Anda di halaman 1dari 198

proudly presents

BAHASA INGGRIS
NOUN CLAUSE
Noun clause adalah subordinate clause yang memiliki fungsi sebagai noun
(kata benda). Kata-kata yang biasanya menjadi penanda adanya noun clause
adalah :

What,which,why,who,whom,whose,when,where,how,howmuch,how
many,that,whether, dan if.

Ada 3 fungsi noun clause,yaitu :


1. Sebagai subjek (subject)
2. Sebagai objek (object)
3. Sebagai pelengkap (compliment)

1. Sebagai Subjek

a. If he were busy or not is not my business.


b. The girl who is walking towards Mike is my ex-classmate.
c. What we do everyday never disturbs my neighbor.
d. Why he looks so pale becomes a mystery to me.
e. How the students manage their times is really important.

2. Sebagai Objek

a. Mary counts how much money she has earned everyday.


b. I don’t know which answer is true.
c. My friends asked where I spent my last holiday.
d. She finally realized that she was cheated.
e. My teacher asked how many times I spent for studying.

3. Sebagai compliment

a. He is worried whether his score is good or not.


b. The sunny day is what we have been looking forward.
c. Jakarta is where I live.
d. I am curious how he manage his times so well.
e. It is true that sun rises in the east.

TIM PENYUSUN UASIKIN AJA 2018 2


BAHASA INGGRIS

Beberapa catatan penting tentang noun clause


Noun clause bertindak layaknya noun, maka ia juga berfungsi seperti noun.
Berbeda dengan adjective clause yang menerangkan noun. Oleh karena itu, perbedaan
adjective clause dan noun clause yang paling mudah dikenali adalah adjective clause
diawali dengan kata benda yang akan dijelaskannya, contoh:
• I know the school where he studies (adjective clause)
• I know where he studies (noun clause)
Pada contoh di atas, kalimat pertama adalah adjective clause karena menjelaskan
the school. Sedangkan pada kalimat kedua adalah noun clause yang berfungsi sebagai
objek langsung kalimat.

TIM PENYUSUN UASIKIN AJA 2018 3


BAHASA INGGRIS

Adjective Phrase and Clause


A. Adjective Phrase

Adjective phrase adalah frase atau kelompok kata yang menjadikan adjective (kata
sifat) sebagai head (inti) dari frase tersebut. Oleh karena itu, adjective phrase bertujuan
untuk menjelaskan adjective lebih detail lagi, misalnya very smart. Very (adverb) sebagai
penjelas smart (adjective) yang menjadi head dari frase ini.

Adjective phrase memiliki dua bentuk yaitu predicative dan attributive. Predicative
adjective adalah adjective phrase yang memiliki fungsi sebagai predikat. Letaknya setelah
kata kerja serta tidak memiliki tujuan untuk mendeskripsikan kata benda. Attributive
adjective adalah adjective yang memiliki fungsi kebalikan dari predicate adjective. Jika
predicate adjective tidak berfungsi sebagai penjelas kata benda namun untuk attribute
adjective digunakan untuk mendeskripsikan kata benda. Frasa ini diletakan sebelum kata
benda.

Posisi Adjective Adjective Phrase

Predicative Melly is smart. Melly is extremely smart.

Attributive She likes dark She likes very dark chocolate.


chocolate.

Very dark merupakan adjective phrase, sedangkan very dark chocolate


merupakan noun phrase. Untuk membedakannya, kita perlu fokus pada head-
nya. Head pada adjective phrase ialah “dark”, sedangkan noun phrase “chocolate”.

Adjective dapat dikombinasikan dengan modifier,determiner,dan/atau intensifier untuk


membentuk adjective phrase.

1. Modifier (bold)

Merupakan kata, phrase, atau clause yang berfungsi sebagai adjective atau adverb.
Modifier mungkin berada sebelum adjective (premodifier) atau setelah adjective(post
modifier). Dalam kasus adjective phrase, umumnya premodifier yang digunakan
berupa simple adjective atau simple adverb (hanya terdiri dari satu kata),
sedangkan post modifier dapat berupa infinitive atau prepositional phrase.

Example: Young man, afraid of the dark, angry with you, certain to happen

TIM PENYUSUN UASIKIN AJA 2018 4


BAHASA INGGRIS
2. Determiner (Bold)

Yang digunakan untuk menerangkan adjective adalah article


(the,a,an,many,few,little,some,all,every,both,this,that,my,your,her,his,etc.)

Example: the beautiful house, many young men, all poor countries

3. Intensifier (Bold)

Merupakan kata keterangan (adverb) yang menekankan,menguatkan,atau merendahkan


adjective.

Example: pretty small, really good

Prepositional phrase sebagai adjective clause; ex: He is a student from Bandung Institute
of Technology.

Contoh-contoh Adjective Phrase:

1. You have a beautiful long hair.


2. His blue wide eyes are quite beautiful.
3. The blue sparkling diamond that I gave to her is very expensive.
4. I hate your old-fashioned long dress.
5. Who is the owner of this big white bag?
6. You are totally powerful because of this rule.

B. Adjective Clause

Adjective clause merupakan suatu klausa yang tidak dapat berdiri sendiri (dependent
clause) yang fungsinya untuk memodifikasi noun atau pronoun pada kalimat kompleks.

Ada 3 (tiga) karakteristik dari adjective clause:

1. Harus mempunyai subjek dan kata kerja nya

2. Harus dimulai dengan: Relative Pronoun (who,whom,whose,that atau which) ,


Relative adverb (when,where,why)

3. Berfungsi sebagai adjective, yang menjawab pertanyaan seperti apa,yang mana,dan


sebagainya.

Example:

… who + verb The men are angry. The men who are in this
The men are in this room are angry.
room.

TIM PENYUSUN UASIKIN AJA 2018 5


BAHASA INGGRIS
… whom + noun The professor is not here The professor to whom
today. you spoke yesterday is
You spoke to the not here today.
professor yesterday.
… whose (kepunyaan) John found a cat. John found a cat whose
The cat’s leg was broken. leg was broken.

Which (benda) Felipe bought a camera. Felipe bought a camera


The camera has three which has three lenses.
lenses.
That (benda/orang) Robbin bought a boat. Robbin bought a boat
The boat cost fourty that cost fourty
thousand dollars. thousand dollars.

Times and condition change so


rapidly that we must keep our aim
constantly focused on the future.

- WALT DISNEY -

TIM PENYUSUN UASIKIN AJA 2018 6


BAHASA INGGRIS

Adverb Clause & Adverbial Phrase


1. Adverb Clause
Adverbial Clause merupakan anak kalimat (dependent clause) yang memiliki
fungsi sebagai kata keterangan (adverb) dan memberikan informasi mengenai kata
kerja (verb), kata sifat (adjective), atau kata keterangan (adverb) yang berada pada
induk kalimat (independent clause) dengan kemampuannya menjawab pertanyaan
dengan kata tanya seperti when, where, how, why, who, atau what degree.
Dikarenakan Adverb Clause merupakan Dependent Clause, maka Adverb Clauses
memiliki Subordinating Conjunction.

Example: Adverb clause Main clause

a. When the phone rang, the baby woke up.


b. The baby woke u when the phone rang.

*Ketika Adverb Clause berada di awal kalimat mendahului Main Clause, maka perlu
diberikan koma seperti contoh (a). Apabila Main Clause di awal kalimat seperti contoh
(b), maka tidak perlu diberikan tanda koma.

A. Using Adverb Clauses to Show Time Relatinionships


Merupakan Adverb Clauses yang digunakan menjelaskan keterangan waktu. Dalam
menunjukkan time relationship, digunakan beberapa keterangan waktu, seperti before,
after, while, since, dan sebagainya.

Subordinating Contoh
Conjuction
After a. After she graduates, she will get a job.
b. After she (had) graduated, she got a job.
Before a. I will leave before he comes.
b. I (had) left before he came.
When a. When I arrived, he was talking on the phone.
b. When I got there, he already left.
While, As a. While I was walking home, it began to rain.
b. As I was walking home, it began to rain.

TIM PENYUSUN UASIKIN AJA 2018 7


BAHASA INGGRIS
By the time a. Bye the time he arrived, we had already left.
b. By the time he comes, we wil have already left.
Since a. I haven’t seen him since he left this morning.
b. I’ve known her ever since I was a child.
Until, Till a. We stayed there until/till we finished our work.
As soon as, a. As soon as it stops raining, we will leave.
once b. Once it stops raining, we will leave.
As long as, So a. I will never speak to him again as long as I leave.
long as b. I will never speak to him again so long as I
leave.
Whenever, a. Whenever I see her, I say hello.
Every time b. Every time I see her, I say hello.
The first time a. The first time (that) I went to New York, I went
to an opera.
The last time
b. I was two plays the last time (that) I went to
The next New York.
time c. The next time (that) I go to New York, I’m
going to see a ballet.

Exercise:
1. the chores are done, we will eat some ice cream.
2. the clock strikes midnight, she has to leave.
3. The five-cent coin looks very Canadian it has a picture of a beaver on it.

B. Using Adverb Clauses to Show Cause and Effect

Menjelaskan keterangan tentang sebab dan akibat dalam suatu kalimat.

Subordinating Contoh
Conjunction
Because a. Because he was sleepy, he went to
bed
b. He went to bed because he was
sleepy.
Now that a. Now hat I’ve finished the semester,
I’m going to rest a few days and
then take a trip.
b. Jack lost his job. Now that he’s
unemployed, he cant’t pay his bill.

TIM PENYUSUN UASIKIN AJA 2018 8


BAHASA INGGRIS
Since a. Since Monday is holiday, we don,t
have to go to work.
b. Since you’re a good cook and I’m
not, you should cook a dinner.
c. Since I came here, I have met many
people.

Exercise:
1. You need proper shoes to go hiking in the mountains ________ the ground is
rough and hard.
2. This region is called ‘land of apple’ it yields a lot of apple.
3. Every one has left the party, we need to start cleaning.

C. Expressing Contrast (Unexpected result): Using Even Tough


Example:
a. Because the weather was so cold, I didn’t go swimming.
b. Even tough the weather was cold, I went swimming.
c. Because I wasn’t tired, I didn’t go to bd.
d. Even tough I wasn’t tired, I went to bed.

 Because is used to express expected results


 Even tough is used to express unexpected results

NB: like because, even tough interoduces an adverb clause.

D. Showing Direct Contrast: While


Example:
1. Mary is richa, while John is poor.
2. John is poor, while Mary is rich.
3. The phone rang while I was studying.
*While is used to show direct contrast. It is also used in time clauses and means “during
that time”.

E. Expressing Condition in Adverb Clauses: If-Clauses


Example: If it rains tomorrow, I will take my umbrella.
*If-clauses present possible conditions. The main clause express results.

TIM PENYUSUN UASIKIN AJA 2018 9


BAHASA INGGRIS
Ex: POSSIBLE CONDITION= it may rain tomorrow
RESULT= I will take my umbrella

F. Adverb Clauses of Condition: Using Whether or Not and Even If


Wether or not
I’m going to go swimming Whether or Not express the
tomorrow wether or not it idea that neither this
is cold. Or whether it is cold condition nor that condition
or not matters; the results will be
the same.
Even If
I have decided to go Sentences with even if are
swimming tomorrow. Even close in meaning to those
if the the weather is cold, with wether or not.
I’m going to go swimming.

Exercise:
1. he earns a lot, he won’t buy this house.

G. Adverb Clauses of condition: Using In Case


Example: I’ll be at my uncle’s house in case you (should) need to reach me.
*In case express the idea that something probably won’t happen, but it might. In case
means “if by chance this should happen”
H. Adverb clauses of Condition: Using Unless
a. I’ll go swimming tomorrow unless it’s cold.
b. I’ll go swimming tomorrow if it isn’t cold.

Unless=if…not

Ex: unless it’s cold means “if it isn’t cold”

TIM PENYUSUN UASIKIN AJA 2018 10


BAHASA INGGRIS
I. Adverb Clauses of Condition: Using Only if

a. The picnic will be canceled only if it rains.

b. only if it rains will the picnic be canceled.

Only if express the idea that there is only one condition


that will cause a particular result.

When only if begins a sentence, the subject and verb of


the main clause are inverted as in

Summary list of the words used to introduce adverb


clauses:

 Time:
After, before, when, while, as, as soon as, since, until, by
the time, once, as/so long as, whenever every time, the
first time, the last time, the next time.

 Cause and Effect:


Because, since, now that.

 Contrast:
Even though, although, tough.

 Direct Contrast:
While

 Condition;
If, unless, only if, whether or not, even if, in case.

2. Adverb Phrase
Adverb Phrase adalah suatu rangkaian kata yang terdiri dari dua kata atau lebih yang
memiliki satu maksud. Adverbial phrase digunakan untuk memberikan penjelasan yang
“lebih” terhadap suatu kata keterangan. Misalkan, “dengan perlahan”, “dengan
perlahan” merupakan kata keterangan, namun dapat dijelaskan secara lebih detail
menjadi “dengan sangat perlahan” atau “dengan cukup perlahan”, atau dengan
penjelasan lainnya tergantung dengan situasi dan kondisi.

TIM PENYUSUN UASIKIN AJA 2018 11


BAHASA INGGRIS

1. Adverb dengan Qualifier


Adverb phrase yang merupakan gabungan antara kata
keterangan dengan qualifierdapat menempati fungsi adverb of manner. Contohnya
adalah sebagai berikut.

Contoh Contoh Kalimat Adverb Phrase

Adverb of Manner Qualifier

Slowly extremely He drives extremely slowly.


(Dia mengemudi dengan sangat
lambat.)

Quickly enough Every waitress should clean


tables quickly enough.
(Setiap pelayan harus membersihkan
meja-meja dengan cukup cepat.)

2. Prepositional Phrase
Prepositional phrase dapat menggantikan lima macam kata keterangan terpenting di
atas. Beberapa contoh adverbial phrase dari prepositional phrase adalah sebagai
berikut.

Adverb Contoh Adverbial Phrase dan Contoh Kalimat

time  since yesterday, during the storm, before noon


 They couldn’t do anything during the storm.
(Mereka tidak dapat melakukan apapun selama
badai.)
manner  with his debit card, by bus
 The customer always pays the bill with his debit
card.
(Pelanggan tersebut selalu membayar tagihan dengan
kartu debitnya.)
place  at home, in the classroom, to Bandung
 I’m on a flight to Bandung.
(Saya sedang dalam penerbangan ke Bandung.)
frequency Old people may need to see a doctor every year.
(Orang-orang tua mungkin perlu mengunjungi dokter
setiap tahun.)

purpose He bought this tiramisu cake for you.


(Dia membeli kue tiramisu ini untukmu.)

TIM PENYUSUN UASIKIN AJA 2018 12


BAHASA INGGRIS
3. Infinitive Phrase
Kebanyakan adverbial phrase yang dibentuk dari infinitive form digunakan untuk
menempati peran adverbs of purpose. Beberapa contoh adverbial
phrase dari infinitive form adalah sebagai berikut.

Adverb Phrase Contoh Kalimat Adverbial Phrase

to gain his muscle He does physical exercises regularly to gain his


mass muscle mass.
(Dia melakukan latihan-latihan fisik secara
teratur untuk meningkatkan massa ototnya.)

to get the access To get the accesss, you must register first.
(Untuk mendapat akses, kamu harus mendaftar
dulu.)

Exercise:

Underline the adverbs phrase in the following sentences:

1. She lives in a palatial home.


2. Is there water on the moon?
3. She ran into her room.
4. They chatted for a while.
5. She performed the task with great skill.
6. The desert stretched towards the north.
7. The gun went off with a loud noise.
8. The fishers went sailing over the sea.
9. He lay beside the heap of corn.
10. She whispered in his ear.
11. He fought with all his might.
12. He shouted at the top of his voice.
13. It must be done at any cost.
14. Much water has run under the bridge.
15. Without pausing to consider he struck the blow.

TIM PENYUSUN UASIKIN AJA 2018 13


BAHASA INGGRIS
REDUCED ADJECTIVE CLAUSE

Reduced adjective clause maksudnya adalah mereduksi/ menghilangkan suatu bagian dari
clausa adjective. Hal ini dapat dilakukan apabila di dalam suatu complex sentence hanya
terdapat satu subjek.

Pada kalimat aktif, relative pronoun dan verb to be dihapus lalu ditambahkan –ing pada
kata kerja nya sehingga membentuk present participle. Sedangkan pada kalimat pasif,
relative pronoun dan verb to be dihapus lalu ditambahkan being sebelum past participle.

Contoh Kalimat Reduced Adjective Clause :

1. Kalimat Aktif

Complex Sentence Adjective Clause Reduced Adjective Clause


The man who often gives me flowers is The man often giving me flowers is my
my boyfriend. boyfriend.
(Laki-laki yang sering memberikan saya bunga
adalah pacar saya.)

The dog that always sits on that blue The dog always sitting on that blue chair is
chair is Rina’s dog. Rina’s dog.
(Anjing yang selalu duduk di bangku biru itu
adalah anjing milik Rina.)

The woman who always wears the big The woman always wearing the big black hat
black hat is Mrs. Rosalinda. is Mrs. Rosalinda.
(Wanita yang selalu memakai topi hitam besar
itu adalah nyonya Rosalinda.)

He is the man who always supports me He is the man always supporting me


everyday. everyday.
(Dia adalah laki-laki yang selalu mendukung
saya setiap hari.)

The little boy who often comes to my The little boy often coming to my house is my
house is my neighbour. neighbour.
(Anak kecil yang sering datang ke rumah saya
adalah tetangga saya.)

2. Kalimat Pasif

Complex Sentence Adjective Clause Reduced Adjective Clause


The car which is being washed is mine. The car being washed is mine.
(Mobil yang sedang dicuci itu adalah milik
saya)

The laptop which is being repaired is full The laptop being repaired is full of virus.

TIM PENYUSUN UASIKIN AJA 2018 14


BAHASA INGGRIS
of virus. (Laptop yang sedang diperbaiki itu banyak
virusnya.)

The guitar being played by Roni is mine.


The guitar which is being played by Roni (Gitar yang dimainkan Roni adalah milik
is mine. saya.)

The man bumped by a car is my friend.


The man who was bumped by a car is (Laki-laki yang ditabrak mobil itu adalah
my friend. teman saya.)

3. Subject + Preposition

Complex Sentence Adjective Clause Reduced Adjective Clause


The house which is in front of us is Mr. The house in front of us is Mr. Renold’s
Renold’s house. house.
(Rumah yang ada dihadapan kita adalah
rumah tuan Renold.)

The theather which is behind of my The theather behind of my house was built in
house was built in 2011. 2011.
(Bioskop yang ada di belakang rumah saya
dibangun tahun 2011.)

-- “Honesty is the currency


of wherever you are.”

TIM PENYUSUN UASIKIN AJA 2018 15


BAHASA INGGRIS

Conditional Sentences
1. Pengertian Conditional Sentences

Conditional sentences adalah kalimat pengandaian. Conditional sentences


dibentuk dengan :

If Clause = anak kalimat yang diawali dengan “if”

Main Clause = Induk Kalimat

2. Jenis- jenis Conditional Sentences


a. Zero Conditional ( 0 type )
Bentuk pengandaian yang masih bisa terjadi karena merupakan
general truth (kebenaran umum).

If + S. Present tense, S + S. Present Tense

Ex : - If I sleep late, I am sleepy at work


- If one doesn’t drink after doing exercise, one gets dehydrated

b. Open Conditional ( 1 Type )


Bentuk pengandaian yang masih mungkin terjadi di masa sekarang
If + S. Present tense, S + will + v1

Atau

S + will + v1 If + S. Present tense

Ex : - If he studies hard, he will pass the test


- He will come to your house if it doesn’t rain

c. Present Conditional ( 2 Type )


Kalimat pengandaian yang tidak mungkin terjadi di masa sekarang
If + S. Past tense, S + would + v1

Atau

S + woul + v1 If + S. Past tense

Ex : - If the price of gold were lower, I would buy it

TIM PENYUSUN UASIKIN AJA 2018 16


BAHASA INGGRIS
- He would be very happy if you could help him

d. Past Conditional ( 3 Type )


Bentuk pengandaian yang tidak mungkin terjadi di masa lampau
If + S. Past perfect, S + would + have + v3

Atau

S + woul + have + v3 If + S. Past perfect

Ex : - If he had been more confident, he might have won the contest

- We would not have lost our bag if we had left it in the hotel

e. Mixed Conditional
Bentuk pengandaian yang tidak nyata ( type 2 + type 3 ) kadang-
kadang dapat dicampur, yaitu waktu klausa if berbeda dari salah satu
klausa utama.
Ex : - if I had known that you are going to come by tomorrow, I would
be in then.
- I would have picked it up if I wasn’t afraid of spiders.

3. Penghilangan “if”
“if” dapat dihilangkan jika “if clause” digantikan dengan kata “were” untuk
type 2 dan “had” untuk type 3
If + S + were >> were + S (type 2)

If + S + had >> had + S (type 3)

Ex : - If she were my friend, I would treat her well

Menjadi : were she my friend, I would treat her well

- If we had climbed higher, we could have got a better view


Menjadi : had he climbed higher, we could have got a better view

TIM PENYUSUN UASIKIN AJA 2018 17


BAHASA INGGRIS

Contoh Unified Paragraph (Paragraf yang tidak nyambung)

(1) There are two main reasons why I have decided to


attend Bingston University next year. (2) Applying to a college is a
terribly complicated process. (3) Some of my friends chose colleges
for very bad reasons. (4) John has never been to
college. (5) I've met his grandfather, and he still has an
incredibly sharp mind for a man of h is age. (6) Susan chose a
university because the food in the region was said to be quite
good. (7) Susan is really not too clever, I suppose, so I shouldn't
criticize her. (8) Actually, I think it was her father who made the
choice for her.
Contoh diatas dapat kita lihat, bahwa kalimat utama (1) membahas Bingston
University. Namun, pada kalimat pendukung (Supporting Details) tidak ada yang
membahas atau menjelaskan hal yang berkaitan dengan Bingston University.

Selesai membuat paragraph, hal yang harus kita lakukan yaitu :

REVIEWING PARAGRAPH

1. Memeriksa ejaan dan tata bahasa (Grammar) dalam paragraph


Memeriksa Grammar yang sesuai dengan penggunaannya. Misal, untuk
menceritakan kejadian masa lampau, kita menggunakan (Simple Past).

2. Memeriksa koherensi dan gaya penulisan paragraph


Memeriksa apakah paragraph sudah saling terkait dan membahas satu
topik yang menjadi permasalahan atau melenceng dari topik yang ingin kita
jelaskan.

3. Menentukan apakah paragraf sudah selesai


Memeriksa kembali apakah inti dari topik hingga kesimpulan sudah
dijelaskan atau belum. Ketika semua sudah tertuang dalam paragraph dan
sudah di cek kembali. Maka, paragraph sudah selesai dibuat.

“Di antara kebutuhan-kebutuhan


dasar - sandang, pangan, papan, di
situlah pendidikan harus
diletakkan.”
― Iwan Esjepe

TIM PENYUSUN UASIKIN AJA 2018 18


BAHASA INGGRIS

Error Recognizer
1. Although I like noodle, I rarely eat it everyday because it’s healty

A B C D

2. You would have get the job if you were not late to the interview
A B C D
3. Anton assisted the girl because he feel she needed his help.
A B C D
4. Although I like Jakarta very much, I wouldn’t lived there
A B C D
5. Andi went to the same restaurant when Yuri bought her lunch
A B C D
Pemabahasan :
1. D ( Seharusnya unhealty karena kalau kita artikan “walaupun saya menyukai mie, saya jarang
memakannya setiap hari karena itu tidak sehat”
2. A ( ini merupakan Conditional Sentense type II dengan rumus if + S + Simple Past , +
Would/could/might + bare Infinitive ) Seharusnya itu menjadi Would
3. C ( Seharusnya Felt karena itu kalimat Past Tense)
4. D ( Karena Modal + Bare Infinitive ( 𝑉1 ) Seharusnya menjadi Live)
5. C (Seharusnya menjadi Where karena merupakan Adjective Clause yang menyatakan tempat
yaitu Restoran)

TIM PENYUSUN UASIKIN AJA 2018 19


EKONOMI MIKRO

TIM PENYUSUN UASikin AJA 2018


EKONOMI MIKRO

BARANG PUBLIK DAN SUMBER DAYA MILIK BERSAMA


A. SIFAT DAN KARAKTERISTIK BARANG
1. Barang Excludable/dapat dikecualikan
Sifat suatu barang yang dapat mencegah orang lain dari memanfaatkannya atau bisa
dibilang ada persyaratan tertentu yang harus dipenuhi untuk mendapatkan barang
tersebut
2. Barang Rival/saingan
Sifat suatu barang yang penggunaannya oleh seseorang mengurangi kemampuan
orang lain untuk menggunakan barang tersebut atau bias dibilang ada persaingan
untuk mendapatkan barang tersebut

B. JENIS BARANG

Jenis Barang Excludable Rival Contoh


Es krim, pakaian, jalan tol
Barang Swasta   padat
Alarm angin puting beliung,
× × pertahanan nasional, jalan
Barang Publik
raya lancer
Ikan di lautan, lingkungan,
Sumber Daya Milik ×  jalan raya padat
Bersama
TV Kabel, perlindungan
Monopoli Alamiah  × kebakaran, jalan tol lancar

*maka barang sumber daya milik bersama bersifat non-excludable dan rivalry

C. FREE RIDER dan TRAGEDY OF COMMON


1. Free Rider
Orang yang mendapatkan manfaat barang tanpa harus membayar. Free Rider timbul
karena sifat barang public bernilai lebih di mata masyarakat (Permintaan Tinggi).
Karena adanya free rider tersebut, pihak swasta enggan untuk menjual barang publik.
Jika pihak swasta enggan menjual barang public, maka akan menyebabkan kegagalan
pasar. Oleh karena itu yang biasanya mengelola barang public adalah pemerintah
untuk menghindari terjadinya kegagalan pasar.

TIM PENYUSUN UASikin AJA 2018


EKONOMI MIKRO

2. Tragedy of Common
Peristiwa yang menggambarkan mengapa sumber daya milik bersama digunakan
lebih dari yang seharusnya dari sudut pandang masyarakat secara keseluruhan. Oleh
karena itu, timbul beberapa kebijakan di antaranya:
 Peraturan penggunaan sumberdaya
 Mewujudkan corrective tax untuk menginternalisasi eksternalitas
 Pelelangan izin sumberdaya
 Pembagian sumberdaya

Kesuksesan adalah hasil dari


kesempurnaan, kerja keras,
belajar dari pengalaman,
loyalitas, dan kegigihan

-PAWELL COLIN-

TIM PENYUSUN UASikin AJA 2018


EKONOMI MIKRO

RANCANGAN SISTEM PAJAK


Dalam merancang sistem pajak, penentu kebijakan (pemerintah) memiliki dua target,
yaitu efisiensi dan pemerataan. Suatu sistem pajak dianggap lebih efisien dibanding sistem
pajak lainnya jika sistem pajak tersebut mengumpulkan jumlah pendapatan yang sama pada
biaya yang kecil bagi pihak pembayar pajak.
Pajak juga membebankan dua biaya lainnya (selain biaya pajak itu sendiri) kepada
pembayar pajak, yang berusaha untuk dihindari atau setidaknya diminimalkan (dengan
kebijakan yang dirancang dengan baik. Biaya tersebut antara lain:
1. Kerugian beban baku
2. Beban administrasi (beban yang ditanggung pembayar ketika mematuhi undang-
undang pajak)
Sistem pajak yang efisien adalah sistem yang membebankan kerugian beban baku dan beban
administrasi yang kecil.

A. PAJAK DAN EFISIENSI


1. Kerugian Beban Baku
Pengurangan kesejahteraan ekonomi pihak pembayar pajak dalam kelebihan jumlah
pendapatan yang dikumpulkan oleh pemerintah.
2. Beban Administrasi
Beban administrasi dapat berupa :
- Waktu yang dihabiskan untuk mengisi formulir-formulir pajak
- Waktu pencatatan transaksi perpajakan sepanjang tahun (untuk mematuhi UU
pajak)
Beban administrasi adalah bentuk ketidakefektifan dari sistem pajak yang terbentuk
untuk menegakkan undang-undang (peraturan) perpajakan. Dan beban ini dapat
dikurangi dengan menyederhanakan undang-undang pajak.
3. Tarif Pajak Marginal versus Tarif Pajak Rata-rata
𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑝𝑎𝑗𝑎𝑘 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖𝑏𝑎𝑦𝑎𝑟
Tarif pajak rata-rata (Average tax rate) = 𝑝𝑒𝑛𝑑𝑎𝑝𝑎𝑡𝑎𝑛 𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙

Tarif pajak marginal (Marginal tax rate) = pajak tambahan/ekstra yang dibayarkan
untuk setiap tambahan pendapatan
Contoh (tarif pajak marginal) : pemerintah memungut pajak 20% untuk $50.000
penghasilan pertama dan 50% untuk setiap $10.000 berikutnya. Maka, orang yang
menghasilkan $60.000 akan dikenakan pajak sebesar $15.000 [(20% x
$50.000=$10.000) + (50% x $10.000=$5.000)]
4. Pajak Lumpsum (Lump-sum Tax)
Adalah pajak yang besarnya sama untuk tiap orang. Pajak lumpsum adalah sistem
pajak yang paling efisien karena dapat mengurangi beban bahan baku (orang tidak

TIM PENYUSUN UASikin AJA 2018


EKONOMI MIKRO

mengubah besar pajak yang dibayar berdasarkan keputusan pribadi) juga mengurangi
beban administrasi (karena tiap orang membayar dengan jumlah yang sama).
Namun, sistem pajak yang paling efisien ini jarang ditemui praktiknya karena efisien
hanyalah salah satu dari tujuan sistem pajak. Walau efisien, pajak ini dianggap tidak
adil.

B. PAJAK DAN PEMERATAAN


1. Prinsip Manfaat (Benefits Principle)
Adalah pemikiran bahwa orang-orang harus membayar pajak berdasarkan manfaat
yang mereka terima dari layanan pemerintah. Semakin besar mereka merasakan
manfaat dari layanan pemerintah, maka semakin besar pajak yang dipungut kepada
mereka atas layanan tersebut.
2. Prinsip Kesanggupan Membayar (Ability to pay principle)
Adalah pemikiran bahwa pajak harus dipungut dari warga berdasakan seberapa baik
orang yang bersangkutan dapat menanggung beban tersebut. Prinsip ini mngarah
pada dua gagasan pemerataan, yakni :
- Pemerataan vertikal (verical equity) =pembayar pajak yang memiliki
kesanggupan lebih besar harus berkontribusi dengan jumlah yang lebih besar
- Pemerataan horizontal (horizontal equity) = pembayar pajak yang memiliki
kesanggupan membayar yang sama harus berkontribusi dalam jumlah yang
sama.

a. Pemerataan Vertikal
Tiga Sistem Pajak
Pajak Proporsional Pajak Regresif Pajak Progresif
Presentase Presentase Presentase
Penghasilan Jumlah Pajak Jumlah Pajak Jumlah Pajak
Penghasilan Penghasilan Penghasilan
$50.000 $12.500 25% $15.000 30% $10.000 20%
$100.000 $25.000 25% $25.000 25% $25.000 25%
$200.000 $50.000 25% $40.000 20% $60.000 30%

Pajak Proporsional (proportional tax), sistem pajak dimana semua pembayar


pajak membayar dengan bagian yang sama.
Pajak regresif (regresive tax), sistem pajak dimana pembayar pajak yang
pendapatannya tinggi membayar bagian yang lebih kecil
Pajak Progresif (progresive tax), sistem pajak dimana pembayar pajak yang
pendapatannya tinggi membayar bagian yang lebih besar pula.
Tidak ada sistem pajak yang paling baik atau paling burul. Semua tergantung
perspektif.

TIM PENYUSUN UASikin AJA 2018


EKONOMI MIKRO

b. Pemerataan Horizontal
Orang yang memiliki kesanggupan membayar yang serupa harus membayar pajak
dengan jumlah yang sama. Namun, untuk membuat ukuran “serupa” itu tidaklah
mudah. Individu yang memiliki jumlah penghasilan yang sama belum tentu memiliki
kesanggupan membayar yang serupa karena kita harus memperhitungkan berbagai
tanggungan yang diemban individu tersebut.
3. Pembagian Beban Pajak dan Pemerataan Pajak
Orang yang menanggung beban pajak tidaklah selalu orang yang memperoleh
tagihan pajak oleh pemerintah. Ketika mengevaluasi pemerataan vertikal dan
horizontal pajak apa pun, penting untuk memikirkan berbagai dampak tidak
langsung yang ditimbulkan.

Orang-orang yang berhenti


belajar akan menjadi pemiliki
masa lalu. Orang-orang yang
masih terus belajar, akan
menjadi pemilik masa depan.

-MARIO TEGUH-

TIM PENYUSUN UASikin AJA 2018


EKONOMI MIKRO

BIAYA PRODUKSI
A. BIAYA
1. Pendapatan Total, Biaya Total, dan Keuntungan

Keuntungan = Pendapatan Total - Biaya


Total
 Pendapatan total (total revenue) = jumlah uang yang diterima dari penjualan
 Biaya total (total cost) = nilai pasar dari bahan-bahan yg digunakan dalam
proses produksi
 Keuntungan (profit) = pendapatan total dikurang biaya total

2. Biaya Kesempatan
 Biaya eksplisit (explicit cost) = Biaya yang memerlukan pengeluaran uang
 Biaya implisit (implicit cost) = Biaya yang tidak memerlukan pengeluaran
uang
3. Keuntungan Ekonomis vs Keuntungan Akuntansi
 Keuntungan ekonomis (economic profit) = Pendapatan total dikurangi biaya
total (eksplisit dan implisit)
 Keuntungan akuntansi (accounting profit) = Pendapatan total dikurangi biaya
eksplisit saja

B. PRODUKSI DAN BIAYA


1. Fungsi Produksi
 Fungsi produksi (production function) = fungsi yang menunjukkan hubungan
antara jumlah input produksi dan jumlah output produksi
 Produk marginal (marginal product) = kenaikan output produksi akibat
tambahan satu unit input produksi (coba perhatikan pada tabel, semakin
bertambah pekerja, semakin menurun pula
 Penurunan produk marginal(diminishing marginal product) = kondisi di mana
produk marginal output semakin menurun seiring penambahan input produksi

(coba perhatikan pada tabel, semakin bertambah jumlah pekerja, semakin


menurun pula produk marginalnya)

TIM PENYUSUN UASikin AJA 2018


EKONOMI MIKRO

Product
Biaya Biaya Biaya Total
Jumlah Hasil (jumlah yang marginal
tetap variabel (biaya tetap
pekerja diproduksi/jam) (dari Tenaga
(pabrik) (pekerja) + variabel)
Kerja)

0 0 $30 $0 $30

1 50 50 30 10 40

2 90 40 30 20 50

3 120 30 30 30 60

4 140 20 30 40 70

5 150 10 30 50 80

C. JENIS-JENIS BIAYA

JENIS BIAYA DEFINISI RUMUS CONTOH

Biaya Tetap (Fixed Biaya yang tidak berubah - Biaya barang modal
Cost/FC) berapapun jumlah barang (mesin), gaji pegawai,
yang diproduksi bunga pinjaman, sewa
gedung kantor

Biaya Variabel Biaya yang berubah karena - Biaya bahan


(Variable terjadi perubahan dalam baku/material untuk
Cost/VC) jumlah produksi berproduksi

Biaya Total (Total Jumlah dari biaya tetap TC = FC + VC -


Cost/TC) dengan biaya variabel

Biaya Tetap Rata- Biaya tetap dibagi jumlah 𝐅𝐂 -


AFC = 𝐐
rata (Average output
Fixed Cost/AFC)

Biaya Variabel Biaya variabel dibagi VC -


AVC =
Q
Rata-rata (Average jumlah output
Variable
Cost/AVC)

Biaya Total Rata- Biaya total dibagi jumlah TC -


AC = Q
rata (Average output
Cost/AC)

TIM PENYUSUN UASikin AJA 2018


EKONOMI MIKRO

Biaya Marginal Perubahan biaya total ∆TC -


MC =
∆Q
(Marginal akibat tambahan satu unit
Cost/MC) produksi

D. KURVA BIAYA

Kurva FC berbentuk garis lurus


karena berapapun jumlah output
biaya tersebut tidak akan berubah.
Kurva VC berbentuk melengkung
naik akibat tambahan output yang
diproduksi.
Kurva TC tidak dimulai dari 0
karena adanya FC, dan kenaikan
nilai TC dipengaruhi oleh
perubahan VC sehingga terletak
sejajar di atas kurva VC.

Nilai MC berada di bawah AC dan


AVC selama belum memotong titik
minimum kurva AC dan AVC.
MC memotong kurva AVC dan AC di
titik minimum.
AC berbentuk huruf “U”
menunjukkan jumlah output yang
dapat meminimalkan biaya rata-rata
yang disebut dengan skala efisien.

AFC mula-mula tinggi saat tidak ada


output kemudian akan semakin turun
saat perusahaan berproduksi. Namun,
kurva AFC tidak akan menyentuh
sumbu X (asimptot).
MC mula-mula akan turun hingga titik
B karena nilai FC tersebar ke output
yang diproduksi.
MC akan naik seiring dengan
peningkatan jumlah produksi.
TIM PENYUSUN UASikin AJA 2018
EKONOMI MIKRO

E. BIAYA JANGKA PENDEK DAN JANGKA PANJANG


Pada jangka pendek, biaya total (TC) dipengaruhi oleh Fixed Cost dan Variable Cost.
Sementara pada jangka panjang, seluruh biaya adalah variable cost karena
perusahaan dapat menyesuaikan seluruh biaya yang diperlukan sehingga tidak ada
fixed cost.
Contoh : Perusahaan mobil. Selama periode beberapa bulan, perusahaan tersebut
tidak dapat menyesuaikan jumlah atau ukuran pabrik mobilnya. Satu-satunya cara
agar mereka dapat memproduksi mobil tambahan adalah dengan menyewa pekerja
lebih banyak. Oleh karena itu, biaya pabrik ini adalah biaya tetap dalam jangka
pendek. Sebaliknya, selama periode beberapa tahun, perusahaan dapat memperbesar
ukuran pabriknya, membangun pabrik baru, atau menutup pabrik lamanya. Oleh
karena itu, biaya pabriknya adalah biaya variabel dalam jangka panjang.

Dalam jangka pendek, perusahaan dapat Jika produsen berpandangan bahwa


menentukan tingkat produksinya dalam 3 tingkat output yang memberikan
pilihan : laba maksimum adalah X1, maka
dalam jangka pendek dia memilih
1. Memproduksi dengan pabrik ukuran
berproduksi dengan pabrik ukuran
kecil (small size plant), yang dalam
kecil. Tetapi jika menurutnya tingkat
jangka pendek mempunyai kurva biaya
produksi yang memberi laba adalah
rata-rata SAC1,
X3, maka dalam jangka pendek
2. Memproduksi dengan pabrik ukuran
pabrik yang dia pilih adalah yang
sedang (medium size plant), yang
berskala menengah. Sebenarnya, dia
dalam jangka pendek mempunyai
bisa saja memproduksi X3 dengan
kurva biaya rata-rata SAC2, atau
menggunakan pabrik kecil, tetapi
3. Memproduksi dengan pabrik ukuran
biaya produksi rata-ratanya menjadi
besar (large size plant), yang dalam
lebih besar (0C1 > 0C2).
jangka pendek mempunyai kurva biaya
rata-rata SAC3.

TIM PENYUSUN UASikin AJA 2018


EKONOMI MIKRO

Keputusan yang diambil menjadi sulit bila Dalam jangka pendek, perusahaan hanya
tingkat produksi yang memberikan laba dapat memilih satu pabrik saja untuk
maksimum adalah X2. Bila pengusaha berproduksi. Tetapi dalam jangka
memprediksi pasar akan terus membesar panjang, pengusaha dapat menambah
dia akan memilih pabrik skala menengah. atau mengurangi jumlah pabrik sesuai
Sebaliknya, bila pengusaha memprediksi dengan tingkat produksi yang
pasar semakin kecil, dia memilih pabrik direncanakan. Kemampuan tersebut
skala kecil. Dalam kasus ini, pengambilan memungkinkan perusahaan beroperasi
keputusan tidak lagi berlandaskan biaya dengan biaya rata-rata minimum pada
rata-rata saja, tetapi juga perkiraan berbagai tingkat produksi. Kurva yang
tentang masa depan. menunjukkakn titik-titik biaya rata-rata
minimum pada berbagai tingkat produksi
disebut kurva amplop (envelope curve).
Kurva ini merupakan kurva biaya rata-
rata jangka panjang (long run average
cost).

