Anda di halaman 1dari 19

1 IAI IBRAHIMY

KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan kami kemudahan
sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan tepat waktu. Tanpa
pertolongan-Nya tentunya kami tidak akan sanggup untuk menyelesaikan makalah
ini dengan baik. Shalawat serta salam semoga terlimpah curahkan kepada baginda
tercinta kita yaitu Nabi Muhammad SAW yang kita nanti-natikan syafa’atnya di
akhirat nanti.

Penulis mengucapkan syukur kepada Allah SWT atas limpahan nikmat


sehat-Nya, baik itu berupa sehar fisik maupun akal pikiran, sehingga penulis
mampu untuk menyelesaikan pembuatan makalah sebagai tugas akhir dari mata
kuliah Psikologi Perkembangan Peserta Didik dengan judul “Tugas-Tugas
Perkembangan.”

Penulis tentu menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kata sempurna
dan masih banyak terdapat kesalahan serta kekurangan di dalamnya. Untuk itu,
penulis mengharapkan kritik serta saran dari pembaca untuk makalah ini, supaya
makalah ini nantinya dapat menjadi makalah yang lebih baik lagi. Demikian, dan
apabila terdapat banyak kesalahan pada makalah ini penulis mohon maaf yang
sebesar-besarnya.

Demikian, semoga makalah ini dapat bermanfaat. Terima kasih.

Banyuwangi, 1 Oktober 2018

Penyusun
2 IAI IBRAHIMY

DAFTAR ISI

COVER .....................................................................................................................
KATA PENGANTAR ............................................................................................1
DAFTAR ISI ..........................................................................................................2
BAB I PENDAHULUAN ........................................................................................3
Latar Belakang ...................................................................................................3
Rumusan Masalah ...................................................................................................4
Tujuan ......................................................................................................................4
BAB II PEMBAHASAN .........................................................................................5
A. Tugas-Tugas Perkembangan ...........................................................................5
B. Tugas – tugas perkembangan pada usia bayi dan kanak – kanak (0 – 6
Tahun) ............................................................................................................8
C. Tugas – tugas perkembangan pada masa sekolah (6 – 12 tahun) ...................9
D. Tugas – tugas perkembangan remaja (adolescence) dan dewasa .................11
E. Tugas-tugas perkembangan masa dewasa awal .............................................. 13
F. Tugas-tugas perkembangan masa dewasa madya ........................................15
G. Tugas-tugas perkembangan masa dewasa lanjut ........................................15
BAB III PENUTUP ...............................................................................................18
A. KESIMPULAN ............................................................................................18
B. SARAN ......................................................................................................18
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................19
3 IAI IBRAHIMY

BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Pada setiap perkembangan kehidupan manusia, individu itu dituntut untuk


menguasai kemampuan berperilaku yang menjadi ciri bahwa perkembangannya
berhasil dan normal. Jika pada fase itu individu tidak mempunyai kemampuan
berperilaku sepatutnya, sesuai dengan tugas-tugas perkembangannya maka
dianggap individu itu mengalami kelambatan perkembangannya, atau
penyimpangan perkembangan. Pencapaian tugas-tugas perkembangan bukan
hanya penting untuk fase perkembangan dimana tugas-tugas perkembangan itu
seharusnya muncul, tetapi juga penting untuk pencapaian tugas-tugas
perkembangan selanjutnya.

Demikian juga tugas-tugas perkembangan pada fase dewasa, dapat


tercapai dengan sempurna, jika tugas pada periode remaja tercapai dengan
sempurna pula, sebaliknya jika pencapaian tugas-tugas perkembangan pada
periode awal kehidupan individu tidak sukses, maka pencapaian tugas-tugas
perkembangan pada periode awal kehidupan individu tidak sukses, maka
pencapaian tugas-tugas perkembangan pada fase berikutnya cendrung tidak
sukses. Jika tugas-tugas perkembangan setiap fase perkembangan kehidupan
manusia berhasil atau sukses dicapai, maka individu ini akan mengalami perasaan
bahagia dan menjalani kehidupan dengan perasaan sukses baik secara emosional,
intelektual, dan moral.
4 IAI IBRAHIMY

B. RUMUSAN MASALAH
Adapun identifikasi masalah pada makalah ini adalah sebagai berikut:
1. Apakah yang dimaksud dengan tahap tugas perkembangan?
2. Apa yang dapat diketahui tugas-tugas perkembangan masa bayi/anak anak?
3. Apa yang dapat diketahui tugas perkembangan masa remaja?
4. Apa yang dapat diketahui tugas perkembangan masa dewasa?

