Anda di halaman 1dari 18

IAI IBRAHIMY 1

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Ilmu pengetahuan yang dimiliki seseorang dapat memjadi nilai lebih


dipandangan Alloh SWT ini dijelaskan dalam Al Qur’an Surat al mujadilah ayat
11 yang berbunyi:

‫يجلرفجتع ات اللتذليجن جءاجمنتلوا تملنتكلم جواللتذليجن اتلوتتلوا اللتعللجم جدجرجج ت‬


‫ت‬
Artinys: “Alloh akan meninggikan orang-orang yang beriman diantaramu
dan orang-oarang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat”.

Firman Alloh di atas menunjukkan bahwa Alloh SWT memberikan


keutaan dan kemuliaan dan keutamaan bagi orang-orang yang berilmu.
Keutamaan manusia dari makhluk Alloh lainnya terletak pada ilmunya. Alloh
SWT bahkan menyuruh para malaikat agar sujud kepada nabi Adam as karena
kelebihan ilmu yang dimilikinya. Cara kita bersyukur atas keutamaan yang Alloh
SWT berikan kepada kita adalah dengan menggunakan segala potensi yang ada
pada diri kita. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa salah satu cara untuk
memperoleh ilmu pengetahuan adalah dengan pendidikan.
Pendidikan memiliki peranan penting dalam proses usaha memperoleh
ilmu pengetahuan, baik yang menyangkut aspek spiritual, intelektual, iptek
maupun ilmu pengetahuan lainnya. Tujuan pendidikan dapat tercapai apabila
dengan memperhatiakn komponen terpenting dalam suatu proses pendidikan
tersebut. Komponen yang harus diprhatikan dalam sebuah pendidikan sebagai
usaha atau tata Cara dalam memperoleh berbagai ilmu pengetahuan yaitu belajar
dan proses pembelajarannya. Pada dasarnya dalam suatu proses pembelajaran
merupakan proses komunikasi dan interaksi didalamnya, yang terdiri dari guru,
IAI IBRAHIMY 2

peserta didik, materi pelajaran, dan strategi yang dipakai guru dalam proses
pembelajaran tersebut.
Penggunaan strategi pembelajaran Akan membantu kelancaran efektivitas,
dan efisiensi pencapaian tujuan. Guru dituntut harus dapat menetapkan strategi
pembelajaran Apa yang paling tepat dan sesuai untuk tujuan tertentu,
penyampaian bahan tertentu, suatu kondisi belajar peserta didik, dan untuk suatu
pengguanaan strategi yang telah dipilih. Tujuan uatama seorang guru dalam
mewujudkan tujuan pendidikan di sekolah adalah mengembangkan strategi belajar
mengajar yang efektif.
Salah satu strategi pembelajaran yang perlu dikembangkan adalah strategi
Information search dimana siswa dituntut aktif dalam pencarian informasi
sehingga mereka menemukan sendiri apa yang mereka dipelajari dari berbagai
media dan sumber belajar. Siswa juga dapat mengikuti proses pembelajran dengan
aktif karena siswa harus menyelesaikan objek pembelajaran yang diberikan oleh
guru dan siswalah yang harus mencari jawaban atas permasalahan atau pertanyaan
dari objek pembelajaran tersebut, jadi kegiatan tidak hanya berpusat pada
informasi yang disampaikan oleh guru. Melainkan melibatkan keaktifan siswa di
dalam kelas, yaitu berpusat pada aktivitas siswa dalam mengikuti pelajaran.
Berdasarkan uraian di atas kami melakukan penelitian tindakan kelas yang
berjudul “Penerapan Strategi Information Search Dalam Pembelajran Al Qur’an
Hadist di Madrasah dan Sekolah” diharapkan nantinya mata pelajaran ini bukan
lagi mata pelajaran yang dianggap membosankan. Dengan adanya keterlibatan
siswa yang mengaktifkan siswa dalam proses pembelajaran tersebut dan dapat
mengubah persepsi siwa tentang mata pelajaran Al Qur’an Hadist. Sehingga
strategi Information Search ini dapat membantu guru dalam mendukung
ketercapaian hasil belajar siswa dengan tercapainya tujuan pembelajaran.
IAI IBRAHIMY 3

B. Rumusan Masalah

1. Apakah definisi Strategi Information Search?


2. Apakah langkah-langkah Strategi Information Search?
3. Apakah keunggulan dan kelemahan Strategi Information Search?
4. Materi apakah yang akan dipakai di dalam mata pelajaran Al Qur’an
Hadist di Madrasah dan Sekolah?

