Anda di halaman 1dari 73

KOTA DUMAI

B E R I TA D A E R A H
K O TA D U M A I
Nomor : 16 Tahun 2008 Seri : D Nomor 15

PERATURAN WALIKOTA DUMAI


NOMOR 16 TAHUN 2008

TENTANG

TUGAS, FUNGSI DAN URAIAN TUGAS SEKRETARIAT DAERAH KOTA


DUMAI

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

WALIKOTA DUMAI,

Menimbang : a. bahwa sesuai dengan ketentuan Pasal 2, Peraturan


Daerah Kota Dumai Nomor 14 Tahun 2008 tentang
Organisasi dan Tata Kerja Sekretariat Daerah dan
Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota
Dumai, telah dibentuk Sekretariat Daerah, Staf Ahli
dan Sekretariat DPRD Kota Dumai;
b. bahwa sebagai tindak lanjut ketentuan Peraturan
Daerah dimaksud dan dalam rangka meningkatkan
kinerja, akuntabilitasis serta kejelasan arah dan tujuan
dalam menyusun kebijakan dan mengkoordinasikan
Dinas Daerah dan Lembaga Teknis Daerah serta
mendukung pelaksanaan tugas pemerintah daerah
perlu disusun rincian tugas, fungsi dan tata kerja
Sekretariat Daerah dan Sekretariat DPRD;
c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana
dimaksud dalam huruf a dan b, perlu menetapkan
rincian tugas, fungsi dan tata kerja Sekretariat Daerah
dan Sekretariat DPRD dengan Peraturan Walikota.

156
MEMUTUSKAN :

Menetapkan : PERATURAN WALIKOTA DUMAI TENTANG TUGAS,


FUNGSI DAN URAIAN TUGAS SEKRETARIAT
DAERAH KOTA DUMAI.

BAB I
KETENTUAN UMUM

Pasal 1

Dalam Peraturan ini yang dimaksud dengan :


1. Kota adalah Kota Dumai;
2. Pemerintahan Daerah adalah penyelenggaraan urusan
pemerintahan oleh pemerintah daerah dan DPRD
menurut asas otonomi dan tugas pembantuan dengan
prinsip otonomi seluas–luasnya dalam sistem dan
prinsip Negara Kesatuan Republik Indonesia
sebagaimana dimaksud dalam Undang–Undang Dasar
Negara Republik Indonesia Tahun 1945;
3. Pemerintah Daerah adalah Walikota dan Perangkat
Daerah sebagai unsur penyelenggara pemerintahan
daerah;
4. Kota adalah Kota Dumai;
5. Walikota adalah Walikota Dumai;
6. Otonomi Daerah adalah hak, wewenang dan kewajiban
daerah otonom untuk mengatur dan mengurus sendiri
urusan pemerintahan dan kepentingan masyarakat
setempat sesuai dengan peraturan perundang –
undangan;
7. Daerah Otonom yang selanjutnya disebut Daerah,
adalah kesatuan masyarakat hukum yang mempunyai
batas–batas wilayah yang berwenang mengatur dan
mengurus urusan pemerintahan dan kepentingan
masyarakat setempat menurut prakarsa sendiri
berdasarkan aspirasi masyarakat dalam sistem Negara
Kesatuan Republik Indonesia;

158
8. Desentralisasi adalah penyerahan wewenang
pemerintahan oleh pemerintah kepada daerah otonomi
untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahan
dalam sistem Negara Kesatuan Republik Indonesia;
9. Sekretariat Daerah selanjutnya disebut Setda, adalah
Unsur Staf Pemerintah Daerah;
10. Sekretaris Daerah adalah Sekretaris Daerah Kota
Dumai;
11. Asisten Sekretaris Daerah adalah Asisten Sekretaris
Daerah Kota Dumai.
12. Dinas Daerah adalah unsur pelaksana otonomi daerah;
13. Lembaga Teknis Daerah adalah unsur pendukung
tugas kepala daerah;
14. Staf Ahli adalah Pejabat Struktural Eselon IIb yang
dikoordinasikan oleh Sekretaris Daerah yang
mempunyai tugas memberikan telaahan sesuai dengan
bidang tugasnya;
15. Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil yang
selanjutnya disebut Jabatan Fungsional adalah
kedudukan yang menunjukan tugas, tanggungjawab,
wewenang dan hak seorang Pegawai Negeri Sipil
dalam suatu satuan organisasi yang dalam
pelaksanaan tugasnya didasarkan pada keahlian dan
atau keterampilan tertentu secara mandiri.

BAB II
SEKRETARIS DAERAH
Pasal 2

Sekretaris Daerah mempunyai tugas membantu Walikota


dalam menyusun kebijakan dan mengkoordinasikan Dinas
Daerah dan Lembaga Teknis Daerah melalui penyusunan
kebijakan pemerintahan daerah, pengkoordinasian
pelaksanaan tugas Dinas Daerah dan Lembaga Teknis
Daerah, pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan
pemerintahan daerah, pembinaan administrasi dan
aparatur pemerintahan daerah dan pelaksanaan tugas lain
yang diberikan oleh Walikota sesuai dengan tugas dan
fungsinya;

159
Pasal 3

Untuk melaksanakan tugas sebagaimana tersebut pada


Pasal 2, Sekretaris Daerah mempunyai fungsi :
a. Penyusunan rumusan kebijakan pemerintah Kota;
b. Pengkoordinasian pelaksanaan tugas dinas daerah dan
lembaga teknis daerah;
c. Pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan
pemerintahan daerah;
d. Pembinaan administrasi dan aparatur pemerintahan
daerah;
e. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Walikota
sesuai dengan tugas dan fungsinya.
f. Pengelolaan sumber daya aparatur, keuangan,
organisasi dan tata laksana dan pertanahan.
g. Penyiapan penyusunan rencana/program dan menilai
pelaksanaan rencana/program berdasarkan
kebijaksanaan yang ditetapkan dan peraturan
perundang-undangan yang berlaku.
h. Pengkoordinasian perumusan produk hukum daerah
dan pembinaan hukum yang menyangkut tugas-tugas
pemerintahan.
i. Pembinaan dan pelaksanaan hubungan masyarakat
dan hubungan antar lembaga.
j. Pelaksanaan tugas-tugas lain yang diberikan oleh
Walikota dan atau Wakil Walikota sesuai dengan tugas
dan fungsinya.

Pasal 4

Susunan Organisasi Sekretariat Daerah yang dimaksud


dalam Peraturan ini, terdiri dari :
a. Asisten, terdiri dari :
1) Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan
Rakyat.
2) Asisten Perekonomian dan Pembangunan.
3) Asisten Administrasi Umum.

160
b. Bagian, terdiri dari :
1) Bagian Adminsitrasi Pemerintahan Umum.
2) Bagian Administrasi Kesejahteraan Rakyat.
3) Bagian Administrasi Pertanahan.
4) Bagian Hubungan Masyarakat Dan Infokom.
5) Bagian Administrasi Perekonomian.
6) Bagian Administrasi Pembangunan.
7) Bagian Administrasi Sumber Daya Alam.
8) Bagian Hukum dan HAM.
9) Bagian Organisasi.
10) Bagian Keuangan.
11) Bagian Umum.
12) Kelompok Jabatan Fungsional.

BAB III
ASISTEN PEMERINTAHAN DAN KESEJAHTERAAN RAKYAT

Pasal 5

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat yang


disebut juga Asisten I mempunyai tugas, membina,
mengendalikan dan mempertanggungjawabkan
pelaksanaan sebagian tugas Sekretaris Daerah dibidang
penetapan penyusunan rumusan kebijakan dan
pengkoordinasian Dinas Daerah dan Lembaga Teknis
Daerah dibidang pelayanan administrasi pemerintahan
umum, administrasi kesejahteraan rakyat, administrasi
pertanahan dan hubungan masyarakat serta informasi
komunikasi.

Pasal 6

Untuk melaksanakan tugas sebagaimana tersebut pada


Pasal 5, Asisten I mempunyai fungsi :
a. Penetapan rumusan kebijakan pelayanan administrasi
pemerintahan umum, administrasi Kesejahteraan
rakyat, adminsitrasi pertanahan dan hubungan
masyarakat dan infokom;

161
b. Perumusan penetapan kebijakan petunjuk teknis,
tujuan, sasaran dan monitoring penyelenggaraan
administratif pemerintahan daerah dibidang pelayanan
administrasi pemerintahan umum, administrasi
Kesejahteraan rakyat, adminsitrasi pertanahan dan
hubungan masyarakat dan infokom;
c. Penyelenggaraan pembinaan administratif
pemerintahan daerah dibidang pelayanan administrasi
pemerintahan umum, administrasi Kesejahteraan
rakyat, adminsitrasi pertanahan dan hubungan
masyarakat dan infokom;
d. Pengkoordinasian tugas Bagian - Bagian dilingkungan
Asisten Pemerintahan;
e. Perumusan penetapan kebijakan evaluasi dan
pelaporan dibidang pelayanan administrasi
pemerintahan umum, administrasi Kesejahteraan
rakyat, adminsitrasi pertanahan dan hubungan
masyarakat dan infokom;
f. Pelaksanaan tugas kedinasan lain sesuai dengan
bidang tugas dan fungsinya;
g. Penetapan rumusan koordinasi penyelenggaraan
pemerintahan daerah dengan Perangkat Daerah,
DPRD, Pemerintah, Pemerintah Provinsi dan instansi
lainnya dibidang pelayanan administrasi pemerintahan
umum, administrasi Kesejahteraan rakyat, adminsitrasi
pertanahan dan hubungan masyarakat dan infokom;
h. Penyiapan tugas-tugas lain yang diberikan sesuai
dengan lingkup tugasnya.

Pasal 7

Asisten I, terdiri dari :


a. Bagian Administrasi Pemerintahan Umum.
b. Bagian Administrasi Kesejahteraan Rakyat.
c. Bagian Administrasi Pertanahan.
d. Bagian Hubungan Masyarakat Dan Infokom.

162
Bagian Pertama
Bagian Administrasi Pemerintahan Umum.

Paragraf 1
Tugas dan Fungsi

Pasal 8

Bagian Administrasi Pemerintahan Umum mempunyai tugas


melaksanakan sebagian tugas Asisten Pemerintahan dalam
merencanakan teknis operasional, merumuskan kebijakan
dan koordinasi teknis administratif penyusunan rumusan
kebijakan dan pengkoordinasian Dinas Daerah dan
Lembaga Teknis Daerah melalui fasilitasi dan pembinaan
Perangkat Daerah, pelayanan dan pengembangan
pemerintahan, kerjasama, tugas pembantuan,
pengawasan, pembinaan kelembagaan dan perangkat
kecamatan/kelurahan serta pelaksanaan pembinaan dan
bimbingan bidang kesatuan bangsa dan pemberdayaan
politik.

Pasal 9

Untuk melaksanakan tugas sebagaimana tersebut pada


Pasal 8, Bagian Pemerintahan mempunyai fungsi :
a. Penetapan rumusan kebijakan perencanaan teknis
operasional fasilitasi dan pembinaan Perangkat
Daerah;
b. Pelaksanaan rumusan kebijakan koordinasi teknis
fasilitasi dan pembinaan Perangkat Daerah, pelayanan
dan pengembangan kerjasama, tugas pembantuan,
pengawasan;
c. Pengkoordinasian dalam pelaksanaan fasilitasi dan
pembinaan Perangkat Daerah;
d. Pengkoordinasian rumusan penyusunan kebijakan
penyelenggaraan fasilitasi dan pembinaan Perangkat
Daerah, pelayanan dan pengembangan;

163
e. Penyelenggaraan pembinaan administratif fasilitasi dan
pembinaan Perangkat Daerah, pelayanan dan
pengembangan kerjasama;
f. Penetapan rumusan kebijakan analisa, monitoring,
evaluasi dan pelaporan penyelenggaraan fasilitasi dan
pembinaan Perangkat Daerah;
g. Penetapan pelaksanaan koordinasi teknis dengan
Perangkat Daerah, DPRD, Pemerintah, Pemerintah
Provinsi dan instansi lainnya di bidang fasilitasi dan
pembinaan Perangkat Daerah, pelayanan dan
pengembangan kerjasama;
h. Penyiapan bahan pembinaan tata pemerintahan
daerah, hubungan koordinasi dan kerjasama antar
pimpinan daerah oleh Walikota dalam
penyelenggaraan pemerintahan dan penyusunan
rencana dan petunjuk teknis pembinaan prasarana
fisik pemerintahan.
i. Penyiapan bahan dan analisis data serta memberikan
pertimbangan dalam rangka pembinaan kelembagaan
dan perangkat kecamatan/kelurahan.
j. Penyiapan bahan penyusunan pedoman serta petunjuk
teknis pembinaan penyelenggaraan dan pelaksanaan
otonomi daerah.
k. Penyiapan bahan petunjuk teknis koordinasi
pemberian bimbingan dibidang kesatuan bangsa dan
politik.
l. Penyiapan bahan koordinasi dan pengembangan
pengalaman, penghayatan ideology Pancasila dan
pembinaan ketahanan dan kesatuan bangsa.
m. Penyiapan bahan petunjuk teknis pelimpahan sebagian
kewenangan Walikota kepada Camat dan Camat
kepada Lurah.
n. Penyiapan bahan pembinaan penyelenggaraan
pemerintahan di Kecamatan dan Kelurahan.
o. Penyiapan bahan koordinasi dengan unit kerja/instansi
terkait sesuai dengan bidang tugasnya untuk
kelancaran pelaksanaan tugas.
p. Penyiapan tugas-tugas lain yang diberikan sesuai
dengan lingkup tugasnya.

164
Paragraf 2
Susunan Organisasi

Pasal 10

Bagian Pemerintahan, terdiri dari :


a. Subbagian Tata Pemerintahan, Kependudukan dan
Bina Lembaga Kec/Kel.
b. Subbagian Kesatuan Bangsa, Politik, Trantib dan
Linmas
c. Subbagian Pengawasan, Tugas Pembantuan dan
Kerjasama

Pasal 11

(1) Subbagian Subbagian Tata Pemerintahan,


Kependudukan dan Bina Lembaga Kec/Kel mempunyai
tugas melaksanakan sebagian tugas Asisten
Pemerintahan dalam merencanakan teknis
operasional, merumuskan kebijakan dan koordinasi
teknis administratif kependudukan, penyusunan
rumusan kebijakan dan pengkoordinasian Dinas
Daerah dan Lembaga Teknis Daerah melalui
pengembangan otonomi daerah, penataan dan
pengembangan daerah, pembinaan kelembagaan dan
perangkat, pengendalian dan bimbingan terhadap
evaluasi pelaksanaan tugas dalam penyelenggaraan
administrasi pemerintahan daerah serta penyiapan
bahan pencalonan, pengusulan, pengangkatan dan
pemberhentian perangkat Kecamatan dan Kelurahan.
(2) Uraian tugas dimaksud pada ayat (1) sebagai berikut :
a. melakukan perumusan kebijakan perencanaan
teknis operasional pengembangan otonomi
daerah, penataan dan pengembangan daerah
serta fasilitasi desentralisasi dan pelayanan Tata
Pemerintahan, Kependudukan dan Bina Lembaga
Kec/Kel;

165
b. melakukan perumusan kebijakan koordinasi teknis
pengembangan otonomi daerah, penataan dan
pengembangan daerah serta penyelenggaraan
desentralisasi dan fasilitasi pelayanan Tata
Pemerintahan, Kependudukan dan Bina Lembaga
Kec/Kel;
c. melakukan pengkoordinasian dalam pelaksanaan
pengembangan otonomi daerah, penataan dan
pengembangan daerah serta penyelenggaraan
desentralisasi dan fasilitasi Tata Pemerintahan,
Kependudukan dan Bina Lembaga Kec/Kel;
d. melakukan perumusan penyusunan kebijakan
penyelenggaraan pengembangan otonomi daerah,
penataan dan pengembangan daerah serta
penyelenggaraan desentralisasi dan fasilitasi Tata
Pemerintahan, Kependudukan dan Bina Lembaga
Kec/Kel;
e. melakukan penyelenggaraan pembinaan
administratif pengembangan otonomi daerah,
penataan dan pengembangan daerah, tata
Pemerintahan, Kependudukan dan Bina Lembaga
Kec/Kel;
f. melakukan perumusan kebijakan analisa,
monitoring, evaluasi dan pelaporan
penyelenggaraan pengembangan otonomi daerah,
penataan dan pengembangan daerah serta
penyelenggaraan desentralisasi dan fasilitasi
pelayanan pemerintahan, Kependudukan dan Bina
Lembaga Kec/Kel;
g. melakukan koordinasi teknis dengan Perangkat
Daerah, DPRD, Pemerintah, Pemerintah Provinsi
dan instansi lainnya di bidang pengembangan
otonomi daerah, penataan dan pengembangan
daerah serta penyelenggaraan desentralisasi dan
fasilitasi pelayanan tugas pembantuan.
h. melakukan pengumpulan peraturan perundang-
undangan, kebijaksanaan teknis, pedoman dan
petunjuk teknis serta bahan-bahan lainnya yang
berhubungan dengan pembinaan lembaga dan
perangkat kecamatan dan kelurahan.