C. TUJUAN
1. Mengetahui yang dimaksud dengan tahap tugas perkembangan?
2. Mengetahui tugas-tugas perkembangan masa bayi/anak anak?
3. Mengetahui tugas perkembangan masa remaja?
4. Mengetahui tugas perkembangan masa dewasa?
5 IAI IBRAHIMY

BAB II
PEMBAHASAN

A. Tugas-Tugas Perkembangan

Menurut Havighurst, tugas perkembangan adalah tugas-tugas yang harus


diselesaikan individu pada fase-fase atau periode kehidupan tertentu, dan apabila
berhasil mencapainya mereka akan berbahagia, tetapi sebaliknya apabila mereka
gagal akan kecewa dan dicela orang tua atau masyarakat dan perkembangan
selanjutnya juga akan mengalami kesulitan.

Adapun yang menjadi sumber dari pada tugas-tugas perkembangan


tersebut menurut Havighurst adalah: Kematangan pisik, tuntutan masyarakat atau
budaya dan nilai-nilai dan aspirasi individu.
Pembagian tugas-tugas perkembangan untuk masing-masing fase dari sejak
masa bayi sampai usia lanjut dikemukakan oleh Havighurst sebagai berikut :
1. Masa bayi dan anak-anak
a. Belajar berjalan
b. Belajar mekan makanan padat
c. Belajar berbicara
d. Belajar mengendalikan pembuangan kotoran tubuh
e. Mencapai stabilitas fisiologik
f. Membentuk pengertian sederhana tentang realitas fisik dan sosial
g. Belajar kontak perasaan dengan orang tua, keluarga, dan orang lain
h. Belajar mengetahui mana yang benar dan yang salah serta
mengembangkan kata hati
2. Masa Anak Sekolah
a. Belajar ketangkasan fisik untuk bermain
b. Pembentukan sikap yang sehat terhadap diri sendiri sebagai organism
yang sedang tumbuh
a. Belajar bergaul yang bersahabat dengan anak-anak sebaya
b. Belajar peranan jenis kelamin
6 IAI IBRAHIMY

c. Mengembangkan dasar-dasar kecakapan membaca, menulis, dan


berhitung
d. Mengembangkan pengertian-pengertian yang diperlukan guna
keperluan kehidupan
e. sehari-hari
f. Mengembangkan kata hati moralitas dan skala nilai-nilai
g. Belajar membebaskan ketergantungan diri
h. Mengembangkan sikap sehat terhadap kelompok dan lembga-lembaga
3. Masa Remaja
a. Menerima keadaan jasmaniah dan menggunakannya secara efektif
b. Menerima peranan sosial jenis kelamin sebagai pria/wanita
c. Menginginkan dan mencapai perilaku social yang bertanggung jawab
social
d. Mencapai kemandirian emosional dari orang tua dan orang dewasa
lainnya
e. Belajar bergaul dengan kelompok anak-anak wanita dan anak-anak
laki-laki
f. Perkembangan skala nilai
g. Secara sadar mengembangkan gambaran dunia yang lebih adekwat
h. Persiapan mandiri secara ekonomi
i. Pemilihan dan latihan jabatan
j. Mempersiapkan perkawinan dan keluarga
4. Masa Dewasa Awal
a. Mulai bekerja
b. Memilih pasangan hidup
c. Belajar hidup dengan suami/istri
d. Mulai membentuk keluarga
e. Mengasuh anak
f. Mengelola/mengemudikan rumah tangga
g. Menerima/mengambil tanggung jawab warga Negara
h. Menemukan kelompok sosial yang menyenangkan
7 IAI IBRAHIMY

5. Masa Usia Madya/Masa Dewasa Madya


a. Menerima dan menyesuaikan diri terhadap perubahan fisik dan
fisiologis
b. Menghubungkan diri sendiri dengan pasangan hidup sebagai individu
c. Membantu anak-anak remaja belajar menjadi orang dewasa yang
bertanggung jawab dan berbahagia
d. Mencapai dan mempertahankan prestasi yang memuaskan dalam karir
pekerjaan
e. Mengembangkan kegiatan-kegiatan pengisi waktu senggang yang
dewasa
f. Mencapai tanggung jawab sosial dan warga Negara secara penuh.

