Anda di halaman 1dari 11

Pengertian

Adalah "tempat yang terdiri dari daratan dan perairan di sekitarnya dengan btas-batas tertentu
dengan batas-batas tertentu sebagai tempat kegiatan pemerintahan dan kegiatan ekonomi yang
digunakan sebagai tempat bersandar,berlabuh, naik turun penumpang dan/bongkar muat barang
yang dilengkapi dengan fasilitas keselamatan pelayaran dan kegiatan penunjang pelabuhan serta
sebagai tempat perpindahan mitra dan antar moda transportasi." (UU no 21 Tahun 1992 Bab I Pasal
1).
MENURUT PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NO. 69 TAHUN 2001 PELABUHAN
ADALAH :
Tempat yang terdiri dari daratan dan perairan disekitarnya dengan batas-batas tertentu sebagai
tempat kegiatan pemerintahan dan kegiatan ekonomi yang dipergunakan sebagai tempat kapal
bersandar, berlabuh, naik turun penumpang dan / atau bongkar muat barang yang dilengkapi
dengan fasilitas keselamatan pelayaran dan kegiatan penunjang pelabuhan serta sebagai tempat
perpindahan intra dan antar moda transportasi.

Pelabuhan laut adalah daerah yang terlindungi dari pengaruh gelombang sehingga kapal bisa
berlabuh dengan aman untuk bongkar muat barang,menarik turunkan penumpang,mengisi bahan
bakar,melakukan reparasi dan sebagainya. Untuk memberi pelayanan yang baik maka pelabuhan
harus memenuhi beberapa persyaratan, diantaranya sebagai berikut :
 Harus ada hubungan yang mudah antar tranportasi air dan darat sepeti jalan raya dan
kereta api.agar barang barang dapat diangkut dari dan ke pelabuhan dengan mudah dan
cepat.
 Pelabuhan berada disuatu lakosi yang mempunyai daerah belakang(daerah pengaruh) subur
dengan populasi penduduk yang cukup padat.
 Pelabuhan harus mempunyai kedalaman air dan lebar alur yang cukup.
 Kapal-kapal yang mencapai pelabuhan herus mampu membuang sauh selama menunggu
merapat ke dermaga.
 Pelabuhan harus mampunyai fasilitas bongkar muat barang(kran, dsb) dan gudang-gudang
penyimpanan barang.
 Pelabuhan harus mempunyai fasilitas untuk meresparasi kapal-kapal.

Fungsi

Dalam Tatanan Kepelabuhan Nasional memuat peran, fungsi, dan hierarki pelabuhan. Pada Undang-
undang No.17 tahun 2008 tentang Pelayaran, pelabuhan memiliki peran sebagai:
a. Simpul dalam jaringan transportasi sesuai dengan hierarkinya;
b. Pintu gerbang kegiatan perekonomian;
c. Tempat kegiatan alih moda transportasi;
d. Penunjang kegiatan industri dan/atau perdagangan;
e. Tempat distribusi, produksi, dan konsolidasi muatan atau barang; dan
f. Mewujudkan Wawasan Nusantara dan Kedaulatan Negara.

Menurut fungsi perdagangan nasional dan internasional


Pelabuhan laut
Pelabuhan laut adalah pelabuhan yang bebas dimasuki oleh kapal-kapal berbendera asing.
Pelabuhan ini biasanya merupakan pelabuhan utama di suatu daerah yang dilabuhi kapal-kapal yang
membawa barang untuk ekspor/impor secara langsung ke dan dari luar negeri.

Pelabuhan juga dapat di definisikan sebagai daerah perairan yang terlindung dari gelombang laut
dan di lengkapi dengan fasilitas terminal meliputi :
 dermaga, tempat di mana kapal dapat bertambat untuk bongkar muat barang.
 crane, untuk melaksanakan kegiatan bongkar muat barang.
 gudang laut (transito), tempat untuk menyimpan muatan dari kapal atau yang akan di
pindah ke kapal.
Pelabuhan juga merupakan suatu pintu gerbang untuk masuk ke suatu daerah tertentu dan sebagai
prasarana penghubung antar daerah, antar pulau, bahkan antar negara.