C. Tujuan Masalah

1. Untuk mengetahui apa definisi Strategi Information Search


2. Untuk mengetahui apa langkah-langkah Strategi Information Search
3. Untuk mengetahui apa keunggulan dan kelemahan Strategi Information
Search
4. Unruk mengetahui materi apa yang akan dipakai di dalam mata pelajaran
Al Qur’an Hadist di Madrasah dan Sekolah
IAI IBRAHIMY 4

BAB II
PEMBAHASAN

A. Definisi Strategi Information Search


Strategi information search adalah suatu strategi pembelajaran mencari
informasi. Informasi dapat diperoleh melalui Koran, buku paket, majalah atau
internet. Hal tersebut digunakan agar siswa dapat memiliki informasi lebih
tentang materi tersebut. Dan agar siswa aktif mencari informasi, maka guru
membuat suatu permasalahan yang dituangkan di dalam LDS (Lembar Diskusi
Siswa). Pencarian informasi ini dilakukan secara kelompok yang bertujuan agar
permasalahan tersebut terselesaikan dengan cepat dan apabila siswa malu bertanya
kepada guru sehingga siswa dapat bertanya dengan teman sekelompoknya,
sehingga terjadi tukar pendapat antar kelompok.
Dasar penggunaan strategi information search yaitu suatu Cara yang
digunakan oleh guru dengan maksud meminta siswa untuk menjawab pertanyaan-
pertanyaan yang diajukan baik oleh pendidik maupun dari siswa sendiri.
Kemudian mencari informasi yang jawabannya melalui membaca untuk
menemukan informasi yang akurat. Strategi information search dalam bahasa
Indonesianya adalah strategi mencari informasi yang mana tujuan dari strategi ini
adalah dapat mengoperasikan otak dan memacu untuk berfikir dalam mencari
jawaban. Strategi ini dapat disamakan dengan ujian buka buku (open book).
Secara berkelompok siswa mencari informasi (biasanya tercakup dalam pelajaran)
yang menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diberikan kepada mereka.strategi ini
membantu menghidupkan materi yang membosankan menjadi lebih menarik.
Guru Hanya menjadi fasilitator atau motivator siswa mencari jawaban sendiri ini
merupakan strategi yang bagus untuk mengoperasikan otak dan memacu untuk
berfikir mencari jawaban. Indikasi strategi ini memiliki peran positif yaitu strategi
ini dapat mengasah otak dan indera sehingga menjadikan siswa aktif mencari
IAI IBRAHIMY 5

dengan giat jawaban yang di inginkan. Jelasnya guru memberi sebuah


permasalahan tertentu dan memberikan pendekatan makna pada mereka (siswa)
kemudian meninggalkan jawaban dan putusan terakhir kepada mereka.
(http://eprints.stainkudus.ac.id: 25 September 2018)

B. Langkah-langkah Strategi Information Search


Menurut Melvin Silbermen (2007: 161-162) Ada beberapa langkah di
dalam pembelajaran strategi information search diantaranya adalah:
1. Buatlah beberapa pertanyaan yang dapat dijawab dengan mencari
informasi yang dapat ditemukan dengan bahan-bahan sumber yang bisa
diakses peserta didik. Bahan-bahan sumber ini bisa dalam bentuk:
a. Handout
b. Dokumen
c. Buku teks
d. Informasi dari internet
e. Perangkat keras (mesin, komputer, dan alat-alat lain)
2. Bagikan pertanyaan-pertanyaan tersebut kepada peserta didik.
3. Minta peserta didik menjawab pertanyaan bisa individual atau kelompok
kecil. Kompetisi antar kelompok dapat diciptakan untuk meningkatkan
partisipasi.
4. Beri komentar atas jawaban peserta didik. Kembangkan jawaban untuk
memperluas skor pembelajaran.
5. Buatlah pertanyaan yang dapat mendorong peserta didik untuk
menjawabnya dengan Cara menyimpulkan sumber informasi yang
tersedia.
6. Selain mencari jawaban pertanyaan, peserta didik bisa juga diberi tugas
seperti pemecahan masalah atau tugas dimana peserta didik harus
mencocokkan atau merangkai kata-kata yang menyimpulkan point-point
dari sumber bacaan.
IAI IBRAHIMY 6

