Anda di halaman 1dari 26

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang


Menyadari akan pentingnya mengadakan program Praktik Kerja
Lapangan ( PKL ) sebagai faktor yang mendasar dalam bidang pendidikan
untuk terjun secara langsung dalam dunia kerja dengan menambah wawasan
sekaligus pengalaman untuk siswa sebagai kontribusi secara langsung mengenal
system kerja dengan konkrit.
Praktik Kerja Lapangan (PKL ) dipandang perlu untuk diikuti oleh siswa-siswi
kelas XI SMK KESEHATAN HARAPAN BANGSA PALABUHANRATU
sebagai salah satu syarat untuk mengikuti ujian nasional dikelas XII dan dalam
rangka mempersiapkan para lulusan yang siap pakai serta memiliki pengalaman
kerja sehingga pada akhirnya kelak bilamana dikemudian hari terjun dan terlibat
langsung dalam dunia usaha tidak mengalami kesulitan lagi.
Pelaksanaan PKL menjadi salah satu bentuk penyelenggaraan pendidikan
tingkat menengah kejuruan dengan ketentuan tertentu dan yang menjadi
landasan dasarnya adalah:
1.Pancasila
2. Tap MPR No.II/MPR 1993 GBHN.
3. UU No 19 tahun 1990 tentang pendidikan nasional.
4. PP No 19 tahun 1990 tentang pendidikan menengah.
5. Keputusan Mendikbud No. 0490/U/1992 tentang sekolah menengah kejuruan.

1.2 Batasan Masalah


Dalam laporan pelaksanaan PKL ini penulis hanya membahas tentang
Obat Kapsul Di Instalasi Farmasi RSUD Palabuhanratu, karena memang
hanya itu yang diajarkan pada waktu peraktek dalam penulisan laporan ini
penulis ingin memberikan suatu gambaran kepada pembaca tentang Apotek.

SMK Kesehatan Harapan Bangsa 1


1.3 Tujuan PKL
Tujuan penulis melakukan PKL antara lain:
a. Agar mengenal dunia industri,

b. Mempunyai pengalaman tentang cara bekerja di perusahaan


c. Mengembangkan kepribadian, melatih disiplin diri dalam mengerjakan
suatu pekerjaan serta rapi dalam melaksanakan setiap pekerjaan,
d. Mencari ilmu dan pengetahuan yang tidak/belum diajarkan di sekolah

Tujuan Pembuatan Laporan


Adapun tujuan dari pembuatan laporan PKL ini antara lain:
a. Sebagai bukti tertulis bahwa siswa telah melaksanakan pakerin,
b. Agar siswa mampu mengembangkan dasar-dasar teori yang didapatkan
dari sekolah yang berhubungan dengan hasil PKL,
c. Siswa dapat menuangkan pikiran ke dalam tulisan yang dapat diuji
keilmihannya.

1.4 Manfaat Praktik Kerja Lapangan ( PKL )

Manfaat Bagi Siswa


1. Memperoleh wawasan luas mengenai seluk beluk dunia kerja.
2. Meningkatkan rasa percaya diri, disiplin dan tanggung jawab.
3. Mengetahui arti penting disiplin dan tanggungjawab dalam
melaksanakan tugas.
4. Dapat memahami, memantapkan dan mengembangkan pelajaran yang
diperoleh di sekolah.
5. Dapat membandingkan kemampuan yang diperoleh di sekolah dengan
yang dibutuhkan di dunia kerja.

SMK Kesehatan Harapan Bangsa 2


Manfaat PKL bagi Instansi / industri

1. Dapat memilih peserta PKL baik jumlah, kemampuan, penampilan dan


waktu yang dianggap menguntungkan
2. Dapat mengenal persis kualitas siswa yang berlatih di instansi / industri
3. Dapat berpartisipasi dalam pembangunan pendidikan pada khususnya
dan pengembangan bangsa pada umumnya.

Manfaat PKL bagi masyarakat

1. Masyarakat dapat mendapatkan pelayanan yang lebih baik dari siswa


PKL yang memiliki pengalaman

1.5 Metode Pengumpulan Data

Dalam menyelesaikan laoran ini, penulis telah mengumpulkan bahan-


bahan dan informasi yang berkaitan dengan pelaksanaan Praktik Kerja
Lapangan ( PKL ) yang di perlukan dalam pembuatan laporan ini.

Dalam mengumpulkan bahan-bahan tersebut penulis melakukan beberapa


metode, yaitu :

1. Metode Observasi

Metode observasi ini dilakukan dengan cara mangamati atau menyatat obyek
hasil pengamatan yang dilakukan di lapangan baik secara langsung maupun
tidak langsung.

