Anda di halaman 1dari 24

PEMERINTAH KABUPATEN CILACAP

DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN


SMP NEGERI 5
Jalan Ketapang No. 73 Gumilir Telp. (0282) 542119-547922 Fax. (0282)
542119
website : www.smpn5cilacap.sch.id; e-mail: cell_smp5clp@yahoo.com
CILACAP

Kode Pos 53231

KEPUTUSAN
KEPALA SMP N 5 CILACAP
NOMOR: 423.7 / / 2018

TENTANG
PROSEDUR OPERASIONAL STANDAR (POS) UJIAN NASIONAL
SMP NEGERI 5 CILACAP
TAHUN PELAJARAN 2017/2018

KEPALA SEKOLAH SMP N 5 CILACAP

Menimbang : 1. Bahwa dalam rangka melaksanaan amanat Peraturan Menteri


Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 3 Tahun 2017 tentang Penilaian
Hasil Belajar Oleh Pemerintah dan Penilaian Hasil Belajar Oleh Satuan
Pendidikan, perlu ditetapkan keputusan Kepala Sekolah tentang
Prosedur Operasional Standar (POS) Ujian Nasional SMPN 5 Cilacap
Tahun Pelajaran 2017/2018.

Mengingat : 1. Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan


Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 78,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4301);
2. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional
Pendidikan sebagaimana telah beberapa kali diubah, terakhir dengan
Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2015 tentang Standar Nasional
Pendidikan;
3. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2016 tentang
Standar Kompetensi Lulusan Pendidikan Dasar dan Menengah
4. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2016 tentang
Standar Penilaian Pendidikan;

1
5. Peraturan Menteri Agama RI Nomor 13 tahun 2014 tentang pendidikan
Keagamaan Islam;
6. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia
Nomor 88 Tahun 2013 tentang Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum
SMP/MTs diubah dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan
Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 58 Tahun 2014 tentang
Kurikulum 2013 SMP/MTs;
7. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 3 Tahun 2017
tentang Penilaian Hasil Belajar Oleh Pemerintah dan Penilaian Hasil
Belajar Oleh Satuan Pendidikan;
8. Peraturan Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) Nomor
0044/P/BSNP/XI/2017 tentang Prosedur Operasional Standar
Penyelenggaraan Ujian Nasional Tahun Pelajaran 2017/2018;
9. Peraturan Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) Nomor
0045/BSNP/II/2018 tentang Prosedur Operasional Standar
Penyelenggaraan Ujian Sekolah Berstandar Nasional Tahun Pelajaran
2017/2018.

Memperhatikan: 1. Program Kerja Sekolah Tahun Pelajaran 2017/2018;


2. Hasil Rapat Dewan Guru tanggal 26 Februari 2017 tentang penetapan
Prosedur Operasional Standar Ujian Nasional SMPN 5 Cilacap Tahun
Pelajaran 2017/2018.

MEMUTUSKAN :
Menetapkan :

Pertama : Prosedur Operasional Standar (POS) Ujian Nasional SMP Negeri 5 Cilacap
Tahun Pelajaran 2017/2018 sebagaimana tersebut dalam lampiran
keputusan ini.
Kedua : POS Ujian Nasional SMPN 5 Cilacap Tahun Pelajaran 2017/2018
dijadikan acuan dalam penyelenggaraan Ujian Nasional Tahun Pelajaran
2017/2018.
Ketiga : Jika terdapat kekeliruan dalam keputusan ini akan diadakan perbaikan
sebagaimana mestinya.
Keempat : Keputusan ini berlaku pada tanggal ditetapkan.

Ditetapkan : di Cilacap
Pada tanggal : 1 Maret 2018
Kepala Sekolah

2
ROWAKHIDAH, S.Ag, MM.Pd.
NIP. 19601103 198811 2 001

LAMPIRAN
KEPUTUSAN
KEPALA SMP N 5 CILACAP
NOMOR : 423.7 / / 2018
TENTANG
PROSEDUR OPERASIONAL STANDAR (POS) UJIAN NASIONAL
SMP NEGERI 5 CILACAP
TAHUN PELAJARAN 2017/2018

I. DASAR
1. Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 78, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 4301);
2. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan
sebagaimana telah beberapa kali diubah, terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor
13 Tahun 2015 tentang Standar Nasional Pendidikan;
3. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2016 tentang Standar
Kompetensi Lulusan Pendidikan Dasar dan Menengah
4. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2016 tentang Standar
Penilaian Pendidikan;
5. Peraturan Menteri Agama RI Nomor 13 tahun 2014 tentang pendidikan Keagamaan
Islam;
6. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 88 Tahun
2013 tentang Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum SMP/MTs diubah dengan
Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 58 Tahun
2014 tentang Kurikulum 2013 SMP/MTs;
7. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 3 Tahun 2017 tentang
Penilaian Hasil Belajar Oleh Pemerintah dan Penilaian Hasil Belajar Oleh Satuan
Pendidikan;
8. Peraturan Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) Nomor 0044/P/BSNP/XI/2017
tentang Prosedur Operasional Standar Penyelenggaraan Ujian Nasional Tahun
Pelajaran 2017/2018;
9. Peraturan Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) Nomor 0045/BSNP/II/2018
tentang Prosedur Operasional Standar Penyelenggaraan Ujian Sekolah Berstandar
Nasional Tahun Pelajaran 2017/2018.

3
II. PESERTA UJIAN
A. Persyaratan peserta Ujian Nasional
1. Setiap peserta didik yang belajar pada tahun terakhir di SMP N 5
Cilacap berhak mengikuti Ujian Nasional;
2. Untuk mengikuti Ujian Nasional, peserta didik harus memenuhi
persyaratan:
a. Terdaftar di kelas IX pada saat Ujian Nasional dilaksanakan.
b. Memiliki laporan lengkap penilaian hasil belajar pada satuan
pendidikan mulai semester 1 (satu) kelas VII (tujuh) sampai dengan semester
5 (lima) kelas IX (sembilan);
3. Peserta didik yang karena alasan tertentu yang tidak bertentangan
dengan butir 2 di atas dan disertai bukti yang sah tidak dapat mengikuti Ujian
Nasional Utama dapat mengikuti Ujian Nasional Susulan;
4. Peserta didik yang tidak lulus Ujian Nasional pada 1 tahun sebelumnya
(Tahun pelajaran 2016/2017) berhak mengikuti Ujian Nasional pada tahun
pelajaran 2017/2018 untuk semua mata pelajaran yang diujikan dengan syarat
terdaftar sebagai peserta didik pada tahun pelajaran 2017/2018 dan wajib
menempuh seluruh mata pelajaran yang diujikan. Nilai yang digunakan adalah
nilai tertinggi dari kedua hasil ujian.

