Anda di halaman 1dari 105

Spesijikasi Teknis Jalan Bebas Hambatan dan Jalan Tol

Divisi 10 - Struktur Beton

DIVISII0

STRUKTUR BETON

810.01 BETON

810.01 (1) Uraian

(a) Lingkup Kerja

Pekerjaan ini meliputi pekerjaan-pekerjaan yang menyangkllt jenis-jenis


beton bertlilang atau tidak bertulang, yang dibuat sesuai dengan
Spesifikasi ini dan garis, ketinggian, kelandaian dan ukuran yang tertera
pada Gambar, dan sesuai dengan arahan dari Konsultan Pengawas.

Beton semen portland harus berupa campuran semen, air, agregat kasar
dan agregat halus.

(b) Kelas Beton dan Penggunaannya

Jenis beton dan penggllnaannya adalah seperti dijelaskan, di bawah ini,


kecuali bila ada ketentuan lain dalam Gambar, atall diperintahkan
Konsultan Pengawas.

Kelas Penggunaannya:

A-I - Precast prestressed concrete box girders


Precast prestressed concrete I-girders
- Precast prestressed concrete U-girders
Prestressed concrete box girders
Precast prestressed concrete hollow core slab units

A-2 - Prestressed Concrete Cantilevered Pier Heads and Columns


- Prestressed Concrete Portal Pier
- Prestressed Concrete Hollow Slabs
Precast Cross Beams

B-1 - Reinforced concrete slab bridges


- Reinforced concrete deck slabs
Diapragms ofPrestressed Concrete I-girder and U-girder
bridges
- Reinforced concrete hollow slab
- Concrete Barriers
- Pipe Culverts
- Reinforced concrete centilever pier columns and heads
Stairs and Pier Column for Pedestrian Bridges
Reinforced Concrete Piled Slabs
- Kerb (bertulang dan tanpa tulangan)

SU1~
1 3 MAR 2017
Spesijikasi Teknis Jalan Bebas Hambatan dan Jalan Tol
Divisi 10- Struktur Beton

B-2 Cast - in place reinforced concrete piles

C - Wall Piers
- AbutmentsJooting ofpiers, retaining walls
Approach slabs
Stairs on embankment andfoundations ofslreetlighting poles
Box culverts (termasuk dinding sayap/wing walls)
RCframes and encasement ofpipe culverts
Planting Boxes
Precast plates for slabs
Stairs ofpedestrian bridge
- Piers ofpedestrian bridge
U-ditches

D. Dinding penahan tanah tipe gravitasi


- Concrete foot paths
- Head walls, penopang gorong-gorong pipa

E. Levelling concrete, backfill concrete pada stone masonry


sebagimana disebutkan dalam Gambar

AA Segmental precast prestressed concrete, U-girders


- Preccast/Segmental prestressed concrete I-girders
Segmental prestressed concrete U-girders
- Prestressed concrete spun pile

P Concrete Pavement.

(c) Mencntukan Pcrbandingan Campuran dan Takaran Bcrat

Pekerjaan beton struktur dapat mulai dikerjakan bila campurannya telah


disetujui oleh Konsultan Pengawas.

Perbandingan campuran dan takaran berat untuk beton ditentukan seperti


di bawah ini dan harus dilakukan bila material yang disediakan oleh
Kontraktor sudah disetujui.

(I) Campuran Percobaan

Selambat-lambatnya 35 hari sebelum pekerjaan beton dimulai,


Kontraktor harus membuat campuran percobaan di laboratorium
dengan disakslkan oleh Konsultan Pengawas.

Campuran percobaan ini harus dibuat sedemikian rupa sehingga


mempunyai kuat tekan alau kekuatan lentur sesuai dengan ketentuan
(Preliminary Test Result) dengan margin yang cukup, sehingga
probabilitas nilai kekuatan beton pada pelaksanaan yang lebih
rendah dari kekuatan minimum yang ditentukan, pada Tabel 10-1-
1, tidak lebih dari 5%.

SU~
1 3 MAR 2017
Spesijikasi Teknis Jolon Bebas Hambatan dan Jolon Tol
Divisi 10 - Struktur Beton

Konsultan Pengawas akan menentukan perbandingan berdasarkan


campuran percobaan yang dilakukan dengan memakai material
yang harus dipergunakan dalam pekerjaan.

Perbandingan campuran untuk campuran percobaan terse but


didasarkan pada nilai-nilai dalam Tabel 10-1-1 dan disesllaikan
dengan ketentuan di bawah ini. Tetapi nilai-nilai tersebut hanya
perkiraan saja, untuk memudahkan Kontraktor, dengan ketentllan
bahwa nilai kuat tekan minimum diambil dari nilai kekuatan rata-
rata minimum pada pelaksanaan.

Tabel 10-1-1 Slandar Proporsi Campuran Beton untuk Struktur

KUATTEKAN 1/

URAIAN A-I A-2 B-1 B-2 C D E AA P

Ukuran
Maksimum 20 20 20 20 20 25 38 20 38
Agregat Kasar
(mm)

Slump (em) 21 7,5±2,5 7,5±2,5 7,5±2,5 15,0±2,5 7,5±2,5 5,0±2,5 5,0±2,5 - 5,0±2,5

Perband ingan 0,375 0,424 0,494 0,494 0,614 0,760 0,780 - 0,45
semen/air
W/C

Kadar Air
W (kg/m3) 170 172 181 197 181 169 157 - 153

Kadar Semen 450 406 366 399 295 222 178 - 340
C (kg/m3)

Agregat Halus 720 705 819 786 885 906 896 - 817
S (kg/m3)

Agregat Kasar 1100 1147 1044 1004 1039 1110 1187 - 1090
G (kg/m3)

Kuat tekan
minimum pada 40 35 30 30 20 13 10 50 -
umur 28 hari
dengan les silinder
(MPa) 31

SU~
1 3 MAR 2017
Spesifikasi Teknis Jalan Bebas Hambatan dan Jalan Tol
Divisi J0 - Struktur Beton

KUATTEKAN 1/
URAIAN A-I A-2 B-1 B-2 C D E AA P

Kekuatan lentur
Minimum dalam - - - - - - - - 45
28 hari (kg/em') 'I

Catatan :
I) Jenis beton sebagaimana Pasal S.IO.OI (IXb)
2) Slump harus ditentukan menurut SNI 1972: 2008 (AASHTO T119-09 atau JISAIIOI).
3) Uji kuattekan beton menurut SNI 03-1974-1990 (AASHTO T22-07) dan SNI 03-4810-1998
(AASHTO T23-04).
4) Kuat lentur diuji dengan Metoda Pembebanan Tiga Titik menurut SNI 03-4431-1997
(AASHTO T97-0J).

Berat agregat per meter kubik beton dalam Tabel 10-1-1 adalah
berdasarkan pemakaian agregat dengan bulk specific gravity 2,65
pada keadaan permukaan kering jenuh; pasir alam bergradasi
seragam yang mempunyai modulus kehalusan sebesar 2,75; agregat
kasar bergradasi seragam dengan ukuran tertentu.

Untuk agregat dengan specific gravity berbeda, takaran beratnya


harus disesuaikan dengan eara mengalikan berat pada tabel dengan
specific gravity yang bersangkutan lalu dibagi 2,65.

Bila digunakan pasir peeah (angular), atau pasir hasil crusher atau
pasir yang modulus kehalusannya lebih dari 2,75, jumlah agregat
halus harus ditambah dan agregat kasar dikurangi. Bila modulus
kehalusan pasir kurang dari 2,75, agregat halus harus dikurangi dan
agregat kasar ditambah. Untuk setiap perubahan modulus kehalusan
sebesar 0,10 (sebanding dengan 2,75), persentase jumlah pasir
berubah 1% terhadap berat total agregat kasar dan agregat halus.
Modulus kehalusan agregat halus harus dihitung dengan menambah
persentase kumulatif, berdasarkan beratnya, dari material yang
tertahan pada setiap saringan standard ASTM ukuran 4,75, 2,36,
1,18,0,600,0,300 dan 0,150 mm dan kemudian dibagi 100.

Penyesuaian modulus kehalusan harus dilakukan sebelum


penyesuaian nilai berat pada ketentuan Tabel 10-1-1, untuk setiap
variasi perbedaan dari 2,65.

Bila disetujui oleh Konsultan Pengawas, Kontraktor dapat meng-


gunakan agregat kasar dengan ukuran selain pada Tabel 10-1-1.

Bila penggunaan agregat kasar dengan ukuran lain itu menghasilkan


beton yang kadar airnya melebihi ketentuan, sehingga perlu
tambahan semen, tidak ada kompensasi untuk Kontraktor atas
tambahan semen itu. Ukuran agregat kasar yang ditentukan tidak

SU~
1 3 MAR 2017
Spesijilwsi Teknis Jalan Bebas Hambatan dan Jalan Tal
Divisi 10 - Struktur Beton

perlu dipilah dengan fraksi ukuran yang berbeda. Namun 2 fraksi


ukuran bisa digunakan bila ukuran maksimumnya lebih dari 2,5 em.
Bila salah satu ukuran fraksi atau lebih yang digunakan tidak
memenuhi gradasi yang ditentukan, sedangkan bila dikombinasikan
hams bisa memenuhi gradasi, maka hal itu bisa digunakan bila ada
ij in tertulis dari Konsultan Pengawas.

(ii) Perbandingan eampuran dan takaran berat. Konsultan Pengawas


hams menentukan kilogram berat agregat halus dan kasar (dalam
kondisi permukaan keringjenuh) untuk per meter kubik kelas beton
tertentu, dan perbandingan tersebut hams tidak diubah keeuali
dengan ketentuan seperti pada paragraf berikut. Selain itu,
Konsultan Pengawas juga hams menentukan takaran berat bahan
agregat setelah menentukan kadar airnya mengkoreksi berat volume
pada keadaan kering permukaan jenuh untuk suatu kadar air
tertentu.

Dalam mengukur agregat untuk struktur dengan volume beton


kurang dari 25 meter kubik. Kontraktor dapat mengganti alat
timbangan dengan alat pengukur volume yang disetujui Konsultan
Pengawas. Dalam hal ini penimbangan tidak diperlukan, tetapi
volume agregat kasar dan agregat halus diukur dengan takaran
masing-masing harus sesuai dengan ketentuan Konsultan Pengawas.

(iii) Penyesuaian untuk berbagai kemudahan dalam pelaksanaannya


(workability). Bila ternyata tidak mungkin diperoleh beton dengan
placeability dan workability yang dikehendaki dengan
perbandingan eampuran yang telah ditentukan Konsultan Pengawas,
maka Konsultan Pengawas dapat mengubah ketentuan berat
agregat, tetapi kadar semen yang telah ditentukan tetap tidak
berubah dan Konsultan Pengawas boleh meminta Kontraktor untuk
mengadakan pengendalian yang lebih ketat pada prosedur
penakarannya.

(iv) Penyesuaian untuk berbagai hasil eampuran. Bila kadar semen pada
beton, setelah diuji menurut AASHTO T121-05, berbeda lebih dari
plus atau minus 2 (dua) % dari yang ditentukan dalam Tabel 10-1-
I, maka perbandingan eampuran harus diubah oleh Konsultan
Pengawas agar kadar semen tetap dalam batas yang ditentukan
kadar air tidak boleh melebihi ketentuan.

Bilamana beton tidak meneapai kekuatan yang disyaratkan, atas


persetujuan Konsultan Pengawas kadar semen dapat ditingkatkan
asalkan tidak melebihi batas kadar semen maksimum karena
pertimbangan panas hidrasi (AASHTO LRFD Bridge Construction
Specijication 8.4.3 Maximum Cementitious 593 kilogram/m J for
High Performance Concrete). Cara lain dapat juga dengan
menurunkan rasio air/semen dengan pemakaian bahan tambahan
jenis plasticizer yang berfungsi untuk meningkatkan kinerja
keleeakan adukan beton tanpa menambah air atau mengurangi

S~
\ 3 Mfl.R 20\7
Spesijikasi Teknis Jalan Bebas Hambatan dan Jalan Tol
Divisi 10 - Struktur Beton

penggunaan air dalam eampuran beton tanpa mengurangi keleeakan


adukan beton.

(v) Penyesuaian untuk kelebihan kadar air.

8ila dengan kadar semen yang ditentukan, tidak mungkin membuat


beton dengan konsistensi yang dikehendaki tanpa melebihi kadar air
maksimum yang ditentukan dalam Tabel 10-1-1, maka Konsultan
Pengawas harus menaikkan kadar semen sehingga kadar air
maksimum tidak melebihi ketentuan.

(vi) Penyesuaian untuk material baru.

Sumber material tidak boleh diganti sebelum memberitahu


Konsultan Pengawas, dan material baru tidak boleh digunakan
sebelum Konsultan Pengawas menyetujuinya dan membuat rumus
perbandingan eampuran yang baru berdasarkan eampuran
pereobaan bila penggantian material baru menyebabkan perlu
tam bahan jumlah semen, maka harus tidak ada kompensasi atas
tambahan material semen tersebut.

(d) Contoh Beton

Untuk menilai kesesuaian mutu beton selama pelaksanaan kerja,


Kontraktor harus menyediakan eontoh (specimen) beton untuk diuji pada
umur 7 hari dan 28 hari sesuai petunjuk Konsultan Pengawas, atau dengan
interval lainnya sesuai dengan kebutuhan, untuk menentukan kekuatan
beton.

Kontraktor harus mendapatkan sejumlah hasil pengujian kuat tekan benda


uji beton dari pekerjaan beton yang dilaksanakan. Setiap hasil adalah nilai
rata-rata dar; dua nilai kuat tekan benda uji dalam satu set benda uji (I set
= 3 buah benda uji ), yang selisih nilai antara keduanya S 5% untuk satu
umur, untuk setiap kuat tekan beton dan untuk setiap jenis komponen
struktur yang dieor terpisah pada tiap hari pengeeoran.

Untuk peneampuran seeara manual, maka pada pekerjaan beton dengan


jumlah masing-masing mutu beton S 60 m l harus diperoleh satu hasil uji
untuk setiap maksimum 5 m l beton dengan minimum satu hasil uji tiap
hari. Dalam segala hal jumlah hasil pengujian tidak boleh kurang dari
empat hasil untuk masing-masing umur. Apabila pekerjaan beton
meneapai jumlah 60 m l , maka untuk setiap maksimum 10 m l beton
berikutnya setelahjumlah 60 m l tereapai harus diperoleh satu hasil uji.

Untuk pengeeoran hasil produksi ready mix, maka pada pekerjaan beton
denganjumlah masing-masing mutu S 60 m l harus diperoleh satu hasil uji
untuk setiap maksimum IS m l beton seeara aeak, dengan minimum satu
hasil uji tiap hari. Dalam segal a hal jumlah hasil pengujian tidak boleh
kurang dari em pat. Apabila pekerjaan beton meneapaijumlah 60 m l , maka

SUI~
1 3 MAR 2017
Spesijikasi Teknis lalan Bebas Hambatan dan lalan Tal
Divisi 10 - Struktur Beton

untuk setiap maksimum 20 m 3 beton berikutnya setelah jumlah 60 m 3


tercapai hams diperoleh satu hasil uji.

Contoh beton untuk pengujian hams diuji oleh Kontraktor di laboratorium


lapangan atau di laboratorium yang letak dan kelengkapannya memadai.

Kontraktor harus bertanggungjawab untuk menjaga dan mencegah


kerusakan contoh beton untuk pengujian, selama penanganan,
pengangkutan dan penyimpanannya.

(e) Ketentuan Kekuatan Beton

(i) Persiapan Specimen

Kuat tekan ultimate beton harus ditentukan pada contoh yang dibuat
menurut SNI 03-6813-2002 (ASTM C943-80) atau, bila tidak
memungkinkan, dengan SNJ 2458 : 2008 (AASHTO T141-05 atau
ASTM Cl72-04) dan SNI 03-4810-1998 (AASHTO T23-04 atau
ASTM C31). Silinder uji yang dibuat di laboratorium harus sesuai
dengan SNI 03-2493-1991 (AASHTO T126-90 atau ASTM CI92-
07). Pengujian tekan dengan silinder harus sesuai dengan ketentuan
SNI 03-1974-1990 (AASHTO T22-07 atau ASTM C39-05).

(ii) Kuat tekan dan Kuat Lentur

Nilai kuat tekan dan kuat lentur dalam pelaksanaan (site working
strength) pada umur beton 28 hari tidak boleh kurang dari kekuatan
minimum menurut Tabel 10-1-1, sesuai kelas betonnya dan dihitung
dengan menggunakan persamaan S.IO.OI.(l).e.(iii). Bila ternyata
hasil uji contoh tersebut tidak memenuhi syarat, maka beton yang
diproduksi pada saat pengambilan contoh tersebut dianggap semua
tidak memenuhi syarat.

Mutu beton dan mutu pelaksanaan dianggap memenuhi syarat, apabila


dipenuhi syarat-syarat berikut :
(i) Tidak boleh lebih dari 5% ada di antara jumlah minimum (30)
nilai hasil pemeriksaan benda uji berturut-turut terjadi kurang
dari fc'.

(ii) Apabila setelah selesai pengecoran seluruhnya untuk masing-


masingmutu beton dapat terkumpuljumlah minimum benda uji,
maka hasil pemeriksaan benda uji berturut-turut hams
memenuhifck ~f'c.

(iii) Jika benda uji yang terkumpul kurang dari jumlah minimum
yang telah ditentukan, maka nilai standar deviasi (S) harus
ditingkatkan dengan faktor modifikasi yang diberikan berikut di
bawah ini

,
SUIO-~

1 31V1AR'1017
Spesijikasi Teknis Jalan Bebas Hambatan dan Jalan Tol
Divis; 10 - Struktur Beton

Vntuk Jumlah HasH Vji Minimum 30

Faktor
Jumlah hasil Uji
Modifikasi
10 1,36
II 1,31
12 1,27
13 1,24
14 1,21
15 1,18
16 1,16
17 1,14
18 1,12
19 1,11
20 1,09
21 1,08
22 1,07
23 1,06
24 1,05
25 1,04
26 1,03
27 1,02
28 1,02
29 1,01
30 1

(iv) Apabila setelah selesai pengeeoran beton seluruhnya untuk


masing-masing mutu beton terdapat jumlah benda uji kurang
dari minimum, maka apabila tidak dinilai dengan eara evaluasi
menurut dalil-dalil matematika statistik yang lain, tidak boleh
satupun nilai rata-rata dari 4 hasil pemeriksaan benda uji
berturut-turut, 10.,,4 terjadi tidak kurang dari 1,15 fe'. Masing-
masing hasil uji tidak boleh kurang dari 0,85 fe'.

(iii) Kekuatan Karakteristik

fek = fem - k.S

n
21ei
i= I
fem =- adalah kuat tekan rata-rata
n

n
L (jei - fem)2
S = i= I adalah standar deviasi
n- I

SUIO-~
1 {MAR 2017
Spesijikasi Teknis Jalan Bebas Hambatan dan Jalan Tol
Divisi 10 - Struktur Beton

fck = kuat tekan karakteristik beton


fem = kuat tekan rata-rata beton
fci = nilai hasil pengujian
n = jumlah hasil
S = standar deviasi
k = 1,645 untuk tingkat kepercayaan 95%

Catatan:
Simbol-simbolfck,fcm,fci digunakan untuk benda uji silinder150 mm
-300 mm.

(iv) Penyimpangan dari Ketentuan Kuat Tekan

Bila dari hasil perhitungan dengan kuat tekan menunjukkan bahwa


kapasitas daya dukung struktur kurang dari yang disyaratkan, maka
apabila pengecoran belum selesai, pengecoran harus segera
dihentikan dan dalam waktu singkat harus diadakan pengujian beton
inti (core drilling) pada daerah yang diragukan berdasarkan aturan
pengujian yang berlaku. Dalam hal dilakukan pengambilan beton
inti, harus diambil minimum 3 (tiga) buah benda uji pada tempat-
tempat yang tidak membahayakan struktur dan atas persetujuan
Konsultan Pengawas. Tidak boleh ada satupun dari benda uji beton
inti mempunyai kekuatan kurang dari 0,75fc'. Apabila kuat tekan
rata-rata dari pengujian beton inti yang tidak kurang dari 0,85fc',
maka bagian konstruksi tersebut dapat dianggap memenuhi syarat
dan pekerjaan yang dihentikan dapat dilanjutkan kembali. Dalam
hal ini, perbedaan umur beton saat pengujian terhadap umur beton
yang disyaratkan untuk penetapan kuat tekan beton perlu
diperhitungkan dan dilakukan koreksi dalam menetapkan kuat tekan
beton yang dihasilkan.

(v) Pemeliharaan Contoh Beton

Biaya membuat contoh beton dan mengadakan pengujian, termasllk


biaya pembuatan tempat contoh beton yang kuat dan biaya
pengapalan atau pengangklltan contoh beton uji dari lokasi kerja ke
laboratorium, sudah termasuk pada harga satuan beton semen
Portland. Kontraktor harus bertanggung jawab untuk mencegah
kerusakan pada contoh uji selama pembuatan dan pengangkutannya.

(vi) Dokumen Hasil Pengujian

Dokumen hasil pengujian harus disimpan oleh Konsliltan


Pengawas, tetapi selalu terbuka untuk Kontraktor. Kontraktor
bertanggung jawab untuk membuat penyesuaian seperlllnya untuk
membuat beton sesuai ketentuan Spesitikasi. Dokumen hasil uji
harus mencakup apakah beton itu sesuai atau tidak.

(f) Kondisi Cliaca yang Diiinkan untuk Bekerja

SU~
1 3 MAR 2017
Spesifikasi Teknis Jalan Bebas Hambatan dan Jalan Tol
Divisi 10 - Struktur Beton

Kontraktor harus menjaga temperatur semua bahan, terutama agregat kasar,


dengan temperatur pada tingkat yang serendah mungkin dan harus dijaga
agar selalu di bawah 32°C sepanjang waktu pengecoran. Pada kondisi
ekstrim, dimana pengecoran terpaksa dilakukan pada suhu di atas 32°C,
maka metode pelaksanaan pekerjaan pengecoran harus mengacu kepada
ACI 305R- I 0 Hot Weather Concreting. Sebagai tambahan, Kontraktor tidak
boleh melakukan pengecoran bilamana :

i) Tingkat penguapan melampaui 1,0 kglm 2/jam sesuai dengan petunjuk

60
..
Gambar 10.01-1.
40 80 100

ii) Lengas nisbi dari udara kurang dari 40 %.

iii) Selama turun hujan atau bila udara penuh debu atau tercemar.

Beton massa (mass concrete) tidak boleh melampaui panas hidrasi lebih
dari 70°C, perbedaan temperatur luar dan dalam tidak boleh melampaui
20°C.

(g) Toleransi

SUlr
i) Toleransi Dimensi :

1 3 MAR 2017
Spesijikasi Teknis Jalan Bebas Hambatan dan Jalan Tol
Divisi 10- Struktur Beton

• Panjang keseluruhan sarnpai dengan 6 m. +5mm


• Panjang keseluruhan lebih dari 6 m + 15mm
• Panjang balok, pelat dek, kolom dinding, atau
antara kepala jem batan Odan + 10 mm

Ii) Toleransi Bentuk :


• Persegi (selisih dalam panjang diagonal) 10mm
• Kelurusan atau lengkungan (penyimpangan dari
garis yang dimaksud) untuk panjang sid 3 m 12mm
• Kelurusan atau lengkungan untuk panjang 3 m - 6 15mm
m 20 mm
• Kelurusan atau lengkungan untuk panjang > 6 m

iii) Toleransi Kedudukan (dari titik patokanl :


• Kedudukan kolom pra-cetak dari rencana ± 10mm
• Kedudukan permukaan horizontal dari rencana ± 10mm
• Kedudukan permukaan vertikal dari rencana ±20mm

Iv) Toleransi Alinyemen Vertikal :


Penyimpangan ketegakan kolom dan dinding ± 10mm

v) Toleransi Ketinggian (elevasil :


• Puncak lantai kerja di bawah fondasi ± 10mm
• Puncak lantai kerja di bawah pelat injak ± 10mm
• Puncak kolom, tembok kepala, balok melintang ± 10mm

vi) Toleransi Alinyemen Horisontal : 10 mm dalam 4 m panjang mendatar.

vii) Toleransi untuk Penutup I Selimut Beton Tulangan :


• Selimut beton sampai 30mm odan + 5 mm
• Selimut beton 30mm - 50mm Odan+ 10 mm
• Selimut beton 50mm - 100mm ± 10mm

S10.01 (2) Material

(a) Umum

Semua material yang harus disediakan dan dipergunakan, yang tidak


dibahas dalam pasal ini, harus sesuai dengan ketentuan dari bagian lain.

(b) Semen

Kontraktor harus menggunakan satu jenis/tipe semen dari satu merek,


dengan mutu yang sarna untuk satu proyek. Semen yang digunakan pada
pekerjaan beton adalah semen Portland, kecuali bila ada petunjuk lain
dalam Gambar atau dari Konsultan Pengawas. Ordinary Portland Cement
(OPC) Tipe I harus memenuhi persyaratan SNI 15-2049-2004 "Semen
Portland" (JIS R521 0 atau AASHTO M85-07).

SU1~
1 3 MAR 2017
Spesijikasi Teknis Jalan Bebas Hambalan dan Jalan Tal
Divisi 10 - Sirukiur Belon

Semen tipe IA (Semen Portland tipe I dengan air-enlraining agenl), lIA


(Semen Portland tipe II dengan air-enlraining agenl) , lIlA (Semen
Portland tipe III dengan air-enlraining agenl), dapat digunakan apabila
diizinkan oleh Konsultan Pengawas. Apabila hal tersebut diizinkan, maka
Kontraktor harus mengajukan kembali desain campuran beton sesuai
dengan merek semen yang digunakan.

(c) Admixture (Campuran Tambahan)

Admixlure tidak boleh digunakan tanpa persetujuan tertulis dari Konsultan


Pengawas. Kontraktor harus menyerahkan contoh admixlure kepada
Konsultan Pengawas paling lambat 28 hari sebelum tanggal dimulainya
pekerjaan struktur tertentu atau bagian dari struktur yang harus memakai
material admixlure itu.

Yang digunakan sebagai bahan untuk meningkatkan kinerja beton dapat


berupa bahan kimia, bahan mineral atau hasillimbah yang berupa serbuk
pozzolanik sebagai bahan pengisi pori dalam campuran beton.

i) Bahan Kimia

Bahan tambahan yang berupa bahan kimia ditambahkan dalam


campuran beton dalam jumlah tidak lebih dari 5% berat semen
selama proses pengadukan atau selama pelaksanaan pengadukan
tambahan dalam pengecoran beton. Ketentuan mengenai bahan
tambahan ini harus mengacu pada SNI 03-2495-1991 Spesifikasi
Bahan Tambahan Untuk Beton atau AASHTO M 194-06, Chemical
Admixturesfor Concrele.

Untuk tujuan peningkatan kinerja beton segar, bahan tambahan


campuran beton dapat digunakan untuk keperluan-keperluan :
meningkatkan kinerja kelecakan adukan beton tanpa menambah air;
mengurangi penggunaan air dalam campuran beton tanpa
mengurangi kelecakan; mempercepat pengikatan hidrasi semen atau
pengerasan beton; memperlambat pengikatan hidrasi semen atau
pengerasan beton; meningkatkan kinerja kemudahan pemompaan
beton; mengurangi kecepatan terjadinya kehilangan slump (slump
loss); mengurangi susut beton atau memberikan sedikit
pengembangan volume beton (ekspansi); mengurangi terjadinya
bleeding; mengurangi terjadinya segregasi.

Untuk tujuan peningkatan kinerja beton sesudah mengeras, bahan


tambahan campuran beton bisa digunakan untuk keperluan-
keperluan : meningkatkan kekuatan beton (secara tidak langsung);
meningkatkan kekuatan pada beton muda; mengurangi atau
memperlam bat panas hidrasi pada proses pengerasan beton,
terutama untuk beton dengan kekuatan awal yang tinggi;
meningkatkan kinerja pengecoran beton di dalam air atau di laut;
meningkatkan keawetan jangka panjang beton; meningkatkan
kekedapan beton (mengurangi permeabilitas beton); mengcndalikan

S~
1 3 MAR 2017
Spesijikasi Teknis lalan Bebas Hambatan dan lalan Tol
Divisi 10 - Struktur Beton

ekspansi beton akibat reaksi alkali agregat; meningkatkan daya lekat


antara beton baru dan beton lama; meningkatkan daya lekat antara
beton dan baja tulangan; meningkatkan ketahanan beton terhadap
abrasi dan tumbukan.

Penggunaan jenis bahan tambahan kimia untuk maksud apapun


harus berdasarkan hasil pengujian laboratorium yang menyatakan
bahwa hasilnya sesuai dengan persyaratan dan disetujui oleh
Konsultan Pengawas.

ii) Mineral

Mineral yang berupa bahan tambahan atau bahan limbah dapat


berbentuk abu terbang (jly ash), pozzolan, mikro silica atau silica
fume. Apabila digunakan bahan tambahan berupa abu terbang, maka
bahan tersebut harus sesuai dengan standar spesifikasi yang
ditentukan dalam SNI 03-2460-1991 tentang Spesifikasi abu
terbang sebagai Bahan Tambahan untuk Campuran Beton atau
ASTM C618-15 Coal Fly Ash and Raw or Calcined Naturol
Pozzolan for Use in Concrete.

Penggunaan jenis bahan tambahan mineral untuk maksud apapun


harus berdasarkan hasil pengujian laboratorium yang menyatakan
bahwa hasilnya sesuai dengan persyaratan dan disetujui oleh
Konsultan Pengawas

(d) Air

Air yang dipergunakan untuk beton harus disetujui oleh Konsultan


Pengawas. Air yang dipergunakan dalam pencampuran, pengawetan, atau
pekerjaan lainnya harus bersih dan bebas dari minyak, garam, asam,
alkali, gula, tumbuhan atau zat lainnya yang merusak hasil pekerjaan. Bila
diminta oleh Konsultan Pengawas, air harus diuji dengan diperbandingkan
terhadap air suling.

Perbandingan harus memakai cara uji semen standar untuk kekerasan,


waktu pembuatan (setting time), dan kekuatan adukan. Petunjuk dari
kekerasan, perubahan waktu pengikat ± 30 menit atau lebih, penurunan
kekuatan adukan lebih dari 10% dibandingkan dengan air suling, cukup
menjadi alasan ditolaknya air yang tengah diuji itu.

Bila sumber air dangkal pengambilannya harus sedemikian rupa agar


lumpur, rumput, atau bahan asing lainnya tidak ikut terbawa.

(e) Agregat Halus

(i) Agregat halus untuk beton harus terdiri dari pasir alam atau, bila
disetujui Konsultan Pengawas, materiallembut lainnya dengan sifat
sarna, mempunyai butir yang bersih, keras dan awet, serta harus

SUI~
1 3 MAR 2017
Spesifikasi Teknis Jolon Bebas Hambatan dan Jolon Tal
Divisi 10 - Struktur Beton

bersih dan bebas dari debu, lumpur, lempung, bahan organik, dan
kotoran lainnya, dalamjumlah melebihi batas toleransi.

(ii) Agregat halus harus bergradasi merata dan harus memenuhi


ketentuan gradasi sebagai berikut :

Gradasi Agregat Halus

Ukuran Ayakan Kumulatif presentase


(mm) berat yang lolos
9,5 100
4,75 95 - 100
2,36 80 - 100
1,18 50 - 85
0,600 25 - 60
0,300 10 - 30
0,150 2 - 10

Analisa saringan agregat halus harus dilakukan menurut SNI 03-


1968-1990 (JIS A II 02 atau AASHTO T27-06).

