Anda di halaman 1dari 29

METODE PELAKSANAAN

UMUM
Pekerjaan awal meliputi kegiatan-kegiatan untuk mendukung permulaan proyek, yaitu
Pekerjaan Preservasi Rekonstruksi Jalan dan Pemeliharaan Rutin Jembatan Rantau –
Mantimin. Pekerjaan meliputi penanganan ruas jalan Rantau – Jembatan Manggaris –
Sp. 3 Hamalau – Kandangan – Ds. Bagambir – Pantai Hambawang – Barabai – Lingkar
Walangsi – Kapar Kias – Ds. Hamparaya – Mantimin Provinsi Kalimantan Selatan
dengan panjang total 94,13 Km dan total panjang jembatan 755,00 M yang meliputi
lingkup pekerjaan :

No. Lingkup Pekerjaan Panjang


1. Rekonstruksi Jalan 3,50 Km
2. Pemeliharaan Rutin 70,85 Km
3. Pemeliharaan Rutin Kondisi 19,78 Km
4. Pemeliharaan Rutin Jembatan 755,00 M
A. Total Panjang Jalan 94,13 Km
B. Total Panjang Jembatan 755,00 M

Waktu yang disediakan untuk menyelesaikan pekerjaan adalah sebagai berikut :


1. Rekonstruksi Jalan 265 (Dua ratus enam puluh lima) hari kalender.
2. Pemeliharaan Rutin Jalan 290 (Dua ratus sembilan puluh) hari kalender.
3. Pemeliharaan Rutin Jembatan 290 (Dua ratus sembilan puluh) hari kalender.

Waktu Pemeliharaan untuk lingkup pekerjaan konstruksi selama 290 (Dua ratus
sembilan puluh) hari kalender.

MOBILISASI & DEMOBILISASI ALAT


Awal dari pada pekerjaan ini adalah Mobilisasi alat dimana alat-alat yang akan
digunakan dalam pelaksanaan. Pendatangan alat-alat tersebut disesuaikan dengan
kebutuhan pelaksanaan, alat-alat apa saja yang harus tersedia dan jumlah
kebutuhannya dalam waktu dekat ini sehingga idle alat dapat dihindari. Kemudian
setelah alat tersebut tidak digunakan lagi atau selesai masa pelaksanaannya maka alat
tersebut dikembalikan ke base camp atau ke pemiliknya apabila sewa alat. Kontaktor
merencanakan dan mengatur serta menjamin adanya dan bekerjanya fleet alat
sehingga pelaksanaan pekerjaan menjadi efektif dan efisien.

MANAJEMEN DAN KESELAMATAN LALU LINTAS


Rambu Lalu Lintas dan Pengendalian Lalu Lintas
Sebelum pekerjaan dimulai dilakukan traffic manajement selama pelaksanaan
konstruksi, untuk menjaga kelancaran dan menjamin keselamatan berlalu lintas dan
kenyamanan lingkungan sepanjang dan sekitar lokasi, terutama berhubungan erat
dengan lalu lintas dan truck material yang berlalulalang keluar masuk / melintasi lokasi
proyek. Kemudian pemberian pagar penghalang pada lokasi yang sedang dikerjakan
sehingga tidak mengganggu pelaksanaan.

Untuk itu perlu dipasang rambu-rambu lalu lintas, lampu dan rintangan (barikade) pada
tempat-tempat yang ditentukan di lokasi kerja dan tempat yang berdekatan untuk
memberikan petunjuk pada kendaraan yang melintasi.

Bila diperlukan dapat ditempatkan flagman (petugas pemberi isyarat yang bertugas
untuk mengatur lalu lintas di lokasi kerja).

PENGAMANAN LINGKUNGAN HIDUP


Tahapan pekerjaan konstruksi akan mempengaruhi lingkungan sekitarnya maka sangat
penting untuk mengurangi dampak lingkungan itu dengan cara :
a. Mengendalikan polusi udara, air dan suara.
b. Mengendalikan saluran air saluran air yang ada
c. Menjaga kebersihan lokasi kerja.

MANAJEMEN MUTU
Untuk memberikan jaminan terhadap mutu pekerjaan yang sesuai dengan spesifikasi
teknis yang diinginkan, maka didalam setiap pekerjaan perlu dilakukan langkah-langkah
sebagai berikut :

a. Pemeriksaan terhadap mutu material


b. Pemeriksaaan setiap langkah awal pada masing-masing tahap pekerjaan.

QUARRY DAN BASE CAMP


Rencana mengambilan material pada quarry Desa Birayang
Base Camp Desa Kapar Kias / Birayang.

PEKERJAAN REKONSTRUKSI JALAN

PEKERJAAN TANAH

GALIAN BIASA
Pekerjaan galian dilakukan untuk pekerjaan galian perbaiakan pondasi pada badan jalan
dengan prosedur sebagai berikut :
1. Menggali
Sebelum pelaksanaan galian dilakukan, terlebih dahulu dilakukan pekerjaan
penghancuran bangunan diatasnya (jika ada). Material hasil bongkaran diangkut
dan dibuang ke lokasi pembuangan material yang telah ditentukan.
Pelaksanaan penggalian dilakukan dengan tenaga manusia. Pekerjaan galian
dilakukan dari bagian atas ke bawah lapis demi lapis sehingga mencapai elevasi
sesuai dengan yang direncanakan dalam shop drawing.

Penggalian dilakukan sedemikian rupa sehingga bila terjadi hujan, air tidak
menggenang di tempat galian dan aktivitas selanjutnya tidak terganggu.
Pengamanan ini bisa dilakukan dengan membuat slope/kemiringan yang
memadai sehingga air hujan bisa mengalir ke luar dari tempat galian atau
apabila kondisi sekitar galian tidak memungkinkan dilakukan hal ini, maka
genangan air harus dibuang keluar dengan pompa.

2. Pengangkutan
Material hasil galian diangkut keluar dengan menggunakan Dump Truck untuk
dibuang di tempat yang telah ditentukan.

GALIAN PERKERASAN BERASPAL TANPA COLD MILLING MACHINE


Pekerjaan galian perkerasan dilakukan dengan prosedur sebagai berikut :
1. Menggali
Perkerasan yang dibongkar umumnya adalah perkerasan. Material hasil
bongkaran diangkut dan dibuang ke lokasi pembuangan material yang telah
ditentukan.

Pelaksanaan penggalian dilakukan dengan jack hammer. Pekerjaan galian


dilakukan dari bagian atas ke bawah lapis demi lapis sehingga mencapai elevasi
sesuai dengan yang direncanakan dalam shop drawing.

2. Pengangkutan
Material hasil galian diangkut keluar dengan menggunakan Dump Truck untuk
dibuang di tempat yang telah ditentukan.

GALIAN PERKERASAN BERBUTIR

Pekerjaan galian ini dilakukan dengan prosedur sebagai berikut :


1. Menggali
Sebelum pelaksanaan galian dilakukan, terlebih dahulu dilakukan pekerjaan
penghancuran bangunan diatasnya (jika ada). Material hasil bongkaran diangkut
dan dibuang ke lokasi pembuangan material yang telah ditentukan.

Pelaksanaan penggalian dilakukan dengan Jack Hammer dan Compressor.


Pekerjaan galian dilakukan dari bagian atas ke bawah lapis demi lapis sehingga
mencapai elevasi sesuai dengan yang direncanakan dalam shop drawing.

Penggalian dilakukan sedemikian rupa sehingga bila terjadi hujan, air tidak
menggenang di tempat galian dan aktivitas selanjutnya tidak terganggu.
Pengamanan ini bisa dilakukan dengan membuat slope/kemiringan yang
memadai sehingga air hujan bisa mengalir ke luar dari tempat galian atau
apabila kondisi sekitar galian tidak memungkinkan dilakukan hal ini, maka
genangan air harus dibuang keluar dengan pompa.

Hasil galian diratakan dengan Motor grader.

2. Pengangkutan
Material hasil galian diangkut keluar dengan menggunakan Dump Truck untuk
dibuang di tempat yang telah ditentukan.

TIMBUNAN PILIHAN DARI SUMBER GALIAN

Umum :
Pekerjaan ini mencakup pengambilan, pengangkutan, penghamparan dan pemadatan
material pilihan.

Metode :
1. Langkah awal adalah penyiapan tempat kerja, dimana dasar pondasi dari
timbunan sudah dipadatkan terlebih dahulu sehingga memenuhi persyaratan
kepadatan yang ditentukan.
2. Material timbunan dimuat dengan Wheel Loader dan diangkut dari borrow area
dengan menggunakan Dump Truck diangkut langsung dari lokasi sumber
material.
3. Material timbunan dilokasi kerja dihampar dengan Motor Grader, penghamparan
ini dilakukan dengan ketebalan gembur untuk mencapai ketebalan padat yang
diinginkan.
4. Setelah material dihampar maka dilanjutkan dengan pemadatan material dengan
tandem, pemadatan ini dilakukan pada saat kadar air dari material berada dalam
rentang kurang dari 3% sampai lebih dari 1% dari kadar air optimum.
Pemadatan dilakukan lapis perlapis, dan dipadatkan mulai dari tepi luar dan
berlanjut kea rah sumbu jalan. Pemadatan dilakukan dengan menggunakan
Tandem Roller.

