Anda di halaman 1dari 14

MEMAHAMI PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI

BANGSA INDONESIA

Makalah ini Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata


Kuliah Pancasila pada Program Studi
Perbankan Syariah (5)

OLEH:
KELOMPOK 10 (SEPULUH)
o SISKA SYAM
o FIDYA AWALIA
o MIA UDITA
o AMELIA EKA FEBRIANI
o RENALDI

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI


IAIN BONE
2018

i
KATA PENGANTAR

Puji dan Syukur kami panjatkan ke Hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena
berkat limpahan Rahmat dan Karunia-nya sehingga kami dapat menyusun
makalah ini dengan baik dan tepat pada waktunya. Dalam makalah ini.
Makalah ini dibuat dengan berbagai observasi dan beberapa bantuan dari
berbagai pihak untuk membantu menyelesaikan tantangan dan hambatan selama
mengerjakan makalah ini. Oleh karena itu, kami mengucapkan terima kasih yang
sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan
makalah ini.
Kami menyadari bahwa masih banyak kekurangan yang mendasar pada
makalah ini. Oleh karena itu kami mengundang pembaca untuk memberikan saran
serta kritik yang dapat membangun kami. Kritik konstruktif dari pembaca sangat
kami harapkan untuk penyempurnaan makalah selanjutnya.
Akhir kata semoga makalah ini dapat memberikan manfaat bagi kita
sekalian.

Watampone, 19 Desember 2018

Penulis

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR i
DAFTAR ISI ii
BAB I PENDAHULUAN 1
A. Latar Belakang 1
B. Rumusan Masalah 1
C. Tujuan Penulisan 2
BAB II PEMBAHASAN 3
A. Pengertian Ideologi 3
B. Kedudukan dan Fungsi Pacasila dalam Tata Kehidupan 4
Bangsa Indonesia
BAB III PENUTUP 10
A. Simpulan 10
B. Saran 10
DAFTAR RUJUKAN 11

ii
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Pancasila sebagai dasar filsafat serta ideologi bangsa dan negara
Indonesia, bukan terbentuk secara otodidak serta bukan hanya diciptakan oleh
seseorang sebagaimana yang terjadi pada ideologi-ideologi lain di dunia,
namun terbentuknya Pancasila melalui proses yang cukup panjang dalam
sejarah bangsa Indonesia. Ideologi Pancasila yang diterapkan di Indonesia bila
dibandingkan dengan ideologi besar lain di dunia mempunyai suatu
perbedaan. Di satu sisi terkadang perbedaan tersebut terasa dekat dan tipis,
tetapi di sisi lainnya perbedaan tersebut sangat jauh dan sangat berbeda.1
Permasalahan tentang Ideologi Pancasila bukan hanya sebuah
permasalahan yang berkadar kefilsafatan karena bersifat cita-cita dan normatif
namun juga bersifat praktis karena menyangkut operasionalisasi dan strategi.
Hal ini karena ideologi Pancasila juga menyangkut hal-hal yang mendasarkan
suatu ajaran yang menyeluruh tentang makna dan nilai-nilai hidup, ditentukan
secara kongkrit bagaimana manusia harus bertindak. Ideologi Pancasila tidak
hanya menuntun misalnya agar setiap warga negara bertindak adil, saling
tolong menolong, saling menghormati antar sesama manusia, lebih
mengutamakan kepentingan umum daripada kepentingan pribadi atau
kepentingan golongan dan sebagainya, melainkan juga ideologi Pancasila
akan menuntut ketaatan kongkrit, harus melaksanakan ini dan itu, dan bahkan
seringkali menuntut dengan mutlak orang harus bersikap dan bertindak
tertentu.

B. Rumusan Masalah
1. Jelaskan Pengertian Ideologi?
2. Bagaimana Kedudukan dan Fungsi Pacasila dalam Tata Kehidupan
Bangsa Indonesia?

