Anda di halaman 1dari 24

PEDOMAN PENGORGANISASIAN

PENGCEGAHAN DAN PENGENDALIAN INFEKSI


DI RSIA ‘AISYIYAH KLATEN

RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK ‘AISYIYAH KLATEN

JL. K.H. HASYIM AZHARI, MOJAYAN,KLATEN TENGAH, KLATEN

Telp. 0272-320566 Fax. 0272-328440


RSIA ‘AISYIYAH KLATEN
VISI

“Menjadi rumah sakit Pilihan khusus ibu dan anak, unggul dalam pelayanan, Islami
dan memuaskan.”

MISIMISI

1. Memberikan pelayanan kesehatan khusus ibu dan anak secara profesional dengan
fasilitas yang lengkap, sumber daya manusia yang berkualitas, dan terakreditasi.
2. Membangun kemitraan dengan berbagai pihak sehingga terbentuk jaringan
pelayanan kesehatan secara berkesinambungan yang mendukung tercapainya
program kesehatan ibu dan anak.
3. Memberikan pelayanan kesehatan sebagai ibadah dan dakwah kepada seluruh
masyarakat.
MO

MOT

“Ramah, Sigap, Islami, dan Amanah”

TUJTTTTDSDGTTTUAN

1. Menjadi RS yang dikenal dan dipercaya oleh masyarakat klaten dan sekitarnya
sebagai RS khusus ibu & anak dengan standar mutu sebagai prioritas utama.
2. Menjadi RSIA yang menerapkan nilai-nilai islam dalam tatakelola lingkungan dan
pelayanan, serta mengutamakan prinsip rahmatan lil’alamin.
3. Menjadi RSIA yang memberikan pelayanan sebagai ibadah dan dakwah dengan tetap
memperhatikan keseimbangan antara kesejahteraan dunia dan akhirat.
SURAT KEPUTUSAN DIREKTUR
Nomor : 156/RSIA/KEP/XII/2016

Tentang :
PEMBERLAKUAN PEDOMAN PENGORGANISASIAN PENCEGAHAN DAN
PENGENDALIAN INFEKSI ( PPI )

DIREKTUR RSIA ‘AISYIYAH KLATEN


Menimbang : a. Bahwa rumah sakit sebagai salah satu sarana kesehatan yang memberikan
pelayanan kesehatan kepada masyarakat memiliki peran yang sangat penting
dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat;
b. Bahwa pelaksanaan pencegahan dan pengendalian infeksi (PPI) di rumah sakit
harus dikelola dan diintegrasikan antara structural dan fungsional semua instalasi
/ unit di rumah sakit sesuai dengan falsafah dan tujuan PPI;
c. Bahwa dalam rangka mendukung pelaksanaan pelayanan kesehatan yang
bermutu dan professional khususnya pencegahan dan pengendalian infeksi di
rumah sakit diperlukan suatu pedoman;
d. Bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud di atas, Pedoman
Pengorganisasian Pencegahan dan Pengendalian Infeksi ditetapkan dengan
dengan Surat Keputusan Direktur RSIA ’Aisyiyah Klaten.

Mengingat : a. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 2009 Tentang Rumah


Sakit.
b. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor
270/MENKES/SK/III/2007 tentang Pedoman Manajerial Pencegahan dan
Pengendalian Infeksi di Rumah Sakit dan Fasilitas Pelayanan Kesehatan
Lainnya;
c. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor
382/MENKES/SK/III/2007 tentang Pedoman Pencegahan dan Pengendalian
Infeksi di Rumah Sakit dan Fasilitas Pelayanan Kesehatan Lainnya
d. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia nomor :
HK.02.03/I/0099/2015 Tentang Penetapan Kelas RSIA ‘Asiyiyah Klaten.
e. Keputusan Bupati Klaten nomor : 503/147/2015 Tentang Pemberian Izin
Operasional Rumah Sakit Khusus Ibu dan Anak Kelas C kepada RSIA ‘Aisyiyah
Klaten.
f. Surat Keputusan Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Jawa Tengah No :
140/PWA/A/SK/V/2015 tentang Pengangkatan Direktur Rumah Sakit Ibu dan
Anak RSIA ‘Aisyiyah Klaten.

Memperhatikan : Memo Intern Komite Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (KPPI) Nomor
02/MEMO/PPI/XII/2016 tanggal 04 Desember 2016 tentang Permohonan
Pemberlakuan Pedoman Pengorganisasian Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (
PPI ).
.

MEMUTUSKAN

Menetapkan : PEMBERLAKUAN PEDOMAN PENGORGANISASIAHAN


PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN INFEKSI ( PPI ).

Pertama : Pedoman Pengorganisasian PPI di RSIA ‘Aisyiyah Klaten sebagaimana Lampiran


dalam Surat Keputusan ini sebagai acuan pegorganisasian PPI di RSIA ‘Aisyiyah
Klaten.
Kedua : Memerintahkan kepada bagian terkait untuk menggunakan pedoman ini dalam
merealisasikan program dan atau pelaksanaan tugas masing-masing.
Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkannya dan apabila dikemudian hari
Ketiga : ternyata terdapat kekeliruan dalam ketetapan ini akan diadakan perbaikan
sebagaimana mestinya.
Ditetapkan di : Klaten
Pada tanggal : 08 Desember 2016.

RSIA ‘Aisyiyah Klaten


Direktur,

Dr. H. Purwono, M. Kes.


