Anda di halaman 1dari 6

TATA LAKSANA PENGGUNAAN MWD

No.Dokumen No. Revisi Halaman

1/1
SOP/IRM/01

Tanggal Terbit Ditetapkan oleh :


STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL
Nama : dr.Kristianto Budiono
Jabatan : Direktur
MWD adalah suatu modalitas pemanasan dalam memperbaiki gelombang elektromagnetik
menjadi energi yang memiliki frekuensi 9,5 MHZ dan 2456 MHZ memiliki penetrasi 3 cm
Pengertian ke dalam jaringan otot. Efek yang dimanfaatkan adalah panas.

1. Mengurangi nyeri
2. Memperlancar sirkulasi darah
Tujuan 3. Mengurangi spasme
4. Mengurangi peradangan
5. Meningkatkan metabolism
6. Mengurangi kekakuan sendi
Surat Keterangan Direktur Nomor _____________ tentang Kebijakan Pelayanan Rehabilitasi
Medik Rumah Sakit Bella.
Kebijakan
1. Persiapan alat & persiapan pasien
a. Hubungkan alat dengan sumber arus
Prosedur/Tata Cara b. Pastikan semua tombol dalam posisi nol
c. Pastikan semua kabel dalam kondisi baik
d. Tentukan jenis elektroda yang sesuai dengan kondisi
e. Terangkan kepada pasien hal-hal yang akan dilakukan dan yang akan
dirasakan serta waktu yang diperlukan.
f. Posisikam area yang akan diterapi dalam posisi layanan bebas dari pakaian
dan perhiasan yang mengandung metal /logam,monitor semua alat.
g. Periksa sensai kulit ada infeksi kulit dan luka terbuka di daerah yang akan
diterapi
2. Pelaksanaan
a. Alat di “ on “ kan
b. Aplikasikan electrode pada daerah yang akan diterapi ( jarak electrode 10-15
cm dan tegak lurus dengan area terapi )
c. Pastikan kabel-kabel tidak menyentuh anggota tubuh
d. Tentukan waktu terapi ( 10- 15 menit ) : dengan memutar tombol
e. Tentukan intensitas sesuai tolerensi pasien
f. Terapis memonitor panas yang dirasakan pasien secara berkala
g. Setelah alat berbunyi terapi selesai.
h. Elektrode diangkat dan dikembalikan ke tempatnya.
i. Tombol – tombol diposisikan nol
j. Pasien merapikan pakaiannya lalu dipersilahkan untuk keluar
k. Petugas merapikan alat dan lingkungan
3. Pengecekan alat oleh maintenance 3 bulan sekali
4. Kalibrasi alat 1 tahun sekali
- Medis
- Unit Fisioterapi
Unit Terkait
- Maintenance
TATA LAKSANA PENGGUNAAN INFRA RED
No.Dokumen No. Revisi Halaman

1/1
SOP/IRM/02

Tanggal Terbit Ditetapkan oleh :


STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL
Nama : dr.Kristianto Budiono
Jabatan : Direktur
Infra Red adalah pancaran gelombang elektro magnetic dengan panjang gelombang 7700 –
Pengertian 14000 Augstrom yang mempunyai kedalaman penetrasi sampai pada lapisan kulit superficial

1. Untuk relaksasi otot


2. Untuk mengurangi nyeri
Tujuan 3. Untuk melancarkan perdaran darah
Surat Keterangan Direktur Nomor _____________ tentang Kebijakan Pelayanan Rehabilitasi
Medik Rumah Sakit Bella.
Kebijakan
1. Persiapan alat dan persiapan pasien
a. Hubungkan alat dengan sumber arus
Prosedur/Tata Cara b. Pastikan semua tombol dalam posisi nol
c. Pastikan semua kabel dalam kondisi baik
d. Terangkan kepada pasien hal – hal yang akan dilakukan dan yang akan
dirasakan serta waktu yang diperlukan
e. Posisikan area yang diterapi dalam posisi bebas dari pakaian
2. Pelaksaanaan
a. Arahkan lampu pada area yang akan diterapi dengan jarak kurang lebih 30 –
50 cm
b. Stop kontak dihubungkan
c. Putar tombol timer ( 10 – 15 menit )
d. Pastikan pasien merasa hangat yang cukup
e. Terapis memonitor panas yang dirasakan pasien secara berkala
f. Setelah timer berbunyi dinyatakan terapi selesai
g. Lampu dirapikan kembali
h. Pasien dipersilahkan merapikan pakaiannya dan dipersilahkan keluar dari
ruangan
i. Terapi selesai
j. Petugas merapikan alat dan lingkungan
3. Pengecekan alat oleh maintenance 3 bulan sekali
4. Kalibrasi alat 1 tahun sekali
- Medis
- Unit Fisioterapi
Unit Terkait
- Maintenance
TATA LAKSANA PENGGUNAAN SWD
No.Dokumen No. Revisi Halaman

