Anda di halaman 1dari 6

OBAT HERBAL TERSTANDAR

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan kehadiran Tuhan Yang Maha Esa yang telah
memberikan kesempatan dan kesehatan kepada kami sehingga kami bis menyelesaikan makalah
ini. Dan tidak lupa pula kami panjatkan syukur kami kepada nabi Muhammad SAW yang telah
membawa kami dari alam kebodohan menjadi alam yang penuh dengan ilmu pengetahuan seperti
sekarang ini. Taklupa pula kami berterima kasih kepada pembimbing kami yang telah
memberikan ilmu dalam mata kuliah ini.
Dalam makalah ini kami membahas tentang “OBAT HERBAL TERSTANDAR”. Kami
selaku penyusun makalah ini berharap supaya makalah ini dapat bermanfaat dan dapat
dipergunakan dalam perkuliahan
Kami menyadari bahwa makalah ini belumlah sempurna oleh karena itu kami sangat
mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun dari pembaca supaya makalah ini bisa
menjadi lebih baik.

Jakarta. 24 September 2016


Penyusun

Herning Soetrisno

DAFTAR ISI
Halaman Judul……………………………………………………………..………
Kata Pengantar……………………………………………………………..……...1
Daftar Isi……………………………………………………………..……………2
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang………………………………………………………...3
B. Rumusan Masalah…………………………………………………….4
C. Tujuan…………………………………………………………………5
BAB II PEMBAHASAN
A. Pengertian obat herbal tradisional………………...................................5
B. Pengertian obat herbal terstandar………………………………………5
C. Ketentuan obat heral terstandar……………………….……………….6
D. Kriteria obat herbal terstandar………..….…………………………….6
E. Keunggulan obat herbal terstanda………………..................................6
F. Keuntungan dan kerugian obat herbal terstandar ……………………...6
G. Mekanisme obat herbal terst.…………………………………………..7
H. Contoh produk obat herbal terstandar………………………………….8
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan……………………………………………………….……9
DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Obat bahan alam merupakan obat yang menggunakan bahan baku berasal dari alam
(tumbuhan dan hewan).Obat bahan alam dapat dikelompokkan menjadi 3 jenis yaitu jamu, jamu
herbal terstandar, dan fitofarmaka. Jamu (Empirical based herbal medicine) adalah obat bahan
alam yang disediakan secara tradisional, misalnya dalambentuk serbuk seduhan, pil, dan cairan
yang berisi seluruh bahan tanaman yang menjadi penyusun jamu tersebut dan digunakan secara
tradisional (Lestari, 2007).
Obat Herbal Terstandar ( Standarized based Herbal Medicine) merupakan obat
tradisional yang disajikan dari hasil ekstraksi atau penyarian bahan alam, baik tanaman
obat, binatang, maupun mineral (Lestari, 2007). Dalam proses pembuatan obat herbal
standar ini dibutuhkan peralatan yang tidak sederhana dan lebih mahal dari pada
pembuatan jamu. Tenaga kerja yang dibutuhkan pun harus di dukung dengan keterampilan
dan pengetahuan membuat ekstrak. Obat herbal ini umumnya ditunjang oleh pembuktian
ilmiah berupa penelitian praklinis. Penelitian ini meliputi standarisasi kandungan senyawa
berkhasiat dalam bahan penyusun, standarisasi pembuatan ekstrak yang higenis, serta uji
toksisitas akut maupun kronis.

B. Rumusan Masalah
 Apa pengertian dari obat herbal tradisional?
 Apa pengertian dari obat herbal terstandar?
 Bagaimana ketentuan obat herbal terstandar?
 Bagaimana criteria obat herbal terstandar?
 Apa saja keuntungan dan kerugian obat herbal terstandar?
 Bagaimana mekanisme obat herbal terstandar?

C. Tujuan
 Untuk mengetahui pengertian dari obat herbal tradisional
 Untuk mengetahui pengertian dari obat herbal terstandar
 Untuk mengetahui bagaimana ketentuan obat herbal terstandar
 Untuk mengetahui bagaimana criteria obat herbal terstandar
 Untuk mengetahui keuntungan dan kerugian obat herbal terstandar
 Untuk mengetahui mekanisme obat herbal terstandar
BAB II
PEMBAHASAN
A. PENGERTIAN OBAT HERBAL TERSTANDAR
Obat herbal tradisional merupakan obat-obatan yang diproses dan diolah secara tradisional,
turun-temurun, berdasarkan resep nenek moyang, adat-istiadat, kepercayaan, atau kebiasaan
setempat, baik bersifat magic maupun pengetahuan tradisional.
Obat herbal terstandar adalah obat yang simpliasianya telah dilakukan standarisasi dan telah
dilakukan uji pra klinik. Obat herbal terstandar adalah obat yang simpliasianya telah dilakukan
standarisasi dan telah dilakukan uji pra klinik. Standarisasi simplisia merupakan upaya
menyeluruh dimulai dengan pemilihan lahan (unsur tanah) yang tepat untuk tumbuhan obat
tertentu, budi daya yang baik sampai pasca panen (good agriculture practices)
Mengenai pengertian obat herbal sendiri sebenarnya sangat banyak versinya. Versi pertama
merupakan bahwa yang dinamakan obat herbal merupakan obat yang berasal dari tumbuhan
yang diproses/ diekstrak sedemikian rupa sehingga menjadi serbuk, pil atau cairan yang dalam
prosesnya tidak menggunakan zat kimia. Seperti dalam definisi dan pengertian obat herbal, dapat
kita ketahui bersama bahwa obat herbal dapat menyembuhkan penyakit dengan efek samping
yang minim karena dibuat dari bahan-bahan yang alami, tidak seperti obat-obat sintetis yang
dapat memberikan efek samping baik secara langsung maupun setelah waktu yang lama.
Versi kedua merupakan definisi dan pengertian obat tradisional berdasarkan Peraturan
Menteri kesehatan Nomor 246/Menkes/Per/V/1990 Pasal 1 menyatakan bahwa : definisi dan
pengertian obat herbal atau Obat tradisional merupakan bahan atau ramuan bahan yang berupa
bahan tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral, sediaan galenik atau campuran dan bahan-bahan
tersebut, yang scr traditional telah digunakan untuk pengobatan berdasarkan pengalaman.
Obat herbal yang saat ini telah diakui oleh ilmu kedokteran modern merupakan obat herbal
yang telah melalui dua uji penting, yaitu:
 Uji praklinik (uji khasiat dan toksisitas)
 Uji teknologi farmasi untuk menentukan identitas atau bahan berkhasiat scr seksama hingga
dapat dibuat produk yang terstandardisasi