Ketentuan gradasi di atas merupakan batas ekstrim yang harus


digunakan dalam menentukan kesesuaian material dari setiap
sumber. Gradasi material dari satu sumber tidak boleh berlainan
komposisi melebihi batas ketentuan. Untuk menentukan kadar
keseragaman gradasi, harus dibuat suatu penentu modulus
kehalusan untuk contoh masing-masing sumber, dan diajukan oleh
Kontraktor.

Bila modulus kehalusan berbeda-beda lebih dari 0.20 dari nilai yang
digunakan untuk menentukan perbandingan campuran beton, maka
agregat hal us itu harus ditolak, kecuali bila perbandingan campuran
disesuaikan, dengan persetujuan Konsultan Pengawas.

(iii) Kadar zat yang mengganggu dalam agregat halus tidak boleh
melebihi batas yang ditentukan dalam Tabel 10-1-2. Terhadap zat
pengganggu lainnya yang tidak tercakup dalam tabel itu, harus
ditentukan cara penanganannya dengan petunjuk dari Konsultan
Pengawas.

Pengujian untuk material yang lebih halus dari saringan 0,075 mm


harus dilakukan menurut SNI 03-4142-1996 (JIS AI103 atau
AASHTO Til-OS).

(iv) Kekerasan agregat halus harus memenuhi kehilangan berat tidak


lebih dari 10 % bila diuji dengan sodium sulfat atau 15 % dengan
magnesium sulfat melalui pengujian SNI 3407 : 2008 (AASHTO
T104-99(2003)).

SUI~
I 3 MAR 2017
Spesifikasi Teknis Jalan Bebas Hambatan dan Jalan Tal
Divisi 10 - Struktur Beton

Tabel 10-1-2 Sifat Agregat Halus


Batas Zat Pengganggu dalam Agregat Halus (% Berat)

Zat Maksimum
Gumpalan Lempung dan partikel yang mudah 3,0
pecah (SNI 03-4141-1996 (AASHTO Tl12-
00(2004))

Material yang lebih halus dari


Saringan 0,075 mm :
Beton yang akan mengalami abrasi 3,0 I)

Beton lainnya. 5,0 I)

Material yang mengapung dalam cairan dengan 05 2)


,
SDecific (Travitv 1,95
Keterangan :
I) Untuk agregat pecah, bila material yang lebih halu, dari ,aringan/pengayak
0,075 mm terdiri dari debu dengan patokan yang bersih dari lempung alau
serpihan, persentase ini dapat dinaikkan sampai 5 dan 7.
2) Ketentuan ini tidak berlaku pada pasir buatan dari ampas tanur tinggi.

(v) Semua agregat hal us harus bersih dari katoran arganik. Penentuan
kandungan katoran organik dalam pasir alam dilakukan menurut
SNI 03-2816-1992 (AASHTO T2l-05 atau JIS AII05). Apabila
agregat yang harus diuji menunjukkan warna yang lebih gelap dari
warna standar berdasarkan colourmetric test, harus ditolak.

Tetapi, pasir yang tidak memenuhi ketentuan di atas masih dapat


digunakan, dengan syarat, kuat tekan contoh adukan yang
menggunakan pasir tersebut lebih dari 95% kekuatan pada adukan
dengan pasir yang sarna yang dicuci dengan larutan 3% sodium
hidroksida dan kemudian dicuci dengan air, serta disetujui oleh
Konsultan Pengawas. Umur contoh adllkan yang harus diuji adalah
7 hari dan 28 hari, untuk semen Portland normal.

Kekuatan Tekan contoh adukan harus ditentukan menurut


AASHTO T71-07, "Pengaruh Kotoran Organik dalam Agregat
Halus terhadap kekuatan adukan".

(f) Agregat Kasar

(i) Agregat kasar harus terdiri dari satu atau lebih dari satu material
berikut : batu pecah, kerikil, ampas tanur tinggi, atau material
lembam lainnya yang disetujui dengan sifat yang sarna, mempunyai
dengan sifat yang sarna, mempunyai blltir-butir yang bersih, keras
dan awet.
(ii) Agregat kasar harus bersih dan bebas dari butiran-butiran yang
panjang atau bulat, bahan arganik dan bahan pengganggu lainnya
dalam melebihi batas taleransi.

SUl~

t 3 MAR 2017
Spesifikasi Teknis Jolon Bebas Hambatan dan Jolon Tol
Divisi 10 - Struktur Beton

(iii) Agregat kasar harus bergradasi merata dan harus memenuhi


ketentuan gradasi berikut ini :

G rad as). A"'feQat K asar


Ukuran Persen Berat Yang Lolos Untuk Agregat
Ayakan Ukuran Ukuran Ukuran Ukuran
(mm) Nominal Nominal Nominal Nominal
37,5 mm 25 mm 19 mm 12,5 mm
50,8 100 - - -
38,1 95 -100 100 - -
25,4 - 95 - 100 100 -
19,0 35 - 70 - 90 - 100 100
12,7 - 25-60 - 90 - 100
9,5 10 - 30 - 20 - 55 40 -70
4,75 0-5 0-10 0- 10 0- 15
2,36 - 0-5 0-5 0-5

Analisa saringan agregat halus harus dilakukan menurut SNI 03-


1968-1990 (lIS AII02 atau AASHTO T27-06).
Dalam menetapkan ukuran maksimum batuan harus selalu
mempertimbangkan jarak bersih antar tulangan pada setiap struktur
beton.

(iii) Agregat kasar harus mempunyai ketahanan abrasi dengan mesin Los
Angeles tidak lebih dari 30 % sesuai dengan pengujian SNI 2417 :
2008 (AASHTO T96-02(2006)) dan kekekalan agregat tidak lebih
dari 12 % dengan sodium sulfat sesuai dengan pengujian SNI 3407
: 2008 (AASHTO TI 04-99(2003)) .

(iv) Kadar zat pengganggu dalam agregat kasar tidak boleh melebihi
batas dalam Tabel 10-1-3. Penanganan zat penganggu lebih yang
tidak tercakup dalam tabel itu harus ditentukan berdasarkan
petunjuk Konsultan Pengawas.

TabellO-I-3 Sifat Agregat Kasar


Batas k adar zatP engganggu d aam
I AgregatK asar (P ersen ase B erat)
Zat Maksimum
- Gumpalan Lempung dan partikel yang mudah pecah 2,0
(SNI 03-4141-1996 (AASHTO TI12-00(2004))

- Material yang lebih halus dari saringan 0,075 mm : I ,0 I)

- Material yang mengapung dalam cairan, dengan


specific wavily 1,95 1,0 2 )

SUl~
1 3 MAR 20\7
Spesifikasi Teknis Jalan Bebas Hambatan dan Jalan Tal
Divisi 10 - Struktur Beton

Keterangan :
I) Untuk agregat pecah, hila material yang lebih halus dari saringan 0,075 mm terdiri
dari debu yang butirannya bersih dar; lempung dan ,erpihan (shale), maka
persentase ini dapat dinaikkan menjadi 1,5.
2) Ketentuan ini tidak berlaku pada pasir buatan dari ampas taour tinggi.

(v) Pengujian untuk material yang lebih halus dari saringan 0,075 mm
harus dilakukan menurut SNI 03-4142-1996 (lIS A II 03 atau
AASHTO TIl-OS).
(vi) Agregat kasar harus dipilih sedemikian rupa sehingga ukuran
partikel terbesar tidak lebih dari % (tiga per empat) jarak bersih
minimum antara baja tulangan atau antara baja tulangan dengan
aeuan, atau eelah-eelah lainnya di mana beton harus dieor.

(g) Penguiian Agregat

Sebelum digunakan, hasil uji agregat dari setiap sumber harus disetujui
oleh Konsultan Pengawas. Uji agregat yang sedang digunakan harus
berdasarkan perintah Konsultan Pengawas.

(h) Expansion Joint Filler (Asphaltic Joint Filler)

Expansion joint filler harus memenuhi ketentuan AASHTO M33-


99(2003).

Filler untuk setiap sambungan (joint) harus disediakan satu lempengan


untuk seluruh kedalaman dan lebar yang ditentukan, keeuali bila ada
ketentuan lain dari Konsultan Pengawas. Bila untuk satu sambungan
diperbolehkan menggunakan lebih dari satu lempengan, ujung yang
hendak dihubungkan harus disambung erat dan rapat, dengan bentuk yang
tepat, dengan memakai alat penjepit atau cara yang disetujui Konsultan
Pengawas.

(i) Penyimpanan Material

(i) Penyimpanan Semen

Semen dapat diangkut dengan bin yang disetujui di pabrik. Semen


harus disimpan di gudang anti lembab dengan ketinggian lantai
sekurang-kurangnya 30 em dari tanah, sedemikian rupa mudah
untuk diperiksa dan digunakan. Semen karung tidak boleh ditumpuk
lebih dari 13 sak. Semen yang menjadi basah atau keadaannya tidak
memadai tidak boleh digunakan. Semen yang disimpan oleh
Kontraktor lebih dari 60 hari harus disetujui dulu oleh Konsultan
Pengawas, bila harus digunakan. Bila Konsultan Pengawas
mengijinkan penggunaannya, semen dari berbagai merek, tipe, atau
dari pabrik lain harus disimpan terpisah. Semen dari karung bekas
tidak boleh digunakan.

SUl~
1 3 MAR 2017
Spesifikasi Teknis Jolon Bebas Hambatan dan Jolon Tal
Divisi 10 - Struktur Beton

(ii) Penyimpanan Agregat

Agregat halus dan agregat kasar harus disimpan terpisah agar tidak
tercampuri material asing satu sarna lain. Agregat harus disimpan
sedemikian rupa agar kadar air selalu merata, dan harus ditangani
sedemikian rupa agar tidak terjadi segregasi. Agregat harus
disimpan terlindung dari sorotan langsung sinar matahari. Agregat
dari sumber yang berbeda tidak boleh disimpan dalam tempat yang
sarna tanpa ijin dari Konsultan Pengawas.

U) Perekat

(i) Pendahuluan
Perekat damar epoxy (epoxy resin adhesive) harus digunakan untuk
menyambung balok beton precast.

(ii) Standar Kualitas


Standar kualitas perekat adalah seperti di bawah ini

JENIS ITEM SATUAN STANDAR KONDISI KONDISI


PERANGKAT KUALITAS PENGUJIAN PENGAWETAN
Bahan asing
Tampak dari yang
luar berbahaya
Perangkat yang tidak boleh
tidak diperkeras ikut dicampur.
Malerial tidak
boleh lerpisah
Gaya Beral - 1,2 - 1,6 suhu kamar')
Spesifik
Viskositas cp IxlO' - 5xlO' suhu kerja
standar 2)
Umur
Campuran Jam 2 alau lebih suhu kerja
(PoI Li Fe)') standar ')
Ketebalan
Kendur mm 0,3 atau lebih suhu kerja
Minimum 4) standar 2)
Kuat larik kglcm2 125 atau lebih umur - 7 hari
suhu kamar ') suhu kamar I)

Perangkat yang Kuat tekan kglcm2 700 atau lebih umur = 7 hari suhu kamar I)

diperkeras suhu kamar I)


Daya Rekat') kglcm2 60 alau lebih umur -7 hari suhu kamar I)

suhu kamar ')

Keterangan :
I) "Suhu Kamar" berarti kondisi suhu standar Kelas - 2 menurut JIS Z8703 alau ASTM 05854-96(2015)
(standard atmospheric conditionsfor testing) yaitu 20°C ± zoe.
2) "Suhu Kerja Standar" merujuk kepada 3 kategori, yaitu summer Tipe, spring-and-autumn ripe, dan
winter Tipe; yang besarnya, secara berturut-turut adalah 30 De ± 2° C, 20°C ± zoe, dan lODe ± zoe.
3) "Umur campuran" (Pot life) adalah 70% dari jangka waktu sejak pencampuran sampai saat mulai
pengentalan.

SUIO~
, '3 W\,R 2017
Spesifikasi Teknis Jalan Bebas Hambatan dan Jalan Tal
Divisi 10 - Struktur Beton

4) "Ketebalan kendur minimum" berarti ketebalan minimum lapisan perekat yang terbentuk dengan
memakai perekat itu pacta pennukaan tegak lurus sampai ketebalan kira-kira 1 rom, dan diukur setelah
perekat itu dikendurkan ke bawah.
S) Daya rekat diukur melalui uji geser (shearing lest).

810.01(3) Peralatan dan Alat-alat Bantu

Peralatan dan alat-alat bantu yang diperlukan untuk menangani material dan
melaksanakan pekerjaan, dengan jenis, kapasitas dan kondisi mekanis yang
disetujui Konsultan Pengawas, harus sudah berada di lokasi kerja sebelum
pekerjaan dimulai.

Bila peralatan itu tidak dipelihara kebaikan kerjanya, atau bila peralatan itu
terbukti tidak memadai, ketika digunakan oleh kontraktor, untuk mencapai hasil
kelja yang ditentukan, peralatan tersebut harus diperbaiki, atau diganti atau
ditambah, sesuai dengan petunjuk Konsultan Pengawas.

(a) Batching Plant dan Peralatannya

(i) Umum

Semua material untuk campuran harus ditakar perbandingannya


menurut berat. Batching Plant harus dilangkapi bin, hopper
timbangan dan timbangan agregat halus dan untuk masing-masing
fraksi ukuran agregat kasar. Bila digunakan semen curah, maka
harus disediakan bin (tempat penyimpanan), hopper dan timbangan
semen. Tempat penyimpanan material tersebut harus kedap air.
Seluruh sistem kendali dalam penimbangan, pencampuran, dan
penuangan harus secara terkomputerisasi.

Perlengkapan untuk mencampur komponen lain dari campuran


harus disediakan pada batching plant, sesuai dengan permintaan
Konsultan Pengawas, bisa jenis stasioner atau pun jenis yang dapat
berpindah-pindah. Alat tersebut harus selalu dijaga agar sesuai
degan ketentuan untuk melakukan mekanisme penimbangan yang
benar.

(ii) Bin dan Hopper

Pada batching plant harus disediakan bin dengan kompartemen-


kompartemen (ruang) terpisah yang memadai untuk agregat halus
dan untuk setiap fraksi agregat kasar. Setiap kompartemen harus
dapat mengeluarkan material secukupnya dan dengan lancar ke
hopper timbangan. Harus disediakan juga alat kontrol sehingga
begitu jumlah yang dikehendaki dalam hopper timbangan hampir
terpenuhi, material mengalir pelan-pelan dan berhenti setelah
jumlahnya tercapai tepat. Untuk membuang kelebihan jum lah
material dalam hopper, harus disediakan lubang atau sarana lainnya.
Hopper timbangan harus dapat mengosongkan seluruh material
tanpa sisa.

SUlO~
1 3 MAR 2017
Spesifikasi Teknis Jolon Bebas Hambatan dan Jolon Tol
Divisi 10 - Struktur Beton

(iii) Timbangan

Timbangan agregat dan semen harus dari tipe palang (beam Tipe)
ataupun tipe cakram non-pegas. Alat timbangan harus mempunyai
ketepatan sampai 0,5% untuk berbagai pemakaian. Untuk
memeriksa ketepatan, harus disediakan sepuluh anak timbangan
dengan berat masing-masing 25 kg. Tiang tumpu, gandar dan suku
cadang lainnya yang terbuka harus selalu bersih.

Bila menggunakan timbangan palang (beam Tipe) harus ada alat


yang dapat menunjukkan bahwa beban dalam hopper timbangan
hampir mencapai berat yang diinginkan. Alat penunjuk ini harus
bisa menunjukkan angka timbangan sekurang-kurangnya 100 kg
dan sampai beban ekstra 25 kg.

Semua alat penimbang dan penunjuk harus bisa dilihat


keseluruhannya oleh operator pada waktu menglsl hopper, dan
memungkinkannya sambil harus bisa menangani alat kontrol.

Semen dapat diukur menurut beratnya, atau menurut sak standar.


Bila diukur menurut beratnya, harus disediakan hopper dan
timbangan tersendiri dengan dilengkapi alat untuk mentransfer
semen dari hopper ke timbangan. Penanganan harus dilakukan
sebaik-baiknya.

Penakaran harus sedemikian rupa agar berat material hasil


campuran sesuai dengan ketentuan, dengan toleransi 1% untuk
semen dan 2% untuk agregat.

(b) Mixer

(i) Umum - Beton harus diaduk dalam pengaduk campuran (batch


mixer). Pengadukan dapat dilakukan di lokasi kerja, di pusat khusus
pengadukan, atau di perjalanan. Pada setiap mixer harus tertera
lempeng logam dari pabrik yang menunjukkan keterangan kapasitas
drum dalam hal volume beton adukan dan kecepatan rotasi drum
adukan.

(ii) Mixer di lokasi kerja - Mixer yang berada di lokasi kerja harus tipe
drum yang mampu mengaduk semen, agregat dan air secara merata
dalam waktu tertentu dan mengeluarkan adukan tanpa segregasi.

Mixer harus dilengkapi dengan hopper pengisi yang memadai,


tempat air, dan alat pengukur air yang dengan ketepatan sampai
batas 1%. Harus dilakukan kontrol agar air hanya bisa dipakai bila
mixer sedang berisi. Level pembuangan harus bisa terkunci secara
otomatis, sampai material campuran teraduk dalam waktu tertentu
setelah semua material berada dalam mixer. Juga harus disediakan
alat pengeluaran beton ke atas jalan. Dalam interval waktu tertentu

SUIO~
1 3 MAR 2017
Spesifikasi Teknis Jalan Bebas Hambatan dan Jalan Tol
Divisi 10 - Struktur Beton

mixer harus dibersihkan. Mata pisau (blade) pick-up dan throw-over


dalam drum harus diganti bila telah mengalami keausan 10%.

(iii) Central Plant Mixer - Mixer ini harus tipe drum, yang bisa
mengaduk agregat, semen dan air seeara merata dalam jangka waktu
tertentu, dan bisa mengeluarkan adukan tanpa menimbulkan
segregasi. Central Plantsmixer harus dilengkapi dengan alat kontrol
timing yang dapat meneegah material eampuran keluar sebelum
jangka waktu pengadukan terpenuhi.

Sistem penyaluran air untuk mixer bisa memakai tank pengukur


yang ditera atau meteran, dan tidak harus menjadi bagian integral
dari mixer.

Setiap interval waktu tertentu mixer harus selalu dibersihkan.


Keadaan bagian dalamnya harus diperiksa setiap hari. Mata pisau
(blade) pick-up dan throw-over dalam drum harus diganti bila
jangkauan kedalamannya menyusut 10%.

(iv) Truck Mixer atau Transit Mixer - Mixer ini harus dilengkapi alat
penghitung bertenaga Iistrik untuk memperiihatkan jumlah putaran
drum atau mata pisaunya, dan alat penghitung ini harus dihidupkan
bersamaan dengan dimulainya pelaksanaan pengadukan pada
keeepatan tertentu. lsi mixer tidak boleh melebihi 60% volume kotor
drum. Mixer harus bisa mengaduk bahan-bahan beton seeara
merata, dan bisa mengeluarkan beton seeara merata tanpa segregasi.

Keeuali bila akan dipakai hanya sebagai agitator truck mixer, harus
dilengkapi dengan alat pengukur jumlah air untuk setiap takaran.
Jumlah air yang dipakai harus sesuai ketentuan dengan toleransi ±
1%.

(e) Vibrator

Keeuali bila ada ketentuan lain, beton harus dipadatkan (consolidated)


dengan vibrator mekanik yang bekerja di dalam beton. Bila periu, vibrasi
harus dibantu dengan pemadat dengan tangan menggunakan alat yang
memadai untuk menjamin kepadatan yang memadai.

Tipe vibrator yang digunakan harus disetujui Konsultan Pengawas, dan


mempunyai frekuensi minimum 3500 getaran per menit, dan harus bisa
membuat beton menjadi merosot 2 em pada daerah dengan radius 45 em.
Jumlah vibrator yang digunakan harus dalam jumlah minimum
sebagaimana yang ditunjukkan tabel di bawah ini untuk memadatkan
beton seeara memadai dalam waktu 10 menit setelah dieor ke eetakan; dan
selain itu, harus disediakan vibrator eadangan.

SU 10 - 21.-C-.r----
M~R 2017
Spesifikasi Teknis Jalan Bebas Hambatan dan Jalan Tol
Divisi 10- Struktur Beton

Keeeoatan Pene:eeoran Beton (m] / iam) Jumlah Minimum Alat


4 2
8 3
12 4
16 5
20 6

(d) Cetakan

(i) Cetakan harus terbuat dari kayu atau logam, harus sesuai dengan
bentuk, garis dan ukuran yang ditentukan dalam Gambar, dan harus
kokoh sehingga bentuknya harus tidak berubah bila diisi, atau
karena pengeringan dan pembasahan, vibrasi dan lain-lain.

(ii) Cetakan harus dilengkapi dengan rangka, penjepit, penopang, dan


alat lain, agar posisi dan bentuknya tetap sesuai dengan ketentuan
dalam Gambar.

(iii) Cetakan harus bisa dibongkar dengan mudah dan aman. Sambungan
pada tepi atau bidang harus horisontal atau pun vertikal setepat
mungkin, dan harus eukup rapat agar material tidak boeor.

(iv) Cetakan lengkung harus beradius sesuai dengan ketentuan Gambar,


dan eetakan fleksibel yang memadai harus dibuat sesuai dengan
radius terse but.

(v) Setelah eetakan terpasang pada tempatnya, Konsultan Pengawas


harus memeriksanya dan menyetujuinya, sebelum beton dieorkan.

(vi) Cetakan harus bebas dari debu, pelumas, atau bahan asing lainnya.
Dilarang menggunakan material atau eara yang akan mengakibatkan
material melekat pada beton atau menghitamkan beton. Cetakan
harus diminyaki sebelum tulangan baja dipasang dan selain itu,
eetakan kayu harus disirami air segera sebelum beton dieor.

(vii) Untuk dinding, tiang yang sempit dan lain-lain, yang mana alas
eetakan tidak bisa dieapai, maka papan bawah eetakan harus bisa
dilepas agar mempermudah pembersihan material asing segera
sebelum beton dieor.

(viii) Cetakan untuk permukaan yang nampak / terbuka (exposed) harus


dibuat dengan lis segitiga berukuran tidak kurang dari 2 x 2 em,
untuk meneegah agar mortar tidak tumpah dan untuk membuat
champer (sudut) yang lurus pada setiap tepian beton yang tajam.

(e) Penakaran dan Pengangkutan Material

Untuk pengadukan di tempat kerja, agregat harus diangkut dari batching


plant ke mixer dalam bak takaran, bak kendaraan, atau kontainer lainnya

SU1~

1 3 MAR 2017
Spesifikasi Teknis Jalan Bebas Hambatan dan Jalan Tol
Divisi 10 - Struktur Beton

yang kapasitas dan konstruksinya ellkllp memadai untuk mengangkut


material. Pemisahan kelompok-kelompok material harlls memadai
sehingga material tidak boeor dari satu kompartemen kekompartemen
lain, selama dalam perjalanan atau waktu dikeluarkan.

Semen yang masih dalam wadah aslinya dapat ikut diangkut di atas
agregat. lumlah sak semen yang ditentukan untuk setiap kelompok
material harus disimpan di atas agregat untuk kelompok itu. Semen dari
sak harus ditumpahkan dulu ke agregat sebelum dieorkan ke mixer.

Kelompok-kelompok material harus dieorkan ke mixer seeara terpisah dan


utuh. Setiap kontainer kelompok material (batch) harus dieorkan sampai
kosong ke mixer tanpa kehilangan semen, atau tereampurinya atau
keboeoran material dari satu kompatemen ke kompartemen lain.

(f) Pengadukan Beton

(i) Umum - Beton harus diaduk di tempat pekerjaan, di pusat


peneampuran, pada mixer truk, atau kombinasi keduanya. Bila
diijinkan oleh Konsultan Pengawas, bisa digllnakan pengadukan
dengan tangan.
Bila eahaya alam kurang, beton tidak boleh diaduk, dieor/dieor, atau
diselesaikan, keeuali bila ada sistem penerangan dengan lampu yang
memadai.

(ii) Pengadukan di tempat pekerjaan - Beton harus diaduk dalam batch


mixer yang tipe dan kapasitasnya disetujui oleh Konsultan
Pengawas.

Lamanya pengadukan harus ditentllkan oleh Konsultan Pengawas


menurut lIS A 119 (Method of Test for Variation in Unit Weight of
Air Free Mortar in Freshly Mixed Concrete). Bila hasil pengujian
tersebut tidak ada, maka lamanya pengadukan harus lebih dari I V,
menit sejak semua material dimasukkan ke dalam mixer, namun
lamanya pengadukan jangan lebih dari tiga kali jangka waktll di
atas. Pengisian air ke dalam mixer dimulai sebelum pengisian semen
dan agregat. Selama pengadukan, drum harus berkeeepatan rotasi
menurut ketentuan pabrik. Mata pisau (blade) pick-up dalam drum
mixer yang sudah menyusut 2 em atau lebih harus diganti.

Volume setiap batch tidak boleh melebihi kapasitas mixer yang


ditentukan pabrik, tanpa persetujuan tertulis dari Konsultan
Pengawas. Dilarang menggunakan mixer yang kapasitasnya kurang
dari kapasitas batch satu sak semen.

Beton harus diaduk sebanyak volume beton yang harus segera


diperlukan atau dikerjakan, dan beton yang kekentalannya tidak
sesuai ketentuan, pada waktu dieor, tidak boleh digunakan.

SUIO-~
l1MAR 2017
Spesifikasi Teknis lalan Bebas Hambatan dan lalan Tal
Divisi 10 - Struktur Beton

Mengaduk kembali beton yang telah mengeras tidak boleh


dilakllkan. Selurllh isi mixer harus dikelllarkan dari drum sebelum
material eampllran berikutnya dimasukkan. Bila pengadukan
dihentikan untuk waktu yang eukup lama, mixer harus bersih. Bila
pengadukan dimulai lagi, material eampuran yang pertama
dimasukkan ke dalam mixer harus memiliki kadar air, pasir dan
semen yang eukup untuk menutupi permukaan dalam dari drum
tanpa mengurangi jumlah bahan adukan yang ditentukan.

(iii) Central Mixing Plant - Bila beton diaduk di central plant, mixer dan
metoda yang digunakan harus memenuhi ketentuan Sub pasal S
10.01 (3)(b)(iii). Beton hasil adukan harus diangkllt dari central
mixing plant ke lokasi pekerjaan dengan truk pengaduk (agitator
truck) atau Dump Truck, sesuai dengan persetujuan Konsultan
Pengawas.

Keeuali bila ada ijin tertulis lain dari Konsultan Pengawas, truk
pengaduk harus dilengkapi dengan drum putar kedap air, dan harus
bisa mengangkut dan mengeluarkan beton tanpa segregasi.
Keeepatan pengadukan drum harus antara 2 sid 6 putaran per menit.
Volume beton adukan dalam drum tidak boleh melebihi ketentuan
pabrik, atau lebih dari 70% volume kotor drum.

Bila Konsultan Pengawas menyetujui truck mixer dapat digunakan


sebagai pengganti truk pengaduk, untuk mengangkut beton dari
central mixing plant. Volume kotor wadah pengaduk, dalam meter
kubik, harus sesuai dengan ketentuan pabrik mixer. Jangka waktu
antara pengisian air ke drum mixer dan pengeluaran beton adukan
karena sesuai dengan ketentuan Konsultan Pellgawas. Selama
jangka waktu ini, adukan harus diaduk terus-menerus.

Bak dari dump truck harus Iiein dan kedap air. Harus disediakan
penutup untuk melindungi material dari hujan. Truk ini harus
mengangkut beton ke lokasi pekerjaan dalam keadaan eampuran
jadi dan teraduk sempurna. Adukan dianggap merata, bila
eontohdari batas seperempat dan tiga perempat muatan tidak
mempllnyai slump yang berbeda lebih dari 2,5 em. Pengeeoran
beton harus selesai dalam 30 menit sejak pengisian air ke dalam
eampuran semen dan agregat.

(iv) Pengadukan dalam truk - Beton dapat diaduk pada truk mixer
dengan desain yang disetujui. Pengadukan dalam truk harus sesuai
dengan ketentuan berikut. Mixer-nya dapat berllpa drum putar
tertutup yang kedap air atau tipe dayung/mata pisau putar atap
terbuka (open top revolving blade). Mixer harus dapat menyatukan
semua bahan menjadi adukan yang merata, dan harus mengeluarkan
beton seeara merata pula. Perbedaan maksimum slump dari eontoh
yang diambil dari batas seperempat dan tiga perempat dari muatan
yang dikeluarkan adalah 2,5 em. Keeepatan pengadukan untuk
mixer tipe drum plltar tidak boleh kurang dari 4 putaran per menit,

SUIO - 24 ...-:7_-'"

1 MAR 2017
Spesifikasi Teknis Jalan Bebas Hambatan dan Jalan Tol
Divisi 10 - Struktur Beton

atau tidak boleh melebihi kecepatan keliling drum yang sebesar I


m/detik. Untuk mixer yang atap terbuka, kecepatan pengadukan
harus antara 4 dan 16 putaran per menit pada mata pisaunya.
Kecepatan pengadukan untuk mixer tipe drum putar maupun tipe
mata pisau putar adalah antara 2 dan 6 putaran per menit drum atau
mata pisau.

Kapasitas truck mixer harus sesuai dengan ketentuan pabrik, kecuali


bila penambahan kapasitas tidak melebihi batas yang ditentukan di
sini. Standard kapasitas normal, dalam persentase volume kotor
drum, tidak boleh lebih dari 50% untuk truck mixer dan 70% untuk
agitator truck.

Beton harus diantarkan ke lokasi pekerjaan dan pengeluarannya


harus selesai dalam waktu 45 menit setelah penambahan air ke
dalam campuran semen dan agregat, atau bila digunakan admixture
maka batas waktunya harus ditentukan oleh Konsultan Pengawas.

Bila beton diaduk dalam truck mixer, pengadukan harus dimulai


dalam batas 30 menit setelah semen dicampur dengan agregat.
Kecuali bila harus digunakan hanya sebagai pengaduk, truck mixer
harus dilengkapi dengan alat pengukur jumlah air yang harus
mengukur secara tepat jumlah air pada tiap pencampuran. Jumlah
air yang dicampurkan harus sesuai dengan jumlah yang ditentukan
dengan toleransi sampai 1%.

(v) Pengadukan dengan tangan - Dilarang mengaduk beton dengan


tangan, kecuali dalam keadaan darurat, tanpa ada ijin dari Konsultan
Pengawas. Bila sudah ada ijin, pengaduk harus dilakukan hanya
pada wadah kedap air dari logam, dB. Beton harus dibolak-balik
wadah itu paling sedikit 6 kali, sampai butiran agregat kasar terlapisi
adukan dan adukan sudah merata.

(g) Melembekkan kembali adukan beton

Dilarang melembekkan kembali adukan beton yang telah mengeras


dengan menambah air atau cara lainnya. Beton yang tidak memenuhi batas
slump pada saat dicorkan tidak boleh digunakan. Penggunaan admixture
untuk menambah workability atau mempercepat waktu pengerasan tidak
boleh dilakukan, kecuali bila ada ijin tertulis dari Konsultan Pengawas.

(h) Kekentalan

Slump harus diukur menurut SNI 1972 : 2008 (AASHTO T119-07 atau
JIS A II 01), dan harus memenuhi ketentuan Tabel 10-1-1. Untuk beton
Self Compacted Concrete (SCC), penilaian mengenai kelecakan
(workability) harus dilakukan melalui uji slump flow (ASTM C1611-14).

1 MAR 20\7
Spesifikasi Teknis Jalan Bebas Hambatan dan Jalan Tol
Divisi 10 - Struktur Beton

810.01 (4) Pelaksanaan Pekerjaan

(a) Umum

Kantraktar harns menyediakan Pelaksana dan Supervisi yang


berpengalaman di lakasi pekerjaan untuk mengantrol pekerjaan.
Pelaksanaan pekerjaan lain selain betan harus sesuai dengan ketentuan
bagian lain atall pasal lain untuk beberapa pekeljaan yang menjadi satu
kesatuan dengan pekerjaan betan.

