Anda di halaman 1dari 8

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Sistem penjaminan mutu yang berjalan di dalam satuan pendidikan dan dijalankan oleh seluruh

komponen dalam satuan pendidikan disebut sebagai sistem penjaminan mutu yang dimanfaatkan

sebagai sumber daya untuk mencapai Standar Nasional Pendidikan (SNP). Sistem Penjaminan Mutu

ini di evaluasi dan dikembangkan secara berkelanjutan oleh satuan pendidikan dan juga ditetapkan

oleh satuan pendidikan untuk dituangkan dalam pedoman pengelolaan satuan pendidikan serta

disosialisasikan kepada pemangku kepentingan satuan pendidikan.

Maksud dari pengembangan sekolah model dan pengimbasannya adalah meningkatkan mutu

pendidikan sesuai standar nasional pendidikan serta menciptakan budaya mutu pendidikan di satuan

pendidikan. Sekolah model diharapkan menjadi percontohan sekolah berbasis SNP melalui

penerapan penjaminan mutu pendidikan secara mandiri dan melakukan pengimbasan penerapan

penjaminan mutu pendidikan secara mandiri pada tahun 2019.

Untuk mencapai hal tersebut secara bertahap pemerintah telah menjalankan program dan

kegiatan pengembangan sekolah model melalui penyiapan fasilitator pengembangan sekolah model,

workshop/pelatihan sistem penjaminan mutu internal untuk sekolah model, pendampingan sekolah

model dan pengimbasan serta monitoring dan evaluasi sekolah model. Kegiatan Pendampingan

dilakukan untuk menguatkan dan membina sekolah model agar dapat mengimplementasikan SPMI,

media pengimbasan SPMI bagi sekolah imbas serta untuk membantu mengatasi berbagai kendala

yang muncul pada saat pelaksanaan SPMI di sekolah model.

B. Landasan Hukum

Rencana Strategis ini dilandasi oleh kebijakan yang dituangkan kedalam peraturan Perundang-

undangan sebagai berikut.

1|Page
1. Undang-Undang No.20 Tahun 2003 tentang system pendidikan Nasional

2. Undang-Undang No.25 Tahun 2005 Tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional.

3. Peraturan Pemerintah RI.No.19 Tahun 2005 Tentang Standar Pendidikan Nasional

4. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional RI.19 Tahun 2007 Tentang Standar Pengelolaan

Pendidikan oleh satuan Tngkat Pendidikan Dasar dan Menengah

5. Rencana Strategi Departemen Pendidikan Nasional 2009-2010

C. Tujuan

Rencana Strategi disusun dengan tujuan sebagai berikut.

1. Memberikan gambaran keadaan sekolah 4 tahun dimasa yang akan datang

2. Sebagai pedoman dalam menentukan arah kebijakan sekolah dan landasan kmitmen bersama

seluruh warga sekolah

3. Dapat menjadikan acuan dalam menentukan skala prioritas Program sekolah.

4. Memotivasi seluruh warga sekolah agar bersama-sama memajukan Pengembangan Sekolah


5. Mendorong Pemerintah untuk memberikan Pembinaan terhadap sekolah.

D. Sasaran

Sasaran pendampingan sekolah model antara lain:

1. Pengawas Sekolah Model,

2. Kepala Sekolah Model,

3. Seluruh Guru Sekolah Model,

4. Seluruh Tenaga Kependidikan Model,

5. Perwakilan Sekolah Imbas

2|Page
BAB II

PELAKSANAAN KEGIATAN

A. Waktu Pelaksanaan Pendampingan

Pelaksanaan pendampingan bimbingan teknis SPMI 2018 dilaksanakan sebanyak 4 kali

yang di laksanakan pada :

- Hari Selasa, tanggal 4 September 2018 di SDN 1 Baamang Tengah

- Hari Selasa, tanggal 25 September 2018 di SDN 1 Baamang Tengah

- Hari Selasa, tanggal 2 Oktober 2018 di SDN 1 Baamang Tengah

- Hari Selasa, tanggal 9 Oktober 2018 di SDN 1 Baamang Tengah

B. Materi Pendampingan Sekolah Model

 Komitmen Sekolah Model dalam Penerapan SPMI dan penjaringan danpelibatan

stakeholder.

 Tim Penjaminan Mutu Pendidikan Sekolah: Organisasi, Uraian Tugas danMekanisme Kerja.

 Penyusunan RPP ( Standar Proses) dan KKM (Standar Kompetensi Kelulusan) yang sesuai

dengan peraturan terbaru dari kelas 1 sampai 6 Sekolah Dasar.