B. KETENTUAN OBAT HERBAL TERSTANDAR


1) Obat Herbal Terstandar sebagaimana dimaksud dalam pasal 1 butir b harus mencantumkan logo
dan tulisan “OBAT HERBAL TERSTANDAR”
2) Logo sebagaimana dimaksud pada Ayat (1) berupa “JARI – JARI DAUN (3 PASANG)
TERLETAK DALAM LINGKARAN”, dan ditempatkan pada bagian atas sebelah kiri dari
wadah /pembungkus /brosur
3) Logo (jari – jari daun dalam lingkaran) sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dicetak dengan
warna hijau di atas dasar warna putih atau warna lain yang menyolok kontras dengan warna logo
4) Tulisan “OBAT HERBAL TERSTANDAR” yang dimaksud pada Ayat (1) harus jelas dan mudah
dibaca, dicetak dengan warna hitam diatas dasar warna putih atau warna lain yang menyolok
kontras dengan tulisan “OBAT HERBAL TERSTANDAR”
C. KRITERIA OBAT HERBAL TERSTANDAR
 Aman
 Klaim khasiat secara ilmiah, melalui uji pra-klinik
 Memenuhi persyaratan mutu yang berlaku
 Telah dilakukan standardisasi terhadap bahanbakuyang digunakan dalam produk jadi.
D. KEUNGGULAM PRODUK OHT
1. Telah melalui standardisasi bahan baku
2. Telah melalui uji toksisitas akut dan toksisitas subkronis sehingga aman untuk dikonsumsi
dalam jangka panjang
3. Telah melalui uji manfaat / khasiat sehingga dapat dibuktikan kebenaran khasiatnya.
4. Mendapatkan pengakuan dan sertiikat dari BPOM
E. KEUNTUNGAN DAN KERUGIAN OBAT HERBAL TERSTANDAR
 Harganya terjangkau
 Efek samping relative kecil bahkan ada yang sama sekali tidak menimbulkan efek samping
jika digunakan secara tepat
 Reaksinya lambat
 Memperbaiki keseluruh system tubuh
 Efektif untuk penyakin kronis yang sesuai diatas dengan obat kimia
F. MEKANISME OBAT HERBAL TERSTANDAR
 Obat kimia bekerja secara simptomatis
 Obat kimia hanya mampu memperbaiki beberapa system tubuh
 Obat herbal bekerja langsung pada sumbernya dengan memperbaiki keseluruhan system
tubuh yakni dengan memperbaiki sel-sel jaringan, dan organ-organ tubuh
 yang rusak serta dengan meningkatkan system kekebalan tubuh untuk berperang melawan
penyakit
G. CONTOH PRODUK OBAT HERBAL TERSTANDAR
 Diabmeneer
 Virugon
 Diapet
 Stop Diar Plus
 Fitogaster
 Sanggolangit
 Fitolac
 Sehat Tubuh
BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Obat herbal terstandar adalah obat yang simpliasianya telah dilakukan standarisasi dan telah
dilakukan uji pra klinik. Obat herbal terstandar adalah obat yang simpliasianya telah dilakukan
standarisasi dan telah dilakukan uji pra klinik. Standarisasi simplisia merupakan upaya
menyeluruh dimulai dengan pemilihan lahan (unsur tanah) yang tepat untuk tumbuhan obat
tertentu, budi daya yang baik sampai pasca panen (good agriculture practices)
Dalam proses pembuatan obat herbal standar ini dibutuhkan peralatan yang tidak sederhana
dan lebih mahal dari pada pembuatan jamu. Tenaga kerja yang dibutuhkan pun harus di dukung
dengan keterampilan dan pengetahuan membuat ekstrak. Obat herbal ini umumnya ditunjang
oleh pembuktian ilmiah berupa penelitian praklinis. Penelitian ini meliputi standarisasi
kandungan senyawa berkhasiat dalam bahan penyusun, standarisasi pembuatan ekstrak yang
higenis, serta uji toksisitas akut maupun kronis.