Anda di halaman 1dari 7

Satuan Acara Penyuluhan

Penyakit Gastritis

Diajukan untuk memenuhi mata kuliah Promosi Kesehatan


Disusun oleh:

Nama : Maike Sethiansih


Nim : P07220117 1383

PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN


POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES TANJUNGPINANG
KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA
TAHUN 2019
SATUAN ACARA PENYULUHAN
PENYAKIT GASTRITIS

Topik : Mengenal Penyakit Gastritis


Hari / tanggal :
Pukul :
Waktu : 15 menit
Tempat :
Sasaran : Masyarakat

I. Tujuan Umum
Setelah mengikuti kegiatan penyuluhan diharapkan masyarakat mengetahui
dan memahami tentang penyakit gastritis.

II. Tujuan Khusus


Setelah mengikuti kegiatan penyuluhan diharapkan masyarakat mengetahui
dan memahami tentang penyakit gastritis yang meliputi:
a) Definsi penyakit gastritis.
b) Penyebab penyakit gastritis.
c) Tanda dan gejala penyakit gastritis.
d) Pencegahan penyakit gastritis.

III. Materi (Terlampir)


a) Definsi penyakit gastritis.
b) Penyebab penyakit gastritis.
c) Tanda dan gejala penyakit gastritis.
d) Pencegahan penyakit gastritis.

IV. Media
a. SAP
b. Leaflet
c. PowerPoint

V. Metode
a. Ceramah
b. Tanya Jawab

1
VI. Kegiatan Pembelajaran
No. Waktu Kegiatan Penyuluhan Kegiatan Peserta
1. 3 menit Pembukaan : Menjawab salam
-Memberi salam Mendengarkan dan
-Memperkenalkan diri memperhatikan
-Menjelaskan tujuan
penyuluhan
-Menyebut materi/pokok
bahasan yang ingin
disampaikan
2. 6 menit Pelaksanaan : Menyimak dan
Menjelaskan materi memperhatikan
penyuluhan secara berurutan materi yang
dan teratur disampaikan
Materi :
a. Definsi penyakit
gastritis.
b. Penyebab penyakit
gastritis.
c. Tanda dan gejala
penyakit gastritis.
d. Pencegahan penyakit
gastritis.
e. Memberikan
kesempatan responden
bertanya.

3. 4 menit Evaluasi : Merespon dan


-Memberikan kesempatan bertanya
kepada responden untuk Merespon dan
bertanya. menjelaskan
-Memberikan pujian atas
keberhasilan responden
menjelaskan pertanyaan dan
memperbaiki kesalahan.
4. 2 menit Penutup : Menyimak
-Menyimpulkan materi yang Menjawab salam
telah di sampaikan.
-Mengucapkan terimakasih
atas perhatian dan waktu yang
telah diberikan kepada
responden.
-Mengucapkan salam.

VII. Evaluasi
Metode evaluasi : Memberikan pertanyaan

2
Jenis pertanyaan : Lisan
Jumlah pertanyaan : 5 pertanyaan
Pertanyaan :
1. Apa yang di maksud dengan penyakit gastritis?
2. Apa perbedaan maag dan gastritis?
3. Apa penyebab penyakit gastritis?
4. Apa saja tanda dan gejala penyakit gastritis?
5. Bagaimana pencegahan penyakit gastritis?
Jawaban :
1. Gastritis adalah suatu kondisi di mana lapisan kulit dalam lambung
meradang atau membengkak atau adanya peradangan pada lapisan dalam
lambung.
2. Sakit maag merupakan istilah umum yang digunakan di Indonesia untuk
menggambarkan nyeri akibat saluran cerna sedangkan gastritis merupakan
bagian dari sakit maag. Karena sakit maag sering disebabkan oleh gastritis.
3. Gastritis dapat disebabkan :
 Mengonsumsi obat-obatan antinyeri seperti aspirin atau obat
antiradang non-steroid (NSAID)
 Sering mengonsumsi alkohol
 Infeksi perut yang disebabkan oleh bakteri Helicobacter pylori
 Penyakit autoimun (seperti anemia parah)
 Penyalahgunaan kokain
 Stres
4. Tanda dan gejala
 hilang nafsu makan
 mual dan muntah
 nyeri di perut bagian atas
 merasa kenyang meski baru makan sedikit
5. Pencegahan :
1) Tidak merokok
2) Ubah pola makan
3) Kurangi berat badan
4) Hindari konsumsi obat pereda nyeri tanpa pengawasan dokter
5) Konsumsi makanan yang mengandung lemak sehat dan berprotein

