Anda di halaman 1dari 10

DASAR KEPENDUDUKAN

(Pengukuran dasar dalam Demografi)

Disusun untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Dasar Kependudukan

Diajukan Kepada :

Hubaybah S.KM,MKM

Disusun Oleh :

Livia Yunita (N1A117176)

Reski Devita Sari (N1A117178)

Devita Ruaida (N1A117190)

Kelas : 2E

PROGRAM STUDI KESEHATAN MASYARAKAT

ILMU KESEHATAN MASYARAKAT

UNIVERSITAS JAMBI

2018
KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Alhamdulillahirabbil‘alamin. Segala puji bagi Allah yang telah menolong kami


menyelesaikan makalah ini dengan penuh kemudahan. Tanpa pertolongannya mungkin
penyusun tidak akan sanggup menyelesaikan dengan baik. Shalawat dan salam semoga
terlimpahcurahkan kepada baginda tercinta yakni Nabi Muhammad SAW.

Makalah ini disusun agar pembaca dapat memperluas ilmu mengenai pengukuran
dalam demografi secara baik, yang kami sajikan berdasarkan dari berbagai sumber. Makalah
ini disusun oleh penyusun dengan berbagai rintangan baik itu datang dari diri penyusun
maupun yang datang dari luar. Namun dengan penuh kesabaran dan terutama pertolongan
dari tuhan akhirnya makalah ini dapat terselesaikan.

Walaupun makalah ini mungkin kurang sempurna tapi juga memiliki detail yang
cukup jelas bagi pembaca. Semoga makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas
kepada pembaca. Penyusun mohon untuk saran dan kritiknya. Terima kasih.

Penulis
DAFTAR ISI

Halaman Judul.......................................................................................................... i

Kata Pengantar......................................................................................................... ii

Daftar Isi.................................................................................................................. iii

BAB I Pendahuluan................................................................................................. 1

A. Latar Belakang............................................................................................ 1
B. Rumusan Masalah....................................................................................... 2
C. Tujuan penulisan......................................................................................... 2

BAB II Pembahasan................................................................................................. 3

A. Tujuan pengguaan pengukuran demokrasi................................................... 3


B. Kedudukan dan Fungsi Bahasa Indonesia....................................................6
C. Pengukuran-pengukuran dalam demografi...................................................6

BAB III Penutup.................................................................................................... 13

A. Kesimpulan................................................................................................ 13
B. Saran.......................................................................................................... 14

Daftar Rujukan....................................................................................................... 15
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Demografi adalah salah satu disiplin ilmu. Bidang kajiannya adalah struktur (susunan)
populasi manusia atau kependudukan di lingkup wilayah tertentu dan dalam periode tertentu
pula. Studi demografi akan mengkaji sebab dan akibat perubahan struktur kependudukan
termasuk peningkatan atau pengurangan jumlah penduduk yang disebabkan tingkat kelahiran,
tingkat kematian, dan proses perpindahan (migrasi) penduduk. Problematik demografi dalam
meningkatkan kesejahteraan sudah berada di wilayah terapan ilmu demografi. Pertanyaan
mendasarnya adalah upaya mencari keseimbangan struktur penduduk di wilayah tertentu
pada periode tertentu dan kesejahteraan optimal yang dapat dicapai.
Kasus Indonesia, sejak reformasi 1998, intensitas program Keluarga Berencana
tampak menurun. (Coba perhatikan semakin banyak pasangan suami-isteri di sekeliling kita
memiliki lebih dari dua anak antara 1998-2008). Belakangan Kepala BKKBN mengingatkan
akan terjadi ledakan jumlah penduduk dan segala implikasinya di Indonesia jika program KB
ditinggalkan. Kampanye KB pun dimulai lagi, namun belum seintensif di masa Presiden.

