Anda di halaman 1dari 9

PEMERINTAH KOTA BOGOR

DINAS LLAJ KOTA BOGOR


JL. RAYA TAJUR NO.54 BOGOR

PERALIHAN IJIN
ANGKUTAN UMUM PERORANGAN
MENJADI BADAN HUKUM
DI KOTA BOGOR

TAHUN 2015

MENGAPA
HARUS
Berbadan Hukum?

1
BADAN HUKUM BANKABLE

PENDANAAN SEKTOR
TRANSPORTASI SUBSIDI

KERJASAMA DG
PIHAK LAIN

PROFESIONAL
BADAN HUKUM
JASA M&O LEBIH BAIK
TRANSPORTASI
BAGI OPERATOR PENGELOLAAN
SOP. SPM LAYANAN
(LELANG)

KEPASTIAN LAYANAN

TARIF TERINTEGRASI

PELAYANAN PRIMA
KEBERLANGSUNGAN
USAHA JAMINAN KERJA
AWAK KENDARAAN

KEBERPIHAKAN
REGULATOR/PEMBINAAN

OUTLINE
1. Dasar Hukum
2. Mengapa Penyedia Jasa Angkutan Umum Harus Berbadan Hukum
3. Masa Pemberlakuan Ketentuan Berbadan Hukum
4. Profil Penyedia Jasa Angkutan Umum Perseorangan
5. Perbedaan Pengelolaan Operasional Perseorangan dengan Badan Hukum
6. Harapan ke Depan
7. Tahapan Pelaksanaan Badan Hukum
8. Mekanisme Peralihan Penyedia Jasa Angkutan UmumPerorangan menjadi
Badan Hukum
9. Rencana Aksi Penyedia Jasa Angkutan Umum Berbadan Hukum pada Jalur
Utama Angk. Massal (Perwali 17 Tahun 2012 tentang SAUM)
10. Rencana Aksi Penyedia Jasa Angkutan Umum Berbadan Hukum pada Jalur
Cabang / Angk. Penunjang (Perwali 74 Tahun 2012 tentang Angk. Feeder)

2
DASAR HUKUM 1
1. Undang-undang Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan,
Pasal 139 ayat (4), bahwa : Penyediaan jasa angkutan umum dilaksanakan oleh
badan usaha milik negara, badan usaha milik daerah, dan/atau badan hukum lain
sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan;
2. Peraturan Pemerintah Nomor 74 tahun 2014 tanggal 14 Oktober 2014 tentang
Angkutan Jalan, Pasal 79 ayat (1) bahwa : Perusahaan Angkutan Umum yang
menyelenggarakan Angkutan Orang dan/atau Barang harus berbentuk Badan
Hukum Indonesia sesuai dengan ketentuan perundang-undangan ;
3. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 3 Tahun 2011 tentang
Penyelenggaraan Perhubungan Pasal 31 ayat (2) Penyediaan jasa angkutan umum
dilaksanakan oleh badan usaha sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan;
4. Peraturan Daerah Kota Bogor Nomor 3 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Lalu
Lintas dan Angkutan Jalan, Pasal 117 ayat (1) bahwa : Perusahaan Angkutan
Umum yang menyelenggarakan Angkutan Penumpang dengan Kendaraan Umum
harus berbentuk Badan Hukum Indonesia;
5. Peraturan Gubernur Jawa Barat Nomor 44 Tahun 2014 tentang Penghitungan
Dasar Pajak Kendaraan Bermotor dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor Tahun
2014;
5

DASAR HUKUM …….. lanjutan


6. Surat Edaran Sekda Provinsi Jawa Barat tanggal 27 Maret 2013 Nomor
551.2/18/Dishub tentang Peralihan Penyedia Jasa Angkutan Penumpang Umum
Perseorangan menjadi Badan Hukum selambat-lambatnya pada bulan September
tahun 2014 (diundur s/d. 30 Maret 2015 berdasarkan info lisan dari Dishub
Provinsi Jawa Barat);
7. Surat Edaran Sekda Kota Bogor tanggal 17 Januari 2014 Nomor 551.21/124-DLLAJ
tentang Peralihan Penyedia Jasa Angkutan Penumpang Umum Perseorangan
menjadi Badan Hukum selambat-lambatnya pada tanggal 14 Agustus 2015;
8. Surat Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat Nomor Nomor
551.21/850/KD-SEKRE/T.DAT tanggal 12 Agustus 2014 hal Pengendalian Perizinan
Angkutan Penumpang Umum;
9. Keputusan Kepala Dinas Pendapatan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 973/029-
Dispenda tentang Perubahan Penghitungan Dasar Pengenaan Pajak Kendaraan
Bermotor dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor Tahun 2015, berkaitan dengan
adanya insentif Pajak PKB dan BBNKB bagi Pengusaha Angkutan Umum ber-Badan
Hukum sebesar 70% mulai berlaku efektif 1 januari 2016.

