Anda di halaman 1dari 11

MAKALAH

PRANATA KEBUDAYAAN
“Diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah wawasan budaya yang diampuh oleh Bapak
Herson Kadir, S.Pd, M.Pd”

Oleh

Kelompok III:

Nur Falaq 413418004

Regina Sugi Pakadang 413418050

Sulista Kamah 413418025

UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

JURUSAN MATEMATIKA

PROGRAM STUDI STASTISTIKA

2019
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT berkat limpahan rahmat dan karunia-
Nya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah kami dengan judul “pranata kebudayaan”.
shalawat serta salam semoga terlimpahkan kepada baginda tercinta kita yaitu nabi Muhammad
SAW.

Kami tentu menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kata sempurna dan masih
banyak terdapat kesalahan serta kekurangan didalamnya. Untuk itu, kami mengharapkan kritik
serta saran dari pembaca untuk makalah ini, supaya makalah ini nantinya dapat menjadi makalah
yang lebih baik lagi. Demikian, dan apabila terdapat banyak kesalahan pada makalah ini kami
mohon maaf yang sebesar-besarnya.

Gorontalo, 23 Februari 2019

Penulis

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR .................................................................................................................... i


DAFTAR ISI.................................................................................................................................. ii
BAB I PENDAHULUAN ............................................................................................................. 1
A. Latar belakang ...................................................................................................................... 1
B. Rumusan masalah ................................................................................................................ 1
BAB II PEMBAHASAN ............................................................................................................... 2
A. Pengertian Pranata Kebudayaan .......................................................................................... 2
B. Bentuk-Bentuk Pranata Kebudayaan dalam Kehidupan Masyarakat .................................. 3
BAB IV PENUTUP ...................................................................................................................... 7
A. Kesimpulan .......................................................................................................................... 7
B. Saran .................................................................................................................................... 7
DAFTAR PUSTAKA ......................................................................................................................

ii
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar belakang
Manusia merupakan makhluk hidup ciptaan Tuhan yang paling sempurna dibandingkan
dengan makhluk yang lain. Yang membedakan manusia dengan makhluk yang lain adalah
manusia dibekali dengan akal, intelegensi, intuisi, perasaan, emosi, kemauan, fantasi, dan
perilaku yang berfungsi mengembangkan setiap hal yang mereka dapatkan dan mereka ketahui,
dan itu nantinya dapat berguna bagi kelangsungan hidup mereka.

Manusia merupakan makhluk individu, tetapi ia juga membutuhkan interaksi antar


sesamanya, atau dengan alam. Ini yang menyebabkan manusia juga merupakan makhluk sosial.
Sebagai makhluk sosial, manusia perlu hidup dengan berbagai aturan dan norma-norma. Hal-hal
atau aktivitas-aktivitas dari setiap manusia berbeda-beda, maka peraturan yang mengikatnya
berbeda pula.

Selain aktivitas yang berbeda-beda, kebutuhan dari manusia juga berbeda-beda. Semakin
berkembang suatu kelompok manusia, semakin meningkat jumlah dan keanekaragaman
kebutuhan. Kebutuhan manusia juga dapat dikelompokkan menjadi suatu pranata. Kebutuhan
manusia yang berkaitan dengan aktivitas sehari-hari yang dilakukan secara terus-menerus dan
bersifat positif, dikelompokkan dalam pranata yang dinamakan pranata kebudayaan.

Kebudayaan yang berlaku dan dikembangkan oleh manusia dalam lingkungan tertentu
berimplikasi terhadap pola tata laku, norma, nilai dan aspek kehidupan lainnya yang menjadi ciri
khas suatu masyarakat dengan masyarakat lainnya. Untuk itu, diperlukan norma – norma yang
mengatur pada kebutuhan pokok di dalam masyarakat. Norma-norma tersebut dapat dirinci
menurut fungsi-fungsi khasnya dalam memenuhi kebutuhan hidupnya dalam masyarakat.

