Anda di halaman 1dari 33

MENGENAL DAN MEMAHAMI

TAKSONOMI BERBAGAI JENIS TERNAK


ERSAN SULASTIO P

C31181050

Gol. B

Politeknik Negeri Jember

Jl. Mastrip PO BOX 164 68101 Jember, Jawa Timur

Tahun Pembelajaran 2018-2019


DAFTAR ISI

Halaman Judul ....................................................................................................... i

Daftar isi ................................................................................................................. ii

BAB I Pendahuluan.............................................................................................. 1

1.1. Latar Belakang dan Rumusan Masalah….….……….……………...

1.1.1. Latar Belakang .…………………………………………...

1.1.2. Rumusan Masalah………………………………………….

1.2. Tujuan dan Manfaat Penulisan ……....………………………….......

1.2.1. Tujuan Penulisan ………….……… ...................................

1.2.2. Manfaat Penulisan …………………….……… ................

1.3. Ruang lingkup …………………………………...………...............

1.4. Studi Literatur ……………………………………...… ...................

BAB II Pembahasan ……………………………………………………..….........

2.1. Struktur taksonomi hewan ternak .................................…................

2.1.1. Struktur taksonomi hewan ternak sapi..........………....

2.1.2. Struktur taksonomi hewan ternak domba …..……….

2.1.3. Struktur taksonomi hewan ternak kambing....……….

2.1.4. Struktur taksonomi hewan ternak ayam .....................

2.1.5. Struktur taksonomi hewan ternak itik .................

ii
BAB III Penutup ……………………………………...…………..………….

3.1. Kesimpulan………………………………………………........

3.2. Saran……...………………………………………………..….

Daftar Pustaka……………………………………………………………............

iii
BAB I

PENDAHULUAN

1.1. LATAR BELAKANG DAN RUMUSAN MASALAH

1.1.1. Latar Belakang

Klasifikasi atau Taksonomi adalah pengelompokan aneka

jenis hewan atau tumbuhan ke dalam kelompok tertentu.

Pengelompokan ini disusun secara runtut sesuai dengan

tingkatannya (hierarkinya), yaitu mulai dari yang lebih kecil

tingkatannya hingga ke tingkatan yang lebih besar. Ilmu yang

mempelajari prinsip dan cara klasifikasi makhluk hidup disebut

taksonomi atau sistematik.

Prinsip dan cara mengelompokkan makhluk hidup menurut ilmu

taksonomi adalah dengan membentuk takson. Takson adalah

kelompok makhluk hidup yang anggotanya memiliki banyak

persamaan ciri. Takson dibentuk dengan jalan mencandra objek atau

makhluk hidup yang diteliti dengan mencari persamaan ciri maupun

perbedaan yang dapat diamati. Namun masih banyak orang yang

belum mengerti apa itu taksonomi dan bangsa ternak maka dari itu

penulisan ini bertujuan agar kita dapat mengerti mengenai apa itu

taksonomi berbagai jenis ternak.

1
1.1.2. Rumusan Masalah

1. Bagaimana struktur taksonomi hewan ternak ?

2. Apa yang di maksud taksonomi hewan ternak ?

3. Apa saja pengelompokan hewan ternak berdasarkan bangsa,

varites, dan strain ?

