Anda di halaman 1dari 14

SISTEM MANAJEMEN BASIS DATA

“Storing Data Disk dan File”

MAKALAH

Disusun untuk memenuhi tugas kelompok


pada Mata Kuliah Manajemen Basis Data Semester Empat
diampu oleh Beta Noranita, S.Si, M.Kom
DISUSUN OLEH :
Agni Wiguna 24060117130067
Wahyu Nugroho 240601171300
Julio Andyan 240601171300
M Nur Iqbal Bahtiar 24060117130076

PROGRAM STUDI STRATA I


DEPARTEMEN ILMU KOMPUTER/INFORMATIKA
FAKULTAS SAINS DAN MATEMATIKA
UNIVERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG
2019
Daftar isi

BAB I ...................................................................................................................................................... 1
PENDAHULUAN ................................................................................................................................. 1
1.1. Dasar Teori ............................................................................................................................ 1
1.2. Permasalahan ........................................................................................................................ 1
1.3. Tujuan .................................................................................................................................... 1
BAB II .................................................................................................................................................... 2
PEMBAHASAN .................................................................................................................................... 2
2.1. Hirarki Memori ..................................................................................................................... 2
2.2. Raid ........................................................................................................................................ 3
2.3. Manajemen Disk Space ........................................................................................................ 6
2.4. Manajer Buffer...................................................................................................................... 8
BAB III PENUTUP ............................................................................................................................. 11
Daftar Pustaka .................................................................................................................................... 12

II
BAB I

PENDAHULUAN
1.1. Dasar Teori
Sistem Manajemen Basis-Data atau biasa dikenal SMBD adalah perangkat lunak sistem
yang memungkinkan para pemakai membuat, memelihara, mengontrol, dan meng-akses
basis data dengan cara praktis dan efisien. DBMS dapat digunakan untuk meng-
akomodasikan berbagai macam pemakai yang memiliki kebutuhan akses yang berbeda-
beda. DBMS pada umumnya menyediakan fasilitas atau fitur-fitur yang memungkinkan
data dapat diakses dengan mudah, aman, dan cepat.

SMBD berkaitan dengan beberapa hal seperti disk dan file, RAID, Managemen Disk
Space dan Buffer Manager. Pada komputer modern disk menjadi storage/media
penyimpanan sekunder. Yang memiliki keunggulan jika memori utama itu mati maka data
pada disk sekunder tidak akan ikut hilang dan memiliki kapasitas yang besar. Sedangkan
file adalah sekumpulan data yang terorganisir yang tersimpan di dalam disk.

1.2. Permasalahan
1. Apakah yang dimaksud dengan hierarki memory?
2. Apakah yang dimaksud dengan RAID?
3. Apakah yang dimaksud dengan manajemen disk space?
4. Apakah yang dimaksud dengan buffer manager?
1.3. Tujuan
1. Melengkapi tugas Manajemen Basis data
2. Mahasiswa dapat mengetahui dan memahami materi hierarki memori
3. Mahasiswa dapat mengetahui dan memahami materi RAID
4. Mahasiswa dapat mengetahui dan memahami materi managemen disk space
5. Mahasiswa dapat mengetahui dan memahami materi buffer manager

1
BAB II

PEMBAHASAN
2.1. Hirarki Memori
Hirarki memori dalam arsitektur komputer yaitu sebuah pedoman oleh para
perancang demi menyetarakan kapasitas waktu akses dan harga memori untuk tiap
bitnya. Secara umum, hirarki memori dibagi menjadi dua, yaitu hirarki memori
tradisional dan hirarki memori kontemporer.

Hirarki memori disusun sedemikian rupa agar memori dapat mengalami hal hal berikut
:

1. Peningkatan waktu akses


memori semakin ke bawah
semakin lambat, semakin ke
atas semakin cepat
2. Peningkatan kapasitas
semakin ke bawah semakin
besar, semakin ke atas
semakin kecil
3. Peningkatan jarak dengan
prosesor semakin ke bawah
semakin jauh, semakin ke
atas semakin dekat
4. Penurunan harga memori
tiap bitnya semakin ke
bawah semakin murah,
semakin ke atas semakin
mahal
Berdasarkan gambar tersebut, memori dapat diurutkan dari yang teratas, maka urutannya
adalah sebagai berikut :