2. Metode Interview

SMK Kesehatan Harapan Bangsa 3


Penulis melakukan tanya jawab dengan orang-orang yang berkecimpung
dibidang terkait.

3. Metode Praktikum

Metode praktikum ini dilakukan dengan cara mengumpulkan data dengan cara
terjun langsung ke lapangan dan memPraktikkan langsung pekerjaan yang
didapatkan selama kegiatan PKL.

4. Metode Kepustakaan

Metode kepustakaan ini dilakukan dengan cara mengumpulkan data-data berupa


tulisan, artikel maupun wacana. Sebagai contoh data artikel yang didapat dari
internet dan literature yang berkenaan dengan materi pembuatan laporan yang
bertujuan untuk melengkapi informasi di laporan.

1.6 Tempat dan Waktu Pelaksanaan


Kegiatan Praktek Kerja Lapangan ( PKL ) ini dilaksanakan Pada
Tanggal 14 Januari 2019 sampai dengan 28 Februari di RSUD Palabuhanratu
Jalan Jend.Ahmad Yani No.2 Palabuhanratu Kabupaten Sukabumi.
Adapun jadwal pelaksanaan Praktek kerja lapangan ini di mulai dari
hari senin sampai dengan hari minggu dengan dibagi kedalam 3 shift yaitu :
1. Shift pagi, jam 07.00 – 13.00 WIB
2. Shift siang, jam 13.00 – 19.00 WIB
3. Shift malam, jam 21.00 – 08.00 WIB

SMK Kesehatan Harapan Bangsa 4


BAB II

TINJAUAN UMUM RSUD BLUD PALABUHANRATU

2.1 Gambaran Umum RSUD Palabuhanratu


2.1.1 Latar Belakang
RSUD Palabuhanratu dalam perkembangannya mengalami berbagai
perubahan. RSUD Palabuhanratu merupakan Rumah Sakit yang dimiliki oleh
Pemerintah Daerah Kabupaten Sukabumi yang terletak di wilayah selatan
Kabupaten Sukabumi. RSUD Palabuhanratu merupakan Rumah Sakit Kelas C
yang berfungsi sebagai unit Pelaksana Daerah di Lingkungan Pemerintah
Daerah Kabupaten Sukabumi di bidang pelayanan kesehatan yang secara teknis
operasional berada dibawah Pemerintah Kabupaten Sukabumi dan bertanggung
jawab kepada Bupati Kabupaten Sukabumi dan secara teknis medis bertanggung
jawab kepada Kantor Dinas Kesehatan Propinsi Jawa Barat.

RSUD Palabuhanratu awalnya hanya sebuah balai pengobatan yang


dipimpin oleh Mochamad Anwar pada tahun 1950 seiring perkembangannya
resmi menjadi rumah sakit pada tahun 1987 dengan kapasitas 52 tempat Tidur,
dan pada saat ini tahun 2016 sudah mempunyai 169 Tempat Tidur. Sejarah
perkembangan RSUD Palabuhanratu digambarkan sebagai berikut.

PERIODE PIMPINAN STATUS KELEMBAGAAN

1950 – 1955 Moch. Anwar Balai Pengobatan


1955 – 1960 Moch. Anwar Balai Pengobatan Pembantu
Rumah Sakit
1960 – 1965 Dr. Purwoko Balai Pengobatan Pembantu

SMK Kesehatan Harapan Bangsa 5


Dr. Iskandar Rumah Sakit

1965 – 1970 Dr. Amin Puskesmas Pembantu Plus


Perawatan
Dr. Tatang

Dr. Affandi

Dr. Suhud

1970 – 1975 Dr. Mumun S. Siradj Puskesmas Plus Perawatan


1975 – 1987 Dr. H. Asmardien Zein, Puskesmas dengan tempat
M.Sc Perawatan
1987 – 1998 Dr. H. Asmardien Zein, Rumah Sakit Umum Daerah
M.Sc Kelas D
8 Desember 1998 – Dr. H. Asmardien Zein, Rumah Sakit Umum Daerah
April 1999 M.Sc Kelas C (SK MENKES RI No.
1372/MENKES/SK/XII/1998)
April 1999 – Desember Dr. H. Herry Rumah Sakit Umum Daerah
2004 Sulistyabudhi, M.Kes Kelas C
Januari 2005 - Dr. H. Wawang Rumah Sakit Umum Daerah
Oktober 2009 Kuswarso, MM Kelas C
Oktober 2009 - Didi Supardi, SKM, MM Rumah Sakit Umum Daerah
Oktober 2010 Kelas C
November 2010 – Dr.H.Asep Rustandi Rumah Sakit Umum Daerah
Sekarang Kelas C
Tabel 1
Sejarah Perkembangan RSUD Palabuhanratu
(Sumber : Bagian Tata Usaha RSUD Palabuhanratu)

