Anda di halaman 1dari 26

BAB I.

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2006 tentang

Kebijakan Energi Nasional (KEN) pada bidang energi bauran (energy mix) adalah

untuk mewujudkan keamanan pasokan energi (energy security of supply) dalam

negeri yang berkelanjutan (Sustainable Energi Supply) dan pemanfaatan energi

secara efisien. Selain itu KEN disusun sebagai pedoman untuk mewujudkan

ketahanan dan kemandirian energi guna mendukung pembangunan nasional

berkelanjutan (DEN, 2013).

Sasaran Kebijakan Energi Nasional adalah (a) tercapainya elastisitas energi

lebih kecil dari 1 (satu) pada tahun 2025 yang diselaraskan dengan target

pertumbuhan ekonomi, dan (b) terwujudnya energi bauran (energy mix) yang

optimal pada tahun 2025, yaitu peranan masing-masing jenis energi terhadap

konsumsi energi nasional seperti yang diperlihatkan pada Gambar 1.1.

Selain itu, KEN mengarah kepada peningkatan standar hidup rakyat,

dengan demikian kebijakan energi harus terkait dengan kebijakan lain seperti

kebijakan ekonomi, sosial budaya, pendidikan dan terjaganya kelestarian fungsi

lingkungan hidup. Untuk mewujudkan hal tersebut, maka diperlukan usaha optimal

dalam rangka penemuan sumber Energi Baru Terbarukan (EBT). Energi Baru dan

Terbarukan dapat mengatasi krisis energi berkelanjutan.

Potensi tenaga air di Indonesia cukup besar, diperlukan kerjasama

Pemerintah dan Masyarakat serta Lembaga Pendidikan Tinggi untuk memanfaatkan

sebesar-besarnya untuk masyarakat. Potensi tenaga air tersebut sampai saat ini

1
belum dimanfaatkan secara maksimal untuk pemenuhan energi listrik di desa-desa

terpencil. Penyebabnya adalah belum terjangkau jaringan listrik PT. Perusahaan

Listrik Negara, PLN (Persero) di desa-desa. Perkembangan teknologi dibidang

elektronika, komunikasi, pendidikan akan mengubah pola hidup masyarakat

terutama di desa sangatlah membutuhkan energi listrik untuk menjalankan aktivitas

sehari-hari. Hal tersebut menunjukkan tingkat konsumsi listrik masyarakat semakin

tinggi. Kebutuhan masyarakat terhadap penggunaan energi listrik semakin tinggi

dapat dicapai dengan memanfaatkan potensi tenaga air secara optimal dengan

memperhatikan dampak lingkungan sekitarnya.

5% 49% 23% 25%


24%
22% 30% 22%

(a) Tahun2010 (b) Tahun 2025

25%
22% 31% 20%
30%
23% 25% 24%

(c) Tahun 2030 (d) Tahun 2050


BM EBT GB BB

Gambar. 1.1. Sasaran Energi Mix Nasional Tahun 2050 (DEN, 2013)

Pertumbuhan jumlah penduduk dibarengi dengan pertumbuhan ekonomi

yang terjadi dapat menyebabkan kebutuhan energi listrik menjadi meningkat.

Pertumbuhan ekonomi yang tinggi terhadap kebutuhan energi sangat penting dalam

2
2
rangka pencapaian elestisitas energi lebih kecil dari 1 (satu) pada Tahun 2025. Bila

peningkatan kebutuhan energi tidak diikuti dengan penyediaan energi listrik yang

memadai, maka akan terjadi krisis energi di masa akan datang. Pemutusan listrik

oleh PLN secara bergantian di sejumlah kota-kota besar di Indonesia dan secara

tiba-tiba karena kekurangan daya yang tersedia dan kecukupan daya listrik tidak

memadai. Oleh karena itu Kebijakan Energi Nasional yang tertuang dalam

Kementerian ESDM (2007) bertujuan untuk mengarahkan upaya-upaya dalam

mewujudkan keamanan pasokan energi dalam negeri dengan sasaran utama adalah

terwujudnya energi primer yang optimal pada Tahun 2025.

Undang-undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 1997 tentang

lingkungan bahwa lingkungan adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya

keadaan dan mahluk hidup termasuk di dalamnya manusia dan prilakunya yang

mempengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta

mahluk hidup lainnya. Lingkungan abiotik yang keterkaitan dengan ekosistem atau

ekologi menjadi pertimbangan menggunakan limbah ban, dan akrilik sebagai bahan

baku kincir. Limbah ban adalah material sisa yang berpotensi merusak lingkungan

ekosistem dan pencemaran udara. Pemanfaatan limbah ban sebagai bahan kincir

akan mengurangi dampak lingkungan abiotik terutama mempertahankan

kelangsungan mahluk hidup dan meningkatkan kualitas hidup.

