Anda di halaman 1dari 3

c) Resin akrilik gelombang mikro ( mikrowaved activated resin )

Merupakan jenis resin akrilik yang polimerisasinya menggunakan bantuan gelembang


mikro, metode polimerisasi ini mampu mencapai sifat terbaik dari resin akrilik misalnya
kekerasan yang baik dan dapat melepasakan monomer. Beberapa penelitian menyimpulkan
bahwa pelepasan monomer dalam polimerisasi dengan gelombang mikro dan polimerisasi
dengan panas adalah serupa. Peralatan yang dibutuhkan untuk polimerisasi gelombang mikro
membutuhkan peralatan sederhana yang tidak rumit sehingga dapat mengehemat waktu
pengerjaan. Komposisi dalam resin akrilik gelombang mikro adalah sama dengan resin
akrilik kuring panas dengan komposisi dalam monomer trietilen atau tetraetilen glokol
dimetakrilat.

Keuntungan:
- Proses lebih cepat karena dalam proses polimerisasi menggunakan microwaved dapat
memasukkan lebih dari satu kuvet sekaligus. Selain itu, polimerisasi microwave ini
menggunakan peralatan yang sudah modern dan praktis yang sangat efisien untuk
penghematan waktu dan pengerjaan yang lebih bersih
- Estetika sangat bagus
- Minimal porositas karena tidak banyak menyerap cairan
- Biokompatibilitas tinggi

Kerugian
- Biaya yang dibutuhkan cukup mahal

d) Resin Akrilik sinar tampak ( Visible light cured )


Merupakan jenis resin akrilik yang polimerisasinya menggunakan bantuan sinar
tampak. Penyinaran dilakukan selama 5 menit dengan gelombang cahaya sebesar 400-800 nm
dengan distribusi panjang gelombang lebih panjang dari ultraviolet. Umumnya, semakin luas
distribusi gelombangnya, semakin efektif dalam proses curing. Namun, pada visible light
cured memiliki energi yang rendah yaitu sebesar 150-300 kJ/mol dimana agar cahaya dapat
menyebabkan reaksi kimia, energi harus cukup tinggi sehingga visible light (cahaya tampak)
kurang cocok untuk curing. Sebenarnya ada sinar elektronik yang memiliki energi yang
sangat besar dibandingkan sinar tampak yaitu sebesar 600-106 kJ/mol, tapi masih sangat
jarang digunakan untuk proses curing. Kemudian ada sinar ultraviolet yang memiliki energi
dua kali lebih besar dari sinar tampak yaitu sebesar 300-600 kJ/mol, meskipun energinya
lebih besar dari sinar tampak namun sinar ultraviolet tidak aman untuk digunakan dalam
proses curing.
Meskipun energi dari sinar tampak cukup rendah dibandingkan dengan sinar
ultraviolet dan sinar elektromagnetik, tetapi sinar tampak memiliki panjang gelombang yang
lebih panjang dari yang lain sehingga mempunyai beberapa keuntungan

Keuntungan:
- Penetrasi cahaya/sinar yang tinggi
- Aman untuk tubuh manusia
- Sistem radiasinya tidak mahal
- Dapat berikatan secara fisiko mekanik
- Mempunyai kekuatan yang baik
- Dapat dikerjakan dengan mudah dan murah
- Tidak menyebabkan perubahan dimensi
Selain adanya keuntungan, sianar tampak yang digunakan untuk proses curing ini
memiliki beberapa kerugian, diantaranya adalah:
- Energi yang lebih rendah dari sinar ultraviolet, sehingga untuk aplikasinya pada proses
curing akan membutuhkan waktu yang lama. Upaya harus dibuat untuk meningkatkan
kinerja resin atau menambah output dari sumber cahaya jika membutuhkan aplikasi
dengan kecepatan yang tinggi.
- Permukaan resin yang dihasilkan kurang baik. Hal ini berhubungan dengan tingkat energi
yang dimiliki rendah, sehingga membuat radikal bebas kesulitan berikatan dengan oksigen
untuk menjadi ikatan yang aktif.

Hazama-cho, Hachioji-shi. Visible-Light-Curing Resin. ThreeBond Technical News. Three Bond CO.,
LTD. Tokyo 193-8533, Japan Tel: 81-426-61-1333

Botega DM, Machado TS, Nunes de Mello JA, Rodrigues Garcia RCM, Del Bel Cury AA. Polymerization
time for a microwave-cured acrylic resin with multiple flasks. Braz Oral Res 2004;18(1):23-8.

Sadamori S, Siswomihardjo W, Kameda K, Saito A, Hamada T. Dimensional changes of


relined denture bases with heat-cured, microwave-activated, autopolymerizing, and visible
light-cured resins. A laboratory study. Aust Dent J. 1995 Oct;40(5):322-6