Pembangunan pelabuhan memakan biaya yang sangat besar. Oleh kerena itu diperlukan suatu
perhitungan dan pertimbangan yang masak sebelum pelabuhan tersebut dibangun. Pertimbangan
bagi perencanaan pelabuhan biasanya didasarkan pada pertimbangan-pertimbangan ekonomi,politis
dan teknis.yang paling penting adalah pertimbangan ekonomis. Secara teknis hampir semua semua
pelabuhan dapat di bangun, oleh karenanya perlu teknis dapat menyesuaikan. Masalah ekonomis
dapat di perhitungkan berdasarkan tujuan dari pelabuhan tersebut,daerah belakang,daerah operasi
dan sebagainya.

Persyaratan dan perlengkapan pelabuhan:

Pelabuhan adalah daerah yang terlindungi dari pengaruh gelombang sehingga kapal bisa berlabuh
dengan aman untuk bongkar muat barang,menarik turunkan penumpang,mengisi bahan
bakar,melakukan reparasi dan sebagainya. Untuk memberi pelayanan yang baik maka pelabuhan
harus memenuhi beberapa persyaratan, diantaranya sebagai berikut :

Harus ada hubungan yang mudah antar tranportasi air dan darat sepeti jalan raya dan kereta
api.agar barang barang dapat diangkut dari dan ke pelabuhan dengan mudah dan cepat.

Pelabuhan berada disuatu lakosi yang mempunyai daerah belakang(daerah pengaruh) subur dengan
populasi penduduk yang cukup padat.

Pelabuhan harus mempunyai kedalaman air dan lebar alur yang cukup.

Kapal-kapal yang mencapai pelabuhan herus mampu membuang sauh selama menunggu merapat ke
dermaga.

Pelabuhan harus mampunyai fasilitas bongkar muat barang(kran, dsb) dan gudang-gudang
penyimpanan barang.

Pelabuhan harus mempunyai fasilitas untuk meresparasi kapal-kapal.

Bagian2

Fungsi dari masing-masing bangunan yang terdapat di pelabuhan sebagai berikut :


 Pemecah gelombang,yang digunakan untuk melindungi daerah perairan pelabuhan dari
gangguan gelombang.gelombang yang datang dari laut lepas akan dihalangi oleh bangunan
ini.
 Alur pelayaran,berfungs untuk mengarahkan kapal-kapal yang akan keluar/masuk
pelabuhan.alur pelayaran harus mempunyai kedalaman dan lebar yang cukup untuk dilalui
kapal-kapal.
 Kolam pelabuhan,merupakan daerah perairan dimana kapal berlabuh untuk melakukan
bongkar muat,melakukan gerakan untuk memutar(dikolam putar).
 Dermaga adalah bangunan pelabuhan yang digunakan untuk merapatnya kapal dan
menambatnyan pada waktu bongkar muat barang.
 Alat penambat,digunakan untuk menanmbat kapal pada waktu merpat di dermaga maupun
menggu diperairan sebelum kapal merapat didermaga.
 Gudang,yang terletak di belakang dermaga untuk menyimpan barang- barang yang harus
menunggu pengapalan.
 Gedung terminal untuk keperluan administrasi.
Fasilitas Pelabuhan
Dalam menunjang kelancaran kegiatan di suatu pelabuhan diperlukan fasilitas-fasilitas, fasilitas-
fasilitas yang ada di suatu pelabuhan dapat menggambarkan baik atau buruknya pelabuhan
tersebut. Fasilitas pelabuhan dapat dilihat dari peruntukan wilayahnya. Berdasarkan Peraturan
Pemerintah Republik Indonesia nomor 61 tahun 2009 tentang kepelabuhanan dan Peraturan
Menteri Perhubungan nomor PM 51 tahun 2015, rencana peruntukan wilayah dibagi menjadi 2 (dua)
yaitu peruntukan wilayah daratan dan peruntukan wilayah perairan, yang mana tiap-tiap peruntukan
wilayah terdapat fasilitas pokok dan fasilitas penunjang. Adapun fasilitas-fasilitas tersebut antara
lain:

a. Peruntukan wilayah daratan


1) Fasiltas pokok
a) Dermaga;
Dalam melayani kapal-kapal yang masuk di pelabuhan dibutuhkan fasilitas berupa dermaga, yaitu
tempat dimana kapal dapat sandar dan tambat guna melakukan kegiatannya, baik bongkar/muat,
naik turun penumpang, dan/atau kegiatan lainnya.
Dermaga

b) Gudang lini 1;
Gudang lini 1 disebut juga transit-shed atau deep-sea godown. Barang-barang yang ada di dalamnya
masih berada dalam pengawasan Bea dan Cukai karena belum menyelesaikan urusan Bea dan Cukai
atau persyaratan lainnya.
gudang pelabuhan

c) Lapangan penumpukan lini 1;


Lapangan penumpukan atau biasa disebut open storage, merupakan lapangan yang memiliki fungsi
sama seperti gudang sebagai tempat untuk menyimpan/meletakkan muatan yang tahan terhadap
perubahan cuaca, lapangan penumpukan lini 1 sama halnya seperti gudang lini 1, masih berada
dalam pengawasan Bea dan Cukai dan belum menyelesaikan urusan Bea dan Cukai atas persyaratan
lainnya.
lapangan penumpukan
d) Terminal penumpang;
Terminal penumpang merupakan terminal yang memiliki fungsi untuk melayani kegiatan naik turun
penumpang. Sebagai contoh terminal penumpang di Surabaya ini yang memiliki fasilitas di terminal
penumpangnya seperti fasilitas di Bandar udara.
terminal penumpang

e) Terminal petikemas;
Terminal petikemas atau container terminal adalah terminal yang dlengkapi sekurang-kurangnya
dengan fasilitas berupa tambatan, dermaga, lapangan penumpukan (container yard (CY)), serta
peralatan yang layak untuk melayani kegiatan bongkar muat petikemas.
terminal petikemas

f) Terminal curah cair;


Terminal curah cair merupkan terminal yang dilakukan untuk kegiatan bongkar muat barang cair
(liquid cargo), yang mana pada terminal curah cair biasanya dilengkapi dengan pipa-pipa dan selang
sebagai alat bongkar muat dari dan/atau ke kapal.
terminal curah cair

g) Terminal curah kering;


Terminal curah kering adalah terminal untuk melakukan kegiatan bongkar muat barang curah kering
(seperti: beras, pupuk, kedelai, jagung, dll).
terminal curah kering
h) Terminal ro-ro;
Terminal ro-ro (roll on, roll-off) merupakan terminal yang biasanya digunakan untuk kapal-kapal ro-
ro, seperti kapal ferry dan kapal pengangkut mobil. Digunakan untuk kegiatan bongkar muat barang
yang berada di atas kendaraan beroda. Contoh terminal ro-ro seperti pelabuhan penyeberangan
Merak-Bakauheni dan pelabuhan penyeberangan yang lainnya.
terminal ro-ro

i) Car terminal;
Car terminal merupakan terminal yang digunakan untuk melakukan kegiatan bongkar muat barang
yang berupa mobil. Dan kapal yang digunakan merupakan kapal khusus pengangkut mobil yang
memiliki rampdoor (pintu) sebagai alat bongkar muat dari dan/atau ke kapal.
car terminal

j) Terminal serbaguna (multipurpose);


