Anda di halaman 1dari 9
TANYA JAWAB SEPUTAR PELAKSANAAN IMUNISASI MASSAL MR ‘APAKAH PENYAKIT CAMPAK DAN RUBELLA? Campak dan Rubella adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus Campak dan Rubella, dan ditularkan percikan bersin atau batuk. Penyakit Campak dan Rubella sangat menular. ‘Anak dan orang dewasa yang belum pernah mendapat imunisasi Campak dan Rubella, atau yang belum perah ‘mengalami penyakit Campak dan Rubella berisiko tinggi tertular penyakit ini 2. APA BAHAYA PENYAKIT INI? Penyakit Campak dapat menyebabkan komplikasi yang serius, seperti diare, radang aru (pneumonia), radang otak (ensefalitis), kebutaan, gizi buruk, bahkan kematian. Pada tahun 2000, lebih dari 4juta anak di dunia meninggal karena komplikasi penyakit Campak. Penyakit Rubella biasanya merupakan penyakit ringan pada anak, akan tetapi bila menulari ibu hamil pada trimester pertama atau awal kehamilan, dapat menyebabkan keguguran atau kecacatan pada bay yang dilahirkan, Kecacatan tersebut dikenal sebagai Sindroma Rubella Kongenital yang meliputi kelainan pada jantung, kerusakan jaringan otak, katarak mata, ketulian dan keterlambatan perkembangan. ‘SEPERTI APA GEJALA PENYAKIT CAMPAK DAN RUBELLA? Gejala penyakit campak adalah demam tinggi, bercak kemerahan pada kulit (rash) disertai dengan batuk, pilek dan mata merah (konjungtivitis), Gejala Penyakit Rubella tidak spesifik, bahkan bisa tanpa gejala. Gejala umum berupa demam ringan, pusing, pilek, mata merah dan nyeri persendian. Mirip gejala flu LKELAINAN JANTUNG KATARAK GANGGUAN KONGENITAL PENDENGARAN 4, BAGAIMANA AGAR TERLINDUNG DARI PENYAKIT CAMPAK DAN RUBELLA? Tidak ada pengobatan untuk penyakit Campak dan Rubella, namun penyakit ini dapat dicegah. Imunisasi dengan vaksin MR adalah pencegahan terbaik untuk penyakit Campak dan Rubella, Satu vaksin untuk mencegah dua penyakit sekaligus. 5. APAKAH VAKSIN MR? Vaksin MR adalah kombinasi vaksin Campak/Measles (M) dan Rubella (R) untuk perlindungan terhadap penyakit Campak dan Rubella. 6. APAKAH VAKSIN MR AMAN? Vaksin MR yang digunakan telah mendapat rekomendasi WHO dan izin edar dari Badan POM. Vaksin MR 95 persen efektif untuk mencegah penyakit Campak dan Rubella. Vaksin ini aman dan telah digunakan di lebih dari 141 negara di dunia. 7. APA YANG DIMAKSUD DENGAN IMUNISAS! MASSAL MR? Kampanye imunisasi MR adalah upaya pencegahan enularan penyakit Campak dan Rubella di masyarakat dengan cara pemberian vaksin MR secara massal pada anak Usia 9 bulan sampai dengan usia kurang dari 15 tahun, 8, MENGAPA DILAKUKAN IMUNISASI MASSAL MR? Kampanye imunisasi MR difakukan untuk meningkatkan kekebalan masyarakat terhadap penularan penyakit Campak dan Rubella yang dapat menyebabkan kecacatan dan kematian. Kampanye imunisasi MR merupakan langkah awal untuk introduksi imunisasi Rubella ke dalam jadwal program imunisasi rutin, TERN fc) * diberikon pada anoh ulon - dari 15 tohun Ee @ UNICEF) Fit er ese Organization wnnbomenkes.go.id 9. KAPAN DAN DIMANA IMUNISASI MASSAL MR DILAKUKAN? Kampanye Imunisasi MR dilakukan dalam dua fase. Fase pertama di Pulau Jawa pada tahun 2017. Fase kedua di luar Pulau Jawa tahun 2018. Masing-masing fase dibagi dalam dua tahap. Tahap satu pada bulan Agustus di sekolah. Tahap dua bulan September difasilitas Kesehatan (Puskesmas, Posyandu). 