Anda di halaman 1dari 6

Ujian Tengah Semester Innovation & Creative

“Sansevieria Paint”

ROBERT ADITJIPTO
8112417023

PROGRAM STUDI MAGISTER MANAJEMEN


SEKOLAH PASCASARJANA
UNIVERSITAS KATHOLIK WIDYA MANDALA SURABAYA
2018
Bab 1
Latar Belakang

Pada era perekonomian yang semakin terus bertumbuh, tantangan dalam menghadapi
pencemaran udara merupakan efek samping dari kegiatan ekonomi yang menggeliat. Menurut
Kementerian Lingkungan Hidup, pencemaran udara adalah masuk atau dimasukkannya
makhluk hidup, zat, energi dan atau komponen lain ke udara oleh kegiatan manusia atau proses
alam, sehingga kualitas udara turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan udara
menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan peruntukkannya. Pencemaran
udara dapat menimbulkan dampak pada kesehatan, iklim, dan ekosistem. Pada umumnya,
pencemaran udara akan mempengaruhi kesehatan saluran pernapasan manusia.
Polusi atau pencemaran udara merupakan sebuah masalah yang selalu ada di kota-kota
besar seperti Jakarta, Surabaya, Semarang dll. Berdasarkan data dari WHO, angka kematian
akibat polusi atau pencemaran udara di Indonesia mencapai 60.000 kasus. Sumber pencemaran
tersebut berasal dari aktivitas kendaraan bermotor, industri, kegiatan pembakaran lahan,
kebiasaan merokok dsb.
IKLH (Indeks Kualitas Lingkungan Hidup) merupakan indikator yang digunakan untuk
menilai kondisi lingkungan di Indonesia. Parameter yang digunakan dalam IKLH yaitu
parameter udara, air dan tutupan hutan. IKLH dapat digunakan untuk mengukur keberhasilan
program-program pengelolaan lingkungan. Selain sebagai sarana untuk mengevaluasi
efektifitas program-program pengelolaan lingkungan, IKLH juga berperan dalam membantu
program mendesain lingkungan.
Berdasarkan laporan IKLH tahun 2010, IKLH menurut kepulauan Indonesia, Pulau
Jawa menempati urutan terakhir dari 6 pulau yang ada di Indonesia. IKLH Pulau Jawa yaitu
59,82, meningkat dari tahun sebelumnya 54,41. Hal tersebut menunjukkan kualitas udara di
Pulau Jawa paling buruk diantara pulau-pulau yang lain. Hal ini disebabkan karena Pulau Jawa
merupakan pulau dengan jumlah penduduk terpadat serta pusat pemerintahan, dimana
perkembangan transportasi serta industri berkembang sangat pesat.
Berawal dari permasalah tersebut, maka muncul berbagai cara untuk mengurangi
pencemaran udara. Beberapa kota besar mulai membuat ruang terbuka hijau, serta regulasi
mengenai emisi gas buang juga semakin digalakkan. Lalu muncul beberapa penelitian
pemanfaatan tanaman lidah mertua / Sansevieria. Berdasarkan penelitian yang pernah
dilakukan, tanaman Sansevieria mempunyai kemampuan menyerap gas polutan (gas udara
yang berbahaya). Berdasarkan hasil kajian yang dilakukan oleh NASA (National Aeronautics
and Space Administration) Amerika Serikat dan dirilis tahun 1999, menunjukkan bahwa
sansevieria mampu menyerap lebih dari 107 unsur polutan berbahaya yang ada di udara.
Penyerapan gas polutan oleh tanaman sansevieria mempunyai kemampuan memberikan
kesegaran udara pada ruangan yang terkena polusi gas beracun seperti karbon monoksida (CO),
yang dikeluarkan oleh asap rokok. Keistimewaan lain sansevieria adalah mampu menyerap
bahan-bahan beracun, seperti karbon dioksida (CO2), benzene, formaldehyde, dan
trichloroethylene.
Tanaman sansevieria sangat menarik dan cocok ditanam baik di lahan bebas maupun
pot, karena mudah perawatannya tanpa harus membutuhkan metode dan waktu khusus.
Umumnya tanaman hias indoor, lebih memanfaatkan media pot dengan jenis pot dari tanah
maupun keramik. Pilihan jenis pot dari tanah yang melalui proses pembakaran, akan
mempertahankan kestabilan temperatur media tanam yang merupakan faktor pemicu
pertumbuhan tunas baru. Sedangkan menggunakan pot keramik dengan hiasan gambar naga
umumnya digunakan oleh masyarakat China, dipercaya tanaman ini kan memberi pengaruh
yang baik menurut fengshui. Sansevieria merupakan salah satu tanaman yang memiliki
karakter bentuk kuat karena proses alam, dengan demikian tidak memerlukan perlakuan dan
penanganan khusus cukup dibiarkan, sehingga karakter akan muncul dengan sendirinya sesuai
kondisi lingkungan. Sansevieria ini merupakan jenis tanaman liar yang mudah tumbuh dimana
saja, cukup diletakkan ditempat teduh, hanya sesekali tanaman diarahkan ke sinar matahari
serta penyiraman dengan air tidak terlalu sering. Seluruh bagian tanaman sansevieria ini
mampu menyimpan air dalam jumlah yang cukup banyak. Keadaan ini memungkinkannya
dapat bertahan di lingkungan yang ekstrem kering selama beberapa bulan. Karena sifatnya
tersebut tanaman ini dikategorikan tanaman daerah kering.

