Anda di halaman 1dari 2

NILAI-NILAI ESENSIAL DALAM PROFESI

Pada tahun 1985, “The American Association Colleges of Nursing” melaksanakan suatu proyek termasuk
didalamnya mengidentifikasi nilai-nilai esensial dalam praktek keperawatan profesional. Perkumpulan ini
mengidentifikasikan 7 nilai-nilai esensial dalam kehidupan profesional, yaitu:

1. Aesthetics (keindahan): Kualitas obyek suatu peristiwa atau kejadian, seseorang memberikan
kepuasan termasuk penghargaan, kreatifitas, imajinasi, sensitifitas dan kepedulian.

Contoh kasus : Keluarga pasien dan pasien menerima perlakuan tidak menyenangkan dari oknum
perawat di RSUD Kondosapata, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Selatan. Menurut pengakuan salah satu
anggota keluarga pasien, para perawat yang berada di lantai 2 rumah sakit tersebut kerap menbentak-
bentak pasien di rawat inap. Mereka juga berlaku tak sopan dengan para pasien maupun keluarga
pasien.

2. Altruism (mengutamakan orang lain): Kesediaan memperhatikan kesejahteraan orang lain termasuk
keperawatan atau kebidanan, komitmen, arahan, kedermawanan atau kemurahan hati serta ketekunan.

Contoh kasus : Seorang perawat pria berusia 49 tahun dari Rumah Sakit Osceola, Florida, Amerika Serikat
harus berhadapan dengan pihak kepolisian pada tahun 2011 lalu, setelah melakukan pelecehan seksual
terhadap dua pasien perempuan. Satu korban mengaku diminta menirukan salah satu pose hubungan
seks, jika menolak maka luka yang berada di kakinya tidak akan disembuhkan. Korban yang lain
mengaku, bagian tubuh pribadinya dipegang perawat tersebut.

3. Equality (kesetaraan): Memiliki hak atau status yang sama termasuk penerimaan dengan sikap asertif,
kejujuran, harga diri dan toleransi

Contoh kasus : Pasien miskin dan pengguna jaminan kesehatan sosial tetap diam meski mengalami
diskriminasi layanan rumah sakit. Mereka terpaksa menerima ketidakadilan itu karena tak tahu hak dan
kewajibannya, perawat membedakan perawatan antara pasien kelas VII dengan pasien kelas III

4. Freedom (Kebebasan): memiliki kapasitas untuk memilih kegiatan termasuk percaya diri, harapan,
disiplin serta kebebasan dalam pengarahan diri sendiri.

Contoh kasus : Bulan November tahun 2017 lalu, warganet juga sempat dibikin geram setelah melihat
sebuah video yang beredar di media sosial. Dalam video tersebut, terlihat dua perawat sedang
menangani seorang pasien anak kecil. Sambil menangani si pasien, salah satu perawat tampak asyik
teleponan tanpa memedulikan rintihan kesakitan pasien.

5. Human dignity (Martabat manusia): Berhubungan dengan penghargaan yang lekat terhadap martabat
manusia sebagai individu termasuk didalamnya kemanusiaan, kebaikan, pertimbangan dan penghargaan
penuh terhadap kepercayaan.
contoh kasus : Lima orang perawat di Rumah Sakit Kolombia melakukan tindakan yang tak pantas kepada
seorang pasien di ruang operasi. Pada sebuah video yang tersebar di media sosial pada awal tahun 2017
lalu, terdapat lima orang perawat yang terlihat sedang asik berjoget-joget seolah sedang mengejak
seorang pasien pria yang sedang terbaring tak berdaya di meja operasi. Akibat kelakuan tersebut, para
perawat tersebut diperhentikan dari pekerjaannya tersebut.

6. Justice (Keadilan): Menjunjung tinggi moral dan prinsip-prinsip legal termasuk

objektifitas, moralitas, integritas, dorongan dan keadilan serta kewajaran.

Contoh kasus : Salah seorang perawat yang ditugaskan untuk menangani pasien yang kurang mampu dan
berada pada ruangan kelas III. Perawat ini awalnya merawat pasien tersebut ini dengan baik. Namun,
suatu hari keluarga dari perawat ini dirawat di rumah sakit yang sama juga tapi di ruang VIP. Setiap hari
perawat ini selalu berkunjung ke ruangan keluarganya tersebut sampai-sampai melupakan seorang
pasien yang ada di kelas III yang sudah menjadi tanggung jawab sepenuhnya untuk perawat itu. Ketika
ditanya kenapa perawat itu sering berkunjung ke ruangan pasien yang merupakan keluarganya, perawat
itu menjawab karena yang dirawat itu tantenya. Jadi dia harus setiap saat mengecek keadaan tantenya
itu dan melupakan tanggung jawabnya yang terdahulu yaitu pasien di ruangan kelas III. Tentu saja ini
melanggar prinsip etik keperawatan justice / keadilan karena perawat itu sudah membeda-bedakan
perawatan pada kelurarganya dan pasien yang sudah menjadi tanggung jawabnya dimana dia lebih
sering mengecek keadaan tantenya tersebut dan melupakan pasien yang berada di ruangan kelas III
tersebut.

7. Truth (Kebenaran): Menerima kenyataan dan realita, termasuk akontabilitas, kejujuran, keunikan dan
reflektifitas yang rasional.

contoh kasus : Pertengahan tahun lalu seorang wanita berusia 21 tahun melaporkan seorang perawat
dari RSUD Curup, Kabupaten Rejong Lebong, Bengkulu atas tuduhan pelecehan seksual. Kejadian
tersebut bermula saat wanita tersebut tengah mendampingi balitanya yang berusia 6,5 bulan menjalani
operasi pembengkakan usus.

Setelah operasi selesai, ia di sarankan seorang perawat untuk melakukan suntik vitamin agar badannya
tidak lemas. Saat melakuan penyuntikan, oknum petugas tersebut mulai mencoba memegang bagian
dadanya, kemudian sang pasien tersebut keluar ruangan.