(b) Pandasi

Persiapan pandasi harns sesuai dengan detail dalam Gambar, menurut


ketentuan pasal 55,01 Elevasi dasar telapak (footing), sebagaimana tertera
dalam Gambar, hanya merupakan pekerjaan. Kansultan Pengawas dapat
memerintahkan penggalian yang lebih dalam, bila perlu, untuk membuat
pandasi yang sebaik-baiknya.

Pandasi yang mempunyai betan leveling kelas E (atau batuan) harus digali
dengan taleransi 0-5 em. 5etiap kelebihan harus diisi dengan material dari
lapisan atasnya, tidak baleh ditimbun dengan material galian.

Pandasi tiang paneang (pile foundation) harus dibllat sesuai dengan


ketentuan dalam pasal-pasal yang terkait dan sesuai ketentuan dengan
Gambar.

(e) Perancah (Falsework)

Peraneah harus dibuat dengan pandasi yang eukup kuat untuk mendukung
/ menopang berat / muatan betan tanpa mengalami lendutan yang berarti.
Peraneah yang tidak bisa dibuat pada pandasi dengan dasar telapak yang
padat, harus ditapang dengan tiang paneang peraneah, atas biaya dari
Kantraktor.

Sebelum membuat eetakan atau peraneah, bila diminta atau diperlukan


Kantraktar harlls menyampaikan Gambar detail mengenai eetakan dan
peraneah untuk diperiksa dan disetujui aleh Kansultan Pengawas.
Persetujuan Kansultan Pengawas tidak membebaskan Kantraktar dari
tanggungjawab untuk menyelesaikan pekerjaan struktur yang sebaik
mungkin.

Untuk falsework, harus dipertimbangkan faktar lendutan sesuai dengan


Gambar kerja yang dibuat aleh Kantraktar dan disetlljui aleh Kansultan
Pengawas.

(d) Cetakan «(ormwork)

Sebelum betan diear, Kansultan Pengawas harus memeriksa seluruh


eetakan (formwork) dan perancah, dan betan tidak baleh dicarkan sebeilim

SUIO~
1 3 MAR 2017
Spesifikasi Teknis Jalan Bebas Hambatan dan Jalan Tal
Divisi 10 - Struktur Beton

Konsultan Pengawas memeriksa dan menyetujui eetakan dan


peraneahnya. Adanya persetujuan dari Konsultan Pengawas tidak
mengurangi tanggungjawab Kontraktor dalam penyelesaian struktur
sebaik-baiknya.

Bagian dalam eetakan untuk hollow slab harus dibuat dari plywood, logam
tipis atau bahan lainnya. Kekuatan bahan-bahan itu harus eukup untuk
melawan tekanan beton dan daya apungnya.

Tipe dan struktur sambungan dan penutup eetakan bentuk silinder harus
rapat beton tidak boeor, dan harus disetujui oleh Konsultan Pengawas.
Diameter nominal silinder berarti diameter bagian luar atau diameter luar
dari bagian tonjolan bila logam eetakan yang tipis mempunyai tonjolan.
Tinggi tonjolan (projection) harus kurang dari 10 mm.

Cetakan dalam (internal form) harus didudukan pada posisi yang tepat
sehingga tidak rusak waktu beton dieor. Untuk mengeneangkan internal
forms, harus digunakan baut bentuk - U dan metoda penopang atau
penguat eetakan ini harus disetujui oleh Konsultan Pengawas. Baut bentuk
U dan suku eadangan lainnya harus dapat menahan daya apung eetakan.

Untuk formwork, harus dipertimbangkan faktor lendutan sesuai dengan


Gambar kerja yang dibuat oleh Kontraktor dan disetujui oleh Konsultan
Pengawas.

(e) Tulangan Beton

Konsultan Pengawas harus memeriksa tulangan beton yang telah


terpasang dan menyetujuinya bila sesuai dengan ketentuan Pasal S 10.02,
saat sebelum beton dieor. Selama pengeeoran beton, harus ada tukang
pasang tulangan beton yang perpengalaman, untuk menjaga agar tulangan
beton tidak ada yang lepas pada waktu beton, dieor, dan bila ada, tulang
harus dibetulkan sebelum pengeeoran diteruskan.

(I) PenuanganlPengeeoran beton

(i) Umum - Beton harus dieor dalam batas waktu menurut Sub-pasal
S 10.0 I (3)(1). Pengeeoran beton harus sedemikian rupa agar tidak
terjadi segregasi dan perubahan kedudukan tulangan dan harus
dihamparkan berupa lapisan horisontal. Bila perlu, beton dieorkan
ke dalam eetakan dengan sekop tangan, dan vibrator tidak boleh
digunakan untuk menyebarkan beton dalam eetakan. Campuran
beton jangan sampai memereiki eetakan dan tulangan, sehingga
sampai mengering sebelum akhirnya tertutup dengan beton.

Bila sudah melimpah lebih dulu, eetakan dan baja tulangan harus
dibersihkan dengan sikat kawat sebelum beton dieor ke eetakan.

Talang, pipa, atau eorong yang digunakan sebagai alat bantu


pengeeoran beton harus diletakkan sedemikian rupa agar beton tidak

SUIO~
1 3 ~1AR 2017
Spesijikasi Teknis Jolon Bebas Hambatan dan Jolon Tal
Divisi 10 - Struktur Beton

mengalami segregasi. Alat-alat tersebut harus selalu bersih dari


beton atau mortar yang melekat.

Beton harus dicorkan secara kontinyu keseluruh bagian struktur atau


antara sambungan bila ada dalam Gambar, atau menurut petunjuk
Konsultan Pengawas dan tidak boleh dicorkan dari ketinggian
melebihi 1,5 m.

Bila dalam keadaan darurat pengeeoran beton harus dihentikan


sebelum selesai, maka harus dibuat sekat, dan sambungan yang
diakibatkannya dianggap sebagai sambungan konstruksi, dan diatur
seperti di bawah ini.

(ii) Tiang Beton - Beton untuk tiang atau untuk balok harus dieorkan
dalam satu kali pengeeoran seeara kontinyu, keeuali bila ditentukan
lain dalam Gambar atau oleh Konsultan Pengawas.

(iii) Concrete slab dan girder spans - Slab dan girder dengan bentang
lam atau kurang harus dieor dalam satu kali pengeeoran seeara
kontinyu, keeuali bila ditentukan lain dalam Gambar. Sebaiknya
beton mulai dieor mulai tengah bentang menuju ujung-ujungnya.

Beton untuk slab (Iantai) harus dieor sekali pengeeoran seeara


kontinyu dan satu lapisan untuk setiap bentang, keeuali bila
ditentukan lain dalam Gambar.

Beton untuk girder dengan bentang lebih dari 10m dapat dieor
dalam dua kali pengeeoran. Yang pertama beton dieor meliputi
batang girder sampai batas pangkal slab. Paling lambat 24 jam
setelah itu, harus dilanjutkan pengeeoran beton untuk bagian
slabnya.

Prosedur konstruksi untuk concrete deck slab pada box girder harus
sedemikian rupa untuk mengurangi tekanan yang berlebihan pada
beton yang baru dieor.

Segera sebelum beton dieor, permukaan atas dari beton yang dieor
terdahulu harus dikerik (hammered) sampai agregatnya timbul dan
dibersihkan. Kontraktor harus memeriksa penyusutan dan
pelonggaran falsework dan harus mengeneangkan baut untuk
memperkecillendutan eetakan.

(Iv) Wall. pier dan lain-lain - Bila tembok, pier, kolom, dan struktur
lainnya membentuk sambungan konstruksi horisontal, beton tidak
boleh dieor di atas beton lain yang tidak boleh berumur kurang dari
12jam.

Pekerjaan tidak boleh dihentikan pada batas 45 em dari bagian


permukaan keeuali bila ada ketentuan yang mengijinkan, yang
mana, bila diijinkan Konsultan Pengawas, sambungan konstruksi
\

SU~
1 3 MAR 20\7
Spesijikasi Teknis Jolon Bebas Hambatan dan Jolon Tal
Divisi J0 - Struktur Beton

dapat dibuat pada bagian bawah kepala dinding/tembok yang


tebalnya kurang dari 45 em.

(v) Gorong-gorong (culvert) - Slab untuk box culvert harus dikerjakan


sekaligus sampai selesai dan harus dibiarkan tidak kurang dari 12
jam sebelum dilakukan pekerjaan lain diatasnya.

Sebelum beton dieor ke dinding, slab bawah/alas harus bersih dari


segal a serpihan kayu, bekas gergajian, dan lain-lain. Kontraktor
harus mengajukan proposal, untuk disetujui Konsultan Pengawas,
mengenai pengeeoran dinding gorong-gorong sebelum pekerjaan
gorong-gorong dimulai. Beton tidak boleh untuk lapisan yang
tingginya lebih dari I m relatif terhadap beton yang dieorkan
terlebih dahulu Pengeeoran harus dilakukan seeara sistematis.

(vi) Menuang Beton di dalam air - Beton tidak boleh dieor di dalam air
tanpa persetujuan dan pengawasan dari Konsultan Pengawas, dan
metoda seperti berikut ini : Untuk meneegah segregasi, beton harus
dieor dalam bentuk massa padat, memakai alat tabung atau pipa atau
ember (bucket) atau alat lain, dan tidak boleh diganggu setelah dieor.
Pada tempat perletakan beton air harus dijaga agar tenang. Beton
jangan dieorkan dalam air yang mengalir. Metode pengeeoran atau
pengeeoran beton harus teratur agar tereipta permukaan yang
horisontal.

Dalam satu kali pengeeoran yang kontinyu harus diletakkan sekat


beton. Bila menggunakan tabung atau pipa, sekat ini harus terdiri
dari sebuah tabung atau pipa dengan diameter tidak kurang dari 25
em dikerjakan pada bagian-bagian yang mempunyai kopeling flens
(jIanged coupling) yang dipasang dengan paking.

Penopang tabung tremie jangan sampai menghambat gerakan ujung


pengeluaran di atas beton, dan gerakan waktu turun untuk
memperlambat arus pengeluaran. Tabung tremie ini harus diisi
dengan metoda sedemikian rupa agar beton tidak rusak karena air.
Ujung pengeluaran (discharge end) terbenam dalam beton dan
tabung tremie harus harus berisi beton seeukupnya agar air tidak
masuk.

Bila beton dieorkan dengan ember (bottom-dump bucket), maka


kapasitas ember tidak boleh kurang dari 1,20 meter kubik, dan
dilengkapi dengan penutup bagian atas yang dipasang longgar.
Bagian bawah harus dapat dibuka ke bawah ketika beton akan dieor.
Ember harus diisi penuh dan diturunkan perlahan-Iahan sampai tiba
pada permukaan dimana beton akan dieor. Selama pengeJuaran
isinya, ember harus dinaikkan perlahan-Iahan, untuk meneegah air
ke lubang pengeluaran dan meneegah adukan beton teraduk-aduk.

Pengeringan dikerjakan bila sekat beton (concrete seal) sudah


eukup kuat menahan tekanan-tekanan. Konsultan Pengawas akan

SU1~
\ 3 MAR 2017
Spesijikasi Teknis Jolon Bebas Hambatan dan Jolon Tal
Divisi 10 - Struktur Beton

menentukan kapan pekerjaan ini bisa dimulai. Material-material


yang tidak berguna harus disingkirkan dari permukaan yang tampak
dengan digosok, dikupas dan lain-lain eara asal jangan merusak
sekat.

(vii) Sambungan Konstruksi (Construction Joint) Sambungan


konstruksi harus terletak sesuai dengan ketentuan Gambar, atau
instruksi Konsultan Pengawas. Sambungan Konstruksi harus tegak
lurus terhadap garis tegangan, dan seeara umum harus terletak pada
daerah dengan gaya lintang minimum.

Pada sambungan konstruksi horizontal, detailnya harus sesuai


dengan petunjuk Konsultan Pengawas. Sebelum beton dicorkan,
permukaan sambungan konstruksi harus digosok dengan sikat kawat
sampai tampak agregat yang bersih, diguyur air dan harus tetap
basah sampai beton baru dieor. Segera sebelum beton baru dieorkan,
eetakan harus dikencangkan rapat ke beton yang sudah keras dan
permukaan yang lama harus dilapisi adukan semen hal us. Beton
untuk substruktur harus dicorkan sedem ikian rupa agar seluruh
sambungan konstruksi horizontal benar-benar horisontal.

Pada tempat yang memerlukan sambungan konstruksi vertikal,


batang-batang tulangan harus melampaui sambungan sedemikian
rupa agar stmktur menjadi monoli!. Sambungan konstruksi jangan
sampai menerus ke dinding sayap atau permukaan yang luas lainnya
yang akan diselesaikan seeara arsitektur. Paku-paku, alat pengikat
dan alat transfer beban, harus terletak sesuai dengan ketentuan
Gambar atau petunjuk Konsultan Pengawas.

(viii) Sambungan Ekspans (Expansion Joints) - Sambungan ini hams


berupa asphaltic joint filler tebal 20 mm atau filler lain yang
disetujui Konsultan Pengawas, dan hams diletakkan dan dipasang
sesuai dengan ketentuan Gambar. Aspholticjointfiller akan diukur
dan dibayar menurut mata pembayaran 10.01 (2\).

Cut-off plate untuk water stop yang digunakan untuk sambungan


sendi ekspansi haruslah PVC fleksibel sesuai dengan lIS K6773 dan
harus ditempatkan sesuai dengan Gambar.

Water stop hams dipasang dengan teguh untuk mencegah


pergeseran selama pengecoran. lika pengecoran beton untuk water
stop salah posisi atau bentuk, maka beton sekitarnya hams dibuang,
water stop dipasang ulang, dan beton diganti, semua biaya ini
menjadi tanggung jawab Kontraktor.

Water stop harus disediakan dengan panjang penuh untuk setiap


bagian lurus dari sambungan (joint), tanpa adanya sambungan
(splice) di tempat. Water stop hams Berhenti air hams dipotong dan
diberi celah sam bung pada perubahan arah yang mungkin
diperlukan untuk menghindari tekuk atau distorsi. Semua

SUIO~
1 3 MAR 2017
Spesifikasi Teknis Jalan Bebas Hambatan dan Jalan Tal
Divisi 10 - Struktur Beton

sambungan (splice) di tempat harus dibentuk dengan pemanas yang


menutup permukaan yang berdampingan sesuai dengan
rekomendasi pabrik pembuatnya untuk membentuk sambungan
kedap air yang menerus

Water stop harus diukur dan dibayar sebagaimana yang disyaratkan


dalam Mata Pembayaran 10.01 (20).

(ix) Sambungan terbuka(open joint) - Sambungan terbuka harus dibuat


sesuai dengan ketentuan Gambar, dengan menyisipkan dan
kemudian mencabut lagi bilah kayu, pelat logam, atau material
lainnya yang disetujui. Penyisipan dan pencabutan mal (template)
jangan sampai mengakibatkan rusaknya bagian sudut beton.
Tulangan tidak boleh dipasang melewati sambungan terbuka,
kecuali bila dibolehkan dalam Gambar.

(x) Sambungan Baja (Steel joint) - Pelat atau bentuk - bentuk struktur
lainnya harus dibuat dengan bentuk yang tcpat di bengkel, sesuai
dengan ketentuan penampang lantai beton. Pembuatan dan
pengecatannya harus sesuai dengan ketentuan Spesifikasi untuk
pekerjaan tersebut. Bila ada ketentuannya dalam Gam bar atau dalam
Spesifikasi material ini harus digalvanisasi sebagai pengganti bila
tidak dicat. Pennukaan bidang yang sudah selesai harus benar dan
tidak melengkung. Penempatan sambungan harus sedemikian rupa
agar kedudukannya tetap selama pengecoran beton.

Celah pada sambungan ini harus sesuai dengan ketentuan Gambar


pada suhu normal, dan harus diperhatikan agar tidak terjadi celah
yang tidak memenuhi syarat.

(xi) Baut angkur (anchor bolts) - Semua baut angkur pada pier atau
abutment harus dipasang tepat pada lubang yang dibuat pada saat
pengecoran beton. Lubang dapat dibuat dengan menusukkan batang
kayu, pipa logam, atau alat lainnya yang sudah diminyaki, ke dalam
beton baru, dan mencabutnya lagi setelah beton agak mengeras.
Diameter lubang paling sedikit 10 mm. Baut harus dipasang dengan
tepat dan ditutup dengan mortar kasar (grout) yang memenuhi
lobang. Grout ini harus berupa adukan (mortar) yang tidak susut,
denganjenis yang disetujui Konsultan Pengawas.

Baut angkur yang pemakaiannya berkaitan dengan rocker, roller,


dan expansion shoe harus dipasangkan sedemikian rupa menurut
suhu pada waktu pemasangan. Gerakan bangunan atas jangan
sampai menjadi terbatas akibat pemasangan yang tidak benar pada
bearing, baut angkur dan mur.

(xii) Shoes dan bearing plate - Daerah bridge seat bearing harus dibuat
tinggi dan sesuai dengan level yang ditentukan. Shoes dan bearing
plate harus dipasang menurut ketentuan Pasal S 10.10.

,
SUI0-3~
1 tMAR 2017
Spesijikasi Teknis Jalan Bebas Hambatan dan Jalan Tal
Divisi 10 - Struktur Beton

(xiii) Lubang drainase dan lubang cucuran - Lubang drainase dan lubang
cucuran (weep holes) harus dibuat dengan cara dan pada tempat
menurut ketentuan Gambar atau perintah Konsultan Pengawas.
Lubang angin untuk menyamakan tekanan hidrostatis harus dibuat
di bawah muka air yang rendah. Cetakan lubang cucuran harus
berupa pipa PVC. Permukaan pipa yang tampak harus disiram
beton.

(xiv) Pipa, saluran kabel atau pipa kabel-Pipa, saluran kabel atau pipa
kabel yang tertanam dalam beton akan dipasang oleh Kontraktor
sebelum beton dicorkan. Kecuali bila ditentukan lain, pipa yang
ditanam dalam beton harus pipa standar, ringan dan anti karat. Pipa
harus diikat kuat-kuat agar tidak bergeser waktu beton dicorkan.

(xv) Pier dan abutment - Tidak boleh meletakkan beban bangunan atas
di atas pier atau abutment yang sudah selesai, sebelum ada perintah
Konsultan Pengawas, tetapi jangka waktu minimum untuk
pengerasan beton bangunan bawah, sebelum beban bangunan atas
diletakkan di atasnya, adalah 7 hari, bila yang digunakan adalah
semen portland normal.

(g) Perawatan Beton

Segera setelah cetakan beton dibongkar dan finishing sudah selesai,


seluruh beton harus dilakukan perawatan dengan salah satu metode
berikut. Konsultan Pengawas akan menentukan permukaan beton yang
harus dirawat dan metode yang digunakan.
(i) Metoda air - Seluruh permukaan yang terbuka selain slab, harus
dilindungi dari sinar matahari dan seluruh struktur harus dilapisi /
ditutup kain goni, atau kain lain yang dibasahi sekurang-kurangnya
selama 7 hari. Material - material harus tetap basah selama jangka
waktu tersebut. Kerb, dinding, dan permukaan lain yang harus di-
finishing dengan digosok bisa dibuka dulu penutupnya sementara
tetapi harus segera ditutup lagi setelah finishing selesai. Seluruh
concrete slab harus secepat mungkin ditutupi dengan pasir, tanah
atau material lain yang memadai dan harus selalu basah sekurang-
kurangnya selama tujuh hari. Material penutup ini tidak boleh
dibersihkan dari permukaan concretes/ab sebelum beton mencapai
umur 21 hari.Bila cetakan dari kayu boleh tetap di tempat selama
jangka waktu perawatan, maka harus dibuat selalu basah agar tidak
menyusut.

(ii) Selaput Pengawet (membrane - forming curing compoumi).

Seluruh permukaan harus di-finishingdulu, sebelum dirawat dengan


dilapisi bahan ini. Selama masa finishing, beton harus dilindungi
dengan metoda perawatan air.

Bahan pengawet selaput harus digunakan setelah cetakan


dibongkar, atau bila air permukaan sudah hilang. Bahan ini harus

SUIO-~
11'MAR 2017
Spesijikasi Teknis Jalan Bebas Hambatan dan Jalan Tol
Divisi 10 - Struktur Beton

disemprotkan pada permukaan beton satu kali lapisan atau lebih


dengan kecepatan sesuai instruksi dari pabrik pembuatnya.

Bila bahan pengawet selaput pecah atau rusak sebelum berakhirnya


perioda perawatan, daerah yang rusak akan segera diperbaiki
dengan memberikan tambahan material pengawet selaput.

Kontraktor dapat menggunakan bahan pengawet selaput cair (liquid


membrane curing compound) dengan persetujuan Konsultan
Pengawas.

(h) Pembongkaran Formwork dan Falsework

(i) Waktu pembongkaran - Cetakan (jormwork) dan Perancah


(jalsework) tidak boleh dibongkar tanpa persetlljuan Konsultan
Pengawas. Persetujuan tersebut telap tidak membebaskan
tanggungjawab Kontraktor untllk melakukan pekerjaan dengan
baik. Rangka dan balok penopangnya harus dibongkar bersamaan
dengan celakan dan potongan kayu cetakan tidak ada yang boleh
tertinggal di dalam beton. Pembongkaran cetakan lIntuk struktur
menerus atau cantilevered structures harus menurut petunjuk
Konsultan Pengawas, atau harus sedemikian rupa agar struktur
dibongkar tahap demi tahap menurut gaya beratnya.

Bila waktu untuk membongkar cetakan dan penopangnya


ditentukan berdasarkan uji kekuatan beton, pelaksanaannya tidak
boleh dimulai sebelum beton mencapai persentase kekuatan tertentu
seperti teltera dalam tabel di bawah ini.

Bila pelaksanaan pekerjaan di lapangan tidak dikontrol dengan uji


kuat tekan, maka waktu yang tertera daJam tabel di bawah ilu harus
dianggap sebagai batas minimum.

Beton Early Persen tase


Standar strength kekuatan
Concrete Desain
Centering di bawah
girder, balok, rangka
atau busur-busur 14 hari 7 hari 80%

Plat lantai
(jloor slabs) 14 hari 7 hari 70%

Dinding I hari 12jam -

SU1~
1 3 MAR 2017
Spesijikasi Teknis Jalan Bebas Hambatan dan Jalan Tol
Divisi 10- Struktur Beton

Beton Early Persentase


Standar strength kekuatan
Concrete Desain
Kolom 2 hari 1 hari -
Bagian sisi balok
dan semua permukaan
vertikal lain-nya. 1 hari 12jam -
Pada struktur menerus, falsework tidak boleh dibongkar sebelum
bentang (spans) pertama dan kedua pada kedua sisinya mencapai
kekuatan sebagaimana ditentukan di sini atau dalam Spesifikasi
Khusus. Untuk cast-in-place post tensioned bridges, falsework-nya
harus tetap di tempat sampai proses post-tensioning selesai
dilakukan.

Falsework di bawah bentang struktur menerus harus dibongkar


sebelum pekerjaan beton untuk parapet jembatan atau pagar
(railing) jembatan di mulai.

Cetakan dan falsework pada bagian bawah beton tidak boleh


dibongkar, sebelum dipastikan beton tersebut sudah mencapai
kekuatan cukup, tanpa memperhatikan umur beton. Bila tidak ada
ketentuan kekuatan, cetakan dan falsework tidak boleh dibongkar
sebelum ada ijin dari Konsultan Pengawas.

Cetakan untuk telapak (footing) yang dibuat dalam cofferdam atau


crib dapat dibiarkan ditempatnya bila menurut Konsultan Pengawas
pembongkarannya dapat membahayakan cofferdam atau crib, dan
bila cetakan yang tidak dibongkar itu harus tidak terlihat pada
struktur yang telah selesai. Cetakan-cetakan lain harus dibongkar,
baik yang berada di atas maupun di bawah muka tanah atau muka
air.

Semua cetakan harus dibongkar dan disingkirkan dari lubang (cells)


dalam concrete box girder yang digunakan untuk utilitas, dan semua
cetakan, kecuali yang diperlukan untuk menopang deck slab, harus
dibongkar dari lubang pada box girder.

Untuk mempermudah finishing, cetakan yang digunakan dalam


pekerjaan ornamental. Pagar jembatan (railings), parapet jembatan
dan permukaan vertikal yang tampak, harus dibongkar sekurang-
kurangnya setelah 12 jam tetapi tidak lebih dari 48 jam, tergantung
pada keadaan cuaca.

Untuk menenlukan kondisi belon pada kolom, celakannya harus


sudah dibongkar sebelum dilakukan pembongkaran penopang
bawah baJok atau girder.

1 3 MAR 2017
Spesifikasi Teknis Jalan Bebas Hambatan dan Jalan Tol
Divisi J0 - Struktur Beton

Falsework yang menahan plat lantai pada s(ruktur rangka kaku,


tidak boleh dibongkar bila bagian pondasinya belum diurug.

(ii) Penambalan (Patchinil - Segera setelah pembongkaran cetakan,


semua kawat-kawat pengikat (projecting wires), atau alat-alat
logam yang digunakan untuk mengikat eetakan harus dibongkar
atau dipotong sekurang-kurangnya 2,5 em di bawah permukaan
beton. Sisa-sisa mortar (adukan) dan semua ketidak rataan akibat
sambungan eetakan harus dibersihkan sampai hi lang. Lubang-
lubang, lekukan dan rongga-rongga yang terletak pada permukaan
beton harus ditambal dengan mortar (adonan) semen, dengan
perbandingan eampuran sama dengan yang dipergunakan untuk
pekerjaan pokok, tetapi tanpa agregat.

Permukaan tambalan adonan semen ini harus digosok dengan


penggosok kayu sebelum pengikatan awal terjadi. Warna tambalan
harus sama dengan warna beton sekitarnya dan rapih.

(iii) Penyebab hasil kerja ditolak - Bila lubang-lubang atau rongga-


rongga kecil terlalu banyak (keropos), maka bagian struktur yang
berlubang terlalu banyak itu harus ditolak, dan dengan perintah
tertulis dari Konsultan Pengawas. Kontraktor harus membongkar
dan mengulangi pekerjaan pada bagian struktur tersebut, dengan
biaya sendiri.

(i) Pekerjaan finislting pada beton

Semua permukaan beton harus tetap tampak (exposed) pada pekerjaan


yang sudah selesai, harus sesuai dengan ketentuan (iii). Finishing biasa
(ordinary finishing), kecuali bila ada ketentuan lain.

(i) Deck beton (concrete decks) - Segera setelah beton dicor, deck beton
harus ditempa dengan mal lengkung untuk membuat penampang
melintang yang benar dan harus di-finishing dengan tangan sampai
sesuai dengan permukaan beton yang ditentukan. Hasil finishing
harus agak dikasarkan secara merata dengan disikat
(brooming).Permukaan yang sudah selesai tidak boleh berbeda lebih
dari 10 mm pada pemeriksaan dengan mal datar (straight ledge) 4
m yang dipasang sejajar dengan garis 10 mm pada pemeriksaan
dengan mal lengkung (template) yang dipasang melintang
memotong badan jalan.

(ii) Permukaan kerb dan footpath- Permukaan kerb dan footpath yang
tampak harus di-finishing sesuai dengan garis dan kelandaiannya.
Permukaan kerb harus digosok dengan alat dari kayu sampai halus
tetapi tidak liein. Permukaanfootpath harus agak dikasarkan secara
merata dengan disikat arah melintangjalan.

(iii) Finishing biasa (ordinary finish) - Ordinary finish adalahfinishing


pada permukaan setelah cetakan dibongkar, di mana lubang-Iubang

SU~
1 3 MAR 2017
Spesifikasi Teknis Jolon Bebas Hambatan dan Jolon Tol
Divisi J 0 - Struktur Beton

bekas ikatan cetakan ditambal dan kerusakan - kerusakan kecil pada


permukaan diperbaiki. Permukaan beton harus rata, tidak ada
lekukan dan warnanya cukup meratalsama.

Permukaan yang tidak rata dan penampilannyajelek, harus ditempa


dengan mal datar dan digosok menurut ketentuan item (iv) Finishing
Gosok (Rubbedfinish).

Beton pada jembatan, caps, dan bagian atas dinding harus ditempa
dengan mal datar dan digosok sampai grade yang ditentukan.
Kecuali bila ada dalam Gambar, permukaan beton tidak boleh
dilapisi adukan semen (mortar).

(iv) Finishing gosok (rubbed finish) - Setelah cetakan dibongkar, beton


harus segera digosok bila kondisi sudah mengijinkan. Segera
sebelum digosok, beton harus dibasahi air. Sebelum dibasahi,
adonan tambalan pada permukaan beton harus sudah kering.
Permukaan yang harus di-finishing harus digosok dengan batu
karborundum medium kasar, menggunakan sedikit adukan (mortar)
semen pada permukaannya. Adonan terdiri dari semen dan pasir
halus dengan perbandingan yang sam a dengan beton yang sedang
di-finishing. Penggosokan harus sampai menghilangkan bekas-
bekas cetakan dan segala ketidakrataan, lubang-Iubang ditambal,
dan permukaan menjadi rata. Pasta hasil penggosokan ini harus
dibiarkan tetap pada permukaan. Setelah semua beton diatas
permukaan itu dihilangkan, finishing akhir adalah dengan
menggosok permukaan dengan batu karborundum halus dan air.
Penggosokan harus terus sampai seluruh permukaan halus dan sama
warna.

Setelah penggosokan akhir itu selesai dan permukaan menjadi


kering, permukaan harus digosok lagi dengan kain goni untuk
membuang butir/partikel lepas. Permukaan akhir tidak boleh
mempunyai tam balan, pasta, bubuk-bubuk dan bekas-bekas lain
yang tidak dikehendaki.

(v) Pengurugan (backfill and road 010 - Rongga-rongga hasil


penggalian yang tidak terisi penuh oleh struktur beton harus diurug
dan dipadatkan dengan material yang semestinya sesuai dengan
ketentuan S5.01(6) dari Spesifikasi ini.

Bila ada genangan air di balik dinding, urugan tidak boleh


diletakkan sebelum dinding penahan, sekat-sekat atau dinding
spandrel berumur 28 hari. Balok pelengkung (arches) dan slabs
tidak boJeh diurug, sebelum beton berumur 28 hari atau sebelum ada
petunjuk dan Uji contoh bahwa beton sudah mencapai kekuatan
umur 28 hari.

~
1 3 MAR 2017
Spesijikasi Teknis Jalan Rebas Hambatan dan Jalan Tol
Divisi 10 - Struktur Beton

(vi) Pembebanan Cloading) - Lalu lintas atau peralatan konstruksi ukuran


besar tidak boleh masuk melintasi struktur beton bertulang sebelum
jangka waktu 28 hari sejak pengecoran terakhir beton, kecuali secara
berikut ini. Bila struktur beton itu harus digunakan lebih dini / awal,
harus diadakan pengujian contoh extra. Struktur beton sudah dapat
digunakan bila pengujian menunjukkan bahwa beton sudah
mencapai umur 28 hari.

U) Perekat (adhesive)

(i) Metoda Pelaksanaan Pekerjaan

(a) Penghalusan Pennukaan Sambungan

Permukaan balok beton yang harus diberi perekatan harus


disikat dengan sikat kawat sampai halus, untuk membuang
butir-butir lepas (sheath) yang menonjol pada permukaan
sambungan.

(b) Pembersihan minyak dan debu

Setelah permukaan sambungan halus dan rata, debu dan


kotoran harus dibersihkan dengan pompaan udara atau cara
lainnya. Bila ada zat yang melekat, gunakanlah larutan
organik.