1
Kaelan, Pendidikan Pancasila Yuridis Kenegaraan, (Cet. I; Paradigma,
Jogjakarta.1996), h. 12

1
C. Tujuan Penulisan
1. Untuk mengetahui Pengertian Ideologi
2. Untuk mengetahui Kedudukan dan Fungsi Pacasila dalam Tata Kehidupan
Bangsa Indonesia

2
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Ideologi
Istilah ideologi berasal dari kata idea dan logos. Idea berarti gagasan,
konsep, pengertian dasar, ide-ide dasar, cita-cita. Kata idea berasal dari bahasa
Yunani, eidos yang berarti bentuk atau idein yang berarti melihat. Idea dapat
diartikan sebagai cita-cita, yaitu cita-cita yang bersifat tetap dan akan dicapai
dalam kehidupan nyata. Dengan demikian, cita-cita ini pada hakikatnya
merupakan dasar, pandangan, atau faham yang diyakini kebenarannya.
Sedangkan logos berarti ilmu. Secara harfiah, ideologi berarti ilmu
pengetahuan tentang ide-ide (the sciene of ideas), atau ajaran tentang
pengertian-pengertian dasar.2
Istilah “ideologi” pertama kali dilontarkan oleh seorang filsuf
Perancis, Antoine Destutt de Tracypada tahun 1796 sewaktu Revolusi Perancis
tengah menggelora. Tracy menggunakan istilah ideologi guna menyebut suatu
studi tentang asal mula, hakikat, dan perkembangan ide-ide manusia, atau
yang sudah dikenal sebagai “Science of Ideas”. Gagasan ini diharapkan dapat
membawa perubahan institusional dalam masyarakat Perancis. Namun,
Napoleon mencemoohnya sebagai suatu khayalan yang tidak memiliki nilai
praktis. Pemikiran Tracy ini sebenarnya mirip dengan impian Leibnitz yang
disebut one great system truth. Kajian mengenai ideologi lahir pada abad 19
yang disebut abad ideologi. Marx berpendapat dalam bukunya yang berjudul
German Ideology bahwa:
The Ideas of the rulling class are, in every age, the rulling ideas:i.e.
the class, which is the dominant material force in society, is the same time the
dominant intellectual force.
Pokok-pokok pikiran yang perlu dikemukakan mengenai ideologi
adalah sebagai berikut:
1. Bahwa ideologi merupakan sistem pemikiran yang erat kaitannya dengan
perilaku manusia. Kecuali itu, ideologi merupakan serangkaian pemikiran
2
Winarno, Dr., M.SI. Pendidikan Pancasil Di Perguruan Tinggi. (Cet. I; Jakarta, Lingkar
Media. 2012), h. 27

3
yang berkaitan dengan tertib sosial dan politik yang ada dan berupaya
untuk merubah atau mempertahankan tertib sosial dan politik yang
bersangkutan.
2. Bahwa ideologi, disamping mengemukakan program juga menyertakan
strategi guna merealisasikannya.
3. Bahwa ideologi dapat dipandang sebagai serangkaian pemikiran yang
dapat mempersatukan manusia, kelompok, atau masyarakat, yang
selanjutnya diarahkan pada terwujudnya partisipasi secara efektif dalam
kehidupan sosial politik.
4. Bahwa yang bisa merubah suatu pemikiran menjadi ideologi adalah
fungsi pemikiran itu dalam berbagai lembaga politik dan kemasya-rakatan.

B. Kedudukan dan Fungsi Pacasila dalam Tata Kehidupan Bangsa


Indonesia
1. Kedudukan Pancasila
Pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup sekaligus juga
sebagai ideologi negara. Sebagai ideologi negara berarti bahwa pancasila
merupakan gagasan dasar yang berkenaan dengan kehidupan negara.
Sebagaimana setiap ideologi memiliki konsep mengenai wujud
masyarakat yang di cita-citakan, begitu juga dengan ideologi pancasila.
Masyarakat yang di cita-citakan dalam ideologi pancasila ialah masyarakat
yang dijiwai dan mencerminkan nilai-nilai dasar yang terkandung dalam
pancasila, yaitu masyarakat yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan
serta bertoleransi, menjunjung tiggi nilai-nilai kemanusiaan, masyarakat
yang bersatu dalam suasana perbedaan, berkedaulatan rakyat dengan
mengutamakan musyawarah, serta masyarakat yang berkeadilan sosial.3
Hal itu berarti bahwa pancasila bukan hanya sesuatu yang bersifat
setatis melandasi berdirinya negara Indonesia, akan tetapi pancasila juga
membawakan gambaran mengenai wujud masyarakat terteentu yang
diinginkan serta prinsip-prinsip dasar yang harus diperjuangkan untuk
mewujudkanya.

