Anda di halaman 1dari 3

Bagaimana menentukan Mr suatu senyawa nonelektrolit dan nama senyawa tersebut

melalui percobaan penentuan kenaikan titik didih, bila data yang telah diperoleh adalah
Kb, titik didih pelarut, titik didih larutan, massa zat terlarut, massa pelarut, dan rumus
empiris zat terlarut ? Contoh senyawa nonelektrolit adalah heksosa dan Pentosa, berapa
massa molekul relatif masing-masing senyawa tersebut?

Langkah pertama adalah menentukan kenaikan titik didih (∆Tb) dengan rumus
∆Tb = Titik didih larutan–titik didih pelarut

Langkah kedua adalah menghitung kemolalan (m) menggunakan data Kb dan ∆Tb
∆Tb = Kb x m

Langkah ketiga adalah menentukan Mr dengan menggunakan rumus :

𝑔𝑟 1000
m= x dengan m : kemolalan
𝑀𝑟 𝑃
gr : massa zat terlarut
Mr : massa molekul relatif zat terlarut
p : massa zat pelarut

Untuk menentukan nama zat terlarut (Rumus molekul) bisa digunakan data rumus
empiris dan Mr zat terlarut
RM = n (RE)

Contoh soal :

Senyawa X adalah salah satu senyawa non elektrolit dengan rumus empiris CH2O.
Senyawa tersebut dilarutkan sebanyak 18 gram dalam 250 mL air dan mendidih pada
suhu 100,208 OC. Tentukanlah Mr dan rumus molekul dari senyawa tersebut! (Kb air =
0,52 OC /m, Tb0 = 100 OC, massa jenis air = 1 gr/mL, Ar C =12, Ar H = 1, dan Ar O = 16)

Diket : gr X = 18 gram
V air = 250 mL
Tb larutan = 100,208 OC
Kb air = 0,52 OC/m
Tb0 = 100 OC
massa jenis air = 1 gr/mL
RE = CH2O
Ar C =12, Ar H = 1, dan Ar O = 16

Ditanya : Mr ...... ?
Rumus molekul ?

Penyelesaian :
Massa air = V air x massa jenis air
Massa air = 250 mL x 1 gr/mL = 250 gram
∆Tb = Titik didih larutan –titik didih pelarut

∆Tb = 100,208 OC – 100 OC = 0,208 OC


𝑔𝑟 1000
∆Tb = Kb x 𝑀𝑟 x 𝑃

18 𝑔 1000
0,208 OC = 0,52 OC /m x x 250 𝑔
𝑀𝑟 𝑋
Mr X = 180
Mr RM = n (Mr RE)
180 = n (1. Ar C + 2. Ar H + 1 . Ar O)
180 = n (1. 12 + 2 . 1 + 1 . 16)
n = 180/30 =6
maka RM = 6 (CH2O) = C6H12O6 (Heksosa).

Bagaimana perbandingan antara (a) titik beku pelarut dengan titik beku larutan ?, (b)
Titik didih pelarut dengan titik didih larutan ? dan (c) Tekanan uap pelarut dengan tekanan
uap larutan ?

Antara titik beku pelarut dengan titik beku larutan, titik beku larutan lebih kecil dari titik
beku pelarut karena adanya zat terlarut menghalangi pengaturan molekul – molekul
pembentuk kristal padat. Untuk perbandingan titik didih pelarut dan titik beku larutan , titik
didih larutan lebih tinggi dari titik didih pelarut karena adanya zat terlarut menghalangi
gerak molekul pelarut sehingga mempersulit lepasnya molekul dari fase cair menjadi gas.
Sedangkan untuk tekanan uap larutan lebih rendah dari tekanan uap pelarut.

Dua buah larutan yang masing-masing bervolume sama yang dibuat dengan melarutkan
zat tertentu dalam air, Larutan A mengandung larutan elektrolit biner, sedangkan larutan
B mengandung larutan nonelektrolit. Konsentrasi kedua larutan sama. Bagaimana
perbandingan a. Titik didih kedua larutan tersebut ?,
b. Penurunan titik beku kedua larutan dan c. Tekanan osmosis kedua larutan ?

Zat dengan volum dan konsentrasi sama akan mengandung jumlah mol yang sama,
dengan demikian molalitasnya juga sama. Penurunan titik beku, dan kenaikan titik didih
dipengaruhi oleh molalitas. Jika zat terlarutnya berupa elektrolit dan nonelektrolit maka
akan berpengaruh dimana dalam larutan elektrolit akan memiliki jumlah zat terlarut lebih
banyak dari nonelektrolit. Semakin banyak zat terlarut maka titik didih larutan akan
semakin besar dan titik beku larutannya akan semakin kecil. Jadi kesimpulannya titik
didih larutan elektrolit lebih besar dari larutan nonelektrolit dan titik bekunya lebih kecil
dari larutan nonelektrolit.
Jumlah zat terlarut juga berpengaruh pada tekanan osmotik larutan dimana semakin
banyak partikel zat terlarut maka tekanan osmotiknya akan semakin besar. Larutan
elektrolit mempunyai jumlah partikel yang lebih banyak dari larutan nonelektrolit sehingga
tekanan osmotiknya juga lebih besar.

Terima Kasih,,,