F. SKALA EKONOMIS DAN SKALA DISEKONOMIS


1. Skala Ekonomis (Economies of Scale)
Ciri dimana biaya total rata-rata jangka panjang (Long Run Average Cost/LRAC)
menurun seiring dengan meningkatnya jumlah output.
2. Skala Hasil Tetap (Constant Returns to Scale)
Ciri dimana LRAC tetap meskipun jumlah output berubah.
3. Skala Disekonomis (Diseconomies of Scale)
Ciri dimana LRAC meningkat seiring meningkatnya jumlah output.

TIM PENYUSUN UASikin AJA 2018


EKONOMI MIKRO

CONTOH SOAL
1) Biaya yang tidak dibayarkan sehubungan dengan penggunaan sumber daya produktif
yang dimiliki oleh pemilik perusahaan sendiri adalah biaya....
A. Langsung
B. Umum
C. Alternatif
D. Implisit
E. Eksplisit.
PEMBAHASAN:
Biaya Implisi adalah biaya yang tidak mengharuskan perusahaan (firm) untuk membayar
biaya-biaya input secara tunai. Contoh: biaya penyusutan, biaya peluang (opportunity cost)
Biaya eksplisit adalah biaya yang harus dikeluarkan oleh perusahaan (firm) untuk membayar
biaya-biaya input. Contoh: biaya listrik, biaya bahan baku.
2) Keuntungan ekonomi dihitung dengan cara mengurangi penerimaan firm dengan...
A. Biaya akuntansi
B. Biaya implisit dan biaya eksplisit
C, Biaya sosial dan biaya non ekonomi
D. Biaya ekonomi, biaya sosial, dan biaya lain-lain.
E. Biaya penggunaan tenaga kerja dan pembelian bahan mentah.
PEMBAHASAN:
Rumus mencari keuntungan/laba.
Penerimaan Perusahaan/Pendapatan - Biaya-Biaya.
Biaya terdiri dari:
Biaya Eksplisit adalah biaya yang harus dikeluarkan oleh perusahaan untuk membayar
biaya-biaya produksi
Biaya Implisit adalah biaya yang tidak mengharuskan perusahaan untuk membayar biaya-
biaya input secara tunai dan biaya yang dikorbankan karena memilih alternativ lain.
3) Berikut ini adalah hal-hal yang dianggap benar berkaitan dengan biaya produksi,
kecuali....
A. Kurva Average Fixed Cost (AFC) berbentuk horizontal
B. Kurva Marginal Cost (MC) memotong kurva Average Cost di titik minimum.
C. Kurva Variable Cost (VC) naik dari kiri bawah ke kanan atas dimulai dari titik
origin.
D. Kurva AC berada di atas kurva kurva Average variable Cost (AVC)
E. AC= AFC+AVC

TIM PENYUSUN UASikin AJA 2018


EKONOMI MIKRO

PEMBAHASAN
FC= Biaya Tetap
TC= Total Cost
VC= Variable Cost
TC= FC+VC
AFC= Average Fixed Cost (Biaya tetap rata-rata)

Kurva AFC bergerak dari kiri


atas ke kanan bawah, atau
berslope negative. Maka
semakin banyak kualitas barang
yang diproduksi semakin turun
biaya tetap rata-rata nya.

4) Konsep biaya marginal (marginal cost) menjelaskan tentang.....


A. Besarnya biaya total yang dikeluarkan sebagai akibat membengkaknya biaya
variabel.
B. Besarnya tambahan biaya sebagai akibat peningkatan satu unit output yang
diproduksi.
C. Rata-rata kenaikan biaya produksi sebagai akibat menambah satu unit output
yang diproduksi.
D. Besarnya tambahan output yang diproduksi sebagai akibat menambah satuan
biaya.
E. Besarnya tambahan biaya sebagai akibat peningkatan harga faktor produksi.
PEMBAHASAN
Biaya marginal adalah tambahan biaya yang dikeluarkan karena menambah satu unit
produksi.
5) Gambar garis biaya variable dalam grafik selalu dimulai dari titik nol
SEBAB
Biaya variabel adalah biaya total dikurangi dengan biaya tetap.
PEMBAHASAN
Variabel Cost, kurvanya selalu dimulai dari titik 0, besarnya sesuai jumlah Q yang
diproduksi. (pernyataan benar)

TIM PENYUSUN UASikin AJA 2018


EKONOMI MIKRO

PASAR PERSAINGAN SEMPURNA

A. KARAKTERISTIK PASAR KOMPETITIF

 Banyak penjual dan pembeli

 Barang yang dijual sama/homogen/identik

 Tindakan-tindakan dari setiap pembeli atau penjual di pasar tidak terlalu


berpengaruh pada harga pasar.

Misalnya, pasar untuk susu. Tidak ada pembeli atau penjual yang dapat menentukan
harga susu karena setiap pembeli membeli sedikit barang jika dibandingkan dengan
ukuran pasar. Setiap penjual susu pun memiliki kontrol terbatas karena banyak
penjual lain menawarkan susu yang sama. Karena setiap penjual dapat menjual
barangnya dengan harga tertentu sehingga ia tidak perlu mengurangi harga tersebut,
dan jika ia menaikkan harganya, para pembeli akan beralih ke tempat lain. Para
pembeli dan penjual di pasar kompetitif harus menerima harga yang ditentukan
pasar dan dengan demikian disebut dengan penerima harga (price takers).

 Bebas keluar masuk pasar

 Dapat meningkatkan outputnya tanpa memengaruhi harga pasar

B. MARGINAL REVENUE (MR)

MR = P *dalam pasar kompetitif sempurna

Perusahaan menambah output tanpa mempengaruhi harga pasar. Setiap penambahan


satu unit Q, revenue akan mengalami kenaikan sebesar P.

D=MR=AR=P

TIM PENYUSUN UASikin AJA 2018


EKONOMI MIKRO

C. PROFIT MAXIMIZATION

PROFIT = TR - TC

Kalau Q ditambah 1 unit, revenue akan naik sebesar MR dan cost akan naik sebesar MC.
 Jika MR > MC, maka kenaikan Q menambah keuntungan
 Jika MR < MC, maka penurunan Q menambah keuntungan

Misalnya, perusahaan Smith Family Dairy Farm. Perusahaan tersebut menghasilkan


susu, Q, dan menjual setiap unit pada harga pasar, P
Perubaha
Pendapat n
Pendapata Biaya Biaya
Jumlah Harga Keuntungan an Keuntung
n Total Total Marginal
Marginal an
(MR=T (MC=T (MR –
Q P TR TC (TR-TC) MC)
R/Q) C/Q)
0 $0 $3 -$3 $4
$6 $6 $2
galon
6 6 5 1 6 3 3
1
6 12 8 4 6 4 2
2
6 18 12 6 6 5 1
3
6 24 17 7 6 6 0
4
6 30 23 7 6 7 -1
5
6 36 30 6 6 8 -2
6
6 42 38 4 6 9 -3
7
8 6 48 47 1
Untuk memaksimalkan keuntungan, Smith Farm memilih jumlah yang menghasilkan
keuntungan sebesar-besarnya. Pada contoh ini, keuntungan dimaksimalkan saat
perusahaan menghasilkan 4 atau 5 galon susu, saat keuntungannya $7.

D. SHUTDOWN
Kondisi ini mengacu kepada keputusan jangka pendek (short run, SR) untuk tidak
memproduksi apapun karena kondisi pasar. Namun, perusahaan masih harus
membayar FC. Jika sebuah perusahaan tutup sementara, ia akan kehilangan semua
pendapatan dari penjualan produknya (TR = Revenue Loss). Pada saat yang sama,
perusahaan menghemat biaya variabel saat membuat produk, tetapi masih harus
membayar biaya tetap (VC = Cost Savings).

TIM PENYUSUN UASikin AJA 2018


EKONOMI MIKRO

TR < VC

TR/Q < VC/Q Shutdown dilakukan jika P < AVC, Q = 0

E. EXIT
Kondisi ini mengacu kepada keputusan jangka panjang (long run, LR) untuk
meninggalkan pasar. Dalam keadaan exit, perusahaan telah mengalami zero cost.
Beban untuk meninggalkan pasar adalah TR = Revenue Loss, serta keungungan
meninggalkan pasar adalah Cost Staving = TC.

Exit dilakukan jika P<ATC

F. KEPUTUSAN MEMASUKI PASAR

TR > TC
P>ATC
(Profitable)

1. Kurva penawaran jangka panjang perusahaan kompetitif


Biaya MC

ATC

0 Jumlah
Dalam jangka panjang, Kurva penawaran perusahaan kompetitif adalah kurva
biaya marginalnya di atas biaya total rata-rata atau ATC. Kalau harga ada di bawah
biaya total rata rata sebaiknya perusahaan keluar dari pasar.

TIM PENYUSUN UASikin AJA 2018


EKONOMI MIKRO

2. Kurva keuntungan dan kerugian perusahaan


Perusahaan memperoleh keuntungan
harga MC

ATC

P P=AR=MR
keuntungan
keuntungan

ATC

jumlah
Q
(jumlah yang memaksimalkkan keuntungan)

Perusahaan memperoleh kerugian


MC
harga
ATC
ATC
kerugian
P P=AR=MR

jumlah

Q
(jumlah yang meminimalkan
kerugian)

3. Market Supply Assumption


 Perusahaan yang sudah ada dan yang akan masuk memiliki biaya yang identic
 Biaya tiap perusahaan sama ketika perusahaan lain masuk/keluar pasar
 Jumlah perusahaan dipasar
 Tetap dalam ShortRun ( Karena FC )
 Variasi dalam LongRun ( Karena free entry and exit )

4. Shortrun market supply

TIM PENYUSUN UASikin AJA 2018


EKONOMI MIKRO

P>= AVC  Profit maximizing quantity

5. Entry dan Exit di LongRun


 Saat sudah ada yang dapat positif economic profit
o Perusahaan baru masuk, ShortRun Market Supply bergeser ke kanan
o Harga turun, keuntungan turun
 Saat ada perusahaan yang rugi
o Beberapa perusahaan keluar pasar, ShortRun Market Supply geser ke kiri
o Harga naik, kerugian turun
6. Perusahaan keluar masuk pasar hingga keuntungannya bernilai nol
a) Kondisi zero profit perusahaan
b) Penawaran

harga harga
MC

P=minim ATC
um Penawaran

ATC
Jumlah (perusahaan) Jumlah (pasar)

7. Zero Profit
 Longrun ekuilibrum : proses keluar masuk perusahaan selesai, tapi perusahaan
tetap bertahan
 Zero economic profit [ P=ATC ]
 Zero profit condition
[ P=MR=MC ] [ P=MC=ATC ]
Keuntungan maksimal  MC=MR
Kompetisi Terbaik  P=MR
Kompetisi ekuilibrum ( efisien dan kompetisi maksimal )  P=MC

TIM PENYUSUN UASikin AJA 2018


EKONOMI MIKRO

PASAR MONOPOLI
A. PENGERTIAN
Pasar yang penjualnya tunggal, pembelinya banyak. Penjual menawarkan
barang/jasa yang tidak ada substitusi/penggantinya.

Contoh : Perusahaan listrik di Indonesia. Yang menjual hanya PT PLN, yang membeli
adalah seluruh masyarakat Indonesia. Listrik merupakan barang yang tidak ada
substitusinya.

B. FAKTOR PENYEBAB MONOPOLI

Sumber Daya

Biaya
Pemerintah
Produksi

1. Monopoli Sumber Daya


 Monopoli terjadi karena sumber daya yang penting hanya dimiliki oleh
dikuasai oleh satu perusahaan saja.
 Contoh : Ada sebuah perusahaan yang memiliki sumur mata air di
suatu kawasan yang sangat sedikit sumber air, hal ini menyebabkan
perusahaan tersebut memonopoli air.
2. Monopoli oleh Pemerintah
 Monopoli terjadi karena adanya izin dari pemerintah berupa hak ekslusif
kepada satu perusahaan untuk menjual barang atau jasa tersebut.
 Pemerintah mengizinkan karena dinilai monopoli ini akan mendatangkan
manfaat bagi public
 Contoh : Hak Cipta dan Hak Paten
Hak Cipta : Seorang penulis novel memiliki hak cipta atas bukunya. Jadi, tidak
seorang yang boleh menjual atau memperbanyak bukunya tersebut kecuali
penulis itu sendiri atau yang telah mendapat izin dari penulisnya langsung.
Dengan begini, seorang penulis novel telah menjadi pelaku monopoli karena
ia berhak menentukan harga berapapun untuk memperoleh keuntungan yang
maksimal.

TIM PENYUSUN UASikin AJA 2018


EKONOMI MIKRO

Hak Paten : Perusahaan berhasil membuat sebuah mobil terbang. Perusahaan


tersebut mengajukan hak paten kepada pemerintah dan disetujui oleh
pemerintah. Jadi, perusahaan berhak untuk memproduksi dan menjual mobil
tersebut sebagai satu-satu penjual. Dengan ini perusahaan tersebut menjadi
pelaku monopoli.
3. Monopoli Alamiah
 Monopoli terjadi karena satu perusahaan dipandang memiliki biaya produksi
yang lebih rendah untuk memproduksi barang atau jasa dibanding jika
dilakukan oleh dua perusahaan atau lebih.
 Contoh: Perusahaan yang bergerak dalam distribusi air di suatu kota perlu
membangun jaringan pipa ke seluruh kota. Jika dua atau lebih perusahaan
bersaing dalam pengadaan jasa ini maka masing-masing perusahaan harus
membayar sejumlah tetap biaya pembangunan jaringan pipa. Dengan
demikian, biaya total rata-rata air paling kecil jika dilakukan oleh satu
perusahaan saja.

Grafik Biaya Total Rata-


Rata (ATC) terus menurun.
Ini menandakan bahwa
perusahaan tersebut dapat
bertindak monopoli
alamiah

C. PERBEDAAN PASAR KOMPETITIF DAN MONOPOLI


1. Kurva Permintaan

 Karena dapat menjual berapapun barang yang dikehendaki pada harga P


tertentu, perusahaan kompetitif menghadapi kurva permintaan yang
horizontal atau elastis sempurna (gambar a)

TIM PENYUSUN UASikin AJA 2018


EKONOMI MIKRO

 Karena pelaku monopoli merupakan produsen tunggal dalam pasarnya, kurva


permintaannya merupakan permintaan pasar. Jika harga yang ditentukan
pelaku monopoli tinggi, konsumen membeli sedikit. Jika harga yang
ditentukan rendah, konsumen membeli banyak.

2. Pendapatan

Jumlah keluaran
(produk) yang
memaksimalkan
keuntungan bagi
pelaku ekonomi
ditentukan oleh titik
perpotongan kurva
pendapatan marginal
dengan kurva biaya
marginal (Titik A)

Pendapatan = P x Q
Pendapatan dipengaruhi dua hal:

 Efek Output : Semakin banyak keluaran maka Q (Quantity) pun semakin


tinggi sehingga pendapatan juga akan semakin tinggi.
 Efek Harga : Saat harga turun maka P (Price) menurun sehingga akan
menurunkan pendapatan.

3. Keuntungan Monopoli

Keuntungan = TR – TC

Keuntungan = (TR/Q – TC/Q) x Q

Keuntungan = (P – ATC) x Q

Keterangan :

TR = Total Revenue Q = Quantity


TC = Total Cost P = Price

TIM PENYUSUN UASikin AJA 2018


EKONOMI MIKRO

TR/Q = ATR=Average Total Revenue TC/Q = ATC=Average Total Cost

4. Kebijakan Pemerintah Terhadap Monopoli


 Menjadikan industri monopoli lebih bersifat kompetitif
 Meregulasi perilaku perusahaan monopoli
 Mengubah sebagian perusahaan monopoli swasta menjadi perusahaan
publik
 Tidak melakukan apa-apa

TIM PENYUSUN UASikin AJA 2018


EKONOMI MIKRO

D. DISKRIMINASI HARGA
1. Pengertian
Praktik bisnis yang menjual barang yang sama dengan harga berbeda untuk
konsumen yang berbeda pula.
 Diskriminasi harga biasanya dilakukan oleh perusahaan monopoli.
 Tidak mungkin ada diskriminasi harga dalam pasar kompetitif.

2. Mengapa perusahaan monopoli melakukan diskriminasi harga?


 Karena diskriminasi harga adalah strategi rasional bagi para pelaku
monopoli untuk memaksimalkan keuntungan.
 Apabila perusahaan menerapkan diskriminasi harga, maka tidak ada
kerugian beban baku.
(Untuk memahami lebih jelas, lihat grafik dibawah ini!)

Monopoli Dengan Diskriminasi Harga Monopoli Tanpa Diskriminasi Harga


Sempurna

Perusahaan monopoli dengan Perusahaan monopoli yang tidak


menerapkan diskriminasi harga menerapkan diskriminasi harga,
sempurna karena surplus jumlah surplus di pasar ini sama
konsumen sama dengan nol dengan keuntungangan atau
sehingga jumlah surplus surplus produsen dan surplus
konsumen sama dengan produsen.
perusahaan.

TIM PENYUSUN UASikin AJA 2018


EKONOMI MIKRO
Kesimpulan:

Diskriminasi harga sempurna meningkatkan keuntungan, meningkatkan jumlah surplus dan


menurunkan surplus konsumen.

3. Contoh-contoh diskriminasi harga


Tiket Bioskop
Harga tiket orang yang menonton pada siang hari di hari biasa jauh lebih murah
daripada orang yang menonton malam hari pada saat weekend. Pada saat hari
libur/weekend penonton memiliki kesediaan membayar yang tinggi untuk
menonton.
Tiket Pesawat Terbang
Harga tiket pesawat lebih murah untuk yang menginap pada Sabtu malam, Diskon
untuk menginap malam hari Sabtu membantu membedakan penumpang tujuan
bisnis dan penumpang tujuan liburan. Penumpang tujuan bisnis cenderung
memiliki kesediaan membayar yang tinggi dan kemungkinan besar tidak menginap.

Jangan menyerah! Menderitalah


sekarang dan hiduplah sebagai
juara nantinya.

-MUHAMMAD ALI-

TIM PENYUSUN UASikin AJA 2018


EKONOMI MIKRO
OLIGOPOLI
A. KARAKTERISTIK OLIGOPOLI
1. Pengertian Oligopoli
Oligopoli adalah struktur pasar dimana terdapat sedikit penjual yang
menawarkan produk yang identik atau serupa. Dalam oligopoli, keputusan
penjual mengenai harga dan kuantitas produksi dapat menimbulkan reaksi dari
perusahaan lain. Perusahaan dalam oligopoli mempertimbangkan reaksi ini dalam
mengambil keputusan. Jika dalam suatu pasar hanya terdapat dua penjual maka
pasar itu disebut pasar duopoli.
2. Kompetisi, Monopoli, dan Kartel
Contoh :
Perusahaan Handphone di Kota A
 Kota A memiliki 140 penduduk
 Sumsang dan Aiphone perusahaan penjual Handphone
 Biaya kedua perusahaan, FC= $0 dan MC= $10

P Q Revenue Cost Profit


(Kolom paling atas)
120 1200 1200 0
10
550 Keuntungan
15 110 1650 1100
Kompetisisi
100 2000 1000 1000
20 Sempurna
90 2250 900 1350
25
80 2400 800 1600
30
1750 (Kolom paling bawah)
35 70 2450 700
60 2400 2250 1800 Keuntungan Monopoli
40

 Salah satu outcome dari duopoly adalah kolusi. Kolusi adalah persetujuan
tentang jumlah barang yang diproduksi dan harga yang dikenakan.
 Sumsang dan Aiphone dapat melakukan kolusi untuk memproduksi
setengah dari keuntungan monopoli.
- Q = 30 dan P = $40, Profit masing-masing = $ 900
 Kartel adalah sekelompok perusahaan yang bertindak sebagai satu
kesatuan.
3. Keseimbangan Oligopoli
Dalam oligopoli dikenal dengan adanya keseimbangan nash. Keseimbangan Nash
adalah situasi di mana semua pelaku ekonomi yang saling berinteraksi satu sama

TIM PENYUSUN UASikin AJA 2018


EKONOMI MIKRO
lain, masing-masing memilih strategi terbaik mereka dengan mempertimbangkan
strategi-strategi yang telah ditetapkan pihak lain.

B. TEORI PERMAINAN DAN ILMU EKONOMI KERJASAMA


Teori permainan: ilmu yang mempelajari bagaimana orang berperilaku dalam situasi
strategis.Strategis adalah situasi dimana tindakan yang dilakukan mempertimbangkan
respons orang lain.
Ada permainan khusus penting bernama dilema tahanan. Dilema tahanan adalah
cerita tentang dua penjahat yang tertangkap. Polisi hanya memiliki cukup bukti
untuk menahan mereka selama 6 bulan. Mereka akan diintrogasi terpisah. Polisi
berkata jika mereka mengaku maka mereka akan bebas. Berikut ini tabel
keputusannya.

Ada yang dinamakan strategi dominan, yaitu strategi yang terbaik bagi seorang
pemain, apa pun strategi pemain lain. Strategi terbaik bagi A maupun B adalah
dengan mengaku, maka mereka dapat bebas. Namun, jika mereka sama-sama
mementingkan kepentingan pribadi dengan memilih mengaku, maka mereka akan
mendapat hukuman 8 tahun. Jika mereka dapat bekerja sama, mereka masing-
masing akan mendapat hukuman 6 bulan.
Dilema tahanan menunjukkan betapa sulitnya memelihara kerjasama, padahal
kerjasama dapat menguntungkan semua pihak. Setiap pihak, berusaha mendapat
hasil maksimal dengan menjatukan pihak lainnya.
Contoh dari dilemma tahanan dalam oligopoli adalah kasus dibawah ini.

A dan B adalah penjual minyak zaitun. Diasumsikan bahwa jika semakin banyak
output maka sebanyak banyak profit yang didapat. Jika penjual A dan B bekerja
sama, dalam hal ini membatasi produksi, masing-masing akan mendapat profit
maksimal bagi keduanya. Sebaliknya, jika mereka berdua memilih strategi dominan,

TIM PENYUSUN UASikin AJA 2018


EKONOMI MIKRO
maka profit tidak maksimal bagi keduanya. Jika salah satu memilih strategi dominan,
maka dia akan mendapat profit yang besar namun menjatuhkan pesaing lainnya.

C. KEBIJAKAN PUBLIK TENTANG OLIGOPOLI


Salah satu dari Sepuluh Prinsip Ekonomi adalah pemerintah terkadang mampu
memperbaiki hasil akhir mekanisme pasar. Sebagaimana telah kita ketahui, terjadinya
kerja sama antar perusahaan oligopoli akan mengarah pada produksi yang rendah
dan harga yang terlalu tinggi. Oleh karena itu, para pemangku kebijakan mengatur
perilaku perusahaan-perusahaan oligopoli melalui undang-undang antitrust.
Undang-undang antitrust
 Undang-undang ini digunakan: untuk mencegah merger yang akan mengarah
pada kekuatan pasar yang berlebihan yang dipegang oleh satu perusahaan, dan
untuk mencegah perusahaan-perusahaan oligopoli bertidak bersama yang akan
membuat pasar mereka lebih tidak kompetitif.
 Ruang lingkup yang tepat dari undang-undang ini adalah bahan kontroversi
yang tiada henti. Karena undang-undang antitrust telah digunakan untuk
menghukum beberapa praktik bisnis yang dampaknya tidak jelas, seperti :
1. Penetapan harga jual eceran
2. Penetapan harga terlalu rendah
3. Penggabungan produk
 Meskipun penetapan harga antara perusahaan-perusahaan yang bersaing jelas-
jelas mengurangi kesejahteraan ekonomi (karena mengurangi kompetisi) dan
seharusnya illegal, beberapa praktik bisnis yang kelihatannya mengurangi
kompetisi mungkin memiliki maksud yang sah. Karena alasan ini, pemangku
kebijakan harus berhati-hati dalam menggunakan kekuasaan dari undang-
undang antitrust dalam memberikan batasan pada perilaku perusahaan.

“Terkadang kesulitan harus


kamu rasakan terlebih dahulu
sebelum kebahagiaan yang
sempurna datang kepadamu” –
R.A Kartini

TIM PENYUSUN UASikin AJA 2018


EKONOMI MIKRO

KOMPETISI MONOPOLISTIK
A. KOMPETISI DENGAN PRODUK TERDIFERENSIASI
1. Karateristik
Adalah struktur pasar dimana terdapat banyak penjual yang menjual produk yang
sejenis tapi tidak identik (differentiated product), dan perusahaan free untuk entry
dan exit. Contohnya : Novel, movie, barbagai fastfood, pakaian, dsb,
 Beberapa karakteristinya mirip perusahaan monopoli:
Bisa menentukan harga
P = AR > MR sehingga P > MC
 Di sisi lain mirip perusahaan perfect competition:
Banyak perusahaan yang free entry dan exit
Dalam jangka panjang profitnya nol.

2. Perusahaan Kompetitif Monopolistik dalam Jangka Pendek


 Dalam jangka pendek karakteristik perusahaan mirip monopolis.
 Perusahaan akan menghadapi downward sloping of demand.
 MR yang lebih kecil dari D atau AR
 Maximization profit saat MR = MC
 𝜋 = (𝑃 − 𝐴𝑇𝐶) × 𝑄

TIM PENYUSUN UASikin AJA 2018


EKONOMI MIKRO
3. Keseimbangan Jangka Panjang
 Dalam jangka panjang perusahaan akan mempunyai karakteristik seperti perfect
competition, yaitu profitnya nol.
 Jika dalam jangka pendek perusahaan-perusahaan menghasilkan profit, akan
menarik perusahaan lain untuk memasuki pasar (entry). Konsekuensinya,
demand yang akan dihadapi oleh satu perusahaan tertentu akan turun. Yang
menyebabkan profitnya menjadi nol.
 Jika dalam jangka pendek perusahaan-perusahaan rugi, akan membuat beberapa
perusahaan meninggalkan pasar (exit). Konsekuensinya, demand yang akan
dihadapi oleh satu perusahaan tertentu akan naik. Yang menyebabkan profitnya
menjadi nol.

Dalam jangka panjang


perusahaan akan
menghasilkan output sebesar
MR = MC dan pada
keadaan itu P = ATC
dengan kata lain profitnya
nol.

4. Kompetisi Monopolistik versus Kompetisi Sempurna


 Misalnya perusahaannya sama sehingga ATC nya sama. Yang membedakan
adalah satu di pasar monopolistic competition satu lagi di perfect competition.
 Perusahaan di pasar monopolistic competition, kondisi MR = MC berada saat
kurva demand (AR) menyinggung ATC bukan di titik minimum (efficiency scale).
Konsekuensinya:
Excess capacity : output yang dihasilkan lebih rendah.
Markup over MC : yaitu saat P > MC sebagai effect downward sloping demand
curve dan MR < AR
 Kompetisi Monopolistik dan Kesejahteraan Masyarakat
 Free entry di pasar monopolistic competition akan membawa dua eksternalitas:
1. Product-Variety Externality : Konsumen memperoleh manfaat dari semakin
banyaknya pilihan produk (positive externality)
2. Business-stealing Externality : Perusahaan lain akan kehilangan konsumen
(negative externality)

TIM PENYUSUN UASikin AJA 2018


EKONOMI MIKRO
 Sehingga jumlah perusahaan di pasar monopolistic competition mungkin saja
tidak ideal.
Jadi dapat disimpulkan, pasar monopolistic competition adalah tidak efisien
dalam hal terdapat deadweight loss dan adanya jumlah perusahaan yang tidak
ideal.

B. PERIKLANAN
Dalam kompetisi Monopolistik, perusahaan menjual diferensiasi produk dan
menetapkan harga diatas biaya marginal, oleh karena itu setiap perusahaan tertarik
untuk memasang iklan guna memperkenalkan diferensiasi dari produknya. Supaya
minat pembeli bertambah terhadap produk tertentu. Dilain sisi, Ekonom tidak setuju
dengan nilai sosial dari periklanan
1. Perdebatan mengenai Periklanan

a. Kritik terhadap periklanan


 Masyarakat menghabiskan sumber daya yang dipunyai untuk periklanan
 Perusahaan melakukan periklanan untuk memanipulasi selera orang
 Periklanan menghalangi kompetisi, ini menciptakan persepsi bahwa produk lebih
terdiferensiasi daripada yang sebenarnya, membuat markup yang lebih tinggi

b. Pendukung Periklanan
 Iklan memberikan informasi yang berguna (seperti : harga barang, produk baru
dan lokasi pegecer) kepada pembeli
 Pembeli yang telah diberi info akan lebih mudah untuk menemukan dan
mengeksploitasi diferensiasi biaya
 Periklanan akan mempromosikan kompetisi dan mengurangi kekuatan pasar
(market power)
 Hasil dari studi yang terpercaya: kacamata lebih mahal di negara yang melarang
periklanan oleh pembuat kacamata, dibandingkan dengan negara yang
memperbolehkan periklanan
2. Periklanan sebagai isyarat akan kualitas
 Kesediaan setiap perusahaan untuk menghabiskan sejumlah uang dalam jumlah
besar hanya untuk iklan saja, maka dapat menjadi sebuah isyarat kepada
konsumen tentang kualitas produk yang ditawarkan.
 Iklan akan mengajak pembeli untuk mencoba produknya setidaknya sekali, tetapi
produk tetap harus berkualitas tinggi agar pembeli membeli produknya lagi
 Iklan yang mahal akan sia-sia kecuali jika iklan tersebut membuat pembeli menjadi
repeat buyers

TIM PENYUSUN UASikin AJA 2018


EKONOMI MIKRO
 Saat konsumen melihat iklan yang mahal, konsumen akan berpikir bahwa produk
tersebut berkualitas karena produsen bersedia untuk menghabiskan biaya banyak
untuk iklan tersebut
3. Nama merek
 Di kebanyakan pasar, produk produk diletakkan berdampingan dengan yang
sejenis
 Perusahan dengan nama merek biasanya menghabiskan lebih banyak uang untuk
iklan, dan akhirnya menetapkan harga yang lebih tinggi pada produknya
 Saat perusahaan menggunakan periklanan, terdapat ketidaksepakatan mengenai
nilai ekonomi dalam nama merek
4. Perdebatan mengenai Nama Merk

a. Kritik akan nama merek


 Nama merek akan membuat konsumen meyakini perbedaan yang belum tentu
ada.
 Kesediaan konsumen membayar lebih tinggi untuk membeli barang dengan
nama merek merupakan tindakan yang tidak rasional yang disebabkan oleh
iklan.

b. Pendukung nama merek


 Nama merk memberikan informasi mengenai kualitas kepada konsumen, ketika
kualitas tidak dapat dinilai dengan mudah sebelum pembelian.
 Perusahaan dengan nama merek akan mempunyai insentif untuk mengatur
kualitas, untuk melindungi reputasi dari nama merek produknya.

Bekerja keraslah, bermimpilah


lebih besar, dan jadilah yang
terbaik!

TIM PENYUSUN UASikin AJA 2018


EKONOMI MIKRO
PASAR FAKTOR PRODUKSI
A. FAKTOR-FAKTOR PRODUKSI
 Faktor produksi adalah sesuatu yang digunakan untuk memproduksi barang dan
jasa, terdiri atas : tenaga kerja, tanah, modal
 Faktor produksi ditentukan oleh penawaran dan permintaan di pasar faktor
produksi.
 Perbedaan pasar faktor produksi dengan pasar barang dan jasa terletak pada
permintaan turunan, yaitu permintaan perusahaan untuk faktor produksi adalah
turunan dari keputusannya untuk menawarkan barang ke pasar lainnya.

B. ASUMSI
1. Semua pasar bersifat kompetitif
 Perusahaan bertindak sebagai price taker (tidak bisa menentukan harga)
 Perusahaan hanya menentukan berapa jumlah tenaga kerja (faktor produksi)
dan jumlah output yang dijual
2. Perusahaan hanya bertujuan untuk memaksimalkan keuntungan
 Penawaran output dan permintaan faktor produksi diperoleh dari tujuan
utamanya memaksimalkan keuntungan.
 perusahaan hanya mementingkan keuntungan dari selisih total pendapatan
dengan total biaya.

C. FUNGSI PRODUKSI DAN PRODUK MARGINAL TENAGA KERJA


 Fungsi Produksi (Production Function) : hubungan antara jumlah input yang
digunakan untuk membuat barang dan jumlah output (hasil produksi).
 Produk Marginal Tenaga Kerja (Marginal Product of Labor) : kenaikan jumlah
hasil produksi dari unit pekerja tambahan
Ket :
MPL : Produk Marginal Tenaga Kerja
∆ Q : perubahan output
∆ L : perubahan tenaga kerja

TIM PENYUSUN UASikin AJA 2018


EKONOMI MIKRO
Q
L (jumlah (hasil
MPL
pekerja) produksi)
0
0 1000
1000
1
800
1800
2
600
2400
3
400
2800
4
200
3000
5
Kesimpulan : Ketika jumlah tenaga kerja semakin naik, MPL menurun. Hal in
disebabkanadanya penurunan produk marginal (diminishing marginal
product). Karena semakin banyak pekerja, konstribusi yang diberikan
semakin sedikit.

D. NILAI PRODUK MARGINAL DAN PERMINTAAN TENAGA KERJA


1. Nilai Produk Marginal (The Value of Marginal Product)
KET:
VMP = P X MPL VMP : Nilai Produk Marginal
P : Harga suatu barang
MPL : Produk Marginal Tenaga Kerja

Untuk perusahaan kompetitif, dimana harga cenderung konstan, nilai produk marginal
mengalami penurunan ketika jumlah pekerja naik.

Contoh Soal
Diketahui : P= $5

TIM PENYUSUN UASikin AJA 2018


EKONOMI MIKRO
 VMPL (Value Marginal Product of Labor) adalah kurva permintaan tenaga kerja
 VMPL memiliki kurva kiri atas ke kanan bawah (menurun) seiring dengan kenaikan
jumlah tenaga kerja

Keuntungan maksimal didapat ketika


VMPL=W
Misal : Ketika upah karyawan
ditetapkan sebesar $2.500/week,
tenaga kerja optimal yang dibutuhkan
adalah 3.

E. PERGESERAN KURVA PERMINTAAN TENAGA KERJA


-Pergeseran kurva ke kanan diakibatkan oleh kenaikan harga (P) dan Produk
Marginal Tenaga Kerja (MPL)
Hal yang memengaruhi kurva permintaan tenaga kerja :
 Harga output, harga naik, maka permintaan pekerja akan naik
 Perubahan teknologi, kemajuan teknologi akan menaikkan permintaan tenaga
kerja
 Penawaran faktor lainnya, misal peralatan (modal) di perusahaan banyak, maka
permintaan tenaga kerja semakin meningkat

F. HUBUNGAN ANTARA PERMINTAAN DAN PENAWARAN

ket :
W : upah tenaga kerja
MPL : produk marginal tenaga kerja
Kesimpulan :
 Untuk meningkatkan produksi, diperlukan tenaga kerja lebih banyak
 Ketika tenaga kerja naik, MPL (Marginal Product of Labor) akan turun, sehingga MC
(Marginal Cost) akan naik
 Untuk perusahaan yang bersifat kompetitif, P=MC (Price=Marginal Cost), sehingga
permintaan input dan penawaran output berbanding lurus.

TIM PENYUSUN UASikin AJA 2018


EKONOMI MIKRO
G. PENAWARAN TENAGA KERJA
1. Trade-off antara kerja dan waktu luang
Semakin giat kamu bekerja, semakin sedikit waktu luang yang kamu punya.
Biaya kesempatan waktu luang adalah gaji.
2. Hal yang memengaruhi kurva penawaran tenaga kerja :
a. Perubahan selera,
misal semakin banyak wanita yang ingin bekerja, penawaran tenaga kerja
semakin tinggi
b. Perubahan Kesempatan Alternatif
misal jika upah untuk pemetik buah pir naik, beberapa pemetik mangga beralih
pekerjaan, sehingga penawaran pemetik manga akan turun

c. Imigrasi,
misal ketika imigran datang ke Thailand, penawaran kerja di Thailand naik dan
penawaran di negara asal turun

H. KESEIMBANGAN DALAM PASAR TENAGA KERJA\


Penentuan upah dalam pasar kompetitif :
 Upah menyesuaikan keseimbangan penawaran dan permintaan untuk tenaga
kerja
 Upah setara dengan nilai produk marginal tenaga kerja

Ketika pasar berada pada


titik keseimbangan,
perusahaan membeli tenaga
kerja sebanyak mungkin
sampai VMPL (nilai produk
marginal tenaga kerja) setara
dengan upah, dimana VMPL
adalah kurva permintaan
tenaga kerja

TIM PENYUSUN UASikin AJA 2018


EKONOMI MIKRO
I. FAKTOR PRODUKSI LAIN ( TANAH DAN MODAL )
Dalam faktor produksi, terdapat dua harga, yaitu :
 Harga Beli, yaitu harga yang harus dibayarkan untuk memiliki faktor produksi
selamanya
 Harga Sewa, yaitu harga yang harus dibayarkan untuk menggunakan faktor
produksi dalam jangka waktu tertentu

Kesimpulan :
Penentuan berapa banyak tanah dan modal yang disewa adalah dengan
membandingkan harga dengan VMP (Value of Marginal Product). Sehingga
pendapatan sewa = VMP (Value of Marginal Product).

Ilmu itu lebih baik dari


kekayaan, karena kekayaan itu
harus dijaga, sedangkan ilmu
menjaga kamu.

-ALI BIN ABI THALIB -

TIM PENYUSUN UASikin AJA 2018


EKONOMI MIKRO

TEORI PILIHAN KONSUMEN


A. BATASAN ANGGARAN
Batasan Anggaran atau yang disebut (Budget Constraint (BC)) adalah batas
kombinasi konsumsi yang mampu dibeli oleh konsumen sesuai budget atau anggaran
yang dimiliki, Jika pendapatan atau anggaran yang kita miliki semakin tinggi maka
pilihan kombinasi barang dan jasa yang akan kita beli semakin banyak.

Kemiringan Batasan Anggaran


mengukur tingkat dimana konsumen
dapat mempertukarkan satu barang
dengan barang lain

B. KURVA INDEFERENSI
1. Defenisi
Kurva yang menghubungkan titik-titik kombinasi dari sejumlah barang tertentu yang
dikonsumsi yang memberikan tingkat kepuasan yang sama.

Kemiringan (slope) di kurva indefference


sama dengan tingkat di mana konsumen
bersedia untuk mengganti satu barang
dengan barang lainnya. Tingkat ini disebut
dengan tingkat substitusi marginal (Marjinal
Rate of Subtitution-MRS)

TIM PENYUSUN UASikin AJA 2018


EKONOMI MIKRO
2. Sifat-Sifat Kurva Indiferen (Indifference Curve)

a. Ciri 1 :
Kurva indiferen yang lebih tinggi lebih dipilih daripada kurva yang lebih rendah.
diasumsikan Konsumen biasanya lebih memilih lebih banyak jumlah suatu barang

b. Ciri 2
Kurva-kurva indiferen miring kebawah. Kemiringan kurva indiferen menunjukan
tingkat dimana konsumen bersedia untuk mengganti satu barang untuk barang lain.

c. Ciri 3
Kurva indiferen tidak saling berpotongan. disebkan adanya asumsi bahwa konsumen
selalu memilih lebih banyak barang daripada sedikit barang.

TIM PENYUSUN UASikin AJA 2018


EKONOMI MIKRO
d. Ciri 4
Kurva indiferen melengkung kedalam. Kemiringan kurva indiferen adalah substitasi
marginalnya-tingkat dimana konsumen bersedia untuk menukar satu barang dengan
barang lainnya. Tingkat substitusi Marginal (MRS) biasanya bergantung pada jumlah
masing-masing barang yang dikonsumsi konsumen. Tepatnya, karena orang-orang
lebih bersedia untuk menukarkan barang yang benyak dimiliki dan tidak terlalu
bersedia untuk menukarkan barang yang lebih sedikit jumlahnya.