(c) Pengeringan Beton

Setelah melepaskan cetakan dari balok beton (PC), permukaan


beton harus ditutupi agar terlindung dari air hujan hingga
balok beton tetap kering. Bila pekerjaan perlindungan ini
harus dilakukan padahal balok PC masih basah, maka harus
dilakukan pengeringan dengan alat lampu obor, gas pembakar
(gas burner) dan lain-lain.

(ii) Pemakaian perekat

(a) Mencampur dan mengaduk


Setelah pekerjaan permukaan selesai, bahan dan pengeras
harus dicampur dengan perbandingan tertentu dan diaduk
merata.

(b) Cara Pemakaian


Perekat harus dipakai secara menyeluruh pada kedua
permukaan dengan menggunakan karet atau sudip (spatula)
dari logam. Ketebalan optimal lapisan perekat untuk setiap
permukaan beton adalah 1 mm, dan perekat harus melebar
menyeberang sambungan bila balok itu bersambungan, lalu
diberi tekanan awal (prestressing).

4: \ 3 ~~AR 2017
Spesijikasi Teknis Jalan Bebas Hambatan dan Jalan Tal
Divisi 10 - Struktur Beton

(c) Penyambungan

Suhu udara pada waktu balok disambungkan harus antara 5°-


35°C dan penekanan awal !first - prestresing) harus selesai
selambat-Iambatnya dalam batas waktu umur kerusakan
perekat (pot life time). Karena dengan penekanan awal,
perekat harus melebar ke luas daerah sambungan dan, pada
waktu yang sarna, tertekan ke dalam lubang sheath, maka
harus disisakan daerah 10 - 20 mm sekeliling lubang sheath
tetap tidak terlapisi perekat.

Untuk hasil yang memuaskan, lubang sheath bisa ditutupi


dengan pita getah (gum tape).

(d) Pengawetan (Curing)

Selama sekurang-kurangnya 24 jam setelah penyambungan


(bonding), bagian beton yang disambungkan harus dilindungi
dari air hujan atau benturan.

(k) Pembersihan

Setelah pekerjaan struktur selesai dan sebelum persetujuan akhir dari


Konsultan Pengawas, Kontraktor harus menyingkirkan segala falsework
dan lain-lain, sampai 1,0 meter di bawah garis tanah yang sudah selesai.
Material gal ian atau material yang tidak berguna dB, harus disingkirkan
dari lokasi kerja sampai lokasi menjadi bersih dan rapih sesuai dengan
perintah Konsultan Pengawas.

(I) Penyimpanan unit betan pracetak.

Unit beton pracetak harus disimpan atau ditumpuk di lapangan setelah


pembongkaran acuan sehingga tidak terjadi distorsi atau lendutan.
Bilamana unit pracetak ditumpuk diataspermukaan tanah, permukaan
tanah harus dibuat rata dan menjadi bahan yang keras seperti tidak ada
pelunakan pada tanah, atau penurunan pada tumpukan, akan terjadi ketika
tanah dalam kondisi basah. Dua buah kayu perletakan (dengan ukuran
minimum 50 mm kali 100 mm) akan ditempatkan di permukaan tanah,
dan didudukkan dengan kokoh dan dibuat rata dan sejajar sebelum setiap
unit pracetak ditaruh diatasnya. Palet kayu dapat digunakan sebagai
pengganti dua buah kayu perletakan tadi dengan persetujuan Konsutan
Pengawas.

Perhatiaan harus dilakukan untuk menghindari kerusakan pada unit beton


pracetak selama penanganan dan penyimpanan. Setiap unit yang rusak
harus ditolak dan disingkirkan dari lokasi pekerjaan.

~
1 3 MAR 2017
Spesijikasi Teknis Jolon Bebas Hambatan dan Jolon Tol
Divisi 10 - Struktur Beton

810.01(5) Metoda Pengukuran

Beton diukur menurutjumlah meter kubik menurut kelas beton yang selesai dan
sudah disetujui. Dalam menghitung jumlah tersebut, ukuran yang digunakan
adalah sesuai dengan ketentuan dalam Gambar dan perintah tertulis Konsultan
Pengawas, namun pengukuran ini tidak berlaku untuk beton pada konstruksi
sementara. Jumlah yang diukur harus tidak dikurangi oleh volume yang
ditempati pipa yang berdiameter kurang dari 20 em, ataupun ditempati baja
tulangan, baut angkur (anchor), pipa, lubang eueuran (weep holes) atau tiang
yang tertanam dalam beton. Pengurangan hanya akan diadakan untuk volume
baja struktur, termasuk tiang paneang baja dalam beton. Pengukuran juga harus
tidak dilakukan untuk beton yang digunakan pada Konstruksi Cofferdam,
Falsework atau volumeformwork danfalsework.

Tidak ada tambahan pembayaran untuk setiap tambahan kadar semen, untuk
bahan additive, tidak juga untuk penyelesaian setiap pekerjaan beton yang
diuraikan atau lantai beton. Beton kelas B yang diijinkan untuk digunakan pada
struktur yang ditentukan menggunakan beton kelas C atau D harus diukur dan
dibayar sebagai beton kelas C dan D. Beton kelas C yang diijinkan untuk
digunakan, pada struktur yang seharusnya menggunakan beton kelas D harus
diukur dan dibayar sebagai beton kelas D.

Pelat beton praeetak tidak diukur untuk pembayaran tetapi akan dianggap telah
termasuk dalam harga satuan dari lantai beton bertulang.

Beton yang digunakan pada pekerjaan untuk mata pembayaran Divisi 6, 12 dan
13 (keeuali untuk pondasi tiang lampu yang tinggi), tidak akan diukur seeara
terpisah untuk pembayaran menurut Pasal 8\0.0\ ini.

Kuantitas baja tulangan dan mata pembayaran lainnya dalam Kontrak lain yang
termasuk dalam struktur yang telah selesai dan diterima harus diukur untuk
pembayaran seperti yang diuraikan untuk mata pembayaran yang tereakup.

810.01(6) Dasar Pembayaran

Pekerjaan yang diukur seeara tersebut di atas untuk masing-masing kelas beton
tertentu, harus dibayar menurut Harga 8atuan Kontrak per meter kubik beton
seperti diuraikan di bawah ini. Pembayaran ini merupakan konpensasi penuh
untuk penyediaan dan pemakaian semua material, termasuk tenaga kerja,
peralatan, eetakan (jormwork), falsework (peraneah dan penopang); termasuk
pemaneanganformwork untuk balok dan slab; untuk pekerjaan peneampuran,
pengecoran,jinishing dan perawatan beton dan lain-lain; dan semua pekerjaan
insidentil yang diperiukan termasuk penyediaan dan pelaksanaan bangunan
terjunan (drainage fall) dan sistemnya serta suling-suling. Penyediaan,
pemasangan danjinishing sambungan ekspansi dan baja tulangan harus dibayar
tersendiri dan tidak termasuk ke dalam pembayaran untuk beton.

~
1 3 MAR 2017
Spesijikasi Teknis Jalan Bebas Hambatan dan Jalan Tol
Divisi 10 - Struktur Beton

Nomor dan Nama Mata Pembayaran Satuan Pengukuran

10.01(1) Beton Struktur Kelas A-I Meter Kubik


(Gelagar Beton Pratekan Kotak)

10.01(2) Beton Struktur Kelas A-2-1 Meter Kubik


(Gelagar Beton Pratekan T)

10.01(3) Beton Struktur Kelas A-2-2 Meter Kubik


(Kepala Pier Beton Pratekan - Pier Tipe Y)

1O.01(3a) Beton Struktur Kelas A-2-3 Meter Kubik


(Kepala Pier Beton Pratekan - Pier Tipe T)

10.01(3b) Beton Struktur Kelas A-2-4 Meter Kubik


(Kepala Pier Beton Pratekan - Pier Portal)

10.01(3c) Beton Struktur Kelas A-2-S Meter Kubik


(Kepala Pier Beton Pratekan)

10.01(4a) Beton Struktur Kelas B-l-la Meter Kubik


(Lantai Beton Bertulang dari
Gelagar Beton Pratekan UII)

10.01(4b) Beton Struktur Kelas B-I-Ib Meter Kubik


(Lantai Beton Bertulang dari
Gelagar Baja Kotak)

10.0 I (5) Beton Struktur Kelas B-I-2 Meter Kubik


(Diafragma dari Gelagar Beton
Pratekan Ufl)

10.0 I(Sa) Beton Struktur Kelas B-I-3 Meter Kubik


(Kepala Pier Beton Bertulang)

10.01(6) Beton Isian Kelas B untuk Rongga Meter Kubik


Beton Pratekan

10.01 (7a) Beton Struktur Kelas B-1-4a Meter Kubik


(Kolom Beton Bertulang dari
Pier Tipe Dinding)

10.01 (7b) Beton Struktur Kelas B-I-4b Meter Kubik


(Kolom Beton Bertulang dari
Pier Tipe Y)

10.0IOe) Beton Struktur Kelas B-I-4c Meter Kubik


(Kolom Beton Bertulang dari
Pier Tipe T)

1 3 ~1AR 2017
Spesijikasi Teknis Jalan Bebas Hambatan dan Jalan Tol
Divisi J 0 - Struktur Beton

10.01 (7d) Beton Struktur Kelas B-I-4d Meter Kubik


(Kolom Beton Bertulang dar;
Pier Tipe Portal)

10.0 I (7e) Beton Struktur Kelas B-I-4e Meter Kubik


(Kolom Beton Bertulang dari
Pier Ramp)

10.01(71) Beton Struktur Kelas B-I-4f Meter Kubik


(Kolom Beton Bertulang dari Pier)

10.01(8) Beton Struktur Kelas B-I-5 Meter Kubik


(Pel at Beton Bertulang di atas
Tiang Pancang)

10.01(9) Beton Struktur Kelas B-I-6 Meter Kubik


(Beton Penghalang/ Barrier»

10.01(9a) Beton Struktur Kelas B-I-7 Meter Kubik


(Kerb)

10.01(10) Beton Struktur Kelas C-I Meter Kubik


(Abutments, Telapak Pier, Dinding
Penahan Tanah, Pelat Injak, Kotak Tanaman)

10.01(11) Beton Struktur Kelas C-2 Meter Kubik


(Gorong-gorong Kotak)

10.01(12) Beton Struktur Kelas C-3 Meter Kubik


(Pelat Pracetak untuk Lantai Jembatan)

10.0 I(13) Beton Struktur Kelas D Meter Kubik

10.01(14) Beton Struktur Kelas E Meter Kubik

10.01(15) Cut Off Plate untuk Water Stop Meter Panjang

~ 1 3 MAR 2017
Spesijikasi Teknis Jolon Bebas Hambatan dan Jolon Tol
Divisi 10 - Struktur Beton

810.02 BAJA TULANGAN

810.Q2 (1) Uraian

Pekerjaan ini meliputi penyediaan, pembuatan dan pemasangan batang-batang


baja tulangan dengan tipe dan ukuran yang sesuai dengan Spesifikasi, Gambar
dan petunjuk Konsultan Pengawas.

810.02 (2) Material

Baja tulangan harus sesuai dengan ketentuan Spesifikasi berikut ini, kecuali
berat batang ukuran tanpa standar ditentukan dalam Tabel 10-2-1 dan Tabel 10-
2-2 dengan mengabaikan Spesifikasi dalam pembuatan.

Batang berdiameter 9 mm atau kurang dan batang dowel berdiameter 25 mm,


29mm, 30 mm:
S 107-2052-2002 (Grade BJTP 24); atau JIS 03112 atau ASTM A 6I5-92b
(Grade SR 24); atau AA8HTO M31-07 (Grade 40).

Batang berdiameter 10 mm atau lebih :


8NI 07-2052-2002 (Grade BJTD 40); atau lIS G3112 atau ASTM A 615-92b
(Grade SD 40); atau AASHTO M31-07 (Grade 60). Penulangan anyaman baja
harus mengikuti AASHTO M55-07.

Baja tulangan tidak boleh disimpan diletakkan di atas tanah dan harus disimpan
dalam bangunan atau tertutup dengan baik. Baja tulangan ulir harus diangkut
dan dipelihara lurus atau dibengkokkan dengan bentuk seperti terlihat pada
Gambar. Tidak boleh dibengkokan dan diluruskan kembali atau dibengkokan
dua kali pada titik yang sarna pada baja tulangan.

810.Q2 (3) Pelaksanaan Pekerjaan

(a) Pembuatan (pabrikasi)

(i) Batang-batang tulangan harus dibuat secara akurat menurut bentuk


dan ukuran dalam Gambar, dan pengerjaannya jangan sampai
merusak material baja itu.Bilamana terjadi kesalahan dalam
membengkokan baja tulangan, batang tulangan tidak boleh
dibengkokan kern bali tanpa persetujuan Konsultan Pengawas yang
sedemikian rupa akan melemahkan bahan

(ii) Kecuali bila ditentukan lain, semua batang tulangan yang harus
dibengkokkan maka harus dibengkokan dalam keadaan dingin. Bila
batang tulangan dibengkokan dengan pemanasan, maka cara
pengerjaannya harus disetujui dulu oleh Konsultan Pengawas; dan
harus dilakukan sedemikian rupa agar sifat fisik baja tidak berubah.

(iii) Batang tulangan yang tidak bisa diluruskan tidak boleh digunakan.
Batang tulangan yang telah teltanam sebagian dalam beton tidak

~ 1 3 MAR 2017
Spesijikasi Teknis Jalan Bebas Hambatan dan Jalan Tol
Divisi 10 - Struktur Beton

boleh dibengkokan, keeuali bila tertera dalam Gambar atau ada


ketentuan lain.

(iv) Untuk pemotongan dan pembengkokan, harus disediakan pekerja


yang ahli dan alat-alat yang memadai.

(v) Bila Konsultan Pengawas perlu memeriksa mutu batang tulangan,


Kontraktor harus menguj i batang tulangan dengan tanggungan biaya
sendiri, dengan eara menurut ketentuan Konsultan Pengawas.

(b) Pemasangan

(i) Sebelum dipasang, batang tulangan harus dibersihkan dari karat,


kotoran, lumpur, serpihan yang mudah lepas; dari eat minyak, atau
bahan asing lainnya yang dapat merusak ikatan.

(ii) Batang-batang tulangan harus ditempatkan pada kedudukan


semestinya sehingga tetap kokoh pada waktu beton dieor. Batang
tulangan yang dibutuhkan untuk keperluan sehubungan dengan eara
pelaksanaan struktur, bila perlu, harus digunakan.

(iii) Batang tulangan harus diikat pada setiap titik pertemuan dengan
kawat besi yang diperkuat, dengan diameter 0,9 mm atau lebih, atau
dengan jepitan yang sesuai.

(iv) Jarak batang-batang tulangan dari eetakan harus dijaga agar tidak
berubah, dengan gantungan logam (metal hanger), balok adukan
penopang dari logam, atau penopang lainnya yang disetujui
Konsultan Pengawas.

(v) Setelah ditempatkan, batang-batang tulangan harus diperiksa oleh


Konsultan Pengawas bila batang tulangan telah terlalu lama
terpasang, harus dibersihkan dan diperiksa lagi oleh Konsultan
Pengawas sebelum dilakukan pengecoran beton.

(e) Penyambungan

(i) Bila batang tulangan harus disambung pada titik-titik selain yang
ditentukan Gambar, kedudukan dan cara penyambungan harus
didasarkan pada perhitungan kekuatan beton, yang disetujui oleh
Konsultan Pengawas.

(ii) Pada sambungan melingkar, batang harus dilingkarkan dengan


panjang tertentu dan diikat kawat pada beberapa titik temu dengan
kawat besi diameter yang lebih besar dari 0,9 mm.

(iii) Batang tulangan yang tampak, yang harus disambung nantinya,


harus dilindungi dengan semestinya dari kerusakan dan karat.

~
1 3 ~iAR 2017
Spesijikasi Teknis Jolon Bebas Hambatan dan Jolon Tol
Divisi 10 - Struktur Beton

(iv) Pengelasan baja tulangan harus dikerjakan hanya bila ada detailnya
dalam Gambar, atau ada ijin tertulis dari Konsultan Pengawas.

(v) Penggantian batang tulangan dengan ukuran yang berbeda dari


ketentuan dapat dilakukan bila ada ijin khusus dari Konsultan
Pengawas. Bila batang baja tulangan harus diganti, penggantinya
harus sarna atau lebih besar.

(d) Toleransi

(i) Toleransi untuk fabrikasi harus seperti yang disyaratkan dalam SNI
03-6816-2002.

(ii) Baja tulangan harus dipasang sedemikian sehingga selimut beton


yang menutup bagian luar baja tulangan adalah sebagai berikut :

Tabel 10-2-l.Selimut beton untuk acuan dan pemadatan standar

Tebal selimul belon nominal (mm) untuk beton dengan kuat tekan
Klasifikasi
Lingkungan f, yang lidak kurang dari
20 MPa 25 MPa 30 MPa 35 MPa 40 MPa
A 35 30 25 25 25
B1 (65) I 45 40 35 25
B2 - (75) I 55 45 35
C - - (90) I 70 60

Tabel 10-2-2 Selimut beton untuk acuan dan pemadatan intensif

Tebal selimut betan nominal (rom) untuk beton dengan kuat tekan
Klasifikasi
Lingkungan f, yang tidak kurang dari
20 MPa 25 MPa 30 MPa 35 MPa 40 MPa
A 25 25 25 25 25
Bt (50) I 35 30 25 25
B2 - (60) I 45 35 25
C - - (65) I 50 40

Tabel 10-2-3 Selimut beton untuk komponen yang dibuat dengan cara diputar

Klasifikasi Lingkungan Kual Tekan Beton r, (MPa) Selimut beton (mm)


A,B! 35 20
B2 40 25
50 20
C 40 35

Persyaratan ini berlaku untuk struktur dan komponen beton bertulang dan
beton prategang dengan umur rencana 50 tahun atau lebih. Persyaratan ini
diberlakukan sehubungan dengan kondisi dan klasifikasi lingkungan.
Klasifikasi lingkungan yang berpengaruh terhadap struktur beton seperti
berikut:

~
1 3 MAR 2017
Spesijikasi Teknis Jalan Bebas Hambatan dan Jolon Tol
Divisi 10 - Struktur Beton

Tabel 7.3.1.(4) Klasifikasi Lingkungan

Keadaan permukaan dan Iingkungan Klasifikasi Iingkungan


I. Komponen struktur yang berhubungan langsung
dengan tanah:
a. Bagian komponen yang dilindungi lapisan A
tahan lembab atau kedap air.
b. Bagian komponen lainnnya di dalam tanah A
yang tidak agresif
c. Bagian komponen di dalam tanah yang U
agresif (tanah permeable dengan pH<4, atau
dengan air tanah yang mengandung ion sui fat
> 1grlliter)
2. Komponen struktur di dalam ruangan tertutup di A
dalam bangunan, kecuali untuk keperluan
pelaksanaan dalam waktu yang singkat.
3. Komponen struktur di atas permukaan tanah
dalarn lingkungan terbuka:
a. Daerah di pedalaman (>50 km dari pantai) di
mana lingkungan adalah :
(i) bukan daerah industri dan berada A
dalam iklim yang seiuk
(ii) bukan daerah industri namun beriklim BI
tropis
(iii) daerah industri dalam iklim sembarang BI
b. Daerah dekat pantai (1 km sampai 50 Ian dari BI
garis pantai), iklim sembarang)
c. Daerah paotai « I Ian dari garis pantai tetapi B2
tidak dalam daerah pasang surut), iklim
sembarang
4. Komponen struktur di dalam air
a. Air tawar BI
b. Air laut
(i) terendam seeara permanen B2
(ii) berada di daerah pasang surut C
e. Air yang mengalir U
5. Komponen struktur di dalam lingkungan lainnya U
yang tidak terlindung dan tidak termasuk dalarn
kategori yang disebutkan di atas.

Khusus untuk klasifikasi lingkungan "U", mutu dan karakteristik beton


harus ditentukan seeara khusus agar dapat menjamin keawetan jangka
panjang komponen struktur dalam lingkungan tidak terlindung yang
khusus.

810.Q2 (4) Metoda Pengukuran

Jumlah batang tulangan yang harus dibayar adalah jumlah berat (kg) batang
tulangan yang dipasang menurut ketentuan Gambar atau perintah tertulis
Konsultan Pengawas Berat dihitung berdasarkan tabel-tabel berikut:

~
13 2017l~lAR
Spesijikasi Teknis Jalan Bebas Hambatan dan Jalan Tol
Divisi 10 - Struktur Beton

Tabel 10-2-1 Berat Satuan Batang Baja Tulangan Polos

Ukuran Batang (Bars) (dia.mm) 6 9


Berat ner linier meter dalam kilol!ram 0,222 0,499

Tabel 10-2-2 Berat Satuan Batang Baja Tulangan Berulir

Ukuran Batang DIO DB DI6 DI9 D22 D25 D29 032


(Bars) (diameter.mm)
Berat per liner meter 0,617 1,04 1,58 2,23 2,98 3,85 5,19 6,31
dalam kilogram

Panjang yang harus diukur dalam menghitung berat material untuk dibayar ini
harus tertera dalam Gambar atau diperintahkan secara tertulis oleh Konsultan
Pengawas.

Penulangan anyaman baja, harus diukur sebagai meter persegi luas anyaman.

Sambungan tambahan yang dilakukan Kontraktor untuk kepentingan sendiri


atau sambungan yang tidak tertera dalam Gambar atau tidak disetujui Konsultan
Pengawas, harus tidak diukur dan dibayar.

Penjepit, tali dan material lain penguat kedudukan batang tulang harus tidak
diukur untuk pembayaran. Batang tulangan yang digunakan pada pekerjaan
pada butir pembayaran dalam Divisi 6,12 dan 13 (kecuali pondasi untuk tinag
lampu yang tinggi), harus tidak diukur untuk pembayaran menurut Pasal S.I 0.02
101.

S10.02 (5) Dasar Pembayaran

Jumlah batang tulang baja yang diukur secara tersebut di atas harus dibayar
menurut Harga Satuan Kontrak per kilogram batang yang sudah terpasang dan
diterima.
Pembayaran ini merupakan kompensasi penuh untuk penyediaan tenaga kerja,
peralatan dan material, yang diperlukan untuk pembuatan, pembengkokan,
pembentukan, pemasangan dan jika periu, pengelasan batang baja dengan
tenaga gas, penyimpanan dan pengangkutan batang baja tulangan.

Nomor dan Nama Mata Pembayaran Satuan Pengukuran

10.02 (I) Batang Baja Tulangan Polos BJTP-24 Kilogram

10.02 (2) Batang Baja Tulangan Ulir BJTD-40 Kilogram

U 10 - 46

1 3 MAR 2017
Spesijikasi Teknis Jalan Bebas Hambatan dan Jalan Tol
Divisi 10 - Struktur Beton

810.03 BETON PRA-TEKAN (PRESTRESSED CONCRETE)

810.03 (1) Vraian

(a) Umum

Pekerjaan ini meliputi struktur beton pra-tekan dan bagian beton pra-tekan
dari struktur gabungan (composite) yang dibangun sesuai dengan garis,
grade, disain dan ukuran yang tertera dalam Gam bar, atau ketentuan
Konsultan Pengawas, dan ketentuan 8pesifikasi ini dan lainnya.

Pekerjaan ini meliputi penyediaan dan pemasangan alat-alat sistem pra-


tekan yang harus digunakan, termasuk juga pipa saluran, angkur
(anchorage) dan grout yang digunakan untuk pressure grouting ducts.

Pekerjaan ini meliputi pembuatan, pengangkutan dan penyimpanan balok,


slab, dan bagian strukturallain dari beton precast yang telah diproses pra-
tekan dengan metoda pre-tensioning atau post-tensioning. Juga meliputi
pemasangan seluruh bagian beton pra-tekan precast.

Untuk beton pra-tekan cast-in-place, istilah "suku" yang digunakan dalam


bagian ini, berarti beton yang tidak diproses pra-tekan.

(b) Definisi-definisi

Post-tensioning adalah metoda pra-tekan beton di mana tulang


ditegangkan setelah beton dituang. Pre-tensioning adalah metoda pra-
tekan beton dimana tulangan ditegangkan sebelum beton diluang.
Tulangan pra-tekan adalah tulangan penguat yang dikenai proses pra-
tekan dengan eara post-tensioning alau pre-tensioning.

810.03 (2) Material

(a) Umum

Semua material yang harus disediakan dan digunakan, yang tidak tereakup
dalam pasal ini, harus sesuai dengan ketentuan dalam pasal lain yang
berhubungan.

(b) Baja tulangan- umum

(i) Tulangan penguat non-pra-tekan harus sesuai dengan Pasal S I0.02


atau, bila kualitas pratekan ditentukan dalam Gambar, harus
diselesaikan dengan kebutuhan untuk baja pra-tekan.

(ii) Baja pratekan harus kawat baja (Wire) berdaya tarik tinggi, batang
(bars) baja berdaya tarik atau untaian kawat (strand) baja berdaya
tarik tinggi.

(e) Baja Pra-tegang

10 - 47

1 3 MAR 2017
Spesijlkasi Teknis Jalan Bebas Hambatan dan Jalan Tal
Divisi 10- Struktur Beton

(i) Kawat baja berdaya tarik tinggi harus dihilangkan tegangannya


(stress relieved) dan harus sesuai dengan ketentuan SNI 07-1155-
1989 atau 1IS G3536 atau AASHTO M204-06 "Uncoated Stress
Relieved Wire for Presstressed Concrete ".

(ii) Untaian kawat baja berdaya tarik tinggi harus dibebaskan dari patri
(weldfree) dan dari tegangannya setelah dihampar, dan harus sesuai
dengan ketentuan SNI 07-1154-1989 atau 1IS G3536 atau AASHTO
M203-07 "Uncoated Seven Wire Stress Relieved Strand for
Prestressed Concrete ".

(iii) Batang baja berdaya tarik tinggi harus dihilangkan tegangannya


(stress relieved), dan harus sesuai dengan ketentuan AASHTO
M275-06 atau JIS 03109 atau ASTM A722.

(iv) Pengujian - pengujian tulangan pre-tegang harus menurut ketentuan


Spesifikasi AASHTO untuk tipe sistem pra-tekan yang digunakan.

Kecuali ditentukan lain dalam Gambar, tulangan dan kabel PC yang


digunakan sbb :

Keterangan Diameter Penggunaan


Nominal
(mm)
PC Wire SWPR I (tipe C) 7 PC Pile
PC Wire SWPR 1 (tipe B) 8 Diafragma PC Box Girder
PC-7 Wire Strand SWPR T12.4 PC Core Slab
7A (tipe D)
PC 7 Wire Strand SWPR T12.7 PC-I-Girder & U-Girder
7 B (tipe A) dan PC Hollow Slab.
PC 19-Wire Strand SWPR T19.3 Diafragma PC I-Girder
19 (tipe E)
PC Bar SBPR 80/95 23 Diafragma untuk PC Box
Girder

(d) Angkur (Anchorages)

Semua baja pra-tekan post-tensioning harus dikunci pada ujung-ujungnya


dengan alat angkur (anchoring) tipe permanen.
Semua alat angkur untuk post-tensioning harus bisa menahan baja pra-
tekan dari beban yang memberikan tegangan yang tidak kurang dari 95%
daya tarik minimum baja pra-tekan.

(e) Pipa fJYouting (ducts)

Semua pipa saluran harus dari bahan logam dan kedap adonan semen
(mortar tight). Pipa harus cukup kuat untuk mempertahankan bentuknya
menahan tekanan kerja. Bila ada ketentuan mengenai grouting, lubang

~
13 2017 M.~R
Spesijikasi Teknis Jalan Bebas Hambatan dan Jalan Tal
Divisi J0 - StruklUr Beton

udara dan grout harus dibuat dengan pipa atau alat lainnya, agar
semprotan grout dapat mengisi seluruh rongga sepanjang pipa saluran.

(f) Grout

Material grouting tersusun dari semen portland, air dan adukan muai
(expansive admixture) plus retarder, sesuai dengan persetujuan dari
Konsultan Pengawas. Air harus dapat diminum (potable). Adukan yang
mengandung klorida atau nitral tidak boleh digunakan.

Kontraktor harus mengajukan proposal perbandingan eampuran untuk


disetujui Konsultan Pengawas.

Yang pertama dimasukkan ke mixer adalah air, lalu disusul semen dan
adukan. Grout harus dieampur/diaduk dalam alat pengaduk mekanik
dengan tipe yang mampu menghasilkan grout yang merata. Grout tidak
boleh dilembekkan kembali dengan air. Sebelum dipompakan, grout harus
terus diaduk.

(g) Beton

Beton harus sesuai dengan ketentuan Beton kelas A-I, A-2 atau AA Pasal
S 10.0 I dari Spesifikasi ini, dan dengan ketentuan di bawah ini, keeuali
bila dinyatakan lain dalam Gambar.

Kontraktor harus membuat raneangan eampuran yang kemudian diajukan


untuk disetujui Konsultan Pengawas. Ukuran maksimum agregat yang
harus digunakan untuk membuat beton pra-tekan adalah 2 em,

S10.03 (3) Pelaksanaan Pekerjaan

(a) Umum

Kontraktor harus menyediakan seorang teknisi yang harus mengawasi


dalam pemakaian sistem pra-tekan, yang akan mengawasi pekerjaan, dan
memberikan bantuan tertentu kepada Konsullan Pengawas bila
diperkirakan perlu.

Kontraktor harus menyediakan semua peralatan yang diperlukan untuk


pekerjaan konstruksi dan pra-tekan. Pekerjaan pra-tekan harus dikerjakan
dengan peralatan dongkrak yang disetujui. Bila memakai dongkrak
hidrolik, maka harus lengkap dengan meteran penunjuk tekanan.
Kombinasi dongkrak dan meteran harus disesuaikan ukuran dasarnya, dan
Kontraktor harus menyerahkan grafik hubungan kedua alat itu kepada
Konsultan Pengawas. Bila menggunakan dongkrak tipe lain, maka harus
lengkap dengan einein (ring) penunjuk yang sudah kalibrasi ukurannya
(calibrated), untuk mengetahui kekuatan dongkrakan seeara tepat.

Semua ketentuan yang dapat diberlakukan dari Pasal S I 0.01 (4)


"Pelaksanaan Pekerjaan" harus ditaati, keeuali yang mungkin harus.

UIO - 49

1 3 t~AR 2017
Spesijikasi Teknis Jalan Bebas Hambatan dan Jalan Tal
Divisi 10 - Struktur Beton

diubah dalam pasal ini. Beton pra-tekan harus dicetak, ditekan, diberi
pengawetan, dan dilindungi di bengkel, tempat pembuatan, dan lain-lain
lokasi yang disetujui Konsultan Pengawas, dimana pembuatan bagian-
bagiannya dapat diperiksa dan dikontrol.

(b) Rencana Pelaksanaan Pekerjaan

Bila diminta, Kontraktor harus mempersiapkan, memeriksa dan


mengarahkan, kepada Konsultan Pengawas, detaillengkap Gambar Kerja
atau Jadwal, mengenai :

(i) Rencana alternatifKontraktor bila alternatifyang diajukan disetujui.


(ii) Detail proposal pabriknya dan pelaksanaannya.
(iii) Urutan pekerjaan, dan
(iv) Uraian mengenai ukuran dan lain-lain secara lengkap, mengenai
peralatan, sambungan, bearing, dan jangkar (anchorages), yang
tidak ditentukan atau dirinci dalam Dokumen-dokumen Kontrak.

Beton tidak boleh dicetak sebelum Konsultan Pengawas menyetujui


Gambar dari Kontraktor, bila ada, mengenai campuran beton, cetakan,
metoda pra-tekan, metoda penuangan, pengecoran, pengawetan,
perlindungan, penanganan dan pemasangan suku-suku penguat. Setiap
alternatif rencana dalam Dokumen Kontrak harus disetujui oleh Konsultan
Pengawas, sebelum Pelaksanaan Konstruksi dan pembuatan.