166
i. melakukan pengumpulan dan mengolah data dan
informasi yang berhubungan dengan bidang
pembinaan lembaga dan perangkat Kecamatan
dan Kelurahan.
j. melakukan inventarisasi permasalahan-
permasalahan yang berhubungan dengan bidang
pembinaan lembaga dan perangkat Kecamatan
dan Kelurahan dan menyiapkan bahan petunjuk
pemecahan masalah.
k. melakukan penyiapan dan pengolahan bahan
dalam rangka pencalonan, pengusulan,
pengangkatan dan pemberhentian perangkat
Kecamatan dan Kelurahan.
l. melakukan penyiapan bahan dan pertimbangan
dalam rangka pencalonan, pengusulan,
pengangkatan dan pemberhentian perangkat
Kecamatan dan Kelurahan.
m. melakukan inventarisasi, menghimpun dan
merumuskan petunjuk teknis masalah yang
berhubungan dengan administrasi kependudukan.
n. menyiapkan dan mengumpulkan bahan-bahan
pertimbangan terhadap kinerja Camat dan Lurah.
o. melakukan pembinaan kelembagaan, kecamatan,
kelurahan serta embaga lainnya (LPMK, RT).
p. melakukan pengumpulan peraturan perundang-
undangan, kebijaksanaan, pedoman dan petunjuk
teknis serta bahan-bahan lain yang berhubungan
dengan bidang tata pemerintahan dan otonomi
daerah.
q. melakukan pengumpulan dan pengolahan data
dan informasi untuk penyusunan kebijaksanaan,
pedoman dan petunjuk teknis yang berhubungan
dengan bidang tata pemerintahan dan
kewenangan otonomi daerah.
r. melakukan inventarisasi permasalahan-
permasalahan yang berhubungan dengan bidang
tata pemerintahan daerah, otonomi daerah dan
pemerintahan kecamatan/kelurahan serta
menyiapkan bahan petunjuk pemecahan masalah.

167
s. melakukan penyiapan bahan penyusunan
pedoman dan petunjuk teknis penggunaan dan
pembinaan prasarana fisik pemerintahan sesuai
dengan peraturan perundang-undangan yang
berlaku.
t. melakukan penyiapan bahan penyusunan program
dan petunjuk teknis pelaksanaan koordinasi
Walikota dengan instansi lainnya.
u. melakukan penyiapan bahan yang berhubungan
dengan pelaksanaan penggalian potensi daerah
untuk peningkatan pendapatan daerah.
v. melakukan penyiapan bahan penyusunan program
dan petunjuk teknis serta bimbingan dalam
penyelenggaraan otonomi, Pemerintahan Daerah,
Kecamatan dan Kelurahan.
w. melakukan penyiapan bahan penyusunan program
dan petunjuk teknis pembentukan, pemecahan,
penyatuan dan penghapusan Kecamatan dan
Kelurahan.
x. melakukan penyampaian bahan penyusunan
program dan petunjuk teknis perubahan batas,
nama dan ibukota daerah, Kecamatan dan
Kelurahan.
y. melakukan penyiapan tugas-tugas lain yang
diberikan sesuai dengan lingkup tugasnya.

Pasal 12

(1) Subbagian Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan


Masyarakat mempunyai tugas melakukan penyiapan
bahan pelaksanaan, koordinasi dan pengawasan dalam
penyelenggaraan kegiatan dibidang hubungan antar
lembaga eksekutif dan legislatif, hubungan dengan
organisasi kemasyarakatan, profesi, lembaga Swadaya
Masyarakat (LSM) dan hubungan dengan partai politik
serta menyiapkan bahan penanganan masalah aktual.
(2) Uraian tugas dimaksud pada ayat (1) sebagai berikut :
a. melakukan perumusan kebijakan perencanaan
teknis operasional pengembangan kesatuan
bangsa, politik dan perlindungan masyarakat;

168
b. melakukan perumusan kebijakan koordinasi teknis
pengembangan kesatuan bangsa, politik dan
perlindungan masyarakat
c. melakukan pengkoordinasian dalam pelaksanaan
pengembangan kesatuan bangsa, politik dan
perlindungan masyarakat
d. melakukan perumusan penyusunan kebijakan
penyelenggaraan pengembangan kesatuan
bangsa, politik dan perlindungan masyarakat
e. melaksanakan penyelenggaraan pembinaan
administratif pengembangan kesatuan bangsa,
politik dan perlindungan masyarakat
f. melakukan perumusan kebijakan analisa,
monitoring, evaluasi dan pelaporan
penyelenggaraan pengembangan kesatuan
bangsa, politik dan perlindungan masyarakat
g. melakukan penyiapan pengumpulan bahan
koordinasi sistematika data sosial politik serta
mengadakan komunikasi, konsultasi dan
kerjasama untuk mengembangkan hubungan
legislatif, eksekutif, ormas, profesi LSM dan partai
politik.
h. melakukan penyiapan pengumpulan bahan
koordinasi, sistematika pemilihan umum,
pengembangan demokratisasi dan hak asasi
manusia serta mengadakan komunikasi,
konsultasi dan kerjasama dengen semua aparatur
pemerintah dalam hubungan dengan pemilihan
umum dan hak asasi manusia.
i. melakukan penyiapan pengumpulan bahan
koordinasi, mengolah dan mensistematisasikan
data yang berhubungan dengan organisasi Sosial
Politik dan Profesi LSM serta mengadakan
hubungan dan kerjasama dalam rangka stabilitas
politik.
j. melakukan inventarisasi permasalahan-
permasalahan dan penyiapan bahan petunjuk
pemecahan masalah.

169
k. melakukan Penyiapan bahan kordinasi pembinaan
dan pengembangan terhadap Organisasi Sosial
Politik, Ormas, Kelembagaan dan Profesi LSM.
l. melakukan penyiapan tugas-tugas lain yang
diberikan sesuai dengan lingkup tugasnya.

Pasal 13

(1) Subbagian Pengawasan, Tugas Pembantuan dan


Kerjasama mempunyai tugas merencanakan
koordinasi teknis operasional, merumuskan kebijakan
dan koordinasi teknis administratif penyusunan
rumusan kebijakan dan pengkoordinasian Dinas
Daerah dan Lembaga Teknis Daerah melalui
pengembangan pengawasan, tugas pembantuan dan
kerjasama;
(2) Uraian tugas dimaksud pada ayat (1) sebagai berikut:
a. melakukan perumusan kebijakan perencanaan
teknis operasional pengembangan pengawasan,
kerjasama dan pelayanan tugas pembantuan;
b. melakukan perumusan kebijakan koordinasi teknis
pengembangan otonomi daerah, penataan dan
pengembangan daerah serta penyelenggaraan
desentralisasi dan fasilitasi pelayanan tugas
pembantuan;
c. melakukan pengkoordinasian dalam pelaksanaan
pengembangan otonomi daerah, penataan dan
pengembangan daerah serta penyelenggaraan
desentralisasi dan fasilitasi pelayanan tugas
pembantuan;
d. melakukan perumusan penyusunan kebijakan
penyelenggaraan pengembangan otonomi daerah,
penataan dan pengembangan daerah serta
penyelenggaraan desentralisasi dan fasilitasi
pelayanan tugas pembantuan;
e. melakukan penyelenggaraan pembinaan
administratif pengembangan otonomi daerah,
penataan dan pengembangan daerah serta
penyelenggaraan desentralisasi dan fasilitasi
pelayanan tugas pembantuan;

170
f. melakukan perumusan kebijakan analisa,
monitoring, evaluasi dan pelaporan
penyelenggaraan pengembangan otonomi daerah,
penataan dan pengembangan daerah serta
penyelenggaraan desentralisasi dan fasilitasi
pelayanan tugas pembantuan;
g. melakukan koordinasi teknis dengan Perangkat
Daerah, DPRD, Pemerintah, Pemerintah Provinsi
dan instansi lainnya di bidang pengembangan
otonomi daerah, penataan dan pengembangan
daerah serta penyelenggaraan desentralisasi dan
fasilitasi pelayanan tugas pembantuan.
h. melakukan penyusunan perencanaan teknis
operasional penataan dan pengembangan
otonomi daerah;
i. melakukan fasilitasi harmonisasi antar bidang
urusan pemerintahan dengan pemerintah dan
pemerintahan daerah provinsi;
j. melakukan perumusan kebijakan penetapan
perencanaan dan evaluasi pendapatan asli daerah
serta penganggaran pengembangan kapasitas
daerah;
k. melaksanakan implementasi rencana tindak
peningkatan kapasitas kota;
l. melaksanakan fasilitasi implementasi rencana
tindak kota;
m. melakukan koordinasi pengembangan kapasitas
kota;
n. melaksanakan evaluasi dan pelaporan
pelaksanaan tugas;
o. melaksanakan koordinasi teknis dengan Perangkat
Daerah, DPRD, Pemerintah, Pemerintah Provinsi
dan Instansi terkait dalam pengawasan,
kerjasama dan tugas pembantuan;
p. melakukan perumusan kebijakan koordinasi teknis
pengembangan pengawasan, kerjasama dan
tugas pembantuan;
q. melakukan pengkoordinasian dalam pelaksanaan
pengembangan pengawasan, kerjasama dan
tugas pembantuan;

171
r. melakukan koordinasi teknis dengan Perangkat
Daerah, DPRD, Pemerintah, Pemerintah Provinsi
dan instansi lainnya di bidang pengawasan,
kerjasama dan tugas pembantuan;
s. melakukan pengumpulan dan mengolah data dan
informasi yang berhubungan dengan koordinasi
bidang pengawasan, kerjasama dan tugas
pembantuan.
t. melakukan inventarisasi permasalahan-
permasalahan yang berhubungan dengan bidang
pengawasan, kerjasama dan tugas pembantuan
serta menyiapkan bahan petunjuk pemecahan
masalah.
u. melakukan pengkoordinasian dan penyiapan
bahan laporan penyelenggaraan pemerintah
daerah.
v. melakukan penyiapan tugas-tugas lain yang
diberikan sesuai dengan lingkup tugasnya.
w. melakukan pengkoordinasian dan penyiapan
bahan laporan penyelenggaraan pemerintah
daerah.
Bagian Kedua
Bagian Administrasi Kesejahteraan Rakyat
Paragraf 1
Tugas dan Fungsi
Pasal 14
Bagian Administrasi Kesejahteraan Rakyat mempunyai
tugas melaksanakan sebagian tugas Asisten Perekonomian
dan Pembangunan dalam merencanakan teknis
operasional, merumuskan kebijakan dan koordinasi teknis
administratif penyusunan rumusan kebijakan dan
pengkoordinasian Dinas Daerah dan Lembaga Teknis
Daerah melalui koordinasi teknis pelayanan pendidikan,
kebudayaan, pariwisata, pemuda dan olah raga,
keagamaan, fasilitasi dan pelayanan sosial, penanganan
bencana, tenaga kerja dan transmigrasi, kesehatan,
pemberdayaan perempuan dan KB.

172
Pasal 15

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada


ayat (2) Pasal ini Bagian Administrasi Kesejahteraan Rakyat
menyelenggarakan fungsi :
a. Penetapan rumusan kebijakan perencanaan teknis
operasional koordinasi teknis pelayanan pendidikan
dan keagamaan, fasilitasi dan pelayanan pendidikan,
kebudayaan, pariwisata, pemuda dan olah raga,
keagamaan, fasilitasi dan pelayanan sosial,
penanganan bencana, tenaga kerja dan transmigrasi,
kesehatan, pemberdayaan perempuan dan KB.
b. Pelaksanaan rumusan kebijakan koordinasi teknis
pelayanan pendidikan dan keagamaan, fasilitasi dan
pelayanan pendidikan, kebudayaan, pariwisata,
pemuda dan olah raga, keagamaan, fasilitasi dan
pelayanan sosial, penanganan bencana, tenaga kerja
dan transmigrasi, kesehatan, pemberdayaan
perempuan dan KB.
c. Pengkoordinasian dalam pelaksanaan koordinasi teknis
pelayanan pendidikan dan keagamaan, fasilitasi dan
pelayanan penanganan pendidikan, kebudayaan,
pariwisata, pemuda dan olah raga, keagamaan,
fasilitasi dan pelayanan sosial, penanganan bencana,
tenaga kerja dan transmigrasi, kesehatan,
pemberdayaan perempuan dan KB.
d. Pengkoordinasian rumusan penyusunan kebijakan
penyelenggaraan koordinasi teknis pelayanan
pendidikan dan keagamaan, fasilitasi dan pelayanan
pendidikan, kebudayaan, pariwisata, pemuda dan olah
raga, keagamaan, fasilitasi dan pelayanan sosial,
penanganan bencana, tenaga kerja dan transmigrasi,
kesehatan, pemberdayaan perempuan dan KB.
e. Penyelenggaraan pembinaan administratif koordinasi
teknis pelayanan pendidikan dan keagamaan, fasilitasi
dan pelayanan pendidikan, kebudayaan, pariwisata,
pemuda dan olah raga, keagamaan, fasilitasi dan
pelayanan sosial, penanganan bencana, tenaga kerja
dan transmigrasi, kesehatan, pemberdayaan
perempuan dan KB.