140. SIAPA SAJA YANG HARUS MENDAPATKAN IMUNISASI MR? Imunisasi MR diberikan untuk semua anak usia 9 bulan sampai dengan kurang dari 15 tahun selama Kampanye Imunisasi MR bulan Agustus-September 2017 dan Aqustus-September 2018. Selanjutnya, imunisasi MR masuk dalam jadwal program imunisasi rutin dan diberikan pada anak usia 9 bulan, 18 bulan dan kelas 1 SD/sederajat menggantikan imunisasi campak. 11. APAKAH ANAK LAKI-LAKI PERLU MENDAPAT IMUNISASI MR? Ya, periu. Anak laki-laki tetap dapat terserang virus Campak dan Rubella, juga dapat menularkan penyakit ini kepada orang di sekitamya, termasuk ibu yang sedang ham 12. APAKAH IMUNISASI MR MEMILIKI EFEK SAMPING? Tidak ada efek samping dalam imunisasi, Demam ringan, ruam merah, bengkak ringan dan nyeri di tempat suntikan setelah imunisasi adalah reaksi normal yang akan menghilang dalam 2-3 hari. Kejadian ikutan pasca imunisasi yang serius sangat jarang terjadi 13. APAKAH ANAK AKAN KEBAL TERHADAP CAMPAK DAN RUBELLA SETELAH IMUNISASI? ‘Sebagian besar anak akan mendapat kekebalan terhadap Campak dan Rubella seumur hidup setelah mendapatkan Imunisasi MR. 14. APABILA ANAK TELAH DIIMUNISASI DENGAN 2 DOSIS VAKSIN CAMPAK, APAKAH MASIH PERLU MENDAPAT IMUNISAS! MR? Anak yang telah menerima 2 dosis vaksin Campak sesuai jadwal, telah mendapat kekebalan terhadap Campak tapi belum mendapat kekebalan terhadap Rubella. Anak tetap harus mendapat imunisasi MR untuk mendapat kekebalan terhadap Rubella. Imunisasi MR aman bagi anak yang telah mendapat 2 dosis imunisasi ‘Campak. 45. APAKAH VAKSIN CAMPAK TETAP ADA? Vaksin Campak akan digantikan dengan kombinasi vaksin Campak dan Rubella. Satu vaksin untuk mencegah dua penyakit sekaligus. 46. APAKAH PERBEDAAN VAKSIN MR DAN MMR? Vaksin MR bermanfaat untuk mencegah penyakit Campak dan Rubella. Sedangkan vaksin MMR bermanfaat untuk mencegah penyakit Campak, Rubella dan Gondongan. 17. MENGAPA YANG DIBERIKAN ADALAH VAKSIN MR BUKAN MMR? Saat ini pemerintah memprioritaskan pengendalian Campak dan Rubella karena bahaya komplikasinya yang berat dan mematikan. 18. APABILA ANAK TELAH MENDAPAT IMUNISASI MMR, APAKAH MASIH PERLU MENDAPAT IMUNISASI MR? ‘Apabila anak telah mendapat 1 dosis vaksin MMR, dia tetap perlu mendapat imunisasi MR pada saat kampanye. Imunisasi MR diberikan untuk memastikan kekebalan penuh terhiadap penyakit Campak dan Rubella. Imunisasi MR aman diberikan kepada anak yang sudah mendapat vaksin MMR. 19. APAKAH BENAR VAKSIN MR DAPAT MENYEBABKAN AUTISME? Tidak benar. Sampai saat ini belum ada bukti yang mendukung bahwa imunisasi jenis apapun dapat menyebabkan autisme. Kandungan etil merkuri dalam vaksin ‘sangat rendah (1,25 meg/KgBB/minggu) dan masih dalam batas yang diizinkan oleh WHO (maksimal 159 meg/kgBB/ minggu). 