Anda di halaman 1dari 18

MAKALAH ETIKA BISNIS

Dosen Pengampu : Agung Subono, SE., M.Si

PENDEKATAN ETIKA BISNIS DAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN


(DECISION MAKING)

Disusun Oleh : Kelompok 3

1. Noor Anitasari (201611376)

2. Riof Khoiron Najib (201611379)

3. Nila Ayu Rahmawati (201611390)

4. Ahmad Zamroni (201611392)

5. Uswah Azizah (201611406)

6. Muhammad Musa Yunus (201611000)

PROGRAM STUDI MANAJEMEN


FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS MURIA KUDUS
TAHUN 2019
KATA PENGANTAR

i
Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah
melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulisan makalah ini selesai.
Penulisan makalah ini bertujuan untuk memenuhi tugas mata kuliah Etika Bisnis.

Terselesaikannya makalah ini bukan karena usaha penulis sendiri, semua


tidak terlepas dari uluran tangan yang diberikan oleh berbagai pihak baik secara
langsung maupun tidak langsung. Oleh karena itu pada kesempatan ini dengan
rendah hati penulis menyampaikan rasa terima kasih kepada pihak-pihak yang
terkait.

Penulis menyadari amatlah terbatas pengetahuan dan kemampuan yang


dimiliki penulis untuk menciptakan karya tanpa cela. Tentulah masih jauh dari
kata sempurna. Oleh karna itu segala kritik dan saran yang bersifat membangun
dari semua pihak sangat penulis harapkan, hargai dan akan diterima dengan
kerendahan hati, agar menjadi koreksi pada penulis, sehingga kelak penulis
mampu menghasilkan sebuah karya yang jauh lebih baik dan penulis berharap
semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi para pembaca.

Kudus, 19 Maret 2019

Penulis

DAFTAR ISI

Kata Pengantar............................................................................................. ii

ii
Daftar Isi...................................................................................................... iii
BAB I........................................................................................................... 4
A. Latar Belakang................................................................................. 4
B. Rumusan Masalah............................................................................ 5
C. Manfaat dan Tujuan.......................................................................... 5
BAB II.......................................................................................................... 6
A. Pengertian Etika dan Pengambilan Keputusan.................................. 6
B. Tahapan – Tahapan dalam Pengambilan Keputusan......................... 8
C. Etika Pengambilan Keputusan.......................................................... 9
D. Kriteria Pengambilan Keputusan yang Etis...................................... 10
E. Pendekatan – Pendekatan Etika Bisnis dalam Pengambilan
Keputusan......................................................................................... 11
F. Pilihan – Pilihan Etis Seorang Manajer............................................. 12
G. Faktor – Faktor yang mempengaruhi pengambilan
Keputusan......................................................................................... 13
H. Dasar Pegambilan Keputusan............................................................ 14
I. Penggunaan Pohon Keputusan Sebagai Pendukung dalam
Proses Pengambilan Keputusan....................................................... 16
BAB III........................................................................................................ 17
A. Kesimpulan........................................................................................ 17
B. Saran.................................................................................................. 17
DAFTAR PUSTAKA................................................................................... 18

iii
BAB 1
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Keputusan adalah pilihan-pilihan dari dua alternatif atau lebih. Sebagai


contoh, manajer puncak bertugas menentukan tujuan-tujuan organisasi, produk,
atau jasa yang ditawarkan. cara terbaik untuk membiayai berbagai operasi, produk
atau jasa yang menempatkan pabrik manufaktur yang baru. Keputusan biasanya
diambil ketika terjadi masalah, untuk mengatasi masalah yang terjadi dalam suatu
organisasi atau dalam perusahaan diperlukan suatu kebijakan dalam pengambilan
keputusan yang baik dalam menentukan strategi, sehingga menimbulkan
pemikiran tentang cara-cara baru untuk melanjutkannya.

