Anda di halaman 1dari 50

LAPORAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DESA

( LPPD )
AKHIR TAHUN ANGGARAN 2017

PEMERINTAH DESA CIGOONG UTARA


KECAMATAN CIKULUR KABUPATEN LEBAK
TAHUN 2018
KATA PENGANTAR

Dengan memanjatkan Puji dan Syukur kehadirat Allah SWT, atas Rahmat dan Karunia-Nya,
sehingga kami dapat menyusun Pelaksanaan Laporan Penyelengaraan Pemerintah Desa (LPPD)
Kepala Desa Cigoong Utara , Kecamatan Cigoong Utara , Kabupaten Lebak .
Laporan ini kami susun dengan maksud sebagai bahan Pertanggung Jawaban Masa Jabatan
Kepala Desa Cigoong Utara di bidang Pemerintahan, Ekonomi dan Pembangunan maupun dibidang
Kemasyarakatan yang diselenggarakan selama Satu Tahun Masa Jabatan Kepala Desa, YaItu Tahun
2017
Disamping itu, Laporan ini diharapkan dapat berguna dan bermanfaat bagi yang membutuhkan
Informasi serta sebagai sarana evaluasi di masa Jabatan Kepala Desa untuk Pelaksanaan Tugas
Kepala Desa Pada Tahun mendatang.
Kami sadari sepenuhnya, bahwa kami tidak mungkin mampu berbuat apa – apa tanpa dukungan
dan bantuan dari segenap komponen yang ada di Desa Cigoong Utara , begitupun Laporan
Penyelengaraan Pemerintah Desa (LPPD) Kepala Desa Cigoong Utara ini juga tidak mungkin dapat
berjalan dan terlaksana tanpa Peran serta dari semua pihak.
Oleh karena itu, ucapan terima kasih serta penghargaan yang setinggi – tingginya kami
haturkan kepada semua pihak, baik langsung maupun tidak langsung, sehingga proses pembuatan
dan Pelaksanaan Laporan Penyelengaraan Pemerintah Desa ( LPPD ) Kepala Desa Cigoong Utara,
Kecamatan Cigoong Utara , Kabupaten Lebak ini dapat kami selesaikan walaupun tidak Tepat pada
Waktunya.
Akhirnya, Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa senantiasa melimpahkan Petunjuk dan
Bimbingan-Nya kepada kita semua dalam mewujudkan Rencana, Harapan dan Keinginan meraih
kemajuan dan perkembangan yang lebih baik dihari – hari selanjutnya. Amin

Cigoong Utara, 23 Februari 2018


Kepala Desa Cigoong Utara

ANANG
SISTEMATIKA LPPD AKHIR TAHUN ANGGARAN

KATA PENGANTAR

BAB I : PENDAHULUAN
A. DASAR HUKUM.
B. GAMBARAN UMUM DESA.
1. KONDISI GEOGRAFIS
2. GAMBARAN UMUM DEMOGRAFIS
3. KONDISI EKONOMI

BAB II : RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DESA


A. Visi dan Misi
B. Strategi dan Arah Kebijakan Desa
C. Priroitas Desa

BAB III : KEWENANGAN DESA


A. URUSAN HAK ASAL USUL DESA
1. Pelaksanaan Kegiatan
2. Tingkat Pencapaian
3. Satuan pelaksana kegiatan Desa
4. Data Perangkat Desa
5. Alokasi dan Realisasi Anggaran
6. Proses Perencanaan Pembangunan
7. Sarana dan Prasarana
8. Permasalahan dan penyelesaian
B. URUSAN PEMERINTAHAN YANG DISERAHKAN KABUPATEN/KOTA
1. Pelaksanaan Kegiatan
2. Tingkat Pencapaian
3. Realisasi Program Dan Kegiatan
4. Satuan Pelaksana Kegiatan
5. Data Perangkat Desa
6. Alokasi dan Realisasi Anggaran
7. Permasalahan dan penyelesaian

BAB IV : TUGAS PEMBANTUAN


A. TUGAS PEMBANTUAN YANG DITERIMA
1. Dasar Hukum
2. Instansi Pemberi Tugas Pembantuan
3. Pelaksanaan Kegiatan
4. Realisasi Pelaksanaan Program dan Kegiatan
5. Sumber dan jumlah anggaran yang digunakan
6. Satuan pelaksana kegiatan Desa
7. Sarana dan prasarana
8. Permasalahan dan penyelesaian

B. TUGAS PEMBANTUAN YANG DIBERIKAN


1. Dasar Hukum
2. Urusan pemerintahan yang ditugas pembantukan
3. Sumber dan Jumlah anggaran
4. Sarana dan prasarana
BAB V : URUSAN PEMERINTAHAN LAINNYA
A. KERJASAMA ANTAR DESA
1. Desa yang diajak Kerjasama
2. Dasar Hukum
3. Bidang Kerjasama
4. Nama Kegiatan
5. Satuan Pelaksana Kegiatan Desa
6. Data Perangkat Desa
7. Sumber dan Jumlah Anggaran
8. Jangka Waktu Kerjasama
9. Hasil Kerjasama
10. Permasalahan dan Penyelesaian

B. KERJASAMA DESA DENGAN PIHAK KETIGA


1. Mitra yang diajak Kerjasama
2. Dasar Hukum
3. Bidang Kerjasama
4. Nama Kegiatan
5. Satuan Pelaksana Kegiatan Desa
6. Sumber dan Jumlah Anggaran
7. Jangka Waktu Kerjasama
8. Hasil Kerjasama
9. Permasalahan dan Penyelesaian

C. BATAS DESA
1. Sengketa Batas Desa
2. Penyelesaian yang dilakukan
3. Satuan Pelaksana Kegiatan Desa
4. Data Perangkat Desa

D. PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN BENCANA


1. Bencana yang terjadi dan penanggulangannya
2. Status Bencana
3. Sumber dan jumlah Anggaran
4. Antisipasi desa
5. Satuan Pelaksana Kegiatan
6. Kelembagaan yan dibentuk
7. Potensi Bencana yang diperkirakan Terjadi

E. PENYELENGGARAAN KETENTRAMAN DAN KETERTIBAN UMUM


1. Gangguan yang terjadi
2. Satuan pelaksana kegiatan Desa
3. Penanggulangan dan Kendalanya
4. Keikutsertaan Aparat Keamanan Dalam Penanggulangan
5. Sumber dan Jumlah Anggaran

BAB VI. PENUTUP


BAB I
PENDAHULUAN

A. DASAR HUKUM
LPPD Laporan Pertanggunjawaban Akhir Tahun 2017 Desa Cigoong Utara ini disusun
berdasrkan ketentuan Sebagai berikut:
1. Undang undang Nomor 6 Tahun 2014, tentang Desa;
2. Peraturan Pemerintah No 43 tahun 2015 tentang pedoman pelaksanaan dari UU No 6 tahun
2014;
3. peraturan Menteri Dalam Negeri No 35 tahun 2007 tentang pedoman umum tata cara
Pelaporan dan pertanggunajawaban penyelenggaraan pemerintahan Desa;
4. Peraturan Meneteri Dalam Negeri No 46 Tahun 2016 Tentang Laporan Kepala Desa;
5. peraturan Daerah No 1 tahun 2015 tentang Desa;
6. peraturan Bupati Lebak No 42 tahun 2015 tentang Alokasi Dana;
7. Peraturan Desa Cigoong Utara Nomor 1 Tahun 2017 Tentang Anggaran Pendapatan
dan Belanja Desa ( APB Des ) Tahun Anggaran 2017;
8. Peraturan Desa Cigoong Utara Nomor 5 Tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan
Belanja Desa ( APB Des ) tahun anggaran 2017

B. GAMBARAN UMUM DESA

Desa Cigoong Utara sebagai salah satu desa yang berada di Kecamatan Cilukur, Desa
Cigoong Utara adalah pemekaran dari Desa Cigoon Selatan pada Tahun 1982. Desa Cigoong
Utara yang masyarakatnya bermata pencaharian sebagai petan, dengan sisitem bertani tradisional
yaitu yaitu bertani dengan menggunakan alat pertanian sederhana. Pelaku utama sector prtanian
di Desa Cigoong Utara diadakan menjadi dua kelompok yaitu petani pemilik dan petani
penggarap. Perbedaan status ini terjadi sebagai akibat lahan pertanian yang dimiliki petani
memiliki perbedaan yang sangat besar, ada petani yang memilik lahan yang sangat luas
sementara petani lainnya memiliki lahan yang sangat sepit. Perbedaan kepemilikan lahan
pertanian se;ain disebabkan oleh semakin bertambahnya jumlah pendduk juga adanya kesalahan
perjanjian gadai yang terjadi biasanya sengaja dibuat oleh penggadai sebagai tujuan agar
tanahnya tersebut bisa langsung menjadi hak milik penggadai secara penuh.
Desa Cigoong Utara adalah desa yang menghasilkan produk pertanian baik padi
maupun dari hasil perkebunan dengan kondisi tersebut dapat dilihat dari tataguna tanah yang
mayoritas lahan pesawahan desa sangat cocok untuk memacu produktipitas padi karena
ditunjang lahan yang subur dan irigasi/pengairan yang sangat memadai.
Di wilayah Desa Cigoong Utara terutama diwilayah desa Bagian Utara kontruksi tanah
bebatuan dengan lapisan atasnya berwarna merah (Gembur) secara topogarpi tanah ini
terbentuk Dataran Rendah dan dibawah tanah tersebut tanahnya mengandung banyak air.
1. Kondisi Geografis
Wilayah desa CIGOONG UTARA. secara geograpis berada di tengah-tengah
Pedesaaan di wilayah Kecamatan Cigoong Utara, Kabupaten Lebak, memiliki potensi yang
cukup strategis dengan luas wilayah + 369,5 Ha, Hadengan perbatasan sebaga berikut :
 Sebealah utara : Desa Sumurbandung
 Sebelah barat : Desa Curug Panjang
 Sebelah Timur : Desa Cigoong Selatan
 Sebelah Selatan : Desa Cigoong Utara
 Luas wilayah Desa CIGOONG UTARA 639,5 Ha luas lahan yang ada terbagi dalam
beberapa perunbtukan ,sebagaiu berikut,lihat table

NO JENIS PERUNTUKAN LUAS/HA KETERANGAN

1. Perkampungan 103 Ha

2 Perkantoran 1 Ha

3 Tadah hujan 150 Ha

4 Kebun campuran 100 Ha

5 Jalan Umum 4 Ha

6 Tanah Kuburan 6,5 Ha

7 Lahan Pekarangan 5 Ha

Jumlah 369.5 Ha

Secara geografis Desa Cigoong Utara, Kecamatan Cigoong Utara Kabupaten Lebak, dilihat
daribeberapa aspek tinjauan meliputi
1) Tipologi :
 Desa Kepulaun :Ya/Tidak
 Desa Pantai/Pesisir : Ya/Tidak
 Desa Sekitar Hutan : Ya/Tidak
 Desa Terisolir : Ya/Tidak
 Desa Perbatasan dengan kabupaten lain : Ya/Tidak
2) Orbitasi :
Berada di Ibu Kota Kecamatan Ya / Tidak
Jarak ke Ibu Kota Kecamatan 1,3 Km
Lama tempuh ke Ibu Kota Kecamatan 10 Menit
Kendaraan umum ke Ibu Kota Kecamatan Kendaraan Roda Dua
Jarak ke Ibu Kota Kabupaten 16 Km
Lama tempuh ke Ibu Kota Kabupaten 45 Menit
Kendaraan umum ke Ibu Kota Kabupaten Kendaraan Roda 2 & 4
2. Gambaran Umum Demografis
a) KONDISI PENDUDUK
Berdasarkan data administrasi kependudukan Desa Cigoong Utara mempunyai
penduduk:
Jumlah Kepala Keluarga : 1.210 KK
Jumlah Penduduk : 4.332 terdiri dari
 Laki-laki : 2.203 orang
 Perempuan : 2.129 orang
Dengan Rincian penduduk perkampung sebagai berikut:

Penduduk
Kampung Laki-
No Perempuan Jumlah Keterangan
laki

1 Kp. Kubang Batas 140 143 183

2 Kp. Kubang Barokah 35 40 75

3 Kp. Ciparai 153 155 208

4 Kp. Ciparanje 221 220 441

5 Kp. Nagreg 281 280 561

6 Kp. Cilame 175 158 333

7 Kp. Bingbin 221 200 421

8 Kp. Palawijo 69 71 140

9 Kp. Salasih 133 120 253

10 Kp. Margamulya 111 115 226

11 Kp. Kayudampit 96 79 175

12 Kp. Tegal 116 100 216

13 Kp. Paridua 50 55 105

14 Kp. Pasirgemuh 158 158 316

15 Kp. Cibingbin 62 65 127

16 Kp. Hambur 182 170 252

Jumlah 2.203 2.129 4332


 Mutasi Penduduk
Jenis Mutasi Jumlah Keterangan
Lahir 20
Mati 20
Pindah 47
Datang 34

Dari jumlah penduduk diatas sebagian besar usia produktif memungkin usia
tenaga kerja/tenaga kerja yang cukup namun dalam hal tenaga kerja ini perlu untuk
mendapat keahlian dalam kerja dengan diadakan kegiatan kurssus ketenaga kerjaan dan
pada akhirnya akan meningkatkan keahlian sehingga akan meningkatkan pendapat
masyarakat.