KATA PENGANTAR

Assalaamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakaatuh

Puji syukur kita panjatkan kepada Alloh swt yang telah memberikan bimbingan dan
petunjuk kepada kita semua sehingga berhasil menyusun buku pedoman pengorganisasian
pencegahan dan pengendalian infeksi di RSIA ‘Aisyiyah Klaten

Buku ini memuat struktur dan tata hubungan dalam pencegahan dan pengendalian
infeksi dari unit / bagian yang terkait agar infeksi nosokomial dapat diminimalisir sebagai wujud
dari mutu pelayanan di RSIA’Aisyiyah Klaten

Dengan tersusunnya buku pedoman pengorganisasian ini diharapkan pelaksanaan


pencegahan dan pengendalian infeksi diharapkan upaya Pengendalian dan Pencegahan Infeksi
Rumah Sakit menjadi lebih baik dan seiring itu mutu pelayanan dapat di tingkatkan dan
perlindungan terhadap petugas dari penyakit pasien dapat di jaga dengan baik.

Banyak kekurangan dalam panduan buku ini. Semoga dari pembaca ada masukan guna
memperbaiki isi panduan ini. Dan akan kami perbaiki pada edisi berikutnya.

Wassalaamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakaatuh

Klaten, Desember 2016

Penyusun
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ………………………………………………………… I


VISI, MISI DAN MOTTO …………………………………………………… II
SK Direktur No 156/RSIA/KEP/XII/2016 tentang Pemberlakuan Pedoman
Pengorganisasian Pencegahan dan Pengendalian Infeksi RSIA ‘Aisyiyah Klaten………… III
Kata Pengantar …………………………………………………………………………….. IV
Daftar Isi …………………………………………………………………………………… V
BAB I PENDAHULUAN………………………………………………………… 1
A. LATAR BELAKANG ....................................................................... 1
B. TUJUAN............................................................................................. 1
C. RUANG LINGKUP........................................................................... 1
BAB II GAMBARAN UMUM RUMAH SAKIT ……………………………….. 2
A. GAMBARAN UMUM…………………………………………….. 2
B. SEJARAH BERDIRI …………….................................................... 2
BAB III VISI, MISI, TUJUAN,MOTTO, NILAI DASAR,DAN KEYAKINAN
DASAR ……………………………………………………………………. 5
A. VISI ………………………………………………………………… 5
B. MISI ……………………………………………………………….. 5
C. MOTTO ……………………………………………………............ 6
D. NILAI DASAR …………………………………………………... 6
E. KEYAKINAN DASAR …………………………………………… 6
BAB IV STRUKTUR ORGANISASI RSIA ‘AISYIYAH KLATEN ….............. 7

BAB V STRUKTUR ORGANISASI DAN URAIAN JABATAN KOMITE


PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN INFEKSI .. 9
A. STRUKTUR ORGANISASI PPI ................……………………… 9
B. URAIAN TUGAS PPI ..................................................................... 10

BAB VI TATA HUBUNGAN KERJA ……………………………………………... 14

BAB VII POLA KETENAGAAN DAN KUALIFIKASI KOMITE


PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN INFEKSI DI RSIA
‘AISYIYAH KLATEN ……………………………………………………. 15
KUALIFIKASI ... ……………………………………………… …………. 15
BAB VIII KEGIATAN ORIENTASI .……………………………………………….. 15
A. SASARAN ORIENTASI PPI ……………………………………... 17
B. TANGGUNG JAWAB …………………………………………….. 17
C. TUJUAN ……………………………………………………………. 17
D. METODE …………………………………………………………… 17
E. WAKTU ……………………………………………………………. 17
F. ALOKASI BIAYA ………………………………………………… 17
BAB IX PERTEMUAN / RAPAT KEANGGOTAAN KOMITE ……………… 18
BAB X PELAPORAN ……………………………………………………………… 19
BAB XI PENUTUP ………………………………………………………………….. 20
LAMPIRAN : SK DIREKTUR RSIA ‘AISYIYAH KLATEN
NOMOR : 156/ RSIA/KEP/XII/2016
TANGGAL : 08 DESEMBER 2016
TENTANG : PEMBERLAKUAN BUKU PEDOMAN PENGORGANISASIAN
PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN INFEKSI

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Pembangunan bidang kesehatan yang luas perlu ditingkatkan dengan


memantapkan dan mengembangkan system kesehatan nasional yang didasarkan pada
landasan ideal Pancasila dan konstitusional UUD 1945.

Penilaian sehat adalah meliputi sehat jasmani, rohani dan social, jadi bukan hanya
keadaan yang bebas dari penyakit atau cacat namun termasuk juga kelemahan fisik. Untuk
mencapai tujuan pembangunan kesehatan tersebut maka perlu meningkatkan derajat
kesehatan masyarakat dengan meningkatkan kemampuan masyarakat dengan
meningkatkan kemampuan masyarakat untuk menolong dirinya sendiri dalam hal hidup
sehat.

Menyadari akan kepentingan hidup sehat sebagaimana tertulis diatas, Pimpinan


Daerah Aisyiyah memberanikan diri untuk membangun Rumah Sakit Khusus Ibu dan
Anak. Hal ini berdasarkan atas amal usaha dibidang kesehatan yang dimiliki yakni rumah
bersalin dan balai pengobatan ( RB/BP ) yang telah menunjukkan perkembangan pesat.
Disamping itu guna memberikan pelayanan kesehatan yang lebih luas khususnya terhadap
ibu dan anak makadipandang perlu untuk meningkatkan RB / BP tersebut menjadi RSIA
‘Aisyiyah Klaten.

