Anda di halaman 1dari 21

KREATIVITAS

Pengertian Kreativitas
“Kreativitas adalah kemampuan
seseorang untuk membuat sesuatu
dalam bentuk ide, langkah, atau produk”
(Sudarma, 2013, hlm. 9). “Menurut
Downing kreativitas dapat didefinisikan
sebagai “proses” untuk menghasilkan
sesuatu yang baru dari elemen yang ada
dengan menyusun kembali elemen tersebut” (Sani, 2013, hlm. 13). Terdapat tiga
komponen utama yang terkait dengan kreativitas, diantaranya: keterampilan berpikir
kreatif, keahlian (pengetahuan teknis, prosedural, dan intelektual), serta motivasi.
Keterampilan berpikir kreatif dalam memecahkan suatu permasalahan ditunjukkan
dengan pengajuan ide yang berbeda dengan solusi pada umumnya. Pemikiran kreatif
masing-masing orang akan berbeda dan terkait dengan cara mereka berpikir dalam
melakukan pendekatan terhadap permasalahan. Pemikiran kreatif terkait dengan
pengetahuan yang dimiliki oleh seseorang dan relevan dengan ide atau upaya kreatif
yang diajukan (Sani, 2013, hlm. 13-14).
Adapun definisi menurut Torrance (dalam Munandar, 2012, hlm. 27),
“kreativitas adalah proses merasakan dan mengamati adanya masalah, membuat
dugaan tentang kekurangan (masalah) ini, menilai dan menguji dugaan atau hipotesis,
kemudian mengubah dan mengujinya lagi, dan akhirnya menyampaikan hasil-
hasilnya”. Tes berpikir kreatif Torrance (Torrance Test Creative Thinking) adalah
salah satu tes kreativitas yang terbaik, paling mapan dan paling populer (Kaplan &
Saccuzo, 2005, hlm. 300).
Tes Torrance secara terpisah mengukur aspek berpikir kreatif seperti fluency
(kelancaran), flexibility (keluwesan), dan originality (kebaruan) (Palaniappan &
Torrance dalam Kaplan & Saccuzo, 2005, hlm. 300). Menurut Silver (1997, hlm. 76)
tiga komponen dari penilaian kreativitas berdasarkan TTCT adalah fluency, flexibility,
dan novelty. Munandar (2012, hlm. 68) menyatakan bahwa “kreativitas atau berpikir
kreatif secara operasional dirumuskan sebagai suatu proses yang tercermin dari
kelancaran, kelenturan, dan orisinalitas dalam berpikir”.
1. Fluency (Kelancaran)
Menurut Silver (1997, hlm. 76) “fluency refers to the number of ideas generated in
response to a prompt”. Fluency mengacu pada banyaknya ide yang dihasilkan dalam
menanggapi dengan tepat. Individu yang lebih kreatif semestinya memiliki fluency
(kefasihan) yang lebih besar dari gagasannya dibandingkan rata-rata dan pemikirannya
lebih mudah mengalir. Selain itu semakin banyak gagasan yang diberikan oleh
seseorang dalam suatu waktu, semakin banyak kesempatan untuk mendapatkan
jawaban yang terbaik (Henry, 1958, hlm. 114-115). Berpikir lancar artinya mampu
menghasilkan banyak gagasan/jawaban yang relevan dan memiliki arus pemikiran
yang lancar (Munandar, 2012, hlm. 192). Dalam mengukur kelancaran, siswa diminta
untuk memikirkan banyak solusi yang berbeda untuk suatu masalah. (Kaplan dan
Saccuzo, 2005, hlm. 300). Perilaku siswa pada aspek ini dapat dilihat dari kemampuan
siswa menjawab dengan sejumlah jawaban jika ada pertanyaan dan lancar
mengungkapkan gagasan-gagasannya (Munandar, 1992, hlm. 88).
2. Flexibility (Keluwesan)
“Flexibility to apparent shifts in approaches taken when generating responses to a
prompt” (Silver, 1997, hlm. 76). Flexibility adalah perubahan cara atau pendekatan
yang diambil saat memberikan tanggapan dengan tepat. Menurut Henry (1958, hlm.
115) individu yang kreatif harus bisa beradaptasi, tidak tetap pada jalannya dan dapat
mengambil alternatif solusi pemecahan suatu masalah. Berpikir luwes (fleksibel)
artinya mampu menghasilkan gagasan-gagasan yang seragam, mampu mengubah cara
atau pendekatan dan memiliki arah pemikiran yang berbeda-beda (Munandar, 2012,
hlm. 192). Keluwesan diukur dalam hal kemampuan individu dalam mencoba
pendekatan baru untuk memecahkan suatu masalah (Kaplan dan Saccuzo, 2005, hlm.
300). Perilaku siswa pada aspek flexibility saat diberikan suatu masalah adalah ketika
siswa memikirkan macam-macam cara yang berbeda untuk menyelesaikannya
(Munandar, 1992, hlm. 89).
3. Originality (Kebaruan)
Adapun unsur yang paling pokok dalam kreativitas pada pemikiran banyak orang
adalah originality (kebaruan). Ada tiga perbedaan pendekatan yang digunakan untuk
mengukur kemampuan penting ini. Pendekatan pertama adalah dalam
halmenghasilkan ide yang tidak umum. Pendekatan kedua dalam hal menghasilkan
jawaban yang cakap. Pendekatan ketiga adalah dalam hal kemampuan untuk membuat
sedikit asosiasi (Henry, 1958, hlm. 115-116). “Novelty to the originality of the ideas
generated in response to a prompt” (Silver, 1997, hlm. 76). Kebaruan adalah keaslian
ide-ide yang dihasilkan dalam menanggapi ide dengan tepat. Berpikir orisinal berarti
memberikan jawaban yang tidak lazim, lain dari yang lain, dan jawaban jarang
diberikan oleh kebanyakan orang (Munandar, 2012, hlm. 192). Aspek kebaruan diukur
dengan mengevaluasi solusi yang tidak biasa atau solusi baru yang diberikan oleh
siswa (Kaplan dan Saccuzo, 2005, hlm. 300). Perilaku siswa dalam aspek originality