Berdasarkan hal tersebut pada bagian depan, maka diperlukan inovasi

lain keterkaitan sumber-sumber EBT melalui suatu riset berwawasan lingkungan

dengan skala laboratorium meliputi penelitian kincir air dengan bahan limbah ban

mobil dan bahan akrilik.

3
1.2. Batasan Masalah

1. Kincir air berbahan baku limbah ban mobil dan bahan akrilik.

2. Pengujian dilakukan pada saluran terbuka yang direncanakan dengan

menggunakan pompa penyuplai air sehingga menyerupai saluran irigasi.

3. Tidak melakukan analisis dampak lingkungan tetapi diarahkan pada

pemanfaatan limbah ban mobil, bahan akrilik sebagai bahan kincir.

1.3. Tujuan Penelitian

1. Mengidentifikasi daya luaran melalui suatu pengamatan pola-pola aliran

yang meninggalkan volume atur terutama pada beban poros maksimum.

2. Kurva karakteristik kincir ban karet dan bahan akrilik terdapat hubungan

unik antara putaran poros dengan variasi pembebanan sampai mencapai

putaran minimum terhadap laju alirannya.

1.4. Manfaat penelitian.

1. Diharapkan menjadi acuan oleh masyarakat didalam mendisain kincir skala

besar untuk daerah pedesaan.

2. Dapat memberikan solusi penyediaan kebutuhan energi listrik di desa-desa

secara mandiri dengan memanfaatkan potensi tenaga air sungai dan saluran

irigasi.

4
1.5. Urgensi Penelitian

Perancangan bentuk sudu yang rumit dan optimum untuk mendapatkan


daya keluaran maksimum merupakan suatu hal yang sulit. Secara teoritis air yang
masuk dan meninggalkan volume atur seolah kecepatan aliran tidak mempunyai
komponen radial. Dan sudu pelton akan membelokkan arah kecepatan relatif
sebesar 180o. Namum tidak demikian, sehingga air yang meninggalkan sudu
dengan kecepatan komponem aksial. Hal ini sulit dipahami, tetapi menjadi dasar
mengamati pola-pola aliran dan arah alirannya menjadi variabel analisis.
Karakteristik kincir bahan bankaret dan akrilik seperti putaran poros, daya
keluaran dan efisiensi kincir merupakan unsur utama di dalam menentukan model
dan jenis kincir serta bahan baku kincir dapat disesuaikan dengan kondisi alam.
Mengidentifikasi proses di dalam memperbaiki efisiensi kincir dan kemampuan
mengkonversi energi kinetik menjadi energi mekanik masih terus dikembangkan di
Indonesia.
Model riset kali ini adalah merekayasa bagimana total head aliran diubah
menjadi head kecepatan besar pada sisi keluar akan memberikan kecepatan relatif
air terhadap sudu kincir yang berputar dapat diabaikan. Aplikasi teknologi
pembangkit tenaga listrik berbasis lingkungan diarahkan untuk mengurangi dampak
lingkungan abiotik berpotensi merusak ekosistem dan peningkatan kualitas hidup
menjadi bagian penting dalam riset ini.
Keunggulan bahan baku kincir adalah memiliki sifat yang dapat dibentuk
dan sifat elastis yang dimiliki, sehingga tidak membutuhkan peralatan canggih
untuk membuatnya. Patut diduga bahwa sifat elastis bahan baku kincir tersebut
dapat menyerupai seperti sudu dinamis kincir Ismun. Tentu saja keunggulan lain
kincir bahan ban bekas dengan sifat elastis dari bahan bakunya, individual
pancaran air yang terkosentrasi pada sudu-sudu yang bergerak tangensial terhadap
poros diperkirakan akan meningkatkan efisiensi kincir.
Sedangkan sifat serat alam bambu sebagai bahan sudu kincir diperkirakan
mempunyai kemampuan menyerap energi lebih tinggi dan mentrasfer energinya ke
poros kincir secara efektif. Sifat elastik limbah ban sebagai bahan kincir dan serat
alam bambu sebagai bah

5
an sudu kincir cukup menarik untuk diteliti lebih lanjut.
BAB II. TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI

