Anda di halaman 1dari 7

1

Nova Saha Fasadena, Perbandingan Pemikiran Robert K. Morten dan Karl Marx dalam
Implementasi Komunikasi dan Media

Perbandingan Pemikiran Robert K. Morten dan Karl Marx dalam


Implementasi Komunikasi dan Media

Nova Saha Fasadena


Komunikasi Penyiaran Islam Pascasarjana IAIN Jember
Jl. Mataram No.1, Karang Mluwo, Mangli, Kaliwates Jember 68136
Email:novahiday@gmail.com

Abstrak

Tulisan ini membandingkan teori Robert K. Merton dan Karl Marx mengenai konsep-
konsep dasar, implementasi dalam konsteks komunikasi dan media, menjelaskan tindakan
komunikasi dan media massa dalam perspektif struktural fungsional dan konflik kritis. Untuk
memahami lebih jauh sebagaimana macam-macam komunikasi kelompok maka kita kupas
secara singkat mengenai teori kritis dan teori yang berlawanan yakni struktur fungsionalis
yang bersumber dari Robert K. Merton dalam komunikasi massa beserta pembahasan
lengkapnya.

kunci: Robert K. Merton, Karl Marx, Fungsionalisme, Sosialisme, Komunikasi.

yang terselubung. Sudah menjadi


Pendahuluan pandangn umum dan wajar bahwa para
pemilik modal besar selalu memiliki
Komunikasi massa memegang kekuatan untu mengendalikan media
peran amat penting, sejalan dengan sebagai penyebab kecemasan komunikasi
berkembangnya informasi. Era digital dalam kelompok . Oleh karena itu pada
seperti saat ini membuat komunikasi dasarnya media massa juga tidak luput dari
massa terutama yang digawangi oleh berbagai kritik dari masyarakat.
sejumlah media massa perkembangannya
kian pesat sebagaimana tujuan media dalam Memandang kondisi ini, teori kritis
komunikasi massa . Seperti bahkan kita atau teori media kritis telah ada sejak
sendiri tidak bisa membendung, zaman dahulu. Teori ini bersumber dari
bagaimana derasnya informasi yang cabang ilmu marxisme. Dimana tokoh para
disampaikan oleh media massa pelopornya antara lain Karl Mark,
sebagai media komunikasi modern . (pemikiran klasik). Untuk memahami
Meskipun bersumber dari satu peristiwa lebih jauh sebagaimana macam-macam
sama namun, tetap saja setiap media massa komunikasi kelompok , maka kita kupas
memiliki cara untuk bisa menyampaikan secara singkat mengenai teori kritis dan
pesan yang ingin di berikan ke ranah teori yang berlawanan yakni struktur
publik sebagai cara berkomunikasi dengan fungsionalis yang bersumber dari Robert
baik . K. Merton dalam komunikasi massa
Jika berbicara mengenai peran beserta pembahasan lengkapnya.
media massa yang kian sentral terutama
pada abad ke-21 ini. Maka kita tidak bisa
memungkiri bahwa dibelakang setiap
media masa selalu terdapat kepentingan