Robert J. Havighurst (1961) mengartikan tugas – tugas perkembangan itu


merupakan suatu hal yang muncul pada periode tertentu dalam rentang kehidupan
individu yang apabila berhasil dituntaskan akan membawa kebahagiaan dan
kesuksesan ke tugas perkembangan selanjutnya tapi jika gagal akan menyebabkan
ketidakbahagiaan pada individu yang bersangkutan dan kesulitan – kesulitan
dalam menuntaskan tugas berikutnya.

Hurlock (1981) menyebut tugas – tugas perkembangan ini sebagai social


expectations yang artinya setiap kelompok budaya mengharapkan anggotanya
menguasai keterampilan tertentu yang penting dan memperoleh pola perilaku
yang disetujui oleh berbagai usia sepanjang rentang kehidupan.
Faktor sumber munculnya tugas – tugas perkembangan:
1. Adanya kematangan fisik tertentu pada fase perkembangan tertentu
2. Tuntutan masyarakat secara kultural : membaca, menulis, berhitung, dan
organisasi
3. Tuntutan dari dorongan dan cita – cita individu sendiri (psikologis) yang
sedang
4. berkembang itu sendiri : memilih teman dan pekerjaan
5. Tuntutan norma agama
8 IAI IBRAHIMY

B. Tugas – tugas perkembangan pada usia bayi dan kanak – kanak (0


– 6 Tahun)
a. Belajar berjalan .
b. Belajar memakan makanan padat .
c. Belajar berbicara.
d. Belajar buang air kecil dan buang air besar.
e. Belajar mengenal perbedaan jenis kelamin .
f. Mencapai kestabilan jasmaniah fisiologis.
g. Membentuk konsep – konsep (pengertian) sederhana kenyataan sosial dan
alam .
h. Belajar mengadakan hubungan emosional dengan orang – orang
disekitarnya.
i. Belajar mengadakan hubungan baik dan buruk, yang berarti
mengembangkan kata
j. hati .

Menurut beberapa ahli psikologi lainnya tentang tugas perkembangan disetiap


fase – fase perkembangan 0 – 6 tahun:

1. Charlotte Buhler (1930) dalam bukunya yang berjudul The first tear of life:
a. Fase pertama (0 – 1 tahun)
Belajar menghayati berbagai objek diluar diri sendiri, melatih fungsi –
fungsi motorik.
b. Fase kedua (2 – 4 tahun)
Belajar mengenal dunia objektif diluar diri sendiri, disertai dengan
penghayatan yang bersifat subjektif. Misalnya anak bercakap – cakap
dengan bonekanya atau berbincang – bincang dan bergurau dengan binatang
kesayangannya.
c. Fase ketiga ( > 5 tahun)
Belajar bersosialisasi. Anak mulai memasuki masyarakat luas (pergaulan
dengan teman sepermainan (TK) dan sekolah dasar. Menurut Soe’oed
(dalam Ihromi, ed., 1999 : 30) syarat penting untuk berlangsungnya proses
9 IAI IBRAHIMY

sosialisasi adalah interaksi sosial. A. Gosin (Soe’oed,dalam Ihromi, ed.,


1999 : 30) : sosialisasi adalah proses belajar yang dialami oleh seseorang
untuk memperoleh pengetahuan, keterampilan, nilai – nilai dan norma –
norma agar dia bisa berpartisipasi sebagai anggota dalam masyarakatnya.

2. Elizabeth B. Hurlock (1978) dalam bukunya Developmental Psychology:


a. Prenatal, yaitu masa konsepsi anak sampai umur 9 bulan dikandungan ibu.
b. Masa natal:
a) Infancy atau neonatus (dari lahir sampi usia 14 hari), penyesuaian terhadap
Lingkungan
b) Masa bayi (2 minggu sampai 2 tahun), bayi tidak berdaya dan sangat
tergantung pada lingkungan dan kemudian (karena perkembangan) anak
mulai berusaha menjadi lebih independen.
c) Masa anak ( > 2 tahun) Anak belajar menyesuaikan diri dengan
lingkungan, sehingga dia merasa bahwa dirinya merupakan bagian dari
lingkungan yang ada.