B. Rumusan masalah
1. Apa yang dimaksud dengan pranata kebudayaan?
2. Apa saja bentuk-bentuk pranata kebudayaan yang ada dalam kehidupan masyarakat?

C. Tujuan
1. Untuk mengetahui pengertian pranata kebudayaan
2. Untuk mengetahui pranata kebudayaan yang ada dalam kehidupan masyarakat

1
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Pranata Kebudayaan
Pranata adalah sistem norma atau aturan-aturan mengenai suatu aktifitas masyarakat yang
khusus, pranata (lembaga kemasyarakatan) merupakan terjamahan langsung dari istilah asing
“Social Institution” karena pengertian lembaga lebih menunjuk pada suatu bentuk dan sekaligus
juga mengandung pengertian-pengertian yang abstrak perihal adanya norma-norma dan
peraturan-peraturan tertentu. Pranata adalah sistem tingkah laku sosial yang bersifat resmi serta
adat-istiadat dan norma yang mengatur tigkah laku itu, dan seluruh perlengkapannya guna
memenuhi berbagai kompleks kebutuhan manusia dalam masyarakat.Menurut Koenjaraningrat
lembaga sosial atau pranata sosial adalah suatu sitem tata kelakuan dan hubungan yang berpusat
pada aktivitas-aktivitas khusus dalam kehidupan masyarakat. Pengertian ini menekankan pada
sistem tata kelakuan atau norma-norma untuk memenuhi kebutuhan.

Dari hari kehari manusia melaksanakan banyak tindakan interaksi antar individu dalam
kehidupan bermasyarakat. Diantara semua tindakannya yang berpola tadi, perlu diadakan
perbedaan antara tindakan-tindakan yang dilaksanakan menurut pola-pola yang resmi. Sistem
tingkah laku sosial yang bersifat resmi serta adat istiadat dan norma yang mengatur tingkah laku
itu, dan seluruh perlengkapannya guna memenuhi berbagai kompleks kebutuhan manusia dalam
masyarakat, dalam ilmu sosiologi dan antropologi disebut pranata atau dalam bahasa inggris
institutio.

Kata kebudayaan berasal dari kata sansekerta buddhayah, yaitu bentuk jamak dari buddhi
yang berarti budi atau akal. Dengan demikian ke-budaya-an dapat diartikan : “hal-hal yang
bersangkutan dengan akal”. Menurut Koentjaraningrat kebudayaan adalah hasil dari cipta, rasa
dan karsa. Menurut Sir Edward Taylor, kebudayaan adalah kompleks yang meliputi kemampuan,
kepercayaan, seni, moral, hukum, adat dan berbagai kemampuan serta kebiasaan yang manusia
sebagai anggota masyarakat.

Sedangkan pengertian kebudayaan menurut ilmu antropologi adalah keseluruhan sistem


gagasan, tindakan dan hasil karya manusia dalam kehidupan masyarkat yang dijadikan milik diri
manusia dengan belajar. Hal tersebut berati bahwa hampir seluruh tindakan manusia adalah
“kebudayaan” karena hanya sedikit tindakan manusia dalam kehidupan masyarakat yang tidak
perlu dibiasakan dengan belajar, yaitu hanya beberapa tindakan naluri, beberapa refleks,
beberapa tindakan akibat proses fisiologi, atau kelakuan membabi buta. Bahkan berbagai
tindakan manusia yang merupakan kemampuan naluri yang terbawa dalam gen bersama
kelahirannya.

Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa pranata kebudayaan adalah kelakuan
berpola manusia dalam kebudayaannya. Kelakuan yang berpola tersebut dapat dirinci menurut
fungsi-fungsi khas nya dalam memenuhi kebutuahan hidup dalam masyarakat.