SMK Kesehatan Harapan Bangsa 6


2.1.2 Visi
“Terwujudnya Rumah Sakit Yang Mandiri, Bersahabat dan Unggul Dalam
Pelayanan”

2.1.3 Misi
Untuk mewujudkan visi tersebut ditetapkan (Empat) misi sebagai berikut:

1. Meningkatkan Pelayanan Kesehatan Yang Prima.


2. Meningkatkan Kualitas dan Kuantitas Sumber Daya Manusia Rumah Sakit
yang
Profesional.
3. Meningkatkan Sarana dan Prasarana Rumah Sakit Sesuai Kebutuhan dan
Mempertimbangkan Keselamatan Pasien.
4. Meningkatkan Budaya Organisasi yang Kuat, Berkomitmen Tinggi dan
Tanggung Jawab.

2.1.4 Data Profil


1. Nama RSU : RSUD PALABUHANRATU
2. Nomor Kode RSU : 3204053
3. Kelas RSU :C
4. Alamat/Telepon/Fax : Jl. Jenderal. A. Yani.No.02/
(0266)432981 /(0266)432082.
5. Jumlah Tempat Tidur Tahun 2017 : 260 TT
6. Rumah sakit C pada tahun 1994 dengan SK MENKES RI No.
1372/MENKES/SK/XII/1998
7. Pelayanan telah terakteditasi Tingkat PARIPURNA Versi KARS 2012 pada
bulan Desember 2017
8. Luas Lahan/Tanah RSU : ± 5 Hektar
9. Luas Bangunan : 19000 m²

SMK Kesehatan Harapan Bangsa 7


10. Pemilik/Pengelola Pemda Kabupaten Sukabumi
11. Kabupaten/Kota/Provinsi : Sukabumi / Sukabumi / Jawa
Barat
12. Kabupaten : Sukabumi

PEMANFAATAN RUMAH SAKIT : (tiga tahun terakhir)

URAIAN TAHUN 2013 TAHUN 2014 TAHUN 2015

ALOS 3.47 Hari 3.4 Hari 3,29 Hari


BOR 79.89% 70.27% 61.30%
BTO 109 Kali 99.63 Kali 89.56 Kali

TOI 0.67 Hari 1.09 Hari 1.58 Hari

GDR 20.41 ‰ 16.78 ‰ 17.11‰

NDR 8.25 ‰ 7.63 ‰ 7.66‰

Ketenagaan :
Jumlah ketenagaan RSUD Palabuhanratu, sesuai dengan Klasifikasi
Pendidikan adalah sebagai Berikut :

NO NAMA JUMLAH
Dokter Umum 14
Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan 2
Dokter Spesialis Penyakit Dalam 3
Dokter Spesialis Bedah 2

SMK Kesehatan Harapan Bangsa 8


Dokter Spesialis Radiologi 2
Dokter Spesialis Rehabilitasi Medik 0
Dokter Spesialis Anastesi 1
Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh 0
Darah
Dokter Spesialis Mata 1
Dokter Spesialis THT 0
Dokter Spesialis Patologi Klinik 1
Dokter Spesialis Paru 0
Dokter Spesialis Bedah Thoraks 0
Dokter Spesialis Bedah Anak 0
Dokter Spesialis Orthopedi 0
Dokter Spesialis Anak 2
Dokter Spesialis Okupasi 0
Dokter Spesialis Urologi 0
Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin 0
Dokter Spesialis Forensik 0
Dokter Spesialis Patologi Anatomi 0
Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa 0
Dokter Spesialis Saraf 2
Dokter Spesialis Bedah Saraf 0
Dokter Spesialis Bedah Plastik 0
Dokter Spesialis Lainya 0
Dokter Gigi 2
Dokter Gigi Spesialis 0
Perawat 214
Bidan 71

SMK Kesehatan Harapan Bangsa 9


Farmasi 17
Keteknisian Medis 20
Kesehatan Masyarakat 14
Tenaga Kesehatan Lainya 2
Tenaga Non Kesehatan 183
Total 551