3. Contoh ekstrem kurva indifferensi

a. Substitusi sempurna
Dua barang dimana tingkat substitusi marjinal satu barang untuk barang lainnya
adalah tetap atau konstan.

TIM PENYUSUN UASikin AJA 2018


EKONOMI MIKRO
b. Komplemen sempurna
Dua barang dimana MRSnya tidak terbatas, kurva indiferensi bentuknya sudut
siku-siku, dimana nilai suatu barang diukur dari barang yang dapat digunakan,
walaupun barangnya lebih banyak akan tetapi nlai dari barang tersebut hanya
dinilai dari barang yang dapat digunakan

C. OPTIMALISASI
Konsumen akan memilih mengonsumsi suatu barang dimana dia dapat
memaksimalkan utilitas atau tingkat kepuasan yang akan diterimanya dari
mengonsumsi barang (tercermin dalam kurva indiferensi) dengan
mempertimbangkan batasan anggarannnya.

1. Pilihan Optimal Konsumen


Titik Optimal konsumen/ Keseimbangan konsumen adalah titik dimana kurva
indifferensi dan kurva batasan anggaran saling bersinggungan/bersentuhan
(kepuasan konsumen maksimal dengan konsumsi mangga 600 dan ikan 150)

 Titik A : titik optimum (kurva


indifferensi bersinggungan dengan
kurva batasan anggaran)
 Titik B : Titik yang diinginkan
konsumen, tapi tidak dapat
dicapai, karena melebihi batas
anggarannya
 Titik C dan D : Titik kepuasan
konsumen belum maksimum

TIM PENYUSUN UASikin AJA 2018


EKONOMI MIKRO

2. Pengaruh perubahan pendapatan terhadap pilihan konsumen


Ingat: - Perubahan pendapatan menyebabkan kurva anggaran bergeser
- Konsumen dapat mencapai kurva Indifferen yang lebih tinggi

Peningkatan pendapatan menyebabkan batas anggaran konsumen bergeser keluar,


Karena, konsumen mempunyai anggaran yang lebih banyak untuk membeli barang
dan sebaliknya.

 Jika kedua barang (dalam hal ini mangga dan ikan) termasuk barang normal,
konsumen merespons kenaikan pendapatan dengan membeli kedua barang
tersebut sama-sama lebih banyak (Panah perubahan kuantitas barang yang
diminta sama-sama mengarah keluar)

Ketika pendapatan meningkat, kurva


batasan anggaran anggaran bergeser
keluar dan titik optimal berubah dari
A ke B. Dari pergeseran kurva
batasan anggaran tadi, dapat dilihat
kuantitas permintaan kedua barang
sama sama meningkat.

 Jika salah satu barang termasuk barang inferior, konsumen merespons kenaikan
pendapatan dengan membeli barang lebih sedikit. (Panah perubahan kuantitas
barang yang diminta tidak sama-sama keluar)

Mangga termasuk barang inferior,


sedangkan ikan termasuk barang
normal. Ketika pendapatan meningkat,
kurva batasan anggaran bergeser keluar
dan titik optimal berubah dari A ke B.
Dari pergeseran kurva batasan anggaran
tadi, dapat dilihat kuantitas permintaan
mangga turun sebab mangga termasuk
barang inferior

TIM PENYUSUN UASikin AJA 2018


EKONOMI MIKRO

Ingat:
Barang normal adalah barang yang jumlah permintaannya meningkat ketika
pendapatan meningkat
Barang inferior adalah barang yang jumlah permintaannya menurun ketika
pendapatan meningkat (bersifat sebagai pengganti sementara saat pendapatan
menurun).

3. Pengaruh perubahan harga terhadap pilihan konsumen


Ingat: Kurva batasan anggaran akan bergeser pada barang yang harganya berubah.
Jika yang berubah harganya ialah salah satu dari dua barang, ujung kurva pada
harga barang yang berubah bergeser menurut hukum permintaan, sedangkan ujung
kurva pada harga barang yang tidak berubah tidak bergeser atau tetap (kurva
berubah kemiringannya)

Harga ikan di pasar sedang turun,


sedangkan harga mangga
tetap.Pengaruhnya, kurva batasan
anggaran berubah kemiringannya (ketika
harga ikan turun, maka jumlah
permintaan ikan naik (dari 300 ke 600
unit) sedangkan jumlah permintaan
mangga tetap) dan tercapailah
keseimbangan baru/titik optimal baru.

a. Efek Pendapatan dan substitusi


Perubahan harga suatu barang ada 2 efek yaitu:
 Efek Pendapatan(Income Effect)
Adalah perubahan pada konsumsi yang muncul saat sebuah harga
menggerakkan konsumen ke kurva indifferen yang lebih tinggi atau lebih
rendah.
 Efek Substitusi(Substitution Effect)
Adalah perubahan pada konsumsi yang muncul saat sebuah harga
menggerakkan konsumen di sepanjang kurva indifferen ke titik dengan tingkat
substitusi marginal baru.

TIM PENYUSUN UASikin AJA 2018


EKONOMI MIKRO

Ilustrasi:
Harga mangga turun, harga ikan tetap.Efek
perubahan harga:

 Efek Pendapatan : Konsumen


menggunakan uangnya untuk membeli
lebih banyak mangga dan ikan (Titik
opt. bergeser dari B ke C)
 Efek Substitusi:Konsumen menggunakan
uangnya untuk membeli lebih sedikit
mangga dan lebih banyak ikan (Titik
opt. bergerak di sepanjang kurva
indiferen dari A ke B)

4. Pembentukan kurva permintaan


Kurva permintaan konsumen terbentuk dari keputusan konsumen (optimalisasi pilihan
konsumen) oleh adanya perubahan harga yang terjadi pada suatu barang.

5. Aplikasi Teori pilihan konsumen:


Apakah semua kurva permintaaan menurun/miring ke bawah? Ya, namun ada
pengecualian bentuk kurva permintaan untuk barang giffen.
Kurva permintaan menurun/ miring ke bawah terjadi pada barang yang sifatnya
normal seperti contoh kurva pada efek pendapatan dan substitusi sebelumnya.
Kurva permintaan naik/miring ke atas terjadi pada barang giffen (barang dimana
peningkatan dalam harga meningkatkan jumlah permintaannya)

Ilustrasi:

Kentang adalah barang giffen, sedangkan daging adalah


barang normal. Harga kentang naik, harga daging tetap.

Pengaruh:

Kurva batasan anggaran berubah kemiringannya dari AB ke


AD (jumlah kentang yang diminta turun) kemudian lihat
titik optimum konsumen bergerak dari titik C ke E.

Titik C adalah titik optimum dengan harga kentang yang


rendah, sedangkan titik E adalah titik optimum dengan
harga kentang yang tinggi. Jadi, pada barang giffen
konsumen lebih memilih titik E dengan jumlah kentang yang
dibeli lebih banyak daripada jumlah daging dan sifat efek
pendapatannya lebih besar daripada efek substitusinya.

TIM PENYUSUN UASikin AJA 2018


EKONOMI MIKRO

Pengaruh upah terhadap penawaran tenaga kerja


Ketika upah berubah (bisa naik atau turun), tenaga kerja akan merespons perubahan
upah ini dengan memperhatikan efek pendapatan beserta efek substitusinya dan ada
dua kemungkinan dampak yang terjadi yakni bentuk kurva penawaran bisa miring dari
kiri bawah ke kanan atas atau dari kiri atas ke kanan bawah)

Contoh: Ketika upah bapak sally naik, maka bapak sally akan membuat keputusan
mengenai jumlah jam kerja dengan waktu luangnya dan mempertimbangkan dua hal
yakni:
1. Efek substitusi, ketika upah naik, bapak sally akan bekerja lebih giat (waktu luang
berkurang, jam kerja bertambah), sehingga kurva penawaran yang terbentuk
akan miring dari kiri bawah ke kanan atas (sifatnya berbanding lurus yakni
kenaikan upah menyebabkan kenaikan jumlah jam kerja bapak Sally)

2. Efek pendapatan, ketika upah naik, bapak sally akan lebih sedikit bekerja (waktu
luangnya bertambah, jam kerja berkurang, karena menganggap upah bekerjanya
sudah tinggi), sehingga kurva penawaran yang terbentuk akan miring dari kiri
atas ke kanan bawah) (sifatnya berbanding terbalik yakni kenaikan upah
menyebabkan penurunan jumlah jam kerja bapak Sally)

Keputusan Bapak Sally merupakan efek total dari efek pendapatan dan efek
substitusi.Jika Efek Substitusi lebih besar dari Efek pendapatan, maka kurva
penawaran akan miring dari kiri bawah ke kanan atas. Jika Efek Pendapatan lebih
besar dari Efek substitusi, maka kurva penawaran akan miring dari kiri atas ke kanan
bawah.

Pengaruh suku bunga terhadap tabungan rumah tangga


Kenaikan tingkat suku bunga dapat mendorong atau menurunkan semangat orang
untuk menabung.

Orang bijak belajar


ketika mereka bisa,
orang bodoh belajar
ketika mereka terpaksa

-ARTHUR WELLESLEY-

TIM PENYUSUN UASikin AJA 2018


EKONOMI MIKRO

BATAS-BATAS ILMU EKONOMI MIKRO


A. INFORMASI ASIMETRIS
Informasi Asimetris adalah perbedaan akses terhadap pemgetahuan yang relevan.
Informasi asimetris dapat dibedakan menjadi 2 yaitu :
1. Aksi Tersembunyi
Bahaya moral (moral hazard) adalah masalah yang timbul apabila seseorang yang
disebut pelaku utama memiliki pengetahuan lebih atas tindakan tertentu yang akan
diambil seorangyang disebut agen.Pelaku utama (Principal) adalah seseorang yang
menggunakan orang lain yakni agen untuk melaksanakan suatu tugas. Sedangkan
agen (agent) adalah seseorang yang melakukan tindakan tertentu atas nama orang
lain, yang disebut pelaku utama. Jika pelaku utama tidak dapat sepenuhnya
mengawasi perilaku agen, maka agen tersebut cenderung bekerja tidak optimal.
Contoh Aksi Tersembunyi adalah hubungan tenaga kerja. Pemberi kerja sebagai
pelaku utama dan pegawai sebagai agen. Masalah bahaya moral yang muncul adalah
kemungkinan ada pegawai yang tidak terawasi dengan baik. Pemberi kerja dapat
mengatasi masalah ini dengan :
a. Pengawasan yang lebih baik
Pelaku utama dapat memasang CCTV agar dapat terus memantau
perilaku agen dalam menjalankan tugasnya
b. Upah yang lebih tinggi
Pelaku utama dapat memberikan upah yang lebih tinggi agar jika ada
kesalahan yang dilakukan agen makan pelaku utama dapat
memberikan hukuman.
c. Penundaan kompensansi
Pelaku utama dapat menunda pemberian bonus sebagai hukuman
jika agen tidak bekerja dengan optimal.
2. Karakteristik Tersembunyi
Pemilihan yang tidak menguntungkan (adverse selection) adalah masalah yang timbul
di pasar apabila penjual lebih mengetahui atribut barang yang mereka jual daripada
pembeli. Akibatnya, pembeli beresiko membeli barang bermutu rendah. Contohnya
dalah dala pasar mobil bekas. Penjual memiliki pengetahuan lebih atas kualitas mobil
bekas yang dijual dari pada pembeli. Pembeli merasa khawatir dalam membeli mobil
bekas karena pembeli tidak tahu keadaan sebenarnya dari mobil bekas tersebit.
Akhirnya penjual menjual mobil bekas lebih rendah daripada barga mobil baru di
pasaran.Disinilah maka teori tangan tak terlihat tidak bekerja. Pemilik mobil dapat

TIM PENYUSUN UASikin AJA 2018


EKONOMI MIKRO
lebih memilih untuk tetap memilikinya daripada menjualnya dengan harga yang
lebih rendah.
Pasar dapat merespon informasi asimetris dengan melakukan pemberian sinyal
(signalling) dan penyaringan (screening).
a. Pemberian sinyal (signaling)
Pemberian sinyal adalah tindakan yang diambil oleh pihak yang memiliki
informasi untuk menyampaikan informasi pribadi kepada pihak yang tidak
memiliki informasi. Contohnya adalah suatu perusahaan membelanjakan
uangnya dalam jumlah besar saat membuatan iklan memberika sinyal
bahwa produk yang dijual memiliki kualitas yang bagus. Perusahaan yang
menjual barng tidak bagus tidak akan membayarkan uang dalam jumlah
besar uktuk membuat iklan karena hal itu justru hanya menambah ongkos
produksinya saja.
b. Penyaringan (screening)
Penyaringan adalah tindakan yang dilakukan oleh pihak yang tidak
memiliki informasi agar pihak yang memiliki informasi mengungkapkan
informasi yang dimilikinya. Contohnya adalah seorang pembeli akan
menyewa teknisi untuk mengecek keadaan sebenarnya dari mobil bekas
yang akan dibelinya.
Informasi asimetris dapat mencegah pasar mengalokasikan sumber
dayanya secara efisien. Namun kebijakan publik mungkin tidak dapat
meningkatkan hasil pasar semisal pasar swasta terkadang dapat mengatasi
masalah dengan pemberian sinyal atau penyaringan. Namun, pemerintah
tidak dapat memberikan informasi lebih baik dibandingkan swasta
sehingga ada informasi yang disembunyikan oleh pasar swasta.

B. ILMU EKONOMI POLITIK


1. Paradok Pemungutan suaran Condorcet
Paradoks Condorcet adalah kegagalan mayoritas untuk menghasilakn
preferensi transitif bagi masyarakat. Transitif adalah properti dari peringkat
preferensi. Contohnya
Dalam pilihan pertama, tipe A lebih ungul dari pada kompetitornya. Pada
pilihan yang kedua, tipe C lebih unggul daripada kompetitornya. Bagitu pula
kelompok A. Apabila terdapat lebih dari dua plilihan, agendanya ditetapkan
(yaitu memutuskan urutan it8em yang dipilih) dapat berdampak besar
terhadap hasil pemilihan demokratis. Suara mayoritas tidak dengan sendirinya
memperlihatkan hasil yang sebenarnya diinginkan oleh masyarakat.

TIM PENYUSUN UASikin AJA 2018


EKONOMI MIKRO

Voter Type

Type Type Type


1 2 3

% of all 35% 45% 20%


voters

1st choice A B C

2nd choice B C A

3rd choice C A B
C. TEOREMA KEMUSTAHILAN ARROW
Teori Kemustahilan Arrow merupakan hasil matematis yang menunjukan bahwa
dalam kondisi asumsi tertentu, tidak ada skema untuk menggabungkan preferensi
individu ke dalam serangkaian preferensi social yang valid. Dan juka menyatakan
tidak ada sistem pemungutan suara yang dapat memenuhi keempat properti.
Keempat properti tersebut adalah:
a. Kesepakatan (unanimity) adalah jika semua orang memilih A daripada B maka A
mengalahkan B.
b. Transitivitas adalah jika A mengalahkan B, dan B mengalahkan C, maka A
mengalahkan C.
c. Ketiadaan alternative yang tidak relevan adalah pengurutan antara dua hasil A
dan B tidak boleh bergantung pada adanya hasil lain C.
d. Ketiadaan dictator adalah tidak ada orang yang selalu memperoleh apa yang ia
inginkan tanpa memandang preferensi orang lain.

D. TEORI PEMILIHAN MEDIAN


Teori pemilihan median (median voter theorem) adalah hasil perhitungan
matematis yang menunjukan bahwa aturan mayoritas akan selamu memilih hasil
yang paling disukai oleh pemilih median. Contohnya:
Misalkan diagram dibawah menunjukan beban kampenye dari setiap parpol.
Jika parpol tersebut ingin menang maka beban kampanyenya harus mendekati
titik median dimana $50. Hal ini sesuain dengan teori pemilih median.

TIM PENYUSUN UASikin AJA 2018


EKONOMI MIKRO

30%

25%

% of voters
20%
15%

10%

5%

0%
$20 $30 $40 $50 $60 $70 $80

E. EKONOMI PERILAKU
Ekonomi perilaku (Behavioral economics) adalah subbidang ekonomi yang
mengintegrasikan wawasan psikologis. Sperti yang dijelaskan pada Bab sebelumnya,
manusia selalu berfikir marginal, mereka cenderung mencari titik efisien dalam
melakukan segala sesuatunya. Menurut Herbert Simon, manusia adalah orang yang
lebih puas dengan pilihan yang hanya cukup baik. Maksudnya manusia hanya
membutuhkan titik dima aefisien bukan sempurna. Manusia juga tidak terlalu
rasional. Mereka juga mempertimbangkan aspek – aspek lain dalam memutuskan
sesuatu. Manusian juga peduli terhadap keadilan pilihan. Contohnya adalah teori
permainan ultimatum. Dua pemain yang tidak saling mengenal memiliki kesempatan
untuk berbagi hadiah sebesar $100. Pemain A memutuskan bagian hadiah untuk
pemain B. Pemain B harus menerima bagian tersebut atau keduanya tidak mendapat
apa – apa.

Pembelajaran tidak
didapat dengan kebetulan.
Ia harus dicari dengan
semangat dan disimak
dengan tekun

-ABIGAIL ADAMS-

TIM PENYUSUN UASikin AJA 2018


PENDIDIKAN PANCASILA

TIM PENYUSUN UASIKIN AJA 2018


PENDIDIKAN PANCASILA

BAB V PANCASILA SEBAGAI SISTEM FILSAFAT

A. Mengapa Pancasila merupakan sistem filsafat?


Pancasila sebagai sistem filsafat merupakan bahan renungan yang
menggugah kesadaran para pendiri negara, termasuk Soekarno ketika menggagas
ide Philosopische Grandslag.

Notonagoro, Soerjanto Poespowardoyo, Sastratedja merupakam pemikir


pancasila sebagai sistem filsafat.

Mengapa mahasiswa perlu memahami pancasila sebagai filosofis? Karena


mahasiswa dituntut untuk berpikir secaa terbuka, kritik, sistematis, komprehensif,
dan mendasar sebagaimana ciri-ciri pemikiran filsafat.

Filsafat menurut Titus, Smith, dan Nolan

1. Filsafat : sekumpulan sikap dan kepercayaan terhadap kehidupan dan alam yang
biasanya diterima secara tidak kritis (arti formal)
2. Filsafat : suatu proses kritik atau pemikiran terhadap kepercayaan dan sikap yang
sangat dijunjung tinggi (arti formal)
3. Filsafat : usaha untuk mendapatkan gambaran keseluruhan (arti komprehensif)
4. Filsafat : analisa logis dari bahasa serta penjelasan tentang arti kata dan konsep
(arti analisis linguistik)
5. Filsafat : sekumpulan problematik yang langssung mendapat perhatian manusia
dan ducarikan jawabannya oleh ahli-ahli filsafat (arti aktual fundamental)
a. Sering dikatakan masyarakat awam, pedagang
b. Pernyataan prajurit
c. Pernyataan wakil rakyat

TIM PENYUSUN UASIKIN AJA 2018


PENDIDIKAN PANCASILA

Ciri-ciri berpikir kefilsafatan

1. Sisem filsafat harus bersifat koheren, berhubungan satu sama lain, runtut
2. Sistem filsafat harus bersifat menyeluruh, mencakup segala hal yang berhubungan
dan terdapat dalam kehidupan manusia
3. Sistem filsafat harus bersifat mendasar, suatu bentuk perenungan mendalam
sehingga menemukan aspek yang sangat fundamental
4. Sistem filsafat bersifat spekulatif, buah pikir hasil perenungan sebagai pranggapan
berdasarkan penalaran logis tentang sesuatu.
 Filsafat (Philosophische Grandslag) lebih bersifat teoritis dan abstrak, yaitu
cara berpikir dan memandang realita dengan sedalam-dalamnya untuk
memperoleh kebenaran.
 Weltanschuung lebih mengacu pada pandangan hidup yang bersifat praktis
Weltanschuung belum tentu didahului filsafat karena pada masyarakat
primitif terdapat pandangan hidup (Weltanschuung) yang tidak didahului
rumusan filsafat.
 Filsafat berada di lingkup ilmu, Weltanschuung berada di lingkup manusia
Menurut Driyakara.

B. Mengapa Pancasila Dikatakan Sebagai Sistem Filsafat?


1. Dalam sidang BPUPKI, Soekarno memberi judul pidatonya dengan nama
Philosophis Grandlag daripada Indonesia Merdeka
2. Pancasila sebagai Weltanschuung, artinya nilai-nilai Pancasila itu merupakan
sesuatu yang telah ada dan berkembang di dalam masyarakat Indonesia yang
kemudian disepakati sebagai dasar filsafat negara.

TIM PENYUSUN UASIKIN AJA 2018


PENDIDIKAN PANCASILA

C. Mengapa Manusia Memerlukanf Filsafat?


1. Dengan memperoleh kekuatan besar dalam hal teknologi dan sains, sepertinya
manusia akan gelisah karena mereka tidak memastikan makna hidup dan arah
kehidupan mereka.
2. Dengan disiplin ilmu lain memainkan peran untuk membimbing manusia kepada
aspirasi mereka.
 Pancasila sebagai Genetivus Objectivus : nilai-nlai pancasila dijadikan sebagai
objek yang dicari landasan filosofisnya berdasarkan sistem-sistem dan cabang-
cabang filsafat yang berkembang di Barat.
 Pancasila sebagai Genetivus Subjectivus : nilai-nilai pancasila dipergunakan
untuk mengkritisi berbagai aliran filsafat yang berkembang untuk
menemukan hal-hal yang sesuai/tidak dengan nilai pancasila.
Mencakup 3 dimensi :
a. Landasan Ontologis
Ontologis : cabang filsafat yang membahas tentang hakikat segala
yang ada sehingga dapat dibedakan dengan disiplin ilmu yang
membahas secara khusus (Aristoteles)
b. Landasan Epistemologis
Epistemologi : cabang filsafat pengetahuan yang membahas tentang
sifat dasar pengetahuan, kemungkinan, lingkup, dan dasar umum
pengetahuan (Bahm), Epistologis => Sui Beneris?
c. Landasan Aksoilogis
Aksiologis (nilai) : nilai merupakan terkait kualitas yang tidak real
karena nilai itu tidak untuk dirinya sendiri, ia membutuhkan
pengemban untuk berada.

TIM PENYUSUN UASIKIN AJA 2018


PENDIDIKAN PANCASILA

D. Arti Simbol “Bhineka Tunggal Ika”


 Burung Garuda merupakan kendaraan Wisnu yang menyurupai burung elang.
Lambang ini menggabarkan Indonesia sebagai bangsa yang kuat dan besar.
 17 helai bulu pada masing-masing sayap
 8 helai bulu pada ekor
 19 helai bulu di bawah perisai/pangkal ekor
 45 helai bulu di leher

Lambang Sila dalam Pancasila


 Sila 1 : perisai/bintang
 Sila 2 : rantai
 Sila 3 : pohon beringin
 Sila 4 : kepala banteng
 Sila 5 : padi dan kapas

E. Dinamika
 Era Soekarno lebih menekankan bahwa pancasila merupakan filsafat asli
Indonesia yang diangkat dari akulturasi budaya bangsa.
 Era Soeharto pancasila berkembang ke arah yang lebih praktis (Weltanschuung)
>>> bertujuan mencari kebenaran dan kebijaksanaan
 Era reformasi, pancasila sebagai sistem filsafat kurang terdengar resonansinya
hingga Habibie melontarkan kritik pada pidatonya 1 Juni 2011

F. Tantangan
 Kapitalis
 Komunisme

TIM PENYUSUN UASIKIN AJA 2018


PENDIDIKAN PANCASILA

BAB VI PANCASILA SEBAGAI SISTEM ETIKA

A. Mengapa Pancasila Sebagai Sistem Etika ?


Etika berasal dari bahasa yunani “Ethos” yang artinya tempat tinggal yang
biasa, padang rumput, kandang, kebiasaan, adat, watak, perasaan, sikap, dan cara
berpikir. Secara luas Etika berarti ilmu tentang segala sesuatu yang biasa dilakukan
(adat kebiasaan)

B. Apa perbedaan etika dan etiket ?


Etika lebih mengacu ke filsafat moral yang merupakan kajian kritis tentang
baik dan buruk. Sedangkan etiket mengacu pada cara yang tepat dan diharapkan
serta ditentukan dalam suatu komunitas tertentu.
Contoh : Etika : dilarang mencuri ( moral )
Etiket : makan dengan tangan kanan ( sopan santun )

C. Aliran-aliran etika dalam bidang filsafat


1. Etika Keutamaan ( Virtue) mempelajari perbuatan manusia itu baik atau buruk
2. Teleologis menyatakan bahwa hasil dari tindakan moral menentukan nilai
tindakan atau kebenaran tindakan dan dilawankan dengan kewajiban
3. Deontologis teori etis yang bersangkutan dengan kewajiban moral sebagai hal
yang benar dan bukannya membicarakan tujuan/akibat

D. Etika dalam Pancasila


Etika pancasila adalah cabang filsafat yang dijabarkan dari sila-sila
pancasila untuk mengatur perilaku kehidupan bermasyarakat.
1. Sila ketuhanan, memiliki nilai spiritualitas yang artinya selalu bisa mendekatkan
diri pada sang pencipta
2. Sila kemanusiaan, memiliki dimensi humanus artinya menjadikan manusia lebih
manusiawi
3. Sila persatuan, memiliki nilai solidaritas yaitu rasa kebersamaan dan cinta tanah
air

TIM PENYUSUN UASIKIN AJA 2018


PENDIDIKAN PANCASILA

4. Sila kerakyatan, memiliki nilai atas sikap menghargai orang lain


5. Sila Keadilan, memiliki nilai peduli atas nasib orang lain
Etika pancasila lebih dekat pada etika keutamaan karena telah tercermin pada
4 tabiat saleh yaitu kesederhanaan, kebijaksanaan, keteguhan, dan keadilan

E. Masalah Terhadap Pentingnya Pancasila Sebagai Etika


1. kasus korupsi 4. Kesenjangan kelompok masyarakat
2. aksi terorisme 5. Ketidakadilan hukum
3. pelanggaran HAM 6. Orang kaya tidak membayar pajak

F. Mengapa diperlukan pancasila sebagai etika dikehidupan masyarakat ?


1. dekadensi moral yang melanda kehidupan masyarakat
2. Korupsi akan meajalela karena penyelenggara negara tidak memiliki rambu-
rambu normatif
3. kurangnya rasa kontribusi dalam pembangunan
4. pelanggaran Ham ditandai dengan melemahnya penghargaan seseorang ke pihak
lain
5.Kerusakan lingkungan yang akan berdampak ke berbagai aspek kehidupan

G. Sumber Historis Pancasila sebagai Sistem Etika


 Orde Lama, sistem etika masih berbentuk sebagai philosofische
Grondslag/Weltanschauung dan masyarakatnya mengenal nilai-nilai
kemandirian bangsa oleh presiden Soekarano yang disebut berdikari
 Orde Baru, pancasila sebagai etika disosialisasikan melalui penataran P4 dan
diinstitusionalkan dalam wadah BP 7
 Reformasi, pancasila sebagai sistem etika yang tenggelam dalam hiruk pikuk
perebutan kekuasaan yang menjurus pada pelanggaran etika politik ( abuse of
power )
H. Sumber Sosiologis
Sumber sosiologis Pancasila sebagai sistem etika adalah dengan adanya etnik
yang kita jumpai dalam kehidupan yang ada dimasyarakat

TIM PENYUSUN UASIKIN AJA 2018


PENDIDIKAN PANCASILA

I. Sumber Politis
Terdapat dalam norma-norma dasar sebagai sumber penyusunan berbagai
peraturan perundang-undangan diIndonesia. Etika politik memiliki 3 dimensi yaitu
tujuan, saranan, dan aksi politik

J. Argumen tantangan pancasila


 Pemilihan umum orde lama dianggap terlalu liberal yang cenderung otoriter
 Pada orde baru terkait masalah KKN yang merugikan penyelenggaraan negara
 Pada reformasi berupa euforia kebebasan berpolitik
 Pada pemerintahan soekarno ORLA cenderung otoriter dan dinggap telalu
liberal
 ORBA etika pancasila diletakkan dalam bentuk penataran P4 dan zaman ini
muncul konsep manusia indonesia seutuhnya
 Reformasi, demokrasi tanpa dilandasi sistem etika politik akan menjurus pada
penyalahgunaan kekuasaan serta machiavelisme

TIM PENYUSUN UASIKIN AJA 2018


PENDIDIKAN PANCASILA

BAB VII PANCASILA SEBAGAI PENGEMBANGAN ILMU

A. Mengapa pancasila menjadi dasar nilai pengembangan ilmu?


Dalam konteks pengembangan ilmu, pandangan arah kebenaran dan
kemajuan sering dicampuradukkan. Kebenaran bersifat non-cumulative (tidak makin
berkembang dari waktu ke waktu). Kemajuan bersifat cumulative (selalu berkembang
dari waktu ke waktu) (Menurut Kuntowijoyo).
 Relasi iptek dan nilai budaya serta agama
1. Pengembangan IPTEK didasarkan atas sikap human religius.
2. Terjadinya sekularisasi yang berakibat pada kemajuan iptek tanpa dikawal.
3. Sebagai mitra dialog.
 Pancasila sebagai ideologi negara merupakan kristalisasi nilai-nilai budaya dan
agama dari bangsa Indonesia.

B. 4 Pemahaman pengertian pancasila sebagai pengembangan ilmu


1. Setiap ilmu pengetahuan (IPTEK) yang berkembang tidak bertentangan dengan
nilai-nilai pancasila.
2. IPTEK yang dikembangkan harus menyertakan nilai-nilai pancasila sebagai faktor
internal.
3. Berperan sebagai rambu normatif bagi pengembangan IPTEK (mengendalikan
IPTEK agar tidak keluar dari cara pikir bangsa).
4. Harus berakar dari budaya dan ideologi bangsa Indonesia sendiri atau biada
disebut Indegenisasi (mempribumian ilmu).

C. Urgensi Pancasila sebagai Dasar Nilai Pengembangan Ilmu


IPTEK disekitar kita ibarat pisau bermata dua, disisi lain memberika
kemudahan, di pihak lain bisa memusnahkan peradapan manusia. Seperti jatuhnya
bom di Hiroshima dan Nagasaki.

TIM PENYUSUN UASIKIN AJA 2018


PENDIDIKAN PANCASILA

 Pentingnya pancasila sebagai dasar pengembangan ilmu


1. Pluralitas nilai yang berkembang seiring dengan kemajuan IPTEK
menimbulkan perubahan cara pandang tentang kehidupan.
2. Dampak negatif yang ditimbulkan kemajuan IPTEK terhadap lingkungan
hidup berasa titik nadir yang membahayakan eksistensi manusia.

D. 3 Perkembangan IPTEK yang didominasi negara-negara barat yang


mengancam nilai-nilai khas bangsa Indonesia :
 Alasan Pancasila diperlukan dasar IPTEK
1. Kerusakan lingkungan yang ditimbulka
2. n oleh IPTEK
3. Penjabaran sila-sila pancasila menjadi sarana untuk mengontrol IPTEK yang
berpengaruh pada cara berpikir
4. Nilai-nilai kearifan lokal yang menjadi simbol kehidupan mulai digantikan
dengan gaya hidup global

E. Sumber historis Pancasila sebagai pengembangan ilmu


Pembukaan UUD 1945 alenia ke 4. Pancasila sebagai kerangka kesadaran
normatif humanisasi dapat merupakan dorongan ke arah 2 hal penting
1. Universalisasi : melepaskan simbol-simbol dari keterkaitan dengan struktur
2. Trinsendentalisasi : meningkatkan derajat kemerdekaan manusia.

Lima ciri ekonomi pancasila menurut mubyarto


1. Roda perekonomian digerakkan rangsangan ekonomi, sosial, moral
2. Kehendak kuat masyarakat ke arah kemerataan sosial ( egalitarinism )
3. Prioritas kebijakan ekonomi adalah penciptaan perekonomian sosial yang
tangguh yang berarti nasionalisme kebijakan ekonomi
4. Koperasi merupakan saka guru perekonomian
5. Adanya imbangan yang jelas dan tegas antara perencanaan ditingkat nasional

TIM PENYUSUN UASIKIN AJA 2018


PENDIDIKAN PANCASILA

F. Sumber sosiologis
Sikap masyarakat yang sangat memperhatikan dimensi ketuhanan dan
kemanusiaan

G. Argumen dinamika
Kajian tentang pancasila baru mendapat perhatian khusus oleh kaum
intelektual yaitu universitas UGM yang menyelenggarakan seminar dan siposium
sarasehan. Namun, akhir-akhir ini belum ada lagi untuk mengaktualisasikannya.

H. Tantangan dinamika
1. Kapitalisme
2. Globalisasi
3. Konsumerisme
4. pragmatisme

TIM PENYUSUN UASIKIN AJA 2018


Pengantar Akuntansi
Disusun oleh :
- Adinda Putri Nabilla (1-43)
- Aliyah Damayanti (1-42)
- Anida Ichtiani Safitri (1-18)
- Aulia Putri Salsabilla N (1-18)
- Marcel Jr (1-30)
- Megawati Alamda (1-27)
- Naoval (1-05)
- Rizki Taufiq Amri (1-26)
- Syifa Jihan Afizah (1-26)

-Tim Penyusun UASIKIN AJA 2018-


PENGANTAR AKUNTANSI 1

PERSEDIAAN ( INVENTORY )
A. Definisi dan Klasifikasi Inventory
Inventory merupakan barang yang siap untuk dijual. Inventory berbeda
dengan supplies. Perbedaannya terletak pada, jika supplies barangnya habis dipakai
dan digunakan untuk kegiatan operasional perusahaan kalau inventory barang yang
dibeli dengan tujuan untuk dijual kembali.
Klasifikasi Persediaan

Perusahaan Dagang Perusahaan Manufaktur

- Merchandise Inventory - Raw Material


- Work on Process
- Finished Good Inventory

B. Pengakuan Inventory
1. Barang dalam Perjalanan ( Goods in Transit )
a. FOB Shipping Point
Barang ini sudah tidak lagi menjadi milik penjual tetapi sudah milik
pembeli walaupun masih dalam proses pengiriman. Perpindahan
kepemilikan saat barang keluar dari gudang penjual.
b. FOB Destination
Barang ini masih menjadi milik penjual walaupun dalam proses
pengiriman, perpindahan kepemilikan kepada pembeli ketika barang
tersebut sampai pada gudang pembeli.
2. Barang Konsinyasi
Merupakan barang titipan dari perusahaan lain (consignor) yang tujuannya
dijual di perusahaan kita. Nantinya ketika barang tersebut terjual, perusahaan
yang dititipkan barang tersebut (consignee) mendapat keuntungan.

C. Inventory Costing
1. Spesifik Identification
Dalam metode ini, barang yang masuk( dibeli ) diberi identifikasi khusus
berupa label tanggal pembelian sehingga memudahkan perusahaan untuk
mengidentifikasi dan menentukan barang yang telah dijual.

TIM PENYUSUN UASIKIN AJA 2018


PENGANTAR AKUNTANSI 1

Contoh :

X Company membeli 3 unit TV dengan rincian sebagai berikut:

Purchases Unit Cost per unit

3 Februari 1 1.000.000

10 Maret 1 1.500.000

25 Mei 1 1.750.000

Sepanjang tahun berjalan X Company menjual 2 unit barangnya yang dibeli tanggal 3
Februari dan 25 Mei dengan harga jual per unitnya 2.000.000. Hitung COGS dan Ending
Inventory !

Pembahasan :

Jika X Company menjual barang yang dibeli tanggal 3 Februari dan 25 Mei maka Cost of
Goods Sold nya adalah 2.750.000 (1.000.000+1.750.000) dan Ending Inventory adalah
1.500.000 ( dari pembelian tanggal 10 Maret ).

2. Cost Flow Method


Cost Flow Method dibagi menjadi periodic dan perpetual
a. Periodik
1) FIFO ( First in First Out )
Sesuai dengan namanya menggunakan metode ini berarti barang yang
pertama kali dibeli adalah barang yang pertama kali dijual.

Contoh :

Berikut adalah data dari X Company :

Date Decription Units Unit Cost Total Cost

1 Januari Beginning Inventory 10 100.000 1.000.000

21 April Purchases 15 80.000 1.200.000

17 Agustus Purchases 15 120.000 1.800.000

Total 40 4.000.000

Berdasarkan perhitungan fisik X Company telah menjual 25 unit barang, Hitung COGS dan
Ending Inventory !

TIM PENYUSUN UASIKIN AJA 2018


PENGANTAR AKUNTANSI 1

Pembahasan :

Cost of Goods Sold X Company adalah *2.200.000

[(10 x 100.000) + (15 x 80.000)], Pembelian awal dihabiskan terlebih dahulu baru
pembelian berikutnya.

Ending Inventory adalah *1.800.000

40 nit – 25 unit = 15 unit ( 15 x 120.000 )

2) Average – Cost
Dalam metode ini menggunakan rata-rata untuk mendapat harga satuan.

Contoh :

Date Decription Units Unit Cost Total Cost

1 Januari Beginning Inventory 10 100.000 1.000.000

21 April Purchases 15 80.000 1.200.000

17 Agustus Purchases 15 120.000 1.800.000

Total 40 4.000.000

Berdasarkan perhitungan fisik X Company telah menjual 25 unit barang, Hitung COGS dan
Ending Inventory !

Pembahasan :

Mencari harga satuan = Total Cost/Unit

= 4.000.000/40 = 100.000

Cost of Goods Sold X Company adalah *2.500.000

Didapat dari unit yang terjual dikali harga per satuan( 25 unit x 100.000)

Ending Inventory X Company adalah *1.500.000

(40 – 25=15 unit x 100.000)

TIM PENYUSUN UASIKIN AJA 2018


PENGANTAR AKUNTANSI 1

b. Perpetual
1) FIFO
Metode FIFO pada perpetual tidak jauh berbeda dengan periodic, hasilnya
pun akan sama. Namun, yang lebih ditekankan padasistem perpetual
adalah perhitungan persediaan dengan menggunakan alat bantu seperti
kartu persediaan. Sehingga dengan kartu persediaan ini perusahaan dapat
terus mengetahui saldo akhir persediaannya.

Contoh:

Data Perusahaan :

Date Decription Units Unit Cost

1 Januari Beginning Inventory 10 100.000

15 Januari Purchases 15 80.000

25 Januari Sales 12 150.000

Maka kartu persediaanya adalah :

Tanggal Purchases COGS Saldo

Unit Unit/cost Balance Unit Unit/cost Balance Unit Unit/cost Balance


1 10 100.000 1.000.000
15 15 80.000 1.200.000 10 100.000 1.000.000
15 80.000 1.200.000
25 10 100.000 1.000.000
2 80.000 160.000 13 80.000 1.040.000

2) Moving Average
Ada beberapa perbedaan antara average cost dengan moving average.
Jika average cost lebih menghitung rata-rata harga per satuan, moving
average menghitung rata-rata setiap pembelian.

TIM PENYUSUN UASIKIN AJA 2018


PENGANTAR AKUNTANSI 1

Contoh :

Data Perusahaan :

Date Decription Units Unit Cost

1 Januari Beginning Inventory 10 100.000

15 Januari Purchases 15 80.000

25 Januari Sales 12 150.000

Maka kartu persediannya :

Tgl Purchases Cogs Saldo Keterangan


Unit Unit/cost Balance Unit Unit/cost Balance Unit Unit/cost Balance
1 10 100.000 1.000.000

15 15 80.000 1.200.000 25 88.000* 2.200.000 2.200.000÷25


25 12 88.000 1.056.000 13 88.000 1.144.000

D. Lower of Cost or Net Realizable Value


Pada prinsip nya inventory dicatat sebesar harga pokok. Namun, harga
barang tersebut di pasar dapat turun. Nilai persediaan yang turun juga dapat
disebabkan karena kerusakan, maupun penurunan kualitas barang. Lalu, apa yang
dilakukan perusahaan? Dalam hal ini perusahaan harus memilih nilai terendah antara
harga pokok dan harga pasar untuk menghitung saldo inventory. Tujuan dari
penggunaan metode ini adalah agar nantinya laporan keuangan yang tersajiakan
sesuai dengan realita di pasar. Apabila tidak menggunakan metode LCNRV nilai
inventory yang tersajiakan sangat besar dibandingkan dengan nilai di pasar.

