Anda di halaman 1dari 3

12.

Inti ajaran Buddha mengenai hidup manusia tercantum dalam


Catur Arya Satya, yang berarti Empat Kasunyatan atau
Kebenaran Mulia, yaitu:
Dukha-Satya: hidup dalam segala bentuk adalah
penderitaan.
Samudaya-Satya: penderitaan disebabkan karena
manusia memiliki keinginan dan nafsu.
Nirodha-Satya: penderitaan itu dapat dilenyapkan
(moksha) dan orang mencapai nirvana (kebahagiaan)
dengan membuang segala keinginan dan nafsu.
Marga-Satya: jalan untuk mencapai pelenyapan
penderitaan sehingga dapat masuk ke dalam Nirvana
13. Tujuan pokok hidup manusia menurut agama Hindu Dharma
adalah moksha, yaitu pembebasan dari lingkaran
reinkarnasi yang tak habis-habisnya (samsara).
Pembebasan ataupun mokhsa ini dapat dicapai melalui tiga
jalan (trimarga), yaitu karma-marga, jn-ana-marga, dan
bhakti-marga.
14. Khonghucu sangat mementingkan ajaran moral. Jika setiap
orang dapat mengusahakan keharmonisan dengan sesama,
dengan alam, dan dengan Tuhan maka akan tercipta
perdamaian Allah. Tujuan hidup yang dicita-citakan dalam
I. 1. d 4. a 7. b 10. e 13. d Khonghucu adalah menjadi seorang Kuncu (manusia
2. e 5. e 8. b 11. c 14. e budiman).
3. b 6. b 9. e 12. c 15. b 15. Kesatuan antara manusia (mikrokosmos) dengan alam
II. 1. Pengalaman siswa semesta (makrokosmos) yang merupakan ciptaan dari Allah
2. perlu adanya kesadaran terbuka akan pentingnya
semangat ekumensime
3. kegiatan-kegiatan dan usaha-usaha, yang menanggapi
bermacam-macam kebutuhan Gereja dan berbagai
I. 1. a 4. a 7. a 10. d 13. a
situasi yang diadakan dan ditujukan untuk mendukung
2. c 5. e 8. c 11. e 14. c
kesatuan umat kristen
3. b 6. e 9. a 12. e 15. b
4. Pengalaman siswa
5. Semua denominasi gereja yang ada di Indonesia II.
6. Pengalaman siswa 1. Merayakan hari raya Natal/ Paskah ekumene, mengadakan
7. Karena antara islam dan katolik (kristiani) memiliki luka dialog dan kerjasama di bidang paduan suara, bakti sosial,
di masa lampau dan lain-lain
8. Kitab sucinya Al-Quran, nabinya Muhamad, Hari 2. Karena Allah menghendaki adanya kesatuan. Yesus pun
rayanya diantaranya idul fitri dan idul kurban sebelum wafatnya memberikan wejangan “supaya mereka
9. tujuan hidup manusia adalah mencari ridha ilahi, bersatu”
mencari perkenanan Allah, hidup sedemikian rupa 3. Wajib atau Fardh : harus dilakukan.
sehingga Allah tidak marah, melainkan berkenan Sunnah atau Mustahab : sebaiknya dilakukan
kepadaNya. Untuk mencapai tujuan itu, umat Islam Mubah atau Jaiz : diperbolehkan
mematuhi 6 rukun islam dan 5 rukum iman, serta Makruh : sebaiknya tidak dilakukan
menjauhi larangan-laranganNya Haram : dilarang
10. - Sama-sama mengakui Allah yang Esa 4. Agama Islam mempunyai sikap dasar toleransi yang tinggi
- Sama-sama menghormati Bunda Maria terhadap agama kristiani. Hal ini secara eksplisit tertuang
11. Gereja sangat menghargai umat Islam, yang dalam Sura Al Baqarah 62
menyembah Allah satu-satunya, yang hidup dan 5. Agama Hindu (di India) memang mengenal pembagian
berdaulat, penuh belas kasihan dan maha kuasa, masyarakat menjadi empat kasta (caturwarna); brahmana,
Pencipta langit dan bumi, yang telah bersabda kepada ksatria (keduanya adalah kasta bangsawan, rajawi), waiseya
umat manusia. (petani, prajurit, dan pedagang) dan sudra/jaba (rakyat
Memang umat islam tidak mengakui Yesus sebagai Al-
jelata). Sebenarnya di luar keempat kasta ini masih ada
lah, melainkan menghormati-Nya sebagai Nabi. Mereka
kelompok kelima yang disebut paria, yakni mereka yang
juga menghormati Maria Bunda-Nya yang tetap
tersisih, tak mempunyai tempat sosial, marginal, dan
perawan, dan pada saat-saat tertentu dengan khidmat
terbuang.
berseru kepadanya. Selain itu, mereka mendambakan
6. Dialog kehidupan, dialog karya, dialog iman
hari pengadilan, saat Allah akan mengganjar semua
7. Ada banyak sebab terjadinya kerusuhan bernuansa agama,
orang yang telah bangkit. Umat islam juga menjunjung
antara lain:
tinggi kehidupan susila, dan berbakti kepada Allah
a. Agama sering diperalat atau ditunggangi demi
terutama dalam doa, dengan memberi sedekah dan
berpuasa