2.1. Tinjauan Pustaka.

2.1.1. Pendahuluan.

Pemanfaatan tenaga air untuk dapat diubah menjadi tenaga mekanis

dimulai sejak zaman dahulu, bangsa India berhasil mengubah tenaga air menjadi

tenaga mekanis dengan kincir air (Suwachid, 2006). Pada kincir air tenaga yang

ditimbulkan oleh aliran air dapat mengakibatkan kincir tersebut berputar yang

selanjutnya diteruskan untuk memutar generator atau alat lain. Kincir air dapat

didefinisikan sebagai peralatan mekanis berbentuk roda (wheel) dengan sudu

(bucket atau vane) pada sekeliling tepinya yang diletakkan pada poros horisontal.

Penggunaan kincir air masih banyak ditemui sampai sekarang karena konstruksi dan

modelnya yang sederhana, pembuatan maupun perawatannya dengan biaya yang

relatif murah.

Kincir air dapat diklasifikasikan menjadi tiga kelompok yaitu (1)

berdasarkan gaya berat dari air (gravity), (2) berdasarkan sebagian dari gaya berat

air dan sebagian lain dari dorongan (impulse) dari air, dan (3) berdasarkan murni

dari dorongan air. Berdasarkan bagaimana cara pemasukan air pada kincir, maka

kincir air dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu (1) overshot water wheel, air

disalurkan ke roda kincir melalui bagian atas roda kincir seperti pada seperti

Gambar 2.1(a), (2) breast water wheel, air disalurkan ke roda kincir melalui bagian

tengah roda kincir seperti Gambar 2.1(b, dan (3) undershot water wheel, air

disalurkan ke roda kincir melalui bagian bawah roda kincir seperti Gambar 2.1(c).

6
(a) (b) (c)

Gambar 2.1. Model aliran air masuk kincir (a) overshot water wheel
(b) breast water wheel (c) undershot water wheel.

Kincir air yang dapat bekerja dengan memanfaatkan saluran irigasi dengan

head rendah telah dikembangkan oleh Ismun Uti Adan dengan disain sudu bergerak

(moving blades). Teknologi kincir Ismun adalah sederhana (simple) dan mudah

diterapkan atau dipraktekkan (practice) di daerah pedesaan.

2.1.2. Pengembangan kincir air.

Pemanfaatan teknologi tepat guna menjadi prioritas utama dalam

memenuhi kebutuhan listrik bagi daerah yang terpencil. Untuk skala yang kecil

pemanfaatan kincir air dapat dijadikan sebagai alternatif pilihan.

Gambar 2.2. Foto kincir Ismun dengan sudu bergerak (Ismun,1984)

Kincir air sudu bergerak pertama kali ditemukan oleh Ir. Ismun Uti

dengan HAK PATEN: No. ID 0007984. Model kincir moving blades water wheel

7
seperti yang diperlihatkan pada Gambar 2.2 dan Gambar. 2.3 adalah kincir Ismun

dipasang pada saluran irigasi selokan mataram di Yokyakarta.

Gambar. 2.3. Kincir Ismun terpasang di saluran irigasi selokan Mataram


(Yogyakarta, 2008)

Selanjutnya, kincir Ismun yang telah digunakan adalah terpasang di sungai

Kapuas yang diperlihatkan pada Gambar 2.4

Gambar. 2.4. Kincir Ismun terpasang di Sungai Kapuas,


(Kabupaten Sekadau, 2008)

Penelitian tentang kincir ismun dengan berbagai model kincir seperti model

flat Ismun waterwheel with side cover, model flat Ismun waterwheel with side cover

dengan jumlah sudu bervariasi telah dilakukan oleh Tim Peneliti Mahasiswa Teknik

Mesin, TPMTM (2014) bahwa penurunan daya kincir karena torsi keluaran

melalui poros semakin kecil walaupun kecepatan sudut bertambah besar. Oleh

8
karena itu daya kincir sangatlah ditentukan oleh besarnya torsi keluaran yang diukur

pada beban pada poros kincir. Gaya dorong aliran yang diterima sudu kincir saat

tumbukan air terjadi yang menyebabkan kincir bergerak dengan kecepatan

tangensial (v) seperti diperlihatkan pada Gambar 2.5.

20.00

15.00
Daya kincir (Watt)

10.00

Q1 = 0.0236 m3/s
5.00 Q2 = 0.0341 m3/s
Q3 = 0.0470 m3/s
Q4 = 0.0652 m3/s
0.00
20.00 40.00 60.00 80.00 100.00 120.00

Putaran poros (rpm)

Gambar 2.5. Kurva daya kincir terhadap putaran poros.

