Anda di halaman 1dari 2

Lingkup dan Sasaran Hasil dari Akuntansi Keperilakuan

Para akuntan keperilakuan melihat kenyataan bahwa perusahaan yang melakukan


penjualan terlebih dahulu mempertimbangkan perilaku juru tulis yang mencatat pesanan
pelanggan melalui telepon. Para juru tulis tersebut harus menyadari bahwa tujuan mereka
melakukan pekerjaan itu adalah untuk kelangsungan hidup perusahaan. Para akuntan
keperilakuan juga menyadari bahwa merka bebas mendesain system informasi untuk
memengaruhi motivasi, semangat, dan produktivitas karyawan. Tanggung jawab mereka
menjangkau ke luar pengumpulan dan pengukuran data yang sederhana untuk mencakup
persepsi dan penggunaan laporan akuntansi oleh orang lain. Akuntan keperilakuan percaya
bahwa tujuan utama laporan akuntansi adalah memengaruhi perilaku dalam rangka memotivasi
dilakukannya tindakan yang diinginkan.

Persamaan dan Perbedaan Ilmu Keperilakuan dan Akuntansi Keperilakuan

Ilmu keperilakuan merupakan bagian dari ilmu sosial, sedangkan akuntansi keperilakuan
merupakan bagian dari ilmu akuntansi dan pengetahuan keperilakuan. Oleh karena itu ilmuwan
keperilakuan terlibat dalam riset terhadap aspek-aspek teori motivasi, kepuasan sosial, maupun
bentuk sikap. Sementara itu para akuntan keperilakuan menerapkan unsur-unsur khusus dari riset
atau teori tersebut untuk menghasilkan hubungan dengan situasi akuntansi yang ada.

Pengaruh Organisasional terhadap Perilaku

Orang dalam organisasi saling bertukar jaringan informasi di dalam kantor atau di luar
kantor. Informasi tersebut mungkin saja akurat, disimpangkan, atau palsu. Berdasarkan informasi
yang diterima dan kemudian diproses oleh seseorang, keputusan-keputusan diambil dan sikap
dibentuk. Sebagai contoh, jaringan informasi karyawan kantor mungkin menyatakan bahwa kerja
keras dan kemajuan merupakan jaminan untuk memperoleh pekerjaan dan promosi. Jaringan
informasi non-karyawan kantor mungkin mengindikasikan sebaliknya. Keputusan yang diambil
berdasarkan informasi yang sudah disimpangkan atau informasi palsu dapat mengarah pada
terbentuknya sikap pekerjaan dan sikap organisasi serta kepemimpinan yang tidak kondusif bagi
efisiensi operasional.

Persepsi Berbeda tentang Perusahaan

Perusahaan merupakan organisasi yang memiliki berbagai system yang saling terkait.
System tersebut dibuat oleh sejumlah orang guna mempermudah proses operasi perusahaan serta
pengendalian aktivitas perusahaan secara keseluruhan. Selama bertahun-tahun, dua konsep
utama, yaitu konsep kepemilikan dan konsep entitas telah berulang kali dimuat dalam literature
dan terkadang mengalami perbaikan, modifikasi dan fefleksi sudut pandang alternative sebagai
usaha rekonsiliasi.
 Konsep Kepemilikan
Mereka yang menganut konsep telah memahami perusahaan sebagai sesuatu yang
dimiliki oleh seorang pemilik tunggal, sekumpulan partner, atau sejumlah pemegang
saham. Asset perusahaan dilihat sebagai kepemilikan dari orang-orang tersebut dan
kewajiban perusahaan sebagai kewajiban mereka. Bisnis semata-mata merupakan
pemisahan bagian kepentingan keuangan pemilik yang dicatat terpisah karena sesuai
dengan atau dibutuhkan untuk berbagai alasan. Pemilik adalah pusat dari seluruh
kepentingan sepanjang waktu, dan sudut pandang mereka tercermin dalam catatan
akuntansi. Terdapat bayangan konsep kepemilikan berbeda yang bergantung pada siapa
yang dipahami sebagai bagian dari kelompok pemilik.
 Konsep Entitas
Konsep entitas sama seperti konsep kepemilikan, yang merupakan sebuah sudut
pandang, sebuah sikap dalam pikiran yang tidak hanya dibatasi terhadap akuntan. Ini
merupakan esensi dari konsep akuntansi entitas. Penganut konsep ini melihat enitas
sebagai sesuatu yang terpisah dan berbeda dari pihak-pihak yang memberikan kontribusi
modal kepada entitas tersebut. Mereka memandang asset dan kewajiban sebagai milik
dari entitas itu sendiri dan bukan milik dari pemegang saham atau pemilik perusahaan..
 Konsep Tanggung Jawab Sosial
Konsep ini berhubungan dengan etika dalam hal tujuan, sasaran dan cara
mendapatkan atau mencapai tujuan dan sasaran tersebut, dan bukan dengan usaha unt6uk
mengubah persepsi perusahaan sebagai entitas yang memiliki asset bersih. Sebenarnya,
ide tanggung jawab sosial sepertinya sesuai dengan sudut pandang entitas sebagaimana
disampaikan oleh dua dari pendukung ide ini. Terdapat anggapan bahwa ide tanggung
jawab sosial adalah sebuah konsep yang menambah konsep entitas, hal ini adalah cara
entitas melakukan aktivitas-aktivitasnya dalam masyarakat untuk kemudian
melaporkannya kembali kepada anggota masyarakat.