173
f. Penetapan rumusan kebijakan analisa, monitoring,
evaluasi dan pelaporan penyelenggaraan koordinasi
teknis pelayanan pendidikan, kebudayaan, pariwisata,
pemuda dan olah raga, keagamaan, fasilitasi dan
pelayanan sosial, penanganan bencana, tenaga kerja
dan transmigrasi, kesehatan, pemberdayaan
perempuan dan KB;
g. Pelaksanaan tugas kedinasan lain sesuai dengan
bidang tugas dan fungsinya;
h. Penetapan pelaksanaan koordinasi teknis dengan
Perangkat Daerah, DPRD, Pemerintah, Pemerintah
Provinsi dan instansi lainnya di bidang koordinasi teknis
pelayanan pendidikan, kebudayaan, pariwisata,
pemuda dan olah raga, keagamaan, fasilitasi dan
pelayanan sosial, penanganan bencana, tenaga kerja
dan transmigrasi, kesehatan, pemberdayaan
perempuan dan KB;
i. Pengkoordinasian dan penyiapan bahan laporan
penyelenggaraan pemerintah daerah.
j. Penyiapan tugas-tugas lain yang diberikan sesuai
dengan lingkup tugasnya.
Pasal 16
Bagian Administrasi Kesejahteraan Rakyat, terdiri dari :
a. Subbagian Agama, Pendidikan, Kebudayaan,
Pariwisata, Pemuda dan Olah Raga;
b. Subbagian Sosial, Penanggulangan Bencana, Tenaga
Kerja dan Transmigrasi;
c. Subbagian Kesehatan, Pemberdayaan Perempuan dan
KB.
Pasal 17
(1) Kepala Subbagian Agama, Pendidikan, Kebudayaan,
Pariwisata, Pemuda dan Olah Raga mempunyai tugas
melaksanakan sebagian tugas Bagian Administrasi
Kesejahteraan Rakyat dalam merencanakan,
melaksanakan dan mengkoordinasikan teknis
operasional penyiapan bahan penyusunan kebijakan
dan pengkoordinasian Dinas Daerah dan Lembaga
Teknis Daerah di bidang Agama, Pendidikan,
Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olah Raga;

174
(2) Uraian tugas dimaksud pada ayat (1) sebagai berikut:
a. penyusunan perencanaan teknis operasional
koordinasi teknis Agama, Pendidikan,
Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olah Raga;
b. penyusunan bahan rumusan kebijakan bidang
Agama, Pendidikan, Kebudayaan, Pariwisata,
Pemuda dan Olah Raga;
c. penyusunan rumusan kebijakan teknis pemberian
bantuan pendidikan dan sarana keagamaan dari
Pemerintah Kota, Pemerintah, Pemerintah
Provinsi dan Instansi lainnya;
d. pelaksanaan koodinasi tugas pembantuan di
bidang pelayanan dan pengelolaan urusan Agama,
Pendidikan, Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan
Olah Raga;
e. pelaksanaan monitoring dan evaluasi di bidang
Agama, Pendidikan, Kebudayaan, Pariwisata,
Pemuda dan Olah Raga dilaksanakan oleh
Perangkat Daerah;
f. pelaksanaan pembinaan administrasi bidang
Agama, Pendidikan, Kebudayaan, Pariwisata,
Pemuda dan Olah Raga pada Perangkat Daerah;
g. pelaksanaan tugas kedinasan lain sesuai dengan
bidang tugas dan fungsinya;
h. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan
tugas;
i. pelaksanaan koordinasi teknis dengan Perangkat
Daerah, DPRD, Pemerintah, Pemerintah Provinsi
dan Instansi terkait dalam koordinasi teknis
pemberian bantuan Agama, Pendidikan,
Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olah Raga.

Pasal 18

(1) Subbagian Sosial, Penanggulangan Bencana, Tenaga


Kerja dan Transmigrasi mempunyai tugas melaksanakan
sebagian tugas Bagian Administrasi Kesejahteraan
Rakyat dalam merencanakan, melaksanakan dan
mengkoordinasikan teknis operasional Dinas Daerah
dan Lembaga Teknis Daerah di bidang pembinaan dan
fasilitasi bidang sosial, penanggulangan dan
penanganan bencana dan pasca bencana, tenaga kerja
dan transmigrasi.

175
(2) Uraian tugas dimaksud pada ayat (1) sebagai berikut:
a. penyusunan perencanaan teknis operasional
koordinasi teknis Agama, Pendidikan, Kebudayaan,
Pariwisata, Pemuda dan Olah Raga;
b. penyusunan bahan rumusan kebijakan bidang
Agama, Pendidikan, Kebudayaan, Pariwisata,
Pemuda dan Olah Raga;
c. penyusunan rumusan kebijakan teknis pemberian
bantuan pendidikan dan sarana keagamaan dari
Pemerintah Kota, Pemerintah, Pemerintah Provinsi
dan Instansi lainnya;
d. pelaksanaan koodinasi tugas pembantuan di bidang
pelayanan dan pengelolaan urusan Agama,
Pendidikan, Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan
Olah Raga;
e. pelaksanaan monitoring dan evaluasi di bidang
Agama, Pendidikan, Kebudayaan, Pariwisata,
Pemuda dan Olah Raga dilaksanakan oleh Perangkat
Daerah;
f. pelaksanaan pembinaan administrasi bidang Agama,
Pendidikan, Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan
Olah Raga pada Perangkat Daerah;
g. pelaksanaan tugas kedinasan lain sesuai dengan
bidang tugas dan fungsinya;
h. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan
tugas;
i. pelaksanaan koordinasi teknis dengan Perangkat
Daerah, DPRD, Pemerintah, Pemerintah Provinsi dan
Instansi terkait dalam koordinasi teknis pemberian
bantuan Agama, Pendidikan, Kebudayaan,
Pariwisata, Pemuda dan Olah Raga.

Pasal 18

(1) Subbagian Sosial, Penanggulangan Bencana, Tenaga


Kerja dan Transmigrasi mempunyai tugas melaksanakan
sebagian tugas Bagian Administrasi Kesejahteraan Rakyat
dalam merencanakan, melaksanakan dan
mengkoordinasikan teknis operasional Dinas Daerah dan
Lembaga Teknis Daerah di bidang pembinaan dan fasilitasi
bidang sosial, penanggulangan dan penanganan bencana
dan pasca bencana, tenaga kerja dan transmigrasi.

176
(2) Uraian tugas dimaksud pada ayat (1) sebagai berikut:
a. penyusunan perencanaan teknis operasional
pembinaan dan fasilitasi penanganan bencana dan
pasca bencana;
b. penyusunan rumusan penetapan kebijakan,
koordinasi dan fasilitasi bidang sosial,
penanggulangan dan penanganan bencana dan
pasca bencana, tenaga kerja dan transmigrasi
c. penyusunan rumusan penetapan kebijakan
koordinasi dan fasilitasi pengelolaan kawasan
kepentingan umum;
d. penyusunan rumusan penetapan kebijakan
koordinasi dan fasilitasi pengelolaan mitigasi/
pencegahan bencana;
e. penyusunan rumusan penetapan kebijakan
koordinasi dan fasilitasi kelembagaan penanganan
bencana;
f. penyusunan rumusan penetapan kebijakan
koordinasi dan fasilitasi penanganan kebakaran;
g. penyusunan pedoman dan petunjuk teknis
koordinasi penanganan dan penanggulangan
bencana dan pasca bencana yang dilaksanakan
oleh SKPD terkait;
h. pelaksanaan tugas kedinasan lain sesuai dengan
bidang tugas dan fungsinya;
i. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan
tugas;
j. pelaksanaan koordinasi teknis dengan Perangkat
Daerah, DPRD, Pemerintah, Pemerintah Provinsi
dan Instansi terkait dalam fasilitasi penanganan
bidang sosial, penanggulangan dan penanganan
bencana dan pasca bencana, tenaga kerja dan
transmigrasi.

177
Pasal 19

(1) Subbagian Kesehatan, Pemberdayaan Perempuan dan


KB mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas
Bagian Administrasi Kesejahteraan Rakyat dalam
merencanakan, melaksanakan dan mengkoordinasikan
teknis operasional penyiapan bahan penyusunan
kebijakan dan pengkoordinasian Dinas Daerah dan
Lembaga Teknis Daerah di bidang pelayanan dan
pengelolaan kesehatan, pemberdayaan perempuan
dan KB;
(2) Uraian tugas dimaksud pada ayat (1) sebagai berikut :
a. penyusunan perencanaan teknis operasional
pengkoordinasian pelayanan dan pengelolaan
dibidang pelayanan dan pengelolaan kesehatan,
pemberdayaan perempuan dan KB;
b. penyusunan bahan rumusan kebijakan
kesejahteraan sosial yang meliputi penanganan
masalah-masalah dibidang pelayanan dan
pengelolaan kesehatan, pemberdayaan
perempuan dan KB;
c. penyusunan pedoman dan petunjuk teknis
penanganan masalah - masalah dibidang
pelayanan dan pengelolaan kesehatan,
pemberdayaan perempuan dan KB yang
dilaksanakan oleh SKPD terkait;
d. pelaksanaan monitoring dan evaluasi bidang
dibidang pelayanan dan pengelolaan kesehatan,
pemberdayaan perempuan dan KB;
e. pelaksanaan pembinaan administratif bidang
dibidang pelayanan dan pengelolaan kesehatan,
pemberdayaan perempuan dan KB pada
Perangkat Daerah;
f. pelaksanaan layanan ketatausahaan dan
dokumentasi Bagian;
g. pelaksanaan tugas kedinasan lain sesuai dengan
bidang tugas dan fungsinya;
h. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan
tugas;

178
i. pelaksanaan koordinasi teknis dengan Perangkat
Daerah, DPRD, Pemerintah, Pemerintah Provinsi
dan Instansi terkait dalam dibidang pelayanan dan
pengelolaan kesehatan, pemberdayaan
perempuan dan KB.

Bagian Ketiga
Bagian Administrasi Pertanahan
Paragraf 1

Tugas dan Fungsi

Pasal 20

Bagian Pertanahan mempunyai tugas melaksanakan


kewenangan dibidang pertanahan dalam merumuskan
kebijaksanaan, mengkoordinasikan, membina dan
mengendalikan penyelenggaraan tata guna tanah,
pengaturan penguasaan tanah, pengurusan dan
penanganan masalah pertanahan, pengadaan dan
perolehan tanah, serta pengukuran dan pemetaan.

Pasal 21

Untuk melaksanakan tugas sebagaimana tersebut pada


Pasal 20, Bagian Pertanahan mempunyai fungsi :
a. penyiapan bahan penyusunan pedoman dan petunjuk
teknis bidang pertanahan;
b. penyiapan bahan perencanaan program dan
pelaporan;
c. penyiapan bahan pengendalian dan pembinaan tata
guna tanah;
d. melakukan pengawasan dan pengendalian serta
pengaturan penguasaan tanah;
e. pelaksanaan pengurusan dan penanganan masalah
pertanahan, pengadaan dan prolehan tanah;
f. melakukan penyelenggaraan pembinaan dan
pengendalian penyelenggaraan pengukuran dan
pemetaan;

179
g. pelaksanaan tugas kedinasan lain sesuai dengan
bidang tugas dan fungsinya;
h. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan
tugas;
i. pelaksanaan koordinasi teknis dengan Perangkat
Daerah, DPRD, Pemerintah, Pemerintah Provinsi dan
Instansi terkait dalam dibidang pelayanan dan
pengelolaan kesehatan, pemberdayaan perempuan
dan KB.

Bagian Ketiga
Bagian Administrasi Pertanahan
Paragraf 1

Tugas dan Fungsi

Pasal 20

Bagian Pertanahan mempunyai tugas melaksanakan


kewenangan dibidang pertanahan dalam merumuskan
kebijaksanaan, mengkoordinasikan, membina dan
mengendalikan penyelenggaraan tata guna tanah,
pengaturan penguasaan tanah, pengurusan dan
penanganan masalah pertanahan, pengadaan dan
perolehan tanah, serta pengukuran dan pemetaan.

Pasal 21

Untuk melaksanakan tugas sebagaimana tersebut pada


Pasal 20, Bagian Pertanahan mempunyai fungsi :
a. penyiapan bahan penyusunan pedoman dan petunjuk
teknis bidang pertanahan;
b. penyiapan bahan perencanaan program dan
pelaporan;
c. penyiapan bahan pengendalian dan pembinaan tata
guna tanah;
d. melakukan pengawasan dan pengendalian serta
pengaturan penguasaan tanah;

180
e. pelaksanaan pengurusan dan penanganan masalah
pertanahan, pengadaan dan prolehan tanah;
f. melakukan penyelenggaraan pembinaan dan
pengendalian penyelenggaraan pengukuran dan
pemetaan;
g. melakukan persiapan bahan penyelenggaraan
pembinaan dan pengendalian pemberian perizinan
serta pelaksanaan pelayanan umum administrasi
pertanahan;
h. melakukan inventarisasi permasalahan-permasalahan
yang berhubungan dengan penataan system dan
perangkat serta menyiapkan bahan petunjuk
pemecahan masalah.
i. penyiapan tugas-tugas lain yang diberikan sesuai
dengan lingkup tugasnya.

Paragraf 2
Susunan Organisasi

Pasal 22

Bagian Pertanahan terdiri dari :


a. Subbagian Tata Guna dan Pengaturan Penguasaan
Tanah.
b. Subbagian Pengurusan, Pengukuran dan Pemetaan.
c. Subbagian Hak-hak dan Permasalahan Atas Tanah.

Pasal 23

(1) Subbagian Tata Guna Tanah dan Pengaturan


Penguasaan tanah mempunyai tugas melaksanakan
penyiapan perumusan kebijaksanaan, koordinasi,
pembinaan dan pengendalian penyiapan rencana tata
guna tanah, pemberian bimbingan penggunaan tanah
kepada masyarakat serta melaksanakan penyiapan
koordinasi pendataan, penataan pengaturan
penguasaan tanah dan bimbingan pengaturan
penguasaan tanah.