1
kepentingan lain yang bersifat politis dan ekonomis. kepentingan dan kedudukan mereka. Golongan ini sering
b. Fanatisme sempit karena kurang memahami agamanya memihak penjajah, supaya mereka tidak kehilangan hak
sendiri dan agama orang lain. istimewa atau nama baik di mata penjajah, karena Roma
c. Merasa posisi dan pengaruhnya terancam karena mempunyai kekuasaan mencabut hak milik seseorang.
adanya agama lain. Merasa agama lain sebagai 4. mewartakan kabar baik tentang Kerajaan Allah
saingan. 5. Yesus bangkit untuk membela rakyat kecil yang menderita.
d. Pencemaran simbol-simbol agama oleh pemeluk agama Ia mengecam keras para penguasa tanpa takut. Yesus tak
lain. Hal ini sering membakar emosi massa, karena pernah bungkam terhadap praktik-praktik yang tidak adil. Ia
agama sering diyakini sebagai benteng terakhir untuk tidak berdiam diri atau bersikap kompromistis supaya terelak
menegakkan martabat pribadi atau kelompoknya. dari kesulitan. Ia sudah bisa membayangkan risikonya. Akan
Akibat dari kerusuhan, antara lain: tetapi, Ia konsekuen. Tak segan Ia mengkritik mereka yang
a. Hilangnya banyak nyawa secara sia-sia, bahkan “berpakaian halus di istana” (Mat 11: 8). Ia mengecam raja-
nyawa orang-orang yang tidak berdosa. raja yang tak mengenal dan mencintai Allah, tetapi menindas
b. Terjadinya gelombang pengungsian, sebab mereka
rakyat. Ia mengecam penguasa-penguasa yang menyebut
takut dan sudah kehilangan segala-galanya.
diri “pelindung rakyat” (Luk 22: 25). Ia tak takut menyebut
c. Hancurnya sarana-sarana ibadat serta rumah-rumah
raja Herodes sebagai serigala (Luk 13: 32)
penduduk serta properti lainnya.
6. Hormat terhadap martabat manusia, kebebasan dan keadilan
d. Trauma yang berkepanjangan bagi mereka yang telah
mengalaminya. 7. Sikap menghargai kemampuan setiap manusia, baik pribadi
e. Kegiatan baik ekonomi, pendidikan, maupun maupun kelompok, untuk mengutamakan usahanya sendiri,
keagamaan terganggu sehingga menyengsarakan sementara pihak yang lebih kuat siap membantu seperlunya.
masyarakat pada umumnya. 8. Gerakan mulai dari bawah, dari masyarakat biasa/ kecil
8. Mewartakan keselamatan, mewartakan arti hidup dan 9. Sikap egois yang berlebihan, fatisme sempit,
mengajarkan cara hidup 10. Berpikiran positif terhadap orang lain, terbuka untuk menjalin
9. Iya. Pengalaman siswa kerjasama dan dialog
10. Sebuah persaudaraan antar sesama manusia yang 11. Perlu adanya dialog, persatuan dan kerjasama antar
didasarkan pada cinta kasih dan kehendak untuk saling berbagai pihak/ unsur.
mengembangkan satu sama lain 12. Gerakan pembaharuan sosial menjadi gerakan yang
11. Yesus berdialog dengan siapa saja (misalnya Wanita melibatkan semua orang.
Samaria, yang dianggap kafir dan disingkirkan) 13. Sikap brutal untuk mengejar kekuasaan dan kekayaan
12. Pemimpin agama perlu memberikan teladan yang baik dengan menggunakan berbagai cara
dalam hidup beragama. Selain itu, pemimpin agama juga 14. Dalam kehidupan, kurangnya iman menyebabkan hidup
mengupayakan terwujudnya persaudaraan yang sejati antar seseorang menjadi mandeg atau stagnan, monoton dan
pemeluk umat beragama juga berpikiran sempit
13. Akan memunculkan dendam yang berlarut-larut dan 15. Setiap orang mau untuk bersatu, pemerintah juga turun
menciderai persaudaraan antar pemeluk umat beragama tangan bekerja sama dalam memberantas kesengsaraan
14. Tidak. Persaudaraan sejati dibina bersama dengan umat yang ada.
beragama mana pun.
15. Boleh sejauh ada batas-batasnya dan kegiatan itu dilakukan
demi menunjang persatuan dan kesatuan umat beragama.
I. 1. d 7. b 13. b 19. a 25. d
2. e 8. b 14. d 20. e 26. e
3. b 9. e 15. c 21. e 27. e
I. 1. b 4. a 7. b 10. b 13. e 4. a 10. e 16. a 22. a 28. a
2. c 5. e 8. a 11. d 14. d 5. e 11. c 17. c 23. c 29. c
3. d 6. b 9. d 12. d 15. c 6. b 12. c 18. b 24. a 30. b
II. II,
1. - Iman hanya sebatas pengetahuan, belum sebagai 1. Keselamatan didasarkan hanya pada iman saja
tindakan hidup. 2. Gereja sebagai persekutuan orang-orang terpilih sejak awal
- Ambisius akan kekuasaan dan harta kekayaan dunia yang hanya dikenal oleh Allah dan Gereja sebagai
- Nafsu untuk mengejar kepentingan pribadi, kelompok kumpulan mereka yang dalam keterbatasannya di dunia
atau golongan menyebabkan kebenaran diabaikan mengaku diri sebagai penganut Kristus dengan ciri-ciri
- Menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan pewartaan Injil dan pelayanan sakramen-sakramen.
2. Pengalaman pribadi siswa 3. Raja Henry VII menobatkan dirinya sebagai kepala Gereja
3. Enam abad sebelum Yesus, Palestina tunduk kepada karena Paus di Roma menolak perceraiannya
kerajaan Persia, Yunani, dan kekaisaran Romawi. 4. Gereja mengadakan “Gerakan Pembaharuan Katolik”.
Belakangan secara internal, masyarakat Pelestina dikuasai Gerakan pembaharuan ini dimulai dengan
oleh raja-raja dan pejabat boneka yang ditunjuk oleh menyelenggarakan Konsili Trente.
penguasa Roma. Selain pejabat-pejabat boneka itu, masih 5. Kegiatan-kegiatan dan usaha-usaha, yang menanggapi
ada kelas pemilik tanah yang kaya raya dan kaum bermacam-macam kebutuhan Gereja dan berbagai situasi
rohaniwan kelas tinggi yang suka menindas rakyat demi

