Anda di halaman 1dari 3

Chapter 6

Audit Evidence
(Kelompok 2 : Alya Zhafirah Tamin /125160380 & Maulidya R Syafira /125160392)

Audit sebagai rangkaian kesimpulan untuk membuat atau membentuk opini.


- Ketepatan dan ketergantungan dalam catatan akuntansi
- Kebenaran dan kewajaran laporan keuangan
- Kepatuhan dengan peraturan dan standard
Bukti audit dikumpulkan dari entitas yang diaudit dan sumber yang independen.

Auditor mengumpulkan bukti audit dengan cara:


1. Permintaan keterangan
2. Inspeksi
3. Observasi
4. Konfirmasi
5. Rekalkulasi
6. Reperformance
7. Prosedur analitis

Bukti audit yang cukup dan memadai


- Cukup artinya cukup bukti yang diperoleh oleh auditor untuk memenuhi
tujuan audit.
- Tepat / sesuai, terdapat 2 elemen:
o Relevansi : Bukti harus berkaitan dengan materi yang tepat.
o Keandalan : Bukti harus dapat dipercaya
Kecukupan dan ketepatan saling terkait, semakin tinggi kualitas semakin sedikit bukti
yang diperlukan.
Peran Asersi Manajemen Dalam Proses Audit
- Pentingnya pernyataan manajemen adalah membentuk tujuan audit.
- Asersi adalah pernyataan semua piutang dagang ditunjukan di laporan
keuangan yang dapat ditagih.
- Tujuan auditnya untuk membuktikan semua piutang dagang dalam laporan
keuangan yang dapat ditagih.
- Saran (langkah audit untuk kolektibilitas), melakukan tes jumlah piutang yang
diterima dari pelanggan setelah akhir tahun.

Keandalan Bukti Audit (Nilai Bukti Audit)


- Keandalan bukti audit meningkat ketika berasal dari sumber independen di
luar entitas terutama dari orang profesional.
- Keandalan bukti audit yang dihasilkan secara internal meningkat ketika
persiapan dan pemeliharaannya efektif.
- Bukti audit yang diperoleh secara langsung oleh auditor lebih dapat
diandalkan daripada bukti audit yang diperoleh secara tidak langsung.
- Bukti audit dalam bentuk dokumen atau fisik lebih dapat diandalkan daripada
bukti lisan.
- Bukti audit yang diberikan dari dokumen asli lebih diandalkan daripada
dokumen salinan.
- Bukti audit yang dibuat dengan normal lebih baik daripada yang dibuat khusus
karena ingin memuaskan auditor.
- Sumber informasi terbaik berasal dari manajemen perusahaan tetapi dapat
mengurangi nilai dari informasinya.
- Bukti dapat ditingkatkan dengan memaksimalkan pemakaian bukti tersebut.

Pendekatan Risiko Bisnis untuk Mengumpulkan Bukti Audit


- Jika auditor membuat kesan yang baik bagi manajemen, maka bukti dari
manajemen dapat diandalkan.
- Jika auditor mengenal semua anggota manajemen dengan baik,
memungkinkan mitra perikatan merasa dapat menilai integritas.
- Keterlibatan erat tim audit dengan manajemen memungkinkan
mengungkapkan kurangnya integritas karena memungkinan adanya kerja sama
antara tim audit dengan manajemen.
- Kepercayaan pada integritas dan kompetensi manajemen dapat mengurangi
tingkat subtantif tes detail (test of detail).
- Ide dasar teori agensi adalah para pelaku tidak bisa mempercayai manajemen
untuk menggunakan sumber daya dengan baik. Tetapi, auditor tidak dapat
mulai melakukan proses audit jika manajemen tidak memiliki integritas.
- Pendekatan risiko bisnis dapat membuat auditor dekat dengan manajemen dan
dapat mengancam independensi dari auditor.
- Dalam pendekatan risiko bisnis, kegagalan audit bukan karena auditor gagal
melakukan pengujian secara detail. Tetapi, karena melewatkan sebuah
indikator dari pengujian tersebut.