4. Apa saja genus dan species dari berbagai jenis ternak ?

1.2. TUJUAN DAN MANFAAT PENULISAN

1.2.1. Tujuan Penulisan

1. Mengetahui bagaimana struktur taksonomi hewan ternak

2. Mengerti apa yang di maksud taksonomi hewan ternak

3. Mengetahui apa saja pengelompokan hewan ternak berdasarkan

bangsa, varites, dan strain

4. Mengetahui Apa saja genus dan species dari berbagai jenis

ternak dan kita dapat mengetahui sejarah klasifikasi dari

berbagai jenis ternak

1.2.2. Manfaat Penulisan

Maanfaat dari penulisan adalah kita dapat mengerti dan

memahami setruktur taksonomi berbagai jenis ternak dan kita dapat

mengenal genus dan species berbagai jenis ternak serta mengetahui

pengelompokan ternak berdasarakan bangsa, varites, dan strain

2
1.3. RUANG LINGKUP

Berpusat pada pengenalan setruktur taksonomi berbagai jenis ternak

terutama mengenal genus dan species berbagai jenis ternak serta

mengetahui pengelompokan ternak

1.4. STUDI LITERATUR

Studi literatur berasal dari pembelajaran di lapangan prodi D3-

produksi ternak dan buku-buku mengenai ilmu tilik ternak serta sumber

dari media online

1.5. SUMBER DATA

Tim Imu Tilik Ternak. 2018. Peternakan.Ilmu Tilik Ternak. Politeknik

Negeri Jember

https://id.wikipedia.org/wiki/Domba

http://repository.uin-suska.ac.id/5312/3/BAB%20II.pdf

https://www.klasifikasi.id/hewan-ternak/

https://pengertian-taksonomi-atau klasifikasi-makhluk-hidup/

http://kelasbiologi.com/klasifikasi-ayam-gallus-gallus/

3
BAB II

PEMBAHASAN

2.1. Bagaimana struktur taksonomi hewan ternak ?

2.1.1. Struktur taksonomi hewan ternak Sapi

Sapi adalah salah satu jenis ternak yang cukup dikenal

oleh masyarakat luas. Beternak sapi mempunyai beberapa manfaat

dan merupakan suatu usaha yang mempunyai prospek yang cukup

menjanjikan. Sapi juga merupakan ternak yang paling berperan

dalam memenuhi kebutuhan sumber protein hewani yaitu sebagai

penghasil daging dan sebagai penghasil air susu. Sapi berasal dari

famili Bovidae. seperti halnya bison, banteng, kerbau (Bubalus),

kerbau Afrika (Syncherus), dan anoa.

Domestikasi sapi mulai dilakukan sekitar 400 tahun SM.

Sapi diperkirakan berasal dari Asia Tengah, kemudian menyebar ke

Eropa, Afrika dan seluruh wilayah Asia. Menjelang akhir abad ke-

19, sapi Ongole dari India dimasukkan ke pulau Sumba dan sejak

saat itu pulau tersebut dijadikan tempat pembiakan sapi Ongole

murni.

4
Klasifikasi

Secara garis besar, bangsa-bangsa sapi (Bos) yang terdapat

di dunia ada dua, yaitu (1) kelompok sapi Zebu (Bos indicus) atau

jenis sapi yang berpunuk, yang berasal dan tersebar di daerah tropis

serta (2) kelompok Bos primigenius sapi tanpa punuk, yang tersebar

di daerah sub tropis atau dikenal Bos Taurus.

Seiring perkembangan tehnologi sampai sekarang

diperkirakan terdapat lebih dari 300 bangsa sapi potong. Semua sapi

domestik berasal dari Bos taurus dan Bos indicus. Keluarga baru

yang termasuk semua tipe sapi domestik dan famili Bovidae.

Taksonomi hewan ternak sapi :

Kingdom : Animalia

Phyllum : Chordata

Class : Mamalia

Sub Class : mammalia

Ordo : Artiodactyla

Sub Ordo : Ruminansia

Familia : Bovinae

Genus : Bos

Species : Bos taurus dan Bos indicus

5
Sapi Potong di Indonesia

Sapi Bali

Merupakan sapi keturunan bos sondaicus (bos banteng) yang berhasil dijinakkan dan
mengalami perkembangan pesat di pulau Bali. Sapi Bali asli mempunyai bentuk dan
karakteristik sama dengan banteng, kecuali ukurannya relatif kecil karena pengaruh
penjinakan. Termasuk sapi tipe dwiguna (kerja dan potong). Ciri-ciri karakteristiknya
antara lain: warna bulu pada waktu pedet berwarna sawo matang dan kemerahan,
sedang pada sapi betina dan jantan dewasa menjadi berwarna hitam; berat badan untuk
jantan 400 kg, sedang pada sapi betina 350 kg; bertanduk; mempunyai bercak putih pada
pantat (bentuk setengah lingkaran); bibir bawah tepi dan bagian dalam telinga serta
keempat kakinya mulai dari tarsus dan carsus kebawah sampai kuku berwarna putih dan
pada pinggiran punggung terdapat garis hitam.