Pengambilan keputusan ini adalah sesuatu pendekatan yang sistematis


terhadap hakikat suatu masalah, pengumpulan fakta-fakta dan data, penentuan
yang matang dari alternatif yang dihadapi, dan mengambil tindakan yang menurut
perhitungan merupakan tindakan yang paling tepat. Pengambilan keputusan yang
dilakukan biasanya memiliki beberapa tujuan, seperti tujuan yang bersifat tunggal
(hanya satu masalah dan tidak berkaitan dengan masalah lain) dan tujuan yang
bersifat ganda (masalah saling berkaitan, dapat bersifat kontradiktif ataupun tidak
kontradiktif).

Proses pengambilan keputusan adalah bagaimana perilaku dan pola


komunikasi manusia sebagai individu dan sebagai anggota kelompok dalam
struktur organisasi. Tidak ada pembahasan kontemporer pengambilan keputusan
akan lengkap tanpa dimasukkannya etika. Mengapa? Karena pertimbangan etis
seharusnya merupakan suatu kriteria yang penting dalam pengambilan keputusan,
maka dari itu pada penyusunan makalah ini akan dibahas tentang pendekatan
pengambilan keputusan etis diaman teridiri dari analisis biaya manfaat dan
analisis etis untuk pemecahan masalah.

4
B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang diatas maka rumusan masalah adalah sebagai


berikut;

a. Apa itu etika dan pengambilan keputusan?

b. Bagaimanakah Pendekatan-pendekatan dalam pengambilan keputusan?

c. Apa itu analisis biaya manfaat?

d. Bagaimanakah analisis etis untuk pemecahan masalah?

C. Tujuan dan Masalah

Berdasarkan rumusan masalah, maka tujuan dari penulisan makalah ini


adalah membahas, mengetahui serta memahami:

a. Etika pengambilan keputusan

b. Pendekatan-pendekatan pengambilan keputusan

c. Analisis biaya manfaat

d. Analisis untuk pemecahan masalah

5
BAB 2

ISI

A. Pengertian Etika dan Pengambilan Keputusan

Pengambilan keputusan (desicion making) adalah melakukan penilaian dan


menjatuhkan pilihan. Keputusan ini diambil setelah melalui beberapa perhitungan
dan pertimbangan alternatif. Sebelum pilihan dijatuhkan, ada beberapa tahap yang
mungkin akan dilalui oleh pembuat keputusan. Tahapan tersebut bisa saja meliputi
identifikasi masalah utama, menyusn alternatif yang akan dipilih dan sampai pada
pengambilan keputusan yang terbaik.

Pengertian keputusan disimpulkan bahwa pengambilan keputusan merupakan


suatu pemecahan masalah sebagai suatu hukum situasi yang dilakukan melalui
pemilihan satu alternative dan beberapa alternative.

Definis pengambilan keputusan adalah suatu cara yang digunakan untuk


memberikan suatu pendapat yang dapat menyelesaikan suatu masalah dengan cara
/ tehnik tertentu agar dapat lebih diterima oleh semua pihak.

Etika (Yunani Kuno: “ethikos”, berarti “timbul dari kebiasaan”) adalah


cabang utama yang mempelajari nilai atau kualitas yang menjadi studi mengenai
standar dan penilaian moral. Kata etika berasal dari bahasa Yunani, ethos yang
berarti kebiasaan atau adat istiadat. Oleh filsuf Yunani, Aristoteles, etika
digunakan untuk menunjukkan dan menjelaskan fakta moral tentang nilai dan
norma moral, perintah, tindakan kebajikan dan suara hati. Etika mencakup analisis
dan penerapan konsep seperti benar, salah, baik, buruk, dan tanggung jawab. Pada
pengertian yang paling dasar, etika adalah sistem nilai pribadi yang digunakan
memutuskan apa yang benar, atau apa yang paling tepat, dalam suatu situasi

6
tertentu; memutuskan apa yang konsisten dengan system nilai yang ada dalam
organisasi dan diri pribadi.