Kontraktor harus memberi tahu Konsultan Pengawas, tidak kurang dari 3


hari sebelumnya, tanggal dimulainya pembuatan dan tanggal mulai
dilaksanakannya pekerjaan penekanan beton, pencetak unit-unit, dan
pemindahan tekanan.

(c) Mencmpatkan Baja Tulang

Semua unit baja tulangan harus ditempatkan secara tepat menurut


Gambar, dan tetap pada posisinya pada waktu beton dituang dan
dikeringkan. Jarak unit baja tulangan dari cetakan harus dijaga dengan
memakai ruji penopang, balok, tali, hanger, atau penahan lain yang
disetujui. Balok penahan bahu penahan yang bersentuhan dengan cetakan
harus terbuat dari balok pracetak (precast mortar blocks) dengan bentuk
dan ukuran yang sudah disetujui, lapisan-Iapisan unit harus dipisahkan
dengan balok ini atau alat lain yang sarna baiknya. Balok kayu tidak boleh
digunakan.

(d) Metode Pretensioning

Elemen-elemen pra-tekan harus tepat posisinya dan ditekan dengan


dongkrak. Penekanan harus sampai menghasilkan tekanan yang
dikehendaki pada kawat atau untaian (strand) baja segera setelah
penangkuran (anchorage), sesuai dengan Gambar atau perintah Konsultan
Pengawas. Pergeseran dongkrak, angkur atau pencengkram harus diberi
kelonggaran.

~
1 3 MAR 2017
Spesijikasi Teknis Jalan Bebas Hambatan dan Jalan Tol
Divisi 10- Struktur Beton

Harus ada catatan mengenai kekuatan pendongkrakan dan perpanjangan


(elongations) yang ditimbulkan, serta umur minimum (dalam jam) beton
pada saat tendon dilepas. Beberapa unit dapat dicetak dalam satu barisan
kontinyu dan ditekan sekaligus, tetapi di antara ujung-ujung unit harus
dibuatldisisakan ruang secukupnya untuk pemotongan beton bila kekuatan
beton sudah mencapai yang ditentukan.

Tekanan ikat (bond stress) tidak boleh diberikan kepada beton atau angkur
akhir (end anchors) tidak boleh dilepas sebelum beton mencapai kuat
tekan tidak kurang dari 85% kekuatan umur 28 hari yang telah ditentukan
oleh contoh standar yang dibuat dan diberi pengawetan sama dengan suku-
sukunya. Elemen-elemen pra-tekan harus dipotong atau dilepaskan
dengan cara tertentu sehingga eksentrisitas pra-tekan minimum.

(e) Pengawetan (Curing)

Proses pengawetan uap dapat digunakan sebagai alternatif untuk


pengawetan air. Alas pengecoran untuk setiap unit yang harus diberi
pengawetan harus ditutup rapat agar uap tidak lari ke luar, dan udara luar
tidak masuk.

Dua sampai empat jam setelah penuangan beton dan setelah beton
mencapai tahap kering awal, proses awal pengawetan uap harus
dilakukan. Bila beton diberi campuran pelambat (retardingadmixture),
maka tenggang waktu itu harus ditambah menjadi 4 sampai 6 jam. Metode
pengawetan air harus digunakan sejak beton dituang sampai pengawetan
uap mulai diberikan. Kelembaban uap harus 100% agar kadar air tidak
hilang, dan agar kadar air cukup untuk proses hidrasi pada semen.
Pengawetan uap tidak boleh langsung pada beton.

Selama pemakaian uap, suhu udara sekitar harus naik tidak lebih dari 22°C
per jam sampai tercapai suhu maksimum, dan suhu itu harus
dipertahankan sampai beton mencapai kekuatan yang diinginkan. Dalam
menghentikan proses pengawetan uap, suhu udara sekitar tidak boleh
lebih dari 22°C per jam sampai tercapai suhu 10°C lebih tinggi dari suhu
udara tempat beton harus dibuka. Maksimum suhu pengawetan harus
60°C sampai 67°C.

Bila Kontraktor memilih pengawetan dengan metoda khusus yang lain,


metoda dan detail harus disetujui oleh Konsultan Pengawas.

Kecuali ditentukan lain dan disetujui, pengawetan harus sesuai dengan


ketentuan pada Pasal SIO.OJ.

(f) Metode Post-tensioning

Penekanan tulangan pra-tekan (prestressed reinforcement) tidak boleh


dimulai sebelum pengujian silinder beton, yang dibuat dari beton yang
sama dengan suku masing-masing yang harus diberi proses pra-te n,

UIO-51

1 3 MAR 2017
Spesijikasi Teknis Jalan Bebas Hambatan dan Jalan Tol
Divisi 10- Struktur Beton

menunjukkan bahwa beton sudah mencapai kuat tekan yang ditentukan


dalam Gambar atau petunjuk Konsultan Pengawas.

Setelah semua beton mencapai kekuatan yang dikehendaki, tulangan pra-


tekan (prestressing reinforcement) harus ditekan dengan alat dongkrak
sampai tegangan yang dikehendaki, dan tekanan ini harus dipindahkan ke
angkur (anchorage) akhir.

Beton cast-ini-place tidak boleh diberi post-tensioning sebelum 10 hari


(sekurang-kllrangnya) setelah beton terakhir ditllang ke dalam suku unit
yang harus diberi Post-tensioning, dan sebelum kekuatan kompresi dari
beton yang sudah dituang itu mencapai tingkat yang ditentukan untuk
beton pada saat ditekan.

Semua cetakan sisi dan dalam untllk girder harus dibongkar sebelum
pelaksanaan post-tensioning. Falsework di bawah slab yang menyangga
struktur utama tidak boleh dilepaskan sebelum jangka waktu minimum 48
jam setelah proses grouting pada tendon post-tensioning, atau pun
sebelum syarat-syarat lain dalam spesifikasi ini terpenuhi. Falsework
penyangga harus dibangun sedemikian rupa sehingga bagian struktur
utama dapat bebas melepaskan falsework dan mengalami pemendekan
pada waktll proses post-tensioning.

Proses penarikan (tensioning) harus sedemikian rupa agar tekanan yang


diberikan pada perpanjangan elemen pra-tekan dapat diukur setiap waktu.

Harus ada catatan mengenai tekanan (gauge pressure) dan perpanjangan


pada setiap waktu, dan harus diajukan kepada Konsultan Pengawas untllk
disetlljui.

Gaya dari alat angkur (anchoring devices) harus disebarkan pada beton
dengan alat yang disetujui yang dapat menyebarkan tekanan beban secara
efektif pada beton.

Bila ujung unit yang sudah diberi post-tensioning harus tidak ditutupi
beton, peralatan angkllr (anchoring devices) harus dihentikan agar ujung
baja pra-tekan dan semua bagian peralatan angkur berada sekurang-
kurangnya SO mm ke dalam perrnukaan akhir dari suku unit, kecuali bila
ada penanaman (embedment) yang lebih besar pada Gambar Rencana.
Setelah proses post-tensioning, ceruk-ceruk harus ditambal dengan beton,
dan diberijinishing sesuai dengan Gambar.

(g) Baja pengikat (Bonding steel)

Baja post-tensioned harus diikat ke beton. Semua baja Pra-tekan yang


harus diikatkan ke beton harus bersih dari kotoran, karat, minyak, atau
bahan-bahan lain yang berbahaya.

Baja pra-tekan harus diikatkan ke beton dengan menam bal rongga antara
pipa (ducts) dan tendon dengan adukan grout. Semua pipa (ducts) haru~

~
1 3 MAR 2017
Spesijikasi Teknis Jalan Bebas Hambatan dan Jalan Tal
Divisi 10 - Struktur Beton

bersih dari bahan-bahan yang berbahaya yang dapat merusak ikatan grout
atau mengganggu proses grouting (Pengisian adukan semen).

Semua grout harus disaring dengan kasa berlubang ukuran 1,20 mm


maksimum, sebelum dimasukan ke pompa grouting.

Pipa injeksi grout harus dipasangi katup penutup mekanis. Lubang angin
dan pipa semprotan harus dipasangi katup (klep), sum bat atau alat lain
yang dapat menahan tekanan pompa. Katup (klep dan sumbat itu tidak
boleh dilepas atau dibuka hingga adukan benar-benar terisi dan padat.

(h) Penanganan, Pengangkutan dan Penyimpanan

Beton pra-tekan precast tidak boleh dipindahkan dari posisi pencetakan


sebelum mencapai kekuatan kompresi 85% dari kekuatan beton umur 28
hari yang sudah ditentukan, atau tidak boleh diangkut sebelum mencapai
kekuatan 90% dari kekuatan beton umur 28 hari.

Penanganan dan pemindahan beton pra-tekan precast harus hati-hati. Slab


dan girder precast harus diangkut dengan posisi tegak lurus, tidak boleh
ada guncangan pada titik-titik penyanggaan dan arah reaksi yang
berkenaan dengan suku unit harus ditentukan bila suku unit sudah
mencapai posisi final. Bila Kontraktor menganggap lebih baik
mengangkut atau menyimpan unit-unit beton pra-tekan precast dengan
posisi lain, maka resikonya ditanggung sendiri setelah memberitahu
Konsultan Pengawas. Unit-unit yang oleh Konsultan Pengawas dianggap
tidak memenuhi standar harus diganti atas tanggungan biaya Kontraktor
sendiri.

(i) Menandai bagianlsuku beton pra-tekan precast

Setiap suku beton pra-tekan precast harus ditandai untuk menunjukkan


tipe, tanggal pencetakanlpengecoran dan penguatan.

Ul Menguj i bagian/suku beton pra-tekan precast

Bila ada perintah dari Konsultan Pengawas, satu tiang atau lebih harus
diuji beban (loading test). Kontraktor harus meminta persetujuan
Konsultan Pengawas terlebih dahulu, mengenai detail tata cara pengujian.
Balok yang harus diuji pada titik-titik dudukan (bearing), harus diberi
penyangga, dan defleksi naiknya akibat tenaga pra-tekan harus diukur
relatif terhadap garis yang menghubungkan titik-titik itu.

Kemudian beban-beban yang sarna harus diberikan kepada titik ketiga


dengan sepuluh kali kenaikan yang sarna, yang keseluruhannya diteruskan
selama 5 menit. Kemudian beban dilepas dari tiang itu.

Defleksi rentang tengah (midspan deflection) relatif terhadap garis acuan


harus diukur untuk setiap penambahan beban. Kurva defleksi beban, yang
tersusun dari nilai-nilai pengukuran itu, harus menunjukkan tidak adanya .

~
1 3 MAR 2017
Spesijikasi Teknis Jalan Bebas Hambatan dan Jalan Tol
Divisi J0 - Struktur Beton

perbedaan yang berarti dengan garis lurus. Gambar harus menunjukkan,


atau Konsultan Pengawas harus menentukan, beban-beban yang harus
diberikan dan defleksi-detleksinya yang tidak boleh dilewati.

Balok yang, menurut Konsultan Pengawas, gagaI dalam pengujian, harus


ditolak, dan seluruh balok yang dicor dan dicetak dalam baris yang sama
dengan tiang itu juga harus ditolak, kecuali bila diuji sendiri-sendiri atas
biaya Kontraktor, dan ternyata memenuhi syarat.

Kontraktor harus memberikan, kepada Konsultan Pengawas, catatan


pengujian yang berisi tentang tanggal pengujian, beban, detleksi, dan
kurva detleksi beban, nilai "E" dan nilai kekuatan beton, ketika lepas
beban, sebagaimana ditunjukkan dari hasil uji silinder.

Tes/pengujian dilakukan pada unit-unit yang dipilih oleh dan dihadapan


Konsultan Pengawas, setelah ia menyetujui metoda pengujian dan bentuk
pencatatan. Biaya pengujian dan pencatatan sudah termasuk ke dalam
Harga 8atuan Kontrak.

810.03 (4) Metoda Pengukuran

Jumlah beton pra-tekan (I-girder dan U-girder) yang harus diukur untuk
pembayaran adalah jumlah suku/bagian struktur beton pra-tekan precast
disediakan, dipasang ditempat, Iengkap dan diterima. 8etiap bagian meliputi
beton, tulang penguat dan baja pra-tekan, dan material lain yang terkandung
atau terpasang dalam unit balok atau lempeng (slab).

8ukulbagian beton pratekan cast-in-place dibayar berdasarkan jumlah meter


kubik beton,berat (kg) baja tulangan.

Untuk beton, pengukuran mangacu ke Pasal 810.01, dan untuk baja tulangan ke
Pasal 8 I 0.02.

Plat pracetak (concrete plate) dibayar berdasarkan jumlah meter persegi sesuai
dengan Gambar.

Baja pra-tekan yang digunakan pada Butir Pembayaran dalam 8pesifikasi ini
harus tidak diukur tersendiri untuk pembayaran dalam Pasal 810.03 ini.

810.03 (5) Dasar Pembayaran

Pekerjaan yang diukur secara tersebut di atas harus dibayar menurut Harga
Satuan Kontrak untuk nota pembayaran terdaftar di bawah ini, yang tertera
dalam bid schedule. Harga dan pembayaran ini merupakan kompensasi penuh
untuk penyediaan dan penempatan seluruh material, termasuk seluruh tenaga
kerja, peralatan, dan kebutuhan insidentil yang diperlukan untuk menyelesaikan
pekerjaan menurut Pasal ini. Pembayaran untuk kabel PC meliputi pekerjaan
penarikan, grouting, angkur (anchorages) dan pipa grouting (ducts). Harga
Satuan untuk I-girder dan U-girder tercakup ke dalam harga beton, tulangan,
kabel PC, pengangkutan dan pemasangan/erection.

SU10-54
1 3 14AR 2017
Spesifikasi Teknis Jalan Bebas Hambatan dan Jalan Tol
Divisi 10 - Strllktllr Beton

Nomor dan Nama Mata Pembayaran Satuan Pengukuran

10.03(1 a) Gelagar PC-Ubentang nominal 35,5m, Buah


H= 1.95m (Tipe RB), penyediaan

10.03(1 b) Gelagar PC-U bentang nominal 35,5m, Buah


H= 1.95m (Tipe RB), pemasangan

10.03(2a) Gelagar PC-U bentang nominal 31 ,3m, Buah


H= 1.95m (Tipe RC), penyediaan

10.03(2b) Gelagar PC-U bentang nominal 3I,3m, Buah


H= 1.95m (Tipe RC), pemasangan

10.03(3a) Gelagar PC-U bentang nominal 26,5m, Buah


H= 1.95m (Tipe RD), penyediaan

1O.03(3a) Gelagar PC-U bentang nominal 26,5m, Buah


H= 1.95m (Tipe RD), pemasangan

10.03(4a) Gelagar PC-U bentang nominal 18,5m, Buah


H= 1.85m Cfipe A), penyediaan

1O.03(4b) Gelagar PC-U bentang nominal 18,5m, Buah


H= 1.85m (Tipe A), pemasangan

10.03(5a) Gelagar PC-U bentang nominal 23m, Buah


H= 1.85m (Tipe B), penyediaan

1O.03(5b) Gelagar PC-U bentang nominal 23m, Buah


H= 1.85m (Tipe B), pemasangan

10.03(6a) Gelagar PC-U bentang nominal 26m, Buah


H= 1.85m (Tipe C), penyediaan

1O.03(6b) Gelagar PC-U bentang nominal 26m, Buah


H= 1.85m (Tipe C), pemasangan

10.03(7a) Gelagar PC-U bentang nominal 28,5m, Buah


H= 1.85m (Tipe D), penyediaan

1O.03(7b) Gelagar PC-U bentang nominal 28,5m, Buah


H= 1.85m (Tipe D), pemasangan

10.03(8a) Gelagar PC-U bentang nominal 31m, Buah


H= 1.85m (Tipe E), penyediaan

UIO - 55

1 3 MAR 2017
Spesijikasi Teknis Jalan Bebas Hambalan dan Jalan Tol
Divisi J 0 - Slruklur Belon

10.03(8b) Gelagar PC-U bentang nominal 31m, Buah


H= 1.85m (Tipe E), pemasangan

10.03(9a) Gelagar PC-U bentang nominal 31m, Buah


H= 1.85m (Tipe F), penyediaan

10.03(9b) Gelagar PC-U bentang nominal 31 m, Buah


H= 1.85m (Tipe F), pemasangan

10.03(IOa) Gelagar PC-U bentang nominal 33m, Buah


H= 1.85m (Tipe G), penyediaan

1O.03(10b) Gelagar PC-U bentang nominal 33m, Buah


H= 1.85m (Tipe G), pemasangan

1O.03(11al) Pelat PC-Void bentang nominal 16m, Buah


H= 0.85m, penyediaan

1O.03(1la2) Pelat PC-Void bentang nominal 16m, Buah


H= 0.85m, pemasangan

10.03(11 b I) Pelat PC-Void bentang nominal 12,28m, Buah


H= 0.74m, penyediaan

10.03(11 b2) Pelat PC-Void bentang nominal 12,28m, Buah


H= 0.74m, pemasangan

1O.03(12al) Gelagar PC-[ bentang nominal 11,50m Buah


to 13.00m,H= 0.90m, penyediaan

10.03(12a2) Gelagar PC-I bentang nominal 11,50m Buah


to 13.00m,H= 0.90m, pemasangan

1O.03(12bl) Gelagar PC-Ibentang nominal 13,IOm Buah


to 14.50m,H= 0.90m, penyediaan

1O.03(12b2) Gelagar PC-Ibentang nominal 13,IOm Buah


to 14.50m,H= 0.90m, pemasangan

10.03(12cl) Gelagar PC-Ibentang nominal 14,60m Buah


to 16.00m,H= 0.90m, penyediaan

1O.03(12c2) Gelagar PC-fbentang nominal 14,60m Buah


to 16.00m,H= 0.90m, pemasangan

1O.03(13al) Gelagar PC-lbentang nominal 12,Om Buah


to 14.0m,H= IAOm, penyediaan
10.03(13a2) Gelagar PC-I bentang nominal 12,Om Buah
to 14.0m,H= 1.40m, pemasangan

SUlO - 56

1 3 MAR 2017
Spesijikasi Teknis Jalan Bebas Hambatan dan Jalan Tal
Divisi 10 - Struktur Beton

10.03(13bl) Gelagar PC-I bentang nominal 14,IOm Buah


to 15.00m,H= lAOm, penyediaan

1O.03(13b2) Gelagar PC-I bentang nominal 14,IOm Buah


to 15.00m,H= lAOm, pemasangan

1O.03(13cl) Gelagar PC-I bentang nominal 15,lOm Buah


to 17.0m,H= 1.40m, penyediaan

1O.03(13c2) Gelagar PC-I bentang nominal 15, IOm Buah


to 17.0m,H= IAOm, pemasangan

10.03(13dl) Gelagar PC-I bentang nominal 25,OOm Buah


to 27.0m,H= 1.40m, penyediaan

1O.03(13d2) Gelagar PC-I bentang nominal 25,OOm Buah


to 27.0m,H= IAOm, pemasangan

IO.03(14a) Gelagar PC-I bentang nominal 25,Om Buah


to 27.00m,H= 1.60m, penyediaan

1O.03(14b) Gelagar PC-I bentang nominal 25,Om Buah


to 27.00m,H= 1.60m, pemasangan

1O.03(15a) Gelagar PC-I bentang nominal 30,Om Buah


to 32.00m,H= I. 70m, penyediaan

1O.03(15b) Gelagar PC-I bentang nominal 30,Om Buah


to 32.00m,H= 1.70m, pemasangan

IO.03(16al) Gelagar PC-! bentang nominal20,Om Buah


to 22.0m, H=2.IOm, penyediaan

IO.03(16a2) Gelagar PC-I bentang nominal20,Om Buah


to 22.0m, H=2.1 Om, pemasangan

1O.03(16bl) Gelagar PC-! bentang nominal 39,Om Buah


to 41.0m, H=2.1 Om, penyediaan

I 0.03(16b2) Gelagar PC-! bentang nominal 39,Om Buah


to 41.0m, H=2.1 Om, pemasangan

10.03(17) Baja PrategangTipe A Kilogram


(SWPR7B, TI2.7)

10.03(18) Baja PrategangTipe B Kilogram


(SWPR7B, T15.2)

UIO-57
1 3 MAR 2017
Spesijikasi Teknis Jalan Bebas Hambatan dan Jalan Tal
Divisi 10 - Struktur Beton

810.04 BALOK BETON PRECAST

810.04 (1) Uraian

Pekerjaan ini terdiri atas balok beton bertulang precast, disediakan dan
ditempatkan sesuai 8pesifikasi ini dan sesuai dengan ketentuan dalam Gambar
atau pasal manapun dalam Dokumen Kontrak

Pekerjaan ini meliputi pembuatan, transportasi, penyimpanan dan pemasangan


balok pracetak.

810.04 (2) Material

(a) Umum

8emua material yang akan disediakan dan digunakan yang tidak tercakup
dalam Pasal ini harus sesuai dengan ketentuan yang ditentukan dalam
pasallain yang berlaku.

(b) Beton

Beton harus memenuhi ketentuan beton Kelas B-1 pada Pasal S I0.0 1 dari
8pesifikasi ini kecuali dinyatakan lain dalam Gambar.

(c) Penulangan (Reinforcement!

Penulangan harus memenuhi persyaratan yang persyaratan yang


disebutkan dalam Pasal 810.02 dari Spesifikasi ini

(d) Acuan(Formwork)

Acuan lIntuk balok harus memenuhi ketentuan lImum dari acuan beton
sebagaimana yang disebutkan dalam Pasal 810.0 1 dari Spesifikasi ini

810.04 (3) Pelaksanaan Pekerjaan

(a) Umum

Pelaksanaan Pekerjaan harus memenuhi persyaratan yang berlaku pada


Pasal 810.0 1(4) dari Spesifikasi ini.

(b) Rencana Operas i

Kontraktor harus, jika diperlukan, menyiapkan, memeriksa dan


menyerahkan kepada Konsultan Pengawas rincian Gambar Kerja yang
lengkap atau Jadwal yang menunjukkan:
(i) Alternatif desain Kontraktor jika pengajuan alternatif disetujui;
(ii) Rincian frabrikasi kontraktor dan pelaksanaan yang diusulkan; dan
(iii) Urutan operasi yang diusulkan.

~ 1 3 MAR 2017
Spesijikasi Teknis Jalan Bebas Hambatan dan Jalan Tal
Divisi 10 - Struktur Beton

Beton tidak boleh dieor sebelum Gambar Kontraktor disetujui Konsultan


Pengawas, jika ada, eampuran beton, aeuan, metode pengeeoran,
perawatan, perlindungan, penanganan dan pemasangan kompollen. Setiap
alternatif desain dalam Dokumen Kontrak harus mendapat persetujuan
Konsultan Pengawas sebelum fabrikasi atau pelaksanaan.

(e) Pemasangan Baja Tulangan

Semua baja tulangan harus dipasang dengan akurat pada POStS! yang
ditunjukkan dalam Gambar dan eukup kaku selama pengeeoran dan
pengerasan beton. Jarak dari aeuan harus dipelihara dengan tetap, blok
beton, pengikat, gantungan, atau pendukung lain yang disetujui. Blok
beton untuk memegang unit dari kontak dengan aeuan haruslah praeetak
mortardalam bentuk dan dimensi yang disetujui.

(d) Pengeeoran

Balok akan dieor dalam posisi horizontal. Perhatian khusus harus diambil
untuk menempatkan beton sehingga menghasilkan balok yang bebas dari
kantong udara, sarang lebah atau eaeat lainnya. Beton harus dieor seeara
terus menerus dan harus dipadatkan dengan alat pengetar atau dengan eara
lain yang diterima Konsultan Pengawas.

(e) Penanganan, Transportasi dan Penyimpanan

Balok beton bertulang precast tidak boleh bergerak baik dari POSIS!
pengeeoran beton sampai telah meneapai kuat tekan 85% darikekuatan 28-
hari yang disyaratkan, maupun diangkut sampai meneapai kuat tekan 90%
dari kekuatan 28-hari yang disyaratkan.

Perhatian khusus harus dilakukan dalam menangani dan pergerakan balok


betonprecast. Salok precast harus diangkut dalam posisi tegak,
guneangan harus dihindari dan titik-titik pendukung dan arah reaksi
terhadap bagian tersebut harus kurang lebih sarna selama pengangkutan
dan penyimpanan seperti ketika bagian tersebut berada dalam pasisi akhir.
Jika Kontraktor menganggap dapat mengangkut atau menyimpan unit
balok precast di selain posisi ini, maka harus dilakukan dengan resiko
sendiri setelah memberitahukan kepada Kansultan Pengawas akan
reneana untuk melakukannya. Setiap unit dianggap oleh Konsultan
Pengawas tidak memenuhi syarat harus ditolak dan diganti dengan biaya
Kontraktor dengan unit diterima.

(e) Penandaan Balak Precast

Setiap unit balok precast harus ditandai dengan unik dan permanen
termasuk tanggal pengeeoran.

A1 3 MAR 2017
Spesifikasi Teknis Jalan Bebas Hambatan dan Jalan Tol
Divisi 10 - Struktur Beton

810.04 (4) Metoda Pengukuran

Kuantitas balok beton bertulang yang diukur untuk pembayaran haruslah


jumlah aktual balok beton precast, dipasang di tempat, selesai dan diterima.
8etiap balok meliputi beton, baja tulangan, dan bahan lainnya seperti terkandung
di dalam atau melekat pada unit balok.

810.04 (5) Dasar Pembayaran

Pekerjaan yang diukur seeprti yang disebutkan diatas hams dibayar menurut
Harga Satuan Kontrak untuk setiap jenis balok precastyang terdaftar di bawah
In!.

Harga dan pembayaran ini merupakan kompensasi penuh untuk penyediaan dan
pemasangan semua material, termasuk beton dan baja tulangan untuk
pengecoran dan pengakutan, penyimpanan dan pengangkatan balok termasuk
tenaga kerja, peralatan dan perlengkapan serta biaya yang diperlukan untuk
menyelesaikan pekerjaan seperti yang ditunjukkan dalam Gam bar dan
disebutkan dalam Pasal ini

~1 3 MAR 2017
Spesijikasi Teknis Jalan Bebas Hambatan dan Jalan Tol
Divisi 10 - Struktur Beton

S10.05 TIANG PANCANG BETON PRETENSIONED

S10.05 (1) Uraian

Pekerjaan ini meliputi penyediaan dan pemancangan tiang pancang beton


bulat/kotakpretensioned, sesuai dengan Spesifikasi, persyaratan dalam Gambar
atau pada bagian-bagian lain dalam Dokumen Kontrak.

S10.05 (2) Material

(a) Umum

Tiang pancang beton bulat/kotak pretensioned harus dibuat sesuai dengan


detail pada Gambar dan ketentuan ACI 318-77 dan lIS A5335
(prestressed spun concrete piles) Tipe A dan Tipe B.

Ketentuan-ketentuan yang berhubungan pada Pasal S 10.03 merupakan


bagian dari pasal ini.

(b) Beton

Beton harus beton kelas AA sesuai dengan ketentuan Pasal S 10.0 I dari
Spesifikasi ini.

(c) Tulang Penguat

Penulangan harus sesuai dengan ketentuan Pasal S I0.02 dari Spesifikasi


ini dan pemasangannya harus sesuai dengan Gambar.

(d) Baja Pratekan

Kawat baja pratekan berdaya tarik tinggi harus sesuai dengan persyaratan
dari SNI 07-1155-1989 atau JIS 03536 atau AASHTO M204-06 Class
SWPR 1 135/155.

(e) Sertifikat

Sebelum menyediakan tiang pancang beton bulat/kotak pretensioned,


Kontraktor harus menyerahkan sertifikat dari pabrik untuk disetujui oleh
Konsultan Pengawas.

S10.05 (3) Pelaksanaan Pekerjaan

(a) Persiapan Untuk Pemancangan

(i) Caps - Kepala tiang pancang beton, yang bisa rusak karena cara
pemancangan, harus dilindungi dengan penutup (caps) dengan
bantalannya dan dipasang ke casting yang kemudian akan
menyangga balok kayu.

~ 1 3 MAR 2017
Spesifikasi Teknis Jalan Bebas Hambatan dan Jalan Tal
Divisi 10- Struktur Beton

Kepala tiang pancang tidak boleh dicengkeram terialu kuat sehingga


menghambat rotasi tiang pancang pada waktu dipancangkan.

(ii) Sambungan - Sambungan tiang pancang beton putar pretensioned


harus dibuat sesuai dengan Gambar dan arahan Konsultan
Pengawas. Pengelasan harus sesuai dengan ketentuan JIS A720 I.

(iii) Sepatu tiang pancang - Alas sepatu terdiri dari pelat baja seperti
yang tertera dalam Gambar.

(b) Pengangkutan dan Pemancangan

(i) Umum - Pada waktu mengangkat atau mengangkut tiang pancang,


Kontraktor harus menyediakan kawat baja (sling) dan peralatan
lainnya yang diperiukan untuk mencegah pembengkokan pada tiang
pancang.

Sebelum dipancangkan, tahap pematokan harus sudah selesai.


Tahap pematokan masing-masing tiang pancang harus sudah selesai
dan disetujui paling lambat 8 jam sebelum pemancangan di mulai.
Seluruh titik, garis dan kedudukan penanaman harus dijaga
keamanannya sampai pekerjaan selesai.

Tiang pancang harus ditanam tepat pada poslsmya dan


dipancangkan sesuai dengan garis-garis yang tertera dalam Gambar
atau ketentuan-ketentuan Konsultan Pengawas. Tiang pancang yang
menyimpang dari garis yang ditentukan, bila diperintahkan oleh
Konsultan Pengawas, harus dicabut dan ditanamkan lagi sampai
memenuhi ketentuan garis.

Untuk membetulkan posisi atau garis tiang pancang, dilarang


menggunakan metoda secara paksa. Tiang pancang yang rusak
karena kesalahan cara pemancangan, atau pemancangannya tidak
tepat pada tempatnya, atau di bawah elevasi yang ditentukan dalam
Gambar atau oleh Konsultan Pengawas, harus diperbaiki dengan
salah satu metoda berikut yang disetujui oleh Konsultan Pengawas
atau tanggungan biaya Kontraktor sendiri.

Tiang pancang tersebut harus dicabut dan diganti dengan yang


baru dan, bila periu, yang lebih panjang. Lubang bekar
pencabutan tiang pancang harus diisi dan dipadatkan d.engan
material nonplastic sebelum pemancangan kedua dilakukan
atau

Dipancangkan lagi tiang pancang kedua di dekat tiang


pancang yang tidak memenuhi ketentuan itu.

Semua tiang pancang yang terdorong ke atas akibat pemancangan


di dekatnya atau karena hal-hal lain harus dipancangkan lagi.

~
1 3 MAR 2017
Spesijikasi Teknis lalan Bebas Hambatan dan lalan Tol
Divisi 10 - Struktur Beton

(ii) Tiang Pancang Miring(Baller Pile) - Tiang pancang ini harus


dipancang sesuai dengan kemiringan seperti tertera dalam Gambar.
Pipa/rangka alat pancang yang digunakan untuk pemacangan harus
mempunyai alat penuntun dan bisa disesuaikan dengan sudut yang
dikehendaki. Bila tiang pancang harus dipancangkan di bawah alas
penuntun, harus disediakan alat penuntun sambungan (extension
leads), kecuali bila Konsultan Pengawas mengijinkan digunakannya
penyokong.

(iii) Alat-alat Pemancangan Sebelum pemancangan dimulai,


Kontraktor harus mengajukan detail peralatan pemancangan tiang
pancang dan metoda pelaksanaan kerjanya kepada Konsultan
Pengawas. Setiap tiang pancang harus dilengkapi dengan penutup
(Caps) seperti yang ditentukan item (a) (i) di atas. Untuk tipe
pemancangan tertentu, harus disediakan landasan pukul yang
berputar (madre/) atau lainnya sesuai dengan ketentuan, agar tiap
pancang tidak mengalami kerusakan pada waktu dipancangkan.