SOP/IRM/03 1/1

Tanggal Terbit Ditetapkan oleh :


STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL
Nama : dr.Kristianto Budiono
Jabatan : Direktur
SWD adalah suatu modalitas pemanasan dalam mengubah energy elektromagnetik energi
Pengertian panas dengan 3 frekuensi 40, 68 MHZ ,132,56 MHZ umumnya menggunakan frekuensi
27,12 MHZ.
Tujuan 1. Mengurangi nyeri
2. Memperlancar sirkulasi darah
3. Mengurangi spasme
4. Mengurangi peradangan
5. Meningkatkan metabolism
6. Mengurangi kekakuan sendi
Kebijakan Surat Keterangan Direktur Nomor _____________ tentang Kebijakan Pelayanan Rehabilitasi
Medik Rumah Sakit Bella.
1. Persiapan alat & persiapan pasien
a. Hubungkan alat dengan sumber arus
Prosedur/Tata Cara b. Pastikan semua tombol dalam posisi nol
c. Pastikan semua kabel dalam kondisi baik
d. Tentukan jenis elektroda yang sesuai dengan kondisi
e. Terangkan kepada pasien hal-hal yang akan dilakukan dan yang akan
dirasakan serta waktu yang diperlukan.
f. Posisikam area yang akan diterapi dalam posisi layanan bebas dari pakaian
dan perhiasan yang mengandung metal /logam dan monitor semua alat.
g. Periksa sensai kulit ada infeksi kulit dan luka terbuka di daerah yang akan
diterapi.
2. Pelaksanaan
a. Alat di “ on “ kan
b. Aplikasikan electrode pada daerah yang akan diterapi ( jarak electrode 10-15
cm dan tegak lurus dengan area terapi )
c. Pastikan kabel-kabel tidak menyentuh anggota tubuh
d. Tentukan waktu terapi ( 10- 15 menit ) : dengan memutar tombol
e. Tentukan intensitas sesuai tolerensi pasien
f. Terapis memonitor panas yang dirasakan pasien secara berkala
g. Setelah alat berbunyi terapi selesai.
h. Elektrode diangkat dan dikembalikan ke tempatnya.
i. Tombol – tombol diposisikan nol
j. Pasien merapikan pakaiannya lalu dipersilahkan untuk keluar
k. Petugas merapikan alat dan lingkungan
3. Pengecekan alat oleh maintenance 3 bulan sekali
4. Kalibrasi alat 1 tahun sekali
Unit Terkait - Medis
- Unit Fisioterapi
- Maintenance
TATA LAKSANA PENGGUNAAN TENS
No.Dokumen No. Revisi Halaman

SOP/IRM/04 1/1

Tanggal Terbit Ditetapkan oleh :


STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL
Nama : dr.Kristianto Budiono
Jabatan : Direktur
TENS merupakan stimulasi saraf dengan listrik melalui kulit dengan frekuensi 15 – 200 Hz
Pengertian dan panjang gelombangnya 0,1 – 0,5 milidetik

Tujuan 1. Untuk mengurangi nyeri


2. Merangsang saraf sensorik
3. Merangsang terbentuknya endophrin dan opiate endogen
Kebijakan Surat Keterangan Direktur Nomor _____________ tentang Kebijakan Pelayanan Rehabilitasi
Medik Rumah Sakit Bella.
1. Persiapan alat & perisapan pasien
a. Hubungkan alat dengan sumber arus
Prosedur/Tata Cara b. Pastikan semua tombol dalam posisi nol
c. Pastikan semua kabel dalam kondisi baik
d. Basahi elektroda dengan air
e. Siapkan handuk
f. Siapkan strepping , isolasi, bantal pasir dan perekat lain
g. Terangkan kepada pasien hal – hal yang akan dilakukan dan yang akan
dirasakan serta waktu yang diperlukan
h. Posisikan area yang akan diterapi dalam posisi bebas dari pakaian
2. Pelakasanaan
a. Alat di “ on “ kan
b. Petugas mencuci tangan
c. Letakkan elektroda pada area yang akan diterapi dan difixasi ( anoda pada
tempat yang nyeri ,katoda sebelah distal tempat nyeri )
d. Putar tombol timer pada menit ke 10-15
e. Naikkan Intensitas pelan- pelan sampai pasien merasakan ada getaran atau
rasa seperti digigit semut.
f. Terapis sering memonitor apakah arus bekerja dengan baik
g. Bila waktu ( timer ) berbunyi berarti terapi telah selesai.
h. Electrode diangkat lalu dirapikan, dikembalikan pada tempatnya
3. Pengecekan alat oleh maintenance 3 bulan sekali
4. Kalibrasi alat 1 tahun sekali
- Medis
- Unit Fisioterapi
Unit Terkait
- Maintenance
TATA LAKSANA PENGGUNAAN ULTRA SOUND
No.Dokumen No. Revisi Halaman