B. Pendaftaran Peserta Ujian Nasional


Prosedur pendaftaran peserta Ujian Nasional dilakukan sebagai berikut :
1. Penyelenggara Ujian Nasional melaksanakan pendataan dan pendaftaran
peserta.
2. Sekolah penyelenggara Ujian Nasional mengirimkan daftar calon peserta ke
pangkalan Data Pokok Pendidikan (Dapodik) Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan dan mengirimkan tembusannya ke Dinas Pendidikan Provinsi sesuai
dengan kewenangannya.
3. Dinas Pendidikan Provinsi menetapkan Daftar Nominasi Sementara (DNS)
dan mengirimkan ke Sekolah penyelenggara Ujian Nasional melalui Dinas
Pendidikan Dan Kebudayaan Kabupaten.
4. Sekolah penyelenggara Ujian Nasional melakukan verifikasi DNS dan
mengirimkan hasilnya ke Dinas Pendidikan Provinsi melalui Dinas Pendidikan
Dan Kebudayaan Kabupaten.
5. Dinas Pendidikan Provinsi melakukan finalisasi data dan mendistribusikan
Daftar Nominasi Tetap (DNT) ke sekolah penyelenggara Ujian Nasional melalui
Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kabupaten.
6. Kepala Sekolah penyelenggara Ujian Nasional menerbitkan dan
menandatangani serta membubuhkan stempel pada Kartu Peserta Ujian Nasional
yang telah ditempel foto peserta. Kartu Peserta Ujian berlaku untuk pelaksanaan
Ujian Nasional dan Ujian Nasional Berstandar Nasional.

III. PENYELENGGARAAN UJIAN NASIONAL


A. Penyelenggaraan
4
a. Penyelenggara Ujian Nasional adalah sekolah negeri dan swasta yang
ditetapkan oleh Kepala Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kabupaten Cilacap
berdasarkan status akreditasi dan/atau memiliki kelayakan sebagai penyelenggara
Ujian Nasional. SMP Negeri 5 Cilacap adalah penyelenggara Ujian Nasional
tahun 2017/2018.
b. Penyelenggara Ujian Nasional bertanggung jawab atas penyelenggaraan Ujian
mulai dari persiapan, pelaksanaan, sampai dengan pelaporan.

B. Kepanitiaan
1. Kepala sekolah penyelenggara sebagai penanggung jawab atas
penyelenggaraan Ujian Nasional membentuk kepanitiaan penyelenggara Ujian
Nasional yang terdiri atas ketua, sekretaris, bendahara dan seksi-seksi sesuai
dengan kebutuhan.
2. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten menerbitkan SK
kepanitiaan, dan panitia Ujian Nasional wajib menyusun proposal
penyelenggaraan Ujian Nasional.
3. Panitia Ujian Nasional Tingkat Satuan Pendidikan memiliki tugas dan
tanggung jawab sebagai berikut:
a. Persiapan Ujian
1) Merencanakan pelaksanaan UN di sekolah masing-masing;
2) Menetapkan tempat dan/atau ruang ujian di sekolah pelaksana;
3) Melaksanakan sosialisasi kepada guru, peserta didik, orang tua dan
masyarakat tentang kebijakan UN dan teknis pelaksanaan UN.
b. Pelaksanaan Ujian
1) Melaksanakan UN dan memastikan kesesuaian pelaksanaan UN dengan
POS UN;
2) Mencatat dan melaporkan kejadian yang tidak sesuai dengan POS UN;
3) Mengesahkan berita acara pelaksanaan UN di satuan pendidikan;
4) Mengirimkan data calon peserta UN ke Panitia UN Tingkat Kabupaten;
5) Mengirimkan nilai rapor per semester dan nilai USBN sesuai dengan
kewenangannya ke Kementerian melalui Dapodik;
6) Menjamin keamanan dan ketertiban pelaksanaan UN;
7) Menjelaskan tata tertib pengawasan ruang ujian kepada pengawas
ruang;
8) Menandatangani dan membagikan SHUN kepada peserta UN; dan
9) Menyampaikan laporan pelaksanaan UN kepada panitia UN tingkat
kabupaten/kota.

IV. BAHAN UJIAN NASIONAL


A. Kisi-Kisi Ujian Nasional
1. Kisi-kisi Ujian Nasional tahun pelajaran 2017/2018 disusun berdasarkan
kriteria pencapaian kompetensi lulusan, standar isi dan lingkup materi pada
kurikulum yang berlaku.
2. Kisi-kisi Ujian Nasional memuat level kognitif dan lingkup materi

B. Mata Pelajaran yang Diujikan


5
1. Mata pelajaran yang diujikan dalam Ujian Nasional meliputi Bahasa Indonesia,
Matematika, Bahasa Inggris dan Ilmu Pengetahuan Alam.
2. Jumlah butir soal dan alokasi waktu Ujian Nasional adalah sebagai berikut:

No. MATA UJIAN JUMLAH ALOKASI


BUTIR SOAL WAKTU
1. Bahasa Indonesia 50 120 menit
2. Matematika 40 120 menit
3. Bahasa Inggris 50 120 menit
4. Ilmu Pengetahuan Alam 40 120 menit

C. Penyiapan Bahan Ujian


Penyiapan bahan Ujian Nasional dilaksanakan oleh panitia Ujian Nasional.
Pada tahun pelajaran 2017/2018 SMP Negeri 5 Cilacap menerapkan Ujian Nasional
Bernasis Komputer (UNBK). Bahan ujian pada UNBK disiapkan dengan mekanisme
sinkronisasi data dan download soal oleh server.

V. PELAKSANAAN UJIAN NASIONAL BERBASIS KOMPUTER


Pelaksanaan UN Tahun Pelajaran 2017/2018 dengan moda utama Ujian Nasional berbasis
Komputer (UNBK). Penerapan moda UNBK dimaksudkan untuk meningkatkan efisiensi,
mutu, reliabilitas, kredibilitas dan integritas ujian.
A. Penyiapan Sistem UNBK
1. Panitia UN Tingkat Pusat mengembangkan sistem yang mencakup desain, program
aplikasi, dan infrastruktur untuk mendukung pelaksanaan UNBK.
2. Panitia UN Tingkat Pusat berkoordinasi dengan lembaga lain yang terkait untuk
melakukan evaluasi program aplikasi dan sistem UNBK.
3. Panitia UN Tingkat Pusat menyusun petunjuk teknis penggunaan (user manual) dan
bahan pelatihan bagi tim teknis provinsi, tim teknis kabupaten/kota, proktor, teknisi,
dan peserta UNBK.
4. Panitia UN Tingkat Pusat, Panitia UN Tingkat Provinsi, dan Panitia UN Tingkat
Kabupaten/Kota berkoordinasi dengan Perusahaan Listrik Negara (PLN), penyedia
layanan koneksi internet, dan berbagai lembaga terkait lainnya untuk memastikan tidak
ada gangguan menjelang dan selama pelaksanaan UNBK.