2
Koentjaraningrat mengatakan bahwa pranata kebudayaan adalah suatu sistem tata
kelakuan dan hubungan yang berpusat kepada aktivitas-aktivitas untuk memenuhi kompleks-
kompleks kebutuhan khusus dalam kehidupan masyarakat. Berdasarkan pengertian tersebut
dapat dipahami bahwa dalam sebuah pranata kebudayaan terdapat 2 hal yang utama, yakni
aktivitas untuk memenuhi kebutuhan dan norma yang mengatur aktifitas tersebut, di dalam
pranata sosial terdapat seperangkat aturan yang berpedoman pada kebudayaan.

Oleh karena itu pranata kebudayaan bersifat abstrak karena merupakan seperangkat
aturan. Adapun wujud dari pranata sosial adalah berupa lembaga (institute) Pranata dan lembaga
memiliki makna yang berbeda. Pranata merupakan sistem norma atau aturan-aturan mengenai
suatu aktifitas masyarakat yang khusus, sedangkan lembaga atau institute adalah badan atau
organisasi yang melaksanakan aktivitas itu.

B. Bentuk-Bentuk Pranata Kebudayaan dalam Kehidupan Masyarakat


Pranata kebudayaan model Koentjaraningrat. Pranata kebudayaan digolongkan ke dalam
delapan kelompok, dengan memakai delapan kebutuhan hidup manusia sebagai prinsip
penggolongan.

 Pranata yang bertujuan memenuhi kebutuhan kehidupan kekerabatan, ialah yang sering
disebut kinship atau domestic institution. Contoh: pelamaran, perkawinan, pengasuhan
anak-anak, dan sebagainya.
 Pranata-pranata yang bertujuan memenuhi kebutuhan manusia untuk mata pencaharian
hidup, memproduksi, menimbun dan mendistribusikan harta dan benda, ialah economic
institution. Contoh: pertanian, peternakan, pemburuan, feodalisme, industri, barterm
koperasi perjualan, dan sebagainya.
 Pranata-pranata yang bertujuan memenuhi kebutuhan penerangan dan pendidikan
manusia supaya menjadi anggota masyarakat yang berguna, ialah educational institutions.
Contoh: pengasuhan kanak-kanak, pendidikan rakyat, pendidikan menengah, pendidikan
tinggi, pemberantasan buta huruf, pendidikan keagamaan, pers, perpustakaan umum, dan
sebagainya.
 Pranata-pranata yang bertujuan memenuhi kebutuhan ilmiah manusia, menyelami alam
semesta sekelilingnya, ialah scientific institution. Contoh: metode ilmiah, penelitian,
pendidikan ilmiah dan sebagainya.
 Pranata-pranata yang bertujuan memenuhi kebutuhan manusia menyatakan rasa
keindahannya, dan untuk rekreasi, ialah aesthetic and recreational institutions. Contoh:
seni rupa, seni suara, seni gerak, seni drama, kesusastraan, sport, dan sebagainya.
 Pranata-pranata yang bertujuan memenuhi kebutuhan manusia untuk mengatur kehidupan
berkelompok secara besar-besaran atau kehidupan bernegara ialah political institutions.
Contoh: pemerintahan, demokrasi, kehakiman, kepartaian, kepolisisan, ketentaraan, dan
sebagainya.

3
 Pranata-pranata yang mengurus kebutuhan jasmaniah dari manusia, ialah somatic
institutions. Contoh: pemeliharaan kecantikan, pemeliharaan kesehatan, kedokteran, dan
sebagainya.

Penggolongan tersebut tidak memuaskan karena tidak mencakup segala macam pranata
yang mungkin ada dalam masyarakat. Kalau dipikirkan secara mendalam dan objektif, hal-hal
seperti kejahatan, dan sebagainya, juga dapat dianggap sebagai pranata-pranata kemasyarakatan.
Tetapi dalam penggolongan di atas, pranata-pranata tersebut tidak mendapat tempat.