TIM PENYUSUN UASIKIN AJA 2018


PENGANTAR AKUNTANSI 1

Contoh :
Cost Lower of Cost or
per Net Realizable Net Realizable
Barang Unit Unit Value per unit Value Keterangan
A 50 unit 60.000 55.000 2.750.000 50 x 55.000
B 100 45.000 52.000 4.500.000 100 x 45.000
unit
C 60 unit 48.000 45.000 2.700.000 60 x 45.000
D 150 15.000 14.000 2.100.000 150 x 14.000
unit
Total Inventory 12.050.000

Dalam mencatat Net Realizable Value terdapat 2 metode untuk mengakui penurunan nilai
persediaan yaitu COGS Method dan Loss Method
Contoh :

Ending Inventory ( Cost ) 13.000.000


Ending Inventory ( NRV ) 12.050.000
*Berdasarkancontohdiatas
Jurnal pada saat menggunakan metode COGS Method

Cost Of Goods Sold 950.000

Inventory 950.000

Jurnal Pada saat menggunakan metode Loss Method

Loss of Declining Inventory 950.000

Inventory 950.000

Angka yang dijurnal diperoleh dari selisih antara ending inventory ( cost ) dan ending
inventory ( NRV ).

TIM PENYUSUN UASIKIN AJA 2018


PENGANTAR AKUNTANSI 1

E. Inventory Errors
Kesalahan dalam pencatatan inventory dapat mempengaruhi Income
Statement dan Statement of Financial Position. Kesalahan ini dapat terjadi karena:
1. Kesalahan menghitung inventory yang ada
2. Kesalahan dalam menerapkan metode seperti FIFO, LIFO, ataupun Average
3. Kesalahan dalam mencatat inventory yang sedang dalam perjalanan

 Dalam FOB Shipping Point barang sudah menjadi hak dan tanggung jawab
pembeli ketika barang tersebut keluar dari gudang penjual
 Dalam FOB Destination barang baru akan menjadi hak pembeli setelah barang
sampai ke gudang pembeli. Ini berarti selama perjalanan, barang tersebut
masih menjadi tanggungjawab penjual.

Efek dari Inventory Errors

a. Efek pada Income Statement

Cost of Cost of
Beginning Ending
+ Goods - = Goods
Inventory Inventory
Purchased Sold

Kesalahan pada inventory akan berpengaruh pada COGS dan Net Income

Errors Efek pada COGS Efek pada Net Income


Understates beginning inventory Understated Overstated
Overstates beginning inventory Overstated Understated
Understates ending inventory Overstated Understated
Overstates ending inventory Understated Overstated

Ending Inventory pada suatu periode akan menjadi beginning inventory pada periode
selanjutnya. Maka dari Itu Inventory errors akan mempengaruhi pencatatan pada COGS
dan Net Income dalam dua periode tersebut.

b. Efek pada Statement of Financial Position

Kesalahan pada inventory berbanding lurus terhadap perubahan assets maupun ekuitas.

Ending Inventory Assets Liabilities Equity


Error
Overstated Overstated No effect Overstated
Understated Understated No effect Understated

TIM PENYUSUN UASIKIN AJA 2018


PENGANTAR AKUNTANSI 1

F. Metode Estimasi Inventory


1. Gross Profit Method
Dalam metode ini, mengestimasikan nilai ending inventory dengan
membandingkan gross profit rate dengan net sales.

Gross Gross Profit


X 100%
Profit =
Net Sales
Rate

Langkah 1 : Hitung Gross Profit Rate

Langkah 2 : Hitung Estimasi Cost Of Goods Sold

Langkah 3 : Hitung nilai ending Inventory dengan cara Cost of Goods Available for Sale
dikurangi Estimasi Cost of Goods Sold.

Contoh :

Oktober November
Cost of Goods Purchased 200.700 195.000
Beginning Inventory 4.500 25.200
Ending Inventory 25.200 ?
Net Sales 300.000 260.000
Hitung estimasi nilai ending inventory bulan November (gross profit rate sama dengan
bulan Oktober )

Langkah 1 : Hitung Gross Profit bulan Oktober

Net Sales 300.000

Beginning Inventory 4.500

Cost of Goods Purchased 200.700

Cost of Goods Available for Sales 205.200

Ending Inventory ( 25.200 )

Cost of Goods Sold 180.000

Gross Profit 120.000

TIM PENYUSUN UASIKIN AJA 2018


PENGANTAR AKUNTANSI 1

Mencari Gross Profit Rate :

Gross 120.000
X 100%
Profit =
300.000
Rate = 40 %

Langkah 2 ( Menghitung Estimasi COGS bulan November):

Net Sales 260.000

Estimated Gross Profit ( 40% x 260.000) (104.000)

Estimated COGS 156.000

Langkah 3 ( Menghitung Estimasi Ending Inventory bulan November) :

Beginning Inventory 25.200

Cost of Goods Purchased 195.000

Cost of Goods Available for Sale 220.200

Estimated COGS (156.000)

Estimated Ending Inventory November 64.200

2. Cost to Retail Method


Metode berikutnya untuk mengestimasikan saldo inventory adalah Retail
Method. Langkah-langkah dalam metode ini adalah :
a. Hitung Ending Inventory pada retail
b. Hitung Cost- to Retail Ratio dengan cara membagi Cost of Goods Available
for Sale at cost dengan retail
c. Estimasikan saldo ending inventory dengan cara kalikan Ending Inventory at
retail dengan Cost-to Retail Ratio

Contoh Soal dan Pembahasan :


At Cost At Retail
Sales Revenue - 100.000
Sales Return & Allowances - 20.000
Sales Discounts - 10.000
Beginning Inventory 14.000 21.500
Purchase 80.000 100.000
Purchase Return and Allowances 4.500 9.000
Purchase Discounts 14.500 12,500

TIM PENYUSUN UASIKIN AJA 2018


PENGANTAR AKUNTANSI 1

Hitung estimasi saldo ending inventory !


Langkah 1 ( Hitung Ending Inventory at Retail ) :
At Cost At Retail
Beginning Inventory 14.000 21.500
Purchase 80.000 100.000
Less: Purchase Return and (4.500) (9.000)
Allowances
Purchase Discount (14.500) (12.500)
Cost of Goods Available for sale 75.000 100.000
Sales Revenue 100.000
Less: Sales return and allowances (20.000)
Sales Discount (10.000)

Net Sales (70.000)

Ending Inventory at retail 30.000

Langkah 2 ( Menghitung Cost-to Retail Ratio ) :


Cost of Goods Available for Sale at Cost : Cost of Goods Available for Sale at Retail x 100%
= 75.000 : 100.000 x 100% = 75%
Langkah 3 ( MenghitungEstimasi Ending Inventory ) :
Ending Inventory at retail x Cost-to Retail Ratio
= 30.000 x 75% = 22.500

“ Pendidikan adalah senjata paling mematikan


di dunia, karena dengan pendidikan, kita
dapat merubah dunia” – Nelson Mandela

TIM PENYUSUN UASIKIN AJA 2018


PENGANTAR AKUNTANSI 1

Kecurangan, Pengendalian Internal, dan Kas (Fraud, Internal Control, and


Cash)
1. (Fraud) Kecurangan
Fraud (Kecurangan) adalah tindakan tidak jujur yang dilakukan oleh karyawan untuk
kepentingan pribadi atas pembiayaan dari karyawan tersebut dan menjadi beban bagi
perusahaan
Contoh Fraud adalah :
1) Menyalahgunakanjabatanuntukmengambilkeuntungan
2) MenggelapkanPajak
3) Mencuri asset seperti yang dilakukanolehswaiperdalam film dora

Faktor- faktornyaterjadinyaFraud :

1) Opportunity (Kesempatan)

2) Rationaliazation (RasionalisasiTindakan)

3) Funancial Pressure (TekananKeuangan)

Terlalu peduli terhadap pendapat orang lain itu tidak baik


tetaplah meningkatkan kualitas diri Bisa saja temanmu
mengatakan kamu baik tapi tidak untuk gebetanmu.

-Marcel Jr

2. Petty Cash (Kas Kecil)


Kas kecil dikenal dengan istilah petty cash. Petty cash adalah kas dengan jumlah kecil yang
digunakan untuk membiayai keperluan perusahaan yang relative kecildan keperluan
mendadak. Sifat inti dari kas kecil adalah jumlahnya yang dibatasi nominal tertentu untuk
penggunaannya.

Kas kecil dibentuk untuk :


1) Menghindari pembayaran yang tidak praktis
Cth: Masa untuk beli gorengan ke Kang Mamang harus memakai cek ?
2) Mempercepat pembayaran yang butuh dilunasi segera
Cth: Jika tidak ada petty cash maka karyawan akan selalu sibuk meminta pada
bendahara utama yang dimana akan timbul perasaan nyaman sehingga dapat
memperlambat jalannya kegiatan
3) Memudahkan pegawai tanpa harus membuat mereka menggunakan uang pribadi untuk
keperluan kantor
Cth :Biasanya kasus seperti ini akan menyebabkan uang tidak kembali lagi

TIM PENYUSUN UASIKIN AJA 2018


PENGANTAR AKUNTANSI 1

Dalam pencatatan jurnal, petty cash terdapat 2 metode, yaitu :

a. (Imprest Fund Methode) Metode dana Tetap


Metode ini menyebabkan kas selalu berjumlah tetap hingga akhir periode karena setiap
beban hanya dicatat pada saat pengisian petty kas.

Kelebihan :
1.Pengeluaran Rinci
2. Menghemat Waktu

Kekurangan :
1. Saldo tidak selalu diketahui
2. Tidak dapat mengisi kembali setiap waktu

b. (Fluctuation Fund Methode) Metode dana Tidak Tetap


Metode ini menyebabkan setiap pengeluaran akan langsung dijurnal dan mengakibatkan
petty cash di kredit

Kelebihan :
1. Saldo selalu diketahui
2. Dapat diisi kembali dengan cepat

Kekurangan
1. Pengeluaran tidak terkelompokkan
2. Tidak diketahui pengeluaran terbanyak

TIM PENYUSUN UASIKIN AJA 2018


PENGANTAR AKUNTANSI 1

Dalam mengelolah kas kecil sering kali loh terdapat selisih saldo antara catatan perusahaan dengan
jumlah fisik kas. Tetapi kamu jangan risau, karena hal itu dapat disamakan dengan cara membuat
jurnal berikut :

Jangan pernah bilang ada yang menggangumu belajar

Maka besok orang itu akan hilang

-Marcel Jr

A. Rekening Koran Bank (Bank Statement)


Rekening Koran Bank terdiri dari Credit memorandum dan Debit
memorandum.
Credit memorandum terdiri dari :
a. Collected Notes Receivable
b. Interest Earned

Debit memorandum terdiridari :

a. NSF (Not Sufficient Fund/Cek Kosong)


b. Bank service charge

B. Rekonsiliasi Bank
Bank secara berkala mengirimkan statement berupa laporan rekening koran
yang berisi informasi tentang seluruh transaksi penyetoran maupun pengambilan oleh
nasabah/ perusahaan selama periode tertentu serta dilengkapi dengan bukti chek untuk
bukti pelengkap. Untuk tujuan pengendalian internal, maka perusahaan akan
melakukan penyesuaian saldo menurut catatan perusahaan dan saldo menurut catatan
bank. Hal ini dilakukan karena sering kali catatan bank dan perusahaan berbeda karena
ada penerimaan ataupun pengeluaran yang belum tercatat oleh perusahaan. Dua point
yang membuat saldo bank dan saldo menurut catatan perusahaan tidak sama, yaitu :

TIM PENYUSUN UASIKIN AJA 2018


PENGANTAR AKUNTANSI 1

a. Time lags, yaitu adanya perbedaan waktu pencatatan baik oleh bank maupun
oleh perusahaan.
b. Error atau kesalahan dalam pencatatan, baik kesalahan yang dilakukan oleh
perusahaan maupun oleh bank.

1. Prosedurrekonsiliasi bank

Berikut adalah bebera papenyebab timbulnya perbedaan saldo yang menyebabkan


saldo menurut catatan perusahaan berbeda dengan saldo menurut catatan bank dan
harus disesuaikan :

a) Setoran dalam Perjalanan (Deposit In Transit)


Faktor ini terjadi karena setoran yang dikirimkan oleh perusahaan ke bank
pada akhir bulan belum diterima oleh bank sampai pada bulan berikutnya.
Sehingga perusahaan sudah mencatat sebagai pengeluaran (setoran) namun bank
belum mencatat karena belum menerima setoran tersebut. Jumlah setoran dalam
perjalanan ditambahkan kebalance per bank. Perusahaan tidak perlu mencatat
kejurnal penyesuaian.

b) Cek yang Beredar (Outstanding Checks)


Merupakan cek yang sudah tercatat dikeluarkan oleh perusahaan namun si
pemegang cek belum di uangkan di bank atau cheque on hand. Jumlah cek yang
beredar dikurangkan dari balance per bank. Perusahaan tidak perlu mencatat
kejurnal penyesuaian

c) Errors
Error atau kesalahan pencatatan dapat dilakukan oleh bank maupun oleh
perusahaan. Berikut ini adalah konsep mudah untuk melakukan penyesuaian
dalam kesalahan pencatatan.

TIM PENYUSUN UASIKIN AJA 2018


PENGANTAR AKUNTANSI 1

1. Perhatikan dahulu siapa pihak yang membuat kesalahan


pencatatan (perhatikan apakah ada asumsi bank selalu
benar). Pihak yang melakukan kesalahan itulah yang
harus disesuaikan saldonya.
2. Analisis error tersebut termasuk kas masuk (penerimaan)
atau keluar (pembayaran)
3. Ada 4 kemungkinan ,yaitu :
a. Kas masuk lebih besar dari yang seharusnya, maka
dikurang (-)
b. Kas masukl ebih kecil dari yang seharusnya, maka
ditambah (+)
c. Kas keluar lebih besar dari yang seharusnya, maka
ditambah (+)
d. Kas keluar lebih kecil dari yang seharusnya, maka
dikurang (-)

Transaksi yang berkaitan dengan penjualan secara kredit berkaitan dengan


Accounts receivable. Sedangkan transaksi yang berkaitan dengan pembelian
secara kredit berkaitan dengan Accounts Payable.

Contoh :
Perusahaan PT Sayur Kol menerima hasil penagihan piutang dari pelanggan
sebesar Rp.797.600, telah keliru dicatatat oleh bagian akuntansi perusahaan
sebesar Rp.779.600.

Analisis :
Pihak yang melakukan kesalahan pencatatan : Perusahaan
Kesalahan :Mencatatat kas masuk sebesar 779.600, Kas masuk lebih kecil dari
yang seharusnya ( Seharusnya sebesar Rp.797.600)

Penyelesaian:
Karena kas yang dicatat perusahaan kurang, maka perusahaan melakukan
penambahan (mendebet) kas dan pengurangan (mengkredit) piutang sebesar
Rp.18.000 (797.600-779.600) kedalam saldo perusahaan di rekonsiliasi bank dan
mencatat jurnal penyesuaian :

Cash (Dr) 18.000


Accounts Receivable (Cr) 18.000

TIM PENYUSUN UASIKIN AJA 2018


PENGANTAR AKUNTANSI 1

d) Bank Memoranda
Debit memoranda dengan ayat jurnal yang mencatat pembayaran kas. Sebagai
contoh, biasanya bank mengeluarkan memo debit atas bank service charges /
bank service fee dan checks printing charges. Bank juga mengeluarkan memo
debit untuk cek kosong atau NSF (Not Sufficient Fund). Cek kosong biasanya
disesuaikan dengan di bebankannya kembali piutang usaha pelanggan (Accounts
Receivable) dengan mencatat jurnal penyesuaian :

Accounts receivable (Dr) xxx


Cash (Cr) xxx

Sedangkan untuk bank service charge dan sejenisnya, sesuaikan dengan cara
mengurangkan memo debit yang belum dicatat dari saldo menurut catatan
perusahaan. Catat dalam jurnal penyesuaian dengan langkah mendebit debit
memoranda ini sebagai Miscellaneous expense dan mengkredit cash.

Credit memoranda dengan ayat jurnal penyesuaian yang dimasukkan di jurnal


perusahaan. Sebagai contoh, bank akan mengeluarkan memo kredit untuk wesel
tagih atau Notes Receivable dan pendapatan bunga atau Interest revenue yang
diterima untuk perusahaan. Tambahkan memo kredit yang belum dicatat
kesaldo menurut catatan perusahaan dengan membuat jurnal penyesuaian :

Cash (Dr) xxx+yyy


Notes receivable (Cr) xxx
Interest revenue (Cr) yyy

C. Pelaporan Kas (Reporting Cash)


Perusahaan melaporkan kas pada 2 laporan keuangan, yaitu:
1. Statement of Financial Position/ Balance Sheet/ Neraca
2. Statement of Cash Flows/ Laporan arus kas

Dalam Balance sheet melaporkan jumlah kas yang tersedia pada satu waktu
tertentu/periode tertentu. Saat disajikan dalam Balance sheet, cash on hand, cash in
banks, dan petty cash sering kali ditulis kan dalam satu akun aja yaitu cash. Sedang
kan dalam Laporan arus kas, menyajikan informasi tentang penerimaan dan
pengeluaran kas suatu perusahaan selama suatu periode. Hal yang biasa disajikan
atau digambarkan dalam laporan keuangan arus kas ( Cash Flow Statement) meliputi
jumlah kas yang diterima, seperti pendapatan tunai dan investasi tunai dari pemilik
serta jumlah kas yang dikeluarkan perusahaan, seperti beban-beban yang harus
dikeluarkan, pembayaran utang, dan pengambilan prive.

TIM PENYUSUN UASIKIN AJA 2018


PENGANTAR AKUNTANSI 1

Kas yang dibatasi penggunaannya (restricted cash) adalah kas yang


dicadangkan yang dibatasi tujuan penggunaannya untuk keperluan tertentu
berdasarkan kebijakan perusahaan atau dibentuk sehubungan dengan adanya
perjanjian antar perusahaan dengan pihak lainnya. Kas yang dibatasi
penggunaannya/ kas yang disisihkan dalam penyajian di Laporan Keuangan (Neraca)
harus dilaporkan terpisah sebagai restricted cash atau kas yang dibatasi
penggunaannya.

Jangan menyerah. Menderitalah


sekarang dan hiduplah sebagai juara
nantinya-Muhammad Ali

TIM PENYUSUN UASIKIN AJA 2018


PENGANTAR AKUNTANSI 1

RECEIVABLE
A. Klasifikasi Piutang
Piutang (receivable) adalah jumlah hutang yang dimiliki individu atau
perusahaan lain terhadap perusahaan yang diharapkan dilunasi dengan kas.
Secara umum, piutang (receivable) diklasifikasi menjadi 3 jenis yaitu:
1. Account Receivable
Tagihan kepada customer disebabkan penjualan barang/jasa secara kredit. Dokumen
yang digunakan berupa invoice (faktur).
2. Notes Receivable
Tagihan perusahaan disebabkan adanya perjanjian hutang piutang yang
menggunakan interest dokumen sebagai surat perjanjian hutang piutang tersebut.
3. Other Receivable
Tagihan perusahaan bukan berasal dari penjualan barang/jasa secara kredit namun
berasal dari kegiatan/penjualan lainnya. Contohnya :Interest Receivable ,Tax
Receivable.

B. Piutang Usaha (Account Receivable)


1. Metode pencatatan piutang tak tertagih

a. Metode Penghapusan Langsung (Direct write-off method)


Metode ini langsung menutup /menghapus piutang tak tertagih tanpa
membuat cadangan/allowance terlebih dahulu.
Contoh:
-Pada tanggal 17 Januari 2019, PT.Anugerah menyatakan IFRS tidak
bahwa piutang PT.Semen Jaya sebesar Rp.9.000.000 memperbolehkan metode
tidak tertagih. ini dikarenakan:

1.Tidak sesuai dengan


Jan 17 Bad Debt Expense Rp.9.000.000 matching concept
Account Receivable Rp.9.000.000 2.Piutang tidak menyatakan
jumlah sebenarnya (realisasi
neto)
Apabila PT.Semen Jaya dapat membayar piutang yang
telah dihapuskan oleh PT.Anugerah ,maka dicontohkan 3.Tidak sesuai dengan
prinsip laporan keuangan
-Pada tanggal 28 Januari PT.Semen Jaya melunasi
hutang kepada PT.Anugerah sebesar Rp.9.000.000
1. Recovery akun Account Receivable dengan membalik jurnal
Account Receivable 9.000.000
Bad Debt Expense 9.000.000

2.Menerima pelunasan piutang


Cash 9.000.000
Account Receivable 9.000.000

TIM PENYUSUN UASIKIN AJA 2018


PENGANTAR AKUNTANSI 1

b. Metode Allowance
Pada metode ini, perusahaan mengestimasi/memperkirakan kemungkinan
besarnya piutang usaha tak tertagih. Apa perbedaan metode allowance
dengan metode direct write off? Metode allowance sesuai dengan matching
concept dan diperbolehkan oleh IFRS. Metode ini mengakui bad debt expense
saat benar-benar tak tertagih,dan dicatat pada jurnal penyesuaian setiap akhir
periode akuntansi.

Contoh soal: Allowance for Doubtful Accounts


-Standesk Co.pada akhir periode tahun 2017 adalah akun aset yang menjelaskan
memiliki saldo piutang dari nasabah sebesar jumlah saldo cadangan kerugian
Rp.10.000.000 dan mengestimasikan bahwa piutang, walau berada pada akun aset
saldo normalnya berada di kredit
sebesar Rp.2.000.000 tidak akan tertagih
maka jurnal penyesuaiannya

Dec 31 Bad Debt Expense 2.000.000


Allowance for Doubtful Accounts 2.000.000

-Pada tanggal 21 Januari Standesk Co. menghapus piutang tak tertagih milik Michael
sebesar Rp.500.000 maka jurnalnya
Jan 21 Allowance for Doubtful Accounts 500.000
Account Receivable-Michael 500.000

-Atas piutang tak teratgih milik Michael yang telah dihapus,pada tanggal 18 Agustus
dapat dibayarsejumlah Rp.200.000 maka jurnalnya
Aug18 AccountReceivable –Michael 200.000
Allowance for Doubtful Account 200.000
18 Cash 200.000
Account Receivable-Michael 200.000

2. Metode Estimasi Piutang Tak Tertagih

a. Metode Persentase Penjualan (persentage of sales)


Metode ini tidak memperhatikan saldo Allowance for Doubtful
Account untuk menentukan jumlah bad debt expense.Pada metode ini
menghitung jumlah penjualan yang menggunakan akun Account
Receivable (kredit) dan hasil yang dijurnal telah dikurangi sales
discount dan sales return and allowance

TIM PENYUSUN UASIKIN AJA 2018


PENGANTAR AKUNTANSI 1

Account Receivable Masuk dalam perhitungan


Sales
Cash Tidak masuk perhitungan
Sales
Contoh soal:
Diketahui dari jurnal umum bahwa PT.X memiliki sales (kredit) sebesar
Rp.2.000.000 dan sales discount sebesar Rp.550.000. Persentase penyisihan piutang
tak tertagih sebesar 5% maka buatlah jurnal terkait
Bad Debt Expense 72.500**
Allowance for Doubtful Account 72.500
** (2.000.000-550.000)x 5%

b. Metode Persentase Piutang (Percentage of Receivable)


Pada metode ini Account Receivable digunakan untuk menentukan
Allowance for Doubtful Accounts.
Contoh soal:
Diketahui saldo awal
Account Receivable:Rp.7.000.000 dengan rincian nilai piutang sebagai berikut
Ardi Bagus
Date Amount Date Amount
09-Oct Rp.450.000 07-Jul Rp.1.200.000
11-Nov Rp.550.000 01-Sept Rp.500.000
15-Dec Rp.3.000.000

Kemal
Date Amount
23-Dec Rp.1.300.000

Allowance for Doubtful Accounts: Rp.500.000


Sales: Rp.30.000.000

TIM PENYUSUN UASIKIN AJA 2018


PENGANTAR AKUNTANSI 1

Daftar jumlah persentase piutang


Term Percentage(%) Perusahaan memiliki ketentuan penjualan kredit
Not Yet Due 2,5 sebagai berikut:

1-30 7,5 >Transaksi dibawah 1.000.000,termin penjualan


n/15
31-60 10
>Transaksi diatas 1.000.000,termin penjualan
61-90 15
2/10,n/15
Over 90 25

Maka untuk menentukan total estimasi bad debt expense menggunakan tabel Aging
Schedule (umur piutang/31 December 2018)
Customer Total Not yet Number of Days Past Due
due
1-30 31-60 61-90 Over 90
Ardi 4.000.000 3.000.000 550.000 450.000
Bagus 1.700.000 1.700.000
Kemal 1.300.000 1.300.000
Total 7.000.000 1.300.000 3.000.000 550,000 450.000 1.700.000
Estimated
Percentage
Uncollectible 2,5% 7,5% 10% 15% 25%

Total
Estimated
805.000 32.500 225.000 55.000 67.500 425.000
Bad Debts
Jurnalnya
Dec 31 Bad Debt Expense 305.000**
Allowance for Doubtful Accounts 305.000
**Total Estimated Bad Debt-Total Allowance periode sebelumnya(805.000-500.000)
Dan diasumsikan Allowance berada di sisi kredit
Ingat !
Untuk menentukan jumlah hari harus setelah ditambah termin penjualan

TIM PENYUSUN UASIKIN AJA 2018


PENGANTAR AKUNTANSI 1

3. Penjualan Barang
a. Perusahaan menjual barang menggunakan kartu kredit yang dikeluarkan
perusahaan itu sendiri.
Misalnya: PT.X menjual barang seharga Rp.1.250.000 PT.Y membeli
barang tersebut dengan kartu kredit yang dikeluarkan PT.X maka
jurnalnya
Jurnalnya
Account Receivable 1.250.000
Sales Revenue 1.250.000
b. Perusahaan menjual barang dengan kartu kredit yang dikeluarkan bank
Misalnya: PT.X menjual barang seharga Rp.1.000.000 PT.Y membeli
barang tersebut dengan kartu kredit bank Mandiri(diketahui service
charge sebesar 1% dari penjualan) maka jurnalnya
Cash 990.000
Service Charge 10.000
Sales Revenue 1.000.000

C. Piutang Wesel/Wesel Tagih (Notes Receivable)


Notes receivable adalah klaim atas instrumen formal yang diterbitkan
sebagai bukti utang. Contoh dari klaim atas instrumen formal adalah Promes.
Promes adalah janji tertulis untuk membayar uang tertentu atas permintaan
atau pada waktu yang telah ditentukan. Untuk orang yang menerima
pembayaran (payee), surat promesnya adalah wesel tagih. Untuk orang yang
harus membayar (Maker), surat promesnya adalah wesel bayar.

Surat Promes dapat digunakan:


a. Saat individu atau perusahaan meminjam uang
b. Saat jumlah transaksi dan periode kredit melebihi batas normal
c. Dalam pelunnasan piutang usaha
Surat Promes berisi informasi mengenai:
a. Nilai nominal (Principal/Face Amount)
b. Tangal notes
c. Nama penerima notes (payee) dan TTd pembuta notes (maker)
d. Tempat pembayaran
e. Tanggal jatuh tempo/umur notes
f. Tingkat bunga/tahun (jika ada)

TIM PENYUSUN UASIKIN AJA 2018


PENGANTAR AKUNTANSI 1

Jenis-jenis notes receivable :


a. Notes receivable discounted, yaitu notes receivable yang jumlah nominal
piutangnyaberlaku pada tanggal jatuh tempo pembayaran, sehingga ketika
membayar sebelum waktujatuh tempo, maka nominal piutang akan berkurang
karena ada discount (diskonto).
b. Notes receivable Berbunga, yaitu notes receivable yang jumlah nominal
piutangnyaberlaku (diperhitungkan) pada tanggal dibuatnya notes tersebut.
dengan demikian padatanggal jatuh tempo jumlah yang dibayarkan sebesar nilai
nominal ditambah denganbunga.

1. Menentukan Tanggal Jatuh Tempo


Perhitungan tanggal jatuh tempo dihitung setelah surat tersebut diberikan.

Misalnya :
Pada tanggal 21 Desember 2018 PT. A memiliki piutang ke PT. B sebesar Rp
100.000.000, dengan bunga 12% dalam jangka waktu 90 hari. Pada tanggal berapa
piutang tersebut jatuh tempo?

Jawab :
Jumlah hari pada wesel tagih : 90 Hari
Desember 21-31 = 10 Hari
Januari 2019 = 31 Hari
Februari 2019 = 28 Hari +
Maret 2019 = 21
Maka tanggal jatuh tempo adalah 21 Maret 2019.

2. Menghitung Bunga

Bunga = Nilai Nominal Promes x Tingkat Bunga Tahunan x Periode

Misalnya :
Pada tanggal 21 Desember 2018 PT. A memiliki piutang ke PT. B sebesar
Rp100.000.000, dengan bunga 12% dalam jangka waktu 90 hari. Berapa besar bunga?

Jawab :
Bunga = 100.000.000 x 12% x 90/360
= 3.000.000
Ingat!
Perhitungan untuk hari dalam 1 tahun = 360 Hari.

TIM PENYUSUN UASIKIN AJA 2018


PENGANTAR AKUNTANSI 1

3. Pengakuan Notes Receivable


Misalnya :
PT A mengeluarkan surat utang sebesar Rp 100.000.000, 90 hari, 12%
untukmenggantikan piutangnya, PT B membuat jurnal sebagai berikut saat menerima
surat utang.

Notes receivable 1,000


Accounts Receivable 1,000

4. Penilaian Notes Receivable


Sama seperti piutang usaha, perusahaan meaporkan Notes Receivable pada nilai kas
(bersih) yang dapat direalisasikan (NRV).Estimasi nilai kas yang dapat direalisasikan dan
beban piutang tak tertagih dilakukan sama dengan Accounts Receivable.

5. Disposisi Notes Receivable


- Surat utang dapat dimiliki sampai dengan tanggal jatuh tempo.
- Maker dapat tidak memenuhi kewajiban dan payee harus membuat penyesuaian ke
akun.
- Pemegang mempercepat konversi ke kas dengan cara menjual notes receivable.

Honor of Notes Receivable : Notes receivable dihargai (honored) saatpembuatnya


dapat membayar penuh pada tanggal jatuh tempo.

Misalnya :
PT. A meminjami PT. B yang mengeluarkan wesel sebesar Rp 100.000.000 pada 1 Juni,
5 Bulan, 9%. Asumsi PT. A menagihkan pembayaran wesel dari PT. B pada tanggal
jatuh tempo, jurnal PT. A untuk mencatat penagihan adalah
Nov. 1 Cash 103.750.000
Notes Receivable 100.000.000
Interest Revenue(*) 3.750.000
(*)100.000.000 x 9% x 5/12 = 3.750.000
Jika PT. A menyiapkan laporan keuangan pada 30 september, perusahaanharus
mengakui pendapatan bunga. PT. A akan membuat jurnal penyesuaian,
Sept. 30 Interest Receivable 3.000.000
Interest Revenue(*) 3.000.000
(*)100.000.000 x 9% x 4/12 = 300

TIM PENYUSUN UASIKIN AJA 2018


PENGANTAR AKUNTANSI 1

Jurnal yang diuat PT. A untuk mencatat pembayaran notes receivable padatanggal 1
november (asumsi sudah ada pengakuan bunga 30 september)
Nov. 1 Cash 103.750.000
Notes Receivable 100.000.000
Interest Receivable 3.000.000
Interest Revenue 750.000

Dishonor of Notes Receivable : Notes receivable tidak dibayar penuh padatanggal jatuh
temponya dan tidak dapat dinegosiasikan lagi.
Misalnya :
PT. B pada 1 November mengindikasikan bahwa mereka tidak dapat membayar. Jika
PT. A sudah memperkirakannya, mereka akan membuat jurnal sebagai berikut (asumsi
belum ada pengakuan bunga sebelumnya)
Nov. 1 Account Receivable 103.750.000
Notes Receivable 10.000.000
Interest Revenue 3.750.000
Beberapa hal yang harus diperhatikan sehubungan dengan Notes Receivable
a) Suku bunga yang dimaksud adalah besarnya bunga dalam 1(satu) tahun.
b) Nilai sebuah notes pada tanggal jatuh tempo disebut Maturity Value.
c) Maturity Value untuk Interest bearing Notes = Nilai pokok + besarnya bunga.
d) Maturity Value untuk Non Interest bearing Notes = Nilai pokok.
e) Notes Receivable atau “Wesel Tagih” jika memiliki jangka waktu 1
(satu)tahunatau lebih maka akan disajikan didalam Neraca (Balance Sheet)
sebagai PiutangJal/jangka Panjang (Longterm Receivable) sedangkan jika jangka
waktunya kurangdari 1(satu) tahun akan disajikan dalam Neraca(Balance Sheet)
sebagai CurrentReceivable(Piutang Lancar).
6. Penjualan Notes Receivable ke Bank
perusahaan mengalihkan/menjual piutang usaha miliknya kepada pihak lain (lembaga
keuangan,bank,dan pegadaian piutang) dengan tujuan untuk mempercepat penerimaan kas
dari piutangnya.
Alasan perusahaan menjual/mengalihkan piutangnya:

1) Situasi/kondisi perusahaan yang sedang mengalami kesulitan dalam memperoleh


pinjaman

TIM PENYUSUN UASIKIN AJA 2018


PENGANTAR AKUNTANSI 1

2) Penagihan piutang seringkali memakan waktu yang cukup lama dan terkadang
membutuhkan biaya sehingga perusahaan bersedia menerima kas yang lebih kecil
jumlahnya dari jumlah yang seharusnya diterima dari piutang, dengan alasan kas
dapat diterima lebih cepat.

Contoh soal perusahaan menjual note receivable ke bank


Terdapat Note Receivable senilai 2.000.000 dengan tingkat suku bunga 12% jangka waktu
45 hari jatuh tempo pada tanggal 30 Januari 2017. Pada tanggal 31 Desember 2016 Notes
didiskontokan ke STAN BANK dengan tingkat bunga 15% tanpa pemindahan
tanggungjawab kepada penerbit Notes Receivable nya. STAN BANK membayar tunai atas
transaksi diskonto Notes Receivable ini.
Maka dapat diketahui
Face value 2.000.000
Interest 12%
Period 45 hari
Maturity value = Face Value+ Interest*
= 2.030.000
*45/360 x 12% x2.000.000=30.000
Discount Rate 15%
Discount Period 30 hari**
Waktu yang tersisa sebelum jatuh tempo
Discount = 2.030.000 x15% x30/360
= 25.375
Proceed = 2.030.000- 25.375
= 2.004.625
Maka jurnalnya
Cash 2.004.625
Interest Expense 5.375
Notes Receivable 2.000.000
Interest Revenue 10.000***

***10.000=15/360 x 12% x 2.000.000


15 hari adalah waktu notes sebelum di diskonto kebank

TIM PENYUSUN UASIKIN AJA 2018


PENGANTAR AKUNTANSI 1

D. Melaporkan Piutang Usaha


Seluruh Piutang yang diharapakan dapat direalisasikan menjadi kas dalam satu tahun
disajikandalam bagian Aset Lancar (Current Aset) dari Neraca.
Penyajian Piutang di Neraca sebagai berikut :

PT Indrotonics
31 Desember 2017
ASSETS
Current Asset :
Cash Rp. 119.500.000
Note Receivable Rp. 250.000.000
Account Receivable Rp. 445.000.000
Less: Allowance for doubtful account (Rp.15.000.000) Rp. 430.000.000
Interest Receivable Rp. 14.500.000

Rangkuman Transaksi Yang Berkaitan Dengan Notes Receivable


Tanggal Debit Kredit
Transaksi Nama Akun ($)
2018 ($)
Diterima Notes Receivable Notes Receivable 75.000
dari CV A $75.000, 10%, 90 Sales 75.000
Nov 1
hari atas penjualan barang
dagangan secara kredit
PT X menerima surat utan Notes Receivable 30.000
dari CV B sebesar $ 30.000, Accounts Receivable 30.000
21
30 hari, 8% untuk
menggantikan piutangnya
Saat jatuh tempo PT X Notes Receivable 30.200
menerima pelunasan dari CV Accounts Receivable 30.000
Dec 21 B sebesar $30.200 ($30.000 Interest Revenue 30.000 x 200
+ $200 bunga) 8% x
30/360
Apabila pada tanggal jatuh Accounts Receivable 30.200
tempo CV B tidak bisa Notes Receivable 30.000
melunasi Interest Revenue 200

Penyesuaian bunga atas Interest Receivable 1.250


31 Interest Revenue 1.250
transaksi tanggal 1 Oktober
2015
Cash 76.875
Menerima pelunasan dan Notes Receivable 75.000
Jan 31 Interest Receivable 1.250
bunga dari CV A
Interest Revenue 625

TIM PENYUSUN UASIKIN AJA 2018


PENGANTAR AKUNTANSI 1

Kalau sampai tenggelam, cari jalan


untuk sampai ke permukan. Kembali
bernapas, lalu temukan daratan.
Jangan sampai mengambang tak
tentu arah

- FIERSA BESARI -

“Pendidikan adalah tiket ke masa depan. Hari


esok dimiliki oleh orang-orang yang
mempersiapkan dirinya sejak dini “

- Malcolm X

TIM PENYUSUN UASIKIN AJA 2018


PENGANTAR AKUNTANSI 1

Aset Tetap, Sumber Daya Alam, dan Aset Tak Berwujud (Plant Asset,
Natural Resource, and Intangible Assets
A. Aset Tetap (Plant Assets)
a. Pengertian Aset Tetap (Plant Assets)
Aset Tetap (Plant Assets) adalah aset berwujud yang memiliki bentuk fisik,
digunakan untuk kegiatan operasional, dan tidak untuk diperjualbelikan kepada
konsumen.
Nama lain Aset Tetap (Plant Assets) adalah Fixed Assets; Plant and Equipment;
dan Property, Plant, and Equipment.
Jenis Aset Tetap adalah Tanah (Land), Land Improvements,
Gedung/Bangunan (Buildings), Peralatan (Equipment).
b. Karakteristik Aset Tetap (Plant Assets)
1. Memiliki bentuk fisik, artinya Aset Tetap merupakan barang nyata yang
dapat dilihat dan diraba.
2. Digunakan untuk kegiatan operasional perusahaan, artinya Aset Tetap
adalah barang untuk menunjang kegiatan operasional perusahaan.
Misalnya, mesin fotocopy di perusahaan fotocopy.
3. Tidak untuk diperjualbelikan, artinya Aset Tetap bukanlah barang yang
dapat ditawarkan kepada pembeli.
4. Memiliki masa ekonomis yang lama, artinya Aset Tetap memberikan
kemanfaatannya pada perusahaan untuk waktu yang lama.
5. Modal untuk memperolehnya relatif mahal, artinya harga Aset Tetap
relatif mahal.
c. Penilaian Aset Tetap (Cost of Plant Assets)
Penilaian Biaya diperoleh dari semua pengeluaran yang diperlukan untuk
memperoleh aset tersebut dan membuatnya siap untuk digunakan sesuai
tujuannya. Ayat Jurnal Penilaian Aset Tetap adalah : Aset Tetap pada Cash
Contoh:
Land $12,000,000
Cash $12,000,000

Nilai Aset Tetap


Jenis Aset Tetap
Tanah (Land) Harga beli, pajak atas pembelian, biaya perantara
(broker’s comission), bea balik nama, biaya penutupan
(biaya perobohan bangunan, perataan tanah,
pemadatan tanah (clearing, draining, & filling land),
pajak tanah terutang.
Land Improvements Biaya pembuatan pagar/dinding, biaya pembuatan
taman, tempat parkir, pembuatan jalan setapak,
landscaping, dll.
Bangunan (Buildings) Harga beli, biaya perantara, biaya arsitek, biaya

TIM PENYUSUN UASIKIN AJA 2018


PENGANTAR AKUNTANSI 1

kontraktor, pajak bangunan terutang, dll.