PENYIAPAN BADAN JALAN


Umum :
1. Mencakup penyiapan permukaan tanah dasar atau permukaan jalan kerikil
(grade) yang ada untuk pemasangan struktur perkerasan berikutnya (diatasnya).
2. Untuk jalan kerikil pekerjaan mencakup perataan berat dengan motor grader
untuk perbaikan bentuk dengan atau tanpa penggarukkan dan tanpa
penambahan material batu.

Toleransi Dimensi
1. Ketinggian akhir setelah pemadatan tidak lebih dari 1 cm lebih tinggi atau rendah
dari yang ditentukan atau disetujui.
2. Seluruh permukaan akhir harus cukup rata dan dengan memiliki kelandaian
cukup, untuk menjamin aliran bebas dari air permukaan.

Motode
1. Setelah tanah selesai digali ataupun existing jalan yang akan dikerjakan
dibebaskan dari lalu lintas, maka permukaannya diratakan dengan motor grader
sampai mencapai kondisi yang disyaratkan.
2. Setelah itu dilanjutkan dengan pemadatan dengan menggunakan vibrator roller.

GEOTEKSTIL SEPARATOR
1. Pengadaan Geotextile :
Mengajukan contoh jenis material untuk mendapatkan persetujuan, material di
dkirim dilapangan dimasukan kedalam gudang.
2. Pemasangan Geotextile :
 Pekerjaan ini dilaksanakan setelah pekerjaan galian.
 Area dimana akan dipasang geotextile harus cukup rata dan tidak ada bahan
/ material yang tajam yang dapat merobek Geotextile sehingga akan
mengurangi fungsi daripada geotextile.
 Geotextile harus dihampar tanpa ada bagian yang berkerut / melipat dan
haruis dipasang lepas searah dengan kantur sehingga mudah untuk
diatur/dibenarkan apabila ada lekukan-lekukan kecil dan tonjolan akibat
material batu atau isian diatasnya namun harus dibuat cukup baik untuk
menghindari kemerosotan pada proses pemasangan material diatsnya.
Geotextile tetap pada letaknya dan apabila perlu dipasang penjepit besi atau
dari bahan lainnya.
 Geotextile harus dijaga dari kerusakan akibat pemasangan material diatasnya
dengan tinggi tidak lebih dari 500 mm.
Tiap lajur sambungan harus ada bagian yang overlaving antara sisi satu dengan sisi
lainnya minimal jarak 10 cm (di jahit) atau 50 cm (tidak di jahit).

BAHU JALAN
Pekerjaan ini meliputi lapis base kelas S untuk pekerjaan bahu jalan dilaksanakan
prosedur sebagai berikut :

LAPIS PONDASI AGREGAT KELAS S


Pengangkutan Material
Pengangkutan material base di Base Camp ke lokasi pekerjaan menggunakan Dump
Truck dan di loading dengan menggunakan Wheel Loader. Pengecekan dan pencatatan
volume material dilakukan pada saat tibu di lokasi pekerjaan sebelum material di stock.
Material diturunkan dengan jarak dan volume tertentu untuk memudahkan pada saat
penghamparan agar tidak terjadi kelebihan material di satu tempat dan kekurangan
material di tempat lain.

Penghamparan Material
Penghamparan material dilakukan dengan menggunakan Motor Grader. Dalam tahap
penghamparan ini harus diperhatikan hal-hal sebagai berikut :
a. Kondisi cuaca yang memungkinkan
b. Panjang hamparan pada setiap section yang akan dipadatkan sesuai dengan
kondisi lapangan dan tebal penghamparan sesuai dengan spesifikasi.
c. Material yang tidak terpakai dipisahkan dan ditempatkan pada lokasi yang telah
ditetapkan.

Pemadatan Material
Pemadatan dilakukan dengan menggunakan Tandem Roller, dimulai dari bagian tepi ke
bagian tengah. Setelah pemadatan selesai, alat pemadat selesai, alat pemadat
dipindahkan ke jalur di sebelahnya dengan overlapping 1/8 panjang drum dan
seterusnya hingga mencapai seluruh area pemadatan. Pemadtan dilakukan dengan
jumlah lintasan (passing) sesuai dengan hasil trial compaction.

Hal-hal yang perlu diperhatikan pada tahap ini adalah :


a. Lapis base yang paling atas diselesaikan tiap section pemadatan harus dibuat
sedemikian rupa sehingga memiliki kemiringan sesuai spesifikasi. Hal ini
dimaksudkan agar air hujan cepat dapat dialirkan keluar dari area timbunan dan
tidak meninggalkan genangan yang dapat mengganggu pekerjaan selanjutnya.
b. Apabila kadar air kurang dari batas toleransi, maka harus ditambahkan air
dengan cara menyemprotkan air dari water tank. Banyaknya air yang
disemprotkan harus diperhitungkan, sehingga tidak berlebihan. Penyemprotan air
dilakukan pada saat jumlah passing mencapai 2/3 dari yang direncanakan. Hal
ini dimaksudkan agar ikatan antara material tidak lepas sehingga kepadatan
yang dicapai bisa maksimum.
c. Patok referensi selected embankment, centre line, batas-batas selected
embankment dan patok kemiringan harus dibuat dengan jelas, di update sesuai
dengan elevasi base yang telah diselesaikan dan dijaga keberadaannya untuk
memudahkan pemeriksaan dan pengontrolan pekerjaan.
d. Untuk lokasi base yang tidak bisa dijangkau dengan vibrator roller (tepi-tepi
selected embankment yang berbatasan dengan bangunan drainase), digunakan
baby roller atau stamper disesuaikan dengan kondisi lapangan dengan tetap
mengacu pada kepadatan sesuai spesifikasi.
e. Pekerjaan base yang telah diselesaikan pada hari yang bersangkutan harus
diamankan dari pengaruh cuaca yang kurang menguntungkan.
f. Pada kondisi dimana pemadatan harus dihentikan sebelum pemadatan itu sendiri
selesai akibat pengaruh cuaca, maka area pemadatan harus diproteksi dengan
menutup pakai terpal atau plastik.
g. Pada lokasi base harus dibuatkan temporary drain sedemikian rupa sehingga
setiap terjadi hujan, saluran tersebut dapat menampung air dan berfungsi
dengan baik sehingga tidak mengakibatkan genangan air atau kelongsoran yang
dapat menghambat proses pekerjaan selanjutnya.

PERKERASAN BERBUTIR

Pekerjanaan Lapis Pondasi Agregat pada proyek ini meliputi lapis base kelas A untuk
pekerjaan perkerasan berbutir dilaksanakan prosedur sebagai berikut :

LAPIS PONDASI AGREGAT KELAS A


Pengangkutan Material
Pengangkutan material base dari crusher plan di Base Camp ke lokasi pekerjaan
menggunakan Dump Truck dan di loading dengan menggunakan Wheel Loader.
Pengecekan dan pencatatan volume material dilakukan pada saat tibu di lokasi
pekerjaan sebelum material di stock.

Material diturunkan dengan jarak dan volume tertentu untuk memudahkan pada saat
penghamparan agar tidak terjadi kelebihan material di satu tempat dan kekurangan
material di tempat lain.

Penghamparan Material
Penghamparan material dilakukan dengan menggunakan Motor Grader. Dalam tahap
penghamparan ini harus diperhatikan hal-hal sebagai berikut :
 Kondisi cuaca yang memungkinkan
 Panjang hamparan pada setiap section yang akan dipadatkan sesuai dengan
kondisi lapangan dan tebal penghamparan sesuai dengan spesifikasi.
 Material yang tidak terpakai dipisahkan dan ditempatkan pada lokasi yang telah
ditetapkan.

Pemadatan Material
Pemadatan dilakukan dengan menggunakan Tandem Roller, dimulai dari bagian tepi ke
bagian tengah. Setelah pemadatan selesai, alat pemadat selesai, alat pemadat
dipindahkan ke jalur di sebelahnya dengan overlapping 1/8 panjang drum dan
seterusnya hingga mencapai seluruh area pemadatan. Pemadtan dilakukan dengan
jumlah lintasan (passing) sesuai dengan hasil trial compaction.

Hal-hal yang perlu diperhatikan pada tahap ini adalah :


 Lapis base yang paling atas diselesaikan tiap section pemadatan harus dibuat
sedemikian rupa sehingga memiliki kemiringan sesuai spesifikasi. Hal ini
dimaksudkan agar air hujan cepat dapat dialirkan keluar dari area timbunan dan
tidak meninggalkan genangan yang dapat mengganggu pekerjaan selanjutnya.
 Apabila kadar air kurang dari batas toleransi, maka harus ditambahkan air
dengan cara menyemprotkan air dari water tank. Banyaknya air yang
disemprotkan harus diperhitungkan, sehingga tidak berlebihan. Penyemprotan air
dilakukan pada saat jumlah passing mencapai 2/3 dari yang direncanakan. Hal ini
dimaksudkan agar ikatan antara material tidak lepas sehingga kepadatan yang
dicapai bisa maksimum.
 Patok referensi selected embankment, centre line, batas-batas selected
embankment dan patok kemiringan harus dibuat dengan jelas, di update sesuai
dengan elevasi base yang telah diselesaikan dan dijaga keberadaannya untuk
memudahkan pemeriksaan dan pengontrolan pekerjaan.
 Untuk lokasi base yang tidak bisa dijangkau dengan vibrator roller (tepi-tepi
selected embankment yang berbatasan dengan bangunan drainase), digunakan
baby roller atau stamper disesuaikan dengan kondisi lapangan dengan tetap
mengacu pada kepadatan sesuai spesifikasi.
 Pekerjaan base yang telah diselesaikan pada hari yang bersangkutan harus
diamankan dari pengaruh cuaca yang kurang menguntungkan.
 Pada kondisi dimana pemadatan harus dihentikan sebelum pemadatan itu sendiri
selesai akibat pengaruh cuaca, maka area pemadatan harus diproteksi dengan
menutup pakai terpal atau plastik.
 Pada lokasi base harus dibuatkan temporary drain sedemikian rupa sehingga
setiap terjadi hujan, saluran tersebut dapat menampung air dan berfungsi
dengan baik sehingga tidak mengakibatkan genangan air atau kelongsoran yang
dapat menghambat proses pekerjaan selanjutnya.