Etika juga diartikan pula sebagai yang berkaitan dengan studi tentang
tindakan-tindakan baik ataupun buruk manusia di dalam mencapai
kebahagiaannya. Apa yang dibicarakan di dalam etika adalah tindakan manusia,
yaitu tentang kualitas baik atau buruk atau nilai-nilai tindakan manusia untuk
mencapai kebahagiaan serta tentang kearifannya dalam bertindak.

Etika dimulai bila manusia merefleksikan unsur-unsur etis dalam pendapat-


pendapat spontan kita Kebutuhan akan refleksi itu akan kita rasakan, antara lain
karena pendapat etis kita tidak jarang berbeda dengan pendapat orang lain. Untuk
itulah diperlukan etika, yaitu untuk mencari tahu apa yang seharusnya dilakukan
oleh manusia. Sebagai suatu ilmu, objek dari etika adalah tingkah laku manusia.

Menurut Mathis dan Jackson, etika memiliki dimensi-dimensi konsekuensi


luas, alternatif ganda, akibat berbeda, konsekuensi tak pasti, dan efek personal.

a. Konsekuensi Luas : keputusan etika membawa konsekuensi yang luas.


Misalnya, karena menyangkut masalah etika bisnis tentang pencemaran
lingkungan maka diputuskan penutupan perusahaan dan pindah ke tempat
lain yang jauh dari karyawan. Hal itu akan berpengaruh terhadap
kehidupan karyawan, keluarganya, masyarakat dan bisnis lainnya.

b. Alternatif Ganda : beragam alternatif sering terjadi pada situasi


pengambilan keputusan dengan jalur di luar aturan. Sebagai contoh,
memutuskan seberapa jauh keluwesan dalam melayani karyawan tertentu
dalam hal persoalan keluarga sementara terhadap karyawan yang lain
menggunakan aturan yang ada.

c. Akibat Berbeda : keputusan-keputusan dengan dimensi-dimensi etika bisa


menghasilkan akibat yang berbeda yaitu positif dan negatif. Misalnya
mempertahankan pekerjaan beberapa karyawan di suatu pabrik dalam
waktu relatif lama mungkin akan mengurangi peluang para karyawan

7
lainnya untuk bekerja di pabrik itu. Di satu sisi keputusan itu
menguntungkan perusahaan tetapi pihak karyawan dirugikan.

d. Ketidakpastian Konsekuensi : konsekuensi keputusan-keputusan


bernuansa etika sering tidak diketahui secara tepat. Misalnya
pertimbangan penundaan promosi pada karyawan tertentu yang hanya
berdasarkan pada gaya hidup dan kondisi keluarganya padahal karyawan
tersebut benar-benar kualifaid.

e. Efek Personal : keputusan-keputusan etika sering mempengaruhi


kehidupan karyawan dan keluarganya, misalnya pemecatan terhadap
karyawan disamping membuat sedih si karyawan juga akan membuat
susah keluarganya. Misal lainnya, kalau para pelanggan asing tidak
menginginkan dilayani oleh “sales” wanita maka akan berpengaruh
negatif pada masa depan karir para “sales” tersebut.

B. Tahapan-tahapan dalam pengambilan keputusan

1. Pemahaman dan Perumusan Masalah

Dalam mengambil keputusan kita harus menemukan masalah apa yang


sebenarnya terjadi dan bagaiman cara untuk memecahkan masalah
tersebut. Mengenali masalah dari perbedaan hasil aktual dengan hasil
yang diharapkan, definisikan apa masalahnya.

2. Pengumpulan Analisa Data Yang Relevan

Setelah menemukan masalah apa yang terjadi, kemudian menentukan


rumusan yang tepat untuk menyelesaikannya berdasarkan data yang
relevan.

