Anda di halaman 1dari 13

LAPORAN PRAKTIKUM

EVALUASI SERAT TEKSTIL

“Pengujian Panjang Serat Kapas Siria dengan Baesorter”“


“Pengujian Panjang Serat Kapas Siria dengan Classifiber”

NAMA : LOLA DWI AGUSTINI


NPM : 17010051
GROUP : 2T3
DOSEN : Atin, S., SST,M.T.
ASISTEN : 1. Ryan R., S.,S.T.
2. Engkon

POLITEKNIK STT TEKSTIL BANDUNG


2018
PENGUJIAN PANJANG SERAT KAPAS SIRIA
DENGAN BAESORTER
I. Maksud dan Tujuaan
1. Mahasiswa dapat menjelaskan cara menghitung panjang serat kapas dengan alat baersorter
2. Mahasiswa dapat memaparkan cara menghitung UQL, UHML, ML dan Effective length pada
serat kapas pada alat baersorter,
3. Mahasiswa dapat memaparkan cara pengujian panjang serat kapas dengan alat baersorter

II. Dasar Teori


Panjang serat stapel lazimnya dinyatakan dengan panjang staple.definisi dari panjang stple
menurut USDA adalah panjang staple dari sembarang jenis kapas adalah panjang normal yang diperoleh
dengan mengukur (tanpa memandang mutu atau harganya) dari sebagian tertentu dari serat-serat pada
kondisi ruangan dengan ruangan relatif 60 % dan suhu 70 F.Panjang serat merupakan satu diantara faktor
mutu-mutu kapas yang terpenting karena baik kehalusan serat maupun kekuatan tarik serat keduanya
mempunyai hubungan yang erat dengan panjang staple pada verietas-varietas kapas yang dewasa ini
diperdagangkan.Makin panjang staplenya pada umumnya makin halus dan kuat danini diperlukan untuk
membuat benang yang kuat dan halus. Panjang staple dari sembarang jenis kapas adalah panjang normal
yang diperoleh dengan jalan pengukuran ( tanpa memandang mutu atau harga ) dari sebagian tertentu
serat pada kondisi ruangan dengan lembaran relatif 65% dan suhu mencapai 270C.
Pada serat kapas, panjang serat adalah salah satu factor yang sangat penting karena sifat yang
lainnya seperti kehalusan dan kekuatan serat mempunyai hubungan yang erat dengan panjang serat
tersebut, makin panjang serat biasanya akan makin halus dan kuat seratnya. Hal ini erat kaitannya dengan
varietas tanaman kapas.
Panjang staple serat kapas sangat diperlukan terutama dalam proses perencanaan proses
pemintalan. Panjang staple ini diperlukan untuk menentukan daya pintal (spinning ability), yaitu
kemampuan serat kapas sampai nomor benang berapa dapat dibuat menjadi benang dengan proses yang
lancer dan menghasilkan kualitas benang yang baik. Tentunya panjang serat kapas akan makin tinggi pula
spinning abilitynya, artinya dapat dibuat menjadi benang yang lebih halus, dan sebaliknya.Panjang serat
kapas sangat bervariasi, contohnya kapas dengan panajng efektif 29 mm terdiri dari serat dengan panjang
4 mm – 39 mm. Cara pengujian panjang serat dapat dilakukan dengan 2 cara :
1. Dengan hand stapling
Hasilnya berupa staple leght, staple adalah panjang serat yang diperoleh dengan tangan melalui
cara tertentu menggunakan perhitungan dan perasaan dilakukan oleh cotton classer. Cara ini biasanya
digunakan dalam perdagangan.
2. Dengan menggunakan alat
a. Metode Array
Pemisahan serat setiap fraksi panjang serat mulai dari serat terpendek sampai serat
terpanajang. Alatnya : Baersorter/Combsorter
b. Fibrograph
Prinsip pengujiannya: sekelompok serat yang telah diluruskan (disisir) disinari dan jumlah
sinar yang menembus serat-serat pada posisi tertentu diukur oleh suatu phototube.
Di dalam praktek ini alat yang digunakan adalah baer sorter dan double sorter. Cara ini biasanya
digunakan dalam pengontrolan panjang serat di dalam atau sesudah proses. Menggunakan alat ini adalah
yang paling sedikit tetapi terlalu lama. Perbedaan doublesorter dengan baersorter hanya terletak pada
jarak antar sisirnya saja. Prinsip pengujian : suatu alat yang terdiri dari dua susunan sisir yang sejajar
digunakan untuk meluruskan dan meratakan serat. Serat ditarik dari salah satu susunan sisir dan
dipindahkan ke susunan sisir lainnya sedemikian sehingga salah satu dari masing-masing ujung serat rata
dengan sisir pertama. Pemindahan serat dilakukan berulang-ulang untuk meratakan ujung yang lain.
Setalah serat diratakan beberapa kali setiap kelompok serat yang berada dalam satu interval panjang
dikumpulkan lalu ditimbang. Dari data panjang serat dapat dihitung UQL, mean length, effective length,
CV, dan persen serat pendek.
Tabel-1 Standar UR Baesorter
Standar UR dengan Alat Baersorter
UR (%) Nilai
Diatas 80 Sangat rata
76-80 Rata
71-75 Cukup
Dibawah 70 Rendah