Sapi Ongole

Merupakan sapi keturunan bos indicus yang berhasil dijinakkan di India. Sapi Ongole
masuk ke Indonesia abad ke-19 dan dikembangkan cukup baik di pulau Sumba, sehingga
lebih dikenal dengan Sapi Sumba Ongole. Karakteristik Sapi Ongole adalah punuk besar
dan kulit longgar dangan banyak lipatan dibagian bawah leher dan pantat, telinga
panjanng serta menggantung, tempramen tenang dengan mata besar, tanduk pendek
dan hampir tidak terlihat, warna bulu umumnya putih kusam atau agak kehitam-hitaman
dan warna kulit kuning.

Sapi Madura

Merupakan sapi keturunan perkawinan silang antara bos indicus dan bos sondaicus.
Karakteristik sapi madura adalah punuk yang kecil diwarisi dari bos indicus dan warna
kulit coklat atau merah bata diwarisi dari bos sondaicus, pada kepalanya terdapat tanduk
melengkung ke depan dengan melingkar bulat sabit.

Sapi Brahman

merupakan sapi keturunan bos indicus yang beerhasil dijinakkan di India, Tetapi
mengalami perkembangan pesat di Amerika Serikat. Sapi ini adalah hasil campuran darah
3 bangsa sapi madura yaitu bangsa bir,buzerat, dan nellose. Sapi ini bertanduk dan
warnanya brrvariasi mulai dari abu-abu muda, totol-totol, sampai hitam, terdapat punuk
pada punggung di belakang kepala, yang merupakan kelanjutan daari otot-otot pundak,
dengan telinga yang berpendulous panjang, serta adanya pendulous yang longgar
sepanjang leher. Sapi Brahman memiliki sifat yang khas yaitu ketahanannya terhadap

6
kondisi tatalaksana yang sangat minimal, toleransi terhadap panas, kemampuannya
untuk mengasuh anak, daya tahan terhadap kondisi yang jelek seperti penyakit dan
parasit. Berat badan betina dewasa mencapai 585 kg sedangkan jantan dewasa mencapai
900 kg atau bahkan lebih.

Sapi limosin

Sapi pedaging ini mempunyai ciri-ciri khusus dengan bulu berwarna coklat. Sapi limosin
ini awalnya ditemukan dan dikembang biakkan di Perancis, kemudian diekspor ke seluruh
dunia karena ukurannya yang sangat besar dan mampu menghasilkan daging lebih
banyak.

Sapi limosin mempunyai ciri khas tersendiri yang membedakannya dari sapi lainnya.

1.Tinggi sapi limosin sanggup mencapai 1,5 meter

2.Bulu sangat tebal dan menutupi seluruh tubuh karena hidup di daerah sub tropis

3.Warna sapi biasanya kuning atau merah keemasan

4.Tanduk sapi limosin biasanya berwarna lebih cerah dari pada warna bulu.

5.Bobot sapi limosin betina mampu mencapai 575 kg

6.Sedangkan untuk sapi jantan bisa dua kali dari sapi betina dengan 1100 kg

Sapi limosin ini mempunyai beberapa kelebihan jika dibandingkan dengan sapi lokal dari
Indonesia. Sapi limosin mampu tumbuh lebih cepat dari pada sapi lokal, jadi sapi limosin
akan mempunyai ukuran tubuh lebih besar dan lebih cepat siap panen daripada sapi
lokal.

Sapi Angus

Berasal dari Skotlandia Timur kemudian disilangkan dengan sapi longhorn guna
meningkatkan produksi sapi daging. Warnanya hitam, tidak bertanduk dan ini dianggap
sebagai salah satu sifatnya yang penting. Pejantannya dapat mencapai berat badan 850
kg, sedangkan betinanya dapat mencapai berat badan 675 kg. Sifat-sifat yang menonjol
dan mempunyai arti penting adalah ketahanan terhadap hawa dingin, kemampuan
memelihara anak dan menyusui, masak dini, tidak banyak kesulitan kelahirkan, fertilitas
tinggi dan salah satu sifatnya yang paling penting adalah kualitas karkas yang istimewa
dengan tulang-tulang yang kecil, perdagingan yang baik serta persentase lemak yang
rendah akan penutup.