SOP/IRM/05 1/1

Tanggal Terbit Ditetapkan oleh :


STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL
Nama : dr.Kristianto Budiono
Jabatan : Direktur
Ultra Sound adalah gelombang suara dalam bentuk vibrasi akustik frekuensi tinggi ( 1700
Pengertian Hz ) efek yang dimanfaatkan untuk terapi adalah efek fibrasi atau getaran

1. Meningkatkan vaskularisasi
2. Meningkatkan permobilitas jaringan kolagen
Tujuan
3. Mengurangi nyeri
4. Mengurangi spasme otot/relaksasi
Kebijakan Surat Keterangan Direktur Nomor _____________ tentang Kebijakan Pelayanan Rehabilitasi
Medik Rumah Sakit Bella.
1. Persiapan Alat & Persiapan pasien
a. Hubungkan alat dengan sumber arus
Prosedur/Tata Cara b. Pastikan semua tombol dalam posisi nol
c. Siapkan media yang akan digunakan ( jelly / air )
d. Siapkan handuk
e. Terangkan kepada pasien hal – hal yang akan dilakukan dan yang akan
dirasakan serta waktu yang diperlukan
f. Posisikan pasien pada posisi yang nyaman
2. Pelaksanaan
a. Alat di “ on “ kan
b. Petugas mencuci tangan
c. Oleskan jelly pada area yang akan diterapi /masukkan anggota badan yang
akan diterapi ke dalam baskom yang berisi air
d. Tentukan tranducer yang dipakai 1 MHz/ 4 MHz
e. Tentukan waktu terapi ( 5 – 10 menit )
f. Gerakan tranducer diatas area scara sirkular / tranversal
g. Tentukan intensitas yang digunakan rendah 0,3 w/cm, sedang 0,3 w / cm,
untuk continous tinggi 1,2 – 3 w /cm untuk continous, maksimal 5 w /cm
untuk intermiten
h. Kerjakan sampai waktu terapi selesai
i. Bersihkan tranducer dari jelly dan kembalikan ke tempatnya
j. Bersihkan area yang diterapi dari jelly / air jarak antara branducer dengan
area 1 – 2 cm , air yang digunakan steril
k. Kembalikan tombol – tombol dalam posisi nol & switch power di “ off “
kan
l. Alat – alat dirapikan kembali
m. Terapi selesai dilakukan
n. Petugas merapikan alat dan lingkungan
3. Pengecekan alat oleh maintenance 3 bulan sekali
4. Kalibrasi alat 1 tahun sekali
- Medis
- Unit Fisioterapi
Unit Terkait
- Maintenance
TATA LAKSANA PENGGUNAAN NEBULIZER
No.Dokumen No. Revisi Halaman

SOP/IRM/06 1/1

Tanggal Terbit Ditetapkan oleh :


STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL
Nama : dr.Kristianto Budiono
Jabatan : Direktur
Pengertian Nebulizer adalah alat yang bisa mengubah obat yang berbentuk larutan menjadi aerosol
secara terus menerus dengan tenaga yang berasal dari udara yang dipadatkan atau gelombang
Tujuan 1. Untuk mencairkan dahak pada saluran nafas
2. Untuk meningkatkan ventilasi pernafasan
3. Untuk memelihara hygiene saluran pernafasan
Kebijakan Surat Keterangan Direktur Nomor _____________ tentang Kebijakan Pelayanan Rehabilitasi
Medik Rumah Sakit Bella.
Prosedur/Tata Cara 1. Persiapan alat dan persiapan pasien
a. Lakukan proses sterilisasi alat tiap hari terhadap semua alat yang
berhubungan dengan tabung aquadest,tempat cairan obat dan mouth piece
b. Hubungkan alat dengan sumber arus
c. Pastikan semua kabel dalam kondisi baik
d. Isi tabung aquadest dengan obat yang diperlukan pada tabung inhalator
e. Posisikan pasien dalam posisi yang nyaman
2. Pelaksaanaan
a. Pencet tombol “On” pada mesin
b. Terangkan kepada pasien cara menghirup uap dengan benar
c. Kontrol frekuensi dan irama pernafasan selama proses inhalasi berlangsung
d. Selesai inhalasi, matikan mesin dengan pencet tombol “Off”
e. Terapi selesai,alat dilepas dan rapikan
3. Pengecekan alat oleh maintenance 3 bulan sekali
4. Kalibrasi alat 1 tahun sekali
UNIT TERKAIT - Medis
- Unit Fisioterapi
- Maintenance