III. Metodologi Penelitian


3.1 Alat dan Bahan
1. Pinset besar dan kecil
2. Alat penekan
3. Garpu
4. Jarum pemisah
5. Baersorter
6. Plat metal
7. Papan beludru
8. Microbalance
3.2 Cara Kerja
1. Timbanglah contoh uji yang telah dibersihkan dan diratakan (harus bersih jangan ada kotoran
maupun neps) sebanyak 100 mg.
2. Letakkan contoh uji pada susunan sisir pertama dengan arah tegak lurus dan kira-kira berada di
tengah-tengah sisir. Gunakan alat penekan untuk menekan contoh uji. Contoh uji harus rata.
3. Setelah seluruh contoh uji diletakkan pada sisir, Jatuhkan contoh uji paling depan sehingga
sejumlah serat menonjol keluar pada sisir yang terdekan dengan praktikan.
4. Jepit ujung serat dengan pinset besar dan tarik dari sisir perlahan-lahan pada arah horizontal.
5. Pegang terus serat tersebut kemudian taruh pinset pada sisir yang terluar dari susunan sisir yang
kedua dan luruskan serat secara hati-hati sepanjang sisir sampai ujung penjepit menyentuh sisir
terdalam. Lepaskan serat dari penjepit. Ulangi pekerjaan ini sampai pemindahan serat yang
menonjol keluar selesai.
6. Turunkan sisir terluar dan lanjutkan pemindahan serat.
7. Lanjutkan pemindahan serat, turunkan susunan sisir berikutnya, demikian sampai semua serat
dipindah dari susunan sisir pertama kesusunan sisir kedua.
8. Luruskan ujung-ujung serat yang keluar dari sisir terluar perlahan-lahan. Tarik ujung yang
menonjol keluar kurang lebih 2 mm dengan sisir penjepit dan taruh kembali pada sisir yang
sama (sama seperti pada instruksi e). Lanjutkan pekerjaan ini sampai ujung serat rata dan lurus.
9. Turunkan sisir bagian terluar yang memegang contoh uji satu per satu sampai ujung serat
terlihat. Tarik ujung-ujung serat yang menonjol keluar dan taruh kembali pada contoh uji
tersebut sambil diluruskan sebagaimana prosedur sebelumnya. Lanjutkan proses pelurusan
sampai serat yang ditarik dari sisir terluar tersusun kembali pada sisir terdalam dan ujung-ujung
serat menjadi lurus dan rata.
10. Pindahkan serat-serat tersebut pada sisir pertama lagi dengan cara sisir yang berisi serat
ditumpukkan pasa sisir yang kosong dengan demikian serat akan berpindah.
11. Setelah itu turunkan sisir terluar satu persatu sehingga terlihat serat terpanjang.
12. Tarik serat yang terpanjang yang menonjol dengan menggunakan pinset besar lalu simpan pada
bludru hitam. Jika sudah semua turunkan sisir berikutnya dan ambil serat yang terpanjang
demikian seterusnya sanpai habis.
13. Setelah selesai timbanglah masing-masing fraksi panjang serat tersebut.
IV. Data Percobaan
Tabel-2 Data Hasil Pengamatan Menggunakan Baesorter
No Fraksi Panjang Berat PxB P2 BP2
1 36 - 34 35 1.590 55.65 1225 1947.75
2 34 - 32 33 1.428 47.12 1089 1555.09
3 32 - 30 31 4.918 152.46 961 4726.20
4 28 - 30 29 5.160 149.64 841 4339.56
5 26 - 28 27 6.925 186.98 729 5048.33
6 24 - 26 25 5.365 134.13 625 3353.13
7 22 - 24 23 12.646 290.86 529 6689.73
8 20 - 22 21 6.670 140.07 441 2941.47
9 18 - 20 19 9.870 187.53 361 3563.07
10 16 - 18 17 4.860 82.62 289 1404.54
11 14 - 16 15 9.500 142.50 225 2137.50
12 12 - 14 13 5.220 67.86 169 882.18
13 10 - 12 11 6.260 68.86 121 757.46
14 8 – 10 9 5.938 53.44 81 480.98
15 6–8 7 4.920 34.44 49 241.08
16 4–6 5 4.375 21.88 25 109.38
17 2–4 3 4.355 12.90 9 38.70
100 1828.927 40216,137