1. Register mikroprosesor, memiliki ukuran yang paling kecil tepi memiliki waktu
akses yang paling cepat.
2. Cache mikroprosesor, disusun berdasarkan kedekatannya dengan prosesor. Cache
mikroprosesor dibagi lagi ke dalam beberapa tingkatan :
a. Level-1 : memiliki ukuran sekitar puluhan kilobyte saja.
b. Level-2 : memiliki ukuran sekitar 64 kilobyte, 256 kilobyte, 512 kilobyte, 1024
kilobyte, atau lebih besar. Cache ini bersifat optional. Beberapa prosesor
sebelum Intel Pentium tidak memiliki cache level-2.
c. Level-3 : memiliki ukuran sekitar beberapa megabyte saja. Cache ini umumnya
digunakan pada prosesor prosesor server dan workstation seperti Intel Xeon atau
Intel Itanium.
3. Memori utama atau Main Memory, memiliki akses yang jauh lebih lambat bila
dibandingkan dengan memori cache, dengan waktu akses hingga beberapa ratus
siklus CPU. Ukurannya dapat mencapai satuan gigabyte. Waktu akses terkadang

2
tidak seragam, terutama dalam kasus mesin mesin Non-uniform memory access
(NUMA).
4. Cakram magnetis, merupakan media penyimpanan sekunder yang paling banyak
dijumpai pada sistem komputer modern. Permukaan disk terbagi atas beberapa track
yang masih terbagi lagi menjadi beberapa sektor. Cakram fixed-head memiliki satu
head untuk tiap tiap track, sedangkan cakram moving head hanya memiliki satu head
yang harus dipindah pindahkan untuk mengakses dari satu track ke track yang
lainnya.
5. Tape magnetis, yaitu suatu medium untuk perekaman magnetis, dibuat dari suatu
mantel magnetizeable tipis yang panjang. Berdasarkan pada konsep kawat magnetis
adalah alat yang merekam dan memainkan kembali audio dan pita perekam
penggunaan video adalah alat dan video rekorder.
Bagian dari sistem operasi yang mengatur hirarki memori disebut dengan
memory manager. Memory manager digunakan untuk mencegah satu proses dari
penulisan dan pembacaan oleh proses lain yang dialokasikan di primary memory,
mengatur swapping antara memori utama dan disk ketika memori utama terlalu kecil
untuk memegang semua proses. Tujuan dari manajemen ini adalah :

a. Meningkatkan utilitas CPU


b. Data dan instruksi dapat diakses dengan cepat oleh CPU
c. Efisiensi dalam pemakaian memori yang terbatas
d. Transfer dari memori utama ke CPU lebih efisien, begitu sebaliknya.

2.2. Raid
Raid yang merupakan kependekan dari redundant array independent disk
merupakan sebuah teknologi dalam penyimpanan data komputer yang digunakan untuk
mengimplementasikan fitur toleransi kesalahan pada media penyimpanan komputer
(terutama hard disk) dengan menggunakan cara redudansi (penumpukan) data, baik itu
dengan menggunakan perangkat lunak, maupun unit perangkat RAID terpisah.
Pengertian data redundansi di sini yaitu membagikan data data yang sama
kepada hardisk hardisk agara dapat mengkoreksi ada tidaknya salah satu harddisk yang
rusak. Data disebarkan ke berbagai hardisk dilakukan dengan berbagai cara dan
ditujungkkan sebagai level dari RAID. Level RAID ini tergantung dari kebutuhan
tingkat redundansi dan kinerja. Pada setiap level menyediakan gol yang berbeda-beda
pada reliability, availability, performance dan capacity.
Banyak sistem RAID menjalankan error protection dengan menambahkan data
tambahan yang disebut paritas. Dengan adanya paritas ini kita dapat mengembalikan
data secara benar jika terjadi kegagalan penulisan data oleh perangkat keras.

3
Kemampuan mengkorekasi data yang salah dan mengembalikan ke data yang benar ini
memampukan sistem memiliki fault tolerance.