B. Penetapan Tim Teknis UNBK


1. Panitia UN Tingkat Pusat membentuk Tim Teknis UNBK Pusat, terdiri dari unsur
Puspendik, Pustekkom, PDSPK, Direktorat Pembinaan SMP, Direktorat Pembinaan
SMA, Direktorat Pembinaan SMK/MAK, Kemenag, dan Perguruan Tinggi Negeri.
2. Panitia UN Tingkat Provinsi membentuk Tim Teknis UNBK Provinsi, dan
menyampaikan ke Panitia UN Tingkat Pusat.
3. Panitia UN Tingkat Kabupaten/Kota membentuk Tim Teknis UNBK Kabupaten/Kota
dan menyampaikan ke Tim Teknis UNBK Provinsi, dan ke Tim Teknis UNBK Pusat di
dalam Panitia UN Tingkat Pusat melalui Provinsi.

6
4. Tim Teknis UNBK Pusat memasukkan data Tim Teknis UNBK Provinsi dan
Kabupaten/Kota ke situs web UNBK, dan menyampaikan username dan password ke
Tim Teknis UNBK Provinsi dan Kabupaten/Kota.

C. Penetapan Sekolah/Madrasah Pelaksana UNBK


1. Tim Teknis UNBK Provinsi dan Kabupaten/Kota sesuai dengan kewenangannya,
melakukan verifikasi dan menetapkan sekolah/madrasah pelaksana UNBK dan sekolah
yang bergabung, dan sekolah/madrasah yang mengikuti UN di tempat pelaksanaan
UNBK.
2. Sekolah/madrasah yang dapat ditetapkan sebagai pelaksana UNBK telah memenuhi
persyaratan sebagai berikut:
a. telah terakreditasi;
b. tersedia sejumlah komputer dan server sesuai kebutuhan; dan
c. memenuhi persyaratan teknis yang ditetapkan oleh Panitia UN Tingkat pusat;
3. Tim Teknis UNBK Provinsi dan Kabupaten/Kota sesuai dengan kewenangannya,
memasukkan data sekolah/madrasah pelaksana UNBK ke situs web UNBK.
4. Sekolah/madrasah yang sudah ditetapkan sebagai pelaksana UNBK diberi username
dan password.

D. Kriteria dan Persyaratan Proktor, Teknisi dan Pengawas


1. Proktor adalah guru atau tenaga kependidikan sekolah dengan kriteria dan persyaratan:
a. memiliki kompetensi di bidang teknologi informasi komunikasi (TIK);
b. pernah mengikuti pelatihan atau bertindak sebagai proktor UNBK;
c. bersedia ditugaskan sebagai proktor di sekolah/madrasah penyelenggara UNBK; dan
d. bersedia menandatangani pakta integritas.
2. Teknisi adalah guru atau tenaga kependidikan sekolah dengan kriteria dan persyaratan:
a. memiliki pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman dalam mengelola LAN
sekolah/madrasah;
b. pernah mengikuti pembekalan atau bertindak sebagai teknisi UNBK; dan
c. bersedia menandatangani pakta integritas.
3. Pengawas adalah guru dengan kriteria dan persyaratan:
a. memiliki sikap dan perilaku disiplin, jujur, bertanggung jawab, teliti, dan memegang
teguh kerahasiaan;
b. dalam keadaan sehat dan sanggup mengawasi UN dengan baik;
c. bukan guru mata pelajaran yang sedang diujikan;
d. tidak berasal dari sekolah yang sama dari peserta UN; dan
e. bersedia menandatangani pakta integritas.

E. Penetapan Proktor dan Teknisi, dan Pengawas UNBK


1. Penetapan Proktor dan Teknisi
a. Sekolah/Madrasah mengirimkan usulan calon proktor dan teknisi ke Panitia UN
Tingkat Provinsi atau Kabupaten/Kota.
b. Panitia UN Tingkat Provinsi atau Kabupaten/Kota merekrut calon proktor dan
teknisi.
c. Panitia UN Tingkat Provinsi atau Kabupaten/Kota menetapkan proktor dan teknisi
yang telah memenuhi kriteria dan persyaratan.
7
d. Panitia UN Tingkat Provinsi atau Kabupaten/Kota menyampaikan surat penetapan
kepada Panitia UN Tingkat Provinsi untuk diteruskan ke Panitia UN Tingkat Pusat
2. Penetapan Pengawas
a. Sekolah/Madrasah mengirimkan usulan calon pengawas ke Panitia UN Tingkat
Provinsi atau Kabupaten/Kota.
b. Panitia UN Tingkat Provinsi atau Kabupaten/Kota sesuai dengan kewenangannya
menetapkan pengawas ruang ujian.
c. Penempatan pengawas ditentukan dengan sistem silang (pengawas tidak mengawasi
peserta didiknya sendiri).

F. Penyiapan Sistem UNBK di Sekolah/Madrasah Pelaksana UNBK


1. Penyiapan server lokal, client, dan jaringan LAN dan WAN, instalasi sistem dan
aplikasi: H-21 sampai dengan H-15.
2. Simulasi ujian dan gladi bersih sesuai dengan waktu yang ditetapkan oleh Tim Teknis
UNBK Pusat.
3. Sinkronisasi data: H-7 sampai dengan H-2.
4. Pencetakan Berita Acara, Daftar Hadir, dan Kartu Login: H-2 sampai dengan H-1.