1. Mean Length (ML)


∑B×P 1828,927
𝑀𝐿 = = = 18,289 mg
𝐵 100

2. Upper Quartil Length (UQL)


∑B 100
a. 4
= 4
= 25 𝑚𝑔
∑B
b. Jumlah fraksi serat yang beratnya sama atau lebih dari 4
(pada fraksi yang panjangnya

25) = 25,386 mg
c. Perbedaan (b) dan (a) = 25,386 – 25 =0,386 mg
(𝑐) 0,386
d. Koreksi= 𝑏𝑒𝑟𝑎𝑡 𝑓𝑟𝑎𝑘𝑠𝑖 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑏𝑒𝑟𝑎𝑑𝑎 𝑑𝑎𝑙𝑎𝑚 (𝑏) × 2𝑚𝑚 = 5,365 × 2𝑚𝑚 = 0,1439𝑚𝑚

e. Batas yang lebih rendah dari fraksi yang berada dalam (b) = 24
f. UQL = (d) + (e) = 0,1439 + 24 = 24,1439
3. Variansi
∑𝐵𝑃2 40216,137
− (𝑀𝐿)2 = − (18,289)2 = 67,67
𝐵 100
4. Standar Deviasi (SD)
𝑆𝐷 = √𝑉𝑎𝑟𝑖𝑎𝑛𝑠𝑖 = √67,67 = 8,226
5. Koefisien Variansi
100 100
𝑆𝐷 × = 8,226 × = 44,97 %
𝑀𝐿 18,289
6. Upper Half Mean Length (UHML)
∑B 100
a. 2
= 2
= 50 𝑚𝑔
∑B
b. Jumlah fraksi serat yang beratnya sama atau lebih kecil dari 2
(pada fraksi yang panjangnya