2.2. Landasan Teori

2.2.1. Persamaan Hidrodinamika

Persamaan dasar dalam hidrolika yaitu persamaan kontinuitas, energi dan

momentum dan dapat diuraikan dengan Gambar 2.6.

Gambar. 2.6. Pipa aliran untuk persamaan Bernoully


9
9
Persamaan kontinuitas menyatakan bahwa debit air yang masuk sama

dengan debit air keluar. Persamaan (2.1) dapat diuraikan berdasarkan Gambar 2.6

sebagai berikut.

Q = A1 V1 = A2 V2 = konstan …………………………..…(2.1)

Dengan: Q = debit aliran (m3/s)

A = luas tampang aliran (m2)

V = kecepatan rata-rata aliran (m/s)


Persamaan Bernoulli dapat pula dituliskan seperti Persamaan (2.2).

p1 V
2
Z1 + + 1 = konstan
 2g

p1 V1
2
p 2 V2 2
Z1 + + = Z2 + + .............................................. ……. (2.2)
 2g  2g

Dengan: Z = elevasi tinggi tempat (m)

p
= tinggi tekanan (m)

V2
= tinggi kecepatan (m)
2g

Persamaan momentum merupakan hubungan antara massa dan kecepatan

aliran yang dituliskan seperti Persamaan (2.3).

F = ρ.Q (V2 – V1)……………………………………………(2.3)

Dengan: F = gaya yang ditimbulkan oleh aliran zat cair (N)

ρ = rapat massa aliran (kg/m3)

Q = debit aliran (m3/s)

V = kecepatan aliran (m/s)

10
2.2.2. Energi dan daya air

Pancaran air yang menghantam sudu kincir dengan luas penampang adalah

A, kecepatan aliran sebesar V dan rapat massa air adalah ρ, maka pancaran air yang

menghantam sudu kincir tersebut akan menyebar ke segala arah. Gaya yang

ditimbulkan oleh pancaran air pada sudu roda kincir akan menimbulkan gaya yang

bekerja pada aliran yang besarnya sama dan berlawanan arah.

Kamal. S (2004) bahwa berdasarkan keberadaan energi di alam, maka

energi dapat dibagi menjadi (1) energi transisional dan (2) energi tersimpan. Energi

transisional adalah energi yang sedang bergerak dan dapat berpindah melintasi

suatu sistem, misalnya angin, air dan gas. Sedangkan energi tersimpan dapat

berujud pada suatu massa atau posisi dalam medan gaya. Misalnya energi batubara,

minyak, gas alam dan sebagainya. Kamal. S (2004) dijelaskan bahwa energi

dikelompokkan menjadi 6 (enam) kelompok yaitu: energi mekanik, listrik,

elektromagnetik, kimia, nuklir dan kalor. Energi mekanik dapat tersimpan oleh

material dalam bentuk energi potensial yang terkait dengan posisi vertikalnya dalam

medan gaya dan energi kinetik yang terkait dengan kecepatan atau gerak relatifnya.

Hukum Termodinamika Pertama, menyatakan energi bersifat kekal. Energi tidak

dapat diciptakan dan tidak dapat dimusnahkan, tetapi dapat dikonversi dari bentuk

energi yang satu ke bentuk energi yang lain. Kincir Ismun adalah bentuk kincir air

yang dapat mengkonversi energi air menjadi energi listrik dalam suatu sistem

konversi energi. Arus air yang mengalir mengandung energi potensial yang dapat

diubah menjadi energi kinetis. Saat aliran air dilewatkan kincir, maka energi air

akan diubah menjadi bentuk energi mekanik. Pemanfaatan selanjutnya energi

mekanik akan diubah menjadi energi listrik oleh generator. Kincir Ismun yang

11
dipasang pada saluran air dengan head yang sangat rendah seperti yang

diperlihatkan Gambar 2.3, maka energi input yang dimanfaatkan adalah energi yang

diperoleh dari kecepatan air yang menumbuk sudu kincir. Energi kinetik pancaran

air tiap detik adalah sumber energi yang mengenai sudu kincir Triatmodjo (1993)

secara matematik dapat dituliskan seperti Persamaan (2.4).