terlihat saat siswa mampu memikirkan masalah-masalah atau hal-hal yang tidak pernah
terpikirkan oleh orang lain (Munandar, 1992, hlm. 89).
Aspek kreativitas
Pada model struktur intelek dari Guilford, melalui kategori berpikir divergen,
aspek-aspek kreativitas seperti, kelancaran, kelenturan, orisinalitas, dan elaborasi.
Penjelasan dari keempat aspek kreativitas tersebut sebagai berikut:
1) Kelancaran berpikir (fluency of thinking), yaitu kemampuan untuk
menghasilkan banyak gagasan/jawaban yang relevan serta memiliki arus
pemikiran lancar.
2) Keluwesan berpikir (flexibility), yaitu kemampuan untuk menghasilkan
gagasan-gagasan yang seragam dan mampu mengubah cara atau pendekatan
dengan hal yang lain serta memiliki pemikiran yang berbeda-beda.
3) Elaborasi (elaboration), yaitu mengembangkan, menambah, memperkaya suatu
gagasan dan memperinci detail-detail dari suatu gagasan sehingga menjadi luas.
4) Originalitas (originality), yaitu kemampuan untuk memberikan jawaban yang
tidak lazim, yang lain dari yang lain, dan jarang diberikan kebanyakan orang
Berdasarkan penjelasan yang telah dipaparkan, dapat disimpulkan bahwa
berpikir kreatif adalah bagian dari kreativitas yang merupakan kemampuan pengajuan
ide atau gagasan dalam menyelesaikan suatu permasalahan. Ada tiga aspek berpikir
kreatif didasarkan pada Tes Berpikir Kreatif Torrance yaitu fluency, flexibility, dan
originality. Aspek fluency menuntut banyaknya jawaban yang dihasilkan. Aspek
flexibility menuntut seseorang untuk menghasilkan gagasan yang bervariasi sehingga
tidak ada kekakuan dalam berpikir. Sementara pada aspek originality, seseorang
dituntut untuk memberikan jawaban yang berbeda dari yang lain.
Dimensi Kreativitas
Empat dimensi dalam kreativitas antara lain person, process, press, dan product.
Pada dimensi person, kreativitas dikembangkan dari bakat” (Yani, 2014, hlm. 82).
“Kreativitas adalah kecerdasan yang berkembang dalam diri individu, dalam bentuk
sikap, kebiasaan dan tindakan dalam melahirkan sesuatu yang baru dan orisinal untuk
memecahkan suatu masalah” (Sudarma, 2013, hlm. 21). Munculnya tindakan kreatif
seseorang adalah dari keunikan keseluruhan kepribadian dalam interaksi dengan
lingkungannya (Munandar, 2012, hlm. 20).
Dalam dimensi process, kreativitas adalah proses berpikir sehingga
memunculkan ide-ide yang unik atau kreatif. Sebagai suatu proses, ada empat tahap
dalam proses kreatif menurut Wallas yaitu:
1. Persiapan yaitu individu melakukan percobaan-percobaan dan melakuan proses
berpikir untuk mencari kemungkinan pemecahan masalah yang dialami.
2. Inkubasi yaitu tahap pematangan dan atau pemahaman terhadap masalah yang
dihadapi. Proses inkubasi dapat berlangsung berhari-hari, berbulan-bulan,
bertahun-tahun tetapi bisa juga hanya sebentar saja.
3. Iluminasi yaitu munculnya gagasan kreatif dan inspirasi untuk memecahkan
masalah. Dalam kehidupan sehari-hari kita dapat mengamati proses iluminasi
ketika ada cetusan spontan, “ya sekarang, aku tahu!”
4. Verifikasi yaitu penyesuaian gagasan baru (hasil iluminasi) dengan realita
kehidupannya (Yani, 2014, hlm. 82-83)
Kreativitas dalam dimensi press (dorongan) merupakan kreativitas yang muncul
dari faktor internal dan eksternal. Dorongan berupa keinginan atau hasrat seseorang
untuk mencipta adalah kreativitas yang muncul dari faktor internal, sedangkan
dorongan dari lingungan sosialnya adalah kreativitas yang muncul dari faktor eksternal
(Yani, 2014, hlm. 83).
Dalam dimensi product, menurut Haefele (1962) (dalam Munandar, 2012, hlm.
21) “kreativitas adalah kemampuan untuk membuat kombinasi-kombinasi baru yang
mempunyai makna sosial”. Dari definisi ini menunjukkan bahwa produk tidak harus
baru, tetapi dapat dilihat dari kombinasinya. Kreativitas dinilai dari produk yang
dihasilkan oleh seseorang baik yang bersifat produk baru (original) maupun hasil dari
elaborasi dan penggabungan yang inovatif (Yani, 2014, hlm. 83).
Pola Perkembangan Kreativitas
Davis melihat tiga penggunaan utama tes kreativitas, yaitu “untuk
mengidentifikasi siswa berbakat kreatif untuk program anak berbakat, untuk tujuan
penelitian, dan untuk tujuan konseling”.
1. Identifikasi Anak Berbakat Kreatif Tes kreativitas paling sering digunakan untuk
mengidentifikasi siswa berbakat kreatif untuk program anak berbakat.
2. Penelitian Penelitian dapat membantu dalam memahami konsep kreativitas, orang-
orang kreatif, dan membantu dalam memahami perkembangan kreativitas.
3. Konseling Tes kreativitas dapat membantu konselor, guru, orang tua, dan siswa
sendiri untuk mengenali dan memahami bakat kreatif siswa yang terpendam. Hal
ini memungkinkan bagi guru untuk dapat merancang kegiatan yang menantang
bagi siswa kreatif (Munandar, 2012, hlm. 57-58).
Karakteristik Tingkat Kemapuan Berpikir Kreatif
Karakteristik dari tingkat kemampuan berpikir kreatif ditunjukkan pada Tabel
dibawah. Tabel tersebut berisi perbedaan kemunculan aspek berpikir kreatif pada tiap
tingkatan.
Tabel karakteristik tingkat kemampuan berpikir kreatif