B. TUJUAN

Tujuan Pembangunan kesehatan ialah ketercapaian kemampuan untuk hidup sehat bagi
setiap penduduk, agar dapat mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang optimal,
sebagai salah satu unsur kesejahteraan umum.

C. RUANG LINGKUP
Ruang lingkup kegiatan pencegahan dan pengendalian infeksi meliputi karyawan /
petugas, pasien dan pengunjung.

BAB II
GAMBARAN UMUM

A. GAMBARAN UMUM
Nama Rumah Sakit : RSIA ‘Aisyiyah Klaten
Alamat : Unit II Jl. Hasyim Ashari
Telepon/ Fax : (0272) 327660/ 328440
Website/ email : rsia-aisyiyah-klaten.com/ rsia.klt@gmail.com
Pendiri : PD ‘Aisyiyah Klaten
Direktur : dr. H. Purwono, M.Kes.
Type/ Kelas : Khusus kelas C

B. SEJARAH BERDIRI
Pada awal tahun 1965, Pimpinan Daerah ’Aisyiyah (PDA) Klaten mendirikan Rumah
Bersalin dengan nama Rumah Bersalin ’Aisyiyah PKU Muhammadiyah Klaten. Ide ini
muncul atas dasar pemikiran bahwa ’Aisyiyah Daerah Klaten adalah organisasi yang cukup
besar tetapi belum mempunyai amal usaha yang bermanfaat untuk warga Muhammadiyah
khususnya dan umat Islam pada umumnya. Berdasarkan survey di lapangan angka kelahiran
pada saat itu cukup tinggi, tetapi Rumah Bersalin yang ada di Kabupaten Klaten masih
sangat terbatas. Karena belum memiliki tempat yang memadai, untuk sementara Rumah
Bersalin tersebut menempati rumah Ketua PDA Klaten yang beralamat di Kampung
Sidowayah Kabupaten Klaten. Sedangkan untuk operasional pelayanan ditunjuk seorang
bidan yang dibantu oleh beberapa tenaga lainnya.
Dengan beroperasionalnya Rumah Bersalin yang dikelola oleh PDA Klaten, tanggapan
masyarakat cukup baik. Ini terbukti dengan semakin meningkatnya jumlah pasien yang
membutuhkan jasa pertolongan bersalin. Karenanya, pada tahun 1975 setelah Pimpinan
Daerah Muhammadiyah menyerahkan sebidang tanah dan gedung, Rumah Bersalin tersebut
dipindahkan di tempat tersebut, yaitu di jalan Pramuka Nomor 8, Kampung Sumotrunan
Desa Tonggalan Klaten.
Pada awal tahun kepindahan, kondisi tempat pelayanan menggunakan bangunan yang
ada, meski masih sangat memprihatinkan. Mula-mula pasiennya sangat sedikit, tetapi berkat
kesabaran, ketekunan serta kerja sama yang baik, Rumah Bersalin mulai bisa berkembang.
Pasien yang bersalin di Rumah Bersalin ’Aisyiyah PKU Muhammadiyah, semakin hari
semakin bertambah, sehingga disamping mampu menambah beberapa fasilitas yang
diperlukan, pada tahun 1984 Rumah Bersalin ’Aisyiyah bisa membeli tanah dan gedung yang
ada di sebelahnya.
Untuk meningkatkan pelayanan, Rumah Bersalin ’Aisyiyah bekerja sama dengan Dokter
Spesialis Kebidanan dan Penyakit Kandungan untuk memberikan pelayanan bersalin serta
Dokter Spesialis Anak untuk perawatan bayi. Setelah pelayanan persalinan dan perawatan
bayi ditangani oleh dokter spesialis, masyarakat menjadi lebih percaya dan pelayanan makin
berkembang pesat. Seiring dengan perkembangan tersebut Rumah Bersalin ’Aisyiyah selalu
berusaha untuk melengkapi dan menambah fasilitas, maka dibangunlah gedung dan beberapa
ruangan diatas tanah yang sudah dibeli. Dengan selesainya pembangunan di tanah
sebelahnya, Rumah Bersalin ’Aisyiyah berubah alamat menjadi Jalan Pramuka Nomor 10
Klaten.
Melihat perkembangan pelayanan bersalin dan perawatan bayi yang makin berkembang,
serta makin meningkatnya tuntutan masyarakat akan pelayanan yang lebih komprehensif,
pada tahun 1997, PDA Klaten berniat untuk meningkatkan status Rumah Bersalin ’Aisyiyah
Klaten menjadi Rumah Sakit Khusus Ibu dan Anak (RSIA). Dengan mengerahkan segenap
kemampuan yang ada, serta dukungan dari Pengurus Pusat Aisyiyah berupa seperangkat
peralatan untuk kamar operasi, PDA Klaten berhasil melengkapi segala persyaratan yang
diperlukan. Maka, pada tanggal 10 Juli 1999 keluar Surat Ijin Operasional Sementara
penyelenggaraan RSIA ’Aisyiyah Klaten dari Kantor Dinas Kesehatan Propinsi Jawa
Tengah.
Kemudian setelah melengkapi berbagai persyaratan, baik administrasi, ketenagaan serta