Seperti namanya, terminal multipurpose merupakan terminal yang dapat digunakan untuk kegiatan
bongkar/muat dari dan/atau kekapal baik untuk general cargo, curah cair, curah kering, container,
dll. Sehingga pada terminal tersebut terdapat alat bongkar muat berbagai jenis sesuai jenis dan
kebutuhan untuk kegiatan bongkar muat.
Multipurpose

k) Fasilitas penampungan dan pengolahan limbah;


Fasilitas penampungan dan pengolahan limbah merupakan pusat pengelolaan limbah di pelabuhan
dan dalam kawasan Daerah Lingkungan Kerja (DLKr) dan Daerah Lingkungan Kepentingan (DLKp)
pelabuhan. Sesuai dengan ketentuan MARPOL 73/78 dan Surat Keputusan Direktorat Jenderal
Perhubungan Laut No.PK.101/1/4/DJPL-13 tanggal 28 Maret 2013 bahwa setiap pelabuhan harus
memiliki dan mulai mempersiapkan fasilitas penampungan limbah atau Reciption Facilities (RF).
reception facility

l) Fasilitas bunker;
Fasilitas bunker merupakan fasilitas yang disediakan untuk memberikan pelayanan pengisian bahan
bakar minyak (BBM) ke kapal. Pengisian BBM bisa menggunakan kapal untuk melakukan pengisian
pada kapal yang sedang berlabuh atau bisa menggunakan kendaraan darat seperti truck tanki
pengisi bahan bakar.
fasilitas bunker

m) Fasilitas pemadam kebakaran;


Fasilitas pemadam kebakaran juga dibutuhkan di pelabuhan bertujuan untuk melakukan
pemadaman kebakaran yang timbul d areal pelabuhan, baik kebakaran yang terjadi di daratan
maupun kebakaran di kapal yang berada di perairan.

n) Fasilitas gudang untuk Bahan/Barang Berbahaya dan Beracun (B3);


Gudang untuk bahan/barang berbahaya dan beracun digunakan untuk menampung sementara
muatan atau barang-barang yang menimbulkan bahaya kebakaran atau bahan-bahan zat kimia yang
dapat membahayakan lingkungan sekitar. Tempat penampungan muatan berbahaya harus
terlindung dan terpisah, dapat tertutup maupun terbuka tergantung dari jenis muatannya.

o) Fasilitas pemeliharaan dan perbaikan peralatan fasilitas pelabuhan dan Sarana Bantu Navigasi
Pelayaran (SBNP);
Sarana Bantu Navigasi Pelayaran (SBNP) adalah peralatan atau sistem yang berada di luar kapal yang
didesain dan dioperasikan untuk meningkatkan keselamatan dan efisiensi bernavigasi kapal
dan/atau lalu lintas kapal.

p) Fasilitas pokok lainnya sesuai perkembangan teknologi.

2) Fasilitas penunjang
a) Kawasan perkantoran;
Kawasan perkantoran dibutuhkan untuk mendukung kelancaran kegiatan kepelabuhanan baik dari
sektor kepemerintahan maupun dari sektor industri, dll.
b) Fasilitas pos dan telekomunikasi;

c) Fasilitas pariwisata dan perhotelan;

d) Instalasi air bersih, listrik, dan telekomunikasi;

e) Jaringan jalan dan rel kereta api;


Jaringan jalan dan rel kereta api sangat dibutuhkan dalam kelancaran arus keluar masuknya barang
dari dan ke pelabuhan.

f) Jaringan air limbah, drainase, dan sampah;


Fasilitas ini dibutuhkan untuk menjaga lokasi/areal pelabuhan tetap bersih dan terhindar dari
genangan air akibat hujan.

g) Areal pengembangan pelabuhan;


Areal ini sangat dibutuhkan untuk pengembangan pelabuhan pada sisi daratan yang akan datang
baik pengembangan pelabuhan jangka pendek (5 tahun), jangka menengah (10 tahun), dan jangka
panjang (20 tahun).