1. Penyebaran Penduduk :
Penyebaran penduduk Desa Cigoong Utara tersebar pada wilayah masing-
masing dusun/kampong sebagaimana tersebut pada tabel :
JUMLAH PENDUDUK
KAMPUNG/Wilayah LAKI- JUMLAH KK
PEREMPUAN
LAKI
Kp. Ciparanje/Rw 001 830 838 1668
Kp. Cilame/Rw 002
598 549 1147
Kp. Marga Mulya/Rw 003
373 349 722
Kp. Hambur/Rw 004
402 393 795
JUMLAH 2.203 2.129 4.332

2. Kondisi Pemerintahan Dan Lembaga Pemerintahan

Rukun Tetangga sebagai bagian dari satuan wilayah terkecil dari desa memiliki fungsi yang sangat
berarti terhapadap kepentingan masyarakat diwilayah tersebut terutama berkaitan dengan
Pemerintahan pada level diatasnya.
Struktur Pemerintahan Desa Cigoong Utara tidak terlepas dari Pemerintahan Level diatasnya
hal ini dapat dilihat pada bagan dibawah ini:
A. NAMA DAN JABATAN APARATUR PEMERINTAHAN DESA CIGOONG UTARA

Pendidikan
No Nama Jabatan TTL
Terakhir

1 Anang Kepala Desa Lebak, 08-10-1972 SLTA

2 Deden Riki Hidayat, S.Kom Sekertaris Desa Lebak, 25-04-1990 S1

3 Kurni, S.Pd.I Kasi Pem Lebak, 15-01-1971 S1

4 Kurdi Kasi Ekbang Lebak, 04-11-1975 SLTA

5 Mahjum Kaur Umum Lebak, 07-08-1984 SLTA

6 Moh. Amin F, S.Pd Kaur Keuangan Lebak, 01-10-1990 S1

7 Eka Apriliani Pengolah Data Lebak, 03-04-1994 SLTA

8 Siska Juwita Lestari Bendahara Lebak, 06-01-1996 SLTA

9 Ahyudin, S.Pd Mantri Tani Lebak, 19-12-1987 S1

10 Asdi Suhasdi Staf Kebersihan Lebek, 05-06-1978 SLTA

11 Siti Ipah Paijah Sekertaris Bpd Lebak, 01-06-1995 SLTA

12 Roni Saputra Linmas Lebak, 20-04-1963 SLTA

13 Ayon Linmas Lebak, 08-09-1972 SLTA

14 A. Humaedi, S.Pd.I Linmas Lebak, 15-02-1986 S1

15 Cucun Sunarya Linmas Lebak, 12-01-1986 SMP

BADAN PERMUSYAWARATAN DESA (BPD)

Pendidikan
No Nama Jabatan
Terakhir

1 Jalaludin, S.Ag, M.Si Ketua BPD S.2


2 Sarhali Anggota BPD SD
3 Sutjen Anggota BPD SD
4 Jaka Anggota BPD SD
5 Mahmud Anggota BPD SD
6 Bisri Anggota BPD SD
7 H. Madrais Anggota BPD SMP
8 Kasweni Anggota BPD SLTA

9 Ajis, S.Pd Anggota BPD S1


NAMA KETUA RT DAN RW

Pendidikan
No Nama Jabatan
Terakhir

1 Ari Saria Ketua Rt.002/001 SD


2 Saki Ketua Rt.002/001 SD
3 Maryono Ketua Rt.002/001 SD
4 Sukmani Ketua Rt.002/001 SD
5 M. Yusup Ketua Rt.002/001 SD
6 Rasdi Ketua Rt.002/001 SD
7 Sueb Ketua Rt.002/001 SD
8 Suari Ketua Rt.002/001 SD
9 Jahiri Ketua Rt.002/001 SD
10 Duljani Ketua Rt.002/001 SD
11 Arjuk Ketua Rt.002/001 SD
12 A.Faoji Ketua Rt.002/001 SD
13 Yadi Ketua Rt.002/001 SMP
14 Adhari Ketua Rt.002/001 SD
15 Hamdan Ketua Rw. 001 SD
16 Sata Ketua Rw. 002 SD
17 Abdul rojak Ketua Rw.003 SD
19 Juni Ketua Rw.004 SD

Secara umum pelayanan di Desa Cigoong Utara dapat dilayani sebagaimana mestinya terutama

pelayanan kependudukan ,ekonomi,sosial dan yang lain.

. Kondisi Sosial Budaya

Pendidikan adalah suatu hal yang sangat penting dalam memacu tingkat kesejahteraan pada
umumnya dan tingkat perekonomian pada khususnya .
Dengan tingkat pendidikan akan mendongkrak tingkat kecerdasan /kecakapan,tingkat kecakapan
akan mendorong tumbuhnya keterampilan kewirausahaan dan pada gilirannya akan membantu
Pemerintah pembukaan lapangan pekerjaan baru untuk mengatasi pengangguran.
Pendidianiasanya akan mempertajam sistematika piker atau pola piker individu ,selain mudah
menerimaa informasi yang lebih maju .
Dibawah ini table yang mennjukan tingka rata rata pendidikan penduduk desa Cigoong Utara

JUMLAH PENDUDUK TAMAT SEKOLAH TAHUN 2017

Klasipikasi pendidikan Laki-laki Perempuan Jumlah


Tamat Sd/Sederajat 235 248 483
Jumlah Usia 12-56 Tahun Tidak Tamat Sltp 257 302 559
Jumlah Usia 18-56 Tahun Tidak Tamat Slta 198 225 423
Tamat SMP/Sedrajat 219 231 450
Tamat SMA / Sedrajat 302 354 656
Tamat D.3 Sederajat 1 1 2
Tamat S.1/Sedrajat 35 21 56
Tamat S.2 /Sedrajat 2 - 2

Berdasarkan data kwalitatip yang diperoleh menunjukan bahwa di Desa Cigoong Utara kebanyakan
penduduk hanya memiliki pendidikan formal pada Level dasar 45 %,Pendidikan menengah
SLTP/sederat 35 % ,pendidikan SLTA/sederajat 15 %,dan Perguruan Tinggi 5 %.
Dari Data tersebut diatas jumlah laki-laki terdidik lebih banyak dari perempuan.

JUMLAH PENDUDUK BERDASARKAN AGAMA YANG DIPELUK

Dalam persepektif ,masyarakat Desa Cigoong Utara termasuk katagori masyarakat agamis hal ini
dikarenakan masyarakat desa Cigoong Utara 100 % memeluk agama Islam ,terlihat dengan
banyaknya sarana peribadatan,Pondok Pesantren,Majlis Ta’lim dan lainnya.

NO Agama Jumlah Prosentase


1 Islam 4.332 100%
2 Katolik - -
3 Protestan - -
4 Hndu - -
5 Budha - -

3. Kondisi Ekonomi
1. Potensi Unggulan Desa
Kondisi perekonomian Desa Cigoong Utara pada setiap tahunnya sedikit demi sedikit
meningkat dan berkembang hal ini tidak lepas dari dukungan dari berbagai pihak khusnya
Dinas Pertanian, Dinas Kehutanan dan Perkebunan yang kegiatan dan bantuan di wilayah
Desa Cigoong Utara yang sangat banyak memberikan perbaikan ekonomi bagi masyarakat
dengan memberikan bantuan Bibiit Padi, Pompa Air dangkal dan lain sebagainya.Kredit
Usaha Rakyat (KUR), kredit kecil dan Pinjaman Bergulir dari Program Pemberdayaan
Masyarakat (PNPM ) sehinga meningkatakan tarap hidup masyarakat.
2. Pertumbuhan Ekonomi Desa

Pertumbuhan perekonomian desa masih didomonasi oleh sector pertanian.Dalam data


Profil Desa 2017 disebutkan bahwa:
1. Potensi umum : Sedang
2. Potensi Sumber Daya Alam : Sedang
3. Potensi Sumber Daya Manusia : Sedang
4. Potensi Kelembagaan : Baik
5. Potensi Sarana & Prasarana : Sedang
Masyarakat Desa Cigoong Utara umumnya dapat dikelompokan kedalam beberapa
mata pencaharian,sebagiman tercantum dalam tabulasi dibawah ini:

Jenis pekerjaan Laki-laki Perempuan

Petani 672 59
Buruh tani 687 93
Buruh migran laki-laki 5 -
Pegawai negeri sipil 7 9
Pengrajin industri rumah tangga 3 1
Pedagang keliling 5 17
Peternak 10 -
Nelayan 1 -
Montir 6 -
Perawat swasta 1 -
Pembantu rumah tangga - 23
Pensiunan/PNS 5 8
Pengusaha kecil dan menengah 35 19
Dukun Kampung terlatih - 5
Guru Honor 7 15
Karyawan perusahaan swasta 158 141
Supir 153 -
Tukang tembok/kayu 22 -
Tukang Batu 30 -
Tukang Gali sumur 8 -
BAB II

RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DESA

A. Visi dan Misi


Visi dan Misi desa merupakan implementasi dari Visi dan Misi Kepala Desa terpilih
dengan beberapa penambahan kegiatan yang disusun/digali berdasarkan musyawarah desa
secara partisipatif.

1. Visi :
MELAYANI MASYARAKAT SECARA MENYELURUH DEMI TERWUJUDNYA
DESA CIGOONG UTARA YANG MAJU, MANDIRI, SEHAT DAN SEJAHTERA ”
Nilai-nilai yang melandasi Visi Tersebut adalah :

1) Melayani Masyarakat Desa Cigoong Utara Secara Menyeluruh dan Memenuhi Segala
Kebutuhan Administrasi Desa Secara Baik Dengan Pelayanan yang Maksimal.
2) Mewujudkan Desa Cigoong Utara yang Maju dan Sejahtera Melalui Pelayanan
Kesehatan Yang Maksimal Sehingga Terciptanya Masyarakat yang Sehat jasmani dan
Rohani yang Menunjang pada Aktivitas dan Kegiatan Demi Terwujudnya Masyarakat
Desa Cigoong Utara yang Mandiri dan Sejahtera

2. Misi :
Untuk mencapai visi Melayani Masyarakat Secara Menyeluruh Demi
Terwujudnya Desa Cigoong Utara Yang Maju, Mandiri, Sehat Dan Sejahtera tersebut
diatas, Desa Cigoong Utara telah menetapkan misi sebagai berikut :
1) Mengoptimalkan Kinerja Perangkat Desa Secara Maksimal Sesuai tugas pokok dan
fungsi perangkat Desa Demi tercapainya Pelayanan yang baik bagi Masyarakat
2) Meningkatkan Sumber Daya Manusia dan Memanfaatkan Sumberdaya Alam Untuk
Mencapai Kesejahteraan Masyarakat
3) Meningkatkan Kualitas Kesehatan Masyarakat
4) Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Desa Cigoong Utara dengan Melibatkan
Langsung Masyarakat Dalam Berbagai Bentuk Kegiatan dan Pembangunan

B. Strategi dan Arah Kebijakan Desa


1. Strategi
1) Menyediakan fasilitas sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh warga
2) Memberikan pemahaman tentang arti pentingnya pendididkan kepada masyarakat
3) Menyediakan prasarana dan infastruktur bangunan madrasah di masing-masing kampung.
4) Penanaman Serempak Pada Sistem Pertanian
5) Pengaturan saluran Air pada system Irigasi
2. Arah Kebijakan
1) Memberikan mandat sepenunhya kepada RT/RW masing-masing kampung untuk
mengelola dan memanfaatkan fasilitas yang ada.
2) Dengan luasnya pemahaman masyarakat tentang pendidikan diharapkan para orang tua
berkeinginan kuat untuk menyekolahkan anak-anak mereka.
3) Dengan sarana dan infrastruktur yang ada diharapkan masyarakat dapat memanfaatkannya
untuk kegiatan kemasyarakatan yang bersifat positif.
4) Meningkatkan ikatan silaturrahmi melalui pengajian rutin dan acara-acara keagamaan
lainnya.
Program ADD yang mulai dilaksanakan sejak tahun 2017 merupakan permulaan baru
bagi desa dalam menjalankan ataupun mendukung program kerja Pemerintahan Kabupaten.
Dana ADD sangat mendukung dalam upaya pembiayaan bidang Administrasi Desa dan
Pembangunan Desa. Sebelum dilakukan Musawarah Perencanaan Pembangunan Desa
terlebih dahulu, yang akan menghasilkan beberapa jenis kegiatan Pembangunan baik yang
dilaksanakan oleh Desa dari dana APBDes maupun Pemerintah Kabupaten dari ABPD
Kabupaten, Pemerintah Provinsi dari ABPD Propinsi dan Pemerintah Pusat dari dana APBN.

a) Hasil MUSRENBANGDES dibagi 2 ( dua ) kegiatan. Yaitu ;


1. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa ( RPJM-Des )
2. Rencana Kerja Pembangunan Tahunan Desa ( RKP-Des )
b) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa ( RPJM-Des )
Rencana Pembangunan Jangka Menengah merupakan Perencanaan penting untuk
kegiatan strategis Desa dalam melaksanakan kegiatan pembangunan selama 6 (Enam )
tahun kedepan yang mengacu pada APBN, APBD Propinsi, APBD Kabupaten, dan
APBDesa.
Pada Tahun 2015 Desa Cigoong Utara telah menyelesaikan RPJMDes yang
ditetapkan dengan Peraturan Desa (PERDES) No. 02 Tahun 2015 dan telah masuk dalam
RPJM Kabupaten Lebak.
Prioritas Pembangunan di tahun 2017 di arahkan ke arah Infrastruktur Pemerintahan
Desa serta Pembangunan Jalan Lingkungan. Karena sampai saat ini infrastruktur tersebut
sangat berpengaruh dengan pendapatan petani di Desa Cigoong Utara.
Dari Rencana Pembangunan Jangka menengah Desa (RPJMDes) Desa Cigoong
Utara Tahun 2017-2021, yang dituangkan dalam Rencana Kerja Pemerintahan Desa (
RKPDes ) Tahun 2017 yang dapat terealisasi sebagai skala Prioritas yaitu Pembangunan
Jalan Poros Desa yang merupakan Tulang Punggung Akses Peningkatan Pertumbuhan
ekonomi Masyarakat,
Di bawah ini Pembangunan Sarana dan Prasarana Desa Cigoong Utara TA 2017 meliputi :
Pengaspalan Jalan Poros Desa Kp. Kayu Dampit-Nagreg, Pembangunan Paving Blok
dan Auning Kantor Desa, Plat Deuickeer Kp. Ciparanje, Plat Deuickeer Kp. Bingbin,
Gedung POSYANDU Kp. Hambur, MCK di Kp. Ciparay, Kp. Ciparanje, Kp. Cilame,
Kp. Kayu Dampit/ Kantor Desa dan Pembangunan, Paving Blok Kp. Tegal.

c) Rencana Kerja Pembangunan Tahunan Desa ( RKP-Des )


