Anda di halaman 1dari 8

MAKALAH

KITAB GHARIB AL-HADITS


Disusun Untuk Memenuhi Tugas pada Mata Kuliah Studi Kitab Hadits IV

Yang Dibimbing Oleh :

Ahmad Fajar Shodiq, M.Th.I

Oleh :

Muhammad Sadid Nidlom F U20162007

Muhammad Faizin U20162021

Mujibur Rahman U20162005

PRODI ILMU HADITS

FAKULTAS USHULUDDIN, ADAB DAN HUMANIORA

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN)

JEMBER

2019
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Kepedulian ulama‟ terhadap hadits dan juga ilmu hadits melahirkan banyak karya
manumental dalam setiap cabangnya, dan sebab dari perkembangan keilmuan ini
banyak sekali kita temui bermacam-macam tanggapan dan juga cara pemeliharaan
terhadap hadits yang para ulama‟ coba tawarkan kepada khalayak sebagaisalah satu
trobosan atas problematika yang sering terjadi, baik dalam pelestarian hadits itu
sendiri, maupun yang bersangkutan dengannya.
Adapun salah satu karya yang sempat bersinar terang pada masanya, ialah karya
yang dimiliki Abu Ubaid Al-Qasim bin Salam Al-Baghdadi yang diberi nama kitab
gharib al-hadits. Inisiatif Abu Ubaid dalam mengumpulkan hadits-hadits gharib
tersebut, menemui banyak pujian dari para ulama‟, selain karena banyaknya muatan
hadits gharib yang masyhur, penafsiran yang dilakukan beliaupun terhadap hadits
hadits yang dibawanya dalam kitab tersebut juga tak luput dari pujian para ulama‟.
Disini kami sebagai penulis akan mencoba memaparkan apa-apa terkait kitab gharib
al-hadits tersebut, yang telah kami rinci berdasarkan rumusan masalah sebagaimana
berikut ini

B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana Biografi Abu Ubaid ?
2. Bagaimana Kandungan Kitab Gharib Al-Hadits
3. Bagaimana Manhaj Penyusunan Kitab Gharib Al-Hadits
4. Bagaimana kedudukan Kitab Gharib Al-hadits
BAB II
PEMBAHASAN
A. Biografi Abu Ubaid
Nama beliau adalah Abu Ubaid, Al-Qasim bin Salam Al-Baghdadi. Ayah
beliau(Salam) merupakan budak salah seorang penduduk Hurrah dan
dimerdekakan oleh Al-Azdi. Beliau(Abu Ubaid) lahir di Hurrah pada tahun 154 H
menurut pendapat Abu Bakar Az-Zabidi didalam kitabnya Al-taqridz dan 157 H
menurut pendapat Az-Zurkali.1 Beliau wafat di mekkah pada tahun 224 H pada
umurnya yang mencapai 67 tahun. Semasa hidupnya, beliau melakukan
perjalanan menuju Mesir bersama dengan Yahya bin Ma‟in pada tahun 213 H dan
disanalah beliau mulai menarang kitab2
Beliau merupakan seorang yang ahli dalam ilmu adab(sastra), nahwu dan
juga bahasa arab, merupakan seorang pencari hadits dan fiqh, merupakan Qadli
Tharasus pada masa pemerintahan Tsabit bin Nashr bin Malik, pengarang
beberapa kitab, dan banyak orarang yang mendengarkan hadits darinya.
Dalam sebuah riwayat dicertakan bahwasanya Ibrahim bin Abi Thalib
bertanya pada Abu Qudamah mengenai Imam Syafi‟i, Ahmad, Ishaq dan Abu
Ubaid. Maka dia menjawab : Imam Syafi‟i merupakan orang yang paling
faham/alim diantara mereka, sayangnya beliau sedikit menghafal hadits, Imam
Ahmad adalah yang paling Wara‟, Ishaq yang paling banyak hafalannya,
sedangkan Abu Ubaid adalah orang yang paling mengerti tentang ilmu
kebahasa‟an3
Al-Hakim berkata “Allah memberikan empat anugerah kepada umat ini :
Asy-Syafii dalam fiqhul haditsnya, Abu Ubaid dalam menafsirkan hadits-hadits
gharib, Yahya bin Main dalam meniadakan pendusta dalam hadits0hadits nabi,
dan Ahmad bin hanbal dalam peristiwa mihnahnya sebab memegang teguh
perintah nabi, jikalau mereka tiada maka habislah islam”4