1
Ek  m  v2
2 ………………………………………..………..(2.4)
m = ρxQ = ρxVx A

Persamaan (2.5) menunjukkan besar daya air (NA) yang dapat ditimbulkkan oleh

aliran akan sebanding daya yang diterima sudu-sudu kincir sebesar:

1 1
NA    A  v  v 2    A  v3
2 2 ...………………….(2.5)

Dengan Ek = energi kinetik tiap satuan waktu (J/s)

m = laju aliran massa air yang mengalir tiap detik (kg/s)

V = kecepatan aliran air (m/s)

ρ = massa jenis air (kg/m3)

2.2.3. Momen putar dan daya kincir

Perubahan energi kinetik aliran yang dapat dikonversi menjadi energi

gerak yang digambarkan sebuah roda putar seperti pada Gambar 2.9. Bila besar

gaya yang mengenai kincir sebesar F, maka besar momen putar (T) yang diterima

poros kincir dapat dihitung dengan Persamaan (2.6).

T = r x F...................................................................................(2.6)

Jarak titip pusat poros terhadap gaya (F) yang bekerja padanya sebesar r. Maka

daya yang dapat dibangkitkan kincir sebesar.

12
NK = Tx ................................................................................(2.7)

Dengan,  = kecepatan sudut roda kincir = 2πxn/60

NK = 2πxTxn/60............................................................................(2.8)

Dengan n adalah putaran poros kincir dalam rpm.

Gambar. 2.9. Skema momen putar kincir

2.2.4. Efisiensi kincir.

Kerugian energi yang terjadi pada proses perubahan energi sangat sulit

diketahui secara analitik maupun termodinamik. Oleh karena itu besarnya kerugian

dapat diketahui melalui data pengukuran dan pengalaman, eksperimen atau

pendekatan empiris. Kurva efisieni turbin maupun kincir air sebagai dasar analisis

diperlihatkan pada Gambar 2.10. Secara teori efisiensi kincir diklasifikasikan

menjadi efisiensi hidrolis ( hid), efisiensi volumetris ( vol), mekanis ( m) dan

efisiensi total ( tot). Penelitian ini besar efisiensi akan dihitung berdasarkan daya

aktual kincir dibandingkan dengan daya ideal dari potensi tenaga air tersedia

mengenai luasan bidang kincir.


13

13
Kaplan
Perancis
Impuls

Efisiensi, ,
(%)

Putaran spesifik, NS

Gambar 2.10. Kurva efisnesi kincir (turbin)

Unjuk kerja (performance) suatu peralatan konversi energi termasuk kincir

air, menurut Kamal. S (2004) dapat dinyatakan dengan efisiensi (  ) yaitu:

Eout Ein  Eb  Eb 
    1   x 100%..................................(2.9)
Ein Ein  Ein 

Dengan Ein = energi masukan

Eout = energi keluaran

Eb = rugi energi

Maka efisiensi kincir dapat dihitung dengan Persamaan (2.15).


𝑁
η = 𝑁𝐾 x 100 % …………………………………………..…..(2.10)
𝐴

Dengan ηK = efisiensi kincir (%)

NK= daya kincir (Watt)

NA= daya air (Watt)

14

14
BAB. III. METODE PENELITIAN

3.1. Lokasi Penelitian.

Studi akan diarahkan untuk aplikasi limbah ban bekas dan bahan akrilik di

masyarakat umum, sehingga karakteristik saluran terbuka dirancang menyerupai

seperti saluran irigasi. Saluran terbuka akan dibangun di lingkungan Laboratorium

Pengujian Mesin-Mesin (LPMM) Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik

Universitas Dayanu Ikhsanuddin Baubau dan pengujian alat di Laboratorium

Hidrolika dan Hidrologi Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada Yogyakarta.

3.2. Peralatan dan Bahan Kincir

3.2.1. Peralatan yang digunakan.

a. Baut dan mur untuk mengencangkan poros.

b. Pully sebagai penahan pembebanan

c. Besi siku, sebagai penopang saluran air

d. Stopwatch untuk mengukur waktu

e. Tachometer untuk mengukur putaran poros/rpm

f. Bola pingpong 1 buah sebagai pelampung

g. Pompa sentrifugal untuk mensirkulasikan air ke saluran.

3.2.2. Bahan kincir dan saluran

a. Limbah ban mobil dan bahan akrilik seperti Gambar 3.1.

b. Plat akrilik (acrilic) dengan tebal 5 mm, ρ = 1189 kg/m3.

c. Papan dan triplek dan bahan poros ST.42 dengan diameter 1 inc.

d. Plat besi dengan tebal 2 mm.