Rencana Kerja Pembanguanan Tahun Desa ( RKP-Des ) Merupakan Rencana
Kerja Pembangunan Desa yang dilaksanakan dalam waktu Jangka Pendek atau tahunan
yang kegiatanya dilaksanakan berdasarkan APBDesa yang telah disetujui oleh BPD untuk
dikerjakan pada tahun anggaran tersebut yang didanai oleh Desa dengan dana APBN,
PAD, dana ADD dan dana lainnya yang sah tidak mengikat. Kegiatan ini merupakan
bagian dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah yang kegiatannya per tahun.
Kegiatan yang di Agendakan untuk kegiatan Pembangunan Jangka Pendek adalah :
Pembangunan Kantor Desa, Sarana Kesehatan, Sarana Pertanian dan Perbaikan
Peningkatan Kesehatan Masyarakat..

d) Arah Kebijakan Keuangan Desa


Sesuai PP No 72 Tahun 2005 tentang Desa pasal 67 disebutkan bahwa ;
 Penyelenggaraan urusan Pemerintah Desa yang menjadi kewenangan desa didanai dari
Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa, Bantuan Pemerintah dan bantuan Pemerintah
Kabupaten.
 Penyelenggaraan urusan Pemerintah Daerah yang diselenggarakan oleh Pemerintah
Desa didanai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah.
 Penyelenggaraan urusan Pemerintah Pusat yang diselenggarakan oleh Pemerintah Desa
didanai dari Anggaran dan Pendapatan Belanja Negara.
Keuangan desa merupakan semua hak dan kewajiban desa dalam rangka
penyelenggaraan Pemerintahan Desa yang dapat dinilai dengan uang, Dan Keuangan
Desa merupakan bagian dari Proses Musrenbangdes. Kebijakan Pemerintah
Desa Cigoong Utara dilakukan dengan mempertimbangkan keuangan desa yang ada
dengan APBDes. Anggaran Yang Masuk ke Desa dari Tahun 2017 sebesar Rp.
1.269.822.825,- ( Satu Milyar Dua Ratus Enam Puluh Sembilan Juta Delapan Ratus
Dua Puluh Dua Ribu Delapan Ratus DuaPuluh Lima Rupiah )

C. Prioritas Desa
Pelaksanaan pembangunan dalam desa untuk tahun 2017 cukup banyak yang
dilaksanakan kegiatanya. Pekerjaan- pekerjaan tersebut umumnya dari dana Pemerintah yaitu
dana Alokasi Dana Desa, Pemerintah Kabupaten, Dana Bagi Hasil Pajak Kabupaten Lebak,
dan Dana Desa. Prioritas desa selalu dimusyawarahkan dalam Musrenbangdes di setiap
tahun dan mengacu pada RPJMDesa.
Sebenarnya semua pelaksanaan semua perencanaan/pekerjaan didesa sudah
dituangkan dalam Berita acara Musrenbangdes dan RPJMDes.
Semua pelaksanaan pembangunan di desa menggunakan ketentuan sekala prioritas, Setelah
pekerjaan fisik/bangunan umum, jalan Kampung, Irigasi dan lain- lain Setelah semua
pelaksanaan kegiatan dalam desa selesai, kemudian pelaksanaan pekerjaan non fisik.
(Penguatan ekonomi masyarakat, kelompok ekonomi desa, kegiatan perekonomian desa,
Pembinaan Keagamaan, dan lain sebagainya) Setelah semua pelaksanaan pembangunan fisik
dan non fisik dalam desa selesai, maka kegiatanya diarahkan pada Peningkatan Sumber Daya
Masyarakat Desa Cigoong Utara.

.
BAB III
KEWENANGAN DESA

A. URUSAN HAK ASAL USUL DESA


Kepala Desa mempunyai tugas dan kewajiban sebagai penyelenggaraan dan penanggung
jawab utama di bidang pemerintahan, Pembangunan, Kemasyarakatan, Urusan Pemerintahan
Umum termasuk Pembinaan ketentraman dan ketertiban serta mengemban tugas Membangun
Mental, baik dalam bentuk menumbuhkan maupun mengembangkan semangat membangun
yang dijiwai oleh azas usaha bersama dan kekeluargaan.
Sehubungan dengan tugas dan kewajiban termasuk di atas dalam setiap pembuatan dan
penetapan program yang menyangkut kebijaksanaan Pemerintah Desa selalu memperhatikan
aspirasi dari bawah dan peraturan perundang-undangan yang berlaku serta kebijakan dari
tingkat atas.
Selanjutnya untuk kelancaran Perencanaan, Penetapan maupun Pelaksanaan program
kebijaksanaan Pemerintah Desa, kami selaku Kepala Desa menciptakan dan menjalin hubungan
kerja yang serasi, baik dan terarah diantara Perangkat Desa, Unsur Pelaksana dilapangan
maupun Lembaga Kemasyarakatan yang ada di Desa.

1. Pelaksanaan Kegiatan

a) Melaksanakan pembinaan serta mengarahkannya kepada Perangkat Desa untuk


melaksanakan tugas sesuai dengan fungsinya.(TUPOKSI).
b) Mengadakan evaluasi terhadap pelaksanaan tugas sehari-hari untuk lebih meningtkatkan
disiplin kerja didalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
c) Mengawasi serta memeriksa pekerjaan administrasi, Kependudukan, Pertahanan,
Keuangan dan kegiatan pembangunan dan pembinaan masyarakat.
d) Menginventarisasi kekayaan desa berikut pemeliharaannya.
e) Membuat serta menyusun program kerja tahunan Desa bersama dengan Badan
Permusyawaratan Desa(BPD), untuk menetapkan Peraturan Desa antara lain :
 Peraturan Desa / Perdes, tentang Rencana Pembangunan Tahunan Desa.
 Peraturan Desa / Perdes, tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa/APBDes.
 Peraturan Desa ,Tentang Kekayaan Desa.
Melaksanakan usaha - usaha dalam memelihara dan meningkatkan Ketentraman dan
ketertiban.
f) Membina masyarakat khususnya para ketua RT / RW dan Anggota Linmas mengenai
keamanan dan ketertiban lingkungan.
g) Mengawasi dari gangguan keamanan dan ketertiban antara lain :
h) Bahaya penggunaan Obat-obatan terlarang/Narkoba
i) Pencurian, Kenakalan Remaja, bahaya Kebakaran, Bencana Alam, Sara dan tindak
Kriminalitas.
j) Mengawasi adanya kemungkinan pertentangan Ideologi Negara dan Adat Istiadat
bangsa.
k) Memberikan Pembinaan kepada Masyarakat khususnya Pemuda dan Generasi
muda pada kegiatan Keagamaan, untuk memantapkan Potensi Sumber Daya Manusia
- yang berhasil guna dan berdaya guna.Melaksanakan Usaha–Usaha dalam rangka
Pelaksanaan Program, antara lain :
 Pemberdayaan masyarakat sekaligus melibatkannya kepada kegiatan Pembangunan
Desa.
 Keluarga Berencana dan Kesehatan.
Sosial dan Keagamaan.
2. Tingkat Pencapaian
Tingkat pencapaian dari pelaksana kegiatan adalah :
a. Tercapainya Pelayanan Kepada Masyarakat di Bidang Pertanahan yaitu Pembuatana Akta
Tanah ( Jual beli,Hibah,Pembagian ) dan penerbitan SPPT Baru dan Perbaikan, di Bidang
Kependudukan adalah mempermudah Pembuatan KTP,KK dan Domisili bagi
Masyarakat.
b. Realisasinya Sarana dan Prasarana kegiatan Pemerintah Desa.
c. Tercapainya Administrasi Desa yang Efektip, Episien dan Akuntibel sesuai Peraturan
Perundang-undangan yang berlaku.
d. Tercapainya Pembinaan Kepada Kader Lembaga Pemberdayaan Masyarakat ( LPMD )
untuk mendukung Pembanguanan Desa.
e. Terciptanya Koordinasi dan jalinan kerjasama antara Pemerintah Desa Desa Cigoong
Utara dengan Pihak Kecamatan Cikulur
f. Tercapainya Penatausahaan Administrasi Desa yang Baik.
Tercapainya Penyaluran Bantuan Kepada Masyarakat di Bidang Sosial, Khususnya
penyaluran RASTRA
3. Satuan Pelaksanaan kegiatan Desa.
a. Bidang Urusan Pemerintahan
1) Menjalankan Program Kerja dibidang Pertanahan, Kependudukan, dan
Administrasi Keuangan desa.
2) Memberikan Pelayanan kepada Masyarakat serta memudahkannya dalam setiap
memberikan Surat – Surat Keterangan dan Pembuatan Kartu Tanda Penduduk / KTP
maupun Kartu Keluarga / KK.
3) Sarana dan Prasarana Kegiatan Pemerintah
- Honor Kepala Desa dan Perangkat Desa.
- Honor Badan Permusyawaratan Desa ( BPD ).
- Rapat – rapat ditingkat Desa / Dinas Keluar dan Perjalanan Dinas, lebih jelasnya
tercantum
- dalam Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa ( Terlampir ).
b. Bidang Urusan Pembangunan.
1) Melaksanakan Program Kerja dibidang urusan Pembangunan yang meliputi
Membenahi Manajemen Kepala Urusan Pembangunan.
2) Memfungsikan dan Memberdayakan semua komponen atau Unsur Pdmbangunan
yang berkaitan dengan Tugas dan Fungsi Kaur Pembangunan secara jelas dan
Konsisten.
3) Restrukturisasi Kader Pembangunan Desa( KPD ) dan Lembaga Pemberdayaan
Masyarakat Desa ( LPMD ).
4) Oftimalisasi Kegiatan / Proses Administrasi secara jelas, transfaran dan beraturan.
5) Pengadaan Perlengkapan Administrasi yang dibutuhkan.
6) Peningkatan Pengelolaan dan Pemeliharaan serta Pengembangan Sarana Usaha
Ekonomi dibawah kendali Kaur. Pembangunan yang meliputi :
- Swadaya Murni Masyarakat.
- Proses Pembuatan Surat – Surat Perizinan (Usaha, HO, SITU, IMB,dll).
- Kelompok Simpan Pinjam Perempuan (SPP).
7) Mencptakan Kondisi Lingkungan secara Kondusif demi menarik minat para
pemilik modal untuk menginvestasikan dana / modalnya diwilayah Desa Cigoog
Utara , Kecamatan Cigoong Utara , Kabupaten Lebak , agar tersedia sarana usaha
dan ekonomi bagi masyarakat Desa Cigoong Utara.
8) Memanfaatkan dan memberdayakan Lembaga Pemberdayaan Masyarat (LPM)di
Desa Desa Cigoong Utara
9) Konsolidasi dan melaksanakan Hubungan Timbal Balik dengan Piha Kecamatan
Cigoong Utara Kabupaten Lebak khususnya dengan Kasi. PMD.
10) Konsolidasi dan Melaksanakan Hubungan Timbal Balik dengan Badan
PermUsyawaratan Desa (BPD ) Desa Desa Cigoong Utara
11) Konsolidasi dan Melaksanakan Hubungan Timbal Balik dengan Lembaga
Pemberdayaan Masyarakat ( LPM ) Desa . Desa Cigoong Utara , khususnya Seksi
Bidanng Pembangunan.
12) Konsolidasi dan Melaksanakan Hubungan Timbal Balik dengan Para Kepala
Urusan di Desa Desa Cigoong Utara
13) Melaksanakan Hubungan Timbal Balik dan Pembinaan baik secara Langsung
maupun Tidak kepada para Ketua RT / RW di seluruh Desa Desa Cigoong Utara
dalam hal memberikan Dukungan dalam bidang Pembangunan Fisik / Non Fisik,
Swadaya Murni Masyarakat dan Kegiatan Kegiatan Pembangunan yang lainnya (
Materil dan In Materil ).
14) Menjalin Kerja Sama dengan Badan Perekonomian yang ada di wilayah Desa Desa
Cigoong Utara,Maupun yang ada diwilaayah Kecamatan Cigoong Utara Kabupaten
Lebak.

c. Bidang Urusan Umum.


Melaksanakan Program Kerja sebagai pengurus Rumah Tangga Desa Desa Cigoong
Utara
Sebagai Pembantu Sekretaris Desa dalam Administrasi Desa dan Kegiatan- Kegiatan
dan Pembinaan Kemasyarakatan antara lain :
1) Mengatur urusan dan kebutuhan Pegawai Kantor Desa.
2) Membuat Administrasi Desa dan Surat Menyurat Desa.
3) Membuat Laporan Desa yang Besipat Umum.
4) Memberikan Santunan kepada para anak yatim / piatu dan janda / Jompo.
5) Membantu Kegiatan Lembaga Swadaya Masyarakat dan Kunjungan / KKN dari
Perguruan Tinggi Negeri maupun Swasta.
6) Mengikuti serta menyalurkan pemberian Program Raskin maupun bantuan -bantuan
lainnya, yang bersifat sosial dan umum.
4. Data Perangkat Desa

Pendidikan
No Nama Jabatan TTL
Terakhir

1 ANANG Kepala Desa Lebak, 08-10-1972 SLTA

2 Deden Riki Hidayat, S.Kom Sekertaris Desa Lebak, 25-04-1990 S1

3 Kurni, S.Pd.i Kasi Pem Lebak, 15-01-1971 S1

4 Kurdi Kasi Ekbang Lebak, 04-11-1975 SLTA

5 Mahjum Kaur Umum Lebak, 07-08-1984 SLTA

6 Moh. Amin F, S.Pd Kaur Keuangan Lebak, 01-10-1990 S1

7 Eka Apriliani Pengolah Data Lebak, 03-04-1994 SLTA

8 Siska Juwita Lestari Bendahara Lebak, 06-01-1996 SLTA

9 Ahyudin, S.Pd Mantri Tani Lebak, 19-12-1987 S1

10 Asdi Suhasdi Staf Kebersihan Lebek, 05-06-1978 SLTA

11 Siti Ijah Paijah Sekertaris Bpd Lebak, 01-06-1995 SLTA

12 Roni Saputra Linmas Lebak, 20-04-1963 SD

13 Ayon Linmas Lebak, 08-09-1972 SD

14 A. Humaedi, S.Pd.i Linmas Lebak, 15-02-1986 S1

15 Cucun Sunarya Linmas Lebak, 12-01-1986 SMP


5. Alokasi dan Realisasi Anggaran
Semua Anggaran yang telah dituangkan dalam APBDesa sering kali belum bisa
sesuai rencana. Kejadian ini biasanya disebabkan rencana Pendapatan tidak sama dengan real
di lapangan sehingga seringnya Pendapatan lebih kecil dari Pengeluaran/Belanja baik
langsung maupun tidak langsung, pada umumnya terjadi di APBDesa, dan untuk dana ADD
dapat dikatakan tepat dan tidak ada masalah. Semua pelaksanaan kegiatan di desa lebih
difokuskan pada pekerjaan-pekerjaan yang dianggap sangat perlu dan darurat. Pekerjaan
yang pelaksanaannya menggunakan dana yang besar diajukan ke Pemerintah Kabupaten
Lebak dan Pemerintah Provinsi.
Pelaksanaan kegiaatan yang di selengarakan oleh Desa bersumber dari Dana Alokasi
Desa (DD ), Alokasi Dana Desa ( ADD ), Bantuan Kabupaten, Dana Bagi Hasil pajak ( DBH
) dan Dana Bantuan Provinsi ( BANPROV ) adalah sebagai berikut:

NO ALOKASI ANGGARAN
1 ANGGARAN PENDAPATAN
a. Silpa Tahun Lalu Rp. 11.523.751,-
b. Penadapatan Asli Desa ( PADes ) Rp. 4.675.074,-
c. Dana Bagi Hasil Pajak ( DBH ) Rp. 22.854.000,-
d. Dana Desa ( DD ) Rp. 826.615.000,-
e. Alokasi Dana Desa ( ADD ) Rp. 374.155.000,-
f. Bantuan Pemerintah Provinsi ( BANPROV ) Rp. 30.000.000,-
g. Sumbangan Pihak Ketiga Rp. -
JUMLAH Rp. 1.269.822.825,-
2 ANGGARAN PENGELUARAN
a. Belanja Rutin Rp. 603.833.835,-
b. Belanja Pembangunan Rp. 665.989.000,-
JUMLLAH Rp. 1.269.822.825,-
SURPLUS/DEFISIT Rp. 2.551.330,-
(Rincian Terlampir)
NO REALISASI ANGGARAN
1 ANGGARAN PENDAPATAN
a. Silpa Tahun Lalu Rp. 11.523.751,-
b. Penadapatan Asli Desa ( PADes ) Rp. 4.675.074,-
c. Dana Bagi Hasil Pajak ( DBH ) Rp. 22.854.000,-
d. Dana Desa ( DD ) Rp. 826.615.000,-
e. Alokasi Dana Desa ( ADD ) Rp. 374.155.000,-
f. Bantuan Pemerintah Provinsi ( BANPROV ) Rp. 30.000.000,-
g. Sumbangan Pihak Ketiga -
JUMLAH Rp. 1.269.822.825,-
2 ANGGARAN PENGELUARAN
a. Belanja Rutin Rp. 603.833.835,-
b. Belanja Pembangunan Rp. 665.989.000,-
JUMLAH Rp. 1.269.822.825,-
SILPA Rp. 24.631.155,-
(Rincian Terlampir)

6. Proses Perencanaan Pembangunan


Dalam pelaksanaan Pembangunan di Desa Cigoong Utara, system Gotong Royong
masih berjalan dan terus dipertahankan. Dalam hal ini Gotong Royong masih menjadi sarana
kerjasama antar warga dan menjalin kebersamaan dalam pelaksanaan Pembangunan.
Sebelum pelaksanaan pekerjaan dilakukan terlebih dahulu diadakan musyawarah diantara
pelaksana kegiatan beserta elemen masyarakat di tingkat RT/Lokasi wilayah yang akan di
bangun. Selanjutnya hasil musyawarah tersebut dilaporkan ke Tingkat Desa. Kemudian
dalam Musrenbangdes dimasukan kedalam agenda pembangunan dan didata menjadi
Rencana Kerja tahunan Desa (RKPDes). Selanjutnya dimasukan ke dalam Rencana
Pembangunan jangka Menengah Desa (RPJMDes) dengan usulan dari masyarakat dan
diprioritaskan pelaksanaan pekerjaan tersebut sesuai dengan kemampuan Desa.

7. Sarana dan Prasarana


Dalam rangka pemerataan pembangunan Desa Cigoong Utara menuju kemandirian
desa dan meningkatnya kesejahteraan masyarakat desa, diperlukan partisifasi dari seluruh
masyarakat melalui pembangunan skala desa. Untuk mendukung pelaksanaan program
tersebut diperlukan sumber dana yang dibutuhkan untuk menjaga ataupun membangun
sarana dan prasarana desa.
Bangunan-bangunan yang ada khususnya bangunan Sarana umum, seperti Jalan
Lingkungan ( PAVING BLOCK ) sudah banyak kerusakan yang perlu diperbaiki agar
nyaman digunakan untuk Transportasi bik kendaran Roda dua maupu roda mpat.
Khusus untuk Perkantoran Desa Cigoong Utara belum mempunyai Gedung
Pertemuan atau balai pertemuan Desa, dan merupakan kegiatan yang harus diprioritaskan
untuk tahun yang akan datang.
Berikut disampaikan sarana dan prasarana desa yang ada :
a. Kantor Desa jumlah 1 Unit ( 5 Ruangan )
b. Pembangunan Jalan Poros Desa
c. Pembangunan Gedung POSYANDU
d. Pembangunan Gedung MCK
e. Jalan Paving Block
f. Pembangunan TPT
8. Permasalahan dan Penyelesaian
a. Permasalahan
Permasalahan yang kerap terjadi dalam Pembangunan sebagai berikut :
1. Kurangnya Respon Pemerintahan Kabupaten, Pemerintah Provinsi maupaun Pemerintah
Pusat.
2) Tidak terkapernya usulan Pembanguan dari Desa oleh Pemerintah Daerah sehingga
banyak rencana pembangunan di Desa tidak terealisasi.
3) Minimnya Dana untuk Pembanguanan di Desa sehinga membutuhkan waktu yang lama
hingga perencanaan pembanguan tersebut bisa terdanai.
4) Kurang efektipnya pembanguan/Proyek yang sumber dana nya dari APBD yang proses
Pembangunannya melalui Lelang/Rekanan,sehingga berakibat dari kwalitas Bangunan
tersebut,inidikarenakan adanya rekanan yang tidak memperhatikan kwalitas bangunan, hanya
ingin keuntungan semata. Pembangunannya melalui Lelang/Rekanan,sehingga berakibat dari
kwalitas Bangunan tersebut,inidikarenakan adanya rekanan yang tidak memperhatikan kwalitas
bangunan, hanya ingin keuntungan semata.
Pembangunannya melalui Lelang/Rekanan,sehingga berakibat dari kwalitas Bangunan
tersebut,inidikarenakan adanya rekanan yang tidak memperhatikan kwalitas bangunan,
hanya ingin keuntungan semata.
5) Tidak Epektipnya sebuah Bangunan di desa Karena kurang koordinasi antara
Pemerintah
Daerah yang Pembangunnya melalui Anggaran SKPD/Dinas/Instansi Terkait dengan
Pemerintah Desa sebagai Pihak Penerima Bangunan sehingga Bangunan tersebut
terkesan Mubajir/sia-sia.
6) Kurangnya kesadaran masyarakat berpartisipasi aktif untuk merawat atau memelihara,
sehingga banyak Pembangunan terbengkalai.
b. Penyelesaian
Adapun solusi untuk penyelesai permasalah tersebut adalah :
1). Pemerintah harus bisa merespon kebutuhan masyarakat Desa yang tertuang dalam
Usulan
Rencana Pembanguna Desa yang tertuang dalam Dokumen Rencana Pembanguan Desa.
2) Pemerintah harus mengkaper usulan Pembnaguna dari Desa sehingga Prioritas Pembang
unan di Desa cepat tercapai.
3) Pemerintah harus Mengalokasikan Dana/Anggaran yang sesuai untuk pembanguan Desa
yang didukung Oleh Dana dari Swadaya Masyarakat Desa.
4) Pembangunan di hendaknya melalui program maupun Sistem Swakelola yang mana
pembanguannya melibatkan Masyarakat sehingga kwalitas nya dapat dijamin oleh
Masyarakat.
5) Hendaknya Pemerintah Daerah harus benar-benar melihat secara jeli akan kebutuhan
Bangunan di desa yang di anggap sangat penting dan skala prioritas sehingga benar-
benar bisa di manpaatan dan tidak terkesan sia-sia.
6) Pemerintah harus melakukan sosialisai terlebih dahulu kepada masyarakat Desa
Sehingga Program- program yang di canangkan oleh pemerintah bisa di respon dan di
terima dengan baik oleh masyarakat.

URUSAN PEMERINTAHAN YANG DISERAHKAN KABUPATEN


1. Pelaksanaan Kegiatan
Urusan Pemerintahan yang menjadi kewenangan Pemerintahan daerah
Kabupaten/kota terdiri dari urusan wajib dan urusan pilihan. Urusan pemerintahan wajib
adalah urusan pemerintahan yang wajib diselenggarakan oleh pemerintahan daerah
Kabupaten/kota yang terkait dalam pelayanan dasar. Dalam hal pelaksanaan kegiatannya
Pemerintahan Desa berhasil. Keadaan Geografis Desa Cigoong Utara Jangkauan ke Ibu
Kota Kecamatan yang relatif dekat (3 Km) hal ini dapat mempengaruhi pelaksanaan
pekerjaan Pemerintah Desa. Pelaporan-pelaporan data tidak menemui kendala, dan tepat
waktu. Terkait perencanaan pembangunan yang berskala besar di Desa Cigoong Utara
diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten lewat RPJMDes. Sedangkan kegiatan Pemerintah
Desa Cigoong Utara yang berskala kecil pelaksanaanya dilakukan oleh Desa, ini disebabkan
karena belum adanya Penghasilan Asli Desa (PADes). Dengan Harapan semua perencanaan
pembangunan yang tertuang dalam RPJMDes dapat terlaksana dan didukung dari Pihak
Pemerintah Daerah Kabupaten Lebak dan Pihak Propinsi Banten.

2. Tingkat Pencapaian
Keberhasilan pelaksanaan program Desa Cigoong Utara tidak lepas dari peran serta
masyarakat yang nyata. Di pekerjaan ini semua elemen masyarakat desa harus bersatu padu
melaksanakan semua pelaksanaan program desa.
Dalam hal pelaksanaan pembangunan fisik maupun nonfisik sebetulnya sudah
dirasakan berhasil. Adapun jika terdapat kekurangan merupakan hal yang biasa di dalam
pelaksanaan suatu program desa.
Pelaksanaan ADD di tahun 2017 dana yang dianggarkan untuk program
pembangunan sepenuhnya diserahkan ke wilayah yang membutuhkan sesuai perencanaan.
Dari Pemerintah Desa Cigoong Utara swadaya lebih ditekankan sekali mengingat partisifasi
Masyarakat sangat dibutuhkan. Namun dalam pelaksanaanya hal tersebut juga sering
terhambat. Hal ini dikarenakan masih ada masyarakat yang kurang pemahaman ataupun
karena yang lainya. Akan tetapi hal tersebut tidak menjadi masalah bagi pelaksanaan
program pembangunan maupun program yang lainya.
3. Realisasi Program dan Kegiatan
Dalam rangka mendukung Program Pemerintah baik Pemerintah Provinsi maupun
Pemerintah Kabupaten, kami dari Jajaran Pemerintahan Desa Cigoong Utara beserta
lembaganya senantiasa mendukung dan melaksanakan program tersebut. Namun
pelaksanaanya tidak seluruhnya mulus tetap saja ada kendala, tetapi dari pihak pemerintahan
Desa Cigoong Utara beserta lembaganya sering diadakan sosialisasi-sosialisasi pelaksanaan
program.
Bagaimanapun juga kontribusi masyarakat sangat diperlukan dalam setiap program-
program Pemerintah. Berikut disampaikan data-data pembangunan desa ditahun 2017 :

Sumber Besaran
No Jenis Pembangunan Volume
Anggaran Anggaran
Jalan Poros Desa, Kayudampit-
1 DD 1.350 m 290.639.000
Nagreg

Paving Blok dan Auning Kantor


2 DD I Paket 38.845.000
Desa, Kayu Dampit

3 Flat Duicker, Kp. Ciparanje DD 1 Unit 20.724.000

4 Flat Duicker, Kp. Bingbin DD 1 Unit 7.604.000

5 Gedung Posyandu, Kp. Hambur DD 1 Unit 43.493.000

6 MCK, Kp. Ciparay DD 1 Unit 45.481.000

7 MCK, Kp. Ciparanje DD 1 Unit 45.481.000

8 MCK, Kp. Cilame DD 1 Unit 45.481.000

9 TPT Kp. Binbin DD 15 M 9.279.000

10 Paving Block Kp. Tegal BANPROV 2 x 94 M 30.000.000

11 MCK, Kp. Kayudampit DD 1 Unit 42.920.000

4. Satuan Pelaksana Kegiatan Desa


Dalam pelaksanaan setiap program desa dari jajaran Pemerintah Desa Cigoong
Utara melaksanakan ketentuan yang ada. Dari masing-masing perangkat hingga ke tingkat
RT melaksanakanya, namun dalam kegiatan masih terdapat hambatan-hambatan. Bagi
Pemerintah Desa Cigoong Utara apabila ada seorang ataupun sekelompok orang yang masih
belum menerima program desa merupakan pekerjaan yang harus dicari penyelesainya. Untuk
menyelesaikan permasalahan yang ada di desa, maka dari Pemerintah Desa Cigoong Utara
mengadakan musyawarah diantara kelompok masyarakat tersebut serta melakukan
pendekatan-pendekatan guna memberikan pemahaman. Pekerjaannya dibagi menurut tugas,
wewenang serta jabatanya dalam setiap penyelesaian masalah di desa, dan apabila di tingkat
desa tidak ada kesepakatan maka dilanjutkan ke tingkat atas.
5. Data Perangkat Desa