3
2
Mengapa Penyedia Jasa Angkutan Penumpang Umum Harus
Berbadan Hukum ?
• Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas
dan Angkutan Jalan, Pasal 139 ayat (4);
• Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2014 tentang
Angkutan Jalan, Pasal 79 ayat (1);
• Perda Provinsi Jawa Barat No. 3 tahun 2011 tentang
Penyelenggaraan Perhubungan, Pasal 31 ayat (2);
• Perda Kota Bogor Nomor 3 Tahun 2013 tentang
Penyelenggaraan LLAJ, Pasal 117 ayat (1).

3
Masa Pemberlakuan Ketentuan Berbadan Hukum
– Berdasarkan Undang-undang No. 22 tahun 2009 tanggal 22 Juni 2009
bahwa pelaksanaan penyedia jasa angkutan umum berbadan hukum
adalah 5 (lima) tahun sejak diundangkan, seharusnya 22 Juni 2014 semua
penyedia jasa angkutan umum harus sudah berbadan hukum.
– Berdasarkan Peraturan Daerah Kota Bogor Nomor 3 Tahun 2013 tanggal
13 Agustus 2013 tentang Penyelenggaraan LLAJ, Pasal 153 ayat (3) bahwa
dalam waktu paling lama 2 (dua) tahun sejak Perda diundangkan, usaha
perseorangan yang menyediakan jasa angkutan umum harus
menyesuaikan menjadi perusahaan angkutan umum ber-Badan Hukum.
– Surat Edaran Sekda Kota Bogor, selambat-lambatnya tanggal 14 Agustus
2015 semua penyedia jasa angkutan umum harus sudah berbadan hukum.

– Perlu Surat Edaran susulan agar ada kepastian hukum mekanisme


pemberlakuan ketentuan ber-badan Hukum tersebut.

4
4
Profil Penyedia Jasa Angkutan Umum Perorangan

• Pemilikan kendaraan dan izin trayek atas nama pribadi


• Tidak mempunyai pool dan bengkel sendiri
• Kondisi kendaraan kurang terkontrol
• Sopir bisa siapa saja (Sopir Batangan/Kadal dll) sehingga
keamanan/keselamatan kurang terjamin
• Tidak ada SOP Pelayanan yang seragam walaupun dalam satu trayek
• Pelayanan kepada penumpang tidak terjamin
• Jadwal tidak pasti
• Kejar Setoran
• Keselamatan penumpang terabaikan
• Tarif tidak pasti

5
Perbedaan Pengelolaan Operasional
Perseorangan dengan Badan Hukum
Pengelolaan Perseorangan
 Pengelolaan operasional penyedia jasa perorangan dilakukan oleh
masing-masing, sehingga tidak adanya keseragaman SOP dll.
 Pengawasan terhadap kepemilikan perorangan susah diawasi dan
dikendalikan

Pengelolaan melalui Badan Hukum


 Pengelolaan melalui badan hukum dilakukan oleh managemen
badan hukum sehingga telah memiliki SOP dan SPM, sehingga
kualitas pelayanan lebih terjamin
 Pengawasan oleh regulator akan lebih mudah karena terdapat
penanggung jawab pengelolaan angkutan Umum.

5
6
HARAPAN KE DEPAN

1. MANAJEMEN USAHA ANGKUTAN UMUM LEBIH BAIK;


2. PENGATURAN DAN PENGENDALIAN OLEH PEMERINTAH
LEBIH MUDAH;
3. PELAYANAN KEPADA MASYARAKAT LEBIH BAIK (LEBIH
NYAMAN, AMAN, MUDAH DAN TERJANGKAU);
4. ANGKUTAN UMUM DIMINATI OLEH MASYARAKAT;
5. KENDARAAN PRIBADI DAN SEPEDA MOTOR
DITINGGALKAN.
6. TRANSPORTASI KOTA BOGOR LEBIH LANCAR.

11

7
Tahapan Pelaksanaan
1. Surat Edaran Sekda Kota Bogor tanggal 17 Januari 2014 Nomor 551.21/124-
DLLAJ tentang Peralihan Penyedia Jasa Angkutan Penumpang Umum
Perseorangan menjadi Badan Hukum selambat-lambatnya pada tanggal 14
Agustus 2015, setiap pengusaha perorangan yang mengajukan permohonan
daftar ulang perizinan angkutan diwajibkan mengisi formulir kesanggupan
untuk beralih menjadi badan hukum;
2. Draft Surat Edaran Sekda Kota Bogor tentang Mekanisme Peralihan Perizinan
Angkutan Kota dari Perseorangan menjadi Badan Hukum, berisikan persyaratan
dan batas waktu peralihan kepengusahaan (Rencana bulan Maret 2015);
3. Membuat SOP Peralihan Penyedia Jasa Angkutan Penumpang Umum
Perseorangan menjadi Badan Hukum bersama TIM Badan Hukum (Rencana
bulan Maret – April 2015);
4. Verifikasi Pengusaha ber-Badan Hukum yang telah terdaftar dan/atau Badan
Hukum Baru (Rencana bulan April – Mei 2015);
5. Pelaksanaan Perubahan Perizinan Angkutan, meliputi ; Sosialisasi, Fasilitasi dan
Mediasi kepada para Pemilik/Pengusaha Angkutan Kota Perorangan (Mei - Juli
dst).

