Anda di halaman 1dari 20

B.

Konsep Dasar Keperawatan

Keperawatan adalah suatu bentuk pelayanan profesional yang merupakan bagian

integral dari pelayanan kesehatan didasarkan pada ilmu dan kiat keperawatan yang berbentuk

pelayanan bio-psiko-sosial, spiritual yang komprehensif, ditujukan pada individu, keluarga,

kelompok, dan masyarakat baik yang sehat maupun yang sakit dan mencakup seluruh proses

kehidupan manusia. Pelayanan keperawatan merupakan bantuan yang diberikan karena

adanya kelemahan fisik dan mental, keterbatasan pengetahuan, serta kurangnya kemajuan

menuju kepada kemampuan melaksanakan kegiatan dalam kehidupan sehari-hari secara

mandiri.

Di dalam memberikan asuhan keperawatan terdiri dari beberapa tahap atau langkah-

langkah proses keperawatan yaitu :

A. Pengkajian

Riwayat penyakit dan pemeriksaan fisik sering kali memberi tanda pertama yang

menunjukkan adanya penyakit neoplastik. Keluhan yang samar seperti perasaan letih, nyeri

pada ekstermitas, berkeringat dimalam hari, penurunan selera makan, sakit kepala, dan

perasaan tidak enak badan dapat menjadi petunjuk pertama leukimia

(Wong’s pediatric nursing 2009. Hal:1140)

Adapun pengkajian yang sistematis pada sistem hamatologi (leukemia) meliputi

1. Biodata

a) Identitas klien : nama, umur, jenis kelamin, agama, alamat, dan pendidikan.

b) Identitas penanggung : nama, umur, jenis kelamin, agama, tingkat pendidikan, pekerjaan,

pendapatan, dan alamat.

2. Riwayat kesehatan sekarang

a) Adanya kerusakan pada organ sel darah/sum-sum tulang.

b) Gejala awal biasanya terjadi secara mendadak panas dan perdarahan.


3. Riwayat kesehatan sebelumnya

a) Riwayat kehamilan/persalinan.

b) Riwayat pertumbuhan dan perkembangan.

c) Riwayat pemberian imunisasi.

d) Riwayat nutrisi, pemberian makanan yang adekuat.

e) Infeksi-infeksi sebelumnya dan pengobatan yang pernah dialami.

4. Riwayat Imunisasi

Riwayat imunisasi yang di dapatkan oleh klien yaitu BCG, DPT (I, II, III), Polio (I, II ,III),

Campak, Hepatitis, dan riwayat penyakit yang berhubungan dengan imunitas seperti

malnutrisi.

5. Riwayat Tumbuh Kembang

a. Pertumbuhan Fisik

- Berat badan

BBL : 2500 gr – 4000 gr

3 - 12 bulan : umur (bulan) + 9

1 - 6 tahun : umur (tahun) x 2 + 8

6 - 12 tahun : umur (tahun) x 7 – 5

- Tinggi Badan

Tinggi badan lahir : 45 - 50 cm

Umur 1 tahun : 75 cm

2 - 12 tahun : umur (tahun) x 6 + 7

Atau
1 tahun : 1,5 x TB lahir

4 tahun : 2 x TB lahir

6 tahun : 1,5 x TB setahun

13 tahun : 3 x TB lahir

Dewasa : 3,5 x TB lahir (2 x TB 2 tahun)

b. Perkembangan tiap tahap usia

- Berguling : 3-6 bulan

- Duduk : 6-9 bulan

- Merangkak : 9-10 bulan

- Berdiri : 9-12 bulan

- Jalan : 12-18 bulan

- Senyum pertama kali dengan orang lain : 2-3 bulan

- Bicara : 2-3 tahun

- Berpakaian tanpa dibantu : 3-4 tahun

(Aziz Alimul Hidayat, Hal : 27).