7
Sapi Penghasil susu di Indonesia

Sapi friesian holstein (FH)

Sapi perah Friesian Holstein (FH) atau disebut juga Sapi Fries Hollands dikenal sebagai
sapi perah berkemampuan produksi susu tinggi yang berasal dari dataran Eropa tepatnya
dari Provinsi North Holland dan West Friesland negeri Belanda yang memiliki temperatur
lingkungan kurang dari 220C. Menurut sejarahnya, nenek moyang bangsa sapi Fries
Hollands berasal dari Bos taurus. Sapi perah Friesian Holstein (FH) masuk ke Indonesia
dibawa oleh Hindia Belanda pada tahun 1891-1893 dengan tujuan untuk meningkatkan
kualitas sapi perah lokal. Sapi perah Friesian Holstein (FH) murni telah ada di Jawa Barat
sejak tahun 1900, tepatnya di daerah Cisarua dan Lembang. Dari kedua daerah inilah sapi
perah Friesian Holstein (FH) kemudian menyebar ke beberapa daerah di Jawa Barat.

Sapi

KARAKTERISTIK SAPI PERAH FH (FRIESIAN HOLSTEIN)

Ciri-ciri sapi Friesian Holstein (FH) yang baik adalah memiliki tubuh luas ke belakang,
sistem dan bentuk perambingan baik, puting simetris, dan efisiensi pakan tinggi yang
dialihkan menjadi produksi susu (Blakely dan Bade, 1998), sedangkan menurut AAK
(1995), sapi Friesian Holstein (FH) memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

1. Warna bulu hitam dengan bercak putih;

2. Terdapat warna putih berbentuk segitiga di daerah dahi;

3. Tanduk pendek dan menjurus ke depan;

4. Dada, perut bagian bawah, dan ekor berwarna putih;

5. Ambing besar;

6. Tenang dan jinak sehingga mudah dikuasai;

7. Tidak tahan panas;

8. Kepala besar dan sempit.

8
2.1.2. Struktur taksonomi hewan ternak domba

Domba (Ovis) adalah ruminansia dengan rambut tebal dan

dikenal orang banyak karena dipelihara untuk dimanfaatkan rambut

(disebut wol), daging, dan susunya. Namun, domba berbeda dengan

Biri Biri. Yang paling dikenal orang adalah domba peliharaan (Ovis

aries), Domba berbeda dengan kambing.

Taksonomi hewan ternak Domba :

Kingdom: Animalia

Filum: Chordata

Kelas: Mammalia

Ordo: Artiodactyla

Famili: Bovidae

Subfamili: Caprinae

Genus: Ovis

Spesies: O. aries

Domba termasuk dalam sub family Caprinae dan family Bovidae.

Genus Ovis mencakup semua jenis domba, sedangkan domba

domestikasi termasuk ke dalam spesies Ovis aries. Selanjutnya

9
dikemukakan pula bahwa terdapat 7 jenis domba liar yang berbeda

terbagi ke dalam 40 macam varietas yang berbeda. Spesies domba yang

telah mengalami domestikasi meliputi domba Argali (Ovis ammon)

berasal dari Asia tengah, domba Urial (Ovis Vignei) juga berasal dari

Asia, sedangkan domba Moufflon (Ovis Musimon) berasal dari Asia

Kecil dan Eropa. Paling tidak ada tujuh spesies domba:

 Argali, Ovis ammon

 Domba peliharaan, Ovis aries

 Bighorn Sheep, Ovis canadensis

 Thinhorn Sheep, Ovis dalli

 Mouflon, Ovis musimon

 Domba salju, Ovis nivicola

 Urial, Ovis orientalis

Banyaknya ras domba membuat orang biasa membagi berdasarkan

kemanfaatannya:

1. domba penghasil wol

2. domba pedaging

Domba southdown tergolong jenis domba dengan tingkat produksi daging yang baik.
Ia terbilang unggul dalam menghasilkan karkas daging domba yang banyak meski
diternakkan di rumah peterakan yang panas, namun domba southdown juga dapat
beradaptasi dengan berbagai iklim termasuk iklim yang basah. Bobot dewasa domba
southdown jantan antara 86-104 kg, sementara betinanya berkisar antara 59-81 kg.

10
Tak hanya itu, keunggulan lain domba ini juga sangat baik diternak sebagai domba
penghasil bulu wol. Bulu yang dihasilkan oleh domba southdown betina dewasa
adalah antara 2,25 sampai 3,6 kg dengan hasil wol 40-55%.