PERKERASAN ASPAL

Adapun prosedur pelaksanaan perkerasan aspal adalah sebagai berikut :

Pelapisan Lapis Resap Pengikat


Sebelum prime coat dilapiskan pada base, maka permukaan base harus dibersihkan
dulu dengan menggunakan air compressor.pelapisan menggunakan prime coat
dilakukan di atas permukaan base secara merata dengan menggunakan aspalt
sprayer/distributor. Material prime coat harus sesuai dengan spesifikasi, baik material
maupun jumlah yang dilapiskan per satuan luas base. Lapisan prime coat ini harus
didiamkan selama 24 jam sebelum dilaksanakan pekerjaan/lapis selanjutnya, dengan
tujuan untuk memberikan waktu bagi prime coat untuk meresap, sehingga diharapkan
ikatan antara base dengan lapis berikutnya menjadi lebih baik.

Pelapisan Lapis Perekat


Sebelum tack coat dilapiskan pada aspal baru, maka permukan aspal harus dibersihkan
dulu dengan menggunakan air compressor.pelapisan menggunakan tack coat dilakukan
di atas permukaan aspal secara merata dengan menggunakan aspalt
sprayer/distributor. Material prime coat harus sesuai dengan spesifikasi, baik material
maupun jumlah yang dilapiskan per satuan luas aspal.

Laston Lapis Aus (AC-WC)

Penghamparan AC-WC
AC-WC dari Asphalt Mixing Plant (AMP) diangkut dengan menggunakan Dump Truck ke
lokasi pekerjaan. Pada saat pengangkutan harus dijaga temperature AC-WC harus
dijaga dengan cara menutup material AC-WC (hotmix) dengan terpal.
Penghamparan dilakukan dengan cara menuangkan dari Dump Truck ke Asphalt
Finisher, kemudian dari Asphalt Finisher ini baru digelar di lokasi pekerjaan. Ketebalan
dan temperature material AC-WC pada saat penggelaran harus sesuai dengan
spesifikasi. Apabila cuaca tidak memungkinkan ,maka penggelaran harus dihentikan dan
dilanjutkan kembali setelah cuaca dan permukaan lokasi pekerjaan memungkinkan.

Pemadatan AC-WC
Pemadatan AC-WC terbagi dalam 3 bagian ,yaitu:
1. Pemadatan pertama (Breakdown Rolling)
2. Pemadatan kedua (Intermediate Rolling)
3. Pemadatan akhir (Finish Rolling)

Pemadatan pertama dilakukan pada saat temperature 110 ⁰C -125 ⁰C atau sekitar 0-10
menit setelah penghamparan. Pemadatan ini dilakukan dengan menggunakan Tandem
Roller dengan jumlah lintasan sesuai dengan hasil trial compaction.

Pemadatan kedua dilakukan pada saat temperature mencapai 110 ⁰C -95 ⁰C atau 10 -
20 menit setelah penghamparan. Pemadatan ini dilakukan dengan menggunakan
Pneumatic Tyre Roller dengan jumlah lintasan sesuai dengan hasil trial compaction.

Pemadatan akhir dilakukan pada saat temperature 95 ⁰C -80 ⁰C atau sekitar 20-45
menit setelah penghamparan. Pemadatan ini dilakukan dengan menggunakan Tandem
Roller dengan jumlah lintasan sesuai dengan hasil trial compaction.

Hal-hal yang perlu diperhatikan pada tahap ini adalah :


a. Lapisan AC-WC yang paling atas diselesaikan tiap section pemadatan harus
dibuat sedemikian rupa sehingga memiliki kemiringan sesuai spesifikasi.
b. Patok referensi elevasi selected embankment, centre line, batas-batas selected
embankment dan patokan kemiringan harus dibuat dengan jelas, diperbarui
sesuai dengan elevasi AC-WC yang telah diselesaikan dan dijaga keberadaannya
untuk memudahkan pemeriksaan dan pengontrolan pekerjaan.
c. Pemadatan pada jalan yang lurus dimulai dari tepi perkerasan sejajar as jalan
menuju center line. Pada tikungan, pemadatan dimulai dari sisi jalan terendah
sejajar as jalan menuju bagian yang tinggi
d. Pada waktu pemadatan, roda alat pemadat harus dibasahi dengan air dengan
tujuan agar material AC-WC tidak menempel pada roda alat pemadat.

Laston Lapis Antara (AC-BC)

Penghamparan AC-BC
AC-BC dari Asphalt Mixing Plant (AMP) diangkut dengan menggunakan Dump Truck ke
lokasi pekerjaan. Pada saat pengangkutan harus dijaga temperature AC-BC harus dijaga
dengan cara menutup material AC-BC (hotmix) dengan terpal.
Penghamparan dilakukan dengan cara menuangkan dari Dump Truck ke Asphalt
Finisher, kemudian dari Asphalt Finisher ini baru digelar di lokasi pekerjaan. Ketebalan
dan temperature material AC-BC pada saat penggelaran harus sesuai dengan
spesifikasi. Apabila cuaca tidak memungkinkan, maka penggelaran harus dihentikan dan
dilanjutkan kembali setelah cuaca dan permukaan lokasi pekerjaan memungkinkan.

Pemadatan AC-BC
Pemadatan AC-BC terbagi dalam 3 bagian ,yaitu:
1. Pemadatan pertama (Breakdown Rolling)
2. Pemadatan kedua (Intermediate Rolling)
3. Pemadatan akhir (Finish Rolling)

Pemadatan pertama dilakukan pada saat temperature 110 ⁰C -125 ⁰C atau sekitar 0-10
menit setelah penghamparan. Pemadatan ini dilakukan dengan menggunakan Tandem
Roller dengan jumlah lintasan sesuai dengan hasil trial compaction.

Pemadatan kedua dilakukan pada saat temperature mencapai 110 ⁰C -95 ⁰C atau 10 -
20 menit setelah penghamparan. Pemadatan ini dilakukan dengan menggunakan
Pneumatic Tyre Roller dengan jumlah lintasan sesuai dengan hasil trial compaction.

Pemadatan akhir dilakukan pada saat temperature 95 ⁰C -80 ⁰C atau sekitar 20-45
menit setelah penghamparan. Pemadatan ini dilakukan dengan menggunakan Tandem
Roller dengan jumlah lintasan sesuai dengan hasil trial compaction.

Hal-hal yang perlu diperhatikan pada tahap ini adalah :


a. Lapisan AC-BC yang paling atas diselesaikan tiap section pemadatan harus dibuat
sedemikian rupa sehingga memiliki kemiringan sesuai spesifikasi.
b. Patok referensi elevasi selected embankment, centre line, batas-batas selected
embankment dan patokan kemiringan harus dibuat dengan jelas, diperbarui
sesuai dengan elevasi AC-BC yang telah diselesaikan dan dijaga keberadaannya
untuk memudahkan pemeriksaan dan pengontrolan pekerjaan.
c. Pemadatan pada jalan yang lurus dimulai dari tepi perkerasan sejajar as jalan
menuju center line. Pada tikungan, pemadatan dimulai dari sisi jalan terendah
sejajar as jalan menuju bagian yang tinggi
d. Pada waktu pemadatan, roda alat pemadat harus dibasahi dengan air dengan
tujuan agar material AC-BC tidak menempel pada roda alat pemadat.

Laston Lapis Antara (AC-BC) L

Penghamparan AC-BC L
AC-BC L dari Asphalt Mixing Plant (AMP) diangkut dengan menggunakan Dump Truck
ke lokasi pekerjaan. Pada saat pengangkutan harus dijaga temperature AC-BC L harus
dijaga dengan cara menutup material AC-BC L (hotmix) dengan terpal.
Penghamparan dilakukan dengan cara menuangkan dari Dump Truck ke Asphalt
Finisher, kemudian dari Asphalt Finisher ini baru digelar di lokasi pekerjaan. Ketebalan
dan temperature material AC-BC L pada saat penggelaran harus sesuai dengan
spesifikasi. Apabila cuaca tidak memungkinkan, maka penggelaran harus dihentikan dan
dilanjutkan kembali setelah cuaca dan permukaan lokasi pekerjaan memungkinkan.