Tingkatan Karakteristik
Kemampuan
Siswa dapat menyelesaikan masalah dengan lebih dari satu solusi
Tingkat 4 dan dapat mengembangkan cara lain untuk menyelesaikannya.
(Sangat Salah satu solusi memenuhi aspek originality (kebaruan). Beberapa
Kreatif) masalah yang dibangun memenuhi aspek originality, flexibility,
dan fluency.
Siswa dapat menyelesaikan masalah dengan lebih dari satu solusi,
tetapi tidak bisa mengembangkan cara lain untuk
Tingkat 3 menyelesaikannya. Satu solusi memenuhi aspek originality. Pada
(Kreatif) tingkat ini juga siswa dapat mengembangkan cara lain untuk
memecahkan permasalahan (flexibility), namun tidak memiliki
cara yang berbeda dari yang lain (originality)
Siswa dapat memecahkan permasalahan dengan satu solusi yang
sifatnya berbeda dari yang lain (originality) namun tidak
Tingkat 2
memenuhi aspek fluency dan flexibility atau siswa dapat
(Cukup
menyelesaikan permasalahan dengan mengembangkan solusinya
Kreatif)
(flexibility) namun bukan hal yang baru dan bukan pula jawaban
lancar.
Tingkat 1 Siswa dapat menyelesaikan permasalahan dengan lebih dari satu
(Kurang solusi (fluency) tetapi tidak dapat mengembangkan solusinya dan
Kreatif) tidak memenuhi aspek kebaruan.

Tingkat 0 Siswa tidak dapat menyelesaikan permasalahan dengan lebih dari


(Tidak satu solusi dan tidak dapat mengembangkan cara lain untuk
Kreatif) menyelesaikannya. Dia juga tidak bisa menimbulkan solusi baru.

Proses Berpikir Kreatif


Siswono & Kurniawati dalam Iswanti (2016:633) menyatakan bahwa berpikir
merupakan proses yang dinamis yang dapat dilukiskan menurut proses atau jalannya.
Rusyna (2014:118) menjelaskan bahwa teori proses kreatif terdiri dari empat tahap
yaitu: (1) kejenuhan (saturation), (2) inkubasi (incubation), (3) inspirasi (inspiration),
dan (4) verifikasi (verification).

saturation incubation inspiration verification

Gambar Tahapan dalam proses kreatif


Menurut De Porter dan Mike Hernacki dalam Uno (2014:164) ada lima proses
kreatif yang diungkapkannya, yaitu:
1. Persiapan, mendefinisikan masalah, tujuan atau tantangan.
2. Inkubasi, mencerna fakta-fakta dan mengolahnya dalam pikiran.
3. Iluminasi, mendesak ke permukaan, gagasan-gagasan bermunculan.
4. Verifikasi, memastikan bahwa solusi itu benar-benar memecahkan masalah.
5. Aplikasi, mengambil langkah-langkah untuk menindaklanjuti solusi tersebut.
Tabel Unsur-unsur berpikir kreatif
Pengertian Perilaku Peserta Didik
Berpikir Lancar  Mengajukan banyak pertanyaan
 Mencetuskan banyak gagasan,  Menjawab dengan sejumlah jawaban jika ada
jawaban, penyelesaian atau pertanyaan
jawaban  Mempunyai banyak gagasan mengenai suatu masalah
 Selalu memikirkan lebih dari satu  Lancar dalam menggunakan gagasan-gagasannya
jawaban  Bekerja lebih cepat dan melakukan lebih banyak dari
pada peserta didik lain
 Dengan cepat melihat kesalahan dan kelemahan dari
suatu objek atau situasi
Berpikir Luwes  Memberikan aneka ragam penggunaan yang tak lazim
 Menghasilkan gagasan, jawaban terhadap suatu objek
atau pertanyaan yang bervariasi  Memberikan macam-macam penafsiran terhadap suatu
 Dapat melihat suatu masalah dari gambar, cerita atau masalah
sudut pandang yang berbeda-beda  Menerapkan suatu konsep atau asas dengan cara yang
 Mancari banyak alternatif atau berbeda-beda
arah yang berbeda-beda  Memberikan pertimbangan atau mendiskusikan sesuatu
 Mampu mengubah cara selalu memiliki posisi yang berbeda atau bertentangan
pendekatan atau pemikiran dengan mayoritas kelompok
 Jika diberi suatu masalah biasanya memikirkan macam-
macam cara yang berbeda-beda untuk
menyelesaikannya
 Menggolongkan hal-hal yang menurut pembagian atau
kategori yang berbeda-beda
 Mampu mengubah arah berpikir secara spontan
Berpikir Orisinal  Memikirkan masalah-masalah atau hal yang tak pernah
 Mampu melahirkan ungkapan terpikirkan orang lain
yang baru dan unik  Mempertanyakan cara-cara lama dan berusaha
 Memikirkan cara-cara yang tak memikirkan cara-cara baru
lazim untuk mengungkapkan diri  Memilih a-simetri dalam membuat gambar atau desain
 Mampu membuat kombinasi-  Mencari pendekatan baru dari stereotype
kombinasi yang tak lazim dari  Setelah mendengar atau membaca gagasan, bekerja
bagian-bagian atau unsur-unsur untuk mendapatkaan penyelesaian yang baru
Mursidik (2015:27)