Nah, bagi Anda yang tertarik beternak domba southdown ini, berikut uraian ciri-
cirinya:

 Domba southdown rerata memiliki tubuh kecil, lebar dan bentuknya relatif bulat.
 Ia berdaging padat dan memiliki kaki yang pendek.
 Bergaris punggung lurus, serta memiliki ukuran leher yang pendek dan tebal.
 Domba ini memiliki telinga pendek dengan ujung yang bula

3. domba penghasil wol sekaligus pedaging

2.1.3. Struktur taksonomi hewan ternak kambing

Kambing adalah ternak yang pertama kali

didomestikasi Produksi yang dihasilkan dari ternak kambing yaitu

daging, susu, kulit, bulu, dan kotoran sebagai pupuk yang sangat

bermanfaat.

Taksonomi hewan ternak kambing :

11
Kingdom : Animalia

Phyllum : Chordata

Class : Mammalia

Ordo : Artiodactyla

Familia : Bovidae

Subfamili : Caprinae

Genus : Capra

Species : Capra hircus

Jenis jenis kambing di indoensia adalah :

2.2.Kambing etawa

Adalah kambing yang di datangkan dari india yang juga di sebut

kambing Jamnapari. Tinggi kambing jantan 127cm dengan bobot

91kg dan betina memiliki tinggi 92cm dengan bobot 63kg.

Telinganya opanjang dan terkulai ke bawah, dahi dan hidungnya

cembung. Baik jantan maupun betina bertanduk pendek. Kambing

jenis ini mampu menghasilkan susu hingga 3Liter/hari.

Keturunan silang kambing etawa dengan kambing lokal di kenal

dengan kambing “peternakan etawa” atau “PE” kambung PE

berukuran hampir sama dengan etawa namun lebih adaptif terhadap

lingkungan lokal indoensia.

2.3.Kambing kejobong

12
Kambing yang merupakan ras kekayaan sumber genetik ternak

lokal. Kambing yang di kembangkan di kabupaten purbalingga ini

memiliki ciri khas yang unik dan membedakan dengan kambing

jenis lainya

Ukuran tubuh kejobong lokal secara umum lebih besar di

bandingkan ukuran ukuran tubuh kambing kacang namun di bawah

ukuran ukuran tubuh kambing Peternakan Etawa (PE)

2.4.kambing jawarandu

memiliki nama lain Bilgon, Gumbolo, Koplo,

dan Kacukan. Merupakan hasil persilangan

dengan kambing kacang, secara fisik kambing kacang lebih

dominan

ciri ciri kambing jawa randu :

 warna bulu hitam, putih, coklat, atau kombinasi dari ketiga

warna

 punggung melengkuk kebawah

 bertanduk

 cuping atau telinga lebar dan

menggantung

 bobot jantan dewasa dapat mencapai

lebih dari 40kg dan betina di bawah 40kg

13
2.5.kambing PE

Keturunan silang kambing etawa dengan kambing lokal di kenal

dengan kambing “peternakan etawa” atau “PE” kambung PE

berukuran hampir sama dengan etawa namun lebih adaptif terhadap

lingkungan lokal indoensia.

2.6.kambing kacang

merupakan salah satu ra unggul yang pertama kali di kembangkan

di indonesia saat ini tersebar banyak di seluruh wilayah indonesia.

Kambing kacang meupakan kambing dengan

tipe pedaging

ciri ciri bentuk kambing kacang :

 bentuk tubuh kecil kepala ringan dan

kecil

 memiliki warna bulu putih, hitam, coklat, atau campuran

dari ketiganya

 telinga tegak dan pendek dengan bulu

halus

 memiliki bentuk tubuh ideal

 berat badan kambing kacang dewasa

24-30kg

14
 ciri yang mencolok adalah dagu serta bagian leher memiliki

bulu bulu yang panjang

 untuk jantan dan betina memiliki dua tanduk kecil.

2.1.4. Setruktur taksonomi hewan ternak ayam

Ayam merupakan hewan unggas yang dominan di setiap keperluan

konsumsi terutama telur ayam maka dari itu terdapat sistem

pengelompokan jenis-jenis ternak berdasarkan persamaan-persamaan dan

perbedaan-perbedaan karakteristik pada ternak ayam. Klasifikasi dapat

dilakukan berdasarkan 3 cara, yaitu:

1. taksonomi zoologi

2. buku The American Standar of Perfection

3. tujuan pemeliharaan ayam atau tipe ayam

Taksonomi hewan ternak Ayam :