segala kelengkapan fasilitas untuk sebuah rumah sakit khusus, pada tanggal 18 Desember
2000 keluarlah Surat Ijin Operasional Tetap Penyelenggaraan Rumah Sakit dari Menteri
Kesehatan RI. Pelayanan RSIA 'Aisyiyah Klaten pada saat itu meliputi pelayanan rawat inap
ibu bersalin dan anak dengan 34 Tempat Tidur (TT), yang terdiri dari 3 TT kelas utama, 6
TT kelas I, 12 TT kelas II dan 13 kelas III. Untuk rawat jalan, terdapat Poliklinik kebidanan
dan anak serta pelayanan gawat darurat kebidanan yang kesemuanya didukung dengan
pelayanan laboratorium dan farmasi yang cukup memadai.
Dalam perkembangannya berbagai kemajuan telah dicapai, khususnya mengembangkan
struktur organisasi pelayanan, dengan memiliki tenaga-tenaga yang profesional, peralatan
yang lengkap dan modern. RSIA 'Aisyiyah Klaten mengembangkan pelayanan khusus, yaitu
menambah pelayanan rawat inap anak dan pelayanan rawat intensif bayi (NICU, Neonatal
Intensif Care Unit) pada tahun 2002 serta fasilitas pemeriksaan penunjang berupa peralatan
Radiologi pada tahun 2005. Pada tahun 2008 ini RSIA 'Aisyiyah Klaten memiliki
kelengkapan pemeriksaan penunjang berupa USG, maka makin lengkaplah segala peralatan
yang dimiliki. Dengan demikian, pelayanan rawat inap ibu bersalin dan rawat inap anak
dengan 64 TT di RSIA Aisyiyah Klaten makin siap memberikan kontribusinya dalam
pembangunan kesehatan masyarakat, khususnya masyarakat Kabupaten Klaten.
Pada tahun 2009 RSIA ‘Aisyiyah Klaten mulai mendirikan gedung baru tahap I di Jl.
KH. Hasyim Azhari (by pass) dan mulai beroperasi bulan Mei 2012 yang memiliki daya
dukung pelayanan dengan jumlah tempat tidur 31 TT, Ruang PICU/NICU 2 TT. Gedung
baru dengan akses transportasi lebih memadai berada di jalur utama Jogja – Solo.Gedung
baru dengan fasilitas pelayanan untuk ibu dan anak yang terpadu termasuk pelayanan non
bersalin yang dilengkapi Poliklinik rawat jalan dokter spesialis. Untuk penambahan jumlah
Tempat Tidur ditrencanakan akan dilakukan pembangunan gedung baru tahap ke-2.
Berdirinya bangunan di Jl. KH. Hasyim Ashari (by pass selatan) pada tahun 2011 yang
memindahkan layanan bersalin dengan fasilitas yang lebih memadai makin memantapkan
manajemen untuk terus mengembangkan layanan unggulan sebagai rumah sakit ibu dan
anak. Kapasitas tempat tidur setelah di tambah dengan 31 TT di gedung baru menjadi 78 TT,
jika ditambah dengan 10 TT bayi, serta penambahan 1 TT NICU dan 1 TT PICU maka
jumlah keseluruhan jumlah tempat tidur menjadi 90 TT.
Jumlah tenaga yang pada awal masa perubahan rumah bersalin menjadi rumah sakit
hanya sebanyak 50 orang yang sebagian besar adalah bidan, meningkat seiring dengan
bertambahnya jumlah tempat tidur. Dengan makin dibutuhkannya tenaga tetap dokter
spesialis, RSIA Aisyiyah Klaten pada akhir tahun 2007 merekrut dokter spesialis kebidanan
tetap, pada tahun 2011 merekrut dokter spesialis anak tetap, sehingga sampai akhir tahun
2015 ini jumlah total karyawan menjadi 267 orang.
Fasilitas gedung yang direncanakan di Jl. KH Hasyim Ashari, berperan strategis dalam
mempengaruhi mutu layanan, disamping adanya fasilitas yang mendukung seperti adanya
fasilitas ICU untuk ibu bersalin, anak dan penambahan untuk layanan Bayi. Adanya fasilitas
antara bangsal perawatan dan perawatan intensif (intermediate care) juga sangat
mempengaruhi mutu pelayanan. Mahalnya peralatan yang harus di pergunakan dalam proses
perawatan intensif, menyebabkan pentingnya perawatan intermedia. Khusus dalam hal ini
adalah perawatan bagi bayi dan anak.
Pembangunan gedung bangsal perawatan anak di Jl. K. H. Hasyim Ashari dimulai awal
tahun 2015 dengan kapasitas 45 TT ditambah 5 TT untuk Ruang ICU/PICU/NICU.
Pembangunan tersebut direncanakan selesai pada awal tahun 2017 dan segera dapat
difungsikan untuk pelayanan, sehingga semua pelayanan baik pelayanan ibu bersalin maupun
pelayanan anak dapat dilayani dalam satu tempat di Jl. K. H. Hasyim ashari, Mojayan,
Klaten Tengah, Klaten.

