Anda di halaman 1dari 9

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Keberhasilan peningkatan mutu pendidikan merupakan hasil dari proses belajar

diukur dengan prestasi akademik yang dicapai selama kurun waktu tertentu.

Persaingan yang ketat dalam dunia pendidikan memungkinkan adanya perilaku

menyontek yang dilakukan oleh semua pelaku jenjang pendidikan. Istilah

menyontek dalam pendidikan sudah tidak asing lagi. Realitasnya di sekolah dasar,

sekolah menengah pertama, sekolah menengah atas, maupun perguruan tinggi

dalam melakukan ujian masih ditemui kecurangan. Permasalahan akan muncul

saat peserta didik tidak dapat mengerjakan soal, maka tindak kecurangan terjadi.

Tindakan mencontek, mencontoh pekerjaan teman, atau mencontoh dari buku

pelajaran seolah olah sudah akrab di telinga masyarakat.1

SMA X Jakarta merupakan salah satu sekolah yang pernah mendapatkan gelar

juara dalam perlombaan Sekolah Sehat Nasional. Kebersihan dan aturan Sangat

dijaga ketat baik oleh pihak sekolah maupun para siswanya. Lingkungan sekolah

yang berada di lingkungan TNI-AU pun membuat ketertiban semakin terjaga.

Kenakalan-kenakalan remaja yang biasa terlihat di sekolah-sekolah menengah

negeri lainnya, seperti mencoret-coret meja dan dinding sekolah, tidak hormat

pada guru dan karyawan, hingga tawuran

1
tidak muncul perilakunya,namun untuk perilaku menyontek ini masih tetap

muncul perilakunya.2

Menyontek bukan hal baru lagi di dunia pendidikan,begitu pula yang terjadi di

SMA Perguruan Ksatrya. Bukannya tidak ada sanksi,guru bahkan sudah merobek

kertas ujian siswa yang ketahuan menyontek. Anehnya para siswa tersebut tidak

jera atas sanksi-sanksi yang ada. Perbuatan contek menyontek dikalangan pelajar

sampai saat ini masih saja ada. Mungkin mereka tidak menyadari dampak

negatifnya menyontek oleh sebab itu mereka masih melakukan perbuatan itu

sampai sekarang. Dengan demikian penelitian ini akan membahas tentang seputar

menyontek dan dampaknya.

BAB II

PEMBAHASAN

A. Tinjauan Pustaka

2
Tinjauan pustaka berisi teori-teori yang dikemukakan oleh para

ahli yang berkaitan dengan menyontek :

1. Menurut Deighton yang dikutip olehAlhadza (dalam indri,2007) menyontek

berarti upaya yang dilakukan seseorang untuk mendapatkan keberhasilan dengan

cara-cara yang tidak fair (tidakjujur). Sementara Cizek (dalam

anderman,2007:34) memberikan definisi yang lebih terperinci,yaitu perilaku

menyontek digolongkan dalam tiga kategori : (1) Memberikan,mengambil,atau

menerima informasi,(2)menggunakan materi yang dilarang atau membuat catatan

atau ngepek, dan (3) memanfaatkan kelemahan seseorang,prosedur,atau proses

untuk mendapatkan keuntungan dalam tugas akademik.

2. Definisi lain oleh Athanasou dan Olasehinde tentang menyontek adalah kegiatan

menggunakan bahan atau materi yang tidak diperkenankan atau menggunakan

pendampingan dalam tugas-tugas akademik dan atau kegiatan yang dapat

mempengaruhi proses penilaian (Hartanto,2012:11).

3. Pendapat yang hampir sama diungkapkan oleh SujanadanWulan (1994:1), bahwa

menyontek adalah tindakan kecurangan dalam test melalui pemanfaatan informasi

yang berasal dari luar secara tidak sah.

4. Pendapat lain, menurut Kelley R. Taylor (2003:75) menyontek didefinisikan

sebagai mengikuti ujian dengan cara tidak jujur mendapatkan jawaban dengan

cara yang salah,dapat di simpulkan bahwa perilaku menyontek adalah perbuatan

tidak jujur yang dilakukan seseorang dengan cara meyalin tulisan orang lain atau

3
pun menggunakan catatan yang tidak diperbolehkan saat ujian untuk mendapatkan

keuntungan akademik.3

B. Hasil Pengamatan

Hasil penelitian yang diperoleh dari wawancara dan observasi

yang dilakukan di SMA Ksatrya :

1. Cara yang sering digunanakan untuk mencontek

A. MENCONTEK DENGAN CARA BERTANYA

Siswa kerap mencontek dengan cara bertanya kepada teman yang berjarak cukup

dekat dengan lokasi pengerjaan ulangan. Hal ini dibuktikan dengan wawancara

sebagai berikut.

’’ gue nyontek sama temen yg paling deket biar gampang nanya nya. Nunggu

gurunya lengah dulu”

Siswa memulai aksi mencoteknya ketika guru dalam kondisi lengah dengan cara

menyentuh pundak teman terdekat.

B. MENYONTEK DENGAN CARA MELIHAT CATATAN KECIL ATAU

KUNCI JAWABAN.

