Anda di halaman 1dari 10

Kata Pengantar

Assalamua’alaikunm Warrahmatullahi Wabakaratu.

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT, karena berkat Rahmat dan Hidayah-Nya-lah kita
masih diberikan kesehatan sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan tepat waktu.

Adapun kami membuat makalah ini untuk memenuhi tugas mata kuliah Wawasan Budaya yang
berjudul “Identitas Kebudayaan dan Fungsinya”.

Kami menyadari sepenuhnya bahwa dalam pembuatan makalah ini masih banyak kesalahan. Oleh
karena itu dengan kerendahan hati, kami memohon semua pihak pembaca dan dosen pengampuh agar
berkenan memberikan saran dan kritik sebagai bahan penyempurna makalah ini.

Kami berharap semoga makalah ini bisa bermanfaat bagi semua yang membacanya.

Kesalahan datangnya dari kami, kesempurnaan hanyalah milik Allah SWT

i
Daftar Isi

Kata Pengantar ......................................................................................................................................................i


Daftar Isi ............................................................................................................................................................... ii
Bab I .................................................................................................................................................................... 1
PENDAHULUAN ............................................................................................................................................... 1
1.1 Latar Belakang ........................................................................................................................... 1
1.2 Rumusan Masalah ...................................................................................................................... 2
1.3 Tujuan ......................................................................................................................................... 2
Bab II ................................................................................................................................................................... 3
Pembahasan ......................................................................................................................................................... 3
2.1 Pengertian Identitas Budaya dan Fungsi Kebudayaan ......................................................... 3
2.2 Identitas Kebudayan Nasional Indonesia................................................................................. 4
2.3 Faktor-faktor pembentuk Identitas Budaya............................................................................ 5
2.4 Jenis-jenis dari Identitas ............................................................................................................ 6
Bab III.................................................................................................................................................................. 7
Penutupan ............................................................................................................................................................ 7
3.1 Kesimpulan ................................................................................................................................. 7
Daftar Pustaka .......................................................................................................................................................

ii
Bab I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Manusia dan kebudayaan adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan karena saling berkaitan. Budaya
merupakan bentuk atau hasil dari kreativitas manusia. Kebudayaan juga merupakan penjelmaan dari
hasrat manusia bahkan lebih jauh lagi, Tuhan karena pada hakikatnya alam dan manusia serta segala
isi alam raya ini merupakan suatu yang muncul dari realitas yang mutlak.

Kebudayaan juga akan menjadi simbol atau identitas bagi suatu negara atau bangsa. Melalui
kebudayaan orang akan menjadi lebih faham terkait sejarah karena sejarah dan kebudayaan saling
berhubungan. Kebudayaan menjadi suatu tolok ukur untuk mengenal lebih dalam suatu negara. Dari
sejarah kita banyak mengetahui betapa banyak kebudayaan yang lahir di dunia ini dan salah satu negara
yang kaya akan kebudayaan adalah Indonesia.

Indonesia adalah negara yang kaya akan kebudayaan yang beraneka ragam. Keanekaragaman itu
menjadi ciri khas tersendiri bagai republik yang menderka 67 tahun silam ini. Keanekaragaman itu
bisa dilihat secara historis bangsa ini yang sebenarnya masih dalam pencarian identitas.
Keanekaragaman itu tidak hanya bisa dilihat dari antar pulau saja, akan tetapi sampai kepada areal
yang kecil yakni pada tataran daerah saja bisa berbeda-beda. Inilah kekayaan yang tersembunyi di
negeri kepulauan terbesar di dunia ini.

Keanekaragaman tadi memunculkan polemik tersendiri terhadap identitas kebudayaan nasional karena
kebudayaan nasional itu memberi identitas nasional, dan identitas nasional itu perlu untuk mendorong
motivasi untuk usaha pembangunan, begitu yang ditulis oleh Koentjaranigrat dalam buku beliau yang
berjudul, “Kebudayaan, Mentalitas, dan Pembangunan”. Berbagai cendikiawan memunculkan
argument dan konsep masing-masing. Ada yang mengatakan kebudyaan nasional itu harus dari sesuatu
yang baru, ada juga yang mengatakan harus berakar dari kebudayaan lama, dan ada yang bisa di bilang
gabungan keduanya.

