya akan memberikan informasi kedua yaitu
secara benar dan tidak menyesatkan memperkuat
kepada pihak lain yang manajemen mutu
memerlukan informasi terkait
kepentingan kedinasan

E : Akurat

Saya akan mengerjakan laporan


hasil pengujian dan memastikan
alat ini berfungi sesuai dengan
tujuan dan fungsinya

21
Output/Hasil Kontribusi Terhadap Penguatan Nilai-
No Kegiatan Tahapan Kegitan Nilai-Nilai Dasar
Kegiatan Visi/Misi Organisasi Nilai Organisasi

K : Efektifitas

Saya akan membuat laporan secara


tuntas sesuai waktu tenggang yang
diberikan dan dengan
menggunakan format yang berlaku

A : Mandiri

Saya akan mengerjakan laporan


hasil pengujian ini secara mandiri
tanpa ada hasutan ataupun
pengaruh buruk dari orang lain

3 Pembuatan Skema Modul - Membuat skema Gambar skema A : Integritas Dengan melaksanakan Inovatif :
SCA modul SCA modul SCA kegiatan pembuatan
menggunakan yang sesuai Saya akan menuntaskan sesuai skema modul SCA, Melakukan
software Altium dengan standard dengan kontrak kerja (SKP) kami telah melakukan pembaharuan desain
pembuatan modul reinograf pengembangan dan dalam skema modul
pekerjaan SCA untuk reinograf
N : Pelayanan Publik
perekayasaan fasilitas
Saya akan melaksanakan nuklir yang tertera
pembuatan skema ini dengan sebaik pada misi PRFN yang
mungkin dengan rasa keinginan pertama
berkontribusi untuk masyarakat
dalam kerekayasaan fasilitas
kedokteran nuklir khususnya

22
Output/Hasil Kontribusi Terhadap Penguatan Nilai-
No Kegiatan Tahapan Kegitan Nilai-Nilai Dasar
Kegiatan Visi/Misi Organisasi Nilai Organisasi

renograf

E : Profesional

Saya akan melakukan


pengembangan modul SCA
menggunakan software Altium
sesuai dengan kemampuan saya

K : Inovasi dan Kreatifitas

Saya akan memodifikasi desain


SCA dari desain sebelumnya

A : Kerja keras

Saya akan melaksanakan tugas ini


dengan sungguh – sungguh hingga
tuntas dan memiliki output sesuai
tujuan

4 Pembuatan Laporan - Menyiapkan data Dokumen A : Kejelasan Dengan melaksanakan Kompetensi :


Pengujian SCA - Menyusun laporan kegiatan ini kami telah
laporan pengujian alat Saya akan membuat laporan sesuai melaksanakan misi Menjalankan kegiatan
SCA dengan perannya sebagai dari PRFN yang pembuatan laporan
engineering staff pembuatan modul pertama dalam hal dengan baik untuk
SCA pengembangan menunjukan kualitas
perekayasaan fasilitas penguasaan bidang

23
Output/Hasil Kontribusi Terhadap Penguatan Nilai-
No Kegiatan Tahapan Kegitan Nilai-Nilai Dasar
Kegiatan Visi/Misi Organisasi Nilai Organisasi

N : Pelayanan Prima nuklir

Saya akan menyelesaikan laporan


sesuai tenggang waktu yang
diberikan oleh pimpinan proyek dn
memastikan mengumpulkan
sebelum diminta

E : Profesional

Saya akan melaporkan kegiatan


pengujian SCA dengan baik untuk
membuktikan kompetensi saya
dibidang instrumentasi nuklir

K : Efektifitas

Saya akan membuat laporan secara


tuntas sesuai dengan waktu yang
disepakati dan format yang berlaku

A : Sederhana

Saya akan melakukan pembuatan


laporan ini dengan semangat
kesederhanaan , tidak melebih-
lebihkan penggunaan kertas

5 Pengujian Modul High - Menyiapan alat Data hasil A : Tanggung Jawab Dengan kegiatan ini Akuntabilitas :

24
Output/Hasil Kontribusi Terhadap Penguatan Nilai-
No Kegiatan Tahapan Kegitan Nilai-Nilai Dasar
Kegiatan Visi/Misi Organisasi Nilai Organisasi