BAB III
VISI, MISI, TUJUAN, MOTTO, NILAI DASAR DAN KEYAKINAN DASAR

A. VISI
“Menjadi rumah sakit Pilihan khusus ibu dan anak, unggul dalam pelayanan, Islami dan
memuaskan.”
Di dalam Visi RSIA ‘Aisyiyah Klaten terdapat 3 kata kunci dengan penjabaran sebagai berikut
:
1. Unggul dalam pelayanan :
a. Melebihi standar mutu pelayanan dengan Fasilitas unggulan.
b. Ramah dan nyaman
c. Safety
2. Islam :
a. Lingkungan dan suasana rumah sakit yang mencerminkan nilai Islami.
b. Mengedepankan nilai-nilai islam dalam menjalin hubungan dengan berbagai pihak.
c. Mengedepankan konsep rahmatan lil’alamin dalam semua aspek pelayanan.
d. Setiap individu yang ada di RSIA ‘Aisyiyah Klaten senantiasa amanahdalam
mengemban tugas dan bekerja serta berakhlaqul karimah.
3. Memuaskan :
a. Memberikan pelayanan yang baik melampaui harapan pelanggan.
b. Meminimalkan komplain dan mampu menyelesaikan dengan baik setiap komplain
yang timbul.
c. Mewujudkan kesejahteraan sesuai profesionalitas
B. MISI
1. Memberikan pelayanan kesehatan khusus ibu dan anak secara profesional dengan
fasilitas yang lengkap, sumber daya manusia yang berkualitas, dan terakreditasi.
2. Membangun kemitraan dengan berbagai pihak sehingga terbentuk jaringan pelayanan
kesehatan secara berkesinambungan yang mendukung tercapainya program kesehatan ibu
dan anak.
3. Memberikan pelayanan kesehatan sebagai ibadah dan dakwah kepada seluruh masyarakat.

C. TUJUAN
1. Menjadi RS yang dikenal dan dipercaya oleh masyarakat klaten dan sekitarnya sebagai
RS khusus ibu & anak dengan standar mutu sebagai prioritas utama.
2. Menjadi RSIA yang menerapkan nilai-nilai islam dalam tatakelola lingkungan dan
pelayanan, serta mengutamakan prinsip rahmatan lil’alamin.
3. Menjadi RSIA yang memberikan pelayanan sebagai ibadah dan dakwah dengan tetap
memperhatikan keseimbangan antara kesejahteraan dunia dan akhirat.

D. MOTTO
“ Ramah, Sigap, Islami dan Amanah”

E. NILAI DASAR
A. Ibadah.
B. Profesionalitas.
C. Kerjasama.
D. Loyalitas.
E. Integritas.

F. KEYAKINAN DASAR
1. Kami yakin bahwa keramahtamahan merupakan kunci keberhasilan pelayanan kepada
pasien maka kami akan melayani dengan senyum dan kerendahan hati.
2. Kami yakin bahwa keterbukaan komunikasi merupakan hal yang mendasar untuk
membangun kepercayaan dan saling pengertian antara pasien, karyawan, dan pimpinan
‘Aisyiyah maka kami akan mendengarkan setiap masukan untuk kebaikan bersama.
3. Kami yakin dengan memadukan antara pengetahuan, keterampilan dan pengalaman untuk
memenuhi kebutuhan pasien melalui komitmen dan kerjasama tim kami akan
membangun kekuatan untuk mewujudkan visi rumah sakit.
BAB IV
STRUKTUR ORGANISASI RSIA ‘AISYIYAH KLATEN

Struktur organisasi RSIA ‘Aisyiyah Klaten disusun sesuai dengan kebutuhan organisasi.
Pemilik rumah sakit adalah Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Kabupaten Klaten. Berdasarkan Surat
Keputusan Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Kabupaten Klaten, RSIA ‘Aisyiyah Klaten dipimpin oleh
seorang Direktur dibantu Direktur Pelayanan medis dan Keperawatan dan Wakil Direktur
Keuangan dan Administrasi, adapun struktural dibawahnya terdiri dari :
1. Kepala Sie Pelayanan Medis dan Penunjang Medis 1 orang
2. Kepala Sie Keperawatan 1 orang
3. Kepala Sub Bagian Umum & Administrasi 1 orang
4. Kepala Sub Bagian Keuangan 1 orang
5. Kepala Sub Bagian Kepegawaian 1 orang
Dalam kegiatan operasionalnya, Direksi, Kepala Sie dan Kepala Sub Bagian dibantu oleh
para kepala instalasi, kepala ruang dan Koordinator bidang/bagian bagian. Selain jajaran
struktural , dalam kegiatan operasional nya Direksi dibantu oleh beberapa komite. Komite
tersebut diangkat dan diberhentikan oleh Direktur.
Komite yang ada di RSIA ‘Aisyiyah Klaten antara lain :
1. Komite Medik
2. Komite Keperawatan
3. Komite PPI
4. Komite Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien
BAB V

STRUKTUR ORGANISASI DAN URAIAN JABATAN

KOMITE PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN INFEKSI

DIREKTUR

KOM. MEDIS -------

KOMITE PPI KMKP


----- --------
KOM. KEP
-------
TIM PPI
----- = Garis Koordinasi
= Garis Komando

A. STRUKTUR ORGANISASI PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN


INFEKSI

Organisasi Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) disusun agar dapatmencapai


tujuan dari penyelenggaraan PPI. PPI dibentuk berdasarkan kaidah organisasi yang dapat
menyelenggarakan tugas, wewenang dan tanggungjawab secara efektif dan efisien.Efektif
dimaksud agar sumber daya yang ada di rumah sakit dapat dimanfaatkan secara
optimal.Pimpinan dan petugas kesehatan dalam Komite dan Tim PPI diberi kewenangan
dalam menjalankan program dan menentukan sikap pencegahan dan pengendalian infeksi.
1. Komite PPI disusun terdiri dari Ketua, Sekertaris dan Anggota. Ketua sebaiknya
dokter (Infection Prevention and Control Doctor / IPCD), mempunyai minat,
kepedulian dan pengetahuan, pengalaman, mendalami masalah infeksi, mikrobiologi
klinik, atau epidemiologi klinik. Sekertaris sebaiknya perawat senior (Infection
Prevention and Control Nurse / IPCN) yangdisegani, berminat, mampu
memimpin dan aktif.
Anggota Komite PPI terdiri dari :
a. Ketua SMF
b. Kepala Seksi Keperawatan
c. Perawat (merangkap IPCLN)
d. Kepala Instalasi Farmasi
e. Kepala Instalasi Gizi
f. Kepala Ruang Laboratorium
g. Koordinator Unit IPSRS
h. Koordinator Unit Sanitasi
i. Koordinator Kerohanian Islam (Pemulasaraan Jenazah)
j. Koordinator Unit Laundry
k. Koordinator Cleaning Service
l. Ketua Sub Komite Kesehatan dan Keselamatan Kerja
2. Tim PPI terdiri dari Perawat PPI/IPCN dan dokter PPI dan IPCLN (Infection
Prevention and Control Link Nurse) yang terdiri dari perawat dari tiap unit
perawatan.
3. Rumah sakit harus memiliki IPCN yang bekerja purna waktu, dengan ratio I IPCN
untuk 100-150 tempat tidur di rumah sakit.
4. Dalam bekerja IPCN dapat dibantu IPCLN dari tiap unit perawatan.