181
(2) Uraian tugas dimaksud pada ayat (1) sebagai berikut :
a. penyiapan bahan pendataan dan penataan
pengaturan penguasaan tanah, redistribusi,
pemanfaatan bersama atas tanah dan konsolidasi
tanah perkotaan dan pedesaan.
b. penyiapan bahan data bimbingan pengaturan
penguasaan tanah, pembayaran ganti rugi tanah
kelebihan maksimum, absentee dan tanah
partikelir.
c. penyiapan bahan pemberian izin pengalihan hak,
dan penyelesaian masalah.
d. penyiapan tugas-tugas lain yang diberikan sesuai
dengan lingkup tugasnya.
e. melakukan penyiapan bahan pendataan dan
penataan pemilikan dan penguasaan tanah,
penegasan dan redistribusi tanah obyek
pengaturan penguasaan tanah, pembayaran ganti
rugi tanah kelebihan maksimum, tanah absentee
dan tanah partikelir, konsolidasi tanah serta
pengaturan pemanfaatan bersama atas tanah,
termasuk bagi hasil, sewa dan gadai tanah;
f. melakukan inventarisasi permasalahan-
permasalahan dan penyiapan bahan petunjuk
pemecahan masalah;
g. melakukan penyiapan pengumpulan bahan dan
mempelajari peraturan perundang–undangan,
kebijaksanaan, pedoman dan petunjuk tekhnis
serta bahan–bahan lainnya yang berhubungan
dengan pendataan dan penataan penguasaan
tanah;
h. melakukan penyiapan pengumpulan bahan dan
mengolah data serta informasi yang berhubungan
dengan penataan penguasaan tanah;
i. melakukan penyiapan bahan kordinasi dengan
unit kerja terkait dalam rangka kelancaran
pelaksanaan tugas;
j. melakukan penyiapan pengumpulan data status
pemilikan dan penguasaan tanah khususnya yang
berkaitan dengan tanah negara bebas serta tanah
kelebihan maksimum dan tanah absentee;

182
k. melakukan penyiapan pengolahan data
pengaturan penguasaan tanah dan membuat
gambar/konsep peta;
l. melakukan penyiapan penelitian persyaratan bagi
para calon penerima redistribusi dan
mempersiapkan berkas-berkas usul permohonan
redistribusi;
m. melakukan penyiapan bahan penyelenggaraan
sidang panitia pertimbangan landerform;
n. melakukan penyiapan bahan pengajuan usul
naskah Keputusan penegasan bagi tanah-tanah
negara yang dijadikan tanah objek pengaturan
penguasaan tanah/objek landerform;
o. melakukan penyiapan surat izin mengerjakan
tanah bagi tanah yang belum mempunyai surat
keterangan tanah;
p. melakukan penyiapan bahan pengusulan
pemberian hak kepada penerima naskah
Keputusan redistribusi untuk mendapatkan
kepastian haknya;
q. melakukan penyiapan pengusulan dan melakukan
pembayaran ganti rugi atas tanah kelebihan
maksimum, tanah absentee dan tanah partikelir
yang dikuasai oleh negara;
r. melakukan penyiapan bahan untuk usul lokasi
proyek konsolidasi;
s. melakukan penyiapan konsolidasi tanah sesuai
tata cara yang ditetapkan;
t. melakukan penyiapan penertiban perjanjian bagi
hasil, sewa tanah dan gadai tanah;
u. melakukan penyiapan pengumpulan bahan dan
mempelajari peraturan perundang-undangan,
kebijaksanaan, pedoman dan petunjuk tekhnis
serta bahan-bahan lainnya yang berhubungan
dengan pengaturan penguasaan tanah;
v. melakukan penyiapan pengolahan data,
penyusunan laporan kegiatan bimbingan
pengaturan penguasaan tanah;
w. melakukan penyiapan bahan bimbingan dan
penyuluhan kegiatan pengaturan penguasaan
tanah;

183
Pasal 24

(1) Subbagian Pengurusan Tanah, Pengukuran dan


Pemetaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan
perumusan kebijaksanaan, pembinaan, pengendalian
dibidang pengurusan tanah, penilaian dan pengadaan
tanah, serta penanganan masalah pertanahan dan
perundang-undangan, penyelenggaraan pengukuran
dan pemetaan. Seksi Pemetaan mempunyai tugas
melakukan penyiapan bahan dan identifikasi dalam
rangka pemetaan.
(2) Uraian tugas dimaksud pada ayat (1) sebagai berikut :
a. melakukan penyiapan pengumpulan bahan dan
mempelajari peraturan perundang-undangan,
kebijaksanaan, pedoman dan petunjuk teknis
serta bahan-bahan lainnya yang berhubungan
dengan pengurusan ijin membuka tanah;
b. melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana
kegiatan dan monitoring pelaksaannya;
c. melakukan penyiapan bahan pelaksanaan,
pedoman dan petunjuk teknis dibidang
pengurusan tanah;
d. melakukan penyiapan bahan koordinasi dengan
unit kerja terkait dalam rangka kelancaran
pelaksaaan tugas;
e. melakukan penyiapan pendataan/pemeriksaan
lapangan terhadap lokasi yang dimohonkan;
f. melakukan penyiapan bahan usul lokasi tanah
untuk dijadikan proyek (bersama Tim);
g. melakukan penyiapan penyusunan evaluasi dan
laporan program kerja/kegiatan;
h. melakukan penyiapan bahan pengukuran dalam
rangka pengadaan tanah untuk kepentingan
umum dan untuk kepentingan swasta,
penyelesaian sengketa tanah garapan, tanah
ulayat masyarakat hukum adat, pemanfaatan dan
penyelesaian masalah tanah kosong, pemberian
ijin membuka tanah, dan perencanaan pengguna
tanah wilayah Kota;

184
i. melakukan penyiapan kegiatan, tata cara, metode,
system pelaksanaan pengukuran;
j. melakukan inventarisasi permasalahan-
permasalahan dan penyiapan bahan petunjuk
pemecahan masalah dalam rangka pemetaan;
k. melakukan penyiapan tugas-tugas lain yang
diberikan sesuai dengan lingkup tugas.

Pasal 25

(1) Subbagian Hak-hak dan Permasalahan Atas Tanah


mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan
pemeriksaan dan pemberian pertimbangan, dalam
rangka pemberian hak-hak tanah dan penanganan
masalah pertanahan serta Perundang-undangan.
(2) Uraian tugas dimaksud pada ayat (1) sebagai berikut :
a. melakukan penyiapan bahan perumusan
Kebijaksanaan, pembinaan, pengendalian
pemberian hak-hak tanah dan penanganan
masalah pertanahan.
b. melakukan penyiapan bahan mengenai
perumusan penyelesaian permasalahan
pertanahan;
c. melakukan inventarisasi Permasalahan-
permasalahan dan penyiapan bahan petunjuk
pemecahan masalah;
d. melakukan penyiapan pengumpulan bahan dan
mempelajari peraturan perundang-undangan,
kebijaksanaan, pedoman dan petunjuk teknis
serta bahan-bahan lainnya yang berhubungan
dengan pemberian hak-hak tanah dan
penanganan masalah pertanahan.
e. melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana
kegiatan dan monitoring pelaksaannya;
f. melakukan penyiapan bahan pelaksanaan,
pedoman dan petunjuk teknis dibidang pemberian
hak-hak tanah dan penanganan masalah
pertanahan.

185
g. melakukan penyiapan penyusunan evaluasi dan
laporan program kerja/kegiatan;
h. melakukan penyiapan tugas-tugas lain yang
diberikan sesuai dengan lingkup tugasnya.

Bagian Keempat
Bagian Hubungan Masyarakat dan Informasi
Paragraf 1

Tugas dan Fungsi

Pasal 26

Bagian Hubungan Masyarakat dan Informasi atau yang


selanjutnya disebut Bagian Humas dan infokom mempunyai
tugas melaksanakan pembinaan hubungan kemasyarakatan
dan penyampaian informasi serta komunikasi dalam rangka
memperjelas kebijakan pimpinan Pemerintah Kota dan
mempublikasikan, mempromosikan serta
mendokumentasikan pelaksanaan kebijakan Pemerintah
Kota.

Pasal 27

Untuk melaksanakan tugas sebagaimana tersebut pada


Pasal 26, Bagian Hubungan Masyarakat dan Informasi
mempunyai fungsi :
a. penyiapan bahan penyusunan pedoman dan petunjuk
teknis pembinaan pelaksanaan hubungan masyarakat,
informasi dan Komunikasi antar lembaga pemerintah
dan masyarakat.
b. media penghubung/hubungan kerjasama antar
Pemerintah Kota dengan masyarakat umum dan
organisasi kemasyarakatan.
c. penyampaian dan penjelasan kebijakan Pemerintah
Pusat, Propinsi, Kabupaten/Kota lain, Dinas/Instansi
Dalam dan Luar Negeri serta kegiatan Pemerintah Kota
Dumai.

186
d. pelaksanaan promosi dan publikasi potensi daerah,
hasil-hasil pembangunan dan kebijakan Pemerintah
Kota Dumai baik dalam maupun luar negeri.
e. pelaksanaan inventarisasi permasalahan-
permasalahan yang berhubungan dengan bidang
kehumasan dan menyiapkan bahan petunjuk
pemecahan masalah.
f. pelaksanaan komunikasi dan penyiapan pengumpulan,
peliputan, penyaringan dan analisa informasi yang
berkaitan dengan bidang tugas dan kegiatan
pemerintah kota maupun informasi dari masyarakat,
organisasi non pemerintah dan Pers.
g. pelaksanaan dan penyelenggaraan persandian dan
rencana kebutuhan sandiman.
h. melakukan penyelenggaraan pengadaan,
pengumpulan, pengolahan, penyimpanan, perawatan
dan penataan system dan perangkat.
i. pelaksanaan koordinasi dengan unit kerja instansi
terkait sesuai dengan bidang tugas dalam rangka
kelancaran pelaksanaan tugas.
j. pelayanan informasi kepada masyarakat termasuk
tamu-tamu yang memerlukan informasi tentang
kebijakan dan pembangunan Pemerintah Kota.
k. pelaksanaan penyiapan rekaman, penyajian data
kebijakan dan kegiatan pemerintah kota melalui media
cetak dan media rekam/elektronik.
l. pelaksaanaan pameran yang berhubungan dengan
hasil pembangunan, kebijakan dan kegiatan
Pemerintah yang telah, sedang dan akan dilaksanakan.
m. penyiapan tugas-tugas lain yang diberikan sesuai
dengan lingkup tugasnya.
Paragraf 2
Susunan Organisasi
Pasal 28
Bagian Hubungan Masyarakat dan Infokom terdiri dari :
a. Subbagian Kehumasan.
b. Subbagian Media Informasi dan Komunikasi.
c. Subbagian Penataan Sistem dan Perangkat.

187
Pasal 29

(1) Subbagian Kehumasan mempunyai tugas melakukan


penyiapan bahan kehumasan dan pemberitaan baik
melalui media cetak maupun media elektronik untuk
memperjelas kebijakan pimpinan Pemerintah Kota
serta mendistribusikan bahan-bahan pemberitaan.
(2) Uraian tugas dimaksud pada ayat (1) sebagai berikut :
a. melakukan pengumpulan dan mempelajari
peraturan perundang-undangan, kebijaksanaan,
pedoman dan petunjuk teknis serta bahan-bahan
lain yang berhubungan dengan bidang kehumasan
dan pemberitaaan.
b. melakukan pengumpulan dan pengolahan data
serta informasi yang berhubungan dengan bidang
kehumasan dan pemberitaaan.
c. melakukan penyiapan bahan penyusunan
kebijaksanaan, pedoman dan petunjuk teknis
dibidang kehumasan dan pemberitaaan.
d. melakukan inventarisasi permasalahan-
permasalahan yang berhubungan dengan bidang
kehumasan dan pemberitaaan serta menyiapkan
bahan petunjuk pemecahan masalah.
e. melakukan koordinasi dengan unit kerja/instansi
terkait sesuai dengan bidang tugasnya dalam
rangka kelancaran pelaksanaan tugas.
f. melakukan penyusunan dan pengolahan informasi
bidang pemerintahan, pembangunan serta
kemasyarakatan melalui media cetak dan
elektronik.
g. melakukan penyiapan bahan dalam rangka
Menyelenggarakan keterangan pers atau
konferensi pers serta pelaksanaan jumpa pers oleh
pemimpin pemerintah kota.
h. melakukan penyiapan bahan-bahan petunjuk
dibidang kehumasan dan pemberitaaan.
i. melakukan penyiapan bahan dalam rangka
memberi tanggapan atau penjelasan terhadap
surat-surat pembaca di media massa atau surat-
surat dari masyarakat.

188
j. melakukan penyusunan rencana dan penyiapan
bahan-bahan dalam rangka menyelenggarakan
penertiban buletin, pembuatan folder, booklet dan
brosur serta papan pengumuman dan baliho.
k. melakukan penyiapan bahan-bahan kebijakan
pimpinan Pemerintah Kota untuk disampaikan ke
masyarakat.
l. membina, mengawasi dan menertibkan
penayangan, penjualan serta penyewaan film,
kaset dan cd di bioskop/theater, di toko dan
tempat umum.

Pasal 30

(1) Subbagian Media Informasi dan Komunikasi


mempunyai tugas menyelenggarakan persandian,
melakukan pengumpulan dan menganalisa informasi
untuk bahan kebijakan pimpinan Pemerintah Kota dan
melakukan peliputan, rekaman, penyajian data dan
pameran dan melakukan koordinasi komunikasi
pengumpulan, penyampaian dan penyusunan
informasi.
(2) Uraian tugas dimaksud pada ayat (1) sebagai berikut :
a. melakukan komunikasi dan pengumpulan,
menghimpun, meliput dan menyaring, serta
menganalisa informasi yang berhubungan dengan
tugas dan kegiatan Pemerintah Kota serta
informasi dari masyarakat, organisasi non
pemerintah dan pers.
b. melakukan penyiapan bahan penyusunan
kebijakan, pedoman dan petunjuk teknis dibidang
media informasi, komunikasi penyajian data.
c. melakukan inventarisasi permasalahan-
permasalahan yang berhubungan dengan bidang
informasi dan komunikasi serta menyiapkan bahan
petunjuk pemecahan masalah.
d. penyelenggaraan persandian, palsan dan sissan
serta penyelenggaraan kelembagaan persandian;

189
e. perencanaan kebutuhan SDM dan rekruitmen
calon SDM persandian;
f. pelaksanaan pengusulan pemberian tanda
penghargaan bidang persandian;
g. perencanaan kebutuhan palsan;
h. penyelenggaraan pengadaan palsan melalui karya
mandiri dan mitra;
i. pemeliharaan palsan tingkat O, penghapusan
palsan dan perencanaan kebutuhan dan
pengadaan sissan untuk jaring persandian;
j. pelaksanaan dan penyelenggaraan prosedur tetap
penyimpanan sissan;
k. penentuan pemberlakuan/penggantian sissan
jaring persandian;
l. penyelenggaraan hubungan komunikasi
persandian antara pemerintah provinsi dengan
pemerintah dan/atau kota;
m. melakukan koordinasi dengan unit kerja/instansi
terkait sesuai dengan bidang tugasnya dalam
rangka kelancaran pelaksanaan tugas.
n. melakukan penyimpanan, pemeliharaan dan
pengambilan bahan-bahan informasi dan
komunikasi.
o. melakukan penyiapan bahan dalam rangka
pembinaan dan pengembangan sistem jaringan
komunikasi dan informasi.
p. melakukan penyiapan media informasi dan
komunikasi dibidang pemerintah, pembangunan
dan kemasyarakatan.

Pasal 31

(1) Subbagian Penataan Sistem dan Perangkat


mempunyai tugas melakukan penataan pengolahan,
penyusunan sistem komunikasi dan perangkatnya
untuk menunjang penyampaian, pemberian informasi
dan pelaksanaan komunikasi dari dan oleh pemerintah
daerah kepada masyarakat dan pihak-pihak lain.

190
(2) Uraian tugas dimaksud pada ayat (1) sebagai berikut :
a. merumuskan kebijakan pemerintah dalam rangka
pengumpulan, pengolahan dan penyajian data
elektronik untuk kepentingan pemerintah daerah
dan masyarakat
b. mengkoordinasikan, memadukan, menyelaraskan
dan menyerasikan kebijaksanaan dan kegiatan
dalam rangka pengumpulan, pengolahan dan
penyajian data elektronik untuk kepentingan
pemerintah daerah dan masyarakat.
c. menyusun rencana kerja dan program
pembangunan Melakukan penyiapan penyusunan
dan pengaturan bahan-bahan, perangkat dan
sitem informasi dan komunikasi.
d. melakukan koordinasi dengan unit kerja instansi
dan pihak terkait dalam kaitan penataan system
dan perangkat informasi dan komunikasi.
e. melakukan perawatan, pemeliharaan system dan
perangkat informasi dan komunikasi.
f. melakukan inventarisasi perangkat komunikasi
dan informasi.
g. melakukan inventarisasi permasalahan-
permasalahan yang berhubungan dengan
penataan system dan perangkat serta menyiapkan
bahan petunjuk pemecahan masalah.
h. melakukan penyiapan tugas-tugas lain yang
diberikan sesuai dengan lingkup tugas.
BAB IV
ASISTEN PEREKONOMIAN DAN PEMBANGUNAN
Pasal 32
(1) Asisten Perekonomian dan Pembangunan mempunyai
tugas memimpin, merumuskan, mengatur, membina,
mengendalikan, mengkoordinasikan dan
mempertanggungjawabkan pelaksanaan sebagian tugas
Sekretaris Daerah di bidang penetapan penyusunan
rumusan kebijakan dan pengkoordinasian Dinas Daerah
dan Lembaga Teknis Daerah di bidang pengkoordinasian
pelayanan adminsitrasi perekonomian, adminsitrasi
pembangunan dan administrasi sumber daya alam.