Pemadatan AC-BC L
Pemadatan AC-BC L
terbagi dalam 3 bagian ,yaitu:
1. Pemadatan pertama (Breakdown Rolling)
2. Pemadatan kedua (Intermediate Rolling)
3. Pemadatan akhir (Finish Rolling)

Pemadatan pertama dilakukan pada saat temperature 110 ⁰C -125 ⁰C atau sekitar 0-10
menit setelah penghamparan. Pemadatan ini dilakukan dengan menggunakan Tandem
Roller dengan jumlah lintasan sesuai dengan hasil trial compaction.

Pemadatan kedua dilakukan pada saat temperature mencapai 110 ⁰C -95 ⁰C atau 10 -
20 menit setelah penghamparan. Pemadatan ini dilakukan dengan menggunakan
Pneumatic Tyre Roller dengan jumlah lintasan sesuai dengan hasil trial compaction.

Pemadatan akhir dilakukan pada saat temperature 95 ⁰C -80 ⁰C atau sekitar 20-45
menit setelah penghamparan. Pemadatan ini dilakukan dengan menggunakan Tandem
Roller dengan jumlah lintasan sesuai dengan hasil trial compaction.

Aditif Anti Pengelupasan


Bahan aditif dalam jumlah yang telah ditetapkan dicampur dengan aspal dalam alat
pengaduk dan diaduk dalam waktu yang telah ditentukan untuk menghasilkan
campuran yang merata dan semua butiran terselimuti aspal dengan merata.

PEKERJAAN STRUKTUR

Beton Mutu Sedang fc’20 Mpa


Metode :
1. Menyiapkan tempat kerja (membongkar struktur lama / melakukan galian atau
timbunan).
2. Pekerjaan diawali dengan melakukan persiapan berupa membuat dan memasang
acuan dan dibuat sedemikian rupa sehingga dapat dibongkar tanpa merusak
beton, sesuai dengan gambar dan petunjuk Direksi Pekerjaan. Pasir, agregat
kasar dan air dicampur dan diaduk hingga menjadi beton menggunakan Pan
Mixer Mixer dan Water Tank Truck. Segera sebelum pengecoran, acuan
dilakukan pembasahan dengan air/pelumas yang tidak meninggalkan bekas jika
beton dibongkar. Kemudian beton dituangkan kedalam bekisting / cetakan yang
telah dipersiapkan sebelumnya. Pemadatan dibantu dengan alat Concrete
Vibrator sampai elevasi beton yang diinginkan. Beberapa pekerja akan merapikan
hasil tuangan beton dengan alat bantu.
3. Segera setelah pengecoran, beton harus dilindungi dari pengeringan dini,
temperature yang terlalu panas dengan diselimuti bahan yang menyerap air.
Bahan perawat harus dibebani/diikat ke bawah untuk mencegah permukaan
terekspos dari aliran udara.

Beton Siklop fc’15 Mpa


Metode :
1. Menyiapkan tempat kerja (membongkar struktur lama / melakukan galian atau
timbunan).
2. Pekerjaan diawali dengan melakukan persiapan berupa membuat dan memasang
acuan dan dibuat sedemikian rupa sehingga dapat dibongkar tanpa merusak
beton, sesuai dengan gambar dan petunjuk Direksi Pekerjaan. Pasir, agregat
kasar dan air dicampur dan diaduk hingga menjadi beton menggunakan
Concrete Mixer dan Water Tank Truck. Segera sebelum pengecoran, acuan
dilakukan pembasahan dengan air/pelumas yang tidak meninggalkan bekas jika
beton dibongkar. Kemudian beton dituangkan kedalam bekisting / cetakan yang
telah dipersiapkan sebelumnya. Beberapa pekerja akan merapikan hasil tuangan
beton dengan alat bantu.
Segera setelah pengecoran, beton harus dilindungi dari pengeringan dini, temperature
yang terlalu panas dengan diselimuti bahan yang menyerap air. Bahan perawat harus
dibebani/diikat ke bawah untuk mencegah permukaan terekspos dari aliran udara.

Beton Mutu Sedang fc’10 Mpa


Metode :
1. Menyiapkan tempat kerja (membongkar struktur lama / melakukan galian atau
timbunan).
2. Pekerjaan diawali dengan melakukan persiapan berupa membuat dan memasang
acuan dan dibuat sedemikian rupa sehingga dapat dibongkar tanpa merusak
beton, sesuai dengan gambar dan petunjuk Direksi Pekerjaan. Pasir, agregat
kasar dan air dicampur dan diaduk hingga menjadi beton menggunakan
Concrete Mixer dan Water Tank Truck. Segera sebelum pengecoran, acuan
dilakukan pembasahan dengan air/pelumas yang tidak meninggalkan bekas jika
beton dibongkar. Kemudian beton dituangkan kedalam bekisting / cetakan yang
telah dipersiapkan sebelumnya. Beberapa pekerja akan merapikan hasil tuangan
beton dengan alat bantu.
Segera setelah pengecoran, beton harus dilindungi dari pengeringan dini, temperature
yang terlalu panas dengan diselimuti bahan yang menyerap air. Bahan perawat harus
dibebani/diikat ke bawah untuk mencegah permukaan terekspos dari aliran udara.

BAJA TULANGAN U.24 POLOS


Metode :
1. Memesan dan melakukan pengiriman untuk Baja Tulangan U.24 Polos atas
persetujuan Direksi Pekerjaan, dengan ukuran sesuai gambar dan spesifikasi
teknis. Setelah selesai, meminta kepada Direksi Pekerjaan untuk melakukan
pengecekan apabila ada cacat/kerusakan.
2. Besi tulangan di potong/di fabrikasi sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan.
3. Tulangan harus dibersihkan sesaat sebelum pemasangan untuk menghilangkan
kotoran, lumpur, oli, cat, karat dan kerak yang dapat mengurangi daya lekat.
4. Besi tulangan dipasang / di susun berdasarkan gambar pelaksanaan dan
persilangannya diikat dengan kawat.
5. Tidak boleh ada bagian baja tulangan yang telah dipasang, memikul beban
(perlengkapan pemasok beton, jalan raya, lantai kerja untuk kegiatan proyek).

BAJA TULANGAN U.32 ULIR


Metode :
1. Memesan dan melakukan pengiriman untuk Baja Tulangan U.32 Ulir atas
persetujuan Direksi Pekerjaan, dengan ukuran sesuai gambar dan spesifikasi
teknis. Setelah selesai, meminta kepada Direksi Pekerjaan untuk melakukan
pengecekan apabila ada cacat/kerusakan.
2. Besi tulangan di potong/di fabrikasi sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan.
3. Tulangan harus dibersihkan sesaat sebelum pemasangan untuk menghilangkan
kotoran, lumpur, oli, cat, karat dan kerak yang dapat mengurangi daya lekat.
4. Besi tulangan dipasang / di susun berdasarkan gambar pelaksanaan dan
persilangannya diikat dengan kawat.
Tidak boleh ada bagian baja tulangan yang telah dipasang, memikul beban
(perlengkapan pemasok beton, jalan raya, lantai kerja untuk kegiatan proyek).

CERUCUK PONDASI

Metode :
1. Semua tiang pancang kayu diperiksa sebelum dipancang untuk memastikan
memenuhi ketentuan.
2. Sebelum pemancangan kepala tiang pancang harus dipangkas sampai
penampang melintang menjadi bulat dan tegak lurus terhadap panjangnya.
Pemancangan harus mempertimbangkan tinggi jatuh palu untuk mecegah keretakan.
PASANGAN BATU
Ruang Lingkup :
a. Pasangan Batu umumnya digunakan untuk struktur seperti dinding penahan,
gorong-gorong pelat, dan tembok kepala gorong-gorong besar.
b. Pembuatan lubang sulingan (untuk drainase), termasuk pengadaan dan
pemasangan cetakan lubang sulingan atau pipa.

Material :
1. Batu dipakai material batu gunung yang berasal dari sekitar lokasi dan distok di
tempat kerja.
2. Adukan merupakan campuran semen mortar.

Metoda Pelaksanaan
 Material batu gunung, semen dan pasir dipersiapkan sebelumnya dan diletakkan
di lapangan sesuai dengan kebutuhan dengan volume tertentu sesuai dengan
yang dibutuhkan. Hal ini untuk mencegah terbuangnya material dan menjaga
kebersihan lokasi.
 Dalam pekerjaan pasangan batu dengan mortar ini direncanakan dibagi dalam
group-group kerja.
 Sebelum pemasangan batu, batu harus cukup dibasahi. Pasangan batu akan
terpasang dengan kuat jika batuan yang lain terselimuti mortar semen. Batu
harus terpasang dengan benar atau pas pada tempatnya dan saling mengikat
satu sama lain oleh mortar semen. Perawatan pasangan batu dilakukan dengan
menyelimuti permukaan dengan semen mortar.
 Lapisan mortar semen segar tebal 3 cm dite4mpatkan dengan segera sebelum
meletakkan setiap batu pada lapis pertama. Batu dengan ukuran besar
ditempatkan pada lapisan terbawah dan disudut-sudut, agar rongganya
berukuran sama.
 Permukaan batu harus disusun sejajar dengan permukaan dinding yang tersusun
atas batuan.
 Ketebalan mortar adalah 2 cm s/d 5 cm dan harus menjamin rongga yang
minimum diantara batuan yang terisi.
 Luasan pasangan mortar pada batu setiap saat harus dibatasi hanya pada
kondisi mortar yang segar dan tidak bergeser dari kedudukannya.
Permukaan atas batu harus dilakukan finishing sama rata dengan pekerjaan finishing
seluruhnya. Batasan lereng dan bahu jalan harus dihiasi dan dilakukan finishing untuk
menjamin permukaan yang halus/smooth dengan permukaan pasangan.