Identitas adalah jati diri yang dimiliki seseorang yang ia peroleh sejak lahir hingga melalui proses
interaksi yang dilakukannya setiap hari dalam kehidupannya dan kemudian membentuk suatu pola
khusus yang mendefinisikan tentang orang tersebut. Sedangkan Budaya adalah cara hidup yang
berkembang dan dimiliki oleh seseorang atau sekelompok orang dan diwariskan dari generasi ke
generasi. Sehingga Identitas.

Budaya memiliki pengertian suatu karakter khusus yang melekat dalam suatu kebudayaan sehingga
bisa dibedakan antara satu kebudayaan dengan kebudayaan yang lain. Dalam Lintas Budaya, setiap
orang seharusnya memahami masing-masing budaya yang ada di sekitarnya sehingga dapat
beradaptasi ketika berada di kebudayaan yang berbeda.

1
1.2 Rumusan Masalah
1. Apa pengertian Identitas Budaya dan Fungsi Kebudayaan?

2. Apa itu Identitas Kebudayan Nasional Indonesia?

3. Apa saja faktor-faktor pembentuk Identitas Budaya?

4. Apa saja jenis-jenis dari identitas?

1.3 Tujuan
1. Mahasiswa dapat mengetahui pengertian Identitas Budaya dan Fungsi Kebudayaan.

2. Mahasiswa dapat mengetahui Identitas Kebudayaan Nasional Indonesia

3. Mahasiswa dapat mengetahui Faktor-faktor pembentuk Identitas Budaya

4. Mahasiswa dapat mengetahui Jenis-jenis dari Identitas

2
Bab II

Pembahasan
2.1 Pengertian Identitas Budaya dan Fungsi Kebudayaan
2.1.1 Pengertian Identitas

Identitas adalah jati diri yang dimiliki seseorang yang ia peroleh sejak lahir hingga melalui
proses interaksi yang dilakukannya setiap hari dalam kehidupannya dan kemudian membentuk
suatu pola khusus yang mendefinisikan tentang orang tersebut. Sedangkan Budaya adalah cara
hidup yang berkembang dan dimiliki oleh seseorang atau sekelompok orang dan diwariskan dari
generasi ke generasi. Sehingga Identitas Budaya memiliki pengertian suatu karakter khusus yang
melekat dalam suatu kebudayaan sehingga bisa dibedakan antara satu kebudayaan dengan
kebudayaan yang lain. Dalam Lintas Budaya, setiap orang seharusnya memahami masing-masing
budaya yang ada di sekitarnya sehingga dapat beradaptasi ketika berada di kebudayaan yang
berbeda. Identitas budaya memiliki beberapa pendekatan dalam pengertiannya yaitu adalah:

 Kesempurnaan rasa dalam seni dan kemanusiaan.


 Pola yang terintegrasi dari pengetahuan manusia, keyakinan, dan perilaku, yang bergantung
pada kemampuan atau kapasitasnya dalam pemikiran secara simbolik dan pembelajaran
secara social.
 Seperangkat sikap, nilai – nilai, sasaran dan tindakan yang diyakini bersama, yang kemudian
menjadi ciri, sifat atau karakter dari sebuah organisasi atau kelompok.
2.1.2 Fungsi Kebudayaan

Sebagian besar kebutuhan manusia dan masyarakat dapat dipenuhi oleh kebudayaan yang
bersumber ari masyarakat itu sendiri. Pada dasarnya, kebudayaan berfungsi untuk mengatur
masyarakatnya, tentang bagaimana harus bertindak dan menentukan sikap saat dihadapkan pada
sesuatu, sehingga kehidupan menjadi lebih selaras.

Pendapat lain mengatakan Fungsi kebudayaan adalah untuk mengatur manusia agar dapat
mengerti bagaimana seharusnya bertindak dan berbuat untuk menentukan sikap kalau akan
berbehubungan dengan orang lain didalam menjalankan hidupnya.

