Anda di halaman 1dari 8

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Jenis Penelitian

Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan

menggunakan penelitian kuantitatif. Menurut Sugiyono (2014) metode kuantitatif

adalah metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan

untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, pengumpulan data menggunakan

instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif atau statistik dengan tujuan

untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan. Sementara itu menurut Azwar (2007),

penelitian dengan pendekatan kuantitatif menekankan analisisnya pada data-data

numerikal (angka) yang diolah dengan metode statistika. Pada dasarnya, pendekatan

kuantitatif dilakukan pada penelitian inferensial (dalam rangka pengujian hipotesis)

dan menyandarkan kesimpulan hasilnya pada suatu probabilitas kesalahan penolakan

hipotesis nihil.

Berdasarkan penelitian ini, peneliti menggunakan rancangan penelitian

regresi. Penelitian regresi yaitu cara untuk mengukur besarnya pengaruh antara

beberapa variabel terhadap satu buah variabel. Variabel yang mempengaruhi sering

disebut variabel bebas sedangkan varibel yang dipengaruhi sering disebut dengan

variabel terikat (Rohmad & Supriyanto, 2015). Rancangan penelitian regresi ini

digunakan untuk mengukur hubungan literasi media dan perilaku agresif verbal dalam

penggunaan media sosial pada remaja di SMP Negeri 29 Samarinda.

31
32

B. Identitas Variabel

Identifikasi variabel merupakan bagian dari langkah penelitian yang

dilakukan peneliti dengan cara menentukan variabel-variabel yang ada dalam

penelitiannya. Selanjutnya dalam penelitian ini terdiri dari dua variabel bebas dan

satu variabel terikat yaitu:

1. Variabel bebas : Literasi Media

2. Variabel Terikat : Perilaku Agresif Verbal

C. Definisi Konsepsional

1. Perilaku Agresif Verbal

Perilaku Agresi Verbal sebagai suatu bentuk perilaku atau aksi agresif yang

diungkapkan untuk menyakiti orang lain, perilaku agresif verbal dapat berbentuk

umpatan, celaan atau makian, ejekan, fitnahan, dan ancaman melalui kata-kata.

2. Literasi Media

Literasi Media sebagai sebuah kemampuan yg melekat dalam diri kita

sebagai sesuatu yang terberi (given, taken for granted).

D. Definisi Oprasional

1. Perilaku Agresiv Verbal

Perilaku Agresif Verbal adalah perilaku yang dilakukan oleh seseorang

melalui verbal. Bila seseorang membentak, mengumpat, mengejek dan berdebat

dengan keras maka orang itu dapat dikatakan sedang melakukan agresi verbal.
33

2. Literasi Media

Literasi Media sebagai kemampuan untuk memahami, menganalisis, dan

memproduksi pesan-pesan komunikasi massa (televisi, film, musik, radio, billbords,

periklanan, publik relations, surat kabar dan majalah, buku, website dan blog,

newsgroup dan chatrooms).

E. Populasi dan Sampel

1. Populasi

Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek atau subyek

yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti

untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulan. Jadi populasi bukan hanya

individu, tetapi juga obyek dan benda-benda alam yang lain. Populasi juga bukan

sekedar jumlah yang ada pada subyek yang dipelajari, tetapi meliputi seluruh

karakteristik atau sifat yang dimiliki oleh subyek itu (Sugiyono, 2014). Sedangkan

menurut Reksoatmodjo (2009) populasi didefinisikan sebagai kelompok objek

dengan ukurannya tidak terhingga (infinite), yang karakteristiknya dikaji atau diuji

melalui sampling. Adapun populasi dalam penelitian ini adalah remaja dikota

Samarinda

2. Sampel

Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh

populasi (Sugiyono, 2014). Besaran sampel akan diambil dengan menggunakan

teknik nonprobability sampling, yaitu teknik pengambilan sampel yang tidak


34

memberikan peluang yang sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih

menjadi anggota sampel. Teknik nonprobability sampling yang digunakan dalam

penelitian ini adalah purposive sampling. Menurut Sugiyono (2014) purposive

sampling adalah teknik pengambilan sampel dengan pertimbangan tertentu. Sampel

penelitian ini adalah sebagai berikut:

a. Usia remaja 13-17 tahun

Umumnya masa ini adalah masa dimana anak-anak duduk di bangku sekolah

menengah. Pada masa ini, remaja mengalami perkembangan mencapai kematangan

fisik, mental, sosial, dan emosional. Masa remaja biasanya memiliki energi yang

besar, emosi berkobar-kobar, sedangkan pengendalian diri belum sempurna (Ali dan

Asrori, 2012).

b. Berdomisili di samarinda

c. Sebagai pengguna media sosial

F. Metode Pengumpulan Data

Metode pengumpulan data yang dimaksud pada penelitian ini adalah

menggunakan data pribadi subjek dan alat pengukuran atau instrumen. Alat

pengukuran atau instrumen yang digunakan ada tiga macam, yaitu skala media sosial,

literasi media, dan perilaku agresif verbal. Skala dalam penelitian ini disebar dua kali

kepada responden dan dianalisis hasilnya. Penelitian ini menggunakan skala Likert

yang telah dimodifikasi. Modifikasi skala Likert meniadakan kategori jawaban yang

di tengah berdasarkan tiga alasan. Pertama, kategori undecided itu mempunyai arti
35

ganda, bisa diartikan belum dapat memutuskan atau memberi jawaban, bisa juga

diartikan netral, setuju, tidak setuju atau bahkan ragu – ragu. Kategori jawaban yang

mempunyai arti ganda ini tentu saja tidak diharapkan dalam suatu instrumen. Kedua,

tersedianya jawaban yang ditengah itu menimbulkan kecenderungan menjawab ke

tengah, terutama bagi mereka yang ragu–ragu atas arah kecenderungan jawabannya,

kearah setuju ataukah kearah tidak setuju. Ketiga, maksud kategorisasi jawaban

SS-S-TS-STS adalah terutama untuk melihat kecenderungan pendapat responden,

kearah jawaban itu, akan menghilangkan banyak data penelitian sehingga mengurangi

banyaknya informasi yang dapat dijaring dari para responden (Hadi, 2004). Skala

pengukuran tersebut diuraikan sebagai

berikut :