B. Tujuan Penulisan
a) Mempelajari kuantitas dan distribusi penduduk dalam suatu daerah tertentu.
b) Menjelaskan pertumbuhan masa lampau, penurunannya dan persebarannya dengan
sebaik-baiknya dan dengan data yang tersedia.
c) Mengembangkan hubungan sebab akibat antara perkembangan penduduk dengan
bermacam-macam aspek organisasi sosial.
d) Mencoba meramalkan pertumbuhan penduduk dimasa akan datang dan kemungkinan-
kemungkinan konsekuensinya

C.Rumusan Masalah

a) Bagaimana pengukuran struktur dmografi?


b) Apa saja ukuran-ukuran dasar dalam demografi?
BAB II
PEMBAHASAN

Demografi dalam pengertian yang sempit dinyatakan sebagai: “demografi formal”


yang memperhatikan ukuran atau jumlah penduduk, distribusi atau persebaran penduduk,
struktur penduduk atau komposisi, dan dinamika atau perubahan penduduk. Ukuran
penduduk menyatakan jumlah orang dalam suatu wilayah tertentu. Distribusi penduduk
menyatakan persebaran penduduk di dalam suatu wilayah pada suatu waktu tertentu, baik
berdasarkan wilayah geografi maupun konsentrasi daerah permukiman. Struktur penduduk
menyatakan komposisi penduduk berdasarkan jenis kelamin atau golongan umur. Sedangkan
perubahan penduduk secara implicit menyatakan pertambahan penduduk atau penurunan
jumlah penduduk secara parsial ataupun keseluruhan sebagai akibat berubahnya tiga
komponen utama perubahan jumlah penduduk yaitu kelahiran, kematian, dan migrasi.

Dalam pengertian yang lebih luas, demografi juga memperhatikan berbagai


karakteristik individu maupun kelompok, yang meliputi tingkat sosial, budaya dan ekonomi.
Karakteristik sosial dapat mencakup status keluarga, tempat lahir, tingkat pendidikan dan lain
sebagainya. Karakteristik ekonomi meliputi antara lain aktivitas ekonomi, jenis pekerjaan,
dan pendapatan. Sedangkan aspek budaya berkaitan dengan persepsi, aspirasi dan harapan-
harapan.

1.1 Tujuan-tujuan dan Penggunaan Demografi

Menurut para ahli demografi, tujuan demografi dibagi menjadi 4 tujuan pokok yaitu:
1. Mempelajari kuantitas dan distribusi penduduk dalam suatu daerah tertentu.
2. Menjelaskan pertumbuhan di masa lampau, penurunannya dan persebarannya
dengan sebaik-baiknya dan dengan data yang tersedia.
3. Mengembangkan hubungan sebab akibat antara perkembangan penduduk dengan
berbagai macam-macam aspek organisasi sosial.
4. Mencoba meramalkan pertumbuhan penduduk di masa yang akan datang dan
kemungkinan-kemungkinan konsekuensinya.
1.2 Pengukuran pengukuran dasar dalam demografi

1. Angka absolut (count) adalah banyaknya peristiwa demografi tertentu di suatu


wilayah dalam jangka waktu tertentu. Jumlah penduduk, jumlah kelahiran, jumlah
kematian, dan jumlah perpindahan adalah ukuran demografi dalam angka absolut.
Sebagai contoh, jumlah penduduk indonesia menurut hasil SP 1990 adalah sekitar 180
juta jiwa, sedangkan jumlah kelahiran di indonesia menurut hasil SP 1990 adalah
5.040.000.
Untuk kepentingan perencanaan atau pelaksanaan program kependudukan, angka
absolut memang diperlukan.
Misalnya, kalau diketahui bahwa di Indonesia rata-rata ada sebanyak 4 juta
bayi lahir per tahun, maka dapat diperkirakan berapa banyak obat-obatan untuk
imunisasi bayi yang diperlukan. Atau, kalau diketahui bahwa di Indonesia ada
sebanyak 49 juta pasangan usia subur dan 60 persen nya ingin memakai alat atau cara
KB, maka dapat direncanakan berapa banyak alat atau cara KB yang harus
disediakan.

2. Angka (rate) adalah banyaknya peristiwa demografi dari suatu penduduk dalam
jangka waktu tertentu. Ada 2 jenis angka, yaitu angka kasar dan angka spesifik.
Angka kasar (crude rate) adalah jangka yang pembagi nya penduduk lengkap,
sedangkan angka spesifik (spesific rate) adalah angka pembagi nya merupakan
golongan penduduk tertentu.

