Anda di halaman 1dari 4

TUGAS SISTEM PENGENDALIAN MANAJEMEN

“Studi Kasus Zumwald AG”

NAMA : ZIANA MUTIARA SYARI


NPM : 0116104026
KELAS/PRODI : REG B2 (B)/AKUNTANSI S1

FAKULTAS EKONOMI
PROGRAM STUDI AKUNTANSI
UNIVERSITAS WIDYATAMA
2019
A. Latar Belakang Perusahaan
Zumwald AG, yang berkantor pusat di Cologne, Jerman dengan direktur perusahaan
yang bernama Mr Rolf Fettinger adalah sebuah perusahaan yang memproduksi dan menjual
berbagai sistem pencitraan diagnostik medis, alat uji biomedis dan instrumentasi. Total
pendapatan tahunan lebih dari €3 miliar. Perusahaan memiliki struktur divisional yang sangat
terdesentralisasi. Masing-masing manajer divisi memiliki banyak otonomi dalam pengambilan
keputusan dan mereka diberi kompensasi berdasarkan prestasi masing-masing divisi dari
target yang dianggarkan untuk pengembalian modal yang diinvestasikan (ROIC). Selain itu,
dalam perusahaan Zumwald beberapa divisi memproduksi komponen yang penting untuk
divisi yang lain. Jadi tiga divisi yang terlibat dalam masalah saling bergantung karena kedua
divisi yaitu Heidelberg dan ECD dapat memproduksi komponen untuk produk baru ISD.
Divisi yang terlibat dalam sengketa adalah tiga divisi perusahaan, yaitu : Divisi Sistem
Pencitraan (ISD), Divisi Heidelberg (Heidelberg), dan Divisi Komponen Elektronik (ECD).
 ISD menjual USG kompleks dan sistem pencitraan resonansi magnetik. Sistem ini
mahal, biasanya dijual €500,000-1.000.000.
 Heidelberg menjual monitor resolusi tinggi, pengendali grafis, dan layar subsistem.
Sekitar setengah dari penjualan dibuat untuk pelanggan di luar. ISD adalah salah satu
dari pelanggan dalam utama Heidelberg.
 ECD menjual sirkuit terpadu-aplikasi spesifik dan subperakitan. ECD pada awalnya
didirikan sebagai pemasok tawanan divisi Zumwald lainnya, tetapi dalam sepuluh
tahun terakhir manajernya telah menemukan pasar eksternal untuk beberapa produk
divisi. Karena itu, manajer ECD yang diberi tanggung jawab profit center.
Mengenai biaya komponen yang dipertaruhkan, Display Technologies Plc jauh lebih
kompetitif dibandingkan Heidelberg. Heidelberg tidak mampu menurunkan harga
produknya di bawah biaya tawaran terendah karena akan menghancurkan ROIC. Dengan
cara yang sama, Mr Bauer tidak ingin membeli tampilan dengan tingkat harga di atas
pasar.
B. Analisis Kasus
Harga transfer adalah harga produk atau jasa yang dijual secara internal di dalam
perusahaan antar pusat tanggung jawab. Harga transfer penting karena harga transfer
memberikan informasi yang relevan kepada masing-masing unit usaha untuk menentukan
timbal balik yang optimum antara biaya dan pendapatan perusahaan. Transfer harga juga
membantu pengukuran kinerja manajer dari terjadinya jual beli antar pusat tanggungjawab.
Masalah dalam kasus tersebut adalah ISD yang membeli sistem tampilan dari pemasok
eksternal, bukan pemasok internal. ISD membeli sistem tampilan dari Display Technologies
Plc yang merupakan pemasok eksternal dengan harga yang lebih murah dibandingkan dengan
harga pemasok internal yaitu Heildeberg division dengan harga yang lebih tinggi. Dari hal ini,
timbul masalah, manajer divisi Heildeberg marah kepada manajer divisi ISD karena tidak
membeli atau tidak memasok barang dari divisi Heildeberg. Alasan dari manajer divisi ISD
tidak memasok barang dari divisi Heildeberg karena harga transfer nya lebih mahal
dibandingkan dengan harga transfer dari pemasok eksternal. Oleh karena itu, terjadi
perselisihan antar divisi. Alasan manajer divisi memberikan harga transfer yang lebih mahal
karena jika manajer divisi heildeberg memberikan harga transfer murah maka divisi
heildeberg akan hilang dari pasar. Untuk itu, direktur perusahaan harus mengambil suatu
keputusan untuk penyelesaian masalah antar divisi perusahaan tersebut.