PENGEMBALIAN KONDISI DAN PEKERJAAN MINOR

UMUM
Pekerjaan ini harus meliputi pengembalian kondisi perkerasan yang telah rusak
sedemikian rupa sehingga terjadi lubang-lubang besar, tepi jalan banyak yang rusak
atau terjadi keriting (corrugation) pada permukaan perkerasan dengan ke dalam lebih
dari 3 cm, terjadi retak-retak lebar, retak struktural atau retak kecil yang menjalar,atau
menunjukkan bukti bahwa tanah dasarnya melemah seperti jembul atau deformasi
yang besar.

Tujuan pengembalian kondisi ini harus menjamin bahwa :


1. Lokasi perkerasan yang tidak ditentukan untuk pelapisan kembali, dapat dipeli-
hara dengan mudah dan rutin menurut Seksi 10.1 dari Spesifikasi ini.
2. Pada lokasi yang diproyeksikan memerlukan pelapisan kembali, keuntungan
pemakai jalan harus dipelihara sampai pelapisan kembali tersebut dilaksanakan.
3. Semua lokasi yang akan dilapis kembali harus mempunyai struktur yang utuh
(sound).

Lapis Pondasi Agregat Kelas A untuk Pekerjaan minor

Metode :
Agreegat kelas A di Base camp, di loading dengan alat Wheel Loader, kemudian dibawa
dan dituang dilapangan dengan Dump truk kemudian dihampar / diratakan di lapangan
dengan tenaga manusia.
Dibasahi sedikit dengan water tanker kemudian dipadatkan dg baby roller

Campuran Aspal Panas untuk Pekerjaan Minor


Metode :
Pekerjaan ini dilaksanakan pada daerah effektif diatas perkerasan lama untuk pekerjaan
patching.
Di Base camp Wheel Loader memuat agregat dan aspal ke dalam cold bin AMP.
Setelah agregat dan aspal dicampur dan dipanaskan dg AMP, material aspal di angkut
dengan Dump Truck ke lokasi pekerjaan, dihampar oleh pekerjaan dengan alat bantu
dan di padatkan dengan baby roller.

Marka Jalan Thermoplastik


Penyiapan Permukaan Jalan :
Sebelum marka-marka dipasang atau pelapisan cat dilaksanakan, permukaan
perkerasan yang akan dicat harus bersih, kering dan bebas dari bekas-bekas gemuk
dan debu. Cat lama atau marka thermoplastic yang akan menghalangi pelekatan yang
memadai terhadap pelapisan baru harus dibuang dengan semprotan pasir.
Pemakaian Cat Marka Jalan :
 Cat secara dingin harus diaduk dilapangan menurut ketentuan pabrik pembuat
secara merata didalam suspense.
 Ukuran yang tepat dan kedudukan semua marka jalan harus ditempatkan dan
diberi tanda pada perkerasan sebelum cat dipakai.
 Pengecatan dilakukan dengan alat mesin mekanis. Mesin tersebut menghasilkan
lapisan yang lurus dan merata dengan ketebalan 1,5-3 mm, diluar Kristal gelas
dan dengan lebar yang seragam dan tepat dengan sisi-sisi potongan yang tegas.
 Kristal gelas harus diberikan pada permukaan cat jalan segera setelah cat
tersebut dioleskan. Kristal gelas dipasang dengan tekanan atau dengan tekanan
atau dengan takaran semprotan 450 gram/m2.

PEMELIHARAAN RUTIN JALAN

PEKERJAAN TANAH

GALIAN PERKERASAN BERASPAL TANPA COLD MILLING MACHINE


Pekerjaan galian perkerasan dilakukan dengan prosedur sebagai berikut :
1. Menggali
Perkerasan yang dibongkar umumnya adalah perkerasan. Material hasil
bongkaran diangkut dan dibuang ke lokasi pembuangan material yang telah
ditentukan.

Pelaksanaan penggalian dilakukan dengan jack hammer. Pekerjaan galian


dilakukan dari bagian atas ke bawah lapis demi lapis sehingga mencapai elevasi
sesuai dengan yang direncanakan dalam shop drawing.

2. Pengangkutan
Material hasil galian diangkut keluar dengan menggunakan Dump Truck untuk
dibuang di tempat yang telah ditentukan.

GALIAN PERKERASAN BERBUTIR

Pekerjaan galian ini dilakukan dengan prosedur sebagai berikut :


1. Menggali
Sebelum pelaksanaan galian dilakukan, terlebih dahulu dilakukan pekerjaan
penghancuran bangunan diatasnya (jika ada). Material hasil bongkaran diangkut
dan dibuang ke lokasi pembuangan material yang telah ditentukan.

Pelaksanaan penggalian dilakukan dengan Jack Hammer dan Compressor.


Pekerjaan galian dilakukan dari bagian atas ke bawah lapis demi lapis sehingga
mencapai elevasi sesuai dengan yang direncanakan dalam shop drawing.

Penggalian dilakukan sedemikian rupa sehingga bila terjadi hujan, air tidak
menggenang di tempat galian dan aktivitas selanjutnya tidak terganggu.
Pengamanan ini bisa dilakukan dengan membuat slope/kemiringan yang
memadai sehingga air hujan bisa mengalir ke luar dari tempat galian atau
apabila kondisi sekitar galian tidak memungkinkan dilakukan hal ini, maka
genangan air harus dibuang keluar dengan pompa.

Hasil galian diratakan dengan Motor grader.


2. Pengangkutan
Material hasil galian diangkut keluar dengan menggunakan Dump Truck untuk
dibuang di tempat yang telah ditentukan.

PEKERJAAN STRUKTUR

CERUCUK PONDASI

Metode :
1. Semua tiang pancang kayu diperiksa sebelum dipancang untuk memastikan
memenuhi ketentuan.
2. Sebelum pemancangan kepala tiang pancang harus dipangkas sampai
penampang melintang menjadi bulat dan tegak lurus terhadap panjangnya.
Pemancangan harus mempertimbangkan tinggi jatuh palu untuk mecegah keretakan.

PEMELIHARAAN KINERJA JALAN

GALIAN TANAH UNTUK SALURAN AIR DAN LERENG


Pekerjaan Galian untuk saluran air dan lereng dilaksanakan dengan tahapan sebagai
berikut :
a. Sebelum pelaksanaan pekerjaan dimulai, peralatan Excavator harus sudah berada
dilokasi pekerjaan.
b. Penggalian, penimbunan dan pemangkasan harus dilakukan sebagaimana yang
diperlukan untuk membentuk selokan baru atau lama sehingga memenuhi
kelandaian yang ditunjukkan pada gambar yang disetujui dan memenuhi profil jenis
selokan yang ditunjukkan dalam Gambar atau bilamana diperintahkan lain oleh
Direksi Pekerjaan.
c. Seluruh bahan hasil galian harus dibuang dengan Dump Truck dan diratakan
sedemikian rupa sehingga dapat mencegah setiap dampak lingkungan yang
mungkin terjadi, di lokasi yang ditunjukkan oleh Direksi Pekerjaan.

TIMBUNAN PILIHAN UNTUK LERENG TEPI SALURAN

Umum :
Pekerjaan ini mencakup pengambilan, pengangkutan, penghamparan dan pemadatan
material pilihan.

Metode :
1. Langkah awal adalah penyiapan tempat kerja, dimana dasar pondasi dari
timbunan sudah dipadatkan terlebih dahulu sehingga memenuhi persyaratan
kepadatan yang ditentukan.
2. Material timbunan dimuat dengan Wheel Loader dan diangkut dari borrow area
dengan menggunakan Dump Truck diangkut langsung dari lokasi sumber
material.
3. Material timbunan dilokasi kerja dihampar dengan Motor Grader, penghamparan
ini dilakukan dengan ketebalan gembur untuk mencapai ketebalan padat yang
diinginkan.
4. Setelah material dihampar maka dilanjutkan dengan pemadatan material,
pemadatan ini dilakukan pada saat kadar air dari material berada dalam rentang
kurang dari 3% sampai lebih dari 1% dari kadar air optimum.
Pemadatan dilakukan lapis perlapis, dan dipadatkan mulai dari tepi luar dan berlanjut
kea rah sumbu jalan. Pemadatan dilakukan dengan menggunakan Tandem Roller.

PASANGAN BATU DENGAN MORTAR


Pekerjaan pasangan batu dengan mortar dilaksanakan sesuai dengan tahapan sebagai
berikut :

1. Pekerjaan Persiapan
 Disiapkan ukuran-ukuran yang sesuai dengan yang disyaratkan dalam
shop drawing.
 Memasang kisdam dari karung berisi tanah untuk kondisi yang
berhubungan dengan air.
 Dibuat bowplank dengan tarikan benang sesuai dengan dimensi.
 Penggalian pondasi dan perataan galian tanah di dalam area bowplank.
 Dilakukan pengeringan bila masih terjadi genangan air.

