Anda di halaman 1dari 10

Tugas 1 Hindcasting Gelombang

Diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah Stokastik Gelombang Laut

Oleh:

NIM Nama Pembagian Tugas


104116004 Ricky Chandra P.
104116012 Yusa Samuel S.
104116052 Iffah Ariqoh F.

Program Studi Teknik Sipil

Fakultas Perencanaan Infrastruktur

Universitas Pertamina

2019
BAB I PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang


Gelombang laut yang dibangkitkan oleh angin memiliki peranan penting
dalam proses perencanaan pembanginan di daerah pesisir dan laut gelombang
memiliki pengaruh yang besar dalam berbagai fenomena di pesisir dan laut,
seperti transpor sedimen/litoral, abrasi, serta transpor polutan. Secara langsung,
hal ini memiliki dampak terhadap berbagai aspek desain dari pembangunan
daerah pesisir, seperti elevasi bangunan/struktur yang berkorelasi dengan tinggi
gelombang, layout bangunan/struktur yang berkaitan dengan arah gelombang
hingga dampaknya terhadap struktur itu sendiri.
Tahap awal dari proses konstrusksi wilayah pesisir adalah dengan
melakukan studi gelombang menggunakan metode Wave Hindcasting. Prinsip
dasar metode ini adalah menggunakan data lampau kecepatan dan arah angin
untuk mendapat parameter-parameter gelombang untuk kemudian di analisis
secara statistik dan dijadikan sebagai dasar perencanaan desain.

I.2 Rumusan Masalah


a. Bagaimana tinggi gelombang dan periode gelombang dari data angin yang
ada?
b. Bagaimana hubungan antara angin dominan dan gelombang dominan?
c. Bagaimana kecenderungan distribusi kecepatan angin?
d. Bagaimana kecenderungan distribusi tinggi gelombang?
e. Apa saja parameter-parameter yang diperoleh dari proses hindcasting?

I.3 Tujuan Penelitian


Pada penelitian ini beberapa tujuan yang ingin dicapai, yaitu:
a. Mahasiswa mampu mengetahui tinggi gelombang (H) dan periode gelombang
(T) tiap jam selama 1 tahun.
b. Mahasiswa mampu mengetahui hubungan angin dominan dan gelombang
dominan.
c. Mahasiswa mampu mengetahui distribusi kecepatan angin untuk menentukan
angin dominan.
d. Mahasiswa mampu mengetahui distribusi tinggi gelombang untuk
menentukan gelombang dominan.
e. Mahasiswa mampu mengetahui parameter-parameter hasil dari proses
̅ , 𝑇̅, Hrms)
hindcasting (Hmax, Tmax, H1/10, Hs, Ts, 𝐻

I.4 Dasar Teori


a. Gelombang
Gelombang adalah pergerakan naik dan turunnya air dengan arah tegak
lurus permukaan air laut yang membentuk kurva/ grafik sinusoidal. Salah
satunya gelombang laut yang disebabkan oleh angin, angin di atas lautan
mentransfer energinya ke perairan, menyebabkan riak-riak, alun/ bukit, dan
berubah menjadi gelombang (Mulyabakti, Jasin, & Mamoto, 2016).

b. Hindcasting Gelombang
Hindcasting gelombang adalah teknik peramalan gelombang yang akan
datang dengan menggunakan data angin dimasa lampau. Data angin dapat
digunakan untuk memperkirakan tinggi dan periode gelombang di laut.
Terjadinya gelombang di laut paling dipengaruhi oleh tiupan angin (World
Meteorogical Organization, 1998).

c. Fetch
Fetch adalah daerah pembangkit gelombang laut yang dibatasi oleh
daratan yang mengelilingi laut tersebut. Daerah fetch adalah daerah dengan
kecepatan angin konstan. Sedangkan jarak fetch merupakan jarak tanpa
rintangan dimana angin sedang bertiup (Mulyabakti, Jasin, & Mamoto, 2016).

Σ𝐹 𝑐𝑜𝑠𝛼
𝐹𝑒𝑓𝑓 =
Σ 𝑐𝑜𝑠𝛼
Keterangan:
Feff : Fetch efektif
F : Panjang segmen fetch yang diukur dari titik observasi gelombang
ke ujung akhir fetch.
𝛼 : Deviasi pada kedua sisi dari arah angin, dengan menggunakan
pertambahan 5º sampai sudut sebesar 40º pada kedua sisi dari
arah angin.

d. Data angin
Data angin adalah data besaran kecepatan dan arah angin yang diperoleh
dari pencatatan stasiun angin di titik yang akan dilakukan hindcasting
gelombang. data angin yang digunakan untuk hindcasting adalah data angin
permukaan (surface wind) yang berada pada suatu lapisan di atmosfer. Lapisan
ini berada pada rentang ketinggian hingga 10 meter di atas permukaan laut.
Sebagian besar metode peramalan gelombang menggunakan pendekatan
kecepatan angin pada ketinggian 10 meter untuk perhitungannya.