Peralatan Harga beli, biaya angkut, biaya teknisi, instalasi, biaya
(Equipments) angkut, biaya asuransi dalam perjalanan, dll.

d. Penyusutan (Depreciation)
Penyusutann (Depreciation) adalah proses mengalokasikan harga perolehan Aset
Tetap berwujud ke beban karena adanya penurunan nilai Aset Tetap tersebut
dengan cara yang rasional dan sistematis. Dilakukan kepada seluruh Aset Tetap,
kecuali Tanah (Land).

 Faktor-Faktor yang Memengaruhi Biaya Penyusutan


a. Harga Perolehan (Acquisition Cost)
Harga perolehan menjadi dasar penghitungan seberapa besar depresiasi
yang harus dialokasikan per periode akuntansi. Harga ini diperoleh dari
sejumlah uang yang dikeluarkan dalam memperoleh aktiva tetap hingga
siap digunakan.
b. Nilai Residu (Salvage Value)
Merupakan taksiran nilai atau potensi arus kas masuk apabila aktiva
tersebut dijual pada saat penarikan atau penghentian (retirement) aktiva.
Nilai residu tidak selalu ada, ada kalanya suatu aktiva tidak memiliki nilai
residu karena aktiva tersebut tidak dijual pada masa penarikannya alias di
jadikan besi tua, hingga habis terkorosi. Tentu saja ini tidak dianjurkan,
alangkah baiknya jika aktiva dapat di daur ulang.
c. Umur Ekonomis Aktiva (Economical Life Time)
Umur ekonomis / usia manfaat adalah perkiraan berapa lama aset tersebut
dapat berfungsi secara produktif, secara singkatnya adalah usia aset/batas
waktu penggunaan aset.
e. Metode Penyusutan
a. Perhitungan Garis Lurus (Straight-Line Method)
Suatu metode penyusutan aktiva tetap dimana beban penyusutan aset
tetap setiap tahunnya adalah sama hingga akhir umur ekonomis aktiva
tetap tersebut.

b. Metode Aktivitas Unit Produksi (Units-of-activity Method)


Besarnya penyusutan aset tetap setiap periode ditentukan berdasarkan
total produksi yang dihasilkan ataupun jam kerja aset tetap pada periode
yang bersangkutan.

TIM PENYUSUN UASIKIN AJA 2018


PENGANTAR AKUNTANSI 1

Units-of-Activity

c. Metode Saldo Menurun (Declining balance)


Besarnya penyusutan aset tetap yang ditentukan berdasarkan persentase
tertentu dihitung dari nilai buku (harga perolehan – akumulasi penyusutan)
pada tahun yang bersangkutan. Nilai residu pada metode ini tidak
diperhitungkan/ diabaikan saja. Besarnya persentase penyusutan setiap
periode merupakan dua kali dari persentase pada metode garis lurus.

FORMULA :

Perhitungan Penyusutan Aset Tetap


Contoh soal:
1) PT. Jaya Abadi membeli satu unit mesin pada awal tahun 2018 dengan
harga $20.000 dengan nilai residu sebesar $2,000 dan umur ekonomis
diperkirakan selama 4 tahun. Dalam masa manfaatnya, mesin ini diperkirakan
dapat memproduksi sebanyak 25,000 unit. Pada tahun 2018, 2019, 2020,
2021 masing-masing jumlah produksi sebenarnya adalah 6,500 unit;8,250
unit; 5,250 unit; 5,000 unit.

Penyelesaian:
Metode Perhitungan Garis Lurus (Straight-Line Method)
Cost – Residual Value
Annual Depreciation Expense =
Useful Life

TIM PENYUSUN UASIKIN AJA 2018


PENGANTAR AKUNTANSI 1

$20,000 − $2,000
Annual Depreciation Expense =
4

Annual Depreciation Expense = $4,500

Book
Annual Accumulted
Value
Depreciable Depreciation Depreciation Depreciation
($)
Year Cost ($) Rate (%) Expense ($) ($)
2018 18,000 25 4,500 4,500 15,500

2019 18,000 25 4,500 9,000 11,000

2020 18,000 25 4,500 13,500 6,500

2021 18,000 25 4,500 18,000 2,000

Metode Perhitungan Aktivitas Unit Produksi (Units-of-Activity Method)


$18,000
Depreciable Cost per Unit =
$25,000

Depreciable Cost per Unit = $0.72

Depreciable Annual Accumulted


Book
Units-of- Cost per Depreciation Depreciation
Value ($)
Year Activity Unit ($) Expense ($) ($)
2018 6,500 0.72 4,680 4,680 1,.320
2019 8,250 0.72 5,940 10,620 9,380

2020 5,250 0.72 3,780 14,400 5,600

2021 5,000 0.72 3,600 18,000 2,000

Metode Perhitungan Saldo Menurun (Declining-Balance Method)


Annual rate = 2 x 25%
= 50%
Book Value Annual Accumulted
Book
Beginning of Depreciation Depreciation Depreciation
Value ($)
Year The Year ($) Rate (%) Expense ($) ($)
2018 20,000 50 10,000 10,000 10,000
2019 10,000 50 5,000 15,000 5,000
2020 5,000 50 2,500 17,500 2,500
2021 2,500 50 500 18,000 2,000

TIM PENYUSUN UASIKIN AJA 2018


PENGANTAR AKUNTANSI 1

Perbandingan Metode Penyusutan


Straight-Line Units of Activity Declining Balance
2018 4,500 4,680 10,000
2019 4,500 5,940 5,000
2020 4,500 3,780 2,500
2021 4,500 3,600 500
18,000 18,000 18,000
Diagram Hasil Perhitungan Masing-masing Metode

PT. Jaya Abadi

f. Component Depreciation
2)PT. Jaya Abadi membangun sebuah gedung kantor senilai $12,000,000.
Gedung tersebut diperkirakan memiliki umur ekonomis selama 25 tahun, namun
sebesar $1,000,000 harga perolehan gedung merupakan personal property dan
sebesar $500,000 merupakan Land Improvement. Personal property memiliki
umur ekonomis selama 8 tahun dan Land Improvement memiliki umur ekonomis
selama 10 tahun. Jika PT. Jaya Abadi menggunakan metode penyusutan garis
lurus dan tanpa nilai residu, maka komponen penyusutan untuk tahun pertama
adalah sebagai berikut:

Penyelesaian:
Building cost adjusted ($12,000,000 - $1,000,000 - $500,000) $10,500,000

Building Cost Depreciation per Year ($10,500,000 / 25) $ 420,000


Personal Property Depreciation ($1,000,000 / 8) $ 125,000
Land Improvement Depreciation ($500,000 / 10) $ 50,000
Total component Depreciation Building $ 595,000

TIM PENYUSUN UASIKIN AJA 2018


PENGANTAR AKUNTANSI 1

6. Revaluasi Aset Tetap (Revoluation Plant Assets)


Revaluasi Aset Tetap adalah penilaian kembali aset tetap perusahaan, yang
diakibatkan adanya kenaikan nilai aset tetap tersebut di pasaran atau karena
rendahnya nilai aset tetap dalam laporan keuangan perusahaan yang disebabkan
oleh devaluasi atau sebab lain, sehingga nilai aset tetap dalam laporan keuangan
tidak lagi mencerminkan nilai wajar.
a. Gain Situation
Pada tanggal 1 Januari 2017 PT. Jaya Abadi membeli peralatan seharga
$22,000 dengan perkiraan usia manfaat 5 tahun tanpa nilai residu. Jurnal
untuk mencatat penyesuaian pada tanggal 31 Desember 2017, sebagai berikut
:

Depreciation Expense $ 4,400


Accumulated Depreciation – Equipment $ 4,400

Setelah penyesuaian tersebut, peralatan PT. Jaya Abadi mempunyai nilai


buku sebesar $17,600 ($22,000 - $4,400). Pada akhir tahun 2018,
appraisal melakukan penilaian kembali aset PT. Jaya Abadi, dimana nilai
peralatan tersebut menjadi $20,000.

Untuk melaporkan peralatan sebesar nilai wajarnya sebesar $20,000 PT.


Jaya Abadi mengeliminasi/menghilangkan akumulasi penyusutan sebesar $
4,400; mengurangi nilai peralatan menjadi nilai wajarnya sebesar $2,000
($22,000-$20,000); dan mencatat Revaluation Surplus sebesar $ 2,400
($4,400-$2,000).

Ayat Jurnal:
Accumulated Depreciation – Equipment $4,400
Equipment $2,000
Revaluation Surplus $2,400
b. Loss Situation
Pada tanggal 1 Januari 2017 PT ABC membeli peralatan seharga $22,000
dengan perkiraan usia manfaat 5 tahun tanpa nilai residu. Jurnal untuk
mencatat penyesuaian pada tanggal 31 Desember 2017, sebagai berikut :

Depreciation Expense $4,400


Accumulated Depreciation - Equipment $4,400

Setelah penyesuaian tersebut, peralatan PT ABC mempunyai nilai buku


sebesar $17,600 ($22,000 - $4,400). Pada akhir tahun 2016, appraisal
melakukan penilaian kembali aset PT ABC, dimana nilai peralatan tersebut
menjadi $15,000.

TIM PENYUSUN UASIKIN AJA 2018


PENGANTAR AKUNTANSI 1

Untuk melaporkan peralatan sebesar nilai wajarnya sebesar $15,000 PT.


Jaya Abadi memiliki nilai Impairment Loss sebanyak $2,600 ($17,600-
$15,000). Untuk mencatat nilai wajar sebesar peralatan dan kerugiannya,
PT. Jaya Abadi harus mengeleminasi nilai akumulasi penyusutan
perlatannya yang sebesar $4,400. Kemudian, mengurangi jumlah nilai
peralatannya sebesar $6,600.

Ayat Jurnal:

Accumulated DepreciationEquipment $4,400


Impairment Loss $2,600

Equipment $6,600

Capital Expenditure dan Revenue Expenditure


a. Capital Expenditure : Penambahan dan peningkatan (Addition
and Improvement) adalah biaya yang
dikeluarkan untuk meningkatkan efsiensi
operasi, kapasitas produktif, dan masa
manfaat aset tetap. Jumlah yang
dikeluarkan adalah material, dan tidak
dilakukan secara teratur Mendebit aset
tetap yang dipengaruhi. (Equipment)

b. Revenue Expenditure
: Perbaikan biasa (Ordinary Repairs) adalah
biaya yang dikeluarkan untuk menjaga
efisiensi operasi dan kehidupan unit yang
produktif. Pengeluaran untuk menjaga
agar aset tetap dapat berfungsi normal
(tidak menambah masa pakai dan
manfaat). Mendebit beban perbaikan atau
pemeliharaan. (Maintenance and Repairs
Contoh : Think CompanyExpense)
melakukan 2 transaksi terkait kendaraan
pengiriman mereka.

 Membayar $35,000 untuk perbaikan ban


Maintance and Repairs Expense $35,000
Cash $35,000

 Membayar $500,000 untuk memasang peralatan baru pada kendaraan


agar untuk meningkatkan kualitas kendaraan
Equipment $500,000
Cash $500.000

TIM PENYUSUN UASIKIN AJA 2018


PENGANTAR AKUNTANSI 1

Disposal of Plant Assets ( Pelepasan Aset tetap )


Dalam Disposal (pelepasan) Aset tetap perusahaan bisa melakukan dengan 3
cara yaitu dengan cara Retairment Plant Assets (Penghentian), Selling Fixed Assets
(Penjualan), Exchanging Similar Fixed Assets (Pertukaran).
a. Retairment Plant Asset ( Penghentian )
Pelepasan aset tetap dengan cara ini yaitu dengan cara menghapus aset tetap
yang masa manfaatnya sudah habis dan atau penghentian karena aset tetap
tersebut rusak dalam masa penggunaannya.
 Pelepasan ketika di akhir masa manfaat.
Contoh : Sebuah Equipment dengan harga perolehan $ 20.000 telah habis
masa manfaatnya dan memutuskan ingin dihentikan penggunaannya dan
tidak akan digunakan lagi. Akumulasi depresiasinya adalah $ 20.000 .
Buatlah jurnal penyesuaiannya:

Accumulated Depreciation – Equipment $ 20.000


Equipment $ 20.000

 Pelepasan ketika di pertengahan masa manfaat.


Contoh : Sebuah Equipment di pertengahan masa manfaat terjadi
kerusakan parah yang mengakibatkan equipment itu tidak bisa digunakan
lagi dan diputuskan untuk di lepas dari penggunaannya. Diketahui Harga
perolehan Equipment tersebut $ 20.000 dan memiliki Akumulasi
Depresiasi pada saat itu senilai $ 12.000 . Buatlah jurnal penyesuaiannya:

Accumulated Depreciation – Equipment $ 12.000


Loss on Disposal of Plant Assets $ 8.000
Equipment $ 20.000

b. Selling Fixed Asset ( Penjualan )


Pelepasan aset tetap dengan cara ini adalah dengan cara menjual Aset
Tetap. Pelepasan aset tetap dengan cara menjual bisa mendapatkan keuntungan
(Gain) atau mendapatkan kerugian (Loss).
 Gain Situation ( Situasi Untung )
 Untung terjadi jika Harga jual lebih besar nilainya dari pada Nilai Buku
(Book Value) saat dijual.
Contoh :
Sebuah kendaraan diperoleh dengan harga perolehan $ 15.000 yang dibeli pada 1
Januari 2011 dengan masa manfaat 5 tahun tanpa nilai sisa. Diketahui pada 31
Desember 2013 Akumulasi depresiasi kendaraannya senilai $ 9.000. Pada 31
Desember 2014 Kendaraan tersebut akan dijual dengan harga $ 6.000. Buatlah
jurnalnya :

TIM PENYUSUN UASIKIN AJA 2018


PENGANTAR AKUNTANSI 1

1) Buat junal Depresiasi 31 Des 2014


Depresiasi per Tahun = $ 15.000 / 5 tahun =$ 3.000
Depreciation Expense $ 3.000
Accumulated Depreciation – Vehicle $ 3.000
2) Buat Jurnal ketika dijual 31 Des 2014
Cash $ 6.000
Accumulated Depreciation – Vehicle $ 12.000
Vehicle $ 15.000
Gain on Disposal of Plant Assets $ 3.000

 Loss Situation ( Situasi Rugi )


Rugi terjadi ketika Nilai Jual lebih rendah dari pada nilai buku / book
value ketika di jual.
Contoh :
Sebuah kendaraan diperoleh dengan harga perolehan $ 15.000 yang dibeli pada 1
Januari 2011 dengan masa manfaat 5 tahun tanpa nilai sisa. Diketahui pada 31
Desember 2013 Akumulasi depresiasi kendaraannya senilai $ 9.000. Pada 31
Desember 2014 Kendaraan tersebut akan dijual dengan harga $ 1.000. Buatlah
jurnalnya :
1) Buat junal Depresiasi 31 Des 2014
Depresiasi per Tahun = $ 15.000 / 5 tahun =$ 3.000
Depreciation Expense $ 3.000
Accumulated Depreciation – Vehicle $ 3.000
2) Buat Jurnal ketika dijual 31 Des 2014
Cash $ 1.000
Accumulated Depreciation – Vehicle $ 12.000
Loss on Disposal of Plant Assets $ 2.000
Vehicle $ 15.000

c. Exchanging Similar Fixed Assets (Pertukaran).


Terdapat 2 situasi yaitu jika dalam tukar tambah mengandung Commercial
Substances dan tidak mengandung Commercial Substances. Jika dalam tukar
tambah terdapat commercial substances maka tukar tambah mengakibatkan
perubahan arus kas dan baik kerugian maupun keuntungan segera diakui oleh
perusahaan. Sedangkan jika tidak terdapat commercial substances hanya kerugian
yang segera diakui, tetapi keuntungan tidak. Keuntungan baru diakui apabila
barang sudah benar-benar terjual.

TIM PENYUSUN UASIKIN AJA 2018


PENGANTAR AKUNTANSI 1

 Tukar Tambah – Situasi Rugi


Kerugian harus segera diakui apapun situasinya.
Contoh : Marco .Co memiliki Equipment dengan nilai buku $ 10.000 (Harga
perolehan $ 20.000 dikurangi Akumulasi depresiasi $ 10.000). Ternyata Fair
Value (nilai wajar) Equipment tersebut $6.000. Marco.Co menambah uang tunai
sebesar $ 8.000 dan menukarnya dengan Equipment Baru. Buatlah Jurnalnya :

Equipment (New) $ 14.000


Accumulated Depreciation – Equipment $ 10.000
Loss on Disposal of Plant Assets $ 4.000
Equipment (Old) $ 20,000
Cash $ 8.000
Catatan :
Equipment (New) = Fair Value + Cash Paid
= $ 6.000 + $ 8.000
= $ 14.000
Loss = Fair Value – Book Value
= $ 6.000 - $ 10.000
= $ 4.000
 Tukar Tambah – Situasi Untung
1) Mempunyai Commercial Substance [Keuntungan segera diakui]
Contoh : Marco .Co memiliki Equipment dengan Book value (Nilai
Buku) $ 10.000 (Harga perolehan $ 20.000 dikurangi Akumulasi
depresiasi $ 10.000). Ternyata Fair Value (nilai wajar) Equipment
tersebut $15.000. Marco.Co menambah uang tunai sebesar $ 8.000
dan menukarnya dengan Equipment Baru. Buatlah Jurnalnya :

Equipment (New) $ 23.000


Accumulated Depreciation – Equipment $ 10.000
Equipment (Old) $ 20.000
Cash $ 8.000
Gain on Disposal of Plant Assets $ 5.000
Catatan :
Equipment (New) = Fair Value + Cash Paid
= $ 15.000 + $ 8.000
= $ 23.000
Gain = Fair Value – Book Value
= $ 15.000 - $ 10.000
= $ 5.000

TIM PENYUSUN UASIKIN AJA 2018


PENGANTAR AKUNTANSI 1

2) Tidak mempunyai commercial Substance [Keuntungan tidak segera


diakui].
Contoh : Marco .Co memiliki Equipment dengan Book Value (Nilai
Buku) $ 10.000 (Harga perolehan $ 20.000 dikurangi Akumulasi
depresiasi $ 10.000). Ternyata Fair Value (nilai wajar) Equipment
tersebut $15.000. Marco.Co menambah uang tunai sebesar $ 8.000
dan menukarnya dengan Equipment Baru. Buatlah Jurnalnya :

Equipment (New) $ 18.000


Accumulated Depreciation – Equipment $ 10.000
Equipment (Old) $ 20.000
Cash $ 8.000
Catatan:
Equipment (New) = Book Value (Nilai Buku) + Cash paid
= $ 10.000 + $ 8.000
= $ 18.000
Atau
Equipment (New) = ( Fair value + Cash paid ) – Gain Deffered
= ( $ 15.000 + $ 8.000 ) - $ 5.000
= $ 18.000
Gain Deffered : Keuntungan yang ditangguhkan

B. Natural Resources ( Sumber Daya Alam )


a. Pengertian
Sumber daya alam ( Natural resources ) merupakan aktiva yang secara fisik
habis ketika digunakan. Menurut IFRS sumber daya alam meliputi hasil tambang
(minyak, gas , batu bara , timah )atau disebut juga SDA Ekstraktif dan hasil hutan
(kayu). Disebut juga akitiva yang menyusut (wasting assets). Karakteristik : Secara
fisik berkurang karena operasi dan tidak dapat diganti.
b. Penentuan Harga Perolehan
Harga perolehan meliputi semua pengeluaran untuk mendapatkan sumber alam
dan pengeluaran lainnya sehingga sumber alam siap untuk digunakan.
c. Depletion ( Deplesi )
Deplesi (Depletion) merupakan
proses pengalokasian harga perolehan
sumber alam ke setiap periode akuntansi ketika digunakan. Metode yang
digunakan biasanya menggunakan Unit of Activity Method (metode unit
aktifitas).

Depletion cost per unit = ( Total Cost – Residual Value )


Total Estimated Units Available

TIM PENYUSUN UASIKIN AJA 2018


PENGANTAR AKUNTANSI 1

Contoh :
PT. PERKASA memiliki sebuah tambang batu bara yg diperkirakan berkapasitas
500,000 ton tanpa nilai sisa diperoleh dengan harga $ 1.000,000. jika pada
tahun 1 berhasil mengeruk batu bara sebanyak 100,000 ton. Hitung deplesi dan
jurnalnya.
Jawab :
 Depletion cost per unit : $ 1.000.000 = $ 2 / ton
500.000 ton
 Depletion cost : 100.000 ton x $ 2 / ton = $ 200.000
Maka Jurnal Penyesuaiannya :
Inventory ( coal ) $ 200.000
Accumulated Depletion $ 200.000
Catatan :
Batu bara yang dikeruk secara otomatis menambah inventory. Jika Sumber daya
alamnya dijual maka jurnalnya Cost of Goods Sold ( COGS ) di debit dan
Inventory di Kredit. Beberapa perusahaan tidak memakai akun Accumulated
Depletion melainkan langsung memasukkan deplesi pada Kredit akun Sumber
Daya Alam

C. INTANGIBLE FIXED ASSET


Intangible Fixed Assets (Aktiva Tetap Tak Berwujud) adalah activa yang
umurnya panjang dengan memberikan manfaat bagi operasi perusahaan,
tetapi tidak mempunyai bentuk fisik.
a. Ciri-ciri
1) Diperoleh dari kepemilikan asset jangka panjang
2) Tidak memiliki wujud fisik
3) Umur ada yang terbatas (limited) dan tidak terbatas (unlimited)
Limited Life : Mengalami amortisasi dengan menkredit asset
Unlimited Life : Tidak mengalami amortisasi

1. Sumber munculnya Asset Tak Berwujud


a. Hibah pemerintah seperti hak paten, hak cipta, lisensi, trade mark, dan trade
names.
b. Perolehan dari bisnis lainnya yang harga/nilai pembeliannya sudah termasuk
goodwillnya.
c. Penyusunan Monopolistik Pribadi yang muncul dari perjanjian kontraktual,
seperti franchises dan leases.

TIM PENYUSUN UASIKIN AJA 2018


PENGANTAR AKUNTANSI 1

2. Klasifikasi Aktiva Tak Berwujud


Berdasarkan eksistensinya, aktiva tak berwujud dapat dikelompokkan dalam
2 (dua) kategori:
a. Aktiva tak berwujud yang eksistensinya dibatasi oleh ketentuan perundang
undangan, peraturan pemerintah, perjanjian yang dibuat antara para pihak atau
sifat dari aktiva tersebut, misalnya hak paten, hak sewa, hak cipta, franchise yang
terbatas, lisensi.
b. Aktiva tak berwujud yang masa manfaatnya tidak terbatas dan tidak dapat
dipastikan masa berakhirnya, misalnya merk dagang, proses dan formula rahasia,
perpetual franchise, goodwill.

3. Jenis-Jenis Aktiva Tak Berwujud


1) Paten
Hak eksklusif untuk memproduksi, menjual, atau mengontrol sebuah penemuan
untuk sejumlah tahun tertentu dari tanggal hibah
 Masa legalitas di banyak Negara adalah 20 tahun.
 Mengkapitalisasi biaya pembelian paten dan mengamortisasi masa
legalitasnya atau masa manfaatnya, mana yang lebih pendek.
 Fee hukum yang dikeluarkan untuk keberhasilan mempertahankan
paten dikapitalisasi ke akun Paten.

Aset tak berwujud biasanya diamortisasi berdasarkan metode garis lurus.

Contoh soal kieso hal. 446:

To illustrate the computation of patent amortization, assume that National Labs purchases a
patent at a cost of NT$720,000. If National estimates the useful life of the patent to be
eight years, the annual amortization expense is NT$90,000 (NT$720,000 ÷ 8). National
records the annual amortization as follows:

Dec. 31 Amortization Expense 90,000

Patents 90,000

2) Copyrights (HakCipta)
 Memberikan kepemilik hak ekslusif untuk memproduksi kembali dan
menjual karya seni atau publikasi
 drama, karyasastra, karyamusik, gambar, foto, dan video dan materi audio
visual.
 Diberikan oleh Pemerintah

TIM PENYUSUN UASIKIN AJA 2018


PENGANTAR AKUNTANSI 1

 Menganugerahkan selama hidup pencipta ditambah sejumlah khusus


tahun. Dimana dapat bervariasi antar Negara tetapi umumnya 70
tahun.
 Mengkapitalisasi biaya perolehan dan mempertahankannya.
 Mengamortisasi beban selama masa manfaat

3) Trademarks and Trade Names (Merk Dagang)


 Kata, frase, jingle, atau simbol yang mengidentifikasi sebuah
perusahaan atau produk tertentu.
Wheaties, Game Boy, Frappucino, tisu, Windows, Coca- Cola, dan
Jetta.
 Registrasi menyediakan sejumlah tertentu tahun perlindungan, yang
dapat berbeda di setiap negara, tetapi umumnya 20 tahun.
 Mengkapitalisasi biaya akuisisi.
 Diperpanjang tanpa batas waktu, tidak di amortisasi.
4) Franchises and Licenses
 Kontrak perjanjian antara franchisor dan franchisee.
 BP (GBR), Taco Bell (USA), or Rent-A-Wreck (USA) adalah francise.
 Franchise (atau Lisensi) dengan umur yang terbatas harus diamortisasi
kebeban selama umur/masa manfaat francise.
 Francise dengan umur tidak terbatas harus diakui pada harga perolehan
dan tidak diamortisasi.
5) Goodwill
 Termasuk manajemen yang luar biasa, lokasi yang diinginkan,
hubungan pelanggan yang baik, karyawan yang terampil, produk
berkualitas tinggi, dll.
 Hanya dicatat pada saat seluruh bisnis dibeli.
 Goodwill dicatat sebagai kelebihan dari ...
 Harga pembelian atas nilai wajar asset bersih yang diakuisisi yang dapat
di identifikasi.
 Goodwill yang dibuat secara internal tidah harus dikapitalisasi.
6) Biaya Penelitian dan Pengembangan
Sering menghasilkan sesuatu yang paten atau hak cipta perusahaan
seperti:
 Produkbaru,
 proses,
 ide,
 formula,
 komposisi, atau
 Kerja yang berubah.
 Biaya dalam fase penelitian selalu dibebankan pada saat terjadinya.

TIM PENYUSUN UASIKIN AJA 2018


PENGANTAR AKUNTANSI 1

 Biaya dalam fase pengembangan dibebankan sampai criteria tertentu


dipenuhi, terutama bahwa kelayakan teknologis tercapai

Contoh soal kieso hal. 449:

To illustrate, assume that Laser Scanner Ltd. Spent NT$1 million on research and NT$2
million on development of new products. Of the NT$2 million in development costs,
NT$400,000 was incurred prior to technological feasibility and strated. The company
would record these costs as follows:

Research and Development Expense 1,400,000

Development Costs 1,600,000

Cash 3,000,000

7) Penyajian dan Analisis Laporan

Analisis

Asset Turnover

TIM PENYUSUN UASIKIN AJA 2018


PENGANTAR AKUNTANSI 1

Setiap dollar yang diinvestasikan ke asset menghasilkan sebesar W 1.52 dalam penjualan.
Jika perusahaan menggunakan asetnya secara efisien, setiap investasi di asset akan
menciptakan sejumlah besar penjualan.

“Pembelajaran tidak didapat dengan


kebetulan. Ia harus dicari dengan
semangat dan disimak dengan tekun”

- Abigail Adams

TIM PENYUSUN UASIKIN AJA 2018


Pengantar
Ilmu Hukum

Criminal

Disusun oleh :
LAW
- Azkia Ananda Maghfira (1-19) Civil
- Dahra Cantika Andiani (1-13)
- Danny Fradana Putra (1-42)
LAW
- David Pratama Putra (1-43) Public
- Novi Imroatus Sholikah (1-20)
LAW

-Tim Penyusun UASIKIN AJA 2018-


TIMELINE
STUDY PIH

Pertemuan 1
Kodifikasi, Unifikasi,
dan Pembedaan
Pertemuan 2 Hukum
Sumber Hukum Formil,
Materil dan Sumber
Tertib Hukum

Pertemuan 3
Substansi Sumber
Hukum Formil

Pertemuan 4
Subjek, Objek, dan
Peristiwa Hukum

Pertemuan
Pertemuan1 5
Kodifikasi
Hak dan Perbuatan
Unifikasi
Hukum
Pembedaan Hukum

Pertemuan 6
Macam-macam
Pembagian Hukum Pertemuan
Pertemuan1 7
Kodifikasi
Penegakan Hukum
Unifikasi
dan HKekuasaan
Pembedaan ukum
Kehakiman
1
Kodifikasi,
Unifikasi
d- a n -
Pembedaan Hukum
PENGANTAR ILMU HUKUM

BAB VIII KODIFIKASI, UNIFIKASI, DAN PEMBEDAAN HUKUM


A. Istilah dan Pengertian Kodifikasi Hukum
Kodifikasi adalah pembukuan jenis-jenis hukum tertentu dalam kitab undang-
undang secara sistematis dan lengkap yang dilakukan secara resmi oleh pemerintah.

B. Unsur-unsur Kodifikasi Hukum


1. Jenis-jenis hukum tertentu (misalnya hukum perdata)
2. Sistematis
3. Lengkap

C. Tujuan Kodifikasi Hukum


1. Memperoleh kepastian hukum
2. Penyederhanaan hukum
3. Kesatuan hukum sehingga mengurangi kesimpangsiuran hukum yang bersangkutan

D. Contoh Kodifikasi Hukum


1. Kodifikasi Hukum di Eropa
 Corpus Iuris Civilis (mengenai hukum perdata) oleh Kaisar Justinianus dari
Kerajaan Romawi Timur
 Code Civil (mengenai hukum perdata) oleh Kaisar Napoleon dari Perancis
 Burgerlijk Wetboek/WB (Kitab Undang-undang Hukum Perdata) di Belanda
 Wetboek van Koophandel/WvK (Kitab Undang-undang Hukum Dagang) di
Belanda
 WvSr (Kitab Undang-undang Hukum Pidana) di Belanda
2. Kodifikasi Hukum di Indonesia
 Kitab Undang-undang hukum sipil
 Kitab Undang-undang hukum pidana
 Kitab Undang-undang hukum dagang
 Kitab Undang-undang hukum acara pidana

E. Sejarah Kodifikasi Hukum


1. Sejarah Kodifikasi di Perancis
Sebelum abad ke-18 berlaku hukum adat sehingga menyebabkan tidak
adanya kesatuan hukum, di masa ini raja sangat berkuasa dan hak warga negara
tidak dihargai. Pada awal abad ke 18 untuk mengatasi tidak adanya kepastian
hukum dan kesatuan hukum di negara Perancis maka Napoleon memerintahkan
kepada portalis untuk menyusun Rancangan Undang-Undang dengan mengambil
hukum kebiasaan yang berlaku di Perancis. Setelah disetujui, Rancangan Undang-
Undang tersebut yang terdiri dari 2000 pasal disahkan dan diundangkan sebagai
Undang-Undang Nasional Perancis.

TIM PENYUSUN UASIKIN AJA 2018


PENGANTAR ILMU HUKUM

2. Sejarah Kodifikasi di Indonesia


Burgerlijk Wetboek Negara Belanda dibawa ke Indonesia yang pada
waktu itu dinamakan Hindia Belanda sebagai jajahan Belanda. PPKI (Panitia
Persiapan Kemerdekaan Indonesia) dalam sidangnya tanggal 18 Agustus 1945
menetapkan berlakunya Undang-Undang Dasar 1945. Dengan demikian yang
berlaku mulai saat itu adalah Undang-undang Dasar 1945 dan tidak ada undang-
undang lainnya, sehingga menyebabkan kekosongan hukum. Selama masa
kekosongan hukum diadakanlah hukum peralihan yang berwujud Pasal 2 Aturan
Peralihan Undang-undang Dasar 1945 yang berbunyi : “Segala badan kenegaraan
dan peraturan yang ada masih langsung berlaku selama belum diadakan yang
baru”. Peraturan peralihan tersebut merupakan hukum transisi dari hukum
Belanda yang akan tetap berlaku sampai ada penggantinya.

F. Pengertian dan Tujuan Unifikasi Hukum


Pengertian : Suatu langkah penyeragaman hukum untuk diberlakukan bagi
seluruh bangsa di suatu wilayah negara tertentu sebagai hukum nasional di negara
tersebut.
Tujuan : - Menjamin kepastian hukum
- Memudahkan masyarakat dalam mengetahui dan menaati hukum
- Mencegah kesimpangsiuran tentang pengertian hukum serta
kemungkinan penyelewengan dalam pelaksanaan hokum

G. Eksistensi Hukum terkait Kodifikasi dan Unifikasi Hukum


1. Hukum telah dikodifikasi dan diunifikasi (KUHP, KUHD, KUHAP)
2. Hukum telah dikodifikasi tetapi belum diunifikasi (KUHPerdata)
3. Hukum telah diunifikasi tetapi belum dikodifikasi (UU No. 5 th 1960)

H. Pembedaan Hukum
 Hukum Tata Negara
Dalam HTN diatur tentang: tujuan negara, bentuk negara, bentuk
pemerintahan negara, lembaga-lembaga tinggi dan tertinggi negara, hubungan
lembaga-lembaga negara, wilayah negara, rakyat dan penduduk negara, hak-
hak dan kewajiban warga negara dsb.
 Hukum Administrasi Negara
HAN adalah hukum yg mengatur tentang instrumen yuridis bagi
penguasa untuk terlibat dalam penyelenggaraan Negara Menurut Oppenheim:
Bedanya HTN dan HAN adalah bahwa HTN mempelajari negara dalam
keadaan diam dan HAN mempelajari negara dalam keadaan bergerak.
 Hukum Acara Pidana

TIM PENYUSUN UASIKIN AJA 2018


PENGANTAR ILMU HUKUM

Hukum Acara Pidana adalah hukum yang mengatur tata cara aparatur
Negara melaksanakan dan mempertahankan hukum pidana materiil. Fungsi
HAP adalah untuk mencari dan menemukan kebenaran serta mengadili dan
menjatuhkan putusan kepada terdakwa.

ASAS-ASAS UMUM HUKUM ACARA PIDANA


a) Asas Praduga Tidak bersalah (presumption of Innocence)
b) Asas Peradilan Cepat, Sederhana dan Biaya Ringan
c) Asas Hak Ingkar
d) Asas pemeriksaan pengadilan terbuka untuk Umum
e) Asas pengadilan Memeriksa perkara pidana dengan adannya
kehadiran terdakwa
f) Asas Equality Before the law (Perlakuan Yang sama didepan Hukum)
g) Asas Bantuan Hukum
h) Asas pemeriksaan hakim yang langsung dan lisan
i) Asas ganti Rugi dan rehabilitasi
j) Asas Pengawasan dan pengamatan pelaksanaan putusan pengadilan
k) Asas kepastian jangka waktu Penahanan

 Hukum Acara Perdata


Hukum Acara Perdata adalah hukum yang mengatur tata cara
seseorang atau badan mempertahankan dan melaksanakan hak-haknya di
peradilan perdata

ASAS-ASAS UMUM HUKUM ACARA PERDATA


a) Hakim bersifat menunggu
b) Hakim pasif
c) Persidangan bersifat terbuka
d) Mendengar kedua belah pihak
e) Putusan harus disertai alasan-alasan
f) Equality before the law
g) Tidak ada alasan untuk mewakilkan
h) Hakim terikat pada alat bukti

 Hukum Pidana
Hukum Pidana adalah hukum yg mengatur tentang pelanggaran-
pelanggaran dan kejahatan-kejahatan terhadap kepentingan umum.
Tujuannya untuk melindungi kepentingan umum, menjaga ketertiban dan
keteraturan dalam masyarakat serta sebagai ultimum remedium (obat
terakhir)

TIM PENYUSUN UASIKIN AJA 2018


PENGANTAR ILMU HUKUM

ASAS-ASAS UMUM HUKUM PIDANA


a) Asas Legalitas
b) Asas Non-retroaktif
c) Asas kepastian hukum

 Hukum Perdata
Hukum Perdata adalah hukum yang mengatur kepentingan antara
individu yang satu dengan individu lainnya

PEMBAGIAN HUKUM PERDATA


a) Buku II: Ttg/perihal benda memuat hukum perbendaan serta hukum
warisan.
b) Buku III: Ttg/perihal perikatan memuat hukum kekayaan yang
mengenai hak-hak dan kewajiban yang berlaku terhadap orang-
orang atau pihak-pihak tertentu.
c) Buku IV : Ttg/perihal pembuktian dan lewat waktu (dasaluarsa).

 Hukum Dagang
Hukum Dagang adalah hukum yang mengatur hubungan hukum antara
perseorangan dan atau badan di bidang perdagangan

PEMBAGIAN HUKUM DAGANG


a) Buku I KUHD: ttg Perdagangan pada umumnya
b) Buku II KUHD: ttg Hak dan Kewajiban akibat pelayaran
c) Buku III KUHD: ttg Kepailitan
KUHD merupakan Lex Spesialis, sedangkan KUHPer sebagai Lex Generalis

 Hukum Pajak
Hukum Pajak adalah hukum yg mengatur hubungan hukum antara
Pemerintah sebagai Pemungut Pajak (fiskus) dengan rakyat sebagai wajib
pajak.

 Hukum Keuangan Negara


Hukum Keuangan Negara adalah hukum yang mengatur, pengelolaan,
pengawasan, pemeriksaan dan pertanggungjawaban anggaran Negara

 Hukum Perburuhan
Hukum Perburuhan adalah hukum yang mengatur hubungan
perburuhan yaitu hubungan antara majikan dengan buruh, dan antara
majikan/buruh dengan pemerintah.

TIM PENYUSUN UASIKIN AJA 2018


PENGANTAR ILMU HUKUM

 Hukum Internasional
Hukum Internasional merupakan keseluruhan kaedah dan asas yang
mengatur hubungan atau persoalan yang melintasi batas negara antara
negara dengan negara dan negara dengan subyek hukum lain bukan negara
atau subyek hukum bukan negara satu sama lain.

 Hukum Perdata Internasional


Hukum Perdata Internasional adalah hukum yang mengatur hubungan
perdata yang melintas batas-batas Negara.

 Hukum Perselisihan
Hukum Perselisihan terdiri dari:
a) Hukum intergentil
Himpunan peraturan-peraturan yang menentukan hukum apa yg
berlaku terhadap hubungan hukum antara orang-orang yang berlainan
golongan hukum perdatanya
b) Hukum interlokal
Hukum yang mengatur hubungan hukum WNI Asli yg mempunyai
Hukum Adat yang berbeda
c) Hukum interreligius
Hukum yang mengatur hubungan hukum antara orang-orang yang
berbeda agamanya

TIM PENYUSUN UASIKIN AJA 2018


2
Sumber Hukum
Formil, Materil
-dan-
Sumber Tertib Hukum
PENGANTAR ILMU HUKUM

BAB IX SUMBER-SUMBER HUKUM


A. Pengertian Sumber Hukum
Sumber hukum adalah segala seuatu yang menimbulkan aturan-aturan yang
mengikat dan memaksa, sehingga apabila aturan itu dilanggar akan menimbulkan sanksi
yang tegas dan nyata bagi pelanggarnya.
Yang dimaksud “segala sesuatu” adalah faktor-faktor yang berpengaruh terhadap
timbulnya hukum, faktor-faktor yang merupakan sumber kekuatan berlakunya hukum
secara formal.