Kingdom : Animalia

Phyllum : Chordata

Class : Aves

Ordo : Galiformes

Family : Pasianidae

Genus : Gallus

15
Species : G. g. gallus

Sub Species : G. g. domesticus

Klasifikasi standar

Klasifikasi standar adalah pengelompokan jenis-jenis ayam berdasarkan

buku yang di terbitkan oleh perhimpunan peternak unggas Amerika

Serikat yaitu The American Standar of Perfection.

a. Kelas

Kelas adalah pengelompokan ayam berdasarkan asal daerahnya

2.2. Kelas Inggris

adalah sekelompok ayam yang di bentuk dan di kembangkan di

Inggris, diantaranya sussex, cornish, orpington, australorp ,dan

dorking. Karakteristik kelas inggris adalah:

- Bentuk tubuh besar

- Cuping berwarna merah

- Kulit putih

- Kerabang telur coklat kekunigan

- Bulu merapat ke tubuh

- Termasuk tipe pedaging

2.3. Kelas amerika

16
adalah sekelompok ayan yang di bentuk dan di kembangkan di

Amerika Serikat, diantaranya plymounth rock, wyandotte, rhode

island red, new hampshire dan jersey. Karakteristik Kelas Amerika

adalah:

- Bentuk tubuh sedang

- Cuping telinga berwarna merah

- Bulu mengembang

- Kulit berwarna putih

- Kulit telur berwarna cokelat

- Cakar tidak berbulu

- Terkenal sebagai tipe dwiguna

3. Kelas Meditarannia atau Laut Tengah

atau Lenghron

adalah sekelompok ayam yang dibentuk

dan dikembangkan di sekitar negara dan

pulau di Laut Tengah ,seperti spanyol dan

Italia, diantaranya leghorn, ancona, spanish, minorca, dan andalusia.

Karakteristik Kelas Meditarannia adalah:

- Bentuk tubuh ramping

- Bulu mengembang

- Cuping telinga berwarna merah

- Kulit berwarna putih

17
- Warna kerabang telur putih

- Merupakan tipe petelur

2.4. Kelas Asia

adalah sekelompok ayam yang di kembangkan dan dibentuk di

wilayah Asia, contohnya langshan dan cochin china. Karakteristik

ayam kelas Asia adalah :

- Bentuk tubuh besar

- Bulu merapat ke tubuh

- Cuping berwarna merah

- Warna kerabang telur beragam

- Cakar bebulu

- Kulit berwarna putih sampai gelap

- Merupakan tipe pedaging

b. Bangsa

Contohnya, pada kelas Inggris terdapat bangsa ayam sussex,

orpington, dan cornish.

c. Varietas

Varietas adalah pengelompokan ayam dalam suatu bangsa

berdasarkan perbedaan warna bulu dan jengger. Contohnya

white leghorn ,brown leghorn , white plymouth rock dan barred

plymouth rock.

18
d. Strain

Strain adalah sekelompok ayam yang dihasilkan oleh breeder

farm melalui pemuliabiakan untuk tujuan ekonomis tertentu.

Contohnya Strain ayam petelur

hyline, harco dan arbon acress.

Sementara strain ayam pedaging

diantaranya CP707, starbro dan

hybro.

3. Klasifikasi berdasarkan tipe

a. Tipe Petelur

Ayam tipe petelur memiliki karateristik :

- Bersifat nerrvous atau mudah terkejut

- Bentuk tubuh ramping

- Cuping telinga berwarna putih

- Kerabang telur putih

- Produksi telur tinggi (200 butir/ekor/tahun)

- Efisien dalam penggunaan ransum untuk

membentuk telur

- Tidak memiliki sifat mengeram

b. Tipe Pedaging

Ayam tipe pedaging memiliki karakteristik :

19
- Bersifat tenang

- Bentuk tubuh besar

- Pertumbuhan cepat

- Bulu merapat ke tubuh

- Kulit putih

- Produksi telur rendah

c. Tipe Dwiguna

Ayam tipe dwiguna memiliki karakteristik :

- Bersifat tenang

- bentuk tubuh sedang

- produksi telur sedang

- pertumbuhan sedang

- kulit berwarna cokelat

4. Klasifikasi ayam di Indonesia

Klasifikasi ayan di Indonesia dapat di dasarkan pada pembentukan

ayam;

a. Ayam Ras, adalah jenis ayam dari luar negeri yang besifat unggul

sesuai dengan tujuan pemeliharaan karena telah mengalami

perbaikan mutu genetis . jenis ayan ini ada dua tipe, tipe pedaging

dan petelur .

b. Ayam Lokal (Buras/Bukan Ras) adalah jenis ayam asli indonesia ,

masih alami dan belum banyak mengalami perbaikan mutu genetis.