15
(a) (b)
Gambar 3,1. (a) Akrilik (b) Limbah ban mobil

3.3. Dimensi Kincir

Dimesni kincir meliputi diameter roda 75 cm, lebar sudu 15 cm dan panjang

20 cm. Sedangkan kincir akrilik lebar sudu 15 cm, panjang sudu 10 cm dan

diameter roda 30 cm. Model kincir ditunjukkan pada Gambar 3.2.

sudu dari limbah


ban mobil dan limbah ban mobil
akrilik

arah pancaran
dan aliran air

Gambar 3.2. Model kincir yang akan diuji.

3.4. Dimensi Saluran Air.

Model saluran air terbuka akan dibangun dengan ukuran panjang 600 cm,

lebar 18 cm dan tinggi 30 cm. Supaya saluran menyerupai saluran irigasi, maka

menggunakan pompa untuk mensirkulasikan air dari sebuah reservoir utama

menuju saluran secara terus menerus.

16
16
3.5. Instalasi penelitian dan alat uji

Instalasi penelitian adalah saluran terbuka dan saluran tertutup yang

diperlihatkan pada Gambar 3.3 dan 3.4, walaupun dalam bentuk skematik. aluran.

Gambar 3.3. Model saluran irigasi digambar tanpa skala.

Tinggi permukaan air

elevasi
diameter
nossel
nossel

Gambar 3.4. Model saluran head kecepatan tinggi menggunakan nossel.

3.4. Kecepatan aliran.

Pengukuran kecepatan aliran dengan metode pelampung yang terapung di

permukaan air. Jarak yang ditempuh pelampung (x) dalam waktu, t detik

dinyatakan pada Persamaan (3.1), kemudian dikalikan dengan faktor koreksi (c)

sebesar 0,70. Faktor koreksi tersebut dituangkan pada Tabel 3.1.

v   xt
...................................................................................... …(3.1)

17
17
Tabel 3.1. Faktor koreksi pada pengukuran debit dengan pelampung.
(Sumber : Dirjen Pengairan Departemen Pekerjaan Umu, 1989)

Keadaan pelampung Faktor


koreksi (c)
1. Pelampung terapung diatas permukaan air. 0,70
2. Pelampung melayang 5cm dibawah permukaan air. 0,80
3. Pelampung yang panjangnya melebihi 2/3 dari kedalaman 0,90
air dalam saluran

3.6. Langkah-langkah penelitian.

Langkah-langkah penelitian yang akan dilakukan adalah:

2. Kincir KALBaM dipasang sesuai yang direncanakan dan semua alat ukur

sudah dipasang pada tempat yang ditentukan dengan baik.

3. Pompa dijalankan dan semua alat ukur diperiksa kembali dan dipastikan

dalam keadaan baik.

4. Debit aliran (Q1) ditentukan dan disesuaikan dengan bukaan katup pomp dan

beban poros sebesar 1 kg dalam keadaan terpasang.

5. Bila aliran dianggap stabil, maka pengukuran dimulai sebagai berikut :

(a) putaran poros kincir (b) pengambilan foto pola-pola aliran sebelum

dan sesudah melewati kincir air dan selanjutnya mengulangi point a dan b,

selanjutnya beban pengereman diganti sebesar 2, 3, 4, sampai 10 kg.

6. Debit aliran (Q2) dan (Q3) dinaikkan denga masing beban pengereman juga

dinaikkan dari 1 kg sampai 10 kg dan kemudian melakukan pengukuran

sesuai point 3 sampai 4.

18
18
7. Bila data-data hasil pengukuran dianggap cukup dan benar, maka kincir

ban bekas diganti dengan kincir bahan akrilik.

8. Melakukan kegiatan sesuai dengan point 3 sampai 5.

9. Evaluasi hasil data pengamatan.

10. Analisis data.

19
BAB IV. BIAYA DAN WAKTU PENELITIAN

4.1. Rekapitulasi Anggaran

Porsi Total
No. Komponen Anggaran Biaya Anggaran Anggaran Ket.
(%) (Rupiah)
A. Honorarium 32.50 6,500,000
B. Perlengkapan dan penunjang 22.50 4,500,000
C. Material dan bahan habis pakai 17.50 3,500,000
D. Biaya Perjalanan 15.00 3,000,000
E. Publikasi dan Informasi 12.50 2,500,000
Jumlah 100.00 20,000,000
Terbilang : lima belas juta rupiah,-

6.2. Waktu Pelaksanaan

Bulan Ke-
No. Uraian Kegiatan
1 2 3 4 5 6 7 8
Survey dan Ketersediaan Alat dan
1
Bahan
2 Usulan Proposal
Persiapan, Pembuatan Kincir dan
3
Saluran
4 Pengukuran dan Pengambilan Data
5 Analisis Data
6 Penyusunan Laporan
7 Seminar / Temu ilmiah
8 Publikasi Penerbitan Nasional

20
DAFTAR PUSTAKA

Ahmad, 2010. Menyulap Air jadi Listrik. di unduh Januari 2014.