II. KETENAGAAN

A. JENIS DAN JUMLAH TENAGA DI INSTALASI RAWAT JALAN


1. Poliklinik umum √
a. Dokter umum Jumlah dr. Umum = 2 - 4 orang
Jumlah dr. Umum = 5 - 7 orang

√ Jumlah dr. Umum = > 9 orang

b. Dokter gigi Jumlah drg. = 1-2 orang

√ Jumlah drg > 2 orang

2. Dokter Spesialis 4 dasar yang ada


a. Spesialis bedah Part time
√ Full time

b. Spesialis penyakit dalam Part time


√ Full time

c. Spesialis Kebidanan Part time


√ Full time

d. Spesialis anak Part time


√ Full time

SMK Kesehatan Harapan Bangsa 10


3. Dokter spesialis lain yang ada
a. Spesialis Mata Part time
Full time

b. Spesialis THT √ Part time


Full time

c. Spesialis Kulit Kelamin Part time


Full time

d. Spesialis Syaraf Part time


Full time

e. Spesialis Jantung Part time


Full time

f. Spesialis bedah Mulut Part time


Full time

g. Spesialis Jiwa Part time


Full time

h. Spesialis Orthopedi Part time


Full time

i. Spesialis Paru Part time


Full time

j. Spesialis Bedah Syaraf Part time


Full time

k. Spesialis Radiologi Part time


Full time

SMK Kesehatan Harapan Bangsa 11


B. PERBANDINGAN TEMPAT TIDUR DENGAN TENAGA
KESEHATAN DI INSTALASI RAWAT INAP

Jumlah TT : P. Tenaga Kesehatan = 2 : 1


Jumlah TT : P. Tenaga Kesehatan = 10:9

Jumlah TT : P. Tenaga Kesehatan = 1 : 1

Jumlah TT : P. Tenaga Kesehatan = 5 : 7

Jumlah TT : P. Tenaga Kesehatan = 2 : 3 √

C. JENIS TENAGA KESEHATAN YANG ADA DI INSTALASI


RAWAT DARURAT
√ Perawat

SMAK

APRO

√ Dokter

D. TENAGA KESEHATAN YANG MELAKUKAN TINDAKAN


OPERASIONAL PPW

PRT

KANES

DRT

√ Dr. Anesthesi

√ Dr. Spesialis

Dr. Sub. Spesial

SMK Kesehatan Harapan Bangsa 12


E. TENAGA KESEHATAN YANG MELAKUKAN INTENSIF

√ PRT

√ Dokter Anesthesi

F. TENAGA KESEHATAN YANG MELAKUKAN TINDAKAN


PERSALINAN/ CURETAGE

√ BIDAN

√ DRT


Dokter Ahli Kebidanan

G. TENAGA KESEHATAN YANG MEMBERIKAN PELAYANAN


RADIOLOGI
PRT

√ APRO

√ Dokter Ahli Radiologi

Ada Dokter Sub. Radiologi

H. TENAGA KESEHATAN YANG MELAKUKAN ANASTHESI

√ Perawat

√ Akademi Anastesi

√ Dokter Ahli Anastesi

I. TENAGA KESEHATAN YANG MELAYANI PATOLOGI KLINIK

√ SMAK

SMK Kesehatan Harapan Bangsa 13


AAM

DRT

DPK

J. PATHOLOGI ANATOMI
K. TENAGA KESEHATAN YANG MEMBERIKAN PELAYANAN
FARMASI √ SAA

√ Apoteker

L. TENAGA KESEHATAN YANG MEMBERIKAN PELAYANAN


GIZI
Perawat

√ Akademi Gizi

√ Sarjana Gizi

M. TENAGA KESEHATAN YANG MEMBERIKAN PELAYANAN


REHABILITASI MEDIS
Perawat

√ Fisioterapi

Dokter Rehabilitasi Medik

SMK Kesehatan Harapan Bangsa 14


BAB III
PEMBAHASAN

3.1 Deskripsi Kegiatan PKL


Pengelolaan di Instalasi Farmasi RSUD Palabuhanratu meliputi
perencanaan, Permintaan, Pengadaan, Penerimaan, Penyimpanan, Pelayanan,
Penyerahan, Pencatatan dan Pelaporan yang akan dibahas sebagai berikut :

3.1.1 Perencanaan
Perencanaan perbekalan farmasi dilakukan dengan baik dan sistematis
karena dilakukan oleh petugas di Instalasi Farmasi RSUD Palabuhanratu
uhanratu dengan menggunakan data dari pola penyakit, pola konsumsi serta data
dari hasil penjualan.