2. Penyiapan Batu Belah.


Batu yang akan digunakan untuk pekerjaan pasangan batu harus
memperhatikan hal-hal sebagai berikut :
 Permukaannya tidak boleh licin. Bila permukaan batu licin/halus harus
dipecah untuk mendapatkan permukaan yang lebih kasar.
 Permukaan batu harus dibersihkan dahulu dari debu dengan cara deisiram
dengan air. Hal ini dimaksudkan untuk memperkuat ikatan antara batu
dengan mortar pengisi.

3. Penyiapan Mortar
Mortar dibuat dengan perbandingan campuran semen : pasir = 1 //; 3 dan
diaduk dengan menggunakan concrete mixer. Semen dan pasir dicampur dengan
perbandingan volume sampai warnanya merata, lalun dicampuri air sambil terus
diaduk.

4. Penyusunan Pasangan Batu


 Sebelum pelaksanaan pekerjaan dimulai, terlebih dahulu ditentukan as-as
untuk dimensi pekerjaan sesuai dengan shop drawing.
 Setelah as-as ditentukan, dibuat batas ukuran dengan menggunakan
benang dengan tujuan agar hasil pemasangan lurus dan rapi.
 Beri tanda batas-batas pekerjaan.
 Pasang bowplank sebagai acuan kerja.
 Material batu kali/gunung, semen dan pasir telah dipersiapkan
sebelumnya dan diletakkan di lapangan sesuai dengan kebutuhan dengan
volume tertentu sesuai yang dibutuhkan. Hal ini untuk mencegah
terbuangnya material dan menjaga kebersihan lokasi.
 Dalam pekerjaan pasangan batu dengan mortar ini direncakan dibagai
dalam group-group kerja.
 Sebelum pemasangan batu, batu harus cukup dibasahi. Pasangan batu
akan terpasang dengan kuat jika batuan yang lain terselimuti mortar
semen. Batu harus terpasang dengan benar atau pas pada tempatnya dan
saling mengikat satu sama lain oleh mortar semen. Perawatan pasangan
batu dilakukan dengan menyelimuti permukaan dengan mortar semen.
 Lapisan mortar semen segar tebal 3 cm ditempatkan dengan segera
sebelum meletakkan setiap batu pada lapis pertama. Batu dengan ukuran
besar ditempatkan pada lapisan terbawah dan disudut-sudut agar
rongganya berukuran sama.
 Permukaan batu harus disusun sejajar dengan permukaan dinding yang
tersusun atas batuan.
 Ketebalan mortar adalah 2 – 5 cm dan harus menjamin rongga yang
minimum diantara batuan yang terisi.
 Luasan pemasangan mortar pada batu setiap saat harus dibatasi hanya
pada kondisi mortar yang segar dan tidak tergeser dari kedudukannya.
 Permukaan antar batu harus dilakukan finishing sama rata dengan
pekerjaan finishing seluruhnya.
Batas lereng dan bahu jalan dihiasi dan dilakukan finishing untuk menjamin permukaan
yang halus/smooth dengan permukaan pasangan.

LAPIS PONDASI AGREGAT KELAS A


Pengangkutan Material
Pengangkutan material base dari crusher plan di Base Camp ke lokasi pekerjaan
menggunakan Dump Truck dan di loading dengan menggunakan Wheel Loader.
Pengecekan dan pencatatan volume material dilakukan pada saat tibu di lokasi
pekerjaan sebelum material di stock.

Material diturunkan dengan jarak dan volume tertentu untuk memudahkan pada saat
penghamparan agar tidak terjadi kelebihan material di satu tempat dan kekurangan
material di tempat lain.

Penghamparan Material
Penghamparan material dilakukan dengan menggunakan Motor Grader. Dalam tahap
penghamparan ini harus diperhatikan hal-hal sebagai berikut :
 Kondisi cuaca yang memungkinkan
 Panjang hamparan pada setiap section yang akan dipadatkan sesuai dengan
kondisi lapangan dan tebal penghamparan sesuai dengan spesifikasi.
 Material yang tidak terpakai dipisahkan dan ditempatkan pada lokasi yang telah
ditetapkan.

Pemadatan Material
Pemadatan dilakukan dengan menggunakan Tandem Roller, dimulai dari bagian tepi ke
bagian tengah. Setelah pemadatan selesai, alat pemadat selesai, alat pemadat
dipindahkan ke jalur di sebelahnya dengan overlapping 1/8 panjang drum dan
seterusnya hingga mencapai seluruh area pemadatan. Pemadtan dilakukan dengan
jumlah lintasan (passing) sesuai dengan hasil trial compaction.

Hal-hal yang perlu diperhatikan pada tahap ini adalah :


 Lapis base yang paling atas diselesaikan tiap section pemadatan harus dibuat
sedemikian rupa sehingga memiliki kemiringan sesuai spesifikasi. Hal ini
dimaksudkan agar air hujan cepat dapat dialirkan keluar dari area timbunan dan
tidak meninggalkan genangan yang dapat mengganggu pekerjaan selanjutnya.
 Apabila kadar air kurang dari batas toleransi, maka harus ditambahkan air
dengan cara menyemprotkan air dari water tank. Banyaknya air yang
disemprotkan harus diperhitungkan, sehingga tidak berlebihan. Penyemprotan air
dilakukan pada saat jumlah passing mencapai 2/3 dari yang direncanakan. Hal ini
dimaksudkan agar ikatan antara material tidak lepas sehingga kepadatan yang
dicapai bisa maksimum.
 Patok referensi selected embankment, centre line, batas-batas selected
embankment dan patok kemiringan harus dibuat dengan jelas, di update sesuai
dengan elevasi base yang telah diselesaikan dan dijaga keberadaannya untuk
memudahkan pemeriksaan dan pengontrolan pekerjaan.
 Untuk lokasi base yang tidak bisa dijangkau dengan vibrator roller (tepi-tepi
selected embankment yang berbatasan dengan bangunan drainase), digunakan
baby roller atau stamper disesuaikan dengan kondisi lapangan dengan tetap
mengacu pada kepadatan sesuai spesifikasi.
 Pekerjaan base yang telah diselesaikan pada hari yang bersangkutan harus
diamankan dari pengaruh cuaca yang kurang menguntungkan.
 Pada kondisi dimana pemadatan harus dihentikan sebelum pemadatan itu sendiri
selesai akibat pengaruh cuaca, maka area pemadatan harus diproteksi dengan
menutup pakai terpal atau plastik.
Pada lokasi base harus dibuatkan temporary drain sedemikian rupa sehingga setiap
terjadi hujan, saluran tersebut dapat menampung air dan berfungsi dengan baik
sehingga tidak mengakibatkan genangan air atau kelongsoran yang dapat menghambat
proses pekerjaan selanjutnya.

LAPIS PONDASI AGREGAT KELAS S


Pengangkutan Material
Pengangkutan material base di Base Camp ke lokasi pekerjaan menggunakan Dump
Truck dan di loading dengan menggunakan Wheel Loader. Pengecekan dan pencatatan
volume material dilakukan pada saat tibu di lokasi pekerjaan sebelum material di stock.

Material diturunkan dengan jarak dan volume tertentu untuk memudahkan pada saat
penghamparan agar tidak terjadi kelebihan material di satu tempat dan kekurangan
material di tempat lain.

Penghamparan Material
Penghamparan material dilakukan dengan menggunakan Motor Grader. Dalam tahap
penghamparan ini harus diperhatikan hal-hal sebagai berikut :
a. Kondisi cuaca yang memungkinkan
b. Panjang hamparan pada setiap section yang akan dipadatkan sesuai dengan
kondisi lapangan dan tebal penghamparan sesuai dengan spesifikasi.
c. Material yang tidak terpakai dipisahkan dan ditempatkan pada lokasi yang telah
ditetapkan.

Pemadatan Material
Pemadatan dilakukan dengan menggunakan Tandem Roller, dimulai dari bagian tepi ke
bagian tengah. Setelah pemadatan selesai, alat pemadat selesai, alat pemadat
dipindahkan ke jalur di sebelahnya dengan overlapping 1/8 panjang drum dan
seterusnya hingga mencapai seluruh area pemadatan. Pemadtan dilakukan dengan
jumlah lintasan (passing) sesuai dengan hasil trial compaction.

Hal-hal yang perlu diperhatikan pada tahap ini adalah :


a. Lapis base yang paling atas diselesaikan tiap section pemadatan harus dibuat
sedemikian rupa sehingga memiliki kemiringan sesuai spesifikasi. Hal ini
dimaksudkan agar air hujan cepat dapat dialirkan keluar dari area timbunan dan
tidak meninggalkan genangan yang dapat mengganggu pekerjaan selanjutnya.
b. Apabila kadar air kurang dari batas toleransi, maka harus ditambahkan air
dengan cara menyemprotkan air dari water tank. Banyaknya air yang
disemprotkan harus diperhitungkan, sehingga tidak berlebihan. Penyemprotan air
dilakukan pada saat jumlah passing mencapai 2/3 dari yang direncanakan. Hal
ini dimaksudkan agar ikatan antara material tidak lepas sehingga kepadatan
yang dicapai bisa maksimum.
c. Patok referensi selected embankment, centre line, batas-batas selected
embankment dan patok kemiringan harus dibuat dengan jelas, di update sesuai
dengan elevasi base yang telah diselesaikan dan dijaga keberadaannya untuk
memudahkan pemeriksaan dan pengontrolan pekerjaan.
d. Untuk lokasi base yang tidak bisa dijangkau dengan vibrator roller (tepi-tepi
selected embankment yang berbatasan dengan bangunan drainase), digunakan
baby roller atau stamper disesuaikan dengan kondisi lapangan dengan tetap
mengacu pada kepadatan sesuai spesifikasi.
e. Pekerjaan base yang telah diselesaikan pada hari yang bersangkutan harus
diamankan dari pengaruh cuaca yang kurang menguntungkan.
f. Pada kondisi dimana pemadatan harus dihentikan sebelum pemadatan itu sendiri
selesai akibat pengaruh cuaca, maka area pemadatan harus diproteksi dengan
menutup pakai terpal atau plastik.
g. Pada lokasi base course harus dibuatkan temporary drain sedemikian rupa
sehingga setiap terjadi hujan, saluran tersebut dapat menampung air dan
berfungsi dengan baik sehingga tidak mengakibatkan genangan air atau
kelongsoran yang dapat menghambat proses pekerjaan selanjutnya.