Tiang pancang dapat dipancangkan dengan martil tenaga uap, udara


atau diesel, atau kombinasi marti! dengan semprotan air atau martil
gravitasi. Bila menggunakan martil diesel, martil itu harus
disesuaikan ukurannya dengan uji beban.

Bangunan dan peralatan yang disediakan untuk martil uap dan


martil udara harus mempunyai kapasitas yang cukup untuk
mempertahankan tekanan, dalam kondisi kerja, dengan cara yang
sesuai dengan ketentuan pabrik pembuatanya. Tangki atau boiler
harus dilengkapi dengan alat pengukur tekanan, dan juga alat
pengukur harus dipasang pada lubang masuk ke martil.

Bila menggunakan martil gravitasi, maka jarak kejatuhan martil


tidak boleh me!ebihi 2,5 meter dan berat martil tidak boleh kurang
dari setengah berat tiang pancang. Penjatuhan martil harus teratur
untuk mencegah kerusakan pada tiang pancang.

(iv) Pemancangan - Pada waktu dipancangkan, tiang pancang harus


disangga pada garis dan posisinya dengan alat penuntun (leads).
Leads pemancang tiang pancang ini harus dibuat sedemikian rupa
sehingga martil tetap dapat bergerak bebas, dan posisi leads harus
kokoh agar tiang pancang selalu tersangga dengan baik selama
pemancangan.

Kecuali bila tiang pancang dipancangkan ke dalam air, panjang


leads harus cukup sehingga bisa mempermudah pemancangan tiang
pancang dan direncanakan sedemikian sehingga dapat
menempatkan batter pile. Bila kondisi lokasi kerja memungkinkan
diperlukannya penyokong, Kontraktor dapat menggunakannya bila
sudah disetujui Konsultan Pengawas.

~1 3 MAR 2017
Spesijikasi Teknis Jolon Bebas Hambatan dan Jolon Tal
Divisi 10 - Struktur Beton

Bila, menurut Konsultan Pengawas, diperlukan semprotan air, maka


jumlah semprotan dan volume mulut pipa semprot dan tekanannya
harus cukup untuk mengikis material yang berdekatan dengan
tempat pemancangan. Pada mulut pipa semprot dengan ukuran 2
em, tekanan harus selalu tetap tujuh kilogram per sentimeter persegi.
Sebelum penembusan yang ditentukan tercapai, semprotan harus
dihentikan dan tiang terus dipancangkan sampai tahap penekanan
akhir.

Konsultan Pengawas harus menyimpan catatan mengenal


pemancangan semua tiang pancang, dan Kontraktor harus
memberikan bantuan untuk pengadaan catatan ini, yang isinya
meliputi : jumlah, posisi, tipe, ukuran, panjang sebenarnya, dan
tanggal pemancangan tiang pancang; panjang kaki !footing), jumlah
pukulan, tenaga pukulan martil, panjang yang disambung, panjang
pemotongan, dan panjang akhir yang harus dibayar.

Tiang pancang tidak boleh dipancangkan dekat beton yang baru


dituang.

(v) Nilai Daya Dukung Tanah - Tiang pancang harus dipancangkan


dengan nilai daya dukung tidak kurang dari yang tertera pada
Gambar. Konsultan Pengawas harus menentukan tahap penekanan
akhir dan Kontraktor harus mematuhi ketentuan itu. Tetapi bila
Konsultan Pengawas menilai nilai daya dukung yang ditentukan
tidak terpenuhi, Kontraktor harus melanjutkan pemancangan sampai
nilai daya dukung sesuai dengan yang dikehendaki tercapai.

(vi) Pemotongan dan Perpanjangan - Tiang pancang harus dipotong


pada elevasi tertentu sehingga tiang memanjang sampai ke penutup
(caps) atau kaki !footing) atau slab, cross beam atau balok
sebagaimana tertera di dalam Gambar.

Panjang tambahan pada tiang pancang harus cukup untuk mencapai


elevasi bawah caps, kaki, cross beam atau balok, dan harus dari
bagian yang sarna sebagaimana tiang pancang itu sendiri, atau sesuai
dengan Gambar. Setelah tiang pancang diperpanjang, pemancangan
jangan dihentikan sebelum ada persetujuan Konsultan Pengawas.

Kecuali ditentukan lain, panjang sisa pemotongan tiang pancang


manjadi milik Kontraktor, dan harus di luar batas daerah milik
Kuasa Bangunan, atau di luar batas jangkauan penglihatan dari
daerah jalan, sesuai dengan perintah Konsultan Pengawas.

(vii) Hubungan dengan Kaki. - Semua tiang pancang harus dihubungkan


dengan kaki !footing) sesuai ketentuan dalam Gambar atau sesuai
petunjuk Konsultan Pengawas.

(c) Tiang Pancang Untuk Pengujian

4 1 3 MAR 2017
Spesifikasi Teknis Jalan Bebas Hambatan dan Jalan Tal
Divisi J 0 - Struktur Beton

Konsultan Pengawas dapat memerintahkan pemancangan penguj ian


untuk menentukan tipe pondasi dan panjang tiang pancang untuk
proyek ini Kontraktor harus menyediakan dan melaksanakan
pemancangan percobaaan ini di lokasi yang ditentukan Konsultan
Pengawas.

Panjang tiang pancang yang tertera dalam Gambar didasarkan pada


informasi dari penyelidikan tanah. Tetapi, mungkin diperlukan juga
tiang pancang yang panjangnya berbeda, dan bila diperintahkan oleh
Konsultan Pengawas.

Sebelum panjang tiang pancang ditentukan Kontraktor harus


membuat tiang pancang untuk pengujian, dengan panjang sesuai
Gambar, dan tiang pancang itu harus dipancangkan dengan posisi
yang ditentukan Konsultan Pengawas sebelum pemancangan.
Kontraktor harus memberikan catatan mengenai pemancangan tiang
pancang percobaan sampai pemancangan mencapai kedalaman
sepenuhnya.

Setelah tercapai kedalaman yang disetujui, pemancangan harus


diteruskan sebelum Konsultan Pengawas menghentikannya.
Pemancangan tiang pancang di luar kedudukan titik yang
ditentukan, harus bisa menunjukkan bahwa resistansi pemancangan
semakin bertambah. Kontraktor harus membiarkan sisa tiang
pancang di dalam struktur. Dalam menentukan panjang tiang
pancang, Kontraktor harus mengacu pada panjang yang diharuskan
tertinggal dalam struktur yang secara keseluruhan.

Tiang pancang percobaan harus digunakan sebagai tiang pancang


pondasi, bila ada persetujuan tertulis dari Konsultan Pengawas.

Atas biaya sendiri, Kontraktor dapat menaikkan panjang tiang untuk


Konsultan Pengawas fresh heading dan atau panjang yang
sedemikian rupa untuk menyesuaikan metoda kerjanya.

S10.05 (4) Metoda Pcngukuran

(a) Penyediaan Tiang Pancang

Satuan pengukuran untuk penyediaan tiang pancang beton bulatlkotak


pretensioned adalah meter panjang, diukur dari ujung tiang sampai
pemotongan tiang pancang, disediakan sesuai dengan instruksi Konsultan
Pengawas dan persyaratan material dalam Spesifikasi, dandisimpan dalam
kondisi baik di lokasi kerja oleh Kontraktor dan disetujui Konsultan
Pengawas. Harus tidak ada pembayaran untuk panjang tiang pancang yang
disediakan Kontraktor untuk mengganti tiang pancang yang sudah
disetujui Konsultan Pengawas tetapi ternyata tidak sesuai atau rusak
sebelum selesai Kontrak ketika dalam penyimpanan, atau ketika diangkat
atau dipancangkan, atau atas perintah Konsultan Pengawas harus
dibongkar dan dibuang. Panjang tiang yang dibayar untuk penyediaan .

~
1 3 MAR 2017
Spesijikasi Teknis Jolon Bebas Hambatan dan Jolon Tal
Divisi 10- Struktur Beton

adalah dari ujung tiang bawah sampai batas potong tiang (cut off level).
Tidak ada pembayaran terhadap sisa potongan tiang atau penyediaan tiang
paneang yang tidak terpasang

(b) Pemaneangan Tiang Paneang

Jumlah tiang paneang beton bulat/kotak pretensioned yang terpaneang


yang harus dibayar adalah jumlah meter panjang tiang yang benar-benar
dipaneangkan dan disetujui. Panjang yang harus dibayar diukur dari ujung
tiang sampai sisi bawah jooting (pile cap) untuk tiang paneang yang
seluruh panjangnya masuk ke dalam tanah, atau dari ujung tiang sampai
permukaan tanah asli untuk tiang paneang yang hanya sebagian
panjangnya masuk ke dalam tanah, seperti terlihat pada Gambar atau
perintah tertulis dari Konsultan Pengawas.

(e) Tiang Paneang Pereobaan

Jumlah tiang paneang pereobaan sebagaimana ketentuan Pasal 810.05 (3)


(e) yang harus dibayar adalahjumlah meter panjang tiap yang diselesaikan
dan disetujui, di dalam atau di luar pondasi.

810.05 (5) Dasar Pembayaran

Pekerjaan yang diukur seeara tersebut di atas harus dibayar menurut Harga
8atuan Kontrak per meter lIntuk mata pembayaran di bawah ini. Harga dan
pembayaran ini merupakan kompensasi penuh untuk seluruh material, termasuk
proses penegangan, tlilangan dan sepatu, peralatan, hardware, penyediaan,
penyambungan, pemaneangan, penyemprotan, pemotongan, pengelasan,
koping dan segala material yang terkait, bor, derek, boiler, martil, penyemprot,
beton pengisi dan tulangan sambungan tiang dan jooting, tenaga kerja dan
peralatan serta pekerjaan insidentillainnya.

Pembayaran untuk tiang paneang pereobaan, dilakukan menurut jumlah meter


panjang tiang yang selesai dan disetujui, dilakukan dan dipaneangkan.
Bila tiang pereobaan ini bersatu dengan pondasi, tidak ada pembayaran
tambahan untuk tiang keeuali sebagai tiang paneang pereobaan.

Harus tidak ada pembayaran untuk tiang paneang yang pemaneangannya tidak
memenuhi ketentuan, atau pun untuk biaya perbaikannya.

Nomor dan NamaMata Pembayaran Satuan Pengukuran

10.05 (1) Penyediaan tiang paneang beton meter panjang


bulat pretensioned, dia. 60 em

10.05 (2) Pemaneangan tiang paneang beton meter panjang


bulat pretensioned, dia. 60 em

8UlO-66
1 3 MAR 2017
Spesijikasi Teknis Jolon Bebas Hambalan dan Jolon Tal
Divisi 10- Slruklur Beton

10.05 (3) Penyediaan danpemaneangan tiang meter panjang


paneang beten bulatprelensioned,pile
test, dia. 60 em

10.05 (4) Penyediaan tiang paneang beten meter panjang


bulat pretensioned, dia. 50 em

10.05 (5) Pemaneangan tiang paneang beten meter panjang


bulat pretensioned, dia. 50 em

10.05 (6) Penyediaan dan pemaneangan tiang meter panjang


paneang beten bulat pretensioned,
pile test, dia. 50 em

10.05 (7) Pengujian Pembebanan Dinamis buah


untuk tiang paneang belen bulat pre-
tensioned, dia. 50 - 60 em

10.05 (8) Pengujian Pembebanan Dinamis buah


untuk tiang paneang beten bulat pre-
tensioned, dia. 50 - 60 em (2,5 kali
Beban Reneana)

10.05 (9) Tambahan Biaya untuk Mata meter panjang


Pembayaran 10.05.(2) atau 10.05.(4)
jika dilaksanakan di Aliran Sungai

~
t 3 MAR 2017
Spesijikasi Teknis Jolon Bebas Hambatan dan Jolon Tal
Divisi 10 - Struktur Beton

810.06 nANG PANCANG BAJA

810.06 (1) Uraian

Pekerjaan ini meliputi penyediaan dan pemancangan tiang pancang baja untuk
pondasi struktur, sesuai dengan Spesifikasi ini, Gambar, dan perintah Konsultan
Pengawas. Bila, menurut Konsultan Pengawas tiang pancang tidak diperlukan,
berdasarkan hasil test Drilling yang ditentukan dalam Pasal S 10.08, atau hasil
test piling,maka Kontraktor harus merubah kaki (footing) sesuai dengan
perintah Konsultan Pengawas.

810.06 (2) Material

Tiang pancang baja harus dibuat di bengkel dan dari tipe, berat, kualitas dan
ukuran yang ditentukan dalam liS A5525 (Pipa Baja: SKK-4\) atau ASTM
A252-90, ASTM A500 (Pipa Baja Grade B), atau seperti tertera dalam Gambar.

Kontraktor harus menggerahkan sertifikat dari pabrik untuk disetujui oleh


Konsultan Pengawas, sebelum tiang pancang baja itu disediakan.

810.06 (3) Pelaksanaan Pekerjaan

(a) Persiapan Untuk Pemacangan

(i) Caps - Kepala tiang pancang baja, yang bisa rusak karena cara
pemancangan, harus dilindungi dengan penutup (caps) dengan
bantalannya, dan dipasangkan ke casting dengan dudukan putar
balok kayu. Kepala tiang pancang tidak boleh dicengkeram terlalu
kuat sehingga menghambat rotasi tiang pancang pada waktu
dipancangkan.

(ii) Sambungan - Sambungan tiang pancang baja harus dibuat sesuai


dengan Gambar, dan instruksi Konsultan Pengawas. Apabila dalam
Gambar tidak ditentukan cara-cara penyambungan maka Kontraktor
dapat mengajukan cara-cara penyambungan tersebut kepada
Konsultan Pengawas. Pengelasan harus sesuai dengan ketentuan 1IS
AnOI "Standard Practice For Execution a/Spun Concrete Piles".

(iii) Sepatu tiang pancang - Alas harus terdiri dari pelat baja seperti
tertera dalam Gambar.

(b) Pengangkutan dan Pemancangan

(i) Umum - Pada waktu mengangkat atau mengangkut tiang pancang,


Kontraktor han,s menyediakan kawat baja (sling) dan peralatan
lainnya yang diperlukan untuk mencegah pembengkokan tiang
pancang. Tiang pancang tidak boleh diangkat kecuali dengan kawat
baja pada lubang pengangkutan, dan posisi yang diperintahkan dan
disetujui oleh Konsultan Pengawas.

~
I 3 MAR 2017
Spesijikasi Teknis Jalan Bebas Hambatan dan Jalan Tal
Divisi 10 - Struktur Beton

Sebelum dipancangkan, tahap pematokan posisi tiang-tiang pancang


harus sudah sel.esai. Tahap pematokan masing-masing tiang
pancang harus sudah selesai paling lambat 8 jam sebelum
pemancangan dimulai. Seluruh titik, garis dan kedudukan
penanaman harus dijaga keamanannya sampai pekerjaan selesai.

Tiang pancang harus ditanam tepat pada posisinya dan


dipancangkan sesuai dengan garis-garis yang tertera dalam Gambar
atau ketentuan Konsultan Pengawas. Tiang pancang yang
menyimpang dari garis yang ditentukan, bila diperintahkan oleh
Konsultan Pengawas, harus dicabut dan ditanamkan lagi sampai
memenuhi ketentuan garis. Untuk membetulkan posisi atau garis
tiang pancang, dilarang menggunakan metoda secara paksa. Tiang
pancang yang rusak karena kesalahan cara pemancangan, atau
pemancangannya tidak tepat pada tempatnya, atau di bawah elevasi
yang ditentukan dalam atau oleh Konsultan Pengawas, harus
diperbaiki dengan salah satu metoda berikut yang disetujui oleh
Konsultan Pengawas, atas tanggungan biaya Kontraktor sendiri:

Tiang pancang tersebut dicabut dan diganti dengan yang baru


dan bila perlu lebih panjang. Lubang bekas pencabutan tiang
panjang harus dipadati dulu dengan material non-plastic
sebelum pemancangan kedua dilaksanakan; atau

Dipancangkan lagi tiang pancang kedua didekat tiang pancang


yang tidak memenuhi ketentuan itu.

Semua tiang pancang yang terdorong ke atas karena pemancangan


didekatkan atau karena hal-hal lain harus dipancangkan lagi.

(ii) Tiang Pancang Miring (Batter Pile) Tiang pancang


miring(batterpile) harus dipancangkan sesuai dengan kemiringan
seperti tertera dalam Gambar. Pipalrangka alat pancang yang
digunakan untuk pemancangan harus mempunyai alat penuntun dan
bisa disesuaikan dengan sudut yang dikehendaki.

Bila tiang pancang harus dipancangkan di bawah alas penuntun,


harus disedikan alat penuntun sambungan (extension leads), kecuali
bila Konsultan Pengawas mengijinkan digunakannya penyokong.

(iii) Alat-alat Pemancangan Sebelum pemancangan dimulai,


Kontraktor harus mengajukan detail peralatan pemancangan dan
Metoda Pelaksanaan Kerja kepada Konsultan Pengawas.

Setiap tiang pancang harus dilengkapi dengan penutup (caps)


seperti yang ditentukan dalam item (a) (i) di atas. Untuk tipe tiang
pancang tertentu, harus disediakan landasan pukul yang berputur
(madre I) atau alat lainnya sesuai dengan ketentuan, agar tiang
pancang tidak mengalami kerusakan pada waktu dipancangkan.

Ul0 - 69
1 3 MAR 2017
Spesijikasi Teknis Jalan Bebas Hambatan dan Jalan Tol
Divisi 10 - Struktur Beton

Sepatu harus disediakan seperti terlihat pada Gambar. Tiang


pancang dapat dipancangkan dengan martil tenaga uap, udara atau
diesel, atau kombinasi martil dengan semprotan air atau martil
gravitasi. Bila menggunakan martil diesel, martil harus disesuaikan
ukurannya dengan uj i beban.

Bangunan dan peralatan yang disediakan untuk martil uap dan udara
harus mempunyai kapasitas yang cukup untuk mempertahankan
tekanan, dalam kondisi kerja, dengan cara yang sesuai dengan
ketentuan pabrik yang membuatnya. Tangki atau boiler harus
dilengkapi dengan alat pengukur tekanan, dan juga pengukur harus
dipasang pacta lubang masuk ke martil.

Bila menggunakan martil gravitasi, maka jarak kejatuhan martil


tidak boleh melebihi 2,5 meter dan berat martil tidak boleh kurang
dari setengah berat tiang pancang. Penjatuhan martil harus teratur
untuk mencegah kerusakan pada tiang pancang.

(iv) Pemancangan - Pada waktu dipancangkan, tiang pancang harus


disangga pada garis dan posisinya dengan alat penuntun (leads).
Leads pemancangan tiang pancang ini harus dibuat sedemikian rupa
sehingga martil tetap dapat bergerak bebas, dan posisi leads harus
kokoh agar tiang pancang selalu tersangga dengan baik selama
pemancangan. Kecuali bila tiang pancang dipancangkan ke dalam
air, panjang leads harus cukup sehingga tidak diperlukan adanya
penyokong, dan bentuknya harus sedemikian rupa sehingga bisa
mempermudah pemancangan tiang pancang.

Bila kondisi lokasi kerja memungkinkan perlunya penyokong,


maka Kontraktor digunakannya penyokong, Kontraktor dapat
menggunakannya bila disetujui Konsultan Pengawas.

Bila, menurut Konsultan Pengawas, diperlukan semprotan air, maka


jumlah semprotan dan volume mulut pipa semprot dan tekanannya
harus cukup untuk mengikis material yang berdekatan dengan
tempat pemancangan.

Pada mulut pipa semprotan dengan ukuran 2 em, tekanan harus


selalu tetap 7 kg/cm2. Sebelum penembusan yang ditentukan
tercapai, semprotan harus dihentikan dan tiang pancang terus
dipancangkan sampai tahap penekanan akhir.

Konsultan Pengawas harus menynnpan catatan mengenai


pemancangan semua tiang pancang dan Kontraktor harus
memberikan bantuan untuk pengadaan catatan itu, yang isinya
meliputi: jumlah, posisi, tipe, ukuran, panjang sebenarnya, dan
tanggal pemancangan tiang pancang, panjang tonjolan (footing),
jumlah pukulan pada penekanan akhir, energi tumbuk pemukul,
panjang yang sam bung, panjang pemotongan, dan panjang akhir
yang dibayar.

~
13 2017I~AR
Spesijikasi Teknis Jalan Bebas Hambatan dan Jalan Tol
Divisi 10 - Struktur Beton

Tiang pancang tidak boleh dipancangkan dekat beton yang baru


dituang.

(v) Nilai Daya Dukung - Tiang pancang harus dipancangkan sampai


nilai daya dukung tidak kurang dari yang tertera pada Gambar.
Konsultan Pengawas harus menentukan tahap penekanan akhir dan
Kontraktor harus memenuhi ketentuan itu. Tetapi bila Konsultan
Pengawas menilai nilai daya dukung yang ditentukan tidak
terpenuhi, Kontraktor harus melanjutkan pemancangan sampai nilai
daya dukung sesuai dengan yang dikehendaki tercapai.

(vi) Pemotongan dan perpanjangan - Tiang pancang harus dipotong pada


elevasi tertentu sehingga akan memanjang sampai kepenutup (caps)
atau kaki (jooting) sebagaimana tertera pada Gambar.

Panjang tambahan pada tiang pancang harus cukup untuk mencapai


elevasi bawah caps dan harus dari bagian yang sarna sebagai mana
tiang pancang itu sendiri, sesuai dengan Gambar setelah tiang
pancang diperpanjang, pemancangan jangan dihentikan sebelum
ada persetujuan Konsultan Pengawas.

Kecuali ditentukan lain, panjang sisa pemotongan tiang pancang


menjadi milik Kontraktor, dan harus di luar batas daerah milik
Kuasa Bangunan, atau di luar batas jangkauan penglihatan dari
daerah jalan, sesuai dengan perintah Konsultan Pengawas.

(vii) Hubungan dengan kaki - Semua tiang pancang harus dihubungkan


dengan kaki (jooting) menggunakan batang tulangkan dan pelal baja
sesuai ketentuan dalam Gambar atau petunjuk Konsultan Pengawas.

(c) Tiang Pancang untuk Pengujian

Konsultan Pengawas dapat memerintahkan pemancangan pengujian untuk


menentukan lipe pondasi atau panjang tiang pancang untuk proyek itu.
Kontraktor harus menyediakan dan melaksanakan pemancangan
percobaan ini di lokasi yang ditentukan Konsultan Pengawas.

Panjang tiang pancang yang tertera di dalam Gambar didasarkan pada


informasi dari penyelidikan tanah. Tetapi, mungkin diperlukan juga tiang
pancang yang panjangnya berbeda, dan sebagaimana diperintahkan oleh
Konsultan Pengawas.

Sebelum panjang tiang pancang ditentukan, Kontraktor harus membuat


tiang pancang untuk pengujian, dengan panjang sesuai Gambar, dan liang
pancang ilu harus dipancangkan pada posisi yang ditentukan Konsullan
Pengawas sebelum pemancangan Kontraktor harus memberikan catatan
harian mengenai pemancangan tiang pancang percobaan sampai
pemancangan mencapai kedalaman penuh.

~
13 t~AR
2017
Spesijikasi Teknis Jalan Bebas Hambatan dan Jalan Tal
Divisi 10 - Struktur Beton

Setelah tercapai kedalaman yang disetujui, pemancangan harus diterllskan


sebelum Konsultan Pengawas menghentikannya. Pemancangan tiang
pancang diluar kedudukan tidak yang ditentukan, harus bisa menunjukkan
bahwa resistansi pemcangan semakin bertambah. Kontraktor harus
membiarkan sisa tiang pancang di dalam struktur. Dalam menentukan
panjang tiang pancang, Kontraktor harus mengacu pada panjang yang
diharuskan tertinggal dalam struktur yang secara keseluruhan.

Tiang pancang percobaan dapat digunakan sebagai tiang pancang pondasi,


bila ada persetujuan tertulis dari Konsultan Pengawas.

Atas biaya sendiri, Kontraktor dapat menambah panjang tiang untukfresh


heading dan atall panjang yang sedemikian rllpa untuk penyesuaikan
metoda kerjanya.

810.06 (4) Metoda Pengukuran

(a) Penyediaan Tiang Pancang

Satuan pengukuran untllk pembayaran tiang pancang baja yang disediakan


adalah berat (ton), termasuk pelat baja, baja sambungan dan baja tulangan
pelindllng (cap reinforcement), yang disediakan sesuai dengan
persyaratan material Spesifikasi ini dan petunjuk Konsultan
Pengawas.Panjang tiang yang dibayar untuk penyediaan adalah dari ujung
tiang bawah sampai batas potong tiang (cut off level). Tidak ada
pembayaran terhadap sisa potongan tiang atau penyediaan tiang pancang
yang tidak terpasang.

(b) Pemancangan Tiang Pancang

JlImlah tiang pancang baja yang terpancang yang harus dibayar adalah
jumlah meter panjang tiang yang betul-betul sudah dipancangkan dan
disetujui. Panjang dari masing-masing tiang pancang harus dillkur dari
ujung tiang pancang sampai sisi bawah footing (pile cap) untllk tiang
pancang yang seluruh panjangnya masuk ke dalam tanah, atall dari ujung
tiang pancang sampai permukaan tanah untuk tiang pancang yang hanya
sebagian panjangnya masuk ke dalam tanah.

(c) Tiang Pancang Percobaan

Tiang pancang percobaan harus diukur dan dibayar menurut bagian (a)
dan (b) di atas, dan jumlah yang ditentllkan dalam Daftar Kuantitas dan
Harga harus didasarkan pada asumsi bahwa tiang pancang percobaan
dapat dipakai dalam pekerjaan permanen.

810.06 (5) Dasar Pembayaran

Pekerjaan yang diukur secara tersebut di atas harus dibayar menurllt harga
satuan kontrak per satuan pengukuran untuk mata pembayaran seperti di bawah
ini. Pembayaran ini merupakan kompensasi penuh untuk penyediaan dan

~
1 3 MAR 2017
Spesijikasi Teknis Jolon Bebos Homboton don Jolon Tol
Divisi 10 - Struktur Beton

pemaneangan tiang paneang, untuk material yang diperlukan dalam


penyelesaian pemaneangan, dan untuk tenaga kerja, peralatan, pengangkatan,
pengangkutan, semprotan, sambungan, pemotongan dan kebutuhan insidentil
lain yang terkait.

Nomor dan Nama Mala Pembayaran Saluan


Pengukuran
10.06 (1) Penyediaan liang paneang baja dia. 50 em ton

10.06 (2) Pemaneangan tiang paneang baja dia. 50 em meter panjang

10.06 (3) Penyediaan tiang paneang baja dia. 60 em ton

10.06 (4) Pemaneangan tiang paneang baja dia. 60 em meter panjang

10.06 (5) Penyediaan tiang paneang baja dia. 80 em ton

10.06 (6) Pemaneangan tiang paneang baja dia. 80 em meter panjang

10.06 (7) Tambahan Biaya untuk Mata Pembayaran meter panjang


10.06 (2) atau 10.06 (4) atau 10.06 (6)jika
dilaksanakan di Aliran Sungai

~
1 3 MAR 2017
Spesifikasi Teknis Jalan Bebas Hambatan dan Jalan Tal
Divisi 10- Struktur Beton

810.07 nANG BaR BETON CAST-IN-PLACE

810.07 (I) Uraian

Pekerjaan ini meliputi tiang bor beton cast-in-place yang dibuat dengan metoda
bor (reverse circulation drill), sesuai dengan 8pesifikasi dan Gambar.Pengujian
pembebanan juga termasuk yang diperlukan untuk menentukan daya dukung
pondasi tiang bor beton.

810.07 (2) Material

Tiang bor beton cast-in-place harus dibuat, sesuai dengan detail Gambar, kelas
beton B-2 yang sesuai, dieampur dan dituang menurut ketentuan Pasal SIO.OI
Spesifikasi ini.
Baja tulangan harus sesuai dengan ketentuan Pasal S I0.02 Spesifikasi ini.

810m (3) Pelaksanaan Pekerjaan

(a) Lubang Bor

Semua lubang untuk tiang bor beton yang dituang pada lubang
pengeboran harus dibor sampai memenuhi ujung tiang. Panjang tiang
harus ditentukan sesuai Gambar atau diperintahkan oleh Konsultan
Pengawas. Mesin bor harus yang sedemikian rupa sehingga lubang dapat
dijaga tetap vertikal selama pengeboran.

Tiang yang sudah selesai dan struktur lama yang berdekatan dengan
daerah pengeboran harus dilindungi dari gangguan pelaksanaan
pemaneangan, dan Kontraktor harus mengajukan proposal mengenai hal
ini kepada Konsultan Pengawas untuk memperoleh persetujuannya
sebelum pemaneangan dimulai.

Lubang yang sudah dibor harus dijaga agar tidak longsor karena limpahan
air, dengan menyediakan pipa casing. Pipa casing harus dipasang eukup
kokoh dan menonjol sekurang-kurangnya 50 em di atas muka tanah.

Permukaan air pada bagian dalam lubang pengeboran harus dijaga tetap
sekitar 2 m lebih tinggi dari permukaan air tanah. Kualitas air harus seperti
untuk beton. Air bekas pengeboran tidak diperbolehkan masuk ke dalam
lubang bor. Sebelum pengeeoran semua air yang terdapat dalam lubang
bor harus dipompa ke luar.

Semua material lepas yang terdapat dalam lubang setelah pengeboran


harus dibersihkan dan dibuang dengan penyedot atau pompa isap
(airliji)sebelum beton dituang. Pengeeoran beton dan pemasangan baja
tulangan tidak diijinkan sebelum mendapat persetujuan dari Konsultan
Pengawas.

(b) Bentonit
Spesijikasi Teknis Jalan Bebas Hambatan dan Jalan Tal
Divisi 10 - Struktur Be/on

Bahan bentonit harus berasaI dari merek internasional yang disetujui atau
daribahan yang setara seperti polimer, yang harus dipertimbangkan jika
ada pengaruhair garam dari pantai.

Bentonit tersebut harus dicampur dalam mixer berturbulensi tinggi dan


dipompa ke silo penyimpanan atau tangki bentonit yang bersih / kolam
yang dibuat di lapangan.

Bubur beton harus dipompa melalui pipa baja diameter berdiamater 4"
dari dan sam pai galian

Bentonit yang telah digunakan akan melewati saringan turun dan disimpan
untuk digunakan kembali.

Bubur benton it yang tidak digunakan harus disimpan secara terpisah dan
diangkut keluar dari lapangan kedalam tanker bubur dan dibuang di
daerah yang disetujui.

Sebuah laboratorium pengujian lumpur harus disediakan di situs dan harus


berisi peralatan berikut dan hasil pengujian harus disetujui oleh Konsutan
Pengawas:
1 Baroidjilter press (uji air bebas);
1 timbangan lumpur (tes kepadatan);
1 konus lumpur (uji viskositas);
1 set ayakan pasir (uji kandungan pasir);
Peralatan untuk mengukur pH.

(c) Pembuangan Tanah

Limbah tanah dari lubang bor yang dibuang di sam ping anjungan
pengeboran selama pekerjaan pengeboran harus diangkut dari situ segera
untuk mencegah terhambatnya kemajuan pengel;lOran. Tanah buangan
harus dimuat ke truk dengan excavator atau loader dan harus dilakukan
untuk persediaan daerah di dalam lapangan dan kemudian diangkut ke luar
dari lokasi proyek ke area pembuangan sampah yang disetujui

(d) Baja Tulangan

Baja tulangan harus dipasang dan diletakkan sesuai dengan Gambar.


Bagian sambungan batang tulangan melingkat harus dilas dengan
pengelasan listrik atau dapat digunakan clamps baja.