6. Pemeriksaan fisik

a) Keadaan Umum

Meliputi : Baik, Jelek, Sedang

b) Tanda-tanda vital

- TD : Tekanan Darah

- N : Nadi

- P : Pernapasan

- S : Suhu
c) Antropometri

- TB : Tinggi badan

- BB : Berat badan

- LLA : Lingkar lengan atas

- LK : Lingkar kepala

- LD : Lingkar dada

- LP : Lingkar perut

d) Sistem pernafasan

Frekuensi pernapasan, bersihan jalan napas, gangguan pola napas, bunyi tambahan ronchi dan

wheezing.

e) Sistem cardiovaskuler

Anemis atau tidak, bibir pucat atau tidak, denyut nadi, bunyi jantung, tekanan darah dan

capylary reffiling time.

f) Sistem pencernaan

Mukosa bibir dan mulut kering atau tidak, anoreksia atau tidak, palpasi abdomen apakah

mengalami distensi dan auskultasi peristaltik usus adakah meningkat atau tidak.

g) Sistem muskuloskeletal

Bentuk kepala, extermitas atas dan ekstermitas bawah.

h) Sistem integumen

Rambut : warna rambut, kebersihan, mudah tercabut atau tidak

Kulit : warna, temperatur, turgor dan kelembaban

Kuku : warna, permukaan kuku, dan kebersihannya

i) Sistem endokrin

Keadaan kelenjar tiroid, suhu tubuh dan ekskresi urine.

j) Sistem penginderaan
Mata : Lapang pandang dan visus.

Hidung : Kemampuan penciuman.

Telingan : Keadaan daun telinga dan kemampuan pendengaran.

k) Sistem reproduksi

Observasi keadaan genetalia, dan perubahan fisik sistem reproduksi.

l) Sistem neurologis

1) Fungsi cerebral

2) Status mental : orientasi, daya ingat dan bahasa.

3) Tingkat kesadaran (eye, motorik, verbal) : dengan menggunakan Gaslow Coma Scale (GCS).

4) Kemampuan berbicara.

5) Fungsi kranial :

a) Nervus I (Olfaktorius) : Suruh anak menutup mata dan menutup salah satu lubang hidung,

mengidentifikasi dengan benar bau yang berbeda (misalnya jeruk dan kapas alkohol).

b) Nervus II (Optikus) : Periksa ketajaman penglihatan anak, Persepsi terhadap cahaya dan

warna, periksa diskus optikus, penglihatan perifer.

c) Nervus III (Okulomotorius) : Periksa ukuran dan reaksi pupil, periksa kelopak mata terhadap

posisi jika terbuka, suruh anak mengikuti cahaya.

d) Nervus IV (Troklearis) : Suruh anak menggerakkan mata kearah bawah dan kearah dalam.

e) Nervus V (trigemenus) : Lakukan palpasi pada pelipis dan rahang ketika anak merapatkan

giginya dengan kuat, kaji terhadap kesimetrisan dan kekuatan, tentukan apakah anak dapat

merasakan sentuhan di ats pipi (bayi muda menoleh bila area dekat pipi disentuh), dekati dari

samping, sentuh bagian mata yang berwarna dengan lembut dengan sepotong kapas untuk

menguji refleks berkedip dan refleks kornea.

f) Nervus VI (Abdusen) : kaji kemampuan anak untuk menggerakkan mata secara lateral.
g) Nervus VIII (Fasialis) : Uji kemampuan anak untuk mengidentifikasiLarutan manis (gula),

Asam (jus lemon), atau hambar (kuinin) pada lidah anterior. Kaji fungsi motorik dengan

meminta anak yang lebih besar untuk tersenyum, menggembungkan pipi, atau

memperlihatkan gigi, (amati bayi ketika senyum dan menangis).

h) Nervus VIII (akustikus) : Uji pendengaran anak

i) Nervus IX (glosofharingeus) : Uji kemampuan anak untuk mengidentifikasi rasa larutan pada

lidah posterior.

j) Nervus X (vagus) : Kaji anak terhadap suara parau dan kemampuan menelan, sentuhkan

spatel lidah ke posterior faring untuk menentukan apakah refleks muntah ada (saraf cranial