G. Prosedur Pelaksanaan UNBK


1. Ruang UNBK
Panitia UN Tingkat Satuan Pendidikan menetapkan ruang UNBK dengan persyaratan
sebagai berikut:
a. Ruang ujian aman dan layak untuk pelaksanaan UNBK
b. Sekolah/Madrasah pelaksana UNBK menetapkan pembagian sesi untuk setiap peserta
ujian beserta komputer client yang akan digunakan selama ujian.
c. Penetapan proktor, pengawas, dan teknisi UNBK;
1) Setiap satu server ditangani oleh satu orang proktor;
2) Setiap 20 peserta diawasi oleh satu pengawas;
3) Setiap satu sekolah ditangani minimal satu orang teknisi dan setiap teknisi
menangani sebanyak-banyaknya dua ruang UNBK atau 40 (empat puluh) komputer
client.
d. Setiap ruang UNBK ditempel pengumuman yang bertuliskan ”DILARANG MASUK
RUANGAN SELAIN PESERTA UJIAN, PENGAWAS, PROKTOR, ATAU
TEKNISI. TIDAK DIPERKENANKAN MEMBAWA ALAT KOMUNIKASI
DAN/ATAU KAMERA DALAM RUANG UJIAN.”
e. Setiap ruang ujian disediakan denah tempat duduk peserta ujian dengan disertai foto
peserta yang ditempel di pintu masuk ruang ujian;
f. Setiap ruang ujian memiliki pencahayaan dan ventilasi yang cukup;
g. Gambar atau alat peraga yang berkaitan dengan materi UN dikeluarkan dari ruang
ujian;
h. Tempat duduk peserta UNBK diatur sebagai berikut.
1) Satu komputer untuk satu orang peserta ujian untuk satu sesi ujian;
2) Jarak antara komputer yang satu dengan komputer yang lain disusun agar
antarpeserta tidak dapat saling melihat layar komputer dan berkomunikasi; dan
3) Penempatan peserta ujian sesuai dengan nomor peserta untuk setiap sesi ujian;

8
i. Ruang, perangkat komputer, nomor peserta untuk setiap sesi ujian sudah dipersiapkan
paling lambat 1 (satu) hari sebelum UN dimulai.

2. Pengawas Ruang UNBK, Proktor, dan Teknisi


a. Pengawas ruang, proktor, dan teknisi harus menandatangani surat pernyataan bersedia
menjadi pengawas ruang, proktor, dan teknisi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
b. Pengawas ruang, proktor, dan teknisi tidak diperkenankan membawa dan/atau
menggunakan perangkat komunikasi elektronik, kamera, dan sejenisnya ke dalam
ruang ujian.
c. Proktor dan teknisi dapat berasal dari sekolah/madrasah pelaksana UNBK.
d. Proktor mengunduh password untuk setiap peserta dari server pusat atau perguruan
tinggi yang menjadi tim teknis provinsi.
e. Proktor mengunduh token untuk satu sesi ujian.
f. Proktor memastikan peserta ujian adalah peserta yang terdaftar dan menempati tempat
masing-masing.
g. Proktor membagikan password kepada setiap peserta pada awal sesi ujian.
h. Proktor mengumumkan token yang akan digunakan untuk sesi ujian setelah semua
peserta berhasil login ke dalam sistem.
i. Proktor melaporkan/mensikronisasikan hasil ujian ke server pusat.
j. Proktor mencatat hal-hal yang tidak sesuai dengan POS dalam berita acara pelaksanaan
UNBK.
k. Proktor membuat dan menyerahkan berita acara pelaksanaan dan daftar hadir ke Panitia
UN Tingkat Satuan Pendidikan serta mengunggah ke web UNBK.

3. Tata Tertib Pengawas Ruang Ujian, Proktor, dan Teknisi


a. Di Ruang Sekretariat UN
1) Pengawas ruang, proktor, dan teknisi harus hadir di lokasi pelaksanaan ujian 45
menit sebelum ujian dimulai;
2) Pengawas ruang, proktor, dan teknisi menerima penjelasan dan pengarahan dari
Ketua Panitia UN Tingkat Satuan Pendidikan;
3) Pengawas ruang, proktor, dan teknisi mengisi dan menandatangani pakta integritas;
b. Di Ruang Ujian
Pengawas ruang, proktor, dan teknisi masuk ke dalam ruangan 20 menit sebelum waktu
pelaksanaan ujian untuk melakukan secara berurutan:
1) memeriksa kesiapan ruang ujian;
2) mempersilakan peserta ujian untuk memasuki ruangan dengan menunjukkan kartu
peserta ujian dan meletakkan tas di bagian depan ruang ujian, serta menempati
tempat duduk sesuai dengan nomor yang telah ditentukan;
3) membacakan tata tertib peserta ujian;
4) memimpin doa dan mengingatkan peserta untuk bekerja dengan jujur;
5) mempersilakan peserta ujian untuk mulai mengerjakan soal;
6) Selama ujian berlangsung, pengawas ruang ujian wajib:
a) menjaga ketertiban dan ketenangan suasana sekitar ruang ujian;
b) memberi peringatan dan sanksi kepada peserta yang melakukan kecurangan;
c) melarang orang yang tidak berwenang memasuki ruang ujian selain peserta ujian;

9
d) mematuhi tata tertib pengawas, di antaranya tidak merokok di ruang ujian, tidak
membawa dan/atau menggunakan alat komunikasi dan/atau kamera, tidak
mengobrol, tidak membaca, tidak memberi isyarat, petunjuk, dan/atau bantuan
apapun kepada peserta berkaitan dengan jawaban dari soal ujian yang diujikan.
7) Lima (5) menit sebelum waktu ujian selesai, pengawas ruang memberi peringatan
kepada peserta ujian bahwa waktu tinggal lima menit; dan
8) Setelah waktu ujian selesai, pengawas mempersilakan peserta ujian untuk berhenti
mengerjakan soal;
9) Pengawas ruang ujian tidak diperkenankan membawa perangkat komunikasi
elektronik, kamera, dan sejenisnya dan membawa bahan bacaan lain ke dalam ruang
ujian.

4. Tata Tertib Peserta UNBK


Peserta ujian:
a. memasuki ruangan setelah tanda masuk dibunyikan, yakni 15 (lima belas) menit
sebelum ujian dimulai;
b. memasuki ruang ujian sesuai dengan sesi dan menempati tempat duduk yang telah
ditentukan;
c. yang terlambat hadir hanya diperkenankan mengikuti ujian setelah mendapatkan izin
dari Ketua Panitia UN Tingkat Sekolah/Madrasah, tanpa diberikan perpanjangan
waktu;
d. dilarang membawa dan/atau menggunakan perangkat komunikasi elektronik dan
optik, kamera, kalkulator, dan sejenisnya ke dalam ruang ujian;
e. mengumpulkan tas, buku, dan catatan dalam bentuk apapun di bagian depan di
dalam ruang kelas;
f. mengisi daftar hadir dengan menggunakan pulpen yang disediakan oleh pengawas
ruangan;
g. masuk ke dalam (login) sistem menggunakan username nomor peserta dan password
yang dibagikan proktor;
h. mulai mengerjakan soal setelah ada tanda waktu mulai ujian;
i. selama ujian berlangsung, hanya dapat meninggalkan ruangan dengan izin dan
pengawasan dari pengawas ruang ujian;
j. selama ujian berlangsung, dilarang:
1) menanyakan jawaban soal kepada siapa pun;
2) bekerjasama dengan peserta lain;
3) memberi atau menerima bantuan dalam menjawab soal;
4) memperlihatkan pekerjaan sendiri kepada peserta lain atau melihat pekerjaan
peserta lain;
5) menggantikan atau digantikan oleh orang lain.
k. yang telah selesai mengerjakan soal sebelum waktu ujian berakhir tidak
diperbolehkan meninggalkan ruangan sebelum waktu ujian berakhir;
l. berhenti mengerjakan soal setelah ada tanda waktu ujian berakhir; dan
m. meninggalkan ruangan setelah ujian berakhir.