20
Ayam lokal di sebut juga ayam bukan ras (buras), untuk

membedakan dengan ayam ras.

2.1.5. Struktur taksonomi hewan ternak itik

Itik dikenal juga dengan istilah Bebek. Itik pada awalnya

berasal dari Amerika Utara merupakan itik liar ( Anasmoscha) atau Wild

mallard. Terus menerus dijinakkan oleh manusia hingga jadilah itik yang

diperlihara sekarang yang disebut Anas domesticus (itik ternak).

Taksonomi hewan ternak Itik :

Kingdom : Animalia

Phyllum : Chordata

Class : Aves

Ordo : Anseriformes

Familia : Anatidae

Genus : Anas / Cairia

Species : Anas platyhynchos ; Claira moschata

Sub Species : A. p. domesticus

Menurut tipenya, itik dapat dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu:

1. Itik Tipe Petelur yaitu itik yang memiliki karakteristik ekonomi sebagai

penghasil telur yang baik.

21
2. Itik Tipe Pedaging yaitu itik yang memiliki karakteristik ekonomi

sebagai penghasil daging yang baik.

3. Itik Tipe Dwiguna yaitu itik yang dipelihara untuk diambil daging dan

telurnya.

ENTOK

Entok (C. muscovy) adalah unggas yang termasuk jenis bebek,

banyak nama yang diberikan untuk bebek ini diantaranya: entok (jawa),

serati (sumatera), entong, bebek basur dan dalam bahasa Indonesia disebut

Itik Manila. Ciri-ciri fisik bebek entok ini diantaranya bulu badan hitam

kilau kebiruan biasanya bahagian leher berbulu putih dengan warna kulit

siekitar mata berwarna merah tua, bebek entok lebih besar dari bebek lain

seperti itik petelur, selain itu bebek entok ini mampu terbang lebih jauh

dari bebek jenis lain.

Taksonomi Entok:

Kingdom : Animalia

22
Phyllum : Chordata

Class : Aves

Sub Class : Neorinthes

Ordo : Anseriformes

Familia : Anatidae

Genus : Cairina

Species : C. moschata

Entok dipelihara untuk diambil dagingnya (entok pedaging/ potong).

Entok cocok dipelihara di seluruh wilayah Indonesia.

PUYUH

Puyuh yang dalam bahasa asing disebut “Quail” merupakan jenis burung

yang tidak dapat terbang, ukuran tubuh relatif kecil dan berkaki pendek.

Burung Puyuh termasuk dalam golongan aneka ternak hasil domestikasi,

yang semula bersifat liar kemudian diadaptasikan menjadi hewan yang

23
dapat diternakkan. Burung Puyuh pertama kali diternakkan di Amerika

Serikat tahun 1870 dan terus dikembangkan ke berbagai penjuru dunia.

Taksonomi Puyuh:

Kingdom : Animali

Phyllum : Chordata

Class : Aves

Ordo : Galliformes

Familia : Phasianidae

Genus : Cortunix

Species : Cortunix-Cortunix Japonica

Pada saat ini kita baru mengenal beberapa jenis burung puyuh yang kita

pelihara untuk diambil telur maupun dagingnya. Sebenarnya banyak

jenis puyuh yang tersebar di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Tetapi,

tidak semua puyuh tersebut dapat dimanfaatkan sebagai penghasil

pangan.

ANGSA

24
Angsa adalah burung air berukuran besar dari genus Cygnus family

Anatidae yang dapat terbang. Spesies terbesar dari angsa, yaitu Angsa

Putih, Angsa Trompet, dan Angsa Whooper dapat mencapai panjang 60

inci dan berat 50 pound. Bentangan sayap mereka dapat mencapai

panjang tiga meter.