Munandar (2012:192) berpendapat untuk mengetahui tingkat kekreatifan


seseorang, perlu adanya penilaian terhadap kemampuan berpikir kreatif. Di bawah ini
merupakan penilaian dan perilaku peserta didik yang diharapkan.
Tabel Indikator berpikir kreatif
Indikator Perilaku
1. Berpikir lancar a. Menghasilkan banyak gagasan/jawaban yang relevan
(Fluency) b. Arus pemikiran lancer
2. Berpikir luwes a. Menghasilkan gagasan-gagasan yang beragam
(flexibility) b. Mampu mengubah cara atau pendekatan
c. Arah pemikiran yang berbeda
3. Berpikir orisinil a. Meberikan jawaban yang tidak lazim
(Originality) b. Memberkan jawaban yang lain dari pada yang lain
c. Memberikan jawaban yang jarang diberikan kebanyakan orang
4. Berpikir terperinci a. Mengembangkan, menambah, memperkaya suatu gagasan
(elaboration) b. Memperinci detail-detail
c. Memperluas suatu gagasan

Kisi-kisi format lembar observasi


Aspek Berpikir
No Kegiatan Siswa Kreatif
Mengemukakan pendapat mengenai perbedaan baterai
1 Fluency
sekali pakai dengan baterai isi ulang
Mengemukakan pendapat mengenai cara kerja aki
2 Fluency
sehingga dapat menggerakkan mesin pada mobil
Menjawab pertanyaan mengenai hubungan sel volta
3 dengan baterai Flexibility
Memberikan jawaban mengenai cara menyalakan sebuah

4 lampu dengan elektroda Ag dalam AgNO3 dan elektroda Flexibility


Mg dalam Mg(NO3)2
Mengemukakan pendapat mengenai contoh sel volta
5 dalam kehidupan Originality
Mengemukakan pendapat mengenai cara untuk
6 Fluency
mendapatkan tembaga murni dengan proses pemurnian
Mengemukakan pendapat mengenai cara untuk

7 mendapatkan uang berlapis perak dari uang yang berbahan Fluency


dasar tembaga dengan proses penyepuhan
Memberikan jawaban mengenai hubungan antara

8 pemurnian tembaga, pelapisan perak pada tembaga, dan Flexibility


sel elektrolisis
Menemukan cara untuk mendapatkan larutan KOH dan
padatan I2 dengan cara elektrolisis, jika disediakan zat
9 elektrolit berupa KI serta elektroda C pada katoda dan Flexibility

anoda

Mengemukakan pendapat mengenai contoh sel elektrolisis


10 dalam kehidupan Originality

Mengemukakan pendapat mengenai perbedaan sel volta


11 Fluency
dan sel elektrolisis
Siswa memberikan jawaban proses galvanisasi dalam
12 Flexibility
pencegahan karat
Siswa menjawab cara lain untuk mencegah korosi (selain

13 cara yang telah disebutkan dalam video: pengecatan, Fluency


melumuri dengan oli, dan galvanisasi)
Siswa mengajukan pendapat mengenai cara mengatasi
14 perkaratan pada paku Originality