Pada waktu penempatan tulangan dalam lubang, ketegaklurusan dan


posisi tulangan harus dikontrol dcngan cermat untuk mencegah runtuhnya
atau rusaknya dinding lubang.

~
1 3 MAR 2017
Spesijikasi Teknis Jolon Bebas Hambatan dan Jolon Tal
Divisi IO - Struktur Beton

(e) Pengecoran

Beton harus dituangkan dalam satu kali penuangan secara kontinyu dari
ujung ke elevasi pemotongan dengan tabung tremie, dan harus dijaga
jangan mengalami segregasi.

Oengan tanggungan biaya sendiri, Kontraktor harus mengecor tiang bor


beton tambahan di atas level yang sudah selesai pada ujung (bagian atas)
tiang bor beton, dan kemudian semua beton yang lepas, lemah dan
kelebihan bor beton tambahan harus dikupas/ dibuang bagian puncak tiang
bor beton untuk menjamin penyatuan kepala tiang bor beton sebaik-
baiknya dengan struktur kaki ifooting).

(f) Laporan

Kontraktor harus menyediakan catatan harian mengenai pelaksanaan


pekerjaan tiang bar beton, kepada Konsultan Pengawas.

(g) Tiang Uji Pembebanan Statis

Konsultan Pengawas dapat memerintahkan pengujian pembebanan tiang


beton cor-di-tempat. Rincian pengujian pembebanan diberikan sebagai
oleh Konsultan Pengawas dan sesuai dengan persyaratan pembebanan
maksimum yang 150% dari beban layanan.

(h) Tiang Uji Pembebanan Oinamis

Untuk pengujian pembebanan dinamis, berat palu yang tepat diperlukan


untuk memberikan energi yang cukup untuk memobilisasi elemen tanah
di sekitar tiang. Sebagai metode pengujian, berat palu yang tepat
minimum harus 1% dari daya dukung yang diharapkan. Metode uji standar
harus sesuai dengan persyaratan ASTM 04945 "Metode Uji Standar
untuk Tiang Oinamis Regangan Tinggi ".

(i) Pemeriksaan Non-destruktif

1) Pemantauan Pengukuran Lubang Pengeboran

Kontraktor harus memeriksa semua lubang yang dibor dengan


pengukuran ultrasonik sebelum pemasangan baja tulangan, dan
rincian metode terse but harus disetujui oleh Konsultan Pengawas.
Pemantauan harus memeriksa lubang pengeboran vertikal dan
rekaman langsung haruslah di empat arah (XX 'dan Y-Y'). Pekerjaan
ini harus termasuk dalam mata pembayaran 10.07 (I) dan (2).

2) Pile Integrity Testing (PIT)

Kontraktor harus menguji semua tiang pancang beton dengan Pile


Integrity Testing (PIT) setelah pengecoran beton, yang merupakan
metode pengujian integritas non-destruktif untuk pondasi tiang. Ini.

~
1 3 MAR 2017
Spesijikasi Teknis Jalan Bebas Hambatan dan Jalan Tol
Divisi 10- Struktur Beton

adalah Metoda "Regangan Rendah" Metode (karena hanya


memerlukan palu genggam kecil). Evaluasi catatan PIT dilakukan
baik sesuai dengan prosedur pulse-echo (atau Sonic Echo - anal isis
domain waktu) atau transient response (anal isis domain frekuensi).
Metode uji standar harus sesuai dengan persyaratan ASTM 05882-
7 "Metode Uji Standar Regangan Rendah -Pengujian Integritas
Tiang ", dan harus termasuk dalam mata pembayaran 10.07 (I) dan
(2).

3) Pcmantauan Pengukuran Ultrasonik Tiang Beton

Kontraktor dapat diminta untuk memantau tiang pancang beton


yang digunakan dipasang pipa dalam tiang dengan pemantauan
pengukuran ultrasonik setelah pengecoran beton, dan hasil
pemantauan tersebut harus disetujui oleh Konsultan Pengawas dan
Konsultan Pengawas dapat menetapkan lokasi pengujian tiang cor
beton cast-in-place. Lubang tiang untuk pemasangan peralatan
ultrasonik harus dituang dengan bahan yang cocok setelah
pencatatan hasil uji ultrasonik. Spesifikasi pemantauan pengukuran
ultrasonik harus disetujui Konsultan Pengawas dan harus dibayar
dengan mata pembayaran 10.07(4).

S10.Q7 (4) Metoda Pengukuran

(a) Tiang bor Beton Casl-in-Place


Jumlah tiang bor beton cast-in-place yang harus dibayar adalah jumlah
meter panjang tiang pancang yang dituang dan ditinggalkan di tempatnya
pada pekerjaan yang sudah selesai dan disetujui.

Pengukuran dilaksanakan dari ujung tiang sampai bagian bawah kaki


(footing)seperti yang ditunjukan dalam Gambar. Bagian tiang yang dicor
lebih dalam dari yang ditentukan, akibat prosedur pengeboran yang
melewati batas, harus tidak dibayar.

(b) Tiang Uji Beban Statis

Kuantitas tiang uji beban statik yang akan dibayar haruslah kuantitas
aktual tiang yang dipasang dan diuji seperti yang diperintahkan oleh
Konsultan Pengawas. Pengukuran tiang uji adalah panjang tiang uji yang
bebas yang ditetapkan oleh Konsultan Pengawas.

(c) Tiang Uii Beban Oinamis


Kuantitas tiang uji beban dinamis akan dibayar untuk akan menjadi
jumlah sebenarnya diuji seperti yang diperintahkan oleh Konsutan
Pengawas. Pemasangan tiang uji tidak tennasuk dalam mata pembayaran
InI.

(d) Pemantauan Pengukuran Ultrasonik Tiang Beton

Kuantitas pemantauan pengukuran ultrasonik tiang beton yang harus

~
1 3 MAR 2017
Spesijikasi Teknis Jalan Bebas Hambatan dan Jalan Tol
Divisi J 0 - Struktur Beton

dibayar haruslah kuantitas aktual yang diuji seperti yang diperintahkan


aleh Kansultan Pengawas. Pemasangan tiang tidak termasuk dalam mata
pem bayaran in i.

SIO.07 (5) Dasar Pembayaran

Pekerjaan yang diukur secara tersebut di atas harus dibayar menurut Harga
Satuan Kantrak per satuan pengukuran untuk butir pembayaran pada daftar di
bawah ini.

Pembayaran ini merupakan kampensasi penuh untuk kanstruksi tiang bar beton,
termasuk perlindungan untuk tiang bar betan dan struktur yang sudah ada;
segala material untuk penyelesaian tiang bar betan; dan untuk tenaga kerja,
peralatan, pengangkatan, pengangkutan, semprotan, penyambungan,
pematangan dan pekerjaan insidental lainnya yang terkait.

Pembayaran untuk tiap tiang bar betan merupakan kampensasi penuh untuk
semua tenaga kerja, peralatan, material, termasuk tiang bar betan sementara
yang dibuat untuk percabaan / tes dan untuk uji beton, dengan cara yang
disetujui Kansultan Pengawas. Bila tiang bar beton menyatu dengan pandasi,
untuk tiang tersebut tidak ada pembayaran tam bahan, selain hanya sebagai tiang
bar beton percobaan.

Nomar dan Nama Mata Pembayaran Satuan Pengukuran

10.07(1) Tiang Cor Beton Cast-in-PlaceD=80cm Meter Panjang


dengan Pemantauan Ultrasanik

10.07(2) Tiang Cor Beton Cast-in-Place D=80cm Buah


Termasuk Pengujian Pembebanan Statis

10.07(3) Pengujian Pembebanan Dinamis untuk Buah


Tiang Beton Cor Cast-in-Place D=80cm

10.07(4) Pemantauan Pengukuran Ultrasanik untuk Buah


Tiang Beton Cor Cast-in-Place D=80cm

10.07(5) Tiang Cor Beton Cast-in-Place D=120cm, Meter Panjang


dengan Pemantauan Ultrasonik

10.07(6) Tiang Cor Beton Cast-in-Place D=120cm, Buah


Termasuk Pengujian Pembebanan Statis

10.07(7) Pengujian Pembebanan Dinamis untuk Buah


Tiang Beton Cor Cast-in-Place D= 120cm

10.07(8) Pemantauan Pengukuran Ultrasanik untuk Buah


Tiang Beton Cor Cast-in-Place D= 120cm
,

~
1 3 MAR 2017
Spesijikasi Teknis la/an Bebas Hambatan dan la/an To/
Divisi 10 - Struktur Beton

10.07(9) Tambahan Biaya untuk Mata Pembayaran Meter Panjang


10.07.(1) atau 10.07.(5) j ika dilaksanakan
di Aliran Sungai

~
1 3 MAR 2017
Spesijikasi Teknis Jalan Bebas Hambatan dan Jalan Tol
Divisi 10 - Struktur Beton

810.08 PENGEBORANPERCOBAAN(TESTDRILLIN0

810.08 (1) Uraian

Pekerjaan ini meliputi pengeboran percobaan dalam penelitian lokasi untuk


penempatan pondasi struktur.

810.08 (2) Bor Percobaan

(a) Umum

Bila diperlukan percobaan, Kontraktar harus melakukan pengeboran pada


setiap lokasi struktur untuk mengetahui profil tanah, atau sebagaimana
petunjuk Konsultan Pengawas. Bila ditemukan lapisan batu, Konsultan
Pengawas dapat menghentikan pengeboran.

(b) Kedalaman Pengeboran

Pengeboran harus sampai pada stratum bearing. Biasanya sekitar 50


meter. Bila stratum bearing belum juga terjangkau pada batas 50 meter
dari permukaan, pengeboran dapat dihentikan, bila Konsultan Pengawas
menyetujuinya.

(c) Metoda Pengeboran

Kontraktor dapat menggunakan metoda rotary wash drilling. Lapisan


batuan harus terus dibor sampai sctelah lapisan sehingga diperoleh core
drilling.

(d) Pengujian pada setiap lubang pengeboran

Pengujian standar penetration test harus dilaksanakan pada setiap interval


2 (dua) meter, atau pada setiap pergantian strata/lapisan.

Untuk setiap pengambilan strata harus diambil satu kali tabung


undisturbed core sample, dan diserahkan kepada Konsultan Pengawas.

Untuk setiap lubang harus dicatat tinggi permukaan air statis. Dalam core
drilling, maka seluruh bagian kerasnya (core) harus didapat dan disimpan
untuk diperiksa oleh Konsultan Pengawas.

(e) Keterangan mengenai pengeboran

Bila Konsultan Pengawas memintanya, Kontraktor harus menyediakan


informasi hasil pengeboran sebagai berikut :

1. Nama struktur
2. Posisi dan nomar kode bor
3. Tingkat keausan ujung
4. Tanggal dan waktu pengeboran

~
13 MAR 2017
Spesijikasi Teknis Jalan Bebas Hambatan dan Jalan Tal
Divisi 10 - Struktur Beton

5. Diameter bor
6. Tipe alat yang digunakan
7. Kedalaman pengeboran
8. Kedalaman dasar setiap stratum dari permukaan
9. Uraian mengenai stratallapisan tanah
10. Kedalaman dan hasil pengujian
11. Permukaan air statis
12. Komentar / keterangan lain.

8emua uraian dan klasifikasi tanah harus sesuai dengan "Procedure for
Testing Soils, ASTM".

(f) Pengujian lanjutan yang mungkin diperlukan

Konsultan Pengawas dapat meminta diadakan lagi pengujian yang lebih


terperinci pada lokasi struktur tertentu yang dipandangnya perlu karena
informasinya tidak memadai.

Bila Konsultan Pengawas memerintahkan, harus dilakukan pengambilan


contoh asli (undisturbed core sample) pada lapisan tanah kohesif.

Untuk mengangkllt contoh asli dari lokasi kerja ke laboratorium, dapat


digunakan silinder contoh yang sudah disekat. Semlla pengujian di
laboratorillm merupakan tanggungjawab Kontraktor.

810.08 (3) Metoda Pengukuran

Pengeboran percobaan ini diukur dan dibayar menurut panjang Illbang, tanpa
mempersoalkan material apa yang ditemllkan.

810.08 (4) Dasar Pembayaran

Pembayaran harus dilakukan berdasarkanjumlah yang diukur secara tersebut di


atas dan menurut harga pada kontrak. Pembayaran ini merupakan kompensasi
penuh untuk pengeboran, casing bila perlu, standar penetration test dan split-
barrel sampling, pencatatan dan penyampaian hasil dan penyimpanan contoh,
sampai Konsultan Pengawas mengijinkan untuk membuangnya.

Nomor dan Nama Mata Pembayaran 8atuan Pengukuran

10.08 Pengeboran Percobaan meter panjang

~
1 3 MAR 2017
Spesijikasi Teknis Jalan Bebas Hambatan dan Jalan Tol
Divisi 10 - Struktur Beton

810.09 RAILING JEMBATAN DAN PAGAR KAWAT DAN PEGANGAN


TANGGA

810.09 (1) Uraian

Pekerjaan ini terdiri dari penyediaan, pembuatan dan pemasangan railing pipa
baja, railing aluminium dan pagar kawat untuk jembatan, rangka Beton
Bertulang dan struktur insidentil, semua sebagaimana yang ditunjukkan dalam
Gambar dan disyaratkan oleh 8pesifikasi ini dan sebagaimana diperintahkan
oleh Konsultan Pengawas.

810.09 (2) Material

(a) Material harus memenuhi persyaratan :

JISG3101 : Baja Rol untuk Struktur Umum


(ASTM A36-91)
JIS G3452 : Pipa Baja Karbon untuk Pipa Umum
(ASTM A53-90b)
lIS G3444 : Tabung Baja Karbon untuk Tujuan Struktur Umum
(ASTM A500-90a)
lIS G3466 : Pipa Baja Karbon Persegi untuk Tujuan Struktur
(ASTM A500-90a) Umum
lI8 G3532 : Kawat Baja Rendah Karbon
(ASTM A82-90)
JI8 G3552 : Pagar laringan Kawat
(ASTM A392-91)
JI8 H4040 : Batang, Tulangan, Kawat Aluminium dan
Campuran Aluminium
JIS G4303 : Tulangan Baja Stainless

(b) Mortar dan nat harus sesuai dengan ketentuan Pasal S12.04 dari
Spesifikasi ini.

(c) Semua baja railing, pagar kawat, dan alat kelengkapan harus digalvanis
kecuali ditentukan lain, sesuai dengan ketentuan Pasal S 12.18 dari
Spesifikasi ini. Semua campuran aluminium harus dilapisi sesuai dengan
Spesifikasi lIS H860 I. Lokasi galvanis yang rusak akibat pengelasan atau
tempat pekerjaan lainnya harus dibersihkan dan diberi 3 lapis cat dasar
berbahan seng disetujui, untuk diterima Konsultan Pengawas.

(d) Bilamana diperlukan pengecatan, maka material cat itu harus sesual
dengan ketentuan Pasal S12.18 dari Spesifikasi ini

810.09 (3) Pelaksanaan

(a) Pipa railing, kelengkapan pengepasan dan bagian insidental harus


ditangani dengan hati-hati dan disimpan pada blocking, rak atau landasan
agar tidak kontak langsung dengan tanah dan harus dilindungi dari korosi.
Material harus disimpan bebas dari kotoran, minyak, gemuk dan benda

~
13 MAR 2017
Spesijikasi Teknis Jolon Bebas Hambatan dan Jolon Tol
Divisi 10 - Struktur Beton

asing lainnya. Permukaan yang akan dieat harus dilindungi dengan hati-
hati baik di bengkel maupun di lapangan. Ulir harus dilindungi dengan
hati-hati dari kerusakan.

(b) Railing dan pagar harus dilaksanakan dengan hati-hati terhadap garis dan
kemiringan seperti yang ditunjukkan dalam Gambar, dan tidak ada
pelaksanaan yang akan dimulai sebelum inspeksi dan persetujuan oleh
Konsultan Pengawas, dan sebelum semua titik pemegang, pendukung dan
peraneah atau tahapan bangunan atas jembatan telah disingkirkan.

(e) Bagian komponen pagar pipa harus dihubungkan dengan sekrup berulir
keeuali ditentukan lain dalam Gambar. Pengepasan untuk railingpada
lereng harus diratakan agar sesuai dengan kemiringan yang diperlukan.
Sekrup berulir harus dilapisi dengan meni timbal dan minyak, dan ulir
harus disertakan dengan panjang minimal 2 senti meter. Perpanjangan
harus dilaksanakan dengan menghilangkan ulir pada sisi yang masuk pada
tiang yang ditetapkan. Bilamana railing menerus melalui dua tiang atau
lebih ulir dapat dihilangkan antara railing dan kelengkapan pengepasan,
tetapi railing harus ditambat pada setiap tiang. Bilamana pengelasan
bagian komponen diijinkan, rineian harus sesuai dengan Gambar atau
yang disetujui oleh Konsultan Pengawas.

(d) Kontraktor harus menyediakan pemasangan pipa railing dengan fabrikasi


yang eoeok di bengkel. Bilamana railing dipasang di antara tiang beton,
perlengkapan harus disediakan untuk memungkinkan instalasi yang sama

Railing dan pagar harus difrabrikasi dan dipasang seperti yang


ditunjukkan dalam Gambar, dan railing harus sejajar dengan kemiringan
jalan. Tiang harus dipasang benar-benar vertikal keeuali diinstruksikan
lian oleh Konsultan Pengawas.

Semua permukaan terekspos harus dibersihkan dengan eara yang disetujui


sebagai pengerjaan akhir dalam pekerjaan ini.

(e) Kontraktor harus menyediakan Gambar Kerja untuk persetujuan dari


Konsutan Pengawas untukjenis railing dan pagar yang akan dipasang.

810.09 (4) Metoda Pengukuran

Kuantitas raling logam dan pagar kawatyang akan dibayar haruslah dalam
jumlah meter panjang railing atau pagar kawat yang diselesaikan dengan baik
dan diterima sesuai dengan Gambar, Spesifikasi ini, dan seperti yang
diperintahkan oleh Konsultan Pengawas.

810.09 (5) Dasar Pembayaran

Pekerjaan yang diukur seperti yang disyaratkan diatas harus dibayar dengan
harga satuan Kontrak per meter panjang railing dan pagar kawat. Harga dan
pembayaran tersebut harus merupakan kompensasi penuh untuk penyediaan
semua railing, pagar kawat, tiang dan alat kelengkapan termasuk pengiriman?

~
13 MAR 2017
Spesifikasi Teknis Jalan Bebas Hambatan dan Jalan Tol
Divisi 10 - Struktur Be/on

pemasangan dan penyelesaian, dan untuk semua tenaga kerja, peralatan, alat-
alat dan ongkos yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan ini.

Nomor Mata Pembayaran dan ama Satuan Pengukuran

10.09 (1) Railing Jembatan meter panjang

10.09 (2) Pegangan Tangga H = 1.5m meter panjang

10.09 (3) Pagar Kawat, H = 2.6m meter panjang

~
1 3 MAR 2017
Spesijikasi Teknis lalan Bebas Hambatan dan lalan Tol
Divisi 10- Struktur Beton

810.10 8AMBUNGAN EK8PAN8I JEMBATAN (BRIDGE EXPANSION lOIND

810.10 (1) Uraian

Pekerjaan ini meliputi penyediaan dan pemasangan sambungan ekspansi pada


lantaislab/geladak/deck jembatan beton dan jembatan rangka RC, yang terbuat
dari logam atau elastomer atau tipe asphaltic dan setiap bahan pengisi (filler)
dan penutup (sealer), untuk sambungan struktur baik dalam arah memanjang
maupun melintang, sesuai Gambar dan sebagaimana diperintahkan oleh
Konsultan Pengawas.

810.10 (2) Pengajuan

Contoh dari material sambungan ekspansi yang direneanakan harus digunakan


Kontraktor, bersama-sama dengan menyatakan sumbernya dan data uji
menyatakan sifat-sifatnya harus diserahkan pada Konsultan Pengawas dan
disetujui sebelum penyediaan sambungan itu. Kontraktor harus menyerahkan
sertifikat pabrik kepada Konsultan Pengawas untuk mendapatkan persetujuan
sebelum menyediakan sambungan itu.

810.10 (3) Tipe-tipe 8ambungan Ekspansi Jembatan (Expansion Joint)

(a) 8ambungan seal tipe karet


8ambungan seal karet tipe A dan tipe B harus sambungan selebar 30 mm
dan 50 mm.

(b) TiDe karet


Sambungan ekspansi karet tipe C harus untuk sambungan selebar 20 mm.
30 mm, 40 mm dan 50 mm.

(e) TiDe Sealant


Sealant tipe 0 harus untuk sambungan tetap.

(d) Asphaltic Plugloint


Tipe C harus untuk sambungan bergerak dan Tipe 0 untuk sambungan
tetap.

810.10 (4) Material

(a) Material untuk sambungan seal karet tipe A dan tipe B harus memenuhi
ketentuan 8pesifikasi berikut:

(i) Mortar Epoxy

Material yang digunakan harus merupakan komposisi dan


8pesifikasi berikut :

Komposisi (berat)
Pasir 8ilika No.3 4,00 kg (diameter butir 1,68 - 1,19 mm)
Pasir 8ilika No.4 2,50 kg (diameter butir 1,19 - O,5~

~10-8~ __
1 3 MAR 2017
Spesijikasi Teknis Jalan Bebas Hambatan dan Jalan Tal
Divisi 10 - Sirukiur Belon

Pasir Silika No.7 = 2,50 kg (diameter butir 0,42 - 0, I05 mm)


Bubuk Silika = 1,00 kg
Epoxy binder = 1,00 kg

Spesifikasi
Berat jenis = 2,20 ± 0,10
Kekuatan lentur lIS R 520 I = ~ 50 kglcm 2
Kekuatan tekan JIS R 520 I = ~ 150 kglcm 2
Modulus Young tekan lIS R 5201 = (0,5 - 2,0) x 10000 kglcm 2

Pasir Silika
Material yang digunakan harus bersih dan kering, gradasi untuk tiap
ukuran harus minimum 85% S; 02.

- Epoxy binder
Material yang digunakan harus memenuhi Spesifikasi berikut:
Beratjenis lIS K 7112 1,08 ± 0,10
Kekuatan tarik JIS K 630 I = ~ 50 kglcm 2
Perpanjangan lIS K 6301 = ~ 100%

(ii) Plastik bertulangan fiber


Material yang digunakan harus memenuhi Spesifikasi berikut :
Kekuatan tarik ~ 270 kg/mm 2
Young Modulus tarik 22000 - 24500 kglmm 2
Massa = 0,396 ± 0,016 g/m

(iii) Seal Sambungan Karet

Material yang digunakan harus memenuhi Spesifikasi berikut :


Kekuatan tarik JIS K6301 = ~ 120 kglcm 2
Perpanjangan lIS K630 I ~ 300%
Kekerasan JlS K630 I ~ 50 ± 5 Hs
Regangan permanen tekan ::; 35%
lIS K630 I (pada 70°C, 22 jam) = ~ 30 kglcm2
Kekuatan robek JIS K630 I, tipe B

(iv) Bahan Pengikat untuk Seal Sambungan Karet

Beratjenis lIS K6911 1,20±0,10


Viskositas lIS K6838 = Kondisi pasta
Kekuatan adhesi kulit lIS K6854 = ~ 3 kglcm 2
(Kekuatan adhesi kulit 180 derajat antara
mortar dan karet vulcanized) = ~200%
Kekuatan tarik lIS K630 I =
~200%
Perpanjangan lIS K630 I

VIO - 86
1 3 MAR 2017
Spesijikasi Teknis Jalan Bebas Hambatan dan Jalan Tol
Divisi 10 - Struktur Beton

(b) Material untuk sambungan ekspansi karet tipe C harus memenuhi


ketentuan Spesifikasi berikut:

(i) Sambungan Karet

Sambungan ini merupakan karet sintetik (Neoprene) yang tahan


terhadap cuaca, oli, minyak, dan lain-lain, yang berfungsi untuk
mengakomodasi movement yang terjadi.
Mutu elemen neoprene seal berkualitas tinggi dengan standar
sebagai berikut :

a. Tensile Strength, min 13.9 mPa ASTM 0412


b. Hardness, Shore A duro meter 55 ± 5 ASTM 02240
c. Elongation at break, min 250% ASTM 0412
d. Oven aging, 70 hours at 100°C
Tensile Strength, loss max. 20% ASTM 0573
Elongation, loss max. 20% ASTM 0573
Hardness, Shore A duro change oto +10 points ASTM 0573
e. Oil Swell, ASTM Oil 3, 70 hours 45 % ASTM 0471
at 100°C, weight change max.
f. Ozone Resistant, 20 % strain, 3 No Cracks ASTM 01 149
PPM in air, 70 hours at 40°C

(ii) Epoxy Adhesive

Material epoxi adhesive adalah epoxi perekat antara dinding celah


dengan Expansion Joint Seal yang memenuhi standar mutu sebagai
berikut:
a. Memenuhi standar ASTM C 881-90
b. Tensile Strength 13.9 mPa ASTM 0638
c. Compressive Strength 34.5 mPa ASTM 0695

(iii) Polymer Concrete Header

Material ini adalah material Polyurethane 100 % solid yang


digunakan pada konstruksi eksterior yang tahan terhadap benturan
beban lalu lintas bera! (impact resistant), sinar matahari, ozon,
abrasi dan pengaruh kimia lainnya.

Mutu material Polymer Concrete Header berkualitas tinggi dengan


standar mutu sebagai berikut :
TEST with BINDER and AGGREGATE
Comnressive Stren"th ASTM0695 15 mPa (2200 osi)
5 % Comvressive Stress ASTM 0695 2 mPA (300 psi)
5 % Resilience ASTMD695 95 %
Impact Resistance ASTM 03209 158°F No Cracks
OaF No Cracks
-32°F No Cracks
Cure Time (Open Traffic) 21-32°C 2-3 hours

~
I 3 MAR 2017
Spesijikasi Teknis Jolon Bebas Hambatan dan Jalan Tal
Divisi 10 - Struktur Beton

(c) Material Sealant

Material sealant terdiri dari 2 bagian material polysulphine sesuai dengan


JIS K 6301
Perpanjangan 500%
Kekuatan tarik 2': 8 kg/cm 2

(d) Material Asphaltic Plug Joint

Material harus sesuai dengan Spesifikasi berikut ini :

(i) Kompensasi (berdasarkan berat)

8J 200 Binder= 666 kg (Polymer Material Bituminous)


8J Agregat = 2.000 kg
(ii) Spesifikasi

• 8J 200 Binder

Titik lembek = > 95°C (diuji dengan Ring and Ball


Method - SNI 06-2434-1991 (AASHTO
T53-06 atau ASTM E28)

Kekuatan leleh 0 (phase test, 60°C, 5 jam)

Penetrasi Conus = 10- 30 mm


Gika diuji pada 25°C 150 g, 5 sec - SNI
06-2456-1991 (AASHTO T49-07 atau
ASTM 0217)

- Extension Test = to pass3 cycles of extension to 50% at a


rate of 3.2 mmlh prepares to ASTM
Dl190 and tested to limits of BS2499 :
1973
• BJ 200 Binder

Material yang digunakan dari satu macam ukuran.


8atu granite 20 mm (14 mm jika kedalaman dan pada
sambungan lebih dari 75 mm).
Sifat dari batuan sesuai di bawah ini :

Nilai Impact Agregat (%) < 15


Nilai Pecah Agregat (%) < 20
Nilai Abrasi Agregat (%) < 8
Nilai Polished Stone > 55
Indeks Kepipihan (%) < 25
Indeks 8enluk dan Ukuran
per 8S 594 (%) < 60

~
1 3 MAR 2017
Spesijikasi Teknis Jalan Bebas Hambatan dan Jalan Tol
Divisi 10- Struktur Beton

Peralatan untuk pekerjaan asphaltic plugjoint adalah sebagai berikut :

(i) Kompresor udara panas, minimal dapat menyemprotkan udara


panas dengan kecepatan 550 m per menit pada temperatur 1.000 °C
saat kompresor mempunyai tenaga minimal 85 putaran/menit.

(ii) Mesin pengaduk berlubang dengan kapasitas 90 - 100 liter dengan


lubang pembuang abu.

(iii) Pemanas sealant dengan semburan api dilengkapi agitator datar


kapasitas minimum 450 liter.

(iv) Mesin pengaduk (tidak berlubang) sebagai alat pencampuran


material.

S10.10 (5) Pelaksanaan Pekerjaan

(a) Penyimpanan dan Persiapan

Material sambungan ekspansi yang dibawa ke lokasi pekerjaan jembatan


harus disimpan pada rak/panggung di atas permukaan tanah dengan
dilindungi penutup.

Material harus terlindung dari kerusakan, dan ketika diletakan harus


bersih dari kotoran, minyak atau bahan asing lainnya. Material cetakan
(premoulded) harus berpotongan sebesar mungkin. Material harus
dipotong bersih dan rapih dengan pemotong yang tajam tidak boleh ada
pinggiran yang kasar dan bergerigi. Penyambungan harus menurut
instruksi pabrik pembuat material itu.

(b) Pemasangan

(i) Umum - Sambungan ekspansi harus dibentuk per bagianlpotongan,


dan harus dari tipe material yang tertera dalam Gambar atau
persetujuan Konsultan Pengawas. Ukuran celah antara sambungan
harus sebanding dengan suhu rata-rata pada jembatan pada saat
pemasangan. Suhu ini ditentukan menurut persetujuan dengan
Konsultan Pengawas.

Posisi semua baut yang dipasang ke beton dan seluruh lubang harus
ditentukan secara tepat dari mallengkung. Pencampuran pemakaian
dan pengawetan semua material harus sesuai dengan persyaratan
dari pabrik.

Semua sambungan harus dibuat sesuai dengan detail fisik yang


tertera dalam Gambar atau perintah Konsultan Pengawas.

(ii) Penempatan mortar epoxy - Penempatan mortar epoxy untuk


sambungan, tipe A dan tipe B harus dilaksanakan dalam 2 (dua)

~
1 3 MAR 2017
Spesijikasi Teknis Jalan Bebas Hambatan dan Jalan Tal
Divisi J 0 - Struktur Beton

tahap. Lapisan dasar mortar harus diletakkan setelah epoxy binder


digunakan pada permukaan pelat dan bagian sisi dari perkerasan dan
mortar dipadatkan dengan menggunakan mesin penggetar sampai
ketebalan 2,0 em dari permukaan perkerasan. Bagian atas mortar
harus diletakkan setelah dilekatkan plastik bertulangan fiber.
Lapisan atas harus dipadatkan dengan penggetar sampai permukaan
perkerasan. Finishing kasar harus dilaksanakan dengan sekop kayu
dan finishing akhir dengan sekop logam.

(iii) Peneegahan kerusakan - Selama pengeeoran dan pengerasan beton


atau adukan (mortar) di bawah komponen-komponen sambungan
ekspansi, harus dieegah jangan sampai ada gerakan relatif antara
komponen dan beton itu dengan penyangga. Bila setengah
bagian sambungan sedang dipasang setengah lainnya jangan
mengalami kekangan longitudinal. Bila mal lengkung digunakan
untuk menentukan letak kedua sisi sambungan, maka mallengkung
ataupun strongback tidak boleh dipasang serentak pada kedua sisi
itu. Drat skrup harus selalu bersih dan bebas karat.

Untuk melindungi sambungan ekspansi dari beban kendaraan, harus


dibuat jalur melandai (ramps). Kendaraan harus melintasi
sambungan hanya dengan melalui jalur tersebut, sebelum Konsultan
Pengawas mengijinkan jalur itu dibongkar.

(iv) Waktu pemasangan - Pemasangan sambungan ekspansi harus


dilakukan setelah pekerjaan jalan di atas jembatan sudah selesai.