h) Tempat tunggu kendaraan bermotor;


Parkir perlu disediakan sesuai kebutuhan supaya tidak mengganggu arus lalu lintas lainnya karena
banyaknya kendaraan yang parkir sembarangan.

i) Kawasan perdagangan;

j) Kawasan industri;

k) Fasilitas umum lainnya antara lain tempat peribadatan, taman, tempat rekreasi, olahraga, jalur
hijau, dan kesehatan.

b. Peruntuk wilayah perairan


1. Fasilitas pokok
a) Alur-pelayaran;
Alur-pelayaran adalah bagian dari perairan yang alami maupun buatan yang digunakan sebagai
lintasan arus lalu lintas kapal dimana kedalaman, lebar, dan hambatan pelayaran lainnya dianggap
aman untuk dilayari.

b) Perairan tempat labuh;


Perairan tempat labuh merupakan tempat dimana kapal diam menunggu waktu merapat ke
dermaga.

c) Kolam pelabuhan untuk kebutuhan sandar dan olah gerak kapal;


Kolam pelabuhan adalah lokasi di perairan pelabuhan yang merupakan tempat kapal berlabuh dan
melakukan bongkar muat serta mengisi perbekalan dengan aman.

d) Perairan tempat alih muat kapal;


Perairan tempat alih muat kapal diperuntukan untuk mengalihkan muatan dari kapal besar ke kapal
yang lebih kecil atau sebaliknya. Alih muat kapal juga sering disebut sebagai ship to ship.

e) Perairan untuk kapal yang mengangkut Bahan/Barang Berbahaya dan Beracun (B3);
Perairan ini dikhususkan untuk kapal-kapal yang mengangkut barang-barang berbahaya dan
beracun.
f) Perairan untuk kegiatan karantina;
Perairan yang digunakan untuk kapal yang harus diperiksa lebih lanjut oleh petugas karantina
pelabuhan.

g) Parairan alur penghubung intrapelabuhan;

h) Perairan pandu;
Wilayah perairan yang karena kodisi perairannya mewajibkan dilakukan pemanduan kepada kapal
yang melayarinya.

i) Perairan untuk kapal pemerintah;

j) Terminal terapung.

2. Fasilitas penunjang
a) Perairan untuk pengembangan pelabuhan jangka panjang;
Perairan ini dibutuhkan agar perencanaan pengembangan perairan kedepannya dapat terlaksana,
perencanaan pengembangan dibagi mencadi 3 (tiga) tahap, jangka pendek (5 tahun), jangka
menengah (10 tahun) jangka panjang (20 tahun).

b) Perairan untuk fasilitas pembangunan dan pemeliharaan kapal;


Areal kapal ini digunakan untuk perbaikan kapal-kapal yang rusak ditempatkan diluar alur, sehingga
tidak mengganggu operasional pelabuhan.

c) Perairan tempat uji coba kapal (percobaan berlayar);


Areal perairan ini digunakan untuk kegiatan uji coba kapal yang telah selesai melakukan perbaikan.

d) Perairan tempat kapal mati;


Areal ini digunakan untuk menambatkan kapal-kapal mati yang kandas ditempatkan diluar alur
pelayaran sehinga tidak mengganggu operasional pelabuhan.

e) Perairan untuk keperluan darurat;


Areal ini dibutuhkan untuk kapal-kapal penolong untuk evakuasi, pemadam dan kegiatan
penyelamatan lainnya pada saat terjadi kecelakaan kapal.

f) Perairan untuk kegiatan kepariwisata dan perhotelan

Faktor

KAPAL
Kapal merupakan pengguna pelabuhan
Pelabuhan direncanakan sesuai dengan kapal yang akan berlabuh
Ukuran-ukuran fasilitas pelabuhan didasarkan pada ukuran kapal rencana.