21) = 44,702 mg
c. Perbedaan (b) dan (a) = 50 – 44,702 = 5,298 mg
(𝑐) 5,298
d. Koreksi= × 2𝑚𝑚 = × 2𝑚𝑚 = 1,588
𝑏𝑒𝑟𝑎𝑡 𝑓𝑟𝑎𝑘𝑠𝑖 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑏𝑒𝑟𝑎𝑑𝑎 𝑑𝑖𝑏𝑎𝑤𝑎ℎ (𝑏) 6,670

e. Panjang pada berat selisih = 21 – 1,588 = 19,412 mm


f. UHML
𝑃𝐵 (𝑏) + (𝑒 × 𝑐)
(𝑎)
55,65 + 47.12 + 152,46 + 149.64 + 186,98 + 134.13 + 290,86 + 140.07 + (19,412 × 5,298)
=
50
= 25,195 𝑚𝑚
7. Kerataan Panjang
𝑀𝐿 18,289
× 100% = × 100% = 72,59%
𝑈𝐻𝑀𝐿 25,195

Tabel- 3 Panjang dan Berat

Panjang (mmx2) Berat(mg) Kumulatif Berat x 2


70 1.59 3.18
66 1.428 6.036
62 4.918 15.872
58 5.16 26.192
54 6.925 40.042
50 5.365 50.772
46 12.646 76.064
42 6.67 89.404
38 9.87 109.144
34 4.86 118.864
30 9.5 137.864
26 5.22 148.304
22 6.26 160.824
18 5.938 172.7
14 4.92 182.54
10 4.375 191.29
6 4.355 200

Barbe Diagram
80
C
70

60 E
50

40

30
G
20
F
10

0
A D B

H
V. Perhitungan
1. AD =1/4 AB
= ¼ 200
= 50
2. AF = ½ inch
= 12,7 mm
3. DE Sejajar AC
DE = UQL
55
= 2

= 27,5
4. %Serat Pendek
BH
%Serat Pendek = AB 𝑥 100%
10
= 200 𝑥 100%
= 5%
Tabel-4 Data Analisa Clegg
𝑖
Panjang Berat I = B/P ∑𝑖
𝑥100% Kumulatif Jumlah %
35 1.59 22.01 25.42 50.84
33 1.428 23.11 26.69 104.22
31 4.918 6.30 7.28 118.78
29 5.16 5.62 6.49 131.76
27 6.925 3.90 4.50 140.76
25 5.365 4.66 5.38 151.53
23 12.646 1.82 2.10 155.73
21 6.67 3.15 3.64 163.00
19 9.87 1.93 2.22 167.45
17 4.86 3.50 4.04 175.52
15 9.5 1.58 1.82 179.17
13 5.22 2.49 2.88 184.92
11 6.26 1.76 2.03 188.98
9 5.938 1.52 1.75 192.48
7 4.92 1.42 1.64 195.77
5 4.375 1.14 1.32 198.41
3 4.355 0.69 0.80 200

100.00 86.59 100

Analisa Clegg
80

70

60

50

40

30

20

10

0
1. AD = ½ AC
2. DE sejajar AB
3. EF sejajar AC
4. AG = ¼ AF
5. GH sejajar AC
6. GI = IH
7. IJ sejajar AB
8. JK sejajar AC
9. AL = ¼ AK
10. LM sejajar AC
11. LM adalah effective length

VI. Pembahasan
Pada praktikum ini saya mendapat data dari perhitungan bahwa panjang rata-rata dari semua serat
atau mean length sebesar 18,289 mm, Upper Quartile Length (UQL) sebesar 24,1439 mm dan UHML
sebesar 25,195 mm. Untuk UQL dengan cara diagram barbe saya mendapatkan sebesar 27,5 mm, dan ini
mendekati dengan perhitungan, jika hasil tidak sama atau perbedaannnya sangat jauh, lebih baik lakukan
perhitungan dan memplot diagramFlagi dengan benar-benar kosentrasi dan teliti. Karena untuk praktikum
ini dibutuhkan kesabaran, konsentrasi dan ketelitian yang tinggi, terutama ketika melakukan pengujian
dan pemindahan hingga penyusunan fraksi, karena ketika pengujian kita harus menyisir kapas berulang
kali untuk membuatnya menjadi lurus, karena jika kita tidak benar-benar meluruskannya, panjang serat
sebenarnya tidak akan terukur dan data akan menjadi kurang tepat.
Untuk menghitung besarnya UQL, persentase serat pendek, dan effective length untuk serat kapas
dengan baersorter dapat menggunakan cara diagram. Dan harus dilakukan secara teliti agar data yang
didapat akurat.

