Anda di halaman 1dari 3

USULAN SISTRANAS TRANSPORTASI UDARA

KAJIAN TEORITIS DAN PRAKTEK EMPIRIS


TRANSPORTASI UDARA

IDENTIFIKASI PERMASALAHAN DALAM BIDANG TRANSPORTASI UDARA:

1. Perencanaan
a. Perencanaan sektor transportasi udara disusun berdasarkan tatanan
kebandarudaraan namun masih parsial belum melakukan perencanaan dengan
mengintegrasikan dengan moda lain dan instansi terkait lain.
Contoh : Pembuatan/ pengembangan bandara belum memikirkan pembuatan
akses jalan, sehingga bandara sudah ada jalan akses belum ada.
b. Koordinasi dengan instansi terkait dalam pembuatan bandara baru belum
terkoneksi dengan baik.
Contoh : Pembangunan / pengembangan bandara terkendala dengan kepemilikan
lahan yang tersedia.

2. Integrasi jaringan
a. Integrasi jaringan pelayanan dari dan ke prasarana/ sarana transportasi udara
dengan moda lain belum terpadu, sehingga pengguna jasa kesulitan menuju ke
dan dari bandara.
Contoh: Bandara belum mempunyai sarana/prasarana belum mempunyai fasilitas
konektifitas dari/ ke ibukota yang sifatnya publik transpor.
b. Penentuan pengembangan bandara hub dan spoke belum terkoordinasi dengan
instansi terkait sehingga penyediaan fasilitas penghubung prasarana transportasi
moda lain belum tersedia.
Contoh : Airstrip sudah ditentukan bandara spoke tetapi fasilitas moda
transportasi lain belum tersedia termasuk jalan akses menuju bandara
belum tersedia.

3. Keselamatan dan keamanan


Sistem informasi keselamatan dan keamanan antara instansi terkait belum
dikoordinasikan secara baik terutama terutama kurangnya sosialisasi informasi
keselamatan dan keamanan.
Contoh : Regulasi dan procedure baru yang dikeluarkan Kemenhub belum diketahui
oleh masyarakat terutama oleh instansi terkait yang bisa menyebarkan
kepada masyarakat. Misalnya: tentang regulasi teroris.

4. Lingkungan dan Energi


a. Pembangunan/ pengembangan prasarana dan infrastruktur transportasi udara
belum sepenuhnya mempertimbangkan lingkungan.
Contoh : Pembangunan infrastruktur prasarana bandara masih menggunakan /
memakai lahan produktif.
b. Penggunaan sarana dan prasarana transportasi udara belum seluruhnya mengacu
pada sarana dan prasarana yang ramah lingkungan dan hemat energi.
USULAN SISTRANAS TRANSPORTASI UDARA

Contoh : Masih adanya sarana GSE yang lama masih menggunakan Solar Fuel
dan pembuatan bandara yang banyak menggunakan peralatan yang tidak
hemat energi.

5. Sumber Daya Manusia


a. Koordinasi antara pusat dan daerah untuk pemenuhan SDM yang profesional dan
memiliki kompetensi di bidang yang menangani transportasi udara belum
terpenuhi.
Contoh : Masih kurangnya SDM profesional yang memiliki kompetensi dibidang
yang menangani kegiatan transportasi udara. Misalnya : SDM Security,
baik Airport maupun Airline Security, SDM Controller dll yang
beroperasi di bandar udara.
b. Kualitas dan kwantitas pendidikan dan praktikum SDM bidang transportasi udara
perlu ditingkatkan dalam rangka memenuhi standar ketentuan internasional.

6. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi


a. Penggunaan teknologi komunikasi informasi belum optimal dalam
penyelenggaraan kegiatan transportasi udara.
Contoh : Masih banyak penggunaan peralatan bantu navigasi yang konvensional
tidak berbasis satelite dan peralatan canggih misalnya : NDB
b. Pengadaan peralatan di bandara belum mengacu pada peralatan yang uptodate/
modern/ kondisi yang akan datang.