1
Abu Ubaid, Gharib Al-Hadits (Beirut: Dar Al-Kutub Al-Ilmiyah, 2003) Juz.1 Hal.8
2
Ibn Hajar Al-Asqalani, Tahdzib At-Tahdzib (Beirut: Dar Al-Kutub Al-Ilmiyah, 2013) Juz.5 Hal.292
3
Ibn Hajar Al-Asqalani, Tahdzib At-Tahdzib (Beirut: Dar Al-Kutub Al-Ilmiyah, 2013) Juz.5 Hal.292-293
4
Dr. Muhammad bin Mathar Az-Zahrani, Tadwin As-sunnah An-Nubuwwah (Riyadl: Maktabah dar Al-
Minhaj, 1426 H) Hal.195
B. Kandungan kitab
Abu Ubaid mencari lafadz-lafadz yang gharib yang terdapat dalam hadits
nabi, atsar shahabat dan juga tabi‟in kemudian menjelaskan maksud dari hadits
tersebut, sebagaimana yang dilakukan oleh ulama‟-ulama‟ terdahulu yang juga
menafsirkan hadits-hadits gharib semisal Abu Ubaidah, Al-Ashma‟i, An-Nadhr
bin Shumail, Qutrab, Shamr bin Hamdawaih, dll.
Apa yang dilakukan mereka(ulama‟ sebelumnya) sama halnya dengan apa
yang dilakukan Abu Ubaid, yakni menjelaskan hadits-hadits gharib baiik dari segi
kemusykilannya, menjelaskan lafadz-lafadz kegharibannya, dan lafadz-lafadz
yang membutuhkan penjelasan baik dari segi kebahasaan, fiqh,
I‟tiqad(kepercayaan/aqidah) terkadang sehingga hadits yang ditampilkan dalam
kitab bisa difahami dengan benar.
Adapun cara yang digunakan dalam penafsirannya yakni dengan
penjelasan yang terdapat didalam Al-Qur‟an, Hadits, Khabar dari shahabat dan
tabi‟in, syi‟ir Arab, Amtsal(permisalan) dari orang arab, dan perkataan-perkataan
yang biasa dilontarkan oleh orang arab5
Penafsiran seperti di atas, merupakan manhaj yang digunakan oleh Abu
Ubaid didalam menafsirkan hadits-hadits gharib, dan cara yang seperti ini dapat
diterima dan meupakan perbuatan yang disyari‟atkan. Hal ini sebagaimana yang
diutarakan oleh Abdullah bin Abbas didalam atsarnya yang berbunyi :

‫إذا سألتم عن شيء من القرآن فالتمسوه يف الشعر العرب فإن الشعر ديوان العرب‬

“Apabila kalian bertanya tentang keghariban dari lafadz yang terdapat


dalam Al-Qur‟an maka carilah didalam syi‟ir-syi‟ir arab, karena sesungguhnya
syi‟ir adalah sandaran bagi orang arab”6
Apabila penafsiran keghariban lafadz didalam Al-Qur‟an dengan
menggunakan syi‟ir arab bisa diterima, maka penafsiran keghariban hadits dengan

5
Abu Ubaid, Gharib Al-Hadits (Al-Qahirah: Al-Hai‟ah Al-„Amah Ash-Shu‟un Al-Mathabi‟ Al-Amirah,
1984) Juz.1 Hal.56-57
6
Abu Ubaid, Gharib Al-Hadits (Al-Qahirah: Al-Hai‟ah Al-„Amah Ash-Shu‟un Al-Mathabi‟ Al-Amirah,
1984) Juz.1 Hal.57
hal yang serupa atau lafadz-lafadz yang samar didalam hadits lebih bisa diterima
karena tingkatan ugensitas Al-Hadits berada dibawah Al-Qur‟an7

C. Manhaj kitab Gharib Al-Hadits


1. Kitabnya disusun secara musnad
2. hadits-haditsnya dipaparkan bersamaan dengan sanad-sanadnya sampai pada
rasulallah
3. di setiap haditsnya diringi oleh keterangan yang menjelaskan tentang makna
dari hadits tersebut, dan juga penafsiran dari Al-Qur‟an, hadits lain, perkataan
orang arab dan dari sya‟ir apabila ada.8
4. Abu Ubaid memulainya dengan penulisan hadits-hadits nabi kemudian hadits-
hadits shahabah yang dimulai dari khulafa’ Ar-Rasyidin, kemudian Hadits-
hadits Ummahat Al-Mu’minin dan yang lainnya, baru kemudian beliau
memberikan penafsirannya terhadap hadits tersebut
5. Apabila sebuah hadits yang dipaparkan sangat panjang, maka Abu Ubaid
mencantumkan bagian kegharibannya saja
6. Dari sekian haditsnya, terdapat hadits yang tidak membutuhkan penafsiran
terhadap lafadz kemusykilannya. Namun Abu Ubaid hanya menjelaskan
maknanya secara umum saja
7. Abu Ubaid mengawali penafsirannya dari sisi kebahasaan, apa bila sudah
dirasa cukup maka beliau berpindah dengan pembahsanan yang lainnya,
seperti fiqh.
8. Abu Ubaid memberikan penafsiran terhadap haditsnya dengan beberapa sisi,
antara lain : Al-Qur‟an, Hadits, Syi‟ir Arab, permisalan arab, perkataan orang
arab
9. Abu Ubaid tidak mencukupkan penafsirannya hanya deala segi kebahasaan
saja, melainkan beliau juga mendatangkan keterangan-keterangan seperti
ulumul hadits, pembahasan fiqh, Aqidah, dll9