3. Pemilihan Alternatif Terbaik

Dari data yang telat didapat kita dapat memutuskan, alternative apa yang
paling baik untuk menyelesaikan masalah dan dapat mengambil
keputusan.

8
4. Implementasi Keputusan

Melaksanakan keputusan yang telah diambil dan bertanggung jawab


melaksanakan, dengan memperhatikan resiko dan ketidak pastiaan
terhadap keputusan yang diambil.

5. Evaluasi

Implementasi yang telah diambil harus slalu dimonitor secara terus


menerus, apakah berjalan lancer dan memberikan hasil yang diharapkan
atau tidak.

C. Etika Pengambilan Keputusan

Seorang pemimpin dalam mengambil keputusan dihadapkan pada dilema


etika dan moral. Keputusan yang diambil pemimpin tentunya akan menghasilkan
dampak bagi orang lain. Idealnya, seorang pemimpin mempunyai integritas yang
menjunjung tinggi nilai moral dan etika. Sehingga, keputusan yang diambilnya
adalah mengacu tidak hanya pada kepentingannya sendiri, melainkan juga
kepentingan orang banyak termasuk lingkungannya. Maka ada baiknya sebelum
kita mengambil keputusa, kita harus mengacu pada prinsip-prinsip berikut ini :

a. Autonomy

Isu ini berkaitan dengan apakah keputusan anda menimbulkan kerugikan


terhadap orang lain? Setiap keputusan yang Anda ambil tentunya akan
mempengaruhi banyak orang. Oleh karena itu, Anda perlu
mempertimbangkan faktor ini ke dalam setiap proses pengambilan
keputusan Anda. Misalnya keputusan untuk merekrut pekerja dengan
biaya murah. Seringkali perusahaan mengeksploitasi buruh dengan biaya
semurah mungkin padahal sesungguhnya upah tersebut tidak layak untuk
hidup.

b. Non-malfeasance

9
Apakah keputusan Anda akan mencederai pihak lain? Di kepemerintahan,
nyaris setiap peraturan tentunya akan menguntungkan bagi satu pihak
sementara itu mencederai bagi pihak lain. Begitu pula halnya dengan
keputusan bisnis pada umumnya, dimana tentunya menguntungkan bagi
beberapa pihak namun tidak bagi pihak lain.

c. Beneficence

Merupakan keputusan harus dapat menjadi solusi bagi masalah dan


merupakan solusi terbaik yang bisa diambil.

d. Justice

Proses pengambilan keputusan mempertimbangkan faktor keadilan, dan


termasuk implementasinya. Di dunia ini memang sulit untuk menciptakan
keadilan yang sempurnam namun tentunya kita selalu berusaha untuk
menciptakan keadilan yang ideal dimana memperlakukan tiap orang
dengan sejajar.

D. Kriteria Pengambilan Keputusan yang Etis

Pengambilan keputusan semata-mata bukan karena kepentingan pribadi dari


seorang si pengambil keputusannnya. Beberapa hal kriteria dalam pengambilan
keputusan yang etis diantaranya adalah:

a. Pendekatan bermanfaat adalah konsep tentang etika bahwa prilaku


moral menghasilkan kebaikan terbesar bagi jumlah terbesar.

b. Pendekatan individualisme adalah konsep tentang etika bahwa suatu


tindakan dianggap pantas ketika tindakan tersebut mengusung
kepentingan terbaik jangka panjang seorang indivudu.

c. Konsep etika adalah menyangkut keputusan yang dengan sangat baik


menjaga hak-hak yang harus dipertimbangkan dalam pengambilan
keputusan :

10
─ hak persetujuan bebas. Individu akan diperlakukan hanya jika
individu tersebut secara sadar dan tidak terpaksa setuju untuk
diperlakukan.

─ hak atas privasi. Individu dapat memilih untuk melakukan apa


yang ia inginkan di luar pekerjaanya.