Alpha, I., 2009. Mechanical Engineering Ismanto Alpha’s. di unduh Januari 2014.
Bruce R. Munson. 2004. Mekanika Fluida. Erlangga. Yogyakarta.
Eddy, Christopol., 2011. Pengaruh Perubahan Jumlah Sudu Kincir Ismun Jenis
Trapezoid” Tesis Sekolah Pasca Sarjana. Universitas Gadjah Mada.
Yogyakarta.
ESDM, 2007. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2006 Tentang
Kebijakan Energi Nasional. Dirjen Listrik dan Pemanfaatan Energi. Jakarta
Holman, J. P. dan Jasjfi, E. 1984. Metode Pengukuran Teknik. Edisi Keempat .
Erlangga. Jakarta.
Ismun, 2009. Kincir Ismun. di unduh Januari 2014.
Kamal, S., 2004., Pengembangan Potensi Energi Alternatif, Pusat Studi Energi
Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta
Mahmuddin, 2009. Metode Pengukuran Ketebalan Film pada Aliran Annular Dua
Fase Berlawanan Arah dalam Pipa Vertikal. Seminar Nasional Prosiding
ISSN : 2085-4218., ITN. Malang.
Pudjanarsa, A ., dan Nusuhud, D., 2008. Konversi energi. Penerbit Andi .
Yogyakarta
Streeter. W., dan Prijono. Mekanika Fluida edisi delapan. Jilid I. Erlangga. Jakarta.
Sumartono, Mujaddidy, dkk. 2014. Karakteristik Model Kincir Ismun dengan Sudu
Dinamis dan Statis 12 Sudu. Skripsi. Teknik Mesin UMI. Makassar.
Triatmojo. B., 1993. Hidrolika 1. Beta Offset. Yogyakarta.

21
Lampiran 1 Susunan Organisasi Tim Peneliti dan Pembagian Tugas

No. Nama/NIDN Instansi Bidang Alokasi Waktu Uraian Tugas


Asal Ilmu (Jam/minggu)

1. Ir. Christopol Eddy, Teknik Konvers 25 jam/minggu Perancangan,


M.Eng Mesin i energi Pembuatan alat uji
/0912126101 Unidayan pengujian
pengolahan data
analisis artikel ilmiah
pembuatan lampiran

2.

22
Lampiran 2. Biodata Ketua Peneliti

A. Identitas Diri
1 Nama Lengkap Ir.Christopol Eddy, M.Eng
2 Jenis Kelamin Laki-Laki
3 Jabatan Fungsional Asisten Ahli
4 NIK 178 31 083
5 NIDN 0912126101
6 Tempat dan Tanggal Lahir Ujung Pandang, 12 Desember 1960
7 E-mail Fadhel_christopol@yahoo.com
8 Nomor Telepon/HP 0811405661
9 Alamat Kantor Jl. Yos Sudarso No. 43 Baubau 93711
10 Nomor Telepon/Fax. (0402) 2821327 / (0402) 2826682
11 Lulusan yang Telah S-1 = 32 orang
dihasilkan
12 Mata Kuliah yang Diampuh 1. Mesin-mesin Fluida
2. Mekanika Fluida
3. Konversi Energi

B. Riwayat Pendidikan
S-1 S-2 S-3
Nama Perguruan Universitas Muslim Universitas Gadjah Mada
Tinggi Indonesia - Yogyakarta
Makassar
Bidang Ilmu Teknik Mesin Teknik Mesin
Tahun Masuk-Lulus 1981 – 1991 2009 – 2011
Judul Skripsi/Tesis Desain Turbin Uap Pengaruh Perubahan
Untuk Melayani Jumlah Sudu Kincir
Kebutuhan Daya Listrik Ismun Jenis Trapesoid
3600 Kw
Nama Pembimbing Ir. Buchari Dulla, MSME Prof.Dr. Ir. Indarto, DEA
Ir. Abdul Salam dan
Prof. Dr. Ir Bambang
,MT