3.1.2 Pengadaan
Pengadaan di Instalasi Farmasi RSUD Palabuhanratu dilakukan dengan
mengirimkan Daftar Pesanan Obat secara komputerisasi ke Bisnis Manager
(BM) Sukabumi, kemudian BM akan melakukan pemesanan ke masing-masing
distributor, pemesanan melalui BM Sukabumi ini dilakukan setiap dua kali
dalam seminggu, yakni Senin dan Kamis. Instalasi Farmasi RSUD
Palabuhanratu dapat pula melakukan pemesanan sendiri, yaitu pemesanan
secara langsung melalui salesman masing-masing PBF dan SP akan menyusul
setelah barang datang.

3.1.3 Penerimaan
Pedagang Besar Farmasi (PBF) mengantar obat yang dipesan sesuai dengan
SP dan membawa faktur yang kemudian dilakukan penerimaan oleh petugas
apotek yang sebelumnya barang diperiksa terlebih dahulu sesuai apa tidak
dengan jumlah dan jenis barangyang dipesan. Pemeriksaan yang dilakukan oleh

SMK Kesehatan Harapan Bangsa 15


petugas apotek meliputi kelengkapan barang tersebut seperti nam obat, sediaan,
jumlah obat, kemasan dan tanggal expire datenya, apabila sesuai dengan
pemesanan maka APA atau TTK menanda tanganinya serta memberi stampel.
Faktur-faktur yang telah masuk dikumpulkan dan datanya dimasukkan ke
komputer yang kemidian setelah itu divalidasi oleh APA lalu diberikan ke BM
Samarinda dan utang faktur dilunasi oleh pihak BM.

3.1.4 Penyimpanan
Barang yang telah diterima kemudian disimpan ketempat penyimpanannya
seperti lemari / rak masing-masing, berdasarkan alfabetis dan jenis sediaanya.
Khusus untuk sediaan seperti vaksin, sera dan suppositoria disimpan didalam
lemari es. Untuk penyimpanan narkotika dan psikotropika berdasarkan
KepMenKes , penyimpanannya harus dibuat seluruhnya dari kayu atau bahan
lain yang kuat, harus mempunyai kunci yang kuat, dibagi menjadi dua bagian
masing-masing dengan kunci yang berlainan dan bagian pertama dipergunakan
untuk menyimpan morfina, phetidina, dan garam-garamnya serta persediaan
narkotika lainnya yang dipakai sehari-hari serta apabila tempat khusus tersebut
berupa lemari berurukuran kurang dari 40 x 80x 100 cm maka lemari tersebut
harus dibaut pada tembok atau lantai. Serta untuk tiap-tiap item obat terdapat
kartu stok obatnya masing- masing. Obat-obatan didistribusikan berdasarkan
sistem FIFO (First In First Out) dan FEFO (First Expire First Out).

3.1.5 Pelayanan
Petugas Instalasi Farmasi RSUD Palabuhanratu telah memberikan
pelayanan yang cukup baik kepada pasien. Pelayanan di Instalasi Farmasi
RSUD Palabuhanratu mencakup pelayanan resep tunai, resep kredit, obat-
obatan serta alat kesehatan. Setiap petugas yang menerima resep selalu
memperhatikan isi resep yang menyangkut nama obat, bentuk obat, umur
pasien, aturan pakai dan cara penggunaan obat apabila petugas apotek ragu

SMK Kesehatan Harapan Bangsa 16


maka petugas bertanya kepada dokter yang menulis resep. Sebelum obat
disiapkan, petugas apotek menghargai resep dan mengecek ada atau tidak stok
obat yang diminta, setelah pasien setuju dengan harga resep dan jenis obat,
petugas apotek menyiapkan obatnya.
Penyerahan obat di apotek kepada pasien diserahkan oleh petugas apotek,
baik TTK maupun APA disertai dengan informasi yang jelas tentang cara
pemakaian, penggunaan, khasiat obat dan Expire Date dari setiap obat yang
diserahkan ke pasien. Bila pasien yang belum memahami informasi yang jelas
tentang obat maka petugas akan memberikan informasi yang dibutuhkan. Untuk
penulisan etiket meliputi tanggal penulisan, nama pasien, nomor resep, umur,
aturan pakaiyang jelas serta keterangan obat sebelum atau sesudah makan, nama
dan jumlah obat dan expire Date dari obat.

3.1.6 Stok Opname


Proses Stok Opname di Instalasi Farmasi RSUD Palabuhanratu :
1. Dilakukan setiap 1 (satu) bulan sekali, untuk semua obat, alkes dan
barang-barang yang berada di swalayan Apotek.
2. Menyesuaikan jumlah fisik barang dan jumlah pengeluaran obat
berdasarkan laporan penjualan perbulan.
3. Hasil dari stok opname diperiksa oleh pimpinan Apotek.
4. Jika hasil stok opname sesuai maka dapat disetujui, jika tidak sesuai
maka doperiksa kembali dimana letak ketidaksamaannya.
5. Hasil stok opname yang telah disetujui. akan dikirimkan ke bisnis
manager.