Kecuali itu, harus pula diperhatikan bahwa banyak dari pranata tersebut di atas
mempunyai demikian banyak aspek, sehingga pranata-pranata itu tidak hanya dapat digolongkan
ke dalam suatu golongan. Misalnya: feodalisme sebagai suatu sistem hubungan antara pemilik
tanah, yang pada hakikatnya mengakibatkan suatu produksi dari hasil bumi, dapat dianggap
sebagai suatu economic institution. Tetapi sebagai suatu sistem hubungan antara pihak berkuasa
dan pihak rakyat sebagai dasar suatu negara, dapat dianggap suatu political institution.
Penggolongan di atas hanya dicantumkan untuk memberi ilustrasi secara konkret dari apa yang
disebut pranata dalam ilmu-ilmu sosial.

Bentuk-bentuk pranata kebudayaan yang ada dalam kehidupan masyarakat

 Pranata keluarga

Pranata keluarga (family institution), dapat didefinisikan sebagai kelompok yang


dipersatukan oleh ikatan perkawinan atau pertalian darah atau adopsi yang terbentuk dalam satu
rumah tangga saling interaksi dan berkomunikasi melalui peran-perannya.berdasarkan Undang-
undang No 1 tahun 1974 pasal 1 dijelaskan bahwa perkawinan adalah ikatan lahir dan batin
antara seorang pria dengan seorang wanita sebagai suami istri dengan tujuan membentuk
keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal, berdasarkan Ketuhan Yang Maha Esa.

Sedangkan menurut Goode (1987) mendefinisikan pranata keluarga sebagai suatu unsur
dalam stuktur sosial yang memiliki karakteristik universal dan dapat ditemukan dalam kehidupan
masyarakat. Beberapa karakteristik pranata keluarga menurut Goode adalah :

1). Keluarga terdiri dari orang-orang yang bersatu karena ikatan perkawinan, hubungan darah
atau adopsi.

2). Suatu keluarga umumnya memiliki anggota keluarga yang hidup bersama-sama dalam satu
rumah dan membentuk rumah tangga.

3). Keluarga merupakan satu kesatuan orang-orang yang berinteraksi dengan tradisi masyarakat
setempat.

4). Suatu keluarga dapat mempertahankan kebudayaan secara bersama.

4
 Pranata Ekonomi

Pranata ekonomi adalah seperangkat norma atau aturan-aturan yang dimaksudkan untuk
memenuhi kebutuhan ekonomi masyarakat. Peran pranata ekonomi dalam mengatur pola
ekonomi manusia adalah sebagai berikut :

1). Pengaturan produksi barang dan jasa

Produksi mencakup kegiatan untuk membuat suatu barang semakin bermanfaat baik secara
langsung maupun tidak langsung untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia. Misalnya, produksi
gula. Gula mempunyai manfaat dari pada tebu. Untuk melakukan proses produksi diperlukan
unsur-unsur produksi berupa tenaga kerja, modal, dan tentu saja bahan mentah atau bahan baku.

2). Fungsi distribusi barang dan jasa

Distibusi adalah proses penyaluran barang dan jasa dari produsen konsumen. Penyaluran barang
dan jasa dapat dilakukan secara langsung, yaitu dari produsen ke konsumen, dapat juga melalui
perantara.

3). Fungsi konsumsi barang dan jasa

Suatu kehidupan dikatakan layak jika kebutuhan barang dan jasa dapat terpenuhi. Hidup layak
sangat tergantung pada tiga factor: pendapatan, tersedianya barang dan jasa, serta tingkat harga
barang dan jasa.

 Pranata politik

Pranata politik adalah upaya atau kegiatan partai politik sebagai organisasi
kemasyarakatan yang memiliki cirri khas tersendiri dan bertujuan untuk mendapatkan kekuasaan
dengan berbekal ilmu kenegaraan atau tata Negara.

Peran dan Funsi Pranata Politik :

Untuk memenuhi kebutuhan manusia demi memperjuangkan dan melaksanakan kedaulatan


rakyat melalui badan legeslatif, eksekutif dan yudukatif untuk mengembangkan dan membina
masyarakat ke arah kesejahteraan, ketertiban, dan ketentraman hidup.

