Anda di halaman 1dari 4

GARIS-GARIS BESAR PROGRAM PERKULIAHAN ( GBPP)

Mata Kuliah : Bahasa Indonesia


Kode /SKS :-
Deskripsi : Mata kuliah ini membahas kaidah-kaidah bahasa Indonesia baku serta aplikasinya dalam penulisan karya ilmiah.
Tujuan Intruksional Umum : Setelah menempuh mata kuliah ini mahasiswa dapat menyampaikan gagasan, ide, pikiran, dan/atau pendapat secara runtut dengan
menggunakan bahasa Indonesia secara baik dan benar.

No
Tujuan Instruksional Pokok Bahasan Sub Pokok Bahasan Estimasi Kepustakaan
Khusus Waktu

1. Setelah mengikuti perkuliahan Ragam Bahasa 1. Kriteria ragam bahasa 200’ 1. Dendy Sugono, 1992, Bebahasa Indonesia dengan
ini mahasiswa dapat 2. Kaidah dasar bahasa Benar. Jakarta: PT Priastu.
menjelaskan dan membeda- Indonesia 2. ME Suhendar. 1992. Bahasa Indonesia (MKDU)
bedakan pemakaian bahasa 3. Bahasa Indonesia standar Bandung: Pioner Jaya.
yang sesuai dengan tuntutan atau baku 3. Hasan Alwi dkk. 1993. Tata Bahasa Baku Bahasa
ragamnya. 4. Bahasa Indonesia yang Indonesia. Jakarta: Dept P dan K.
baik dan benar 4. Abdul Chaer dan Leonie Agustina. 2004.
Sosiolinguistik: Perkenalan Awal. Jakarta: PT
Rineka Cipta

2. Setelah mengikuti perkuliahan Kaidah Ejaan 1. Pemakaian huruf kapital 200‘ 1. Dendy Sugono. 1992. Berbahasa Indonesia dengan
ini mahasiswa dapat (EYD) dan huruf miring. Benar. Jakarta: PT Priastu.
mengaplikasikan kaidah- 2. Penulisan kata. 2. Abdul Chaer. 2006. Tata Bahasa Praktis Bahasa
kaidah ejaan bahasa 3. Penulisan unsur serapan Indonesia. Jakarta: Rineka Cipta.
Indonesia dalam bahasa tulis. 4. Penulisan Akronim 3. Asul Wiyanto. 2004. Terampil Menerapkan Kaidah
5. Penulisan angka dan Ejaan Bahasa Indonesia. Jakarta: Grasindo.
lambang bilangan.
6. Pemakaian tanda baca.

1
4. Setelah mengikuti perkuliahan Bentuk dan 1. Pengertian bentuk dan 100’ 1. Alex Sobur. 2001. Analisis Teks Media: Suatu
ini mahasiswa dapat Makna makna Pengantar untuk Analisis Wacana, Analisis
menjelaskan satuan bentuk 2. Jenis-jenis kata Semiotik, dan Analisis Framing. Bandung: PT
bahasa yang benar untuk 3. Kata sebagai unsur Remaja Rosdakarya.
memperoleh makna yang pembentuk frasa dan 2. Lamuddin Finoza. 2001. Komposisi Bahasa
tepat. klausa Indonesia. Jakarta: Diksi Insan Mulia.
4. Makna dan perubahannya 3. Tim Dosen Bahasa Indonesia IKIP Malang. 1990.
5. Diksi Bahasa Indonesia Profesi. Malang: IKIP Malang.
4. Ismail Marahimin. 2001. Menulis secara populer.
Jakarta: Pustaka Jaya.

5. Setelah mengikuti perkuliahan Unsur - unsur 1. Pengertian unsur kalimat 100‘ 1. Depdikbud. 1981. Tata Bahasa Baku Bahasa
ini mahasiswa dapat kalimat 2. Ciri-ciri unsur kalimat Indonesia. Jakarta: Bahali Pustaka.
menjelaskan dan 3. Fungsi unsur-unsur 2. Lamuddin Finoza. 2001. Komposisi Bahasa
mengapilkasikan unsur-unsur kalimat Indonesia. Jakarta: Diksi Insan Mulia.
kalimat dalam kalimat 3. ME Suhendar. 1992. Bahasa Indonesia (MKDU)
Bandung: Pioner Jaya.
4. Dendy Sugono. 1992. Berbahasa Indonesia dengan
Benar. Jakarta: PT Priastu.