H. Jadwal Kegiatan UNBK

10
1. Jadwal Pra-UNBK

No. KEGIATAN PRA-UNBK TANGGAL


1. Pendaftaran Sekolah/Madrasah Calon Pelaksana Oktober s/d November
UNBK 2017
2. Penetapan Sekolah/Madrasah Pelaksana UNBK oleh November 2017
Dinas Pendidikan
3. Pengaturan penempatan peserta ke server dan 26 - 31 Januari 2018
pengaturan sesi oleh sekolah.
4. Penyiapan data di Pusat 1 - 8 Februari 2018
5. Simulasi I UNBK SMP/MTs 20-21 November 2017
6. Simulasi II UNBK SMP/MTs 14-15 Februari 2018
7. Gladi Bersih UNBK SMP/MTs 19.20 Maret
2018

2. Tanggal-Tanggal Penting Pelaksanaan UNBK SMP 2017/2018


No. KEGIATAN PUNBK TANGGAL
1. Sinkronisasi UNBK Utama SMP/MTs 20-21 April 2018
2. UNBK Utama SMP/MTs 23-26 April 2018
3. Sinkronisasi UNBK Susulan SMP/MTs 7 Mei 2018
4. UNBK Susulan SMP/MTs 8-9 Mei 2018
5. Pemindaian 24 April – 11 Mei 2018
6. Pengiriman Hasil Pemindaian 12 Mei 2018
7. Skoring 8.18 Mei 2018
8. Penyerahan Hasil ke Provinsi 18 Mei 2018
9. Pengumuman Kelulusan 23 Mei 2018

3. Jadwal UNBK Utama SMP/MTs


No. HARI, TANGGAL SESI WAKTU MATA
PELAJARAN
1 07.30 – 09.30
1. Senin, 23 April 2018 2 10.30 – 12.30 Bhs. Indonesia
3 14.00 – 16.00
1 07.30 – 09.30
2. Selasa, 24 April 2018 2 10.30 – 12.30 Matematika
3 14.00 – 16.00
1 07.30 – 09.30
3. Rabu, 25 April 2018 2 10.30 – 12.30 Bhs. Inggris
3 14.00 – 16.00
1 07.30 – 09.30
4. Senin, 26 April 2018 2 10.30 – 12.30 I PA
3 14.00 – 16.00

4. Jadwal UNBK Susulan SMP/MTs


MATA
No. HARI, TANGGAL SESI WAKTU
PELAJARAN
11
1. Selasa, 8 Mei 2018 1 07.30 – 09.30 Bhs. Indonesia
2 10.30 – 12.30 Matematika
2. Rabu, 9 Mei 2018 1 07.30 – 09.30 Bhs. Inggris
2 10.30 – 12.30 I PA

VI. PEMERIKSAAN HASIL UJIAN NASIONAL

A. Pengumpulan dan Pengolahan Hasil UNBK


1. Pengawas ruang ujian membuat berita acara pelaksanaan dan daftar hadir dan
mengirimkannya ke Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota.
2. Pengawas mencatat hal-hal yang tidak sesuai dengan POS dalam berita acara
pelaksanaan UNBK.
3. Proktor mengunggah berita acara pelaksanaan dan daftar hadir ke web UNBK.
4. Proktor melaporkan/mensinkronisasikan hasil ujian untuk setiap peserta UN pada setiap
sesi ke server pusat.
5. Panitia UN Pusat melalui tim teknis UNBK Pusat melakukan skoring dan analisis.
6. Hasil UNBK diumumkan sesuai dengan tanggal yang telah ditetapkan, yaitu tanggal 23
Mei 2018.

VII. KRITERIA PENCAPAIAN KOMPETENSI LULUSAN BERDASARKAN HASIL


UJIAN NASIONAL
1. Nilai hasil UN dilaporkan dalam rentang nilai 0 (nol) sampai dengan 100 (seratus),
dengan tingkat pencapaian kompetensi lulusan dalam kategori sebagai berikut:
a. sangat baik, jika nilai lebih dari 85 (delapan puluh lima) dan kurang dari atau sama
dengan 100 (seratus);
b. baik, jika nilai lebih dari 70 (tujuh puluh) dan kurang dari atau sama dengan 85
(delapan puluh lima);
c. cukup, jika nilai lebih dari 55 (lima puluh lima) dan kurang dari atau sama dengan 70
(tujuh puluh); dan
d. kurang, jika nilai kurang dari atau sama dengan 55 (lima puluh lima).

VIII. PEMANTAUAN, EVALUASI, DAN PELAPORAN


1. Pemantauan, evaluasi, dan pelaporan dilakukan oleh Panitia UN Tingkat Pusat, Panitia
UN Tingkat Provinsi, Panitia UN Tingkat Kabupaten/Kota, LPMP, serta Panitia UN
Tingkat Satuan Pendidikan sesuai dengan tugas dan kewenangannya.
2. Dalam melakukan pemantauan dan evaluasi, pemantau menggunakan instrumen yang
dikembangkan dengan mengacu pada POS UN.
3. Hasil pemantauan dan evaluasi dijadikan bahan pertimbangan perbaikan pelaksanaan
UN pada masa mendatang.

IX. BIAYA PELAKSANAAN UJIAN NASIONAL


1. Komponen biaya untuk pelaksanaan UN meliputi biaya persiapan dan pelaksanaan di
tingkat Pusat, Provinsi, Kabupaten/Kota, dan satuan pendidikan.
2. Biaya persiapan dan pelaksanaan UN menjadi tanggung jawab pemerintah pusat dan
pemerintah daerah.

12
3. Biaya pelaksanaan UN di satuan pendidikan dianggarkan melalui dana Bantuan
Operasional Sekolah (BOS) baik di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan maupun di
Kementerian Agama.
4. Biaya pelaksanaan UN Tingkat Satuan Pendidikan mencakup komponen-komponen
sebagai berikut:
a. Pengisian dan pengiriman data calon peserta UN ke Panitia UN Tingkat
Kabupaten/Kota;
b. Penyiapan sistem UNBK termasuk dengan mekanisme resource sharing;
c. Pengisian kartu peserta UN;
e. Pelaksanaan sosialisasi dan koordinasi pelaksanaan UN;
g. Pengadaan bahan, hardware pendukung UNBK;
h. Pengawasan pelaksanaan UN di satuan pendidikan penyelenggara UN; dan
i. Asistensi teknis dan pelaksanaan UNBK oleh proktor dan teknisi; dan
j. Penyusunan dan pengiriman laporan UN.