20. FATWA MAJELIS ULAMA INDONESIA (MUI) NO. 4 TAHUN 2016 Imunisasi pada dasamya dibolehkan (mubah) sebagai bentuk ikhtiar untuk mewuludkan kekebalan tubuh (imunitas) dan mencegah terjadinya suatu penyakit tertentu. Dalam hal jika seseorang yang tidak dimunisasi akan menyebabkan kematian, penyakit berat, atau kecacatan permanen yang mengancam jiwa, berdasarkan perlimbangan abli yang kompeten dan dipercaya, maka imunisasi hukumnya wajib. ENGENALAN VAKSIN MEASLES RUBELLA (MR) Rekomendasi Introduksi Vaksin Rubella di Indonesia Pada tahun 2011, WHO merekomendasikan agar semua negara yang belum mengintroduksikan vaksin rubella dan telah menggunakan 2 (dua) dosis vaksin campak dalam program imunisasi rutin untuk memasukkan vaksin rubella dalam program imunisasi rutin. Komite Penasihat Ahi Imunisasi Nasional (TAG) juga telah mengeluarkan rekomendasi pada tanggal 11 Januari 2016 mengenai introduksi, agar mengintegrasikan vaksin Measles Rubella ke dalam program imunisasi nasional untuk menurunkan angka kejadian penyakit rubella dan Congenital Rubella Syndrome. Kemasan Vaksin rubella tersedia dalam bentuk monovalent maupun kombinasi dengan vaksin virus yang lain misalnya dengan campak (Measles Rubella/MR) atau dengan campak dan paratitis (Measles Mumps Rubella/MMR). Semua vaksin rubella dapat menimbulkan serokonversi sebesar 95% atau lebih setelah pemberian satu dosis vaksin dan efikasi vaksin diperkirakan sekitar 90% - 100%. Vaksin Measles Rubella (MR) adalah vaksin hidup yang dilemahkan (live attenuated), berupa serbuk kering dengan pelarut. Kemasan vaksin adalah 10 dosis per vial. Cara pemberian \Vaksin MR diberikan secara subkutan dengan dosis 0,5 ml. Vaksin hanya boleh dilarutkan dengan pelarut yang disediakan dari produsen yang sama, Vaksin yang telah dilarutkan harus segera digunakan paling lambat sampai 6 jam setelah dilarutkan. = Kontra indikasi pemberian vaksin MR: Individu yang sedang dalam terapi kortikosteroid, imunosupresan dan radioterapi; wanita hamil; eeukemia, anemia berat dan kelainan darah lainnya; kelainan fungsi ginjal berat; decompensatio cordis (gagal jantung); setelah pemberian gamma globulin atau transfusi darah; riwayat alergi terhadap komponen vaksin (neomicyn), st Pemberian imunisasi ditunda pada keadaan sebagai berikut: demam, batuk pilek dan diare, Hal yang perlu diperhatikan a Pastikan vaksin MR yang digunakan masih dalam kondisi baik. Pada tutup vial vaksin terdapat indikator paparan suhu panas berupa Vaccine Vial Monitor (VVM). Vaksin yang boleh digunakan hanyalah vaksin dengan kondisi VVM A atau B. Setelah dioplos/rekonstitusi pastikan vaksin dijaga suhunya 2-8°C (ditaruh di foam pad) dan hanya dapat digunakan dalam batas waktu 6 (enam) jam. Untuk: IDI, IDAI, 1BI, PPNI dan organisasi profesi lainnya. i nak vo 9 bla Farang do 15 fhun Posyandy dan Fasilies Kesehatan. tahun 2017 di Pulau Jawa dan 2018 di lr Jawa, worn komenkes.go.id = rs gex” @) unicef@ stabsismamigge INDONESIA Yr clth Organization