Kebudayaan berfungsi sebagai:

1) Pedoman hubungan manusia atau kelompok


Sebuah kelompok tertentu dapat berjalan dengan satu arah dan satu tujuan karena
mempunyai kebudayaan yang sama. Contohnya adalah masyarakat Yogyakarta yang
mempunyai kebudayaan Grebeg Maulud untuk memperingati Maulid nabi Muhammad SAW.
Satu Jogja sepakat bahwa itu adalah budaya yang sudah ada sejak dahulu, tujuannya jelas, dan
dianggap sebagai salah satu pemersatu masyarakat.
2) Memenuhi Kebutuhan Masyarakat
Budaya bukan hanya persoalan adat istiadat, tapi juga pola perilaku. Termasuk dalam
bagaimana masyarakat tersebut dapat bertahan hidup dengan memenuhi kebutuhan hidupnya.
Seperti berkebun untuk masyarakat pegunungan dan para pencari ikan di daerah pesisir pantai.

3
Keduanya bertahan hidup dengan kebudayaan dan tata caranya sendiri yang berfungsi sebagai
pemenuhan kebutuhan hidupnya
3) Mendorong Perubahan Masyarakat
Kebudayaan dapat digunakan untuk merubah masyarakat. Terutama berlaku untuk
kebudayaan baru yang mulai masuk pada ranah masyarakat tertentu. Contoh nyatanya adalah
Budaya Korea yang masuk ke Indonesia, sedikit banyak merubah pola perilaku sebagian
masyarakat yang menyukai kebudayaan tersebut. Baik diwujudkan dalam gaya hidup, bahasa,
maupun kesenian.

Adapun fungsi-fungsi kebudayaan selain yang diatas, yaitu:

1) Hasil karya manusia melahirkan teknologi atau kebudayaan kebendaan


2) Karsa masyarkat yang merupakan perwujudan norma dan nilai-nilai sosial yang dimana dapat
menghasilkan tata tertib dalam pergaulan kemasyarakatan
3) Di dalam kebudayaan juga terdapat pola-pola perilaku (patterns of behavior)yang merupakan
cara-cara masyarakat untuk bertindak atau berkelakuan yang sama yang dimana harus diikuti
oleh semua anggota masyarakat.

2.2 Identitas Kebudayan Nasional Indonesia


Manusia dan kebudayaan adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan karena saling berkaitan.
Budaya merupakan bentuk atau hasil dari kreativitas manusia. Kebudayaan juga merupakan
penjelmaan dari hasrat manusia bahkan lebih jauh lagi, Tuhan karena pada hakikatnya alam dan
manusia serta segala isi alam raya ini merupakan suatu yang muncul dari realitas yang mutlak.

Kebudayaan juga akan menjadi simbol atau identitas bagi suatu negara atau bangsa. Melalui
kebudayaan orang akan menjadi lebih faham terkait sejarah karena sejarah dan kebudayaan saling
berhubungan. Kebudayaan menjadi suatu tolok ukur untuk mengenal lebih dalam suatu negara. Dari
sejarah kita banyak mengetahui betapa banyak kebudayaan yang lahir di dunia ini dan salah satu negara
yang kaya akan kebudayaan adalah Indonesia.

Indonesia adalah negara yang kaya akan kebudayaan yang beraneka ragam. Keanekaragaman itu
menjadi ciri khas tersendiri bagai republik yang menderka 67 tahun silam ini. Keanekaragaman itu
bisa dilihat secara historis bangsa ini yang sebenarnya masih dalam pencarian identitas.
Keanekaragaman itu tidak hanya bisa dilihat dari antar pulau saja, akan tetapi sampai kepada areal
yang kecil yakni pada tataran daerah saja bisa berbeda-beda. Inilah kekayaan yang tersembunyi di
negeri kepulauan terbesar di dunia ini.

Keanekaragaman tadi memunculkan polemik tersendiri terhadap identitas kebudayaan nasional


karena kebudayaan nasional itu memberi identitas nasional, dan identitas nasional itu perlu untuk
mendorong motivasi untuk usaha pembangunan, begitu yang ditulis oleh Koentjaranigrat dalam buku
beliau yang berjudul, “Kebudayaan, Mentalitas, dan Pembangunan”. Berbagai cendikiawan
memunculkan argument dan konsep masing-masing. Ada yang mengatakan kebudyaan nasional itu
harus dari sesuatu yang baru, ada juga yang mengatakan harus berakar dari kebudayaan lama, dan ada
yang bisa di bilang gabungan keduanya.