X. PROSEDUR PENANGANAN MASALAH DAN TINDAK LANJUT

A. Prosedur Penanganan Masalah UNBK


1. Pelaksana UNBK Tingkat Pusat, Provinsi, dan Kabupaten/Kota membentuk unit layanan
bantuan (helpdesk).
2. Dalam hal kondisi khusus atau terjadi hambatan/gangguan teknis dalam pelaksanaan,
sekolah/madrasah pelaksana UNBK dapat mengambil tindakan berdasarkan petunjuk teknis
(juknis) yang ditetapkan oleh Pelaksana UNBK Tingkat Pusat.
3. Kondisi khusus tersebut mencakup antara lain: listrik padam, kerusakan peralatan atau
sarana/prasarana, kerusakan sistem, hambatan jaringan, dan sebagainya.
4. Bentuk tindakan dari penanganan kondisi khusus tersebut antara lain meliputi: perubahan
jadwal pelaksanaan UNBK, penggantian pelaksanaan dari UNBK ke UNKP, atau bentuk
lain yang diputuskan Pelaksana UNBK Tingkat Pusat dan dilaporkan kepada Penyelenggara
UN.
5. Pelaksanaan ujian yang tidak sesuai dengan POS UN dan kejadian-kejadian khusus serta
tindakan penanganannya dilaporkan oleh sekolah/madrasah pelaksana UNBK dalam Berita
Acara Pelaksanaan UNBK.

B. Jenis-Jenis Pelanggaran
1. Jenis pelanggaran oleh peserta ujian:
a. Pelanggaran ringan meliputi:
1) meminjam alat tulis dari peserta ujian;
2) tidak membawa kartu ujian.
3) menanyakan tentang teknis UNBK pada peserta lain.
b. Pelanggaran sedang meliputi:
1) membuat kegaduhan di dalam ruang ujian; atau
c. Pelanggaran berat meliputi:
1) membawa contekan ke ruang ujian;

13
2) kerjasama dengan peserta ujian;
3) menyontek atau menggunakan kunci jawaban; dan/atau
4) meminta orang lain mengikuti ujian mengatasnamakan peserta ujian;
5) membawa alat komunikasi (HP), kamera, perangkat elektronik yang dapat
merekam gambar dan/atau alat elektronik lainnya yang tidak sah ke dalam ruang
ujian.
2. Jenis pelanggaran oleh pengawas ruang ujian
a. Pelanggaran ringan meliputi:
1) lalai, tertidur, merokok, dan berbicara yang dapat mengganggu konsentrasi peserta
ujian;
2) menggunakan alat komunikasi (HP), perangkat elektronik, membaca bahan yang
tidak terkait UN;
3) lalai membantu peserta ujian mengisi identitas diri sesuai dengan kartu identitas;
4) lalai memastikan sistem UNBK berjalan dengan baik sesuai dengan semua
prosedur yang harus dilakukan secara tertib, konsisten, dan tepat waktu.
b. Pelanggaran sedang meliputi:
1) Lalai menangani gangguan pada UNBK sehingga menimbulkan penundaan waktu
ujian di atas 30 menit.
c. Pelanggaran berat meliputi:
1) memberi contekan;
2) membantu peserta ujian dalam menjawab soal;
3) menyebarkan/membacakan kunci jawaban kepada peserta ujian;
4) mengganti dan mengisi LJUN atau jawaban UNBK; atau
5) lalai menangani gangguan pada UNBK sehingga mengharuskan pengulangan
ujian;
6) menggunakan alat komunikasi (HP), kamera, dan atau perangkat elektronik yang
dapat merekam gambar; dan/atau
3. Jenis Pelanggaran oleh Panitia Satuan Pendidikan
a. Pelanggaran sedang:
1) tidak menjalankan tugas dan ketentuan yang ditetapkan dalam POS UN.
b. Pelanggaran berat:
1) memanipulasi data identitas peserta UN;
2) menyebarkan/memberikan kunci jawaban kepada peserta ujian;
3) mengganti dan mengisi LJUN atau jawaban UNBK.

C. Langkah-langkah dan prosedur tindak lanjut pengaduan dugaan pelanggaran dalam


pelaksanaan UNBK
1. Laporan tertulis
Pelapor harus menyampaikan laporan secara tertulis dan/atau lisan yang memuat:
a. identitas diri pelapor;
b. bentuk pelanggaran;
c. tempat pelanggaran;

14
d. waktu pelanggaran;
e. pelaku pelanggaran;
f. bukti pelanggaran; dan
g. saksi pelanggaran.
2. Laporan tertulis disampaikan ke Panitia UN Tingkat Satuan Pendidikan.
3. Investigasi
Investigasi dilakukan secara sendiri-sendiri atau bersama oleh:
a. Inspektorat Jenderal Kemdikbud/Kemenag
b. Badan Standar Nasional Pendidikan
c. Pusat Penilaian Pendidikan Kemdikbud
4. Bentuk Investigasi
a. Peninjauan ke tempat perkara
b. Analisis pola jawaban per daerah (provinsi/kabupaten/kota)
5. Hasil Investigasi
Hasil investigasi dibahas dalam rapat Panitia UN Tingkat Pusat untuk ditindaklanjuti.
6. Rekomendasi
Rekomendasi tindak lanjut pelanggaran berat disampaikan kepada Menteri Pendidikan
dan Kebudayaan.
7. Hasil Rekomendasi
Menteri menetapkan keputusan hasil rekomendasi.
8. Pelaksanaan Keputusan
Panitia UN Tingkat Pusat melaksanakan keputusan menteri.

