Anda di halaman 1dari 10

TUGAS

PENDIDIKAN PANCASILA
BAB III
BAGAIMANA PANCASILA MENJADI DASAR NEGARA REPUBLIK
INDONESIA

0leh : Kelompok II

1. Abdul Wahid 17.1000.5531.009


2. Rahma Dinda 17.1000.5531.010
3. Yulianita 17.1000.5531.011
4. Ririn Subara Putra 17.1000.5531.012
5. Rengga Permana Putra 17.1000.5531.013
6. Julia Wariska 17.1000.5531.014
7. Nurmalinda 17.1000.5531.015

Dosen Pengampuh :
Arnes Satriani,SH,MH

PROGRAM STUDI GEOGRAFI


FKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS TAMANSISWA PADANG
2018
Pertanyaan
1. Dari kelima tujuan negara, manakah tujuan Negara yang sampai saaat ini
belum tercapai / terlaksana oleh Indonesia, Jelaskan kenapa ?
Jawaban :
Negara Indonesia memiliki beberapa tujuan yang ingin dicapai, yaitu :
1. Kemerdekaan
2. Kekuatan, kekuasaan, dan kebesaran / keagungan
3. Kepastian hidup, keamanan dan ketertiban
4. Keadilan
5. Kesejahteraan dan kebahagiaan hidup

Dari kelima tujuan negara diatas masih, masih banyak tujuan yang belum tercapai
salah satunya tujuan negara tentang keadilan dan kesejahteraan dan kebahagiaan
hidup.
1. Keadilan

Berbicara tentang keadilan, hukum di Indonesia saat sekarang ini banyak terjadi
penyimpangan-penyimpangan hukum. Sebagai mana kita lihat sekarang ini,
hukum di Indonesia ini tajam kebawah dan tumpul ke atas. Salah satu contohnya
ketika seseorang maling ayam, dia langsung mendapat tuntutan 3 tahun penjara,
sedangkan mereka yang korupsi mengambil uang rakyat, mendapatkan proses
hukum yang sangat panjang dan selalu di tunda dengan alasan yang kadang
tidak masuk akal.
2. Kesejahteraan dan Kebahagiaan hidup

Berbicara tentang kesejahteraan, negara Indonesia bisa di bilang gagal dalam


mensejahterakan rakyat nya, hal ini dapat dilihat dengan tingginya angka
kemiskinan di Indonesia sehingga banyak terjadi kriminalitas di Indonesia, hal
ini tidak dapat dipungkiri karena semakin tinggi angka kemiskinan, hal ini
menandai tingginya angka pengangguran dan berbanding lurus dengan
tingginya angka kriminalitas. Hal ini juga dilihat dengan Tingginya angka
inflasi di Indonesia dan menumpuk nya hutang negara Indonesia
2. Pancasila merupakan pandangaan hidup dan kepribadian bangsa yang
nilainilainya bersifat nasional yang yang mendasari kebudayaan bangsa, tetapi
kenapa saat sekarang ini nilai-nilai tersebut telah luntur dan hampir punah ?
Jawaban :
Beberapa faktor yang menyebabkan hilangnya nilai-nilai dasar dan
keprbadian Pancasila dalam masyarakat Indonesia yaitu :Tanpa ada komitmen
terhadap etika dan moral yang baik dan berbudi luhur yang akan terjadi tidak
akan ada komitmen apa-apa terhadap kesatuan bangsa, tidak pernah ada
komitmen terhadap aturan yang ada, tidak akan pernah ada komitmen untuk
melaksanakan kesejahteraan rakyat, apapun yang dijanjikan tidak ada
komitmen untuk dipenuhi, dsb. Akibatnya adalah menghalalkan segala cara
untuk memperoleh kekuasaan untuk kepentingan pribadi dan golongan masing-
masing yang seperti terjadi saat ini dibumi Indonesia.
1. Etika itu sendiri adalah mempertanyakan hakekat baik dan buruknya
perbuatan kita sebagai manusia. Rumitnya untukmenilai baik dan
burukya suatu perbuatan, seseorang bisa punya referensi atau acuan
yang berbeda sehingga tergantung acuan yang dipakai perbuatan yang
sama bisa dianggap buruk atau baik secara relatif.
2. Pada hakekatnya saat ini bangsa Indonesia memerlukan pendidikan
untuk memperbaiki etika dan moral apakah ini secara pribadi melalui
konsep pendidikan dini maupun lanjut, pendidikan agama, dan
kewajiban setiap warga negara untuk mendalami prinsip-prinsip dasar
Negara kita Pancasila sebagai acuan bersama dan komitmen bersama
sebagai bangsa sehingga kita sebagai bangsa punya selfimage atau
jatidiri yang kuat terhadap etika dan moral berbudi luhur.
3. Para pemimpinnya tidak punya pendidikan khusus tentang etika dan
moral yang harus dipunyai apabila dia diangkat sebagai pemimpin -
sebagaimana di masa kerajaan-kerajaan feodal sang calon pemimpin
mendapat pendidikan khusus tentang etika budi luhur.
4. Rakyatnya tidak punya cukup kemampuansecara mayoritas ikut
partisipasi dalam sistem pendidikan yang memadai untuk mendapat
pengetahuan yang cukup tentang etika yang luhur sehingga tidak mampu
berpartipasi, berpikir, dan bertindak secara kritis terhadap pemimpin
yang menyimpang.Akibatnya terjadi suatu masyarakat yang chaostic,
seperti sekarang ini.