Artikel Ilmiah Mahasiswa 2019


2
Nova Saha Fasadena, Perbandingan Pemikiran Robert K. Morten dan Karl Marx dalam
Implementasi Komunikasi dan Media

Pembahasan namun yang paling penting adalah konsep


fungsi dan konsep struktur.
Robert K. Merton dan Fungsionalisme Menurut Stephen K. Sanderson,
Robert K Merton adalah secara esensial prinsip-prinsip pokok
seorang Sosiolog yang mengembangkan fungsionalisme adalah sebagai berikut:
konsep keseimbangan bersih. Robert K 1) Masyarakat merupakan sistem yang
Merton lahir pada tanggal 4 Juli 1910 di kompleks yang terdiri dari bagian-bagian
pemukiman kumuh di Philadelphia. yang saling berhubungan dan saling
Merton banyak menimba ilmu dari guru- tergantung, dan setiap bagian tersebut
gurunya selama menempuh pendidikan berpengaruh secara signifikan terhadap
Sarjana seperti P.A Sorokin, yang bagian-bagian lainnya.
mengorientasikan lebih luas pada 2) Setiap bagian dari masyarakat eksis
pemikiran sosial Eropa. Disamping itu karena bagian tersebut memiliki fungsi
Merton juja banyak dipengaruhi oleh penting dalam memelihara eksistensi dan
pemikiran gurunya Talcott Parson, yang stabilitas masyarakat secara keseluruhan,
terkenal dengan idenya Structure of Social karena itu eksistensi satu bagian tertentu
Action. L.J Henderson mengajarkan dari masyarakat dapat diterangkan apabila
Merton tentang bagaimana melakukan fungsinya bagi masyarakat sebagai
penyelidikan berdisiplin terhadap sesuatu keseluruhan dapat diidentifikasi.
yang terasa sebagai ide yang menarik1 3) Semua masyarakat mempunyai
Secara keseluruhan, karya Merton mekanisme untuk mengintegrasikan
mencerminkan suatu kepekaan yang lebih dirinya, yaitu mekanisme yang dapat
besar terhadap hubungan dinamis antara merekatkannya menjadi satu; salah satu
penelitian empiris dan proses berteori dari bagian penting dari mekanisme ini adalah
pada karya Parsons. Tetapi dari segi komitmen para anggota masyarakat
teoritis , karya Merton sudah membuatnya kepada serangkaian kepercayaan dan nilai
menjadi terpandang sebagai seorang yang sama.
penganalisis fungsional terkemuka dalam 4) Masyarakat cenderung mengarah
sosiologi masa kini yang pendekatannya kepada suatu keadaan homeostatis, dan
merupakan suatu alternatif yang jelas gangguan pada salah satu bagiannya
terhadap gaya berteori Parsons. cenderung menimbulkan penyesuaian pada
Fungsionalisme Struktural atau bagian lain agar tercapai harmoni dan
lebih popular dengan ‘Struktural stabilitas.
Fungsional’ me-rupakan hasil pengaruh 5) Perubahan sosial merupakan
yang sangat kuat dari teori sistem umum di kejadian yang tidak biasa dalam
mana pendekatan fungsionalisme yang masyarakat, tetapi bila itu terjadi, maka
diadopsi dari ilmu alam khususnya ilmu perubahan pada umumnya akan membawa
biologi, menekankan peng-kajiannya kepada konsekwensi-konsekwensi yang
tentang cara-cara mengorganisasikan dan menguntungkan masyarakat secara
mempertahankan sistem. Pendekat-an keseluruhan.2
strukturalisme yang berasal dari linguistik, Menurut Radcliffe-Brown,
menekankan pengkajiannya pada hal-hal lahirnya fungsionalisme struktural sebagai
yang menyangkut pengorganisasian bahasa suatu perspektif yang ”berbeda” dalam
dan sistem sosial. Fungsionalisme sosiologi memperoleh dorongan yang
struktural atau ‘analisa sistem’ pada
prinsipnya berkisar pada beberapa konsep, 2
Dalam Ida Zahara Adibah, Struktural
Fungsional Robert K. Merton: Aplikasinya dalam
1
George Ritzer, Teori Sosiologi. Yogyakarta: Kehidupan Keluarga, jurnal INSPIRASI - Vol. 1:
Pustaka Pelajar, 2002. hal. 430–433 Semarang, 2017) hal. 172.