─ hak kebebasan hati nurani. Individu dapat menahan diri dari


memberikan perintah yang melanggar moral dan norma
agamanya.

─ hak untuk bebas berpendapat. Individu dapat secara benar


mengkritik etika atau legalitas tindakan yang dilakukan orang lain.

─ hak atas proses hak. Individu berhak untuk berbicara tanpa berat
sebelah dan berhak atas perlakuan yang adil.

─ hak atas hidup dan keamanan. Individu berhak untuk hidup tanpa
bahaya dan ancaman terhadap kesehatan dan keamananya.

E. Pendekatan – Pendekatan Etika Bisnis dalam Pengambilan Keputusan

Pengambilan keputusan semata-mata bukan karena kepentingan pribadi dari


seorang pengambil keputusannnya. Beberapa hal kriteria dalam pengambilan
keputusan yang etis diantaranya adalah:

1. Pendekatan bermanfaat (utilitarian approach), yang dudukung oleh


filsafat abad kesembilan belas ,pendekatan bermanfaat itu sendiri
adalah konsep tentang etika bahwa prilaku moral menghasilkan
kebaikan terbesar bagi jumlah terbesar.

2. Pendekatan individualisme adalah konsep tentang etika bahwa suatu


tindakan dianggap pantas ketika tindakan tersebut mengusung
kepentingan terbaik jangka panjang seorang indivudu.

11
3. Konsep tentang etika bahwa keputusan yang dengan sangat baik
menjaga hak-hak yang harus dipertimbangkan dalam pengambilan
keputusan.

- hak persetujuan bebas. Individu akan diperlakukan hanya jika


individu tersebut secara sadar dan tidak terpaksa setuju untuk
diperlakukan.

- hak atas privasi. Individu dapat memilih untuk melakukan apa


yang ia inginkan di luar pekerjaanya.

- hak kebebasan hati nurani. Individu dapat menahan diri dari


memberikan perintah yang melanggar moral dan norma
agamanya.

- hak untuk bebas berpendapat. Individu dapat secara benar


mengkritik etika atau legalitas tindakan yang dilakukan orang
lain.

- hak atas proses hak. Individu berhak untuk berbicara tanpa berat
sebelah dan berhak atas perlakuan yang adil.

- hak atas hidup dan keamanan. Individu berhak untuk hidup


tanpa bahaya dan ancaman terhadap kesehatan dan keamananya.

F. Pilihan-pilihan Etis Seorang Manajer

1. Tingkat prekonvesional mematuhi peraturan untuk menghindari hukuman.


Bertindak dalam kepentingannya sendiri.

2. Tingkat konvensional menghidupkan pengharapan orang lain. Memenuhi


kewajiban

3. Tingkat poskonvensional mengikuti prinsip keadilan dan hak yang dipilih


sendiri. Mengetahui bahwa orang-orang menganut nilai-nilai yang berbeda

12
dan mencari solusi kreatif untuk mengatasi dilema etika.
Menyeimbangkan kepentingan diri dan kepentingan orang banyak.

G. Faktor-faktor yang mempengaruhi pengambilan keputusan

Beberapa tahap yang menjadi factor keberhasilan sebuah keputusan,


diantaranya:

1. Tahap perkembangan moral :

Tahap ini merupakan suatu tahap penilaian (assessment) dari kapasitas


seseorang untuk menimbang nimbang apakah secara moral benar, makin
tinggi perkembangan moral seorang berarti makin kurang
ketergantungannya pada pengaruh- pengaruh luar sehingga ia akan makin
cenderung berperilaku etis. Sebagai contoh, kebanyakan orang dewasa
berada dalam tingkat menengah dari perkembangan moral, mereka
sangat dipengaruhi oleh rekan sekerja dan akan mengikuti aturan dan
prosedur suatu organisasi. Individu-individu yang telah maju ketahap-
tahap yang lebih tinggi menaruh nilai yang bertambah pada hak-hak orang
lain, tak peduli akan pendapat mayoritas, dan kemungkinan besar
menantang praktik-praktik organisasi yang mereka yakini secara pribadi
sebagai sesuatu hal yang keliru.