12

6
8
Mekanisme peralihan Penyedia Jasa Angkutan
Perorangan ke Badan Hukum

Badan Hukum
Penyedia Jasa Angkutan
Badan Hukum Baru

Perizinan Pendirian Badan Hukum :


1. Akte pendirian PT atau Koperasi Peralihan
2. Izin domisili perusahaan
3. Izin gangguan Perseorangan ke
4. SIUP Badan Hukum
5. Tanda Daftar Perusahaan (TDP)
Bergabung dengan
Badan Hukum yang
Sudah Ada
Peryaratan Penyedia Jasa Angkutan :
1. Kendaraan
2. Pool
3. Bengkel
4. SK Izin Trayek dan KP

Rencana Aksi Penyedia jasa Angkutan Umum 9


Berbadan Hukum pada Jalur Utama Angk. Massal
(Perwali No.17 Tahun 2012 tentang SAUM)

Bantuan Pemerintah
Sistem Pinjam
Pengadaan Bus Pakai + 7 Tahun
Bus dikembalikan

Investasi dari Pengusaha


Penyedia Jasa Angkutan Umum ber-Badan Hukum Sistem pola
Berbadan Hukum (Min Menguasai 5 Kend) kerjasama /Saham
Badan Usaha Milik Negara (BUMN) - Pengusaha Beli Bus, dan ditetapkan oleh
Badan Usaha Milik Daerah (BUMD)
mengundang pemilik Angkot Investor
Perseroan Terbatas (PT.)
Koperasi untuk bergabung ( 3 Angkot jadi
1 Bus)

Investasi dari
Pemilik/Pengusaha Angkot
setelah berubah jadi Sistem Reduksi
Pengusaha ber-Badan dengan Perubahan
Jenis Moda
Hukum (Min menguasai 5 Kend)

3 Angkot dihapuskan jadi 1 Bus

7
Rencana Aksi Penyedia jasa Angkutan Umum 10
Berbadan Hukum pada Jalur Cabang/Angk. Penunjang
(Perwali No.74 Tahun 2012 tentang Angk. Feeder)

Investasi dari Pengusaha


ber-Badan Hukum
Sistem pola
kerjasama /Saham
- Perseroan Terbatas ditetapkan oleh
Min Menguasai 5 Kend. Investor
- Koperasi
Min. 20 Anggota
50 Kendaraan
Penyedia Jasa Angkutan Umum
Berbadan Hukum Jika angkot semula
Badan Usaha Milik Negara (BUMN) beroperasi di Jalur
Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Utama harus pindah
Perseroan Terbatas (PT.) ke Jalur Cabang
Koperasi
Investasi dari
Pemilik/Pengusaha Angkot
setelah berubah jadi
Pengusaha ber-Badan
Hukum
Perubahan
Manajemen
- Perseroan Terbatas Kepengusahaan
Min Menguasai 5 Kend.

DEMIKIAN
TERIMAKASIH

16

8
11

Substansi SOP
Peralihan Pengusaha Perseorangan menjadi Badan Hukum
(dibuat oleh TIM)
1. Perusahaan Angkutan Umum yang menyelenggarakan Angkutan Penumpang
dengan Kendaraan Umum harus berbentuk Badan Hukum (Perda 3 /2013)
a. SOP Pendirian Badan Usaha yang berbadan hukum (PT dan Koperasi)
b. Persyaratan Badan Usaha yang berbadan hukum (PT dan Koperasi)
* SOP Pembuatan SITU, TDP, Izin Gangguan, Surat Keterangan Domisili Prsh
* SOP NPWP Badan Hukum
c. SOP Verifikasi Badan Usaha yang berbadan hukum (PT dan Koperasi)
2. Berkaitan perubahan perizinan angkutan, terdapat beberapa ketentuan yang
harus dipenuhi diantaranya :
a. Permohonan oleh Pengusaha Berbadan Hukum
b. Kelengkapan persyaratan Administrasi (Dokumen Kendaraan) seperti ;
STNK, Buku Uji, SKKP Izin Trayek, berkaitan :
? SOP perubahan BPKB /STNK perorangan menjadi badan hukum
? SOP perubahan Buku Uji
? SOP perubahan izin trayek menjadi izin penyelenggaraan angk. perkotaan
3. Bahan Perwali tentang Penyelenggaraan Angkutan Perkotaan

17