Voltage Pencacah Radiasi dan bahan yang pengujian alat saya telah
Nuklir diperlukan Modul High melaksanakan
- Mengatur alat Voltage Saya akan melaporkan hasil pengembangan iptek Melaksanakan
yang akan diuji Pencacah kegiatan sesuai dengan kesepakatan nuklir agar menjadi tanggung jawab dari
- Melakukan saat rapat sebagai bentuk pemimpin di tingkat pembuatan modul
Radiasi Nuklir
pengujian sesuai pertanggung jawaban hingga pembuatan
dengan prosedur dan analisa hasil regional sesuai dengan
visi BATAN laporan pengujian
- Mencatat data N : Jujur modul high voltage
- Menganalisa
Saya akan benar – benar melakukan pencacah radiasi
hasil
pengujian ini tanpa ada rekayasa nuklir
kegiatan ataupun data, dan
memastikan memiliki evidence
sebagai bukti

E : Tanggap

Saya akan ikut serta berkontribusi


aktif saat terdapat ketidaksesuaian
hasil pengujian dengan kaidah yang
berlaku ataupun tidak sesuai
dengan dasar teori

K : Kualitas

Saya akan bekerja dengan baik dan


sesuai prosedur pengujian untuk
menjaga kualitas dari setiap hasil

25
Output/Hasil Kontribusi Terhadap Penguatan Nilai-
No Kegiatan Tahapan Kegitan Nilai-Nilai Dasar
Kegiatan Visi/Misi Organisasi Nilai Organisasi

pengujian tetap sesuai dengan


semestinya

A : Disiplin

Saya akan melaksanakan pangujian


ini dengan sungguh-sungguh tanpa
mangkir atau meninggalkan tugas
setengah-setengah

6 Pembuatan Laporan - Menyiapkan data Dokumen A : Kejelasan Dengan melaksanakan Disiplin :


Pengujian Modul High - Menyusun laporan hasil kegiatan sesuai
Voltage Pencacah Radiasi laporan pengujian Saya akan membuat laporan prosedur dan kaidah Menjalankan kegiatan
Nuklir sebagai seorang engineering pengambilan data uji, sesuai dengan aturan
hardware staff pada proyek kami telah prosedur dan kaidah
renograf melaksanakan misi yang berlaku

N : Jujur dari PRFN yang kedua


yaitu memperkuat
Saya akan mengerjakan laporan manajemen mutu
dengan benar – benar dan tidak
merekayasa data yang nantinya
akan menyulitkan penelitian
lainnya yang berkaitan

E : Transparan

Saya akan menyajikan laporan pada


pimpinan proyek secara terbuka

26
Output/Hasil Kontribusi Terhadap Penguatan Nilai-
No Kegiatan Tahapan Kegitan Nilai-Nilai Dasar
Kegiatan Visi/Misi Organisasi Nilai Organisasi

beserta data-data dasar hasil


pengujian

K : Efektifitas/Manajemen Mutu

Saya akan menyelesaikan


pembuatan laporan sesuai format
mutu yang berlaku

A : Sederhana

Saya akan membuat laporan dengan


semangat penggunaan kertas yang
sesedikit mungkin tanpa melebih-
lebihkan

7 Pendataan komponen - Membuatan Dokumen A : Bertanggungjawab Terhadap Dengan melaksanakan Keunggulan :


baru (Stock Opname) format laporan stock Asset Negara kegiatan ini saya akan
pengecekan opname menyukseskan misi Dengan melakukan
komponen komponen baru Saya akan melaksanakan kegiatan PRFN yang kedua kegiatan ini
- Menyiapan data ini sebagai bentuk pertanggung diharapkan dapat
yakni manajemen
jumlah jawaban dan laporan keadaan asset menjadikan bidang
komponen baru mutu yang baik karena
negara berupa komponen – transparan dalam instrumentasi unggul
- Menghitung
komponen elektronika pendataan komponen dalam pelaporan
komponen baru
jumlah barang
N : Berintegritas Tinggi