Siswa menjawab pertanyaan mengenai pengaruh posisi


15 Fluency
logam dalam volta dan E0 standar terhadap perkaratan
LEMBAR OBSERVASI KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF
SISWA
Nama Siswa :
Petunjuk Penilaian : 1. Berilah tanda ceklis pada skor angka sesuai
pengamatan Anda
2. Untuk menentukan skor kegiatan siswa,
dapat dilihat pada rubrik keterlaksanaan
kemampuan berpikir kreatif
Aspek Skor
No Kegiatan Siswa Berpikir 4 3 2 1 0
Kreatif
Mengemukakan pendapat mengenai perbedaan
1 baterai sekali pakai dengan baterai isi ulang Fluency
2 Mengemukakan pendapat mengenai cara kerja
aki sehingga dapat menggerakkan mesin pada Fluency
mobil
3 Menjawab pertanyaan mengenai hubungan sel
Flexibility
volta dengan baterai
Memberikan jawaban mengenai cara
4 menyalakan sebuah lampu dengan elektroda Ag
dalam AgNO3 dan elektroda Mg dalam Flexibility
Mg(NO3)2
Mengemukakan pendapat mengenai contoh sel
5 Originality
volta dalam kehidupan
Mengemukakan pendapat mengenai cara untuk
6 mendapatkan tembaga murni dengan proses Fluency
Pemurnian
Mengemukakan pendapat mengenai cara untuk
mendapatkan uang berlapis perak dari uang
7 Fluency
yang berbahan dasar tembaga dengan proses
penyepuhan
Memberikan jawaban mengenai hubungan
8 antara pemurnian tembaga, pelapisan perak Flexibility
pada tembaga, dan sel elektrolisis
Menemukan cara untuk mendapatkan larutan
KOH dan padatan I2 dengan cara elektrolisis,
9 Flexibility
jika disediakan zat elektrolit berupa KI serta
elektroda C pada katoda dan anoda
Mengemukakan pendapat mengenai contoh sel
10 Originality
elektrolisis dalam kehidupan
Mengemukakan pendapat mengenai perbedaan
11 Fluency
sel volta dan sel elektrolisis
Siswa memberikan jawaban proses galvanisasi
12 dalam pencegahan karat Flexibility

Siswa menjawab cara lain untuk mencegah


korosi (selain cara yang telah disebutkan dalam
13 Fluency
video: pengecatan, melumuri dengan oli, dan
galvanisasi)
Siswa mengajukan pendapat mengenai cara
14 mengatasi perkaratan pada paku Originality
Siswa menjawab pertanyaan mengenai
15 pengaruh posisi logam dalam volta dan E0 Fluency
standar terhadap perkaratan

Pelajaran yang diperoleh dari hasil pengamatan/observasi :


.……………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………
…………………………….………………………………