3. Erik Erickson (1963) dalam bukunya Chilhood and Society : a. Masa bayi (0 –
1,5 tahun), anak belajar bahwa dunia merupakan tempat yang baik baginya,
dan ia belajar menjadi optimis mengenai kemungkinan – kemungkinan
mencapai kepuasan.
a. Masa Toddler (1,5 – 3 tahun)
Anak belajar menggunakan kemampuan bergerak sendiri untuk
melaksanakan dua ugas penting, yakni pemisahan diri dari ibu dan mulai
menguasai diri, lingkungan, dan keterampilan dasar untuk hidup.
b. Awal masa kanak – kanak ( > 4 tahun)
Anak belajar mencontoh orang tuanya, pusat perhatian anak berubah dari
benda ke orang.

C. Tugas – tugas perkembangan pada masa sekolah (6 – 12 tahun)


Menurut Robert J. Havighurst (Monks, et al., 1984, syah, 1995; Andrissen,
1974;Havighurst, 1976) tugas – tugas perkembangan masa ini adalah:
10 IAI IBRAHIMY

a. Belajar memperoleh keterampilan fisik untuk melakukan permainan :


bermain sepak bola, loncat tali, berenang .
b. Belajar membentuk sikap yang sehat terhadap dirinya sendiri sebagai
makhluk biologis.
c. Belajar bergaul dengan teman – teman sebaya .
d. Belajar memainkan peranan sesuai dengan jenis kelaminnya.
e. Belajar keterampilan dasar dalam membaca, menulis, dan berhitung
f. Belajar mengembangkan konsep sehari – hari.
g. Mengembangkan kata hati
h. Belajar memperoleh kebebasan yang bersifat pribadi
i. Mengembangkan sikap yang positif terhadap kelompok sosial dan
lembaga-lembaga.

Menurut ahli psikologi lain tentang tugas – tugas perkembangan fase anak 6 – 12
tahun:
1. Charlotte Buhler (1930) dalam bukunya yang berjudul The first tear of life:
a. Fase ketiga (6 – 8 tahun)
Anak belajar bersosialisasi dengan lingkungannya.
b. Fase keempat (9 – 12 tahun) Anak belajar mencoba,
bereksperimen,bereksplorasi, yang distimulasi oleh dorongan – dorongan
menyelidik dan rasa ingin tahu yang besar

2. Elizabeth B. Hurlock (1978) dalam bukunya Developmental Psychology:


a. Masa anak (6 – 11 tahun). Anak belajar menyesuaikan diri dengan
lingkungan.
b. Masa praremaja (11 – 12 tahun). Anak belajar memberontak yang
ditunjukkan dengan tingkah laku negatif.

3. Erik Erickson (1963) dalam bukunya Chilhood and Society:


a. Awal masa kanak – kanak (6 – 7 tahun) anak belajar menyesuaikan diri
dengan teman sepermainannya, ia mulai bias melakukan hal– hal kecil
(berpakaian, makan) secara mandiri.
11 IAI IBRAHIMY

b. Akhir masa kanak – kanak (8 – 11 tahun)


Anak belajar untuk membuat kelompok dan berorganisasi.
c. Awal masa remaja (12 tahun)
Anak belajar membuang masa kanak – kanaknya dan belajar memusatkan
perhatian pada diri sendiri.

D. Tugas – tugas perkembangan remaja (adolescence) dan dewasa

Masa ini merupakan masa transisi yang dapat diarahkan kepada


perkembangan masa dewasa yang sehat (Konopka, dalam Pikunas, 1976 ;
Kaczman & Riva, 1996). Remaja merupakan masa berkembangnya identity
(identitas) (Erik Erickson (Adams & Gullota, 1983 : 36 – 37; Conger, 1977 : 92 –
93)
Identity adalah suatu pengorganisasian dorongan – dorongan (drives),
kemampuan-kemampuan (abilities), keyakinan – keyakinan (beliefs), dan
pengalaman – pengalaman
individu kedalam citra diri (images of self) yang konsisten (Anita E. Woolfolk)