Artikel Ilmiah Mahasiswa 2019


3
Nova Saha Fasadena, Perbandingan Pemikiran Robert K. Morten dan Karl Marx dalam
Implementasi Komunikasi dan Media

sangat besar lewat karya-karya klasik 6. Berbagai kewajiban serta hak-hak d


seorang ahli sosiologi Perancis, yaitu dalam birokrasi dibatasi oleh aturan-aturan
Emile Durkheim. Fungsionalisme yang terbatas serta terperinci.
Durkheim ini tetap bertahan dan
7. Otoritas pada jabatan, bukan pada
dikembangkan lagi oleh dua orang ahli
antropologi abad ke-20, yaitu Bronislaw orang.
Malinowski dan A.R. Radcliffe-Brown. 8. Hubungan-hubungan antara orang-orang
Malinowski dan Brown dipengaruhi oleh diabtasi secara formal.4
ahli-ahli sosiologi yang melihat Dari konsep tersebut bisa kita
masyarakat sebagai organisme hidup, dan simpulkan bahwasanya fungsionalisme
keduanya menyumbangkan buah pikiran Merton kaku karena berorientasi pada
mereka tentang hakikat, analisa fungsional birokrasi.
yang dibangun di atas model organis. Di
dalam batasannya tentang beberapa konsep Karl Marx dan Sosialisme
dasar fungsionalisme dalam ilmu-ilmu
sosial, pemahaman Radcliffe-Brown Salah satu perspektif yang momotret
mengenai fungsionalisme struktural perkembangan masyarakat dan budaya
merupakan dasar bagi analisa fungsional modern secara kritis adalah kajian
kontemporer komunikasi yang bersumber dari ajaran
Fungsi dari setiap kegiatan yang Karl Marx (1818-1883),yang kemudian
selalu berulang, seperti penghukuman disebutMarxisme.
kejahatan, atau upacara penguburan,
adalah merupakan bagian yang Dalam perkembangannya, Marxisme
dimainkannya dalam kehidupan sosial diadopsi oleh beberapa kelompok
sebagai keseluruhan dan, karena itu intelektual untuk menganalis masyararakat
merupakan sumbangan yang diberikannya kapitalis modern. Maka muncullah
bagi pemeliharaan kelangsungan beberapa perspektif kritis dalam kajian
struktural. 3 komunikasi, diantaranya; teori ekonomi
Kemudian Merton mengamati politik media, mazhab Frankfurt,
beberapa hal dalam organisasi birokrasi hegemoni, dan cultural studies.
modernnya yaitu :
1. Birokrasi merupakan struktur sosial Perspektif tersebut ada yang berada
dalam tradisi marxis-materialis yang
yang terorganisir secara rasional dan menekankan faktor ekonomi dan ada juga
formal. yang berusaha menjelaskan selubung
2. Ia meliputi suatu pola kegiatan yang ideologi (superstruktur) dalam
memiliki batas-batas yang jelas. komunikasi. Marxisme – kata ini
3. Kegiatan-kegiatan tersebut secara ideal dipopulerkan Friedrich Engels (1820-
berhubungan dengan tujuan-tujuan 1895) rekan Karl Marx – sebenarnya
mengandung interpretasi yang sangat luas.
organisasi.
Hal ini disebabkan karena Marxisme selain
4. Jabatan-jabatan dalam organisasi merujuk langsung kepada pemikiran Karl
diintegrasikan kedalam keseluruhan Marx sendiri, juga karena Marxisme pada
struktur birokrasi. perkembangannya telah menjadi payung
5. Status-status dalam birokrasi tersusun sekaligus identitas bagi sederet dinamika
kedalam susunan yang bersifat hirarkis. pemikiran kritis yang berada di bawah

4
http://baleloe.blogspot.com/2015/05/teori-robert-
3
Ibid, hal . 173. k-merton.html diunduh tanggal 22 Februari 2019.