2. Lingkungan Organisasi

Dalam lingkungan organisasional merujuk pada persepsi karyawan


mengenai pengharapan (ekspetasi) organisasional. Apakah organisasi itu
mendorong dan mendukung perilaku etis dengan meberi ganjaran atau
menghalangi perilaku tak-etis dengan memberikan hukuman/sangsi. Kode
etis yang tertulis, perilaku moral yang tinggi dari para seniornya,
pengharapan yang realistis akan kinerja, penilaian kinerja sebagai dasar
promosi bagi individu-individu, dan hukuman bagi individu-individu
yang bertindak tak-etis merupakan suatu contoh nyata dari kondisi

13
lingkungan organisasional sehingga kemungkinan besar dapat
menumbuh kembangkan pengambilan keputusan yang sangat etis.

3. Tempat kedudukan kendali

Tempat kedudukan kendali tidak lepas dengan struktur organisasi,


pada umumnya individu-individu yang memiliki moral kuat akan jauh
lebih kecil kemungkinannya untuk mengambil keputusan yang tak-etis,
namun jika mereka dikendalai oleh lingkungan organisasi sebagai
tempat kedudukannya yang sedikit banyak tidak menyukai pengambilan
keputusan etis, ada kemungkinan individu- individu yang telah
mempunyai moral yang kuatpun dapat tercemari oleh suatu lingkaungan
organisasi sebagai tempat kedudukannya yang mengizinkan atau
mendorong praktik-praktik pengambilan keputusan tak-etis.

H. Dasar Pengambilan Keputusan

1. Berdasarkan intuisi atau perasaan

Keputusan yang diambil berdasarkan perasaan lebih bersifat subjektif yaitu mudah
terkena sugesti, pengaruh luar, dan factor kejiwaan lagi. Meskipun memiliki beberapa
kekurangan keputusan yang didasari intuisi atau perasaan juga memiliki keuntungan
diantaranya pengambilan keputusan dilakukan oleh satu pihak sehingga mudah untuk
memutuskan.

2. Berdasarkan rasional atau masuk akal

K e p u t u sa n y a n g b e r s if a t r a sI o n a l b e r k a ita n d e n g a n d a y a g u n a ma s a l a h -
masalah yang dihadapi merupakan masalah yang memerlukan pemecahan
rasional. Keputusan yang dibuat berdasarkan pertimbangan rasional
lebih bersifat objektif dalam masyarakat.

3. Berdasarkan fakta

B a n y a k yang berpendapat bahwa sebaiknya pengambilan keputusan


didukung oleh sejumlah fakta yang memadai. Sebenarnya istilah fakta

14
perlu dikaitkandengan istilah data dan informasi. Kumpulan fakta yang
telah dikelompokkan secara sistematis dinamakan data.Sedangkan
informasi adalah hasil pengolahan dari data. Dengan demikinan, data
harus diolah lebih dulu menjadi informasi yang kemudian dijadikan dasar
pengambilan keputusan. Keputusan yang berdasarkan sejumlah fakta, data
atau informasi yang cukup Itu memang merupakan keputusan yang baIk d
an solid.

4. Berdasarkan pengalaman

Pengambilan keputusan berdasarkan pengalaman sering kali diterapkan


pimpinan dengan mengingat-ingat apakah kasus seperti ini sebelumnya
pernah terjadi. Jika ternyata permasalahan tersebut pernah terjadi
sebelumnya, maka pimpinan tinggal melihat apakah permasalahan
tersebut sama atau tidak dengan situasi dan kondisi saat ini. Jika masih
sama kemudian dapat menerapkan cara yang sebelumnya itu untuk mengatasi
masalah yang timbul.dalam hal tersebut, pengalaman memang dapat
dijadikan pedomandalam menyelesaikan masalah. Keputusan yang
berdasarkan pengalaman sangat bermanfaat bagi pengetahuan praktis.
Pengalaman dan kemampuan untuk memperkirakan apa yang menjadi
latar belakang masalah dan bagaimana arah penyelesaiannya sangat
membantu dalam memudahkan pemecaha masalah.

