Anda di halaman 1dari 7

LAPORAN PENDAHULUAN

INFEKSI SALURAN KEMIH (ISK)

NOVIA WIYANTI

201810461011041

PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI NERS


FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG
2018
A. Definisi ISK (Infeksi saluran kemih)
Infeksi saluran kemih (ISK) adalah infeksi akibat berkembang biaknya mikroorganisme didalam
saluran kemih, yang dalam keadaan normal air kemih tidak mengandung bakteri, virus atau
mikroorganisme lain. Infeksi saluran kemih dapat terjadi baik di pria maupun wanita dari semua
umur, dan dari kedua jenis kelamin ternyata wanita lebih sering menderita infeksi daripada pria
(Nurarif, 2015)

Menurut Kowalak (2011) Jenis infeksi saluran kemih, antara lain :


1. Kandung kemih (sistitis)
Sistitis adalah inflamasi kandung kemih yang palingsering disebabkan oleh menyebarnya infeksi
dari uretra. Hal ini disebabkan oleh aliran balk urin dari uretra ke dalam kandung kemih (refluks
uretrovesikal), kontaminasi fekal, pemakaian kateter atau sistoskop
2. Uretra (Uretritis)
Suatu inflamasi uretra, biasanya adalah suatu infeksi yang menyebar naik yang digolongkan
sebagai gonoreal. Uretritis gonoreal disebabkan oleh Neisseria gonorrhoeae dan ditularkan
melalui kontak seksual.
3. Ginjal (Pielonefritis)
Infeksi bakteri pada ginjal. Sering sebagai akibat dari refluks ureterovesikal, dimana ureterovesikal
yang tidak kompeten menyebabkan urine mengalir balik (refluks ke dalam ureter

B. Klasifikasi ISK (Infeksi saluran kemih)


1. ISK bawah
- Perempuan (sistitis: presentasi klinis infeksi kandung kemih disertai bakteriuria bemakna)
- Sindrom uretra akut (SUA); presentasi klinis sistitis tanpa ditemukan mikroorganisme (steril),
sering dinamakan sistitis bekaterialis
- Laki-laki (sistitis, prostatitis, epidimidis, dan uretrritis)
2. ISK atas
- Pielonefritis akut (PNA) ; proses infeksi parenkim ginjal yang disebabkan infeksi bacteria
- Pielonefritis kronis (PNK) ; kemungkitan akibat lanjut dari infeksi bakteri berkepanjangan
atau infeksi sejak masa kecil (Nurarif, 2015)

Infeksi saluran kemih (ISK) pada usia lanjut, dibedakan menjadi ;

1. ISK uncomplicated (simple) merupakan ISK sederhana yang terjadi pada penderita dengan
saluran kencing tak baik, anatomic maupun fungsional normal. ISK ini pada usia lanjut
terutama mengenai penderita wanita dan infeksi hanya mengenai mukosa superficial kandung
kemih
2. ISK complicated, sering menimbulkan banyak masalah karena sering kali kuman penyebab
sering resisten terhadap beberapa macam antibiotika, sering terjadi bakterimia, sepsis dan
shock. ISK ini terjadi bila terdapat keadaan-keadaan sebagai berikut ;
a. Kelainan abnormal saluran kencing, misalnya reflex vesico uretral obstruksi, atoni
kandung kemih, paraplegia, kateter kandung kencing menetap dan prostatitis
b. Kelainan faal ginjal : gagal ginjal akut (GGA) dan Gagal ginjal kronis (GGK)
c. Gangguan daya tahan tubuh
d. Infeksi yang disebabkan karena organism virulen seperti prosteus spp yang
memproduksi urease (Nurarif, 2015)

