Anda di halaman 1dari 15

KASUS

HIV

Disusun Oleh :
SINTYA W. ATMANASTUSTI
NIM : PO.62.31.3.17.432

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES PALANGKARAYA


PROGRAM DIPLOMA IV GIZI
2018/2019
Dietetik Penyakit Infeksi “HIV”

Kasus 1

Bapak RE 49 tahun sudah menderita infeksi HIV selama 7 tahun, asal Jakarta. Bapak RE konsultasi ke
dokter dengan keluhan rasa tidak nyaman pada peurt, nyeri ulu hati berkaitan dengan membesarnya
abdomen. Hasil pemeriksaan TB 180 cm, BB saat ini 92 kg, BB biasanya 79 kg; CD4 adalah 660 sel/mcl;
lingkar perut 104 cm, lipatan lemak abdomen 3 mm. Diberikan obat : efavirenz dan combovir,
rosiglitazone/metformin.
Hasil wawancara dengan dietisien : Naik BB dalam waktu 6 bulan setelah pindah rumah dan berhenti
olahraga di gym rumah lamanya.
Kebiasaan makan:
Pagi : roti tawar 2 iris, scramble egg 2 buah, jus jeruk 1 gelas
Siang : nasi 1 piring, ayam goreng besar 1 ptg, French fries 1 bungkus besar
Malam : nasi 1 piring, rendang 1 ptg, gulai nangka 1 piring kecil
Snack pagi dan sore : crackers 5 buah dan coca cola 1 gelas atau kentang goreng 1 bungkus besar.
Suka masak dan pesta bersama keluarga di akhir pecan.
Kajian kasus tersebut dengan NCP!
RECALL I

Pagi : roti tawar 2 iris, scramble egg 2 buah, jus jeruk 1 gelas
Siang : nasi 1 piring, ayam goreng besar 1 ptg, French fries 1 bungkus besar
Malam : nasi 1 piring, rendang 1 ptg, gulai nangka 1 piring kecil
Snack pagi dan sore : crackers 5 buah dan coca cola 1 gelas atau kentang goreng 1 bungkus besar.

RECALL I DALAM PENUKAR


Bahan Makanan Penukar Energi (kkal) Protein (gr) Lemak (gr) KH (gr)
Makanan Pokok 6P 1050 24 - 240
Lauk Hewani 4½P 337,5 31,5 22,5 -
Sayuran 1P 100 1 - 5
Buah 1P 50 - - 12
Gula 2P 100 - - 24
Minyak Goreng 6P 300 - 30 -
Coca Cola 1P 140 - - 35
Total 21 ½ P 2077,5 56,5 52,5 316
SKRINING GIZI

Skrining MUST

1 BMI pasien (kg/m2)


a. > 20 (>30 obeses) Skor 0 (√)
b. 18,5 – 20 Skor 1
c. < 18,5 Skor 2
2 Presentase penurunan berat badan secara tidak sengaja
(3 – 6 bulan yang lalu)
a. < 5% Skor 0
b. 5 % - 10% Skor 1
c. > 10% Skor 2
3 Pasien menderita penyakit berat dan/atau tidak Skor 2
mendapatkan asupan makanan lebih dari 5 hari
Total Skor 0

Interpretasi:

Dari hasil skor skrining didapatkan nilai skor 0 yang berarti berisiko rendah. Sehingga jika BMI > 30
maka akan di lakukan penatalaksanaan diet sebagai rencana asuhan gizi
FORMAT ASUHAN GIZI