IX dan X mempengaruhi respon ini), jangan menstimulasi refleks muntah jika terdapat

kecurigaan epiglotitis, periksa apakah ovula pada posisi tengah.

k) Nervus XI (aksesorius) : Suruh anak memutar kepala kesamping dengan melawan tahanan,

minta anak untuk mengangkat bahu ketika bahunya ditekan kebawah.

l) Nervus XII (hipoglosus) : Minta anak untuk mengeluarkan lidahnya. periksa lidah terhadap

deviasi garis tengah, (amati lidah bayi terhadap deviasi lateral ketika anak menangis dan

tertawa).dengarkan kemampuan anak untuk mengucapkan “r”. letakkan spatel lidah di sisi

lidah anak dan minta anak untuk menjauhkannya, kaji kekuatannya.

6) Fungsi motorik : massa otot, tonus otot dan kekuatan otot

7) Fungsi sensorik: respon terhadap suhu, nyeri dan getaran

8) Fungsi cerebrum: kemampuan koordinasi dan keseimbangan

7. Pemeriksaan diagnostic

a) Hitung darah lengkap : Menunjukkan normositik, anemia normositik.

Hemoglobin : Dapat kurang dari 10 g/100 ml

Retikulosit : Jumlah biasanya rendah

Jumlah trombosit : Mungkin sangat rendah (<50.000/mm)


SDP : Mungkin lebih dari 50.000/cm dengan peningkatan SDP imatur (“menyimpang ke

kiri”).mungkin ada sel blast Leukimia

b) PT/PTT : memanjang

c) LDH : Mungkin meningkat

d) Asam urat serum/urine : Mungkin meningkat

e) Muramidase serum (lisozim) : Peningkatan pada Leukimia monositik Akut dan mielomositik.

f) Copper serum : Meningkat

g) Zink serum : Menurun

h) Biopsi sumsum tulang : SDM abnormal biasanya lebih dari 50% atau Lebih dari sel blast,

dengan prekusor eritroid, sel imatur, dan megakariositis menurun.

i) Foto dada dan biopsy nodus limfe : Dapat mengindikasikan derajat keterlibatan

(Doen

C. Diagnosa Keperawatan

Diagnosa keperawatan menurut The North American Nursing Diagnosis Association

NANDA) adalah “suatu penilalan klinis tentang respon individu, keluarga. atau kornunitas

terhadap masalah kesehatan atau proses kehidupan yang aktual dan potensial. Diagnosa

keperawatan memberikan dasar untuk pemilihan intervensi keperawatan untuk mencapai

tujuan dimana perawat bertanggung gugat ‘ (Wong, 2004)

Menurut Donna L Wong 2004 diagnosa pada anak dengan leukemia adalah:

a. Resiko infeksi berhubungan dengan menurunnya sistem pertahanan tubuh

b. Intoleransi aktivitas berhubungan dengan kelemahan akibat anemia

c. Resiko terhadap cedera : perdarahan yang berhubungan dengan penurunan jumlah trombosit

d. Resiko tinggi kekurangan volume cairan berhubungan dengan mual dan muntah

e. Perubahan membran mukosa mulut : stomatitis yang berhubungan dengan efek samping agen

kemoterapi
f. Perubahan nutrisi kurang dan kebutuhan tubuh yang berhubungan dengan anoreksia, malaise,

mual dan muntah, efek samping kemoterapi dan atau stomatitis

g. Nyeri yang berhubungan dengan efek fisiologis dan leukemia

h. Kerusakan integritas kulit berhubungan dengan pemberian agens kemoterapi, radioterapi,

imobilitas.

i. Gangguan citra tubuh berhubungan dengan alopesia atau perubahan cepat pada penampilan.

j. Perubahan proses keluarga berhubungan dengan mempunyai anak yang menderita leukemia.

k. Antisipasi berduka berhubungan dengan perasaan potensial kehilangan anak.

A. Rencana keperawatan

Rencana keperawatan merupakan serangkaian tindakan atau intervensi untuk mencapai

tujuan pelaksanaan asuhan keperawatan.