Nama Observer :……………………


Jambi, Maret 2019
Observer

(………………………)
NIM
Rubrik penilaian lembar observasi

Kemampuan
Berpikir Kreatif Sub Definisi Aspek
No Kegiatan Siswa Skor
Kemampuan Berpikir
Siswa
Kreatif
1 Fluency Dalam waktu yang singkat Mengemukakan pendapat 4 : menjawab lebih dari satu perbedaan baterai sekali pakai
dapat menghasilkan gagasan mengenai perbedaan baterai dan baterai isi ulang dalam waktu kurang dari 5 menit
atau ide tertentu dalam jumlah sekali pakai dan baterai isi ulang dengan tepat
yang banyak - jika arus listrik yang terdapat pada baterai sekali
pakai habis maka baterai tidak bisa digunakan
kembali sementara baterai isi ulang dapat digunakan
kembali dengan menchargernya
- reaksi yang terjadi pada baterai isi ulang adalah reaksi
reversible sementara reaksi yang terjadi pada baterai
sekali pakai adalah reaksi irreversible
- baterai sekali pakai disebut sel primer sementara
baterai yang dapat diisi ulang disebut sel sekunder
- pada baterai isi ulang, elektron bergerak dari anoda ke
katoda saat digunakan dan kembali ke anoda saat
proses charging.
Sementara pada baterai sekali pakai, elektron
bergerak dari anoda dan berhenti di katoda
- baterai isi ulang dapat digunakan dalam jangka waktu
panjang sementara baterai sekali pakai digunakan
dalam jangka waktu pendek
3: menjawab lebih dari satu perbedaan baterai sekali pakai
dan baterai isi ulang dalam waktu kurang dari 5 menit
namun salah satu jawaban tidak tepat atau menjawab lebih
dari satu poin dalam waktu kurang dari 5 menit namun
jawaban tidak lengkap
2 : menjawab lebih dari satu perbedaan baterai sekali pakai
dan baterai isi ulang dalam waktu kurang dari 5 menit
namun tidak ada jawaban yang tepat atau menjawab satu
perbedaan baterai sekali pakai dan baterai isi ulang dalam
kurang dari 5 menit dengan tepat
1 : menjawab satu perbedaan baterai sekali pakai dan baterai
isi ulang dalam waktu kurang dari 5 menit namun
jawaban tidak tepat
0 : tidak menjawab
2 Fluency Dalam waktu yang singkat Mengemukakan pendapat 4 : menjawab lebih dari satu gagasan tentang cara kerja aki
dapat menghasilkan gagasan mengenai cara kerja aki dalam waktu kurang dari 5 menit dengan tepat
atau ide tertentu dalam jumlah sehingga dapat menggerakkan - Di dalam aki terdapat larutan kimia (H2SO4)
yang banyak mesin pada mobil yang dapat menggerakkan mesin mobil,
- Terdapat lempeng Pb sebagai anoda dan lempeng Pb
yang dilapisis PbO sebagai katoda
- Anoda Pb melepaskan elektron ke katoda Pb yang
dilapisi PbO. Pergerakan elektron ini yang
menghasilkan arus listrik sehingga menyebabkan
mobil bergerak
3 : menjawab lebih dari satu gagasan tentang cara kerja aki
dalam waktu kurang dari 5 menit namun salah satu
jawaban tidak tepat atau menjawab lebih dari satu poin
dalam waktu kurang dari 5 menit namun jawaban tidak
lengkap
2 : menjawab lebih dari satu gagasan tentang cara kerja aki
dalam waktu kurang dari 5 menit namun tidak ada
jaaban tepat atau menjawab satu gagasan tentang cara
kerja aki dalam waktu kurang dari 5 menit dengan tepat
1: menjawab satu gagasan tentang cara kerja aki dalam waktu
kurang dari 5 menit namun jawaban tidak tepat
0 : tidak menjawab
3 Flexibility Kemampuan menghasilkan Menjawab pertanyaan mengenai 4 : menjawab pertanyaan dengan lengkap dan tepat
gagasan, jawaban, atau hubungan sel volta dengan - Dalam reaksi sel volta dan baterai, elektron
pernyataan yang bervariasi. baterai mengalir dari anoda ke katoda atau
Dapat melihat suatu masalah
dari sudut pandang yang - Pada baterai anoda merupakan kutub negatif dan
berbeda mengalami oksidasisedangkan katoda merupakan
kutub positif dan mengalami reduksi sama halnya
seperti pada sel volta
3 : menjawab dengan tepat namun tidak lengkap
2 : memberikan jawaban selain yang terdapat pada poin dan
jawaban tepat
1 : jawaban tidak tepat
0 : tidak memberikan jawaban
4 Flexibility Kemampuan menghasilkan Memberikan jawaban mengenai 4 : dapat membuat reaksi sel volta dengan tepat dan lengkap
gagasan, jawaban, atau cara menyalakan sebuah lampu dalam waktu kurang dari 5 menit
pernyataan yang bervariasi. dengan elektroda Ag dalam A (-) : Mg Mg2+ + 2e- E0 = 2,37 K (+) : 2Ag+
Dapat melihat suatu masalah - 0 0
AgNO3 dan elektroda Mg dalam + 2e 2Ag E = 0,80 E sel = 3,17 V
dari sudut pandang yang
berbeda Mg(NO3)2 Karena potensial sel bernilai positif, reaksi berlangsung
spontan dan menghasilkan arus sehingga lampu dapat
menyala
3 : dapat membuat reaksi sel volta dengan tepat namun
kurang lengkap
2 : dapat membuktikan dengan reaksi spontanberdasarkan
deret volta (Mg|Mg2+|| Ag+|Ag) atau memposisikan Mg
sebagai anoda (oksidasi) dan Ag sebagai katoda (reduksi)
1 : jawaban tidak tepat
0 : tidak membuat reaksi
5 Originality Memberikan gagasan yang Mengemukakan pendapat 4 : mengemukakan gagasan yang jarang dikemukakan oleh
langka, kemampuan untuk mengenai contoh sel volta kebanyakan siswa tetapi sesuai dengan prinsip sel volta
melihat hubungan- hubungan dalam kehidupan (contoh: mobil listrik atau sel surya)
baru atau kombinasi baru antar
3 : mengemukakan gagasan yang umum dengan tepat
bermacam-macam unsur atau
bagian (jawaban dikemukakan oleh banyak siswa) namun tidak
terpaku pada buku teks
2 : mengemukakan jawaban tentang prinsip sel elektrolisis
yang terpaku pada buku teks (contoh: aki, baterai, sel