JENIS PELABUHAN
1. Ditinjau dari segi penyelenggaraan
a. Pelabuhan umum : untuk kepentingan pelayaran
masyarakat umum.
b. Pelabuhan khusus : untuk kepentingan sendiri
guna menunjang kegiatan tertentu.
2. Ditinjau dari segi pengusahaannya
a. Pelabuhan yang diusahakan : sengaja diusahakan
agar diperoleh pendapatan (income) dari pelabuhan
tersebut
b. Pelabuhan yang tidak diusahakan : biasanya berupa
pelabuhan kecil yang disubsidi pemerintah.

3. Ditinjau dari fungsinya dalam perdagangan


a. Pelabuhan laut/samudera : bebas dimasuki kapal
berbendera asing
b. Pelabuhan pantai : tidak bebas disinggahi kapal
berbendera asing
4. Ditinjau dari segi penggunaannya :
a. Pelabuhan Ikan
b. Pelabuhan Minyak
c. Pelabuhan Barang
d. Pelabuhan Penumpang
e. Pelabuhan Campuran
f . Pelabuhan Militer

Pelabuhan Ikan
Pelabuhan Minyak Pelabuhan Barang Pelabuhan Militer
5. Ditinjau dari letak geografisnya
a. Pelabuhan Alam
b. Pelabuhan Buatan
c. Pelabuhan Semi Alam

Hub gelombang dengan angin


Angin adalah aliran udara dalam jumlah yang besar diakibatkan oleh rotasi bumi dan karena
adanya perbedaan tekanan udara. Angin bergerak dari tempat bertekanan udara tinggi ke
tempat bertekanan udara rendah. Pergerakan angin akan membuat terjadinya pergerakan pada
air laut. Tinggi rendahnya gelombang yang disebabkan oleh angin tergantung kecepatan dan
kekuatan angin yang mengenai permukaan laut tersebut.
Massa air permukaan selalu dalam keadaan bergerak, gerakan ini terutama ditimbulkan oleh
kekuatan angin yang bertiup melintasi permukaan air dan menghasilkan energi gelombang dan arus.

Gelombang yang disebabkan oleh angin

Angin yang bertiup di atas permukaan laut merupakan pembangkit utama gelombang. Bentuk
gelombang yang dihasilkan cenderung tidak menentu dan bergantung pada beberapa sifat
gelombang periode dan tinggi dimana gelombang dibentuk. Gelombang seperti ini disebut Sea.
Bentuk gelombang lain yang disebabkan oleh angin adalah gelombang yang bergerak dengan jarak
yang sangat jauh sehingga semakin jauh meninggalkan daerah pembangkitnya gelombang ini tidak
lagi dipengaruhi oleh angin. Gelombang ini akan lebih teratur dan jarak yang ditempuh selama
pergerakannya dapat mencapai ribuan mil. Jenis gelombang ini disebut Swell.

Tinggi gelombang rata-rata yang dihasilkan oleh angin merupakan fungsi dari kecepatan angin,
waktu dimana angin bertiup, dan jarak dimana angin bertiup tanpa rintangan.Umumnya semakin
kencang angin bertiup semakin besar gelombang yang terbentuk dan pergerakan gelombang
mempunyai kecepatan yang tinggi sesuai dengan panjang gelombang yang besar. Gelombang yang
terbentuk dengan cara ini umumnya mempunyai puncak yang kurang curam jika dibandingkan
dengan tipe gelombang yang dibangkitkan dengan angin yang berkecepan kecil atau lemah. Saat
angin mulai bertiup, tinggi gelombang, kecepatan, panjang gelombang seluruhnya cenderung
berkembang dan meningkat sesuai dengan meningkatnya waktu peniupan berlangsung (Hutabarat
dan Evans, 1984).
Pemecah Gelombang

pemecah gelombang atau dikenal sebagai pemecah ombak atau bahasa inggris
breakwater adalah prasarana yang dibangun untuk memecahkan
ombak/gelombang,dengan menyerap sebagian energi gelombang. pemecah
gelombang digunakan untuk mengendalikan abrasi yang menggerus garis pantai.
dan untuk menenangkan gelombang di pelabuhan sehingga kapal dapat merapat di
pelabuhan dengan lebih mudah dan cepat.
Pemecah gelombang harus di desain sedemikian sehingga arus laut tidak
menyebabkan pendangkalan karena pasir yang ikut dalam arus mengendap di
kolam pelabuhan. bila hal ini terjadi maka pelabuhan perlu dikeruk secara
reguler.