1. Skala Perilaku Agresif Verbal

Skala ini disusun berdasarkan empat aspek menurut Krahe, (2005) yaitu

modalitas respon, kualitas respon, kesegaran, visibilitas, hasutan, arah sasaran, tipe

kerusakan, durasi akibat Skala perilaku aresif verbal ini terdiri dari empat pilihan

jawaban, yaitu SS (sangat setuju), S (setuju), TS ( tidak setuju), STS (sangat tidak

setuju). Skor setiap butir pernyataan berkisar dari 1 sampai 4. Pemberian skor untuk

setiap pernyataan favorable adalah 4 untuk pilihan jawaban SS (sangat setuju), 3

untuk S (setuju), 2 untuk TS (tidak setuju), 1 untuk STS (sangat tidak setuju). Bobot

yang diberikan untuk item unfavorable yaitu 1 pilihan jawaban sangat setuju (SS), 2

pilihan jawaban sesuai (S), 3 pilihan jawaban tidak sesuai (TS), 4 pilihan jawaban
36

sangat tidak sesuai (STS).Semakin tinggi skor yang diperoleh subyek terhadap angket

perilaku agresif verbal maka semakin tinggi persepsi subjek terhadap perilaku agresif

verbal. Sebaliknya semakin rendah skor total yang diperoleh subyek maka semakin

rendah pula perilaku agresif verbal.

Tabel 3. Blue Print Perilaku Agresif Verbal

Indikator Aitem Jumlah

Favorable Unfavorable
Modalitas respon
Kualitas respon
kesegaran
visibilitas
hasutan
arah sasarn
tipe kerusakan
durasi akibat
Total

2. Skala Literasi media

Skala ini disusun berdasarkan empat aspek menurut Nashori (2005) yaitu

frekuensi, lama waktu, perhatian penuh dan emosional. Skala intensitas menonton

tayangan kekerasan ini terdiri dari empat pilihan jawaban, yaitu SS (sangat setuju), S

(setuju), TS ( tidak setuju), STS (sangat tidak setuju). Skor setiap butir pernyataan

berkisar dari 1 sampai 4. Pemberian skor untuk setiap pernyataan favorable adalah 4

untuk pilihan jawaban SS (sangat setuju), 3 untuk S (setuju), 2 untuk TS (tidak

setuju), 1 untuk STS (sangat tidak setuju). Bobot yang diberikan untuk item
37

unfavorable yaitu 1 pilihan jawaban sangat setuju (SS), 2 pilihan jawaban sesuai (S),

3 pilihan jawaban tidak sesuai (TS), 4 pilihan jawaban sangat tidak sesuai

(STS).Semakin tinggi skor yang diperoleh subyek terhadap angket intensitas

menonton tayangan kekerasan maka semakin tinggi persepsi subjek terhadap

intensitas menonton tayangan kekerasan. Sebaliknya semakin rendah skor total yang

diperoleh subyek maka semakin rendah pula intensitas menonton tayangan kekerasan.

Tabel 1. Blue Print Literasi Media

Indikator Aitem Jumlah

Favorable Unfavorable
Berfikir kritis
Pemahaman komunikasi
Kesadaran dampak media
Strategi menganlisa pesan
Memahami isi media
Memberikan apresiasi
Efektif dan tanggung jawab
Kewajiban etis dan moral
Total

G. Validitas dan Reliabilitas

1. Validitas

Uji validitas alat ukur bertujuan untuk mengetahui sejauh mana skala yang

digunakan mampu menghasilkan data yang akurat sesuai dengan tujuan ukurnya

(Azwar, 2004). Uji validitas yang dilakukan dalam penelitian ini adalah validitas isi

(content validity), validitas butir, dan validitas konstruksi teoritis (construct validity).

Validitas isi ditentukan melalui pendapat profesional dalam telaah aitem dengan
38

menggunakan spesifikasi tes yang telah ada. Validitas butir bertujuan untuk

mengetahui apakah butir atau aitem yang digunakan baik atau tidak, yang dilakukan

dengan mengkorelasikan skor butir total. Sedangkan validitas konstruksi teoritis

bertujuan untuk mengetahui apakah skor hasil alat ukur mampu merefleksikan

konstruksi teoritis yang mendasari penyusunan alat ukur. Uji validitas ini dilakukan

dengan analisis faktor.

2. Reliabilitas

Adapun reliabilitas menunjukkan konsistensi atau keterpercayaan hasil

pengukuran suatu alat ukur. Hal ini ditunjukkan konsistensi skor yang diperoleh subjek

yang diukur dengan alat yang sama (Azwar, 2004). Reliabilitas dinyatakan dalam

koefisien reliabilitas, dengan angka antara 0 sampai 1,00. Semakin tinggi koefisien

mendekati angka 1,00 berarti reliabilitas alat ukur semakin tinggi. Sebaliknya alat ukur

yang rendah ditandai oleh koefisien reliabilitas yang mendekati angka 0 (Azwar,

2004).