C. Keunggilan dan Kelemahan Strategi Information Search


1. Kelebihan
a. Siswa menjadi siap memulai pelajaran, karena siswa belajar terlebih
dahulu sehingga memiliki sedikit gambaran dan menjadi paham setelah
mendapat tambahan penjelasan dari guru.
b. Siswa aktif bertanya dan mencari informasi.
c. Materi dapat di ingat lebih lama.
d. Kecerdasan siswa diasah pada saat siwa mencari informasi tentang materi
tersebut tanpa bantuan guru.
e. Mendorong tumbuhnya keberanian mengutarakan pendapat secara
terbuka dan memperluas wawasan melalui bertukar secara kelompok.
f. Siswa belajar memecahkan masalah sendiri secara berkelompok dan
saling bekerja Sama antara siswa yang pandai dengan siswa yang kurang
pandai.
g. Membantu pelajaran untuk menghidupkan materi yang dianggap kering.
h. Menjadikan materi yang dianggap biasa menjadi lebih menarik.
(http://repository.uinjkt.ac.id : 25 September 2018)
2. Kelemahan
a. Waktu yang dibutuhkan untuk menggunakan strategi information search
relatif lama.
b. Anak bisa ribut.
D. Materi yang dipakai di dalam mata pelajaran Al Qur’an Hadist di
Madrasah dan Sekolah
1. Al qur’an dan Al Hadist sebagai pedoman Hidup umat manusia
a. Pengertian Al qur’an dan Al Hadist
Khoirul imam (2014: 3-7) Al Qur’an menurut bahasa berasal dari kata
yang berarti membaca bacaan. Al-Qur’an berarti bacaan yang sempurna.
Kesempurnaan Al- Qur’an sebagai bacaan dibandingkan dengan bacaan yang ada
dibuktikan dengan.
IAI IBRAHIMY 7

1) Dibaca oleh ratusan juta manusia, meskipun mereka tidak tau artinya dan
tidak tau aksaranya.
2) Diatur tata cara membacanya, panjang pendeknya, tebal tipis ucapannya,
sampai pada etika membacanya.
3) Dipelajari susunan kata dan kosa katanya, dan juga makna
kandungannnya.
4) Dan lain-lain.
Sedangkan Al quran menurut isltilah adalah: wahyu Alloh yang diturunkan
kepada nabi Muhammad saw. Secara berangsur-angsur melalui malaikat jibril dan
membacanya adalah ibadah. Rasululloh banyak mendapatkan wahyu dari Alloh
baik secara langsung maupun perantara malaikat jibril dan dibukukan, tetapi tidak
disebut Al Qur’an dan membacanya tidak disebut ibadah.
Dari kutipan diatas, kita dapat mengetahui banhwa Al Qur’an adalah kitab
suci yang isinya mengandung firman Alloh SWT, turunnya secara bertahap
melalui malaikat jibril, pembawanya nabi Muhammad saw, susunannya dimulai
dari Surat Al fatihah dan di akhiri dengan surat An nas, membacanya dinilai
ibadah, fungsinya antara lain adalah hujjah atau bukti yang kuat atas kerasulan
Muhammad saw. Keberadaannya hingga kini masih terpelihara dengan baik, dan
permasyaarakatannya dilakukan secara berantai dari satu generasi ke generasi lain
dengan tulisan maupun lisan.
Hadist biasanya juga dimaknai dengan Sunnah. Selain Al Qur’an,
pedoman utama bagi umat Islam adalah Sunnah nabi. Mengikuti sunah nabi
merupakan bukti kecintaan kepada Alloh SWT, sebagaimana firman Alloh dalam
Qs Ali Imron: [31]

‫قتلل اتلن تكلنتتلم تتتحبِبلوجن اج جفاَتلبتتعلوتنيِ يتلحبتلبتكتم ات جو يجلغفتلر لجتكلم تذنتلوبجتكلم جو ت‬


‫ااا‬
‫جغفتلومر جرتحليمم‬
Artinya: katakanlah” jika kamu (benar-benar) mencintai Alloh, ikutilah aku,
niscaya Alloh akan mengampuni dosa-dosamu” Alloh maha pengampun
lagi maha penyayang.
IAI IBRAHIMY 8

Mengikuti sunah nabi Akan menghindarkan umat Islam dari kesesatan dan
bid’ah, sebagai mana yang disabdakan oleh rosululloh saw:

‫ضاالبِلوا‬ ‫ تججرلك ت‬:‫صجلىَ ات جعلجليته جوجسللم‬


‫ت فتليتكلم اجلمجرليتن لجلن تج ج‬ ‫جقاَجل جرتسلوتل ات ج‬
(‫ب ات جو تسنلتة جرتسلولتهت )رواه مسلم‬
‫اجبجددا جماَ اتلن تججملسلكتتلم بتتهجماَ تكجتاَ ت‬
Rosululoh saw bersabda: “aku tinggalkan dua perkara untukmu sekalian,
dan kalian tidak akan tersesat selama-lamanya, selama kalian masih berpegang
teguh kepada keduanya, yaitu kitab Alloh dan sunah rosul Nya. HR Muslim

Hadist berasal dari kata ‫ جحااجد ج‬yang


‫ث‬ berarti baru, peristiwa, muda,
perkataan, cerita. Adapun menurut istilah hadist adalah segala sikap, perkataan,
perbuatan, dan penetapan/persetujuan (taqrir) rasululloh saw. Sunah nabi direkam
dalam hadist, yang dihafalkan, disebarkan dan ditradisikan oleh para sahabat,
tabi’in, para ulama.
Secara harfiyah hadist berarti jalan hidup yang dibiasakan, berita,
perkataan, yang dihafalkan disebarkan Dan ditradisikan oleh para sahabat, tabi’in
para ulama. Terkadang jalan tersebut ada yang baik dan adapula yang buruk.
b. fungsi Al Qur’an dan Hadist
Al Qur’an sebagai kitab Alloh Swt menempati posisi sebagai sumber
utama dari seluruh ajaran Islam, baik yang mengatur hubungan manusia dengan
dirinya sendiri, hubungan manusia dengan Alloh Swt, hubungan manusia dengan
sesamanya, dan hubungan manusia dengan alam.
Fungsi Al Qur’an secara garis besar dapat dikelompokkan sebagai berikut:
1) Sebagai sumber ajaran/hokum Islam yang utama
2) Sebagai konfirmasi dan informasi terhadap hal-hal yang tidak dapat
diketahui oleh akal.
3) Petunjuk hidup manusia ke jalan yang lurus tentang berbagai hal
walaupun petunjuk tersebut terkadang bersifat umum yang
menghendaki penjabaran dan perincian.
4) Sebagai pengontrol dan pengoreksi terhadap ajaran-ajaran masa lalu,
yaitu injil, zabur, dan taurat.
IAI IBRAHIMY 9

Adapun fungsi hadist secara umum adalahsebagai sumber ajaran/hokum


Islam yang kedua setelah Al Qur’an dan hadist memiliki peran yang sangat
penting terhadap keberadaan Al Qur’an, karena sebagian ayat Al Qur’an memang
merupakan ayat-ayat yang membutuhkan penjelasan dan perincian, oleh Karena
itu hadist memiliki peran yaitu:

1) Mengukuhkan hokum yang sudah ada dalam Al Qur’an


2) Memerinci ayat Al Qur’an yang global
3) Menetapkan hukum yang belum terdapat dalam Al Qur’an
4) Membatasi keumuman ayat Al Qur’an
c. Langkah Penerapan Strategi Information Search Terhadap Mata
Pelajaran Al Qur’an Hadist di Madrasah dan Sekolah
1) Guru memberikan Salam, menyapa siswa, menanyakan kabar dan
kondisi kesehatan mereka. Sambil mengingatkan siswa untuk selalu
bersyukur atas segala nikmat Alloh SWT.
2) Guru meminta siswa untuk berdo’a terlebih dahulu sebelum memulai
kegiatan
3) Siswa diajak menyanyikan lagu nasional atau lagu daerah
4) Siswa membaca literatur/referensi tentang Al Qur’an Hadist