3. Sebutkan peranan apa saja yang dapat dilakukan oleh mahasiswa untuk
mengembalikan nilai-nilai pancasila yang hampir punah dalam masyarakat ?
Jawaban :

Sebagai warga negara Indonesia, perlu adanya intropeksi diri. Saling


menghormati, toleransi, dan saling menghargai menjadi sikap yang dijunjung
tinggi oleh bangsa Indonesia.

Indonesia merupakan negara yang menjunjung tinggi nilai-nilai


persatuan Indonesia. Indonesia bukanlah negara Caufinisme, yakni negara
yang selalu ingin menjajah negara lain.

Indonesia mengenal adanya sistem demokrasi, namun yang dianut


bukanlah sistem demokrasi ala barat. Hal ini terbukti adanya dipilihnya
Pancasila tidak melalui voting, namun melalui kesepakatan bersama. Ke
lima, Indonesia terdiri dari beragam suku, ras, dan agama, namun tetap
menghargai kearifan lokal, saling menghargai kaum minoritas maupun
mayoritas.

Oleh karena itu, kita sebagai warga Indonesia wajib bagi kita untuk
mengenali jati diri bangsa. Pancasila sebagai jati diri bangsa patut kita jaga
dan kita implementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Sosialisasi ideologi
bangsa merupakan kewajiban bagi pemerintah dan masyarakat Indonesia
yang jika tidak dilakukan merupakan kesalahan bersama. Nasionalis berawal
dari adanya sifat individualis, kemudian beralih pada kelompok sejenis, dan
barulah timbul sikap nasionalis. Mari kita tumbuhkan sikap Nasionalisme
dalam diri kita.
4. Jelaskan Pancasila sebagai dasar Negara dalam kajian sejara bangsa Indonesia
!