VII. Kesimpulan
Berdasarkan praktikum yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan sebagai berikut.
 Mean Length ( ML ) : 18,289 mg
 Upper Quartile Length ( UQL ) : 24,1439 mm
 Upper Half Mean Length ( UHML ) : 29,97 mm
 Variansi : 67,67
 Kerataan Panjang : 72,59 %
Dengan kerataan panjang sebesar 72,59% maka sehingga dapat disimpulkan bahwa serat kapas
contoh uji yaitu serat kapas siria ini termasuk dalam kategori serat Cukup rata karena memiliki 72,59%
dan berada di range 71-75%.

VIII. Daftar Pustaka


Tina Martina, Totong, Siti Rohmah, dan Widayat , “ Bahan ajar Praktikum Evaluasi Tekstil 1 ( Serat).
Sekolah Tinggi Teknologi Tekstil, Bandung , 2006
PENGUJIAN SERAT KAPAS SIRIA
DENGAN CLASSIFIBER
I. Maksud dan Tujuaan
1. Mahasiswa dapat menjelaskan cara menghitung panjang serat kapas dengan alat classifiber
2. Mahasiswa dapat memaparkan cara pengujian panjang serat kapas dengan alat classifiber
3. Mahasiswa dapat menentukan presentase serat pendek menggunakan classifiber

II. Dasar Teori


Panjang serat adalah salah satu factor yang sangat penting karena sifat yang lainnya seperti
kehalusan dan kekuatan serat mempunyai hubungan yang erat dengan panjang serat tersebut, makin
panjang serat biasanya akan makin halus dan kuat seratnya. Hal ini erat kaitannya dengan varietas
tanaman kapas.
Panjang staple serat kapas sangat diperlukan terutama dalam proses perencanaan proses
pemintalan. Panjang staple ini diperlukan untuk menentukan daya pintal (spinning ability), yaitu
kemampuan serat kapas sampai nomor benang berapa dapat dibuat menjadi benang dengan proses yang
lancer dan menghasilkan kualitas benang yang baik. Tentunya panjang serat kapas akan makin tinggi pula
spinning abilitynya, artinya dapat dibuat menjadi benang yang lebih halus, dan sebaliknya.Panjang serat
kapas sangat bervariasi, contohnya kapas dengan panajng efektif 29 mm terdiri dari serat dengan panjang
4 mm – 39 mm.
Prinsip pengujiaan classifiber hampir sama dengan fibrograph yaitu Serat kapas disiapkan
menggunakan membentuk janggut dari jumbai-jumbai serat kapas. Janggut serat kapas tersebut dipasang
pada suatu alat pengukur sedemikian sehingga janggut serat kapas tersebut terletak diatas suatu celah
sempit yang dibelakangnya dipasang sel foto-elektrik. Suatu sumber cahaya menyinari janggut serat
kapas tersebut dan sinar yang menembusnya diukur secara elektronik. Pengukuran dimulai dari bagian
janggut serat kapas paling padat yaitu dekat penjepit serat dan sinar yang menembusnya paling kecil,
ketika janggut serat kapas digerakkan ke arah ujung serat, makin banyak sinar yang mengenai sel foto-
elektrik. Tetapi pada classifiber telah menggunakan computer yang menggunakan suatu software untuk
menguji panjang serat, sehingga hasil yang didapat dari classifiber menjadi lebih lengkap dan lebih
akurat, atau dapat dikatakan classifiber adalah gabungan dari fibrograph dengan baersorter.
III. Metodologi Penelitian
3.1 Alat dan Bahan
1. Seperangkat alat classifiber
2. Komputer
3. Fibrosampler classifiber
4. Sisir fibrosampler
5. Sikat