5) Guru memberikan penjelasan mengenai tujuan pembelajaran yang


akan diberikan kepada peserta didik.
6) Guru Mengadakan kegiatan pembelajaran dengan menggunakan
metode Information Search. Meliputi:
a) Guru membagi siswa beberapa kelompok
b) Guru Membagikan beberapa pertanyaan dan kemudian memberikan
waktu kepada siswa untuk membaca sumber bacaan yang ada untuk
mencari jawaban atas pertanyaan yang telah diberikan.
c) Guru Dan siswa membahas hasil jawaban yang telah ditemukan
oleh siswa.
d) Guru memberikan penguatan tentang konsep materi Al Quran hadist
e) Setelah pembelajaran menggunakan metode telah selesai, guru
mengulas tentang kegiatan yang sudah dilakukan
IAI IBRAHIMY 10

f) Sebagai akhir dari kegiatan, siswa diberikan penilaian setiap


kelompok
g) Sebagai penutup, guru mengajak siswa untuk bersyukur atas ilmu
dan semua kegembiraan yang telah mereka rasakan di hari ini
dengan berdoa bersama.
IAI IBRAHIMY 11

BAB III
PENUTUP

A. Simpulan

Berdasarkan pembahasan diatas yang telah dipaparkan dapat diambil


kesimpulan sebagai berikut:
Strategi information search adalah suatu strategi pembelajaran mencari informasi.
Informasi dapat diperoleh melalui Koran, buku paket, majalah atau internet.
Adapun Dasar penggunaan strategi information search yaitu suatu Cara yang
digunakan oleh guru dengan maksud meminta siswa untuk menjawab pertanyaan-
pertanyaan yang diajukan baik oleh pendidik maupun dari siswa sendiri.
Kemudian mencari informasi yang jawabannya melalui membaca untuk
menemukan informasi yang akurat. Indikasi strategi ini memiliki peran positif
yaitu strategi ini dapat mengasah otak dan indera sehingga menjadikan siswa aktif
mencari dengan giat jawaban yang di inginkan. Guru Hanya menjadi fasilitator
atau motivator dan siswa mencari jawaban sendiri.
Adapun keunggulan dan kelemahan pada materi ini sebagai berikut :
1. Keunggulan
a) Siswa menjadi siap memulai pelajaran
b) Siswa aktif bertanya dan mencari informasi.
c) Materi dapat di ingat lebih lama.
d) Dll.
2. Kelemahan
a) Waktu yang dibutuhkan untuk menggunakan strategi information
search relatif lama.
b) Anak bisa ribut.
IAI IBRAHIMY 12

B. Saran

Lembaga harus menjaga kualitas peserta didik dengan meningkatkan gaya


dalam system pembelajaran, agar mempunyai inisiatif dan kreatif sehingga dapat
meningkatkan mutu keaktifan siswa. Strategi information search perlu dilakukan
di dunia pendidikan. Karena akan menjadi banyak yang didapatnya dan akan
menjadi acuan bahan diskusi pertanyaan maupun jawaban. Sebagai guru hanya
memberi arahan, memfasilitasi, dan membenarkan yang belum teruraikan.
IAI IBRAHIMY 13

DAFTAR PUSTAKA

Suryanto. Strategi pembelajaran Al Qur’an Hadist. http://eprints.stainkudus.ac.id.


Di akses 25 September 2018
Sugiarto. Strategi Pembelajaran Information Search.
http://repository.uinjkt.ac.id. Di akses 25 September 2018
Silbermen, Melvin. 2007. 101 Strategi Pembelajaran Aktif. Cetakan ke I.
Semarang: Pustaka Insan Madani
Imam, Khoirul. 2014. Al Qur’an Hadist. Cetakan ke I. Jakarta: Kementrian
Agama 2014
IAI IBRAHIMY 14

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

Mata Pelajaran : Al Qur’an Hadist


Kelas/Semester : II/I
Alokasi waktu : 45 menit
Siklus/Pertemuan: 1/1

A. Kompetensi Inti
1. Menerima dan menjalankan ajaran agama yang dianutnya
2. Menunjukkan perilaku jujr, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan
percaya diri dalam berinteraksi dalam keluarga, teman, dan guru.
3. Memahami pengetahuan faktual dengan Cara mengamati (mendengar,
melihat, membaca) dan menanya berdasarkan rasa ingi tahu tentang dirinya,
makhluk ciptaan tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya
di rumah dan di sekolah.
4. Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas dan logis, dalam
karya yang ektetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan
dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak
mulia.
B. Kompetensi Dasar
1. Memahami pengertian Al Qur’an dan Al Hadist
2. Meyakini bahwa Al Qur’an dan Al hadist Adalah petunjuk bagi umat Islam
3. Melafalkan fungsi dari Al Qur’an dan Al Hadist
C. Indikator Pencapaian Kompetensi
1. Memahami pengertian Al Qur’an dan Al Hadist dengan benar
2. Menunjukkan sikap percaya bahwa Al Qur’an dan Al Hadist Adalah
petunjuk bagi umat Islam
3. Menerima bahwa Al Qur’an dan Al Hadist adalah petunjuk bagi umat Islam
D. Tujuan Pembelajaran
1. Siswa dapat memahami pengertian Al Qur’an dan Al Hadist
IAI IBRAHIMY 15