3
Kaelan, Dr., M.S. Pendidikan Pancasila. (Cet. I; Yogyakarta: Paradigma. 2010), h. 52

4
Pancasila sebagai ideologi negara membawakan nilai-nilai
tertentuyang digali dari realitas sodio budaya bangsa Indonesia. Oleh
karena itu maka ideologi pancasila membawakan kekhasan tertentu yang
membedakannya dengan ideologi lain. Kekhasan itu adalah keyakinan
adanya Tuhan Yang Maha Esa, yang membawa konsekuensi keimanan
dan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Kemudian juga
penghargaan akan harkat dan martabat kemanusiaan, yang diwujudkan
dengan penghargaan terhadap hak azasi manusia dengan memperhatikan
prinsip keseimbangan antara hak dan kewajiban. Kekhususan yang lain
adalah bahwa ideologi pancasila menjunjung tinggi persatuan bangsa itu
diatas kepentingan pribadi, kelompok, atau golongan. Berikutnya dalah
kehidupan bermasyarakat dan bernegara yang didasarkan pada prinsip
demokrasi dengan penentuan keputusan bersama yang diupayakan sejauh
mungkin melalui musyawarah untuk mencapai kata mufakat. Satu hal lagi
yaitu keinginan untuk mewujudkan keadilan dalam kehidupan bersama
seluruh masyarakat Indonesia.
Kalau setiap ideologi mendasarkan diri pada sistem filsafat tertentu
yang berisi pandangan mengenai apa dan siapa manusia, kebebasan
pribadi serta keselarasan hidup bermasyarakat; ideologi pancasila
mendasarkan diri pada sistem pemikiran filsafat pancasila, yang
didalamnya juga mengandung pemikiran mendasar mengenai hal tersebut.
Ketetapan bangsa Indonesia mengenai pancasila sebagai ideologi negara
tercantum dalam ketetapan MPR No. 18 Tahun 1998 tentang pencabutan
dari ketetapan MPR No. 2 tahun 1978 mengenai Pedoman Penghayatan
dan Pengamalan Pancasila dan Penetapan tentang Penegasan Pancasila
sebagai Dasar Negara. Pada pasal 1 ketetapan MPR tersebut menyatakan
bahwa pancasila sebagaimana dimaksud dalam Pembukaan UUD 45 ialah
dasar negara dari negara NKRI yang harus dilaksanakan secara konsisten
dalam kehidupan bernegara. Dari ketetapan MPR tersebut dapat kita
ketahui bahwa di Indonesia kedudukan pancasila sebagai ideologi
nasional, selain kedudukannya sebagai dasar negara.

5
Pancasila sebagai ideologi negara yang berarti sebagai cita-cita
bernegara dan sarana yang mempersatukan masyarakat perlu perwujudan
yang konkret dan operasional aplikatif, sehingga tidak hanya dijadikan
slogan belaka. Dalam ketetapan MPR No.18 dinyatakan bahwa pancasila
perlu diamalkan dalam bentuk pelaksanaan yang konsistem dalam
kehidupan bernegara.
2. Fungsi Pancasila
Sebagai ideologi, yaitu selain kedudukannya sebagai dasar Negara
Kesatuan Republik Indonesia Pancasila berkedudukan juga sebagai
ideologi nasional Indonesia yang dilaksanakan secara konsisten dalam
kehidupan bernegara. Sebagai ideologi bangsa Indonesia, yaitu Pancasila
sebagai ikatan budaya (cultural bond) yang berkembang secara alami
dalam kehidupan masyarakat Indonesia bukan secara paksaan atau
Pancasila adalah sesuatu yang sudah mendarah daging dalam kehidupan
sehari-hari bangsa Indonesia. Sebuah ideologi dapat bertahan atau pudar
dalam menghadapi perubahan masyarakat tergantung daya tahan dari
ideologi itu.4
Fungsi Pancasila sebagai ideologi Negara, yaitu :
a. Memperkokoh persatuan bangsa karena bangsa Indonesia adalah
bangsa yang majemuk.
b. Mengarahkan bangsa Indonesia menuju tujuannya dan menggerakkan
serta membimbing bangsa Indonesia dalam melaksanakan
pembangunan.
c. Memelihara dan mengembangkan identitas bangsa dan sebagai
dorongan dalam pembentukan karakter bangsa berdasarkan Pancasila.
d. Menjadi standar nilai dalam melakukan kritik mengenai keadaan
bangsa dan Negara.
Pancasila jika akan dihidupkan secara serius, maka setidaknya
dapat menjadi etos yang mendorong dari belakang atau menarik dari depan
akan perlunya aktualisasi maksimal setiap elemen bangsa. Hal tersebut
bisa saja terwujud karena Pancasila itu sendiri memuat lima prinsip dasar
4
Suhadi, Pendidikan Pancasila, Diktat Kuliah Fakultas Filasafat, (Cet. I; UGM.
Jogjakarta.1995), h. 56