4
Kalau identitas kebudayaan nasional mengarah kepada pembangunan, maka yang perlu dilihat
adalah mental masyarakat Indonesia dewasa ini yang carut-marut terutama generasi muda. Alih-alih
ingin mengembangkan potensi diri dan membanggakan bangsa justru secara tidak langsung
meruntuhkan Indonesia dari dalam. Di Indonesia justru lebih berkembang kebudayaan luar dari pada
kebudayaan yang ada di Indonesia di berbagai daerah. Saya masih mengapresiasi teman-teman yang
setia dan memajukan kebudayaan Indonesia.

Telah terjadi degradasi rasa bangga terhadap kebudayaan yang ada di Indonesia berakar dari
kesadaran sejarah yang berkurang. Hal ini akan berdampak pada kemerosotan mental, mental
pembangunan yang diharapkan guna bersaing di era global ini. Menggali lagi kearifan local budaya
nusantara, member ruh baru dan revitalisasi akan mampu memberikan kontribusi dalam persatuan dan
kesatuan bangsa mapun menjawab tantangan global, itu yang ditulis oleh Gubernur DIY (Sri Sultan
HB X) dalam buku beliau yang berjudul” Merajut Kembali Indonesia”.

Kebudayaan nasional Indonesia merupakan semua bentuk kreativitas ciptaan putra bangsa di
seluruh Indonesia dalam rangka persatuan dan kesatuan serta ada rasa bangga dari rakyat Indonesia
itulah kebudayaan nasional Indonesia dan itu jugalah identitas kebudayaa nasional Indonesia yang
menjadi ciri khas tersendiri. Masyarakat Indonesia harus bangga dan bersyukur dengan perbedaan
yang diberikan Tuhan karena itu membuat Indonesia kaya dan dikenal dunia. Identitas kebudayaan
nasional Indonesia itu adalah keanekaragaman kebudayaan yang ada di Indonesia.

2.3 Faktor-faktor pembentuk Identitas Budaya


Faktor-faktor pembentuk Identitas budaya sebagai berikut:

1) Kepercayaan.
Kepercayaan menjadi faktor utama dalam identitas budaya, tanpa adanya kepercayaan yang
di anut maka tidak akan terbentuk suatu identitas budaya yang melekat pada suatu kebudayaan.
Biasanya kepercayaan ini muncul dari amanah para leluhur terdahulu yang menyakini tentang suatu
kegiatan yang biasa dilakukan oleh suatu budaya yang tentunya berbeda antara budaya satu dengan
budaya lainnya. Contohnya mempercayai tradisi pecah telur pada saat resepsi pernikahan yang
dipercaya sebagai salah satu tradisi penting masyarakat Jawa dalam resepsi pernikahan.
2) Rasa aman
Perasaan aman atau positif bagi penganut suatu kebudayaan menjadi faktor terbentuknya
identitas budaya, karena tanpa adanya rasa aman dari pelaku kegiatan budaya maka tidak akan
dilakukan secara terus menerus sesuatu yang dianggapnya negatif dan tidak aman. Contohnya tidak
ada kebiasaan menyakiti sesama karena dianggap saling menyakiti adalah tidak memberikan rasa
aman bagi siapapun.
3) Pola perilaku.
Pola perilaku juga menjadi faktor pembentuk identitas budaya, bagaimana pola perilaku kita
dimasyarakat mencerminkan identitas budaya yang kita anut. Dalam hal ini biasa terjadinya
diskriminasi terhadap orang-orang tertentu yang berprilaku kurang baik menurut orang sekitarnya
yang pada umumnya didalam budaya orang tersebut adalah sesuatu yang wajar dilakukan.

Dari penjabaran pengertian di atas kemudian berhubungan dengan faktor-faktor yang mempengaruhi
identitas budaya maupun yang berkaitan erat dengan identitas budaya yaitu:

5
1) Asimilasi budaya
Pengertian asimilasi budaya adalah pembauran dua kebudayaan yang disertai dengan
hilangnya ciri khas kebudayaan asli sehingga membentuk kebudayaan baru. Suatu asimilasi
ditandai oleh usaha-usaha mengurangi perbedaan antara orang atau kelompok. Untuk mengurangi
perbedaan itu, asimilasi meliputi usaha-usaha mempererat kesatuan tindakan, sikap, dan perasaan
dengan memperhatikan kepentingan serta tujuan bersama.
Golongan yang biasanya mengalami proses asimilasi adalah golongan mayoritas dan
beberapa golongan minoritas. Dalam hal ini, kebudayaan minoritaslah yang mengubah sifat khas
dari unsur-unsur kebudayaannya, dengan tujuan menyesuaikan diri dengan kebudayaan mayoritas;
sehingga lambat laun kebudayaan minoritas tersebut kehilangan kepribadian kebudayaannya dan
masuk ke dalam kebudayaan mayoritas.
Contoh dari asimilasi budaya adalah: Salah satu contoh proses asimilasi adalah program
transmigrasi yang dilaksanakan di Riau pada masa pemerintahan Orde Baru. Program transmigrasi
ini tidak hanya berhasil meratakan jumlah penduduk di berbagai pulau di Indonesia, tetapi program
transmigrasi ini juga mengakibatkan terjadinya asimilasi, terutama diwilayah Riau. Hal ini terlihat
dari banyaknya transmigran yang menghasilkan budaya baru, misalnya Jawa-Melayu, Mandailing-
Melayu, dan lain sebagainya.
2) Akulturasi budaya
Akulturasi (acculturation atau culture contact) adalah proses sosial yang timbul bila suatu
kelompok manusia dengan kebudayaan tertentu dihadapkan dengan unsur-unsur dari suatu
kebudayaan asing dengan sedemikian rupa, sehingga unsur-unsur kebudayaan asing itu lambat laun
diterima dan diolah ke dalam kebudayaan sendiri tanpa menyebabkan hilangnya kepribadian
kebudayaan itu sendiri.

2.4 Jenis-jenis dari Identitas


Secara umum kita katakan bahwa jenis identitas terbagi menjadi identitas sosial dan identitas
kultural, sebagaimana sebagaimana yang dibahas oleh Martin dan Nayakama, meliputi:

1) Gender versus Seks: Gender


Pembicaraan tentang identitas gender akan berkaitan dengan embedan peran perempuan dan
laki-laki dalam pandangan kultur maupun sosial. Sebaliknya, kalau kita bicara tentang identitas
seks maka kita hanya akan berbicara tentang perbedaaan fungsi-fungsi biologismanusia
berdasarkan jenis kelamin.
2) Pembentukan Maksna Rasial
Cara pandang baru untuk mengidentifikasi ras lebih sebagai “complex of sosial meaning”
untuk menunjukan manakah kategoriras (identitas) yang asli dan ras keturunan
3) Bounded vs. Dominant Identities
adalah konsep yang menunjuikan persepsi tentang kekhasan sekelompok orang dengan
perilaku tertentu meskipun kelompok itu bukan merupakan kelompok dominan.
4) Kelompok “whiteness”
Dominasi ras yang berkulit putih yang membedakan dirinya dengan ras lain
5) Multiraisialitas/Multikulturalitas
Didasarkan pada sikap manusia terhadap perbedaan budaya itu sendiri. Dimana individu dapat
menjadi makelar dari kebudayaan dan menjadi fasilitator antar budaya.

6
Bab III

Penutupan
3.1 Kesimpulan
Indonesia, yang terdiri dari berbagai suku bangsa, memiliki warisan budaya yang sangat
kaya. Berbagai macam tradisi dan adat-istiadat yang dimiliki Indonesia seperti menjadi kebanggaan
tersendiri bagi Indonesia. Indonesia menjadi kaya karena budayanya. Kekayaan budaya itu ditambah
lagi dengan masuknya berbagai unsur kebudayaan asing ke dalam Indonesia melalui proses
akulturasi dan asimilasi. Akulturasi adalah bergabungnya dua kebudayaan atau lebih sehingga
menciptakan suatu kebudayaan baru, tanpa menghilangkan kepribadian dari kebudayaan asli.
Sedangkan asimilasi adalah bercampurnya dua kebudayaan atau lebih sehingga menghasilkan suatu
kebudayaan baru, yang berbeda dengan kebudayaan aslinya. Asimilasi ini biasa terjadi pada
golongan minoritas dan golongan mayoritas pada suatu tempat.

7
Daftar Pustaka

2013. Identitas Budaya. http://commbro.wordpress.com/2013/03/10/identitas-budaya/.


Diakses pada tanggal 18 Maret 2019.

https://thegorbalsla.com/pengertian-kebudayaan/

https://commbro.wordpress.com/2013/03/10/identitas-budaya/

https://www.kompasiana.com/wira.syafutra/551b0284a333119b20b65b7e/apa-itu-identitas-
kebudayaan-nasional-indonesia