3
LAMPIRAN
“PENYAKIT GASTRITIS”
a) Definisi gastritis

Gastritis adalah suatu kondisi di mana lapisan kulit dalam


lambung meradang atau membengkak. Atau adanya peradangan
pada lapisan dalam lambung, jika dibiarkan lapisan dalam tersebut
dapat luka dan berlanjut menjadi tukak lambung. Gastritis atau juga
sering disebut sebagai radang lambung, dapat muncul secara
mendadak (gastritis akut) atau berlangsung dalam waktu yang lama
(gastritis kronis).
Orang awam sering menyebut gastritis adalah maag, padahal
gastritis pada dasarnya berbeda dari maag. Sakit maag merupakan
istilah umum yang digunakan di Indonesia untuk menggambarkan
nyeri akibat saluran cerna sedangkan gastritis merupakan bagian
dari sakit maag. Karena sakit maag sering disebabkan oleh gastritis.

b) Penyebab
Penyebab umum gastritis adalah:
 Mengonsumsi obat-obatan antinyeri seperti aspirin atau obat
antiradang non-steroid (NSAID)
 Sering mengonsumsi alkohol
 Infeksi perut yang disebabkan oleh bakteri Helicobacter
pylori
 Penyakit autoimun (seperti anemia parah)
 Penyalahgunaan kokain
 Stres

c) Tanda dan gejala

4
 Hilang nafsu makan
 Mual dan muntah
 Nyeri di perut bagian atas
 Merasa kenyang meski baru makan sedikit

d) Pencegahan
1. Tidak merokok
Nikotin dalam rokok memiliki efek relaksasi otot, sehingga
otot saluran pencernaan yang seharusnya mempertahankan agar
isi lambung tidak naik ke atas menjadi lemah. Hal ini
menyebabkan refluks asam lambung, serangkaian gejala
gangguan pencernaan yang ditandai dengan rasa terbakar pada
dada akibat asam lambung yang naik.
Perokok juga cenderung mudah batuk, di mana setiap kali
batuk perut akan tertekan sehingga semakin memperbesar risiko
asam lambung naik. Selain rokok, alkohol dan cokelat juga
memiliki efek yang mirip dengan nikotin.
2. Ubah pola makan
Biasakan makan lebih sering dengan porsi yang lebih sedikit.
Jika biasa makan 3 kali sehari, coba ubah menjadi makan 5-6
kali sehari dengan porsi yang lebih sedikit.
Hindari makan hingga terlalu kenyang karena jika isi
lambung terlalu penuh maka isi lambung bisa naik ke
tenggorokan.
Kurangi konsumsi makanan atau minuman yang bersifat
asam seperti makanan pedas, jeruk, dan kopi. Makanan atau
minuman bersifat asam memicu rasa nyeri pada ulu hati.
Hindari makan sebelum tidur karena meningkatkan risiko
naiknya isi lambung.
3. Kurangi berat badan

5
Anda yang kegemukan memiliki risiko lebih tinggi
mengalami kondisi lambung yang meradang. Ini disebabkan
karena cenderung makan dalam porsi besar, yang meningkatkan
tekanan dalam lambung sehingga isi lambung mudah naik
keluar. Mengurangi berat badan 2-5 kg dapat membantu Anda
mencegah kondisi ini datang kembali.
4. Hindari konsumsi obat pereda nyeri tanpa pengawasan dokter
Obat anti nyeri yang sering digunakan salah satunya adalah
obat anti inflamasi non-steroid (OAIN). Obat ini memiliki efek
meningkatkan asam lambung sehingga Anda menjadi rentan
mengalami nyeri ulu hati sehingga penggunaan OAIN sebaiknya
atas nasihat dokter.
Berhati-hatilah juga dalam minum jamu, karena produk jamu
sering kali mengandung OAINS sehingga minum jamu dalam
jangka panjang juga memiliki efek yang sama dengan
penggunaan OAINS jangka panjang.
5. Konsumsi makanan yang mengandung lemak sehat dan
berprotein
Lemak tradisional dan protein memiliki lebih banyak gizi.
Lemak bersifat antiradang pada lapisan saluran pencernaan dan
protein dapat membantu pencernaan. Asam klorida
mengaktifkan enzim yang membantu pencernaan protein, seperti
Pepsin.
Dengan mengonsumsi lebih banyak protein, kelebihan asam
lambung dalam perut Anda dapat digunakan untuk mencerna
protein, bukannya malah naik ke kerongkongan Anda.