Contoh :
angka kelahiran kasar (crude birth rate) indonesia menurut hasil SP 1990 adalah 28 kelahiran
per 1000 penduduk b. Angka fertilitas Umur tertentu (age-specific fertility rate) perempuan
usia 20-24 tahun menurut hasil survey penduduk antar sensus (supas) 1995 adalah 151
kelahiran per 1000 penduduk usia 20-24 tahun 3. Rasio (ratio) adalah jumlah dalam
perbandingan terhadap jumlah lainya (dinyatakan dalam persen atau perseribu). Jadi, a /b.
Contoh : Rasio jenis kelamin (rasio jumlah penduduk laki-laki dan jumlah penduduk
perempuan) penduduk indonesia menurut hasil supas 1995 adalah 99.artinya terdapat 99
orang laki-laki diantara 100 orang perempuan
3. Proporsi (proportion) adalah perbandingan, namun pembilang merupakan bagian dari
penyebut

Jadi, = 𝑎𝑎+𝑏

Contoh:
Proporsi penduduk Indonesia yang tinggal di daerah perkotaan menurut hasil supas 1995
adalah 35,1 persen dari jumlah seluruh penduduk Indonesia.

Ada beberapa macam proporsi antara lain:

Proporsi kematian anak di bawah lima tahun (Proportion of Children Dead Under 5)
Adalah jumlah kematian anak usia di bawah 5 tahun selama 1 tahun tertentu terhadap
jumlah seluruh kematian selama tahun ini dengan rumus sbb:

Jumlah kematian anak umur <5 tahun selama 1 tahun pada tahun tertentu
Jumlah kematian selama tahun tersebut x 100

Proporsi Kematian karena sebab tertentu (Proportion dying of a Specific Cause- PDSC)
Adalah jumlah kematian yang disebabkan oleh penyebab atau penyakit tertentu
disbanding dengan jumlah seluruh kematian.
Persemaannya adalah sebagai berikut :

PDSC = Jumlah kematian karena sebab tertentu pada tahun tertentu

Jumlah seluruh kematian pada tahun tertentu x k

4. Konstanta (constant) adalah suatu bilangan tetap (arbitrary number), misalnya 100,
1.000 atau 1.00.000. dalam rumus, ukran-ukran demografi dinyatakan dengan “k”.
Pengalian dengan “k” dilakukan supaya pengertian mengenai ukuran-ukuran
demografi menjadi lebih jelas.
Contoh:

Hasil estimasi angka kelahiran kasar indonesia menurut hasil SP 1990 adalah 0,028. Angka
ini kemudian dikalikan dengan k=1.000 yang akan berartidari ssetiap 1.000 penduduk
indonesia terjadi kelahiran sebanyak 28 orang.

5. Angka kelahiran kasar (Crude Birth Rate-CBR)

Angka kelahiran kasar (CBR) adalah banyaknya kelahiran dalam satu tahun tertentu
per seribu penduduk pada pertengahan tahun yang sama. Secara matematis rumus
untuk menghitung CBR adalah sebagai berikut :

CBR = 𝐵𝑃 𝑥 𝑘
Dimana :
b : Jumlah kelahiran selama 1 tahun
P : Jumlah penduduk pada pertengahan tahun
K : Bilangan konstan, biasanya 1.000

6. Rasio adalah bilangan yang menyatakan nilai relatif antara dua bilangan.
o Dalam masing-masing rasio tersebut perlu disebutkan dengan jelas peristiwa-
peristiwa demografis yang mau dihitung atau diukur, karena rasio ini dapat
berarti bermacam-macam :
 perbandingan antara penduduk laki-laki dan penduduk perempuan di
Indonesia.
 Perbandingan jumlah anak laki-laki umur 0-4 tahun dengan jumlah
anak perempuan dalam kelompok umur yang sama.
 Perbandingan jenis kelamin kelahiran bayi laki-laki dengan bayi
perempuan

Rasio ada beberapa bagian antara lain:


Rasio Jenis Kelamin (Sex Ratio)
 Rasio Jenis Kelamin adalah perbandingan banyak jumlah penduduk laki-laki dan
jumlah penduduk perempuan pada suatu daerah dan waktu tertentu.
Sex Ratio = 𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑝𝑒𝑛𝑑𝑢𝑑𝑢𝑘 𝑙𝑎𝑘𝑖−𝑙𝑎𝑘𝑖 𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑝𝑒𝑛𝑑𝑢𝑑𝑢𝑘 𝑝𝑒𝑟𝑒𝑚𝑝𝑢𝑎𝑛 𝑥 𝑘
Rasio Kepadatan Penduduk (Population Density Ratio)
Angka yang menyatakan perbandingan antara banyaknya penduduk terhadap luas wilayah
atau berapa banyaknya penduduk per kilometer persegi pada tahun tertentu. Rasio
kepadatan penduduk dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut :

Rasio Kepadatan Penduduk = 𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑝𝑒𝑛𝑑𝑢𝑑𝑢𝑘𝐿𝑢𝑎𝑠 𝑤𝑖𝑙𝑎𝑦𝑎ℎ (𝑘𝑚2)

Rasio kematian perinatal (Perinatal Mortality Ratio)


Kematian perinatal adalah kematian pada perinatal, yaitu periode sesaat sebelum
kelahiran, saat kelahiran dan beberapa saat setelah kelahiran.
Secara matematis dirumuskan sebagai berikut :
Rasio KP = Dz + DjB x 1.000 Angka KP = Dz + DjB+Dj 𝑥 1.000
Dimana:
Rasio KP : Rasio kematian perinatal
Angka KP : Angka kematian perinatal
Dz : Jumlah kematian bayi maksimal umur 7 hari
Dj : Jumlah kematian janin minimal umur 28 minggu

7. Rata-rata
Yaitu ukuran nilai tengah yang diperoleh dengan cara menjumlahkan semua nilai
pengamatan yang didapat kemudian dibagi banyaknya pengamatan yang ada.

8. Frekuensi
Yaitu ukuran yang menyatakan berapa kali aktivitas/suatu kegiatan dilaksanakan pada
periode waktu tertentu.

9. Cakupan
Ukuran untuk menilai pencapaian hasil pelaksanaan dari suatu terget kegiatan yang
ditentukan pada periode tertentu.

1.3 Aplikasi Demografi


Aplikasi dari demografi ini antara lain untuk kesehatan masyarakat (mortalitas dan
fertilitas), penggunaan tanah (distribusi dan pertumbuhan penduduk), penggunaan sekolah,
dan fasilitas umum (jumlah penduduk, struktur umur, distribusi penduduk), ketenagakerjaan
(struktur umur, jumlah penduduk dan distribusinya), dan pemasaran, ketenagakerjaan (jumlah
penduduk, struktur umur dan distribusinya).

Pada awal abad 20, tampak bahwa tingkat kematian turun di berbagai Negara Barat
dan tingkat kelahiran juga turun. Kondisi ini menimbulkan teori demografi yang utama yaitu :
Teori Transisi Demografi. Transisi demografi pada dasarnya mengacu pada perubahan dari
satu situasi stationary (saat dimana pertumbuhan penduduk 0) ke situasi lainnya. Menurut
Blacker (1947) ada 5 phase dalam teori transisi demografi, dimana khususnya phase 2 dan 3
adalah phase transisi.

III
PENUTUP

A. Kesimpulan

Dapat disimpulkan bahwa demografi adalah ilmu yang mempelajari persoalan dan
keadaaan perubahan-perubahan penduduk atau dengan kata lain segala hal ihwal yang
berhubungan dengan komponen-komponen perubahan tersebut seperti : kelahiran, kematian,
migrasi, sehingga menghasilkan suatu keadaan dan komposisi penduduk menurut jenis
kelamin tertentu.

REFERENSI

http://www.anneahira.com/demografi.htm

http://tuloe.wordpress.com/2009/06/20/dasar-dasar-ilmu-kependudukan/

http://nuranisari.blogspot.com/2012/10/kata-demografi-berasal-dari-bahasa.html

http://muhsakirmsg.blogspot.com/2013/03/demografi-kependudukan.html

Anda mungkin juga menyukai