6. Setelah mengikuti perkuliahan Pola kalimat 1. Fungsi kalimat dasar 100‘ 1. Widjono Hs. 2005. Bahasa Indonesia. Jakarta: PT
ini mahasiswa dapat dasar 2. Tipe - tipe kalimat dasar Grasindo
membuat bermacam-macam 2. Lamuddin Finoza. 2001. Komposisi Bahasa
pola kalimat dasar Indonesia. Jakarta: Diksi Insan Mulia
3. Slamet Effendi.1994. Panduan Berbahasa Indonesia
dengan Baik dan Benar. Jakarta: Pustaka Jaya.
7. MID SEMESTER 100’

2
8. Setelah mengikuti perkuliahan Jenis-jenis 1. Jenis kalimat menurut 100‘ 1. Widjono Hs. 2005. Bahasa Indonesia. Jakarta: PT
ini mahasiswa dapat kalimat jumlah klausanya. Grasindo
menjelaskan dan menyusun 2. Jenis kalimat menurut 2. Lamuddin Finoza. 2001. Komposisi Bahasa
berbagai jenis kalimat. fungsinya Indonesia. Jakarta: Diksi Insan Mulia
3. Jenis kalimat menurut 3. Slamet Effendi.1994. Panduan Berbahasa Indonesia
kelengkapan unsurnya dengan Baik dan Benar. Jakarta : Pustaka Jaya.
4. Jenis kalimat menurut
Susunannnya.

9. Setelah mengikuti perkuliahan Kalimat efektif 1. Pengertian kalimat efektif. 100‘ 1. Widjono Hs. 2005. Bahasa Indonesia. Jakarta: PT
ini mahasiswa dapat 2. Kesatuan ide Grasindo
menjelaskan dan menyusun 3. Kepaduan unsur 2.Tarigan. 1984. Pengajaran Pragmatik. Bandung:
kalimat efektif 4. Kesejajaran bentuk Angkasa.
5. Ketegasan makna 3. Slamet Effendi.1994. Panduan Berbahasa Indonesia
6. Kehematan kata dengan Baik dan Benar. Jakarta: Pustaka Jaya
7. Kelogisan bahasa 4. Lamuddin Finoza. 2001. Komposisi Bahasa
Indonesia. Jakarta: Diksi Insan Mulia.

10. Setelah mengikuti perkuliahan Paragraf 1. Pengertian paragraf 200‘ 1. Widjono Hs. 2005. Bahasa Indonesia. Jakarta: PT
ini mahasiswa dapat 2. Struktur paragraf Grasindo
menjelaskan dan 3. Persyaratan psragraf 2. Lamuddin Finoza. 2001. Komposisi Bahasa
mengaplikasikan konsep- 4. Jenis-jenes peragraf Indonesia. Jakarta: Diksi Insan Mulia
konsep paragraf dalam 5. Pengembangan paragraf 3. Gorys Keraf. 1997. Komposisi. Jakarta: Ikrar Mandiri
bahasa tulis. Abadi.
4. A. Widyamartaya. 1993. Seni Menuangkan Gagasan.
Yogyakarta: Kanisius.

3
11. Setelah mengikuti perkuliahan Topik, Tema, dan 1. Pengertian topik, tema, 100’ 1. Lamuddin Finoza. 2001. Komposisi Bahasa
ini mahasiswa dapat membuat Judul Karangan dan judul karangan Indonesia. Jakarta: Diksi Insan Mulia
topik, tema, judul karangan 2. Persamaan dan 2. Hadiyanto. 2001. Membudayakan Kebiasaan
yang kreatif dan inovatif. perbedaan topik, tema, Menulis: Sebuah Pengatar. Jakarta: PT Fikahati
dan judul karangan Aneska.
3. Fungsi topik karangan dan 3. Widjono Hs. 2005. Bahasa Indonesia. Jakarta: PT
perumusan tema Grasindo
4. Syarat topik dan judul
karangan yang baik

13. Setelah mengikuti perkuliahan Kerangka 1. Pengertian kerangka 100’ 1. Lamuddin Finoza. 2001. Komposisi Bahasa
ini mahasiswa dapat Karangan karangan Indonesia. Jakarta: Diksi Insan Mulia
menyusun kerangka 2. Manfaat kerangka 2. Widjono Hs. 2005. Bahasa Indonesia. Jakarta: PT
karangan. karangan Grasindo
3. Macam dan bentuk
kerangka karangan
4. Syarat kerangka karangan
yang baik
5. Pola penyusunan
kerangka karangan
6. Langkah penyusunan
kerangka karangan

15. Setelah mengikuti perkuliahan Karangan Ilmiah 1. Karangan ilmiah 200’ 1. Asih Anggarani, dkk. 2006. Mengasah Ketrampilan
ini mahasiswa dapat Menulis Ilmiah di Perguruan Tinggi. Yogyakarta:
menjelaskan dan Graha Ilmu.
menggunakan bahasa bahasa 2. Muhammad Rohmadi dan Aninditya Sri Nugraheni.
ilmiah dalam karangan ilmiah 2011. Belajar Bahasa Indonesia: Upaya Terampil
Berbicara dan Menulis Karya Ilmiah. Surakarta:
Cakra Media.