B. URAIAN TUGAS PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN INFEKSI


1. Direktur

a. Membentuk Komite dan Tim PPI RS dengan Surat Keputusan.


b. Bertanggung jawab dan memiliki komitmen yang tinggi terhadap
penyelenggaraan upaya pencegahan dan pengendalian infeksi nosokomial.
c. Bertanggung jawab terhadap tersedianya fasilitas sarana dan prasarana
termasuk anggaran yang dibutuhkan.
d. Menentukan kebijakan pencegahan dan pengendalian infeksi .
e. Mengevaluasi kebijakan pencegahan dan pengendalian infeksi nosokomial
berdasarkan saran dari Komite dan Tim PPIRS.
f. Dapat menutup suatu unit perawatan atau instalasi yang diangap potensial
menularkan penyakit untuk beberapa waktu sesuai kebutuhan berdasarkan saran
dari Tim PPIRS
g. Mengesahkan SOP, pedoman, kebijakan PPI RS yang dibuat oleh Komite PPI
RS.
2. Komite PPI
a. Menyusun, menetapkan, mengevaluasi dan mensosialisasikan kebijakan PPI RS.
b. Melaksanakan sosialisasi kebijakan PPI RS agar kebijakan dapat
dipahami dan dilaksanakan oleh petugas RS
c. Membuat SOP PPI bersama dengan Tim PPI.
d. Menyusun dan mengevaluasi program PPI RS.

e. Melakukan investigasi, menetapkan dan melaksanakan penanggulangan infeksi


bila ada masalah KLB HAIs bersama Tim PPI.
f. Memberi usulan untuk mengembangkan & meningkat kan
carapencegahan dan pengendalian infeksi.
g. Memberikan konsultasi pada petugas kesehatan RS dan fasilitas pelayanan
kesehatan dalam PPI.
h. Mengidentifikasi temuan lapangan dan mengusulkan pelatihan untuk
meningkatkan kemampua SDM RS dalam PPI.
i. Mengusulkan pengadaan alat dan bahan yang sesuai dengan prinsip PPI dan aman
bagi yang menggunakan .
j. Mengkoordinasikan pelaksanaan program pencegahan dan pengendalian
infeksi di RS Muhammadiyah Selogiri
k. Mengadakan pertemuan berkala, termasuk evaluasi kebijakan..
l. Berkoordinasi dengan unit terkait lain.
m. Memberikan usulan kepada Direktur untuk pemakaian antibiotika yang rasional di
RS berdasarakan hasil pemantauan pola kuman dan resistensinya terhadap
antibiotika dan menyebarluaskan data resistensi antibiotika.
n. Menyusun kebijakan kesehatan dan keselamatan kerja.
o. Mengembangkan, mengimplementasikan dan secara periodik mengkaji kembali
rencana manajemen PPI apakah telah sesuai dengan kebijakan manajemen RS
p. Memberikan masukan yang menyangkut kontruksi bangunan dan pengadaan
alat dan bahan kesehatan, renovasi ruangan / gedung, cara pemrosesan alat;
penyimpanan alat dan linen sesuai prinsip PPI.
q. Menyarankan penutupan ruangan kepada Direktur bila diperlukan karena potensial
menyebarkan infeksi.
r. Melakukan pengawasan terhadap tindakan-tindakan yang menyimpang dari
standar prosedur/monitoring surveilans proses.
s. Menerima laporan Tim PPI dan membuat laporan kepada Direktur.

3. Dokter PPI (IPCD / Infection Prevention and Control Doctor)

a. Berkontribusi dalam diagnosis dan terapi infeksi yang benar.


b. Turut menyusun pedoman penulisan resep antibiotika dan surveilans.
c. Mengidentifikasi dan melaporkan peta pola kuman patogen dan pola
resistensi antibiotika.
d. Bekerjasama dengan perawat IPCN memonitor kegiatan surveilans
infeksi dan mendeteksi Berta menyelidiki KLB.
e. Membimbing dan mengajarkan praktek dan prosedur PPI yang berhubungan
dengan prosedur terapi.
f. Turut memonitor cars kerja tenaga kesehatan dalam merawat pasien.
g. Turut membantu semua petugas kesehatan untuk memahami pencegahan
dan pengendalian infeksi.