KATEGORI DATA STANDAR


DATA PEMBANDNG
RIWAYAT Riwayat Personal
KLIEN Nama : Bp. RE
CH 1.1.1 Umur : 49 tahun
1.1.2 JK : Laki-laki
1.1.3 Suku : Betawi (Jakarta)
1.1.4 Bahasa : Indonesia
1.1.5 Kemampuan
Membaca :-
1.1.6 Edukasi/
Pendidikan :-
1.1.7 Peran dalam
Keluarga : Kepala rumah tangga
1.1.8 Penggunaan
Rokok :-
1.1.9 Keterbatasan
Fisik :-
1.1.10 Mobilitas : Baik
Riwayat Penyakit (CH 2.1.5)
CH 2.1.5 Gastrointestinal :
Klien merasa tidak nyaman pada perut berkaitan
dengan membesarnya abdomen dan nyeri diulu hati
2.1.14 Lain-lain :
Klien di diagnose menderita infeksi HIV selama 7
tahun (stadium I)
Riwayat Sosial (3.1)
CH 3.1.1 Faktor Sosial Ekonomi :
Klien termasuk golongan ekonomi menengah atas
3.1.2 Situasi Rumah/Hidup :
Klien suka masak dan melakukan pesta bersama
Keluarga di akhir pekan. Sebelum pindah rumah klien
Sering melakukan gym
Interpretasi:
Bp. RE berumur 49 tahun, asal Jakarta. Sebagai seorang kepala
keluarga memiliki ekomoni golongan menengah atas, memiliki keluhan
tidak nyaman pada perut serta nyeri di ulu hati. Pasien juga didiagnosa
menderita infeksi HIV selama 7 tahun (stadium I)
DATA Antropometri Lingkar perut
ANTROPOME AD 1.1 Komposisi Tubuh : normal laki-laki
TRI 1.1.1 Tinggi Badan : = 90 cm
Tinggi pasien 180 cm  1,8 m
1.1.2 Berat Badan :
BBA pasien 92 kg, BB biasanya 79 kg
1.1.3 Ukuran rangka/frame :
- Lingkar perut : 104 cm , termasuk
beresiko
- Lipatan lemak abdomen : 3 mm
1.1.4 Perubahan BB :
Selama satu bulan BB pasien naik 6 kg dari 79 kg ke
92 kg
1.1.5 IMT
BBA (kg) 92 kg
IMT = : = = 28,4 kg/m2
TB (m2) 1,8 x 1,8 m2
BBI = TB – 100 cm x 90%
= 180 – 100 x 90% = 72 kg
Interpretasi:
Bp. RE memiliki tinggi badan 180 cm, BB 92 kg dan IMT 28,4 kg/m2
yang menurut Depkes RI termasuk kelebihan berat badan tingkat berat
dengan nilai > 27 kg/m2
Status gizi : TB tinggi dengan gizi yang lebih,obesitas
DATA BD. DATA BIOKIMIA,TES MEDIS,PROSEDUR Nilai normal
BIOKIMIA Limfosit T : CD4+ : 660 sel/MCL CD4+ : 600 –
Interpretasi: 1500 sel/MCL
Dari hasil pemeriksaan diketahui Bp.RE memiliki CD4+ dengan nilai 660
sel/MCL termasuk normal
DATA FISIK Fisik Klinik
PD 1.1.1 Penampilan Keseluruhan
Bp. RE masih terlihat normal, namun pada
Ukuran BB terjadi perubahan sehingga terlihat lebih
Gemuk
Interpretasi:
Bp. RE jika dilihat secara keseluruhan penampilannya masih terlihat
normal, namun untuk bentuk badan terlihat gemuk
DATA Riwayat Gizi Rumus yang
RIWAYAT Perhitungan zat gizi : digunakan :
MAKAN  Menggunakan Haris Benedict Haris Benedict
Laki-laki ; BEE = 66,5 + 13,75(W) + 5(H) – 6,78(A)
= 66,5 + 13,75 (92) + 5 (180) – 6,78 (49)
= 66,5 + 1265 + 900 – 332,22
= 1899,28 kcal
TE = BEE x FA x FI
= 1899,28 x 1,3 x 1,3 % Asupan
= 3209,8 kcal Depkes 1996
Energi = 3209,8 kcal Diatas
Protein = 1,2 gr x kg BB kebutuhan :
= 1,2 gr x 92 kg >120%
= 138 gr Normal : 90 –
138 gr x 4 119%
= x 100% = 17,19%
3209,8 kcal Deficit Ringan :
20% x 3209,8 kcal 80 – 89%
Lemak = = 71,32 gr
9 Deficit Sedang :
Karbohidrat = 100% - 17,19% - 20% = 62,81% 70 – 79%
62,81% x 3209,8 kcal Deficit Berat :
= = 504,01 gr
4 <70%

Hasil Recall Hari Pertama Kunjungan :


Zat Gizi Kebutuhan Asupan Tk Asupan
Gizi (%)
Energi (kcal) 3895,16 2077,5 53,33
Protein (gr) 96,45 56,5 58,57
Lemak (gr) 108,32 52,5 48,46
KH (gr) 584,64 316 54,05

FH 1.1.1.1 Asupan Energi


Asupan energi total klien adalah 2077,5 kcal dari
Kebutuhan total 3895,16 kcal.
Interpretasi :
Dari hasil data diketahui bahwa asupan energi total klien termasuk
kedalam kategori defisit berat (53,33%)