3.1.7 Pencatatan dan Pelaporan


Pada Instalasi Farmasi RSUD Palabuhanratu resep yang masuk diarsipkan
berdasarkan tanggal, bulan, dan tahun. khusus untuk resep-resep yang
mengandung narkotika atau psikotropika diarsipkan tersendiri secara terpisah

SMK Kesehatan Harapan Bangsa 17


dan diberi garis merah untuk narkotika dan garis biru untuk psikotropika.
Pencatatan dilakukan setiap hari atas obat yang keluar atau obat yang
persediaannya sudah tidak ada. Pencatatan setiap obat yang keluar dicatat di
kartu stok tiap jenis obat sedangkan untuk obat yang telah habis dicatat di buku
defekta.

Pelaporan di Apotek Bunda Farma Palabuhanratu dibagi menjadi dua, yaitu :


a) Laporan harian, yaitu mencakup pendapatan harian apotek (pendapatan
waktu pagi, siang, malam dibedakan) serta pengeluaran apotek yang setiap
harinya
b) Laporan bulanan, yaitu mencakup laporan hasil penjualan, pembeliaan, stok
opname serta laporan narkotika dan psikotropika.

3.2 Obat Kapsul


Pengertian dan Macam Kapsul

Kapsul adalah sediaan padat yang terdiri dari obat dalam cangkang
keras atau lunak yang dapat larut. Cangkang umumnya terbuat dari gelatin
tetapi dapat juga terbuat dari pati atau bahan lain yang sesuai.

Macam – macam kapsul


Berdasarkan bentuknya kapsul dalam farmasi dibedakan
menjadi dua yaitu kapsul keras (capsulae durae, hard capsul ) dan kapsul
lunak (capsulae molles, soft capsul)

Perbedaan kapsul keras dan kapsul lunak.

SMK Kesehatan Harapan Bangsa 18


Kapsul keras Kapsul lunak
- terdiri atas tubuh dan tutup - satu kesatuan
- tersedia dalam bentuk - selalu sudah terisi
kosong - isi biasanya cair, dapat juga
- isi biasanya padat, dapat padat
juga cair - bisa oral, vaginal, rectal,
- cara pakai per oral topikal
- bentuk hanya satu macam - bentuknya bermacam - macam

Macam-macam kapsul berdasarkan ukuran


Ketepatan dan kecepatan memilih ukuran kapsul tergantung dari
pengalaman. Biasanya dikerjakan secara eksperimental dan sebagai
gambaran hubungan jumlah obat dengan ukuran kapsul dapat dilihat
dalam tabel dibawah ini.

No. ukuran Asetosal Natrium NBB


(alam gram) Bikarbonat (dalam (dalam gram)
gram)

000 1 1,4 1,7

00 0,6 0,9 1,2

0 0,5 0,7 0,9

1 0,3 0,5 0,6

2 0,25 0,4 0,5

SMK Kesehatan Harapan Bangsa 19


3 0,2 0,3 0,4

4 0,15 0,25 0,25

5 0,1 0,12 0,12

B. Keuntungan dan Kerugian Sediaan Kapsul

Keuntungan bentuk sediaan kapsul.


1. Bentuk menarik dan praktis
2. Tidak berasa sehingga bisa menutup rasa dan bau dari obat yang
kurang enak.
3. Mudah ditelan dan cepat hancur /larut didalam perut, sehingga
bahan cepat segera diabsorbsi (diserap) usus.
4. Dokter dapat memberikan resep dengan kombinasi dari bermacam-
macam bahan obat dan dengan dosis yang berbeda-beda menurut
kebutuhan seorang pasien.
5. Kapsul dapat diisi dengan cepat tidak memerlukan bahan penolong
seperti pada pembuatan pil atau tablet yang mungkin mempengaruhi
absorbsi bahan obatnya.

Kerugian bentuk sediaan kapsul.