C. Etiologi ISK (Infeksi saluran kemih)


Menurut Nurarif (2015) ISK terjadi tergantung banyak faktor seperti : usia, gender, prevalensi
bakteriauria, dan faktor predisposisi yang menyebabkan perubahan struktur saluran kemih termasuk
ginjal.
 Jenis-jenis mikroorganisme yang menyebabkan ISK, antara lain ;
- Escherichia Coli: 90% penyebab ISK uncomplicated (simple)
- Pseudomonas, Proteus, Klebsiella: penyebab ISK complicated
- Enterobacter, staphylococcus epidemidis, enterococci
 Prevalensi penyebab ISK pada usia lanjut, antara lain :
- Sisa urin yang berada didalam kandung kemih yang meningkat akibat pengosongan
kandung kemih yang kurang efektif
- Mobilitas menurun
- Nutrisi yang sering kurang baik
- Sistem imunitas menurun
- Adanya hambatan pada aliran urin
- Hilangnya efek bakterisid dari sekresi prostat

D. Manifestasi Klinis ISK (Infeksi saluran kemih)


1. Anyang-anyangan atau rasa ingin buang air kecil lagi, meski sudah dicoba untuk berkemih namun
tidak ada air kemih yang keluar
2. Sering kencing dan kesakitan saat kencing, air kencingnya bisa berwarna putih, cokelat atau
kemerahan dan baunya sangat menyengat
3. Warna seni kental/ pekat seperti teh, kadang kemerahan bila ada darah
4. Nyeri pada pinggang
5. Demam atau menggigil, yang dapat menandakan infeksi telah mencapai ginjal (diiringi rasa nyeri
disisi bawah belakang rusuk, mual atau muntah)
6. Peradangan kronis pada kandung kemih yang berlanjut dan tidak sembuh-sembuh dapat menjadi
pemicu terjadinya kanker kandung kemih.

Menurut Kowalak (2011) Jenis infeksi saluran kemih, antara lain :


1. Kandung kemih (sistitis)
- Disuria, sering kencing (frecuency), rasa ingin kencing tetapi tidak bisa (urgency) dan nyeri
suprapubik
- Urine yang keruh, berbau tidak enak, dan mungkin mengandung darah
- Demam
- Nausea dan vomitus
- Nyeri tekan pada sudut kostovertebral
2. Uretra (Uretritis)
- Disuria (nyeri saat buang air kecil)
- Sering kencing
- Piuria (leukosit dalam urin)
3. Ginjal (Pielonefritis)
- Demam dan menggigil
- Nausea, vomitus, diare
- Gejala sistitis dapat ditemukan
- Takikardi
- Nyeri tekan otot yang menyeluruh

E. Pemeriksaan penunjang ISK (Infeksi saluran kemih)


1. Analisa urin rutin, kultur urine mengungkapkan mikroorganisme penyebab
2. Pemeriksaan mikroskopik urine menunjukkan hasil yang positif untuk piuria, hematuria atau
bakteriuria
3. Infestigasi lanjutan harus berdasarkan indikasi klinis ;
- Untrasonogram (USG)
- Radiografi : foto polos perut, pielografi IV, micturating cystogram
- Isotop scanning

F. Penatalaksanaan ISK (Infeksi saluran kemih)


1. Non farmakologi
- Istirahat
- Bersihkan perineum setiap habis defekasi dengan gerakan depan ke belakang
- Hindari kopi, teh dan alcohol

2. Farmakologi
Penggunaan medikasi yang umum mencakup sulfisoxazole (gastrisin), trimethoprim/
sulfamethoxazole (TMP/ SMZ, bactrim, septra), dan nitrofurantoin (Macrodantin)
G. Patofisiologi
Mikroorganisme

Masuk kedalam saluran kemih

Ureter VU/ Kandung Kemih Ginjal

Uretritis Sistitis Pielonefritis

Inflamasi

Pembengkakan jaringan

Gangguan pola Obstruksi saluran kemih


eliminasi urine

Nyeri saat berkemih

Gangguan rasa
nyaman : Nyeri akut
H. Diagnosa keperawatan
1. Gangguan rasa nyaman : Nyeri akut b.d inflamasi uretra, kandung kemih dan struktur
traktus urinarius lain
2. Gangguan eliminasi urin b.d obstruksi pada kandung kemih