Pendidikan
No Nama Jabatan TTL
Terakhir

1 Deden Riki Hidayat, S.Kom Sekertaris Desa Lebak, 25-04-1990 S1

2 Kurni, S.Pd.i Kasi Pem Lebak, 15-01-1971 S1

3 Kurdi Kasi Ekbang Lebak, 04-11-1975 SLTA

4 Mahjum Kaur Umum Lebak, 07-08-1984 SLTA

5 Moh. Amin F, S.Pd Kaur Keuangan Lebak, 01-10-1990 S1

6 Eka Apriliani Pengolah Data Lebak, 03-04-1994 SLTA

7 Siska Juwita Lestari Bendahara Lebak, 06-01-1996 SLTA

8 Ahyudin, S.Pd Mantri Tani Lebak, 19-12-1987 S1

9 Asdi Suhasdi Staf Kebersihan Lebek, 05-06-1978 SLTA

10 Siti Ijah Paijah Sekertaris Bpd Lebak, 01-06-1995 SLTA

11 Roni Saputra Linmas Lebak, 20-04-1963 SLTA

12 Ayon Linmas Lebak, 08-09-1972 SLTA

13 A. Humaedi Linmas Lebak, 15-02-1986 S1

14 Cucun Sunarya Linmas Lebak, 12-01-1986 SMP

6. Alokasi dan Realisasi Anggaran


Semua pelaksanaan proyek-proyek fisik maupun nonfisik dana yang dianggarkan
dari Kabupaten didata. Proyek-proyek tersebut yang pendanaannya skala besar diserahkan
kepada Kabupaten sementara yang relatif kecil di anggarkan di APBDes. Untuk kegiatan
pembangunan desa tidak hanya terbatas pada pembangunan fisik, namun pelaksanaan
kegiatan nonfisik pun dianggarkan dalam APBDes dan tertuang dalam RPJMDes. Segala
permasalahan yang menyangkut Pemerintahan Desa berkoordinasi dengan instansi terkait.
Realisasi pelaksanaan program Pemerintah Desa tidak lepas dari tanggung jawab Pemerintah
Kecamatan dan Kabupaten selaku Pembina dan pembimbing dalam pelayanan pada
masyarakat.
7. Permasalahan dan penyelesaian
Mengingat letak Desa Cigoong Utara berbatasan dengan desa-desa sekitar tidak
terlepas dari masalah khususnya masalah kependudukan dan batas Desa yang belum
ditetapkan secara legalitas formal secara hukum oleh Pihak Kabupaten, sehingga masih ada
batas-batas Desa yang rancu dan status Penduduk yang tak jelas. Namun demikian tidak
pernah menimbulkan permasalahan yang serius dan masih dapat di atasi secara kekeluargaan
melalui pengurus RT setempat. Dari pihak Pemerintah Desa Cigoong Utara sering
mengadakan kerjasama untuk program-program masyarakat Desa Cigoong Utara dengan
Desa tetangga dalam pelaksanaan kegiatan desa sesuai dengan perencanaan Program Desa.
Bagi Pemerintah Desa Cigoong Utara terhadap semua masalah yang timbul itu adalah suatu
tantangan untuk sesuatu kemajuan dan semua dapat diselesaikan sesuai dengan aturan yang
ada.
BAB IV
TUGAS PEMBANTUAN

A. TUGAS PEMBANTUAN YANG DITERIMA


1. Dasar Hukum
Pelaksanaan program pemerintah baik pusat maupun daerah senantiasa di
kordinasikan dengan pemerintah desa . karena salah satu fungsi pemerintah desa adalah
pelayanan dan perlindungan masyarakat. Dasar hokum tugas pembantuan :
a. Undang – Undang Nomor 6 tahun 2014 tentang Desa ( Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2014 Nomor 7, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor 5495 );
b. Undang – Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang penyelenggaraan Negara yang
Bersih dan Bebas dari korupsi, Kolusi dan Nepotisme ( Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 1999 Nomor 75, Tambagan Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor 3851 );
c. Undang – Undang Nomor 23 Tahun 2000 tentang pembentukan propinsi Banten (
Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 182, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 4020 );
d. Peraturan pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang pengelolaan keuangan Daerah (
Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 140, Tambahan Lembaran
Nrgara Republik Indonesia Nomor 4578 );
e. Peraturan pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang pembagian urusan pemerintah
antara pemerintah, Pemerintah Daerah Propinsi dan pemerintah Daerah Kabupaten /
Kota ( Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 82, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4773 );
f. Peraturan pemerintah Nomor 39 Tahun 2007 tentang pengelolaan keuangan Negara /
Daerah ( Lembaga Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 83, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesisa Nomor 4738 );
g. Peraturan pemerintah Nomor 43 Tahun 2014 tentang peraturan pelaksanaan Undang –
Undang Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa ( Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 2014 Nomor 123, Tambaha Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5539 );
h. Peraturan Menteri Dalam Negri Nomor 13 Tahun 2006 tentang pedoman pengelolaan
keuangan Daerah sebaagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan peraturan
Menteri Dalam Negri Nomor 21 Tahun 2011 tentang perubahan kedua atas peraturan
Menteri Dalam Negri Nomor 13 Tahun 2006 tentang
pedoman engelolaan keuangan Daerah ( Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2011
Nomor 310 );
i. Peraturan Menteri Dalam Negri Nomor 37 Tahun 2007 tentang pedoman pengelolaan
keuangan Desa ( Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 37 );
j. Peraturan Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang / Jasa Pemerintah Nomor 13
Tahun 2013 tentang pedoman Tata Cara pengadaan Barang / Jasa di Desa ( Berita
Negara Republik Indonesia Tahun 2013 Nomor 367 );
k. Peraturan Daerah Kabupaten Lebak Nomor 3 Tahun 2006 tentang pembentukan,
penataan, dan perubahan Nama Desa - Desa di Wilayah Kabupaten Lebak ( Lembaran
Daerah Kabupaten Lebak Tahun 2006 Nomor 3 seri D );
l. Peraturan Daerah Kabupaten Lebak Nomor 15 Tahun 2006 tentang pokok – pokok
pengelolaan keuangan Daerah ( Lembaran Daerah Kabupaten Lebak Tahun 2006
Nomor 15 );
m. Peraturan Daerah Kabupaten Lebak Nomor 14 Tahun 2006 Tentang Desa (Lembaran
Daerah Kabupaten Lebak Tahun 2006 Nonor 14 ) sebagaimana telah diubah dengan
peraturan Daerah Kabupaten Lebak Nomor 7 Tahun 2012 tentang perubahaan atas
peraturan Daerah Kabupaten Lebak tahun 2012 Nomor 7 );
n. Peraturan Daerah Kabupaten Lebak Nomor 19 Tahun 2006 tentang perimbangan
keuangan antara pemerintah Kabupaten dan Desa ( Lembaran Daerah Kabupaten
Lebak Tahun 2006 Nomor 19 );
o. Peraturan Daerah Kabupaten Lebak Nomor 1 Tahun 2008 tentang pembentukan,
penataan dan perubahaan Nama – Nama Desa di Wilayah Kabupaten Lebak (
Lembaran Daerah Kabupaten Lebak Tahun 2008 Nomor 1 );
p. Peraturan Bupati Lebak Nomor 39 Tahun 2014 tentang pengelolaan keuangan Desa (
lembaran Daerah Kabupaten Lebak Tahun 2014 Nomor 39 );

2. Instansi Pemberi Tugas Pembantuan


Penyelenggaraan pemerintahan Desa Cigoong Utara tidak lepas dari Pembinaan dari
Pihak Kecamatan dan Pemerintah Kabupaten. Sesuai dengan kedudukanya Pemerintah Desa
merupakan pelaksana penyelenggaraan Pemerintahan. Dalam pelaksanaan kegiatannya
tugas-tugas pembantuan dilaksanakan sesuai dengan tugas dan fungsinya. Penyelenggaraan
Pemerintahan Desa dilaksanakan sesuai kewenanganya, karena desa sesuai peraturan yang
ada merupakan bagian dari Pemerintah Kabupaten yang melaksanakan penyelenggaraan
tugas umum diantaranya pelaksanaan pembangunan, pemberdayaan masyarakat,
penyelenggaraan ketentraman dan ketertiban umum, pemeliharaan prasarana dan fasilitas
pelayanan umum dan pelaksanaan tugas pembantuan yang diberikan oleh instansi terkait.

3. Pelaksanaan Kegiatan
Dengan memperhatikan dampak yang timbul sebagai akibat dari pelaksanaan
penyelenggaraan pemerintahan, apabila dampak yang ditimbulkan bersifat lokal maka urusan
pemerintahan tersebut menjadi kewenangan pemerintahan daerah Kabupaten. Pelaksanaan
kegiatan tersebut, di Desa Cigoong Utara berpedoman pada kebijakan Pemerintah
Kabupaten. Karena pemerintahan desa melaksanakan kegiatannya mengacu pada Peraturan
perundangan Kabupaten Lebak. Sedangkan dalam desa pelaksanaanya mengacu pada
Peraturan Desa. Dalam melaksanakan kegiatan Peraturan Desa kegiatanya tertuang dalam
Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes).
4. Realisasi Pelaksanaan Program dan Kegiatan
Dalam melaksanakan suatu Peraturan, permasalahan pasti timbul karena dalam
pelaksanaannya terkadang ada sebagian masyarakat yang belum mengerti dan memahami
peraturan tersebut. Pelaksanaan Kegiatan desa saat ini masih difokuskan ke
Infrastruktur/sarana dan prasarana masyarakat karena kegiatan ini merupakan Skala prioritas
desa. Namun kegiatan sektor Pertanian, ekonomi masyarakat dan Lingkungan penduduk,
juga menjadi perhatian dan tetap diupayakan dapat berjalan.
Dampak yang timbul dalam pelaksanaan Peraturan desa biasanya selama ini tidak
pernah menjadi suatu permasalahan yang serius dalam Masyarakat. Dalam pelaksanaan
Program dan kegiatan desa, kontribusi masyarakat sangat dibutuhkan dalam melaksanakan
semua kegiatanya.
5. Sumber dan Jumlah Anggaran yang digunakan
Dalam rangka pemerataan pembangunan desa menuju kemandirian desa serta
meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa, perlu adanya partisipasi dari seluruh warga
masyarakat. Untuk mendukung pelaksanaan pembangunan desa dan kegiatan lainya perlu
didukung dengan dana yang diharapkan menjadi penyangga utama pelaksanaan
pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa. Sehingga dalam hasilnya dapat
meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
6. Satuan Pelaksana Kegiatan Desa
Semua pelaksanaan kegiatan pemerintahan desa sumber pendanaannya ditopang
oleh Pemerintah Kecamatan dan Kabupaten serta sumber pendapatan desa lainya.
Pelaksanaan semua kegiatan pada dasarnya menggunakan data yang ada serta
pembagian tugas yang diberikan oleh instansi yang berkepentingan. Dalam kegiatannya
pelaksanaan pekerjaan dilakukan oleh semua aparat desa sesuai dengan tugas dan tanggung
jawabnya, serta melibatkan semua lembaga-lembaga difungsikan untuk mendukung
pelaksanaan kegiatan tersebut.

7. Sarana dan Prasarana


Pembangunan-pembangunan yang telah dilaksanakan ditahun yang lalu masih
banyak yang harus dilanjutkan di tahun berikutnya, hal ini banyaknya sarana dan Prasarana
yang belum mampu didanai dari APB-Desa di tahun yang lalu, sehingga setiap tahun tetap
dilanjutkan agar dapat di selesaikan. Hal ini terjadi karena Sumber dana yang didapat desa
untuk saat ini yang rutin hanyalah dana DD, ADD dan DBH belum mampu di kelola secara
Maksimal.

8. Permasalahan dan Penyelesaian


Pada pekerjaan Pembangunan yang direncanakan di desa terkadang dalam
pelaksanaanya kekurangan dan ketidak cocokan dengan keinginan Masyarakat, sehingga
mengalami permasalahan. Namun hal tersebut tidak berarti suatu pekerjaan tersebut
terkendala. Permasalahan yang timbul biasanya adalah pada teknis pelaksanaannya. Dalam
pelaksanaan semua anggaran yang telah tertuang dalam APBDes sering kali mengalami
hambatan. Banyak rencana yang dilaksanakan masih mengalami kekurangan pembiayaan-
pembiayaan. Namun hal tersebut di selesaikan dengan baik walaupun dana yang
dipergunakan kurang. Maka untuk mengatasinya menggunakan langkah-langkah pendekatan
dengan berbagai pihak dalam masyarakat agar ditutupi dengan Swadaya dan sharing dana
dengan Masyarakat dan pihak Ketiga ataupun dari APB-Desa di tahun berikutnya.
B. TUGAS PEMBANTUAN YANG DIBERIKAN
Dalam kontek penyelenggaraan pemerintahan desa semua pekerjaan yang telah tertuang
dalam APBDesa maupun RPJMDes dalam pelaksanaanya banyak membutuhkan bantuan
informasi dari Instansi terkait. Karena dalam teknis pelaksanaannya sering sekali informasi
tersebut dibutuhkan karena menyangkut bidang pelayanan pada masyarakat, bahkan juga dana
yang diperlukan untuk mendukung pelaksanaan Anggaran dan yang lainya.