C. Pengalaman Penelitian Dalam 5 Tahun Terakhir


Pendanaan
No Tahun Judul Penelitian
Sumber* Jml (Juta Rp)
1 2011 Karakteristik Beda Tekanan Universitas Rp. 5.000.000
Aliran Dua Fase Searah Vertikal Dayanu
Pada Pembesaran Tiba-Tiba Ikhsanuddin
(Unidayan)

23
D. Pengalaman Pengabdian Kepada Masyarakat Dalam 5 Tahun Terakhir
Pendanaan
No Tahun Judul Penelitian
Sumber* Jml (Juta Rp)
1 2011 Briket Tempurung Kelapa - Mandiri Rp. 2.500.000
Sebagai Bahan Bakar Alternatif - Universitas
Dayanu
Ikhsanuddin
Baubau
2 2012 Penerapan Kincir Air Jenis - Mandiri Rp. 3.000.000
Undershot Sebagai Pembangkit - Universitas
Tenaga Listrik Skala Kecil Di Dayanu
Pedesaan Ikhsanuddin
Baubau
E. Publikasi Artikel Ilmiah Dalam Jurnal 5 Tahun Terakhir
No Judul Artikel Ilmiah Nama Jurnal Volume/Nomor/Tahun
1 Fenomena Flowding Dan Hidroulic Teknologi
Volume XV No.2,
Jumplook Like Pada Aliran
Makassar April 2012,
Berlawan Arah Udara Dan Air
ISSN No. 0216-4581
Dalam Pipa Vertikal
2 Struktur Dan Karaktteristik Aliran Akademika Volume VIII No.2
Fluida Cair Melalui Nosel Paralel September 2011
Hal.72. ISSN.1693-
9913

F. Pemakalah Seminar (Oral Presentation) 5 Tahun Terakhir


Nama Pertemuan
No Judul Artikel Ilmiah Waktu dan Tempat
Ilmiah/Seminar

G. Karya Buku dalam 5 Tahun Terakhir


No. Judul Buku Tahun Jumlah Penerbit
Halaman
1
H. Perolehan HKI dalam 5-10 Tahun Terakhir
No Judul/Tema HKI Tahun Jenis Nomor P/ID
1
2

I. Pengalaman Merumuskan Kebijakan Publik/Rekayasa Sosial Lainnya dalam 5


Tahun Terakhir
No Judul/Tema/Jenis Rekayasa Sosial Tahun Tempat Respon
Lainnya yang Telah Ditetapkan Penerapan Masyarakat
1
2

24
J. Penghargaan dalam 10 Tahun Terakhir (dari pemerintah, asosiasi atau institusi
lainnya)
No Jenis Penghargaan Institusi Pemberi Penghargaan Tahun
1
2

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan
dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila di kemudian hari ternyata
dijumpai ketidaksesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi.
Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya.

Baubau, 02 Mei 2017

Pengusul,

( Ir. Christopol Eddy, M.Eng)

25
Lampiran 3 SURAT PERNYATAAN KETUA PENELITI/PELAKSANA

Yang bertanda tangan di bawah ini :

Nama : Ir. Christopol Eddy, M.Eng


NIDN : 0912126101
Pangkat/Golongan : Penata Muda Tingkat I/IIIb
Jabatan Fungsional : Asisten Ahli
Alamat : Jln. Budi Utomo No. 1 Baubau

Dengan ini menyatakan bahwa proposal Penelitian saya dengan judul


“RANCANG BANGUN KINCIR AIR TIPE UNDERSHOT SEBAGAI
PEMBANGKIT LISTRIK SKALA MIKROHIDRO”. Yang diusulkan dalam
Skim Penelitian Dosen Pemula untuk tahun anggaran 2017 s/d 2018, bersifat
original dan belum pernah dibiayai oleh lembaga/sumber dana lain.

Bilamana dikemudian hari di temukan ketidaksesuaian dengan pernyataan ini,


maka saya bersedia dituntut dan diproses sesuai dengan ketentuan yang berlaku
dan mengembalikan seluruh biaya penelitian yang sudah diterima ke kas negara.

Demikian pernyataan ini di buat dengan sesungguhnya dan dengan sebenar-


benarnya.

Bau-bau,02 Mei 2017

Mengetahui, Yang menyatakan


Ketua LPPM Unidayan

Dr. RASMUIN M.Pd, Ir. CHRISTOPOL EDDY, M.Eng.


Nip. : 196812311994031012 NPP/NIDN : 17831083/0912126101

26