7. Investasi
a. Perlu melibatkan pihak swasta untuk pengelolaan sarana dan prasrana transportasi
udara khususnya di bidang penyediaan infrastruktur prasarana dan sarana yang
berkaitan dengan kegiatan transportasi udara.
PRAKTEK INTEGRASI TRANSPOTASI UDARA
1. Perencanaan
a. Rencana induk bandar udara (masterplan) pembangunan dan
pengembanganprasarana bandar udara belum terintegrasi dengan moda
transportasi lain.
Contoh : Untuk membangun bandar udara tidak mempelajari keberadaan
prasarana laut, darat dan perkereta apian sehingga konektifitasnya tidak
terwujud dengan baik.
2. Integrasi Jaringan
a. Keberadaan prasarana transportasi udara belum sepenuhnya terintegrasi dengan
moda transportasi lain.
Contoh : Keberadaan suatu bandar udara perlu dihubungkan dengan ketersediaan
terminal darat atau stasiun kereta api atau prasarana menuju transportasi
laut, untuk perlu diatur dalam Sistranas
b. Perlu diatur penggunaan e-ticketing yang dapat juga digunakan oleh pengguna
transportasi udara untuk konektifitas penggunaan sarana transportasi
berkelanjutannya.
USULAN SISTRANAS TRANSPORTASI UDARA

Contoh : E-ticketing pesawat udara dapat digunakan untuk naik transportasi


lanjutan darat atau kereta api.

3. Keamanan dan Keselamatan


a. Regulasi dan prosedur penanganan keselamatan dan keamanan antar moda
transportasi belum seragam penanganannya.
Contoh : Kalau dibandara ada pemeriksaan penumpang dan barang melalui X-
Ray, namun di stasiun Kereta Api dan Terminal penumpang darat
maupun transportasi laut belum diterapkan.
b. Belum sepenuhnya prasarana transportasi dilengkapi dengan CCTV.
Contoh : Di bandar udara ada CCTV untuk airside dan landside.

4. Lingkungan dan Energi


a. Belum sepenuhnya penggunaan / pembangunan infrastruktur, prasarana dan
sarana yang ramah lingkungan yang hemat energi.
Contoh : Belum dibuat taman-taman di lingkungan area transportasi (udara,darat,
laut dan kereta api) serta masih menggunakan matrial yang belum ramah
lingkungan.
b. Belum sepenuhnya menggunakan fasilitas yang hemat energi.

5. Sumber Daya Manusia


a. Kurang tersedianya SDM yang profesional dan berkompetensi sesuai dengan
tugasnya.
b. Pembangunan dan pengembangan serta pemenuhan prasarana dan sarana di
bidang transportasi udara tidak diikuti SDM yang berkompetensi sesuai dengan
bidangnya.
Contoh : Membangun/ mengembangkan bandar udara tanpa memikirkan
ketersediaan tenaga profesional serta sarana pendukungnya.

6. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi


a. Kemajuan informasi dan teknologi yang cepat dan pesat saat ini belum dapat
diikuti keberadaan SDM dan sarana pendukungnya.
b. Penggunaan self check- in dan e-ticket secara terusan belum dapat
diimplementasikan.
Contoh : e-ticket pesawat bisa digunakan pada kereta yang menghubungkan dari
dan ke bandara atau digunakan untuk transportasi darat (publik transpor)

7. Investasi
a. Belum terbuka kesempatan swasta secara menyeluruh untuk pembangunan/
pengembangan prasarana dan sarana transportasi
b. Belum terbukanya manajemen pengelolaan transportasi baik sarana maupun
prasarana sehingga menarik minat swasta/ investor untuk berinvestasi
c. Perlu pengkajian kembali peraturan-peraturan yang berlaku khususnya investasi
swasta pada sarana dan prasarana publik transportasi.