1.2.2.2 Jenis Makanan


Makanan yang dikonsumsi klien sebelumnya adalah
Makanan biasa
1.2.2.3 Pola Makan/Snack
Klien makan 3x makan utama dan 2x selingan
1.2.2.4 Variasi Makanan
Makanan yang dikonsumsi klien tidak bervariasi

Interpretasi:
Dari data tersebut jenis makanan yang klien konsumsi makanan biasa,
dengan pola makan 3x makan utama dan 2x selingan, serta makanan
tersebut tidak bervariasi

1.5.1.1 Asupan Lemak


Asupan lemak total klien adalah 52,5 gr dari
Kebutuhan total 108,32 gr
Interpretasi :
Dari hasil data diketahui bahwa asupan lemak total klien termasuk
kedalam kategori defisit berat (48,46%)

1.5.1.2 Asupan Protein


Asupan protein total klien adalah 56,5 gr dari
Kebutuhan total 96,45 gr
Interpretasi :
Dari hasil data diketahui bahwa asupan protein total klien termasuk
kedalam kategori defisit berat (58,57%)

1.5.1.3 Asupan Karbohidrat


Asupan KH total klien adalah 316 gr dari
Kebutuhan total 584,64 gr
Interpretasi :
Dari hasil data diketahui bahwa asupan KH total klien termasuk
kedalam kategori defisit berat (54,05%)

3.1.1 Penggunaan Obat yang Diresepkan


Klien diberikan obat efavirenz dan combovir,
rosiglitazone/metformin
Interpretasi :
Dari hasil data dan diagnose dokter bahwa klien terinfeksi HIV sehingga
diberikan obat-obatan untuk mengurangi resiko terjadinya komplikasi
lebih lanjut. Untuk obat efavirens dan combovir digunakan untuk
mengontrol infeksi virus HIV, sedangkan obat rosiglitazone/metformin
digunakan untuk menyeimbangkan tubuh untuk merespon insulin
DIAGNOSA Diagnose Gizi
GIZI Domain Intake:
1. Asupan oral inadekuat NI 2.1 (P) berkaitan dengan klien terinfeksi
HIV (E), dibuktikan dengan tingkat konsumsi yang asupan oral defisit
berat (S/S)
Domain Klinis:
1. Kelebihan berat badan/overweight/obesitas NC 3.3 (P) berkaitan
dengan bertambahnya berat badan sebanyak 6 kg selama 6 bulan
(E), dibuktikan dengan hasil IMT termasuk kelebihan berat badan
tingkat berat yaitu 28,4 kg/m2
Domain Perilaku :
1. Kurang pengetahuan terkait makanan dan zat gizi NB 1.1 (P),
berkaitan dengan kurangnya informasi terkait kebutuhan dan pola
makan klien (E), dibuktikan dengan jumlah asupan yang klien
konsumsi memiliki tingkat konsumsi defisit berat semua
2. Aktifitas fisik kurang NB 2.1 (P) berkaitan dengan hasil IMT yang
kelebihan sehingga BB juga menambah (E), dibuktikan dengan
setelah pindah rumah klien tidak pernah melakukan gym lagi

Prioritas:
Saya lebih memprioritaskan asupan oral tidak adekuat dari klien, hal ini
bertujuan untuk mengontrol tubuh selama klien terinfeksi HIV dan agar
klien tidak mengalami penyakit komplikasi akibat terjadinya defisiensi
zat gizi.
INTERVENSI NP 1.1 Preskripsi Diet
1. Tujuan
Jangka Pendek :
- Menormalkan kebutuhan zat gizi sebesar 80% selama 4 hari
Jangka Panjang :
- Memberikan intervensi gizi secara cepat dengan
mempertimbangkan seluruh aspek dukungan gizi terhadap
penyakit infeksi HIV
- Membantu memperbaiki pola makan klien selama 1 bulan
- Membantu mencapai berat badan normal sesuai yang
diharapkan
- Mencegah resiko penurunan CD4+ dalam tubuh klien

2. Prinsip Diet
- Energi tinggi
- Protein tinggi
- Lemak cukup
- KH cukup
- Vitamin dan mineral menyesuaikan defisiensi

3. Syarat Diet
- Energi diberikan tinggi sebesar 2637,5 kkal untuk menunjang
aktivitas sehari-hari yang diberikan secara bertahap untuk
mencapai berat badan normal.
- Protein diberikan tinggi sebesar 100,5 gram untuk mencegah
turunnya sistem imun tubuh, sehingga CD4+ (sel darah putih;
limfosit T) tidak menurun
- Lemak diberikan cukup sebesar 58,5 gr dalam bentuk lemak
sederhana, sebagai alat transpor vitamin larut lemak, serta
sebagai cadangan energi.
- Karbohidrat diberikan cukup sebesar 413 gr sebagai sumber
energi untuk menunjang aktivitas sehari-hari diberikan secara
bertahap untuk mencegah peningkatan gula darah yang
menyebabkan klien mengalami diabetes
- Vitamin dan mineral diberikan cukup sesuai dengan defisiensi
yang klien derita
- Serat diberikan cukup dan mudah cerna