7
Abu Ubaid, Gharib Al-Hadits (Al-Qahirah: Al-Hai‟ah Al-„Amah Ash-Shu‟un Al-Mathabi‟ Al-Amirah,
1984) Juz.1 Hal.57
8
Dr. Muhammad bin Mathar Az-Zahrani, Tadwin As-sunnah An-Nubuwwah (Riyadl: Maktabah dar Al-
Minhaj, 1426 H) Hal.194
D. Kedudukan kitab gharib Al-Hadits
Abu Ubaid mengarang kitab ini untuk menjelaskan hadits-hadits gharib
yang dinilai shahih menurutnya, baik itu berupa hadits nabi, atsar shahabat,
maupun tabi‟in. Beliau menafsirkan hadits-hadits yang berada dalam kitab ini
dimulai dengan penafsiran lughawiyah, kemudian fiqh, aqidah. Kitab yang
dikarang beliau ini telah menjadi kiblat bagi para pencari ilmu dan acuan bagi
para pengajar/guru, sehingga kitab ini sangat dibutuhkan dan telah eksis di
kalangan para ulama‟ zaman itu dan zaman setelahnya.10
Ibnu Qutaibah(w 267 H) didalam muqaddimah kitabnya berkata “Aku
berpendapat bahwasanya kitab ini(Gharib Al-Hadits) memuat tentang penafsiran
hadits gharib, dan seorang pemikir dalam bidang ini pasti akan merasa cukup
dengan kitab ini.”11
Ibnu Darastawaih (w 347 H) -salah seorang pengarang kitab gharib Al-
Hadits setelah Abu Ubaid- berkata “Abu Ubaid mengarang Kitab Gharib Al-
Hadits dengan sangat baik. Para ahli hadits, fiqih, lughah sangat menyukai kitab
karyanya ini karena dalam kitab ini terhimpun sesuatu yang dibutuhkan oleh
mereka”12
Al-Khatthabi berkata “Abu Ubaid mengumpulkan hadits-hadits gharib
yang masyhur secara umum dan membutuhkan penafsiran, maka jadilah kitab
tersbut sebagai panutan bagi para ahli hadits yang membahas hadits-hadits
gharib, dan dengan kitab ini mereka berhukum”13
Al-Khattabi juga berkata: “tak ada satupun kitab yang telah saya jelaskan
sebelumnya yang lebih bagus dalam menjelaskan lafadz, keshahihan makna,
baiknya istinbath dan banyaknya penjelasan fiqh dari pada kitab gharib milik abu
ubaid ini”14

9
Abu Ubaid, Gharib Al-Hadits (Al-Qahirah: Al-Hai‟ah Al-„Amah Ash-Shu‟un Al-Mathabi‟ Al-Amirah,
1984) Juz.1 Hal.57 -66
10
Abu Ubaid, Gharib Al-Hadits (Al-Qahirah: Al-Hai‟ah Al-„Amah Ash-Shu‟un Al-Mathabi‟ Al-Amirah,
1984) Juz.1 Hal.78
11
Ibid
12
Ibid
13
Ibid Hal.79
14
Dr. Muhammad bin Mathar Az-Zahrani, Tadwin As-sunnah An-Nubuwwah (Riyadl: Maktabah dar Al-
Minhaj, 1426 H) Hal.194
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Abu Ubaid Al-Qasim bin Salam, salah seorang ulama‟ terkemuka dalam bidang
hadits yang memiliki banyak karya, terutamanya dalam bidang hadits dan salah satunya
ialah kitab gharib Al-hadits. Sebagaimana karekteristik keilmuan beliau yang lebih
menggeluti pada ilmu kebahasaan seperti itu pula penafsiran yang dibawakan oleh beliau
dalam kitabnya yang sangat monumental ini sehingga beragam pujian dari ulama‟pun
banyak terlontar, baik pada kitab beliau maupun keilmuan beliau sendiri sebagai seorang
ahli dalam bidangnya.
Daftar Pustaka

Ibn Hajar Al-Asqalani, Tahdzib At-Tahdzib (Beirut: Dar Al-Kutub Al-Ilmiyah,


2013)
Dr. Muhammad bin Mathar Az-Zahrani, Tadwin As-sunnah An-Nubuwwah
(Riyadl: Maktabah dar Al-Minhaj, 1426 H)
Abu Ubaid, Gharib Al-Hadits (Al-Qahirah: Al-Hai‟ah Al-„Amah Ash-Shu‟un Al-
Mathabi‟ Al-Amirah, 1984)
Abu Ubaid, Gharib Al-Hadits (Beirut: Dar Al-Kutub Al-Ilmiyah, 2003)