Lustin Pikunas (1976 : 257 – 259), masa remaja akhir ditandai oleh
keinginan yang kuat untuk tumbuh dan berkembang secara matang agar dapat
diterima oleh teman sebaya,
orang dewasa, dan budaya .
Menurut beberapa ahli tugas – tugas perkembangan pada masa ini adalah:
a. William Kay
a. Menerima fisiknya sendiri beriku keragaman kualitasnya.
b. Mencapai kemandirian emosional dari orangtua atau figur – figur yang
menjadi otoritas.
c. Mengembangkan keterampilan komunikasi interpersonal dan belajar
bergaul dengan teman sebaya atau orang lain baik secara individual
maupun kelompok.
d. Menemukan manusia model untuk dijadikan identitasnya.
12 IAI IBRAHIMY

e. Menerima dirinya sendiri dan memiliki kepercayaan terhadap


kemampuannya sendiri.
f. Memperkuat kemampuan mengendalikan diri atas dasar prinsip atau
falsafah hidup.
g. Mampu meninggalkan masa kanak – kanaknya.

b. Robert J. Havighurst (1961)


a. Mencapai hubungan yang lebih matang dengan teman sebaya.
b. Mencapai peranan sosial sebagai pria atau wanita.
c. Menerima keadaan fisiknya dan menggunakannya secara efektif.
d. Mencapai kemadirian emosional dari orang tua dan orang dewasa
lainnya.
e. Mancapai jaminan kemandirian ekonomi.
f. Memilih dan mempersiapkan karir (pekerjaan)
g. Belajar merencanakan hidup berkeluarga.
h. Mengembangkan keterampilan intelektual.
i. Mencapai tingkah laku yang bertanggung jawab secara sosial.
j. Memperoleh seperangkat nilai dan sistem etika sebagai
petunjuk/pembimbing dalam bertingkah laku.
k. Mengamalkan nilai – nilai keimanan dan ketakwaan kepada tuhan
dalam kehidupan sehari – hari, baik pribadi maupun sosial.

c. Charlotte Buhler (1930)


d. Belajar melepaskan diri dari persoalan tentang diri sendiri dan lebih
mengarahkan minatnya pada lapangan hidup konkret, yang dahulu
dikenalnya secara subjektif belaka.

e. Elizabeth B. Hurlock (1978)


Belajar menyesuaikan diri terhadap pola – pola hidup baru, belajar untuk
memiliki cita – cita yang tinggi, mencari identitas diri dan pada usia
kematangannya mulai belajar memantapkan identitas diri
13 IAI IBRAHIMY

f. Erik Erikson (1963)


Anak mulai memusatkan perhatian pada diri sendiri, mulai menentukan
pemilihan tujuan hidup, belajar berdikari, belajar bijaksana.

E. Tugas-tugas perkembangan masa dewasa awal

Pengertian dewasa awal menurut para ahli


:
a. H. S. Becker
Dewasa awal merupakan suatu masa penyesuaian terhadap pola-pola kehidupan
yang baru, dan harapan-harapan sosial yang baru .
b. Havighurst (dalam Monks, Knoers dan Haditono: 2001)
tugas perkembangan dewasa awal adalah menikah atau membangun suatu
keluarga, mengelola rumah tangga, mendidik atau mengasuh anak, memikul
tanggung jawab sebagai warga negara, membuat hubungan dengan suatu
kelompok sosial tertentu, dan melakukan suatu pekerjaan.
Di bawah ini di uraikan secara ringkas ciri-ciri yang menonjol dalam tahun-tahun
masa dewasa awal :
a. Masa dewasa awal sebagai “masa pengaturan”
Pada masa ini individu menerima tanggung jawab sebagai orang dewasa.
Telah di katakan masa anak anak dan masa remaja merupakan periode
merupakan “pertumbahan” dan dewasa merupakan “pengaturan” atau
(setledown). Pada generasi-generasi terdahulu berada pandangan bahwa jika
anak laki-laki dan wanita mencapai usia dewasa secara syah, hari hari
kebebasan mereka telah berakhir dan saatnya telah tiba untuk menerima
tanggung jawab sebagai orang dewasa.
b. Masa usia dewasa awal sebagai “usia reproduktif”
Orang tua (parenthood) merupakan salah satu peran yang paling penting
dalam hidup orang dewasa .orang yang kawin berperan sebagai orang tua
pada waktu saat ia berusia 20an atau 30an,beberapa sudah menjadi kakek atau
nenek sebelum masa awal berakhir. Awal yang belum menikah hingga
menyelesaikan pendidikan atau telah memulai kehidupan karirnya, tidak akan
14 IAI IBRAHIMY

menjadi orang tua sebelum ia merasa bahwa dia mampu berkeluarga.