 Evaluasi Pelaksanaan Pendampingan

BAB III

3|Page
HASIL KEGIATAN

Gambaran Umum Hasil Pendampingan

1. Sekolah dapat menerapkan penjaminan mutu pendidikan secara mandiri.

2. Sekolah dapat meningkatkan mutu sesuai SNP.

3. Sekolah memiliki budaya mutu Sekolah model yang nantinya diharapkan dapat dijadikan

percontohan sekolah berbasis SNP melalui penerapan penjaminan mutu pendidikan secara

mandiri dan melakukan pola pengimbasan penerapan penjaminan mutu pendidikan kepada

sekolah lain hingga seluruh sekolah terampil menerapkan penjaminan mutu pendidikan secara

mandiri pada tahun 2019.

Keterlaksanaan Kegiatan sesuai dengan rencana semua kegiatan sebagaimana jadwal telah

dilaksanakan semua,pelaksanaan lancar dan kegiatan tersebut mendapatkan hasil berupapenyusunan

RPP dan KKM kelas 1 – 6 Sekolah Dasar Kurikulum 2013 yang sesuai dengan peraturan saat ini.

Semua hasil kegiatan di atas akan dilaporkan olehsekolah model ke LPMP Provinsi Kalimantan

Tengah. Semua kegiatan dapatterselenggara dengan keseriusan disertai antusias yang baik dari

seluruh peserta.

BAB IV

4|Page
FAKTOR PENDUKUNG DAN PENGHAMBAT

A. Faktor Pendukung

Hal-hal yang mendukung terlaksananya kegiatan diantaranya :

1. Komitmen sekolah untuk senantiasa berusaha terpenuhinya Sistem Penjaminan Mutu di

Internal Sekolah

2. Komitmen dari Kepala Sekolah, Pendidik dan Tenaga Kependidikan dalam rangka

memenuhi Sistem Penjaminan Mutu di Internal Sekolah

3. Kompetensi yang handal dari Fasilitator Daerah

4. Dukungan dan motivasi yang tinggi dari Pengawas Pembina/Pembimbing

B. Faktor Penghambat

Yang menjadi faktor penghambat dalam terlaksananya kegiatan ini diantaranya :

1. Keterbatasan waktu di sekolah

2. Keterbatasan Sarana dan Prasarana sekolah

3. Sumber Daya Manusia yang masih kurang

C. Tindakan Sekolah Mengatasi Hambatan

Untuk mengatasi hambatan yang ada, sekolah melakukan penjadwalan kegiatan sesuai

dengan jadwal yang diberikan fasilitator dengan memanfaatkan waktu sebaik-baiknya

selama proses kegiatan tersebut berlangsung. Adapun untuk mengatasi hambatan kedua dan

ketiga, sekolah

5|Page
BAB V

DAMPAK PELAKSANAAN PROGRAM

A. Dampak Positif

1. Peserta memperoleh pengembangan lebih banyak terkait dengan kegiatan penjaminan mutu

sekolah, baik di bidang manajemen maupun di bidang akademik.

2. Peserta merasa lebih termotivasi dan ikut bertanggung jawab dengan adanya kegiatan

penjaminan mutu ini, karena banyak kegiatan yang terkait langsung dengan tugas pokok dan

kompetensinya sebagai pendidik.

3. Peserta dapat mengetahui kekurangan dan kelebihan apa yang ada pada dirinya guna lebih

meningkatkan kinerja dan profesionalisme.

4. Sekolah melibatkan seluruh guru untuk mengikuti kegiatan ini, melebihi dari yang

ditentukan dalam RAB bimbingan teknis sebelumnya. Kegiatan menghasilkan serangkaian

dokumen pemenuhan mutu pendidikan di sekolah berupa RPP dan KKM Kurikulum 2013.

B. Dampak Negatif

Adapun dampak negatif dari semua kegiatan ini yaitu semua kegiatan yang dilaksanan sangat

memerlukan waktu, tenaga dan pikiran serta perlu pendanaan dalam pelaksanaannya.

6|Page
KATA PENGANTAR

Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas perkenankannya sehingga

Tim Pengembang Sekolah SDN1 Baamang Tengah telah berhasil menyusun Rencana Kegiatan

Sekolah. Kami menyadari Rencana Kegiatan Sekolah yang kami susun ini masih banyak

kekurangan-kekurangan, kesalahan-kesalahan yang kami buat untuk itu kami sangat mengharapkan

kepada pemangku kepentingan yang peduli terhadap dunia pendidikan untuk dapat memberikan

masukan, kritik dan saran untuk memajukan dunia pendidikan khusus nya di SDN 1 Baamang

Tengah dan di Kabupaten Kotawaringin Timur pada umumnya. Sehingga apa yang diharapkan oleh

kita semua bisa terlaksana, dan terwujud.

Sampit, 25 Oktober 2018


Tim pengembang Sekolah

7|Page
i

LAMPIRAN – LAMPIRAN

8|Page