191
(2) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana tersebut
pada Pasal 16, Asisten Perekonomian dan
Pembangunan menyelenggarakan fungsi:
a. penetapan rumusan kebijakan pengkoordinasian
pelayanan administrasi kesejahteraan sosial,
pengendalian pelaksanaan pelayanan adminsitrasi
perekonomian, administrasi pembangunan dan
administrasi sumber daya alam;
b. perumusan penetapan kebijakan petunjuk teknis,
tujuan, sasaran dan monitoring penyelenggaraan
administratif pemerintahan daerah di bidang
pengkoordinasian pelayanan pelayanan
administrasi perekonomian, administrasi
pembangunan dan administrasi sumber daya
alam;
c. penyelenggaraan pembinaan administratif
pemerintahan daerah di bidang pengkoordinasian
pelayanan kesejahteraan sosial, pengendalian
pelaksanaan pelayanan administrasi
perekonomian, administrasi pembangunan dan
administrasi sumber daya alam;
d. pengkoordinasian tugas Bagian - Bagian di
lingkungan Asisten Perekonomian dan
Pembangunan;
e. perumusan penetapan kebijakan evaluasi dan
pelaporan di bidang pengkoordinasian pelayanan
administrasi perekonomian, administrasi
pembangunan dan administrasi sumber daya
alam;
f. pelaksanaan tugas kedinasan lain sesuai dengan
bidang tugas dan fungsinya;
g. penetapan rumusan koordinasi penyelenggaraan
pemerintahan daerah dengan Perangkat Daerah,
DPRD, Pemerintah, Pemerintah Provinsi dan
instansi lainnya di bidang pengkoordinasian
pelayanan kesejahteraan sosial, pengendalian
pelaksanaan pelayanan adminsitrasi
perekonomian, administrasi pembangunan dan
administrasi sumber daya alam.

192
Pasal 33

Asisten Perekonomian dan Pembangunan, terdiri dari :


a. Bagian Administrasi Perekonomian;
b. Bagian Administrasi Pembangunan;
c. Bagian Administrasi Sumber Daya Alam.

Bagian Pertama
Bagian Administrasi Perekonomian

Paragraf 1
Tugas dan Fungsi

Pasal 34

(1) Bagian Administrasi Perekonomian mempunyai tugas


melaksanakan sebagian tugas Asisten Perekonomian
dan Pembangunan dalam merencanakan teknis
operasional, merumuskan kebijakan dan koordinasi
teknis administratif penyusunan rumusan kebijakan
dan pengkoordinasian Dinas Daerah dan Lembaga
Teknis Daerah melalui koordinasi teknis pelayanan
koperasi, Usaha Kecil Menengah, pemberdayaan
masyarakat, perdagangan, industri, investasi, potensi
dan badan usaha daerah.
(2) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana tersebut
pada Pasal 16, Asisten Perekonomian dan
Pembangunan menyelenggarakan fungsi:
a. penetapan rumusan kebijakan perencanaan teknis
operasional koordinasi teknis pelayanan koperasi,
Usaha Kecil Menengah, pemberdayaan
masyarakat, perdagangan, industri, investasi,
potensi dan badan usaha daerah;
b. pelaksanaan rumusan kebijakan koordinasi teknis
pelayanan koperasi, Usaha Kecil Menengah,
pemberdayaan masyarakat, perdagangan,
industri, investasi, potensi dan badan usaha
daerah;

193
c. pengkoordinasian dalam pelaksanaan koordinasi
teknis pelayanan koperasi, Usaha Kecil Menengah,
pemberdayaan masyarakat, perdagangan, industri,
investasi, potensi dan badan usaha daerah;
d. pengkoordinasian rumusan penyusunan kebijakan
penyelenggaraan koordinasi teknis pelayanan
koperasi, Usaha Kecil Menengah, pemberdayaan
masyarakat, perdagangan, industri, investasi,
potensi dan badan usaha daerah;
e. penyelenggaraan pembinaan administratif
koordinasi teknis pelayanan pendidikan dan
keagamaan, fasilitasi dan pelayanan koperasi,
Usaha Kecil Menengah, pemberdayaan
masyarakat, perdagangan, industri, investasi,
potensi dan badan usaha daerah;
f. penetapan rumusan kebijakan analisa, monitoring,
evaluasi dan pelaporan penyelenggaraan
koordinasi teknis pelayanan koperasi, Usaha Kecil
Menengah, pemberdayaan masyarakat,
perdagangan, industri, investasi, potensi dan
badan usaha daerah;
g. pelaksanaan tugas kedinasan lain sesuai dengan
bidang tugas dan fungsinya;
h. penetapan pelaksanaan koordinasi teknis dengan
Perangkat Daerah, DPRD, Pemerintah, Pemerintah
Provinsi dan instansi lainnya di bidang koordinasi
teknis pelayanan koperasi, Usaha Kecil Menengah,
pemberdayaan masyarakat, perdagangan,
industri, investasi, potensi dan badan usaha
daerah.
Paragraf 2
Susunan Organisasi
Pasal 36
Bagian Administrasi Perekonomian, terdiri dari :
a. Subbagian Koperasi, UKM dan Pemberdayaan
Masyarakat;
b. Subbagian Perdagangan, Industri dan Investasi;
c. Subbagian Potensi dan Badan Usaha Daerah.

194
Pasal 37

(1) Subbagian Koperasi, UKM dan Pemberdayaan


Masyarakat mempunyai tugas melaksanakan sebagian
tugas Administrasi Perekonomian dalam
merencanakan, melaksanakan dan mengkoordinasikan
teknis operasional penyiapan bahan penyusunan
kebijakan dan pengkoordinasian Dinas Daerah dan
Lembaga Teknis Daerah di bidang koordinasi teknis
pelayanan bidang koperasi, UKM dan Pemberdayaan
Masyarakat.
(2) Uraian tugas dimaksud pada ayat (1) sebagai berikut :
a. penyusunan perencanaan teknis operasional
koordinasi teknis pemberian pelayanan bidang
koperasi, UKM dan Pemberdayaan Masyarakat;
b. penyusunan bahan rumusan kebijakan pelayanan
bidang koperasi, UKM dan Pemberdayaan
Masyarakat;
c. pelaksanaan monitoring dan evaluasi di bidang
pelayanan bidang koperasi, UKM dan
Pemberdayaan Masyarakat yang dilaksanakan
oleh Perangkat Daerah;
d. pelaksanaan pembinaan administrasi bidang
pelayanan bidang koperasi, UKM dan
Pemberdayaan Masyarakat pada Perangkat
Daerah;
e. pelaksanaan tugas kedinasan lain sesuai dengan
bidang tugas dan fungsinya;
f. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan
tugas;
g. pelaksanaan koordinasi teknis dengan Perangkat
Daerah, DPRD, Pemerintah, Pemerintah Provinsi
dan Instansi terkait dalam koordinasi teknis
pelayanan bidang koperasi, UKM dan
Pemberdayaan Masyarakat.

195
Pasal 38

(1) Subbagian Perdagangan, Industri dan Investasi


mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas
Bagian Administrasi Perekonomian dalam
merencanakan, melaksanakan dan mengkoordinasikan
teknis operasional penyiapan bahan penyusunan
kebijakan dan pengkoordinasian Dinas Daerah dan
Lembaga Teknis Daerah di bidang pelayanan
administrasi perdagangan, industri dan investasi.
(2) Uraian tugas dimaksud pada ayat (1) sebagai berikut :
a. penyusunan perencanaan teknis operasional
pengkoordinasian pelayanan administrasi
perdagangan, industri dan investasi;
b. penyusunan bahan rumusan kebijakan yang
meliputi penanganan pelayanan administrasi
perdagangan, industri dan investasi;
c. penyusunan pedoman dan petunjuk teknis
penanganan pelayanan administrasi perdagangan,
industri dan investasi yang dilaksanakan oleh
SKPD terkait;
d. pelaksanaan monitoring dan evaluasi bidang
pelayanan administrasi perdagangan, industri dan
investasi;
e. pelaksanaan pembinaan administratif bidang
pelayanan adminsitrasi perdagangan, industri dan
investasi pada Perangkat Daerah;
f. pelaksanaan layanan ketatausahaan dan
dokumentasi Bagian;
g. pelaksanaan tugas kedinasan lain sesuai dengan
bidang tugas dan fungsinya;
h. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan
tugas;
i. pelaksanaan koordinasi teknis dengan Perangkat
Daerah, DPRD, Pemerintah, Pemerintah Provinsi
dan Instansi terkait dalam pelayanan administrasi
perdagangan, industri dan investasi.

196
Pasal 39

(1) Subbagian Potensi dan Badan Usaha Daerah


mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas
Bagian Administrasi Perekonomian dalam
merencanakan, melaksanakan dan mengkoordinasikan
teknis operasional penyiapan bahan penyusunan
kebijakan dan pengkoordinasian Dinas Daerah dan
Lembaga Teknis Daerah di bidang pembinaan dan
fasilitasi bidang potensi dan badan usaha daerah.
(2) Uraian tugas dimaksud pada ayat (1) sebagai berikut:
a. penyusunan perencanaan teknis operasional
pembinaan dan fasilitasi bidang potensi dan badan
usaha daerah;
b. penyusunan rumusan penetapan kebijakan,
koordinasi dan fasilitasi pengelolaan bidang
potensi dan badan usaha daerah;
c. penyusunan pedoman dan petunjuk teknis
pelayanan bidang potensi dan badan usaha
daerah yang dilaksanakan oleh SKPD terkait;
d. pelaksanaan rumusan kebijakan koordinasi teknis
sarana dan prasarana perekonomian, pelayanan
koordinasi promosi dan distribusi pengembangan
perekonomian serta peningkatan dan
pengembangan BUMD;
e. pengkoordinasian dalam pelaksanaan koordinasi
sarana dan prasarana perekonomian, pelayanan
koordinasi promosi dan distribusi pengembangan
perekonomian serta peningkatan dan
pengembangan BUMD;
f. pengkoordinasian rumusan penyusunan kebijakan
penyelenggaraan koordinasi sarana dan prasarana
perekonomian, pelayanan koordinasi promosi dan
distribusi pengembangan perekonomian serta
peningkatan dan pengembangan BUMD;
g. penyelenggaraan pembinaan administratif
koordinasi sarana dan prasarana perekonomian,
pelayanan koordinasi promosi dan distribusi
pengembangan perekonomian serta peningkatan
dan pengembangan BUMD;

197
h. penetapan rumusan kebijakan analisa, monitoring,
evaluasi dan pelaporan penyelenggaraan
koordinasi sarana dan prasarana perekonomian,
pelayanan koordinasi promosi dan distribusi
pengembangan perekonomian serta peningkatan
dan pengembangan BUMD;
i. pelaksanaan tugas kedinasan lain sesuai dengan
bidang tugas dan fungsinya;
j. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan
tugas;
k. pelaksanaan koordinasi teknis dengan Perangkat
Daerah, DPRD, Pemerintah, Pemerintah Provinsi
dan Instansi terkait dalam fasilitasi pelayanan
bidang potensi dan badan usaha daerah.

Bagian Kedua
Bagian Adminsitrasi Pembangunan

Paragraf 1
Tugas dan Fungsi

Pasal 40

(1) Bagian Administrasi Pembangunan mempunyai tugas


melaksanakan sebagian tugas Asisten Perekonomian
dan Pembangunan dalam merencanakan teknis
operasional, merumuskan kebijakan dan koordinasi
teknis administratif penyusunan rumusan kebijakan
dan pengkoordinasian Dinas Daerah dan Lembaga
Teknis Daerah melalui koordinasi teknis penyusunan
program pembangunan, pelayanan dan pengendalian
pembangunan serta analisa, evaluasi dan pelaporan
pembangunan daerah;
(2) Uraian tugas dimaksud pada ayat (1) sebagai berikut:
a. penetapan rumusan kebijakan perencanaan teknis
operasional koordinasi teknis penyusunan
program pembangunan, pelayanan dan
pengendalian pembangunan serta analisa,
evaluasi dan pelaporan pembangunan daerah;

198
b. pelaksanaan rumusan kebijakan koordinasi teknis
penyusunan program pembangunan, pelayanan
dan pengendalian pembangunan serta analisa,
evaluasi dan pelaporan pembangunan daerah;
c. pengkoordinasian dalam pelaksanaan koordinasi teknis
penyusunan program pembangunan, pelayanan dan
pengendalian pembangunan serta analisa, evaluasi
dan pelaporan pembangunan daerah;
d. pengkoordinasian rumusan penyusunan kebijakan
penyelenggaraan koordinasi teknis penyusunan
program pembangunan, pelayanan dan
pengendalian pembangunan serta analisa,
evaluasi dan pelaporan pembangunan daerah;
e. penyelenggaraan pembinaan administratif
koordinasi teknis penyusunan program
pembangunan, pelayanan dan pengendalian
pembangunan serta analisa, evaluasi dan
pelaporan pembangunan daerah;
f. penetapan rumusan kebijakan analisa, monitoring,
evaluasi dan pelaporan penyelenggaraan
koordinasi teknis penyusunan program
pembangunan, pelayanan dan pengendalian
pembangunan serta analisa, evaluasi dan
pelaporan pembangunan daerah;
g. pelaksanaan tugas kedinasan lain sesuai dengan
bidang tugas dan fungsinya;
h. penetapan pelaksanaan koordinasi teknis dengan
Perangkat Daerah, DPRD, Pemerintah, Pemerintah
Provinsi dan instansi lainnya di bidang koordinasi teknis
penyusunan program pembangunan, pelayanan dan
pengendalian pembangunan serta analisa, evaluasi
dan pelaporan pembangunan daerah.
Pragraf 2
Susunan Organisasi
Pasal 41
Bagian Administrasi Pembangunan, terdiri dari :
a. Subbagian Perencanaan, Pembangunan, Statistik dan
Litbang;
b. Subbagian Perhubungan, Komunikasi dan Informasi;
c. Subbagian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang.

199
Pasal 42

(1) Subbagian Perencanaan, pembangunan, Statistik dan


Litbang mempunyai tugas melaksanakan sebagian
tugas Bagian Pembangunan dalam merencanakan,
melaksanakan dan mengkoordinasikan teknis
operasional penyiapan bahan penyusunan kebijakan
dan pengkoordinasian Dinas Daerah dan Lembaga
Teknis Daerah di bidang koordinasi teknis penyusunan
perencanaan program pembangunan daerah dan
litbang;
(2) Uraian tugas dimaksud pada ayat (1) sebagai berikut:
a. penyusunan perencanaan teknis operasional
koordinasi teknis penyusunan perencanaan
program pembangunan daerah dan litbang;
b. pelaksanaan koordinasi teknis penyusunan
perencanaan program pembangunan daerah dan
litbang;
c. penyusunan pedoman petunjuk pelaksanaan dan
teknis pembinaan administratif pelaksanaan
penyusunan perencanaan program pembangunan
daerah dan litbang;
d. pelaksanaan pembinaan administratif penyusunan
perencanaan program pembangunan daerah dan
litbang pada Perangkat Daerah;
e. pelaksanaan tugas kedinasan lain sesuai dengan
bidang tugas dan fungsinya;
f. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan
tugas;
g. pelaksanaan koordinasi teknis dengan Perangkat
Daerah, DPRD, Pemerintah, Pemerintah Provinsi
dan Instansi terkait dalam koordinasi teknis
penyusunan perencanaan program pembangunan
daerah dan litbang.