Intervensi keperawatan adalah preskripsi untuk perilaku spesifik yang diharapkan dan

pasien dan atau tindakan yang harus dilakukan oleh perawat.

Berdasarkan diagnosa yang ada maka dapat disusun rencana keperawatan sebagai berikut

(Wong ,2004: 595-602)

a. Resiko infeksi berhubungan dengan menurunnya sistem pertahanan tubuh

Tujuan: Anak tidak mengalami gejala-gejala infeksi

Intervensi Rasional

a) Pantau suhu dengan teliti a) untuk mendeteksi kemungkinan

infeksi

b) Ternpatkan anak dalam ruangan


b) untuk meminimalkan terpaparnya
khusus anak dan sumber infeksi

c) Anjurkan semua pengunjung dan stafc) untuk meminimalkan pajanan pada

rumah sakit untuk menggunakan organism infektif

teknik mencuci tangan dengan baik

d) Gunakan teknik aseptik yang cermat

untuk semua prosedur invasive d) untuk mencegah kontaminasi silang

e) Evaluasi keadaan anak terhadap atau menurunkan resiko infeksi

tempat tempat munculnya infeksie) untuk intervensi dini penanganan

seperti tempat penusukan jarum, infeksi

ulserasi mukosa, dan masalah gigi

f).Inspeksi membran mukosa mulut.

Bersihkan mulut dengan baik

g) Berikan periode istirahat tanpaf) rongga mulut adalah medium yang

gangguan baik untuk pertumbuhan organism

g) menambah energi untuk

h) Berikan diet lengkap nutrisi sesuai usia penyembuhan dan regenerasi seluler

i)Berikan antibiotik sesuai ketentuan h) untuk mendukung pertahanan alami

tubuh

i) diberikan sebagai profilaktik atau

mengobati infeksi khusus

b. Intoleransi aktivitas berhubungan dengan kelemahan akibat anemi

Tujuan : terjadi peningkatan toleransi aktifitas

Intervensi Rasional

a) Evaluasi laporan kelemahan,a) menentukan derajat dan efek


perhatikan ketidakmampuan untuk ketidakmampuan

berpartisipasi dalam aktifitas sehari-

hari

b) Berikan lingkungan tenang dan perlub) menghemat energi untuk aktifitas

istirahat tanpa gangguan dan regenerasi seluler atau

penyambungan jaringan

c) Kaji kemampuan untuk berpartisipasic) mengidentifikasi kebutuhan

pada aktifitas yang diinginkan atau individual dan membantu pemilihan

dibutühkan intervensi

c. Resiko terhadap cedera, perdarahan yang berhubungan dengan penurunan jumlah

trombosit

Tujuan : klien tidak menunjukkan bukti-bukti perdarahan

Intervensi Rasional

a) Gunakan semua tindakan untuka) karena perdarahan memperberat

mencegah perdarahan khususnya kondisi anak dengan adanya anemia

pada daerah ekimosis b) karena kulit yang luka cenderung

b) Cegah ulserasi oral dan rectal untuk berdarah

c) untuk mencegah perdarahan

c) Gunakan jarum yang kecil pada saat

melakukan injeksi d) untuk mencegah perdarahan

d) untuk mencegah perdarahan e) untuk memberikan intervensi dm1

e) Laporkan setiap tanda-tanda dalam mengatasi perdarahan

perdarahan (tekanan darah menurun,

denyut nadi cepat, dan pucat) f) karena aspirin mempengaruhi


f) Hindari obat-obat yang mengandung fungsi trombosit

aspirin g) untuk mencegah perdarahan

g) Ajarkan orang tua dan anak yang

lebih besar untuk mengontrol

d. Resiko tinggi kekurangan volume cairan berhubungan dengan mual dan muntah

Tujuan : Pasien tidak mengalami mual atau muntah.