1. Dasar Hukum
Pelaksanaan program pemerintah baik pusat maupun daerah senantiasa
Dikoordinasikan dengan pemerintah Desa. Karena salah satu fungsi pemerintah Desa
adalah pelayanan dan pelindungan masyarakat. Dasar Hukum tugas pembantuan :

a. Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa ( Lembaran Negara Republik


Indonesia Tahun 2014 Nomor 7, Tambahan Lembaran Negara Republikn Indonesia
Nomor 5495 );
b. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2000 tentang pembentukan propinsi Banten (
Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 nomor 182, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 4010 );
c. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 Tentang penyelenggaraan Negara yang Bersih
dan bebas dari Korupsi, Kolusi dan nepotisme ( ( Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 1999 Nomor 75, Tambahan Lembaran Negara Repuublik Indonesia Nomor 3851
);
d. Peraturan pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 Tentang pengelolaan keuangan Daerah (
Lembar Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 140, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 4578 );
e. Peraturan pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 Tentang pembagian urusan pemerintahan
antara pemerintah, pemerintah Daerah Provinsi dan pemerintah Daerah Kabupaten /
Kota ( Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4773 );
f. Peraturan pemerintah Nomor 39 Tahun 2007 tentang pengolaan keuangan Negara /
Daerah ( Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 83, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4738 );
g. Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2014 tentang peraturan pelaksanaan Undang-
Undang nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa ( Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor 5539 );
h. Peraturan mentrij Dalam Negri Nomor 13 Tahun 2006 tentang pedoman pengelolaan
keuangan Daerah sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan peraturan
Menteri Dalam Negri Nomor 21 Tahun 2011 tentang perubahan kedua atas peraturan
Mentri Dalam Negri nomor 13 Tahun 2006 tentang pedoman pengelolaan keuangan
Daerah ( Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 310 );
i. Peraturan Mentri Dalam Negri Nomor 37 Tahun 2007 tentang pedomaan pengelolaan
keuangan Desa ( Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 37 );
j. Peraturan kepala Lembaga Kebijakan pengadaan Barang / jasa Pemerintah Nomor 13
Tahun 2013 tentang pedoman Tata Cara pengadaan barang / Jasa di Desa ( Berita
Negara Republik Indonesia Tahun 2013 Nomor 37 );
k. Peraturan daerah Kabupaten Lebak Nomor 3 Tahun 2006 tentang pembentukan,
penataan, dan perubahan Nama Desa-Desa di Wilayah Kabupaten Lebak ( Lembaran
Daerah Kabupaten Lebakj Tahun 2006 Nomor 3 Seri D );
l. Peraturan Daerah Kabupaten Lebak Nomor 15 Tahun 2006 tentang Pokok-Pokok
Pengelolaan keuangan Daereh ( Lembaran Daerah Kabupaten Lebak Tahun 2006
Nomor 15 );
m. Peraturan Daerah kabupaten Lebak Nomor 14 Tahun 2006 tentang Desa (
Lembaran Daerah Kabupaten Lebak Tahun 2006 Nomor 14 ) sebagaimana telah
diubah dengan peraturan Daerah Kabupaten Lebak Nomor 14 Tahun 2006 tentang
Desa ( Lembaran Daerah Kabupaten Lebak Tahun 2012 Nomor 7 );
n. Peraturan Daerah Kabupaten Lebak Nomor 19 Tahun 2006 tentang perimbangan
keuangan antara pemerintah Kabupaten dan Desa ( Lembaran Daerah Kabupaten
Lebak Tahun 2006 Nomor 19 );
o. Peraturan Daerah Kabupaten Lebak Nomor 1 Tahun 2008 tentang pembentukan ,
penataan, dan perubahan Nama-Nama Desa di wilayah Kabupaten Lebak ( Lembaran
Daerah Kabupaten Lebak Tahun 2008 Nomor 1 );
p. Peraturan Bupati Lebak Nomor 39 Tahun 2014 tentang pengelolaan keuangan Desa (
Lembaran Daerah Kabupaten Lebak Tahun 2014 Nomor 39 );

2. Urusan Pemerintahan yang ditugaskan pembantuannya


Pelaksanaan Anggaran desa menjadi dasar untuk melaksanakan pendapatan dan
belanja pada tahun yang bersangkutan, dalam perencanaan mengandung arti bahwa anggaran
desa menjadi pedoman bagi manajemen dalam merencanakan kegiatan pada tahun yang
bersangkutan. Dalam pelaksanaanya pengawasan diartikan bahwa anggaran desa menjadi
pedoman untuk menilai apakah kegiatan penyelenggaraan pemerintahan desa sesuai dengan
ketentuan yang telah ditetapkan.
Fungsi alokasi mengandung arti bahwa anggaran desa harus diarahkan untuk
menciptakan lapangan kerja/mengurangi pengangguran dan pemborosan sumber daya, serta
meningkatkan efisiensi dan efektivitas pelaksanaan. Anggaran desa harus memperhatikan
rasa keadilan dan kepatutan.
Fungsi stabilisasi mengandung arti bahwa anggaran pemerintah desa menjadi alat
untuk memelihara dan mengupayakan keseimbangan fundamental perekonomian desa.
Di Desa Cigoong Utara semua perencanaan dilaksanakan oleh perangkat dan
Lembaga desa yang berkepentingan dalam pelaksanaan perencanaan tersebut. Untuk
mengantisipasi semua pelaksanaan perencanaan yang tidak berhasil, maka pihak Pemerintah
Desa mengadakan Koordinasi dengan Instansi Pemerintah Daerah yang berkepentingan
untuk mendukung kegiatan desa tersebut.
3. Sumber dan Jumlah Anggaran
Keuangan desa dikelola secara tertib, taat pada peraturan perundang-undangan,
efisien, ekonomis, efektif, transfaran, dan bertanggung jawab dengan memperhatikan asas
keadilan, kepatutan, dan manfaat untuk masyarakat. Serta dilaksanakan dalam suatu sistem
yang terintegrasi yang diwujudkan dalam APBDes yang setiap tahun ditetapkan dengan
peraturan desa. Kepala Desa selaku kepala pemerintah di Desa Cigoong Utara adalah
pemegang kekuasaan pengelolaan keuangan desa dan mewakili pemerintah desa dalam
kepemilikan kekayaan desa.

Kewenangan kekuasaan pengelolaan keuangan desa adalah:


a. Menetapkan kebijakan tentang pelaksanaan APBDes;
b. Menetapkan kebijakan tentang pengelolaan barang dan jasa desa;
c. Menetapkan kuasa pengguna anggaran/barang milik desa;
d. Menetapkan bendahara penerimaan dan/atau bendahara pengeluaran;
e. Menetapkan petugas yang bertugas melakukan pemungutan penerimaan desa;
f. Menetapkan petugas yang bertugas melakukan pengelolaan barang milik desa; serta
g. Koordinator pengelolaan keuangan desa bertanggung jawab atas pelaksanaan tugas
kepada Kepala Desa.
Pada akhir tahun Anggaran 2017, sumber dan pendapatan desa dalam Anggaran
Perhitungan tercatat terealisasi sebesar Rp. 1.269.822.825,- ( Satu Milyar Dua Ratus
Enam Puluh Sembilan Juta Delapan Ratus Dua Puluh Dua Ribu Delapan Ratus
DuaPuluh Lima Rupiah ) yang bersumber dari Dana Desa (DD), Alokasi Dana Desa
(ADD) dan Dana Bagi Hasil (DBH).

4. Sarana dan Prasarana


Pengaspalan Jalan Poros Desa Kp. Kayu Dampit-Nagreg, Pembangunan Paving
Blok dan Auning Kantor Desa, Plat Deuicker Kp. Ciparanje, Plat Deuicker Kp. Bingbin,
Gedung POSYANDU Kp. Hambur, MCK di Kp. Ciparay, MCK Kp. Ciparanje, MCK Kp.
Cilame, MCK Kp. Kayu Dampit/ Kantor Desa dan Pembangunan, Paving Blok Kp. Tegal,
TPT Kp. Bingbin,
Untuk melanjutkan kegiatan sarana Prasarana lainnya yang belum dilaksanakan
rencana pelaksanaannya dilanjutkan pada tahun berikutnya.
BAB V
URUSAN PEMERINTAHAN LAINYA

A. KERJASAMA ANTAR DESA


1. Desa yang diajak kerjasama
Dalam pelaksanaan penyelenggaraan Pemerintahan Desa Cigoong Utara yang
tertuang dalam APBDes disebutkan bahwa semua pelaksanaan pembangunan baik fisik dan
nonfisik dituangkan tersendiri ke dalam RPJMDesa.
Pelaksanaan RPJMDesa mengacu pada APBDesa yang ditetapkan setiap tahunnya.
Dalam melaksanakan kerjasama antar desa, sampai saat ini pelaksanaan Kerjasama Antar
Desa belum dilaksanakan karena belum ada suatu kegiatan yang pelaksanaanya dengan desa
lain.

2. Dasar Hukum
a. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-
undangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 53, Tambahan
Lembaran Negara Nomor 4389);
b. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 4437) sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang
Nomor 8 Tahun 2005 Tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-
Undang Nomor 3 Tahun 2005 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun
2004 tentang Pemerintahan Daerah menjadi Undang-undang (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 108, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 4548);
c. Undang – undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa;
d. Peraturan Pemerintah Nomor 72 tahun 2005 tentang Desa (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2005 Nomor 158, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor 4587);
e. Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 29 Tahun 2006 tentang
Pedoman Pembentukan dan Mekanisme Penyusunan Peraturan Desa, pedoman tentang
pembentukan dan mekanisme penyusunan peraturan desa, perlu diatur dengan Peraturan
Daerah;

3. Bidang Kerjasama
Dalam kegiatan kerjasama antar desa sebetulnya banyak sekali kegiatan yang bisa
direncanakan dan dilaksanakan, namun hal tersebut saat ini belum terlaksana, Karena
pelaksanaan RPJMDes belum semuanya terlaksana.
4. Nama Kegiatan
Untuk jenis pekerjaan tertentu akan diberi nama kegiatan sesuai dengan jenis dan
macam kerjasamanya diantara desa yang bersangkutan, namun karena belum adanya
kerjasama maka belum ada yang berikan nama kegiatan tersebut.

5. Satuan Pelaksana Kegiatan Desa


Semua pelaksanaan kegiatan pemerintahan desa sumber pendanaannya ditopang
oleh Pemerintah Kecamatan dan Kabupaten serta sumber pendapatan desa lainya.
Pelaksanaan semua kegiatan pada dasarnya menggunakan data yang ada serta pembagian
tugas yang diberikan oleh instansi yang berkepentingan. Dalam kegiatannya pelaksanaan
pekerjaan dilakukan oleh semua aparat desa sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya,
serta melibatkan semua lembaga-lembaga difungsikan untuk mendukung pelaksanaan
kegiatan tersebut.

6. Data Perangkat Desa


Berikut data Perangkat Desa Cigoong Utara :

Pendidikan
No Nama Jabatan TTL
Terakhir

1 Anang Kepala Desa Lebak, 08-10-1972 SLTA


2 Deden Riki Hidayat, S.Kom Sekertaris Desa Lebak, 25-04-1990 S1
3 Kurni, S.Pd.I Kasi Pem Lebak, 15-01-1971 S1
4 Kurdi Kasi Ekbang Lebak, 04-11-1975 SLTA
5 Mahjum Kaur Umum Lebak, 07-08-1984 SLTA
6 Moh. Amin F, S.Pd Kaur Keuangan Lebak, 01-10-1990 S1
7 Eka Apriliani Pengolah Data Lebak, 03-04-1994 SLTA
8 Siska Juwita Lestari Bendahara Lebak, 06-01-1996 SLTA
9 Ahyudin, S.Pd Mantri Tani Lebak, 19-12-1987 S1
10 Asdi Suhasdi Staf Kebersihan Lebek, 05-06-1978 SLTA
11 Siti Ipah Paijah Sekertaris Bpd Lebak, 01-06-1995 SLTA
12 Roni Saputra Linmas Lebak, 20-04-1963 SLTA
13 Ayon Linmas Lebak, 08-09-1972 SLTA
14 A. Humaedi, S.Pd.I Linmas Lebak, 15-02-1986 S1
15 Cucun Sunarya Linmas Lebak, 12-01-1986 SMP

7. Sumber dan Jumlah Anggaran


Kebutuhan dana dalam pelaksanaan kerjasama antar desa disesuaikan dengan jenis
kegiatanya. Sumber pendanaanya diambil dari dana-dana yang tertuang dalam RPJMDesa
maupun APBDesa Desa Cigoong Utara dan Desa sekitar yang akan diajak kerjasama. Untuk
pelaksanaanya pada tahun ini masih sebatas Rencana dan belum ada Realisasi kegiatanya.
Karena pekerjaan yang dilaksanakan dengan melibatkan desa sekitar belum ada, namun telah
tertuang dalam RPJMDesa maupun APBDesa.

8. Jangka Waktu Kerjasama


Kerjasama Antar desa memerlukan pemikiran waktu yang panjang, karena semua
perencanaanya melalui beberapa tahapan dan persetujuan khususnya dari masyarakat.
Karena dalam penentuan pendapat serta persetujuan sering ada permasalahan maupun
kendala. Untung ruginya juga diperhitungkan dalam melaksanakan kerjasama tersebut.
Jangka waktu pelaksanaan kerjasama antar desa saat ini belum ditentukan karena belum ada
pelaksanaan kerjasama antar desa.

9. Hasil Kerjasama
Biasanya dari hasil kerjasama sebelumnya diadakan penanda tanganan kerjasama
(MOU). Di Desa Cigoong Utara tahun ini belum melaksanakan satupun kerjasama antar
desa. Karena belum ada pekerjaan ataupun pelaksanaan kegiatan. Kerjasama antar desa yang
dilaksanakan saat ini sekitar permasalahan warga masyarakat, perselisihan warga antar desa
dan lain sebagainya.

10. Permasalahan dan Penyelesaian


Setiap permasalahan yang timbul dalam penyelesainya dilaksanakan dengan azas
kekeluargaan. Saat ini yang sering dilaksanakan kerja sama antar desa masih sekitar
penyelesaian sengketa warga. Dan apabila dalam musyawarah tersebut belum berhasil maka
diselesaikan ketingkat atasnya. Namun permasalahan dalam pelaksanaan kegiatan fisik saat
ini belum dilaksanakan.

B. KERJASAMA DENGAN PIHAK KETIGA


1. Mitra Yang diajak Kerjasama.
Dalam pelaksanaan kerjasama Dengan Pihak Ketiga sampai saat ini hanya pada
kerjasama dengan Puskemmas dan UPT Pertanian Kecamatan Cigoong Utara.

2. Dasar Hukum
a. Undang-Undang Nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Derah (Lembaran Negara
Republik Indonesia tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara No. 4437),
sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2005 tentang penetapan
Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2005 tentang
Perubahan atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah
menjadi Undang – Undang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor
108, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4548);
b. Undang-Undang Nomor 33 tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara
Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia tahun
2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438),
c. Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 2005 tentang Desa (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2005 Nomor 158, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor 4587)
d. Undang – Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa;

3. Bidang Kerjasama
Bidang kerjasama yang direncanakan akan dilaksanakan adalah Kesehatan dan
Penguatan Kelembagaan Kelompok Tani.

4. Nama Kegiatan
Dalam pelaksanaan kerjasama diberbagai bidang, setiap kegiatan belum tentu ada
nama dan jenis kegiatanya. Pemerintah Desa Cigoong Utara memberi Nama Kegiatan
tersebut yaitu Peningkatan Kapasitas Kelompok Tani dan Kesadaran Masyarakat terhadap
Prilaku Pola Hidup Bersih dan Sehat, yang selanjutnya menghasilkan kegiatan pengkeriditan
jamban sehat bagi masyarakat kurang mampu.