Jawaban :
secara singkat, Pancasila merupakan ideologi negara Indonesia yang
menjadi dasar, pandangan, dan tujuan untuk mewujudkan cita-cita negara dan
bangsa Indonesia. Dalam mendirikan suatu negara membutuhkan suatu
landasan-landasan dasar yang disebut dengan pondasi. Landasan dasar atau
pondasi dikenal dengan dasar negara. Umumnya dasar-dasar menjadi landasan
suatu negara merupakan digali dari jiwa bangsa dan negara bersangkutan,
seperti dasar negara Indonesia yaitu Pancasila. Menjelang tahun 1945, Jepang
mengalami kekalahan di Asia Timur Raya, Jepang banyak menggunakan cara
untuk menarik simpati khususnya kepada bangsa Indonesia dengan membuat
suatu janji bahwa jepang akan memberikan kemerdekaan bagi bangsa Indonesia
yang diucapkan oleh Perdana Menteri Kaiso pada tanggal 7 September 1944.
Pembentukan BPUPKI
Jepang meyakinkan akan janjinya terhadap bangsa Indonesia untuk
dimerdekakan dengan membentuk Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan
Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). Dalam bahasa Jepang BPUPKI berarti
Dokuritsji Junbi Cosakai. Jenderal Kumakichi Harada, merupakan komandan
pasukan jepang di jawa dan mengumumkan pembentukan BPUPKI lalu pada
tanggal 28 April 1945 diumumkan pengangkatan anggota BPUPKI. Upacara
peresmiannya di gelar Gedung Cuo Sangi In di Pejambon Jakarta (sekarang,
Gedung Departemen Luar Negeri).
BPUPKI beranggotakan 67 orang, termasuk 7 orang Jepang dan 4 orang
Cina dan Arab. Jabatan Ketua BPUPKI adalah Radjiman Wedyodiningrat,
Wakil ketua BPUPKI adalah Icibangase (Jepang), dan sebagai sekretarisnya
adalah R.P. Soeroso.
A. Sejarah Proses Persidangan Pertama BPUPKI (29 Mei-1 Juni 1945) dan
Usulan-Usulan Rumusan Pancasila

Setelah terbentuk BPUPKI segera mengadakan persidangan. Masa


persidangan BPUPKI dimulai pada tanggal 29 Mei 1945 sampai dengan 1
Juni 1945. Di masa persidangan, BPUPKI membahas rumusan dasar negara
untuk Indonesia merdeka. Di persidangan BPUPKI yang pertama, terdapat
berbagai pendapat mengenai dasar negara yang dipakai di Indonesia.
Pendapat-pendapat rumusan dasar negara Indonesia disampaikan oleh Mr.
Mohammad Yamin, Mr. Supomo, dan Ir. Soekarno

a. Mr. Mohammad Yamin


Mr. Mohammad Yamin menyatakan pemikirannya mengenai dasar
negara Indonesia merdeka yang dihadapan sidang BPUPKI tanggal 29
Mei 1945. Pemikirannya Mr. Mohammad Yamin diberi judul "Asas dan
Dasar Negara Kebangsaan Republik Indonesia". Usulan rumusan dasar
negara Mr. Mohammad Yamin yang intinya adalah sebagai berikut..

1). Peri kebangsaan


2). Peri kemanusiaan
3). Peri ketuhanan
4). Peri kerakyatan
5). Kesejahteraan rakyat

b. Mr. Supomo
Mr. Supomo mengemukakan usulan rumusan dasar negara di
sidang BPUPKI tanggal 31 Mei 1945, dari pemikiran tersebut
merupakan penjelasan masalah-masalah mengenai hubungan dasar
negara Indonesia dimana negara dibentuk hendaklah integralistik
berdasarkan pada hal-hal berikut...
1). Persatuan
2). Kekeluargaan
3). Keseimbangan lahir dan batin
4). Musyawarah
5). Keadilan sosial

c. Ir. Soekarno
Tanggal 1 Juni 1945, Ir. Soekarno mendapat kesempatan untuk
menyampaikan pendapat mengenai rumusan dasar negara Indonesia.
Usulan rumusan dasar negara Ir. Soekarno terdiri atas lima asas antara
lain sebagai berikut...
1). Kebangsaan Indonesia
2). Internasionalismee atau perikemanusiaan
3). Mufakat atau demokrasi
4). Kesejahteraan sosial
5). Ketuhanan Yang Maha Esa