merkuri oksida-Zn, dan bahan bakar fuel cell/sel bahan
bakar)
1 : jawaban tidak tepat
0 : tidak mengemukakan gagasan
6 Fluency Dalam waktu yang singkat Mengemukakan pendapat 4 : menjawab lebih dari satu gagasan untuk mendapatkan
dapat menghasilkan gagasan mengenai cara untuk tembaga murni dengan prosespemurnian kurang dari 5
atau ide tertentu dalam jumlah mendapatkan tembaga murni menit dan jawaban tepat
yang banyak
dengan proses pemurnian - Pemurnian tembaga dilakukan dengan
menggunakan larutan CuSO4
- Menempatkan Cu tidak murni sebagai anoda dan
Cu murni sebagai katoda
- Cu tidak murni ditempatkan pada kutub (+) dan Cu
murni ditempatkan pada kutub (-)
- Ion Cu2+ dari larutan bereaksi dengan elektron di
katoda membentuk Cu
3: menjawab lebih dari satu gagasan untuk mendapatkan
tembaga murni dengan proses pemurnian dalam waktu
kurang dari 5 menit namun salah satu jawaban tidak
tepat atau menjawab lebih dari satu poin dalam waktu
kurang dari 5 menit namun jawaban tidak lengkap
2 : menjawab lebih dari satu gagasan untuk mendapatkan
tembaga murni dengan prosespemurnian dalam waktu
kurang dari 5 menit namun tidak ada jawaban yang tepat
atau menjawab satu gagasan untuk mendapatkan
tembaga murni dengan proses pemurnian dalam kurang
dari 5 menit dengan tepat
1 : menjawab satu gagasan untuk mendapatkan tembaga
murni dengan proses pemurnian dalam waktu kurang dari
5 menit namun jawaban tidak tepat
0 : tidak menjawab
7 Fluency Dalam waktu yang singkat Mengemukakan pendapat 4 : menjawab lebih dari satu gagasan untuk mendapatkan
dapat menghasilkan gagasan mengenai cara untuk uang berlapis perak dari uang yang berbahan dasar
atau ide tertentu dalam jumlah mendapatkan uang berlapis tembaga dalam waktu kurang dari 5 menit dengan tepat
yang banyak
perak dari uang yang berbahan - Pelapisan perak pada tembaga
dasar tembaga dengan proses menggunakan larutan AgNO3
penyepuhan - Menempatkan Ag pada kutub (+) dan Cu pada
kutub (-)
- Menempatkan Ag sebagai anoda dan Cu sebagai
katoda
- Ion Ag+ dari larutan AgNO3 akan bereaksi
dengan elektron dan melapisi Cu pada katoda
3: menjawab lebih dari satu gagasan untuk mendapatkan
uang berlapis perak dari uang yang berbahan dasar
tembaga dalam waktu kurang dari 5 menit namun salah
satu jawaban tidak tepat atau
menjawab lebih dari satu poin dalam waktu kurang dari 5
menit namun jawaban tidak lengkap
2 : menjawab lebih dari satu gagasan untuk mendapatkan
uang berlapis perak dari uang yang berbahan dasar
tembaga dalam waktu kurang dari 5 menit namun tidak
ada jawaban yang tepat atau
menjawab satu gagasan untuk mendapatkan uang berlapis
perak dari uang yang berbahan dasar tembaga dalam
kurang dari 5 menit dengan tepat
1 : menjawab satu gagasan untuk mendapatkan uang
berlapis perak dari uang yang berbahan dasar tembaga
dalam waktu kurang dari 5 menit namun jawaban tidak
tepat
0 : tidak menjawab
8 Flexibility Kemampuan menghasilkan Mengemukakan pendapat 4 : menjelaskan dengan lengkap dan tepat mengenai
gagasan, jawaban, atau mengenai hubungan pemurnian hubungan antara pemurnian tembaga dan pelapisan
pernyataan yang bervariasi.
Dapat melihat suatu masalah tembaga, pelapisan perak oleh logam dengan sel elektrolisis
dari sudut pandang yang tembaga, dan prinsip sel - Sama-sama membutuhkan sumber arus listrik atau
berbeda elektrolisis - prinsip sama dengan sel elektrolisis karena kutub
positif bertindak sebagai anoda dan kutub negatif
bertindak sebagai katoda
- ion positif dari larutan/zat elektrolit bereaksi di
katoda
3 : menjawab dengan tepat namun tidak lengkap
2 : memberikan jawaban selain yang terdapat pada poin dan
jawaban tepat
1 : jawaban tidak tepat
0 : tidak memberikan jawaban
9 Flexibility Kemampuan menghasilkan Menemukan cara untuk 4 : menuliskan reaksi sel elektrolisis dalam waktu kurang
gagasan, jawaban, atau mendapatkan larutan KOH dan dari 5 menit dengan reaksi sebagai berikut:
pernyataan yang bervariasi. padatan I2 dengan cara KI(aq) K+ + I-
Dapat melihat suatu masalah
elektrolisis, jika disediakan zat K (-) : 2H2O + 2e- 2OH- + H2 A (+): 2I-
dari sudut pandang yang
elektrolit berupa KI serta I2 + 2e-
berbeda
elektroda C pada katoda dan Reaksi sel: 2KI + 2H2O 2K+ + 2OH- + H2
anoda + I2 atau
2KI + 2H2O 2KOH-+ H2 + I2
3 : dapat membuat reaksi sel elektrolisis dengan tepat
namun kurang lengkap
2 : dapat membuat reaksi yang lengkap namun kurang tepat
1 : jawaban tidak tepat
0 : tidak membuat reaksi
10 Originality Memberikan gagasan yang Mengemukakan pendapat 4 : mengemukakan gagasan yang jarang dikemukakan oleh
langka, kemampuan untuk mengenai contoh sel elektrolisis kebanyakan siswa tetapi masuk dalam konteks contoh sel
melihat hubungan- hubungan dalam kehidupan elektrolisis dalam kehidupan (contoh: elektrolisis air laut
baru atau
kombinasi baru antar untuk menghasilkan klorin dan NaOH, menghilangkan
bermacam-macam unsur atau karat dengan proseselektrolisis)
bagian
3 : mengemukakan gagasan yang umum dengan tepat
(jawaban dikemukakan oleh banyak siswa) namun tidak
terpaku pada buku teks (contoh: proses Hall Heroult)
2 : mengemukakan jawaban tentang prinsip sel elektrolisis
yang terpaku pada buku teks
1 : jawaban tidak tepat
0 : tidak mengemukakan gagasan
11 Fluency Dalam waktu yang singkat Mengemukakan pendapat 4 : menjawab lebih dari satu perbedaan sel volta dan sel