6
di dalamnya, yaitu: Kesatuan/Persatuan, kebebasan, persamaan,
kepribadian dan prestasi. Kelima prinsip inilah yang merupakan dasar
paling sesuai bagi pembangunan sebuah masyarakat bangsa dan personal-
personal di dalamnya.
Menata sebuah negara itu membutuhkan suatu konsensus bersama
sebagai alat lalu lintas kehidupan berbangsa dan bernegara. Tanpa
konsensus tersebut, masyarakat akan memberlakukan hidup bebas tanpa
menghiraukan aturan main yang telah disepakati. Ketika Pancasila telah
disepakati bersama sebagai sebuah konsensus, maka Pancasila berperan
sebagai payung hukum dan tata nilai prinsipil dalam penyelenggaraan
kehidupan bernegara. Dan sebagai ideologi yang dikenal oleh masyarakat
internasional, Pancasila juga mengalami tantangan-tantangan dari pihak
luar/asing. Hal ini akan menentukan apakah Pancasila mampu bertahan.
Pancasila merupakan hasil galian dari nilai-nilai sejarah bangsa
Indonesia sendiri dan berwujud lima butir mutiara kehidupan berbangsa
dan bernegara, yaitu religius monotheis, humanis universal, nasionalis
patriotis yang berkesatuan dalam keberagaman,demokrasi dalam
musyawarah mufakat dan yang berkeadilan sosial. Dengan demikian
Pancasila bukanlah imitasi dari ideologi negara lain, tetapi mencerminkan
nilai amanat penderitaan rakyat dan kejayaan leluhur bangsa. Keampuhan
Pancasila sebagai ideologi tergantung pada kesadaran, pemahaman dan
pengamalan para pendukungnya. Pancasila selayaknya tetap bertahan
sebagai ideologi terbuka yang tidak bersifat doktriner ketat. Nilai dasarnya
tetap dipertahankan, namun nilai praktisnya harus bersifat fleksibel.
Ketahanan ideologi Pancasila harus menjadi bagian misi bangsa Indonesia
dengan keterbukaannya tersebut.
Nilai – nilai yang terkandung dalam pancasila merupakan suatu
cerminan dari kehidupan masyarakat Indonesia (nenek moyang kita) dan
secara tetap telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan
bangsa Indonesia. Untuk itu kita sebagai generasi penerus bangsa harus
mampu menjaga nilai-nilai tersebut. Untuk dapat hal tersebut maka perlu

7
adanya berbagai upaya yang didukung oleh seluruh masyarakat Indonesia.
Upaya–upaya tersebut antara lain :
a. Melalui dunia pendidikan, dengan menambahkan mata pelajaran
khusus Pancasila pada setiap satuan pendidikan bahkan sampai ke
perguruan tinggi.
b. Lebih memasyarakatkan pancasila.
c. Menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
d. Memberikan sanksi kepada pihak-pihak yang melakukan pelanggaran
terhadap Pancasila.
e. Menolak dengan tegas faham-faham yang bertentangan dengan
Pancasila.
Fungsi pancasila dalam tata kehidupan bangsa Indonesia:5
a. Pancasila Sebagai Jiwa Bangsa Indonesia
Sebagai nilai-nilai kehidupan dalam masyarakat bangsa indonesia
melalui penjabaran instrumental sebagai acuan hidup yang merupakan
cita-cita yang ingin dicapai serta sesuai dengan nafas jiwa bangsa
Indonesia dan karena pancasila lair bersama dengan lahirnya bangsa
Indonesia.
b. Pancasila sebagai Kepribadian Bangsa Indonesia
Merupakan bentuk peran dalam menunjukkan adanya kepribadian
bangsa Indonesia yang dapat di bedakan dengan bangsa lain, yaitu
sikap mental, tingkah laku, dan amal perbuatan bangsa Indonesia.
c. Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia
Merupakan kristalisasi pengalaman hidup dalam sejarah bangsa
indonesia yang teah membentuk sikap, watak, prilaku, tata nilai norma,
dan etika yang telah melahirkan pandangan hidup.
d. Pancasila sebagai dasar negara bangsa Indonesia.
Untuk Mengatur tatanan kehidupan bangsa indonesia dan negara
Indonesia, yang mengatur semua pelaksanaan sistem ketatanegraan
Indonesia sesuai Pancasila.