4. Perhitungan Kebutuhan Zat Gizi dan Cairan


- BBI : TB – 100 x 90%
: 180 – 100 x 90% = 72 kg
- IMT : 28,4 kg/m2 (Kelebihan BB tingkat berat)
- Perhitungan Zat Gizi Makro
Harris Benedict (BEE):
Laki-laki ; BEE = 66,5 + 13,75(W) + 5(H) – 6,78(A)
= 66,5 + 13,75 (92) + 5 (180) – 6,78 (49)
= 66,5 + 1265 + 900 – 332,22
= 1899,28 kcal
TE = BEE x FA x FI
= 1899,28 x 1,3 x 1,3
= 3209,8 kcal
Energi = 3209,8 kcal
Protein = 1,2 gr x kg BB
= 1,2 gr x 92 kg
= 138 gr
138 gr x 4
= x 100% = 17,19%
3209,8 kcal
20% x 3209,8 kcal
Lemak = = 71,32 gr
9
Karbohidrat = 100% - 17,19% - 20% = 62,81%
62,81% x 3209,8 kcal
= = 504,01 gr
4

Hasil Recall Hari Pertama Kunjungan :


Zat Gizi Kebutuhan Asupan Tk Asupan Interpretasi
Gizi (%)
Energi 3895,16 2077,5 53,33 Defisit Berat
(kcal)
Protein (gr) 96,45 56,5 58,57 Defisit Berat
Lemak (gr) 108,32 52,5 48,46 Defisit Berat
KH (gr) 584,64 316 54,05 Defisit Berat

Tabel Hasil Intervensi dan Zat Gizi Intervensi


Energi dan Audit Gizi Kebutuhan Rencana Kebutuhan
zat gizi Interpensi intervensi
Energi 53,33 3209,8 80% 2567,84
(kkal)
Protein (gr) 58,57 138 80% 110,4
Lemak (gr) 48,46 71,32 80% 57,05
KH (gr) 54,05 504,01 80% 403,20

Range:
Energi : 2567,84 kcal ±5% = 2439,44 – 2696,24 kcal
Protein : 110,4 gr ±5% = 104,88 – 115,92 gr
Lemak : 57,05 gr ±5% = 54,2 – 59,9 gr
KH : 403,20 gr ±5% = 383,04 – 423,36 gr
Kebutuhan Cairan:
10 kg I = 1000 ml
10 kg II = 500 ml
1000 ml + 500 ml = 1500 ml
BBA – 20 kg = 92 kg – 20 kg = 72 kg x 20 = 1440
Jadi, 1500 ml + 1440 ml = 2940 ml = 2,9 ltr
- Pehitungan Zat Gizi Mikro
92
Vit C =62 𝑋 90 = 133,5 𝑚𝑔

92
Vit B6 = 62 𝑋 1,3 = 1,92 𝑚𝑐𝑔

92
Vit B12 = 62 𝑋 2,4 = 3,56 𝑚𝑐𝑔

92
Asam Folat = 𝑋 400 = 593,54 𝑚𝑐𝑔
62

92
Zat Besi = 𝑋 13 = 19,29 𝑚𝑔
62

92
Seng = 62 𝑋 13 = 19,29 𝑚𝑔

ND 1.2 Makanan Utama dan Snack


1. Jenis Diet :
Diet Aids III
2. Komposisi makanan/snack meliputi :
Komposisi makanan/snack klien yaitu, makanan pokok, hewani
lemak rendah, nabati, sayuran B, buah, gula, susu, dan minyak
3. Jadwal makanan/minuman :
Diberikan setiap 3 jam sekali
4. Pola Pemberian makanan :
Pola pemberian makanan yaitu PKTS, 3x makan utama dan 4
selingan
5. Bentuk Makanan :
Makanan biasa
6. Rute Pemberian :
Melalui oral

Perencaan Menu Sehari :