Intervensi Rasional

a) Berikan antiemetik awal sebeluma) untuk mencegah mual dan muntah

dimulainya kemoterapi

b) Berikan antiemetik secara teraturb) untuk mencegah episode berulang

pada waktu dan program kemoterapi

c) untuk mencegah episode berulang

c) karena tidak ada obat antiemetik

yang secara umum berhasil hindari

memberikan makanan yang

d) Anjurkan makan dalam porsi kecil beraroma menyengat

tapi sering d) karena jumlah kecil biasanya

e) Berikan cairan intravena sesuai ditoleransi dengan baik

ketentuan e) untuk mempertahankan hidrasi

e. Perubahan membran mukosa mulut stomatitis yang berhubungan dengan efek samping agen

kemoterapi

Tujuan : pasien tidak mengalami mukositis oral

Intervensi Rasional

a) lnspeksi mulut setiap hari untuka) untuk mendapatkan tindakan yang


adanya ulkus oral segera

b) Untuk mendapatkan tindakan yangb) untuk mencegah trauma

segera

c) Gunakan sikat gigi berbulu lembut,c) untuk menghindari trauma

aplikator berujung kapas, atau jan

yang dibalut kasa

d) Berikan pencucian mulut yang seringd) untuk rneningkatkan penyembuhan

dengan cairan salin normal atau

tanpa larutan bikarbonat e) untuk menjaga agar bibir tetap

e) Gunakan pelembab bibir lembab dan mencegah pecah

pecah (fisura)

f) karena bila digunakan pada faring,

f) Hindari penggunaan larutan lidokain dapat menekan refleks muntah

pada anak kecil yang mengakibatkan resiko aspirasi

dan dapat menyebabkan kejang

g) agar makanan yang masuk dapat

ditoleransi anak

g) Berikan diet cair, lembut dan lunak h) untuk mendeteksi kemungkinan

infeksi

h) Inspeksi mulut setiap hari i) untuk membantu melewati area

nyeri

i) Dorong masukan cairan denganj) dapat mengiritasi jaringan yang luka

menggunakan sedotan dan dapat membusukkan gigi,

j) Hindari penggunaa swab gliserin, memperlambat penyembuhan

hidrogen peroksida dan susu dengan rnemecah protein dan dapat


magnesia mengeringkan mukosa

k) untuk mencegah atau mengatasi

mukositis

l) untuk mengendalikan nyeri

k) Berikan obat-obat anti infeksi sesuai

ketentuan

l) Berikan analgetik

f. Perubahan nutrisi kurang dan kebutuhan tubuh yang berhubungan dengan anoreksia,

malaise, mual dan muntah, efek samping kernoterapi dan atau stomatitis

Tujuan : pasien mendapat nutrisi yang adekuat

Intervensi Rasional

a) Dorong orang tua untuk tetap rileksa) jelaskan bahwa hilangnya nafsu

pada saat anak makan makan adalah akibat langsung dan

mual dan muntah serta kemoterapi

b) untuk mempertahankan nutrisi yang

b) Izinkan anak memakan semua optimal

makanan yang dapat ditoleransi,

rencanakan untuk memperbaiki

kualitas gizi pada saat selera makan

anak meningkat c) untuk memaksimalkan kualitas

c) Berikan makanan yang disertai intake nutrisi

suplemen nutrisi gizi, seperti susu

bubuk atau suplemen yang dijual

bebas d) untuk mendorong agar anak mau


d) Izinkan anak untuk terlibat dalam makan

persiapan dan pemilihan makanan e) karna jumlah yang kecil biasanya

e) Dorong masukan nutrisi dengan ditoleransi dengan baik

jumlah sedikit tapi sering f) kebutuhan jaringan metabolik

f) Dorong pasien untuk makan diet ditingkatkan begitu juga cairan

tinggi kalori kaya nutrient untuk menghilangkan produk sisa

suplemen dapat memainkan peranan

penting dalam mempertahankan

masukan kalori dan protein yang

adekuat

g) membantu dalam mengidentifikasi

g) Timbang BB, ukur TB dan ketebalan malnutrisi protein kalori, khususnya

lipatan kulit trisep bila BB dan pengukuran

antropometri kurang

g. Nyeri yang berhubungan dengan efek fisiologis dan leukemia

Tujuan : pasien tidak mengalami nyeri atau nyeri menurun sampai tingkat yang dapat diterirna anak