200
Pasal 43

(1) Subbagian Perhubungan, Komunikasi dan Informasi


mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas
Bagian Administrasi Pembangunan dalam
merencanakan, melaksanakan dan mengkoordinasikan
teknis operasional penyiapan bahan penyusunan
kebijakan dan pengkoordinasian Dinas Daerah dan
Lembaga Teknis Daerah di bidang perhubungan,
komunikasi dan informatika;
(2) Uraian tugas dimaksud pada ayat (1) sebagai berikut :
a. penyusunan perencanaan teknis operasional
pengendalian bidang perhubungan, komunikasi
dan informatika;
b. pelaksanaan koordinasi teknis administratif dalam
pengendalian bidang perhubungan, komunikasi
dan informatika;
c. penyusunan pedoman petunjuk pelaksanaan dan
teknis pembinaan administratif pengendalian
program bidang perhubungan, komunikasi dan
informatika;
d. pelaksanaan pembinaan administratif dan
monitoring program bidang perhubungan,
komunikasi dan informatika pada Perangkat
Daerah.
e. pelaksanaan tugas kedinasan lain sesuai dengan
bidang tugas dan fungsinya;
f. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan
tugas;
g. pelaksanaan koordinasi teknis dengan Perangkat
Daerah, DPRD, Pemerintah, Pemerintah Provinsi
dan Instansi terkait dalam pengendalian bidang
perhubungan, komunikasi dan informatika.

201
Pasal 44

(1) Subbagian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang


mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas
Bagian Administrasi Pembangunan dalam
merencanakan teknis operasional, merumuskan
kebijakan dan koordinasi teknis administratif
penyusunan rumusan kebijakan dan pengkoordinasian
Dinas Daerah dan Lembaga Teknis Daerah melalui
koordinasi pekerjaan umum dan penataan ruang;
(2) Uraian tugas dimaksud pada ayat (1) sebagai berikut:
a. penyusunan perencanaan teknis operasional
pengendalian bidang pekerjaan umum dan
penataan ruang;
b. pelaksanaan koordinasi teknis administratif dalam
pengendalian bidang pekerjaan umum dan
penataan ruang;
c. penyusunan pedoman petunjuk pelaksanaan dan
teknis pembinaan administratif pengendalian
program bidang pekerjaan umum dan penataan
ruang;
d. pelaksanaan pembinaan administratif dan
monitoring program bidang pekerjaan umum dan
penataan ruang pada Perangkat Daerah.
e. pelaksanaan tugas kedinasan lain sesuai dengan
bidang tugas dan fungsinya;
f. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan
tugas;
g. pelaksanaan koordinasi teknis dengan Perangkat
Daerah, DPRD, Pemerintah, Pemerintah Provinsi
dan Instansi terkait dalam pengendalian bidang
pekerjaan umum dan penataan ruang.

202
Bagian Ketiga
Bagian Adminsitrasi Sumber Daya Alam

Paragraf 1
Tugas dan Fungsi

Pasal 45

(1) Bagian Administrasi Sumber Daya Alam mempunyai


tugas melaksanakan sebagian tugas Asisten
Perekonomian dan Pembangunan dalam
merencanakan teknis operasional, merumuskan
kebijakan dan koordinasi teknis administratif
penyusunan rumusan kebijakan dan pengkoordinasian
Dinas Daerah dan Lembaga Teknis Daerah melalui
koordinasi teknis dibidang pertanian, perkebunan dan
kehutanan, peternakan, perikanan dan kelautan,
pertambangan, energi dan lingkungan hidup.
(2) Uraian tugas dimaksud pada ayat (1) sebagai berikut:
a. penetapan rumusan kebijakan perencanaan teknis
operasional koordinasi teknis penyusunan
program dibidang pertanian, perkebunan dan
kehutanan, peternakan, perikanan dan kelautan,
pertambangan, energi dan lingkungan hidup.;
b. pelaksanaan rumusan kebijakan koordinasi teknis
penyusunan program, analisa, evaluasi dan
pelaporan dibidang pertanian, perkebunan dan
kehutanan, peternakan, perikanan dan kelautan,
pertambangan, energi dan lingkungan hidup.;
c. pengkoordinasian dalam pelaksanaan koordinasi
teknis penyusunan program dibidang pertanian,
perkebunan dan kehutanan, peternakan,
perikanan dan kelautan, pertambangan, energi
dan lingkungan hidup.;
d. penyelenggaraan pembinaan administratif
koordinasi teknis dibidang pertanian, perkebunan
dan kehutanan, peternakan, perikanan dan
kelautan, pertambangan, energi dan lingkungan
hidup.

203
e. penetapan rumusan kebijakan analisa, monitoring,
evaluasi dan pelaporan penyelenggaraan
koordinasi teknis dibidang pertanian, perkebunan
dan kehutanan, peternakan, perikanan dan
kelautan, pertambangan, energi dan lingkungan
hidup.;
f. pelaksanaan tugas kedinasan lain sesuai dengan
bidang tugas dan fungsinya;
g. penetapan pelaksanaan koordinasi teknis dengan
Perangkat Daerah, DPRD, Pemerintah, Pemerintah
Provinsi dan instansi lainnya di bidang koordinasi
teknis penyusunan program dibidang pertanian,
perkebunan dan kehutanan, peternakan,
perikanan dan kelautan, pertambangan, energi
dan lingkungan hidup.

Paragraf 2
Susunan Organisasi

Pasal 46

Bagian Administrasi Sumber Daya Alam, terdiri dari :


a. Subbagian Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan;
b. Subbagian Peternakan, Perikanan dan Kelautan;
c. Subbagian Pertambangan, Energi dan Lingkungan
Hidup.
Pasal 47

(1) Subbagian Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan


mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas
Bagian Administrasi Sumber Daya Alam dalam
merencanakan, melaksanakan dan mengkoordinasikan
teknis operasional penyiapan bahan penyusunan
kebijakan dan pengkoordinasian Dinas Daerah dan
Lembaga Teknis Daerah di bidang pertanian,
perkebunan dan kehutanan.

204
(2) Uraian tugas dimaksud pada ayat (1) sebagai berikut:
a. penyusunan perencanaan teknis operasional
pelayanan di bidang pertanian, perkebunan dan
kehutanan.
b. penyusunan rumusan kebijakan koordinasi
pelayanan di bidang pertanian, perkebunan dan
kehutanan.
c. pelaksanaan monitoring dan evaluasi pelayanan
dan pengembangan di bidang pertanian,
perkebunan dan kehutanan.
d. pelaksanaan koordinasi teknis pembinaan
administrasi di bidang pertanian, perkebunan dan
kehutanan.
e. pelaksanaan dan fasilitasi kebijakan di bidang
pertanian, perkebunan dan kehutanan.
f. pelaksanaan tugas kedinasan lain sesuai dengan
bidang tugas dan fungsinya;
g. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan
tugas;
h. pelaksanaan koordinasi teknis dengan Perangkat
Daerah, DPRD, Pemerintah, Pemerintah Provinsi
dan Instansi terkait dalam di bidang pertanian,
perkebunan dan kehutanan.

Pasal 48

(1) Subbagian Peternakan, Perikanan dan Kelautan


mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas
Bagian Koordinasi Perekonomian dalam
merencanakan, melaksanakan dan mengkoordinasikan
teknis operasional penyiapan bahan penyusunan
kebijakan dan pengkoordinasian Dinas Daerah dan
Lembaga Teknis Daerah di bidang peternakan,
perikanan dan kelautan.
(2) Uraian tugas dimaksud pada ayat (1) sebagai berikut :
a. penyusunan perencanaan teknis operasional
pelayanan promosi dan koordinasi distribusi
pengembangan di bidang peternakan, perikanan
dan kelautan;

205
b. penyusunan rumusan kebijakan peningkatan
produksi dan distribusi di bidang peternakan,
perikanan dan kelautan;
c. pelaksanaan monitoring dan evaluasi
perkembangan pelayanan promosi dan koordinasi
distribusi pengembangan di bidang peternakan,
perikanan dan kelautan;
d. pelaksanaan monitoring sentra - sentra produksi
dan sentra - sentra distribusi di bidang peternakan,
perikanan dan kelautan melalui koordinasi dengan
unit kerja Perangkat Daerah terkait;
e. pelaksanaan tugas kedinasan lain sesuai dengan
bidang tugas dan fungsinya;
f. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan
tugas;
g. pelaksanaan koordinasi teknis dengan Perangkat
Daerah, DPRD, Pemerintah, Pemerintah Provinsi
dan Instansi terkait dalam pelayanan promosi dan
koordinasi distribusi pengembangan di bidang
peternakan, perikanan dan kelautan.

Pasal 49

(1) Subbagian Pertambangan, energi dan Lingkungan


Hidup mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas
Bagian administrasi Sumber Daya Alam dalam
merencanakan, melaksanakan dan mengkoordinasikan
teknis operasional penyiapan bahan penyusunan
kebijakan dan pengkoordinasian Dinas Daerah dan
Lembaga Teknis Daerah di bidang pengelolaan dan
pengembangan pertambangan, energi dan lingkungan
hidup.
(2) Uraian tugas dimaksud pada ayat (1) sebagai berikut :
a. penyusunan perencanaan teknis operasional
pengelolaan dan pengembangan di bidang
pengelolaan dan pengembangan pertambangan,
energi dan lingkungan hidup;

206
b. penyusunan rumusan penetapan kebijakan
pengelolaan di bidang pengelolaan dan
pengembangan pertambangan, energi dan
lingkungan hidup;
c. pelaksanaan pengawasan pengelolaan di bidang
pengelolaan dan pengembangan pertambangan,
energi dan lingkungan hidup.;
d. penyusunan bahan rumusan kebijakan pembinaan
di bidang pengelolaan dan pengembangan
pertambangan, energi dan lingkungan hidup.;
e. pelaksanaan monitoring dan evaluasi pembinaan
dan pengembangan di bidang pengelolaan dan
pengembangan pertambangan, energi dan
lingkungan hidup.
f. penyusunan rumusan kebijakan teknis pembinaan
di bidang pengelolaan dan pengembangan
pertambangan, energi dan lingkungan hidup
sesuai dengan peraturan perundang - undangan
yang berlaku;
g. pelaksanaan pembinaan administratif dalam
bidang pembinaan di bidang pengelolaan dan
pengembangan pertambangan, energi dan
lingkungan hidup.
h. pelaksanaan layanan ketatausahaan dan
dokumentasi Bagian;
i. pelaksanaan tugas kedinasan lain sesuai dengan
bidang tugas dan fungsinya;
j. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan
tugas;
k. pelaksanaan koordinasi teknis dengan Perangkat
Daerah, DPRD, Pemerintah, Pemerintah Provinsi
dan Instansi terkait dalam pengelolaan dan
pengembangan di bidang pengelolaan dan
pengembangan pertambangan, energi dan
lingkungan hidup.

207
BAB V
ASISTEN ADMINISTRASI UMUM

Pasal 50

Asisten Administrasi Umum mempunyai tugas memimpin,


merumuskan, mengatur, membina, mengendalikan,
mengkoordinasikan dan mempertanggungjawabkan
pelaksanaan sebagian tugas Sekretaris Daerah di bidang
hukum dan ham, keuangan dan kepegawaian, penataan
kelembagaan, ketatalaksanaan, pelayanan administrasi
ketatausahaan, keprotokolan, pengelolaan perlengkapan,
rumah tangga sekretariat.

Pasal 51

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada


ayat (2) Pasal ini Asisten Administrasi Umum
menyelenggarakan fungsi :
a. penetapan rumusan kebijakan pelayanan administrasi
umum, rumah tangga, keuangan dan kepegawaian,
penataan kelembagaan, ketatalaksanaan, pelayanan
ketatausahaan, keprotokolan dan hubungan antar
lembaga;
b. perumusan penetapan kebijakan petunjuk teknis,
tujuan, sasaran dan monitoring penyelenggaraan
administratif di bidang pelayanan administrasi umum,
rumah tangga, keuangan dan kepegawaian, penataan
kelembagaan, ketatalaksanaan, pelayanan
ketatausahaan, keprotokolan dan hubungan antar
lembaga;
c. penyelenggaraan pembinaan administratif
pemerintahan daerah di bidang pelayanan administrasi
umum, rumah tangga, keuangan dan kepegawaian,
penataan kelembagaan, ketatalaksanaan, pelayanan
ketatausahaan, keprotokolan dan hubungan antar
lembaga.
d. pengkoordinasian tugas Bagian - Bagian di lingkungan
Asisten Administrasi Umum;

208
e. perumusan kebijakan penetapan evaluasi dan
pelaporan di bidang pelayanan administrasi umum,
rumah tangga, keuangan dan kepegawaian, penataan
kelembagaan, ketatalaksanaan, pelayanan
ketatausahaan, keprotokolan dan hubungan antar
lembaga.
f. pelaksanaan tugas kedinasan lain sesuai dengan
bidang tugas dan fungsinya;
g. penetapan rumusan koordinasi penyelenggaraan
pemerintahan daerah dengan Perangkat Daerah,
DPRD, Pemerintah, Pemerintah Provinsi dan instansi
lainnya di bidang pelayanan administrasi umum, rumah
tangga, keuangan dan kepegawaian, penataan
kelembagaan, ketatalaksanaan, pelayanan
ketatausahaan, keprotokolan dan hubungan antar
lembaga.

Pasal 52

Asisten Administrasi Umum, terdiri dari :


a. Bagian Hukum dan HAM
b. Bagian Organisasi
c. Bagian Keuangan
d. Bagian Umum

Bagian Pertama
Bagian Hukum dan HAM

Paragraf 1
Tugas dan Fungsi

Pasal 53

Bagian Hukum dan HAM mempunyai tugas melaksanakan


dan mengkoordinasikan penyiapan perumusan peraturan
perundang-undangan, telaahan hukum, bantuan hukum,
publikasi, dokumentasi hukum serta pengelolaan dan
pengembangan perpustakaan Sekretariat Daerah.

209
Pasal 54

Untuk melaksanakan tugas sebagaimana tersebut pada


Pasal 53, Bagian Hukum mempunyai fungsi :
a. penyiapan bahan dan pengkoordinasian perumusan
produk hukum daerah baik berupa Peraturan Daerah
dan Keputusan Walikota dan dalam bentuk lainnya.
b. penyiapan bahan perencanaan dan pembinaan
pelaksanaan peraturan perundang-undangan serta
menyiapkan bahan Rancangan Peraturan Daerah dan
pengesahannya.
c. penyiapan naskah kerjasama Pemerintah Daerah
dengan pihak ketiga.
d. penyiapan bahan pertimbangan dan bantuan hukum
kepada aparatur dan perangkat daerah atas masalah
hukum yang timbul dalam pelaksanaan tugas.
e. penyiapan pengumpulan bahan peraturan perundang-
undangan, melakukan publikasi dan dokumentasi
produk hukum.
f. penyiapan bahan pembinaan ketatalaksanaan yang
meliputi tata kerja, metode kerja dan prosedur kerja
serta pengelolaan dan pengembangan perpustakaan
Sekretariat Daerah.
g. penyiapan penyusunan pedoman dan petunjuk teknis
serta bimbingan teknis untuk peningkatan
keterampilan dan pengetahuan PPNS dibidang
penyidikan pelanggaran Peraturan Daerah.
h. penetapan rumusan kebijakan perencanaan teknis
operasional pelayanan hukum dan perundang-
undangan;
i. penyelenggaraan pengelolaan urusan pengolahan
data, dokumentasi dan perpustakaan;
j. penyelenggaraan pengelolaan urusan pengkajian dan
pengembangan hukum;
k. pelaksanaan tugas kedinasan lain sesuai dengan
bidang tugas dan fungsinya;
l. penetapan pelaksanaan koordinasi teknis dengan
Perangkat Daerah, Pemerintah, Pemerintah Provinsi
dan instansi lainnya di bidang pelayanan hukum dan
perundang-undangan.