1. Tidak bisa untuk zat-zat mudah menguap sebab pori-pori
cangkang tidak menahan penguapan
2. Tidak untuk zat-zat yang higroskopis
3. Tidak untuk zat-zat yang bereaksi dengan cangkang kapsul

SMK Kesehatan Harapan Bangsa 20


4. Tidak untuk Balita
5. Tidak bisa dibagi ( misal ½ kapsul)

C. Cara Pengisian Kapsul


Ada 3 macam cara pengisian kapsul yaitu dengan tangan, dengan alat
bukan mesin dan dengan alat mesin

(1) Dengan tangan


Merupakan cara yang paling sederhana yakni dengan tangan, tanpa bantuan
alat lain. Cara ini sering dikerjakan di apotik untuk melayani resep dokter.
Pada pengisian dengan cara ini sebaiknya digunakan sarung tangan untuk
mencegah alergi yang mungkin timbul karena petugas tidak tahan terhadap
obat tersebut. Untuk memasukkan obat dapat dilakukan dengan cara serbuk
dibagi sesuai dengan jumlah kapsul yang diminta lalu tiap bagian serbuk
dimasukkan kedalam badan kapsul dan ditutup.

(2) Dengan alat bukan mesin


Alat yang dimaksud disini adalah alat yang menggunakan tangan manusia.
Dengan menggunakan alat ini akan didapatkan kapsul yang lebih seragam
dan pengerjaannya dapat lebih cepat sebab sekali cetak dapat dihasilkan
berpuluh-puluh kapsul. Alat ini terdiri dari dua bagian yaitu bagian yang
tetap dan bagian yang bergerak.
Caranya :
§ Kapsul dibuka dan badan kapsul dimasukkan kedalam lubang dari
bagian alat yang tidak bergerak.
§ Serbuk yang akan dimasukkan kedalam kapsul dimasukkan /ditaburkan
pada permukaan kemudian diratakan dengan kertas film.

SMK Kesehatan Harapan Bangsa 21


§ Kapsul ditutup dengan cara merapatkan/menggerakkan bagian yang
bergerak. Dengan cara demikian semua kapsul akan tertutup.

(3) Dengan alat mesin


Untuk menghemat tenaga dalam rangka memproduksi kapsul secara besar-
besaran dan untuk menjaga keseragaman dari kapsul tersebut , perlu
dipergunakan alat yang serba otomatis mulai dari membuka, mengisi
sampai dengan menutup kapsul. Dengan cara ini dapat diproduksi kapsul
dengan jumlah besar dan memerlukan tenaga sedikit serta keseragamannya
lebih terjamin.

D. Cara penutupan kapsul


Penutupan kapsul yang berisi serbuk dapat dilakukan dengan cara yang
biasa yakni menutupkan bagian tutup kedalam badan kapsul tanpa
penambahan bahan perekat. Penutupan cangkang kapsul dapat juga
dilakukan dengan pemanasan langsung, menggunakan energi ultrasonik
atau pelekatan menggunakan cairan campuran air – alkohol

E. Cara Membersihkan Kapsul


Caranya letakkan kapsul diatas sepotong kain (linnen,wol ) kemudian
digosok-gosokkan sampai bersih.

F. Pengisian Cairan ke Dalam Kapsul Keras

(1) Zat-zat setengah cair/cairan kental


Misalnya ekstrak-ekstrak kental dalam jumlah kecil dapat dikapsul sebagai
serbuk sesudah dikeringkan dengan bahan-bahan inert, tetapi kalau
jumlahnya banyak yang jika dikeringkan membutuhkan terlalu banyak
bahan inert, maka dapat dibuat seperti masa pil dan dipotong-potong

SMK Kesehatan Harapan Bangsa 22


sebanyak yang diperlukan, baru dimasukkan kedalam cangkang kapsul
keras dan direkat.

(2) Cairan-cairan
Untuk cairan-cairan seperti minyak-minyak lemak dan cairan lain yang
tidak melarutkan gelatinnya (bahan pembuat cangkang kapsul) dapat
langsung dimasukkan dengan pipet yang telah ditara.Sesudah itu tutup
kapsul harus ditutup (di seal) supaya cairan yang ada didalamnya tidak
bocor atau keluar.

Untuk cairan-cairan seperti minyak menguap , kreosot atau alkohol yang


akan bereaksi dengan gelatinnya hingga rusak/meleleh , harus diencerkan
terlebih dahulu dengan minyak lemak sampai kadarnya dibawah 40
%.Sebelum dimasukkan kedalam kapsul. Kapsul diletakkan dalam posisi
berdiri pada sebuah kotak, kemudian cairan kita teteskan dengan pipet
yang sudah ditara dengan tegak lurus, setetah itu tutup.

G. Faktor – Faktor yang Merusak Cangkang Kapsul


Cangkang kapsul dapat rusak jika kapsul tersebut :

(1) Mengandung zat-zat yang mudah mencair ( higroskopis)


Zat ini tidak hanya menghisap lembab udara tetapi juga akan menyerap air
dari kapsulnya sendiri hingga menjadi rapuh dan mudah pecah.
Penambahan lactosa atau amylum (bahan inert netral) akan menghambat
proses ini. Contohnya kapsul yang mengandung KI, NaI, NaNO2 dan
sebagainya.