3.2 Cara Kerja


1. Persiapan alat:
- Panaskan alat sampai 20 menit,
- Lihat pada classifiber tertera tulisan zero calibrated, apabila belum, pastikan sampai muncul
tulisan itu,
2. Buka software classifiber, pilih jenis serat yang akan digunakan dan berapa kali pengujian
dilakukan, dan beri nama untuk pengujian yang dilakukan, dan lakukan pengujian,
3. Lalu pasang sisir contoh uji pada pemegang sisir di fibrograph dengan rumbai serat menghadap
kedepan,
4. Tutupkan penutup penegang sisir dan secara otomatis alat fibrograph akan berkerja,
5. Jika berhasil maka akan tercantum pada monitor data dari kapas yang kita uji, jika tidak berhasil
biasanya terdapat tulisan di classifiber dengan keterangan kapas Jika berhasil maka akan
tercantum pada monitor data dari kapas yang kita uji, jika tidak berhasil biasanya terdapat tulisan
di classifiber dengan keterangan kapas yang terlalu sedikit atau terlalu banyak,
6. Lakukan pengujian sebanyak 3 kali, jika sudah print hasil pengujian.

IV. Data Percobaan


(Data Percobaan Classifiber Terlampir)
Pada praktikum pengujian panjang serat kapas dengan classifiber ini ada beberapa hal yang perlu
diperhatikan, yaitu :

V. Diskusi
Berdasarkan praktikum yang telah dilakukan, maka hal-hal yang perlu diperhatikan adalah sebagai
berikut.
 Ketika akan membuat jumbai, jumlah serat kapas yang terdapa pada alat fibrosampler tidak
boleh terlalu banyak atau pun terlalu sedikit, karena jika tidak maka pengujian tidak akan
dilakukan karena serat akan terbaca terlalu banyak ataupun sedikit, oleh karena itu tentukan
banyaknya jumlah serat kapas dengan tepat, dan ketika hasil itu sudah tepat sebaiknya jangan
diubah-ubah,
 Ketika menjalankan program kita harus memahami fungsi-fungsinya krarena jika tidak kita akan
salah menyetel program dengan kapas yang kita uji, sehingga hasilnya tidak tepat,
 Dan ketika akan menyimpan sisir pada alat classifiber pastikan telah tertera tulisan zero
calibrated pada classifiber, karena itu memastikan bahwa tempat untuk menyimpan sisir telah
kembali ke posisi awal, karena jika tidak dapat dipastikan tempat menyimpan sisir masih berada
di tengah, dan jika kita menaruh sisir pada saat itu dapat menyebabkan kerusakan pada alat yang
kita gunakan.

VI. Kesimpulan
Pada praktikum pengujian panjang serat Australia dengan classifiber saya mendapatkan data
sebagai beriku :
1. Rata-rata panjang untuk 3 kali pengujian sebesar 28,4 untuk SL 2,5% dan 12,8 untuk SL 50%
sehingga dapat dikatakan BAIK,
2. Didapatkan rata-rata UR sebesar 45,0 %, karena alat ini dapat dikatakan gabungan dari baersorter
dan fibrogrpah, maka jika dilihat dari standar nilai kerataan panjang dengan fibrograph dapat
dikatakan cukup.
VII. Daftar Pustaka
Tina Martina, Totong, Siti Rohmah, dan Widayat , “ Bahan ajar Praktikum Evaluasi Tekstil 1 ( Serat).
Sekolah Tinggi Teknologi Tekstil, Bandung , 2006