Menyontek dengan menggunakan catatan kecil yang berisi kode-kode dan angka

yang hanya dipahami oleh pembuat,biasanya disimpan dilaci,disaku,atau di kaos

4
kaki. Catatan ini dikeluarkan saat pengawas lengah. Cara ini dianggap lebih

mudah,karena dengan menggunakan cara ini siswa akan jarang membuat

keributan sehingga memperkecil peluang untuk ketahuan oleh

guru/pengawas.Seperti wawancara saya dengan salah satu siswa “kalo nyontek

pake catatan atau kunci jawaban lebih gampang soalnya pas gurunya lengah gue

bisa liat contekan yang gue tarok di laci,itu ga bikin ribut jadi jarang ketauan sama

guru”

Tidak sedikit siswa menyontek dengan cara ini karna mereka menganggap cara ini

lebih mudah untuk menyontek.

C. MENYONTEK DENGAN CARA SEARCHING MENGGUNAKAN

INTERNET

Seiring perkembangan zaman,teknologi sudah semakin maju sehingga

mempermudah segala sesuatu. Sekarang ini siswa diizinkan membawa hp

kesekolah,dengan maksud mempermudah siswa dalam belajar,tetapi tidak jarang

juga digunakan untuk menyontek dengan cara searching menggunakan internet.

Mereka melakukan searching ketika guru sedang lengah atau tidak fokus pada

mereka. Hal ini dibuktikan dengan wawancara berikut “gue tadi pas ujian

searching aja soalnya kelamaan kalo liat catatan kecil,apalagi nanya sama

temen,semuanya pada pelit. Lagi pula kalo searching kan jawaban gue pasti benar.

Gurunya juga ga fokus ke gue doang tadi jadi bisa deh gue searching”

Siswa menggunakan internet untuk menyontek dengan alasan jawaban lebih

terjamin benar.

5
2. Dampak yang ditimbulkan dari mencontek

1. SISWA JADI MALAS BELAJAR

Karena kebiasaan mengandalkan jawaban orang lain atau teman,dan juga

mengandalkan jawaban dari internet siswa jadi malas belajar dan menyepelekan

soal-soal ulangan dan percaya diri mendapatkan nilai bagus dari hasil menyontek

tersebut. Hal ini dibuktikan dalam percakapan berikut “gue sih ga perlu cape-cape

belajar,nyontek aja sama yang didepan gue kan dia pinter. Abis itu kelar tinggal

ngumpulin”. Kebiasaan tersebut membuat siswa jadi malas belajar bahkan

menyentuh buku pun enggan.

2. MENANAMKAN KEBIASAAN BERBUAT TIDAK JUJUR

Menyontek suatu ciri khas pelajar yang tidak bisa dihilangkan ketika menghadapi

ulangan. Karena keseringan melakukan tindakan menyontek,secara otomatis siswa

tersebut menanamkan prilaku tidak jujur secara terus menerus. Seperti salah satu

wawancara berikut “gue mah ga peduli mau jujur apa engga yang penting nilai

gue bagus. Dimana-mana nilai tinggi yang bisa bantu gue buat masuk ptn negri

bukan jujurnya”. Karena ingin mendapatkan nilai bagus siswa tidak peduli akan

kebiasaannya berbuat tidak jujur.

3. TIDAK MAU BERUSAHA SENDIRI DAN SELALU BERGANTUNG

KEPADA ORANG LAIN.

Karena saking seringnya mencontek siswa jadi malas berusaha sendiri dalam

menjawab soal yang diberikan guru. Terlalu sering mengandalkan teman dan

tanpa ada niat untuk mencobanya sendiri,sehingga membuat siswa selalu

bergantung pada orang lain. Hal itu terbukti dari wawancara berikut “gue mah

6
ga perlu belajar,tinggal nyontek aja sama si B langsung deh kelar. Simple,ga perlu

muter otak”. Karena menganggap temennya sebagai buku berjalan baginya siswa

jadi selalu bergantung dengan temannya tersebut.

C. Analisis Data

Bagi pelajar kegiatan menyontek sudah biasa dilakukan.Menyontek dikelompokan

menjadi 3 yaitu :

(1) Memberikan,mengambil,atau menerima informasi

(2) Menggunakan materi yang dilarang atau membuat catatan atau ngepek

(3) Memanfaatkan kelemahan seseorang,prosedur,atau proses untuk mendapatkan

Perilaku menyontek adalah perbuatan tidak jujur yang dilakukan seseorang

dengan cara meyalin tulisan orang lain atau pun menggunakan catatan yang tidak

diperbolehkan saat ujian untuk mendapatkan keuntungan akademik

Menyontek yang merupakan tindakan atau perilaku yang disengaja untuk berbuat

tidak jujur,tidak adil dan curang dalam melaksanakan ujian ataupun tugas-tugas

dengan tujuan tertentu. Dengan menyontek dapat menimbulkan dampak negatif

bagi siswa,jadi sebisa mungkin siswa harus menghindari perilaku tersebut.

7
DAFTAR PUSTAKA

Eprint. 2017. Faktor penyebab dan dampak negatif menyontek bagi siswa
sekolah menengah
pertama.Diperoleh dari
http://eprints.ums.ac.id/35521/2/02.%20NASKAH%20PUBLIKAS
I.pdf ( 13 Mei 2017 )
Etheses. 2017.Perilaku mencontek. Diperoleh dari
http://etheses.uin-malang.ac.id/ 2222/6/08410011_Bab_2.pdf ( 5
Mei 2017 )

Repository. 2017.fenomenamenyontek yang sering terjadi di duniapendidikan.


Diperoleh dari
http://repository.unpad.ac.id/19168/1/Studi-Deskriptif-
Mengenai-Penalaran-Moral-Pada-Remaja.pdf

8
9