210
m. melakukan pembinaan, pengawasan dan pengendalian
pelaksanaan operasional PPNS bersama dengan
instansi terkait.
n. penyiapan tugas-tugas lain yang diberikan sesuai
dengan lingkup tugasnya.

Paragraf 2
Susunan Organisasi

Pasal 55

Bagian Hukum terdiri dari :


a. Subbagian Kajian dan Produk Hukum.
b. Subbagian Dokumentasi dan Kepustakaan.
c. Subbagian Bantuan Hukum dan HAM.

Pasal 56

(1) Subbagian Kajian dan Produk Hukum mempunyai


tugas melakukan koordinasi perumusan dan
penyusunan rancangan peraturan perundang-
undangan/produk hukum daerah serta naskah
keputusan yang sifatnya pengaturan, penetapan serta
menelaah dan mengevaluasi pelaksanaannya.
(2) Uraian tugas dimaksud pada ayat (1) sebagai berikut :
a. melakukan pengumpulan dan mempelajari
peraturan perundang-undangan, kebijaksanaan
teknis, pedoman dan petunjuk teknis serta bahan-
bahan lainnya yang berhubungan dengan
perencanaan dan penetapan peraturan
perundang-undangan.
b. melakukan inventarisasi permasalahan-
permasalahan yang berhubungan dengan bidang
hukum dan perundang-undangan dan
menyiapkan bahan petunjuk pemecahan masalah.
c. melakukan penyiapan perumusan Rancangan
Produk Hukum Daerah yang terdiri dari : Peraturan
Daerah, Keputusan Walikota, Keputusan Bersama
Walikota dan Instruksi Walikota dan rancangan
dalam bentuk lainnya.

211
d. melakukan penyiapan naskah kerjasama, MoU dan
perjanjian dengan unit diluar instansi dinas terkait
baik didalam lingkungan kota maupun dengan
pihak luar.
e. melakukan koordinasi dengan unit kerja/ instansi
terkait sesuai dengan bidang tugasnya dalam
rangka penyusunan Produk Hukum Daerah.
f. melakukan penyiapan bahan dalam rangka
pengundangan Peraturan Daerah, Peraturan
Walikota, Instruksi Walikota dan Keputusan
Walikota ke dalam Lembaran Daerah dan Berita
Daerah Kota Dumai.
g. memberikan penomoran secara sistematis pada
setiap pengundangan dan penetapan produk
hukum.
h. melakukan pemantauan perkembangan
pelaksanaan hukum dan peraturan perundang-
undangan yang menyangkut tugas Pemerintah
Kota.
i. melakukan penelitian dan pengkajian serta
penelaahan produk-produk hukum.
j. melakukan penyiapan tugas-tugas lain yang
diberikan sesuai dengan lingkup tugasnya.

Pasal 57

(1) Subbagian Dokumentasi dan Kepustakaan mempunyai


tugas melakukan pengumpulan bahan,
penyelenggaraan, pengelolaan, penyajian bahan
pustaka dan dokumen hukum serta penyusunan
kebijaksanaan dibidang dokumentasi dan
kepustakaan.
(2) Uraian tugas dimaksud pada ayat (1) sebagai berikut :
a. melakukan pengumpulan, pencatatan dan
pendataan peraturan perundang-undangan,
kebijakan teknis, pedoman dan petunjuk teknis,
produk-produk hukum serta bahan-bahan lainnya
yang berhubungan dengan bidang hukum dan
kepustakaan.

212
b. melakukan penyiapan bahan dalam rangka
pembinaan dan pengembangan sistem jaringan
dokumentasi, publikasi dan informasi hukum serta
kepustakaan.
c. melakukan penggandaan produk-produk hukum
yang berhubungan dengan tugas Pemerintah
Daerah.
d. melakukan penyiapan bahan penyusunan
kebijaksanaan, pedoman dan petunjuk teknis
dibidang dokumentasi dan kepustakaan.
e. melakukan penyelenggaraan pengadaan,
pengumpulan, pengolahan, penyimpanan,
perawatan dan penyajian produk-produk hukum,
karya cetak dan karya rekam bidang hukum dan
kepustakaan.
f. melakukan inventarisasi permasalahan-
permasalahan yang berhubungan dengan Laporan
Hasil Pemeriksaan (LHP) Pemerintah Daerah Kota
Dumai.
g. melakukan penyiapan bahan-bahan
penandatanganan Nota Persetujuan
Keterlambatan Pembuatan Akte Kelahiran.
h. melakukan publikasi dan dokumentasi Sistem
Informasi Hukum (SISKUM).
i. melakukan publikasi dan dokumentasi produk-
produk hukum daerah.
j. melakukan inventarisasi permasalahan-
permasalahan yang berhubungan dengan
dokumentasi hukum dan kepustakaan serta
menyiapkan bahan pemecahan masalah.

Pasal 58

(1) Subbagian Bantuan Hukum dan HAM mempunyai


tugas melakukan pembinaan PPNS, publikasi dan
penyuluhan produk-produk hukum daerah, serta
penyelesaian masalah hukum dan pelayanan bantuan
hukum.

213
(2) Uraian tugas dimaksud pada ayat (1) sebagai berikut :
a. melakukan bantuan hukum di dalam dan di luar
pengadilan kepada pegawai dan perangkat daerah
di lingkungan Pemerintah Kota yang tersangkut
perkara kedinasan.
b. melakukan penyiapan bahan dalam rangka
penyuluhan/bimbingan hukum dan peraturan
perundang-undangan yang menyangkut bidang
tugas Pemerintah Kota.
c. melakukan penyiapan konsep surat kuasa untuk
mewakili Pemerintah Kota atau Pegawai di
lingkungan Pemerintah Kota dalam penyelesaian
perkara.
d. melakukan pengumpulan dan mempelajari
peraturan perundang-undangan, kebijakan teknis,
pedoman dan petunjuk teknis serta bahan-bahan
lainnya yang berhubungan dengan bidang
bantuan hukum dan HAM.
e. melakukan penyiapan bahan penyusunan
kebijaksanaan, pedoman dan petunjuk teknis
dibidang bantuan hukum dan HAM.
f. melakukan pengumpulan dan menyusun program
Rencana Aksi Nasional Hak Aksi Manusia
(RAMHAM)
g. melakukan inventarisasi permasalahan-
permasalahan yang berhubungan dengan bidang
bantuan hukum dan HAM serta menyiapkan bahan
pemecahan masalah.
h. penyiapan penyusunan pedoman dan petunjuk
teknis serta bimbingan teknis untuk peningkatan
keterampilan dan pengetahuan PPNS dibidang
penyidikan Peraturan Daerah.
i. melakukan koordinasi dengan unit kerja, instansi
terkait sesuai dengan bidang tugas PPNS dalam
rangka pembinaan, pengawasan, dan
pengendalian pelaksanaan Peraturan Daerah.
j. melakukan penyiapan bahan pembinaan dan
pengawasan terhadap pelanggaran hak asasi
manusia.

214
k. melakukan konsultasi dengan instansi lain dalam
rangka penyelesaian sengketa pidana/perdata.
l. melakukan penyelesaian perkara atau sengketa
dan mempelajari surat gugatan yang ditujukan
kepada Pemerintah Kota dan pegawai di
lingkungan Pemerintah Kota yang bersangkutan
perkara dalam kedinasan.
m. melakukan penyiapan tugas-tugas lain yang
diberikan sesuai dengan lingkup tugasnya.

Bagian Kedua
Bagian Organisasi

Paragraf 1
Tugas dan Fungsi

Pasal 59

(1) Kepala Bagian Organisasi mempunyai tugas


melaksanakan sebagian tugas Asisten Administrasi
dalam merencanakan teknis operasional, merumuskan
kebijakan dan koordinasi teknis administratif
penyusunan rumusan kebijakan dan pengkoordinasian
Dinas Daerah dan Lembaga Teknis Daerah melalui
penyusunan mekanisme dan prosedur
ketatalaksanaan, penataan dan evaluasi kelembagaan
serta penyusunan analisa formasi jabatan dan
perencanaan pendayagunaan aparatur;
(2) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud
pada ayat (2) Pasal ini Kepala Bagian Organisasi
menyelenggarakan fungsi :
a. penetapan rumusan kebijakan perencanaan teknis
operasional penyusunan mekanisme dan prosedur
ketatalaksanaan, penataan dan evaluasi
kelembagaan serta penyusunan analisa formasi
jabatan dan perencanaan pendayagunaan
aparatur;

215
b. pelaksanaan rumusan kebijakan koordinasi teknis
penyusunan mekanisme dan prosedur
ketatalaksanaan, penataan dan evaluasi
kelembagaan serta penyusunan analisa formasi
jabatan dan perencanaan pendayagunaan
aparatur;
c. pengkoordinasian dalam pelaksanaan penyusunan
mekanisme dan prosedur ketatalaksanaan,
penataan dan evaluasi kelembagaan serta
penyusunan analisa formasi jabatan dan
perencanaan pendayagunaan aparatur;
d. pengkoordinasian rumusan penyusunan kebijakan
penyelenggaraan penyusunan mekanisme dan
prosedur ketatalaksanaan, penataan dan evaluasi
kelembagaan serta penyusunan analisa formasi
jabatan dan perencanaan pendayagunaan
aparatur;
f. penyelenggaraan pembinaan administratif
penyusunan mekanisme dan prosedur
ketatalaksanaan, penataan dan evaluasi
kelembagaan serta penyusunan analisa formasi
jabatan dan perencanaan pendayagunaan
aparatur;
g. penetapan rumusan kebijakan analisa, monitoring,
evaluasi dan pelaporan penyelenggaraan
penyusunan mekanisme dan prosedur
ketatalaksanaan, penataan dan evaluasi
kelembagaan serta penyusunan analisa formasi
jabatan dan perencanaan pendayagunaan
aparatur;
h. pelaksanaan tugas kedinasan lain sesuai dengan
bidang tugas dan fungsinya;

216
i. penetapan pelaksanaan koordinasi teknis dengan
Perangkat Daerah, DPRD, Pemerintah, Pemerintah
Provinsi dan instansi lainnya di bidang penyusunan
mekanisme dan prosedur ketatalaksanaan,
penataan dan evaluasi kelembagaan serta
penyusunan analisa formasi jabatan dan
perencanaan pendayagunaan aparatur.

Paragraf 2
Susunan Organisasi

Pasal 60

Bagian Organisasi, terdiri dari :


a. Subbagian Kelembagaan;
b. Subbagian Ketatalaksanaan dan Pelayanan Publik;
c. Subbagian Analisa Formasi Jabatan dan Kepegawaian.

Pasal 61

(1) Kepala Subbagian Kelembagaan mempunyai tugas


melaksanakan sebagian tugas Bagian Organisasi
dalam merencanakan, melaksanakan dan
mengkoordinasikan teknis operasional penyiapan
bahan penyusunan kebijakan dan pengkoordinasian
Dinas Daerah dan Lembaga Teknis Daerah di bidang
penataan kelembagaan Perangkat Daerah;
(2) Uraian tugas dimaksud pada ayat (1) sebagai berikut:
a. penyusunan perencanaan teknis operasional
penataan kelembagaan Perangkat Daerah;
b. pelaksanaan pedoman umum tentang penataan
kelembagaan perangkat daerah;
c. pelaksanaan kebijakan pembentukan perangkat
daerah;

217
d. pelaksanaan pengembangan kapasitas
kelembagaan perangkat daerah;
e. pelaksanaan penerapan dan pengendalian
organisasi perangkat daerah;
f. pelaksanaan pengkajian, perumusan dan
penyusunan penataan dan pengembangan
kelembagaan Perangkat Daerah;
g. pelaksanaan pembinaan administratif
kelembagaan pada Perangkat Daerah;
h. pelaksanaan penyusunan dan pengolahan data
kelembagaan Perangkat Daerah;
i. pelaksanaan tugas kedinasan lain sesuai dengan
bidang tugas dan fungsinya;
j. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan
tugas;
k. pelaksanaan koordinasi teknis dengan Perangkat
Daerah, DPRD, Pemerintah, Pemerintah Provinsi
dan Instansi terkait dalam penataan kelembagaan
Perangkat Daerah.

Pasal 62

(1) Subbagian Ketatalaksanaan dan Pelayanan Publik


mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas
Bagian Organisasi dalam merencanakan,
melaksanakan dan mengkoordinasikan teknis
operasional penyiapan bahan penyusunan kebijakan
dan pengkoordinasian Dinas Daerah dan Lembaga
Teknis Daerah di bidang penataan ketatalaksanaan
Perangkat Daerah;
(2) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud
pada ayat (2) Pasal ini Kepala Subbagian
Ketatalaksanaan menyelenggarakan fungsi :
a. penyusunan perencanaan teknis operasional
penataan ketatalaksanaan Perangkat Daerah;
b. pelaksanaan pedoman tatalaksana perangkat
daerah;
c. pelaksanaan fasilitasi hubungan kerja antar Dinas
Daerah, Lembaga Teknis Daerah dengan
Kecamatan / Kelurahan dalam rangka pelaksanaan
pelayanan pemerintahan;

218
d. penyusunan rumusan kebijakan penetapan
perencanaan, penganggaran dan penerapan SPM
pemerintah daerah;
e. penyusunan rumusan kebijakan pelaksanaan
pedoman teknis perangkat daerah;
f. penyediaan bahan monitoring dan evaluasi
perangkat daerah;
g. penyediaan bahan data base perangkat daerah;
h. pelaksanaan pengkajian, perumusan dan
penyusunan penataan tatalaksana Perangkat
Daerah;
i. pelaksanaan pembinaan administratif tatalaksana
Perangkat Daerah;
j. pelaksanaan penyusunan dan pengolahan data
tatalaksana Perangkat Daerah;
k. penyusunan pedoman dan petunjuk teknis
pengembangan sistem ketatalaksanaan Perangkat
Daerah;
l. pelaksanaan tugas kedinasan lain sesuai dengan
bidang tugas dan fungsinya;
m. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan
tugas;
n. pelaksanaan koordinasi teknis dengan Perangkat
Daerah, DPRD, Pemerintah, Pemerintah Provinsi
dan Instansi terkait dalam penataan
ketatalaksanaan Perangkat Daerah.