Koreksi Data Angin:


1. Koreksi Elevasi
1
10 7
𝑈10 = 𝑈𝑧 ( )
𝑧

U10 = kecepatan angin pada ketinggian 10 meter


UZ = kecepatan angin pada ketinggian z meter
Z = ketinggian pengukuran angin
2. Koreksi Durasi
1609
𝑡𝑓 =
𝑈10

𝑈10
𝑈3600 =
𝑐
Dimana c,
45
𝑐 = 1.277 + 0.296 𝑡𝑎𝑛ℎ (0.9 𝑙𝑜𝑔 ( 𝑡 )) untuk 1 < tf < 3600
𝑓

𝑐 = −0.15 𝑙𝑜𝑔 𝑡 + 1.5334 untuk 3600 < tf < 36000

𝑈𝐿 = 𝑈3600 𝑥 𝑐
Dimana c,
45
𝑐 = 1.277 + 0.296 𝑡𝑎𝑛ℎ (0.9 𝑙𝑜𝑔 ( 𝑡 )) untuk 1 < t < 3600
𝑐 = −0.15 𝑙𝑜𝑔 𝑡 + 1.5334 untuk 3600 < t < 36000

tf = durasi angin
t = durasi angin yang ditinjau
U10 = kecepatan angin pada ketinggian 10 meter
U3600 = kecepatan angin dalam perioda 1 jam
UL = kecepatan angin dalam perioda detik

3. Koreksi Lokasi
𝑈𝑤 = 𝑈𝐿 𝑥 𝑅𝐿

UW = kecepatan angin di atas laut/pantai


UL = kecepatan angin di darat
RL = rasio kecepatan angin di atas laut dan di darat

4. Koreksi Stabilitas
𝑈𝑐 = 𝑈𝑤 𝑥 𝑅𝑇

UC = kecepatan angin dipengaruhi temperatur


UW = kecepatan angin di atas laut/pantai
RT = rasio beda temperatur di atas laut dan di darat

5. Koreksi Tegangan Angin


𝑈𝐴 = 0.71 𝑥 𝑈𝑐 1.23

UA = kecepatan angin dipengaruhi tegangan angin


UC = kecepatan angin dipengaruhi temperatur
I.5 Langkah Kerja
1. Dari peta Indonesia yang sudah disediakan, titik yang ingin ditinjau ditentukan
2. Buat garis sesuai dengan arah mata angin dengan beda sudut 5 derajat pada
autocad
3. Garis yang dibuat menghubungkan titik yang ditinjau dengan pulau terdekat
4. Garis yang telah dibuat, diukur panjangnya.
5. Garis yang diukur digunakan sebagai panjang fetch dalam perhitungan
6. Hitung fetch dari setiap arah mata angin, kemudian hitung fetch efektif.
7. Olah dan koreksi data kecepatan angin tersedia.
8. Parameter-parameter hindcasting diperoleh.
9. Dari parameter-parameter yang diperoleh kemudian dianalisis hubungan antar
parameter.
10. Kerangka dan langkah pengerjaan hindcasting dapat dilihat pada flowchart
berikut
Start

Panjang
Data Angin
Fetch

Koreksi Data Angin

Hindcasting

Parameter
Gelombang

Analisis Hubungan
Wave Rose
Antar Parameter
(WR-PLOT)
Gelombang

Gelombang
Rencana

Stop

Gambar 1.1 Diagram Alir/ Flowchart dari proses Hindcasting


BAB II HASIL DAN PEMBAHASAN

II.1 Hasil

Tabel 2.1 Data Hasil Hindcasting

0.076918
3.887929
2.411942
0.061258
Hbar 0.034188
Tbar 3.167949
Hrms 0.184899
Hmax 0.131853
Tmax 11.58464

H1/10 (m) 2.432347


T1/10 (s) 71.88888
H1/3 (m) 1.937152
T1/3 (s) 60.13457
Tbar (s) 31.67949
Hbar (m) 1.08111
Hrms 1.039765
Tmax (s) 115.8464
Hmax (m) 4.169567

(Analisis Waverose dll = iqoh)

II.2 Pembahasan
BAB III KESIMPULAN

III.1 Kesimpulan
III.2 Saran
DAFTAR PUSTAKA