5. Satuan Pelaksanaan Kegiatan Desa


Untuk Pelaksana Kegiatan tersebut diberikan kepada perangkat desa dalam
penanganan Administrasi oleh Sekretaris Desa dan Keuangannya oleh Bendahara Desa.

6. Sumber dan Jumlah Anggaran


Dalam melaksanakan kegiatan kerjasama ini sumber dana dari Pihak Ketiga untuk
Desa Cigoong Utara sejauh ini belum ada..

7. Jangka Waktu kerjasama


Untuk Jangka Waktu Kerjasama, dikarenakan untuk Desa Cigoong Utara belum ada
kerjasama dengan pihak ketiga tidak ada ketentuan jangka waktu.

8. Hasil Kerjasama
Hasil kerjasma dengan pihak ketiga belum dirasakan karena sejauh ini belum ada
kerjasama.

9. Permasalahan dan Penyelesaian


Terkait Permaslahan dan Penyelesaian dikarenakan belum adanya kerjasma dengan
pihaak ketiga, maka sejauh in belum ditemukan masalah.

C. BATAS DESA
1. Batas Desa
Batas desa merupakan batas wilayah administratif didalam Pemerintahan Desa yang
dikuatkan dengan perundang-undangan yang berlaku.
Berikut adalah Batas- batas Desa Cigoong Utara;
 Sebealah utara : Desa Sumurbandung
 Sebelah barat : Desa Curug Panjang
 Sebelah Timur : Desa Cigoong Selatan
 Sebelah Selatan : Desa Cigoong Utara
Sengketa masalah Batas Desa Cigoong Utara dengan desa-desa yang berbatasan secara
umum sampai saat ini tidak pernah terjadi apa lagi sampai menimbulkan masalah. Akan
tetapi untuk mengantisifasi hal tersebut agar tidak terjadi, perlu Penetapan oleh Pemerintah
Kabupaten yang sampai saat ini belum pernah dimiliki oleh Desa Cigoong Utara sejak
Kepemimpinan Kepala Desa saat ini.

2. Penyelesaian yang dilakukan


Didalam kehidupan bermasyarakat permasalahan sangat kompleks dan bervariasi. Jenis
permasalahan akibat batas desa di Desa Cigoong Utara belum ada permasalahan yang
menonjol. Karena di masing- masing desa sudah ada sosialisasi diantara beberapa desa
kepada masyarakat. Untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan maka Pemerintah Desa
Cigoong Utara mengadakan Sosialisasi pada masyarakat tentang batas desa dan yang
sejenisnya.

3. Satuan Pelaksanaan Kegiatan


Untuk tugas yang pembantuan dalam mengantisifasi permasalahan batas desa, pihak
Pemerintah Desa memberikan tugas kepada perangkat desa dan dibantu masyarakat desa
setempat yang berkepentingan dengan hal tersebut, seperti RW dan RT setempat.

4. Data Perangkat Desa


a. ANANG, Jabatan kepala Desa Cigoong Utara.
Tugas dan kewenangannya adalah menyelenggarakan urusan Pemerintahan,
Pembangunan dan kemasyarakatan yang menjadi kewenanganya, menyelenggarakan
tugas umum Pemerintahan dan melaksanakan tugas pembantuan dari Pemerintah,
Pemerintah Propinsi dan Pemerintah Kabupaten, sebagai Pemegang Kekuasaan
Pengelolaan Keuangan Desa, dan sebagainya.

b. DEDEN RIKI HIDAYAT, S.Kom Jabatan Sekretaris Desa Cigoong Utara


Sebagian tugas dan wewenangnya adalah menjalankan administrasi
Pemerintahan, Pembangunan dan kemasyarakatan didesa serta memberikan
pelayanan teknis administrasi kepada seluruh satuan Organisasi Pemerintah Desa,
Sebagai Koordinator Keuangan Desa dan lain sebagainya.

c. Kurni, S.Pd.I, Jabatan Kasi Pemerintahan Dan Trantib


Sebagian tugas dan wewenangnya adalah penyusunan rencana kegiatan,
menjabarkan, koordinator, pengumpulan, Penyusunan program dan
pengadministrasian di bidang kependudukan dan catatan sipil serta administrasi
pertanahan, Sebagai PTPKD dan lain sebagainya.

d. KURDI, Jabatan Kasi Ekbang Dan Kesra


Sebagian tugas dan wewenangnya adalah Penyusunan program dan
penyelenggaraan pembangunan di desa, menyusun program dan melaksanakan
bimbingan di bidang perekonomian, distribusi dan produksi serta melakukan
pelayanan kepada masyarakat di bidang perekonomian dan pembangunan, Sebagai
PTPKD dan lain sebagainya.

e. MAHJUM, Jabatan KAUR Umum


Sebagian tugasnya adalah melakukan pengadministrasian di bidang
keuangan dan Penyusunan Program dan melakukan pelayanan kepada masyarakat di
bidang kesejahteraan sosial, Penyusunan program dan melakukan pembinaan dalam
bidang keagamaan, keluarga berencana, kesehatan dan pendidikan masyarakat.
Penyusunan program dan membantu kegiatan zakat, infaq dan shodaqoh, dan lain
sebagainya.

f. MOH. AMIN.F, S.Pd, KAUR Keuangan


Sebagian tugasnya adalah melakukan pengadministrasian di bidang keuangan
g. SISKA J.L, Jabatan Bendahara Rutin
Sebagian tugasnya melakukan pengadministrasian sehari-hari di bidang
keuangan, Membantu KAUR Umum dan Keuangan dan lainnya sebagainya.

h. EKA APRILIANI, Jabatan Petugas Data


Sebagian tugasnya melakukan Pendataan terhadap penduduk yang ada di
wilayah Desa Cigoong Utara yang kemudian dilaporkan ke Kasi Pemerintahan buat
pelaporan ke tingkat kecamatan dan lain sebagainya.

i. AHYUDIN, S.Pd Jabatan Sebagai Mantri Tani Desa Desa Cigoong Utara
Sebagian tugasnya adalah menjadi penyambug lidah dalam dibidang pertanian
Anatara Masyakarat dengan Dinas Pertanian

j. ASDI SUHASDI, Jabatan Sebagai Staf Kebersihan Desa Cigoong Utara


Sebagian tugasnya adalah Menjaga Keberrsihan di luar dan di dalam Kantor
Desa Cigoong Utara
k. SITI IPAH PAIJAH, Jabatan Sebagai Skertaris BPD Desa Cigoong Utara
Sebagian tugasnya adalah melakukan pengadministrasi BPD sesuai dengan
Kebutuhan yang dibutuhkan oleh BPD.

l. RONI SAPUTRA, Jabatan Sebagai Linmas Desa Cigoong Utara


Sebagian tugasnya adalah melakukan atau melaksanakan keamanan didaerah
Desa dan melaksanakan Ketertiban Anatar Masyakarat.

m. CUCUN SUNARYA, Jabatan Sebagai Linmas Desa Cigoong Utara


Sebagian tugasnya adalah melakukan atau melaksanakan keamanan didaerah
Desa dan melaksanakan Ketertiban Anatar Masyakarat
n. A. HUMAEDI, S.Pd, Jabatan Sebagai Linmas Desa Cigoong Utara
Sebagian tugasnya adalah melakukan atau melaksanakan keamanan didaerah
Desa dan melaksanakan Ketertiban Anatar Masyakarat
o. AYON, Jabatan Sebagai Linmas Desa Cigoong Utara
Sebagian tugasnya adalah melakukan atau melaksanakan keamanan didaerah
Desa dan melaksanakan Ketertiban Anatar Masyakarat.

D. PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN BENCANA


1. Bencana yang terjadi dan penanggulanganya
Untuk penanggulangan bencana alam yang terjadi, Pemerintah Desa Cigoong Utara
berkoordinasi dengan Instansi terkait dan sebelumnya mengambil tindakan Penanganan
sementara bersama masyarakat sesuai kemampuan yang ada dalam rangka menangani
bencana tersebut.

2. Status Bencana
Pelaksanaan penanggulangan bencana di Desa Cigoong Utara dilaksanakan oleh
Karang Taruna Muda Bakti. Petugas tersebut bertugas mengkoordinir penanganan bencana
alam dan sejenisnya dengan instansi yang terkait yaitu Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan
Transmigrasi tingkat Kabupaten maupun Propinsi. Petugas ini terdiri dari unsur Perangkat
Desa, Tokoh Pemuda dan Masyarakat. Koordinasi dilakukan dengan melihat jenis bencana
yang terjadi. Apabila bencana alam tersebut terjadi dan tidak bisa bisa diatasi oleh Petugas
setempat, maka pihak desa berkoordinasi dengan pihak Kecamatan untuk diteruskan ke
Dinas terkait tersebut. Penanganan bencana tersebut melihat Status Bencana serta bahaya dan
penanggulangannya. Dalam keadaan demikian Koordinasi dengan instansi terkait sangat
diperlukan.

3. Sumber dan Jumlah Anggaran


Dalam penanganan semua Bencana Alam memerlukan biaya, Di Desa Cigoong
Utara untuk Anggaran Bencana Alam belum dianggarkan. Namun apabila terjadi bencana
maka Pemerintah Desa Cigoong Utara akan mencarikan Solusi untuk mendapatkan dana
darurat, dana yang diambil sumbernya dari Pendapatan Asli Desa dan apabila terjadi
dan tingkat kerusakan bencana tersebut besar maka biaya penanganan tersebut diserahkan
pada Pihak Kabupaten atau Propinsi.

4. Antisipasi Desa
Dalam mengantisipasi kejadian bencana alam, Pemerintah Desa Cigoong Utara
mengadakan musyawarah dengan Masyarakat agar menjaga dan memperbaiki Tanggul yang
berada di Pinggir Sungai yang sering Rusak sehingga luapan air sungai masuk ke
pemukiman.

5. Satuan Pelaksanaan Kegiatan Desa


Pelaksanaan kegiatan penanggulangan bencana alam, petugas yang melaksanakan
kegiatan tersebut terdiri dari, Aparatur Desa dan Masyarakat.

6. Kelembagaan yang dibentuk


Kelembagaan di Desa Cigoong Utara dalam kaitannya dengan tugas penanganan
bencana alam belum dibentuk secara Khusus.

7. Potensi bencana yang diperkirakan terjadi


Secara Geografis Desa Cigoong Utara keadaan pertanahannya adalah pegunungan
dan Bebukitan, maka potensi bencana sangat tinggi.

E. PENYELENGGARAAN KETENTRAMAN DAN KETERTIBAN UMUM


1. Gangguan Yang terjadi
Dalam melaksanakan ketertiban umum, di Desa Cigoong Utara dibentuk Karang
Taruna yang dibantu oleh Babinsa dan Babinmas. Untuk tahun 2017 gangguan keamanan
yang disebabkan oleh pencurian tidak ada. Kerukunan masyarakat terjaga walaupun imbas
program bantuan kepada masyarakat terjadi kecemburuan sosial, namun hal tersebut dapat
diatasi dan diadakan pembinaan dan pemahaman tentang program bantuan dari pemerintah
yang ditujukan kepada warga miskin desa.
2. Satuan Pelaksana Kegiatan Desa
Dalam melaksanakan ketertiban umum, Pemerintah Desa Cigoong Utara dibantu
Karang Taruna, BABINKAMTIBMAS dan BABINSA yang bertugas menyelesaikan
permasalahan dan Ketertiban Umum tingkat desa, baik perselisihan warga maupun kejadian
lainya.

3. Penanggulangan dan Kendalanya


Penanggulangan ketertiban umum jarang mendapatkan hambatan, keadaan umumnya
kondusif dan apabila ada gejolak-gejolak kecil dilapanangan cepat di atasi dengan cara
Kekeluargaan.
4. Keikutsertaan Aparat Keamanan dalam penanggulangan
Dalam menyelenggarakan dan penanggulangan Ketertiban umum, pihak Pemerintah
Desa Cigoong Utara selalu berkoordinasi dengan BABINSA dan BABINKAMTIBMAS
serta Karang Taruna.
5. Sumber dan Jumlah Anggaran
Pelaksanaan penyelenggaraan ketertiban umum dalam APBDesa sampai saat belum
dianggarkan, Mengingat Sumber dan besarnya Anggaran yang ada masih belum mampu
untuk mendanai kegiatan tersebut.
BAB VI
PENUTUP

Berhasilnya Pembangunan Desa Cigoong Utara sangat ditentukan oleh Partisifasi aktif
seluruh warga masyarakat serta pada kesungguhan, kemauan dan kerja keras seluruh aparat
Pemerintah Desa pada khusunya dan warga masyarakat pada umumnya.
Demikian Laporan Penyelenggaran Pemerintahan Desa (LPPD) Cigoong Utara Tahun
Anggara 2017 ini dibuat dengan sebenar-benarnya dan sangat Sederhana sehingga masih sangat jauh
dari kesempurnaan untuk itu kami mohon kritik dan saran demi menuju kearah perbaikan.

Cigoong Utara, 23 Februari 2018


Kepala Desa Cigoong Utara

ANANG
Lampiran Realisasi Anggaran Pelaksanaan APBDesa Tahun 2017

LAPORAN REALISASI PELAKSANAAN APBDesa TA 2017


PEMERINTAH DESA CIGOONG UTARA
KECAMATAN CIGOONG UTARA
AHIR TAHUN ANGGARAN 2017
(Januari s/d Desember 2017)

JUMLAH
JUMLAH REALISASI
KODE REKENING URAIAN LEBIH KURANG KET.
ANGGARAN ANGGARAN

1 2 4

1 PENDAPATAN 1,256,299,074 1,269,822,825 (13,523,751)

1 1 Pendapatan Hasil Desa 1,200,000 1,200,000 - PADES

1 1 1 Hasil Usaha Desa 1,200,000 1,200,000 -

1 1 1 1 BUMDes 1,200,000 1,200,000 -

1 1 1 2 Dst. -

1 1 2 Hasil Pengelolaan Kekayaan / Aset Desa 2,000,000 (2,000,000)

1 1 2 1 Bengkok Desa 2,000,000 (2,000,000)

1 1 2 2 Dst. -

1 1 3 Swadaya dan Partisipasi, serta Gotong Royong Masyarakat Desa -

1 1 3 1 Swadaya -

1 1 3 2 Partisipasi -

1 1 3 3 Gotong Royong -

1 1 3 4 Dst. -

1 1 4 Lain-lain Pendapatan Asli Desa 1,475,074 12,998,825 (11,523,751)

1 1 4 1 Penjualan Kekayaan Desa -

1 1 4 2 Bunga Bank 1,475,074 1,475,074 -

1 1 4 3 Pendapatan Asli Desa Yang Sah Lainya 11,523,751 (11,523,751)

1 2 Pendapatan Transfer 1,253,624,000 1,253,624,000 -

1 2 1 Dana Desa 826,615,000 826,615,000 - DD

1 2 1 1 Dana Desa 826,615,000 826,615,000 -

1 2 2 Bagian Dari Hasil Pajak & Retribusi Daerah Kabupaten 22,854,000 22,854,000 - DBH

1 2 2 1 Bagian Dari Hasil Pajak & Retribusi Daerah Kabupaten 22,854,000 22,854,000 -

1 2 3 Alokasi Dana Desa 374,155,000 374,155,000 - ADD

1 2 3 1 Alokasi Dana Desa 374,155,000 374,155,000 -

1 2 4 Bantuan Keuangan 30,000,000 30,000,000 - BANPROV

1 2 4 1 Bantuan Keuangan Provisni 30,000,000 30,000,000 -

1 2 4 2 Bantuan Keuangan Kabupaten

1 2 4 3 Bantuan Keuangan ………………………………………..