Menurut saya, masalah tersebut muncul disebabkan oleh :


 Kurangnya kerjasama antara divisi untuk membuat keputusan yang menguntungkan
Zumwald. Jadi setiap divisi harus mementingkan keuntungan keseluruhan yang diperoleh
perusahaan Zumwald AG tanpa mementingkan keuntungan antar divisi.
 Kebutuhan untuk menentukan kebijakan harga transfer
 Ketidaksesuaian antara divisi dan harapan masing-masing divisi untuk memaksimalkan
ROIC sendiri.
C. Penyelesaian Masalah
Keputusan dalam suatu perusahaan harus selalu dibuat dengan memikirkan manfaat
yang diperoleh perusahaan secara keseluruhan. Untuk Zumwald, keputusan yang harus
dipentingkan adalah meminimalkan biaya keseluruhan dan memaksimalkan keuntungan.
Menurut saya, penyelesaian untuk kasus tersebut adalah sebaiknya divisi ISD
memasok barang atau membeli sistem tampilan dari pemasok internal yaitu dari divisi
Heildeberg. Karena jika memasok barang dari divisi heildeberg, keuntungan akan diperoleh
tidak hanya untuk divisi-divisi perusahaan tetapi keuntungan akan diperoleh untuk perusahaan
Zumwald AG secara keseluruhan. Jika dihitung-dihitung, perusahaan akan lebih untung jika
memasok barang dari pemasok internal atau dari divisi heildeberg karena dengan membeli
sistem tampilan dari Heidelberg division akan memberikan kontribusi yang baik untuk divisi
Heidelberg dan juga untuk divisi ECD.
Keuntungan yang diperoleh perusahaan Zumwald secara keseluruhan akan lebih
menguntungkan jika membeli dari divisi Heidelberg. Biaya variabel untuk Heidelberg
€50.000. (Biaya tetap tidak relevan jika digunakan untuk keputusan tingkat perusahaan). Jadi
divisi Heidelberg mendapatkan kontribusi €90,000 (€140.000 - €50.000). Selain itu divisi
ECD juga mendapatkan kontribusi sebesar €12.600 dari (€21.600 - €9000 (€9000 didapat dari
setengah €18.000)). Keuntungan yang diperoleh perusahaan Zumwald AG dari total
kontribusi divisi adalah €102.600.
Zumwald juga perlu mempertimbangkan hubungan baik dengan Borgadus NV yang
merupakan pemasok terbesar sebelum menerima tawaran lain. Misalnya, jika ada penawaran
strategis atau lebih menguntungkan bagi perusahaan Zumwald jika memasok dari Borgadus
NV, maka mereka dapat mempertimbangkan menerima.kesepakatan dengan Bogardus dalam
rangka untuk meningkatkan hubungan kepada pemasok agar dapat terjalin hubungan yang erat
dengan pemasok besar seperti Bogardus NV namun jika memang menghasilkan keuntungan
bagi perusahaan Zumwald AG.
Komunikasi antar divisi juga harus terjalin dengan baik agar antar divisi tidak terjadi
pertikaian atau salah paham antar divisi. Antar divisi harus mengutamakan keuntungan yang
diperoleh perusahaan secara keseluruhan bukannya mementingkan keuntungan antar divisi
tersebut.