B. Sejarah Proses Persidangan Kedua BPUPKI (10-16 Juli 1945)


Persidangan pertama BPUPKI berakhir, namun rumusan dasar
negara Indonesia untuk merdeka belum terbentuk. Padahal, BPUPKI akan
reses (istirahat) satu bulan penuh. Maka dari itu, BPUPKI membentuk
panitia perumus dasar negara yang anggota terdiri dari sembilan orang yang
disebut dengan Panitia Sembilan. Tugas Panitia Sembilan adalah
menampung berbagai aspirasi mengenai pembentukan dasar negara
Indonesia. Anggota Panitia Sembilan terdiri dari Ir. Soekarno (ketua),
Abdulkahar Muzakir, Drs. Moh. Hatta, K.H. Abdul Wachid Hasyim,
Mr.Moh. Yamin, H. Agus Salim, Ahmad Subardjo, Abikusno Cokrosuryo,
dan A.A. Maramis.
Kerja keras dan cerdas dari Panitia Sembilan membuahkan hasil di
tahun 22 Juni 1945 yang berhasil merumuskan dasar negara untuk Indonesia
merdeka. Rumusan itu oleh Mr. Moh. Yamin yang diberi nama "Piagam
Jakarta atau Jakarta Charter".

C. Piagam Jakarta
E. Pembentukan Panitia Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI)
Tanggal 7 Agustus 1945 BPUPKI dibubarkan di Jepang. Untuk
menindaklanjuti hasil kerja dari BPUPKI, maka jepang membentuk Panitia
Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). Lembaga tersebut dalam bahasa
Jepang disebut dengan Dokuritsi Junbi Inkai. Anggota PPKI terdiri dari 21
orang untuk seluruh masyarakat Indonesia, 12 orang wakil dari jawa, 3 wakil
dari sumatera, 2 orang wakil sulawesi, dan seorang wakil Sunda Kecil, Maluku
serta penduduk cina. Tanggal 18 Agustus 1945, ketua PPKI menambah 6
anggota lagi sehingga anggota PPKI berjumlah 27 orang.
F. Rumusan Akhir Yang Ditetapkan
Tanggal 18 Agustus1945 dalam sidang PPKI adalah sebagai berikut :
1.Ketuhanan Yang Maha Esa
2. Kemanusiaan yang adil dan beradab
3. Persatuan Indonesia
4. Kerakyatan yang dimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam
permusyawaran/perwakilan
5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
5. Jelaskan hubungan Pancasila dengan Proklamasi Kemerdekan RI?

Jawaban :
Pada hakikatnya, proklamasi 17 Agustus 1945 bukanlah merupakan tujuan
semata-mata, melalinkan merupakan suatu sarana, isi, dan arti yang pada
pokoknya memuat dua hal, sebagai berikut :
1. Pernyataan kemerdekaan bangsa Indonesia, baik pada dirinya sendiri
maupun terhadap dunia luar.
2. Tindakan-tindakan yang segera harus diselenggarakan berhubungan
dengan pernyataan kemerekaan itu ( Kaelan, 1993: 62)
Didalam Pembukaan UUd 1945 tepatnya pada alinea ketiga terdapat
pernyataan kemerdekaan yang dinyatakan oleh Indonesia, maka dapat
ditentukan letak dan sifat hubungan antara Proklamasi Kemerdekaan 17
Agustus 1945 dengan Pembukaan UUD 1945, sebagai berikut :
1. Disebutkan kembali pernyataan kemerdekaan dalam bagian ketiga
pembukaan menunjukan bahwa antara Proklamasi dengan pembukaan
merupakan suatu rangkaian yang tidak dapat dipisah-pisahkan.
2. Ditetapkannya pancasila pada 18 Agustus 1945 bersama-sama
ditetapkannya UUD, Presidan dan Wakil Presidan merupakan realisasi
bagian kedua Proklamasi
3. Pembukaan hakikatnya merupakan pernyataan kemerdekaan yang lebih
rinci dari adanya citia-cita luhur yang menjadi semangat pendorong
ditegakkannya kemerdekaan, dalam bentuk Negara Indonesia Merdeka,
berdaulat, bersatu, adil dan makmur dengan berdasarkan asas
kerohanian Pancasila.
4. Dengan demikian, sifat hubungan antara Pembukaan dan Proklamasi,
yaitu : Mmemberikan penjelasan terhadap dilaksanakannya Proklamasi
pada 17 Agustus 1945, dan memberikan pertanggungjawaban terhadap
dilaksanakannya Proklamasi 17 Agustus 1945 (Kaelan, 1993 : 62-64).