XI. SANKSI
1. Peserta UN yang melakukan jenis pelanggaran sebagaimana diuraikan dalam BAB X akan
diberi sanksi sebagai berikut:
a. Pelanggaran ringan yang dilakukan oleh peserta ujian dengan sanksi diberi peringatan
lisan oleh pengawas ruang.
b. Pelanggaran sedang yang dilakukan oleh peserta ujian dengan sanksi pembatalan ujian
pada mata pelajaran bersangkutan oleh ketua panitia tingkat satuan pendidikan.
c. Pelanggaran berat yang dilakukan oleh peserta ujian dengan sanksi dikeluarkan dari
ruang ujian dan dinyatakan mendapat nilai 0 (nol) untuk mata pelajaran bersangkutan
oleh ketua panitia tingkat satuan pendidikan.
2. Pengawas ruang ujian yang melanggar tata tertib akan dikenakan sanksi sebagai berikut:
a. Pelanggaran ringan yang dilakukan oleh pengawas ruang dengan sanksi dibebastugas
kan sebagai pengawas ruang ujian oleh ketua panitia tingkat satuan pendidikan.
b. Pelanggaran sedang dan berat yang dilakukan oleh pengawas ruang dengan sanksi
dibebastugaskan sebagai pengawas ruang ujian dan diberi sanksi sesuai dengan
ketentuan perundangan-undangan oleh ketua Panitia UN Tingkat Kabupaten/Kota atau
Provinsi sesuai dengan kewenangannya.
3. Satuan pendidikan yang melakukan pelanggaran sedang dan berat akan dikenakan sanksi
oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota atau Provinsi sesuai dengan
kewenangannya.

15
4. Sekolah/Madrasah/Pendidikan Kesetaraan Pelaksana UN yang tidak memberi peringatan
kepada pengawas ruang ujian yang melanggar ketentuan POS diberi peringatan tertulis
oleh panitia UN Tingkat Kabupaten/Kota/Provinsi/Pusat.
5. Pelanggaran tata tertib dan ketentuan POS UN akan diberi sanksi sesuai dengan peraturan
perundang-undangan.
6. Semua jenis pelanggaran harus dituangkan dalam berita acara.

Cilacap, 1 Maret 2018


Kepala SMP Negeri 5 Cilacap,

ROWAKHIDAH, S.Ag, MM.Pd.


NIP. 19601103 198811 2 001

16
LAMPIRAN

17
PEMERINTAH KABUPATEN CILACAP
DINAS PENDIDIKAN, PEMUDA DAN OLAH RAGA
SMP NEGERI 5 CILACAP
Jalan Ketapang No. 73 Gumilir Telp. ( 0282 ) 542119-547922 Fax. (0282)
542119
website : www.stars5cilacap.blogspot.com ; e-mail : cell_smp5clp@yahoo.com
CILACAP

Kode Pos 53231

KEPUTUSAN KEPALA SMP NEGERI 5 CILACAP


NOMOR : 423.7 / 093.A / 02 / 2017

TENTANG
PANITIA UJIAN PRAKTIK, UJIAN NASIONAL DAN UJIAN NASIONAL
TAHUN PELAJARAN 2017/2018

Kepala SMP Negeri 5 Cilacap Kabupaten Cilacap


Mengingat :
1. Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 78, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4301);

18
2. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional
Pendidikan sebagaimana telah beberapa kali diubah, terakhir dengan Peraturan
Pemerintah Nomor 13 Tahun 2015 tentang Standar Nasional Pendidikan;
3. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2016 tentang Standar
Kompetensi Lulusan Pendidikan Dasar dan Menengah
4. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2016 tentang Standar
Penilaian Pendidikan;
5. Peraturan Menteri Agama RI Nomor 13 tahun 2014 tentang pendidikan
Keagamaan Islam;
6. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 88
Tahun 2013 tentang Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum SMP/MTs diubah
dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia
Nomor 58 Tahun 2014 tentang Kurikulum 2013 SMP/MTs;
7. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 3 Tahun 2017 tentang
Penilaian Hasil Belajar Oleh Pemerintah dan Penilaian Hasil Belajar Oleh Satuan
Pendidikan
8. Peraturan Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) Nomor
0043/P/BSNP/I/2017 tentang Prosedur Operasional Standar Penyelenggaraan
Ujian Nasional Tahun Pelajaran 2017/2018.
9. Peraturan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian
Pendidikan Dan Kebudayaan Nomor 08/D/HK/2017 Tentang Prosedur
Operasional Standar Ujian Nasional Berstandar Nasional Pada Pendidikan Dasar
dan Menengah Tahun Pelajaran 2017/2018.
10. Rapat Dewan Guru SMP Negeri 5 Cilacap tanggal 25 Februari 2017 tentang
pembentukan Panitia Ujian Nasional, Ujian Nasional Berstandar Nasional Tahun
Pelajaran 2017/2018

Menimbang :
1. Bahwa demi kelancaran penyelenggaran Ujian Nasional/Ujian Nasional
Tahun Pelajaran 2017/2018, SMP Negeri 5 Cilacap memandang perlu menunjuk
petugas atau panitia penyelenggara.
2. Bahwa untuk pelaksanan butir satu di atas perlu di tuangkan dalam Surat
Keputusan.

M E M U T U S K A N
Menetapkan :
Pertama : Menugaskan kepada yang namanya tercantum pada lampiran Surat Keputusan ini,
Sebagai Panitia Ujian Nasional dan Ujian Nasional Berstandar Nasional SMP
Negeri 5 Cilacap Tahun Pelajaran 2017/2018
Kedua : Bila terdapat kekeliruan dalam keputusan ini akan diadakan pembetulan
sebagaimana mestinya.
Ketiga : Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan.

Ditetapkan di : Cilacap
Pada Tanggal : 4 Maret 2017

19
Cilacap, 4 Maret 2017
Kepala SMP Negeri 5 Cilacap

Hj.ROWAKHIDAH, S.Ag, MM.Pd.


NIP. 19601103 198811 2 001

Lampiran : I
SK Kepala SMP Negeri 5 Cilacap
No : 422 / 085 / 2016
Tanggal: 2 Maret 2016
Tentang: Susunan Panitia Ujian
Thn Pelajaran 2017/2018

SUSUNAN PANITIA
PELAKSANAN UJIAN PRAKTIK, UJIAN NASIONAL DAN UJIAN NASIONAL
SMP NEGERI 5 CILACAP TAHUN PELAJARAN 2017/2018

I Ketua / Penanggung Jawab : Hj. Rowakhidah, S.Ag. MM.Pd..


II. Wakil Ketua : Drs. Imam Abd. Fatah
III Sekretaris : 1. Warsono, M.Pd
2. Rini Wijayanti, S.Pd.
3. Siti Rodiatun, S.IP

IV. Bendahara : 1. Eko Wahyuningsih, S.Pd, M.Pd

20
V. Seksi seksi:
1. Pembuat kisi kisi dan naskah soal
Prakarya : Jaka Widada, S.Pd. MM.Pd.
Seni Budaya : Triyani, S.Pd.