Pemecah gelombang (breakwater) adalah bangunan yang digunakan untuk


melindungi daerah perairan pelabuhan dari gangguan gelombang. Bangunan ini
memisahkan daerah perairan dari laut lepas, sehingga perairan pelabuhan tidak
banyak dipengaruhi oleh gelombang besar di laut. Daerah perairan dihubungkan
dengan laut oleh mulut pelabuhan dengan lebar tertentu dimana kapal keluar masuk
melalui celah tersebut.

Sebenarnya breakwater atau pemecah gelombang dapat dibedakan menjadi dua


macam yaitu pemecah gelombang “sambung pantai” dan “lepas pantai”. Tipe pertama
banyak digunakan pada perlindungan perairan pelabuhan, sedangkan tipe kedua
untuk perlindungan pantai terhadap erosi. Secara umum kondisi perencanaan kedua
tipe adalah sama, hanya pada tipe pertama perlu ditinjau karakteristik gelombang di
beberapa lokasi di sepanjang pemecah gelombang, seperti halnya pada
perencanaan jetty.

Breakwater atau dalam hal ini pemecah gelombang lepas pantai adalah bangunan
yang dibuat sejajar pantai dan berada pada jarak tertentu dari garis pantai. Pemecah
gelombang dibangun sebagai salah satu bentuk perlindungan pantai terhadap erosi
dengan menghancurkan energi gelombang sebelum sampai ke pantai, sehingga
terjadi endapan dibelakang bangunan. Endapan ini dapat menghalangi transport
sedimen sepanjang pantai.
Secara umum Breakwater pada pelabuhan memiliki beberapa fungsi pokok yaitu :

 Berfungsi sebagai pelindungi kolam perairan pelabuhan yang terletak


dibelakangnya dari serangan gelombang yang dapat mengakibatkan terganggunya
aktivitas di perairan pelabuan baik pada saat pasang, badai maupun peristiwa alam
lainya di laut.
 Gelombang yang menjalar mengenai suatu bangunan peredam gelombang
sebagian energinya akan dipantulkan (Refleksi), sebagian diteruskan (Transmisi) dan
sebagian dihancurkan (Dissipasi) melalui pecahnya gelombang, kekentalan fluida,
gesekan dasar dan lain-lainnya.
 Pembagian besarnya energi gelombang yang dipantulkan, dihancurkan dan
diteruskan tergantung karakteristik gelombang datang (periode, tinggi, kedalaman
air), tipe bangunan peredam gelombang dan geometrik bangunan peredam
(kemiringan, elevasi, dan puncak bangunan).
 Berkurangnya energi gelombang di daerah terlindung akan mengurangi
pengiriman sedimen di daerah tersebut. Maka pengiriman sedimen sepanjang pantai
yang berasal dari daerah di sekitarnya akan diendapkan dibelakang bangunan. Pantai
di belakang struktur akan stabil dengan terbentuknya endapan sediment tersebut.

FAKTOR-FAKTOR PERENCANAAN BREAKWATER

Hal-hal yang harus diperhatikan dalam perencanaan Breakwater:


1. Ukuran dan layout pelabuhan.
2. Bahan breakwater
3. Kedalaman perairan
4. Kondisi tanah dasar laut
5. Besar dan arah gelombang
6. Pasang surut.

Anda mungkin juga menyukai