dapat menghasilkan gagasan mengenai perbedaan sel volta elektrolisis dalam waktu kurang dari 5 menit dengan
atau ide tertentu dalam jumlah dan sel elektrolisis tepat
yang banyak
- pada sel volta terjadi perubahan energi kimia
menjadi energi listrik sementara pada sel
elektrolisis terjadi perubahan energi listrik menjadi
energi kimia
- pada sel volta anoda merupakan kutub negatif dan
katoda merupakan kutub positif sementara pada sel
elektrolisis anoda merupakan kutub positif dan
katoda merupakan kutub negatif
- reaksi pada sel volta merupakan reaksi spontan
sementara reaksi pada sel elektrolisis merupakan
reaksi tidak spontan
- pada sel volta terdapat jembatan garam sementara
pada tidak terdapat sel elektrolisis
3: menjawab lebih dari satu perbedaan sel volta dan sel
elektrolisis dalam waktu kurang dari 5 menit namun
salah satu jawaban tidak tepat atau
menjawab lebih dari satu poin dalam waktu kurang dari 5
menit namun jawaban tidak lengkap
2 : menjawab lebih dari satu perbedaan sel volta dan sel
elektrolisis dalam waktu kurang dari 5 menit namun tidak
ada jawaban yang tepat atau menjawab satu perbedaan sel
volta dan sel elektrolisis dalam waktu kurang dari 5 menit
dengan tepat
1 : menjawab satu perbedaan sel volta dan sel elektrolisis
dalam waktu kurang dari 5 menit namun jawaban tidak
tepat
0 : tidak menjawab
12 Flexibility Kemampuan menghasilkan Siswa memberikan jawaban 4 : menjawab pertanyaan dengan lengkap dan tepat
gagasan, jawaban, atau proses galvanisasi dalam - Pada proses galvanisasi, logam yang lebih mudah
pernyataan yang bervariasi. pencegahan karat teroksidasi misalnya Zn menjadi anoda dan Fe
Dapat melihat suatu masalah
menjadi katoda sehingga Zn yang akan mengalami
dari sudut pandang yang
berbeda perkaratan
3 : menjawab dengan tepat namun tidak lengkap
2 : memberikan jawaban selain yang terdapat pada poin dan
jawaban tepat
1 : jawaban tidak tepat
0 : tidak memberikan jawaban
13 Fluency Dalam waktu yang singkat Siswa menjawab cara lain untuk 4 : menjawab lebih dari satu cara lain untuk mencegah
dapat menghasilkan gagasan mencegah korosi (selain cara korosi dalam waktu kurang dari 5 menit dan jawaban
atau ide tertentu dalam jumlah yang telah tepat
yang banyak disebutkan dalam video:
- Pelapisan dengan timah melalui proses elektrolisis
pengecatan, melumuri dengan
oli, dan galvanisasi) - Pelapisan dengan kromium melalui proses
elektrolisis
- Pengorbanan anoda
- Mengubah kondisi lingkungan
3: menjawab lebih dari satu cara lain untuk mencegah
korosi dalam waktu kurang dari 5 menit namun salah
satu jawaban tidak tepat atau
menjawab lebih dari satu poin dalam waktu kurang dari 5
menit namun jawaban tidak lengkap
2 : menjawab lebih dari satu cara lain untuk mencegah
korosi dalam waktu kurang dari 5 menit namun tidak
ada jawaban yang tepat atau
menjawab satu cara untuk mencegah korosi dalam waktu
kurang dari 5 menit dengan tepat
1 : menjawab satu cara untuk mencegah korosi dalam waktu
kurang dari 5 menit namun jawaban tidak tepat
0 : tidak menjawab
14 Originality Memberikan gagasan yang Siswa mengajukan pendapat 4 : menemukan cara baru untuk
langka, kemampuan untuk mengenai cara mengatasi menghilangkan karat
melihat hubungan- hubungan perkaratan pada paku yang
- menghilangkan karat dengan cara elektrolisis
baru atau kombinasi baru antar ditunjukkan oleh guru
bermacam-macam unsur atau - menghilangkan karat dengan mencampurkan lemon
bagian dengan soda kue dan mengoleskan pada paku
3 : menemukan cara untuk menghilangkan karat dengan
proses
- merendam paku dalam larutan cuka
- merendam paku dalam larutan bersoda
2 : menemukan cara untuk menghilangkan
karat dengan
- menggunakan cairan penghilang karat
- menggunakan amplas/sikat untuk
menghilangkan karat
- mengecat kembali paku
1 : jawaban yang diberikan tidak tepat
0 : tidak menjawab
15 Fluency Dalam waktu yang singkat Siswa menjawab pertanyaan 4 : menjawab lebih dari satu gagasan pengaruh posisi logam
dapat menghasilkan gagasan mengenai pengaruh posisi dalam deret volta terhadap perkaratan dalam waktu kurang
atau ide tertentu dalam jumlah logam dalam deret volta dan E 0 dari 5 menit dan jawaban benar
yang banyak standar terhadap perkaratan
- dalam deret volta logam yang terletak sebelah kiri
memiliki potensial reduksi lebih kecil dari logam di
sebelah kanan sehingga logam sebelah kiri lebih
mudah mengalami karat (E0Zn = -0,76 lebih kecil
dari E0Fe = -0,44)
- potensi reduksi yang lebih kecil pada logam sebelah
kiri membuat logam lebih mudah teroksidasi
sehingga logam mudah berkarat
- dalam deret volta dari kiri ke kanan kereaktifan
logam terhadap asam semakin kecil sehingga logam
sebelah kanan lebih sulit mengalami perkaratan
3: menjawab lebih dari satu gagasan pengaruh posisi
logam dalam deret volta terhadap perkaratan dalam
waktu kurang dari 5 menit namun salah satu
jawaban tidak tepat atau menjawab lebih dari satu
poin dalam waktu kurang dari 5 menit namun
jawaban tidak lengkap
2 : menjawab lebih dari satu gagasan pengaruh posisi logam
dalam deret volta terhadap perkaratan dalam waktu kurang
dari 5 menit namun tidak tepat
1 : menjawab hanya satu gagasan pengaruh posisi logam
dalam deret volta terhadap perkaratan dalam waktu kurang
dari 5 menit dan jawaban tidak tepat
0 : tidak menjawab
Jambi, Maret 2019
Validator

( )