2. Siswa dapat menerima bahwa Al Qur’an dan Al Hadist adalah petunjuk bagi
umat Islam
3. Siswa dapat Menunjukkan sikap percaya bahwa Al Qur’an dan Al Hadist
Adalah petunjuk bagi umat Islam
E. Karakter siswa yang diharapkan:
1. Disiplin, gemar membaca, kerja keras, rasa ingin tahu, religious, dan
tanggung jawab
F. Materi Pembelajaran
Al Qur’an dan Al Hadist sebagai pedoman Hidup umat manusia
G. Metode Pembelajaran
Metode: ceramah, Tanya jawab, diskusi, strategi information search
H. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
Pendahuluan (10 menit)
1. Salam pembuka dan berdo’a
2. Meningkatkan motivasi siswa
3. Apersepsi
4. Pre test
Kegiatan Inti (25 menit)
Mengamati
1. Guru Memberikan penjelasan singkat tentang pengertian Al Qur’an dan Al
Hadist.
2. Guru Memfasilitasi terjadinya interaksi antar siswa serta siswa dengan guru,
lingkungan, dan juga sumber belajar lainnya.
3. Guru Mengamati keterampilan siswa dalam mengamati.

Menanya
1. Guru Memotivasi mendorong kreativitas siswa dalam bentuk bertanya,
memberi gagasan yang menarik dan menantanguntuk di dalami.
2. Guru membahas dan diskusi mempertanyakan tentang masalah sehari-hari
yang berkaitan tentang Al Qur’an dan Al Hadist
IAI IBRAHIMY 16

Mengumpulkan Informasi
1. Guru Membimbing siswa untuk mencari informasi dan mendiskusikan
jawaban atas pertanyaan yang sudah disusun.
2. Guru dapat menyediakan sumber belajar buku pendidikan agama islam dari
referensi lain
3. Guru Dapat menjadi sumber belajar bagi siswa dengan memberikan
konfirmasi atas jawaban siswa.
Mengasosiasi
1. Guru membimbing siswa untuk mendiskusikan atas hubungan atas berbagai
informasi yang sudah diperoleh sebelumnya
2. Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman,
memberikan penguatan dan menyimpulkan
Mengomunikasikan
1. Menyajikan secara tertulis atau lisan hasil pembelajaran, apa yang telah
dipelajari, keterampilan atau materi yang masih perlu ditingkatkan, atau
strategi atau konsep baruyang ditemukan berdasarkan apa yang dipelajari
mengenai Al Qur’an dan Al Hadist
2. Memberikan tanggapan hasil presentasi
3. Membuat rangkuman materi dari kegiatan pembelajaran yang telah
dilakukan
Penutup (10 menit)
1. Guru membimbing siswa menyimpulkan materi pembelajaran melalui
tanya jawab klasikal dan mendorong siswa untuk selalu bersyukur atas
karunia tuhan
2. Guru Memberikan umpan balik atas proses pembelajaran dari hasil telaah
individu maupun kelompok.
3. Guru dapat meminta siswa untuk meningkatkan pemahamannya pelajaran
yang diambil dari buku-buku pelajaran yang relevan atau sumber-sumber
informasi lainnya.
4. Siswa bersama guru merayakan keberhasilan pembelajaran dengan
mengumandangkan yel-yel penyemangat.
IAI IBRAHIMY 17

5. Sebagai penutup, guru mengajak siswa untuk bersyukur atas ilmu dan
semua kegembiraan yang telah mereka rasakan di hari ini dengan berdoa
bersama.
6. Selesai berdoa, siswa memberi Salam kepada guru. Guru Mengingatkan
siswa untuk memberi Salam kepada orang tua.
I. Penilaian
1. Sikap
2. Pengetahuan
3. Keterampilan
J. Media/Alat, Bahan dan Sumber Belajar
1. Buku guru dan buku siswa
2. Kertas

29 September 2018
Mengetahui
Kepala Sekolah Guru Agama Islam

(……………..….) (…………………)
IAI IBRAHIMY 18