Intervensi Rasional

a) Mengkaji tingkat nyeri dengan skalaa) informasi memberikan data dasar

0 sampai 5 untuk mengevaluasi kebutuhan

atau keefekti fan

b) Jika mungkin, gunakan prosedur-b) untuk meminimalkan rasa tidak

prosedur (misal pemantauan suhu aman

non invasif, alat akses vena


c) Evaluasi efektifitas penghilang nyeric) untuk menentukan kebutuhan

dengan derajat kesadaran dan sedasi perubahan dosis. Waktu pemberian

atau obat

d) Lakukan teknik pengurangan nyeri

e) Berikan obat-obat anti nyeri secara


d) sebagai analgetik tambahan
teratur
e) untuk mencegah kambuhnya nyeri

h. Kerusakan integritas kulit berhubungan dengan pemberian agens kemoterapi, radioterapi,

imobilitas

Tujuan : pasien mempertahankan integritas kulit

Intervensi Rasional

a) Berikan perawatan kulit yang cermat,


a) karena area ini cenderung

terutama di dalam mulut dan daerah mengalami ulserasi

perianal

b) Ubah posisi dengan sering b) untuk merangsang sirkulasi dan

mencegah tekanan pada kulit

b) Mandikan dengan air hangat dan


c) mempertahankan kebersihan tanpa

sabun ringan mengiritasi kulit

d) Kaji kulit yang kering terhadap efek


d) efek kemerahan atau kulit kering

samping terapi kanker dan pruritus,ulserasi dapat terjadi

dalam area radiasi pada beberapa

agen kemoterapi
e) Anjurkan pasien untuk tidak
e) membantu mencegah friksi atau

menggaruk dan menepuk kulit yang trauma kulit

kering

f) Dorong masukan kalori protein yang


f) untuk mencegah keseimbangan

adekuat nitrogen yang negatif

g) Pilih pakaian yang longgar dan


g) untuk meminimalkan iritasi

lembut diatas area yang teradiasi tambahan

i. Gangguan citra tubuh berhubungan dengan alopesia atau perubahan cepat pada penampilan

Tujuan : pasien atau keluarga menunjukkan perilaku koping positif

Intervensi Rasional

a) Dorong anak untuk memilih wig


a) untuk membaritu mengembangkan

(anak perempuan) yang serupa gaya penyesuaian rambut terhadap

dan warna rambut anak sebelum kerontokan rambut

rambut mulai rontol b) karena hilangnya perlindungan

b) Berikan penutup kepala yang adekuat rambut

selama pemajanan pada sinar

matahari, angin atau dingin c) untuk menyamarkan kebotakan

c) Anjurkan untuk menjaga agar rambut parsial

yang tipis itu tetap bersih, pendek dan

halus d) untuk menyiapkan anak dan

d) Jelaskan bahwa rambut mulai tumbuh keluarga terhadap perubahan

dalam 3 hingga 6 bulan dan mungkin penampilan rambut baru

warna atau teksturnya agak berbeda

e) Dorong hygiene, berdandan, dan alat-


e) untuk meningkatkan penampilan
alat yang sesuai dengan jenis kelamin

,misalnya wig, skarf, topi, tata rias.

j. Perubahan proses keluarga berhubungan dengan mempunyai anak yang menderita leukemia