Standard Level
Penomeran skema standar telah berubah, sekarang disebut level. Sebenarnya,
RAID terbagi menjadi 5 level, tapi karena banyaknya variasi yang berevolusi, yang
notabennya beberapa level nested dan banyak level yg tidak standard. Level RAID dan
asosiasi format data distandarisasi oleh Storage Networking Industry Association
(SNIA) pada RAID umum dengan standar Disk Drive Format (DDF). Dalam artikel ini
kami akan menunjukkan beberapa RAID yang sering digunakan antara lain :

1. RAID 0
RAID level 0 menggunakan kumpulan disk dengan
striping pada level blok, tanpa redundansi. Jadi hanya
menyimpan melakukan striping blok data ke dalam
beberapa disk. Level ini sebenarnya tidak termasuk ke
dalam kelompok RAID karena tidak menggunakan
redundansi untuk peningkatan kinerjanya

2. RAID 1
RAID level 1 ini merupakan disk mirroring,
menduplikat setiap disk. Cara ini dapat meningkatkan
kinerja disk, tetapi jumlah disk yang dibutuhkan menjadi dua
kali lipat, sehingga biayanya menjadi sangat mahal. Pada
level 1 (disk duplexing dan disk mirroring) data pada suatu
partisi hard disk disalin ke sebuah partisi di hard disk yang
lain sehingga bila salah satu rusak , masih tersedia
salinannya di partisi mirror.

4
3. RAID 5
RAID level 5 merupakan
pengorganisasian dengan paritas blok
interleaved tersebar. Data dan paritas disebar
pada semua disk termasuk sebuah disk
tambahan. Pada setiap blok, salah satu dari
disk menyimpan paritas dan disk yang lainnya
menyimpan data. Sebagai contoh, jika terdapat
kumpulan dari 5 disk, paritas blok ke n akan
disimpan pada disk (n mod 5) + 1; blok ke n
dari empat disk yang lain menyimpan data yang sebenarnya dari blok tersebut.
Sebuah paritas blok tidak menyimpan paritas untuk blok data pada disk yang sama,
karena kegagalan sebuah disk akan menyebabkan data hilang bersama dengan
paritasnya dan data tersebut tidak dapat diperbaiki.
4. RAID 6
RAID level 6 disebut juga
redundansi P+Q, seperti RAID level
5, tetapi menyimpan informasi
redundan tambahan untuk
mengantisipasi kegagalan dari
beberapa disk sekaligus. RAID level
6 melakukan dua perhitungan paritas
yang berbeda, kemudian disimpan di
dalam blok-blok yang terpisah pada disk-disk yang berbeda. Jadi, jika disk data
yang digunakan sebanyak n buah disk, maka jumlah disk yang dibutuhkan untuk
RAID level 6 ini adalah n+2 disk. Keuntungan dari RAID level 6 ini adalah
kehandalan data yang sangat tinggi, karena untuk menyebabkan data hilang,
kegagalan harus terjadi pada tiga buah disk dalam interval rata-rata untuk perbaikan
data (Mean Time To Repair atau MTTR). Kerugiannya yaitu penalti waktu pada
saat penulisan data, karena setiap penulisan yang dilakukan akan mempengaruhi
dua buah paritas blok.

5
2.3. Manajemen Disk Space
Semua data dari suatu database perlu disimpan dalam suatu disk. Manajemen
disk space adalah komponen tingkat perangkat lunak terendah dalam DBMS yang
bekerja erat dengan sistem operasi. Manajemen disk space menyembunyikan detail
perangkat keras yang mendasarinya dan memungkinkan komponen DBMS untuk
memikirkan data sebagai kumpulan halaman. Manajemen disk space nantinya membuat
konsep halaman sebagai unit data, dan memberikan instruksi untuk mengalokasikan
atau membatalkan alokasi halaman dan membaca / menulis halaman. Ukuran halaman
dapat dipilih tergantung pada ukuran blok disk. Ukuran halaman dapat dipilih
tergantung pada ukuran blok disk. Disarankan untuk memilih ukuran kurang dari
ukuran blok, sehingga halaman dapat diambil dalam satu disk I/O.

Jika beberapa data diakses secara berurutan, kami harus mengalokasikan urutan
halaman sebagai urutan blok yang berdekatan. Manajemen disk space berguna untuk
mengalokasikan urutan halaman sebagai urutan blok yang berdekatan untuk
menyimpan data yang sering diakses secara berurutan. Kemampuan ini sangat penting
untuk mengeksploitasi keuntungan mengakses blok disk secara berurutan. Kemampuan
seperti itu, jika diinginkan, harus disediakan oleh manajemen disk space ke lapisan
DBMS tingkat yang lebih tinggi untuk mengeksploitasi mekanisme akses akses
berurutan dalam disk magnetik.
Dengan demikian, manajemen disk space menyembunyikan rincian perangkat
keras yang mendasarinya (dan mungkin sistem operasi) dan memungkinkan tingkat
perangkat lunak yang lebih tinggi untuk memikirkan data sebagai kumpulan halaman.

