Anda di halaman 1dari 6

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan pada Allah SWT, Karena atas berkat dan
rahmat-Nya saya dapat menyelesaikan penyusunan makalah Gerontik
Keperawatan ini saya harapkan makalah yang telah saya susun dapat bermanfaat
bagi para pembaca atau pihak lain yang membutuhkan informasi. Adapun tujuan
makalah ini dibuat untuk menambah wawasan saya, penulis khususnya dan
pembaca pada umumnya .
Tidak lupa saya ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah
membantu terselesainya makalah saya ini. Saya menyadari bahwa makalah ini
masih jauh dari kata sempurna untuk itu saya mengharapkan kritik dan
sarannya. Saya berharap agar makalah ini dapat dijadikan sebagai salah satu
sumber bacaan dan dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.

Cilacap, 22 Februari 2019

Penulis
2.1 Pathway

Sumber : Nurarif, A. H., & Kusuma, H., 2015.Hal. 102


BAB IV

PEMBAHASAN

4.1 Hasil dan Alasan


Hasil keperawatan yang dilakukan pada Ny.Y.S selama 3x9 jam
dengan diagnosa pertama yaitu nyeri kronik berhubungan dengan agen cedera
biologis didapatkan hasil bahwa klien terkadang masih merasakan nyeri
namun sudah tidak seperti pada hari pertama dan kedua implemntasi. Pada
hari ketiga di dapatkan hasil data subjektif :
P : Karena TD tinggi
Q : sekot-cekot
R : leher dan tengkuk
S :3
T : Hilang timbul
Sedangkan pada diagnosa yang kedua yaitu gangguan pola tidur
berhubungan dengan kondisi lingkungan didapatkan hasil bahwa klien
mengatakan sudah bisa tidur dengan baik. Dengan data objektifnya yaitu klien
tampak tampak segar di pagi hari, tidur malam dari jam 8-jam 5, jika
terbangun akan mudah untuk memulai tidur.
4.2 Hambatan
Hambatan dalam tugas ini berkomunikasi dengan para lansia terkadang
para lansia menggunakan bahasa jawa sehingga terkadang sulit untuk
dipahami.
BAB V

PENUTUP

5.1 Kesimpulan
Hipertensi adalah suatu keadaan dimana seseorang mengalami
peningkatan tekanan darah diatas normal yang mengakibatkan peningkatan
angka morbiditas dan angka kematian (mortalitas), (Adib, 2009).
Hipertensi merupakan penyakit yang dapat menyerang siapa saja, baik
muda maupun tua. Penderita hipertensi biasanya tidak mengetahui bahwa
mereka menderita hipertensi sebelum memeriksakan tekanan darahnya
sehingga Hipertensi sering dikategorikan sebagai The silent desease. Pasien
hipertensi umumnya tidak mengalami tanda dan gejala sebelum terjadi
komplikasi seperti stroke, serangan jantung, gagal jantung, dan gagal ginjal
kronik (Wahdah, 2011).
5.2 Saran
Kepada klien agar lebih mengerti tentang kondisi yang dapat
memperburuk hipertensi klien serta agar lebih mengetahui bagaimana cara
mengontrol tekanan darah agar tidak memperburuk hipertensi klien.
BAB IV

PEMBAHASAN

4.1 Hasil dan alasan


Hasil keperawatan yang dilakukan pada Ny.S selama 3x9 jam
dengan diagnosa pertama yaitu nyeri kronik berhubungan dengan agen
cedera biologis didapatkan hasil bahwa klien masih merasakan nyeri
namun sudah tidak seperti pada evaluasi hari pertama dan kedua
implementasi. Pada hari ketiga di dapatkan hasil data subjektif :
P : proses inflamasi
Q : ngilu
R : persendian
S :3
T : meningkat di pagi hari
Sedangkan pada diagnosa yang kedua yaitu hambatan mobilitas
fisik berhubungan dengan adanya nyeri di dapatkan hasil bahwa klien
tidak bisa jalan terlalu lama dan mudah lelah. Data objektifnya adalah
klien terlihat berjalan lambat dan sering istirahat ketika berjalan.

4.2 Hambatan
Hambatan dalam tugas ini berkomunikasi dengan para lansia
terkadang para lansia menggunakan bahasa jawa sehingga terkadang sulit
untuk dipahami.
BAB V

PENUTUP

5.1 Kesimpulan
Rheumatoid artritis (RS) adalah penyakit autoimun (penyakit yang
pada saat tubuh diserang oleh sistem kekebalan tubuhnya sendiri) yang
mengakibatkan peradangan dalam waktu lama pada sendi. Penyakit ini
menyerang persendian, biasanya mengenai banyak sendi yang ditandai
dengan radang pada membran sinovial dan struktur sendi serta atrofi otot dan
penipisan tulang.
Penyebab penyakit rheumatoid artritis belum diketahui secara pasti,
namun faktor presisposisinyaadalah mekanisme adalah mekanisme imunitas
(anitegn-antibodi). Faktor metabolik dan infeksi virus ( Suratun, Heryati,
Manurung & Reenah, 2008).
5.2 Saran
Diharapkan agar mampu memahami dan mengerti tentang penyakit
rheumatoid atritis dan dapat menerapkan bagaimana cara penanganan pasien
dengan rheumatoid atritis.