Saya akan melaksanakan kegiatan


ini dengan cermat, akurat dan jujur

27
Output/Hasil Kontribusi Terhadap Penguatan Nilai-
No Kegiatan Tahapan Kegitan Nilai-Nilai Dasar
Kegiatan Visi/Misi Organisasi Nilai Organisasi

sesuai dengan perintah atasan

E : Santun

Saya akan melakukan tugas ini


dengan santun saat meminta
informasi pada pihak lain yang
terkait

K : Kreatif

Saya akan membuat format


pengecekan komponen yang
mudah, jelas dan informatif untuk
dapat digunakan sebagai instrumen
pengecekan kesesuaian jumlah
komponen elektronika yang
terpakai secara berkala

A : Kejujuran

Saya akan melakukan tugas ini


seindipenden mungkin tanpa ada
hasutan dari pihak manapun
sehingga penyajian data dan jumlah
komponen tidak berasal dari
rekayasa data

28
Output/Hasil Kontribusi Terhadap Penguatan Nilai-
No Kegiatan Tahapan Kegitan Nilai-Nilai Dasar
Kegiatan Visi/Misi Organisasi Nilai Organisasi

8 Mempelajari penyusunan - Mengumpulkan Dokumen A : Transparansi Dengan melakukan Kompetensi :


struktur jafung data dan laporan kegiatan ini saya
perekayasaan Monitoring informasi pembelajarn Saya akan menulis apa yang saya menjunjung Dengan melaksanakan
Lingkungan - Mempelajari penyusunan pelajari dalam laporan pada manajemen kegiatan ini
struktur jafung pimpinan pengetahuan saya
struktur jafung kelembagaan yang
perekayasaan baik sebagaimana mengenai strukur
N : Displin jafung di PRFN akan
Monitoring tertuang dalam misi
Lingkungan Dalam pembelajaran penyusunan PRFN kedua meningkat sehingga
struktur Jafung ini saya akan meningkatkan
lakukan sesuai dengan tahap kompetensi saya
pembelajaran yang diberikan oleh selaku SDM di PRFN
pimpinan BATAN

E : Santun

Mengonsultasikan pembelajaran
penyusunan kepada pimpinan
dengan bahasa Indonesia yang baik,
sehingga komunikasi dapat berjalan
dengan baik dan dapat
menghasilkan laporan yang baik
juga.

K : Efisiensi

Saya akan mengkonsultasikan


laporan melalui email tanpa print

29
Output/Hasil Kontribusi Terhadap Penguatan Nilai-
No Kegiatan Tahapan Kegitan Nilai-Nilai Dasar
Kegiatan Visi/Misi Organisasi Nilai Organisasi

kertas, sehingga sumber daya yang


berupa kertas dapat dihemat.

A : Keadilan

Saya akan adil (menggunakan


jadwal) dalam membagi waktu
belajar ini dengan mengerjakan
pekerjaan yang lainnya.

9 Mengikuti rapat - Datang tepat Notulen rapat A : Konsistensi Terwujudnya Kolaborasi :


kerekayasaan waktu kerekayasaan pengembangan dan
- Mengisi absensi Saya akan mengikuti setiap rapat perekayasaan fasilitas Mengutamakan kerja
- Mencatat rutin irradiator sesuai jadwal yang nuklir secara sama dan
notulensi untuk telah ditentukan professional, mengedepankan kerja
pribadi tim (team work) untuk
N : Disiplin berkelanjutan dan
bermanfaat bagi menyelesaikan proyek
Saya akan menghadiri rapat tepat masyarakat kerekayasaan secara
waktu dan mematuhi tata tertib on time dan on budget.
rapat yang berlaku

E : Menghargai komunikasi

Saya akan berkomunikasi dengan


baik yaitu dengan mendengarkan
peserta rapat yang lain

30
Output/Hasil Kontribusi Terhadap Penguatan Nilai-
No Kegiatan Tahapan Kegitan Nilai-Nilai Dasar
Kegiatan Visi/Misi Organisasi Nilai Organisasi