B. Pendapat Para Pakar Hukum


1. Algra membagi sumber hukum menjadi:
• Sumber hukum materiil, yaitu tempat dari mana materi hukum itu diambil.
Misalnya hubungan sosial, hubungan kekuatan politik, situasi sosial ekonomi,
tradisi, keagaamaan, dan sebagainya.
• Sumber hukum formil, merupakan sumber darimana suatau peraturan memperoleh
keuatan hukum. Misalnya, undang-undang, perjanjian antar negara, yurisprudensi
dan kebiasaan.
2. Van Apeldoorn membedakannya menjadi 4, yaitu:
• Sumber hukum dalam arti historis, yaitu tempat kita dapat menemukan hukumnya
dalam sejarah atau dari segi historis.
• Sumber hukum dalam arti sosiologis, merupakan faktor-faktor yang menentukan
isi hukum positif seerti misalnya keadaan agama, pandangan agama dan
sebagainya.
• Sumber hukum dalam arti filosofis, dibagi lebih lanjut menjadi 2:
Sumber isi hukum, darimana hukum itu berasal.
Sumber kekuatan mengikat, darimana hukum itu memiliki kekuatan mengikat.
• Sumber hukum dalam arti formil, dilihat dari cara terjadinya hukum positif yang
menjadikan hukum yang berlaku mengikat hakim dan penduduk
3. Achmad Sanusi, membagi sumber hukum menjadi dua kelompok, yaitu:
• Sumber hukum normal,
Langsung atas pengakuan undang-undang, yaitu: Undang-undang, perjanjian
antar negara, dan kebiasaan.
Yang tidak langsung atas pengakuan undang-undang, yaitu: Perjanjian, Doktrin,
Yurisprudensi.
• Sumber hukum abnormal, yaitu: Proklamasi, revolusi.

TIM PENYUSUN UASIKIN AJA 2018


PENGANTAR ILMU HUKUM

C. Sumber Hukum Formil


Sumber hukum yang menentukan bentuk dan sebab terjadinya suatu peraturan
(kaidah hukum). Peraturan perundang-undangan ini memiliki dua fungsi utama yaitu
sebagai legalisasi dan legislasi. Yang dimaksud dengan legalisasi adalah mengesahkan
fenomena yang telah ada di dalam masyarakat, sedangkan yang dimaksud dengan
legislasi adalah proses untuk melakukan pembaruan hukum.
Sumber hukum formil yang dikenal di dalam ilmu hukum berasal dari enam jenis,
yaitu Undang-undang, kebiasaan, yurisprudensi, traktrat, doktrin dan hukum agama.

D. Sumber Hukum Materiil


Sumber hukum yang menentukan isi dari suatu peraturan (kaidah hukum) yang
mengikat setiap orang. Sumber hukum materiil ini berasal dari perasaan hukum
masyarakat, kondisi sosial ekonomi masyarakat, pendapat umum (public opinion),
tradisi, agama, hasil penelitian ilmiah, moral, perkembangan geografis, perkembangan
internasional dan politik hukum.

E. Sumber Tertib Hukum


Biasanya disebut sumber dari segala sumber hukum, adalah sumber hukum yang
terakhir dan tertinggi. Di Indonesia sumber tertib hukum adalah padangan hidup,
kesadaran dan cita-cita hukum serta cita-cita moral yang meliputi suasana kejiwaan serta
watak bangsa Indonesia (Riduan Syahrani).
Menurut Tap MPRS No. XX/MPRS/1966 sumber tertib hukum yaitu:
1. Pancasila
2. Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945
3. Dekrit Presiden 5 Juli 1959
4. Undang-Undang Dasar
5. Surat Perintah 11 Maret 1966

TIM PENYUSUN UASIKIN AJA 2018


3
Substansi Sumber
Hukum Formil
PENGANTAR ILMU HUKUM

BAB X SUMBER HUKUM FORMIL


A. Undang-Undang
1. Undang-undang dalam arti formil
Menurut Achmad Sanusi yang dimaksud dengan undang-undang dalam arti
formil adalah undang-undang yang ditinjau dari segi pembentukannya; undang-
undang ini dibuat serta dikeluarkan oleh badan Perundang-undangan yang berwenang
dan ditinjau dari segi bentuknya dapat disebut undang-undang.
2. Undang-undang dalam arti Materiil
Undang-undang dalam arti materiil adalah penetapan kaidah hukum yang
disebutkan dengan tegas, sehingga menurut sifatnya menjadi mengikat. Semua
peraturan perundang-undangan yang bersifat mengatur, serta keputusan penguasa
yang dilihat dari segi isinya mempunyai kekuatan mengikat untuk umum (Yang
penting: kekuatan mengikatnya).

Terdapat 2 cara atau sistem tentang pembuatan Undang-Undang, yaitu


1) Sistem Umum (Sistem Generale), yaitu sistem penyusunan isi daripada undang-undang
dengan hanya mengisi pokok-pokoknya saja, yang dimasukkan dan yang dimuat
hanya garis besarnya saja. Umumnya dianut oleh negara-negara Anglo Saxon seerti
Amerika dan Inggris.
2) Sistem undang-undang lengkap, didalam sistem ini undang-undang dibuat oleh
pembuatnya dengan pasal-pasal yang lengkap sekali, terperinci, jelas dan lebih banyak
mengara ke hukum dalam bentuk kodifikasi. Banyak dianut oleh negara-negara Eropa
Kontinental.

B. Kebiasaan
Merupakan tindakan menurut pola tingkah laku yang tetap, ajeg, lazim, normal,
atau adat dalam masyarakat atau pergaulan hidup tertentu. Karena diulang oleh orang
banyak maka mengikat orang lain untuk melakukan hal yang sama, karenanya
menimbulkan keyakinan atau kesadaran, bahwa hal itu memang patut dilakukan.
Untuk timbulnya kebiasaan diperlukan beberapa syarat tertentu, yaitu:
i) Syarat materiil, yaitu adanya perbuatan tingkah laku yang dilakukan berulang-ulang
di dalam masyarakat tertentu.
ii) Syarat intelektual, merupakan adanya keyakinan hukum dari masyarakat yang
bersangkutan.
iii) Adanya akibat hukum apabila hukum itu dilanggar

TIM PENYUSUN UASIKIN AJA 2018


PENGANTAR ILMU HUKUM

C. Yurisprudensi
Merupakan hukum yang timbul dari putusan-putusan pengadilan, terutama
putusan-putusan dari pengadilan tertinggi (MA). Putusan pengadilan tidak langsung
menimbulkan hukum, melainkan merupakan faktor saja dalam pembentukan hukum,
karena biasanya putusan-putusan pengadilan tertinggi diikuti oleh pengadilan-
pengadilan yang lebih rendah.
Memiliki peran untuk memberikan penafsiran terhadapa ketentuan perundang-
undangan, serta mengisi kekosongan peraturan perundang-undangan.

D. Traktat
Tractaat (traktat) atau Treaty adalah perjanjian yang dibuat antar negara yang
dituangkan dalam bentuk tertentu, perjanjian tersebut merupakan perjanjian
internasional. Perjanjian adalah hubungan hukum antar dua oang atau lebih dimana salah
satu pihak atau dimana keduanya saling mengikatkan diri. Kontrak atau kesepakatan yang
mereka buat menjadi landasan hukum untuk menyelesaikan persoalan hukum yang
terjadi diantara para pihak.
Macam-macam traktat:
1. Traktat bilateral atau traktat binasional atau twee zijdig, apabila perjanjiannya antara
dua pihak.
2. Traktat multilateral apabila dibuat oleh banyak negara.
3. Traktat kolektif atau traktat terbuka adalah traktat multilateral yang boleh dimasuki
oleh negara lain.

E. Doktrin
Doktrin adalah pendapat para sarjama hukum yang terkemuka yang besar
pengaruhnya terhadap hakim, dalam mengambil keputusannya. Doktrin yang belum
digunakan hakim dalam mempertimbangkan keputusannya belum merupakan sumber
hukum formil.
Doktrin dapat diteukan dalam tulisan-tulisan hukum (legal writing). Doktrin
merupakan sumber hukum tidak langsung dan menjadi sumber hukum pelengka bagi
hakim apabila undang-undang, perjanjian internasional dan jurisprudensi ternyata tidak
dapat memberi jawaban atas perkara yang ditangani oleh hakim.

F. Sumber Hukum Civil Law


Sistem ini diturunkan dari Hukum Romawi Kuno dan pertama kali diterapkan di Eropa
berdasarkan jus civile Romawi, yaitu hukum privat yang diaplikasikan kepada warga
negara diantara warga negara.

TIM PENYUSUN UASIKIN AJA 2018


PENGANTAR ILMU HUKUM

Berikut beberapa karakter dari hukum civil law:


1. Adanya kodifikasi hukum sehingga pengambila keputusan oleh hakim dan oleh
penegak hukum lainnya harus mengacu pada kitab Undang-Undang.
2. Hakim tidak terikat pada preseden atau yurisprudensi.
3. Peradilan menganut sistem inkuisitorial. Hakim mempunyai peranan yang besar
dalam mengarahkan dan memutus suatu perkara. Hakim bersifat aktif dalam
menemukan fakta hukum dan cermat dalam menilai bukti.

G. Sumber Hukum Common Law


Menurut sistem Common Law, menempatkan undang-undang sebagai acuan
utama merupakan suatu perbuatan yang berbahaya karena aturan undang-undang itu
merupakan hasil karya kaum teoritisi yang bukan tidak mungkin berbeda dengan
kenyataan dan tidak sinkron dengan kebutuhan.
Ciri atau karakteristik dari sistem Common Law adalah:
1. Yurisprudensi sebagai sumber hukum utama.
2. Dianutnya doktrin Stare Decicis/Preseden, mengandung makna bahwa hakim terikat
untuk mengikuti dan atau menerapkan putusan pengadilan terdahulu.
3. Adversary System dalam proses peradilan. Dalam sistem ini kedua belah pihak yang
bersengketa menggunakan lawyernya dan masing-masing menyusun strategi
sedemikian rupa dan mengemukan dalil serta bukti sebanyak-banyaknya di depan
hakim.

TIM PENYUSUN UASIKIN AJA 2018


4
Subjek, Objek
-dan-
Peristiwa Hukum
PENGANTAR ILMU HUKUM

BAB XI SUBJEK HUKUM, OBJEK HUKUM DAN PERISTIWA HUKUM


A. Subjek Hukum
1. Pengertian Subjek Hukum
Subjek hukum dalam bahasa Belanda “Rechtssubject” dalam bahasa inggris “Person”
artinya “pemegang hak dan kewajiban”. Subyek hukum adalah sesuatu yang menurut
hukum berhak/berwenang untuk melakukan perbuatan hukum atau siapa yang
mempunyai hak dan cakap untuk bertindak dalam hukum. Pada dasarnya yang dapat
menjadi subyek hukum adalah manusia (Natuurlijk person) atau badan
hukum(Rechtperson).
2. Manusia sebagai Subyek Hukum
a. Pandangan Hukum Modern
Setiap orang atau asasi merupakan pendukung hak yang berlaku sama bagi
seluruh umat manusia, karena mereka sama-sama merupakan makhluk Tuhan Yang
Maha Esa. Setiap orang adalah subyek hukum dengan tidak memandang agama /
kewarganegaraannya.
b. Pandangan Dunia
Setiap manusia/pribadi menjadi subyek hukum sejak saat dia lahir dan berakhir
dengan kematiannya.
c. Pandangan Agama
Setiap manusia/pribadi menjadi subyek hukum sejak benih/pembibitan ada pada
kandungan ibunya, selama ia hidup dan setelah ia meninggal dunia sampai ke
akhirat, sehingga menurut hukum agama pengguguran kandungan merupakan
pembunuhan anak itu dan pelanggaran hak subyek hukum si anak.
d. Pandangan Hukum Indonesia
 Berdasarkan Pasal 7 UUDS 1950 ayat 1-4 bahwa setiap manusia /pribadi adalah
pendukung hak.
 Dalam sedang pleno tanggal 11 September 1958 : setiap orang berhak atas
kehidupan dan penghidupan, kemerdekaan dan keselamtannya.
3. Pengecualian
a. Anak dalam Kandungan
Manusia sebagai subyek hokum memang berlaku sejak dia lahir sampai
meninggal, namun pengecualian memang ada atas wewenang hukum, ialah anak
dalam kandungan. Meskipun ia belum lahir, dia dianggap telah lahir apabila
kepentingan si anak dikehendaki. Dan dianggap tidak pernah ada, apabila anak
meninggal pada saat dilahirkan atau sebelumnya. Pasal yang mengatur hal ini
adalah pasal 2 KUH Perdata.
b. Cakap Hukum
Seorang yang dianggap cakap hukum apabila :

TIM PENYUSUN UASIKIN AJA 2018


PENGANTAR ILMU HUKUM

1) Telah Dewasa
Secara umum berdasarkan KUHPerdata adalah 21 tahun atau sebelumnya
telah menikah. Tetapi untuk perbuatan hukum tertentu sesuai dengan
konteksnya. Misal untuk menjadi pemilih dalam Pemilu, berdasarkan UU NO.
7 Tahun 2017 tentang Pemilu, pemilih adalah WNI yang berusia minimal 17
tahun atau sudah menikah.
2) Tidak berada dalam pengampuan
Tidak berada dalam pengampuan adalah tidak sedang dalam gangguan jiwa,
pemabuk, pemboros. (pasal 433 KUHPerdata)
3) Tidak dilarang UU untuk melakukan perbuatan hukum (tidak sedang menjalani
hukuman).

B. Objek Hukum
1. Pengertian Objek Hukum
Objek hukum adalah segala sesuatu yang berguna bagi subyek hukum dan yang dapat
menjadi pokok permasalahan dan kepentingan para subyek hukum. Biasanya adalah
benda atau zaak.
2. Benda sebagai Obyek hukum
Menurut pasal 499 KUHPerdata, benda adalah sesuatu yang dapat dihaki atau
menjadi hak milik.

Benda

Berdasarkan pasal Berdasarkan pasal Berdasarkan Pasal


503 KUHPerdata 504 KUHPerdata 505 KUHPerdata

Benda Berwujud. Benda Bergerak. Benda bergerak


Contoh : Rumah , Contoh : Kambing, yang dapat
meja, mobil dll sepatu, dll dihabiskan. Contoh
: Beras, minyak,
bensin, dll

Benda tidak Benda tidak bergerak. Benda bergerak


berwujud. Contoh : Contoh : rumah, yang tidak dapat
Hak atas tanah, Hak bangunan, tanah, dll dihabiskan. Contoh
cipta, dll
: mobil, perhiasan,
dll

TIM PENYUSUN UASIKIN AJA 2018


PENGANTAR ILMU HUKUM

3. Manusia sebagai Objek Hukum


 Zaman Pendudukan
Orang sebagai subyek hokum jika hak dan kewajibannya dilenyapkan/dicabut,
diperjualbelikan, dan terjadi perbudakan. Hal ini pernah terjadi sebelum abad
pertengahan sampai abad ke 17-18.
 Pandangan Hukum Modern
Pada masa sekarang ini perbudakan tidak ada karena hal ini bertentangan
dengan HAM yang dicetuskan tanggal 10 Desember 1948 oleh Lembaga dunia
PBB dalam Universal Declaration of Human Right. Setiap manusia mempunyai
kepribadian yang dijamin oleh hukum, sejak dia lahir sampai meninggal. Dan
selama itu, hak asasinya tidak boleh dilanggar oleh siapapun.
 Pandangan Agama
Menurut ketentuan agama, tidak dibenarkan manusia dianggap sebagai objek
hukum, karena manusia adalah makhluk yang sempurna dimuka bumi ini yang
memiliki kedudukan lebih tinggi daripada makhluk lainnya.

C. Peristiwa Hukum
1. Pengertian
Peristiwa hukum adalah suatu kejadian yang akibatnya diatur oleh hukum
(menimbulkan hak dan kewajiban). Menurut Van Aperdoorn peristiwa hukum
adalah peristiwa berdasarkan hukum menimbulkan atau menghapuskan hak.
Menurut Bellefroid, peristiwa hukum adalah peristiwa sosial yang tidak
secara otomatis dapat merupakan/menimbulkan hukum, melainkan oleh
peraturan dijadikan peristiwa hukum. Tidak setiap peristiwa
sosial/kemasyarakatan adalah peristiwa hukum, karena tidak semua peristiwa
akibatnya diatur oleh hukum.
2. Macam-macam Peristiwa Hukum
a. Peristiwa hukum dan peristiwa melanggar hukum
Contoh : Kelahiran, kematian, pencemaran laut dan sebagainya.
b. Peristiwa hukum tunggal dan hukum majemuk
Peristiwa hukum tunggal contoh ; hibah
Peristiwa hukum majemuk contoh : dalam peristiwa jual beli akan terjadi
peristiwa tawar menawar, penyerahan barang, penerimaan barang.
c. Peristiwa hukum sepintas dan peristiwa terus menerus
Peristiwa hukum sepintas contohnya : pembatalan perjanjian, tawar
menawar
Peristiwa hukum terus menerus contohnya : Perjanjian sewa menyewa
berjalan bertahun-tahun.
d. Peristiwa hukum positif dan peristiwa hukum negatif
e. Peristiwa hukum menurut isinya

TIM PENYUSUN UASIKIN AJA 2018


PENGANTAR ILMU HUKUM

Perbuatan bersegi
Perbuatan satu
Hukum
Karena
Perbuatan bersegi
perbuatan dua atau lebih
subyek
hukum
Perbuatan yang Perbuatan yang
bukan perbuatan tidak dilarang
hukum
Perbuatan yang
Peristiwa dilarang
Hukum
Kepailitan
Keadaan yang
nyata
Karena Kadaluarsa Ekstinsif
perbuatan dan aquisitif
oleh
hukum/perbua
tan lainnya kelahiran
Perkembangan
pisik kehidupan
kematian

Orang bijak belajar ketika mereka


bisa. Orang bodoh belajar ketika
mereka harus.

Arthur Weeesley

TIM PENYUSUN UASIKIN AJA 2018


5
Hak
-dan-
Perbuatan Hukum
PENGANTAR ILMU HUKUM

BAB 12 HAK DAN PERBUATAN HUKUM


A. Hak
1. Pengertian Hak
Setiap hubungan hukum akan mempunyai dua segi: segi pertama yaitu kekuasaan/
kewenangan/hak dan segi kedua yaitu kewajiban. Kewenangan yang diberikan oleh
hukum kepada subyek hukum disebut HAK.
Hak dan wewenang dalam bahasa Latin digunakan istilah 'Ius', dalam bahasa
Belanda dipakai istilah 'Recht', sementara dalam bahasa Perancis digunakan istilah
'Droit'.
Untuk membedakan antara hak dan hukum, dalam bahasa Belanda dipergunakan
istilah 'subjectief recht' untuk hak, dan 'objectief recht' untuk hukum atau digunakan
juga untuk peraturan-peraturan yang menimbulkan hak bagi seseorang atau badan
hukum.
Dalam bahas Inggris, perkataan 'Law' mengandung arti hukum atau undang-
undang dan perkataan 'right' mengandung arti hak atau wewenang.

2. Teori tentang Hak


a. Belangen Theori oleh Rudolf van Jhering
Hak itu merupakan sesuatu yang penting bagi yang bersangkutan, yang
dilindungi oleh hukum. Namun teori ini mudah mudah mengcaukan antara hak
dengan kepentingan. Memang hak bertugas melindungi kepentingan yang berhak.
Namun dalam realisasinya, sering hukum itu melindungi kepentingan dengan
tidak memberikan hak kepada yang bersangkutan. Contoh : Pasal 34 UUD 1945,
bantuan negara terhadap fakir miskin dan anak-anak terlantar. Hal ini bukan
berarti fakir miskin atau anak terlantar langsung berhak atas pemeliharaan oleh
Negara.
b. Wilsmacht Theori oleh Bernhard Winscheid
Hak adalah suatu kehendak yang dilengkapi dengan kekuatan yang oleh tata
tertib hukum diberikan kepada yang bersangkutan. Berdasarkan kehendak ini,
maka yang bersangkutan dapat memiliki rumah, tanah dan lain sebagainya.
Menurut teori ini orang yang gila dan anak kecil tidak dapat diberikan hak karena
mereka belum/tidak dapat menyatakan kehendaknya.
c. Teori gabungan antara unsur kepentingan dengan unsur kehendak
1) Van Apeldoorn
Hak adalah suatu kekuatan (match) yang diatur oleh hukum dan
kekuasaan ini berdasarkan kesusilaan (moral) dan tidak hanya kekuatan fisik
saja. Contohnya pencuri menguasai secara fisik barang curiannya, tapi tidak
secara moral dan adil. Maka ini bukan hak.
2) Utrecht
Hak adalah jalan untuk memperoleh kekuatan, tapi hak itu sendiri
bukan kekuatan.

TIM PENYUSUN UASIKIN AJA 2018


PENGANTAR ILMU HUKUM

3) Lemaire
Hak adalah sama dengan izin. Izin bagi yang bersangkutan untuk
berbuat sesuatu. Tapi izin ini bukan bersumber pada hukum melainkan
sejajar/sederajat dengan hukum.

3. Sosialisasi Hak
Adanya sosialisasi hukum yang mengubah sifat dan tujuan hukum, maka akan
mengubah pula sifat dan tujuan hak, sehingga hak mengalami perubahan soisalisasi
(goal based theories). Terdapat teori Leon Duguit : “Tidak ada manusia
seorangpun yang mempunyai hak. Sebaliknya dalam masyarakat bagi manusia
hanya ada satu tugas sosial”. Bahkan tata tertib hokum itu dasarnya adalah tugas-
tugas sosial yang wajib dijalankan oleh anggota masyarakat. Teori Duguit ini
disebut teori fungsi sosial dan hak diganti dengan pengertian fungsi sosial.

4. Penyalahgunaan Hak
a. Misbruik Van Recht
Menyalahgunakan hak dianggap ada, apabila orang menjalankan haknya
secara tidak sesuai dengan tujuan. Contoh : membangun cerobong asap diatas
rumah persis didepan jendela tetangga. Sementara itu, cerobong asap tersebut
sama sekali tidak ada manfaatnya.
b. Detournement de Pouvoir
Apabila ada orang/pejabat menyimpang dari menjamin kepastian
hukum. Contohnya seorang pejabat Kabag Kepegawaian hanya menerbitkan
SK kenaikan pangkat bagi PNS yang memberi sejumlah uang kepadanya.
c. Abus de Droit
Menjalankan jabatan untuk kepentingan pribadi/golongan. Contohnya
Menpora Andi Malarangeng yang terlibat dalam kasus korupsi proyek
Hambalang.

5. Macam-macam Hak
a. Hak Mutlak (Hak Absolut)
Adalah kekuasaan mutlak yang oleh hukum diberikan kepada subyek hukum
untuk berbuat sesuatu atau bertindak akan memperhatikan kepentingannya.
Dan hal ini wajib dihormati oleh orang lain.
Hak mutlak terdiri dari :
1) Hak pokok/dasar/azasi manusia, misalnya: hak untuk hidup,
berserikat/berkumpul, hak untuk mendapat perlindungan hukum.
2) Hak publik mutlak, Misalnya: Hak kemerdekaan setiap bangsa, hak negara
untuk memungut pajak dari rakyatnya
3) Hak Privat /hak keperdataan:
 Hak pribadi misalnya: hak atas nama baik pribadi

TIM PENYUSUN UASIKIN AJA 2018


PENGANTAR ILMU HUKUM

 Hak keluarga: hak yang ditimbulkan karena hubungan antara anggota


keluarga satu dengan yang lain, misalnya , Hak marital (hak suami
menguasai istrinya dan harta istrinya), Hak kekuasaan orang tua
(Ouderlijke Macht), Hak perwalian (Voogdij),Hak Pengampuan
(Curatele).
4) Hak kekayaan: adalah hak yang dapat dihargai dengan uang terdiri atas:
 Hak kebendaan misalnya hak milik
 Hak atas benda imateriil misalnya hak atas kekayaan intelektual

b. Hak Relatif (Nisbi)


Adalah hak yang memberikan wewenang kepada seorang atau beberapa
orang tertentu untuk menuntut supaya seseorang atau beberapa orang lain
memberikan sesuatu, melakukan sesuatu, atau tidak melakukan sesuatu.
Hak relatif dibagi dalam :
1) Hak publik relatif misalnya hak negara menghukum pelanggar tindak pidana
menurut KUHP (negara mempunyai hak menghukum terbatas pada tindak
pidana yang didakwakan saja), hak negara memungut pajak berdasarkan
UU Perpajakan (terbatas yang diatur dalam UU)
2) Hak keluarga relatif misalnya suami istri dengan mengikatkan diri pada
perkawinan dan hanya karena itu, terikat mereka dalam perjanjian timbal
balik akan memelihara dan mendidik anak mereka
3) Hak kekayaan relatif, adalah semua hak kekayaan yang bukan hak
kebendaan atau barang ciptaan manusia. Misalnya perutangan.
Menimbulkan hak menagih hanya pada orang tertentu.

B. Perbuatan Hukum
1. Pengertian
Perbuatan hukum adalah setiap perbuatan manusia yang dilakukan dengan sengaja
untuk menimbulkan hak dan kewajiban.
2. Perbuatan hukum terjadi apabila :
a. Adanya kehendak orang itu untuk bertindak, menerbitkan/menimbulkan akibat
yang diatur oleh hukum.
b. Adanya pernyataan kehendak.
3. Perbuatan hukum terdiri dari :
a. Perbuatan hukum sepihak
Adalah perbuatan yang dilakukan oleh satu pihak saja. Contoh : pembuatan surat
wasiat
b. Perbuatan hukum dua pihak
Contoh : perjanjian sewa menyewa

TIM PENYUSUN UASIKIN AJA 2018


PENGANTAR ILMU HUKUM

C. Bukan Perbuatan Hukum


Perbuatan yang akibatnya tidak dikehendaki oleh orang yang tersangkut adalah
bukan perbuatan hukum, meskipun akibat tersebut diatur oleh peruran hukum. Bukan
perbuatan hukum itu ada dua macam :
1. Perbuatan hukum yang tidak dilarang oleh hukum
a. Zaakwaarneming, ialah tindakan mengurus kepentingan orang lain tanpa
diminta oleh orang itu. Misalnya A sedang sakit. Tanpa diminta oleh si A, si B
pun mengurus kepentingan A sampai A sembuh dan dapat mengurus
kepentingannya kembali. Hal ini sesuai dengan pasal 1354 KUH Perdata. 4
b. Onverschuldigde betaling, ialah orang yang membayar utang kepada orang
lain, karena ia mengira mempunyai utang padahal sebenarnya tidak..
2. Perbuatan yang dilarang oleh hukum (onrechtmatige daad)
Adalah suatu perbuatan yang menimbulkan kerugian kepada orang lain dan
mewajibkan si pelaku untuk mengganti kerugian yang ditimbulkannya (pasal 1365
KUH Perdata). Perbuatan-perbuatan yang melawan hukum tersebut dalam pasal
1365-1380 KUH Perdata.
D. Akibat Hukum
Akibat hukum adalah segala akibat yang terjadi dari setiap perbuatan atau peristiwa
hukum yang dilakukan oleh subjek hukum oleh objek hukum. Akibat hukum dapat
berwujud :
1. Lahirnya, berubahnya, atau lenyapnya suatu keadaan hukum. Contoh: Setelah
menginjak usia 21 tahun, akibat hukum dari seseorang berubah yaitu dari tidak
cakap hukum menjadi cakap hukum.
2. Lahirnya, berubahnya, atau lenyapnya suatu hubungan hukum antara dua atau
lebih subjek hukum dimana hak dan kewajiban pihak yang satu berhadapan
dengan hak dan kewajiban pihak yang lain. Contoh: A mengadakan perjanjian jual-
beli dengan B, maka lahirlah hubungan hukum antara A dan B. Setelah dibayar
lunas, hubungan hukum tersebut menjadi lenyap.
3. Lahirnya sanksi apabila dilakukan tindakan yang melawan hukum. Contohnya:
seorang pencuri yang diberi sanksi hukuman adalah suatu akibat hukum dari
perbuatan si pencuri tersebut ialah mengambil barang orang lain tanpa hak dan
secara melawan hukum.

Jangan menyerah. Menderitalah


sekarang dan hiduplah sebagai juara
nantinya.
Muhammad Ali

TIM PENYUSUN UASIKIN AJA 2018


6
Macam-macam
Pembagian Hukum
PENGANTAR ILMU HUKUM

BAB 13 MACAM-MACAM PEMBAGIAN HUKUM


A. Hukum menurut sumbernya
 Hukum undang-undang, yaitu hukum yang tercantum dalam peraturan
perundangan. Hukum undang-undang merupakan hukum yang tertulis, baik nasional
maupun internasional.
 Hukum kebiasaan dan adat, yaitu hukum yang terletak dalam peraturan-peraturan
kebiasaan. Biasanya hukum ini dijumpai dalam suatu ketentuan-ketentuan kebiasan
atau adat yang diyakini untuk ditaati oleh anggota dan para penguasa masyarakat.
 Hukum traktat, yaitu hukum yang ditetapkan oleh negara-negara suatu dalam
perjanjian negara.
 Hukum jurisprudensi, yaitu hukum yang terbentuk karena putusan hakim.
 Hukum doktrin, yaitu hukum yang terbentuk dari pendapat seseorang atau beberapa
orang sarjana hukum yang terkenal dalam ilmu pengetahuan hukum dan sangat
berpengaruh.

B. Hukum menurut bentuknya


 Hukum tertulis, yaitu hukum yang dicantumkan pada berbagai perundangan. Hukum
tertulis dapat dibagi lagi menjadi hukum tertulis yang dikodifikasikan dan hukum
tertulis yang tidak dikodifikasikan.
 Hukum tidak tertulis (hukum kebiasaan), yaitu hukum yang masih hidup dalam
keyakinan masyarakat, tapi tidak tertulis, namun berlakunya ditaati seperti suatu
peraturan perundangan.

C. Hukum menurut tempat berlakunya


 Hukum nasional, yaitu hukum yang berlaku dalam suatu wilayah negara tertentu.
 Hukum internasional, yaitu yang mengatur hubungan hubungan hukum dalam dunia
internasional.
 Hukum asing, yaitu hukum yang berlaku di negara lain.

D. Hukum menurut waktu berlakunya


 Ius constitutum (hukum positif), yaitu hukum yang berlaku sekarang bagi suatu
masyarakat tertentu dalam suatu daerah tertentu.
 Ius constituendum, yaitu hukum yang diharapkan berlaku pada masa yang akan
datang.
 Hukum asasi (hukum alam), yaitu hukum yang berlaku dimana-mana dalam segala
waktu dan untuk segala bangsa di dunia.

E. Hukum menurut cara mempertahankannya


 Hukum material, yaitu hukum yang memuat peraturan yang mengatur kepentingan
dan hubungan yang berwujud perintah-perintah dan larangan.

TIM PENYUSUN UASIKIN AJA 2018


PENGANTAR ILMU HUKUM

 Hukum formil, yaitu hukum yang memuat peraturan yang mengatur tentang
bagaimana cara melaksanakan hukum material. Hukum formil juga disebut sebagai
hukum proses atau hukum acara.

F. Hukum menurut sifatnya


 Hukum yang memaksa, yaitu hukum yang dalam keadaan bagaimanapun
mempunyai paksaan mutlak. Hukum ini dalam keadaan konkret tidak bisa
dikesampingkan.
 Hukum yang mengatur, yaitu hukum yang dapat dikesampingkan apabila pihak-
pihak yang bersangkutan telah membuat peraturan sendiri.

G. Hukum menurut wujudnya


 Hukum obyektif, yaitu hukum dalam suatu negara berlaku umum dan tidak
mengenai orang atau golongan tertentu.
 Hukum subyektif, yaitu hukum yang timbul dari hukum obyektif dan berlaku pada
orang tertentu atau lebih. Hukum ini disebut juga hak.

H. Hukum menurut isinya


 Hukum privat, yaitu hukum yang mengatur hubungan antara orang yang satu
dengan yang lain dengan menitik beratkan pada kepentingan perseorangan.
 Hukum publik, yaitu hukum yang mengatur hubungan antara negara dengan alat
kelengkapannya atau hubungan antara negara dengan warganegara.

TIM PENYUSUN UASIKIN AJA 2018


7
Penegakan Hukum
-dan-
Kekuasaan Kehakiman
PENGANTAR ILMU HUKUM

BAB 14 PENEGAKAN HUKUM & KESADARAN HUKUM


A. Hakikat Penegakan Hukum
Penegakan hukum pada hakikatnya merupakan upaya menyelaraskan nilai-nilai
hukum dengan merefleksikan di dalam sikap dan tindak pergaulan, demi terwujudnya
keadilan, kepastian hukum dan kemanfaatan keadilan dengan menerapkan sanksi-
sanksi.
Menurut Satjipto Rahardjo: Penegakan hukum merupakan suatu usaha untuk
mewujudkan ide-ide tentang keadilan, kepastian hukum dan kemanfaatan sosial
menjadi kenyataan. Proses perwujudan ide-ide itulah yang merupakan hakikat dari
penegakan hukum.
Penegakan hukum (law enforcement) sebagai bagian dari yurisdiksi negara, berisi
tentang beberapa hal:
1. Wewenang membuat aturan-aturan hukum untuk mengatur berbagai kepentingan
nasional (jurisdiction of legislation atau jurisdiction of law);
2. Wewenang menegakkan aturan hukum yang berlaku (jurisdiction to enforce of
law).
Dalam menegakan hukum terdapat 3 hal yang harus diperhatikan :
a. Kepastian Hukum
Setiap orang menginginkan agar hukum harus dilaksanakan dan ditegakan terhadap
setiap peristiwa yang terjadi tanpa ada penyimpangan dan pandang bulu, guna
mencapai ketertiban masyarakat.
b. Kemanfaatan Hukum
Hukum dalam pelaksanaan dan penegakannya harus memberi manfaat bagi
masyarakat, jadi jangan sebaliknya penegakan hukum justru menimbulkan keresahan
dalam masyarakat.
c. Keadilan
Nilai-nilai keadilan yang harus terkandung dalam penegakan hukum di Indonesia
adalah penegakan hukum yang mencerminkan nilai-nilai yang sesuai dengan Pancasila
dan UUD 1945. pelaksanaan penegakan hukum juga harus mencapai keadilan.
Penerapan aturan hukum harus mempertimbangkan fakta dan keadaan yang terdapat
dalam setiap kasus.

B. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Penegakan Hukum


1. Faktor Hukumnya Sendiri
Misalnya UU. Semakin baik suatu peraturan hukum (UU) akan semakin
memungkinkan penegakan hukum.
2. Faktor Penegak Hukum
yakni pihak yang membentuk maupun menerapkan hukum. Pihak-pihak yang
menerapkan hukum misalanya: kepolisian, kejaksaan, kehakiman, kepengacaan
dan masyarakat. Pihak-pihak yang membuat hukum, yaitu badan legislatif dan
pemerintah.

TIM PENYUSUN UASIKIN AJA 2018


PENGANTAR ILMU HUKUM

3. Faktor Sarana
Sarana atau fasilitas yang mendukung penegakan hukum antara lain mencakup
tenaga manusia yang berpendidikan dan terampil, organisasi yang baik, peralatan
yang memadai dan keuangan yang cukup dsb.
4. Faktor Kebudayaan
Suatu kebudayaan di dalamnya mencakup nilai-nilai yang mendasari hukum
yang berlaku yang merupakan konsepsi abstrak mengenai hal yang dianggap baik
maupun buruk.
5. Faktor Masyarakat
Bagian terpenting dari masyarakat yang menentukan penegakan hukum adalah
kesadaran hukum masyarakat. Semakin tinggi tingkat kesadaran hukum
masyarakat, maka akan semakin memungkinkan penegakan hukum yang baik.

C. Pelaksanaan Penegakan Hukum


1. Tindakan Pencegahan/Preventif:
Penanggulangan kejahatan secara preventif dilakukan untuk mencegah
terjadinya atau timbulnya kejahatan yang pertama kali. Mencegah lebih baik
daripada mencoba mendidik penjahat menjadi lebih baik kembali, agar tidak terjadi
lagi kejahatan ulangan.
2. Tindakan Represif/Penindakan:
Upaya penanggulangan kejahatan secara konsepsional yang ditempuh
setelah terjadi kejahatan. Dimaksudkan untuk menindak para pelaku kejahatan
sesuai dengan perbuatannya serta memperbaiki kembali agar tidak mengulangi lagi.
Proses penegakan hukum agar dapat berlangsung secara efektif harus
memperhatikan beberapa segi, antara lain :
 Ketentuan hukumnya haruslah sejelas mungkin dan dimengerti oleh aparat
penegak hukumnya;
 Adanya pembagian wewenang yang jelas dan tanggung jawab dari masing-
masing instansi tersebut, karena jika tidak akan terjadi “double jurisdiction”;
 Memperhatikan perkembangan-perkembangan hukum yang terjadi di dunia
internasional.

D. Kesadaran Hukum
Kesadaran hukum merupakan faktor dalam penemuan hukum. Bahkan Krabble,
menyatakan bahwa sumber segala hukum adalah kesadaran hukum. Dengan begitu,
maka yang disebut hukum hanyalah yang memenuhi kesadaran hukum kebanyakan
orang, maka UU yang tidak sesuai dengan kesadaran hukum kebanyakan orang akan
kehilangan kekuatan mengikat.
Sudikno Mertokusumo dalam Buku Bunga Rampai Ilmu Hukum: Kesadaran
hukum adalah kesadaran tentang apa yang seyogyanya kita lakukan atau perbuat
terutama terhadap orang lain. Kesadaran hukum mengandung sikap toleransi.

TIM PENYUSUN UASIKIN AJA 2018


PENGANTAR ILMU HUKUM

Ewick dan Silbey : Kesadaran hukum mengacu ke cara-cara dimana orang-orang


memahami hukum dan institusi-institusi hukum, yaitu pemahaman-pemahaman yang
memberikan makna kepada pengalaman dan tindakan orang-orang.
Beberapa hal yang ditekankan dalam kesadaran hukum :
1. Kesadaran tentang “apa itu hukum”. Karena pada prinsipnya hukum merupakan
kaedah yang fungsinya untuk melindungi kepentingan manusia.
2. Kesadaran tentang “kewajiban hukum kita terhadap orang lain”, berarti dalam
melaksanakan hak akan hukum, kita dibatasi oleh hak orang lain terhadap hukum
itu. Dengan begitu, dalam kesadaran hukum menganut sikap tenggang
rasa/toleransi, yaitu seseorang harus menghormati dan memperhatikan kepentingan
orang lain, dan terutama tidak merugikan orang lain.
3. Kesadaran tentang adanya atau terjadinya “tindak hukum”, berarti bahwa tentang
kesadaran hukum itu baru dipersoalkan atau dibicarakan dalam media elektronik
kalau tejadi pelanggaran hukum, seperti pembunuhan, pemerkosaan, terorisme,
KKN dll.
Cara meningkatkan kesadaran hukum :
a. Tindakan (Action)
Tindakan penyadaran hukum pada masyarakat dapat dilakukan berupa
tindakan drastis, yaitu dengan memperberat ancaman hukuman atau dengan lebih
mengaitkan pengawasan ketaatan warga negara terhadap UU. Cara ini bersifat
insidentil dan kejutan, dan bukan merupakan tindakan yang tepat u/ meningkatkan
kesadaran hukum masyarakat.
b. Pendidikan (Education)
Menanamkan kesadaran hukum berarti menanamkan nilai-nilai kebudayaan.
Dan nilai-nilai kebudayaan dapat dicapai dengan pendidikan. Oleh karena itu
setelah mengetahui kemungkinan sebab-sebab merosotnya kesadaran hukum
masyarakat, usaha pembinaan yang efektif dan efisien ialah dengan pendidikan.

“Mimpi tidak pernah menyakiti


siapa pun jika dia terus bekerja
tepat di belakang mimpinya untuk
mewujudkannya semaksimal
mungkin.”