5. Berdasarkan wewenang

Setiap orang yang menjadi pimpinan organisasi mempunyai tugas dan


wewenang untuk mengambil keputusan dalam rangka menjalankan
kegiatan demi tercapainya tujuan organisasi yang efektif dan efisien. Keputusan
yang berdasarkan wewenang memiliki beberapa keuntungan, diantaranya
banyak diterimanya oleh bawahan, juga karenad idasa r i wewena ng yang
resmi maka akan lebih bersif at permanen.

15
I. Penggunaan pohon keputusan sebagai pendukung dalam proses
pengambil keputusan.

Proses pada pohon keputusan adalah mengubah bentuk data (tabel) menjadi
model pohon, mengubah model pohon menjadi rule, dan menyederhanakan rule.
Manfaat utama dari penggunaan pohon keputusan adalah kemampuannya untuk
membreak down proses pengambilan keputusan yang kompleks menjadi lebih
simpel sehingga pengambil keputusan akan lebih menginterpretasikan solusi dari
permasalahan. Pohon Keputusan juga berguna untuk mengeksplorasi data,
menemukan hubungan tersembunyi antara sejumlah calon variabel input dengan
sebuah variabel target.

16
BAB III

SIMPULAN

A. Kesimpulan

Keputusan yang diambil pemimpin tentunya akan menghasilkan dampak


bagi orang lain. Idealnya, seorang pemimpin mempunyai integritas yang
menjunjung tinggi nilai moral dan etika. Sehingga, keputusan yang
diambilnya adalah mengacu tidak hanya pada kepentingannya sendiri,
melainkan juga kepentingan orang banyak termasuk lingkungannya. Ada lima
kriteria dalam mengambil keputusan yang etis, yaitu utilitarian, universalisme
(duty), penekanan pada hak, penekanan pada keadilan, dan relativisme (self-
interest).

B. Saran

Dalam pengambilan keputusan, seorang pemimpin dihadapkan pada


dilema etika dan moral. Agar keputusan yang diambil mengacu tidak hanya
pada kepentingannya sendri, melainkan juga kepentingan orang banyak
termasuk lingkungannya, maka diperlukan pemimpin yang mempunyai
integritas yang menjunjung tinggi moral dan etika.

17
DAFTAR PUSTAKA

Dr. Hj Syahribulan, M.Si, Dr. Hj. Hasniati, M.Si, Drs. Nurdin Nara, M.Si, Dr. Atta

Irene Allorante, M.Si, Dra. Hj. Khalawatiah, MA. 2013. Modul Mata Kuliah Etika

Administrasi Negara. Makassar. Jurusan Ilmu Administrasi Negara FISIPOL

Universitas Hasanuddin

Bulanbalun.

(2014)pengertianetikaetikaetimologiberasal.http://bulanbalun.blogspot.co.id/2014

/03/pengertianetika-etika-etimologi-berasal.html, 09 Oktober 2015

Az17bersama.

(2013).etikapengambilankeputusan.http://az17bersama.blogspot.co.id/2013/04/eti

ka-pengambilan-keputusan.html, 09 Oktober 2015

Darmawatimks.

(2012).pengambilankeputusan.http://darmawatimks.blogspot.co.id/2012/01/penga

mbilan-keputusan.html, 09 Oktober 2015

Juprilumbantoruan.

(2013).pendekatandalampengambilankeputusan.http://juprilumbantoruan.blogspo

t.co.id/2013/10/pendekatan-dalam-pengambilan-keputusan.html. 09 Oktober 2015

18