Artikel Ilmiah Mahasiswa 2019


4
Nova Saha Fasadena, Perbandingan Pemikiran Robert K. Morten dan Karl Marx dalam
Implementasi Komunikasi dan Media

pengaruh Karl Marx. Menurut Franz Dalam kondisi inilah terjadi


Magnis Suseso Marxisme adalah ideologi penghisapan manusia atas manusia
atau teori tentang ekonomi dan masyarakat lainnya. Individu-individu yang tertindas
yang memuat apa yang dalam perlbagai itu akhirnya merasakan keterasingan
aliran yang bernaung di bawahnya karena tidak memiliki hak milik atas
dianggap sebagai ajaran resmi dan definitif barang. Bahkan menurut Marx individu
Marx. Maka Marxisme lebih sempit dari bukan saja terasing dari lingkungannnya
ajaran Marx. Dalam catatan Everet M. tapi juga dari barang yang diciptakannya.
Rogers, sebagaimana dikutip Stephen W. Mengikuti alur pemikiran di atas, maka
Littlejohn dalam Theories of Human jika diandaikan dalam komunikasi dapat
Communication, pada abad ke-20 ajaran digambarkan bahwa media massa sebagai
Karl Marx telah memengaruhi hampir industri informasi yang hanya dikuasai
semua cabang ilmu sosial, meliputi oleh segelintir orang (pengusaha media
sosiologi, pilitik, ekonomi, sejarah, filsafat massa) yang memiliki kepentingan
dan termasuk di dalamnya ilmu ideologis, mengeksploitasi para pekerja
komunikasi. media untuk menghasilkan informasi
sesuai dengan ideologi pemiliknya. Maka
Pengaruh Marx dalam kajian para pekerja media kemudian akan
komunikasi terutama bersumber dari terasing karena ia tidak memiliki atau
analisisnya mengenai industri kapitalis hanya mendapatkan sedikit keuntungan
dimana terjadi pertentangan antara kaum dari industri tersebut. Selanjutnya
proletar dan buruh. 5 Secara teoritits salah masyarakat atau komunikan mau tidak
satu ajaran Karl Marx menjelaskan relasi mau mengkonsumsi media massa dan
antara basis dan superstruktur (base- mereka hanya menjadi pembaca,
superstructure) dalam masyarakat. Basis pendengar atau penonton yang pasif
material dari kegiatan manusia menurut sehingga ideologi yang dibawa oleh media
Karl Marx yaitu ekonomi atau kerja. merasuki masyarakat, dan masyarakat
Sementara superstruktur kesadarannya bertindak sesuai dengan apa yang
berupa ideologi, ilmu, filsafat, hukum, digambarkan atau dicontohkan oleh media
filsafat, plitik, dan seni. Di antara dua massa. Pada titik ini media sebagai realitas
entitas tersebut yang dominan dan menentukan kesadaran masyarakat. Dan
menentukan adalah basisnya. Maka kesadaran yang dihasilkan oleh media
basislah yang menentukan superstruktur. massa adalah kesadaran palsu (false
Dalam bahasa lain, basis sebagai sebuah conciousness).Terkait dengan kajian
realitas menentukan kesadaran manusia. komunikasi, khususnya kajian media,
Dengan demikian perbedaan cara produksi secara historis, pada zamannya,
niscaya menghasilkan perbedaan sebenarnya Marx belum menyaksikan
kesadaran. (Budi Hardiman, 2004: media massa yang pengaruh dan
241).Karl Marx melihat dalam masyarakat dominasinya begitu kuat seperti yang
kapitalis dimana hak milik atas alat-alat terjadi pada masyarakat modern.
produksi dikuasai oleh beberapa gelintir
orang saja (kaum borjuis) terjadi dominasi Meski demikian bukanlah mustahil
kaum borjuis atas kaum proletar. jika melalui teorinya dapat dilakukan
penelitian secara kritis terhadap media
massa. Dalam perspektif Marxian media
massa dipandang sebagai alat produksi
5
Littlejohn, Stephen W, Theories of Human yang disesuaikan dengan tipe umum
Communication, 7th Edition. Wadsworth
Publising Company, Belmont, 2001.hlm 210
industri kapitalis beserta faktor produksi

