Anda di halaman 1dari 2

Penyebab lokal gusi berdarah yang disebabkan oleh masalah lokal pada gigi

dan gusi itu sendiri, antara lain sebagai berikut:

Kebersihan Gigi dan Mulut yang buruk Jika seseorang malas menggosok gigi
maupun flossing maka akan mempemudah terbentuknya plak, tartar, dan
kalkulus (karang gigi) dari sisa-sisa makanan yang tertinggal pada gigi. Hal
ini dapat membuat iritasi dan peradangan pada gusi. Peradangan bisa
menyebabkan gusi mudah berdarah disamping itu juga dapat menyebabkan
bengkak pada gusi. Trauma pada gusi Hal ini dapat terjadi karena terlalu
bersemangat menyikat gigi atau menggunakan sikat gigi berbulu keras yang
dapat menimbulkan trauma pada gusi. Oleh karena itu kita harus
menggunakan sikat berbulu lembut dan mengganti sikat gigi paling lama
setiap 3 bulan (namun tergantung kualitas sikat giginya) Gigi miring atau
malposisi gigi miring atau posisi gigi yang tak semestinya akan membuat
makanan mudah terjebak disana dan sulit untuk dibersihkan. Hal ini biasanya
terjadi pada gigi graham paling belakang (molar 3). Jika tidak segera diatasi
akan menyebabkan gusi disekitarnya menjadi meradang dan mudah berdarah.
Penyakit periodontal Radang gusi (gingivitis) yang tidak diobati dengan baik
berpotensi menyebabkan penyakit periodontal dimana perdangan menyebar
ke jaringan dan tulang yang mendukung gigi. Selain berdarah bahkan
mungkin juga terdapat nanah antara gigi dan gusi.

Penyebab sistemik adalah penyebab gusi berdarah karena masalah pada tubuh
secara keseluruhan artinya bukan masalah lokal seperti di atas, antara lain
sebagai berikut: Kekurangan vitamin C Dalam istilah medis
disebut scurvy, terjadi ketika seseorang jarang makan buah-buahan dan
sayuran yang kaya akan vitamin C. Scurvy ini menyebabkan gusi bengkak,
sakit dan mudah berdarah. Kekurangan vitamin K Vitamin ini merupakan
faktor penting dalam proses pembekuan darah. Oleh karena itu, jika
kekurangan vitamin K tubuh akan memiliki kecenderungan mudah berdarah
termasuk gusi. Perubahan hormon pada wanita Hal ini terjadi pada berbagai
tahap kehidupan seorang wanita seperti saat mencapai pubertas, kehamilan
atau fase postmenopause. Perubahan hormon terutama saat hamil dapat
membuat gusi lebih sensitif dan mudah berdarah. Gangguan Pembekuan
Darah Gangguan pembekuan darah, seperti pada hemofilia, ITP (idiopatic
thrombocytopenic purpura) dan leukemia , juga dapat meningkatkan
kemungkinan terjadinya gusi berdarah. Obat-obatan Obat-obatan tertentu
yang memiliki efek mengencerkan darah seperti warfarin, aspirin, and
heparin jika digunakan secara berlebihan dapat menyebabkan gusi berdarah.
Kanker Beberapa jenis kanker seperti leukemia ( kanker darah ) atau multiple
myeloma ( kanker sumsum tulang ) dapat menyebabkan gusi berdarah.

Cara mengatasi gusi berdarah ini:

 Kebersihan gigi dan mulut yang baik merupakan langkah utama untuk
meminimalisir gusi berdarah. Kunjungi dokter gigi dua kali setahun. Dokter
gigi akan memberitahu jika ada gingivitis dan mengajarkan bagaimana cara
menyikat gigi yang benar.
 Gunakan sikat gigi yang lembut jika gusi sedang meradang, terutama jika
mengalami gusi berdarah setelah menyikat gigi.
 Jika sudah demikian namun tetap terjadi gusi berdarah, maka pemeriksaan
lanjutan apakah ada penyebab sistemik harus dijadwalkan.
 Terlepas dari penyebab yang tercantum di atas, mungkin ada lebih banyak
penyebab lainnya seperti penggunaan tembakau (merokok dan nginang),
stres, terapi radiasi, HIV dll yang semuanya pada akhirnya dapat
menyebabkan penyakit gusi dan gusi berdarah dan ini harus didentifikasi dan
diatasi.