Bagian – bagian disk meliputi :

6
1. Track
Permukaan disk berisi beberapa trek konsentris. Bahkan, sebuah track berisi
data yang dapat dibaca oleh head read signal tanpa mengubah posisinya. jumlah
maksimum informasi yang dapat dibaca oleh sistem baca / tulis tunggal dalam satu
revolusi ditentukan oleh panjang lintasan. Panjang trek dinyatakan dalam byte,
kata, atau karakter. Setiap trek, selain data, isi beberapa informasi tambahan
seperti: alamat trek (yaitu, nomor silinder dan nomor trek), nomor blok, celah
antara blok kode pemeriksaan siklik dll. Informasi digunakan oleh kontrol Input /
Output untuk pemrosesan data yang tepat.

2. Sectors
Trek dibagi menjadi beberapa wilayah kecil yang disebut sektor. Suatu sektor
adalah segmen (bagian) trackable terkecil. Pembagian trek ke sektor dilakukan oleh
operasi format perangkat keras atau perangkat lunak.

3. Blocks
Karena seluruh panjang lintasan terlalu besar untuk data yang akan ditransfer
oleh satu perintah Input / Output, data disimpan di lintasan dalam sejumlah blok
dengan panjang yang sama. Blok mungkin sama dengan sektor atau sejumlah
sektor. Infact, ukuran blok menentukan unit dasar data yang dibaca atau ditulis oleh
satu perintah Input / Output. Blok dipisahkan oleh celah (G) dan celah ini
mengurangi kapasitas penyimpanan data ini. Ukuran blok kecil meningkatkan
jumlah celah sehingga menyebabkan pemborosan ruang penyimpanan. Blok yang

7
sangat besar di sisi lain menciptakan masalah bagi prosesor yang membutuhkan
memori utama yang lebih besar di mana data akan ditransfer.

Untuk merujuk pada blok tertentu, alamat yang mengidentifikasi trek dan posisi
blok di trek dibangun. Alamat identifikasi blok ini dikenal sebagai penunjuk blok,
yang disumbangkan oleh P. Penunjuk blok (mis., Penunjuk ke blok) dapat berupa
alamat absolutnya yang terdiri dari nomor silinder, nomor permukaan, sektor atau
nomor blok, dll.
Ketika nilai data dimasukkan, diubah dan dihapus selama periode waktu
tertentu, ukuran catatan meningkat atau berkurang. Jadi distribusi baris di halaman
dapat berubah. Ruang disk mianager melacak halaman mana di mana blok disk dan
blok mana yang telah digunakan. Seiring waktu blok disk baru dapat digunakan untuk
jumlah catatan yang sama atau beberapa blok dapat kehilangan semua catatan. Daftar
blok gratis dapat dipertahankan untuk membuat alokasi independen dari tata letak blok
pada disk. Ketika blok baru diperlukan, mereka dapat dihapus dari daftar blok gratis.
Ketika blok dialokasikan, mereka dapat ditambahkan ke daftar blok gratis. Mekanisme
cepat dan efisien lainnya adalah mempertahankan bitmap, di mana satu bit mewakili
sebuah blok. Pengaturan dan penghapusan bit akan menunjukkan blok bebas atau
bekas. Ketika ruang disk sangat besar, metode peta bit mungkin memiliki biaya memuat
peta bit dalam memori.