Artikel Ilmiah Mahasiswa 2019


5
Nova Saha Fasadena, Perbandingan Pemikiran Robert K. Morten dan Karl Marx dalam
Implementasi Komunikasi dan Media

dan hubungan produksinya.6 Media Dalam ekonomisme basis ekonomi


sebagaimana telah dijelaskan di atas, masyarakatlah yang menentukan segala
cenderung dimonopoli oleh oleh kelas hal dalam superstruktur kesadaran
kapitalis untuk memenuhi kepentingan dan masyarakat seperti sosial, politik dan
ideologi mereka. Mereka melakukan kesadaran itelektual. Ekonomisme terkait
eksploitasi pekerja budaya dan konsumen dengan determinisme teknologi. Marx
secara material demi memperoleh sering menginterpretasikan bahwa
keuntungan yang sebesar-besarnya. Untuk penguasaan terhadap teknologi berarti
mempertahankan kedudukannya, mereka menguasai ekonomi dan karena itu bisa
melarang adanya ideologi lain yang akan mendeterminasi kesadaran masyarakat.7
mengganggu kepentingannya. Contoh Pada perkembangannya pandangan ini
yang mudah adalah keluar/dikeluarkannya mendapat kritik dari Lois Althusser.
Sandrina Malakiano dari Metro TV karena Marxis Althusserian memandang praktek
mengenakan jilbab. Mobilisasi kesadaran ideologi dalam media massa relatif otonom
semacam itu dihindari oleh kaum kapitalis, dari determinasi ekonomi. Menurutnya
karena itu mereka menerapkan kebijakan yang lebih dominant adalah ideologi itu
yang ketat dan terorganisir secara rapi. sendiri, bentuk ekspresi, cara penerapan
Dalam kerangka pikir ini, media massa dan mekanisme dijalankannya untuk
sebagai alat dari kelas yang dominan untuk mempertahankan dan mengembangkan diri
mempertahankan status quo yang melalui kepatuhan para korban dan
dipegangnya dan sebagai sarana kelas membentuk alam pikiran mereka. 8Tradisi
pemilik modal berusaha melipatgandakan pemikiran itulah yang akhirnya diambil
modalnya. Media yang cenderung oleh Struart Hall dan kawan-kawannya
menyebarkan ideologi dari kelas yang dalam kajian kultural studies. Mereka
berkuasa akan menekan kelas-kelas menolak formulasi basis dan superstruktur
tertentu. Sebagaimana dikatakan oleh karena ada dialektika antara realitas sosial
Marx dan Engels :The ideas of the ruling dengan kesadaran sosial.9
class are in every epoch the ruling ideas,
i.e. the class which is the ruling material Demikianlah segelintir gagasan
force of society, is at the same time its tentang perspektif Marxisme dalam kajian
ruling intellectual force. The class which komunikasi. Teori-teori Marx tentang
has the means of material production at its masyarakat, ekonomi dan politik—yang
disposal, has control at the same time over secara kolektif dimengerti
the means of mental production, so that sebagai Marxisme menyatakan bahwa
thereby, generally speaking, the ideas who umat manusia berkembang
lack the means of mental production melalui perjuangan kelas.
aresubject of it (Marx and Engels dalam Dalam kapitalisme, manifes itu sendiri
Storey [ed],1995 : 196). berada dalam konflik antara kelas
pemerintahan (dikenal sebagai burjois)
Pandangan yang dijelaskan di atas yang mengandalikan ala produksi dan
terkesan mereduksi segala sebab persoalan kelas buruh (dikenal sebagai proletariat)
kepada masalah ekonomi. Pandangan ini yang dapat diperalat dengan
sering disebut ekonomisme. Ekonomisme menjual tenaga buruh mereka sebagai
sendiri memang kata kunci yang penting balasan untuk upah. Memajukan
untuk memahami Marxisme ortodoks.
7
DanielChandler, http://www.aber.ac.uk, 1994)
6 8
Mc Quail, Dennis, Teori Komunikasi Massa Mc Quail, Dennis, Teori Komunikasi Massa
(terj), Penerbit Airlangga, Jakarta, 1986. hlm 63 (terj), Penerbit Airlangga, Jakarta, 1986. hlm 63
9
DanielChandler, http://www.aber.ac.uk, 1994