Pasal 63

(1) Subbagian Analisa Formasi Jabatan dan Kepegawaian


mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas
Bagian Organisasi dalam merencanakan,
melaksanakan dan mengkoordinasikan teknis
operasional penyiapan bahan penyusunan kebijakan
dan pengkoordinasian Dinas Daerah dan Lembaga
Teknis Daerah di bidang penyusunan analisa formasi
jabatan, kepgawaian dan penataan perencanaan
pendayagunaan aparatur;

219
(2) Uraian tugas dimaksud pada ayat (1) sebagai berikut:
a. penyusunan perencanaan teknis operasional
penyusunan analisa formasi jabatan dan penataan
perencanaan pendayagunaan aparatur dan
kepegawaian;
b. pelaksanaan pedoman analisis jabatan perangkat
daerah;
c. pelaksanaan penyusunan dan pengolahan data analisa
formasi jabatan Perangkat Daerah;
d. pelaksanaan pengkajian, perumusan dan penyusunan
perencanaan pendayagunaan aparatur yang meliputi
analisa kebutuhan pegawai, perencanaan kebutuhan
jenis pendidikan dan latihan, penyusunan pola jenjang
karier dan penyusunan standar akuntabilitas aparatur
Perangkat Daerah;
e. pelaksanaan penyusunan dan pengolahan
perencanaan pendayagunaan aparatur Perangkat
Daerah;
f. pelaksanaan layanan ketatausahaan dan dokumentasi
Bagian;
g. pelaksanaan tugas kedinasan lain sesuai dengan
bidang tugas dan fungsinya;
h. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan
tugas;
i. pelaksanaan koordinasi teknis dengan Perangkat
Daerah, DPRD, Pemerintah, Pemerintah Provinsi dan
Instansi terkait dalam penyusunan analisa formasi
jabatan dan penataan perencanaan pendayagunaan
aparatur.

Bagian Ketiga
Bagian Keuangan

Paragraf 1
Tugas dan Fungsi

Pasal 64

Bagian Keuangan mempunyai tugas membantu Sekretariat


Daerah dalam melaksanakan penyusunan rencana program,
menyajikan informasi keuangan serta pengelolaan keuangan,
pelaksanaan dan sistem akuntansi dan pelaporan keuangan di
lingkup Sekretariat Daerah.

220
Pasal 65

Untuk melaksanakan tugas sebagaimana tersebut pada


Pasal 64, Bagian Keuangan mempunyai fungsi :
a. Pengelolaan administrasi keuangan sekretariat daerah;
b. Pelaksanaan kegiatan ketatausahan;
c. Pelaporan hasil pelaksanaan tugas;
d. Pengumpulan dan penyiapan pelaksanaan tugas-tugas
lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas
dan fungsinya.

Paragraf 2
Susunan Organisasi

Pasal 66

Bagian Keuangan, terdiri dari :


a. Subbagian Anggaran;
b. Subbagian Perbendaharaan;
c. Subbagian Akuntansi dan Verifikasi.

Pasal 67

(1) Subbagian Anggaran mempunyai tugas melakukan


pengumpulan dan penyiapan bahan penyusunan
anggaran Sekretariat Daerah.
(2) Uraian tugas dimaksud pada ayat (1) sebagai berikut :
a. melakukan pengumpulan bahan dan pengelolaan
data dan informasi yang berhubungan dengan
bidang penyusunan anggaran.
b. melakukan inventarisasi permasalahan-
permasalahan yang berhubungan dengan
penyusunaan anggaran dan menyiapkan bahan
petunjuk pemecahan masalah.
c. melakukan koordinasi dengan unit kerja terkait
sesuai dengan bidang tugasnya dalam rangka
kelancaran pelaksanaan tugas.

221
d. melakukan pengumpulan dan penyiapan bahan
dalam rangka penyusunan konsep pedoman
pelaksanaan anggaran;
e. melakukan pengumpulan dan penyiapan
pelaksanaan tugas-tugas lain yang diberikan oleh
atasan sesuai dengan tugas dan fungsinya.
Pasal 68
(1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas
menerbitkan SPMU, membina ketatausahaan
keuangan, penyelesaian masalah kebendaharaan dan
ganti rugi serta perbendaharaan belanja pegawai,
perbendaharaan belanja tidak langsung,
perbendaharaan belanja langsung dan pembinaan
perbendaharaan.
(2) Uraian tugas dimaksud pada ayat (1) sebagai berikut :
a. melakukan pengumpulan dan mengelola data
serta informasi yang berhubungan dengan
kebendaharaan;
b. melakukan inventarisasi permasalahan-
permasalahan yang berhubungan dengan
perbendaharaan dan menyiapkan bahan petunjuk
pemecahan masalah;
c. melakukan koordinasi dengan unit kerja terkait
sesuai dengan bidang tugasnya dalam rangka
kelancaran pelaksanaan tugas.
d. melakukan pelayanan permintaan pembayaran
tunjangan lain-lain dan pengkajian;
e. melakukan pengumpulan dan penyiapan tugas-
tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai
dengan tugas dan fungsinya.
Pasal 69
(1) Subbagian Akuntansi dan Verifikasi mempunyai tugas
melakukan pembukuan secara sistematis dan
kronologis serta menyiapkan bahan penyusunan
perhitungan anggaran dan pemeriksaan/penelitian
terhadap realisasi anggaran belanja tidak langsung
dan anggaran belanja langsung sekretariat daerah.

222
(2) Uraian tugas dimaksud pada ayat (1) sebagai berikut :
a. mengumpulkan pengumpulan dan penyiapan
bahan penyusunan neraca daerah dan realisasi
anggaran.
b. menyusun laporan keuangan yang terdiri dari
neraca, realisasi anggaran.
c. melakukan pengumpulan dan pengelolaan data
serta informasi yang berhubungan dengan
akuntansi daerah;
d. melakukan inventarisasi permasalahan-
permasalahan yang berhubungan dengan
verifikasi dan pembukuan serta menyiapkan
bahan petunjuk pemecahan masalah;
e. melakukan pengumpulan dan penyiapan
pelaksanaan tugas-tugas lain yang diberikan oleh
atasan sesuai dengan tugas dan fungsinya.

Bagian Keempat
Bagian Umum

Paragraf 1
Tugas dan Fungsi

Pasal 70

Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan


pembinaan ketatausahaan dan kearsipan, perlengkapan
rumah tangga sekretariat dan penyusunan program
perjalanan dinas, hubungan antar lembaga dan penyiapan
urusan keprotokolan.

Pasal 71

Untuk melaksanakan tugas sebagaimana tersebut pada


Pasal 70, Bagian Umum mempunyai fungsi :
a. penyiapan bahan kegiatan pengelolaan administrasi
surat masuk dan keluar serta tata usaha pimpinan.
b. penyiapan bahan administrasi perjalanan dinas dan
pembinaan kearsipan.

223
c. penyiapan urusan perlengkapan dan rumah
tangga pimpinan dan Sekretariat Daerah.
d. penyiapan bahan dan pengelolaan dibidang
keprotokolan.
e. pengadaan, Penyimpanan dan pemeliharaan
perlengkapan
f. penyiapan tugas-tugas lain yang diberikan sesuai
dengan lingkup tugasnya.

Paragraf 2
Susunan Organisasi

Pasal 72

Bagian Umum, terdiri dari :


a. Subbagian Tata Usaha dan Kearsipan.
b. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga.
c. Subbagian Protokol dan Hubungan Antar Lembaga.

Pasal 73

(1) Subbagian Tata Usaha dan Kearsipan mempunyai


tugas melakukan kegiatan administrasi pimpinan dan
tata usaha umum, mengendalikan dan membina
kearsipan.
(2) Uraian tugas dimaksud pada ayat (1) sebagai berikut :
a. melakukan pengumpulan bahan dan pengolahan
data serta informasi yang berhubungan dengan
administrasi surat menyurat dan kearsipan.
b. melakukan penyiapan bahan penyusunan
kebijaksanaan, pedoman dan petunjuk teknis
dibidang tata usaha pimpinan.
c. melakukan penyiapan bahan penyusunan
kebijaksanaan, pedoman dan petunjuk teknis
dibidang administrasi dan kearsipan.
d. melakukan pengaturan dan memeriksa surat-surat
yang akan ditandatangani oleh pimpinan.

224
e. melakukan inventarisasi permasalahan-
permasalahan yang berhubungan dengan bidang
administrasi dan kearsipan serta menyiapkan
bahan petunjuk pemecahan masalah.
f. melakukan pencatatan dan penyampaian naskah
dinas pimpinan kepada unit kerja yang ditunjuk.
g. menyusun dan merencanakan kegiatan bimbingan
kearsipan pada unit-unit kerja di lingkungan
Sekretariat Daerah.
h. menyusun pedoman dan petunjuk pelaksanaan
tata kearsipan di lingkungan Sekretariat Daerah.
i. melakukan penyimpanan dan pemeliharaan
catatan-catatan arsip, buku-buku, dokumentasi
yang menjadi tanggung jawab pimpinan.
j. melakukan pengolahan, pengelolaan,
penyimpanan dan pemeliharaan arsip inaktif dan
dinamis di lingkungan Sekretariat Daerah.
k. melakukan penyiapan tugas-tugas lain yang
diberikan sesuai dengan lingkup tugasnya.

Pasal 74

(1) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga


mempunyai tugas melakukan kegiatan pengumpulan
bahan informasi, menilai mutu perbekalan, dan
melakukan pembelian perlengkapan, perbekalan
sekretariat, penyiapan urusan rumah tangga yang
meliputi pelayanan angkutan dan perawatan
kendaraan dinas, akomodasi dan ruangan kerja, rumah
jabatan serta memelihara keamanan, kebersihan
kantor dan perkarangan.
(2) Uraian tugas dimaksud pada ayat (1) sebagai berikut :
a. melakukan penyusunan kebijaksanaan, pedoman
dan petunjuk teknis dibidang analisis kebutuhan
dan pengadaan perlengkapan dan perbekalan.
b. melakukan pengumpulan, pensistemasian dan
penyajian data barang yang meliputi jenis, sifat,
harga, mutu, ukuran barang-barang lainnya.

225
c. menyiapkan penyelenggaraan pengadaan barang
sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
d. menyiapkan bahan kontrak dan berita acara dalam
rangka pelaksanaan pengadaan.
e. mengikuti perkembangan dan mengumpulkan
informasi harga serta menilai mutu perbekalan
dalam rangka penyediaan dan pengurusan data
barang dan harga yang diperlukan.
f. menyiapkan bahan dalam rangka penyusunan
program pengadaan prasarana fisik sekretariat.
g. menyusun daftar rekanan mampu yang telah lulus
prakualifikasi.
h. melakukan penatausahaan serta menyiapkan
bahan dalam rangka pelaksanaan pengadaan
barang sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
i. melakukan pengumpulan dan pengolahan data
serta informasi yang berhubungan dengan bidang
analisis kebutuhan.
j. melakukan inventarisasi permasalahan-
permasalahan yang berhubungan dengan bidang
analisa kebutuhan dan menyiapkan bahan
petunjuk pemecahan masalah.
k. mengikuti perkembangan dan mengumpulkan
informasi harga serta menilai mutu perbekalan
dalam rangka penyediaan dan pengurusan data
barang dan harga yang diperlukan.
l. melakukan penyusunan rencana kebutuhan
barang berdasarkan Surat Perintah Persiapan
Pembelian.
m. melakukan pengumpulan dan pengolahan data
dalam rangka penyusunan standarisasi harga
barang/perlengkapan dan jasa.
n. melakukan pengumpulan bahan dan pengolahan
data dan informasi yang berhubungan dengan
bidang kerumahtanggaan.
o. melakukan penyiapan bahan penyusunan
kebijaksanaan, pedoman dan petunjuk teknis
dibidang rumah tangga.

226
p. melakukan inventarisasi permasalahan-
permasalahan yang berhubungan dengan bidang
rumah tangga dan menyiapkan bahan petunjuk
pemecahan masalah.
q. melakukan pelayanan angkutan dan perawatan
kendaraan dinas.
r. melakukan penyiapan bahan keperluan akomodasi
ruang kerja pimpinan dan rumah jabatan.
s. melakukan pemeliharaan kebersihan kantor dan
perkarangan.
t. melakukan pengaturan dan pembinaan tenaga
satuan pengamanan.
u. melakukan persiapan sarana dan prasarana acara
yang dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah.
v. melakukan pemeliharaan keamanan dan
ketertiban, kenyamanan serta keserasian ruang
kerja.
w. melakukan penyiapan tugas-tugas lain yang
diberikan sesuai dengan lingkup tugasnya.

Pasal 75

(1) Subbagian Protokol dan Hubungan Antar Lembaga


mempunyai tugas melakukan persiapan, pelaksanaan
urusan administrasi perjalanan dinas dan protokol.
(2) Uraian tugas dimaksud pada ayat (1) sebagai berikut :
a. melakukan pengumpulan bahan dan pengelolaan
data serta informasi yang berhubungan dengan
bidang keprotokolan, perjalanan dinas dan
hubungan antar lembaga.
b. melakukan penyiapan bahan penyusunan
kebijakan, pedoman dan petunjuk teknis dibidang
keprotokolan, perjalanan dinas dan hubungan
antar lembaga.
c. melakukan perencanaan, pengorganisasian,
pelaksanaan dan pengawasan secara protokoler
pada setiap upacara dan acara bersama-sama
dengan penanggungjawab pelaksana upacara dan
atau acara.

227
d. melakukan penyiapan, pengaturan dan
pelaksanaan upacara dan acara Penerimaan Tamu
Pemerintah Daerah, Kunjungan Kenegaraan,
Kunjungan Resmi dan Kunjungan Corps
Diplomatic (CD), Pelantikan serta Peresmian.
e. melakukan pengaturan tata tempat, tata
penghormatan dan tata upacara serta kendaraan
yang memerlukan pelayanan yang bersifat
protokoler.
f. melakukan penyiapan dan pengaturan rapat-rapat
dinas.
g. melakukan pengaturan persiapan rapat,
pertemuan/resepsi, upacara dan kendaraan untuk
tamu yang memerlukan pelayanan yang bersifat
protokoler.
h. melakukan penyiapan, pengaturan acara,
akomodasi, jadwal perjalanan dinas dan
pengamanan kegiatan Pimpinan Daerah.
i. melakukan penyiapan, pengaturan dan
pelaksanaan peringatan hari-hari besar
keagamaan, hari nasional dan hari daerah, baik
yang dilaksanakan dalam bentuk upacara atau
acara.
j. melakukan penyiapan dan pengaturan acara yang
dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah.
k. melakukan penyiapan tugas-tugas lain yang
diberikan sesuai dengan lingkup tugasnya.

BAB IV
KETENTUAN PENUTUP

Pasal 76

Hal-hal yang belum cukup diatur dalam Peraturan ini,


sepanjang menyangkut pelaksanaan tugas-tugas sebagai
unsur staf/pembantu dapat dilakukan penyesuaian sesuai
dengan perkembangan dan pendalaman organisasi dalam
melaksanakan tugas dan fungsinya.

228
Pasal 77

Peraturan ini mulai berlaku sejak tanggal diundangkan.

Agar setiap orang dapat mengetahuinya memerintahkan


pengundangan Peraturan ini dengan penempatannya dalam
Berita Daerah Kota Dumai.

Ditetapkan di Dumai
pada tanggal 19 November 2008

WALIKOTA DUMAI,

cap/dto,

H. ZULKIFLI A.S.

Diundangkan di Dumai
pada tanggal 20 November 2008

SEKRETARIS DAERAH KOTA DUMAI,

cap/dto,

H. WAN FAUZI EFENDI


Pembina Utama Muda, NIP. 010055541

BERITA DAERAH KOTA DUMAI TAHUN 2008 NOMOR 15 SERI D

229