4. Perawat PPI (IPCN / Infection Prevention and Control Nurse)

a. Mengunjungi ruangan setiap hari untuk memonitor lejadaian infeksi yang


terjadi dirumah sakit.
b. Memonitor pelaksanaan PPI, penerapan SPO, kepetuhan petugas dalam
mejalankan kewaspadaan isolasi.
c. Melaksanakan surveilans infeksi dan melaporkan kepada Komite PPI.
d. Bersama Komite PPI melakukan pelatihan petugas tentang PPI dirumah sakit.
e. Melakukan investigasi terhadap KLB dan bersama-sama komite PPI
memperbaiki kesalahan yang terjadi.
f. Memonitor kesehatan petugas untuk mencegah penularan infeksi dari petugas
kesehatan ke pasien atau sebaliknya.
g. Bersama Komite menganjurkan prosedur isolasi dan member konsultasi
tentang PPI yang diperlukan pads kasus yang terjadi di rumah sakit.
h. Audit PPI termasuk terhadap penatalaksanaan limbah, loundry, gizi, dan lain-lain
dengan penggunaan daftar tilik.
i. Memonitor kesehatan lingkungan.
j. Memonitor terhadap pengendalian penggunaan antibiotika yang rasional.
k. Mendesain, melaksanakan, memonitor dan mengevaluasi surveilans infeksi yang
terjadi di rumah sakit.
l. Mambuat laporan surveilans dan melaporkan ke Komite PPI.
m. Memberikan motivasi dan tegura tentang pelaksanaan kepatuhan PPI.
n. Memberikan saran desain runagan rumahs akit agar sesuai dengan prinsip PPI.
o. Meningkatkan kesadaran pasien dan pengunjung rumahs akit tentang PPIRS.
p. Memprakarsai penyuluhan bagi petugas kesehatan, pengunjung dan keluarga
tentang topik infeksi yang sedang berkembang di masyarakat, infeksi dengan
insiden tertingi.
q. Sebagai koordinator antar unit dalam mendeteksi mencegah dan mengendalikan
infeksi di rumah sakit.

5. Perawat Penghubung PPI (Infection Prevention and Control Link Nurse)


a. Mengisi dan mengumpulkan formulir surveilans setiap pasien di unit rawat inap
masingmasing, kemudian menyerahkannya kepada IPCN ketika pasien pulang.
b. Memberikan motivasi dan teguran tentang pelaksanaan kepatuhan pencegahan dan
pengendalian infeksi pada setiap personil di ruangan di unit rawatnya masing-
masing.
c. Memberitahukan kepada IPCN apabila ada kecurigaan adanya infeksi nosokomial
pada pasien.
d. Berkoordinasi dengan IPCN saat terjadi infeksi potensial KLB,
penyuluhan bagi pengunjung di ruang rawat masing-masing, konsultasi
prosedur yang harus dijalankan bila belum paham.
e. Memonitor kepatuhan petugas kesehatan dalam mernjalankan Standar Isolasi.
BAB VI
TATA HUBUNGAN KERJA

Hubungan kerja keanggotaan Komite PPI meliputi semua bagian dan unit yang ada di
RSIA ‘Aisyiyah Klaten. Adapun gambaran hubungan tersebut dapat dilihat sebagai berikut.

Hubungan Komite PPI

GIZI
Diklat SDM

Sanitasi Lab

OK Rad

IPSRS Keuangan

KOMITE
PPI
Yanmed Kom.Kep

Binroh Kom.Med

FARM CSSD

RM IGD

INRA/IRJ
RT
A

Semua bagian yang ada di RSIA ‘Aisyiyah Klaten harus memahami dan melaksanakan
pelayanan pencegahan dan pengendalian infeksi diantaranya mampu memahami dan
melaksanakan tentang kewaspadaan standar dan kewaspadaan transmisi.
BAB VII
POLA KETENAGAAN DAN KUALIFIKASI
KOMITE PENCEGAHAN DAN PENEGENDALIAN INFEKSI
DI RSIA ‘AISYIYAH KLATEN

A. KUALIFIKASI
No Nama Kualifikasi Pengalaman Kerja
Jabatan Formal Sertifikat
1 Ketua Dokter Ahli Minimal • Mempunyai minat dalam PPI
Komite PPI / spesialis / pelatihan
mum dasar PPI
2 Dokter PPI • Dokter Minimal Pengalaman kerja 2 tahun
(IPCD) Ahli/spesialis/ pelatihan • Mempunyai minat dalam PPI.
Umum dasar PPI Memiliki kemampuan
3 Perawat PPI • Pendidikan Minimal • Memiliki komitmen di
leadership
(IPCN) minimal D3 pelatihan pencegahan dan
bidang
Keperawatan dasar PPI pengendalian
• Memiliki pengalaman kerja
infeksi.
sebagai Kepala Ruangan atau
• setara.
Memiliki kemampuan
leadership,
• Bekerja purna
inovatif, waktu.
dan confident.
4 Perawat • Pendidikan Diklat PPI Memiliki komitmen
Penghubung minimal D3 pencegahan dan pengendalian
dibidang
PPI Keperawatan infeksi.
• Memiliki kemampuan
(IPCLN) k
leadership

Kualifikasi saat ini di Komite dan Tim PPI di RSIA ‘Aisyiyah Klaten adalah:
Nama Jabatan Kualifikasi dan Pengalaman Saat ini Keterangan
Ketua Komite PPI  Dokter Umum Ada
 Pelatihan Dasar PPI

Ketua Tim  Dokter Umum Ada


 Pelatihan PPI Dasar
 Pengalaman kerja > 10 tahun
Perawat PPI (IPCN)  Pendidikan D3 Keperawatan Ada
 Pelatihan Dasar PPI
 Pelatihan IPCN
 Pengalaman kerja > 10 tahun
Perawat Penghubung  Pendidikan min D3 Ada
PPI (IPCLN) Keperawatan/Kebidanan
 Pelatihan Dasar PPI
 Pengalaman kerja > 5 tahun
BAB VIII

KEGIATAN ORIENTASI

Orientasi merupakan kegiatan pengenalan mengenai pencegahan dan pengendalian


infeksi di rumah sakit yang meliputi tentang kebijakan PPI, susunan organisasi, tat a
kerja serta prosedur tetap di Komite Pencegahan dan Pengendalian Infeksi ( KPPI ). Kegiatan
orientasi tentang Pencegahan dan Pengendalian Infeksi
A. SASARAN ORIENTASI PPI
1. Calon pegawai di RSIA ‘Aisyiyah Klaten.
2. Peserta magang, mahasiswa praktik klinik di RSIA ‘Aisyiyah Klaten.