Artikel Ilmiah Mahasiswa 2019


6
Nova Saha Fasadena, Perbandingan Pemikiran Robert K. Morten dan Karl Marx dalam
Implementasi Komunikasi dan Media

kesepakatan kritikal yang dikenal memperlihatkan dan mempertontonkan


sebagai materialisme sejarah, Marx kebobrokan pemerintahan yang berkuasa.
memprediksi bahwa, seperti sistem sosio-
ekonomi sebelumnya, kapitalisme Di Indonesia sendiri perkembangan
memproduksi ketegangan internal yang teori kritis mengikuti daripada sistem
akan berujung pada penghancuran diri dan pemerintahan yang ada. Jika dahulu
digantikan oleh sistem baru: sosialisme. terutama pada era orde baru, media massa
Bagi Marx, antagonisme kelas di bawah seolah dibungkam. Tidak boleh sama
kapitalisme, yang merupakan bagian dari sekali ada media yang melancarkan kritik
ketidakstabilan dan alam kecenderungan pada pemerintah. Dan hanya ada media
krisis, kemudian akan membuat kelas yang pro pemerintah yang dapat beroperasi
buruh mengembangkan kesadaran kelas, maka kini kondisinya sudah berbeda 360
yang berujung pada penaklukan mereka derajat. Dimana media massa terutama
terhadap kekuasaan politik dan kemudian sudah lebih leluasa untuk mengkritisi
menghimpun ketiadaan kelas, kinerja pemerintah.
masyarakat komunis yang diatur Lain dulu lain sekarang, penerapan
oleh asosias produsen bebas. Marx aktif teori kritis pada media massa di Imdonesia
mendorong penerapannya, berpendapat sendiri terkadang cenderung berlebihan.
bahwa kelas tenaga kerja harus Dimana antara satu media massa dan
mengadakan tindakan revolusioner untuk media massa lainnya seolah saling
menggulingkan kapitalisme dan menjatuhkan atau memojolkan tokoh
mengirim emansipasi sosio-ekonomi.10 tertentu. Terkadang juga media massa
bahkan mampu mengiring oponi publik.
Dari konsep tersebut bisa kita Terlihat jelas bahwa saat ini semua orang
simpulkan bahwasanya sosialisme Karl dapat berperan sebagai kritikus. Padahal
Marx lebih berseberangan dengan Merton jika di telaah lebih dalam lagi yang berhak
karena jika tidak mensejahterakan mengkritik ialah memang mereka yang
masyarakat Marx berani melawan ahli dan mengerti akan hal tersebut. Simak
birokrasi. juga konsep komunikasi efektif.
Implementasi dalam Komunikasi dan Keleluasaan media massa untuk
Media mengkritik sebagai bagian komunikasi
Media dalam konteks teori kritis organisasi dan pola komunikasi organisasi,
selalu berhubungan dengan ideologi dan malah bisa menyebabkan perpecahan atau
hegemoni. Hal ini berkaitan dengan cara juga adu domba dengan pihak lainnya.
bagaimana sebuah realitas wacana atau Media massa harusnya bisa menjadi
teks ditafsirkan dan dimaknai dengan cara sebuah penghubung antara rakyat dan
pandang tertentu. Media massa sebagai pemerintah. Media massa juga. Namun,
penyampai sebuah pesan tentunya pada kenyataannya media massa malah
memiliki kekuatan yang besar dan senjata terbagi menjadi dua kelompok. Ada yang
untuk mengkritisi. Bahkan selama itu, bisa pro pemerintah yang menyajikan berbagai
dilihat bahwa terdapat peran yang amat progres dan kinerja serta program kerja
sentral dimana media massa memegang pemerintah yang telah berjalan, ada juga
peran sebagai pengkritik segala kebijakan yang tak henti-hantinya menyerang dang
pemerintah. Seolah media massa ingin mengkritik kinerja pemerintah. Inilah yang
kemudian membuat masyarakat merasa
10
Craig J Calhoun, Classical Sociological Theory. bahwa media massa Indonesia tidak dapat
(Oxford: Wiley-Blackwell, 2002), hal. 23–24 mewakili kritik rakyat, namun media

Artikel Ilmiah Mahasiswa 2019


7
Nova Saha Fasadena, Perbandingan Pemikiran Robert K. Morten dan Karl Marx dalam
Implementasi Komunikasi dan Media

massa justru menjadi senjata untuk Internet


menyerang pemerintah. http://baleloe.blogspot.com/2015/05/teori-
robert-k-merton.html diunduh tanggal 22
Daftar Pustaka Februari 2019.
Adibah, Ida Zahara. 2017. Struktural
Fungsional Robert K. Merton:
Aplikasinya dalam Kehidupan
Keluarga. Jurnal INSPIRASI - Vol.
1: Semarang
Adorno, T.W dan Max Hokheimer,
Dialectic of Enlightment, Allen,
Lane, London, 1973.
Calhoun, Craig J. 2002. Classical
Sociological Theory. Oxford: Wiley-
Blackwell
David, Karl Marx Selected Writings,
Oxford University Press, Oxfrod,
1977.
Hardiman, Budi, Menuju Masyarakat
Komunikatif, Kanisius, Yogyakarta,
1993
Littlejohn, Stephen W, Theories of Human
Communication, 7th Edition.
Wadsworth Publising Company,
Belmont, 2001.
Magnis Suseno, Franz, Pemikiran Karl
Marx; dari Sosialisme Utopis ke
Perselisihan Revisionisme,
Gramedia Pustaka Utama, Jakarta,
2003.McLelland,
Magnis-Suseno, Franz. 1999. Pemikiran
Karl Marx, Gramedia, Jakarta
Mc Quail, Dennis, Teori Komunikasi
Massa (terj), Penerbit Airlangga,
Jakarta, 1986
Ritzer, George. 2002. Teori Sosiologi.
Yogyakarta: Pustaka Pelajar
Yusuf Lubis, Akhyar, Dekonstruksi
Epistemologi Modern; Dari
Postmodernisme, Teori Kritis,
Poskolonialisme hingga Cultural
Studies, Pustaka Indonesia Satu,
Jakarta, 2006.

Artikel Ilmiah Mahasiswa 2019