2.4. Manajer Buffer


Untuk memahami peran manajer buffer, asumsikan contoh sederhana. Misal
bahwa database berisi 1.000.000 halaman, tetapi hanya 1.000 halaman yang tersedia
pada memori utama untuk menyimpan data. Pertimbangkan query yang memungkinkan
pemindaian seluruh file. Karena semua data tidak bisa dibawa ke memori utama
sekaligus, DBMS harus membawa semua halaman ke memori utama sesuai kebutuhan,

8
dan dalam prosesnya, DBMS memutuskan halaman apa yang ada di memori utama
untuk digantikan sehingga membuat ruang untuk halaman yang baru. Kebijakan yang
digunakan untuk memutuskan halaman mana yang akan diganti disebut Replacement
Policy.
Dalam hal arsitektur DBMS, manajer buffer (manajer penyangga) bertanggung
jawab untuk melakukan pemanggilan data dari hardisk ke memori serta memutuskan
data mana yang tetap disimpan di memori utama (data-data residen) untuk kecepatan
akses (caching). Manajer penyangga adalah bagian penting dari ssistem basis data
karena manajer ini memungkinkan basis data menangani ukuran data yang lebih besar
dari ukuran memori utama (RAM). Ilustrasi buffer manager adalah sebagai berikut

Buffer manager mempunyai mekanisme penjagaan blok informasi dan dua


variabel untuk setiap frame di buffer pool: pin – count dan dirty. Jumlah permintaan
lembaran di sebuah frame menambah jumlah variabel pin – count untuk frame tersebut
(karena lembarannya ada di frame tersebut). Untuk memenuhi setiap permintaan user,
variabel pin – count dikurangi satu untuk frame tersebut. Jika sebuah lembaran diminta,
maka variabel pin -count ditambahkan satu, jika itu memenuhi permintaan maka
variabel pin -count dikurangi satu. Jika lembarannya memodifikasi variabel boolean,
dirty diset menjadi on. Jika tidak maka akan diset menjadi off.Ketika sebuah halaman
diminta, manajer buffer melakukan hal berikut:

1. Periksa kumpulan buffer untuk melihat apakah beberapa frame berisi halaman yang
diminta, dan jika demikian , menambah jumlah pin dari frame itu. Jika halaman tidak
ada di kolam, buffer manajer membawanya sebagai berikut:
a) Memilih frame untuk penggantian, menggunakan Replacement Policy, dan
menambah jumlah pin_count.
b) Jika dirty bit untuk pengganti aktif, tulis halaman yang berisi ke disk (yaitu,
salinan disk halaman ditimpa dengan konten frame).
c) Membaca halaman yang diminta ke dalam replacement frame.

9
2. Mengembalikan alamat (memori utama) dari frame yang berisi halaman yang diminta
kepada pemohon.

10
BAB III
PENUTUP

Kesimpulan

Hierarki Memory merupakan tingkatan yang menentukan kapasitas, waktu akses,


kapasitas, dan harga pada memori.disini terdapat memory manager yang emiliki fungsi
mengatur efisiensi dan utilitas memori yang digunakan oleh CPU.

RAID suatu penanganan kesalahan dengan melakukan redudansi file kedalam disk
yang lain. RAID memiliki beberapa tingkatan atau biasa disebut dengan level yakni : Level
0,1,2,3,4,5,6,10,50,60. Dalam level tersebut memiliki keunggulan sendiri sendiri.

Manajemen disk space adalah komponen tingkat perangkat lunak terendah dalam
DBMS yang bekerja erat dengan sistem operasi. Manajemen disk space menyembunyikan
detail perangkat keras yang mendasarinya dan memungkinkan komponen DBMS untuk
memikirkan data sebagai kumpulan halaman.

Manajer buffer memiliki tanggung jawab untuk melakukan pemanggilan data dari
hardisk ke memori serta memutuskan data mana yang tetap disimpan di memori utama (data-
data residen) untuk kecepatan akses (caching). Manajer buffer merupakan bagian penting dari
sistem basis data karena manajer ini memungkinkan basis data menangani ukuran data yang
lebih besar dari ukuran memori utama (RAM).

11
Daftar Pustaka

https://dodotif.wordpress.com/2014/09/21/hirarki-memori/ (diakses pada 19 Maret 2019


pukul 19.30)

http://mata-cyber.blogspot.com/2014/07/pengertian-lengkap-dan-level-raid-penyimpanan-
memori.html (diakses pada 19 Maret 2019 pukul 20.00)

https://www.proweb.co.id/articles/datacenter/raid.html (diakses pada 19 Maret 2019 pukul


20.00)

http://dbmsfortech.blogspot.com/2016/05/disk-space-management.html (diakses pada 19


Maret 2019 pukul 20.30)

http://www.dbmsinternals.com/database-fundamentals/data-storage/disk-space-management-
pages/ (diakses pada 19 Maret 2019 pukul 20.30)

12