2
yang diadakan dan ditujukan untuk mendukung kesatuan 6. Dialog kehidupan, dialog karya, dialog iman
umat kristen. 7. Ada banyak sebab terjadinya kerusuhan bernuansa agama,
6. Weda, Usana Bali, dan juga Upanisad antara lain:
7. Pembebasan ataupun mokhsa ini dapat dicapai melalui tiga a. Agama sering diperalat atau ditunggangi demi
jalan (trimarga), yaitu karma-marga, jn-ana-marga, dan kepentingan lain yang bersifat politis dan ekonomis.
bhakti-marga b. Fanatisme sempit karena kurang memahami agamanya
8. Tripitaka sendiri dan agama orang lain.
9. Fanatisme adalah sikap yang hanya menonjolkan c. Merasa posisi dan pengaruhnya terancam karena
agamanya sendiri dengan kecenderungan menghina adanya agama lain. Merasa agama lain sebagai
agama lain dan mengurangi hak hidupnya saingan.
10. Kepercayaan yang terlalu besar akan benda atau perayaan d. Pencemaran simbol-simbol agama oleh pemeluk agama
tertentu, dengan demikian mendapat bantuan dari Tuhan lain. Hal ini sering membakar emosi massa, karena
agama sering diyakini sebagai benteng terakhir untuk
III. menegakkan martabat pribadi atau kelompoknya.
1. Merayakan hari raya Natal/ Paskah ekumene, mengadakan Akibat dari kerusuhan, antara lain:
dialog dan kerjasama di bidang paduan suara, bakti sosial, a. Hilangnya banyak nyawa secara sia-sia, bahkan
dan lain-lain nyawa orang-orang yang tidak berdosa.
2. Karena Allah menghendaki adanya kesatuan. Yesus pun b. Terjadinya gelombang pengungsian, sebab mereka
sebelum wafatnya memberikan wejangan “supaya mereka takut dan sudah kehilangan segala-galanya.
bersatu” c. Hancurnya sarana-sarana ibadat serta rumah-rumah
3. - Wajib atau Fardh : harus dilakukan. penduduk serta properti lainnya.
d. Trauma yang berkepanjangan bagi mereka yang telah
- Sunnah atau Mustahab : sebaiknya dilakukan
mengalaminya.
- Mubah atau Jaiz : diperbolehkan
e. Kegiatan baik ekonomi, pendidikan, maupun
- Makruh : sebaiknya tidak dilakukan
keagamaan terganggu sehingga menyengsarakan
- Haram : dilarang
masyarakat pada umumnya.
4. Agama Islam mempunyai sikap dasar toleransi yang tinggi 8. Mewartakan keselamatan, mewartakan arti hidup dan
terhadap agama kristiani. Hal ini secara eksplisit tertuang mengajarkan cara hidup
dalam Sura Al Baqarah 62 9. Iya. Pengalaman siswa
5. Agama Hindu (di India) memang mengenal pembagian 10. Tidak. Persaudaraan sejati dibina bersama dengan umat
masyarakat menjadi empat kasta (caturwarna); brahmana, beragama mana pun.
ksatria (keduanya adalah kasta bangsawan, rajawi), waiseya
(petani, prajurit, dan pedagang) dan sudra/jaba (rakyat
jelata). Sebenarnya di luar keempat kasta ini masih ada
kelompok kelima yang disebut paria, yakni mereka yang
tersisih, tak mempunyai tempat sosial, marginal, dan
terbuang.