1 3 Pendapatan lain lain

1 3 1 Hibah Dari Kabupaten

1 3 1 1 Hibah …………………………….

1 3 2 Hibah dari Badan/Lembaga/Organisasi Swasta

1 3 2 1 Hibah …………………………..

1 3 3 Hibah dari Kelompok Masyarakat/Perorangan

1 3 3 1 Hibah …………………………..

1 3 4 Sumbangan dari Perantau

1 3 4 1 Hibah …………………………..

JUMLAH PENDAPATAN 1,256,299,074 1,269,822,825 (13,523,751)

2 BELANJA 1,258,850,404 1,247,743,000 11,107,404

2 1 BIDANG PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DESA 474,281,000 468,400,000 5,881,000

2 1 1 Penghasilan Tetap dan Tunjangan bagi Kepala Desa dan Perangkat 157,500,000 157,500,000 - ADD
Desa
2 1 1 1 Belanja Pegawai 157,500,000 157,500,000 -

2 1 2 Operasional Pemerintahan Desa 64,534,000 62,734,000 1,800,000 DD

2 1 2 1 Belanja Pegawai

2 1 2 2 Belanja Barang dan Jasa 43,934,000 42,134,000 1,800,000


2 1 2 3 Belanja Modal 20,600,000 20,600,000 -

2 1 3 Penunjang Operasional BPD 18,684,000 18,684,000 - DD

2 1 3 1 Belanja Pegawai

2 1 3 2 Belanja Barang dan Jasa 18,684,000 18,684,000 -

2 1 3 3 Belanja Modal

2 1 4 Insentif RT / RW 43,200,000 43,200,000 - ADD

2 1 4 1 Belanja Pegawai 43,200,000 43,200,000 -

2 1 4 2 Belanja Barang dan Jasa

2 1 7 Penunjang Penyelenggaraan Pemerintahan Desa 153,413,000 151,332,000 2,081,000 ADD

2 1 7 1 Belanja Pegawai 89,000,000 89,000,000 -

JUMLAH
JUMLAH REALISASI
KODE REKENING URAIAN LEBIH KURANG KET.
ANGGARAN ANGGARAN

1 2 4

2 1 7 2 Belanja Barang dan Jasa 34,713,000 32,632,000 2,081,000

2 1 7 3 Belanja Modal 29,700,000 29,700,000 -

2 1 8 Penyusunan Dokumen Perencanaan Desa RPJMDES & RKPDes 3,000,000 3,000,000 - DD

2 1 8 1 Belanja Pegawai

2 1 8 2 Belanja Barang dan Jasa 3,000,000 3,000,000 -

2 1 9 Penyusunan Dokumen Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa 3,000,000 3,000,000 - DD

2 1 9 1 Belanja Pegawai

2 1 9 2 Belanja Barang dan Jasa 3,000,000 3,000,000 -

2 1 10 Penyusunan Dokumen LPPD dan LKPJ Desa 1,500,000 1,500,000 - DD

2 1 10 1 Belanja Pegawai

2 1 10 2 Belanja Barang dan Jasa 1,500,000 1,500,000 -

2 1 11 Musyawarah Rencana Pembangunan Desa (Musrenbangdes) 2,500,000 2,500,000 - DD

2 1 11 1 Belanja Pegawai

2 1 11 2 Belanja Barang dan Jasa 2,500,000 2,500,000 -

2 1 12 Musyawarah Desa 11,250,000 11,250,000 - DD

2 1 12 1 Belanja Pegawai

2 1 12 2 Belanja Barang dan Jasa 11,250,000 11,250,000 -

2 1 14 Pendataan Profil Desa 3,000,000 3,000,000 - DD

2 1 14 1 Belanja Pegawai 3,000,000 3,000,000 -

2 1 15 Peningkatan Kapastitas Aparatur Desa, BPD dan Kelembagaan 2,000,000 - 2,000,000 DD


Masyarakat Desa
2 1 15 2 Belanja Barang dan Jasa 2,000,000 - 2,000,000

2 1 16 Evaluasi Perkembangan Desa/Lomba Desa 5,000,000 5,000,000 - DD

2 1 16 1 Belanja Pegawai 2,100,000 2,100,000 -

2 1 16 2 Belanja Barang dan Jasa 2,900,000 2,900,000 -

2 1 17 Pendataan Aset Desa 5,700,000 5,700,000 - DD

2 1 17 1 Belanja Pegawai 2,400,000 2,400,000 -

2 1 17 2 Belanja Barang dan Jasa 3,300,000 3,300,000 -

2 2 BIDANG PELAKSANAAN PEMBANGUNAN DESA 665,989,000 665,989,000 -

2 2 1 Pembangunan Pemanfaatan, Pemeliharaan Infrastruktur dan 445,626,000 445,626,000 -


Lingkungan Desa

Pembangunan Jalan Poros Desa Kp. Kayudampit - Nagreg 290,639,000 290,639,000 - DD

2 2 1 2 Belanja Barang dan Jasa

2 2 1 3 Belanja Modal 290,639,000 290,639,000 -

Paving Block Kantor Desa dan Auning Kantor desa 38,845,000 38,845,000 - DD

2 2 1 2 Belanja Barang dan Jasa

2 2 1 3 Belanja Modal 38,845,000 38,845,000 -

Pembangunan Tpt Kp. Bingbin 9,279,000 9,279,000 - DD

2 2 1 2 Belanja Barang dan Jasa

2 2 1 3 Belanja Modal 9,279,000 9,279,000 -

Flat Duicker Kp. Ciparanje 20,724,000 20,724,000 - DD

2 2 1 2 Belanja Barang dan Jasa

2 2 1 3 Belanja Modal 20,724,000 20,724,000 -

Flat Duicker Kp. Bingbin 7,604,000 7,604,000 - DD

2 2 1 2 Belanja Barang dan Jasa

2 2 1 3 Belanja Modal 7,604,000 7,604,000 -

Pembangunan Gedung Posyandu Kp. Hambur 43,493,000 43,493,000 - DD

2 2 1 2 Belanja Barang dan Jasa


2 2 1 3 Belanja Modal 43,493,000 43,493,000 -

Pembangunan Paving Block Kp. Tegal 30,000,000 30,000,000 - BANPROV

2 2 1 2 Belanja Barang dan Jasa

2 2 1 3 Belanja Modal 30,000,000 30,000,000 -

Biaya Perawatan/Pemeliharan Kantor 5,042,000 5,042,000 - ADD

2 2 1 2 Belanja Barang dan Jasa

2 2 1 3 Belanja Modal 5,042,000 5,042,000 -

2 2 2 Pembangunan pemanfaatan dan Pemeliharaan Sarana Pendidikan 36,000,000 36,000,000 - DD


dan Kebudayaan
Insentif dan Guru PAUD 36,000,000 36,000,000 - DD

2 2 2 2 Belanja Barang dan Jasa 36,000,000 36,000,000 -

2 2 2 3 Belanja Modal

2 2 4 Pelestarian Lingkungan Hidup 184,363,000 184,363,000 -

Pembangunan Mck Kp. Ciparay 45,481,000 45,481,000 - DD

2 2 4 2 Belanja Barang dan Jasa

2 2 4 3 Belanja Modal 45,481,000 45,481,000 -

Pembangunan Mck Kp. Ciparanje 45,481,000 45,481,000 - DD

2 2 4 2 Belanja Barang dan Jasa

2 2 4 3 Belanja Modal 45,481,000 45,481,000 -

Pembangunan Mck Kp. Cilame 45,481,000 45,481,000 - DD


Kepala Desa Cigoong Utara

ANANG
PEMERINTAH KABUPATEN LEBAK
KECAMATAN CIGOONG UTARA
KANTOR DESA CIGOONG UTARA
Alamat: Jl. Raya Tajur Pasir Malati Km 03 Desa Cigoong Selatan - Cigoong Utara, 42356

KEPUTUSAN KEPALA DESA CIGOONG UTARA


KECAMATAN CIGOONG UTARA
Nomor : 140/16 -Ds.CU.2005/Kep/II/2017
TENTANG
LAPORAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DESA
( LPPD )
AKHIR TAHUN ANGGARAN 2017

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA


KEPALA DESA CIGOONG UTARA,

Menimbang : a. bahwa agar perencanaan, pelaksanaan, penatanusahaan, pelaporan dan


pertangungjawaban pelaksanaan penyelenggaraan Pemerintahan Desa,
pelaksanaan pembangunan Desa, pembinaan kemasyarakatan Desa,
dan pemberdayaan masyarakat Desa dikelola berdasarkan azas-azas
transfaran, akuntabel, partisipatif serta dilakukan dengan tertib dan
disiplin anggaran perlu diatur dengan Peraturan Desa;
b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada huruf
a, perlu menetapkan Keputusan Kepala Desa Cigoong Utara tentang
Laporan Penyelenggaraan Pemerintah Desa Tahun Anggaran 2015;
Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan
Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 75,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3851);
2. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2000 tentang Pembentukan
Propinsi Banten (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000
Nomor 182, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor
4010);
3. Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa (Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 7, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5495);
4. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan
Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005
Nomor 140, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor
4578);
5. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian
Urusan Pemerintahan antara Pemerintah, Pemerintah Daerah Provinsi
dan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2007 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 4773);
6. Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2007 tentang Pengelolaan
Keuangan Negara/Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 2007 Nomor 83, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 4738);
7. Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2014 tentang Peraturan
Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 123,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5539);
8. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang
Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah sebagaimana telah diubah
beberapa kali terakhir dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor
21 Tahun 2011 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Menteri
Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan
Keuangan Daerah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2011
Nomor 310);
9. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 37 Tahun 2007 tentang
Pedoman Pengelolaan Keuangan Desa (Berita Negara Republik
Indonesia Tahun 2007 Nomor 37);
10. Peraturan Kepala Lembaga KebijakanPengadaan Barang/Jasa
Pemerintah Nomor 13 Tahun 2013 tentang Pedoman Tata Cara
Pengadaan Barang/Jasa di Desa (Berita Negara Republik Indonesia
Tahun 2013 Nomor 367);
11. Peraturan Daerah Kabupaten Lebak Nomor 3 Tahun 2006 tentang
Pembentukan, Penataan, dan Perubahan Nama Desa-Desa di Wilayah
Kabupaten Lebak (Lembaran Daerah Kabupaten Lebak Tahun 2006
Nomor 3 Seri D);
12. Peraturan Daerah Kabupaten Lebak Nomor 15 Tahun 2006 tentang
Pokok-Pokok Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Daerah
Kabupaten Lebak Tahun 2006 Nomor 15);
13. Peraturan Daerah Kabupaten Lebak Nomor 14 Tahun 2006 tentang
Desa (Lembaran Daerah Kabupaten Lebak Tahun 2006 Nomor 14)
sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Daerah Kabupaten Lebak
Nomor 7 Tahun 2012 tentang Perubahan atas Peraturan Daerah
Kabupaten Lebak Nomor 14 Tahun 2006 tentang Desa (Lembaran
Daerah Kabupaten Lebak Tahun 2012 Nomor 7);
14. Peraturan Daerah Kabupaten Lebak Nomor 19 Tahun 2006 tentang
Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Kabupaten dan Desa
(Lembaran Daerah Kabupaten Lebak Tahun 2006 Nomor 19);
15. Peraturan Daerah Kabupaten Lebak Nomor 1 Tahun 2008 tentang
Pembentukan, Penataan, dan Perubahan Nama-nama Desa di Wilayah
Kabupaten Lebak (Lembaran Daerah Kabupaten Lebak Tahun 2008
Nomor 1);
16. Peraturan Bupati Lebak Nomor 39 Tahun 2014 tentang Pengelolaan
Keuangan Desa (Lembaran Daerah Kabupaten Lebak Tahun 2014
Nomor 39);
17. Peraturan Bupati Lebak Nomor 40 Tahun 2014 tentang Belanja
Barang Jasa Pemerintahan Desa (Lembaran Daerah Kabupaten Lebak
Tahun 2014 Nomor 40);
18. Peraturan Bupati Lebak Nomor 41 Tahun 2014 tentang Pedoman
Penyusunan Anggran Pendapatan dan Belanja Desa Tahun Anggaran
2015 (Lembaran Daerah Kabupaten Lebak Tahun 2014 Nomor 41);

MEMUTUSKAN
Menetapkan :

KESATU : Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Desa Cigoong Utara,


Kecamatan Cigoong Utara Kabupaten Lebak Tahun Anggaran 2017,
sebagaimana tersebut dalam Lampiran Keputusan ini.

KEDUA : Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Desa sebagaimana dimaksud


dalam Diktum KESATU dibuat dan dipertanggungjawabkan kepada
Bupati Lebak, sebagai bagian dari pelaksanaan tugas dan kewajiban
Kepala Desa.

KETIGA : Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.


Ditetapkan di : Cigoong Utara
Pada tanggal : 23 Februari 2017
KEPALA DESA CIGOONG UTARA

ANANG
Tembusan :
1. Yth. Ibu Bupati Lebak
2. Yth. Bapak Camat Cigoong Utara
3. Yth. Ketua BPD Cigoong Utara