 Pranata pendidikan

Menurut undang-undang RI No 20 tahun 2003 pendidikan adalah usaha sadar untuk


menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan, pengajaran dan latihan bagi peranannya
di masa yang akan datang. Satuan pendidikan meliputi pendidikan sekolah dan jalur luar sekolah.

5
Peranan dan fungsi pranata pendidikan :

1). Fungsi manifest, yaitu fungsi yang memiliki peranan membantu seseorang agar mampu
secara mandiri mencarai nafkah dan mengembangkan potensinya dalam memenuhi kebutuhan
pribadi bersama dengan proses pembangunan.

2). Fungsi laten, yaitu dimana pendidikan dapat menjadi masyarakat tahu akan fungsi yang
dimaksud, tapi masyarakat tidak menyadari atau seolah-olah tidak tahu. Misalnya: hasil
lulusannya berkualitas rendah akan mengakibatkan tenaga kerja tidak siap memasuki dunia
pendidikan

 Pranata Pelayanan Sosial dan Kesehatan

Befungsi untuk memenuhi kebutuhan melayani warga masyarakat yang terlantar dan
membutuhkan pertolongan serta memenuhi kebutuhan masyarakat akan pemeliharaan kesehatan,
kebugaran jasmani, termasuk kecantikan.

 Pranata Seni dan Kreasi

Berfungsi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan penghayatan seni dan pemulihan
kesegaran jasmani dan mental. Pranata pembantunya, antara lain : seni rupa, seni musik, seni
tari, seni teatre, seni sastra, olah raga, wisata dan hiburan lainnya.

 Pranata Ilmiah

Berfungsi memenuhi kebutuhan masyarakat mengembangkan ilmu dan menerapkannya


serta menerapkan hasil ilmu dalam bentuk teknologi dan menerapkannya untuk meningkatkan
kesejahteraan masyarakat. Prana pembantunya, antara lain : penelitian dan pengembangan ilmu
dasar, pengembangan dan penerapan ilmu terapan, pengembangan dan penelitian teknologi tepat
guna, teknologi tinggi, teknologi pertanian, teknologi penerbangan, dan teknologi komunikasi
satelit.

6
BAB IV
PENUTUP
A. Kesimpulan
Pranata kebudayaan menggolongkan kebutuhan manusia agar tertata. Penggolongan atau
pengelompokkan itu berdasar kepada aktivitas manusia yang berbeda-beda, yang harus dipahami
dengan membuat kelompok. Pengelompokkan ini tidak memisahkan antar kelompok manusia
yang berbeda kelompok, karena manusia itu sendiri selain makhluk individu, juga merupakan
makhluk sosial. Sehingga interaksi antar kelompok tidak mungkin tidak terjadi.

Dalam berinteraksi, manusia memiliki aturan sehingga mereka tidak semena-mena dalam
bergaul. Pergaulan atau interaksi dengan aturan sangatlah penting agar tatanan kehidupan tertata.
Mengingat, dasar manusia adalah menyukai estetika, salah satunya estetika dalam pergaulan
yaitu dengan membuat peraturan dan menaatinya.

B. Saran
Indonesia adalah negara yang kaya akan nilai kebudayaan yang universal, sudah
sepatutnya kita sebagai warga negara yang baik harus dapat tetap melestarikan kebudayaan yang
kita miliki dengan menanamkan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam pancasila sebagai filter
terhadap kebudayaan luar.

7
DAFTAR PUSTAKA
Koentjaraningrat. 1974. Kebudayaan Mentalitas dan Pembangunan. Jakarta: Penerbit PT
Gramedia Pustaka Utama

http://onyayud-fib13.web.unair.ac.id/artikel_detail-97872-culture%20studies-
manusia%20dan%20pennciptaan%20pranata%20kebudayaan.html diakses 23 Februari 2019

http://irulsklik.blogspot.com/2017/01/pengertian-pranata-dan-kebudayaan.html?=m1 diakses 23
Februari 2019