perasaan ini biasanya terjadi sesudah umurnya sekitar 30an.demikian pula,
jika wanita ingin berkarir sesudah menikah ,ia akan menunda untuk
mempunyai anak sampai usia 30an.dengan demikian baginya hanyalah dasa
warsa terakhir dari masa dewasa awal merupakan “usia reproduktif”. Bagi
orang yang cepat mempunyai anak dan mempunyai keluarga besar pada awal
masa dewasa atau bahkan pada tahun tahun terakhir masa remaja
kemungkinan seluruh masa dewasa awal merupakan masa reproduksi.
c. Masa dewasa awal sebagai “ masa bermasalah”
Dalam tahun-tahun awal masa dewasa banyak masalah baru yang harus
dihadapi seseorang. Masalah-masalah baru ini dari segi utamanya berbeda
dengan dari masalah-masalah yang sudah dialami sebelumnya.
Dengan menurunnya tingkat usia kedewasaan secara hukum menjadi 18
tahun, pada tahun 1970, anak-anak muda telah dihadapkan pada banyak
masalah dan mereka tidak susah untuk mengatasinya. Meskipun mereka
sekarang dapat memberikan suaranya, memiliki harta benda, menikah tanpa
persetujuan orang tuamserta dapat melakukan berbagai hal yang tidak dapat
di lakukan orang muda ketika ketentuan usia dewasa secara hukum masih 21
tahun, jelas pula bahwa “kebebasan baru ini menimbulkan masalah-masalah
yang tidak dapat diramalkan oleh orang dewasa yang masih muda itu sendiri
maupun oleh kedua orang tuanya”.
d. Masa dewasa awal sebagai “masa ketegangan emosional”
Banyak orang dewasa muda mengalami kegagalan emosi yang berhubungan
dengan persoalan-persoalan yang dialaminya seperti persoalan jabatan,
perkawinan, keuangan dan sebagainya. Ketegangan emosional seringkali
dinampakkan dalam ketakutan-ketakutan atau kekhawatiran-kekhawatiran.
Ketakutan atau kekhawatiran yang timbul ini pada umumnya bergantung pada
ketercapainya penyesuaian terhadap persoalan-persoalan yang dihadapi pada
suatu saat tertentu, atau sejauh mana sukses atau kegagalan yang dialami dalam
pergumulan persoalan.
e. Masa dewasa awal sebagai “masa keterasingan sosial”
15 IAI IBRAHIMY

Dengan berakhirnya pendidikan formal dan terjunnya seseorang ke dalam pola


kehidupan dewasa, yaitu kerier, perkawinan dan rumah tangga, hubungan
dengan teman-teman kelompok sebaya masa remaja menjadi renggang, dan
berbarengan dengan itu keterlibatan dalam kegiatan kelompok di luar rumah
akan terus berkurang. Sebagai akibatnya, untuk pertama kali sejak bayi semua
orang muda, bahkan yang populerpun, akan mengalami keterpencilan sosial
atau apa yang disebut Erikson sebagai “krisis keterasingan”.

F. Tugas-tugas perkembangan masa dewasa madya

Menurut Havighurst, tugas perkembangan adalah tugas-tugas yang harus


diselesaikan individu pada fase-fase atau periode kehidupan tertentu; dan apabila
berhasil mencapainya mereka akan berbahagia, tetapi sebaliknya apabila mereka
gagal akan kecewa dan dicela orang tua atau masyarakat dan perkembangan
selanjutnya juga akan mengalami kesulitan
Tugas-tugas perkembangan Masa Usia Madya/Masa Dewasa Madya :
1. Menerima dan menyesuaikan diri terhadap perubahan fisik dan fisiologis
2. Menghubungkan diri sendiri dengan pasangan hidup sebagai individu
3. Membantu anak-anak remaja belajar menjadi orang dewasa yang
bertanggung jawab dan berbahagia
4. Mencapai dan mempertahankan prestasi yang memuaskan dalam karir
pekerjaan
5. Mengembangkan kegiatan-kegiatan pengisi waktu senggang yang dewasa
6. Mencapai tanggung jawab sosial dan warga Negara secara penuh.