Taksonomi Angsa:

Kingdom : Animalia

Phyllum : Chordata

Class : Aves

Ordo : Anseriformes

Familia : Anatidae

Genus : Olor

Species : O. Colombianus

Angsa berfungsi sebagai unggas air hias, unggas pedaging, penjaga

rumah dan pembasmi tanaman pengganggu di perkebunan maupun di

25
halaman. Karena fungsi-fungsi tersebut angsa banyak dipelihara. Tetapi

di Indonesia jarang memanfaatkan daging angsa untuk konsumsi

keluarga, disebabkan karena tidak tega untuk memotong angsa yang

banyak fungsinya itu. Inilah sebabnya angsa tidak berkembang di

Indonesia sebagai unggas pedaging komersial.

KALKUN

Kalkun atau ayam kalkun adalah sebutan untuk dua spesies burung

berukuran besar dari ordo Galliformes genus Meleagris. Kalkun betina

lebih kecil dan warna bulu kurang berwarna-warni dibandingkan kalkun

jantan. Sewaktu berada di alam bebas, kalkun mudah dikenali dari

rentang sayapnya yang mencapai 1,5-1,8 meter. Spesies kalkun asal

Amerika Utara disebut M. gallopavo sedangkan kalkun asal Amerika

Tengah disebut M. ocellata.

Kalkun hasil domestikasi yang diternakkan untuk diambil dagingnya

berasal dari spesies M. gallopavo yang juga dikenal sebagai kalkun liar

(Wild Turkey). Sedangkan spesies M. ocellata kemungkinan adalah hasil

26
domestikasi suku Maya. Ada orang yang berpendapat kalkun yang

diternakkan untuk diambil dagingnya berasal dari kalkun suku Maya.

Alasannya kalkun suku Maya lebih penurut dari kalkun liar asal

Amerika Utara, tapi teori ini tidak didukung bukti morfologis. Kalkun

hasil domestikasi mempunyai pial (bagian bergelambir di bawah paruh)

sebagai bukti bahwa kalkun negeri berasal dari kalkun liar M. gallopavo.

Kalkun M. ocellata yang dipelihara orang Maya tidak memiliki pial.

Taksonomi Kalkun :

Kingdom : Animalia

Phyllum : Chordata

Class : Aves

Ordo : Galliformes

Familia : Phasianidae

Subfamil : Maleagridinae

Genus : Maleagris

Species : M. Gallopavo ; M. ocellata

MERPATI

27
Merpati termasuk dalam famili Columbidae dari ordo Columbiformes,

yang mencakup sekitar 300 spesies burung kerabat pekicau. Merpati

adalah burung berbadan gempal dengan leher pendek dan paruh ramping

pendek dengan cere berair.

Taksonomi Merpati:

Kingdom : Animalia

Phyllum : Chordata

Class : Aves

Ordo : Coloumbiformes

Familia : Columbidae

Genus : Columba

Species : C. rupestris

BAB III

28
PENUTUP

3.1. Simpulan

Klasifikasi atau Taksonomi adalah pengelompokan aneka jenis

hewan atau tumbuhan ke dalam kelompok tertentu. Pengelompokan ini

disusun secara runtut sesuai dengan tingkatannya (hierarkinya), yaitu

mulai dari yang lebih kecil tingkatannya hingga ke tingkatan yang lebih

besar. Maanfaat dari penulisan ini adalah kita dapat mengerti dan

memahami setruktur taksonomi berbagai jenis ternak dan kita dapat

mengenal genus dan species berbagai jenis ternak serta mengetahui

pengelompokan ternak berdasarakan bangsa, varites, dan strain terutama

kita mengetahui banyak sekali jenis jenis hewan ternak terutama

pengelompokan ternak serta mengenal genus, species berbagai jenis ternak

3.2. Saran

Ilmu pengetahuan dan sejarah sangatlah mahal nilainya selain teori

sebaiknya harus dengan terjun ke lapangan, saya juga berharap semoga di

dalam penulisan ini bermanfaat bagi pembaca dan saya berharap kritik

dan saran yang bersifat positif untuk kesempurnaan penulisan ini

DAFTAR PUSTAKA

29
Tim Imu Tilik Ternak. 2018. Peternakan. Ilmu Tilik Ternak. Politeknik

Negeri Jember

https://id.wikipedia.org/wiki/Domba

http://repository.uin-suska.ac.id/5312/3/BAB%20II.pdf

https://www.klasifikasi.id/hewan-ternak/

https://pengertian-taksonomi-atau klasifikasi-makhluk-hidup/

http://kelasbiologi.com/klasifikasi-ayam-gallus-gallus/

30