K : Manajemen mutu

Saya akan menghadiri rapat 5 menit


sebelum rapat dimulai sesuai
dengan maklumat manajemen
perubahan PRFN

A : Tanggung jawab

Saya akan mengikuti rapat sesuai


jadwalnya

10 Evaluasi K3 (Kesehatan - Mempelajari Dokumen A : Integritas Dengan melakukan Akuntabilitas :


dan Keselamatan Kerja) standar K3 tiap laporan hasil kegiatan ini saya
setiap ruangan di bidang ruangan di bidang evaluasi K3 Saya akan melaksanakan kegiatan menjunjung Dengan melaksanakan
instrumentasi PRFN instrumentasi setiap ruangan ini dengan sungguh – sungguh manajemen tugas ini saya telah
PRFN sebagai penuntasan tugas dari mempertanggung –
di bidang kelembagaan yang
- Mengevaluasi K3 atasan jawabkan tugas saya
setiap ruangan di instrumentasi baik sebagaimana
PRFN tertuang dalam misi pada instansi BATAN
bidang N : Mengutamakan Kepentingan
instrumentasi Banyak Orang PRFN kedua

Saya akan melaksanakan kegiatan


ini dengan sungguh – sungguh dan
memprioritaskan keselamatan para
pekerja daripada kekurangan kerja
penyedia K3

31
Output/Hasil Kontribusi Terhadap Penguatan Nilai-
No Kegiatan Tahapan Kegitan Nilai-Nilai Dasar
Kegiatan Visi/Misi Organisasi Nilai Organisasi

E : Netralitas

Saya akan melaksanakan tugas ini


secara netral, tidak membagus –
baguskan ruangan saya sendiri

K : Manajemen Mutu

Saya akan melakukan kegiatan ini


dengan berlandas kepada standar
mutu K3 ruangan kerja ataupun
laboratorium.

A : Keberanian

Saya akan menunaikan tugas ini


dengan berani mengungkap
kenyataan keadaan kekurangan
aspek K3 di setiap ruangan bidang
instrumentasi PRFN

32
JADWAL RENCANA KEGIATAN
Tabel 2. Jadwal Rencana Kegiatan Aktualisasi

33
34
BAB III

PENUTUP

Lima nilai dasar dalam profesi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang mencoba
diaktualisasikan adalah sebagai upaya untuk mewujudkan nilai-nilai yang pada awalnya
terlihat tidak mungkin (invisible) menjadi sebuah nilai yang mungkin atau terlihat
(visible). Dalam mengaktualisasikan nilai-nilai dasar profesi ASN perlu ditumbuhkan
perasaan yang peka terhadap kondisi yang terjadi di lingkungan organisasi ASN berada.
Sikap peka dan peduli untuk terus menerus menerapkan nilai dasar profesi ASN yang
dibarengi denga motivasi yang tinggi, pada akhirnya diharapkan akan mampu
menginspirasi bagi ASN untuk senantiasa meingkatkan pelayanan terhadap masyarakat
secara efektif, efisien dan akuntabel terhadap kebutuhan masyarakat. Karena perlu diingat
kembali bahwa ASN adalah pelayan bagi masyarakat, sudah semestinya dapat
memberikan layanan yang berorientasi pada masyarakat sebagai tujuan utama dari kinerja
seorang ASN.

35
DAFTAR PUSTAKA

Lembaga Administrasi Negara, 2015. Akuntabilitas : Modul Diklat Prajabatan Golongan III.
Jakarta. Lembaga Adminitrasi Negara.
Lembaga Administrasi Negara, 2015. Anti Korupsi : Modul Diklat Prajabatan Golongan III.
Jakarta. Lembaga Adminitrasi Negara.
Lembaga Administrasi Negara, 2015. Etika Publik : Modul Diklat Prajabatan Golongan III.
Jakarta. Lembaga Adminitrasi Negara.
Lembaga Administrasi Negara, 2015. Nasionalisme : Modul Diklat Prajabatan Golongan III.
Jakarta. Lembaga Adminitrasi Negara.
Lembaga Administrasi Negara, 2015. Komitmen Mutu : Modul Diklat Prajabatan Golongan
III. Jakarta. Lembaga Adminitrasi Negara.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, 2012. Pendidikan Anti Korupsi untuk
Perguruan Tinggi : Pendidikan Anti Korupsi untuk Perguruan Tinggi/Anti
Korupsi .Jakarta.Kemendikbud

36