Tujuan : pasien atau keluarga menunjukkan pengetahuan tentang prosedur diagnostik atau

terapi

Intervensi Rasional

a) Jelaskan alasan setiap prosedur yang


a) untuk meminimalkan kekhawatiran

akan dilakukan pda anak yang tidak perlu

b) Jadwalkan waktu agar keluarga dapat


b) untuk mendorong komunikasi dan

berkumpul tanpa gangguan dan staf ekspresi perasaan

c) Bantu keluarga merencanakan masa

depan, khususnya dalam membantu


c) untuk meningkatkan perkembangan

anak menjalani kehidupan yang anak yang optimal

normal

d) Dorong keluarga untuk


d) memberikan kesempatan pada

mengespresikan perasaannya keluarga untuk menghadapi rasa

mengenai kehidupan anak sebelum takut secara realistis

diagnosa dan prospek anak untuk

bertahan hidup

e) Diskusikan bersama keluarga


e) untuk mempertahankan komunikasi

bagaimana mereka memberitahu anak yang terbuka dan jujur

tentang hasil tindakan dan kebutuhan

terhadap pengobatan dan


kemungkinan terapi tambahan f) untuk mencegah bertambahnya rasa

f) Hindari untuk menjelaskan hal-hal kekhawatiran keluarga

yang tidak sesuai dengan kenyataan

yang ada

k. Antisipasi berduka berhubungan dengan perasaan potensial kehilangan anak

Tujuan : pasien atau keluarga menerima dan mengatasi kemungkinan kematian anak

Intervensi Rasional

a) Kaji tahapan berduka terhadap anak


a) pengetahuan tentang proses berduka

dan keluarga memperkuat normalitas perasaan

atau reaksi terhadap apa yang

dialarni dan dapat membantu pasien

dan keluarga lebih efektif

menghadapi kondisinya

b) untuk menetapkan hubungan saling

c) Berikan kontak yarg konsisten pada percaya yang mendorong

keluarga komunikasi

c) untuk meyakinkan bahwa harapan

d) Bantu keluarga merencanakan mereka diimplementasikan

perawatan anak, terutama pada tahapd) memperkuat normalitas perasaan

terminal atau reaksi terhadap apa yang

e) Fasilitasi anak untuk mengespresikan dialami

perasaannya melalui bermain


E. Implementasi

Implementasi keperawatan adalah pelaksanaan dan perencanaan keperawatan yang telah

dibuat untuk rnencapai hasil yang efektif. Dalam pelaksanaan implementasi keperawatan,

penguasaan keterampilan dan pengetahuan hams dimiliki oleh setiap perawat sehingga

pelayanan yang diberikan baik mutunya. Dengan demikian tujuan dan rencana yang telah

ditentukan dapat tercapai (Wong. 2004:33 1).

F. Evaluasi

Evaluasi adalah suatu penilaian terhadap keberhasilan rencana keperawatan untuk

memenuhi kebutuhan-kebutuhan klien. Menurut Donna L Wong (2004:596-610) hasil yang

diharapkan pada klien dengan leukemia adalah:

1) Anak tidak menunjukkan tanda-tanda infeksi

2) Berpartisipasi dalam aktifitas sehari-sehari sesuai tingkat kemampuan, adanya laporan

peningkatan toleransi aktifitas.

3) Anak tidak menunjukkan bukti-bukti perdarahan.

4) Anak menyerap makanan dan cairan, anak tidak mengalami mual dan muntah

5) Membran mukosa tetap utuh, ulkus menunjukkan tidak adanya rasa tidak nyaman

6) Masukan nutrisi adekuat

7) Anak beristirahat dengan tenang, tidak melaporkan dan atau menunj ukkan bukti-bukti

ketidaknyamanan, tidak mengeluhkan perasaan tidak nyaman.

8) Kulit tetap bersih dan utuh

9) Anak mengungkapkan masalah yang berkaitan dengan kerontokan rambut, anak membantu

menentukan metode untuk mengurangi efek kerontokan rambut dan menerapkan metode mi

dan anak tampak bersih, rapi, dan berpakaian menarik.


10) Anak dan keluarga menunjukkan pemahaman tentang prosedur, keluarga menunjukkan

pengetahuan tentang penyakit anak dan tindakannya. Keluarga mengekspresikan perasaan

serta kekhawatirannya dan meluangkan waktu bersama anak.

11) Keluarga tetap terbuka terhadap konseling dan kontak keperawatan