5
Heuken, Ensiklopedi Populer Politik Pembangunan Pancasila, (Cet. VI; Yayasan Cipta
Loka Caraka, Jakarta. 1988), h. 24

8
e. Pancasila sebagai sumber dari segala sumber hukum atau sumber tertib
hukum bagi negara Republik Indonesia
Sebagai segala sumber hukum di negara indonesia karena segala
kehidupan negara indonesia berdasarkan pancasila, juga harus
berlandaskan hukum. Semua Tindakan kekuasaan dalam masyarakat
harus berlandaskan hukum.
f. Pancasila sebagai perjanjian luhur bangsa Indonesia pada waktu
mendirikan negara.
Karena pada waktu mendirikan negara Pancasila adalah perjanjian
luhur yang telah disepakati oleh para pendiri negara untuk
dilaksanakan, pelihara, dan di lestarikan.
g. Pancasila sebagai cita-cita dan tujuan bangsa Indonesia.
Dalan Pancasila mengandung cita-cita dan tujuan negara Indonesia
yang menjadikan pancasila sebagai patokan atau landasan pemersatu
bangsa.
h. Pancasila sebagai ligature bangsa
Pengikat budaya yang berkembang secara alami dalam kehidupan
bermasyarakat. Mampu menciptakan suatu bangsa dan Negara yang
kokoh. Nilai yang terkandung dipahami dan diyakini oleh masyarakat
i. pancasila sebagai jati diri bangsa Indonesia
Bersifat khusus, otentik, dan membedakan bangsa Indonesia dengan
bangsa lain

9
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Sebagai suatu ideologi bangsa dan negara Indonesia Pancasila diangkat
dari nilai-nilai adat-istiadat, nilai-nilai kebudayaan serta nilai religius yang
terdapat dalam pandangan hidup masyarakat Indonesia sebelum membentuk
Negara. Unsur-unsur Pancasila tersebut kemudian diangkat dan dirumuskan
oleh para pendiri negara, sehingga Pancasila berkedudukan sebagai dasar
negara dan ideologi bangsa dan negara Indonesia.
Pancasila berkedudukan sebagai ideologi nasional Indonesia yang
dilaksanakan secara konsisten dalam kehidupan bernegara. Fungsi Pancasila
sebagai ideologi Negara adalah Memperkokoh persatuan bangsa karena
bangsa Indonesia adalah bangsa yang majemuk, mengarahkan bangsa
Indonesia menuju tujuannya dan menggerakkan serta membimbing bangsa
Indonesia dalam melaksanakan pembangunan, memelihara dan
mengembangkan identitas bangsa dan sebagai dorongan dalam pembentukan
karakter bangsa berdasarkan Pancasila, menjadi standar nilai dalam
melakukan kritik mengenai keadaan bangsa dan Negara.

B. Saran
Sebelum kita terlampau melangkah jauh, menyisakan jejak yang tidak
pantas bagi seorang mahasiswa. Marilah kita kembali pahami arti dari
keberadaan pancasila itu sendiri. Serta kita harus sadar diri, bahwa kitalah
yang akan memegang Negara kita ini. Maka dari itu, mulai saat ini,
biasakanlah berperilaku, bertindak bahkan mengambil keputusan dengan jiwa
pancasila kita. Karena dengan itulah, akan terwujud bangsa yang makmur
serta tujuan Negara akan mudah dicapai.

10
DAFTAR PUSTAKA

Heuken, Ensiklopedi Populer Politik Pembangunan Pancasila, Cet. VI; Yayasan


Cipta Loka Caraka, Jakarta. 1988.

Kaelan, Dr., M.S. Pendidikan Pancasila. Cet. I; Yogyakarta: Paradigma. 2010.

Kaelan, Pendidikan Pancasila Yuridis Kenegaraan, Cet. I; Paradigma, Jogjakarta.


1996.

Suhadi, Pendidikan Pancasila, Diktat Kuliah Fakultas Filasafat, Cet. I; UGM.


Jogjakarta.1995.

Winarno, Dr., M.SI. Pendidikan Pancasil Di Perguruan Tinggi. Cet. I; Jakarta,


Lingkar Media. 2012.

11