Gambar 1. Sansevieria
Dengan melihat potensi dari tanaman sansevieria tersebut, akan sangat lebih
bermanfaat apabila tanaman tersebut dapat di ekstrak dan dijadikan sebagai bahan aktif yang
memiliki kemampuan untuk menyerap polusi udara. Melalui bahan aktif sansevieria yang
ditambahkan dalam cat yang dipakai di segala bangunan perumahan, pertokoan , perkantoran,
fasilitas umum, perindustrian dll. Cat merupakan suatu lapisan yang berfungsi untuk
melindungi permukaan dan memberikan keindahan pada permukaa tersebut. Dengan adanya
penambahan bahan aktif berasal dari sansevieria, diharapkan cat ini dapat berfungsi sebagai
media untuk memfilter udara di sekitarnya, sehingga kondisi udara menjadi lebih baik.
Sansevieria Paint diharapkan dapat menjawab permasalahan pencemaran udara yang terjadi di
Indonesia.
Bab 2
Proses Produksi dan Pemasaran

2.1 Proses Produksi


Dalam proses pembuatan Sansevieria Paint, hal pertama yang dilakukan adalah
melakukan proses ekstraksi dari tanaman sansevieria. Ekstraksi adalah suatu proses pemisahan
suatu zat berdasarkan perbedaan kelarutannya terhadap dua cairan tidak saling larut yang
berbeda, biasanya air dan yang lainnya pelarut organik.
Apabila ekstrak sansevieria sudah didapatkan, maka bahan ini dapat difungsikan
sebagai additive tambahan pada cat. Seharusnya pada proses produksi cat tidak ada perubahan
yang berarti, karena sansevieria hanya berfungsi sebagai additive tambahan yang mampu
memberikan kemampuan pada cat untuk memfilter udara.
Selain itu, cat yang didesain seperti ini juga harus menggunakan formulasi khusus yang
disesuaikan dengan kemampuan untuk memfilter udara, oleh karena itu permukaan cat harus
dibuat yang “breathable” sehingga memudahkan proses filtrasi udara melalui permukaan cat
tersebut.

Gambar 2. Proses Produksi Cat

2.2 Pemasaran
Agar dapat menunjang pemasaran sebaiknya desain kemasan harus diperhatikan.
Desain harus dibuat sekomunikatif mungkin sehingga pelanggan dapat memahami fungsi dari
cat ini sesungguhnya. Sering kali, pelanggan menganggap bahwa penambahan additive
dianggap sebagai sebuah gimmick belaka.
Apabila diperlukan dapat dilakukan pengujian klinis terhadap kemampuan penyerapan
polusi udara dari Sansevieria Paint. Dari hasil pengujian klinis tersebut dapat dikeluarkan
sebuah sertifikat yang membuktikan kemampuan cat ini sehingga dapat digunakan sebagai
bahan referensi dalam pemasaran produk. Melalui sertifikat tersebut, produk ini juga dapat
dipatenkan sebagai bentuk inovasi produk cat di Indonesia yang memiliki kemampuan
memfilter udara.
Selain itu, juga harus dipikirkan sebuah demo kit yang dapat ditunjukkan ke pelanggan
tentang performa dari Sansevieria Paint ini. Melalui demo kit tersebut diharapkan dapat
membuat pelanggan percaya dengan kemampuan dari cat ini.