B. TANGGUNG JAWAB
1. Direktur RSIA ‘Aisyiyah Klaten bertanggung jawab untuk menyediakan sarana,
prasarana bagi program orientasi.
2. Ketua KPPI bertanggung jawab untuk membuat usulan tentang mat eri, waktu
pelaksanaan, metode dan biaya yang berhubungan dengan program orientasi.

C. TUJUAN
1. Agar calon pegawai di rumah sakit mengetahui / memahami falsafah dan tujuan serta
kebijakan pencegahan dan pengandalian infeksi nosokomial .
2. Mengetahui Struktur Organisasi dan Tata Kerja di KPPI
3. Mengetahui dan memahami Prosedur Kerja di KPPI

D. METODE
1. Ceramah, tanya jawab.
2. Melihat langsung pelaksanaan kegiatan pencegahan dan pengendalian infeksi
nosokomial.

E. WAKTU

Waktu kegiatan orientasi disesuaikan dengan jadwal orientasi bagi pegawai baru di
rumah sakit dan jadwal tenaga praktik/magang di rumah sakit.

F. ALOKASI BIAYA

Biaya disesuaikan dan dibebankan pada anggaran RSIA ‘Aisyiyah Klaten dan
direncanakan dalam RAPB RSIA ‘Aisyiyah Klaten.

BAB IX
PERTEMUAN / RAPAT KEANGGOTAAN KOMITE PPI

Rapat merupakan suatu pertemuan yang terdiri dari beberapa orang yang memiliki
kepentingan dan tujuan yang sama untuk membicarakan atau memecahkan suatu masalah
tertentu.

A. TUJUAN UMUM :
Membantu terselenggaranya program kerja Komite PPI yang ada di RSIA ‘ Aisyiyah
Klaten.

B. TUJUAN KHUSUS;

1. Dapat menggali segala permasalahan yang terkait dengan program kerja Komite PPI di unit
pelayanan.
2. Dapat mencari jalan keluar atau pemecahan pennasalahan yang terkait dengan program kerja
Komite PPI guna meningkatkan mutu pelayanan rumah sakit.
Sedangkan pertemuan atau rapat di keanggotaan Komite PPI dan Tim PPI dilakukan
1. Rapat terjadwal
Rapat terjadwal merupakan rapat yang diadakan oleh Komite PPI/Tim PPI setiap bulan
sekali dengan perencanaan yang telah dibuat selama 1 tahun serta agenda rapat yang telah
ditentukan oleh Komite PPI/Tim PPI.
2. Rapat tidak terjadwal
Rapat tidak terjadwal merupakan rapat yang sifatnya insidentil dan diadakan oleh Komite
PPI/ Tim PPI untuk membahas atau menyelesaikan permasalahan di pelayanan dikarenakan
adalanya permasalahan yang bersifat insidentil yang membutuhkan penanganan cepat.
BAB X
PELAPORAN
Pelaporan merupakan sistem atau metode yang dilakukan untuk melaporkan segala
bentuk kegiatan yang ada terkait dengan program kerja Komite PPI di RSIA ‘Aisyiyah Klaten.
Pelaporan data dimasukkan untuk memberi informasi serta menunjukkan kepada personil yang
bergerak di bidang pelayanan medik dan administrasi rumah sakit akan adanya masalah infeksi
nosokomial yang memerlukan tindakan intervensi.
Informasi yang diperoleh disebarkan secara teratur kepada pihak yang berwenang dalam
rangka menurunkan angka kejadian infeksi nosokomial di rumah sakit.
Laporan dibuat oleh Komite atau Tim PPI yang terdiri dari :
1. Laporan bulanan

Laporan yang dibuat dalam bentuk tertulis setiap bulannya dan diserahkan kepada direktur
rumah sakit.
2. Laporan Tahunan

Laporan yang dibuat dalam bentuk tertulis setiap tahun dan diserahkan kepada direktur
rumah sakit.
3. Laporan insidentil atau KLB

Laporan yang dibuat dalam bentuk tertulis bila ada KLB (Kejadian Luar Biasa)
dan diserahkan kepada direktur rumah sakit.
BAB XI
PENUTUP

Demikian Pedoman Pengorganisasi Pencegahan dan Pengendalian Infeksi RSIA


‘Aisyiyah Klaten ini dibuat sebagai acuan pengorganisasian bagi karyawan di RSIA
‘Aisyiyah Klaten.Pedoman pengorganisasian ini, diharapkan dapat lebih memudahkan semua
pihak yang terkait dengan penyelenggaraan kegiatan dan pelayanan internal maupun eksternal
rumah sakit. Semoga Allah senantiasa memberikan kita semua limpahan Taufik dan Hidayah-
Nya kepada hamba-hamba yang selalu berlomba dalam kebaikan dan berusaha secara terus
menerus memperbaiki amaliyahnya, aamiiin.