2. Pembuat kisi-kisi / soal dan Penguji Ujian Praktik


Pendidikan Agama Islam Penguji I : Drs. Imam Abd. Fatah
Penguji II : Khusen,S.Ag
Pend. Agama Non muslim Penguji I : A.Endang Susilowati S.Pd.
Penguji II : Yohanes Suraji, S.Pd..
Penjaskesorkes Penguji I : Dra. Tri Rahmi Hidayati
Penguji II : Suhadi, S.Pd, MM.
Seni Budaya Penguji I : Triyani, S.Pd.
Penguji II : Slamet Muryadi, S.Sn.
Prakarya Penguji I : Jaka Widada, S.Pd. MM.Pd.
Penguji II : Nikmatus Zahro, S.Pd.
Bahasa Indonesia Penguji I : Dra. Sri Retno Widiasuti
Penguji II : Retno Rudati, S.Pd.
Bahasa Inggris Penguji I : Komarudin BA, S.Pd. MM.Pd.
Penguji II : Eko Wahyuningsih, S.Pd, M.Pd.
Bahasa Jawa Penguji I : Nasyi`ah, S.Pd
Penguji II : Apri Rohayatun, S.S.
I P A Penguji I : Siti Maryunah, S.Pd
Penguji II : Siti Maesaroh, S.Pd
Matematika Penguji I : Warsono, M.Pd
Penguji II : Yuli Haryanti, S.Pd
PPKn Penguji I : Siti Nurhana, S.Pd
Penguji II : Rahayu Nugrahenny, S.Pd, MM.Pd
IPS Penguji I : Dra. Kartika Heri Sunarni, S.Pd
Penguji II : Mugiyanto, S.Pd

3. Korektor Ujian dan Pengolah Nilai Ujian


Kordinator I : Yuli Haryanti, S.Pd.
Kordinator II : Yuli Murahati, S.Pd.
Pendidikan Agama Islam Korektor I : Drs. Imam Abd. Fatah
Korektor II : Khusen, S.Ag.
Pendidikan Agama Kristen Korektor I : A.Endang Susilowati, S.Pd.
Korektor II : Yohanes Suraji, S.Pd.
P P Kn Korektor I : Siti Nurhana, S.Pd
Korektor II : Rahayu Nugrahenny, S.Pd
Bahasa Indonesia Korektor I : Dra. Sri Retno Widiastuti.
Korektor II : Lili Kuswanti, M.Pd.
Matematika Korektor I : Ranti Kartiningsih, S.Pd.
Korektor II : Rachmi Sofia, S.Pd
I P A Korektor I : Carwito, S.Pd.
Korektor II : Siti Maryunah, S.Pd
Bahasa Inggris Korektor I : Komarudin BA, S.Pd. MM.Pd.
Korektor II : Sutriyono, S.Pd.

21
IPS Korektor I : Mugiyanto, S.Pd
Korektor II : Heru Subagyo, S.Pd
Seni Budaya Korektor I : Triyani, S.Pd
Korektor II : Slamet Muryadi, S.Sn.
Prakarya Korektor I : Jaka Widada ,S.Pd, MM.Pd
Korektor II : Nikmatus Zahro, S.Pd.
Bahasa Jawa Korektor I : Nasyi`ah, S.Pd.
Korektor II : Apri Rohayatun, S.S.

4. Kebersihan, tempat dan penempelan nomor meja 1. Carwito, S.Pd (Koord)


2. Komarudin BA, S.Pd.MM.Pd
3. Dra.Tri Rahmi Hidayati
4. Siti Maesaroh, S.Pd
5. Triyani, S.Pd
6. Sutriyono, S.Pd
7. Khusen, S.Ag
8. Dra. Puryani Rahayu, MM
9 . Yani Hermawati, S.Pd.
10. Jamaludin, S.Pd.
11. Khiyarus Adriyani, S.Pd.
12. Haryanti, S.Pd.
13. Garnies Permanasari, S.Pd.
14. Yudi Guntara, S.Pd
15. Apri Rohayatun, SS.

5. Tata Laksana Harian 1. Jaka Widada, S.Pd, MM.Pd. (Koord)


2. A. Endang Susilowati, S.Pd
3. Siti Maryunah, S.Pd
4. Dra. Retno Widi Astuti
6. Retno Rudati, S.Pd.
7. Rahayu Nugraheny, S.Pd. MM.Pd.

6. Keamanan / Jaga Naskah Soal 1. Heru Subagyo, S.Pd. (Kordinator)


2. Narsun
3. Sartono
4. Ruswanto

7. PPPK 1. Sri Utami , S.Pd. (Kordinator)


2. Sri Agustin Setiyowati, SP.
3. Nasyi’ah

8. Dokumentasi / Pengarsipan 1. Lili Kuswanti, M.Pd. (Kordinator)


2. Mugiyanto, S.Pd.
3. Eni Sulandari, S.Pd
4. Suhadi, S.Pd, MM.

9. Pengetikan, Penggandaan dan penyetingan soal 1. Kusminarti.S.Sos (Kordinator)


2. Tarjo

22
3. Supriyanto
4. Wiwit Winarsih
5. Qurratun Laeli
6. Karsono

10. Rekapitulasi dan Verifikasi nilai,


pengaturan cap tiga jari dan 1. Warsono, M.Pd (Koordinator)
Pembagian Ijazah / SKHUN 2. Komarudin Barkah Ahmad, S.Pd, MM.Pd.
3. Siti Nurhana, S.Pd
4. Dra. Sri Retno Widiastuti
5. Siti Maryunah, S.Pd.
6. Jaka Widada, S.Pd, MM.Pd.
7. Triyani, S.Pd.
8. Siti Maesaroh, S.Pd
9. Rertno Rudati, S.Pd
10. Yuli Haryanti, S.Pd.
11. Kusminarti, S.Sos

11. Penulisan Ijazah 1. Yuli Murahati, S.Pd (Koordinator)


2. Dra. Tri Rachmi Hidayati
3. Sutriyono, S.Pd
4. Lili Kuswanti, M.Pd

12. Konsumsi 1. Sri Retnaningsih, S.Pd (Koordinator)


2. Dra. Kartika Heri Sunarni
3. Trima Aris Subekti, S.Pd. .

13. Pengambilan Naskah Soal Jaka Widada, S.Pd, MM.Pd.

14. Pengedar Presensi Daftar Hadir 1. Purwanto


2. Karsono

15. Pembantu Umum 1. Haryadi


2. Tumin
3. Minarjo
4. Siyam
5. Ratna Isna Apriyani
6. Tiena Y.

Mengetahui Cilacap, 2 Maret 2016


Sekretaris Disdikpora Kab. Cilacap Kepala SMP Negeri 5 Cilacap
Selaku Ketua Rayon 01 UN/US Kab.Cilacap

SURANTO, B.Sc, S.IP, MM. Hj.ROWAKHIDAH, S.Ag, MM.Pd.


23
Pembina Tingkat 1 Pembina
NIP.19620607 198501 1 003 NIP. 19601103 198811 2 001

24