Perencanaan Menu Pembagian ke Dalam Penukar


Bahan URT Energi Protein Lemak KH
Makanan (kkal) (gr) (gr) (gr)
Makanan 6P 1050 24 - 240
Pokok
Hewani 4P 200 28 8 -
Nabati 4P 300 20 12 28
Sayuran 4P 100 4 - 20
Buah 3½P 175 - - 42
Gula 4P 200 - - 48
Susu 3½P 437,5 24,5 21 35
Minyak 3½P 175 - 17,5 -
Total 32 ½ P 2637,5 100,5 58,5 413

Penukar Dalam Sehari


BM Pagi Selin Selin Siang Selin Mala Seling
gan gan gan m an
M.Pokok 1 ½ ½ 2 ½ 1 ½
Hewani 1¼ - - 1½ - 1¼ -
Nabati 1 ¼ ¼ 1 ½ 1 -
Sayuran 1 - ½ 1½ - 1 -
Buah ½ ½ ½ ½ ½ ½ ½
Gula 1 1 - ½ 1 - ½
Susu 1 - - 1 ½ - 1
Minyak ½ - ½ 1 ½ 1 -
Total 7¼ 2¼ 2¼ 9 3½ 5 1/6 2½

PERENCANAAN MENU
Waktu Menu Bahan Berat (gr) URT
Makanan Makanan
06.30 WIB Nasi Beras 50 1
Pagi Sayur Bayam 50 ½
bening + Wortel 50 ½
ayam Ayam non 60

Tahu bacem kulit
1
Tahu
110 ½
Gula merah
Susu Myk goreng 6,5 ½
Susu 10 1
Buah Gula
200 ½
6,5 ½
Pepaya
55
08.30 WIB Roti tawar Roti tawar 35 ½
Selingan Pure Strawberry 107,5 ½
Strawberry Gula 13 1
Susu Kcg kedelai 6,25 ¼
kedelai Gula 13 1
10.30 WIB Sup tahu Tahu 27,5 ¼
Selingan Bihun 25 ½
Wortel 50 ½
Myk goreng 5 ½
Buah Apel 42,5 ½
12.30 WIB Nasi Beras 50 1
Siang Semur Ayam non 60 1½
ayam kulit
Kecap - -
Myk goreng 10 1
Sup sayur Kentang 210 1
Tahu 110 1
Wortel 50 ½
Jagung 50 ½
muda
Tauge 50 ½
Susu Susu 200 1
Gula 6,5 ½
Buah Semangka 90 ½
15.00 WIB Biscuit Biscuit 20 ½
Selingan Bubur Kacang 10 ½
kacang hijau
hijau Gula 6,5 ½
Santan 20 ½
Jus buah Pisang 25 ½
Susu 100 ½
Gula 6,5 ½
Nasi Beras 50 1
18.00 WIB Oseng Udang 52,5 1¼
Malam udang + Kangkung 50 ½
sayur Buncis 50 ½
Myk goreng 10 1
Pepes tahu Tahu 110 1
Kemangi - -
Buah Papaya 55 ½
21.00 WIB Kreakers Kreakers 25 ½
Selingan Susu Susu 200 1
Gula 6,5 ½
Buah Apel 42,5 ½

5. Edukasi/Konseling Gizi :
Konseling yang diberikan terdiri dari:
Topik : Diet Aids III bagi penderita HIV stadium I
Sasaran : Bp. RE dan keluarganya
Alat peraga : Leaflet, makanan asli dan food model, foto
Waktu : ±30 menit
Materi : Penjelasan mengenai HIV, Memberitahukan bahan
Makanan yang dianjurkan dan tidak dianjurkan,
Cara pengolahan yang baik, porsi yang tepat,
Serta memberikan motivasi bagi klien dan keluarga
Metode : Tanya jawab dan konsultasi
Tujuan : Agar klien dan keluarganya mengetahui
Pentingnya pola hidup sehat, dan dapat mengatur
Pola makan yang tepat bagi penderita infeksi HIV
Koordinasi : Dokter, Perawat, dan farmasi
MONITORING MONEV GIZI:
DAN Antropometri : Terjadi perubahan berat badan untuk mencapai berat
EVALUASI badan yang normal, nilai IMT normal, serta
memperhatikan tanda-tanda klinis
Biokimia : Nilai lab yang berkaitan dengan infeksi virus HIV masih
Dalam keadaan normal
Fisik Klinis : Klien sudah merubah pola makannya sehingga didapatkan
Bentuk tubuh yang ideal, dan mempertahankan fungsi organ
Dalam tubuh klien
Dietary : Setelah dilakukan intervensi gizi, sebesar 80% asupan zat
Gizi dapat terasup dengan baik