G. Tugas-tugas perkembangan masa dewasa lanjut

Memasuki lanjut usia merupakan periode akhir dalam rentang kehidupan manusia
di dunia ini. Banyak hal penting yang perlu diperhatikan guna mempersiapkan
memasuki masa lanjut usia dengan sebaik-baiknya. Kisaran usia yang ada pada
periode ini adalah enam puluh tahun ke atas. Ada beberapa orang yang sudah
16 IAI IBRAHIMY

menginjak usia enam puluh,tetapi tidak menampakkan gejala-gejala penuaan fisik


maupun mental. Oleh karena itu, usia 65 dianggap sebagai batas awal periode usia
lanjut pada orang yang memiliki kondisi hidup yang baik .
Karakteristik
1. Adanya periode penurunan atau kemunduran. Yang disebabkan oleh faktor fisik
dan psikologis .
2. Perbedaan individu dalam efek penuaan. Ada yang menganggap periode ini
sebagai waktunya untuk bersantai dan ada pula yang mengaggapnya sebagai
hukuman.
3. Ada stereotip-stereotip mengenai usia lanjut. Yang menggambarkan masa tua
tidaklah menyenangkan.
4. Sikap sosial terhadap usia lanjut. Kebanyakan masyarakat menganggap orang
berusia lanjut tidak begitu dibutuhkan karena energinya sudah melemah.
Tetapi, ada juga masyarakat yang masih menghormati orang yang berusia
lanjut terutama yang dianggap berjasa bagi masyarakat sekitar.
5. Mempunyai status kelompok minoritas. Adanya sikap sosial yang negatif
tentang usia lanjut.
6. Adanya perubahan peran. Karena tidak dapat bersaing lagi dengan kelompok
yang lebih muda.
7. Penyesuaian diri yang buruk. Timbul karena adanya konsep diri yang negatif
yang disebabkan oleh sikap sosial yang negatif.
8. Ada keinginan untuk menjadi muda kembali. Mencari segala cara untuk
memperlambat penuaan.

Tugas Perkembangan
1. Menyesuaikan diri terhadap perubahan fisik. Misalnya adanya perubahan
penampilan pada wajah wanita, menggunakan kosmetik untuk menutupi tanda-
tanda penuaan pada wajahnya. Pada bagian tubuh, khususnya pada kerangka
tubuh, mengerasnya tulang sehingga tulang menjadi mengapur dan mudah
retak atau patah.
17 IAI IBRAHIMY

2. Menyesuaikan diri dengan masa pensiun dan berkurangnya penghasilan


keluarga .
3. Menyesuaikan diri dengan kematian pasangan hidup.
4. Menjalin hubungan dengan orang-orang disekitarnya.
5. Membentuk pengaturan kehidupan fisik yang memuaskan.
6. Menyesuaikan diri dengan peran sosial secara luwes dan harmonis.
18 IAI IBRAHIMY

BAB III
PENUTUP

1. Kesimpulan
Tugas perkembangan adalah sesuatu tugas yang timbul pada periode tertentu
dalam kehidupan seseorang. Pembagian tugas-tugas perkembangan untuk masing-
masing fase dari sejak masa bayi sampai usia lanjut seperti yang dikemukakan
oleh Havighurst sebagai berikut:
a. Masa bayi dan anak-anak
b. Masa Anak Sekolah
c. Masa Remaja
d. Masa Dewasa Awal
e. Masa Usia Madya/Masa Dewasa Madya

2. Saran
Dengan membaca makalah ini dan mengetahui tugas-tugas perkembangan
manusia, diharapkan agar pembaca dapat pengetahuan tentang tugas-tugas
perkembangan manusia yang dapat membantu bersosialisasi dengan lingkungan
sekitarnya dan membantu agar pembaca lebih memahami tugas-tugas individu,
dan menghargainya.
19 IAI IBRAHIMY

DAFTAR PUSTAKA

Mudjiran,dkk . 2007 . Perkembangan Peserta Didik . padang : Unp press


Yusuf LN, Syamsu, H., Dr., M.pd. 2006. Psikologi perkembangan anak dan
remaja. Bandung : PT Remaja Rosdakarya .
Sobur, Alex. 2003. Psikologi umum. Bandung : Pustaka Setia.
Yusuf, Syamsu Dan Nani M. Sughandi. 2011. Perkembangan Peserta Didik.
Jakarta : Rajawali
Yusuf, Syamsu. 2008. Psikologi Perkembangan Anak Dan Remaja. Bandung : PT
Remaja Rosdakarya