-F. W. Woolworth-

TIM PENYUSUN UASIKIN AJA 2018


PENGANTAR ILMU HUKUM

BAB 14 KEKUASAAN KEHAKIMAN


Bagan Sistem Peradilan di Indonesia

Mahkamah Mahkamah
Agung Konstitusi

Peradilan Peradilan Peradilan


Peradilan TUN
Umum Agama Militer

Peradilan
Tipikor
A. Mahkamah Agung
Mahkamah Agung (Supreme Court) adalah pengadilan tertinggi dalam tingkatan
pengadilan yang terdiri dari banyak daerah hukum. Secara garis besar, putusan dari MA
tidak akan ditinjau lebih lanjut oleh pengadilan lain.
MA adalah lembaga tinggi negara dalam sistem ketatanegaraan Indonesia yang
memegang kekuasan kehakiman bersama-sama dengan Mahkamah Konstitusi dan bebas
dari pengaruh kekuasaan lainnya. MA membawahi badan peradilan dalam lingkungan
peradilan umum, agama, militer dan TUN.
Mahkamah Agung memiliki wewenang :
 Memutus permohonan kasasi terhadap putusan pengadilan tingkat banding atau
tingkat terakhir dari semua lingkungan peradilan.
 Menguji peraturan secara materiil terhadap peraturan perUUan di bawah UU.
 Melakukan pengawasan terhadap penyelenggaraan peradilan di semua lingkungan
peradilan dalam penyelenggaraan kekuasan kehakiman.
UU No. 14 Tahun 1970 tentang Ketentuan Pokok Kekuasaan Kehakiman, pada Pasal
10 ayat (2) menyebutkan bahwa MA adalah pengadilan negara tertinggi, dalam arti MA
sebagai badan pengadilan kasasi (terakhir) bagi putusan-putusan yang berasal dari
pengadilan di bawahnya, yaitu pengadilan tingkat pertama dan pengadilan tingkat
banding yang meliputi 4 lingkungan peradilan:
 Peradilan Umum;
 Peradilan Agama;
 Peradilan Militer;
 Peradilan TUN.

TIM PENYUSUN UASIKIN AJA 2018


PENGANTAR ILMU HUKUM

Dengan adanya UU 14 Tahun 1985, MA dalam menjalankan tugasnya, mempunyai


5 fungsi, yaitu: Fungsi peradilan; Fungsi pengawasan; Fungsi pengaturan; Fungsi memberi
nasehat; Fungsi administrasi.

B. Mahkamah Konstitusi
Mahkamah Konstitusi adalah lembaga tinggi negara dalam sistem ketatanegaraan
Indonesia yang merupakan pemegang kekuasaan kehakiman bersama-sama dengan MA.
Jabatan Hakim Konstitusi berjumlah sembilan orang dan merupakan pejabat negara yang
ditetapkan oleh Presiden. Hakim Konstitusi diajukan masing-masing tiga orang oleh MA,
tiga orang oleh DPR dan tiga orang oleh Presiden. Masa jabatan Hakim Konstitusi adalah
lima tahun, dan dapat dipilih kembali untuk satu kali jabatan berikutnya.
Berdasarkan Pasal 7 ayat (1) s.d ayat (5) dan Pasal 24 C ayat (2) UUD’45 yang
ditegaskan lagi oleh Pasal 10 ayat (2) UU No. 24/2003, kewajiban MK adalah
memberikan keputusan atas pendapat DPR bahwa Presiden dan/atau Wakil Presiden telah
melakukan pelanggaran hukum, atau perbuatan tercela, atau tidak memenuhi syarat
sebagai Presiden dan/atau Wakil Presiden sebagaimana dimaksud dalam UUD’45.
Selain itu, berdasarkan Pasal 24 C ayat (1) UUD 45, yang ditegaskan kembali
dalam Pasal 10 ayat 91 huruf A s.d d UU 24/2003, kewenangan MK adalah:
- menguji UU terhadap UUD ‘45;
- Memutus sengketa kewenangan lembaga negara yang kewenangannya diberikan o/
UUD’45;
- Memutus pembubaran parpol;
- Memutus perselisihan tentang hasil pemilu.

C. Peradilan Umum
Peradilan umum adalah salah satu pelaksana kekuasaan kehakiman bagi rakyat
pencari keadilan pada umumnya. Lingkungan peradilan umum terdiri dari Pengadilan
Negeri sebagai pengadilan tingkat pertama dan Pengadilan Tinggi sebagai pengadilan
tingkat banding dan berpuncak di Mahkamah Agung.
Pasal 10 ayat (1) UU No. 8/2004 menyatakan bahwa susunan Pengadilan Negeri
terdiri dari:
a) Pimpinan Pengadilan Negeri
b) Sekretaris Pengadilan Negeri
c) Hakim Anggota Pengadilan Negeri
d) Panitera Pengadilan Negeri
e) Juru Sita

TIM PENYUSUN UASIKIN AJA 2018


PENGANTAR ILMU HUKUM

Peradilan adalah suatu proses yang dijalankan di pengadilan yang


berhubungan dengan tugas memeriksa, memutus dan mengadili perkara.
Sedangkan pengadilan adalah badan atau instansi resmi yang melaksanakan
sistem peradilan berupa memeriksa, mengadili, dan memutus perkara.

D. Peradilan Agama
Menurut UU No. 50/2009 tentang Perubahan Kedua atas UU No. 7/1989 tentang
Peradilan Agama menyatakan bahwa yang dimaksud peradilan agama dalam UU ini
adalah peradilan bagi orang-orang yang beragama Islam.
Kewenangan Peradilan Agama :
1. Kewenangan Mutlak (Absolute Competence)
Yaitu kewenangan yang menyangkut kekuasaan mutlak untuk mengadili suatu
perkara, artinya perkara tersebut hanya bisa diperiksa dan diadili oleh Pengadilan
Agama. Yang menjadi kewenangan absolute Pengadilan Agama adalah: menerima,
memeriksa, mengadili dan memutus serta menyelesaikan perkara antara orang-orang
yang beragama Islam dalam bidang perkawinan, waris, wasiat, hibah, wakaf, zakat,
infaq shodaqoh dan ekonomi syariah. (Pasal 49 UU No. 3/2006 tentang Perubahan
atas UU No. 7/1989 tentang Peradilan Agama).

2. Kewenangan Relative (Relative Competence)


Yaitu kewenangan mengadili suatu perkara yang menyangkut wilayah/daerah
hukum (yurisdiksi), hal ini dikaitkan dengan tempat tinggal pihak-pihak berperkara.
Ketentuan umum menentukan gugatan diajukan kepada pengadilan yang mewilayahi
tempat tinggal Tergugat (Pasal 120 ayat (1) HIR/Pasal 142 ayat (1). Dalam perkara
perceraian gugatan diajukan ke pengadilan yang daerah hukumnya meliputi tempat
tinggal isteri (Pasal 66 ayat (2) dan Pasal 73 ayat (1) UU No. 7 Tahun 1989)).

E. Peradilan Militer
Peradilan Militer adalah lingkungan peradilan di bawah MA yang melaksanakan
kekuasaan kehakiman mengenai kejahatan-kejahatan yang berkaitan dengan tindak
pidana militer. Dalam Pasal 5 UU No. 31/1997 menjelaskan bahwa Peradilan Militer
adalah pelaksanaan kekuasaan kehakiman di lingkungan angkatan bersenjata, untuk
menegakkan hukum dan keadilan dengan memperhatikan kepentingan penyelenggaraan
pertahanaan keamanan negara.

TIM PENYUSUN UASIKIN AJA 2018


PENGANTAR ILMU HUKUM

Pengadilan Militer Pengadilan Utama


Pengadilan Militer Tinggi Militer
sebagai peradilan tingkat memeriksa dan memutus bertugas untuk
pertama bagi terdakwa pada tingkat pertama memeriksa dan memutus
berpangkat atau yang perkara pidana yang pada tingkat banding
disamakan dengan terdakwanya adalah perkara pidana dan
Kapten ke bawah. prajurit yang berpangkat sengketa TU Angkatan
Mator ke atas. Selain itu, Bersenjata yang telah
Pengadilan Tinggi diputus pada tingkat
Militer juga memeriksa pertama oleh Pengadilan
dan memutus pada Utama Militer juga
tingkat banding perkara dapat memutus pada
pidana yang telah tingkat pertama dan
diputus oleh Pengadilan terakhir semua sengketa
Militer dalam daerah tentang wewenang
hukumnya yang mengadili antar
dimintakan banding. Pengadilan Militer yang
Pengadilan Tinggi berkedudukan di daerah
Militer juga dapat hukum Pengadilan
memutuskan pada Tinggi Militer yang
tingkat pertama dan berlainan, antar
terakhir sengketa Pengadilan Militer
kewenangan mengadili Tinggi, dan antara
antara Pengadilan Pengadilan Tinggi
Militer dalam daerah Militer dengan
hukumnya Pengadilan Militer.

F. Peradilan Tata Usaha Negara


Tugas dan wewenang Peradilan TUN (Pasal 50 jo. Pasal 1 angka 4 UU No. 5/1986
jo. UU No. 9/2004 jo. UU No. 51/2009) Memeriksa, memutus, dan menyelesaikan
sengketa TUN, yaitu suatu sengketa yang timbul dalam bidang hukum TUN antara orang
atau badan hukum perdata (anggota masyarakat) dengan Badan atau Pejabat TUN
(pemerintah), baik di pusat maupun di daerah sebagai akibat dikeluarkannya suatu
keputusan TUN (beschikking), termasuk sengketa kepegawaian berdasarkan peraturan
perUUan yang berlaku.
Penyelesaian sengketa TUN dikenal dengan 2 macam cara, yaitu:
1. Upaya Administrasi (Pasal 48 jo. Pasal 51 ayat (3) UU No. 5 Tahun 1986)
2. Melalui gugatan (Pasal 1 angka 5 jo. Pasal 53 UU No. 5 Tahun 1986)

G. Peradilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor)


Pengadilan Tipikor adalah pengadilan khusus yang berada di lingkungan Peradilan
Umum. Pada awalnya, Pengadilan Tipikor hanya dibentuk di PN Jakpus yang wilayah
hukumnya meliputi seluruh wilayah negara RI.
Setelah diterbitkannya UU No. 46 Tahun 2009, Pengadilan Tipikor dibentuk pada
setiap Pengadilan Negeri di Ibu Kota Provinsi yang meliputi daerah hukum provinsi yang

TIM PENYUSUN UASIKIN AJA 2018


PENGANTAR ILMU HUKUM

bersangkutan. Dasar Hukum Pengadilan Tipikor: UU No. 30 Tahun 2002 tentang Komisi
Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, Pasal 53.
Kewenangan Pengadilan Tipikor memeriksa, mengadili dan memutus perkara:
(Pasal 6 UU 46/2009)
 Tindak pidana korupsi;
 Tindak pidana pencucian uang yang tindak pidana asalnya adalah tipikor;
 Tindak pidana yang secara tegas dalam UU lain ditentukan sebagai tipikor.

Khusus untuk Pengadilan Tipikor di PN Jakpus, mempunyai kewenangan


untuk memeriksa, mengadili dan memutus perkara tipikor yang dilakukan
oleh WNI di luar wilayah NKRI.

Proses Peradilan Tipikor :


1. Penyelidikan dan penyidikan
2. Penuntutan
3. Peradilan atau proses mengadili

Bekerja keras. Lakukan yang terbaik. Simpan


kata-kata Anda Jangan terlalu sombong.
Percaya kepada Tuhan. Jangan takut; dan
jangan pernah lupakan teman.

-Harry S. Truman-

TIM PENYUSUN UASIKIN AJA 2018


PENGANTAR PENGELOLAAN KUANGAN NEGARA

Proses Penyusunan/Penetapan APBN


1. Keterkaitan Perencanaan Pembangunan Nasional dengan Penganggaran
A. Perencanaan Pembangunan Nasional
adalah satu kesatuan kegiatan perencanaan pembangunan untuk menghasilkan
rencana-rencana pembangunan jangka panjang, jangka menengah, dan tahunan
yang dilaksanakan oleh unsur penyelenggara negara dan masyarakat di tingkat pusat
dan daerah. Fungsi perencanaan dipegang oleh Bappenas
a. Dokumen Perencanaan
Dokumen Perencanaan 5 Tahunan (RPJM)
 RPJM Nasional (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional) adalah
dokumen perencanaan nasional untuk periode 5 (lima) tahun.
 Renstra-K/L (Rencana Strategis Kementrian Negara/Lembaga) adalah dokumen
perencanaan Kementerian Negara/Lembaga untuk periode 5 (lima) tahun.

Dokumen Perencanaan 1 Tahunan (RKP)


 RKP (Rencana Kerja Pemerintah) adalah dokumen perencanaan nasional
untuk periode I (satu) tahun.
 Renja-K/L (Rencana Kerja Kementrian Negara/Lembaga) adalah dokumen
perencanaan Kementerian Negara/Lembaga untuk periode 1 (satu) tahun.
 RKA-KL (Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga) adalah
dokumen perencanaan dan penganggaran yang berisi program dan kegiatan
suatu Kementrian Negara/Lembaga yang merupakan penjabaran dari
Rencana Kerja Pemerintah dan Rencana Strategis Kementrian
Negara/Lembaga yang bersangkutan dalam satu tahun anggaran serta
anggaran yang diperlukan untuk melaksanakannya.

b. Tahapan (Siklus) Penyusunan Perencanaan Pembangunan Nasional


 Penyusunan rencana
 Penetapan rencana
 Pengendalian pelaksanaan rencana
 Evaluasi pelaksanaan rencana.

B. Penganggaran
merupakan kegiatan pemerintah menghimpun haknya berupa pendapatan negara
melalui penerimaan pajak maupun penerimaan bukan pajak yang selanjutnya akan
didistribusikan untuk mendanai kebutuhan penyelenggaraan pemerintahan negara
sebagai kewajiban Pemerintah melalui program dan kegiatan sesuai dengan hasil
perencanaan pembangunan nasional. Fungsi penganggaran dipegang oleh
Kementrian Keuangan.

TIM UASIKIN JA 2018 2


PENGANTAR PENGELOLAAN KUANGAN NEGARA

Hubungan Dokumen Perencanaan dan Anggaran

Hasil proses perencanaan dan penganggaran :


 Rancangan APBN (hasil kegiatan internal pemerintah).
 UU APBN (hasil kegiatan eksternal / kesepakatan dgn DPR).

2. Penyusunan Kapasitas Fiskal


A. Pengertian Tujuan dan Dasar Hukum
a. Pengertian Kebijakan Fiskal
adalah arah, strategi dan perioritas pembangunan yg ditetapkan pemerintah
dalam mengelola keuangan negara yang dihimpun dari pendapatan negara
untuk mendanai anggaran belanja negara guna mencapai tujuan yang telah
ditetapkan.
b. Tujuan Kebijakan Fiskal
sebagai pedoman bagi pemerintahan suatu negara dalam mengelola keuangan
negara dalam rangka mencapai tujuan bernegara.
c. Dasar Hukum Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal Dan KEM (Pasal 13 UU 17/2003) :
 Pemerintah Pusat menyampaikan pokok-pokok kebijakan fiskal dan
kerangka ekonomi makro tahun anggaran berikutnya kepada Dewan

TIM UASIKIN JA 2018 3


PENGANTAR PENGELOLAAN KUANGAN NEGARA

Perwakilan Rakyat selambat-lambatnya pertengahan bulan Mei tahun


berjalan.
 Pemerintah Pusat dan Dewan Perwakilan Rakyat membahas kerangka
ekonomi makro dan pokok-pokok kebijakan fiskal yang diajukan oleh
Pemerintah Pusat dalam pembicaraan pendahuluan rancangan APBN tahun
anggaran berikutnya.
 Berdasarkan kerangka ekonomi makro dan pokok-pokok kebijakan fiskal,
Pemerintah Pusat bersama Dewan Perwakilan Rakyat membahas kebijakan
umum dan prioritas anggaran untuk dijadikan acuan bagi setiap kementerian
negara / lembaga dalam penyusunan usulan anggaran.
B. Macam-Macam Kebijakan Fiskal
 Kapasitas fiskal (Pendapatan Negara) adalah kemampuan keuangan
negara yang dihimpun dari pendapatan negara untuk mendanai anggaran
belanja negara.
 Kebutuhan fiskal (Belanja Negara) adalah kebutuhan mendanai anggaran
belanja negara.
 Celah fiskal (Surplus/Defisit) adalah selisih antara kebutuhan fiskal dan
kapasitas fiskal.
C. Arah Kebijakan Fiskal
 Kebijakan Fiskal Kontraktif : kebijakan pemerintah dengan cara
menurunkan belanja negara dan menaikkan tingkat pajak. Intinya
Kebijakan ini bertujuan untuk menurunkan tingkat inflasi.
Contoh : penerapannya dalam APBN dalam menghadapi inflasi yaitu
menaikan menjual SBI, menaikkan tingkat bunga diskonto dan
menaikkan tingkat tarif pajak.
 Kebijakan Fiskal Ekspansif : kebijakan ekonomi dari pemerintah dalam
rangka mengarahkan kondisi perekonomian untuk menjadi lebih baik
dengan jalan mengubah penerimaan dan pengeluaran pemerintah.
Contoh : kebijakan dalam menghadapi resesi, seperti : menurunkan
tingkat suku bunga diskonto, membeli SBI, menurunkan tingkat pajak.

TIM UASIKIN JA 2018 4


PENGANTAR PENGELOLAAN KUANGAN NEGARA

3. Pagu Indikatif
adalah patokan batas maksimal anggaran yang diberikan kepada K/L untuk menyusun
rencana kerja dan rancangan belanja masing-masing K/L yang dirinci dalam program
dan kegiatan beserta rencana sumber dananya.
A. Proses Penyusunan Pagu Indikatif

B. Tahapan Proses Penyusunan Pagu Indikatif

Setelah pagu indikatif ditetapkan, postur Proyeksi RAPBN masih akan mengalami
penyesuaian, akibat :
 Perubahan Asumsi Ekonomi Makro hasil kesepakatan Pemerintah dan DPR.

TIM UASIKIN JA 2018 5


PENGANTAR PENGELOLAAN KUANGAN NEGARA

 Adanya Inisiatif Baru dari K/L atau DPR.


 Adanya perubahan Pokok-pokok Kebijakan Fiskal pada RAPBN.
 Adanya dinamika perubahan diluar perioritas nasional yang ada dalam RKP atau
perubahan sumber pendanaan.

Perubahan karena penyesuaian tersebut akan menghasilkan postur proyeksi baru Pagu
Anggaran Belanja K/L yang akan ditetapkan sebagai Pagu Anggaran K/L (sebelumnya
dikenal dgn Pagu Sementara)
4. Penyampaian dan Pembahasan KEM & PPKF ke DPR
 Pidato Menteri Keuangan: Pengantar dan Keterangan Pemerintah atas KEM dan
Pokok-pokok Kebijakan Fiskal di depan Rapat Paripurna DPR RI
 Fraksi-fraksi DPR menyampaikan Pandangan KEM dan Pokok-pokok Kebijakan Fiskal
 Tanggapan Pemerintah terhadap Pandangan Fraksi-fraksi
 Pembahasan Pembicaraan Pemdahuluan RAPBN oleh Badan Anggaran, bersama MK,
Menteri PPN/Bappenas, dam Gub BI. Dibentuk beberapa Panitia Kerja:
1) Panja Asumsi Dasar, Kebijakan Fiskal, Pendapatan, Defisit dan Pembiayaan
RAPBN
2) Panja RKP dan Prioritas Nasional
3) Panja Kebijakan Belanja Pemerintah Pusat RAPBN
4) Panja Kebijakan Transfer ke Daerah dan Dana Desa

 Rapat Paripurna Penyampaian Hasil Pembahasan

Beberapa hal yang dibahas dalam Rapat Paripurna DPR RI :

a. Kerangka Ekonomi Makro


 Tingkat Pertumbuhan Ekonomi
 Laju inflasi
 Nilai Tukar Rupiah
 Tingkat Bunga SPN
 Harga Minyak
 Produksi minyak mentah
 Produksi Gas Bumi

TIM UASIKIN JA 2018 6


PENGANTAR PENGELOLAAN KUANGAN NEGARA

b. Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal

c. Arah Kebijakan
 Arah kebijakan merupakan penjabaran urusan pemerintahan dan / atau
prioritas pembangunan sesuai visi dan misi Presiden yang rumusannya
mencerminkan bidang urusan tertentu dalam pemerintahan yang menjadi
tanggung jawab kementerian negara / lembaga.
 Arah kebijakan berisi satu atau beberapa program untuk mencapai sasaran
strategis penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan dgn indikator
kinerja yang terukur.
 Arah kebijakan menjadi cikal bakal dasar penyusunan kebijakan fiskal dalam
RAPBN untuk pembicaraan pendahuluan antara Pemerintah dengan DPR
melalui Kebijakan Ekonomi Makro dan Pokok-pokok Kebijakan Fiskal.

TIM UASIKIN JA 2018 7


PENGANTAR PENGELOLAAN KUANGAN NEGARA

Contoh Hasil Kesepakatan Pembicaraan Pendahuluan

5. Pagu Anggaran K/L


Pagu Anggaran K/L adalah pagu anggaran yang ditetapkan berdasarkan penilaian
dan penelitian kembali terhadap pagu indikatif K/L yang mempertimbangkan
perubahan-perubahan yang terjadi karena adanya kebijakan-kebijakan prioritas atau
inisiatif baru yang belum diakomodir.

TIM UASIKIN JA 2018 8


PENGANTAR PENGELOLAAN KUANGAN NEGARA

Pedoman Menteri Keuangan dalam penetapan pagu Anggaran K/L dalam rangka
menyusun RKA K/L adalah:
- Renja K/L.
- Besaran pagu indikatif.
- Kapasitas fiskal.
- Hasil evaluasi kinerja K/L.

A. Proses Penyusunan Pagu Anggaran

B. Tahapan Proses Penyusunan Pagu Anggaran

TIM UASIKIN JA 2018 9


PENGANTAR PENGELOLAAN KUANGAN NEGARA

C. Proses Penyusunan Dari Pagu Indikatif Menjadi Pagu Anggaran

6. Penyusunan RKA K/L

RKA K/L adalah dokumen yang memuat rencana kerja dan anggaran dari unit satuan kerja
yang akan dilaksanakan selama satu tahun anggaran, dirinci menurut program dan
kegiatan serta keluaran yang akan dihasilkan. Dasar penyusunan RKA K/L adalah
dokumen Renja K/L.

Penyusunan RKA K/L berdasarkan Pendekatan Sistem Anggaran

1. Anggaran Terpadu
a. Integrasi proses : perencanaan dan penganggaran di lingkungan K/L untuk
menghasilkan sebuah dokumen RKA-K/L yang pada akhirnya akan berbentuk DIPA.
b. Integrasi Dokumen : berdasarkan organisasi, fungsi, dan jenis belanja untuk
menghindari terjadinya duplikasi dalam penyediaan dana untuk K/L baik yang
bersifat investasi maupun untuk keperluan biaya operasional.
c. Integrasi Satker : satker satu-satunya entitas akuntansi yang bertanggung jawab
terhadap aset dan kewajiban yang dimilikinya

2. PBB/PBK
Landasan konseptual PBK (Penganggaran Berbasis Kinerja)/PBB (Performance Base
Budgeting):
a. Anggaran berorientasi pada kinerja (output and outcome oriented). Sebelum UU
17/2003 Fokus penyusunan anggaran yang berorientasi pada input (besarnya
alokasi sumber daya), bukan output atau outcomes (hasil yang dicapai dari
penggunaan sumber daya).

TIM UASIKIN JA 2018 10


PENGANTAR PENGELOLAAN KUANGAN NEGARA

b. Anggaran Program/Kegiatan didasarkan pada tugas-fungsi Unit Kerja yang


dilekatkan pada struktur organisasi (Money follow function);
c. Fleksibilitas pengelolaan anggaran dengan tetap menjaga prinsip akuntabilitas (let
the manager manages).

3. Kerangka Pengeluaran Jangka Menengah (KPJM)

Penyusunan RKA K/L secara umum :

1. Penyusunan dokumen RKA K/L dimulai melalui proses yang berjenjang dari
eselon terbawah sampai eselon I.

2. Berdasarkan penetapan pagu anggaran, Satker menyusun RKA K/L untuk satker
ybs

3. Satker2 menyampaikan RKA K/L kepada eselon I melalui eselon II masing2


untuk dihimpun & diharmonisasi sebagai RKA K/L eselon I;

4. Eselon I meneruskan RKA K/L masing2 kepada Biro Perencanaan Setjen untuk
diharmonisasi melalui verifikasi sesuai kaidah2 penyusunan RKA K/L dan
dihimpun menjadi RKA K/L tingkat K/L;

5. Selanjutnya Sekjen menyampaikan RKA K/L tersebut kepada APIP (Parat


Pengawas Intern Pemerintah ) untuk dilakukan reviu sesuai kaidah2
perencanaan penganggaran guna menghasilkan RKA K/L tingkat K/L hasil reviu
yang disebut RKA K/L tingkat Kementrian Negara/ Lembaga.

7. Penyusunan RAPBN dan Nota Keuangan

RAPBN adalah rancangan keuangan tahunan pemerintah yang telah disepakati DPR dalam
bentuk Postur RAPBN.

Nota Keuangan adalah penjelasan lengkap tentang RAPBN yang memuat penjelasan arah
kebijakan fiskal, sasaran pembangunan, gambaran umum APBN, asumsi ekonomi makro,
kebijakan pendapatan, belanja dan subsidi, transfer ke daerah dan dana desa serta
kebijakan pembiayaan anggaran dan tantangan APBN ke depan.

1. Penyusunan RAPBN dan Nota Keuangan

Nota Keuangan, RAPBN dan RUU APBN yg disusun berdasarkan hasil kesepakatan
Pemerintah dgn DPR dan himpunan RKA-K/L seluruh K/L untuk selanjutnya
disampaikan Presiden dengan pidato pengantar pada Sidang Paripurna DPR kepada
DPR untuk dibahas dan disepakati untuk ditetapkan menjadi APBN.

TIM UASIKIN JA 2018 11


PENGANTAR PENGELOLAAN KUANGAN NEGARA

2. Penyampaian dan Pembahasan RAPBN


a. DPD memberikan pertimbangan kepada DPR atas RUU APBN beserta Nota
Keuangan tersebut dan Fraksi-fraksi di DPR selanjutnya memberikan pemandangan
umum atas RUU APBN beserta Nota Keuangan tersebut.

b. Pembahasan RKA-K/L dilakukan oleh Komisi2 terkait dgn Sekjen K/L.

c. Panja DPR dgn para pemangku kepentingan bagian anggaran (BA) K/L dan BA
BUN.

d. Panja DPR dgn Pemangku Kepentingan (penyusun Nota Keuangan dan RUU APBN
Kementerian Keuangan  DJA, BKF, DJPPR dan DJPK).

3. Penetapan UU APBN

Pembahasan Komisi2 DPR dgn Sekjen K/L, Panja DPR dgn para pemangku kepentingan
bagian anggaran (BA) K/L dan BA BUN, menghasilkan kesepakatan RKA-K/L dan Panja
DPR dgn Pemangku Kepentingan (penyusun Nota Keuangan dan RUU APBN
Kementerian Keuangan  DJA, BKF, DJPPPR dan DJPK) menghasilkan kesepakatan
UU APBN.

4. Penyusunan Perpres Rincian APBN (Alokasi Anggaran)


a. Setelah UU APBN dan RKA-K/L ditetapkan, sesuai kesepakatan pembahasan RAPBN
antara Pemerintah dgn DPR, Menkeu menetapkan Alokasi Anggaran kpd K/L dan
BUN sbg batas tertinggi anggaran pengeluaran K/L dan BUN.

b. Selanjutnya dilakukan forum penelahaan RKA-K/L (khusus yg mengalami


perubahan) untuk memastikan kesesuaian antara RKA-K/L dgn alokasi anggaran
hasil kesepakatan dgn DPR.

c. Forum penelahaan RKA-K/L antara K/L dengan Kementerian Keuangan untuk


menyesuaikan dgn hasil kesepakatan dgn DPR.

d. Hasil penelahaan RKA-K/L tersebut menjadi bahan penyusunan Peraturan Presiden


tentang Rincian APBN dan DIPA K/L DIPA BUN.

8. DIPA

Dokumen Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) adalah dokumen pelaksanaan anggaran yang
digunakan sebagai acuan oleh pengguna anggaran dalam melaksanakan kegiatan
pemerintahan sebagai pelaksanaan APBN.

1. Alur DIPA

Tanggal 1 Oktober, APBN ditetapkan, awal oktober pemberitahuan ke K/L untuk


menyusun DIPA, penyusunan Kepres rincian APBN, Penyusunan, penyampaian, dan
pengesahan DIPA, Distribusi DIPA ke SatKer, tanggal 1 Januari pelaksanaan
penerimaan/pengeluaran dimulai.

TIM UASIKIN JA 2018 12


PENGANTAR PENGELOLAAN KUANGAN NEGARA

2. Penyusunan DIPA
a. DIPA Induk disusun berdasarkan RKA-K/L atau RDP BUN yg telah ditetapkan dlm
Perpres RABPP atau DHP RDP BUN.

b. DIPA Petikan secara prinsip tidak disusun, langsung dicetak dari system brdsrkn RKA
Satker atau RDP BUN.

3. Pengesahan DIPA
a. DIPA Induk diajukan ke DJA;

b. DIPA Induk disahkan oleh Dirjen Anggaran.

c. DIPA Petikan disahkan melalui digital stamp.

4. Penandatanganan DIPA
d. DIPA Induk : Lembar DIPA : Ditandatangani oleh Sekjen / Sestama / Pejabat Esl I
penanggung jawab Program. SP DIPA : Dirjen Anggaran.
e. DIPA Petikan : Lembar DIPA : tidak ditandatangani; SP DIPA : tidak ditandatangani.

TIM UASIKIN JA 2018 13


PENGANTAR PENGELOLAAN KUANGAN NEGARA

Pejabat Perbendaharaan Negara

Kekuasaan pengelolaan Keuangan Negara dipegang oleh Presiden, namun presiden


menguasakan kewenangannya diluar kekuasaan moneter secara delegatif kepada Menteri
Keuangan selaku pengelola Fiskal dan wakil pemerintah aatas kepemilikan BUMN (CFO) dan
Menteri/Pimpinan Lembaga selaku Pengguna Anggaran (COO). Adapun kekuasaan tersebut
diserahkan keada Bupati/walikota/gubernur selaku kepaala pemerintahan daerah sebagai
pengelola kedua dan wakil pressiden ats keputusan BUMD.
Sesuai dengan PMK Nomor 190/PMK.05/2012 dalam pengelolaan Keuangan Negara
terdapat Pejabat Perbendaharaan yang terdiri dari: (1) Pengguna Anggaran(PA)/Kuasa
Pengguna Anggaran(KPA); (2)Pejabat Pembuat Komitmen(PPK); (3)Pejabat Penandatangan
Surat Perintah Membayar(PPSPM); (4)Bendahara Umum Negara(BUN); (5)Bendahara
Pengeluaran; (6)Bendahara Penerimaan. Dalam hal terdapat keterbatasan jumlah
pejabat/pegawai yang memenuhi syarat untuk ditetapkan seebagai pejabat perbendaharaan,
dimungkinkan perangkapan fungsi Pejabat Perbendaharaan Negara dengan memperhatikan
prinsip check and balance (saling uji). Perangkapan jabatan tersebut ialah KPA sebagai PPK
atau PPSPM.

TIM UASIKIN JA 2018 14


PENGANTAR PENGELOLAAN KUANGAN NEGARA

1. Pengguna Anggaran/PA

APAKAH ITU PA?

Pengguna Anggaran adalah pejabat pemegang kewenangan penggunaan anggaran


kementerian negara/lembaga/satuan kerja perangkat daerah. Sedangkan Pengguna Barang
adalah pejabat pemegang kewenangan penggunaan barang milik negara/daerah. Dalam
praktikya, PA-PB adalah Menteri/Pimpinan Lembaga bagi Kementerian/Lembaga yang
dipimpinnya atas Bagian Anggaran yang disediakan untuk penyelenggaraan urusan
pemerintahan. Namun atas Bagian Anggaran yang tidak dikelompokkan dalam Bagian
Anggaran Kementerian/Lembaga tertentu Menteri Keuangan bertindak sebagai PA-PB dengan
menunjuk pejabat setingkat eselon I di lingkungan Kementerian Keuangan.
Bagian Anggaran yang tidak dikelompokkan dalam Bagian Anggaran Kementerian
Negara/Lembaga tertentu sebagaimana dimaksud meliputi:
1. Pengelolaan Utang;
2. Pengelolaan Hibah;
3. Pengelolaan Investasi Pemerintah;
4. Pengelolaan Penerusan Pinjaman;
5. Pengelolaan Transfer ke Daerah;
6. Pengelolaan Subsidi;
7. Pengelolaan Transaksi Khusus; dan
8. Pengelolaan Anggaran lainnya.

Wewenang Menteri/Kepala Pimpinan selaku PA-PB:

 menunjuk kepala Satker yang berstatus Pegawai Negeri Sipil untuk


melaksanakan kegiatan Kementerian Negara/Lembaga sebagai KPA; dan
 menetapkan Pejabat Perbendaharaan Negara lainnya, yaitu PPK dan PPSPM

2. Kuasa Pengguna Anggaran/KPA

Apa itu KPA?

KPA adalah pejabat yang memperoleh kuasa dari PA untuk melaksanakan sebagian
kewenangan dan tanggung jawab penggunaan anggaran pada K/L yang bersangkutan. KPA
bertanggung jawab secara formal dan materiil kepada PA atas pelaksanaan Kegiatan yang
berada dalam penguasaannya.
Dalam praktiknya, KPA adalah kepala Satuan Kerja (Satker) yang berstatus PNS; atau
Pejabat lain yang berstatus PNS apabila Kepala satker bukan PNS; atau Kepala Satker yang
bukan berstatus PNS karena tidak ada PNS yang mampu menjabat sebagai KPA dengan

TIM UASIKIN JA 2018 15


PENGANTAR PENGELOLAAN KUANGAN NEGARA

terlebih dahulu mendapat persetujuan Menteri Keuangan (dalam hal ini adalah DJPB).
Namun, dalam hal tertentu, KPA bukanlah Kepala Satker. Yang dimaksud dengan “dalam
hal tertentu” adalah penunjukan KPA selain kepala satker oleh PA dapat dilakukan dengan
mempertimbangkan efisiensi, efektivitas, dan akuntabilitas pengelolaan keuangan negara,
misalnya Satker dipimpin oleh pejabat yang bersifat komisioner; Satker dipimpin oleh pejabat
Eselon I atau setingkat Eselon I; Satker yang pimpinannya mempunyai tugas fungsional.
Penunjukan KPA
 Penunjukan Kepala Satker sebagai KPA bersifat ex-officio.
Yang dimaksud “bersifat ex-officio” adalah melekat pada jabatan. Jadi, jabatan KPA
melekat pada jabatan Kepala Satker atau melekat pada jabatan pejabat selain Kepala
Satker yang ditunjuk oleh PA untuk menjadi KPA.
 Penunjukan KPA tidak terikat periode Tahun Anggaran (TA).
Dalam hal tidak terdapat perubahan pejabat yang ditunjuk sebagai KPA pada saat
pergantian periode TA, penunjukan KPA tahun anggaran yang lalu (TAYL) masih tetap
berlaku.
 Penunjukan KPA berakhir apabila tidak teralokasi anggaran untuk program yang
sama pada TA berikutnya.
 Penunjukan KPA didasari atas pelaksanaan Urusan Bersama, Dekonsentrasi, dan Tugas
Pembantuan

Tugas dan wewenang:


1. menyusun DIPA
2. menetapkan PPK;
3. menetapkan PPSPM;
4. menetapkan panitia/pejabat pelaksanaan kegiatan dan pengelola anggaran/keuangan;
5. menetapkan rencana pelaksanaan kegiatan dan rencana penarikan dana;
6. memberikan supervisi dan konsultasi;
7. mengawasi penatausahaan dokumen dan transaksi;
8. menyusun laporan keuangan dan kinerja.

Tanggung Jawab:
a. mengesahkan rencana pelaksanaan kegiatan & penarikan dana;
b. merumuskan SOP pengadaan barang/jasa;
c. menyusun sistem pengawasan dan pengendalian tagihan;
d. melakukan pengawasan keluaran (output) yang ditetapkan;
e. melakukan Monev pengadaan barang/jasa dan pembayarannya sesuai keluaran
(output) serta rencana yang telah ditetapkan;
f. merumuskan kebijakan pembayaran APBN sesuai output;

TIM UASIKIN JA 2018 16


PENGANTAR PENGELOLAAN KUANGAN NEGARA

g. Melakukan pengawasan, monev atas pertanggungjawaban pelaksanaan anggaran


dalam rangka penyusunan lapkeu.

3. Pejabat Pembuat Komitmen

Apa itu PPK?

PPK adalah pejabat yang melaksanakan kewenangan PA/KPA untuk mengambil


keputusan dan/atau tindakan yang dapat mengakibatkan pengeluaran atas beban APBN. PPK
ditetapkan oleh KPA dengan surat Keputusan dan dapat ditetapkan lebih dari 1 dengan tidak
terikat periode anggaran. Dalam hal tidak terdapat perubahan pejabat yang ditetapkan
sebagai PPK pada saat penggantian periode tahun anggaran, penetapan PPK tahun anggaran
yang lalu masih tetap berlaku. Namun dalam hal penugasan KPA berakhir, penunjukan PPK
secara otomatis berakhir. Selain itu, PPK tidak dapat dirangkap oleh PPSPM dan Bendahara
yang jabatannya setingkat untuk melaksanakan check and balance.

Tugas PPK
1. Menyusun rencana pelaksanaan kegiatan dan rencana penarikan dana;
2. Menerbitkan Surat Penunjukan Penyedia Barang/Jasa;
3. Membuat, menandatangani & melaksanakan perjanjian dengan Penyedia Barang/Jasa;
4. Melaksanakan kegiatan swakelola;
5. Memberitahukan kepada Kuasa BUN atas perjanjian/ kontrak yang dilakukannya;
6. Mengendalikan pelaksanaan perjanjian/kontrak;
7. Menguji dan menandatangani surat bukti mengenai hak tagih kepada negara;
8. Membuat dan menandatangani SPP;
9. Melaporkan pelaksanaan/penyelesaian kegiatan kepada KPA;
10. Menyerahkan hasil pekerjaan pelaksanaan kegiatan kepada KPA dengan Berita Acara
Penyerahan;
11. Menyimpan dan menjaga keutuhan seluruh dokumen pelaksanaan kegiatan;
12. Melaksanakan tugas dan wewenang lainnya yang berkaitan dengan tindakan yang
mengakibatkan pengeluaran anggaran belanja negara

Dalam pelaksanaan belanja negara, PPK membuat Perencanaan Kegiatan dan Dana
harian dan mingguan setelah menerima PEtunjuk Operasional KEgiatan (POK) dari KPA/KPB.
Berikut adalah tugas PPK dalam menyusun rencana pelaksanaan kegiatan dan rencana
penarikan dana :
1. Menyusun jadwal waktu pelaksanaan kegiatan, termasuk rencana penarikan dananya;
2. Menyusun perhitungan kebutuhan UP/TUP sebagai dasar pembuatan SPP-UP/TUP,
dan ;
3. Mengusulkan revisi POK/ DIPA kepada KPA;

TIM UASIKIN JA 2018 17


PENGANTAR PENGELOLAAN KUANGAN NEGARA

Adapun dalam penerbitan SPP untuk pencairan dana yang ditujukan kepada PPSPM,
PPK harus menguji terkait:
a. kelengkapan dokumen tagihan
b. kebenaran perhitungan tagihan
c. kebenaran data pihak yang berhak menerima pembayaran
d. kesesuaian spesifikasi teknis dan volume barang/jasa
e. Ketepatan jangka waktu penyelesaian pekerjaan

4. Pejabat Penandatangan Surat Perintah Membayar

Apa itu PPSPM?

Pejabat Penandatangan Surat Perintah Membayar (PPSPM) adalah pejabat yang diberi
kewenangan oleh PA/KPA untuk melakukan pengujian atas permintaan pembayaran dan
menerbitkan perintah pembayaran. PPSPM bertanggung jawab terhadap (1) kebenaran
administrasi, kelengkapan administrasi, dan keabsahan administrasi dari dokumen hak tagih
pembayaran yang menjadi dasar penerbitan SPM dan akibat yang timbul dari pengujian yang
dilakukan dan (2) ketepatan waktu penerbitan dan penyampaian SPM ke KPPN.
Terkait tugasnya, PPSPM harus menyampaikan laporan bulanan kepada KPA paling
sedikit memuat: (a) Jumlah SPP yang diterima; (b) Jumlah SPM yang diterbitkan, dan (c)
Jumlah SPP yang tidak dapat diterbitkan SPM

Penunjukan PPSPM
 PPSPM melaksanakan sebagian kewenangan KPA, yaitu melakukan pengujian tagihan dan
perintah pembayaran atas beban anggaran negara.
 PPSPM yang ditetapkan hanya 1 PPSPM.
 Penetapan PPSPM tidak terikat periode tahun anggaran.
 Dalam hal tidak terdapat perubahan pejabat yang ditetapkan sebagai PPSPM pada saat
penggantian periode tahun anggaran, penetapan PPSPM tahun anggaran yang lalu masih
tetap berlaku.
 Jabatan PPSPM tidak boleh dirangkap oleh PPK dan bendahara.
 Dalam hal penunjukan KPA berakhir karena tidak teralokasi anggaran untuk program yang
sama pada tahun anggaran berikutnya, penunjukan PPSPM secara otomatis berakhir.