Campuran Aspal Panas


Metode :
Pekerjaan ini dilaksanakan pada sepanjang daerah penanganan diatas perkerasan lama
untuk pekerjaan patching.
Di Base camp Wheel Loader memuat agregat dan aspal ke dalam cold bin AMP.
Setelah agregat dan aspal dicampur dan dipanaskan dg AMP, material aspal di angkut
dengan Dump Truck ke lokasi pekerjaan, dihampar oleh pekerjaan dengan alat bantu
dan di padatkan dengan baby roller.

Bitumen Residual
Metode :
Aspal dan minyak flux dipanaskan dan dihampar sehingga menjadi campuran aspal cair.
Permukaan yang akan dilapis dibersihkan dari debu dan kotoran dengan Air
Compressor. Campuran aspal cair disemprotkan dengan Asphalt Sprayer ke atas
permukaan yang akan dilapis. Angkutan aspal dan minyak flux menggunakan Dump
Truck.

PASANGAN BATU
Metoda Pelaksanaan
 Material batu gunung, semen dan pasir dipersiapkan sebelumnya dan diletakkan
di lapangan sesuai dengan kebutuhan dengan volume tertentu sesuai dengan
yang dibutuhkan. Hal ini untuk mencegah terbuangnya material dan menjaga
kebersihan lokasi.
 Dalam pekerjaan pasangan batu dengan mortar ini direncanakan dibagi dalam
group-group kerja.
 Sebelum pemasangan batu, batu harus cukup dibasahi. Pasangan batu akan
terpasang dengan kuat jika batuan yang lain terselimuti mortar semen. Batu
harus terpasang dengan benar atau pas pada tempatnya dan saling mengikat
satu sama lain oleh mortar semen. Perawatan pasangan batu dilakukan dengan
menyelimuti permukaan dengan semen mortar.
 Lapisan mortar semen segar tebal 3 cm dite4mpatkan dengan segera sebelum
meletakkan setiap batu pada lapis pertama. Batu dengan ukuran besar
ditempatkan pada lapisan terbawah dan disudut-sudut, agar rongganya
berukuran sama.
 Permukaan batu harus disusun sejajar dengan permukaan dinding yang tersusun
atas batuan.
 Ketebalan mortar adalah 2 cm s/d 5 cm dan harus menjamin rongga yang
minimum diantara batuan yang terisi.
 Luasan pasangan mortar pada batu setiap saat harus dibatasi hanya pada
kondisi mortar yang segar dan tidak bergeser dari kedudukannya.
Permukaan atas batu harus dilakukan finishing sama rata dengan pekerjaan
finishing seluruhnya. Batasan lereng dan bahu jalan harus dihiasi dan dilakukan
finishing untuk menjamin permukaan yang halus/smooth dengan permukaan
pasangan.

PENGENDALIAN TANAMAN
Gebalan rumput dipasang di atas permukaan tanah yang telah siap ditanami.

PEMELIHARAAN RUTIN KONDISI

PEKERJAAN TANAH

GALIAN PERKERASAN BERASPAL TANPA COLD MILLING MACHINE


Pekerjaan galian perkerasan dilakukan dengan prosedur sebagai berikut :
1. Menggali
Perkerasan yang dibongkar umumnya adalah perkerasan. Material hasil
bongkaran diangkut dan dibuang ke lokasi pembuangan material yang telah
ditentukan.

Pelaksanaan penggalian dilakukan dengan jack hammer. Pekerjaan galian


dilakukan dari bagian atas ke bawah lapis demi lapis sehingga mencapai elevasi
sesuai dengan yang direncanakan dalam shop drawing.

2. Pengangkutan
Material hasil galian diangkut keluar dengan menggunakan Dump Truck untuk
dibuang di tempat yang telah ditentukan.

GALIAN PERKERASAN BERBUTIR

Pekerjaan galian ini dilakukan dengan prosedur sebagai berikut :


1. Menggali
Sebelum pelaksanaan galian dilakukan, terlebih dahulu dilakukan pekerjaan
penghancuran bangunan diatasnya (jika ada). Material hasil bongkaran diangkut
dan dibuang ke lokasi pembuangan material yang telah ditentukan.
Pelaksanaan penggalian dilakukan dengan Jack Hammer dan Compressor.
Pekerjaan galian dilakukan dari bagian atas ke bawah lapis demi lapis sehingga
mencapai elevasi sesuai dengan yang direncanakan dalam shop drawing.

Penggalian dilakukan sedemikian rupa sehingga bila terjadi hujan, air tidak
menggenang di tempat galian dan aktivitas selanjutnya tidak terganggu.
Pengamanan ini bisa dilakukan dengan membuat slope/kemiringan yang
memadai sehingga air hujan bisa mengalir ke luar dari tempat galian atau
apabila kondisi sekitar galian tidak memungkinkan dilakukan hal ini, maka
genangan air harus dibuang keluar dengan pompa.

Hasil galian diratakan dengan Motor grader.

2. Pengangkutan
Material hasil galian diangkut keluar dengan menggunakan Dump Truck untuk
dibuang di tempat yang telah ditentukan.

TIMBUNAN PILIHAN DARI SUMBER GALIAN

Umum :
Pekerjaan ini mencakup pengambilan, pengangkutan, penghamparan dan pemadatan
material pilihan.

Metode :
a. Langkah awal adalah penyiapan tempat kerja, dimana dasar pondasi dari
timbunan sudah dipadatkan terlebih dahulu sehingga memenuhi persyaratan
kepadatan yang ditentukan.
b. Material timbunan dimuat dengan Wheel Loader dan diangkut dari borrow area
dengan menggunakan Dump Truck diangkut langsung dari lokasi sumber
material.
c. Material timbunan dilokasi kerja dihampar dengan Motor Grader, penghamparan
ini dilakukan dengan ketebalan gembur untuk mencapai ketebalan padat yang
diinginkan.
d. Setelah material dihampar maka dilanjutkan dengan pemadatan material dengan
tandem, pemadatan ini dilakukan pada saat kadar air dari material berada dalam
rentang kurang dari 3% sampai lebih dari 1% dari kadar air optimum.
Pemadatan dilakukan lapis perlapis, dan dipadatkan mulai dari tepi luar dan
berlanjut kea rah sumbu jalan. Pemadatan dilakukan dengan menggunakan
Tandem Roller.

PENYIAPAN BADAN JALAN


Umum :
1. Mencakup penyiapan permukaan tanah dasar atau permukaan jalan kerikil
(grade) yang ada untuk pemasangan struktur perkerasan berikutnya (diatasnya).
2. Untuk jalan kerikil pekerjaan mencakup perataan berat dengan motor grader
untuk perbaikan bentuk dengan atau tanpa penggarukkan dan tanpa
penambahan material batu.

Toleransi Dimensi
a. Ketinggian akhir setelah pemadatan tidak lebih dari 1 cm lebih tinggi atau rendah
dari yang ditentukan atau disetujui.
b. Seluruh permukaan akhir harus cukup rata dan dengan memiliki kelandaian
cukup, untuk menjamin aliran bebas dari air permukaan.

PEKERJAAN STRUKTUR

Beton Mutu Sedang fc’20 Mpa


Metode :
a. Menyiapkan tempat kerja (membongkar struktur lama / melakukan galian atau
timbunan).
b. Pekerjaan diawali dengan melakukan persiapan berupa membuat dan memasang
acuan dan dibuat sedemikian rupa sehingga dapat dibongkar tanpa merusak
beton, sesuai dengan gambar dan petunjuk Direksi Pekerjaan. Pasir, agregat
kasar dan air dicampur dan diaduk hingga menjadi beton menggunakan Pan
Mixer Mixer dan Water Tank Truck. Segera sebelum pengecoran, acuan
dilakukan pembasahan dengan air/pelumas yang tidak meninggalkan bekas jika
beton dibongkar. Kemudian beton dituangkan kedalam bekisting / cetakan yang
telah dipersiapkan sebelumnya. Pemadatan dibantu dengan alat Concrete
Vibrator sampai elevasi beton yang diinginkan. Beberapa pekerja akan merapikan
hasil tuangan beton dengan alat bantu.
c. Segera setelah pengecoran, beton harus dilindungi dari pengeringan dini,
temperature yang terlalu panas dengan diselimuti bahan yang menyerap air.
Bahan perawat harus dibebani/diikat ke bawah untuk mencegah permukaan
terekspos dari aliran udara.