(v) Pemasangan sambungan tipe Bitumen Binder Karet

Pemasangan harus dilaksanakan memenuhi persyaratan berikut,


atau sesuai dengan petunjuk pabrik.

(a) Waktu Pemasangan - Pemasangan sambungan ekspansi


dilaksanakan setelah pekerjaan perkerasan dan struktur
selesai.

(b) Penandaan - Sambungan harus ditandai sampai lebar seperti


terlihat pada GambaI' atau seperti perintah Konsultan
Pengawas.

(e) Galian - Aspal harus dipotong penuh dan dipatahkan dengan


tangan sampai pelat struktur asalkan pelat beton tidak rusak.

(d) Pembersihan - Seluruh sambungan harus bersih dan kering


menggunakan angin bertekanan panas segera sebelum diisi.
Semua debu lepas harus dibersihkan dari eelah ekspansi.

(e) Pendempulan - Celah ekspansi harus didempul dengan tarred


hemp sehingga 25 mm Grider pada eelah ekspansi antara
bagian atas dan permukaan akhir dari dempul.

~
1 3 MAR 2017
Spesijikasi Teknis Jalan Bebas Hambatan dan Jalan Tol
Divisi J a- Struktur Beton

(I) Tangki - Sambungan harus dilapisi dengan binder panas


segera setelah pendempulan dan pembersihan.

(g) Pelat- Celah sambungan harus ditutup dengan strip


alumunium sesuai dengan lebar dan kondisi celah.

(h) Pemasangan Material - Lapisan dari batu panas tidak kurang


dari 20 dan tidak lebih dari 40 mm ketebalan harus diletakan
pada parit dan diisi binder panas. Tiap lapisan harus digaruk
untuk memastikan batuan terlapisi dan rongga-rongga diisi.
Proses ini dihentikan kira-kira 25 mm dari bagian atas gal ian
untuk pemakaian lapisan permukaan akhir.

(i) Lapisan permukaan - Material pre-mix panas harus ditransfer


pada sambungan dan disebarkan sampai mengisi.

G) Pemadatan - Material harus segera dipadatkan segera setelah


diisi menggunakan pelat vibrator atau roller yang dibasahi.
Sekurang-kurangnya tiga lintasan untuk mengakibatkan
sambungan rata dengan permukaan jalan.

(k) Pekerjaan akhir - Permukaan Sambungan dan sekitar jalan


harus dikeringkan dan dibersihkan dengan udara bertekanan
sebelum tahap akhir segera sesudah itu lapisan binder panas
diberikan untuk mengisi semua rongga permukaan.

S10.10 (6) Pelaksanaan Pekerjaan Asphaltic Plllg Joint

Pemasangan sambungan ekspansi harus dibentuk sesuai detail dan tipe yang
tertera dalam Gambar atau, atas persetujuan Konsultan Pengawas dan sesuai
dengan rekomendasi dari pabrik.

(i) Agregate harus dalam keadaan kering betul, bersih dan dipanaskan pada
bak pengaduk disemprot dengan udara panas dari kompresor.

(ii) Binder dipanaskan pada temperatur 190 - 220°C.

(iii) Sebaiknya lapisan batu granit panas ketebalannya tidak boleh kurang dari
20 mm dan tidak lebih dari 40 mm dihampar pada permukaan beton.
Setelah seluruh permukaan beton selesai dilapisi dan segera dihampar
dengan binder panas. Setiap lapisan sebaiknya diaduk-aduk untuk
memastikan bahwa batu granit tersebut telah terlapisi dan menutup pori-
porinya. Proses ini akan dihentikan bila mencapai ketebalan 25 mm dari
permukaan dimaksudkan sebagai lapisan akhir.

(iv) Lapis Permukaan - campuran material panas yang akan disiapkan dengan
metode lain harus ditransfer ke lokasi sambungan dan dihamparkan ke
daerah yang akan diisi. Lapis permukaan ini harus dipadatkan dengan
menggunakan Vibrator Plate guna meratakan permukaan tersebut~

~~O-91
1 3 MAR 2017
Spesijikasi Teknis Jolon Bebas Hambatan dan Jolon Tal
Divisi 10 - Struktur Beton

(v) Lapis Akhir - permukaan sambungan dan sekelilingnya haruslah


dibersihkan dan dikeringkan dengan kompresor. Setelah itu segera dilapisi
binder panas guna mengisi/menutupi celah-celah pada permukaan.

S10.10 (7) Metoda Penguknran

Kuantitas yang harus dibayar adalah jumlah meter panjang untuk sambungan
ekspansi tipe A sampai F yang betul-betul sudah dipasang, selesai ditempatnya
sesuai dengan Gambar.

Sealant dan back up dari bahan polystyrene busa atau material sejenis yang
digunakan pada tempat yang berbatasan dengan kerb dan dinding parapet harus
tidak diukur dan dibayar terpisah.

810.10 (8) Dasar Pembayaran

Kuantitas yang diukur tersebut di atas, harus dibayar menurut Harga Kontrak
per satuan pengukuran untuk setiap mata pembayarannya seperti di bawah ini.
Harga dan pembayaran ini merupakan kompensasi penuh untuk seluruh
pembongkaran perkerasan jalan, pembentukan sambungan konstruksi dengan
beton yang sudah ada; dan untuk tenaga kerja dan peralatan, penyediaan
material meliputi adonan epoksi (epoxy mortar), epoxy beton, baja tulangan dan
beton, pembuatan, pengangkutan, pengecatan, pemasangan sambungan
ekspansi dan untuk pekerjaan insidental lainnya. Pembayaran untuk sambungan
ekspansi sudah mencakup biaya sekat (sealant) yang digunakan pada pekerjaan
dan dindingjembatan yang berdekatan.

Untuk Asphaltic Plug Joint jumlah yang akan dibayar adalah jumlah meter
panjang sambungan ekspansi yang betul-betul sudah terpasang, selesai
ditempatnya sesuai dengan Gambar. Jumlah yang dinkur tersebut di atas, akan
dibayar menurut harga Kontrak persatuan pengnkllran untnk setiap mata
pembayarannya seperti di bawah ini. Harga dan pembayaran ini merupakan
kompensasi penuh untuk seluruh pembongkaran perkerasanjalan, pembentukan
sambungan konstruksi dengan beton yang sudah ada, tenaga kerja, peralatan,
penyediaan material, pengangkutan, pemasangan sambllngan ekspansi dan
untuk pekerjaan insidentallainnya.

Nomor dan Nama Mata Pembayaran Satnan Pengnknran

10.10(1) Sambnngan Ekaspansi Tipe A (Surface Meter Panjang


Rubber Joint with Load - supporting Tipe)

10.10(2) Sambungan Ekaspansi Tipe B (Adhesive Meter Panjang


Sealant Joint)

10.10(3a) Sambungan Ekaspansi Tipe C-I (20mm) Meter Panjang

1O.IO(3b) Sambungan Ekaspansi Tipe C-I (SOmm) Meter Panjang

~
1 3 MAR 2017
Spesijikasi Teknis Jalan Bebas Hambatan dan Jalan Tal
Divisi J 0 - Struktur Beton

10.10(4) Sambungan Ekaspansi Tipe C-2 (Steel Meter Panjang


Finger Joint 175mm)

10. I 0(5) Sambungan Ekaspansi Tipe C-3 (Steel Meter Panjang


Finger Joint 220mm)

10.10(6a) Sambungan Ekaspansi Tipe 0- I Meter Panjang


(Rubberized Bitumen Binder Tipe 40cm)

10.10(6b) Sambungan Ekaspansi Tipe 0-1 Meter Panjang


(Rubberized Bitumen Binder Tipe 30cm)

10.10(7) Sambungan Ekaspansi Tipe E Meter Panjang


(Longitudinal Expansion Joint)

. ., ..

~
1 3 MAR 2017
Spesifikasi Teknis Jalan Bebas Hambatan dan Jalan Tol
Divisi 10 - Struktur Beton

SI0.11 BRIDGE BEARINGS

SI0.11 (1) Uraian

Pekerjaan ini meliputi penyediaan dan pemasangan bearing shoes dan bearing
pads untuk bangunan alas jembatan, dan lembaran karet untuk RC frame dan
plat injak (approach slabs).

SI0.11 (2) Material

(a) Bearing Shoes

Material untuk bearing shoes tipe umum harus memenuhi ketentuan


berikut:
liS 03101 : Baja Oulung untuk struktur umum SS-41
(ASTM A36-91)
liS 05101 : Baja Karbon Tuang SC-46
(ASTM A27-91)
JIS 05102 : Kuningan Tuang Kuat Tarik Tinggi HBsC3
(ASTM A216-89)

Kontraktor harus meminta Persetujuan Konsultan Pengawas sebelum


menyediakan bearing shoes.

(b) Bearing Pads

Bearing Pads terdiri lapisan elastometer dan logam, atall elastometer dan
kain direkatkan menjadi satu kesatllan, dan harus memenuhi ketentuan
berikut:

Bearing stress 15 - 50 Kg/cm2


Compression strain 15 %max
Horizontal/deformation 50 % max

Bagian elastomer yang merupakan senyawa elastomer haruslah 100


persen karet alam yang memenuhi ketentuan Kolom A atau 100 persen
chloroprene asli yang memenuhi ketentuan Kolom B dari Tabel 10-11-1

Laminasi haruslah lembaran baja ringan rol yang tertanam dengan tebal
minimum elastomer sebesar 3,2 mm.

Sebelum pengadaan bridge bearing Kontraktor harus mengajukan,


bersama-sama dengan contoh, kepada Konsultan Pengawas untuk
persetujuan sertifikat pabrik yang menyatakan bahwa bridge bearing
tersebut memenuhi ketentuan dari spesifikasi.

Sam pel yang dipilih seCat"a acak hingga 5 unit harus diambil dari setiap
100 unit dan diuji untuk mengkonfirmasi apakah memenuhi ketentuan
spesifikasi.

~
'1 3 MAR 2017
Spesifikasi Teknis Jalan Bebas Hambatan dan Jalan Tol
Divisi 10 - Struktur Beton

Tabel 10-11-1 Sifat-sifat Elastomer

ASTM Sifat-sifat Fisik A B


Standard
D2240 Kekerasan 50 + 5 50 + 5
D412 Kuat tarik, min. psi 2500 2500
Perpanjangan mutlak, min. % 450 400

Ketahanan terhadap Panas


D573 Perubahan dalam durometer +10 + 15
70jam kekerasan, max. points
@158°F Perubahan dalam kuat tarik, max. % - 25 - 15
(69,9°C) Perubahan dalam perpanjangan - 25 - 40
mutlak, max. %

Compression Set
0395 22 jam @ 158°F (69,9°C), max. % 25 35
Metoda B

Ozone
D1149 25(koI.A)11 OO(koI.B) pphm ozone di Tidak Tidak
udara dalam volume, 20% regangan ada ada
100°F+2°F (37,7°C+ 1°C), 48jam retak retak
prosedur penggantungan D518.
Prosedur A

Adhesi
D429,B Kelekatan yang dibuat selama 40 40
vulkanisasi, (714) (714)
lbs. per inch (kg/m)

Pengujian Temperatur Rendah


D746 Kegetasan pada -40°F (-40°C) Tidak Tidak
Prosedur B gagal gagal

(c) Rubber Sheet

Material untuk rubber sheet adalah karet sintetis chloroprene atau styrene
- butadiene.

Kontraktor harus menyerahkan sertifikat dari pabrik, untuk disetujui


Konsultan Pengawas sebelum menyediakan lembaran karet.

810.11 (3) Pelaksanaan Pekerjaan

(a) Bearing Shoes

(i) Bearing shoes umumnya harus dipasang tepat pada posisi yang
ditentukan, sebelum pelaksanaan pekerjaan bagian bangunan atas

~
1 3 MAR 2017
Spesifikasi Teknis Jalan Bebas Hambatan dan Jalan Tol
Divisi 10- Struktur Beton

jembatan dilakukan. Pekerjaan pemasangan ini harus dikerjakan


hati-hati dengan adukan mortar khusus yang tidak susut (non-shrink
mortar) sehingga alas bearing shoes melekat pada bagian atas pier
atau abutment secara kokoh.

Bila Konsultan Pengawas memberikan persetujuan dan bearing


shoes dipasang setelah pelaksanaan bangunan atasjembatan, adonan
anti susut harus disebar di bawah alas bearing shoes, dan kemudian
dilekatkan pada bagian atas bangunan bawah jembatan
(substructure).

(ii) Memasang baut angkur - pemasangan baut angkur sesuai ketentuan


Pasal SIO.OI (4)(f) (xi).

(b) Bearing Pads

Bearing pads harus dipasang tepat pada tempatnya sesuai dengan petunjuk
Konsultan Pengawas atau ketentuan dalam Gambar.

Bila dipasang diatas lapisan tipis adukan semen (mortar), adukan itu harus
diberi pengawet dan harus sudah mencapai kekuatan yang cukup sebelum
balok jembatan diletakkan.

Bearing pads harus dijaga tetap pada posisinya selama penempatan belok
jembatan. Bila balok jembatan telah terpasang, bearing pads dan daerah
sekitarnya harus dibersihkan.

(c) Rubber Sheet

Lembaran karet harus dipasang pada Mesnager hinge (concrete hinge)


slab jembatan menerus pada ujung RC frame dan approach slab yang
berdekatan sebagaimana nampak pada Gambar atau atas petunjuk
Konsultan Pengawas.

810.11 (4) Metoda Pengukuran

(a) Bearing Shoes

Kuantitas bearing shoes akan diukur berdasarakan jumlah dari tiap jemis
yang lengkap dan diterima.

Klasifikasi bearing shoes haruslah sebagai berikut:

Tipe Beban Rancangan (P)

TipeA; 125 ton (Movable Bearing)


Tipe B; 150 ton (Movable Bearing)
Tipe C; 175 ton (Movable Bearing)
TipeD; 275 ton (Movable Bearing)
TipeE; 450 ton (Movable Bearing)

~
1 3 MAR 2017
Spesifikasi Teknis Jalan Bebas Hambatan dan Jalan Tal
Divisi 10 - Struktur Beton

Tipe F; 450 ton (Fixed Bearing)


TipeG; 162 ton (Movable Bearing)
TipeH; 175 ton (Fixed Bearing)
Tipe I; 200 ton (Movable Bearing)
TipeJ; 300 ton (Movable Bearing)
Tipe K; 300 ton (Fixed Bearing)
Tipe L; 350 ton (Fixed Bearing)

(b) Bearing Pads

Kuantitas bearing pads akan diukur berdasarkan jumlah dari tiap jenis
yang lengkap di tempat sesuai dengan Gambar

(c) Rubber Sheet

Kuantitas rubber sheet harus diukur berdasarkan jumlah dalam mjeter


persegi yang lengkap di tempat dan diterima.

Klasifikasi bearing padsharuslah sebagai berikut :

Tipe Beban Rancangan Deformasi Geser yang diijinkan

TipeA; 60 ton 20mm


Tipe B; 70 ton 20mm
Tipe C; 70 ton 22mm
Tipe D; 85 ton 22mm
TipeE; 110 ton 22 mm
Tipe F; 70 ton 25 mm
Tipe G; 95 ton 25 mm
Tipe H; 110 ton 25 mm
Tipe I; 150 ton 25 mm
Tipe J; 125 ton 29mm
TipeK-I; 35 ton 15mm
Tipe K-2; 35 ton 15 mm

810.11 (5) Dasar Pembayaran

Pekerjaan yang diukur secara tersebut di atas dibayar menurut Harga Satuan
Kontrak. Pembayaran ini merupakan kompensasi penuh untuk penyediaan,
pembuatan, pengangkutan, pengecatan dan pemakaian segal a material,
termasuk tenaga kerja, peralatan, dan kebutuhan-kebutuhan insidental lainnya.
Detail asesori seperti tertera dalam Gambar, dan mencakup batang angkur dan
penutupnya, baja tuiangan, dan lain-lain.

Nomor dan Nama Mata Pembayaran Satuan Pengukuran

10.11(1) Elastomeric Bearing Pad 460 x 550 x 75 (Mov.) Buah

10.11(2) Elastomeric Bearing Pad 450 x 520 x 75 (Mov.) Buah

~
t 3 MAR 2017
Spesifikasi Teknis Jalan Bebas Hambatan dan Jalan Tol
Divisi 10 - Struktur Beton

10.11(3) Elastomeric Bearing Pad 420 x 500 x 75 (Mov.) Buah

10.11 (4) Elastomeric Bearing Pad 400 x 450 x 75 (Mov.) Buah

10.11 (5) Elastomeric Bearing Pad 460 x 550 x 49 (Fix) Buah

10.11 (6) Elastomeric Bearing Pad 450 x 520 x 49 (Fix) Buah

10.11(7) Elastomeric Bearing Pad 420 x 500 x 49 (Fix) Buah

10.11(8) Elastomeric Bearing Pad 400 x 450 x 49 (Fix) Buah

10.11(9) Elastomeric Bearing Pad 450 x 550 x 83 (Mov.) Buah

10.11 (1 0) Elastomeric Bearing Pad 600 x 600 x 83 (Mov.) Buah

10.11 (11) Elastomeric Bearing Pad 400 x 450 x 83 (Mov.) Buah

10.11(12) Elastomeric Bearing Pad 700 x 750 x 48 (Fix) Buah

10.11 (13) Elastomeric Bearing Pad 850 x 850 x 52 (Fix) Buah

10.11(14) Elastomeric Bearing Pad 650 x 650 x 52 (Fix) Buah

10.11(15) Elastomeric Bearing Pad 300 x 350 x 36 (Mov.) Buah

10.11 (16) Elastomeric Bearing Pad 350 x 400 x 40 (Mov.) Buah

10.11(17) Elastomeric Bearing Pad 450 x 500 x 60 (Mov.) Buah

10.11(18) Elastomeric Bearing Pad 300 x 350 x 36 (Fix.) Buah

10.11 (19) Elastomeric Bearing Pad 350 x 400 x 40 (Fix.) Buah

10.11(20) Elastomeric Bearing Pad 450 x 500 x 60 (Fix.) Buah

10.11 (21) Elastomeric Bearing Pad 350 x 400 x 52 (Mov.) Buah

10.11 (22) Elastomeric Bearing Pad 350 x 400 x 52 (Fix.) Bliah

10.11 (22a) Elastomeric Bearing Pad 450 x 400 x 52 (Mov.) Buah

10.11 (22b) Elastomeric Bearing Pad 450 x 400 x 52 (Fix.) Buah

10.11 (23) Elastomeric Bearing PaduntukPC Void Bliah


100 x 500 x 29 (Fix)

10.11 (24) Elastomeric Bearing Pad untukPC Void Buah


100 x 500 x 38(Move)

~
1 3 MAR 2017
Spesifikasi Teknis Jalan Bebas Hambatan dan Jalan Tol
Divisi 10 - Struktur Beton

10.11(25) Rubber Bearing Sheet 200 x 200 x 20 Buah

10.11(26) Rubber Bearing Sheet 250x25 Meter Panjang

10.11(27) Anchor Bar dengan Perlengkapannya Kg

10.11(28) Elastomeric Bearing Shoe untuk Buah


Gelajar Baja 7.400kN (Fix)

10.11(29) Elastomeric Bearing Shoe untuk Buah


Gelajar Baja 8.800kN (Fix)

10.11(30) Elastomeric Bearing Shoe untuk Buah


Gelajar Baja 7.200kN (Fix)

10.11(31) Elastomeric Bearing Shoe untuk Buah


Gelajar Baja 8.200kN (Fix)

10.11(32) Elastomeric Bearing Shoe untuk Buah


Ge1ajar Baja 4.200kN (Move)

10.11(33) Elastomeric Bearing Shoe untuk Buah


Ge1ajar Baja 4.200kN (Fix)

10.11(34) Elastomeric Bearing Shoe untuk Buah


Gelajar Baja 4.000kN (Move)

10.11(35) Elastomeric Bearing Shoe untuk Buah


Gelajar Baja 4.000kN (Fix)

10.11(36) Elastomeric Bearing Shoe untuk Buah


Gelajar Baja 3.800kN (Move)

10.11(37) Elastomeric Bearing Shoe untuk Buah


Gelajar Baja 3.800kN (Fix)

10.11(38) Elastomeric Bearing Shoe untuk Buah


Gelajar Baja 3.400kN (Fix)

10.11(39) Elastomeric Bearing Shoe untuk Buah


Gelajar Baja 1.800kN (Move)

10.11(40) Elastomeric Bearing Shoe untuk Buah


Ge1ajar Baja 2.000kN (Move)

10.11(41) Elastomeric Bearing Shoe untuk Buah


Ge1ajar Baja 1.800kN (Fix)

1 3 MAR 2017
Spesifikasi Teknis Jalan Bebas Harnbatan dan Jalan Tol
Divisi 10 - Struktur Beton

10.1 1(42) Elastorneric Bearing Shoe untuk Buah


Gelajar Baja 4.700kN (Fix)

10.11 (43) Elastorneric Bearing Shoe untuk Buah


Gelajar Baja 4.700kN (Move)

10.11(44) Pot Bearing,1900/220/80 kN Buah

~
t 3 MAR 2017
Spesifikasi Teknis Jalan Bebas Hambatan dan Jalan Tol
Divisi 10 - Struktur Beton

S10.12 FASILITAS JEMBATAN INSIDENTIL LAINNYA

S10.12(1) Uraian

Pekerjaan ini terdiri dari penyediaan dan pemasangan fasilitas drainase dan pull
boxes untuk jembatan, rangka beton bertulang dan fasilitas jembatan insidental
lainnya. Semua pekerjaan harus dilakukan sesuai dengan Gambar dan
Spesifikasi ini dan seperti diperintahkan oleh Konsultan Pengawas.

S10.12(2) Material

(a) Material pipa drainase harus memenuhi ketentuan 1IS


K6741 (unplasticized Polyvinyl ChloridePipes). Material deck drain harus
memenuhi ketentuan 1IS G5101 atau ASTM A27-91 (Carbon Steel
Castings), 1IS G550 I atau ASTM A48-92 (Grey Iron Castings), dan 1IS
G31 0 1 atau ASTM A36-91 (Rolled Steel for General Structures: SS41).
Bahan logam untuk deck drain harus dieat tiga lapis dengan cat jenis
tarepoxyresin, setiap ketebalan lapisan 80fl, dan sekur pendukungan
perlengkapan lainnya harus digalvanis, semua sesuai dengan Pasal S 12.18
dari Spesifikasi ini.

(b) Material pull boxes harus memenuhi ketentuan 1IS G31 0 I (Rolled Steelfor
General Structures: SS41) atau ASTM A36-9! dan harus galvanis sesuai
dengan Pasal S12.18 dari Spesifikasi ini.

S10.12(2) Pelaksanaan Pekerjaan

(a) Fasilitas Drainase

(i) Pipa drainase, bak kontrol (catch basin) dan lubang pembuangan
pada lantai (deck drain) yang akan dibungkus dalam beton harus
dipasang oleh Konlraktor sebagaimana yang ditunjukkan dalam
Gambar.

(ii) Pipa drainase harus ditetapkan seperti yang dilunjukkan dalam


Gambar atau sebagaimana diperinlahkan oleh Konsullan Pengawas.

(b) Pull Boxes

Pull boxes dan saluran listrik unluk penerangan pada parapet jembatan
harus dipasang sebagaiman yang ditunjukkan dalam Gambar, alau
diperintahkan oleh Konsullan Pengawas, sebelum beton dieor. Selelah
belon mengeras, belon itu harus diperiksa untuk memastikan bahwa pull
boxes dapat dibuka dengan bebas.

(c) Papan Nama Jembatan

Jenis dan bahan papan nama jembatan harus sesllai dengan ketentuan
sebagaimana diperintahkan oleh Konsliltan Pengawas.

~
1 3 MAR 2017
Spesijikasi Teknis lalan Bebas Hambatan dan lalan Tal
Divisi 10 - Struktur Beton

SI0.12 (4) Metoda Pengukuran

Kuantitas pipa drainase yang akan dibayar adalah jumlah meter panjang yang
diukur sepanjang sumbu pipa dan tidak ada pengukuran tambahan yang akan
dibuat untuk tikungan atau bagian-bagian persimpangan.

Kuantitas deck drain yang akan dibayar harus diukur menurut jumlah masing-
masing jenis, selesai di tempat dan diterima.

Kuantitas papan nama jembatan yang akan dibayar untuk haruslah dalam
jumlah masing-masing jenis, terpasang dan diterima sebagai oleh Konsultan
Pengawas.

Tarik kotak Pull boxes dan saluran untuk pekerjaan listrik akan diukur dan
dibayar menurut Divisi 13 dari Spesifikasi ini.

SI0.12 (5) Dasar Pembayaran

Kuantitas yang diukur sebagaimana ditentukan di atas, akan dibayar dengan


harga satuan Kontrak per meter panjang pipa drainase dan per jumlah deck
drains dan papan nama jembatan.

Pipadrainase harus berdiamater 20 cm dan IScm. Pembayaran untuk pipa


pembuangan dan deck drain akan dianggap mencakup semua perlengkapan dan
dukungan yang diperlukan untuk memasang drainase sesuai dengan rincian
yang ditunjukkan dalam Gambar.

Harga danpembayaran untukmata pembayaran di atas dianggap kompensasi


penuh untuk tenaga kerja, peralatan dan perlengkapan, penyediaan material,
fabrikasi, pengangkutan, dan pemasangan dari setiap jenis dan semua hasil
pekerjaan incidental lain yang berhubungan dengannya

Nomor dan ama Mata Pembayaran Satuan Pengukuran

10.12(1) Pipa Drainase D=20cm dengan perlengkapan Meter Panjang


dan dukungan

10.12(2) Pipa Drainase D= IScm dengan perlengkapan Meter Panjang


dan dukungan

10.12(3) Deck Drain Tipe 1 dengan perlengkapan Buah

10.12(4) Deck Drain Tipe 2 dengan perlengkapan Buah

1 3 MAR 2017
Spesijikosi Teknis Jolon Bebos Homboton don Jolon Tol
Divisi 10 - Struktur Beton

SI0.13 TURAP BETON PRATEGANG BERGELOMBANG

S10.13 (1) Uraian

Pekerjaan ini meliputi struktur turap beton prategangdan pemancangannya


sehingga memenuhi desain yang diinginkan sesuai rencana dan ukuran yang
tertera dalam Gambar, atau atas petunjuk Konsultan Pengawas, dan ketentuan
pada Spesifikasi ini.

Pekerjaan ini termasuk penyediaan mesin pancang dan alat bantu pengarah
untuk kelurusan pemasangan secara horisontal.

SI0.13 (2) Material

(a) Umum

Semua material yang harus disediakan dan digunakan, yang tidak tecakup
dalam pasal ini, harus sesuai dengan ketentuan dalam pasal lain yang
relevan.

(b) Beton

Beton yang digunakan adalah yang mempunyai kekuatan beton kelas A-3.
Ketentuan lainnya harus memenuhi ketentuan umum beton yang tertuang
pada pasal-pasal lain yang reievan.

(c) Baja Tulangan

Mutu baja yang digunakan sesuai dengan SNI-07-2052-2002 (AASHTO


M31-07 atau ASTM A615-99)
Diameter < 13 mm dipakai BjTP 24.
Diameter ~ 13 mm dipakai BjTD 40.

S10.13 (3) Metoda Fabrikasi

(a) Umum

Beton tidak boleh dicetak sebelum Konsultan Pengawas menyetuJul


Gambar dari Kontraktor, bila ada kekurangan mengenai campuran beton,
cetakan, metoda pra-tekan, metoda penuangan, pengecoran, pengawetan,
perlindungan, penanganan dan pemasangan suku-suku penguat. Setiap
alternatif rencana dalam Dokumen Kontrak harus disetujui oleh Konsultan
Pengawas, sebelum pelaksanaan konstruksi dan pembuatan.

Kontraktor harus memberitahu Konsultan Pengawas, tidak kurang dari 3


hari sebelumnya, tanggal dimulainya pembuatan dan tanggal mulai
dilaksanakannya pekerjaan pencetakan unit-unit.

~
t 3 MAR 2017
Spesijikasi Teknis Jalan Bebas Hambatan dan Jalan Tol
Divisi 10 - Struktur Beton

(b) Cetakan

Cetakan dibuat dari baja untuk menjamin keseragaman dan keakuratan


produk.

(c) Minyak Cetak

Sebelum pengisian beton ke dalam cetakan, permukaan cetakan harus


dilapisi dengan minyak cetakan.

(d) Pengecoran

Pengisian beton ke dalam cetakan dilakukan secara merata dan bertahap,


sesuai dengan ketentuan yang relevan di dalam Spesifikasi ini. Sedangkan
pemadatannya menggunakan internal vibrator secara merata.

(e) Perawatan Beton (Curing)

Proses pengawetan uap dapat digunakan sebagai alternatif untuk


pengawetan air. Alas pengecoran untuk setiap unit yang akan diberi
pengawetan harus ditutup rapat agar uap tidak lari keluar, dan udara luar
tidak masuk.

Dua sampai empatjam setelah penuangan beton dan setelah beton mencapai
tahap kering awal, proses awal plengawetan uap harus dilakukan. Bila beton
diberi campuran pelambat (retarding admixture), maka tenggang waktu itu
harus ditambah menjadi 4 sampai 6 jam. Metoda pengawetan air harus
digunakan sejak beton dituang sampai pengawetan uap mulai diberikan.
Kelembaban uap harus dijaga agar kadar air tidak hi lang, dan agar kadar air
cukup untuk proses hidrasi pada semen. Pengawetan uap tidak boleh
langsung pada beton. Selama pemakaian uap, suhu udara sekitar akan naik
tidak lebih dari 22°C per jam sampai tercapai suhu maksimum, dan suhu itu
harus dipertahankan sampai belon mencapai kekuatan yang diinginkan.
Dalam penghentian proses pengawetan uap, suhu udara sekitar tidak boleh
lebih dari noc per jam sampai tercapai suhu I aoc lebih tinggi dari suhu
udara tempat beton akan dibuka. Suhu pengawetan ini harus sesuai dengan
ketentuan Pasal S 10. aI.

SI0.13 (4) Pemancangan

(a) Hammer

Pemancangan turap menggunakan diesel hammer K 13

(b) Balok pengarah dan cara pemancangan

Untuk menjamin kelurusan dan kerapian pemancangan, Kontraktor harus


menyediakan balok pengarah dari profil baja, jenis WF alau menurut
petunjuk Konsultan Pengawas. Pemancangan tidak boleh dilakukan
sekaligus sampai kedalaman rencana, tetapi dilakukan secara beltahap. .

~
1 3 MAR 2017
Spesijikasi Teknis lalan Bebas Hambatan dan lalan Tal
Divisi 10 - Struktur Beton

SI0.13 (5) Metoda Pengukuran

Jumlah turap beton pracetak yang akan diukur untuk pembayaran adalahjumlah
tertanam selesai sesuai rencana, dihitung berdasarkan jarak horisontal selesai
tertanam. Setiap bagian meliputi beton, tulangan penguat, dan material lain yang
terkandung atau terpasang dalam unit turap.

Untuk beton pengikat yang dicor ditempat dihitung tersendiri berdasarkan pasal
beton pada umumnya.

SI0.13 (6) Dasar Pembayaran

Pekerjaan yang diukur secara tersebut di atas akan dibayar menurut harga satuan
kontrak untuk nomor pembayaran terdaftar di bawah ini, yang tertera dalam
mata pembayaran. Harga dan pembayaran ini merupakan kompensasi penuh
untuk penyediaan dan penempatan peralatan, dan kebutuhan insidentil yang
diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan menurut Pasal ini.

Nomor dan Nama Mata Pembayaran Satuan Pengukuran

10.13 (I) Pengadaan Corrugated prestressed meter panjang


canerele sheet pile,
W325A
10.13.(2) Pemancangan Corrugated prestressed meter panjang
concrete sheet pile,
W325A

~ 'I 3 MAR 2017