Dalam rangka melakukan pengujian tagihan dan perintah pembayaran, PPSPM


memiliki tugas dan wewenang sebagai berikut:
1. menguji kebenaran SPP atau dokumen lain yang dipersamakan dengan SPP beserta
dokumen pendukung.
2. menolak dan mengembalikan SPP, apabila tidak memenuhi persyaratan untuk dibayarkan.
3. membebankan tagihan pada mata anggaran yang telah disediakan.
4. menerbitkan SPM atau dokumen lain yang dipersamakan dengan SPM.
Yang dimaksud dengan “dokumen yang dipersamakan dengan SPM” adalah Dokumen
yang menggunakan istilah lain sebagai dasar perintah pembayaran.

TIM UASIKIN JA 2018 18


PENGANTAR PENGELOLAAN KUANGAN NEGARA

5. menyimpan dan menjaga keutuhan seluruh dokumen hak tagih.


6. melaporkan pelaksanaan pengujian dan perintah pembayaran kepada KPA.
7. melaksanakan tugas dan wewenang lainnya yang berkaitan dengan pelaksanaan pengujian
dan perintah pembayaran.

Dalam Menerbitkan SPM, PPSPM harus melakukan:


1. Mencatat pagu, realisasi belanja, sisa pagu, dana UP/TUP, sisa dana UP/TUP pada kartu
pengawasan DIPA
2. Menandatangani SPM
3. Memasukkan Personal Identification Number (PIN) PPSPM sebagai tanda tangan
elektronik pada ADK SPM

5. BUN/KBUN
Apa itu BUN dan KBUN?

Menteri Keuangan bertindak sebagai Bendahara Umum Negara (BUN). Menteri


Keuangan selaku BUN mengangkat Kuasa BUN untuk melaksanakan tugas kebendaharaan
dalam rangka pelaksanaan anggaran dalam wilayah kerja yang telah ditetapkan. Dalam hal
ini Kuasa BUN adalah Kepala KPPN. Untuk lingkup daerah diangkat Bendahara Umum
Daerah yakni Kepala Satuan Kerja Pengelola Keuangan Daerah.

Tugas dan Wewenang KBUN


1. melaksanakan penerimaan dan pengeluaran Kas Negara dalam rangka pengendalian
pelaksanaan anggaran negara.
2. memerintahkan penagihan Piutang Negara kepada pihak ketiga sebagai penerimaan
anggaran.
3. melakukan pembayaran tagihan pihak ketiga sebagai pengeluaran anggaran.

Dalam hal penerbitan SP2D, KPPB memiliki tugas meneliti SPM yang diberikan oleh
PPSPM yaitu memeriksa Kelengkapan dokumen pendukung SPM yang dipersyaratkan dan
Kebenaran SPM yang meliputi kesesuaian tanda tangan, cara penulisan dan kebenaran
penulisan termasuk tidak boleh terdapat cacat dalam penulisan.
Ketentuan lebih lanjut mengenai pelaksanaan tugas dan wewenang Kuasa BUN diatur
dengan Peraturan Menteri Keuangan.

TIM UASIKIN JA 2018 19


PENGANTAR PENGELOLAAN KUANGAN NEGARA

6. Bendahara Penerimaan

Apa itu Bendahara Penerimaan?

Bendahara Penerimaan adalah orang yang ditunjuk untuk menerima, menyimpan,


menyetorkan, menatausahakan, dan mempertanggungjawwabkan uang pendapatan engara
dalam rangka pelaksanaan APBN pada Kantor/Satuan Kerja Ementerian Negara/Lembaga.

Pengangkatan Bendahara Penerimaan


Menteri/pimpinan lembaga mengangkat Bendahara Penerimaan untuk melaksanakan
tugas kebendaharaan dalam rangka pelaksanaan anggaran pendapatan pada kantor/satuan
kerja di lingkungan kementerian negara/Lembaga. Sedangkan dalam lingkup daerah diangkat
oleh gubernur/walikota/bupati di lingkungan satuan kerja perangkat daerah. Bendahara
Penerimaan merupakan Pejabat fungsional yang tidak boleh dirangkap oleh KPA atau Kuasa
UN.

Wewenang
Menagih/memungut PNBP yang harus dibayar oleh wajib bayar (orang atau badan
yang berdasarkan peraturan perundang-undangan wajib membayar PNBP) yang tarif dan
jumlahnya telah ditentukan berdasarkan peraturan pemerintah yang ebrlaku pada
kementerain negara/Lembaga bersangkutan

Tugas Bendahara Penerimaan


1. Menerima dan menyimpan uang PN;
2. Menyetorkan secara periodik;
3. Menatausahakan transaksi;
4. Menyelenggarakan pembukuan;
5. Mengelola rekening
6. laporan pertanggungjawaban bendahara.

7. Bendahara Pengeluaran

Apa itu Bendahara Pengeluaran?

Bendahara Pengeluaran adalah Adalah orang yang ditunjuk untuk menerima,


menyimpan, membayarkan, menatausahakan, danmempertanggung-jawabkan uang untuk
keperluan belanja negara dalam pelaksanaan APBN pada Kantor / Satker kementerian negara/
lembaga Pemerintah Non Kementerian.

Pengangkatan
 Bendahara Pengeluaran diangkat oleh Menteri/pimpinan Lembaga untuk
melaksanakan tugas kebendaharaan dalam rangka pelaksanaan anggaran pendapatan

TIM UASIKIN JA 2018 20


PENGANTAR PENGELOLAAN KUANGAN NEGARA

pada kantor/satuan kerja di lingkungan kementerian negara/Lembaga. Sedangkan


dalam lingkup daerah diangkat oleh gubernur/walikota/bupati di lingkungan satuan
kerja perangkat daerah.
 Pengangkatan dapat didelegasikan kepada kepala Satker yang ditetapkan dengan surat
keputusan dan specimen tanda tangan BEndahara PEngeluaran kepada PPSPM dan
PPK
 Pengangkatan tidak terikat periode tahun angggaran
 Dalam meningkatkan efektivitas dan efisiensi pelaksanaan anggara, dapat ditujuk
Bendahara Pembantu Pengeluaran yang bertanggung jawab kepada Bendahara
pengeluaran

Tugas Bendahara Pengeluaran


 Menerima, menyimpan, menatausahakan, dan membukukan uang/ surat berharga
dalam pengelolaannya ;
 Melakukan pengujian dan pembayaran berdasarkan perintah PPK;
 Menolak perintah pembayaran apabila tidak memenuhi persyaratan untuk
dibayarkan;
 Melakukan pemotongan/ pemungutan penerimaan negara dari pembayaran yang
dilakukannya;
 Menyetor pemotongan/ pemungutan kewajiban kepada negara ke kas negara;
 Mengelola rekening tempat penyimpanan UP; dan
 Menyampaikan LPJ kepada Kepala KPPN selaku Kuasa BUN.

TIM UASIKIN JA 2018 21


PENGANTAR PENGELOLAAN KUANGAN NEGARA

Mekanisme Pelaksanaan Penerimaan Negara


Penerimaan Negara terdiri dari :

1. Penerimaan Perpajakan
2. Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP)
3. Hibah

Penerimaan Perpajakan

Pajak (UU no 28 tahun 2007 pasal 1) adalah kontribusi wajib kepada negara yang
terutang oleh orang pribadi atau badan yang bersifat memaksa berdasarkan Undang-undang,
dengan tidak mendapatkan imbalan secara langsung dan digunakan untuk keperluan negara
bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

Unsur-unsur Pajak :

o Pajak dipungut dengan berdasarkan undang-undang yang berlaku


o Tidak dapat mendapatkan jasa timbal balik (kontrasepsi perseorangan) yang
ditunjukkan secara langsung
o Pemungutan pajak sangat diperlukan untuk pembiayaan pemerintah dalam
menjalankan fungsi dari pemerintahan, baik itu secara rutin ataupun
pembangunan
o Pemungutan pajak memiliki sifat yang memaksa dan dapat dipaksakan.
o Pajak memiliki fungsi anggaran (budgeter) yaitu fungsi untuk mengisi Anggaran
negara yang dibutuhkan guna menutup pembiayaan dalam penyelenggaraan
pemerintahan
o Pajak mempunyai fungsi sebagai suatu alat untuk melaksanakan dan mengatur
kebijakan negara dalam lapangan sosial serta ekonomi.

Fungsi dari Pajak :

 Fungsi anggaran (budgetair) sebagai sumber pendapatan negara yang berfungsi


membiayai pengeluaran-pengeluaran negara
 Fungsi mengatur (regulerend) yaitu mengatur pertumbuhan ekonomi melalui
kebijakan pajak
 Fungsi stabilitas untuk mengatur keseimbangan perekonomian suatu negara
seperti mengatasi inflasi maupun deflasi
 Fungsi retribusi pendapatan dengan pemanfaatan pajak untuk membuka
lapangan pekerjaan

TIM UASIKIN JA 2018 22


PENGANTAR PENGELOLAAN KUANGAN NEGARA

Tarif Pajak menurut mekanisme perhitungan pajaknya :

 Tarif ad valorem adalah tarif yang dikenakan berdasarkan angka persentase


tertentu dari nilai barang-barang yang diimpor
 Tarif spesifik adalah tarif yang dikenakan sebagai beban tetap unit barang yang
diimpor
 Tarif campuran merupakan gabungan dari tarif ad valorem dan tarif spesifik. Di
samping mengenakan pungutan dalam jumlah tertentu, tarif ini juga memungut
sekian persen lagi.

Pajak dibagi menjadi beberapa bagian :

1. Pajak Penghasilan (PPh)


Pajak Penghasilan adalah pajak yang dikenakan terhadap subjek pajak atas
penghasilan yang diterima atau diperolehnya dalam satu tahun pajak.
Subjek Pajak meliputi: orang pribadi, warisan yang belum terbagi sebagai satu
kesatuan yang menggantikan yang berhak, badan, dan bentuk usaha tetap.
Pajak Penghasilan meliputi dua jenis:
PPh Migas adalah pajak atas penghasilan yang diterima oleh pemerintah dari usaha
atas hasil eksplorasi dan eskploitasi minyak bumi. Perhitungan PPh Migas
merupakan fungsi dari Asumsi Lifting, Harga Minyak Mentah Indonesia, Jumlah
Hari Produksi, dan Cost Recovery.
PPh Nonmigas adalah pajak atas penghasilan yang dipungut dari wajib pajak orang
pribadi. Perhitungan PPh Nonmigas merupakan fungsi dari beberapa variabel
ekonomi makro: Pertumbuhan Ekonomi, Inflasi, Nilai Tukar, dan PTKP.

2. Pajak Pertambahan Nilai (PPN)


Objek Pajak Pertambahan Nilai antara lain:
 Penyerahan Barang Kena Pajak (BKP) dan Jasa Kena Pajak (JKP) di dalam
Daerah Pabean yang dilakukan oleh pengusaha
 Impor Barang Kena Pajak Pemanfaatan Barang Kena Pajak tidak berwujud
dari luar Daerah Pabean di dalam Daerah Pabean
 Pemanfaatan Jasa Kena Pajak dari luar Daerah Pabean di dalam Daerah
Pabean
 Ekspor Barang Kena Pajak berwujud atau tidak berwujud dan Ekspor Jasa
Kena Pajak oleh Pengusaha Kena Pajak

Pajak Keluaran ialah PPN yang dipungut ketika PKP menjual produknya
Pajak Masukan ialah PPN yang dibayar ketika PKP membeli, memperoleh,
maupun membuat produknya

3. Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPnBM)

TIM UASIKIN JA 2018 23


PENGANTAR PENGELOLAAN KUANGAN NEGARA

Pajak yang dikenakan pada barang yang tergolong mewah yang dilakukan oleh
produsen untuk menghasilkan atau mengimpor barang tersebut dalam kegiatan
usaha atau pekerjaannya. PPnBM hanya dikenakan sekali saja, yaitu pada saat
impor atau saat penyerahan BKP. PPnBM berdampak regresif, yaitu orang
berpenghasilan rendah atau tinggi sama saja besaran PPN-nya atas konsumsi barang
yang sama

4. Pajak Bumi dan Bangunan (PBB)


Pajak yang bersifat kebendaan dalam arti besarnya pajak terutang ditentukan oleh
keadaan obek yaitu bumi/tanah dan atau bangunan. Keadaan subjek (siapa yang
membayar) tidak ikut menentukan besarnya pajak.

5. Pendapatan Cukai
Pungutan negara yang dikenakan terhadap barang-barang tertentu yang
mempunyai sifat dan karakteristik tertentu, yaitu: konsumsinya perlu
dikendalikan, peredarannya perlu diawasi, pemakaiannya dapat menimbulkan
dampak negatif bagi masyarakat atau lingkungan hidup, atau pemakaiannya
perlu pembebanan pungutan negara demi keadilan dan keseimbangan.

6. Pendapatan Pajak Lainnya


 Bea Meterai
 Pendapatan penjualan Benda Meterai
 Pajak tidak langsung lainnya
 Bunga Penagihan PPh
 Bunga Penagihan PPN
 Bunga Penagihan PPnBM
 Bunga Penagihan Pajak

7. Bea Masuk dan Bea Keluar


Objek bea masuk adalah semua barang yang di impor dari luar negeri ke
dalam Daerah Pabean Indonesia. Saat terutangnya bea masuk adalah pada
saat barang impor masuk melewati batas daerah pabean pada saat ini,
meliputi seluruh wilayah Republik Indonesia di tambah tempat-tempat
tertentu di dalam Zone Ekonomi Eksklusif (ZEE) di tambah tempat tertentu
di dalam Landas Kontinen.
Objek bea keluar adalah semua barang yang di ekspor dari dalam negeri ke
luar Daerah Pabean Indonesia. Tujuan dari permberlakuan bea keluar untuk
melindungi kelestarian sumber daya alam dan menjamin terpenuhinya
kebutuhan dalam negeri.

Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP)

TIM UASIKIN JA 2018 24


PENGANTAR PENGELOLAAN KUANGAN NEGARA

PNBP (UU no 9 tahun 2018 Pasal 1) adalah pungutan yang dibayar oleh pribadi atau
badan dengan memperoleh manfaat langsung maupun tidak langsung atas layanan atau
pemanfaatan sumber daya dan hak yang diperoleh negara. Subjek PNBP adalah orang atau
badan organisasi atau sebagainya dari dalam mauppun luar negeri yang memiliki kaitan
dengan PNBP. Objek PNBP adalah pemanfaatan SDA, pelayanan, pengelolaan kekayaan
negara yang dipisahkan, dan hak negara lainnya.

Jenis-jenis PNBP :

 PNBP SDA Migas


 PNBP SDA Non-Migas
 Pertambangan Mineral dan Batubara
 Pendapatan Kehutanan
 Pendapatan Perikanan
 Pendapatan Panas Bumi
 Pendapatan Bagian Pemerintah atas laba BUMN
 PNBP lainnya.
 Penerimaan BLU.
PNBP terhutang dihitung oleh instansi pengelola PNBP, mitra pengelola maupun
Wajib Pajak. Instansi pengelola wajib melakukan verifikasi atas PNBP Terutang yang dihitung
oleh Wajib Bayar dan akan mendapatkan sanksi sesuai dengan ketentuan apabila tidak
melakukan verifikasi. Jumlah PNBP dapat ditentukan dengan cara :

Hibah
Official Assesment Self Assesment

1. PNBP terutang 1. PNBP dihitung sendiri oleh Wajib


dihitung/ditentukan oleh Instansi Bayar;
Pemerintah; 2. Wajib Bayar bersifat aktif
2. Wajib Bayar lebih bersifat pasif; menghitung dan membayarkan
3. Hutang PNBP timbul setelah PNBP;
instansi pemerintah menghitung 3. Instansi Pemerintah tidak
PNBP terutang dengan mengeluarkan surat tagihan,
diterbitkannya surat tagihan; kecuali surat tagihan dari hasil
4. Contoh : SIM, STNK, VISA, verifikasi atas pembayaran WB
Paspor, UKT,dan Sewa BMN. atau menindaklanjuti hasil
pemeriksaan instansi pemeriksa.
4. Contoh :Iuran Produk, Royalti
Minerba

Hibah (PP no 10 tahun 2011 pasal 1) adalah setiap penerimaan negara dalam bentuk
devisa, devisa yang dirupiahkan, rupiah, barang, jasa dan/atau surat berharga yang diperoleh
dari Pemberi Hibah yang tidak perlu dibayar kembali, yang berasal dari dalam negeri atau
luar negeri. Bersifat sukarela dan tidak perlu mengeluarkan dana yang nilainya lebih besar
daripada barang/jasa tersebut.

TIM UASIKIN JA 2018 25


PENGANTAR PENGELOLAAN KUANGAN NEGARA

Hibah dilakukan untuk menunjang pembangunan nasional, penanggulangan bencana


alam, maupun bantuan kemanusiaan. Prinsip dalam melakukan hibah adalah transparan,
akuntabel, efisien dan efektif, kehati-hatian, tidak ada ikatan politik, tidak memiliki muatan
yg dapat mengganggu stabilitas keamanan negara.

Pembagian Hibah menurut jenisnya dibagi menjadi dua :

Hibah yang di rencanakan


adalah hibah yang dilaksanakan melalui mekanisme perencanaan, sehingga
hibah ini dicatat penerimaannya dalam APBN.
Hibah yang tidak direncanakan
Adalah hibah yang diberikan langsung oleh donor kepada excuting agency (K/L
yang menerima hibah tanpa melalui kas umum negara). Biasanya diberikan
dalam bentuk barang/jasa bukan uang tunai (non cash)

Pembagian Hibah menurut bentuknya dibagi menjadi tiga :


Uang Tunai
Uang disetor langsung ke rekening kas umum negara (RKUN) atau rekening lain
yang ditentukan oleh menteri sebagai bagian penerimaan APBN.
Uang
Uang digunakan untuk membiayai suatu kegiatan. Hibah tersebut tidak masuk
melalui rekening kas negara melainkan melalui dana perwalian (trust fund)
Non Tunai
Hibah yang diberikan dalam bentuk barang / jasa / surat berharga. Hibah ini
diberikan langsung oleh donor kepada K/L sehingga belum dicantumkan dalam
proses penganggaran tetapi dicatat realisasinya.

Pembagian Hibah menurut sumbernya dibagi menjadi dua :


Dalam Negeri:
Lembaga Keuangan Dalam Negeri
Lembaga Non Keuangan dalam negeri
Pemerintah Daerah
Perusahaan asing yang berdomisili dan melakukan kegiatan di wilayah RI.

Luar Negeri:
Negara asing
Lembaga dibawah PBB
Lembaga multilateral
Lembaga Keuangan Asing
Lembaga Non Keuangan Asing
Lembaga Keuangan nasional yg berdomisili dan melakukan kegiatan usaha
di luar wilayah RI
perorangan

TIM UASIKIN JA 2018 26


PENGANTAR PENGELOLAAN KUANGAN NEGARA

MEKANISME PELAKSANAAN BELANJA NEGARA

1. Pelaksanaan Belanja Kementerian Lembaga (K/L)


a. Perencanaan Kegiatan dan Kebutuhan Dana
1) Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA)
 Dokumen pelaksanaan anggaran sebagai acuan bagi PA / Pengguna
Anggaran dalam pelaksanaan kegiatan pemerintahan.
2) Petunjuk Operasional Kegiatan (POK)
 Dokumen yang memuat uraian pelaksanaan kegiatan, disusun oleh KPA /
Kuasa Pengguna Anggaran sebagai penjabaran lebih lanjut dari DIPA.
3) Perencanaan Kegiatan dan Dana
 Rencana Penarikan Dana (RPD) adalah daftar perkiraan kebutuhan dana
dalam periode tertentu, ditetapkan oleh KPA untuk melaksanakan kegiatan
yang dibuat oleh satker / satuan kerja.
a) RPD Harian, dibuat oleh PPK / Pejabat Pembuat Komitmen
b) RPD Bulanan, dibuat oleh KPA
b. Pembuatan Komitmen
 Pelaksanaan kegiatan oleh PA pada DIPA yang mengakibatkan pengeluaran
negara. Jenis-jenis komitmen :
a) Perjanjian
(1) Kontrak
Pengadaan barang/kontruksi/jasa lainnya dengan nilai diatas Rp.200 juta
dan jasa konsultasi diatas Rp.100 juta.
(2) Surat Perintah Kerja (SPK)
Pengadaan barang/kontruksi/jasa lainnya dengan nilai Rp.50 juta sampai
dengan 200 juta dan jasa konsultasi dibawah Rp.100 juta.
(3) Kuitansi
Pengadaan barang/kontruksi/jasa lainnya dengan nilai maks. Rp.50 juta.
(4) Bukti Pembelian / Pembayaran
Pengadaan barang/kontruksi/jasa lainnya dengan nilai maks. Rp.10 juta.

TIM UASIKIN JA 2018 27


PENGANTAR PENGELOLAAN KUANGAN NEGARA

b) Surat Keputusan
Termasuk surat tugas, dikeluarkan oleh pimpinan K/L atau satker yang
mempunyai implikasi terhadap pengeluaran anggaran. Surat keputusan dapat
berisi perorangan atau bersama.
c. Pelaksanaan Kegiatan (Barang/Jasa)
 Ruang lingkup pengadaan barang/jasa diatur dalam Perpres 16 Tahun 2018
a) Institutsi pelaksana : b) Anggaran yang digunakan :
(1) Kementerian (1) APBN / APBD
(2) Lembaga (2) Pinjaman dan/atau Hibah dalam
(3) Perangkat Daerah negeri
(3) Pinjaman dan/atau Hibah luar
negeri.
 Jenis pengadaan barang/jasa
a) Barang, setiap benda non bangunan.
Contoh : kendaraan bermotor, komputer, dan laptop.
b) Pekerjaan Konstruksi, pembangunan dan pemeliharaan bangunan.
Contoh : Pembangunan gedung K/L, jalan, dan jembatan.
c) Jasa Konsultasi, jasa yang mengutamakan adanya olah pikir.
Contoh : Jasa pembuatan rancangan pembangunan dan kajian.
d) Jasa Lainnya, jasa yang tidak mengutamakan adanya olah pikir.
Contoh : Jasa layanan pos, penyedia air, dan cleaning service.
 Pelaksanaan pengadaan barang/jasa
a) Swakelola, memperoleh barang/jasa sendiri oleh K/L atau satker.
Contoh : Kementerian Pekerjaan Umum melakukan sendiri perbaikan
atas jalan yang berlubang.
b) Penyedia, memperoleh barang/jasa oleh pihak ketiga / kontraktor /
suplier.
Contoh : Kementerian Pekerjaan Umum menunjuk kontraktor untuk
perbaikan atas jalan yang berlubang.
 Metode pemilihan penyedia barang/jasa
a) El Purchasing, yakni pengadaan barang/jasa yang sudah tercantum
dalam katalog elektronik.

TIM UASIKIN JA 2018 28


PENGANTAR PENGELOLAAN KUANGAN NEGARA

b) Pengadaan Langsung, yakni pengadaan barang/jasa dengan nilai maks.


Rp.200 juta dan jasa konsultasi dengan nilai maks. Rp.100 juta.
c) Penunjukkan Langsung, yakni pengadaan barang/jasa dalam keadaan
tertentu (seperti kegiatan mendadak, bersifat rahasia, penyedia hanya
satu).
d) Tender Cepat, yakni pengadaan barang/jasa yang telah terdaftar dalam
Sistem Informasi Kinerja Penyedia.
e) Tender, yakni pengadaan barang/jasa dengan nilai diatas Rp.200 juta
dan jasa konsultasi dengan nilai diatas Rp.100 juta. Pengaadan dengan
tender dilakukan jika tidak dapat menggunakan empat metode
sebelumnya.
 Pejabat / pihak terkait pengadaan barang/jasa
a) Pengguna Anggaran (PA) / Kuasa Pengguna Anggaran (KPA)
Menetapkan pemenang kontrak pengadaan barang/jasa dengan
nilai diatas Rp.100 Milyar dan jasa konsultasi diatas Rp.50 Milyar.
b) Pejabat Pembuat Komitmen (PPK)
Melakukan estimasi dengan menyusun Harga Perkiraan Sendiri /
HPS.
c) Pejabat Pengadaan
Melaksanakan pemilihan penyedia barang/jasa dengan nilai
dibawah Rp.200 juta dan jasa konsultasi dibawah Rp.100 juta.
d) Kelompok Kerja (Pokja) Pemilihan
 Menetapkan pemenang kontrak pengadaan barang/jasa dengan
nilai dibawah Rp.100 Milyar dan jasa konsultasi dibawah Rp.50
Milyar.
 Melaksanakan pemilihan penyedia barang/jasa dengan nilai diatas
Rp.200 juta dan jasa konsultasi diatas Rp.100 juta.
e) Pejabat/Panitia Pemeriksa Hasil Pekerjaan (PPHP)
Melakukan pemeriksaan atas barang/jasa yang datang yang dikirim
oleh penyedia.
f) Penyedia Barang/Jasa
Melakukan penyediaan (menjual) barang/jasa kepada K/L atau
satker.

TIM UASIKIN JA 2018 29


PENGANTAR PENGELOLAAN KUANGAN NEGARA

 Prinsip pengadaan barang/jasa


a) Efisien d) Terbuka g) Akuntabel
b) Efektif e) Bersaing
c) Transparan f) Adil
d. Pelaksanaan Pembayaran
a) Uang Persediaan (UP)
 Pembayaran melalui kas persediaan yang berada di Bendahara
Pengeluaran, ditransfer dari RKUN BI atau Bank Operasional untuk kegiatan
operasional sehari-hari satker. Mekanisme pembayaran dengan Uang
Persediaan :
(1) PPK mengajukan SPP kepada PP-SPM
(2) PP-SPM menguji SPP, kemudian menerbitkan SPM kepada KPPN.
(3) KPPN menguji SPM, kemudian menerbitkan SP2D kepada RKUN BI atau
Bank Operasional.
(4) RKUN menerima SP2D, kemudian mentransfer uang ke Rekening
Bendahara Pengeluaran dengan Bukti Transfer atau Nota Kredit.
(5) Penerima Hak mengajukan pembayaran kepada PPK.
(6) PPK mengeluarkan SPBy kepada Bendahara Pengeluaran.
(7) Bendahara Pengeluaran membayar kepada Penerima Hak dengan Bukti
Transfer atau Kuitansi, termasuk memotong pajak.
b) Pembayaran Langsung (LS)
 Pembayaran yang langsung dilakukan dari RKUN BI atau Bank
Operasional kepada :
- Rekening Pihak Ketiga terkait pengadaan barang/jasa dengan nilai
diatas Rp.50 juta.
- Rekening Bendahara Pengeluaran terkait belanja pegawai,
honorarium, dan perjalanan dinas dengan nilai berapapun.
Mekanisme pembayaran dengan LS :
(1) Kontraktor / Bendahara Pengeluaran mengajukan tagihan kepada PPK
(2) PPK menguji tagihan, kemudian menerbitkan SPP kepada PP-SPM
(3) PP-SPM menguji SPP, kemudian menerbitkan SPM kepada KPPN
(4) KPPN menguji SPM, kemudian menerbitkan SP2D yang telah di potong
pajak kepada RKUN BI atau Bank Operasional

TIM UASIKIN JA 2018 30


PENGANTAR PENGELOLAAN KUANGAN NEGARA

(5) RKUN menerima SP2D, kemudian mentransfer uang ke Rekening


Kontraktor / Bendahara Pengeluaran dengan Bukti Transfer atau Nota
Kredit.
(6) Khusus Bendahara Pengeluaran meneruskan uang kepada Pegawai.

2. Pelaksanaan Belanja BUN


Disebut juga Pelaksanaan Belanja Non K/L. Menteri Keuangan sebagai Pengguna
Anggaran BUN mengelola 9 Bagian Anggaran / BA, yakni :
 Utang
 Hibah
 Hibah kepada Daerah
 Investasi Pemerintah
 Pemberian Pinjaman
 Transfer ke Daerah & Dana Desa
 Subsidi
 Belanja Lainnya
 Transaksi Khusus

 Pembantu Pengguna Anggaran BUN


Dalam mengelola Anggaran BUN, Menteri Keuangan dibantu oleh PPA BUN,
yaitu unit organisasi Eselon 1 yang ditetapkan Menteri Keuangan dan
bertanggung jawab atas pengelolaan BA BUN. Tugas dan fungsi PPA BUN antara
lain :
a. Mengkoordinasi penyusunan, melakukan penilaian dan menyampaikan
usulan kepada Direktorat Jenderal Anggaran terkait Indikasi Kebutuhan
Dana BUN.
b. Menyusun rincian Pagu Anggaran BUN untuk masing-masing KPA BUN.
c. Memberikan bimbingan teknis kepada KPA BUN dalam penyusunan RKA
BUN.
d. Menyusun Rencana Dana Pengeluaran / RDP BUN berdasarkan Pagu
Anggaran BUN.
e. Menyusun laporan keuangan BA BUN sebagai pertanggungjawaban.

TIM UASIKIN JA 2018 31


PENGANTAR PENGELOLAAN KUANGAN NEGARA

 Kuasa Pengguna Anggaran BUN


Pejabat pada satker masing-masing PPA BUN yang memperoleh penugasan dari
Menteri Keuangan untuk melaksanakan pengelolaan anggaran yang berasal BA
BUN. Tugas dan Fungsi KPA BUN :
a. Mengajukan usulan Indikasi Kebutuhan Dana BUN kepada PPA BUN.
b. Menyusun RKA BUN disertai dokumen pendukung.
c. Menyusun dan menyampaikan laporan keuangan kepada PPA BUN.
d. Menyusun DIPA BUN.
e. Menyusun kerangka pengeluaran jangka menengah sesuai karakteristik BA
BUN.

TIM UASIKIN JA 2018 32


PENGANTAR PENGELOLAAN KUANGAN NEGARA

Laporan Pertanggung Jawaban APBN


Dasar hukum: UU No. 17 tahun 2003, UU No. 1 tahun 2014, UU N0. 15 tahun 2004, PP
No. 71 tahun 2010.

Salah satu upaya konkrit untuk mewujudkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan
keuangan negara adalah penyampaian laporan pertanggungjawaban keuangan pemerintah
yang memenuhi prinsip-prinsip tepat waktu dan disusun dengan mengikuti standar
akuntansi pemerintah yang telah diterima secara umum.

Laporan keuangan yang telah diperiksa BPK harus dilaporakan kepada DPR selambat-
lambatnya 6 bulan setelah tahun anggaran berakhir,

A. Pihak yang bertanggung jawab


- Menteri/pimpinan lembaga selaku pengguna anggaran/pengguna barang
bertanggung jawab atas pelaksanaan kebijakan yang ditetapkan dalam UU tentang
APBN dari segi manfaat/hasil.
- Pimpinan unit ogranisasi kementerian/lembaga bertanggung jawab atas pelaksanaan
kegitan yang ditetapkan dalam UU tentang APBN.

SAI (kementerian Negara/lembaga)

Transaksi anggaran Transaksi Transaksi Transaksi Transaksi


BMN realisasi akrual BLU lainnya

Unit Unit akuntansi &


akuntansi & pelaporan keuangan
SAI
pelaporan
barang LKPP BPK
SAPP

SA - BUN
Unit akuntasi dan pelaporan
keuangan

Transaksi non Transaksi Transaksi Transaksi Transaksi


anggaran
anggaran realisasi akrual lainnya khusus

SABUN (menteri keuangan selau BUN)

TIM UASIKIN JA 2018 33


PENGANTAR PENGELOLAAN KUANGAN NEGARA

Kepala kantor

Kepala UAKPA/B

Kasubag TU / Kasubag keuangan/


pejabat yang pejabat yg
menangani menangani
barang keuangan

Pelaksana Pelaksana

Unit akuntansi & Unit akuntansi &


pelaporan barang pelaporan keuangan

B. Komponen laporan keuangan (LKPP/LKKL)


Laporan keuangan pokok terdiri dari:

- Laporan Realisasi Anggaran (LRA)


- Laporan Perubahan Saldo Anggaran Lebih (Laporan Perubahan SAL)
- Neraca
- Laporan Operasional (LO)
- Laporan Arus Kas (LAK)
- Laporan Perubahan Ekuitas (LPE)
- Catatan atas Laporan Keuangan (CaLK).
Laporan keuangan yang wajib disusun dan disajikan oleh pemerintah pusat setidak-
tidaknya meliputi LRA, neraca, LAK, dan CaLK.

Keempat jenis laporan keuangan wajib disusun dan disajikan oleh entitas pelaporan dan
entitas akuntansi, kecuali untuk Laporan Arus Kas hanya disajikan oleh entitas
Pemerintah Pusat, BUN, Pemerintah Daerah, dan BUD.

1. Laporan realisasi anggaran (LRA)


Adalah laporan yang menyajikan ikhtisar sumber, alokasi, dan pemakaian
sumber daya keuangan yang dikelola oleh pemerintah pusat/daerah, yang
mengambarkan perbandingan antara anggaran dan realisasinya.
Unsur-unsur yang terdapat dalam LRA:
- Pendapatan LRA

TIM UASIKIN JA 2018 34


PENGANTAR PENGELOLAAN KUANGAN NEGARA

- Belanja
- Transfer
- Pembiayaan
2. Laporan perubahan saldo anggaran lebih (laporan perubahan SAL)
Adalah laporan yang menyajikan secara komparatif dengan periode sebelumnya
pos pos berikut:
- Saldo anggaran lebih awal
- Pengguna saldo anggaran lebih
- Sisa lebih atau kurang pembiyaan anggaran tahun berjalan
- Koreksi kesalahan pencatatan tahun anggaran sebelumnya
- Lain-lain
- Saldo anggaran lebih akhir.

3. Neraca
adalah laporan yang menggambarkan posisi keuangan suatu entitas pelaporan
mengenai aset, kewajiban, dan ekuitas pada tanggal tertentu. Unsur yang
dicakup oleh neraca terdiri dari aset, kewajiban, dan ekuitas.

4. Laporan operasional
adalah laporan yang menyajikan ikhtisar sumber daya ekonomi yang
menambah ekuitas dan penggunaannya yang dikelola oleh pemerintah
pusat/daerah untuk kegiatan penyelenggaraan pemerintahan dalam satu
periode pelaporan.
Unsur-unsur dalam laporan operasional:
- Pendapatan LO
- Beban
- Transfer
- Pos luar biasa
5. Laporan arus kas
adalah laporan yang menyajikan informasi kas sehubungan dengan aktivitas
operasi, investasi, pendanaan, dan transitoris yang menggambarkan saldo awal,
penerimaan, pengeluaran, dan saldo akhir kas pemerintah pusat/daerah selama
periode tertentu.
Unsur Laporan Arus Kas terdiri dari :
- Penerimaan kas adalah semua aliran kas yang masuk ke Bendahara Umum
Negara/Daerah.

TIM UASIKIN JA 2018 35


PENGANTAR PENGELOLAAN KUANGAN NEGARA

- Pengeluaran kas adalah semua aliran kas yang keluar dari Bendahara Umum
Negara/Daerah.
6. Laporan perubahan ekuitas (LPE)
Adalah laporan yang menyajikan informasi kenaikan atau penurunan ekuitas
tahun pelaporan dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

7. Catatan atas laporan keuangan (CALK)


Penjelasan naratif atau daftar terinci atau analisis atas nilai suatu pos dari angka
yang tertera dalam Laporan Realisasi Anggaran, Laporan Perubahan SAL,
Laporan Operasional, Laporan Perubahan Ekuitas, Neraca, dan Laporan Arus
Kas.

Informasi tentang kebijakan akuntansi yang dipergunakan oleh entitas


pelaporan dan informasi lain yang diharuskan dan dianjurkan untuk
diungkapkan di dalam Standar Akuntansi Pemerintahan serta ungkapan -
ungkapan yang diperlukan untuk menghasilkan penyajian laporan keuangan
secara wajar.

Unsur-unsur yang terdapat dalam CALK:


- Informasi Umum tentang Entitas Pelaporan dan Entitas Akuntansi.
- Informasi tentang kebijakan fiskal/keuangan dan ekonomi makro
- Ikhtisar pencapaian target keuangan selama tahun pelaporan berikut kendala
dan hambatan yang dihadapi dalam pencapaian target
- Informasi tentang dasar penyusunan laporan keuangan dan kebijakan-
kebijakan akuntansi yang dipilih untuk diterapkan atas transaksi-transaksi dan
kejadian-kejadian penting lainnya
- Rincian dan penjelasan masing-masing pos yang disajikan pada lembar muka
laporan keuangan
- Informasi yang diharuskan oleh Pernyataan Standar Akuntansi Pemerintahan
yang belum disajikan dalam lembar muka laporan keuangan
- Informasi lainnya yang diperlukan untuk penyajian yang wajar, yang tidak
disajikan dalam lembar muka laporan keuangan.

Laporan keuangan kementerian/lembaga:


adalah laporan keuangan yang disusun oleh Kementerian / Lembaga yang
merupakan konsolidasian Laporan Keuangan seluruh UAPPA-E1 (unit akuntansi
pembantu penggunaan anggaran) K/L yang bersangkutan.

TIM UASIKIN JA 2018 36


PENGANTAR PENGELOLAAN KUANGAN NEGARA

Laporan Keuangan Kementerian Negara/Lembaga (LKKL) dihasilkan dari Sistem


Akuntansi Instansi (SAI) yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan selaku
Bendahara Umum Negara (BUN).
LKKL tersebut paling lambat 2 bulan setelah tahun anggaran berakhir
disampaikan kepada :
- Presiden melalui Menteri Keuangan.
- BPK untuk diperiksa.
C. Penyampaian RUU laporan pertanggung jawaban pelaksanaan APBN kepada DPR
- Lkpp adalah laporan keuangan yang disusun oleh Kementerian Keuangan yang
merupakan penggabungan (konsolidasian) dari seluruh Laporan Keuangan
Kementerian / Lembaga (LKKL) dan LKBUN.
- Penggabungan (pengkonsolidasian) LKKL dan LKBUN tersebut dilakukan oleh
Direktorat Jenderal Perbendaharaan c.q. Direktorat Akuntansi dan Pelaporan
Keuangan.
- LKPP yang telah disusun tersebut kemudian disampaikan oleh Menteri Keuangan
kepada Presiden untuk disampaikan kepada BPK dalam rangka pemeriksaan
keuangan.
- LKPP disampaikan kepada BPK paling lambat 3 bulan setelah tahun anggaran
berakhir.
- Laporan hasil pemeriksaan BPK atas LKKL harus diselesaikan paling lambat 2 bulan
setelah menerima laporan keuangan kementerian negara/lembaga.
- Laporan hasil pemeriksaan BPK atas LKPP harus disampaikan kepada DPR dan DPD
paling lambat akhir bulan Mei tahun anggaran berikutnya.
- Hasil pemeriksaan BPK atas LKPP digunakan oleh pemerintah untuk melakukan
koreksi dan penyesuaian yang diperlukan, sehingga laporan keuangan yang telah
diperiksa (audited financial statements) memuat koreksi dimaksud sebelum
disampaikan kepada DPR. Dengan demikian, LKPP (audited) disusun berdasarkan
koreksi pemeriksaan BPK atas LKPP, serta LKKL dan LKBUN yang telah diperiksa
(audited).
- Berdasarkan LKPP yang telah diperiksa oleh BPK, Menteri Keuangan menyusun
Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Pertanggungjawaban atas Pelaksanaan
APBN.
- RUU tentang Pertanggungjawaban atas Pelaksanaan APBN tersebut disampaikan
oleh Presiden kepada DPR paling lambat 6 (enam) bulan setelah tahun anggaran
berakhir.

TIM UASIKIN JA 2018 37