Anda di halaman 1dari 11

LAPORAN PRAKTIKUM

ELEKTRONIKA KOMUNIKASI DAN LAB


JEMBATAN WIEN

NAMA : FARCHAN ALI CHAIDAR AL AYYUBI


NIM : 1731130128

PROGRAM STUDI TEKNIK TELEKOMUNIKASI


JURUSAN ELEKTRO
POLITEKNIK NEGERI MALANG
TAHUN 2018
PERCOBAAN V

OSILATOR OP-AMP

5.1 Tujuan :

- menghubungkan osilator jembatan wien

- Menghitung dan mengukur frekuensi osilator

5.2 Alat dan Bahan :

 OP-AMP 741
 Resistor 1 kΩ : 2 buah
 Resistor 10 kΩ : 2 buah
 Variable resistor 1kΩ : 1 buah
 Kapastor 0,01 μF : 2 buah
 Kapasitor 0,001 μF : 2 buah
 Dual Power Supply
 Digital Multimeter
 Osiloskop
 Generator sinyak
 Kabel penghubung secukupnya

5.3 Teori Dasar


Osilator jembatan wien sangat sederhana dan mudah untuk dibentuk. Osilator ini stabil
untuk pemakaian pada berbagai mavcam perangkat untuk bekerja pada frekuensi rendah.
Rangkaian osilator jembatan wien diperlihatkan pada gambar 5.1. OP-AMP merupakan elemen
ideal untuk osilator frekuensi rendah karena penguatannya dapat diatur dan bisa sangat besar
sekali.
Gambar 5.1. osilator jembatan wien

Osilator jembatan wien menggunakan jaringan lead-lag diperlihatkan pada gambar 5.2

Gambar 5.2. Jaringan Lead-lag


Pada Jaringan Lead-lag, didapatkan fasa frekuensi mendahlui sedangkan pada frekuensi
tinggi menghasilkan sudut fasa ketinggalan. Karakteristik ini diperlihatkan pada gambar 5.3 (a).
yang menarik perhatian adalah frekuensi f0 sudut fasa adalah 0.
Gambar 5.3. karakteristik rangkaian lead-lag

Penguatan tegangan ada gambar rangkaian lead-lag maksimum ada f0 diperlihatkan pada gambar
5.3 b, jadi rangkaian lead-lag adalah sebuah jaringan resonan. Sehingga f0 disebut sebagai
frekuensi resonansi dari rangkaian lead-lag. Pada f0 penguatan rangkaian adalah 0,33 (gambar
5.3 b). frekuensi f0 dieroleh dari :

1
𝑓0 =
2πRC
Rangkaian pada gamvar 5.1 menggunakan positif dan negative feedback. Feedback positif
diaplikasikan pada jaringan lead-lag ke input non inverting. Feedback negatif diaplikasikan ke
input inverting oleh voltage divider R1 dan R2. Pada kebanyakan rangkaian R1 adalah lampu
tungsten kecil. Lampu ini mempunyai resistansi rendah pada suhu dingin dan tinggi pada suhu
panas. Jika rangkaian bersifat on, penguatan tegangan pada voltage divider R1 rendah kuraang
dari 0,33. Pada waktu yang bersamaan jaringan lead-lag mempunyai penguatan tegangan 0,33.
Sebagai akibat perbedaan antara positif dan negative input OP-AMP, penguatan adalah tinggi
dan rangkaian mulai berisolasi. Pada saat osilasi meningkat, R1 panas dan nilai resistansi
bertambah. Nilai resistansi adalah sama sekitar satu setengah dari R2, penguatan voltage divider
adalah 0,33. Perbedaan dan kesalahan tegangan antara positif dan negative input OP-AMP
mendekati noldan output level osilator mulai stabil.

5.4. PROSEDUR PERCOBAAN


A. Jaringan lead-lag
1. Hubungkan rangkaian seerti gambar berikut ini
Gambar 5.4. rangkaian pengujian lead-lag
2. Hitung besar frekuensi osilasi dengan menggunakan
1
𝑓0 =
2πRC
Set besar Vin = 10 vppdengan frekuensi f0
3. Gambar bentuk sinyalyang terjadi pada Vout.
4. Hubungkan channel A oscilloscope ke Vin serta channel B ke Vout .
Set generator frekuensi ke f0. Amati apa yang terjadi. Jlaskan
5. Ubah besar frekuensi pada generator frekuensi sampai diperoleh gambar yang berhimpit
Ukur sebesar f0 = ………… kHz
6. Ubah keluaran frekuensi generator beberapa ribu kHz di atas dan dibawah f0. Apa yang
terjadi.

B. osilaor jembatan Wien

1. Hubungkan rangkaian seperti gambar berikut


Gambar 5.5 rangkaian pengujian osilator jembatan wien

2. Amati dan ukur keluaran osillator dengan oscilloscope dengan mengubah VR1 untuk
maksimum undistorted gelombang sinus, gambar bentuk sinyal tersebut
3. Gunakan oscilloscope dan frekuensi counter untuk mengukur frekuensi keluaran
f =….. Hz
4. Hitung besar keluaran osilator jembatan wien tersebut secara teori
f =….. Hz
5.5 Analisa dan Hasil

Vin (Vpp) Frekuensi Vout(Vpp) Frekuensi Output Beda fasa ᶿ

10 100 Hz 0.720 V 100.2 Hz 830

10 500 Hz 2.48 V 502 Hz 43.50

10 1 kHz 3.20 V 1.000 Hz 180

10 1.592 kHz 3.36 V 1.587 Hz -3.5430

10 5 kHz 2.40 V 5.000 Hz -3.60

10 10 kHZ 1.52 V 10.000 Hz -610

10 1MHz 0.108 V 102.4 Hz -1000

5.5.1 Analisa Pembahasan

Pada saat Pengukuran tidak mendapatkan hasil yang sesuai dengan teori, hal ini disebabkan
oleh :

- Kesalahan pada saat pembacaan alat ukur

- Alat ukur yang tidak terkalibrasi

- Kerusakan pada komponen yang sendang diukur

Grafik

Beda fasa(˚)
150
100
50
beda fasa

0
-50 1 10 100 1000 10000

-100
-150
frekuensi

Beda fasa(˚)
5.6 Kesimpulan
- Pergeseran fasa disebabkan oleh komponen yang tersusun dari kapasitor dan resistor
- Osilator adalah salah satu rangkaian penguat umpan bolak balik yang digunakan sebagai
referensi saat menentukan frekuensi sebuah gelombang
LAMPIRAN
5.7 Lampiran
Frekuensi Vout(Vpp) Vin(Vpp) Beda fasa Gambar
100 Hz 720mV 10.4V 83.0

500 Hz 2.48V 10.2V 43.5

1 kHz 3.20V 10.2V 18.0

1.592 kHz 3.36V 10.2V -3.43


5 kHz 2.40V 10.0V -36.0

10 kHZ 1.52V 9.80V -61.2