Beton Siklop fc’15 Mpa


Metode :
a. Menyiapkan tempat kerja (membongkar struktur lama / melakukan galian atau
timbunan).
b. Pekerjaan diawali dengan melakukan persiapan berupa membuat dan memasang
acuan dan dibuat sedemikian rupa sehingga dapat dibongkar tanpa merusak
beton, sesuai dengan gambar dan petunjuk Direksi Pekerjaan. Pasir, agregat
kasar dan air dicampur dan diaduk hingga menjadi beton menggunakan
Concrete Mixer dan Water Tank Truck. Segera sebelum pengecoran, acuan
dilakukan pembasahan dengan air/pelumas yang tidak meninggalkan bekas jika
beton dibongkar. Kemudian beton dituangkan kedalam bekisting / cetakan yang
telah dipersiapkan sebelumnya. Beberapa pekerja akan merapikan hasil tuangan
beton dengan alat bantu.
Segera setelah pengecoran, beton harus dilindungi dari pengeringan dini,
temperature yang terlalu panas dengan diselimuti bahan yang menyerap air.
Bahan perawat harus dibebani/diikat ke bawah untuk mencegah permukaan
terekspos dari aliran udara.

BAJA TULANGAN U.24 POLOS


Metode :
a. Memesan dan melakukan pengiriman untuk Baja Tulangan U.24 Polos atas
persetujuan Direksi Pekerjaan, dengan ukuran sesuai gambar dan spesifikasi
teknis. Setelah selesai, meminta kepada Direksi Pekerjaan untuk melakukan
pengecekan apabila ada cacat/kerusakan.
b. Besi tulangan di potong/di fabrikasi sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan.
c. Tulangan harus dibersihkan sesaat sebelum pemasangan untuk menghilangkan
kotoran, lumpur, oli, cat, karat dan kerak yang dapat mengurangi daya lekat.
d. Besi tulangan dipasang / di susun berdasarkan gambar pelaksanaan dan
persilangannya diikat dengan kawat.
e. Tidak boleh ada bagian baja tulangan yang telah dipasang, memikul beban
(perlengkapan pemasok beton, jalan raya, lantai kerja untuk kegiatan proyek).

DINDING TURAP BAJA

Metode :
 Melakukan pengangkutan Steel Sheet Pile ke lokasi pekerjaan dengan volume
yang telah ditentukan.
 Sheet Pile yang akan dipakai untuk pelaksanaan dalam kontrak ini menggunakan
ukuran 400x120x9,2

PEMANCANGAN STEEL SHEET PILE

Metode :
 Sebelum pemancangan dilakukan pengukuran titik pancang dengan alat ukur
theodolite. Pemancangan dilakukan dengan mengangkat Sheet Pile secara
vertical pada titik-titik pemancangan sesuai gambar menggunakan crane
pancang, kemudian memancangnya dengan vibro hammer hingga mencapai
kedalaman yang disyaratkan dalam gambar. Penghentian pemancangan diambil
dari kedalaman pancangan yang disyaratkan.
 Pekerjaan pemancangan dilakukan melalui sungai (air) dengan menggunakan
alat berat. Peralatan yang dibutuhkan adalah crane pancang, vibro hammer,
ponton, mesin genset, mesin las dan peralatan pendukung lainnya. Pekerjaan
pemancangan harus dilakukan oleh operator terampil dan berpengalaman agar
didapatkan hasil pekerjaan yang baik dan sesuai dengan spek teknis.
PENYAMBUNGAN STEEL SHEET PILE
Sambungan sheet pile dibuat sebagaimana gambar detail konstruksi dan Pemborong
diwajibkan untuk mengadakan perhitungan kontrol akan kekuatan sambungan tersebut
dan diserahkan kepada Direksi untuk diperiksa dan disetujui.

Penyambungan dengan las listrik (minimum 300 amp) dan harus memenuhi
persyaratan-persyaratan teknis sehingga tidak terjadi perlemahan pada tiang yang
disambung. Setelah profil baja disambung, sisa-sisa las, kotoran-kotoran lain yang
melekat harus dibersihkan dengan sikat baja sehingga bersih kemudian dicat dengan
epoxy tar-paint sebanyak 3 kali.

PEMELIHARAAN KINERJA JALAN

LAPIS PONDASI AGREGAT KELAS A


Pengangkutan Material
Pengangkutan material base dari crusher plan di Base Camp ke lokasi pekerjaan
menggunakan Dump Truck dan di loading dengan menggunakan Wheel Loader.
Pengecekan dan pencatatan volume material dilakukan pada saat tibu di lokasi
pekerjaan sebelum material di stock.

Material diturunkan dengan jarak dan volume tertentu untuk memudahkan pada saat
penghamparan agar tidak terjadi kelebihan material di satu tempat dan kekurangan
material di tempat lain.

Penghamparan Material
Penghamparan material dilakukan dengan menggunakan Motor Grader. Dalam tahap
penghamparan ini harus diperhatikan hal-hal sebagai berikut :
 Kondisi cuaca yang memungkinkan
 Panjang hamparan pada setiap section yang akan dipadatkan sesuai dengan
kondisi lapangan dan tebal penghamparan sesuai dengan spesifikasi.
 Material yang tidak terpakai dipisahkan dan ditempatkan pada lokasi yang telah
ditetapkan.

Pemadatan Material
Pemadatan dilakukan dengan menggunakan Tandem Roller, dimulai dari bagian tepi ke
bagian tengah. Setelah pemadatan selesai, alat pemadat selesai, alat pemadat
dipindahkan ke jalur di sebelahnya dengan overlapping 1/8 panjang drum dan
seterusnya hingga mencapai seluruh area pemadatan. Pemadtan dilakukan dengan
jumlah lintasan (passing) sesuai dengan hasil trial compaction.

Hal-hal yang perlu diperhatikan pada tahap ini adalah :


 Lapis base yang paling atas diselesaikan tiap section pemadatan harus dibuat
sedemikian rupa sehingga memiliki kemiringan sesuai spesifikasi. Hal ini
dimaksudkan agar air hujan cepat dapat dialirkan keluar dari area timbunan dan
tidak meninggalkan genangan yang dapat mengganggu pekerjaan selanjutnya.
 Apabila kadar air kurang dari batas toleransi, maka harus ditambahkan air
dengan cara menyemprotkan air dari water tank. Banyaknya air yang
disemprotkan harus diperhitungkan, sehingga tidak berlebihan. Penyemprotan air
dilakukan pada saat jumlah passing mencapai 2/3 dari yang direncanakan. Hal ini
dimaksudkan agar ikatan antara material tidak lepas sehingga kepadatan yang
dicapai bisa maksimum.
 Patok referensi selected embankment, centre line, batas-batas selected
embankment dan patok kemiringan harus dibuat dengan jelas, di update sesuai
dengan elevasi base yang telah diselesaikan dan dijaga keberadaannya untuk
memudahkan pemeriksaan dan pengontrolan pekerjaan.
 Untuk lokasi base yang tidak bisa dijangkau dengan vibrator roller (tepi-tepi
selected embankment yang berbatasan dengan bangunan drainase), digunakan
baby roller atau stamper disesuaikan dengan kondisi lapangan dengan tetap
mengacu pada kepadatan sesuai spesifikasi.
 Pekerjaan base yang telah diselesaikan pada hari yang bersangkutan harus
diamankan dari pengaruh cuaca yang kurang menguntungkan.
 Pada kondisi dimana pemadatan harus dihentikan sebelum pemadatan itu sendiri
selesai akibat pengaruh cuaca, maka area pemadatan harus diproteksi dengan
menutup pakai terpal atau plastik.
Pada lokasi base harus dibuatkan temporary drain sedemikian rupa sehingga
setiap terjadi hujan, saluran tersebut dapat menampung air dan berfungsi
dengan baik sehingga tidak mengakibatkan genangan air atau kelongsoran yang
dapat menghambat proses pekerjaan selanjutnya.

Campuran Aspal Panas


Metode :
Pekerjaan ini dilaksanakan pada sepanjang daerah penanganan diatas perkerasan lama
untuk pekerjaan patching.
Di Base camp Wheel Loader memuat agregat dan aspal ke dalam cold bin AMP.
Setelah agregat dan aspal dicampur dan dipanaskan dg AMP, material aspal di angkut
dengan Dump Truck ke lokasi pekerjaan, dihampar oleh pekerjaan dengan alat bantu
dan di padatkan dengan baby roller.

Bitumen Residual
Metode :
Aspal dan minyak flux dipanaskan dan dihampar sehingga menjadi campuran aspal cair.
Permukaan yang akan dilapis dibersihkan dari debu dan kotoran dengan Air
Compressor. Campuran aspal cair disemprotkan dengan Asphalt Sprayer ke atas
permukaan yang akan dilapis. Angkutan aspal dan minyak flux menggunakan Dump
Truck.
PEMELIHARAAN KINERJA JEMBATAN
Pekerjaan ini meliputi :
Pembersihan jembatan
Pengecatan
Perbaikan pasangan batu
Perbaikan sambungan siar muai
Perbaikan sandaran

Pemeliharaan jembatan dilaksanakan pada seluruh jembatan pada ruas penanganan.

Banjarmasin, 18 Januari 2018


Penawar
PT. CAHAYA MENTARI

AHMAD RAJIDI
Direktur