SMK Kesehatan Harapan Bangsa 23


(2) Mengandung campuran eutecticum
Zat yang dicampur akan memiliki titik lebur lebih rendah daripada titik
lebur semula, sehingga menyebabkan kapsul rusak/lembek. Contohnya
kapsul yang mengandung Asetosal dengan Hexamin atau Camphor dengan
menthol. Hal ini dapat dihambat dengan mencampur masing-masing
dengan bahan inert baru keduanya dicampur.

(3) Mengandung minyak menguap, kreosot dan alkohol.


(pemecahan sudah dibahas diatas )
(4) Penyimpanan yang salah
Di tempat lembab, cangkang menjadi lunak dan lengket serta sukar dibuka
karena kapsul tersebut menghisap air dari udara yang lembab tersebut.
Di tempat terlalu kering, kapsul akan kehilangan air sehingga menjadi
rapuh dan mudah pecah.

Mengingat sifat kapsul tersebut maka sebaiknya kapsul disimpan :


§ dalam ruang yang tidak terlalu lembab atau dingin kering
§ dalam botol gelas tertutup rapat dan diberi silika (pengering)
§ dalam wadah plastik yang diberi pengering
§ dalam blitser / strip alufoil

H. Syarat – Syarat Kapsul


(1) Keseragaman Bobot
Menurut FI. III, dibagi menjadi dua kelompok , yaitu :
§ Kapsul berisi obat kering
§ Kapsul berisi obat cair atau pasta
(2) Waktu Hancur
(3) Keseragaman Sediaan
(4) Uji Disolusi

SMK Kesehatan Harapan Bangsa 24


BAB IV
PENUTUP

4.1 Kesimpulan

Dari Uraian diatas dapat kami simpulkan bahwa kegiatan Praktik Kerja
Lapangan sangat bermanfaat baik bagi siswa-siswi Sekolah Menengah Kejuruan
maupun bagi pihak Dunia Industri. Selain itu kegiatan Praktik Kerja Lapangan
juga menjadi tempat dimana siswa-siswi Sekolah Menengah Kejuruan
Kesehatan Harapan Bangsa Palabuhanratu mengasah ketrampilan mereka
khususnya dalam hal praktik dimana mereka dapat belajar lebih luas mengenai
dalam hal dunia kerja serta melatih siswa-siswi menjadi generasi muda yang
bertanggung jawab dan profesional.

4.2 Saran

Beberapa hal yang penulis temukan di lapangan saat pelaksanaan PKL


sebagian kecil justru tidak penulis temukan saat mengikuti pembelajaran di
kelas. Maka dari itu, penulis ajukan beberapa saran, antara lan yaitu :

1. Saran untuk Sekolah


a. Sekolah perlu memberikan penekanan pada masalah budaya kerja yang
berlaku pada instansi pemerintah maupun swasta. Dengan demikian, para siswa
cenderung lebih mudah beradaptasi dalam dunia kerja.

b. Sekolah perlu memberikan penekanan pada penguasaan keterampilan yang


relevan dengan kemajuan teknologi di dunia kerja saat ini. Dengan demikian,

SMK Kesehatan Harapan Bangsa 25


para siswa dapat mengaplikasikan ilmu dan keterampilan yang diperolehnya
secara maksimal.
c. Hendaknya Guru pembimbing harus lebih sering memonitoring para siswanya
di lingkungan PKL secara langsung sehingga siswa dapat berkonsultasi
mengenai informasi-informasi terbaru dari sekolah.

2. Saran untuk Instansi

a. Untuk karyawan, penulis berharap agar memperkenalkan, menjelaskan,


membimbing, dan mengarahkan berbagai jenis kegiatan dalam lingkungan
praktik sehingga paserta PKL dapat belajar dengan maksimal. Hubungan
kerjasama antar karyawan juga harus dijaga, dipertahankan dan ditingkatkan
agar pelaksanaan kerja dapat lebih maksimal dan efisien.
b. Lebih meningkatkan tata tertib yang berlaku.

3. Saran untuk Pembaca (Adik Kelas)

a. Rajinlah belajar.
b. Utamakan sekolah demi masa depan.
c. Bila sedang praktik jangan sambil bercanda dan patuhi tata tertib yang
berlaku.
d. Bertindaklah dewasa dalam hal pola pikir dan perilaku agar pelaksanaan PKL
dapat berjalan dengan baik dan lancar.

SMK Kesehatan Harapan Bangsa 26